Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore Bab 15. Penyakit Kelamin

Bab 15. Penyakit Kelamin

Published by haryahutamas, 2016-04-02 12:01:07

Description: Bab 15. Penyakit Kelamin

Search

Read the Text Version

PENYAKIT KELAMIN GONOREDefinisi Adalah penyakit kelamin yang pada permulaan keluar nanah dari OUE (orifisium uretra eksternum) sesudah melakukan hubungan kelamin.Penyebab danepidemiologi o Penyebab ; Neisseria gonorrhoeae. o lJmur : Dewasa dan bayi baru lahir.Faktor-faktor yang o Jenis kelamin : Pria lebih sering daripada wanita.memengaruhitimbulnya o Bangsa/ras : Semua bangsa.penyakit: o Daerah : Urbanisasi membuat penyakit ini lebih berkembang. o Pengawasan : Pengawasan orang tua/masyarakat terhadap anak muda yang o Keturunan kurang, mempermudah untuk mendapatkan penyakit ini. o Pengobatan : Dapat ditularkan pada bayi saat melewati jalan lahir. o Ekonomi : Pengobatan yang tidak memadai terhadap bahaya-bahaya penyakit ini mempermudah/membuat penyakit lebih banyak timbul. ; Ekonomi yang kurang mendukung kegiatan prostitusi dan mem permudah mendapatkan penyakit.Gejala singkat sesudah lewat masa tunas 3-5 hari, penderita mengeluh nyeri dan panas pada waktupenyakit kencing. Kemudian keluar nanah yang berwarna putih susu dari uretra, dan muara uretra membengkak. Pada wanita dapat timbul fluor albus.Pemeriksaan fisik Predileksi : Pada pria: uretra bagian anterior; wanita: serviks uteriKomplikasi dan uretra. Efl or e s en s i/s ifa t - sifut ny a : Pria: OUE merah, edema, ektropion ke luar ecoulement. Wanita: porsio uteri merah, edema dengan sekret mukopurulen. o Pada pria: balanitis, tisonitis, uretritis posterior, prostatitis, epididimitis dan orkitis. o Pada wanita: parauretritis, bartolinitis, vulvovaginitis dan proktitis.Pemeriksaan 1. Pemeriksaan sediaan langsung dengan pewarnaan Gram dan biru metilen.pembantu dan 2. Biakan sekret dalam media Thayer Martin.laboratorium 3. Tes oksidasi/fermentasi. 4. Pemeriksaan tes Thomson 2 gelas. 5. Tes iodometri, asidometri dan pemeriksaan MIC untuk menentukan Neisseria gonorrhoeae yang memproduksi penisilinase. 299

300 Saripati Penyakit Kulit Gambar 15.1 Uretritis gonoroika akut. Dari Gambar '15.2 Tisonitis. Tampak OUE keluar duh tubuh putih seropurulen. duh tubuh keluar dari muara ke- lenjar Tison. ..:.,4:?::a: Gambar 15.3 Bartolinitis kiri. Gambar 15.4 Orkitis. Skrotum kiri, bengkak, Sepertiga distal labia minora merah, dan nyeri tekan. tampak benjolan merah.Diagnosis banding 1. Uretritis non spesifrki biasanya OUE tidak merah dan tidak edema; sekret seropumlen.Penatalaksanaan 2. Knndidiasis: OUE merah disertai rasa gatal dan sekret serosa.Prognosis .o Penisilin G prokain dengan dosis2,44,8juta unit + 1 g probenesid. Ampisilin/amoksisilin 3,5 g + 1 g probenesid. o Tiamfenikol2,S1,S g IM dosis tunggal. o Kanamisin 2 g dosis tunggal. tunggal. Rifampisin 900-1.200 mg dosis r Baik.

Penyakit Kelamin 301 SIFILISDefinisi Adalah salah satu penyakit kelamin menahun dengan remisi dan eksaserbasi, dapat mengenai semua alat tubuh, mempunyai masa laten dan dapat ditularkan dari ibuPenyebab dan ke janin.epidemiologi . Penyebab Treponetna pallidum. o ljmur Dewasa dan bayi baru lahir. o Jenis kelamin Frekuensi yang sama pada pria dan wanita.Faktor-faktor yang a Bangsa/ras Semua bangsa.memengaruhi o Pengetahuantimbulnya Pengetahuan yang kurang tentang bahaya penyakit, mendorongpenyakit: Ekonomi orang-orang melakukan hubungan seksual di luar nikah. Ekonomi kurang membuat segolongan masyarakat melacurkan diri a Keturunan untuk mendapatkan uang dengan mudah. a Urbanisasi Dapat ditularkan dari ibu ke janin. Dari desa ke daerah kota, mengarah sikap masyarakat menjadi lebih bebas, longgar akan batas-batas adat dan agama sehingga mudah melakukan hubungan seksual di luar nikah.Gejala singkat Terdiri dari 3 stadium:penyakit I. Sifilis primer: bentuk kelainan berupa erosi yang selanjutnya menjadi ulkus du-Pemeriksaan fisik rum. [. Sifilis sekunder: dapat berbentuk roseola, kondiloma lata, sifilis bentuk varisela, atau bentuk plak mukosa dan alopesia. III. Sifilis tersier: bersifat destruktif, berupa guma di kulit atau alat-alat dalam dan kardiovaskular, serta neurosifilis. o Lokqlisasi: Clans penis, korpus penis, labia mayora, labia minora, klitoris, Stadium I perineum. Genitalia eksterna, sekitar anus, ketiak, sudut mulut, bawah Stadium II mamae. Guma dapat timbul di seluruh kulit. Stadium III Kecil, tidak nyeri, dasar bersih, tepi tidak menggaung, dan ada . Elloresensi: indurasi. Papula atau plak yang ditutupi krusta berwarna coklat, basah. Ulkus durum Nodula atau ulkus yang dalam, bentuk serpiginosa, rnengeluarkar sekret seropurulen dan jaringan nekrosis. Kondilomalata GumaPemeriksaan 1. Tes serologik untuk sifilis seperti VDRL, WR, dan TPHA.pembantu/ 2. Pemeriksaan dengan mikroskop lapangan gelap mencariTreponema pallidtm.laboratorium 3. Pemeriksaan cairan serebrospinal, mencari neurosifilis. 4. Pemeriksaan dengan sinar tembus, mencari sifilis kardiovasktrlar.

3O2 Saripati Penyakit Kulit Gambar 15.5 Afek primer. Tampak ulkus, Gambar 15.6 Afek primer di labia minora bersih, tak meradang (ulkus durum). Gambar 15.8 Ulkus durum di labia mayora dapat membesar jadi numular. Gambar 15.7 Tampakdua buah ulkus durum.

Penyakit KelaminDiagnosis banding Ulkus dtrrum hams didiagnosis banding dengan ulkus pada herpes simpleks, skabies,Penatalaksanaan dan ulkus piogenik. Penyakit ini dapat didiagnosis dengan anamnesis, pemeriksaan klinis (morfologis) dan pemeriksaan histopatologi yang lengkap. Sifilis Stadium II, hams didiagnosis banding dengan psoriasis, morbili, dan pitiriasis rosea. Kondiloma lata harus didiagnosis banding dengan kondiloma akuminata, yang benttrknya runcing-runcing menyerupai jengger ayam, sedangkan kondiloma 1ata, permukaan rata dan ditutupi krttsta. c Penisillin proknin Stadium I : 600.000IU/hari sebanyak 10 kali suntik Stadium II : 900.000 lUlhari sebanyak 15 kali suntik Stadium III + neurosifilis dan sifilis kardiovaskular : 100.000 IUlhari sebanyak 12 kali suntik. o Penisilin kerjn Innta seperti penisilin G benzstin IStadium IIStadium :2,4 jtrla unit satu kali seminggu, selama 2 minggu; total 4,8 juta unit. IIIStadium :2,4 jttta ttnit saLu kali seminggu, selama 3 minggu; total 7,2 juta unit. : Total g juta unit, satu kali seminggtt selama 4 minggu'Prognosis Jika pengobatan sernpttrna, prognosis baik. Gambar 15.9 Alopesia. Sifilis stadium ll, rambut rontok seperli digigit tikus.

304 Saripati Penyakit Kulit Gambar 15.10 Kondilomata lata (stadium tt). A. Konditomata lata pada tabia minora. raipiiB- Kondilomata rata mengenai labia mayora, minora dan iipat paha. c. yang konfluen dengan permukaan rata serta erosi. papura-papura Gambar 15.11A. Sifilis stadium ll. Pada telapak tangan tampak bercak-bercak eritema dan skuama.

Penyakit Kelamin 305 Gambar 1 5.11 Sifilis stadium l/. B & C. Mengenai perut dan punggung. Tampak makula eritematosa dan skuama (menyerupai psoriasis). LI MFOGRAN ULOMA VEN EREUMDefinisi Adalah penyakit venerik yang disebabkan Chlamydia trachomatis, yang menyelang sistem pembuluh dan kelenjar limfe tertentu pada daerah genito-inguinal dan genito- rektal.Penyebab dan o Penyebab : Chlamydia trochomatrs.epidemiologi : Biasanya umur seksual aktif. o Umur : Lebih banyak pada pria. o Jenis kelaminFaktor-faktor yang . Bangsa/ras : Semua bangsa; terbanyak pada orang berkulit hitam.memengaruhi r Daerah : Lebih banyak pada daerah tropik dan subtropik.timbulnya : Panas dan daerah-daerah pantai.penyakit: o Musim/iklim o Kebersihan/higiene : Kurang.Gejala singkatpenyakit Gejala konstitusi berupa malaise, nyeri kepala, artralgia, anoreksia, nausea, dan demam. Kemudian timbul pembesaran kelenjar getah bening inguinal medial dengan tanda-tanda radang. Penyakit dapat berlanjut memberi gejala-gejala kemerahan pada saluran kelenjar dan fistulasi.Pemeriksaan fisik o Loknlisnsi : Daerah inguinal. o Efloresensi/sifat-sfatnya : Tumor multipel dengan konsistensi kenyal dan lunak, merah, nyeri tekan.

306 Saripati Penyakit KulitKomplikasi Pada pria: elefantiasis penis, skrotum dan striktura ureter. Pada wanita: elefantiasisPemeriksaan vulva, striktura rektum, fistula rektovagina atau ulserasi anorektal.pembantu/laboratorium 1. Tes kulit Frei untuk melihat infeksi klamidia.Diagnosis banding 2. Tes ikatan komplemen untuk menilai titer antigen yang timbul dalam darah.Penatalaksanaan 3. Tes gate parakosta untuk menilai kadar gama globulin.Prognosis 7. Skrofuloderma : Biasanya kelenjar berwama livide, disertai ulkus tak teratur : dan ada jembatan kulit. : 2. Limfadenitis piogenik Nodula lunak dan nyeri tekan serta berwarna merah. Tanpa tanda-tarrda radang. 3. Hernio inguinalis Ketiga penyakit ini dapat dipastikan dengan anamnesis dan pemeriksaan bakteriologi yang lebih lengkap. o Kotrimoksazol3 x 2 tablet, selama 1-5 minggu. o Sulfonamida 3 x 1 g/hariselama Z hari o Tetrasiklin 4 x 500 mglhari selama 14 hari. Baik. Kecuali pada keadaan yang lanjut prognosisnya jelek. Gambar 15.12 Limfogranuloma ve- nereum dupleks pada kedua lipat paha. Tampak limfadenitis. Gambar 15,13 Limfogranuloma inguinale. Benjolan merah tak dapat digerakkan dari dasar dan \"etage bubo\".

Penyakit Kelamin 3O7 ULKUS MOLEDefinisi Adalah salah satu penyakit kelamin yang memberi gambaran berupa ulkus yang nyeri di daerah kemaluan.Penyebab dan o Penyebab H a emophillus du c r ey i ( S tr ep t ob n c illu s du u ey i)epidemiologi o lJmur Hanya mengenai orang dewasa yang aktif. Lebih banyak pada pria. r jenis kelaminFaktor-faktor yang o Bangsa/ras Kulit berwama lebih sering terkena penyakit ini.memengaruhi Banyak terdapat di daerah beriklim tropis dan subtropis.timbulnya ' Iklim Berperanan penting untuk penyebaran penyakit. r Kebersihan/higienepenyakit:Gejala singkat Sesudah lewat masa tunas 3-5 hari, mulai dengan papula yang berkembang menjadi ulkus dangkal, tepi merah, dasamya kotor, dan mudah berdarah. Pada penekananpenyakit sakit dan indurasi tidak ada.Pemeriksaan fisik c Loknlisasi : Pria: prepusium, frenulum, korpus penis dan skrotum. Wanita: labia, klitoris, anus dan perineum. . Efloresensi/sifat-sifatnya : Ulkus berbentuk cawan/ tepi tidak rata, dinding menggaung, daerah sekitarnya eritema.Gambaran Bagian atas ulkus dijumpai neutrofil, fibrin, dan eritrosit. Bagian tengah dijumpaihistopatologi: pembuluh kapiler baru dengan proliferasi endotel. Bagian bawah terdapat sel-sel radang yang terdiri dari sel plasma dan limfosit.Pemeriksaan 1. Preparat langsung diwarnai dengan Gram.pembantu | t2. Tes serologik. teknik rluoresen anribodi dapat menentukan kuman i;;n:;i:# friiai\"raboratorium 4. Pembiakan dengan agar coklat. 5. Tes kulit Ito-Reenstierna.Diagnosis banding Ulkus durum (SI), herpes simpieks, ulkus campuran, limfogranuloma venereum. Melalui pemeriksaan klinis dan laboratorium diagnosis dapat dipastikan.Penatalaksanaan Preparat sulfa. o Sulfatiazol4 x 500 mg, selama 10-14 hari. o Trimetoprim sulfa forte (160/800 mg) dua kali sehari selama 10-14 hari. o Tetrasiklin 4 x 500 mg memberi hasil yang baik.Prognosis Baik.

308 Saripatl Penyakit Kulit Gambar 15.14 Ulkus mole. Tampak beberapa ulkus di labia mayora, merah dan meradang. GRANULOMA INGUNALEDefinisi Adalah penyakit yang timbul akibat proses granulomatosis pada daerah anogenital dan inguinal.Penyebab danepidemiologi c Penyebab : Donoaania grsnulomatis (Calymmatobacter itrm grantLlomstosis). o Umur : 20*40 tahun.Faktor-faktor yang : Pria 2 kali lebih banyak daripada wanita.memengaruhi r |enis kelamintimbulnyapenyakit: r Bangsa/ras : Kulit berwarna lebih banyak daripada kulit putih.Gejala singkat r Daerah : Banyak terdapat di daerah tropis dan subtropis.penyakit o Kebersihan/higiene : Lebih sering ditemukan pada higiene yang buruk.Pemeriksaan fisik Perjalanan penyakit termasuk keluhan utama dan keluhan tambahan: Mula-mula timbul lesi berbenhrk papula atau vesikel yang berwarna merah dan tidak nyeri, perlahan-lahan mengalami ulserasi menjadi ulkus granulomatosa yang bulat dan mudah berdarah, mengeluarkan sekret yang berbau amis. o Lokslisosi : Genitalia eksterna, paha, lipat paha, perineum. . Efloresensi/sifat-sifatnyn : Papula, vesikula, ulkus berbentuk bulat dan mudah berdarah, tidak teratur, dasar kotor, keluar sekret amis, berwarna kecoklatan.Gambaran Epidermis di tengah lesi hilang, sedangkan pada tepi lesi terjadi akantosis yanghistopatologi: menunjukkan gambaran hiperplasia pseudokarsinomatosa. Pada dermis terlihat infiltrat padat terutama terdiri dari histiosit dan sel piasma. Sitoplasma histiosit rnengandring badan Donovan yang patognomonik pada granuloma inguinale.

Penyakit Kelamin 309Pemeriksaan 1. Pemeriksaan apusan jaringan untuk memeriksa granulomatosis.pembantu/ 2. Biakan sekret atau jaringan.laboratorium 3. Pemeriksaan antibodi serum.Diagnosis banding 4. Inokulasi pada binatang percobaan. 5. Tes kulit dengan antigen D. granulomatis.Penatalaksanaan Limfogranuloma venereum pada stadium lanjut, amubiasis kutis, tuberkulosis kutisPrognosis verukosa. Diagnosis dapat ditentukan dengan anamnesis yang lebih rumit dan berdasarkan histopatologi. Sistemik: . Ampisilin: 4 x 500 mg selama 2 minggu. o Streptomisin 1 g/hari IM selama 20 hari. r Tetrasiklin 4 x 500 mg selama 10-20 hari. o Eritromisin 4 x 500 mg selama 2-3 minggu. o Kotrimoksazol2 x 2 tab selama 1 bulan, hasil baik. Dubia karena sering residif. ?,j't,,/,,I Gambar 15.15 Granuloma inguinale. Tampak dua tuber pada daerah inguinal, granumolatosa, di atasnya ada ulkus.


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook