Sistem Reproduksi WanitaOVARIUM Endometrium Perkembangan Awal Ovarium Siklus Haid Folikel Ovarium |mplantasi Embrionik, Decidua, & Plasenta Pertumbuhan Folikel Cervix Uteri Atresia Folikel VAGINA Ovulasi KELENJAR PAYUDARA Corpus Luteum Perkembangan Payudara Selama Pubertas Payudara Selama Kehamilan & LaktasiTUBA UTERINA Regresi Kefenjar Payudara PascalaktasiUTERUS MiometriumSistem reproduksi wanita terdiri dari dua ovarium, dua oviduk Perkembangan Awal Ovarium(atau tuba uterina), uterus, vagina, dan genitalia eksterna(Gambar 22-1). Fungsinya adalah menghasilkan gamet wanita Pada bulan pertama kehidupan embrio, sejumlah kecil(oosit), menyediakan lingkungan untuk fertilisasi, dan mem- populasi sel benih primordial bermigrasi dari kantong kuningpertahankan embrio selama perkembangan lengkapnya me-lalui tahap fetal sampai lahir. Seperti pada pria, sistem ini telur (yolk sac) ke primordia gonad. Di gonad, sel-sel inimenghasilkan hormon seks steroid yang mengafur organ-organ sistem reproduksi dan memengaruhi organ lain dalam membelah dan berdiferensiasi menjadi oogonia. Pada ovariumfubuh. Diawali dengan menarke, yaitu saat terjadinya mens- yang berkembang pada embrio berusia dua bulary terdapattruasi pertama, sistem reproduksi mengalami perubahan siklik sekitar 600.000 oogonia yang menghasllkan lebih dari 7 juta sel pada bulan kelima. Pada awal bulan ketiga, oogonia mulaidalam struktur dan aktivitas fungsional. Modifikasi ini di- memasuki profase dari pembelahan meiosis pertama tetapikendalikan mekanisme neurohumoral. Menopause adalah terhenti setelah menyelesaikan sinapsis dan rekombinasi,periode bervariasi saat perubahan siklik menjadi tidak teraturdan akhirnya terhenti. Pada periode PascamenoPause terjadi tanpa berlanjut ke tahap meiosis berikutnya (lihat Bab 3). Sel-involusi lambat pada organ reproduksi. Meskipun kelenjarpayudara tidak termasuk dalam sistem genitalia, kelenjar sel yang terhenti pada meiosis ini adalah oosit primer (Yun.tersebut dibahas pada bab ini karena mengalami perubahan oon, telur, + kytos, sel). Setiap oosit primer dikelilingi oleh se1yang langsung berhubungan dengan status fungsional pada penyangga pipih yang disebut sel-sel folikel di dalam suatu folikel ovarium. Menjelang bulan ketujuh perkembangarysistem reproduksi. kebanyakan oogonia telah bertransformasi menjadi oosit&\d&Rx&iM primer di dalam folikel. Akan tetapi, banyak oosit primer akan lenyap melalui proses degeneratif perlahan yang disebutOvarium merupakan struktur berbentuk buah kenari dengan atresia. Pada masa pubertas, ovarium mengandung sekitarpanjang sekitar 3 cm, lebar 1,5 cm, dan tebal 1 cm. Setiap 300.000 oosit. Karena pada umumnya hanya satu oosit yangovarium ditutupi epitel selapis kuboid, yaitu epitel kembali menjalani meiosis di setiap siklus menstruasi (rata-germinativum, yang berlanjut dengan mesotel dan menufupi rata berlangsung 28 hari) dan masa reproduksi seorang wanitaselapis simpai jaringan ikat padat, yakni tunica albugine4seperti simpai testis dan membuat warna ovarium menjadi berlangsung sekitar 30-40 tahun, hanya sekitar 450 oosit yangkeputihan. Sebagian besar ovarium terdiri atas korteks, suatu dibebaskan dari ovarium melalui ovulasi. Semua oosit lainnyaregio yang terisi dengan stroma jaringan ikat yang banyakmengandung sel dan banyak folikel ovarium dengan ukuran akan berdegenerasi melalui atresia.yang sangat bervariasi pada ovarium dewasa (Gambar 22-1).Bagian terdalam ovarium adalah medula, yar.g mengandung Folikel Ovariumjaringan ikat longgar dan pembuluh darah yang memasukiorgan melalui hilum dari mesenterium yang menahan ovarium Sebuah folikel ovarium terdiri atas sebuah oosit yang dikelilingi(Gambar 22-1\" dan 22-2). Tidak ada batas yang tegas antara satu atau lebih sel epitel. Folikel yang terbentuk selama ke-daerah korteks dan medula ovarium. hidupan janin-folikel primordial-terdiri atas sebuah oosit primer yang dibungkus selapis sel folikel pipih (Gambar 22-2, 22-3, dan 22-4). Folikel ini terdapat pada lapisan superfisial di daerah korteks. Oosit dalam folikel primordial adalah suatu sel sferis berdiameter sekitar 25 prm dengan inti yang besar dan kromosom yang kebanyakan bergelung pada profase meiosis pertama. Organel dalam sitoplasmanya cenderung ber- 379
380 I BAB22 Mesosalpinx a. ovarica (bagian ligamentum latum) v. ovarica Ligamentum Ligamentum ovarii suspensorium Tuba uterina Infundibulum Fimbriae Ovarium a Tampak posterior. uterosacraleTunica albugineab Tampak potongan lateral Regio Regio medula korteksGambar 22-1' Sistem reproduksi wanita dan gambaran umum ovarium. (a): Diagram memperlihatkan organ internal sistem re-produksi wanita, yang mencakup organ-organ utama ovarium, tuba uterina, uterus dan vagina. (b): Pada gambar potongan lateral ovariummemperlihatkan ovarium dan hubungan mesenterium penyangga utamanya, mesovarium dan mesosalpinx ligamentum latum. (c):Mikrograf potongan ovarium, yang menunjukkan regio medula dan korteks, serta sejumlah folikel dengan berbagai ukuran di korteks. 1bx.H&E.kelompok di dekat inti dan mencakup banyak mitokondria, melibatkan perubahan hormon kompleks dan perbedaanbeberapa kompleks Golgi, dan sisterna retikulum endoplasma. samar di antara folikel pada jumlah reseptor FSH aktivitasLamina basal mengelilingi sel folikular, dan menandai batasantara folikel dan stroma bervaskular. aromatase dan sintesis estrogen, dan variabel 1ain.Pertumbuhan Folikel Dengan rangsangan FSH, sebuah oosit tumbuh paling cepatPada awal pubertas dengan pelepasan hormon penstimulasi- selama bagian pertama perkembangan folikel dan mencapaifolikel (FSH) dari hipofisis, sekelompok kecil folikel primordial diameter maksimum sekitar 120 prm. Intinya membesar; mito- kondria bertambah banyak dan tersebar merata; retikulummemulai proses pertumbuhan setiap bulannya. Hal ini me- endoplasmanya membesar, dan kompleks Golgi membesarlibatkan pertumbuhan oosit, proliferasi dan perubahan sel dan bergerak ke perifer. Sel-sel folikel membelah melaluifolikel, serta proliferasi dan diferensiasi fibroblas stroma disekitar setiap folikel. Pemilihan folikel primordial yang meng- mitosis dan membentuk selapis sel kuboid di sekitar oosit yang tumbuh. Folikel ini sekarang disebut folikel primer unilaminaralami pertumbuhan dan rekrutmen dini pada setiap siklus dan (Gambar 22-3 dan 22-5a). Sel folikel terus berproliferasi danfolikel dominan yang ditakdirkan berovulasi pada bulan itu membentuk epitel folikel berlapis, yaitu granulosa, dengan sel-sel yang saling berkomunikasi melalui taut celah. Sel folikel kini disebut sel granulosa dan folikel menjadi suatu folikel
SISTEM REPRODUKSIWANITA I 381 Zona pelusida Oosit Selb Folikel primordial c Folikel primer .-t- .:....' d Folikel sekunder Sel granulosa Zona pelusida Antrum oosit primer I Folikel Ligamentum susPensorium ovari Folikel primer Folikel primordial .ta Antrum Tunica albuginea -----: Oosit sekunder Zona pelusidaEpitel germinal . j ::::i)\" s| Corona radiata Zona pelusida Oosit sekunder terovulasi Gorpus albicans Gorpus corpus Iuteum Korteks luteum yang berkembanga Potongan melintang ovariumCorpus albicans Corpus luteumg Corpus albicans f Corpus luteum e Folikel vesikularGambar 22-2. perkembangan dan perubahan folikel di dalam ovarium. ovarium menghasilkan oosit dan hormon seks. sebuahddluiaatengurtmaidm.aSkpeotmetorunjaagdatiansheoacvpaadrraiaunmsism1iruaullk,tatmunre. myFaponelgiiktiettralamdtkipsaaunksubpneardpbaaadgJaaiai ggtraaahmmabpainrpi eisnmeibauetannntaugrknaynkaefmoalkuikadenal,htoaavmnuplpaaeskmi, pbdaaadnnadpibneegmrabbnae.gnaFtiuokwliakanekltuspersrimtealoadmrdeagiaelsniykealruanssgi corpus ovarium tampaksangat membesar. potongan histologis mengidentifikasi folikel primordial (b), suatu folikel primer (c), folikel sekunder (d), dan suatu folikelvesikular besar (e). Setelah ovulasi, bagian folikel yang tertinggal di belakang membentuk corpus luteum (f), yang lalu berdegenerasimenjadi corpus albicans (g). Semua dengan pulasan H&E.
382 I BAB22 Folikel Oosit pelusida, yang memungkinkan komunikasi antara sel-sel ini primordial melalui taut celah. Folikel 77-Sel stroma primer Sewakfu tumbuh dengan pertambahan ukuran oosit dan unilaminar Sel folikel Lamina basal jumlah sel-sel granulosa, folikel ini berpindah ke korteksFolikel ovarium yang lebih dalam. Ruang kecil terbentuk di dalam(Graaf) Zona pelusida yangmatur sedang terbentuk lapisan granulosa saat sel-sel tersebut menyekresi cairan folikel (atau liquor folliculi). Cairan ini mengumpuf ruang kecil ter_ Zona pelusida Sel granulosa sebut semakin menyafu, dan sel-sel granulosa mengatur diri membentuk rongga yang lebih besar, yaitu antrum (Gambar /l!rn\".u int\",.n, lf2ol;ilkedlasne2k2u-n7da)e,r yang membenruk folikel yang kini disebut Antrum folikel me_ Theca interna atau folikel antrum. Cairan Theca externa ngandung hialuronat, faktor pertumbuhary plasminogen, Sel granulosa fibrinogery antikoagulan proteglikan heparan ,rrlfut, dur-, ,\"_ Theca externa jumlah besar steroid (progesteron, androstenedion, dan estro_ Theca interna Antrum gen) dengan protein pengikat. Sel granulosa Selama sel-sel granulosa menyusun diri membenfuk Corona radiata Cumulus antrum, sebagian se1 lapisan ini membentuk ,'bukit', kecil pada oophorus se1, yaitu cumulus oophorus/ yang mengelilingi oosit dan me_ nonjol ke dalam antrum (Gambar 22-3 dan22-7b). SeIgr anulosa yang mengelilingi dan terhubung dengan oosit membentuk corona radiata dan menyertai oosit saat meninggalkan ovarium. Ketika folikel terbentuk, sel stroma di sekitar folikel secara cepat berdiferensiasi membentuk teka folikular (yun. theca, lapisan luar). Lapisan ini kemudian berdiferensiasi menjadi dua jaringan di sekitar folikel: jaringan endokrin yang dengan vaskularisasi baik, theca interna dan jarirrgan'fibrosa luar, theca externa yang mengandung otot polos dan fibroblas (Gambar 22-3, 22-7, dan 22-8). Sel-sel theca interna ber_ diferensiasi sebagai sel penghasil-steroid dengan sejumlah besar RE halus, mitokondria dengan krista tubular, dan se_ jumlah besar tetes tipid. Set-sel ini menyintesis suatu hormon steroid - androstenedion- yangdiangkutke lapisan granulosa. Sel-sel granulosa, di bawah pengaruh FSH, menyintesis suatu enzim, yakni aromatase, yang mengubah steioid tersebut menjadi estrogen. Estrogen kembali menuju theca dan stromaG am ba r 22-3. Tahapan folikel ovarium, dari primordial hinggamatur. Diagram potongan folikel ovarium memperlihatkan per_ubahan ukuran dan morfologi sel folikel/granulosa pada setiaptahap dan perubahan posisi sel theca di sekitarnya. Namun,proporsi relatif folikel tidak dipertahankan dalam rangkaian gambarini: folikel matur relatif lebih besar daripada folikel awal.qlimer multilaminar (Gambar 22-3 dan 22-5b) yang masih Gambar 22-4. Folikel ovarium primordial. Regio korteks se_dikelilingi membran basal. Di antara oosit dan se'l grinulosa, buah ovarium dikelilingi oleh epitel permukaan (SE), suatuselapis materi ekstrasel yang disebut zona pelusida ierbentuk, mesotelium dengan sel yang biasanya berbentuk kuboid. Lapisand.lngan tebal 5 hingga 10 prm yang terdiri atas empat ini terkadang disebut epitel germinal karena gambaran awal yang keliru bahwa epitel ini merupakan sumber sel prekursor oogonia.glikoprotein yang dihasilkan oosit (Gambar 22-S dan 22-6). Di bawah epitel terdapat lapisan jaringan ikat, tunica albugineaKomponen zona pelusida, ZP7 hingga Zp4, menglkat protein (TA). Kelompok folikel primordial, masing-masing dibentuk olehpada permukaan sperma dan menginduksi aktiv;si akrosom. sebuah oosit (O) yang dikelilingi selapis set epitel folikutar pipihFilopodia sel folikel dan mikrovili oosit mempenetrasi zona (panah), terdapat pada jaringan ikat ovarium (stroma). 200x. H&E.
SISTEM REPRODUKSIWANITA / 383Gambar 22-5. Folikel primer. (a): Mikrograf korteks ovarium memperlihatkan beberapa folikel primordial (PF) dan sel folikel pipihnya(panah), dan dua folikel primer unilaminar (UF) dengan sel folikel atau sel granulosa (G) yang membentuk suatu lapisan kuboid di sekitaroosit primer besar (O). 200x. PT. (b): Mikrograf ini diambil dengan pembesaran yang sama dan memperlihatkan folikel primer berlapisyang lebih besar. Sel granulosa (G) kini berproliferasi membentuk sejumlah lapisan. Di antara sel-sel tersebut dan oosit (O) terdapat zonapelusida (ZP) dengan tebal 5-10 pm, suatu lapisan glikoprotein yang dihasilkan oosit, yang diperlukan untuk pengikatan sperma danpembuahan. Oosit primer kini merupakan suatu sel yang sangat besar. Dengan pulasan tersebut, membran basal (BM) yang memisahkanfolikel dari stroma sekitar juga dapat terlihat. 200x. PSH.di sekitar folikel, memasuki kapiler dan tersebar ke seluruh sebanding dengan pertumbuhan antrum, lapisan granulosatubuh. Batas di antara kedua lapisan theca tidak jelas; begifu menjadi lebih tipis. Folikel matur memiliki lapisan theca yangpun batas antara theca externa dan bagian lain stroma. Di sangat tebal dan biasanya terbentuk dari suatu folikel pri-pihak lain, batas antara theca interna dan lapisan granulosa mordial dengan periode sekitar 90 hari.sangat tegas karena sel-selnya secara morfologis berbeda dan Atresia Folikelterdapat suafu membran basal tebal yang berada di antara Kebanyakan folikel ovarium mengalami proses degeneratif yang disebut atresia, sel-sel folikel dan oositnya mati dan di-kedua lapisan tersebut (Gambar 22-8). bersihkan oleh sel-sel fagositik. Folikel pada berbagai tahap Pada setiap siklus menstruasi, biasanya satu folikel tumbuh perkembangary termasuk folikel yang hampir matang, dapatlebih besar dari folikel lain dan menjadi folikel yang dominan, mengalami atresia (Gambar 22-9). Atresia melibatkan apoptosissedangkan folikel lain mengalami atresia. Folikel dominan dan pelepasan sel granulosa, autolisis oosit dan kolaps zonatersebut mencapai tahap perkembangan folikel optimal dan pelusida. Pada awal proses ini, makrofag menginvasi folikeldapat mengalami ovulasi. Folikel ini, yaitu folikel matang yang berdegenerasi dan memfagositosis debris. Pada tahapatau pra-ovulasi (terkadang disebut folikel Graaf untuk lebihlanjut, fibroblas memenuhi daerahfolikel dan membentukmenghormati ahli biologi reproduksi Belanda Regnier De suatu jaringan parut kolagen yang dapat bertahan lama. Meskipun atresia folikuli berlangsung dari sebelum lahirGraaf pada abad ke-17) mencapai diameter sebesar 20-30 mm sampai beberapa tahun setelah menopause, proses ini palingatau lebih sebelum ovulasi sehingga cukup besar untuk me- mencolok sesaat setelah lahir, saat kadar hormon maternal cepat menurury dan selama pubertas dan kehamilary ketikanonjol dari permukaan ovarium dan dapat dideteksi denganultrasonografi. Ukuran antrum bertambah karena akumulasicairan folikel dan oosit melekat pada dinding folikel melaluicumulus oophorus sel granulosa (Gambar 22-3). Karena selgranulosa pada dinding folikel tidak mengalami multiplikasi
384 I BAB22 profase selama masa janin. Kromosom terbagi rata di antara kedua sel anak, tetapi salah satu darinya mempertahankan hampir semua sitoplasmanya. Sel tersebut kini menjadi oosit sekunder dan lainnya menjadi badan polar pertama, yakni sel yang sangat kecil dan tidak dapat hidup dengan inti dan sedikit sitoplasma. Segera setelah badan polar pertama dikeluarkary inti oosit memulai pembelahan meiosis kedua, yang terhenti saat ini pada metafase. Oosit sekunder terovulasi melekat longgar pada permukaan ovarium karena cairan folikel koagulatif yang kaya-hialuronat yang dilepaskan bersamanya dary seperti dibahas kemudian, ditarik ke dalam pembukaan tuba uterina tempat fertilisasi dapat terjadi. Jika tidak dibuahi dalam sekitar 24 jam, oosit seku nder mulai berdegenerasi. Corpus Luteum Setelah ovulasi, sel-sel granulosa dan theca interna folikel ovarium menyusun diri membenfuk suatu kelenjar endokrinGambar22-6. Ultrastrukturfolikel primerdanzonapelusida. sementara, corPus luteum (L., badan kekuningan), padaGambaran SEM folikel primer memperlihatkan oosit yang dikelilingi korteks ovarium. Ovulasi menimbulkan kolaps dan pelipatansel granulosa (GC). Di antara permukaan oosit yang s-angat tua\"s lapisan granulosa dan theca di dinding folikel, dan darah daridan sel granulosa terdapat suatu lapisan fibrosa material ekstrasel, kapiler yang ruPtur mengumpul sebagai bekuan di area yangzona pelusida (ZP),yang mengandung empat glikoprotein terkait dulu menjadi antrum (Gambar 22-10). Bekas granulosa kiniyang mengikat sperma dan membentuk jalinan yang iregular. diinvasi oleh kapiler, dan se1 granulosa dan sel theca interna3000x. mengalami perubahan histologis dan fungsional dalam pengaruh LH, yang menjadi khusus untuk produksi steroid progesteron selain estrogen. Ukuran sel granulosa sangat bertambah (berdiameter 20-35perubahan hormonal secara kualitatif dan kuantitatif terjadi pm), tanpa membelah dan akhirnya menempati sekitar 80%kembali. parenkim corpus luteum. Sel-sel ini disebut sel lutein p;ranulosa (Gambar 22-10) dan kini telah kehilangan banyakOvulasi gambaran sel penyekresi-protein unfuk menambah perannya pada konversi aromatase androstenedion menjadi estradiol.Pada ovulasi, oosit primer matur yang besar terlepas dariovarium dan ditangkap oleh ujung tuba uterina yang meng- Bekas theca interna berperan menjadi komponen lain corpusalami dilatasi yang sangat dekat dengan permukaan ovarium luteum, yang menghasilkan sel lutein theca (Gambar 22-10).saat itu. Or,'ulasi normalnya terjadi pada pertengahan siklus Sel-sel ini berukuran kurang dari separuh ukuran sel luteinmenstruasi, yakni sekitar hari keempat belas dari safu siklus- granulosa dan sering terpulas lebih gelap, dengan gambaran28 hari. Pada manusia, biasanya hanya satu oosit yang di-bebaskan ovarium selama safu siklus, tetapi terkadang tidak ultrastruktural sitoplasma sel penyintesis-steroid. LH membuatada oosit yang dibebaskan, atau dua atau lebih oosit dilepaskan sel-sel ini menghasilkan sejumlah besar progesteron dansecara betsamaan. androstenedion. Se1 theca lutein biasanya teragregasi pada lipatan dinding corpus luteum, yang memiliki vaskularisasi Beberapa jam sebelum ovulasi, folikel mafur besar yang baik seperti semua kelenjar endokrin.menonjol ke tunica albuginea membenfuk area iskemik ke-putihan atau transluserU yakni stigm4 dengan pemadatan Nasib corpus luteum bergantung pada ada tidaknya ke-jaringan yang telah menghambat aliran darah. Secara ber- hamilan. Setelah kadar LH melonjak, corpus luteum terprogram menyekresi progesteron selama L0-12 har| Bila rangsangansamaan, sel granulosa dan sel theca interna mulai menyekresi stimulasi LH selanjutnya dan kehamilan tidak terjadi, kedua tipe se1 utama corpus luteum menghentikan produksi steroidprogesteron dan estrogen. Stimulus untuk ovulasi adalahlonjakan kadar LH yang disekresi hipofisis anterior sebagai dan mengalami apoptosis sementara jaringan beregresi. Akibatrespons terhadap peningkatan cepat kadar estrogen dalam penurunan sekresi progesteron adalah menstruasi, yaitu pe-sirkulasi, yang dihasilkan folikel dominan matur. LH men- lepasan sebagian mukosa uterus. Estrogen yang dihasilkanstimulasi sintesis hialuronat dan prostaglandin dan ke- corpus luteum aktif menghambat pembebasan FSH dari hipo-seluruhan produksi cairan di dalam folik\"el praovulatorik. fisis. Namur; setelah corpus luteumberdegenerasi, konsentrasiProgesterory LH dan FSH mengaktifkan sejumlah enzim steroid darah menurun dan sekresi FSH meningkat lagi, yangproteolitik, termasuk plasmin dan kolagen, di dalam dan di merangsang pertumbuhan sekelompok folikel lain dan me-sekitar folikel mafur yang cepat melemahkan iapisan granulosa(dan cumulus oophorus) dan Lunica albuginea di atasnya. pe- mulai siklus menstruasi berikutnya. Corpus luteum yangningkatan tekanan cairan folikel dan pelemahan dinding bertahan sebagian dari siklus menstruasi disebut corpusfolikel menimbulkan penggelembungan dan la1u ruptur per- luteum menstruasi. Sisa sel dari degenerasi dan regresinyamukaan ovarium di stigma. Oosit dan corona radiata, beserta difagositosis oleh makrofag. Setelah fagositosis tersebut,cairan folikel dan sel dari cumulus, dikeluarkan melalui lubang fibroblas memasuki daerah ini dan membenfuk parut jaringantersebut oleh kontraksi otot polos theca externa yang dipicu ikat padat yang disebut corpus albicans (L., badan putih)oleh prostaglandin dari cairan folikel. (Gambar 22-1.1). Sesaat sebelum ol'ulasi, oosit menyelesaikan pembelahan ]ika terjadi kehamilan, mukosa uterus tidak boleh meng-meiosis pertama, yang sudah bermula dan terhenti pada alami menstruasi karena embrio akan mati. Unfuk mencegah penurunan kadar progesterory sel-sel trofoblas embrio yang berimplantasi menghasilkan suatu hormon glikoprotein yang
SISTEM REPRODUKSIWANITA / 385Gambar 22-7. Folikel antrum. (a): Mikrograf dengan bagian sebuah folikel antrum memperlihatkan rongga atau vesikel antrum (A) cairan folikel. oosit (o) dikelilingi oleh zona pelusida (ZP) dan selberisi cairan yang tampak di lapisan granulosa saat sel menghasilkan luar folikel yang tumbuh berkembang menjadi theca interna (Tl) melapisi drnding folikel. Sel fibroblastik digranulosa (c) yang jugapenyekresi-steroid dan theca externa (TE) di luar. '100x. H&E. (b): Folikel antrum yang lebih berkembang memperlihatkan selapis antrum (A) yang terisi oleh cairan folikel dengan protein yangmembentuk suatu lapisan tipis selama fiksasi. oosit (o) kini menonjol ke dalam rongga berisi cairan ini, yang masih dikelilingi oleh selgranulosa yang kini membentuk corona radiata (CR). Sel corona radiata terhubung dengan oosit melalui taut celah antara prosesus yang padat sel granulosa yang disebut cumulusmelintasi zona pelusida. Corona radiata dan oosit melekat pada sisi folikel melalui massa dan mengelilingi antrum. Theca interna (Tl)oophorus (CO) yang bersambung dengan sisa sel granulosa yang membentuk dinding folikeldan theca externa (TE) mengelilingi keseluruhan folikel. '100x. PT.disebut human chorionic gonndotropin (HCG) dengan sepanjang sekitar 12 cm. Setiap tuba memiliki ujung berbentukmekanisme kerja yang serupa dengan LH. HCG bekerja pada corong, yaitu infundubulum, yang terbuka ke arah ronggacorpus luteum dengan mempertahankan dan meningkatkan peritoneum di dekat ovarium dan dengan juluran mirip jari-perfumbuhan selanjutnya dari kelenjar endokrin serta me- fari yang disebut fimbriae (L., juluran). Deretan regio di se- panjang setiap tuba adalah sebagai berikut:rangsang sekresi Progesteron yang mempertahankan mukosauterus. Progesteron juga merangsang sekresi kelenjar mukosa a Infundibulumuterus, yang penting untuk nutrisi embrio sebelum plasenta Ampulla, area terpanjang dan lebar tempat fertilisasi biasanya terjadi,berfungsi. Corpus luteum kehamilan ini menjadi besar dan Isthmus, suatu regio yang lebih sempit . di dekat uterus,dipertahankan oleh HCG selama 4-5 bulan; selama waktu ini,plasenta sendiri menghasilkan Progesteron (dan estrogen) danpada kadar yang adekuat untuk mempertahankan mukosauterus. Corpus luteum tersebut lalu berdegenerasi dan di- ' Bagian uterus atau intramural, yang melalui dindinggantikan oleh corpus albicans yang besar. uterus dan membuka ke dalam bagian dalam organ i4i'T\"UAA UTERINA Dinding oviduk terdiri atas lipatan mukosa, suatu lapisan muskularii tebal dengan ialinan lapisan sirkular (atau spiral)Tuba uterina atau oviduk adalah dua tabung berotot (Gambar dan longitudinal otot polos (Gambar 22-13)' dan suatu serosa22-12) dengan mobilitas yang tinggi, dan masing-masing tipis yang dilapisi oleh peritoneum viseral dengan mesotel'
386 I BAB22 F' t: 1 t= tIi ::lit :: -, :. i. ., $\" APTIKASI MEDIS ,,.{ffi;:.i I j.!' Pada wanita dengan tuba uterina yang tersumbatjaringan parut pasca-inflamasi, embrio tidak dapat mencapai uterus dan dapat berimplantasi di dinding tuba (kehamitan tuba atau ektopik). Datam hal ini, Iamina propria dapat bereaksi seperti endometrium uterus, dan membentuk sel desidua. Karena diameternya yang kecit dan ketidak- mampuan meregang, tuba tidak dapat menampung embrio yang tumbuh dan akan ruptur, dan menyebabkan perdarahan hebat yang dapat fatal jika tidak segera ditangani.Gambar 22-8. Dinding folikel antrum. pada pembesaran yang memasuki infundibulum dan bergerak menuju ampulla.lebih kuat, sebagian kecil dinding folikel antrum memperlihatkan Sekret yang melapisi tuba memiliki zat nutrisi dan bersifat protektif bagi oosit dan sperma, termasuk faktor yang me-Iapisan sel granulosa (G) di dekat antrum (A) dengan protein yangberagregasi dalam sel yang berkontak dengan cairan folikel. Theca ningkatkan aktivasi sperma (kapasitasi). Oosit biasanya tetapinterna (Tl) mengelilingi folikel, selnya tampak bervakuola dan ter_ hidup maksimum hingga sekitar 24 jam jika tidak dibuahi.pulas lemah karena droplet lipid sitoplasmanya, suatu ciri khas sel Selain biasanya terjadi di ampulla, fertilisasi berakhirpenghasil-steroid. Theca externa (TE) di atasnya mengandung dengan penyatuan sperma dan sel telur yang bersifat haploidfibroblas dan sel otot polos serla bersatu dengan stroma (S). Suatumembran basal (BM) memisahkan theca interna dari granulosa, dan menghasilkan jumlah diploid kromosom yang khas untukyang menghambat vaskularisasi granulosa. 400x. pT. spesies. Akan tetapi, fertilisasi mula-mula mendorong oosit menyelesaikan pembelahan meiosis kedua, dengan pem- aPuKAgl:fit€Dts bentukan ovum dan pelepasan badan polar kedua. Corona Tuba uterina umumnya disebut tuba failopi, sesuai nama radiata biasanya masih ada ketika sperma membuahi oosit dan ahli anatomi Fallopius pada abad ke-16, dan pada selnya semakin terlepas selama beberapa jam berikutnya. terminologi kedokteran sering dinyatakan dengan prefiks Sel diploid yang terbentuk selama fertilisasi, yaitu zigot \"salping-' (Yun., salpinx, terompet), seperli pada (Yun., zygotos, terhubung bersama), memulai pembelahan sel \"salpingitis\" untuk peradangan lapisan tuba dan dan diangkut ke uterus, yang memerlukan waktu sekitar 5 hari. Kontraksi lapisan otot tuba, bersama pergerakan silia \"salpingektomi\" untuk pembedahan struktur-struktur ter_ sebut. lapisan yang menufupi mukosa, mengangkuiembrio awal ke arah uterus. Aktivitas silia tampaknya tidak begitu penting, karena proses pengangkutan biasanya terjadi pada wanita dengan sindrom silia imotil.Mukosa tuba memiliki banyak lipatan panjang bercabangyang paling mpeontocnogloakndmi eblaingtiaanngam(Gpaumla,bayrurZlgi-t-2e1r.lyf\"iprrapiuairIabirin padamukosa ini makin mengecil pada segmen tubayangberdekatandengan uterus dan tidak terdapat pada bagian intramural ''tuba. ff,'#\"r '-='q! !b * a-qMukosa tuba terdiri atas epitel selapis silindris di laminapropria jaringan ikat longgar (Gambar 22-72 dan 22_73). Gambar 22-9. Atresia. Atresia atau degenerasi sebuah folikelEpitelnya mengandung dua jenis sel yang penting secara dapat terjadi pada setiap tahap perkembangan dan terlihat padafungsional: sel bersilia dan sel sekretoris yang terpuias lebih gambar ini dalam sebuah folikel yang telah membentuk sebuah antrum besar. Atresia ditandai dengan apoptosis sel granulosa (G)gelap, atau peg cell dengan ujung apikal yurlg biu\"u.,yu -\"- dan autolisis oosit dengan makrofag yang memasuki struktur yangnonjol ke dalam lumen (Gambar 22,13). Silia melecut ke berdegenerasi untuk membersihkan debris. Banyak sel apoptotik arah terlihat longgar di antrum (A) dan sel corona radiata telah meng- hilang, dan membuat oosit degeneratif terapung bebas di dalamuterus, dan menggerakkan lapisan tipis cairan kental yang me- antrum. 200x. PT.nutupi permukaan epitel dan mengandung glikoprotein dankomponen nutrien yang dihasilkan sel sekretorii. Terutamadengan rangsangan estrogen, silia memanjang dan kedua tipesel mengalami hipertrofi selama fase pertumbuhan foliielsiklus ovarium dan mengalami atrofi dengan kehilangan siliaselama fase luteal lanjut. Saat terjadi ovulasi, tuba uterina memperlihatkan pergerak_an akti{. Juluran infundibulum sangat mendekati ovarium dansebagian menutupi permukaannya. Hal ini memudahkantranspor oosit sekunder yang diovulasi ke dalam fuba. Denganbantuan kontraksi otot fimbriae dan aktivitas silia epitel, oosit
SISTEM REPRODUKSIWANITA I 387 ffiilb-,i.t#+i **ryhhP ':M .'€i.-' . ,t**t *# #s; GL# * 'r,F, .{fl'# ir''\"# ..*,l{+ #l;e qHR'+#* 'triT.'#. s.\"4 ,# &h .* :. ,. ffi5 u'*lS ,i '* r,*# \".' il;. bs .#1ridFEGambar 22-10, Corpus luteum. Corpus luteum merupakan suatu struktur endokrin besar yang terbentuk dari sisa folikel dominanbesar setelah mengalami ovulasi. (a): Mikrograf dengan pembesaran lemah memperlihatkan corpus luteum (CL), yang ditandai denganlipatan bekas granulosa yang kolaps ketika theca externa berkontraksi saat ovulasi. Bekas antrum sering mengandung bekuan darah(BC) dari pembuluh darah di lapisan theca yang rusak selama ovulasi. Sel-sel granulosa dan theca interna tersusun ulang dalam pengaruhLH hipofisis dan namanya berubah. 15x. H&E. (b): Sel lutein granulosa (GL), yang tampak dengan pembesaran kuat pada gambar ini,mengalami hipertrofi bermakna, dan menambah sebagian besar ukuran corpus luteum, dan mulai menghasilkan progesteron. Ukuran sellutein theca (TL) hanya sedikit bertambah dan terpulas agak lebih gelap ketimbang sel lutein granulosa, dan mulai menghasilkan estrogen.Sel lutein theca yang berasal dari theca interna, biasanya berada di dalam lipatan yang membentuk massa jaringan ini. '100x. H&E.&,T€R&'S Ketiga lapisan tersebut bersambung dengan padanannya di tuba uterina. Ketebalan dan struktur endometrium, yangSeperti diperlihatkan pada Gambar 22-12,rterus adaiah organ bahkan melebihi ketebalan mukosa tuba,.dipengaruhi secara siklik oleh perubahan kadar hormon ovarium (Gambar 22-berbentuk pir dengan dinding otot yang tebal. Bagian ter- 15).besarnya, yaitu badan (korpus), dimasuki tuba uterina kanan Miometriumdan kiri dan area superior yang melengkung di antara kedua Miometrium (\un. myo, otot, + metra, uterus), yakni lapisantuba disebut fundus. Uterus menyempit di isthmus dan yang paling tebal di uterus, terdiri atas berkas-berkas serabutberakhir dengan suatu str-uktur silindris di bawah, yakni otot polos yang dipisahkan oleh jaringan ikat dengan banyak pembuluh darah. Berkas otot polos ini membentuk empatcervix, dengan lumen di regio ini yang masing-masing disebut lapisan yang tidak berbatas tegas. Lapisan pertama dan ke-ostium internum (L. os, mulut) dan canalis cervicis. empat terutama terdiri atas serat yang tersusun sejajar dengan sumbu panjang organ, dengan lapisan tengah yang me- Dengan sokongan serangkaian ligamen dan mesenteriumyang juga berhubungan dengan ovarium dan tuba uterina ngandung pembuluh darah besar.(Gambar 22-I), dinding uterus memiliki tiga lapisan utama Selama kehamilan, miometrium akan mengalami masa(Gambar 22-12): pertumbuhan pesat yang melibatkan hiperplasia (bertambah- nya jumlah sel otot polos) dan hipertrofi (bertambahnyao suafu lapisan jaringan ikat luar, perimetrium, yang ber- ukuran sel). Selama pertumbuhan tersebut, banyak sel otot polos juga aktif menyintesis kolagen. Setelah kehamilan, se- sambung dengan ligamen, yang berupa lapisan adventisia jumlah besar sel otot polos mengerut, dan banyak di antaranya di sejumlah area, tetapi kebanyakan berupa serosa yang dilapisi mesotel.. lapisan tebal otot polos yang memiliki banyak pembuluh darah, miometrium (Gambar 22-L4), danr suatu mukosa, endometrium, yang dilapisi oleh epitel kolumnar selapis.
388 I BAB22 Gambar 22-1l. Corpus albicans. Sebuah corpus albicans (CA) menopause/ penurunan sintesis hormon-hormon ini menyebab- kan involusi umum jaringan pada organ reproduksi. adalah parutjaringan ikat yang terbentuk di corpus luteum setelah mengalami involusi. Struktur ini kebanyakan mengandung kolagen, Dari saat pubertas hingga menopause pada usia sekitar 45- dengan sedikit fibroblas atau sel-sel lain, dan semakin mengecil 50, gonadotropin hipofisis menghasilkan perubahan siklik dan menghilang di stroma ovarium. lnvolusi corpus luteum tidak kadar hormon ovarium, yang menyebabkan endometrium melibatkan atresia. 60x. H&E. mengalami perubahan struktural siklik selama siklus haid mengalami apoptosis dengan penghancuran kolagen yang tidak diperlukary dan uterus kembali hingga hampir mencapai (Gambar 22-15 dan22-17).Durasi siklus haid bervariasi tetapi ukurannya sebelum kehamilan. rata-rata berlangsung selama 28 hari. Karena siklus haid di- sebabkan oleh perubahan fotikel ovarium yang terkait dengan Endometrium produksi oosit, seorang wanita hanya fertil pada tahun-tahun ketika ia mengalami siklus haid. Lamina propria atau jaringan ikat stroma endometrium ter- Hari pertama siklus haid biasanya dianggap sebagai hariutama mengandung serat kolagen tipe III dengan sejumlah saat perdarahan haid mulai muncul. Produk haid terdiri atas endometrium yang berdegenerasi dengan darah dari vaskular besar fibroblas dan substansi dasar. Sel-sel epitel kolumnar yang rupfur. Fase menstruasi berlangsung rata-rata Z-4hari. pelapisnya memiliki sel-sel bersilia dan sekretoris. Se1 sekretoris Fase berikutnya, yaitu fase proliferasi, memiliki lama yang membentuk lapisan sejumlah besar kelenjar uterus fubular bervariasi, dengan rerata 8-10 hari, dan fase sekresi yang dalam kelenjaL yang mempenetrasi ketebalan endometrium bermula saat ovulasi dan berlangsung sekitar 14 hari (Gambar (Gambar22-14). 22-15). Pentbahan struktur yang terjadi selama siklus timbul secara berangsur, dan peristiwa yang menandai fase-fase Lapisan endometrium dapat dibagi menjadi dua zona: (1) tersebut terjadi secara tumpang tindih.Lapisan basal yang berdekatan dengan miometrium me-ngandung lamina propria yang memiliki banyak sel dan ujung Fnse PRorrreRnsrbasal'kelenjaruterus. (2) Lapisan fungsional (atau functionalis)superfisial mengandung lamina propria yang berspons dan Setelah fase menstruasi, mrtkosa uterus menjadi retatif tipismemiliki lebih sedikit sel, lebihbanyak mengandung substansi (kira-kira 0,5 mm). Awal fase proliferasi, yang juga disebutdasar, sebagian besar panjang kelenjar, dan epitel permukaan fase folikular atau estrogenilg bertepatan dengan tumbuhnya(Gambar 22-14). LapisNr fungsional mengalami perubahan sekelompok kecil folikel ovarium yang mengalami transisi daridrastis selama siklus haid, tetapi lapisan basal relatif tidak folikel pra-antrum ke folikel antrum. Dengan terbentuknyaberubah (Gambar 22-15). theca intema, folikel ini aktif menyekresi estrogery yang me- ningkatkan konsentrasi plasmanya. Pembuluh darah yang mendarahi endometrium terutamapenting untuk pelepasan sebagian besar lapisan fungsional ini Estrogen bekerja di endometrium yang menginduksisecara periodik selama haid. Arteria arcuata di lapisan tengahmiometrium memberi cabang berupa dua set arteri kecil ke proliferasi sel dan membentuk ulang lapisan fungsional yangendometrium (Gambar 22-74 dan22-16): arteri lurus (a. recta), hilang selama menstruasi. Sel-sel pada ujung basal kelenjaryang hanya menyuplai lapisan basal, dan a. spiralis, yang berproliferasi, bermigrasi dan membentuk lapisan epitel baruterbentang lebih jauh dan mengalirkan darah melalui lapisan yang menufupi permukaan endometrium yang terpajan saatfungsional. Arteria spiralis bercabang dengan banyak arteriol haid sebelumnya. Pada fase proliferasi, endometrium ditutupi epitel selapis silindris dan kelenjar uterus berbentuk tubulusyang menyuplai jalinan kapiler yang meliputi banyak lurus dengan lumen yang sempit dan hampir kosong (Gambarpembuluh lebar berdinding-tipis, disebut lacuna vascularis. 22-1,7). Gambaran mitosis dapat ditemukan pada sel epitel dan fibroblas. Sel-sel kelenjar secara bertahap menumpuk sisternaSiklus Haid RE kasar dan kompleks Golgi besar sebagai persiapan unfuk aktivitas sekretoriknya. Arteria spiralis memanjang saat lapisanDi seluruh sistem reproduksi wanita, estrogen dan progesteron fungsional terbentuk kembali dan tumbuh (Gambar 22-14) danmengendalikan pertumbuhan dan diferensiasi sel epitel dan mikrovaskular luas terbentuk di dekat permukaan lapisanjaringan ikat terkait. Bahkan sebelum lahir, sel-sel ini di- fungsional. Pada akhir fase proliferasi, tebal endometriumpengaruhi estrogen dan progesteron yang beredar dalam mencapai 2-3 mm.darah ibu dan mencapai janin melalui plasenta. Setelah Fnse Sernesr Setelah ovulasi, fase sekretorik atau luteal bermula akibat progesteron yang disekresi corpus luteum. Progesteron me- rangsang sel-sel epitel kelenjar uterus yang terbentuk selama fase proliferasi dan sel-sel epitel mulai menimbun glikogen, yang lalu mengalami sekresi apokrin. Sekrei kental yang kaya akan glikogen dan glikoprotein melebarkan lumen kelenjar- kelenjar tersebut. Secara histologis, kelenjar menjadi bergelung selama periode ini. Mikrovaskular superfisial kini mencakup lakuna darah berdinding tipis (Gambar 22:1.6 dan 22-17). Endometrium mencapai ketebalan maksimumnya (5 mm) selama fase sekretorik akibat akumulasi sekret dan edema di stroma. Jika pembuahan terjadi pada hari setelah or,.ulasi, embrio diangkut ke uterus sekitar 5 hari kemudian dan kini melekat pada epitel uterus ketika ketebalan endometrium dan aktivitas sekretorik menjadi optimal untuk implantasi dan nutrisi embrio. Sekresi kelenjar uterus adalah sumber utama nutrisi
1..illti- r {1- SISTEM REPRODUKSIWANITA / 389 :i:.,: Mucosa Epitel kolumnar selapis r.h,, b Tuba uterina LigamentumPembuluh suspensorium ovariidarah ovarium Tuba uterina Bagian uterusFimbriae 1 ,r#1ffi$.lF,#tfMesosalpinx AmpullaOvarium lnfundibulumCorpus uteri Lumen uterus EpitelLigamentum latum- a-tILapisanlsthmus fungsionalPembuluh darah---$ ILapisanulerus basal Ureter---%r Ligamentum transversale cervicis Vagina a Tampak posterior Endometrium Miometr,iurmt{ c UterusGambar 22-12. Tuba uterina dan uterus. Tuba uterina atau oviduk merupakan pasangan duktus yang menangkap oosit sekunderyang terovulasi, memberi makan oosit dan sperma, menciptakan lingkungan mikro untuk fertilisasi, dan mengangkut embrio yangmerb\"luh ke uterus. (a): Diagram memperlihatkan hubungan antara tuba uterina dan uterus dalam suatu gambar utuh dari posierior (kiri)dan potongannya (kanan). (b): Mikrograf memperlihatkan tuba uterina dalam potongan melintang. H&E. (c): Mikrograf memperlihatkanlapisan endometrium dan miometrium pada dinding uterus. 45x' H&E.
390 I BAB22saadedd(dGepkspeaaatpianianbnneteegnmalamklaplatohnbemuhsnfrlake)ueokgsorlemkvi1etseumtul4pau2pldatbe0nai2atisaryxnsekl-ianiialh1Hgbkhlda3meae&oit(aktn'rLrEeistamk)Mumi.anlraoida(upnwboeikes)ylmaloere:tamaellshbpMnreaburisghisiemdokeoardarmbsbrondhiminurgleaiitamdoormp.pa.niaunePpf(,(tcrsegaamgtcctrde)eelu:)ietarhrruulmlaPaaiythb(kaatropdakaaimnset)atno,.grnauldnsichsttagee.eepatnalor4sretsnksint0rnekraemjo0ombaonkgxlaam.raeee,rnlLepdntipondapa,lerrtaepinai;tdkspeninsasdiolgkgant:oaa(anlEs4inlgpmti)u0tamyaspb0yamdteuaaaxanalb,snnkgnsaucgMeprtmmuteaekaatlreneaurrldilepnrmorkautiauhrosobtyilaksrsaetidmeastutsroriia,bikalcagiodaalshaengJnmrcmltiauoasrjeuntmpni,ennmduermyaglatie.anraneimpsnanndrifdgeJogbasumnhppeelnagapradrgmisskealaiiionroldkl(nginlmhuauLtaamnraepalatnk)kektrcticanpsiy\"afinrpeiai(rdtmnLoaasajg)aneuke.nllanir2mnnb\"kig0luaiieoegin0tnurlrleugakxisrmrek.nliiaamudpnypkcnaaarbkii.gssnraas,aaign(necnnsbgp,meeeaodlmrepnmats)olajpiba:ailtkidipranpsripaiogoesodeimpluakspoeenenibiskrptteieuloitaustaksledrsikaraklef.krooehbauSvlrseunltuaeeairmltrismsrskeiuinaaulr(uimauaCasaarst,it) :',: t, \" \ .i.,4 # '.,R 11l*'Gambar 22'14';;p\"rr,r,!L.* ;\";n\";vaskularisasi baikUlerus' Sebagian besar dinding uterus terdiri atas miometrium, yang terdiri atas jalinan lapisan otot polosLapisan internal uterus, yang setara dengan mukosa, adalah endometrium. (a): vir,rogrui6:;;mmbmklbleelaie'ekrcsulntraaieolbclptv(aaaAi(ashkBps)iui)kyspetueaaenlnnabncddgraapoorgamtalmeuiaaraeehnbdsttierrsi,ipiknutuobeoammlalsome,nigtnya.iysjadda1akaar0dnlla0suaagmxuthn.embrfsMsseuutteamsnraolngalblpmsospaaiiraitosynadntisjaraakaiiscnroliahmgnlburrg,ieomo(aGdrmmgnna)aeeanistn.krr,esatiuu(ertdbmtnlaek)gf:hnibs(ugDpMresaoaibu)bnda.uslataaLabsdahskaepandnalidasyeg.aapanarsnikgsnpeaaibssrnbnaaetarslblioinnasiyygilsiaae(amAnknnlee).gfse.niMbang1mirdioa0keoyn0brmmoadxlagn-ueislrgnitMa,krgifiausakmusilunltboiijlfiusir.athyntea+agrt(nonrdpsionyataihaxapn.srdaaomavathmlase)laati.me<lrope.Spirdtseyte(aarcrnolnnt)ilrmah:icrkafE\"uahhtuknprutoaedgistmnrsuieuisotesbnnl.paaya(ewpaGtri,asm)ahkydunonaaklyiantafauugaenbnb(nagSans(g)hSyioiaaamEnlknu)easmalyyaradtitilnnaepikggnreii
SISTEM REPRODUKSIWANITA / 391 Siklus ovarium ffiffi *-'fi@s-.*#\"j, #t Folikel Folikel Folikel Ovulasi Corpus Regresi primer vesikular luteum terbentuk Fase folikular I Fase luteal Ovulasi Ovulasi flsirmgwr!Progesteron f-\"pirunfIfunOsional t-upirun{ Ibasal Hari Fase menstruasi Fase proliferatif Fase sekretorisGambar 22-15. Korelasi siklus ovarium dan siklus haid dengan kadar hormon-hormon pengaturnya. Perkembangan siklik folikelovarium dan corpus luteum, yang diatur oleh gonadrotropin hipofisis, FSH dan LH, menimbulkan perubahan siklis kadar hormon utamaovarium: steroid estrogen dan progesteron. Estrogen menstimulasi fase proliferasi siklus uterus dan kadar puncaknya mendekati hariovulasi, yang menandai pertengahan siklus ovarium. Setelah ovulasi, corpus luteum terbentuk dan menghasilkan progesteron danestrogen yang bersama-sama meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan lapisan fungsional endometrium. Jika fertilisasi danimplantasi embrio tidak terjadi, regresi corpus luteum menimbulkan penurunan kadar hormon steroid dan kegagalan mempertahankanjaringan endometrium baru. Jaringan baru ini terlepas sebagai darah menstruasi, dan hari pertama terjadinya hal ini dianggap sebagaihari ke-1 siklus ovarium dan siklus uterus. Lapisan basal endometrium tidak sensitif terhadap penurunan progesteron dan bertahan se-lama haid, yang bertindak meregenerasi lapisan fungsional selama fase proliferasi selanjutnya.
392 I BAB22Epitel lumenuterusKapilerLakuna co terjadi saat sel endometrium yang berpindah selama haid,Kelenjar uterus .a9 mengalir ke dalam satu atau kedua tuba uterina, bergerakEndometrium c ke atas dan tumbuh keluar uterus bukan keluar melaluia. spiralis vagina. Tempat yang umum terjadinya peftumbuhan ter- f sebut adalah tuba itu sendiri, permukaan ovarium, atauCabang radial lapisan peritoneal. Dalam pengaruh estrogen dan pro-a. arcuata c gesteron, jaringan ektopik tumbuh dan berdegenerasi setiap bulan tanpa pengeluaran secara efektif, yang me- (E nimbulkan nyei, peradangan, kista, perlengketan, dan .oo- jaringan parut yang dapat menimbulkan infertilitas. (E :::1.1:...1r l:;-.1-,,!:::..,,1.;t',i.r'.it:.i.:1i.11,.,..1;i,=t:;1;r.,i,,,;,:1t1,;:+ J ngaruhi oleh aktivitas tersebut. Namury bagian utama lapisan I fungsional, termasuk epitel permukaary kebanyakan kelenjar, stroma dan lakuna darafu terlepas dari endometrium dan LltIlta$n(o-. keluar sebagai darah haid atau mens. Konstriksi arteri biasanya membatasi kehilangan darah selama haid, tetapi sejumlah lt6(E darah keluar dari ujung vena yang terbuka. Jumlah endo- ll(oE- metrium dan darah yang hilang saat haid bervariasi antar wanita dan pada wanita yang sama di waktu yang berbeda. ]J Pada akhir fase menstruasi, endometrium biasanya ber-mrometrium kurang menjadi suatu lapisan tipis dan siap memulai siklus baru sewaktu sel-selnya mulai membelah untuk memulihkanGambar 22-16. Suplai arteri ke endometrium. Lapisan basal mukosanya. Tabel 22-1, merangkum kejadian-kejadian pentingdan fungsional endometrium diperdarahi oleh berbagai set aderi pada siklus menstruasi.kecil yang muncul dari a. arcuata uterus di miometrium: masing-masing a. recta dan a. spiralis. Arteria spiralis peka terhadap lmplantasi Embrionik, Desidua, & Plasentaprogesteron, yang tumbuh cepat secara spiral saat lapisanfungsional menebal dalam pengaruh steroid luteum tersebut dan Oosit manusia dibuahi di ampulla tuba uterina, dan zigot yangmemberikan darah ke mikrovaskular yang mencakup banyak terbenfuk mengalami pembelahan mitosis sewaktu zigotber-lakuna yang dilapisi oleh endotel tipis. Suplai darah ini membawaoksigen dan nutrien ke sel lapisan fungsional dan embrio yang gerak secara pasif ke arah uterus. Selama wakfu tersebu!berimplantasi ke dalam jaringan tersebut. Jika tidak terdapatembrio yang menghasilkan gonadotropin pengganti LH, corpus embrio tetap berada dalam zona pelusida dan berukuran se-luteum mengalami regresi 8-10 hari setelah ovulasi. penurunan rupa dengan oosit saat pembuahan. Sel-sel yang berasal daricepat kadar progesteron menyebabkan konstriksi a. spiralis dan segmentasi zigot disebut blastomer (Yun. blnstos, benih, +perubahan lain yang cepat menimbulkan iskemia setempat di meros, bagian) dan agregat padat blastomer adalah morula (L.lapisan fungsional dan pemisahannya dari lapisan basal selama moruml mulberry). Karena ukuran zigot tidak bertambah,haid. blastomer menjadi semakin kecil setiap membelah.embrio sebelum dan selama implantasi. Selain meningkatkan Embrio mencapai rongga rahim 4-5 hari setelah pembuahansekresi, progesteron menghambat kontraksi kuat miometriumyang dapat mengganggu implantasi embrio. dan kehilangan zona pelusida. Pada waktu ini, sebuah rongga terbentuk di pusat morula clan embrio memasuki tahap per-Fnsr MelrsrRunst kembangan blastokista. Blastomer mengatur diri dalamBila pernbuahan oosit dan implantasi embrio tidak terjadi, lapisan perifer yang disebut trofoblas di sekitar ronggacorpus luteum akan beregresi dan kadar progesteron danestrogen darah mulai menurun 8-10 hari setelah ovulasi, yang tersebut, sementara beberapa sel mengumpul di dalam lapisanmenimbulkan onset haid (Gambar 22-15). penurunan pro- ini, membentuk embrioblas atau inner ceII mass (Gambar 22-gesteron menimbulkan (1) spasme kontraksi otot di a. spiraliskecil lapisan fungsional, yang mengganggu aliran darah 18). Blastokista tetap berada di dalam lumen uterus selamanormaf dan (2) peningkatan sintesis prostaglandin oleh selarteri, yang menimbulkan vasokonstriksi kuat dan hipoksia dua atau tiga hari, yang terbenam dalam sekret kelenjar endo-setempat. Sel yang mengalami jejas hipoksik melepaskan metrium-sitokin yang meningkatkan permeabilitas vaskular dan imi-grasi leukosit. Leukosit melepaskan kolagenase dan sejumlah Implantasi, atau nidasi, mencakup perlekatan blastokistamatriks metalloproteinase (MMP) lain yang menguraikan dengan sel-sel epitel permukaan pada fase sekretoris lanjut dimembran basal dan komponen matriks ekstrasel lain (Gambar endometrium dan penetrasi proteolitiknya melalui epitel ter-22-1,7). Lapisan basal endometrium yang tidak bergantung sebut ke dalam stroma di bawahnya (Gambar 22-18), suatupada a. spiralis yang peka-progesterorL relatif tidak dipe- proses yang berlangsung sekitar tiga hari. Sel-sel trofoblas mendorong peristiwa implantasi; dan selama implantasi, sel embrioblas tersusun kembali menjadi dua rongga baru, amnion dan yolk sac. Di tempat kontak sel-sel yang melapisi rongga tersebut, cakram embrionik bilaminar terbentuk dengan lapisan epiblas yang bersambung dengan amnion dan lapisan hipoblas yang bersambung dengan yolk sac (Gambar 22-J,8). Semua bagian embrio berkembang dari cakram embrionik awal ini. YoIk sac dan amnion membentuk strukfur embrionik, tetapi hanya amnion yang bertahan di sepanjang masa
SISTEM REPRODUKSIWANITA / 393Gambar 22-17.Fase proliferatif, sekretoris dan pramenstruasi di uterus. Fase utama siklus uterus bertumpang tindih, tetapi me-nimbulkan berbagai perubahan khas di lapisan fungsional (F) yang paling dekat dengan lumen (L) dengan sedikit efek terhadap lapisanbasal (B) dan miometrium (M). Gambaran khas setiap fase mencakup hal berikut. Selama sebagian besar fase proliferatif (a dan d),lapisan fungsional masih relatif tipis, stroma lebih banyak mengandung sel dan kelenjar (G) relatif lurus, sempit dan kosong. Pada fasesekretoris (b dan e), lapisan fungsional kurang banyak mengandung sel dan mungkin empat kali lebih tebal ketimbang lapisan basal.Kelenjar tubular memiliki lumen yang lebih lebar dan mengandung produk sekretoris dan bergelung erat melalui stroma, yang memberikangambaran histologis seperii zig-zag atau terlipat. Di atas lapisan fungsional terdapat lakuna (La) yang tersebar dan terisi darah. Fasepramenstruasiyang pendek (c dan f) bermula dengan konstriksi a. spiralis, yang menimbulkan hipoksia yang menyebabkan pembengkakandan disolusi kelenjar (G). Stroma lapisan perifer fungsional lebih padat dan di dekat lapisan basal biasanya tampak lebih menyerupaispons selama stasis darah, apoptosis dan perombakan matriks stroma. a:20x;b dan c: 12x; d, e, dan f: 50x. Semua H&E.kehamilan. Trofoblas berdiferensiasi selama implantasi men- kemudian oleh berbagai faktor embrionik yang menimbulkanjadi suatu sitotrofoblas dan trofoblas sinsitial yang lebih toleransi imun setempat untuk embrio di sepanjang masa ke-superfisial (suatu massa multinuklear invasif); kedua struktur hamilan.ini berperan menjadi bagian embrionik plasenta. Kira-kira Stroma endometrium mengalami perubahan besar dalampada hari kesembilan setelah ovulasi, embrio sepenuhnya ber- beberapa hari setelah implantasi. Fibroblas membesar dan ber- bentuk poligonaf lebih aktif pada sintesis proteiry dan kiniimplantasi di endometrium dan memperoleh nutrien dari disebut sel decidua. Keseluruhan endometrium kini dianggap sebagai decidua (L. deciduus, jatuh, terlepas). Desidua men-darah dan sekret di tempat tersebut. Sel trofoblas melepaskan cakup decidua basalis, yang terdapat di antara embrio itusitokin anti-inflamasi unfuk mencegah reaksi simpang rahimdari embrio yang berimplantasi dan sel-sel ini disuplai
394 I BAB22 Pelepasan bagian mukosa kira-kira 14.Tabel 22-1 Ringkasan peristiwa selama siklus haid. hari setelah ovulasi. Kerja utama hormon hipofisis Kejadian penting padaovaflum Hormonovarium yangdominanKejadianpenting padaendometriumsendiri dan miometrium; decidua capsularis, di antara embrio Gervix Uteridan lumen uterus, dan decidua parietalis, yailu bagian desidualainnya (Gamb ar 22-19). Cervix adalah bagian bawah uterus yang silindris (Gambar 22-1,), danstntktur histologinya berbeda dari bagian lain uterus. Plasenta adalah tempat berlangsungnya pertukaran Lapisan mukosa endocervix adalah suafu epitel selapis silindrisnutrien, limbah, O, dan CO, antara ibu dan fetus, serta me- penghasil-mukus pada lamina propria yang tebal. Regio cervixngandung jaringan dari kedua individu. Bagian embrioniknya tempat canalis endocervicalis membuka ke dalam vaginaadalah chorion, yang berasal dari bekas trofoblas, dan bagian disebut ostium externum, yang menonjol ke dalam bagian atasmaternalnya dari decidua basalis. Kedua lapisan trofoblas vagina dan dilapisi oleh mukosa exocervix yang memiliki epitel gepeng berlapis. Suatu taut khas, atau zona transformasi,bersama-sama membentuk villi chorialis yang menonjol ke dijumpai dengan perubahan mendadak epitel kolumnar se- lapis menjadi epitel kolumnar berlapis (Garnbar 22-21). Lapisandalam lakuna darah di desidua danmenambahluas permukaan tengah cervix yang lebih dalam memiliki sedikit otot polos danunfuk nutrien dan penyerapan Or. Vili diinvasi oleh mesenkimembrionik dan pada akhir minggu ketiga kehamilary kapiler terutama terdiri atas jaringan ikat padat. Dari stroma ini,lebar bersambung dengan vaskular embrionik yang terbentuk banyak limfosit dan leukosit lain mempenetrasi epitel berlapisdi vili. Akhirnya plasenta mengandung ribuan villi chorialis, untuk memperkuat pertahanan imun setempat terhadapdan masing-masing bercabang berulang kali dan setiap cabangmengandung satu atau lebih gelung kapiler. Karena tergantung mikroorganisme. Sebelum partus, cervix sangat melebar dan melunak akibat aktivitas kolagenolisis hebat pada stroma.di kompartemen darah maternal, villi chorialis memiliki areayang luas untuk pertukaran metabolit (Gambar 22-20). per- APLIKASIMEDIStukaran gas, nutrien dan limbah terjadi antara darah fetus dikapiler dan darah maternal yang membasahi vi1i, dengen Kanker serviks (karsinoma serviks) berasal dari epitel berlapis gepeng. Meskipun sering dijumpai, angkadifusi yang terjadi melalui lapisan trofoblas, jaringan ikat vi1us, mortalitasnya cepat menurun di seluruh dunia karenadan endotel kapiler. karsinoma ini biasanya terdeteksi pada stadium dini me- Plasenta juga merupakan suatu organ endokrin, yang lalui program skrining rutin. Pada pemeriksaan tersebut,menghasilkan HCG, tirotropin korionik, kotikotropin korionik, sel-sel rahim diperiksa melalui sitologi eksfoliatif,estrogery progesteron, dan hormon lain. Informasi yang lebih dengan menggunakan sel yang telah diambil denganrinci mengenai perkembangan embrio dan pembentukan sertastruktur plasenta perlu dicari pada buku ajar embriologi. suatu sikat atau spatula kayu dari rahim, terutama dari regio perTemuan antara epitel kolumnar selapis dan epitel APTIKASIMEDIS berlapis gepeng, yang dipulas pada kaca objek dan dilihat dengan mikroskop. Sel-sel abnormal yang mengisyaratkan Perlekatan awal embrio biasanya terjadi pada dinding perubahan prakanker di epitel terdeteksi dalam apus ventral atau dorsal corpus uteri. Kadang-kadang embrio serviks atau apus Pap. Disebut Pap sesuai nama pe- melekat dekat dengan ostium internum. Datam hal ini, plasenta akan terletak di antara fetus dan vagina, dan nemunya, George Papanicolaou, yang memperkenalkan menutupi jalan keluar fetus saat melahirkan. Keadaan ini teknik diagnostik ini pada 1920. disebut placenta previa, dan harus diketahui dokter, serta fetus harus dilahirkan melalui operasi caesar; bila tidak, Pertumbuhan sel abnormal (displasia) dengan ke- fetus dapat meninggal. Kadang-kadang, sepefti yang mungkinan perburukan menjadi karsinoma (neoplasia) telah disebut, embrio melekat pada epitel tuba uterina. terjadi paling sering di zona transformasi antara epitel Zigot sangat jarang dapat memasuki rongga perut, me- kolumnar dan berlapis gepeng, terutama bila sel juga me- Iekat di peritonium, dan berkembang di tempat tersebut. ngandung virus papilloma manusia (HPV) yang umum di- jumpai.
Lapisan fungsional SISTEM REPRODUKSIWANITA / 395 endometrium lii.irLlitnen-tuterus-ffiHari 5 ii:irl,r,,l,:.' I l ,F*f&s', 1i. rnr f:ir' ill' i,trt;i,:r:.:Hari 7 Sitotrofoblas Sinsitiotrofoblas 1\"\"orur germinat -l bilaminar Sitotrofoblas Sinsitiotrofoblas Sitotrofoblas Sinsitiotrofoblas ''%''Witr Kelenjar uterusqff) itGambar 22-18. lmplantasi embrio; Koordinasi antara ovulasi dan perkembangan endometrium menghasilkan embrio yang tampaksebagai blastokista sekitar 5 hari setelah ovulasi atau fertilisasi, ketika uterus berada pada fase sekretoris lanjut dan paling siap untukimplantasi. Setelah zona pelusida terlepas, protein reseptor di sel trofoblas embrio mengikat ligan dan proteoglikan pada sel epitelendometrium. Trofoblas mengirimkan juluran antara sel endometrium dan meningkatkan destruksi apoptotiknya. Trofoblas kini juga mem-bentuksuatu lapisan sinsitium luarinvasif yang disebutsinsitiotrofoblas. Matriks metaloproteinase menjadi aktif dan/atau dilepaskan se-tempat untuk mencerna lamina basal dan komponen stroma lain, dan memungkinkan embrio yang berkembang terselubungi di dalamstroma. Sampai vili chorialis plasenta awal terbentuk, embrio yang berimplantasi menyerap nutrien dan oksigen darijaringan endometriumsetempat dan lakuna darah. Mukosa endocervix mengandung banyak kelenjar serviks Akan tetapr, sekret serviks berubah secara siklik dan ber-yang menghasilkan mukus dan sering melebar. Perubahan peran penting pada pembuahan dan kehamilan awal. Padahormonal selama siklus menstruasi menimbulkan pem- saat ovulasi, sekresi mukus mencapai jumlah terbanyak,bengkakan periodik mukosa dan memengaruhi aktivitas konsistensi encer, dan mempermudah pergerakan melaluikelenjar serviks. Akan tetapi, mukosa ini kurang terpengaruhsecara histologis ketimbang endometrium dan tidak terlepas uterus oleh sperma. Pada fase luteal, kadar Progesteron yang tinggi membuat sekresi mukus menjadikental danmenghambatselama haid. pasase sperma dan mikroorganisme ke dalam corpus uieri.
396 I BAB22 \..- Miometrium _________;Miometrium \"--. Decidua basalis Vili chorialisCervix Saccus vitellinusVagina Decidua capsularis Rongga khorion (coelom ekstraembrionik) Rongga uterus Sumbat mukosa serviksGambar 22'19' Desidua, plasenta awal, dan membran ekstraembrionik. Setelah implantasi sepanjang kehamilan, sel jaringan ika1 yang dikenali diendometrium tampak berupa sel desidua yang aktif bersintesis. Endometrium kini disebut desidua, denian ketiga regiolokasi yang ditunjuk dalam diagram: decidua basalis, desidua capsularis, dan decidua parietalis. Selama kehamilan, kelenjar serviks berproliferasi dan me- Mukosa vagina itu sendiri memiliki sedikit ujung saraf nyekresi sejumlah besar mukus kental yang membenfuk suatu sumbat di canalis endocervicalis. sensorik. w&&xx{A Lapisan otot pada vagina terutama terdiri atas dua lapis otot polos khusus, yang tersebar sebagai berkas otot sirkular Dinding vagina (L, vagina, selubung, sarung) tidak memiliki yang bersebelahan dengan mukosa dan berkas longitudinal kelenjar dan terdiri atas tiga lapisan: mukosa, lapisan mus- kularis, dan adventisia. Mukus yang menutupi lumen vagina yang lebih tebal di dekat lapisan adventisia. Jaringan ikat dihasilkan oleh kelenjar serviks uterus. Selama berhubungan adventisia kaya akan serat elastin, yang membuat dinding seksual, mukus pelumas tambahan dihasilkan oleh sejumlah vagina menjadi kuat dan elastis yang menghubungkannya besar glandula vestibularis minor dan pasangan glandula dengan jaringan ikat sekitar. Lapisan luar ini juga mengandung vestibularis major yang membuka ke dalam vestibulum, suatu pleksus vena yang luas, pembuluh limfe dan saraf.ruang yang terselubungi di dalam labia minora yang juga KKLK&*JAK P&VW&AK&mengandung orificium vaginae dan orificium urethrae dan Kelenjar payudara terbentuk secara embriologis sebagaijaringan erektil anterior klitoris. Epitel gepeng berlapis yang invaginasi ektoderm permukaan di sepanjang garis ventral, melapisi berbagai komponen vestibulum, yang bersama-sama garis laktasi, dari aksila hingga selangkangan. pada manusia,membentuk genitalia externa, bersafu dengan epidermis kulit satu set kelenjar yang menyerupai kelenjar keringat apokrinsekitar. Mukosa struktur tersebut banyak disuplai oleh saraf yang termodifikasi menetap di setiap sisi dada. Setiap kelenjarsensorik dan berbagai reseptor taktil yang biasanya ditemukan payudara terdiri atas 15-25 lobus dari jenis tubuloalveolarpada kulit (Bab 18), yang penting pada fisiologi rangsangan kompleks, yang berfungsi menyekresi air susu untuk memberi nutrisi neonatus. Setiap lobus, yang dipisahkan safu sama lainseksual. oleh jaringan ikat padat dan banyak jaringan adiposa, me- rupakan suatu kelenjar tersendiri dengan ductus lactiferi , Epitel mukosa vagina merupakan epitel berlapis gepeng ekskretorisnya sendiri (Gambar 22-23). Duktus ini, dengandengan tebal 150-200 prm pada orang dewasa (Gambar 22-221. panjang 2-4,5 cm, berkumpul secara terpisah di papilaSel-selnya dapat mengandung sedikit keratohialin, tetapimengalami keratinisasi membenfu k lempeng-lempeng keratin mammae yang memiliki 15-25 muar4 masing-masing ber-seperti pada epidermis. Datam pengaruh estrogery sel epitel diameter 0,5 mm. Struktur histologi kelenjar payudara ber-menyintesis dan mengumpulkan glikogen. Ketika sel-sel ter- variasi sesuai dengan jenis kelamin, usia, dan status fisiologis.lepas, bakteri memetabolisme glikogen menjadi asam laktat,yang menyebabkan rendahnya pH dalam vagina, yang mem- Perkembangan Payudara Selama pubertasbanfu memberikan perlindungan terhadap beberapa mikro-organisme patogen. Sebelum pubertas, kelenjar mammae pada kedua jenis kelamin Lamina propria mukosa banyak mengandung serat elastin terdiri atas sinus lactiferi di dekat puting, dengan cabangdan memiliki banyak papila sempit yang menonjol ke dalam duktus kecil dari sinus ini. Pada gadis yang mengalami pu-lapisan epitel (Gambar 22-22). Jaringan ikat vagina biasanyamengandung limfosit dan neutrofil dalam jumlah relatif besar. bertas dan kadar estrogen sirkulasi yang lebih besar, payudaraSelama fase pramenstruasi dan menstruasi, leukosit khususnya membesar akibat akumulasi adiposit di jaringan ikat danbanyak dijumpai di seluruh mukosa dan di lumen vagina. meningkatnya pertumbuhan dan percabangan sistem duktus. Puting membesar seiring perfumbuhan sinus lactiferi.
SISTEM REPRODUKSIWANITA I 397 ;eie{ ;'\"ry*ffi,\"ffiffi'- ffiwl$\" ll!:l !1fi *ffif #; I Fs ;&** i m&' 1f ..i,il F -1#\ .= ! ffiffff'i#tI*1, :.i \"d ;'ffi\".5 MB \"-.-*$$44, &*w 6m.'g, odll,rffim cceGambar 22-20. plasenta matang. Plasenta mengandung viii chorialis janin dan darah maternal yang terkumpul di ruang desidua. (a):pada pembesaran lemah, plasenta matang mencakup potongan banyak tangkai vilus, yang berisi arteri (A) dan vaskular ekstraembrionik(V), dan ratusan cabang vilus kecil (panah) yang mengandung jaringan ikat dan mikrovaskular. Darah ibu (MB) normalnya mengisi ruangdi sekitar vili. 50x. H&E. (b): pada pembesaran kuat, jaringan ikat vilus (CT) dapat tampak menyerupai mesenkim dan dikelilingi oleh selepitel trofoblas, mencakup epitel sitotrofoblas internal dan trofoblas sinsitial di atasnya. Pada banyak area, inti lapisan sinsitiotrofoblasmemiliki kumpulan atau tonjolan (K) pada permukaan vili. Trofoblas memisahkan sinusoid (S) dan pembuluh lain yang mengandung darahjanin dari darah ibu (MB) di ruang antarvilus. 200x. H&E. (c): Pada pembesaran kuat dengan potongan yang sama, tampak bahwa setiapcabang vilus mengandung sejr.rmlah kapiler (C) dan sinusoid lebar (S) yang terisi dengan darah janin. Pada akhir kehamilan' selsitotroioblas mengalami penurunan jumlah di banyak area vili dan hanya selapis tipis sinsitiotrofoblas yang dilandasi membran basal yangmengelilingi vilus di regio ini (panah). Permukaan sinsitiotrofoblas luar ditutupi secara padat oleh mikrovili yang menambah luas permukaanabsorpsi dan memiliki banyik reseptor dan transporter untuk ambilan materi dari darah ibu. Pembuluh darah ekstraembrionik menjaditerhubung erat dengan area trofoblas tipis ini untuk difusi maksimal antara kedua kumpulan darah. 400x. H&E.
398 I BAB22 <- sc € *&4{ri\"s ss,, %* +J . €b 4,+. ,+ -d++F,;rvt,\" \"\"ff\"r, '.s'1t,t::t '\";l ,**,&ri.#*a. \" 19++,F) utn, rff ',w*+ .,..,..'..,' *u$+'(.-F t *;+#s wYF\" SS : .f i...i *_,,i*##.! ++f+f+i\" * i* ,-e a5;+ a,l .,.o sR .'Gambar 22'21' Serviks. Serviks merupakan bagian bawah uterus, yang menjulur ke dalam vagina atas. (a): Mikrograf memperlihatkanbahwa mukosa canalis endocervicalis (EC) berlanjut dengan endometrium dan seperti endometrium, jaringan tersebut dilapisi oleh epitelkolumnar selapis (SC). Mukosa endoserviks memiliki lipatan dan banyak kelenjar serviks besar bercabing (panah) yang menyekresimukus dalam pengaruh hormon ovarium dan sering agak melebar. Di ostium externum, titik saat kanal membuka ke dalam vagina (V),terdapat pertemuan (J) mendadak antara selapis epitel kolumnar ini dan epitel skuamosa berlapis (SS) yang melapisi eksoserviks danvagina.15x. H&E. (b): Pembesaran kuat memperlihatkan area pertemuan (panah) dan lapisan canalis endocervicalis (EC) dengan lebih jelas. 50x. H&E.(c): Mikrograf memperlihatkan sitologi eksfoliatif sel yang terlepas dari eksoserviks normal pada sediaan apus rutin serviks. Sel skuamosaterpulas pada kaca objek melalui prosedur Papanicolaou dengan menggunakan hematoksilin, orange G, dan eosin dan terpulas berbedasesuai kandungan keratinnya. Sel permukaan memiliki keratin sitoplasma yang lebih padat dan terpulas jingga merah muda dengan lebihsedikit sei yang kurang terdiferensiasi penuh di bawah permukaan dengan sitoplasma biru-hijau dan inti yang besar. Sejumlah sel biru-hijau dengan inti atipikal atau kelainan sitologis lain yang terdeteksi oleh metode ini lebih lanjut menguji kemungkinan karsinoma serviks,yang tidak jarang dijumpai.200x. Pulasan Papanicolaou. (d): Mikrograf memperlihatkan pembesarankuat lapisan endoserviks. Karenaterpajan sejumlah besar mikroorganisme, mukosa ini normalnya memiliki banyak neutrofil dan leukosit lain yang membentuk bagianpenting pertahanan imunitas alamiah di regio ini. Sel-sel semacam itu tampak dalam gambar ini di lamina propria dan epitel (panah), tetapijuga banyak dijumpai dan tampak jelas di lapisan mukus (M) yang terfiksasi di tempatnya pada spesimen ini. 400x. H&E. Pada wanita dewasa yang tidak hamil, struktur parenkim besar. Sel epitel duktus menjadi sedikit lebih kolumnar padakhas pada kelenjar, lobus, terdiri atas banyak lobulus, yang saat kadar estrogen mencapai puncak di sekitar ovulasi dan pada fase pramenstruasi siklus, jaringan ikat payudara menjaditerkadang disebut unit lobular ductus terminalis. Setiap agak edematosa, yang membuat payudara agak lebih besar.lobulus memiliki sejumlah duktus bercabang kecil tetapi unit Kulit yang melapisi puting membentuk areola dan me-sekretoris yang melekat berukuran kecil dan rudimenter rupakan kulit yang cukup tipis dengan kelenjar sebasea (Bab(Gambar 22-23). Sistem duktus terbenam dalam jaringan ikatvaskular longgar dan jaringan ikat padat yang lebih sedikit 18). Epidermis berlanjut dengan lapisan sinus lactiferi. Areolamengandung sel dan memisahkan lobus. mengandung lebih banyak melanin ketimbang kulit di bagian lain payudara dan bertambah gelap selama kehamilan. Kulit Sinus lactiferi dilapisi oleh epitel kuboid berlapis dan lapis- puting banyak disuplai ujung sara{ sensorik. Jaringan ikatan ductus lactiferi dan ductus terminalis adalah epitel kuboid puting kaya akan serabut otot polos yang berjalan sejajarselapis yang dilapisi oleh sel mioepitel yang berhimpitan erat.Sebaran serat otot polos juga mengelilingi duktus yang lebih
SISTEM REPRODUKSIWANITA / 399dengan sinus lactiferi dan menimbulkan ereksi puting ketika sekresi merokrin ke dalam lumen (Gambar 22-26). Droplet lipid sferis, yang terutama mengandung trigliserida netral danberkontraksi. kolesterol, terbenfuk di sitoplasma sel alveolar, tumbuh pesat melalui pertambahan lipid, dan akhirnya menghantarkan selPayudara Selama Kehamilan & Laktasi ke dalam lumen melalui proses sekresi apokrin; selama sekresi ini, droplet menjadi terselubungi oleh sebagian membran selKelenjar payudara mengalami perfumbuhan selama kehamilan apikal (Gambar 22-26).sebagai akibat kerja sinergis beberapa hormon, terutama Selama laktasi, sekresi proteiry droplet lipid terikat-estrogery progesteron, prolaktin, dan laktogen plasenta membrarL dan komponen lain berlangsung dengan produkmanusia. Salah safu efek hormon ini adalah proliferasi alveoli yang menumpuk sebagai air susu di lumen sistem duktussekretoris di ujung ductus intralobularis (Gambar 22-24 dan (Gambar 22-25). Protein normalnya membentuk sekitar 1,5%22-25). Alveoli sferis terdiri atas epitel kuboid dengan sel air susu manusia dan mencakup berbagai kaseiry yang meng-mioepitel stelata di antara sel-sel sekretoris dan lamina basal. gumpalsebagaimisel, danB-laktoglobulinsertaa-laktoalbuminDerajat perkembangan kelenjar bervariasi antar lobulus dan yang larut; kesemuanya dicerna sebagai sumber asam amino oleh bayi. Protein yang lebih sedikit dalam air susu mencakupbahkan di dalam setiap lobulus. protein yang membantu Pencernaan dan kegunaan nutrien air Ketika alveoli dan sistem duktus tumbuh dan berkembang susu lairy imunoglobulin dan sejumlah protein dengan aktivitas antimikroba, dan berbagai faktor pertumbuhanselama kehamilan sebagai persiapan .untuk laktasi, stroma mitogenik. Lipid normalnya membentuk sekitar 4ol\" air susumenjadi kurang mencolok. |aringan ikat longgar dalam lobulus manusia, sementara gula utama, laktosa, membentuk sebanyakterinfiltrasi oleh limfosit dan sel plasma; sel plasma menjadilebih banyak pada kehamilan lanjut ketika sel-sel ini mulai ' APU|(-ASIMEDISmemproduksi imunoglobulin (IgA sekretoris). Bila seorang wanita menyusui, isapan anak akan me- Pada kehamilan lanjut, alveoli dan duktus kelenjar melebar rangsang reseptortaktil pada puting susu, yang berakibatoleh tumpukan kolostrum, suatu cairan yang kaya akan pelepasan hormon oksitosin dari hipofisis posterior.proteiry vitamin A, dan elektrolit tertentu yang dihasilkan Hormon ini menimbulkan kontraksi otot polos di sinus dandalam pengaruh prolaktin. Antibodi disintesis dalam jumlahbanyak oleh sel plasma dan diangkut ke dalam kolostrum; dari ductus tactiferi, serla se/ mioepitel alveoli yang me-kolostrum ini, neonatus yang menyusui memperoleh kekebalan nimbutkan refleks eieksi air susu (milk'ejection reflex). Rangsangan emosional negatif, sepefti frustrasi, ke-pasif. Setelah kelahiran, kadar estrogen dan progesteron dalam gelisahan, atau amarah, dapat menghambat pelepasan oksitosin dan mencegah timbulnya refleks tersebut'darah menurun dan alveoli kelenjar payudara menjadi sangataktif memproduksi air susu, yang terutama dipengaruhi olehprolaktin dari hipofisis anterior (Bab 20). Sel epitel alveolimembesar dan berperan aktif pada sintesis protein dan lipiduntuk disekresi. Sejumlah besar protein dibentuk dalam REkasar, yang diproses melalui apparatus Golgi dan d'ikemas ke dalam vesikel sekretoris, yang mengalami eksositosis selama lr:'nir
400 I BAB22 ,.t Matur, tetapi inaktif 7-8\"k dan merupakan sumber utama energi. Laktosa disintesis :ir. r dalam apparatus Golgi dan juga berfungsi membantu menarik Kehamilan awal air secara osmotik ke dalam vesikel sekretoris yang sangat me- :.'*i nambah volume air susu. Pertengahanm. pectoralis kehamilan Regresi Kelenjar Payudara PascalaktasimaJor PutingDuctus Sinus Dengan berhenti menyusui (menyapih), sebagian besar alveolilactiferi lactiferi yang memiliki sifat sekretoris selama kehamilan mengalami degenerasi. Terdapat apoptosis dan pengelupasan sel-sel utuhLobulus Regresi setelahCosta V berhenti menyusui (Gambar 22-27), dengan sel-sel mati dan debris yang di-Lemak hilangkan oleh makrofag, serta autofagi pada sebagian besar sel-sel epitel 1ain. Sistem duktus kelenjar kembali ke gambaranGambar 22-23. Kelenjar payudara. Struktur dan jaringan utama umumnya pada keadaan inaktif sebelum kehamilan. Setelahpada payudara beserta sederet perubahan yang terjadi pada menopause, ukuran alveoli dan dukfus kelenjar payudarasistem duktus dan unit sekretoris sebelum, selama dan setelah berkurang dan terjadi pengurangan fibroblas, kolagen, dan serat elastin di stroma.kehamilan dan laktasi. (1) Sebelum kehamilan, kelenjar tidak aktifdengan duktus kecil dan hanya sedikit alveoli sekretoris kecil. (2) *Plil(AglFrEDtsAlveoliterbentuk dan mulai tumbuh pada awal kehamilan. (3) pada Kebanyakan kanker payudara (carcinoma mammae)pertengahan kehamilan, alveoli dan duktus menjadi besar dan me_ berasal dari sel epitel ductus lactiferi. Sel-sel yang me-miliki lumen lebar. (4) Pada kelahiran dan selama laktasi, alveoli nyebar (atau bermetastasis) dari karsinoma melaluisangat melebar dan paling aktif dalam menghasilkan komponen pembuluh limfe atau sirkulasi ke organ-organ pentingair susu. (5) Setelah berhenti menyusui, alveoli dan duktus be- seperti paru atau otak berperan pada angka moftalitas yang terkait dengan kanker payudara. Kelenjar limferegresi melalui kematian apoptotik sel. aksila diangkat melalui pembedahan dan diperiksa secara histologis untuk mengetahui keberadaan mefastasls se/ karsinoma payudara. Deteksi awal (misalnya, melalui SADARI, mammografi, IJSG, dan teknik lain) dan terapi dini secara bermakna menurunkan angka kematian.Gambar 22-24. Perkembangan alveolar pada payudara selama kehamilan. Mikrograf memperlihatkan perubahan utama kelenjarpayudara selama kehamilan dan laktasi yang melibatkan terutama alveoli, lobulus dan duktus sekretoris. (a): Kelenjar payudara wanitadewasa yang tidak hamil bersifat inaktif, dengan duktus kecil dan sediklt lobulus (L) yang memiliki alveoli sekretoris yang tidak berkembangbaik. Struktur dengan lumen besar di setiap lobulus adalah bagian duktus; struktur yang lebih kecil adalah alveoli kecil yang tidak ber-kembang. Payudara khususnya terdiri atas jaringan ikat (CT), yang memiliki sejumlah lemak. (b): Kelenjar menjadi aktif selama kehamilan,dengan sistem duktus yang tumbuh cepat dan unit sekretoris setiap lobulus yang menjadi semakin besar dan semakin bercabang. padamikrograf ini, adiposit (A) ikut terlihat, tetapi adiposit ini hanya sebagian kecil dari jumlah yang ada. (c): Selama laktasi, lobutus sangatmembesardan lumen sejumlah besar alveoli (A) kelenjar dan duktus ekskretoris (D) terisi air susu. Kandungan protein air susu membuatnyabersifat eosinofilik dalam sediaan histologis. Pada saat ini, jaringan ikat intralobular lebih tersebar dan sulit terlihat, kecuali septa kecil(panah). Semua 60x, H&E.
SISTEM REPRODUKSIWANITA I 401 '&* *r *! ,*i.t, ESi',l *** # d &t.$*..IS+ P '{tr -d..Gambar 22-25. Alveoli aktif versus alveoli saat laktasi. Alveoli kelenjar terbentuk sepenuhnya hanya selama kehamilan dan memulaiproduksi air susu mendekati akhir kehamilan. (a): Mikrograf memperlihatkan bahwa alveoli (A) terbentuk sebagai struktur sferis yangterdiri atas sel epitel kuboid yang dikelilingi prosesus kontraktil sel mioepitel (M). Perkembangan terjadi pada berbagai tahap di seluruhpayudara. Pada kehamilan lanjut, limfosit (L) meninggalkan venula (V), menumpuk di jaringan ikat intralobular dan berdiferensiasi sebagaisel plasma (P). lgAyang disekresikan oleh sel-sel ini diangkut ke dalam air susu dan membantu memberikan kekebalan pasif dari ibu kebayi yang menyusui. Sejumlah kecil air susu mulai menumpuk di lumen duktus (panah). 400x. H&E. (b): Mikrograf dari sebuah sediaanplastis memperlihatkan sel sekretoris kelenjar yang berlaktasi, lebih berbentuk kolumnar dan mengandung droplet lipid dengan berbagaiukuran, yang juga dijumpai dalam air susu (LD). Jaringan ikat tampak lebih sedikit selular, meskipun pembuluh darah (V) dan limfosit tetapada. Sel sekretoris di area yang terselubungi terlihat berupa diagram pada Gambar 22-26. 400x. Pf .Gambar 22-26. Sekresi pada kelenjar payudara. Sel alveolar kelenjar payudara dalam masa laktasi sangat aktif pada sintesis proteindi RE kasar dan sintesis lipid. Sebagian besar protein terkemas dalam vesikel sekretoris di apparatus Golgi dan disekresikan di ujungapikal sel melalui eksositosis atau sekresi merokrin yang khas. Lipid bergabung sebagai droplet sitoplasma bebas. Ukuran droplet inibertambah dan akhirnya mengalami sekresi apokrin, yaitu droplet tersebut dikeluarkan dari sel di sepanjang membran sel apikal (dansering sejumlah kecil sitoplasma yang melekat). Kedua tipe sekresi diperlihatkan pada gambar ini secara berurutan dari kiri ke kanan. Selserupa tampak dalam area tertutup dengan mikroskop cahaya pada Gambar 22-25.
402 I BAB22rpGeanaydmuadbhaardaranm22ebna'2gn7ayla.akmAspieorlepmgtoreesnsisgi,asslaeemplaeimratiaptoarpemtgoprsaeikssidpkaaendlaetenslajeahdriatpeaarnlyeuppdalaassrtkaisepsdaeasblacuamalhalkuatmlavesenio..luSAseirtiensliua.shsuebdleesrhneegknaretnitomdrriesonpyinlueistkuliiipn, iidsmejumegmuaailimkaialvssetirhoulkudtsiujurkmekpluebanoijaiddritempat tersebut. sel mati dan debris jaringan lain dihancurkan oleh makrofag. 400x. pr.
Search
Read the Text Version
- 1 - 24
Pages: