Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore kelas_smk_teknik-transmisi-tenaga-listrik-jilid-2_aslimeri

kelas_smk_teknik-transmisi-tenaga-listrik-jilid-2_aslimeri

Published by haryahutamas, 2016-06-01 20:04:34

Description: kelas_smk_teknik-transmisi-tenaga-listrik-jilid-2_aslimeri

Search

Read the Text Version

Dua kontak gerak Mekanik penggerak Tenaga penggerak PMS PMS ini dapat dari motor maupun pneumatik (tekanan udara ) dan dapat dioperasikan dari panel kontrol. Gambar 5. 10 Pemisah Siku5.4.4. Pemisah Luncur. PMS ini gerakan kontaknya keatas-kebawah ( vertikal) atau kesamping(mendatar) Banyak dioperasikan pada instalasi 20 kV. Pada PMT 20 kV typedraw-out setelah posisi Off dan dilepas/dikeluarkan dari Cubicle maka pisaukontaktor penghubung dengan Busbar adalah berfungsi sebagai PMS.Gambar 5. 11 Pemisah Luncur Kontaktor berfungsi sebagai PMS Tabung PMT Untuk keperluan pemeliharaan, PMT ini dapat dikeluarkan dari kubikel/sel 20 kV dengan cara menarik keluar secara manual (draw-out). Selesai pemeliharaan, PMT dapat dimasukkan kem-bali ( draw-in ) dan pada posisi tertentu kontaktor (berfungsi PMS) akan berhubungan langsung dengan Busbar 20 kV. Namun harus dipastikan terlebih dulu sebelumnya bahwa PMT dalam posisi Off. 196

PMT 20 kV draw-outPemisah Pantograph.PMS ini mempunyai kontak diam yang terletak pada rel dan kontak gerak yangterletak pada ujung lengan pantograph. Jenis ini banyak dioperasikan padasistem tegangan 500 kV.PMS 500 kV posisi masuk (On) PMS 500 kV posisi lepas (Off) Lengan pantograph Gambar 5. 12 PemutusTenaga penggerak PMS.Jenis tenaga penggerak PMS dapat dibedakan :Secara ManualPengoperasian PMS ini (mengeluarkan / memasukkan) secara manual denganmemutar/menggerakkan lengan yang sudah terpasang permanen.PMS 150 kV posisi masukTenaga penggerak dengan motor Motor penggerak ini terpasang pada box mekanik dimana box harusdalam keadaan bersih. Secara periodik dilakukan pemeliharaan kebersihanpada terminal kabel wiring, kontaktor-kontaktor dan dilakukan pelumasan padaporos/roda gigi. Pintu box harus tertutup rapat agar semut atau binatang kecillainnya tidak bisa masuk kedalamnya. 197

Motor penggerak mekanik Gambar 5. 13. Mekanik PMS dengan penggerak motor Tenaga penggerak pneumatik (tekanan udara)Tekan udara dapat diperoleh dari kompresor udara sentral yang terpasangdalam rumah kompresor. Silinder udara penggerak mekanikGambar 5. 14. Mekanik PMS tekanan udaraIndikasi Unjuk Kerja. melekat dengan normal. Untuk itu Dalam pengoperasian PMS diperlukan pemeriksaan secaraterutama pada saat memasukkan, visual (pandangan mata) yangyang harus diperhatikan adalah menyatakan kepastian bahwaposisi melekatnya kontak gerak kedua kontaktor sudah melekatdengan kontak diam. Ada kalanya sempurna.terjadi bahwa bila PMS tersebut Untuk mempertahankan unjukdioperasikan secara remote dari kerjanya yang optimal, PMS secarapanel kontrol, lampu indikator periodik tahunan dilakukansudah menyatakan masuk (lampu pemeliharaan bersamaan denganmenyala merah) namon kondisi pemeliharaan peralatan yangdiluar kedua kontaktor belum terpasang dalam satu bay. 198

Dalam pemeliharaan atau dengan hampa udara (Vacum).dilaksanakan pembersihan pada PMT dengan media pemutuskontaktor dari kotoran-kotoran dengan Gas. Media gas yang digunakan pada tipe PMT ini adalah(karat) dan setelah itu diberikan Gas SF6 (Sulphur Hexafluoride). Sifat-sifat gas SF6 murni ialah tidakpelumasan (greese). Pelumasan berwarna, tidak berbau, tidak beracun dan tidak mudah terbakar.juga diberikan pada peralatan Pada temperatur diatas 150 o Cmekanik PMS yang terdapat roda- gas SF6 mempunyai sifat tidak merusak metal, plastik dangigi, tuas dsb. bermacam-macam bahan yang umumnya digunakan dalam5.5. Pemutus Tenaga. pemutus tenaga tegangan tinggi. Sebagai isolasi listrik, gas SF6 Pemutus tenaga adalah alat mempunyai kekuatan dielektrik yang tinggi ( 2,35 kali udara ) danyang terpasang di Gardu Induk kekuatan dielektrik ini bertambah dengan pertambahan tekanan.yang berfungsi untuk Sifat lain dari gas SF6 ialah mampu mengembalikan kekuatan dielektrikmenghubungkan dan memutus dengan .arus beban atau arus gangguan. Pada masa lalu PMT dengan media pemutus menggunakan SF6 Pada waktu menghubungkan ada 2 tipe, yaitu : - Tipe tekanan ganda ( Doubleatau memutus beban akan terjadi Pressure Type ), dimana padategangan recovery yaitu suatu saat ini sudah tidak diproduksi lagi.fenomena tegangan lebih dan busur - Pada tipe tekanan ganda, gas dari sistem tekanan tinggiapi. dialirkan melalui nozzle ke gas sistem tekanan rendah selama Jenis media pemadam busur pemutusan busur api. - Pada sistem gas tekanan tinggiapi pada pemutus tenaga yaitu : tekanan gas r 12 kg/cm2 dan pada sistem gas tekanan rendah,Gas, vaccum,minyak dan udara. tekanan gas r 2 kg/cm2. - Gas pada sistem tekanan rendah- PMT jenis gas ,menggunakan gas kemudian dipompakan kembali ke sistem tekanan tinggi. cepat,SF6 (hexafluoride) setelah arus bunga api listrik melalui titik nol.- Sifat-sifat gas SF 6: tidak berbau, 199tidak berwarna,tidak beracun- Sifat gas SF 6 sebagai bahanpemadam busur : cepat kembalisebagai dielektrik,Tidak terjadikarbon selama terjadi busur,tidakmudah terbakar thermalconductivitnya yang baik, tidakmenimbulkan bunyi berisik.5.5.1. Jenis Isolasi Pemutus Tenaga Pemadaman busur api listriksaat pemutusan ataupenghubungan arus beban atauarus gangguan dapat dilakukanoleh beberapa macam bahan, yaitudiantaranya : Gas, Udara, Minyak

GAMBAR 5.15 PMT Dengan Gas SF6 Bertangki GandaSatu Katup PMT Dengan Gas SF6 Bertangki Ganda Dalam Tanki TertutupKeterangan : Sambungan terminal-terminal (Connection Terminals). Isolator-isolator atas (Upper Insulators). Jalan masuknya gas SF6 : 14 kg/cm2 ( SF6 inlet 14 kg/cm2 ). Jalan keluarnya gas SF6 : 2 kg/cm2 ( SF6 outlet 2 kg/cm2 ). Tipe tekanan tunggal ( single pressure type ). Pada PMT tipe tekanan tunggal, PMT diisi dengan gas SF 6 dengan tekanan kira-kira 5 kg/ cm2. Selama pemisahan kontak-kontak, gas SF6 ditekan kedalam suatu tabung/cylinder yang menempel pada kontak bergerak. Pada waktu pemutusan gas SF6 ditekan melalui nozzle dan tiupan ini yang mematikan busur api. 200

GAMBAR 5.16 PMT Satu Katup 245 kV dengan Gas SF6PMT Satu Katup 245 kV dengan Gas SF6Keterangan :1. Mekanisme penggerak ( operating mechanism ).2. Pemutus ( Interupter )3. Isolator penyangga dari porselen rongga (hollow support insulator porcelen ).4. Batang penggerak berisolasi glass Fibre (Fibre Glass Insulating Operating Rod ).5. Penyambung diantara no. 4 dan no. 12 ( Linkages Between 4 and 12 ).6. Terminal - terminal.7. Saringan ( filters ).8. Silinder bergerak ( movable cylinder ).9. Torak tetap ( fixed piston ).10. Kontak tetap ( Fixed contact ).5.5.2. PMT dengan Media tinggi dihembuskan ke busur api pemutus menggunakan melalui nozzle pada kontak udara; pemisah ionisasi media antara kontak dipadamkan oleh hembusan PMT ini menggunakan udara udara. Setelah pemadaman busursebagai pemutus busur api dengan api dengan udara tekanan tinggi,menghembuskan udara ke ruang udara ini juga berfungsi mencegahpemutus. PMT ini disebut PMT restriking voltage (tegangan pukul ).Udara Hembus ( Air Blast Circuit Kontak PMT ditempatkan didalamBreaker ) Pada PMT udara isolator, dan juga katup hembusanhembus ( juga disebut compressed udara.air circuit breaker), udara tekanan 201

Gambar 5.17 : PMT Udara HembusGambar 5.18 : Ruangan Pemadam Busur Api Ganda Pada Pmt Udara Hembus 202

Keterangan Gambar 5.17. dan 5.18 12. Tanduk busur api dari tembaga 13. Unit tahanan1. Tangki persediaan udara dari plat 14. Penutup dari porslain baja. 15. Saluran2. Isolator berongga dari steatite/ Pada PMT kapasitas kecil porselin. isolator ini merupakan satu kesatuan dengan PMTnya tetapi untuk3. Ruangan pemadam busur api kapasitas besar tidak demikian ganda halnya.4. Mekanis penggerak pneumatik. Bagian – Bagian Utama dari5. Batang penggerak dari baja. PMT Udara Hembus ( Air Blast6. Katup pneumatik Circuit Breaker ) untuk kapasitas7. Kontak tetap dari tembaga besar seperti gambar 5-19.8. Kontakbergerak dari tembaga9. Terminal dari tembaga atau perak10. Pegas penekan dari campuran baja11. Pelepas udara keluar adalah:Gambar 5.19 : Ruangan Pemadam Busur Api Ganda Pada Pmt Udara HembusBagian – Bagian PMT Udara HembusKeterangan :1. Ruangan pemutus tenaga (circuit breaker compartment).2. Kontak – Kontak (contact).3. Pengatur Busur Api (arc control device).4. Bagian penyangga( supporting compartment.5. Katub hembus dan katub pembuangan (blast valve and exhaust valve).6. Tangki (tank).7. Mekanisme penggerak (operating mechanism).8. Sistem udara tekan (comppressed air system). 203

5.5.3. PMT dengan Hampa Udara Jarak (gap) antara kedua (Vacuum Circuit Breaker ) katoda adalah 1 cm untuk 15 kV dan bertambah 0,2 cm setiap Kontak-kontak pemutus dari kenaikan tegangan 3 kV. UntukPMT ini terdiri dari kontak tetap dan pemutus vacuum tegangan tinggi,kontak bergerak yang ditempatkan digunakan PMT jenis ini dengandalam ruang hampa udara. Ruang dihubungkan secara serie.hampa udara ini mempunyaikekuatan dielektrik (dielektrik Ruang kontak utama (breakingstrength) yang tinggi dan sebagai chambers) dibuat dari bahan antaramedia pemadam busur api yang lain porcelain, kaca atau plat bajabaik. yang kedap udara. Ruang kontak utamanya tidak dapat dipelihara PMT jenis vacuum kebanyakan dan umur kontak utama sekitar 20digunakan untuk tegangan tahun. Karena kemampuanmenengah dan hingga saat ini ketegangan dielektrikum yang tinggimasih dalam pengembangan maka bentuk pisik PMT jenis inisampai tegangan 36 kV. relatip kecil.Gambar 5.20 PMT dengan Hampa Udara 204

Gambar 5.21 Pemutus dan PMT hampa udaraPemutus dan PMT hampa udaraKeterangan gambar 5.21 : 1. Plat-plat penahan – bukan bahan magnet2. Rumah pemutus dari bahan berisolasi3. Pelindung dari embun uap4. Kontak bergerak5. Kontak tetap6. Penghembus dari bahan logam7. Tutup alat penghembus8. Ujung kontak Kurva uji tegangan untuk mengetahui arus bocor pada breaking chamber PMT Vacuum. kV 30 1 0 t.[=sec ] 13 Arus bocor yang diijinkan ( HITACHI ) adalah = ” 1 mili Ampere. Gambar 5.22 Kurva uji tegangan 205

Gambar 5.23. Sketsa ruang kontak utama (breaking chambers) PMT jenisvaccum.5.5.4. PMT dengan Media tegangan ekstra tinggi 425 kV pemutus menggunakan dengan arus nominal 400 A sampai Minyak. 1250 A dengan arus pemutusan simetris 12 kA sampai 50 kA. Pemutus tenaga (circuitbreaker) jenis minyak adalah suatu Pada PMT ini minyakpemutus tenaga atau pemutus arus berfungsi sebagai perendammenggunakan minyak sebagai loncatan bunga api listrik selamapemadam busur api listrik yang pemutusan kontak-kontak dantimbul pada waktu memutus arus bahan isolasi antara bagian-bagianlistrik. Jenis pemutus minyak dapat yang bertegangan dengan badan.dibedakan menurut banyak dansedikit minyak yang digunakan PMT dengan media pemutuspada ruang pemutusan yaitu : menggunakan banyak minyak (bulkpemutus menggunakan banyak oil). PMT tipe ini ada yangminyak (bulk oil) dan menggunakan mempunyai alat pembatas busursedikit minyak (small oil). Pemutus api listrik dan ada pula yang yangminyak digunakan mulai dari tidak memakai seperti terlihat padategangan menengah 20 kV sampai gambar 5.24 dan 5.25. 206

gambar 5.24 gambar 5.25PMT dengan Banyak PMT Banyak MenggunakanMenggunakan Minyak (Plain Minyak Dengan Pengatur BusurBreak Bulk Oil Circuit Breaker) Api (Bulk Oil Circuit Breaker With Arc Control Device)Keterangan gambar 5.24 dan 5.25 :1. Tangki2. Minyak dielektrik3. Kontak yang bergerak4. Gas yang terbentuk oleh dekomposisi minyak dielektrik ( hydrogen 70 % )5. Alat pembatas busur api listrik6. Kontak tetap7. Batang penegang ( dari fiberglass )8. Konduktor dari tembaga9. Bushing terisi minyak atau tipe kapasitor10.Konduktor ( tembaga berlapis perak )11.Inti busur api listrik12.Gas hasil ionisasi13.Gelembung-gelembung gas5.5. 5. PMT dengan Sedikit bertegangan digunakan porselen Minyak (Low Oil Content atau material isolasi dari jenis Circuit Breaker) organik. PMT dengan sedikit minyak ini, Pemutusan arus dilakukanminyak hanya dipergunakan dibagian dalam dari pemutus.sebagai perendam loncatan bunga Pemutus ini dimasukkan dalamapi, sedangkan sebagai bahan tabung yang terbuat dari bahanisolasi dari bagian-bagian yang isolasi. Diantara bagian pemutus 207

dan tabung diisi minyak yang Gambar potongan PMT tipe iniberfungsi untuk memadamkan dapat dilihat pada gambar 4.26busur api waktu pemutusan. dibawah ini. Keterangan : 1. Kontak tetap 2. Kontak bergerak 3. Ruangan pemutus aliran 4. Ruangan penyangga 5. Ruangan atas ( puncak ) 6. Alat pemadam busur api 7. Kontak tetap 8. Penutup dari kertas bakelit 9. Batang penggerak 10.Katup pelalu 11.Terminal 12.Katup pembantu 13.Lobang gasGambar 5.26 PMT Sedikit Menggunakan Minyak Pada jaringan PLN (persero) dibangkitkan oleh gas ,dipengaruhiP3B dijumpai beberapa merk dan oleh desain pengendali busur apitipe pemutus minyak yaitu: Alsthom, (Arc control device), kecepatanAsea, Magrini, Galileo, Merlin Gerin kontak bergerak dan energi olehdan Westinghouse. Pada prinsipnya busur api tersebut. Gas yangpemutus minyak tersebut sama mengalir pada daerah kontak akannamun pada bahasan ini didinginkan dan dipecah. Kontakdikemukakan pemutus minyak merk akan diisi minyak yang dingin padaASEA tipe HLR yang sekarang waktu arus melalui titik nol.masih banyak dioperasikandiwilayah kerja PLN P3B. Pengendali busur api didasarkan pada prinsip axial flow /1. Fungsi Minyak Isolasi cross flow. Axial flow untuk arusKetika kontak yang sampai 15 kA dan cross flow > 25menyalurkan arus terpisah kA.didalam kompartemen yang berisi Panas dari busur apiminyak, panas menyebabkan menyebabkan penguraian minyakpenguraian minyak. Gas-gas yang dan hasil dari penguraian adalahterbentuk karena penguraian gas hidrogen dan gas lain misalnya(decomposition), menyebabkan Acytilene. Gas yang dihasilkantahanan bertambah. Tekanan yang didalam ruang control menaikan tahanan. Gas yang dihasilkan pada 208

ruang penahanan busur adalah dengan cara manual denganfungsi dari panas busur api, waktu menggunakan engkol (6).busur sebagai fungsi dari langkahkontak. Proses penutupan PMT(Closing of Breaker). Dengan diberinya arus Pada waktu gelombang arus penguat pada kumparan penutupmenuju nol, diameter busur api (16)_ atau dengan menekan “pushadalah kecil, dan gas yang mengalir button”, maka hubungan antaraakan dapat memadamkan busur, lengan interlock (1) dan pawl (2)pemutusan busur api berhenti, akan terlepas, sehingga batangmembangkitkan gas dan aliran pegas (13) juga akan terlepas danminyak. pegas penutup (3) menjadi mengendor.5.6. Jenis Penggerak Pemutus Tenaga Penghubung (12) pada batang pegas (13) menggerakkan pawl5.6.1. Mekanik Jenis Spering. (11) sehingga berputar sepanjang sektor penunjang (14) dengan Mekanis penggerak PMT sudut 120o dan menutup PMTdengan menggunakan pegas melalui batang pemutus tenaga(spring) terdiri dari 2 macam : (15). Dan bersamaan dengan itu pegas pen-trip (4) akan terisi, Pegas pilin ( helical spring ) kemudian secara otomatis motor (7) Pegas gulung ( scroll spring ) akan menggerakkan roda pengisi (5) kembali untuk tenagaProses pengisian pegas pemasukkan selanjutnya.(Spring charger ) Proses pembukaan PMT (Tripping of Breaker). DenganBiasanya untuk penggerak diberinya arus penguatan pada kumparan tripping (8) atau denganpengisian pegas PMT dilengkapi “push botton” akan melepas hubungan antara tuas pengunci (9)motor penggerak (7) Motor akan dan sektor penunjang (14) dan akhirnya masuk ke dalam alur stopmenggerakkan roda pengisi (5) groove (10). Pawl (11) didorong oleh sektor penunjang (14) danpada batang pegas melalui (13) menyebabkan terlepasnya pegas pen-trip (4), menggerakkan batangroda perantara yang dihubungkan PMT (15) sehingga PMT trip dan sektor penunjang (14) kembali padadengan dua buah rantai. posisi semula.Berputarnya roda pengisi (5),mengakibatkan pegas penutup (3)menjadi terisi (meregang). Padasaat pegas penutup (3) terisi(meregang) pada batasmaximumnya, maka motor (7) akanberhenti.Untuk meregangkan pegaspenutup ini juga dapat dilakukan 209

Gambar : 5.27 Mekanik PMT dengan sistem pegas pilinKeterangan Gambar : 5.271. Lengan interlock (interlocking arm) 9. Lengan interlock Interlocking arm)2. Pawl 10. Alur pemberhentian (Stop groove)3. Pegas penutup (closing spring) 11. Pawl4. Pegas pembuka (tripping spring) 12. Penghubung (cam)5. Roda pengisi (charging whell) 13. Batang pegas (spring shaft)6. Engkol (crank) 14. Sektor penunjang (guiding sector)7. Motor (electric motor) 15. Batang PMT (circuit breaker shaft)8. Kumparan pembuka (triping coil) 16. Kumparan penutup (closing coil) Jika rumah pegas penutup (2) pegas penutup (1) telah berputarberputar 360o , maka pegas penuh.penutup (1) akan terputar penuh,dan selanjutnya sakelar pembatas Penunjuk posisi pegasputaran motor (30) secara otomatis penutupan (27) akanakan memutuskan aliran listrik ke memungkinkan kita untukmotor. Sakelar pembatas putaran mengetahui apakah penutup (1)motor (30) ini dikerjakan oleh tuas terputar atau tidak, dimanapemindah (21) dan sistem digerakkan oleh batang (20) yanggabungan dari bingkai penggulung dihubungkan ke tuas pemindahpemindah (22) yang terpasang (21).pada rumah pegas penutup (2). Proses penutupan PMT Pegas penutup (1) dapat juga (Closing of Breaker). Bila kumparandigerakkan secara manual dengan penutup (16) mendapat impulsemenggunakankan engkol (25) listrik, maka bagian penahan (4)searah jarum jam. Penghubung akan terlepas atau dapat jugainterlock (19) mencegah putaran dilepaskan dengan menggunakanlebih lanjut dari engkol (25) jika tuas pembuka penutupan (24). 210

Batang pegas penutup (3) akan melalui kopling pergeseran (5)berputar searah jarum jam melalui meredam torsi dan energi yangsudut 360o karena gaya terlepasnya berlebihan. Sekarang penunjukpegas penutupan (1) dan akan posisi PMT (28) menunjukkan “ON”bertumpu lagi dengan gigi jentera (closed) dan pegas penutup tidakpenutup (7). berputar. Penghubung (8) yang Proses pembukaan PMTdisambungkan ke bagian penahan (Tripping of Breaker) Dengan(4) menumbuk bingkai penggulung diberikannya arus penguatan pada(10) pada tuas bingkai penggulung kumparan pen-trip (14) maka tuas(11) dan menyebabkan berputarnya bingkai penggulung (11) akanbatang penggerak (12) melalui melepas atau digerakkan oleh tuassudut 60o ke posisi “ON” (I), artinya pembuka pen-trip (23) melaluisampai tuas penggulung (11) grendel pen-trip (15), sehinggaberputar melalui grendel pen-trip batang penggerak (12) akan(15) yang menjaga tuas bingkai berputar (karena gaya pegas pen-penggulung (11) tersebut jangan trip yang dipasang pada base) kira-sampai kembali lagi. kira 60o dan akan kembali ke posisi “OFF” (0) Roda berat (6) yangtersambung ke bagian penahan (4)Gambar: 5.28 Mekanik PMT dengan sistem pegas gulung 211

Keterangan Gambar:1. Pegas penutup (closing coil)2. Rumah pegas penutup (closing spring housing)3. Batang pegas penutup (closing spring shaft)4. Bagian penahan (drag-piece)5. Kopling pergeseran (fraction clutch)6. Roda berat (flywheel)7. Gigi jentera penutup (closing sprocket)8. Penghubung (cam)9. Bagian interlock (interlocking segment)10. Bingkai penggulung (roller)11. Tuas bingkai penggulung (roller lever)12. Batang penggerak (operating shaft)13. Roda gigi reduksi (reduction gear)14. Kumparan pen-trip (trip magnet/tripping coil)15. Grandel pen-trip (trip latch)16. Kumparan penutup (closing magnet/closing coil)17. Roda gigi reduksi (reduction gear)19. Motor penggulung pegas (spring winding motor)21. Penghubung interlock (interlocking cam)22. Batang (shaft)23. Tuas pemindah (change-over lever)24. Bingkai penggulung pemindah (change-over roller)25. Tuas pembuka pen-trip (trip release lever)26. Tuas pembuka penutup (closing release lever)27. Engkol (crank)28. Roda gigi reduksi (reduction gear)29. Penunjuk posisi pegas penutup (closing spring position indicator dial)30. Penunjuk posisi (breaker position indicator dial)31. Penghubung (link)32. Sakelar pembatas putaran (motor run limit switch)33. Sakelar pembantu (auxiliary switch)34. Penghubung ke sakelar pembantu (linkage for auxiliary switch)5.6.2. Mekanik Jenis Hidrolik 1. Penggerak mekanik hydraulic Penggerak mekanik PMT Prinsip kerja penggerakhydraulic adalah rangkaian mekanik hydraulic PMT FX 12 dangabungan dari beberapa komponen FX 22 buatan GEC ALSTHOMmekanik,elektrik dan hydraulic oil adalah sebagai berikut : Energiyang dirangkai sedemikian rupa yang dihasilkan dengan bantuansehingga dapat berfungsi sebagai media minyak hydraulic bertekananpenggerak untuk membuka dan dan berstabilitas tinggi.menutup PMT. Sebagai gambarandasar dapat dilihat pada gambar A Sebuah pompa akan memompadan gambar B. minyal hydraulic dan dimasukan 212

kedalam akumulator (1) , dimana di 2. Penggerak Mekanik PMTdalam tabung akumulator terdapat Hidraulicgas N2 yang berfungsi sebagaistabilisasi. Pilot valve solenoid a. Bagian utama ( power part )meneruskan minyak menuju valve Peralatan/komponen terpa-utama dan dari sini akan menujutabung actuator ( hydraulic RAM sang pada bagian ini adalah RAM,(3) ) dan mendorong piston (2) Akumulator, Valve utama dan lain –kearah atas , maka moving kontak lain, yang terpasang dibagian(5) akan masuk. bawah iterupting chamber pada masing – masing fasa, seperti Diagram fungsi hydraulic tipe gambar 5.29FX 12 / FX 22. Peralatan sepertitersebut diatas dapat berfungsi b. Bagian pemicu (pilot part )baik, jika dilakukan pemeliharaan Peralatan / komponensecara rutin sesuai prosedur yangtelah ditentukan oleh pabrik terpasang pada bagian ini adalahpembuatnya. closing elektrovalve , triping elektrovalva , intermediate valve Penyimpangan fungsi peralatan dan lain – lain , yang terpasangterhadap standard yang dikeluarkan dibagian bawah iterupting chamberpabrik pembuat PMT, dapat tiap fasa pada PMT single pole dandimonitor dengan cara melakukan PMT Three pole terpasang padapengujian / pengukuran pada tiap fasa tengah ( S ). seperti gambarfungsi dari peralatan system 5.30hydraulic. . Gambar 5.29 Bagian utama penggerak PMTKeterangan :1. : RAM 12 Expansion Receiver17: Main valve 18 Storage accumulator 213

Keterangan : 10 : Closing eletrovalve 13 : Intermediate valve 19 : Triping electro valve E : Closing electro magnet D : Triping electromagnetGambar 4.30 Bagian pemicu ( pilot part )c. Bagian pendukung ( aux part ) Peralatan / komponen terpasang pada bagian ini adalah pompa ,indicator RAM . pressure switch , main oil reccive ( tangki utama ) dan lain –lain, yang terpasang pada box control tiap – tiap fasa untuk PMT single pole danuntuk Three pole terpasang pada fasa tengah ( S). Gambar 5.31 pendukung PMTKeterangan : 27 : Distribution Blok17 : Storage accumulator 28 : Plug18 : Indicator RAM 29 : Presure Switch20 : Motor pompa21 : Emergency Hand lever Ketiga bagian seperti tersebut22 : Oil receiver pada butir 1 s/d 3 diatas , saling25 : Non return valve berkaitan satu sama lainya dan26 : Safety valve saling mendukung. Jika salah satu 214

komponen/bagian tertentu 3. Skematik Diagram Hydraulic Dan Electricalmengalami kerusakan, maka sistem Skematik diagram sistemhydraulic secara keseluruhan tidak hydraulic dan elektrik berikut, merupakan schematic sederhanadapat berfungsi baik. untuk memudahkan pemahaman cara kerja system hydraulic dan keterkaitannya dengan system elektrik.Gambar .5. 32 Skematik diagram hydraulic 215

Cara Kerja : hidrolik tekanan tinggi pada pipa Pada kondisi PMT membuka/ (1),(2) dan (7) mempertahankan posisi piston (3) dan piston (8).keluar, sistem hidrolik tekanantinggi tetap pada posisi seperti pada Selama PMT dalam kondisigambar piping diagram, dimana masuk , posisi auc kontak (I) , padaminyak hidrolik tekanan rendah posisi sebaliknya , Sehingga closing(warna biru ) bertekanan sama Elektromegnet (E) tidak kerja dandengan tekanan Atmosfir.dan sementara opening electromagnet(warna merah) bertekanan tinggi (D) siap kerja.hingga 360 bar. 5.6.4. Pembukaan PMT Berikut ini akan di jelaskan Pada saat diberikan perintahlangkah – langkah kerja sistemhidrolik PMT di maksud. open (pembukaan) , Elektromagnet (D) kerja dan opening pilot valve5.6.3. Penutupan PMT (19) membuka, lalu minyak hidrolik Pada saat diberikan perintah yang berada pada pipa saluran (1) , (2) dan (7) mengalir menuju tangkiclose/penutupan, Elektromagnet (E) (12) ,akibatnya piston (3) kembalibekerja dan closing pilot valve (10) pada posisi awal, sehingga minyakmembuka. Hal tersebut pada pipa saluran (4) mengalirmengakibatkan minyak hidrolik minyak menuju tangki (12).bertekanan tinggi masuk danmengalir melalui pipa saluran (1),(2) Valve (13) menutup dan pistondan (7) (15) kembali pada posisi awal , mengakibatkan Valve utama (16) Minyak hidrolik pada pipa menutup dan minyak hirolik tekanansaluran (1) mendorong piston (3) tinggi mengalir menuju tangki (15)dan menutup saluran minyak pada melalui pipa saluran (14).pipa (11) menuju tangki (12). Disisilain membuka valve (13). Kemudian Minyak hidrolik pada ruang (F1)minyak hidrolik tekanan tinggi berubah menjadi bertekananmasuk ke pipa saluran (4). rendah, piston (8) bergerak kebawah dan PMT membuka. Minyak hidrolik pada pipasaluran (4) mendorong piston (5) Setelah PMT membuka ,dan menutup saluran minyak pada Triping pilot valve (19) menutuppipa (14) menuju tangki (15). Disisi .Valve (13) dan (16) tetap padalain , membuka valve (16) dan posisi menutup. Selama PMTmengakibatkan minyak hidrolik dalam kondisi keluar , posisi auxtekanan tingggi mengalir dari tangki kontak (I) berada pada posisiakumulator (17) melalui pipa (6) seperti pada gambar sehinggadan mendorong piston (8),akibatnya opening elektomagnet (D) tidakstang piston bergerak ke atas dan kerja dan sementara closingPMT masuk. elektomagnet (E) siap kerja. Setelah PMT masuk sempurna , 1.Mekanik jenis pneumatik.closing valve (10) menutup. Valve(13) dan (16) tetap berada pada Pada umumnya tujuanposisi membuka sehingga minyak pemeliharaan peralatan adalah 216

untuk mempertahankan kondisi harus dilakukan percobaan Open-optimal dari peralatan tersebut, Close – Open (O-C-O) dengansehingga pada gilirannya dapat energi yang tersimpan (storagemempertahankan keandalan dan energy) dalam sistem pnuematicnilai ekonomis dari peralatan PMT tersebut, sehingga PMTtersebut. tersebut mampu melaksanakan fungsi auto reclose. Bila membicarakan systempnuematic pada PMT, maka harus Bila melakukan pembukaanjuga dibahas mulai dari kompressorunitnya sampai kepada bagian yang atau pengerasan posisi mur – bautmenggerakkan rod untuk fixed danmoving contactnya. agar memperhatikan tingkat Dalam pelaksanaan pengujian kekerasan moment (lihatkonsumsi udara pada PMT denganmedia penggerak mekanis rekomendasi pabrikan) tidak(operating mechanism) pnuematic disarankan menggunakan kunci yang tidak dilengkapi dengan pengukur moment.Gambar 5.32 proses drainase air yang terkondensasi dari dalam tangki udara2. Mekanik jenis air blast. dengan sistem tekanan 180 bar, 150 bar dan 30 bar , fungsi dari PMT dengan sistem udara udara tekan tersebut adalahhembus atau disebut juga dengan sebagai media pemadam busur apiAir Blast Circuit Breaker, dalam pada saat pemutusan arus dan jugaoperasinya PMT jenis inimemerlukan udara tekanan tinggi 217

sebagai penyedia energi untuk masing PMT, dan pada MK tersebutmekanik penggerak PMT. udara tekan 180 bar diturunkan menjadi 150 bar melalui reducinga. Sistem Udara Tekan valve, PMT udara hembus bekerja dengan system tekanan 150 bar Udara tekan dihasilkan oleh dan 30 bar, Untuk operasi PMTsistem kompresor sentral tekanan pada masing-masing pole PMTtinggi dengan output tekanan 180 disediakan botol reservoir untukbar yang ditampung dengan tekanan 150 bar, udara tekanan 30reservoir berbentuk bola dan botol, bar didapat dari reducing valve darijumlah kompresor dan reservoir 150 bar menjadi 30 bar yangadalah tergantung dari jumlah PMT ditempatkan pada control blockyang dilayani, Udara tekan 180 bar PMT yang ditempatkan pada poledari reservoir didistribusikan ke tengah.semua Marshalink Kiosk di masing- RESERVO IRM KOMPRESOR SISTEM 180 BARMK MK MK MK SIST EM 150 BARGambar 5.33 Proses drainase air yang terkondensasi dari dalam tangki udaraUntuk mengetahui Indikasi gas SF 6 dapat dilihat pada tabel 5.2 Tabel 5.2 Indikasi gas SF 6 Indikasi keteranganSF 6 low presure alarm Indikasi ini menunjukan tekanan gas SF6 pada PMT berkurang ,sehingga kontak desity meter akan menutup dan mengirim sinyal ke panel kontrol SF 6 low presure alarm dan bel berbunyi 219

SF 6 low presure triping Indikasi ini menunjukan tekanan gas SF6 padaCircuit breaker poles PMT berkurang ,sehingga kontak desity meterdiscrepancy akan menutup dan mengirim sinyal trip PMTBreaker failure operated primer atau sekunder dan mengirim sinyal keHealty trip 1-2 alarem panel kontrol SF 6 low presure triping dan belSF6 low pressurealarem berbunyi .Auto reclose in progress Indikasi menujukan bahwa adaCB hydraulik pumpfailure ketidakserempakan fasa –fasa menutup,CB pressure SF6 failure sehingga rele discrepancy bekerja mengirimstep 1 sinyal trip ke PMT dan mengirim sinyal ke panelCB pressure SF6 failurestep 2 kontrol . Circuit breaker poles discrepancy dan bel berbunyi. Indikasi menunjukan rele breaker failure bekerja,kontak rele breaker menutup memberi sinyal trip pada PMT dan PMT yang lain yang satu rel(bus) dan mengirim sinyal ke panel kontrol Breaker failure operated dan bel/ klakson berbunyi. Indikasi menunjukan ada gangguan sistem pemantau rangkaian trip PMT melihat ada ketidaknormalan ( coil trip putus,) dan mengirim alarm ke panel kontrol Healty trip 1-2 alarem dan bel berbunyi Indikasi ini menujukan bahwa tekanan atau kerapatan gas didalam tabung PMT berkurang,karena bocor atau suhunya turun drastis ,maka kontak menometer atau density menutup dan mengirim sinyal ke panel kontrol SF6 low pressure alarm bel berbunyi Indikasi menunjukan rele recloser bekerja ,kontak rele mengirim sinyal ke panel kontrol dengan indikasi Auto reclose in progress bel berbunyi Indikasi menunjukan motor pompa hidraulik untuk pengisi tekanan hidraulik tidak bekerja, kontak rele /aux .rele mengirim sinyal ke panel kontrol mengiri CB hydraulik pump failure dan bel berbunyi. Indikasi ini menujukan bahwa tekanan atau kerapatan gas didalam tabung PMT berkurang,karena bocor atau suhunya turun drastis ,maka kontak menometer atau density menutup dan mengirim sinyal ke panel kontrol CB pressure SF6 failure step 1 bel berbunyi Indikasi ini menujukan bahwa tekanan atau kerapatan gas didalam tabung PMT 219

CB trip berkurang,karena bocor atau suhunya turun drastis ,maka kontak menometer atau density menutup dan mengirim sinyal blok ke PMT dan mengirim sinyal ke panel kontrol CB pressure SF6 failure step 2 bel berbunyi. Indikasi menunjukan PMT trip ,dan kontak bantu PMT mengirim sinyal ke panel kontrol CB trip dan bel berbunyi5.7. Kompensator shunt, yang berputar baik yang dipakai fasa terdahulu ( Leading ) Kompensator didalam sisitim atau terbelakang (logging) dapatPenyaluran tenaga Listrik disebut diatur secara kintinyu, tetapi alat inipula alat pengubah fasa yang sangat mahal dan pemeliharaannyadipakai untuk mengatur jatuh rumit sedangkan di PLN belumtegangan pada saluran transmisi terpasang sehingga dalam tulisanatau transformator dengan ini tidak dibahas lebih lanjut, alatmengatur daya reaktif atau dapat yang stationer sekarang banyakpula dipakai untuk menurunkan rugi dipakai , tegangannya mudah diaturdaya dengan memperbaiki faktor dengan penyetelan daya reaktifdaya, alat tersebut ada yang secara bertingkat mengikutiberputar dan ada yang stationer perluasan sistem tenaga listrik. Alatyang berputar adalah kondensator yang stationer adalah kapasitorsinkron dan kondensator asinkron shunt dan reaktor shunt.sedang yang stationer adalahkondensator statis dan reaktor ½ ½ V2 Xc Gambar 5.34. Kompensator Kapasitor Terdapat beberapa pengaturan arus medan magnitkompensator yang dihubungkan maupun dari sisi pemakai yaitusecara serie antara capasitor dengan pengaturan daya reaktif.dengan transmisi, hal ini bertujuan Pengaturan arus medan magnituntuk melawan arah dari effek sangat dibatasi oleh kapasittashubungan serie dari raktansi nominal pembangkit itu sendiri , jikainduktif dari pada transmisi beban mempunyai komponen induktif yang relatif lebih besar Peningkatan kualitas tegangan dibandingkan dengan komponenatau faktor daya disisi pemakai kapasitif maka untuk memperbaikitenaga listrik dapat dilakukan baik faktor kerja dibutuhkan daya reaktifdari sisi pembangkit dengan 220

kapasitif , sedangkan untuk beban 3 phasa, sedangkan pada sistemkomponen kapasitif reaktif lebih tegangan tinggi dan kapasitasnya besar dipakai kapasitor 1 phasa besar dibandingkan dengan yang dihubungkan secara bintang.komponen induktif maka untuk Gambar 5.35 menunjukkan suatumemperbaiki faktor kerja diperlukan susunan kapasitor yang terdiri daridaya reaktif induktif untuk kapasitor itu sendiri , reaktor serimenkompensir daya reaktif yang berfungsi untuk menjaga agarkapasitif. susunan kapasitor tetap induktif. Dan komponen pelepas yang5.7.1. Kapasitor Shunt berfungsi menghilangkan muatan listrik pada susunan kapasitor saat Sebagai unit, ada kapasitor 1 kapasitor dilepas untuk maksutphasa dan kapasitor 3 phasa. Pada pemeliharaan.saluran distribusi dipakai kapasitorGambar 5.35 Pemasangan Kapasitor ShuntGambar 5.36 : Kapasitor Shunt. 222

CB DC SC DC SR CB : Pemutus tenaga. DC : Kumparan pelepas. SC : Reaktor seri. Gambar 5.37 Pemasangan Kapasitor pada sistem1. Parameter unjuk kerja kapasitor. Untuk mengetahui Parameter unjuk kerja kapasitor dapat dilihat padatabel 5.3 Tabel 5.3 Parameter unjuk kerja kapasitorMVAR Meter berfungsi untuk mengukur daya reaktif.KV Meter berfungsi untuk mengukur tegangan kapasitor.Ampere Meter berfungsi untuk mengukur arus kapasitorIndikator Unbalance indikasi ini akan muncul apabila unbalance relerele bekerja yang disebabkan terjadinya kerusakan salah satu unit kapasitor.5.7.2. Reaktor kepadatan flux inti besinya dibuat rendah , dengan tidak mengabaikanAda dua macam reactor, segi ekonomisnya. Selain itu dipakai tangki tahan suara yangReaktor shunt dipasang untuk berdinding rangkap, Untuk pendinginan pada umumnyakompensator transmisi dan Reaktor dipakai dengan minyak yang dipaksa dan udara yang ditiup.netral untuk kompensatortransformator, dibandingkandengan tarnsformator getaran dansuara dengungnya lebih besar olehkarena itu pada umumnyaUntuk mengetahui Indikasi relai dapat dilihat pada tabel 5.4 Tabel 5.4 Indikasi gas SF 6MVAR Meter berfungsi untuk mengukur daya reaktif.Buchholz relai. Berfungsi untuk mengamankan reactor timbulnya gas didalam minyak isolasi, sebagai pengaman reaktor relai ini dilengkapi dua tingkat monitor yaitu 222

Magnetik Oil Level. tingkat pertama warning dan tingkat kedua mentripkan PMT.Presure Relief Berfungsi untuk memonitor ketinggian minyak,Device. pada minimum atau maksimum oil level akan muncul tanda peringatan (warning ).Oil temperature Berfungsi mengamankan tangki reactor apabilaindicator terjadi tekanan lebih didalam tangki, alat ini akan mentripkan pemutus tenaga pada tekanan 0.7 barWinding untuk mengukur suhu minyak rector , pada suhu 95temperature ºC warning dan pada suhu 130 ºC mentripkanindicator pemutus tenagaGas collecting untuk mengukur suhu lilitan , pada suhi 115 ºCdivice warning dan pada suhu 130 ºC mentripkanSilicagel breather pemutus tenagafor conservator untuk mengetahui apabila terjadi produksi gas didalam minyak isolasi apabila silicagel sudah berubah berwarna merah muda maka sudah berubah berwarna merah muda maka sudah tidak dapat lagi menyerap kelembaban dan silicagel harus diganti5.8. Peralatan Scada dan dikembangkan penggunaannya Telekomunikasi. untuk pengoperasian relai-relai proteksi dan tahun 1980-an mulai Sejarah Sistem Power Line digunakan untuk transmisi dataCarrier (PLC). Sistem Power Line yang dihubungkan perangkatCarrier (PLC) mulai ditetapkan di komputer.Amerika Serikat sejak tahun 1920-an dan pada tahun 1919 pertama 5.8.1. Prinsip Dasar PLCkali didemonstrasikan penggunaan-nya oleh General Electric Co. Sistem PLC yang digunakanPertama kali PLC digunakan hanyauntuk komunikasi suara saja dan oleh suatu perusahaan listrikbaru pada tahun 1930 digunakanpula untuk mengatur relai-relai menggunakan Saluran Udaraproteksi. Setelah empat puluh limatahun masa pengoperasiannya, Tegangan Tinggi (SUTT) danPLC dapat digunakan untukpenyediaan kanal-kanal transmisi Saluran Udara Ekstra Tinggidata. (SUTET) sebagai media Di Indonesia sistim PLC mulaidioperasikan di Jawa Timur, transmisinya. Dalam PLC, sinyalselanjutnya di Jawa Barat, JawaTengah, Sumatera Barat dan yang dikirimkan atau disalurkanSumatera Utara. Sejak tahun 1975sistem PLC di Indonesia mulai adalah komunikasi suara dan komunikasi data serta tele proteksi. Sistem PLC menggunakan frekuensi 50 KHz sampai dengan 500 KHz. Pada dasarnya sistim PLC adalah jaringan radio yang 223

dihubungkan oleh jaringan listrik tersebut tidak terputus. Denganyang bertindak sebagai antenanya. demikian diperlukan peralatan yangYang diperlukan dalam PLC adalah berfungsi memasukkan danhantarannya dan bukan tegangan mengeluarkan sinyal informasi danyang terdapat pada penghantar energi listrik di ujung-ujungtersebut. penghantar. Gambar blok diagram PLC seperti terlihat pada gambar Oleh sebab itu bila penghantar 4.38.tak bertegangan maka PLC akantetap berfungsi asalkan penghantar Gambar 5.38. Blok Diagram PLC5.8.2. Peralatan Kopling mengusahakan rugi-rugi redaman sinyal serendah mungkin.Untuk memungkinkan Melindungi peralatankonduktor saluran tegangan tinggi komunikasi dari tegangan yangdigunakan sebagai media yang berlebihan. Memberikanperambatan sinyal informasi, maka impedansi tinggi terhadap frekuensidibutuhkan suatu peralatan kopling pembawa yang berfrekuensi tinggiyang berfungsi: Melalukan suatu agar tidak dipengaruhi olehbidang frekuensi pembawa dari peralatan yang terdapat pada garduterminal PLC kesaluran tegangan induktinggi dan sebaliknya, dengan 224

Gambar 5.39. Coupling Device5.8.3. Kapasitor Kopling mengakibatkan terjadinya hubungan singkat. Kapasitor kopling tegangantinggi adalah sebagai alat Penampang dari kapasitorpenghubung antara peralatan sinyal kopling yang mendekati bentukpembawa yang berfrekuensi tinggi fisiknya dengan susunan kapasitordengan konduktor kawat fasa yang didalamnya dihubungkan denganbertegangan tinggi, serta untuk peralatan potensial transformer.keperluan pengukuran yang Kapasitor jenis ini dikenal denganbertegangan rendah. sebutan Capasitor Voltage Transformer (CVT) yang digunakan Secara fisik alat ini terdiri atas untuk keperluan pengukuransusunan beberapa elemen tegangan yang dihubungkankapasitor mika/kertas yang dengan voltmeter di panel kontrol.dihubungkan secara seri sertadicelupkan/direndam kedalam Besarnya tegangan output yangminyak. Sebagai tempat kedudukan dihasilkan dari lilitan sekunder trafoelemen dan minyak tadi, dibuat dari adalah 220 V yang merupakanbahan dielektrik porcelin yang konversi dari besaran teganganberbentuk silinder dan bagian tingginya. Untuk keperluan PLCporcelin tadi dibuat semacam hanya kondensatornya saja yangsayap-sayap yang tersusun untuk diperlukan sedangkan peralatanmencegah mengalirnya secara potensial transformer untuklangsung curah hujan dari sisi keperluan tenaga listrik.tegangan tinggi kesisi teganganrendah atau ke tanah yang bias Suatu kapasitor memiliki sifat berimpedansi rendah untuk 225

frekuensi tinggi dan berimpedansi wave trap harus dapat melewatkan frekuensi rendah 50-60 Hz yangtinggi untuk frekuensi rendah. Atas membawa arus listrik dan harus mempunyai sifat berimpedansidasar itulah maka kapasitor kopling tinggi terhadap frekuensi tinggi yang membawa sinyal informasi.disini berfungsi meneruskan Karena wave trap dipasang serifrekuensi tinggi yang dihasilkan dari dengan kawat saluran udara tegangan tinggi, maka harusterminal PLC dan bemblok mampu dialiri arus listrik yang sesuai dengan kemampuan arusfrekuensi jala-jala 50 Hz yang dari kawat tersebut. Selain itu juga harus tahan terhadap tekanan-membawa energi listrik. Jika masih tekanan baik berupa panas maupun mekanis yang timbul karenaada frekuensi 50 Hz yang melalui mengalirnya arus kerja yang besar atau karena adanya arus hubungkapasitor kopling akan dibuang singkat yang mungkin terjadi.ketanah melalui peralatan Berdasar kelas arusnya wave trap ini mempunyai kapasitas aruspengaman. Besar kapasitas dari yang bermacam-macam diantara- nya : 200 A, 400 A, 600 A, 800 A,kapasitor tersebut tergantung dari 1250 A, 2000 A, dan 3500 A.kelas tegangan saluran transmisitenaga listrik yang digunakan.5.8.4. Wave TrapTugas utama dari alat ini adalahkebalikan dari kapasitor koplingyaitu untuk meredam sedemikianrupa sehingga frekuensi tinggi yangmembawa informasi tidakdisalurkan atau mengalir keperalatan gardu induk.Untuk dapat melaksanakantugas tersebut maka impedansi Gambar 5.40. Wave Trap 150 kV 226

Gambar 5.41. Wave Trap 500 kV5.8.5. Prinsip Kerja Dasar Wave Trap Prinsip kerja dasar yang digunakan adalah suatu rangkaian L–C paralel,yang terdiri dari tiga macam komponen seperti terlihat pada gambar berikut: Kumparan Utama Arrester Kapasitor Penala Gambar 4.42 Diagram Rangkaian Wave Trap 227

Dari rangkaian di atas akan yang akan diredam. Nilai induktansidapat suatu bentuk kurva yang banyak dipakai adalah 0,2impedansi terhadap fungsi mH, 0,3 mH, 0,4 mH, 0,5 mH, dan 1frekuensi. Untuk menentukan mH. Tegangan tembus darifrekuensi resonansi agar dapat kapasitor penala biasanya cukupmeredam frekuensi dari terminal tinggi yaitu antara 7.000 V danPLC yang sudah tertentu, maka 20.000 V, sedangkan kapasitordapat menggunakan rumus sebagai penala terdiri dari elemen yangberikut: berbeda-beda nilainya : 1,2 nF, 3,5 nF, 7 nF, 10 nF, 16 nF dan 24F0 1 nF. Dari keenam nilai elemen ini 2.S .L.C. dapat membuat bermacam-macam kapasitas sesuai yang dikehendaki dimana: F0 = Frekuensi kerja dengan cara merangkainya secara PLC seri atau paralel. L = Induktansi (Henry) C = kapasitansi (Farad) Sebagai pengaman kapasitor Untuk membentuk frekuensi penala dan kumparan dariresonansi tersebut, maka suatu nilai pengaruh adanya petir dandari kapasitor penala dapat gangguan hubung singkat ke tanahdiketahui berdasarkan rumus di pada saluran, maka dipasangatas. Jadi dalam hal ini yang arrester yang dihubungkan secaradilakukan penyetelan hanya paralel. Fakto-faktor lain yang haruskapasitornya saja, sedangkan diperhitungkan adalah nilaikumparannya mempunyai harga impedansi dan resistansi wave traptetap. harus lebih besar dari impedansi saluran yaitu antara 300 sampai Nilai induktansi tergantung dari dengan 600 ohm agar tidak terjadikebutuhan lebar bidang frekuensi rugi–rugi sinyal pada saluran 228

Gambar 5.43. Wave TrapGambar 5. 44. Wave trap 229

1. Main coil 6. Bird barries2. Tuning device 7. Terminal3. Protective device 8. Lifting eye4. Corona caps 9. Pedestal5. Corona rings5.8.6. Line Matching Unit (LMU) alat pemancar sinyal pembawa tersebut. Pada dasarnya penggunaan c Untuk dapat melaksanakanline matching unit adalah untuk fungsi di atas, peralatan linemenghubungkan kapasitor kopling matching unit dilengkapiyang berimpedansi 300-600 Ohm dengan komponen sebagaidengan terminal PLC yang berikut:berimpedansi 75 Ohm. - Transformator penyeimbang. - Kumparan. Fungsi line matching unit yaitu: - Peralatan pengaman.a Menyesuaikan karateristik - Kondensator. impedansi saluran dengan - Hybrid. impedansi coaxial yang menuju Sebagai salah satu contoh, terminal PLC. berikut ini gambar yangb Mengatur agar reaktansi memperlihatkan type LMU kapasitif dari kapasitor kopling memberikan beban resistif bagiGambar 5.45. LMU Untuk 1 Macam Frekuensi 230

Transformator T berfungsi sehingga reaktansi induktif dari Lsebagai transformator penyeimbang (XL) akan saling meniadakanimpedansi saluran tegangan tinggi dengan reaktansi kapasitif yang(Zo) dan kabel coaxial. Kumparan diberikan oleh kapasitor koplinginduktansi L dan kapasitor frekuensi (Xc). Kapasitor Cs berfungsi pulatinggi Cs adalah untuk memberikan meredam frekuensi 50 Hz daribeban resistif terhadap gelombang kopling agar tidak mengalir melaluipembawa. Besarnya induktansi L kumparan L.dapat diatur sedemikian rupaGambar 5.46. Line Matching Unit5.9 . Peralatan Pengaman dibuang ke tanah oleh drain coil (Protection Device) ini maka, alat ini harus Protection device terdiri darikomponen sebagai berikut: mempunyai karateristik sebagaia. Drain Coil berikut: Berfungsi untuk menyalurkan ke tanah atau membuang ke tanah Resistansi untuk arus DC harus arus 50 Hz yang masih lebih kecil dari 6 ȍ. terdapat di bagian bawah atau tegangan rendah dari kapasitor Resistansi 50 Hz harus lebih kecil dari 15 ȍ.b. Kopling. Karena Frekuensi tinggi dari Resistansi pada frekuensi 40 s/d terminal PLC tidak boleh 500 kHz harus lebih besar dari 5 kȍ. Mampu dialiri arus permanen 1 A dan arus hubung singkat sebesar 50 A selama 0,2 detik. 231

Gambar 5.47 Kurva Impedansi Drain Coil5.8.1. Lightning Arester diperlukan pengubah tegangan searah dari 48 V ke 24 V dan 12 V, Untuk pengamanan terhadap sedangkan tegangan 48 Vgangguan petir, tegangan lebih digunakan untuk rangkaianyang tiba-tiba, maka dipasang penguat.arrester dengan batas kerja 350V. Daya pancar PLC umumnyaa. Pemisah Tanah terdiri dari 10 W, 20 W, dan 40 W. Untuk pengaman bila petugas Dalam hal khusus untuk saluran akan melakukan pemeliharaan. yang panjang sekali sehingga redaman cukup besar, makab. Peralatan Power Line Carrier dipasang terminal PLC dengan Indoor (Terminal PLC) daya pancar 160 W.Disebut peralatan PLC indoor Sistem modulasi yang digunakan adalah single side band dengankarena perangkat ini terpasang dua kali modulasi yaitu frekuensi perantara sebesar 16 kHz, 17 kHz,didalam ruangan khusus atau 20 kHz dan modulasi kedua yaitu frekuensi pembawanya sesuaitelekomunikasi pada gardu dengan frekuensi kerja PLC antara 50-500 kHz.induk/pembangkit. Lebar bidang frekuensi yangPada prinsipnya terminal PLC diperlukan untuk satu kanal PLC adalah 8 kHz, dimana 4 kHz untukmerupakan perangkat radio yang pemancar dan sisanya untuk penerima. Bidang 4 KHz adalahterdiri dari rangkaian pemancar dan bidang frekuensi standard untuk mengirimkan informasi suarapenerima serta rangkaian penguat. manusia.Sistem catu daya yang digunakanpada umumnya 48 VDC dengankutub positif diketanahkan. Sesuaidengan kebutuhan komponenelektroniknya yang bertegangankerja berbeda-beda, maka 232

5.10. Aplikasi PLC Penerapan sistim PLC digunakan sebagai media dari: Komunikasi suara (telepon). Teleproteksi. Tele informasi data.Gambar 5.48. Pengiriman Sinyal Suara5.10.1. Komunikasi Suara pengaturannya diatur oleh PABX (Private Automatic Brancha. Sistem Pengiriman Sinyal Exchange) Keluar dari PABX Apabila handset pesawat diteruskan ke SSB PLC yang berfungsi sebagai medianya yangtelepon diangkat, maka akan selanjutnya ke terminal lawanterdengar tone sebagai tanda setelah melalui LMU dan SUTTbahwa pemakai telepon siapuntuk .melaksanakan penekanan nomorke gardu induk yang dituju, dimana 233

Sistem Penerimaan SinyalGambar 4.49 Penarimaan Sinyal Suara Sinyal akan diterima oleh SSB pembatas amplitudo yang biasaPLC yang sebelumnya melalui disebut limitter.jaringan SUTT dan LMU. Oleh SSBPLC diteruskan ke PABX, yang 5.10.3. Teleproteksi Protectionberfungsi mengevaluasi ke pesawat Signallingtelepon yang dituju dari gardu induklawan. Peralatan teleproteksi PLC adalah merupakan alat bantu untuk5.10.2. Penggunaan Kanal Suara dapat memberikan percepatan (transfer time) secara selektif pada Dengan lebar bidang pada kanal peralatan proteksi rele jarak. Padasuara sebesar 1.700 Hz yaitu dasarnya prinsip kerja teleproteksidiantara 300 Hz sampai 1.200 Hz, PLC ini adalah memberikan kontakmasih cukup baik untuk yang diterima dari rele jarak suatumenstransmisikan informasi suara gardu induk untuk diteruskan kemanusia sehingga tidak akan rele jarak gardu induk lawannyamerubah nada si pembicara. dengan melalui jaringan PLC. Karena suara manusia tidak Percepatan yang diperoleh padatetap, maka sinyal amplitude akan perangkat ini adalah maximum 20berubah-ubah pula. Agar amplitude milidetik dengan pengertian bahwatidak tidak melewati batas pada diharapkan terjadi tripping dikeduabagian pemancarnya, maka pada lokasi secara bersamaan.kanal suara dilengkapi dengan Kontak-kontak dari peralatan teleproteksi PLC ini dapat 234

digunakan tergantung pada 5.10.4.Remute terminal unit (RTU)kebutuhan sistim proteksi, apakah Tipe EPC 3200.untuk sistim intertripping ataublocking scheme. Kontak-kontak Pada keadaan hidup / ON tipetersebut dapat dibuat sebagai RTU ini diindikasikan dengan bunyinormaly open (kontak kerja), suara berdercik ( seperti suaranormaly closed (kontak lepas) atau Jangkkrik ). Pada keadaanchange over (kontak tukar). berkomunikasi dengan Master Station di RCC / JCC ( RegionalMedia transmisi mengambil Control Center / Java Control Center ) pada Modem MD 50, LEDtempat didalam frekuensi telepon Indikator TX dan RX menyala secara bergantian. Pada keadaan(suara). PLC adalah media TIDAK berkomunikasi dengan Master Station di RCC / JCCtransmisi spesifik yang cocok untuk (Regional Control Center / Java Control Center ) Modem MD 50,tele proteksi, dimana: PLC LED Indikator TIDAK menyala secara bergantian. ( biasanyamenggunakan SUTT sebagai media hanya LED RX saja yang menyala.transmisinya, pembagian Bila RTU tidak menerima sinyal RX dari media komunikasi ( PLC /menggunakan bandwidth 4 KHz FO ) maka pada modem MD 50, LED Indikator warna merah akannya digunakan untuk perangkat menyala. ( LED warna kuning mengindikasikan bahwa MD 50telepon dan sinyal. Suatu sinyal pada kondisi normal )dengan daya cukup besarmemungkinkan dapat dipancarkanPLC (SSB) selama instruksiberlangsung. Secara objektifitas,instruksi yang ditransmisikan dalamsuatu alokasi band dengan tingkatkeandalan dan keamanan yangtinggi, kriteria-kriterianya adalahsebagai berikut: Bebas dari pengaruh instruksi Bila pada RTU tidak ada satupalsu yang disebabkan noise level indicator pun yang menyala, makadan berubahnya tingkat atenuasi dapat dipastikan pasokan daya daripada link, presentase yang rendah DCDB atau dari MCB pada kubikelterhadap instruksi yang tidak RTU, jatuh / putus.sempurna pada saat noise link,kecepatan pendeteksian penerima a. Tipe S-900.terhadap gangguan. Hal inidimaksudkan agar tercapainya Pada keadaan berkomunikasikeadaan terbaik antara keperluanbandwidth dan transfer time disatu dengan Master Station di RCC /pihak, keamanan dan keandalandilain pihak. JCC ( Regional Control Center / Java Control Center ) pada Modem MD 50, LED Indikator TX dan RX menyala secara bergantian. ( Modem pada tipe S900 terletak pada bagian paling atas RTU ). Pada keadaan TIDAK berkomunikasi dengan Master Station di RCC / JCC (Regional 235

Control Center / Java Control ini masing-masing terdapat 2Center ) pada Modem MD 50, LED (dua) LED indicator yang dalamIndikator TIDAK menyala secara keadaan normal keduanya akanbergantian. ( biasanya hanya LED menyala.RX saja yang menyala. - Reset RTU secara manual dengan cara : melakukan switch Bila RTU tidak menerima sinyal off atau mematikan danRX dari media komunikasi ( PLC / menghidupkan kembali melaluiFO ) maka pada modem MD 50, MCB yang terdapat di kubikelLED Indikator warna merak akan RTU atau pada MCB pada DCDBmenyala. yang memasok RTU.Langkah-langkah yang 5.11. Simbul-simbul yang ada pada Gardu Induk.diperlukan sesuai perintah dan Bagan kutub tunggal didapat dilakukan oleh operator GI gambarkan dengan simbol-simbol yang mewakilkan bentuk dan fungsi/Gitet adalah : setiap peralat yang tersedia seperti dijelaskan sbb:- Check Power Supply 48 Vdc Single line diagram gardu indukpada terminal DC. adalah bagan kutub tunggal yang menjelaskan sistem kelistrikan pada- Check tahanan isolasi gardu induk secara sederhana sehingga memudahkan mengetahui- Reset RTU secara program kondisi dan fungsi dari setiap bagian peralatan instalasi yangdengan cara : Pada Card tipe MP terpasang, untuk operasi maupun pemeliharaan49 ( terletak pada paling kiri atas), posisi micro switch berwarnaBIRU dikeataskan dandikebawahkan kembali.- Check tegangan Output padaCard AI 01 dan Card AI 02 yangterletak pada sebelah kanansetiap rak RTU. Pada Card-card 236

Simbul-simbul yang ada pada Gardu induk Untuk mengetahui Simbul-simbul yang ada pada Gardu induk dapatdilihat pada tabel 5.1Tabel 5.1 Simbul-simbul yang ada pada Gardu indukNo simbol keterangan1 Pemutus Tenaga (PMT) berfungsi sebagai alat untuk memutus dan menyambung arus beban baik pada kondisi normal maupun gangguan.2 Pemisah (PMS) berfungsi sebagai alat untuk memisahkan peralatan dari tegangan. Terdiri dari pemisah tegangan (PMS REL & PMS Line) dan pemisah pentanahan.3 Transformator Tenaga adalah Transformator yang berfungsi untuk menyalurkan tenaga listrik dari tegangan tinggi ke tegangan rendah atau sebaliknya.4 Transformator Arus (CT) adalah trafo instrument yang berfungsi untuk merubah arus besar menjadi arus kecil sehingga dapat diukur dengan Amper meter.5 Transformator Tegangan/Potensial (PT) adalah trafo instrument yang berfungsi untuk merubah tegangan tinggi menjadi tegangan rendah sehingga dapat diukur dengan Volt meter. 237

6 Netral Grounding Resistor (NGR) adalah alat bantu untuk pengaman NGR peralatan Trafo tenaga, bila terjadi hubung singkat pada sistem sekunder. 7 Vektor group adalah hubungan kumparan tiga fasa sisi primer,5.11. Rele Proteksi dan sekunder dan tertier yang dijelaskan Annunsiator dengan angka pada jam. Rele proteksi yaitu alat yang Menghindari atau mengurangibekerja secara otomatis untuk terjadinya kerusakan peralatanmengamankan suatu peralatan akibat gangguan.listrik dari akibat gangguan, atau Membatasi daerah yang terganggudengan kata lain yaitu untuk: sekecil mungkin. Memberikan pelayanan penyaluran tenaga listrik dengan mutu dan keandalan yang tinggi.Simbul dan kode rele Proteksi Untuk mengetahui Simbul dan kode rele Proteksi dapat dilihat padatabel 5.2Tabel 5.2 Simbul dan kode rele ProteksiNO NAMA RELE SIMBOL KODE. Z<1. RELE jarak ( Distance relai ) U< 212. RELE tegangan kurang 27 I> 49 ( Under voltage relai ) I> 503. RELE suhu ( Thermis relai ) U> 514. Over current RELE instantaneous P 595. RELE arus lebih dengan waktu tunda - 62 ( Time over current relai )6. RELE tegangan lebih 63 ( Over voltage relai ) 647. RELE waktu tunda 67 ( Time auxillirary relai )8. RELE tekanan gas ( Gas pressure relai )9. RELE hubung tanah ( Ground fault relai )10. RELE arus lebih berarah ( Directional over current relai ) 238

11. RELE penutup balik f 79 ( Reclosing relai ) 'I 8112. RELE frekwensi ( freqwency relai ) 87 9613. RELE differensial ( Diffrential relai )14. RELE bucholtz ( Bucholtz relai ) 239

Proteksi Penyaluran Tenaga ListrikPeralatan listrik yang perlu diamanakan ( diproteksi ) antara lain sebagai berikut: Trafo tenaga. P51NNP51G 96T 87T 26 63S51-1 S51-2 PU 64VGambar 5.50 : single line diagram trafo lengkap dengan system proteksiBay Penghantar dan koppel. 240

44S 51Gambar 5.51 : single line diagram bay pengahantar dan bay Koppel lengkapdengan system proteksiPeralatan Kontrol dan Proteksi.Panel Kontrol.Bay Koppel dengan manual/synchrochek. 241

AAAVV Nama panel bay Ampermeter P111-P112-P1131 23 4 5 Volt meter busbar P101 Volt meter busbar P101 Alarm annunciator H10 dan saklar tekans H100 : x mematikan suara alarm AAC/PB (white). x pengakuan. AC/PB (black). x rangkaian pereset R/PB (Red). x Tombol peuji nyala lampu LT/PB (Green 1. saklar tekan membuka PMT S1350 2. saklar pemilih remote dan supervise S2501 3. saklar tekan reset rele pembuka PMT S1701 4. saklar ON/OFF signal yang muncul. S2502 5. saklat tekan mematikan klakson/buzzer S19 saklar control dan ketidaksesuaian, S2242- S2243-S2221-S2222. signalling ketidaksesuaian, S2235-S2234 saklar control dan ketidaksesuaian, S2250. annunciator penormalan H121-H122. kunci saklar sinkronisasi S2550 saklar ketidaksesuaian 20 kV S2251-S2252-S2253 CVVGambar 5.52. Peralatan Kontrol dan Proteksi 242

AAA Nama panel bayWV V Ampermeter P111-P112- ar V Volt meter busbar P101 23 4 W Indikator Alarm annunciator H10 dan saklar tekans H100 : x mematikan suara alarm AAC/PB (white). x pengakuan. AC/PB (black). 1. saklar tekan membuka PMT S1350 2. saklar pemilih remote dan supervise S2501 3. saklar tekan reset rele pembuka saklar control dan ketidaksesuaian, S2221-S2222. signalling ketidaksesuaian, S2234 saklar control dan ketidaksesuaian, S2250. signalling ketidaksesuaian, S2235 saklar control dan ketidaksesuaian, S2228 signalling ketidaksesuaian, S2238 annunciator penormalan H121- H122. kunci saklar sinkronisasi S2550 CVGambar 5.53. Peralatan Kontrol dan Proteksi 243

AAA Nama panel bay V Ampermeter P111-P112-P113 V Volt meter busbar P101 23 4 Alarm annunciator H10 dan saklar tekans H100 : x mematikan suara alarm AAC/PB (white). x pengakuan. AC/PB (black). x rangkaian pereset R/PB (Red). x Tombol peuji nyala lampu LT/PB (Green 1. saklar tekan membuka PMT S1350 2. saklar pemilih remote dan supervise S2501 3. saklar tekan reset rele pembuka PMT S1701 4. saklar ON/OFF signal yang muncul. S2502 saklar control dan ketidaksesuaian, S2221- S2222. signalling ketidaksesuaian, S2234 saklar control dan ketidaksesuaian, S2250. signalling ketidaksesuaian, S2235 saklar control dan ketidaksesuaian, S2228 signalling ketidaksesuaian, S2238 annunciator penormalan H121-H122. Test Block X22-X11 untuk arus ( C ) dan Tegangan ( V )CVGambar 5.54. Peralatan Kontrol dan Proteksi 244

AAA Nama panel bayWV V Ampermeter P111-P112-P113 ar V Volt meter busbar P10 1 23 W Indikator Alarm annunciator H10 dan saklar tekans H100 : x mematikan suara alarm AAC/PB (white). x pengakuan. AC/PB (black). 6. saklar tekan membuka PMT S1350 7. saklar pemilih remote dan supervise S2501 8. saklar tekan reset rele pembuka PMT saklar control dan ketidaksesuaian, S2221-S2222. signalling ketidaksesuaian, S2234 saklar control dan ketidaksesuaian, S2250. signalling ketidaksesuaian, S2235 saklar control dan ketidaksesuaian, S2228 signalling ketidaksesuaian, S2238 annunciator penormalan H121-H122. saklar kontrol PMT 20 kv dan ketidak sesuaian, S2251. annunciator posisi PMS 20 kV H221- H222.CVGambar 5.55. Peralatan Kontrol dan Proteksi 245


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook