Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore 51. Senyawa Antineoplastik

51. Senyawa Antineoplastik

Published by haryahutamas, 2016-04-02 22:18:10

Description: 51. Senyawa Antineoplastik

Search

Read the Text Version

BAB 51 Senyawa Antineoplastik 859Tabel 5'1.4Dosis dan Toksisitas 0bat Berbasis.Antibodi Monoklonal Mekanisme Dosis dan Jadwal Toksisitas UtamaRituksimab ADCC; CDC; apoptosis infus lV 375 mg/m2 per minggu Toksisitas terkaitinfus dengan demam,Alemtuzumab selama 4 minggu ruam, dan dispnea; deplesi sel B;Trastuzumab neutropenia onsetlambatSetuksimabBavasizumab ADCC; CDC; apoptosis Eskalasi lV 3, 10, 30 mg/m2 3 kali Toksisitas terkaitinfus, deplesi sel TDenileukin diftitoks setiap minggu diikutioleh 30 mg/ dengan peningkatan infeksi; supresiGemtuzumab ozogamisineoY-ibritumomab tiuksetan m2 3 kali per minggu selama 4 hematopoietik; pansitopenia1311{ositumomab sampai 12 minggu ADCC; apoptosis; penghambatan pen- Dosis muatan infus 4 mg/kg diikuti Kardiomiopati ; toksisitas terkait-inf us sinyalan HER2 dengan penahanan Gl oleh 2 mg/kg setiap minggu Penghambatan pensinyalan EGFR; Dosis muatan infus 400 mg/kg Toksisitas terkait-infus; ruam kulit pada apoptosis;ADCC diikuti oleh 250 mg/kg setiap 75o/o minggu Penghambatan angiogenesis/ lV 5 mg/kg setiap 14 hari hingga Hipertensi; hemoragi pulmoner; neovaskularisasi perkembangan penyakit perforasi gastrointestinal; proteinuria; gagal jantung kongestif Target toksin difteri dengan peng- lV 9-18 pg/kg per hari selama 5 Demam; artralgia; astenia; hipotensi hambatan sintesis protein hari pertama setiap 3 minggu Pemecahan untai ganda DNA dan 2 dosis lV 9 mg/m2 dengan selang Toksisitas terkait-infus; supresi apoptosis waktu 14 hari hematopoietik; mukosal hepatik (VOD); dan toksisitas kulit Radioterapi bertarget lV 0,4 mCi/kg Toksisitas hematologis; mlelodiplasia Radioterapi bertarget Dosimetri spesifik-pasien Toksisitas hematologis; mielodiplasiasTNGKATAN: ADCC (anfibody-dependent cellular cytotoxicity), sitotoksisitas seluler bergantung-antibodi; CDC (conplement-dependent cytotoxicity), sitotoksisitasbergantung-komplemen; EGFR (epidermal growth factor receptor), reseptor faktor pertumbuhan epidermis; VOD (veno-occluslue dlsease), penyakit veno-oklusif. perkembangan dan intensitas ruam dan durasi manfaat metastasis dalam kombinasi dengan 5-FU. Terdapat dai setuksimab. bukti efikasi bevasizumab pada kanker renal sel-jernih sebagai senyawa tunggal dan pada kanker paru bukan- BEVASIZUMAB Beuasizumab (;l rsrtN) menarget- sel kecil dan kanker payudara dalam kombinasi dengankan faktor pertumbuhan vaskular-endotel (vascular- kemoterapi.endothelial growth factor [VEGF]) dan menghambatinteraksinya dengan reseptor VEGFR1 dan VEGFR2. Farmakokinetik bevasizumab bervariasi menurut jenisVEGF merqpakan faktor pertumbuhan angiogenik kelamin, berat badan, dan beban tumor. Bersihan lebihyang mengatur proliferasi dan permeabilitas vaskular tinggi pada pasien dengan beban tumor tinggi, tetapiserta menghambat apoptosis pembuluh darah baru, kaitannya dengan hasil klinis belum dipelajarL Beva-Ekspresi VEGF meningkat pada beberapa tipe tumor, sizumab diperkirakan memilikit,o20 hari (rentang, 11-50termasuk kanker payudara, ovarium, paru bukan-sel hari) dan diprediksikan waktu yang diperlukan untukkecil, dan kolorektal, dan ekspresinya berkorelasi dengan mencapai keadaan tunak adalah 100 hai pada dosisneovaskularisasi di dalam tumor. Pada kanker kolorektal, terapeutik. Iokslsrtas terkait-infus relatif tidak umum ter-densitas pembuluh mikro berhubungan dengan per- jadi. Akan tetapi, senyawa ini memiliki sejumlah toksisitaskembangan adenoma menjadi karsinoma dan dengan yang unik dan berpotensi senus, termasuk hipertensipotensi metastasis dan prognosis yang buruk. Beva- parah, proteinuria, gagal jantung kongestif, hemoragi,sizumab disetujui oleh FDA untuk kanker kolorektal dan peforasi GL

860 secIAN Dt Kemoterapi nenyakit Neoplastik Konjugat Antibofi Monoklond-sitotolcik termasuk ketidakmampuan terhadap gambar, keter- sediaan terbatas, dan biaya cukup.mahal. GEMTUZUMAB OZOGAMISIN Gemruzumab ozoga- misin (uvrorenc) terdiri dari antibodi monoklonal ter- Radioimuno-konjugat telah dikembangkan dengan anti- hadap CD33 yang terikat secara kovalen dengan derivat bodi mo nokl o n al terh ad a p CD 20 yan g diko njug asi d en g a n semisintetik haliheamisin suatu andbiotik antirumor 1311 (131\-tos'tumomab atau erxxaa) dan eIy-ibritumomab tiuksetan (zrvtur,t) yang memiliki tingkat respons pada enediin yang poten. Antigen CD33 ditemukan pada limfoma kambuh an sebesar 65-80%. Senyawa-senyaw a sebagian besar sel hematopoietik, pada >80o/o AML, ini ditoleransi baik dengan sebagian besar toksislfas dan pada sebagian besar mielodisplasia. Setelah terikat pada CD 33, gemtuzumab ozo gamisin mengalami endo- berkaitan dengan supresl sumsum tulang. Akan tetapi, terdapat laporan mengenai leukemia sekunder (Tabel sitosis dengan pemurusan kalikeamisin di dalam liso, som, yang pada akhirnya mengakibatkan pecahnya 51-4). Prapenargetan telah digunakan untuk meningkat- DNA untai-ganda dan kematian sel. Gemtuzumab ozo- kan indeks terapi radioimuno-konjugat dengan cara di- gamisin diserujui oleh FDA untuk pengobatan AML awali pengobatan antibodi monoklonal berlabel-avidin, positif-CD33 dalam kambuhan pertama kali pada diikuti 1-2 hari kemudian dengan biotin terkonjugasr- eoY pasien berusia >60 tahun yang bukan merupakan kan- Teknik ini dapat meningkalkan spesr/isff as penghantaran didat untuk terapi sitotoksik konvensional. Studi yang radioisotop ke sel tumor dan meningkatkan indeks tera-. peutik. mempelajari peranan baru gemtuzumab ozogamisin Imunoto[sin sedang dilakukan, termasuk pengobatan AML yng DENILEUKIN DIFTITOKS Denileukin diftitoks sebelumnya tidak diobati arau sulir disembuhkan. (oNrer) merupakan suatu imunotoksin yang terbuat Farmakokinetik gemtuzumab ozogamisin pada dosis dari rekombinasi genetik IL-Z dan fragmen toksin dif- teri yang aktif secara katalitik. Reseptor IL-2 manusia standar 9 mg/mz menunjukkan wal<tu paruh kalikeamisin (IL-2R) tidak diekspresikan pada sel T istirahat, tetapi total 41 jam, sedangkan waktu paruh kalikeamisin tak- secara konstitutif diekspresikan pada limfosit ganis terkonjugasi 143 jam. Sete/ah dosis kedua, t,omeningkat pada sumber sel-T dan sel-B. Denileukin diftitoks di, menjadi 64 jam dan AUC menjadidua kali lipat dari dosls setujui oleh FDA untuk pengobatan limfoma sel-T awal. Toksisitas yang serius dapat terjadi akibat gemtu- kutan kambuhan/sulit disembuhkan. Denileukih difti- toks sedang dievaluasi pada pasien dengan rumor zumab ozagamlsln, Seperli antibadi monoklonal lainnya, negatif-CD25 dan modulator ekspresi CD25 dikombi- nasi sebagai upaya untuk menaikkan tingkat respons, loksrsfias terkait-infus terjadl pada infus peftama, tetapi Behsaroten menaikkan kadar ekspresi CD25 pada sel T ganas dan memberikan rasionalisasi untuk mengombi- d a p at d i at a si d e n g a n g I u ko ko rti kord. Ioksisltas ut a m a n y a nasi senyawa-senyawa ini. adalah supresi sumsum tulang dan foksislfas hepatik. Toksisitas hepatik dapat menjadi seius dan dapat menye- babkan VOD yang fatal. Pada sfudi fase 2, hiperbiti-\" rubinemia yang signifikan teramati pada 23% pasien; ini dapat menunjukkan VOD subklinis pada beberapa kasus.Rad.ioimuno-Konjugat Pemajanan sistemik terhadap denileukin diftitoks ber- variasi, tetapi sebanding dengan dosls. Obat ini memilikiRadioimuno-konjugat menggunakan antibodi mono-klonal untuk menargetkan partikel radioaktif kepada t.,,, distibusi 2-5 menit dengan t,,, akhir -70 menit.sel-sel tumor (Thbel 5i-3 dan 5I-4).r3rlodin (13tI) me- Reaktivitas imunologis terhadap denileukin diftitoks dapatrupakan radioisotop yang paling umum digunakan; dideteksi secara kasat mata pada semua pasien setelah pengobatan, tetapitidak mengurangi manfaat klinis de-emisi y dari r3rl dapat digunakan untuk pencitraan dan ngan pengobatan lanjutan. Bersihan denileukin diftitoksterapi, tetapi melepaskan r31I bebas dan r3rl-tirosin ke pada siklus akhir pengobatan dipercepat dua hingga tigadalam darah berpotensi membahayakan pemberi pe- kali lipat sebagai akibat berkembangnya antibodi, tetapi kadar serum lebih besar daipad.a yang diperlukan untukrawatan. Emiter /, eoYttrium (e0Y), alternatif '31I yang menghasilkan kematian sel pada lini sel pengekspresi-lL- 2R (1-10 ng/mL selama lebih dari 90 menit). Pasien de-menarik, didasarkan pada energi yang lebih tinggi dan ngan riwayat reaksi hipersensitivitas terhadap toksinpanjang jalur yang lebih panjang, yang dapat lebih efektif difteri atau lL-2 tidak boleh diobati dengan senyawa ini,pada tumor berdiameter besar. r,,r-nya juga pendek dantetap terkonjugasi, bahkan setelih endositosis, mem- Ioksislfas signifikan yang disebabkan oleh deniteukinberikan profil yang lebih aman untuk penggunaan pada diftitoks adalah reaksi hipersensitivitas akut, sindrom ke-pasien rawat jalan. Akan tetapi juga terdapat kerugian

BAB 51 SenyawaAntineoplastik 861 bocoran vaskular, dan foksrsllas konstitusional; prapeng- Deksametason digunakan dalam kombinasi dengan obatan dengan glukokortikoid menurunkan foksisllas radioterapi untuk mengurangi edema yang terkait tumor pada bagian kritis sepefti mediastinum superior, otak, secara signifikan. dan spinalis kordata. Dosis 4-6 mg setiap 6 jam rnemilikiFakto r Penstimulasi-Koloni efek signifikan dalam memulihkan fungsi neurotogis pada pasien dengan mefasfasis sere bral, tetapi efek ini bersifatBanyak senyawa yang digunakan untuk kemoterapi sementara. Karena perubahan akut pada dosis dapaf menyebabkan kembali timbulnya gejala secara cepat,kanker menekan produksi sel hematopoietik pada sum- deksametason tidak. boleh dihentikan secara mendadaksum tulang, sehingga sering membatasi penghantaran pada pasien yang menerima radioterapi atau kemoterapikemoterapi sesuai jadwal dan padadosisyangdiresepkan. untuk metastasis otak. Penurunan dosrs secara beftahapKetersediaan faktor pertumbuhan rekombinan untukeritrosit (yaitu, eritropoietin), granulosit (yaitu, faktor dapat dilakukan jika respons klinis terhadap terapi anti-penstimulasi-koloni granulosit), serta granulosit danmakrofag (yaitu, faktor penstimulasi-koloni granulosit- tumor yang tetap telah dicapai.makrofag) telah memberikan perkembangan yang besar Beberapa glukokortikoid telah tersedia dan padadalam kemampuan menggunakan terapi kombinasi dosis ekuivalen memiliki efek yang minp (lihal Bab 59). Prednison, sebagal contoh, umumnya dibeikan secaraatau terapi dosis-tinggi dengan tidak adanya komplikasi oral pada dosls sebesar 60-100 mg, atau bahkan lebihseperti neutropenia demam. Salah satu hal tersebut akan besar, untuk beberapa hai perlama dan secara beftahap diturunkan hingga 20-40 mg/hari.menghasilkan peningkatan tingkat keberlangsungan PROGESTINhidup untuk kanker spesifik yang masih perlu ditentu-kan. Masing-masing faktor pertumbuhan dan spesifisitas Senyawa progestasional (lihat.Bal: 57) rclah digunakanterapi dijelaskan secara detail pada Bab 53. sebagai terapi hormon pilihan kedua untuk kanker payudara metastasis bergantung-hormon dan dalamV. HORMON DAN SENYA\T/A SEJENIS penanganan karsinoma endometrium yang sebelumnya ditangani dengan operasi dan radioterapi. Selain itu,GLUKOKORTIKOID progestin menstimulasi nafsu makan dan memulihkan pasien yang kurus kering pada kanker stadium lanjutGlukokortikoid dibahas lebih detail pada Bab 59. Karena dan AIDS.efek limfolitik dan kemampuannya dalam menekan ESTROGEN DAN ANDROGENmitosis pada limfosit, manfaat terbesar glukokortikoid Karsinoma yang timbul dari kelenjar prosrar dan mamaesebagai senyawa sitotoksik adalah pada pengobatan leu-kemia akut untuk anak-anak dan limfoma ganas untuk sering tetap memiliki responsiviras hormonal padaanak-anak dan dewasa. Pada leukemia limfoblastik akutatau leukemia takmatang pada masa kanak-kanak, bagian pelengkap normalnya dalam periode waktu yangglukokortikoid dapat memberikan perkembangan klinis berbeda-beda. Dengan mengubah lingkungan hormonalyang cepat dan remisi hematologis objektif hingga 30o/o tumor ini, perkembangan proses neoplastik mungkinpada anak-anak. Meskipun respons ini sering dikarak- berubah.terisasi oleh hilangnya seluruh sel leukemia yang dapatterdeteksi dari darah perifer dan sumsum tulang, remisi TERAPI ANTIANDROGEN PADAberlangsung singkat. Remisi terjadi lebih cepat dengan KANKER PROSTAIglukokortikoid dibandingkan dengan antimetabolit,dan tidak ada bukti resistensi silang terhadap senyawa Meskipun pengobatan antiandrogenik untuk karsinoma prostat metastasis bersifat meringankan, ekspektansiyang tidak berkaitan. Untuk alasan ini, terapi dimulai hidup meningkat dan beribu-ribu pasien memperolehdengan prednison dan vinkristin, sering diikuti oleh manfaat dengan pengobatan ini. Dengan terjadinyasuatu antrasiklin atau merotreksar, dan L-asparaginase.Glukokortikoid merupakan komponen yang berharga metastasis yang meluas, terapi hormon menjadi pengobat- an utama untuk kanker prosrat. Pendekatan farmakologisdalam regimen kuratif untuk penyakit Hodgkin dan untuk mengurangi konsentrasi androgen endogen ataulimfoma non-Hodgkin, serta untuk pengobatan MMdan CLL. Glukokortikoid sangat membantu dalammengendalikan anemia hemolitik autoimun dan trom-bositopenia yang terjadi pada CLL.

862 secIAN D( Kemoterapi t enyakit Neoplastikmenghambat kerja mereka mencakup antiandrogen, atau oleh penghambatan pelepasan gonadotropi n (lihat Babyang lebih umum, pemberian agonis atau antagonis 55). Satu efek sampingyangpenring, pelepuhan kulithormon pelepas-gonadotropin (gonadotropin-releasing sementara akibat penyakit yang disebabkan oleh lonjak-hormone, [GnRH]) dengan atau tanpa antiandrogen an awal gonadotropin, dapat dihindari dengan pem-(lihat di bawah). berian temporer (2-4 minggu) bloker AR atau denganDi antara pia dengan kanker prostat metastasis, >90% penggunaan antagonis GnRH (lihat di bawah).menunjukkan respons awal yang baik terhadap terapi Blokade androgen penuh (complete androgen bloc-hormon primer dengan terapi penghilangan androgen kade [CAB]) merujuk pada terapi kombinasi dengan bloker reseptor-androgen dan agonis GnRH. \Talaupun(androgen deprivation therapy, [ADf]). Ini nermanifestasi demikian, manfaat penggunanan BAP dalam jangkasebagai regresi atau sfab/rsasl penyakit dan peredaan panjang dibandingkan dengan agonis GnRH tunggalgejala terkait-kanker. Waldu rata+ata untuk berkembang masih dipertanyakan.adalah 18-36 bulan, membuat ADT menjadi salah satu Pengobatan dengan antagonis GnRH secara cepardai pengobatan yang bermanfaat jangka panjang untukberbagai tumor solid stadium lanjut. ADT memberikan menurunkan kadar testostero n serum, ranBa peningkatanmanfaat untuk kelangsungan hidup. Perkembangan awal sementara yang terlihat dengan agonis GnRH.penyakit setelah ADT menandakan suatu keadaan tidak Abaieliks (nrrNexrs) secara efektif menurunkan testos- teron serum hingga kadar impoten dalam seminggubergantung-androgen, dengan kelangsungan hidup rata- pada sebagian besar pria. Selain pelepuhan awal di-rata hanya 12 bulan. Akan tetapi, banyak pria akan hindari, terapi antagonis GnRH tidak memberikan ke-rnerespons terhadap terapi hormon sekunder bahkan untungan dibandingkan dengan agonis GnRH, dansetelah kegagalan ADT. Terapi hormon sekunder men- antagonis GnRH untuk kanker prostat hanya tersediacakup bloker reseptor androgen (androgen receptor sebagai formulasi depot l-bulan.[AR]), inhibibr srnfesrs androgen adrenal, dan senyawaestrogenik. Respons lebih beruariasi daipada terapi Bloker Reseptor Androgenhormon pimer, tetapi sejumlah besar pria memperolehmanfaat dari bentuk pengobatan yang ditoleransi dengan Senyawa yang secara kompetitif menginhibisi liganbaik ini. Ketika pasien menjadi sulit disembuhkan dengan alami AR disebut bloker AR atau antiandrogen (lihatsemua bentuk terapi hormon, pengobatan mereka Bab 58). Bloker AR sebagai monoterapi tidak diindi- umumnya melibatkan senyawa kemoterapeutik. kasikan sebagai pengobatan rutin untuk pasien dengan kanker prostat stadium lanjut, meskipun beberapa bukti, Efek samping umum dalam semua bentuk terapihormon antiandrogen mencakup kulit memerah akibat menunjukkan penurunan efek merugikan bloker ARvasomotor, hilangnya libido, ginekomastia, peningkatanberat badan, penurunan densltas mineral tulang (bone terhadap agonis GnRH pada BMD dan komposisi tubuh. Bloker AR sering diberikan dalam kombinasimineral density, [BMD]), dan hilangnya massa ofof. dengan agonis GnRH, yang bekerja dengan memblokTedapat vaiabilitas terhadap efek samping ini, Sebagaicontoh, bloker AR lebih banyak menyebabkan gineko- efek yang berpotensi merusak yang diakiba&an pening-mastia dibandingkan dengan agonis GnRH, tetapi lebih katan sementara pada gonadotropin dan testosreron.sedikit menyebabkan kulit memerah akibat vasomotor Obat yang paling umum digunakan adalah anggotadan hilangnya BMD. Halyang penting, peningkatan toksi- golongan nonsteroid bloker AR, termasuk futamidasitas kardiovaskular teramati dengan esfrogen dosis (eurrxrN, dIl), nilutamida (NruNonoN), dan bihaluta- mida (cesooex).tinggi, teiapitidak dengan bentuk ADT yang tain. ESTROGEN DAN ANDROGEN DALAMAgonis dan Antagonis Hormon Pelepas- PENGOBATAN KANKER PAYUDARAGonadotropin Efek antagonis estrogen pada kanker payudara sering efektil dan penggunaan antiesrrogen seperti tamohsifenBentuk ADT yang pding umum melibatkan penekan- saat ini merupakan bagian standar dari terapi hormonan hipofisis dengan agonis GnRH. Agonis GnRH kanker payudara. Deteksi imunohistokimia reseprormenyebabkan lonjakan awal pada kadar hormon lutein(luteinizing hormon, [LH]) dan hormon penstimulasi- estrogen (estrogen recepror [ER]) dan reseptor proges-folikel (follicle-stimulating hormone, [FSH]), diikuti teron (progesterone receptor [PR]) telah memperbaiki

BAB 51 SenyawaAntineoPlastik 863pemilihan pasien untuk terapi hormon. Sebagian besar kanker payudara stadium awal, dan untuk terapi kanker payudara stadium lanjut. Organ lain yang dipengaruhipasien dengan tumor positif-ER atau positiFPR akan oleh tamoksifen meliputi endometrium uterus (hiper-merespons terhadap terapi hormon; pasien-pasien inijuga memiliki prognosis keseluruhan yang lebih baik tropi endometrium, perdarahan vagina, dan kankertanpa melihat jenis terapi. Sebaliknya, karsinoma nega- endometrium), sistem koagulasi (tromboembolisme), metabolisme tulang (peningkatkan BMD), dan fungsitif-ER dan negatif-PR jarang merespons terhadap terapi hati (perubahan profil lipid darah).hormon. Respons yang dapat terdeteksi secara klinisterhadap terapi hormon umumnya memerlukan 8-12 Penggunaan tamoksifen dalam terapi hormon kanker payudara dijelaskan lebih detail pada Bab 57. Strategiminggu untuk terdeteksi. Jika penyakit ini merespons antiestrogen alternatif atau tambahan pada wanita pra-atau tetap stabil terhadap pengobatan yang diberikan, menopause metiputi ooforektomi atau analog GnRH flihat Bab 55). Tamoksifen juga menuniukkan keefektifanmedikasi umumnya dilanjutkan tanpa batas waktu dalam uji awal untuk pencegahan kanker payudara padahingga penyakit berkembang atau toksisitas yang tidak wanita dengan risiko tinggi. Penurunan insiden kankerdiinginkan terjadi. Durasi remisi yang terinduksi rata- payudara yang serupa juga terlihat dengan raloksifen,rata 6-12 bulan, tetapi terkadang dapat berlangsungselama bertahun-tahun.Terapi Antiestrogen TOREMIFEN Toremifen (ranrsroN) merupakan turunan trifeniletilen dari tamoksifen dan memilikiPendekatan antiestrogen untuk terapi kanker payudarapositif reseptor-hormon mencakup penggunaan modu- profil farmakologi yang mirip. Toremifen diindikasikanlator reseptor-estrogen selektif (selective estrogen-recep- untuk pengobatan kanker payudara pada wanita dengan tumor yang berstatus positif-ER atau reseptor yangtor rnodulator [SERM]), penurun jumlah reseptor tidak diketahui. Toremifen memiliki efek agonis estro-estrogen selektif (selective estrogen-receptor down- gen yang -40 kali lebih rendah daripada tamoksifenregulator [SERD]), dan inhibitor aromatase (aromataseinhibitor [AIl). secara in uitro, sehingga membuat toremifen lebih MODULATOR RESEPTOR ESTROGEN SELEKTIF efektif dalam kombinasi dengan inhibitor aromataseSERM berikatan pada ER dan memberikan efek estro-genik atau antiestrogenik tergantung pada organ yang dibandingkan dengan tamoksifen.spesifik. Penurunan mortalitas kanker payudara bela-k\"ng\"n ini dipercaya diakibatkan sebagian oleh meluas- Penurunan Jumlah Reseptor Estrogen Selektif (SERD)nya penggunaan tamoksifen. Selain efek antagonisestrogennya pada kanker payudara, tamoksifen juga SERD, juga disebut sebagai \"antiestrogen murni\", men-memberikan efek agonis estrogenik yang tidak diingin-kan pada jaringan selain payudara. Beberapa senyawa cakup senyawa seperti fulvestrant, RU 58668, SR 16234, ZD 154384, dan ZK 191703. SERD, tidakantiestrogen baru telah dikembangkan dengan potensiefikasi yang lebih tinggi dan toksisitas yang lebih rendah seperti SERM, tidak memiliki aktivitas agonis estrogendibandingkan dengan tamoksifen, yang dapat dibagi dan berfungsi sebagai antagonis murni.menjadi-analog tamoksifen (contohnya, toremifen, FULVESTRANT Fulvestrant (resroorx) merupa-droloksifen, ,dan idohsifen), senyawa \"cincin tetap\" kan senyawa pertama yang disetujui oleh FDA dari golongan penurun jumlah ER yang baru. Fulvestran(contohnya, ralo ksifen, lasafo ksifen, arzo hs ifen, mipro h-sifen, leuormelohsifen, danEM652), dan SERD (contoh- disetujui untuk wanita pascamenopause dengan kankerny a, fu lu es tra n t) yangj uga diseb ut sebagai \"antiestro gen payudara metastasis positif-ER yang telah berkembangmurni\". meskipun telah diberi terapi antiestrogen. Fulvestrant berikatan pada ER dengan afinitas >100 kali daripada TAMOKSIFEN Penggunaan luas tamoksifen ber- tamoksifen; banyaknya rantai samping yang panjangkaitan dengan aktivitas antikankernya dan profil tolera- pada posisi 7a secan sterik menghalangi dimerisasibilitas'yang baik dalam dosis harian kronis. Thmoksifen reseptor, menyebabkan peningkatan petgantian ERdiresepkan untuk pencegahan kanker payudara pada dan gangguan lokalisasi nukleus. Tidak seperti tamok-pasien berisiko tinggi, untuk terapi tambahan pada sife\", ya\"g menstabilisasi atau bahkan meningkatkan ekspresi ER, fulvestrant menurunkan jumlah molekul ER di dalam sel.

864 sectRN D( Kemoterapi lenyakit Neoplastik ngan pembeian injeksi secara perlahan. Pada studi perbandingan antara anastrozol dan fulvestrant, ukuran \"Penurunan jumlah\" ER inidapat menekan ekspresi gen hasil kualitas hidup dipeftahankan selama beberapa bergantung-estrogen secara penuh, yang cenderung membuktikan efikasi fulvestrant terhadap kanker payu- waktu tanpa perbedaan berarti di antara kedua obat. d ara re siste n -tamoksife n. Kon se ntrasi pl asm a maksim um dicapai sekitar 7 hari setelah pemberian intramuskular INHIBITOR AROMATASE fulvestrant dan dipertahankan selama lebih dari 1 bulan. t,,, plasma sekitar 40 hari. Konsentrasi keadaan tunak di- AI ialah obat yang menghambat aromarase, suaru enzim capai setelah 3-6 injeksi bulanan. yang menjalankan tahap terakhir dalam pengubahan androgen menjadi estrogen. Obat-obat ini telah diguna- F ulve strant bi as any a d itol e ran si de ng an b aik d i se ftai kan luas dan mencapai keberhasilan yang Sangat besar efek merugikan yang paling umum adalah mual, astenia, dalam pengobatan kanker payudara stadium awal dan nyei, vasodilatasi (hot flush), dan sakit kepala. Reaksi satadium lanjut, seperti yang dijelaskan pada Bab 57. tempat injeksi, terlihat pada -7% pasien, berkurang de-Daftar Bibliografi lengkap dapat dilihat pada Goodman & Gilman's TIte Phartnacological Basis ofTherapeutics, llth ed., atau Goodman & Gilman Online di www.accessmedicine.com.


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook