Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore Bab 2. Metodologi Penelitian

Bab 2. Metodologi Penelitian

Published by haryahutamas, 2016-08-25 18:44:14

Description: Bab 2. Metodologi Penelitian

Search

Read the Text Version

MTTODOLOGI PENELITIANA. Teori sumber Pengetahuan Sudah menjadi salah satu ciri yang tidak dapat dipungkiri, bahwa manusiadiciptakan oleh Allah swt dengan berbagai kelebihan dan juga kekurangan.Rasa ingin tahu yang timbul dalam diri manusia adalah merupakan salah satudari kelebihan yang dikaruniai Allah. Rasa ingin rahu ini membuat manusiaselalu ingin rnencari kebenaran yang hakiki. Untuk memenuhi rasa ingintahu ini, manusia sejak jaman dahulu selalu mengumpulkan pengalaman-pengalaman yang dirasa sebagai suatu Pengetahuan. Pengalaman-pengalamanini pada dasarnya merupakan sejumlah fakta empirik dan teori yang tin-rbul,sehingga memungkinkan manusia dapat memecahkan permasalahan yangdihadapi. Semenjak dimulainya sejarah tentang kehidupan dan peradabanrnenusia didunia, maka manusia telah berusaha untuk mengumpulkan sejumlahfakta, untuk kemudian diramu menjadi berbagai teori yang dapat digunakandalanr rangka memahami terhadap gejala-gejala alam yang rimbul. Sejalandeng:rn pcrkernbangan peradaban manusia, segala teori-teori ini berkembangbaix secara kualitasnya maupun kuantitasnya menjadi sebuah pengetahuan,

sebagaimana yangkita kenal dan gunakan selama i'i. Akan sangar banyak sekali jenis dan macamnya dadreori-reori yang ditemukan oleh manusia, baik melalui pengalaman hidupnya sendiri, dari pengalaman hidup orang lain yang kemudian diadopsi dan d!'adikan sebrgai suaru reori, maupulr didapat dari hasil penelitian tentang sesuaru fenomenr. xehidupan. Semakin berkembangnya suaru teori, maka lama kelamaan ma,:,irsia akan diajak untuk memikirkan bagaimana teori ini dapat disebar luaskan kepada pihak lain, rerurama yang menyangkut kepentingan masyarakat banyak. Kemudian teori-teori rersebut dikumpulkan dan diiventarisir guna dijadikan sebagai sesuaru yang dapat dipelajari dan dipahami oleh orang lain. Dalam rangka mempublikasikan teori-teori rersebur tentunya haruslah dibuat secara runtut dan berurutan, mengenai larar belakang teori tersebut ditemukan, apa saja manfaatnya, bagaimana teori tersebut dapat diaplikasikan dalam kehidupan dan lain sebagainya. Sehingga dengan demikian maka secara perlahan-lahan teori-teori tersebut akan berubah fungsinya menjadi sesuatu ilmu yang dapat dipelajari, dipahami untuk kemudiaan di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian maka sesungguhnya bahu,a teori-teori tersebut merupakan salah saru sumber penegetahuan yang didapat oleh manusia dari berbagai sumber, baik dari dirinya sendiri, orang lain rnaupun fenoniena-fenomena alam yang ada disekeliling kita.B. Cara Memperoleh Pengelahuan ' Bertolak dari banyak ca'. yang dilakukan oleh manusi.. clalarn mencaridan mengembangkan pengerahuan sebagimana diuraikan diatas, maka caramemperoleh arau asal pengerahuan dapat digolongkan menjadi rL. Konvensional/tradisional atau disebut dengan cara non ilmiah; Cara-cata konvensional/tradisional ini digunakan orang pada saat sebclum ditemukannya suatu metode ilmiah at\"u metode penemuan ilmu pengerahuan secara sistematik dengan berdasarkan ilmu logika. penemuan pengerahuan secara konvensional/tradisional ini meliputi berbagaihal, yakni : a. Pengalaman Pribadi (Auto Experience) Pepatah lama mengatakan bahwa pengalaman adalah guru yang terbaik. . Ini tidak dapat disangkal akan kebenarannya. Berbagai pengalaman seseorang tentang ses*atLr iral, akan menjadi sangar berguna bagi orang lain' seseorang yang menderita demam lalu rncmi'um perasan da'n pepaya dan sembuh. Dilain pihak seseorarlg yang mend.erita sakit panas/gejala tious, sembuh dengan mi'umjamu ya'g rlicanrpur dengan cacing ranah.10 MnoDoloct pENELITIAN BTDANG KEsEHATAN

Disisi lain seorang ibu rumah tangga yang sedang menasak daging sapi, membungkus daging tsb sebelum dimasak dengan daun pepaya, maka daging tsb menjadi ernpuk. Masih banyak contoh-contoh lain yang mengajarkan kepada kita tentang sesuatu ilmu yang berasal dari sebuah pengalaman pribadi. Naniun siapapun tidak akan tahu pengalaman pertama dari siapa dan kapan. Pengalaman ini dapat menjadi suatu ilmu manakala seseorang menghadapi masalah yang sama dan menggunakan pengalaman orang lain. Jika cocok tentu masalah tsb selesai. Namun bila ternyata tidak cocok maka orang tsb akan mencari cara lain, sel'ringga masalahnya selesai. Semua pengalaman pribadi tersebut ini, rentu akan dapat merupakan sumber kebenaran pengetahuan. Namun ridak semua pengalaman pribadi dapat menuntun seseorang untuk menarik kesirnpulan dengan benar. Sebab semua ini harus melalui metode berlikir kritis dan menda;arkan pada kebenaran logika.b. Belajar dari kesalahan (Trial and error) Cara ini digunakan semenjakbelum diketemukannya cara dan metode untuk menggali pengetahuan secara sistematik dan berdasar logika. Namun cara ini pula sampai sekarang tetap rnasih digunakan dalam memperoleh pengetahuan baru, khususnya pada aspek tertentu. Seseorang yang telah lama mengidap penyakit malaria yang ditulartan oleh seekor nyamuk, telah berulang kali berobat dan meminumjamu namun tak kunjung sembuh. Ketika ybs melakukan suatu perjalanan menembus hutan, rasa hausnya tiba-dba datang. Dengan tak berfikir panjang ia memintrm ir yang mengalir diselokan yang kebemlan dilaluinya. Namun hpa yang terjadi, sesampai dirumah dia tidak merasakan penyakit itu timbul kembali.sampai keesokan harinya, dan hari-hrri bc::kutnya penyakic itu tak kunjung tiba.Ia merasa hcran, sambil ia mengingat kembali apa saja yang telah dia lakukan hingga penyakic malaria yang selama ini ie derita menjadi sembuh. Seketika ia banr rnenyadari bahrva ia pernah meminum air selokan yang rasanya agak pahir. I(etik,l ia kembali ketempat dimana ia merninurn:'ir selokan, dar: kemrrdian ybs menyusuri selokan tsb, ternyata ada sebatang pohori yang tumbang dan terendam dalam air selokan tsb. Belakangan pc'hon tsb diketahui ternyata sebatangpohon kina, yang sampai sekarang digunakan sebagai bahan baku untuk obat malaria (Pil Kina/Kinine).MFTODOLOGI PENELITIAN 11

Demikian juga ketika sebuah pabrik mobil akan memunculkan produk barunya,'maka perlu dilakukan uji atau tes keselamatan. Dengan menempatkan sebuah boneka dlm mobil, maka mobil tsb secara mekanik d!'alankan dengan kecepatan maksimd dan menabrak tembok. Apa yang disaksikan oleh pengusaha pabrik mobil tsb, kiranya akari menjadi bahan bagi penyempurnaan produknya, khususnya untuk faktor keselamatan bagi pengemudi dan penunlpang lainnya. Demikian pula bagi upaya untuk peningkatan kualicas sebuah produk, selalu dilakrrkan peneiitian yang berbasis tial and error, sebelum produk tsb dipasarkan. Termasuk pula didalamnya penelitian dari berbagai produk kesehatan, dilakukan dengan metode Trial and Error, sebelum produk'produk tsb digunakan untuk kepentingan kemanusiaan. Percobaan-percobaan dilakukan pada seekor binatang. Kekuasaan/otoritas (Authority) Dari jaman dahulu hingga sekarang, barangkali kehidupan manusia tidaldah terlepas dari suatu tradisi-tradisi yang dilakukan secara turun temluun, tadisi yang dijalankan adakalanya masih asli, atau sudah mengalami penycsuaian dengan perkembangan dan modenrisasi kehidupan manusia. Terkadang tradisi yang dilaksanakan tersebut yang selalu dilakukan tanpa melalui suatu penalaran apakah yang dilakukan tsb baik atau ddak.Tradisi arau kebi,rsaan ini antara daerah yang satu dengan daerah yanq lain tentu sangat berbeda, tadisi atau kebiasaan ini terjadi tidak seja pada masyarakat yang tradisional saja, balrkan te{adijuga pada kornunitas masyarakat modern sekalipun- Kebiasaan ini seolah diterima dari sumbernya sebagai suanr kebenaran yang mutlak dan hakiki. Tradisi atau kebiasaan ini sebagian rnenjadi suatu budaya daerah, akan tetapi sebagian lagi menjadi suatu ilmu yar-rg c{:vakini kebenarannya, walaupun tanpa fakta empiris, cten mengujinya dengan penalaran dan logika. Seperti kitakecahui bahrva pada setiap Lrpacara perkarvinan, tentu sei:iap daerah mempunyai adat den kebiasaan yang n'rasing-masing berbeda. Kita tidak pernah tahu hal tsb pertama kali dilakukan, nanun berdaslrkan tetua adar yang menlpunyai otoritas yang sangat dominan dimasyarakat, maka ada beberapa syarat yang tidak boleh dilewati dan harus dilakukan. Sekedar contoh yangterjadr dimasyarakat modern sekalipun, yakni acnrl siraman pada pengantin, acara tedak siti, selapanan dil. Begitu12 MilODOLC6I PTNELITIAN BIDANG KISIIIATAN

juga aspek kesehatan, sering masyarakat bertanya pada tetua adat, atau dukun barangkali, untuk sekedar berkonsultasi tentang penyakit yang diderita sang pasien. Bisa saja karena kutukan sang Dewa sehingga ylrs menderita sakit, dan baru bisa sembuh kalau dilakukan upacara tertentu. Pemegang otoritas/kekuasaan pada aspek tertenttl sangat dominan untuk metnPengaruhi komunitas masyarakat tertentu, tanpa pendaran dan bukti-bukd dengan fakta vang mendukung. Para pemegang otoritas, apakah itu seorangpemimpin dalam pemerintahan, tokoh agama, tokoh adat maupun ahli ilmu pengetahuan, maka pada prinsipnya mereka mempunyai suatu mekanisme yang hampir sama atau bahkan sama dalam menemukan suatu ilmu pengetahuan, Dimana orang lain menerima pendapat yang .likemukakan oleh orang yang merrrPunyai otoritas, tanPa terlebih dahulu rnenguji arau membuktikan kebenarannya berdas,rrkan petralarannya sendiri berdasar logika. Mereka menganggaP aPa yang disanrpaikan adalah suatu kebenaran.d. Melalui logika/pikiran (To rnind) Dengan semakin maju dan berkembangnya peradaban dan kebudayaan umat manusia, maka cara berfikirnyaPun mulai sedikit demi sedikit mengalami perubahan d;rn kemajuan. LJrnat manusiir telah mulai mampu menggullakan akal pikiran dan pcnaiaranrrya guna menganalisa sesuatu kondisi disekitarnya. Denrikian pula dengan pellemuan-penemllatl yang diyakini sebagai suattt ilmu petrget,rhuan telah melalui suatu proses pemikiran. Cara berfikir yeng dilakukan dengan melahirkan sebuah pernyataan-pernyataan, untuk kemudian dicari hubungannya sehingga dapat dirarik suatu kesimpular. Suatu pernyataan yang bersifat khusus untuk disimpulkan kedai,trn suatu generalisasi dinamakan itduhsi. Sebaliknya jika pernyataan- pernyataan umum untuk menujtr suatu kesimpulan yang bersifat khusus dinamakan decluksi.Melaluijalur ilmiah.Dengan crra.-car3 yang lebih modern dilakukan untuk memperoleh suatupengetahuan, terny^ta akan iebih sistemaris, logis dan ilmi:rh. Cr.ra-crtrtsem:1catn ini kemudian dikenal dengan istiiah metode penelitian ilmiahatau diperpendek men-iadi metodologi penelitian (r e search n eth odology). MFIODOLOGIPENELITIAN 13

Pengamatan secara langsung di lapangan atas scsuaru gejala atau feno'renaalam atau kemasyarakaran, u.ntuk kernudian dibuat suaru klasifikasi, yangpada gilirannya ditarik suaru kesimpulan. Pemikiran semacam itu yangdinamakan metode induktif, Pengambilan suatu kesimpulan diperolchdengan cara melakukan observasi langsung, kemudian nrencatar selnuafakta dari obyek yang diamari tersebut. Pencaratan tersebut mencakuplral-hal positif yang ditemukan, hal-hal yangnegatifserra variasi gei alayangditemui di lapangan. Atas dasar ternuan dilapangan tersebuc terhadap gejalaalam atau kemasyarakaran tersebut, maka diambil suatu kesimpulan- Darisinilah awal dimulainya suatu metode penelitian yang praktis dan ilmiah.Penggabungan dari merode induktif dan deduktif serra penggabungandengan variasi dari berbagai gejala alam dan kemasyarakatan, melahirkansuatu metode penelitian ilmiah (scientifc research method),C. Melode Penelitian llmiah sebagaimana diuraikan diaras bahwa penggunaan ilmiah dalamrangka melakukan kegiatan penelitian, tidak lain adalah 'rerode arlrara 1',engg:rbungannretode induktif dan deduktif. Penelirian ini yang sesungguhnya adalahmerupakan slratu cara untuk mernecahkan permasalahan yang dijumpai. Mctode ilmiah ini adalah suaru cara ;'a'g1 digu'akan dalarrr rangl.-apgmecahan masalah, dengan menerapkan prinsip logika, sehi'gga clapat disimpulkan bahwa dapat clisebur sebagai suaru merodeilmiah apabila paling tidak memenuhi beberapa aspek, yakni :pemecahannya;bukti dari permasalahan rersebuqpermasalahan tersebut dalam bentuk hipotesis. Flipotesis ini yang kemrrclianakan dibuktikan/diuji dengan hasil dari pericii :i t n yang dilakulcan;terscbrrr; fakta empiris hasil penelitia'. I-Iasil penelician selanjur'ya dalam rnemperkuat hipotesis. Ini berarri hipotesis dapat diterima. Narnun apabila ditolak maka akan memperlemah hipotesis. .4,41 MEI0D0L0Gt pENELITIAN BTDANG KESEHATAN

Kriteria metode ilmiah adalah r akan memandujalan pikiran dan kegiatan penelitian agar dapat mencapai tujuan; dan fakta empiris, jadi bukan merupakan dugaan atau perkiraan; menggunakan prinsip kausalitas atau hubungan sebab akibat; ukuran-ukuran yang lazim digunakan dalam dunia penelitian; Langkah-langkah metodologi ilmiah ; Yang dimaksud dengan langkah-langkah metodologi ilmiah ini, adalah tidaklain merupakan tahapan yang harus dilalui seorang peneliti dalam melakukankegiatan penelitannya. Langkah-langkah rersebut mencakup : dengan bersumber dari pengalaman, membaca buku atarr hasil penelitian sejenis yang sudah pernah dilakukan; kepustakaan; Hal ini sangat penting dilakukan, agar supaya kegiatan penelitian tidak melenceng kemana-mana; permasalahan; cara pengumpulan data, pengolahan serta analisis data; Pada dasarnya Metode Penelidan Ilmiah terdiri dari :e, Kerangka konsep Penelitian;b. Tempat dan wakru Penelitian;c. Jenis Penelitian; MFIODOLOGIPENELITIAN 15

d. Disain Penelitian;.e. Populasi dan Sampel;f, Estimasi besar sampef cara pemilah dan penarikan sampel 1) Besar sampel dengan rumus; 2) Sampel yang sesuai harus memenuhi kriteria inklusi (tidak dapat diikut sertakan dalam penelirian) dan exlusi (penolakan). .:/61 MiTODOLOGI PENELITIAN BIDANG KEsEHATAN


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook