Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore UNIT 02 Fisiologi Membran, Saraf, dan Otot

UNIT 02 Fisiologi Membran, Saraf, dan Otot

Published by haryahutamas, 2016-05-29 04:40:28

Description: UNIT 02 Fisiologi Membran, Saraf, dan Otot

Search

Read the Text Version

Bab 7 Eksitasi Otot Rangka: Penghantaran Saraf-Otot dan Rangkaian Eksitasi-Kontraksi ATP • 1 yang 1ca++ - - - - ,/dibutuhkan ' .. - - - -ca++Filamen aktin Filamen miosinGambar 7-7 Rangkaian eksitasi-kontraksi di otot, yang memperlihatkan (1) sebuah potensial aksi yang menyebabkan pelepasan ion-ionkalsium dari retikulum sarkoplasma dan kemudian (2) pengambilan kembali ion-ion kalsium oleh pompa kalsium.dapat memekatkan ion kalsium kira-kira 10.000 kali lipat Daftar Pustakadi dalam tubulus. Selain itu, di dalam retikulum terdapatsebuah protein yang disebut calsequestrin yang dapat Li hat juga daftar pustaka pada Bab 5 dan 6.mengikat hingga 40 kali lebih banyak kalsium. Brown RH Jr: Dystrophin-associated proteins and the muscular dystrophies, \"Pulsasi\" Eksitatorik Ion Kalsium. Konsentrasi Annu Rev Med 48:457, 1997.keadaan istirahat normal (< 10-7 molar) ion kalsiumdalam sitosol yang melingkupi miofibril terlalu sedikit Chaudhuri A. Behan PO: Fatigue in neurological disorders, Lancet 363:978,untuk menimbulkan kontraksi. Oleh sebab itu, komplekstroponin-tropomiosin menjaga agar filamen aktin tetap 2004.terhambat clan mempertahankan keadaan relaksasi otot. Cheng H, Lederer WJ: Calcium sparks, Physiol Rev 88: 1491, 2008. Engel AG, Ohno K, Shen XM, Sine SM: Congenital myasthenic syndromes: Sebaliknya, perangsangan penuh sistem tubulus Tclan sistem retikulum sarkoplasma menyebabkan cukup multiple molecular targets at the neuromuscular junction, Ann NYAcadbanyak ion kalsium yang dilepaskan, untuk meningkatkan Sci 998:138, 2003.konsentrasinya di dalam cairan miofibril sebanyak 2 x 10-4 Fagerlund MJ, Eriksson LI: Current concepts in neuromuscular transmission,molar konsentrasi, yaitu peningkatan 500 kali lipat, yang Br}Anaesth 103:108, 2009.kira-kira 10 kali nilai yang dibutuhkan untuk menyebabkan Haouzi P, Chenuel B, Huszczuk A: Sensing vascular distension in skeletalkontraksi otot maksimum. Segera sesudahnya, pompa muscle by slow conducting afferent fibers: neurophysiological basis andkalsium akan mengosongkan ion kalsium lagi. Lamanya implication for respiratory control,} Appl Physiol 96:407, 2004.\"pulsasi\" kalsium ini dalam serabut otot rangka biasa Hirsch NP: Neuromuscular junction in health and disease, Br} Anaesthberlangsung kira-kira 1/20 detik, meskipun pada 99:132, 2007.beberapa serabut dapat berlangsung beberapa kali lebih Keesey JC: Clinical evaluation and management of myasthenia gravis,lama clan pada serabut lain lebih singkat. (Di otot jantung, Muscle Nerve 29:484, 2004.pulsasi kalsium berlangsung sekitar sepertiga detik karena Korkut C, Budnik V: WNTs tune up the neuromuscular junction, Nat Rev Neurosci 10:627, 2009. .lamanya potensial aksi jantung). Leite JF, Rodrigues-Pinguet N, Lester HA: Insights into channel function via channel dysfunction,} Clin Invest 111 :436, 2003. Selama pulsasi kalsium ini, terjadilah kontraksi otot. Meriggioli MN, Sanders DB: Autoimmune myasthenia gravis: emerging clinical and biological heterogeneity, Lancet Neurol 8:475,Bila konsentrasi berlangsung terus-menerus tanpa jeda 2009.selama interval waktu yang lama, serangkaian pulsasi Rekling JC, Funk GD, Bayliss DA, et al: Synaptic control of motoneuronalkalsium semacam ini harus ditimbulkan oleh serangkaian excitability, Physiol Rev 80:767, 2000.potensial aksi yang berulang-ulang clan terus-menerus,seperti yang dibicarakan di Bab 6. Rosenberg PB: Calcium entry in skeletal muscle,} Physio/ 587:3149. 2009. Toyoshima C, Nomura H, Sugita Y: Structural basis of ion pumping by Ca2+- ATPase of sarcoplasmic reticulum, FEBS Lett 555:106, 2003. Van der Kloot W, Molgo J: Quanta[ acetylcholine release at the vertebrate neuromuscular junction, Physiol Rev 74:899, 1994. Vincent A: Unraveling the pathogenesis of myasthenia gravis, Nat Rev /mmunol 10:797, 2002. Vincent A, Mcconville J, Farrugia ME, et al: Antibodies in myasthenia gravis and related disorders, Ann NYAcad Sci 998:324, 2003. 93



BAB 8Eksitasi dan l(ontraksi Otot Polos Alih Bahasa: dr. Trinovita Andraini Editor: drg. Antonia Tanzil Kontraksi Otot Polos Sebaliknya, pengaturan otot polos unit-tunggal sebagian besar cliperoleh clari rangsangan nonsaraf. BeberapaDi Bab 6 clan 7, pembicaraan kita clifokuskan pacla otot contoh otot polos multi-unit aclalah otot siliaris mata, ototrangka. Sekarang kita beralih ke otot polos, yang tercliri iris mata, clan otot piloerektor yang menyebabkan tegaknyaatas serabut-serabut kecil-umumnya bercliameter 1 sampai rambut bila clirangsang oleh sistem saraf simpatis.5 µm clan panjangnya hanya 20 sampai 500 µm . Sebaliknya,serabut otot rangka bercliameter 30 kali lebih besar clan Otot Polos Unit-Tunggal. Tipe otot polos ini jugaberatus-ratus kali lebih panjang. Banyak prinsip kontraksi clisebut otot polos sinsitial atau otot polos viseral. lstilahyang sama clan berlaku bagi otot polos juga berlaku bagi \"unit-tunggal\" bersifat membingungkan karena istilah iniotot rangka. Yang paling penting, pacla clasarnya terclapat bukan berarti suatu serabut otot tunggal. Justru, istilahkekuatan menarik yang sama antara filamen miosin clan ini berarti suatu massa yang tercliri atas beratus-ratusaktin untuk menyebabkan kontraksi pacla otot polos sampai beribu-ribu serabut otot polos yang berkontraksiseperti pacla otot rangka, namun susunan fisik bagian bersama sebagai suatu unit-tunggal. Serabut-serabutclalam serabut otot polos berbecla. biasanya tersusun clalam bentuk lembaran atau berkas, clan membran selnya berlekatan satu sama lain paclaTipe-Tipe Otot Polos banyak titik sehingga kekuatan yang terbentuk clalam satu serabut otot clapat clijalarkan ke serabut berikutnya. SelainOtot polos clari setiap organ jelas berbecla clengan itu, membran sel clihubungkan oleh banyak taut imbaskebanyakan organ lain clalam beberapa ha!: (1) ukuran (gap junction) yang clapat clilalui oleh ion secara bebasfisik , (2) susunan untuk membentuk berkas atau clari satu sel otot ke sel otot berikutnya, sehingga potensiallembaran, (3) respons terhaclap berbagai jenis rangsangan, aksi atau aliran ion yang seclerhana tanpa potensial aksi(4) sifat persarafan, clan (5) fungsi. Namun, untuk tujuanpenyeclerhanaan, pacla umumnya otot polos clapat clibagi A Otot polos multi-unit Arteri kecilmenjacli clua tipe utama, seperti cligambarkan pacla B Otot polos unit-tunggalGambar 8-1: otot polos multi-unit clan otot polos unitary(atau unit-tunggal) . Gambar 8-1 Otot polos multi-unit (A) dan unit-tungga l (B). Otot Polos Multi-Unit. Tipe otot polos ini tercliri atasserabut otot polos tersencliri clan terpisah. Tiap serabutbekerja tanpa bergantung pacla serabut lain clan seringkali clipersarafi oleh ujung saraf tunggal, seperti yangterjacli pacla serabut otot rangka. Selanjutnya, permukaanluar serabut ini, seperti halnya pada serabut otot rangka,ditutupi oleh lapisan tipis yang terdiri atas substansiseperti membran basal, yakni campuran kolagen halusclan glikoprotein yang membantu menyekat serabut-serabut yang terpisah satu sama lain. Sifat terpenting clari serabut otot polos multi-unit aclalah bahwa masing-masing serabut clapatberkontraksi clengan ticlak bergantung pacla yang lain,clan pengaturannya terutama clilakukan oleh sinyal saraf. 95

Unit II Fisiologi /11embran, Saraf, dan Otot Filamen-filamen - - ---< aktindapat berjalan dari satu serabut ke serabut berikutnya clanmenyebabkan serabut otot dapat berkontraksi bersama. Filamen miosinJenis otot polos ini juga dikenal sebagai otot polos sinsitialka:rena sifat antar-hubungan sinsitialnya di antara serabut. Membran selOtot ini juga disebut otot polos viseral karena otot iniditemukan pada dinding sebagian besar organ visera Gambar 8-2 Struktur fisik otot polos. Serabut di sisi kiri atastubuh, termasuk traktus gastrointestinal, duktus biliaris, memperlihatkan filamen aktin yang memancar dari dense bodies.ureter, uterus, clan banyak pembuluh darah. Serabut yang di kiri bawah dan diagram yang di sebelah kanan memperlihatkan hubungan antara filamen miosin dengan filamenMekanisme Kontraksi pada Otot Polos aktin.Dasar Kimiawi untuk Kontraksi Otot Polos kontraksi ini mmp dengan unit kontraksi pada otot rangka, tetapi tidak disertai dengan keteraturan sepertiOtot polos mengandung filamen aktin clan miosin, yang pada struktur otot rangka; pada kenyataannya, badanmempunyai sifat kimiawi mirip dengan sifat kimiawi protein padat (dense bodies) pada otot polos melakukanfilamen aktin clan miosin di otot rangka. Otot polos tidak peran yang sama seperti lempeng Z pada otot rangka.mengandung kompleks troponin normal yang dibutuhkanpada pengaturan kontraksi otot rangka, sehingga Perbedaan lainnya adalah: kebanyakan filamen miosinmekanisme pengaturan kontraksinya berbeda. Hal ini mempunyai sesuatu yang disebut jembatan silangnanti dibicarakan secara lebih detail dalam bab ini. \"sidepolar\" yang tersusun sehingga jembatan pada satu sisi berayun ke satu arah clan yang lainnya berayun ke arah Penelitian kimiawi telah menunjukkan bahwa filamen sebaliknya. Hal ini menyebabkan miosin menarik filamenaktin clan miosin yang berasal dari otot polos saling aktin ke satu arah pada satu sisi ketika secara bersamaanberinteraksi antara satu sama lain dengan cara yang menarik filamen aktin yang lain ke arah sebaliknya padahampir sama di otot rangka. Selanjutnya, proses kontraksi sisi yang lain. Keuntungan dari susunan ini menyebabkandiaktifkan oleh ion kalsium, clan adenosin trifosfat otot polos dapat berkontraksi hingga 80 persen dari(ATP) dipecah menjadi adenosin difosfat (ADP) untuk panjangnya dibanding otot rangka yang kontraksinyamemberikan energi bagi kontraksi. terbatas, yaitu kurang dari 30 persen. Namun, terdapat perbedaan besar antara susunanfisik otot polos clan otot rangka, demikian juga perbedaanpada rangkaian eksitasi-kontraksi, pengaturan proseskontraksi oleh ion kalsium, lamanya kontraksi, clanjumlah energi yang dibutuhkan untuk kontraksi.Dasar Fisika Kontraksi Otot PolosOtot polos tidak mempunyai gambaran Jurik filamenaktin clan miosin yang sama seperti yang dijumpai di ototrangka. Namun, teknik mikrografi elektron memberikankesan adanya susunan fisik seperti yang diperlihatkanpada Gambar 8-2. Gambar ini menunjukkan sejumlahbesar filamen aktin yang terlekat pada sesuatu yangdisebut badan protein padat (dense bodies). Beberapa daribadan ini melekat pada membran sel, sedangkan yanglainnya tersebar di dalam sel. Beberapa membran badanpadat dari sel-sel yang berdekatan terikat bersama-samaoleh jembatan protein antar-sel. Terutama melalui ikataninilah kekuatan kontraksi dijalarkan dari satu sel ke selberikutnya. Di antara filamen aktin dalam serabut otot terdapatfilamen miosin yang terletak bertebaran. Filamen miosinini memiliki diameter dua kali lebih besar daripadafilamen aktin. Pada mikrograf elektron, kita biasanyadapat menemukan filamen aktin, kira-kira 5 hingga 10kali lebih banyak daripada filamen miosin. Di sisi kanan Gambar 8-2 tampak struktur yang telahdidalilkan sebagai suatu unit kontraksi tunggal di dalamsuatu sel otot polos, clan terlihat sejumlah besar filamenaktin yang memancar dari dua dense bodies; ujung darifilamen ini tumpang tindih dengan filamen miosinyang terletak di bagian tengah antara badan padat. Unit96

Perbandingan antara Kontraksi Otot Polos dan Bab 8 Eksitasi dan Kontraksi Ot ot PolosKontraksi Otot Rangka Onset kontraksi yang berlangsung lambat pada ototWalaupun sebagian besar otot rangka dapat berkontraksi polos, clemikian juga masa kontraksinya yang lama,clan berelaksasi secara cepat, tetapi sebagian besar mungkin disebabkan oleh lambatnya perlekatan clanko ntraksi otot polos merupakan kontraksi tonik yang pelepasan jembatan-silang dengan filamen aktin. Selaindapat berlangsung lama, clan kadang berlangsung hingga itu, tercetusnya kontraksi sebagai respons terhadap ionberjam-jam atau bahkan berhari-hari. Oleh karena itu, kalsium berlangsung jauh lebih lambat bila dibanclingkanada dugaan bahwa baik sifat fisik maupun sifat kimiawi clengan pada otot rangka, seperti yang akan clibahaskontraksi otot polos versus kontraksi otot rangka akan kemuclian.berbeda. Beberapa dari perbedaan tersebut adalah sebagaiberikut. Kekuatan Kontraksi Maksimum Otot Polos Sering Lebih Besar daripada Otot Rangka. Walaupun relatif Siklus Lambat jembatan Silang Miosin. Kecepatan terclapat sedikit filamen miosin clalam otot polos, clansiklus jembatan silang miosin pada otot polos-yaitu, meskipun terdapat waktu siklus yang lambat padaperlekatannya pada aktin, kemudian lepas dari aktin, jembatan-silang, kekuatan kontraksi maksimum ototclan perlekatannya kembali untuk siklus berikutnya- polos sering kali lebih besar daripacla kekuatan kontraksiberlangsung jauh lebih lambat daripada di otot rangka; maksimum otot rangka-sebesar 4 sampai 6 kg/cm2bahkan, frekuensinya sampai sekecil 1/10 sampai 1/300 irisan melintang untuk otot polos dibanclingkan denganfrekuensi siklus di otot rangka. Ternyata, fraksi waktu saat 3 sampai 4 kg untuk otot rangka. Kekuatan kontraksi ototjembatan silang tetap melekat pada filamen aktin, yang polos yang besar ini berasal dari masa perlekatan jembatanmerupakan faktor utama yang menentukan kekuatan silang ke filamen aktin yang berlangsung lama.kontraksi, diduga sangat meningkat pada otot polos.Kemungkinan alasan terjadinya siklus yang lambat ini Mekanisme \"Mengunci (Latch)\" Memudahkanadalah karena kepala jembatan-silang memiliki aktivitas Mempertahankan Kontraksi yang Lama pada Ot otATPase yang jauh lebih lemah daripada aktivitas ATPase Polos. Begitu otot polos telah mengalami kontraksipada otot rangka, sehingga pemecahan ATP yang memberi sempurna, jumlah eksitasi yang berlanjut biasanya clapatenergi bagi pergerakan kepala jembatan silang menjadi dikurangi hingga tingkat yang jauh lebih rendah claripadajauh berkurang, sesuai dengan lambatnya kecepatan tingkat permulaan, clan ternyata otot mempertahankansiklus . kontraksinya dengan kekuatan penuh. Selanjutnya, energi yang digunakan untuk mempertahankan kontraksi Kebutuhan Energi yang Rendah untuk sering sedikit sekali, kaclang hanya 1/300 dari energi yangMempertahankan Kontraksi Otot Polos. Hanya dibutuhkan oleh otot rangka untuk mempertahankandibutuhkan energi sebesar 1/10 hingga 1/300 untuk kontraksi yang sama. Hal ini clisebut mekanismemempertahankan agar tegangan kontraksi pada otot \"mengunci''.polos menjadi sama clengan tegangan pacla otot rangka.Hal ini, juga, dicluga berasal dari siklus perlekatan clan Makna penting dari mekanisme mengunci adalahpelepasan jembatan-silang yang berlangsung lambat clan bahwa mekanisme ini dapat mempertahankan kontraksikarena hanya satu molekul ATP saja yang clibutuhkan tonik yang lama pada otot polos selama berjam-untuk setiap siklus, tanpa memperhatikan lama kerjanya. jam dengan menggunakan sedikit energi. Selain itu, dibutuhkan sedikit sinyal eksitatorik berlanjut yang Penggunaan sedikit energi oleh otot polos ini, bersifat berasal dari serat saraf atau sumber hormonal.sangat penting bagi keseluruhan ekonomi energi tubuh,karena organ-organ, seperti usus, kandung kemih, Stres-Relaksasi Otot Polos. Karakteristik pentingkanclung empedu, clan organ visera lainnya sering harus lain dari otot polos, khususnya jenis otot polos unit-mempertahankan tonik kontraksi otot dalam waktu tunggal viseral pacla banyak organ berongga, adalahhampir tak terbatas. kemampuannya untuk kembali mendekati kekuatan kontraksi asalnya clalam waktu beberapa detik atau Kelambatan Onset Kontraksi dan Relaksasi Seluruh beberapa menit setelah otot tersebut memanjang ataujaringan Otot Polos. Jaringan otot polos yang khas akan memenclek. Sebagai contoh, peningkatan volume cairanmulai berkontraksi 50 sampai 100 milidetik setelah otot dalam kanclung kemih yang berlangsung tiba-tiba,polos clirangsang, lalu mencapai kontraksi penuh sekitar sehingga meregangkan otot polos clalam clincling kanclung0,5 detik kemudian, clan selanjutnya kekuatan kontraksi kemih, akan menyebabkan peningkatan tekanan yangotot ini berkurang dalam waktu 1hingga2 detik berikutnya, besar clan cepat dalam kandung kemih. Namun, selamasehingga menghasilkan waktu kontraksi total 1 hingga 3 kira-kira 15 detik hingga satu menit berikutnya, meskipundetik . Waktu ini sekitar 30 kali lebih lama clibandingkan terus terjadi regangan pada clinding kandung kemih,dengan kontraksi tunggal rata-rata pacla suatu serabut tekanan akan kembali hampir tepat ke nilai asalnya.otot rangka. Namun, karena acla begitu banyak jenis otot Kemudian, bila volume meningkat lagi akibat penyebabpolos, kontraksi pacla beberapa tipe clapat berlangsung yang lain, efek yang sama kembali terjadi.sesingkat 0,2 detik atau selama 30 cletik. Sebaliknya, bila volume menurun secara tiba-tiba, mula-mula tekanan akan menurun dengan drastis 97

Unit II Fisiologi fvfembran, Saraf, dan Otot membutuhkan enzim lain, yaitu miosin fosfatase (lihat Gambar 8-3) yang terletak di dalam sitosol sel otot polos,tetapi kemudian dalam beberapa detik atau beberapa menguraikan fosfat dari rantai ringan pengatur. Kemudianmenit berikutnya akan meningkat clan mendekati atau siklus berhenti clan kontraksi berakhir. Oleh karena itu,kembali ke nilai asalnya. Fenomena ini disebut stres- waktu yang dibutuhkan untuk merelaksasikan otot yangrelaksasi clan kebalikan stres-relaksasi. Makna penting berkontraksi sangat ditentukan oleh jumlah miosinha! tersebut adalah bahwa, kecuali untuk waktu singkat, fosfatase aktif di dalam sel.membuat suatu organ berongga dapat mempertahankantekanan yang kurang lebih sama besar di dalam lumennya Kemungkinan Mekanisme pada Pengaturanwalaupun terdapat perubahan volume yang besar clan Fenomena \"Terkunci \"berlangsung lama. Oleh karena fenomena \"terkunci\" dalam otot polos bersifatPengaturan Kontraksi oleh Ion Kalsium sangat penting, clan karena fenomena ini memungkinkan terjadinya pertahanan tonus jangka panjang di banyakSeperti yang terjadi di otot rangka, stimulus yang memicu organ otot polos tanpa pemakaian banyak energi, telahsebagian besar kontraksi otot polos adalah adanya banyak usaha yang dilakukan untuk menjelaskan ha! ini.peningkatan ion kalsium intraselular. Peningkatan ini Di antara banyak mekanisme yang telah didalilkan, salahdapat ditimbulkan pada jenis otot polos yang berbeda satu mekanisme yang paling sederhana adalah sebagaioleh perangsangan saraf pada serabut otot polos, stimulasi berikut.hormon, regangan serabut, atau bahkan perubahan padalingkungan kimiawi serabut. Saat enzim miosin kinase clan miosin fosfatase diaktifkan secara kuat, frekuensi siklus kepala miosin clan Tetapi otot polos tidak mengandung troponin, yaitu kecepatan kontraksi menjadi tinggi. Kemudian, ketikaprotein pengatur yang diaktifkan oleh ion kalsium untuk aktivasi enzim menurun, frekuensi siklus juga menurun,menimbulkan kontraksi otot rangka. Justru kontraksi otot tetapi pada saat yang bersamaan, deaktivasi enzim-enzimpolos diaktifkan oleh suatu mekanisme yang seluruhnyaberbeda, yaitu sebagai berikut. Sisi luar ca++ Kombinasi Ion Kalsium dengan Kalmodulin l IMenyebabkan- Aktivasi Miosin Kinase dan FosforilasiKepala Miosin. Sebagai pengganti troponin, sel-sel otot SR ca++ Ca++polos mengandung sejumlah besar protein pengatur lain rK•lmodulinyang disebut kalmodulin (Gambar 8-3). Walaupun protein _ _ _ _ _T . , ,ini serupa dengan troponin, kalmodulin mempunyai carayang berbeda dalam memicu kontraksi. Kalmodulin Ca++ - Kal moduli nmelakukan ha! ini dengan mengaktifkan jembatan silangmiosin. Proses aktivasi ini clan kontraksi selanjutnya MLC~CKterjadi dalam urutan sebagai berikut. aktif tidak aktif l~J1. Ion kalsium berikatan dengan kalmodulin. Fosforilasi Defosforilasi MLC MLC2. Komplek kalmodulin-kalsium kemudian bergabung dengan clan sekaligus mengaktifkan kinase rantai \j ringan miosin (miosin light chain kinase), yaitu suatu enzim fosforilasi. Kont raks i Relaksas i3. Salah satu rantai ringan dari setiap kepala miosin, yang Gambar 8-3 Konsent rasi ion kalsium (ca++) intraselular disebut rantai pengatur, mengalami fosforilasi sebagai meningkat ketika Ca++ memasuki sel melalui kanal kalsium pada respons terhadap miosin kinase. Bila rantai ini tidak membran sel atau retikulu m sarkoplasma (SR). Ca++ berikatan mengalami fosforilasi, siklus perlekatan-pelepasan dengan kalmod ulin membentuk kompleks Ca++-kalmodu lin, yang kepala miosin dengan filamen aktin tidak akan terjadi. kemudian mengaktivasi rantai ringan miosin kinase (myosin light Tetapi bila rantai pengatur mengalami fosforilasi, chain kinase/MLCK). MLCK memfosforilasi rantai ringa n miosin kepala memiliki kemampuan untuk berikatan secara (MLC) menyebabkan kontraksi otot polos. Ketika konsentrasi Ca++ berulang dengan filamen aktin clan bekerja melalui menurun, karena pemompaan Ca ++ keluar sel, proses menjadi seluruh proses siklus \"tarikan\" berkala, sama seperti terbalik dan miosin fosfatase melepaskan fosfat dari MLC, yang terjadi pada otot rangka, sehingga menghasilkan menyebabkan relaksasi. kontraksi otot. Miosin Fosfatase Penting pada PenghentianKontraksi. Bila konsentrasi ion kalsium menurun dibawah nilai kritis, proses yang telah disebutkan di atasakan berlangsung terbalik secara otomatis, kecualiuntuk fosforilasi kepala miosin. Pembalikan proses ini98

ini akan menyebabkan kepala miosin tetap melekat pada Bab 8 Eksitasi dan Kontraksi Otot Polosfilamen aktin untuk waktu yang makin lama makinpanjang dalam masa siklus. Oleh karena itu, jumlah kepala Taut imbasyang melekat pada filamen aktin pada suatu saat tetapbesar. Oleh karena jumlah kepala yang melekat pada aktin (gap junction)menentukan kekuatan kontraksi statik, tegangan akandipertahankan, atau \"terkunci\" (\"latched\"); ternyata hanyasedikit energi yang digunakan oleh otot karena ATP tidakdiuraikan menjadi ADP, kecuali pada keadaan yang jarangketika sebuah kepala terlepas. Pengaturan Saraf dan Hormon pada Viseral Multi-unit Kontraksi Otot Polos Gambar 8-4 Persarafan otot polos.Walaupun serabut otot rangka dirangsang secara eksklusifoleh sistem saraf, otot polos dapat dirangsang untuk varikositas terdapat vesikel yang mmp dengan vesikelberkontraksi oleh berbagai jenis sinyal: oleh sinyal saraf, di end plate otot rangka yang mengandung substansioleh rangsangan hormonal, oleh regangan otot, clan oleh transmiter. Namun, berlainan dengan vesikel pada tautbeberapa cara lainnya. Penyebab utama dari perbedaan otot rangka yang selalu mengandung asetilkolin, vesikel diini adalah karena membran otot polos mengandung ujung serabut saraf otonom mengandung asetilkolin padabanyak jenis protein reseptor yang dapat menimbulkan beberapa serabut, dan norepinefrin pada serabut yangproses kontraksi. Masih ada protein reseptor lain yang lain-dan kadang-kadang masih mengandung substansimenghambat kontraksi otot polos, yang merupakan yang lain lagi.bentuk perbedaan yang lain lagi dari otot rangka. Olehkarena itu, pada bagian ini, kita membahas pengaturan oleh Pada beberapa contoh, terutama pada otot polos tipesaraf pada kontraksi otot polos, diikuti oleh pengaturan multi-unit, varikositas terpisah dari membran sel ototoleh hormon clan cara pengaturan lainnya. dengan jarak 20 hingga 30 nanometer-jarak yang sama seperti celah sinaps yang terbentuk di taut otot rangka.Taut Saraf-Otot pada Otot Polos Hal ini disebut taut kontak dan taut tersebut berfungsi hampir sama seperti taut saraf-otot pada otot rangka; Anatomi Fisiologis Taut Saraf-Otot pada Otot kecepatan kontraksi serabut otot polos ini berlangsungPolos. Jenis taut saraf-otot yang sangat terstruktur pada lebih cepat daripada kecepatan kontraksi serabut yangserabut otot rangka tidak ditemukan pada otot polos. dirangsang oleh taut difus.Justru serat saraf otonom yang mempersarafi otot polosumumnya bercabang secara difus pada puncak lembaran Substansi Transmiter Perangsang dan Penghambatserabut otot, seperti yang dijelaskan dalam Gambar yang Disekresi di Taut Saraf-Otot pada Otot8-4. Pada umumnya, serabut ini tidak membuat kontak Polos. Substansi transmiter paling penting yang disekresilangsung dengan membran sel serabut otot polos namun oleh saraf otonom yang mempersarafi otot polos adalahsebaliknya membentuk sesuatu yang disebut taut difus asetilkolin dan norepinefrin, tetapi keduanya tidak pernahyang menyekresi substansi transmiternya ke dalam disekresi oleh serat saraf yang sama. Di beberapa organ,matriks yang membungkus otot polos sering beberapa asetilkolin merupakan substansi transmiter perangsangnanometer sampai beberapa mikrometer (µm) jauhnya untuk serabut otot polos tetapi merupakan transmiterdari sel otot; substansi transmiter kemudian berdifusi ke penghambat untuk otot polos di organ lainnya. Biladalam sel. Selanjutnya, di tempat yang banyak terdapat asetilkolin merangsang sebuah serabut otot, norepinefrinlapisan sel otot, serat saraf sering kali hanya mempersarafi biasanya menghambatnya. Sebaliknya, bila asetilkolinlapisan luar. Eksitasi otot kemudian menjalar dari lapisan menghambat suatu serabut, norepinefrin biasanyaluar ini hingga ke lapisan dalam melalui penghantaran merangsangnya.potensial aksi di massa otot atau melalui serangkaian Namun mengapa sampai terjadi respons yangdifusi substansi transmiter. berbeda ini? Jawabannya adalah bahwa cara asetilkolin Akson yang mempersarafi serabut otot polos tidak dan norepinefrin merangsang atau menghambat ototmempunyai jenis percabangan kaki ujung yang khas pada polos awalnya berikatan dengan protein reseptor padaend plate motorik di serabut otot rangka. Justru sebagian permukaan membran sel otot. Beberapa protein reseptorbesar akson terminal yang halus mempunyai banyak merupakan reseptor perangsang, sedangkan yang lainvarikositas yang menyebar di sepanjang sumbunya. merupakan reseptor penghambat. Dengan demikian, jenisDi tempat ini, sel Schwann yang menyelubungi akson reseptor menentukan apakah otot polos akan dihambatdiselang-selingi sehingga substansi transmiter dapat atau dirangsang, dan juga menentukan antara keduadisekresikan melalui dinding varikositas. Di dalam transmitter tersebut, apakah asetilkolin atau norepinefrin, yang efektif dalam menimbulkan perangsangan atau 99

Unit II Fisiologi Membran, Saraf, dan Otot 0penghambatan. Reseptor ini akan dibicarakan secara - -20 Gelombang lambatlebih detail di Bab 60 sehubungan dengan fungsi sistem 0saraf otonom. .~Potensial Membran dan Potensial Aksi di OtotPolos ~ -40 Potensial Membran di Otot Polos. Voltase kuantitatif -60dari potensial membran otot polos bergantung padakeadaan otot saat itu. Pada keadaan istirahat yang normal, 0 50 100 0 10 20 30potensial intraselular biasanya kira-kira -50 sampai -60milivolt, yaitu sekitar 30 milivolt kurang negatif daripada A Milidetik B Deti kpotensial yang ada di otot rangka . 0 Potensial Alesi di Otot Polos Unit-Tunggal. Potensialaksi terjadi di otot polos unit-tunggal (seperti otot viseral) -~ -25dengan cara yang serupa dengan yang terjadi pada ototrangka. Potensial aksi ini biasanya tidak terjadi pada ~banyak otot polos tipe multi-unit, seperti yang akandibicarakan di bagian berikut. 0 0,1 0,2 0,3 0,4 Potensial aksi di otot polos viseral terjadi dalam dua C Detikbentuk: (1) lonjakan potensial (spike potential) clan (2)potensial aksi dengan plateau (pendataran). Garnbar 8-5 A,Potensial aksi otot polos yang khas (spike potential) yang ditimbulkan oleh rangsangan eksternal. B, Serangkaian spike Spike Potential. Potensial aksi dengan bentuk spike potential yang ditimbulkan oleh gelombang listrik berirama lambatyang khas, seperti yang tampak pada otot rangka, yang terjadi secara spontan di otot polos dinding usus. C, Potensialtimbul pada sebagian besar tipe otot polos unit-tunggal. aksi dengan plateau yang direkam dari suatu serabut otot polosLamanya tipe potensial aksi ini 10 sampai 50 milidetik, uterus.seperti yang digambarkan pada Gambar 8-5A. Potensialaksi semacam ini dapat ditimbulkan melalui banyak cara, itulah yang terutama bertanggung jawab atas terjadinyamisalnya, melalui rangsang listrik, melalui kerja hormon potensial aksi. Keadaan ini mirip dengan terjadinya prosesterhadap otot polos, melalui kerja substansi transmiter regenerasi sendiri seperti yang terjadi di kanal natriumdari serat saraf, melalui peregangan, atau sebagai hasil dalam serabut saraf clan serabut otot rangka . Namundari pembentukan spontan dalam serabut otot itu sendiri, demikian, pembukaan kanal kalsium beberapa kali lebihseperti yang dibicarakan kemudian. lambat daripada kanal natrium, clan terus dalam keadaan terbuka Jebih lama. Pembukaan ini berperan cukup besar Potensial Aksi dengan Plat eau . Gambar 8-5C untuk menyebabkan potensial aksi dengan plateau yangmemperlihatan suatu potensial aksi otot polos dengan lama pada beberapa serabut otot polos.plateau. Permulaan potensial aksi ini mirip dengantimbulnya spike potential yang khas. Namun, berbeda Gambaran penting Jain masuknya ion kalsium kedengan repolarisasi cepat pada membran serat saraf, dalam sel selama berlangsungnya potensial aksi adalahrepolarisasi ini akan diperlambat selama beberapa ratus bahwa ion kalsium akan bekerja secara langsung padasampai 1.000 milidetik (1 detik). Makna dariplateau ialah mekanisme kontraksi otot polos untuk menyebabkanbahwa ini dapat menunjukkan perpanjangan kontraksi kontraksi. Jadi, kalsium melakukan dua tugas sekaligus.yang terjadi pada beberapa tipe otot polos, seperti ureter,uterus pada keadaan tertentu, clan tipe tertentu otot polos Potensial Gelombang Lambat di Otot Polos Unit-pembuluh darah. (Ini juga merupakan jenis potensial aksi Tunggal dapat Menyebabka n Pencetus an Pote nsial Aksiyang terlihat pada serabut otot jantung yang memiliki secara Spontan. Beberapa otot polos dapat tereksitasimasa kontraksi yang lama, seperti yang dibicarakan di sendiri. Artinya, potensial aksi dapat timbul denganBab 9 clan 10.) sendirinya di dalam otot polos tanpa rangsangan dari luar. Keadaan ini sering kali dihubungkan dengan adanya Kanai Kalsium Penting dalam Mencetuskan PotensialAksi Otot Polos. Membran sel otot polos mempunyai irama gelombang lambat dasar clan potensial membran.jauh lebih banyak kanal kalsium berpintu listrik daripada Gelombang lambat yang khas ini pada otot polos viseralotot rangka, namun kanal natrium berpintu listrik lebih usus digambarkan pada Gambar 8-5B. Gelombangsedikit. Oleh sebab itu, pada sebagian besar otot polos, lambat itu sendiri bukanlah potensial aksi. Artinya, bukanperan natrium dalam mencetuskan potensial aksi lebih proses regenerasi sendiri yang menyebar secara progresifsedikit. Justru aliran ion kalsium ke bagian dalam serabut di seluruh membran serabut otot. Justru ha! tersebut merupakan sifat lokal dari serabut otot polos yang100 membentuk massa otot.

Bab 8 Eksitasi dan Kontraksi Otot Polos Penyebab terjadinya irama gelombang lambat belum unit-tunggal, sebanyak 30 sampai 40 serabut otot polosdiketahui. Ada anggapan bahwa gelombang lambat harus berclepolarisasi secara simultan guna menimbulkandisebabkan oleh meningkatnya clan berkurangnya potensial aksi yang menyebar sencliri). Akan tetapi, paclapemompaan ion positif (mungkin ion natrium) ke luar sel otot polos kecil, bahkan tanpa aclanya potensial aksi,melalui membran serabut otot; yaitu, potensial membran depolarisasi lokal (clisebut potensial taut) clitimbulkanmenjadi lebih negatif bila natrium dipompa dengan cepat, oleh substansi transmiter saraf itu sencliri yang kemudianclan menjadi kurang negatif bila pompa natrium kurang menyebar \"secara elektrotonik\" ke seluruh serabut, clanaktif. Anggapan lainnya adalah bahwa konduktansi kanal hanya ha! inilah yang cliperlukan untuk menimbulkanion meningkat clan menurun secara berirama. kontraksi otot. Makna penting dari gelombang lambat adalah bahwa, Pengaruh Faktor jaringan dan Hormon Setempatketika gelombang tersebut menjadi cukup kuat, gelombang untuk Menimbulkan Kontraksi Otot Polos Tanpaini dapat mencetuskan potensial aksi. Gelombang lambat Potensial Aksiitu sendiri tidak dapat menimbulkan kontraksi otot.Tetapi, bila puncak-potensial gelombang lambat yang Mungkin separuh dari kontraksi otot polos dicetuskan olehnegatif di dalam membran sel meningkat ke arah positif faktor perangsang yang bekerja langsung pacla perangkatdari -60 menjadi sekitar -35 milivolt (ambang batas yang kontraksi otot polos clan tanpa potensial aksi. Keclua tipemendekati nilai untuk mencetuskan potensial aksi pada faktor perangsang yang bersifat nonsaraf clan nonpotensialsebagian besar otot polos viseral), suatu potensial aksi aksi yang sering terlibat aclalah: (1) faktor kimiawi jaringanakan timbul clan menyebar ke seluruh massa otot, clan setempat, clan (2) bermacam-macam hormon.terjadilah kontraksi. Gambar 8-SB menunjukkan pengaruhini, yang memperlihatkan bahwa pada setiap puncak Kontraksi Otot Polos sebagai Respons terhadapgelombang lambat, terjadi satu atau lebih potensial aksi. Faktor Kimiawi jaringan Setempat. Di Bab 17, kitaUrutan potensial aksi yang berulang ini menimbulkan membahas pengaturan kontraksi arteriol, meta-arteriol,kontraksi massa otot polos yang berirama. Oleh karena clan sfingter prekapiler. Makin kecil pembuluh clarah ini,itu, gelombang lambat disebut gelombang pemicu makin seclikit suplai sarafnya atau justru tidak acla sama(pacemaker waves). Di Bab 62, kita akan mengetahui sekali. Namun, otot polos bersifat sangat kontraktil, yangbahwa jenis aktivitas pacemaker ini mengatur kontraksi berespons cepat terhadap perubahan keadaan kimiawiusus yang berirama. setempat dalam cairan interstisial sekitarnya. Perangsangan Otot Polos Viseral oleh Peregangan. Bila Pacla keadaan istirahat normal, banyak pembuluhotot polos viseral (unit-tunggal) diregang secukupnya, darah kecil ini tetap berkontraksi. Namun ketika aliranbiasanya akan timbul potensial aksi secara spontan. clarah tambahan ke jaringan cliperlukan, beberapa faktorPotensial aksi ini adalah hasil dari penggabungan (1) clapat merelaksasikan dincling pembuluh clarah, sehinggapotensial gelombang lambat normal clan (2) penurunan membuat jumlah aliran bertambah. Dengan cara ini,clan kenegatifan potensial membran secara keseluruhan sistem pengatur umpan balik setempat yang sangat kuatyang disebabkan oleh peregangan itu sendiri. Respons akan mengatur aliran clarah yang menuju ke claerahterhadap peregangan ini memungkinkan dinding usus, jaringan setempat. Beberapa faktor pengendali yang khasbila teregang secara hebat, untuk berkontraksi secara aclalah sebagai berikut.otomatis clan berirama. Contohnya, bila usus terisi secaraberlebihan oleh isi usus, kontraksi setempat yang otomatis 1. Kurangnya oksigen di jaringan setempat menyebabkansering kali menimbulkan suatu gelombang peristaltik yang relaksasi otot polos clan, karena itu, menimbulkanmendorong isi usus menjauhi bagian usus yang sangat vasoclilatasi.teregang tersebut, biasanya ke arah anus. 2. Kelebihan karbon clioksicla menimbulkan vasoclilatasi.Depolarisasi Otot Polos Multi-Unit Tanpa Potensial 3. Peningkatan konsentrasi ion hiclrogen menimbulkanAksi vasoclilatasi.Pada keadaan normal, serabut otot polos clan otot polos Adenosin, asam laktat, peningkatan ion kalium,multi-unit (seperti otot di iris mata atau otot piloerektor berkurangnya konsentrasi ion kalsium, clan peningkatandi setiap rambut) akan berkontraksi terutama sebagai suhu tubuh, semua ha! tersebut dapat menimbulkanrespons terhaclap rangsang saraf. Pada beberapa otot polos vasodilatasi setempat.multi-unit, ujung saraf akan mengeluarkan asetilkolin,clan pacla tipe yang lain, mengeluarkan norepinefrin. Pengaruh Hormon terhadap Kontraksi OtotPacla keclua contoh tersebut, substansi transmiter ini Polos. Banyak hormon yang besirkulasi dalam tubuhmenimbulkan clepolarisasi pacla membran otQt polos, clan memengaruhi kontraksi otot polos hingga derajat tertentu,ha! ini kemuclian akan mencetuskan kontraksi. Potensial clan beberapa di antaranya mempunyai pengaruh yangaksi biasanya ticlak timbul; alasannya aclalah karena sangat besar. Di antara hormon clalam darah yangserabut terlalu kecil untuk mencetuskan suatu potensial penting tersebut adalah norepinefrin, epinefrin, asetilkolin,aksi. (Bila potensial aksi dicetuskan dalam ototpolos viseral angiotensin, endotelin, vasopresin, oksitosin, serotonin, clan histamin. 101

Unit II Fisiologi Membran, Saraf, dan Otot serabut otot, seperti pelepasan ion kalsium clan retikulum sarkoplasma intrasel; ion kalsium kemudian menginduksi Suatu hormon dapat menimbulkan kontraksi suatu terjadinya kontraksi. Untuk menghambat terjadinyaotot polos bila membran sel otot mengandung reseptor kontraksi, mekanisme reseptor lain telah diketahui dapatperangsang berpintu hormon untuk hormon tertentu. mengaktifkan enzim adenilat siklase atau guanilat siklaseSebaliknya, hormon akan menimbulkan penghambatan di membran sel; bagian dari reseptor yang menembusjika membran mengandung reseptor penghambat untuk ke bagian dalam sel dirangkai ke enzim-enzim ini,hormon tersebut ketimbang mengandung reseptor menyebabkan terbentuknya adenosin monofosfat siklikperangsang. (cAMP) atau guanosin monofosfat siklik (cGMP), yang juga disebut sebagai caraka kedua (second messenger). Mekanisme Perangsangan atau Penghambatan cAMP atau cGMP memberikan banyak pengaruh, satuOtot Polos oleh Hormon atau Faktor jaringan di antaranya adalah untuk mengubah derajat fosforilasiSetempat. Beberapa reseptor hormon pada membran beberapa enzim yang secara tidak langsung menghambatotot polos membuka kanal ion kalsium clan natrium kontraksi. Pompa yang memindahkan ion kalsium dariserta menimbulkan depolarisasi membran, sama seperti sarkoplasma ke dalam retikulum sarkoplasma diaktifkan,sesudah terjadi perangsangan saraf. Kadang timbul demikian juga pompa membran sel yang memindahkanpotensial aksi, atau justru mungkin memperkuat potensial ion kalsium keluar dari sel itu sendiri; pengaruh iniaksi yang telah terjadi. Pada kasus lain, terjadi depolarisasi mengurangi konsentrasi ion kalsium di dalam sarkoplasma,tanpa disertai dengan potensial aksi, clan depolarisasi sehingga menghambat kontraksi.ini membuat ion kalsium masuk ke dalam sel sehinggaterjadilah kontraksi. Otot polos mempunyai beragam cara dalam mencetuskan kontraksi atau relaksasi sebagai respons Penghambatan, secara kontras, justru terjadi ketika terhadap hormon, neurotransmiter, clan substansi lainhormon (atau faktor jaringan lain) menutup kanal ion yang berbeda. Pada beberapa keadaan, substansi yang samanatrium dan kalsium untuk mencegah masuknya ion- dapat menyebabkan relaksasi atau kontraksi otot polos diion positif ini; penghambatan juga terjadi jika kanal berbagai lokasi. Contohnya, norepinefrin menghambatkalium yang normalnya tertutup justru terbuka, sehingga kontraksi otot polos pada usus halus namun merangsangmembuat ion kalium positif berdifusi ke luar sel. Kedua kontraksi otot polos pada pembuluh darah.kejadian ini meningkatkan derajat kenegatifan di dalamsel otot, suatu keadaan yang disebut hiperpolarisasi, yang Sumber Ion Kalsium yang Menyebabkan Kontraksisecara kuat akan menghambat kontraksi otot. melalui Membran Sel dan dari Retikulum Sarkoplasma Kadang kontraksi atau penghambatan otot polosdicetuskan oleh hormon tanpa secara langsung Walaupun proses kontraksi pada otot polos, sepertimenyebabkan perubahan pada potensial membran. Pada pada otot rangka, diaktifkan oleh ion kalsium, sumberkeadaan ini, hormon dapat mengaktifkan suatu reseptor ion kalsiumnya berbeda. Perbedaan utamanya adalahmembran yang tidak membuka kanal ion mana pun retikulum sarkoplasma, yang menyediakan seluruhnamun justru menyebabkan perubahan internal pada ion kalsium untuk kontraksi otot rangka, hanya sedikit berkembang pada sebagian besar otot polos. Malahan, 1H-- - - - > Retikulu m hampir semua ion kalsium yang menyebabkan kontraksi sarkoplasmik memasuki sel otot clan cairan ekstraselular pada saat timbulnya potensial aksi atau rangsangan lain. Jadi,Gambar 8-6 Tu bulus sarkoplasma dalam serabut otot polos besar konsentrasi ion kalsium dalam cairan ekstraselular lebihyang memperlihatkan hubungannya dengan invaginasi di membran tinggi dari 10-3 molar bila dibandingkan dengan nilaisel yang disebut kaveoli. 10-7 molar di dalam sel otot polos; ha! ini menyebabkan difusi secara cepat ion kalsium yang berasal dari cairan ekstraselular ke dalam sel ketika kanal kalsium terbuka. Waktu yang dibutuhkan untuk terjadinya difusi ini rata- rata sekitar 200 hingga 300 milidetik dan disebut periode laten sebelum kontraksi mulai terjadi; periode laten ini untuk otot polos sekitar 50 kali lebih besar daripada untuk kontraksi otot rangka. Peran Retikulum Sarkoplasma. Gambar 8-6 memperlihatkan tubulus sarkoplasma yang sedikit berkembang, yang terletak dekat membran sel pada beberapa sel otot polos yang lebih besar. Invaginasi kecil pada membran sel, yang disebut kaveoli, berbatasan102

dengan permukaan tubulus ini. Kaveoli diduga Bab 8 Eksitasi dan Kontraksi Otot Polosmerupakan bentuk rudimenter yang analog dengansistem tubulus transversa otot rangka. Bila potensial aksi Daftar Pustakadijalarkan ke dalam kaveoli, potensial aksi ini dipercayaakan merangsang pelepasan ion kalsium dari tubulus Li hat juga daftar pustaka pada Bab 5 dan 6.sarkoplasma yang berbatasan, clan cara yang dilakukanadalah sama seperti potensial aksi dalam tubulus transversa Andersson KE, Arner A: Pharmacology of the lower urinary tract: basis forotot rangka yang menyebabkan pelepasan ion kalsium current and future treatments of urinary incontinence, Physiol Revclan tubulus sarkoplasma longitudinal otot rangka. Pada 84:935, 2004.umumnya, semakin luas retikulum sarkoplasma dalamserabut otot polos, semakin cepat otot ini berkontraksi. Berridge MJ: Smooth muscle cell calcium activation mechanisms,} Physiol 586:5047, 2008. Kontraksi Otot Polos Bergantung pada Konsentrasi Blaustein MP, Lederer WJ: Sodium/calcium exchange: its physiologicalIon Kalsium Ekstraselular. Walaupun mengubah implications, Physiol Rev 79:763, 1999.konsentrasi ion kalsium cairan ekstraselular dari nilainormalnya hanya memiliki sedikit efek terhadap kekuatan Cheng H, LedererWJ: Calcium sparks, Physiol Rev 88:1491, 2008.kontraksi otot rangka, hal ini tidak berlaku untuk sebagian Davis MJ, Hill MA: Signaling mechanisms underlying the vascular myogenicbesar otot polos. Bila konsentrasi ion kalsium cairanekstraselular turun hingga sekitar 1/3 ke 1/10 dari nilai response, Physiol Rev 79:387, 1999.normal, kontraksi otot polos biasanya tidak terjadi. Drummond HA, Grifoni SC, Jernigan NLA: New trick for an old dogma:Oleh karena itu, kekuatan kontraksi otot polos biasanyasangat bergantung pada konsentrasi ion kalsium cairan ENaC proteins as mechanotransducers in vascular smooth muscle,ekstraselular. Physiology (Bethesda) 23:23, 2008. Harnett KM , Biancani P: Calcium-dependent and calcium-independent Pompa Kalsium Dibutuhkan untuk Menimbulkan contractions in smooth muscles, Am j Med 115(Suppl 3A):24S, 2003. Hilgers RH, Webb RC: Molecular aspects of arterial smooth muscleRelaksasi pada Otot Polos. Untuk menimbulkan relaksasi contraction: focus on Rho, Exp Biol Med (Maywood) 230:829, 2005.pada otot polos yang telah berkontraksi, ion kalsium House SJ, Potier M, Bisaillon J, Singer HA, Trebak M: The non-excitableperlu dikeluarkan dari cairan intraselular. Pemindahan smooth muscle: calcium signaling and phenotypic switching duringini dilakukan oleh pompa kalsium yang memompa ion vascular disease, Pflugers Arch 456: 769, 2008.kalsium ke luar dari serabut otot polos kembali ke dalam Huizinga JD, Lammers WJ : Gut peristalsis is governed by a multitude ofcairan ekstraselular, atau jika ada, ke dalam retikulum cooperating mechanisms, Am} Physiol Gastrointest Liver Physiol 296:G1,sarkoplasma. Pompa ini bekerja lambat bila dibandingkan 2009.dengan pompa retikulum sarkoplasma pada otot rangka Kuriyama H, Kitamura K, ltoh T, Inoue R: Physiological features of visceralyang bekerja cepat. Oleh karena itu, kontraksi otot polos smooth muscle cells, with special reference to receptors and iontunggal sering kali berlangsung dalam hitungan detik channels, Physio/ Rev 78:811 , 1998.dibandingkan dengan waktu kontraksi pada otot rangka Morgan KG, Gangopadhyay SS: Cross-bridge regulation by thin filament-yang berlangsung perseratusan sampai persepuluhan associated proteins,} Appl Physiol 91 :953, 2001 .detik. Somlyo AP, Somlyo AV: Ca' • sensitivity of smooth muscle and nonmuscle myosin II: modulated by G proteins, kinases, and myosin phosphatase, Physiol Rev 83:1325, 2003. Stephens NL: Airway smooth muscle, Lung 179:333, 2001 . Touyz RM : Transient receptor potential melastatin 6 and 7 channels, magnesium transport, and vascular biology: implications in hypertension, Am} Physiol Heart Circ Physiol 294:H1103, 2008. Walker JS,Wingard CJ, Murphy RA: Energetics of crossbridge phosphorylation and contraction in vascular smooth muscle, Hypertension 23:1106, 1994. Wamhoff BR, Bowles DK, Owens GK: Excitation-transcription coupling in arterial smooth muscle, Circ Res 98:868, 2006. Webb RC: Smooth muscle contraction and relaxation, Adv Physiol Educ 27:201, 2003.Figure 8-1 103


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook