Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore 61_PDFsam_At a Glance Imunologi Edisi Kesembilan

61_PDFsam_At a Glance Imunologi Edisi Kesembilan

Published by haryahutamas, 2016-07-22 21:30:11

Description: 61_PDFsam_At a Glance Imunologi Edisi Kesembilan

Search

Read the Text Version

Imunitas antinmikrobal skema umum ./,, -P .:ffiw 6@f />.'{d6q?,t\:#--\"fPfi :;1@l'!,'Afagoaitosts \-- _;liiJr\"t,i, Ippeemrbnupnuuhnanurb| I @f p e mb un uh an eketi a e elula rMenyebar ''- | ('l \i:\f; p enqaein qan (seque sIr asi)Di titik ini pembaca akan mengerti bahwa sistem imun sangat Secara umum, komplemen dan antibodi berperan paling aktif dalam melawan mikroorganisme bebas dalam darah atau jaringan,eflsien dalam mengenali substansi asing dari bentuktya, tetapi sedangkan respons yang diperantarai sel betperan paling aktiftidak memiliki cara sempulna untuk membedakan apakah substansi melawan mikroorganisme yang bersembunyi di dalam sel (sisitersebut berbahaya. Sejauh ini, pendekatan ini berfungsi dengan kiri). Akan tetapi, mekanisme, bilamana ada, sesungguhnya efektifbaik dalam mengendalikan infeksi, tetapi memang terdapat sisi tergantung pada taktik mikroorganisme itu sendiri. Parasit yang berhasil adalah parasit yang berhasil menghindar, bertahan, atauyang tidak menguntungkan, misalnya respons imun hebat terhadap menghambat mekanisme imun yang berhubungan, seperti yang diilustrasikan dalam lima gambar berikut ini. Molekul penghindar,benda-benda asing tetapi tidak berbahaya seperti serbuk sari, dl1. bersama dengan moiekul yang secara langsung merusak pejamu,(lihat Gambar 35). rdt sebut .fakt o v irul ens i. Mikroorganisme calon parasit yang menembus penghalangkulit atau membran mukosa (sisi atas) harus menghadapi rintangan Pintu masuk Banyak mikroorganisme masuk ke dalam tubuhdari empat sistem pengenalan utama: komplemen (sisi kanan melalui luka atau gigitan, tetapi mikroorganisme lain hidup padaatas), sel fagosit (sisi tengah), antibodi (sisi kanan) dan imunitas kulit atau membran mukosa usus, saluran napas, d11., jadi secarayang dperantarai sel (sisi bawah), bersamaan dengan sering teknis berada di luar tubuh.berinteraksinya mekanisme efektornya. Kecuali sudah pernah kontak Penghalang permukaan Kulit dan membran mukosa sampai padaterdahulu dengan antigen yang sesuai, respons antibodi dan respons beberapa tingkat dilindungi oleh pH asam, enzim, mukus, danyang diperantarai sel (adaptif) tidak bekerja sampai beberapa hari, sekresi antimikroba lain, serta antibodi IgA (1ihat di bawah). Paru,sedangkan komplemen dan sel fagosit (bawaan), yang selalu ada,bekerja dalam hitungan menit. Terdapat juga (sisi atas tengah)elemen bawaan khusus, seperti lisozim, interferon, d11., yangberperan kurang atau lebih tidak spesifik, lebih seperti antibiotik.At a Glance lmunologi

usus, traktus genitourinaria, dan mata, masing-masing memiliki oksigen reaktii enzim lisosom, d11. (Gambar 9). Pada kasus tertentu,kombinasi mekanisme perlindungan khusus. 'aktivasi' makrofag oleh sel T mungkin diperlukan untuk memicu proses pembunuhan (lihat Gambar 22).Antibiotik alami Enzim antibakteri lisozim (dihasilkan sebagianbesar oleh makrofag; Iihat Gambar 29) dan interferon antivirus Pembunuhan ekstraselular Monosit, polimorf, dan'sel pembunuh lain (killer, K) dapat membunuh sel berselubung antibodi secara(lihat Gambar 25 dan 28) berperan banyak dalam 'imunitas in vitro, tanpa fagositosist namun, belum diketahui dengan jelasbawaan' terhadap organisme patogen. Kelompok polipeptida lain bagaimana sesungguhnya hal ini terjadi secara in vivo.dengan sifat antimikroba luas, yang dihasilkan khususnya padapermukaan mukesa, adalah defensin. Kelompok molekul ini juga NI( Sel natural killer alami mampu membunuh sejumlah besar selditemukan pada sejumlah besar invertebrata (misalnya serangga) yang terinfeksi virus dengan cepat, tetapi tanpa ciri spesiflk limfosit.dan tampaknya mewakili suatu komponen imunitas bawaan purba.C3 Komplemen diaktivasi secara langsung ('jalur alternatif') Bertahan hidup intraselular Beberapa virus, bakteri, danoleh sejumlah besar mikroorganisme, khususnya bakteri, yangmenyebabkan lisis atau fagositosis. Efek yang sama juga dapat protozoa penting dapat bertahan hidup dalam makrofag, tempatdiperoleh saat C3 diaktivasi oleh antibodi ('jalur klasik'; lihat mikroorganisme melawan pembunuhan. Organisme lain bertahanGambar 7) atau oleh protein pengikat manosa. hidup dalam sei otot, hati, otak, dll. Pada kasus seperti itu, antibodi, tidak dapat menyerang mikroorganisme tersebut dan respons yangfH Sel T helper melakukan beberapa fungsi yang jelas dalam diperantarai sel adalah satu-satunya harapan.respons imun terhadap mikroba. Sebagian merespons terhadap t7{ Sel sitotoksik, terutama untuk membunuh sel yang menyimpandeterminan 'karier' dan menstimulasi sintesis antibodi oleh selB. Virus, bakteri, protozoa, dan cacing, seluruhnya tampak telah virus, juga sel ailogenik (misalnya sel transplantasi) (tihat Gambarberfungsi sebagai karier yang cukup kuat, walaupun terdapat 22 dan 23'1, dan kadang tumor (lihat Gambar 33).beberapa organisme yang menimbulkan respons antibodi yang Pengasingan (sequestrasi) Mikroorganisme yang tidak dapatbersifat independen se1 T. Lainnya mensekresi sitokin, yang dibunuh (beberapa mikobakteri) atau produk yang tidak dapat didegradasi (misalnya dinding sel srreprokokus) dapat dipisahkanmenarik dan mengaktivasi makrofag, eosinofll, dll. (lihat Gambar oleh pembentukan granuloma oleh makrofag dan fibroblast, dibantu22 dan 25), atau meningkatkan aktivitas sel T sitotoksik. Peran oleh respons imun yang diperantarai TH (1ihat Gambar 22).sel T helper yang utama pada hampir seluruh infeksi tampak Penyebaran Mikrgorganisme yang berhasil harus dapat meninggalkanpada efek perusakan berat yang terjadi, misalnya pada AIDS tubuh dan menginfeksi lainnya. Batuk dan bersin, tinja, serta gigitan(lihat Gambar 42). serangga adalah cara penyebaran yang paling umum.B Pembentukan antibodi oleh limfosit B adalah ciri universal Persistensi Sebagian parasit yang sangat berhasil mampu menghindari seluruh mekanisme penghancuran imunologis yangdari infeksi, merupakan alat diagnostik yang baik serta bersifatprotektif. Sebagai aturan umum, antibodi IgM muncut peftama telah disebutkan di atas dengan alat pelindung canggih yangkali, kemudian IgG dan kelas lain. Oleh karena itu, IgM seringkali menjadi tanda infeksi baru. Pada permukaan mukosa, IgA dimilikinya. Dengan kata lain, hal ini meliputi seb4gian penyakitadalah antibodi yang paling efektif (lihat Gambar 15). infeksi paling kronis dan sulit disembuhkan. Strategi utama menghindari imun berupa resistensi terhadap fagositosis dan/Blokade Saat mikroorganisme atau toksinnya perlu masuk ke dalam atau pembunuhan intraselular, variasi antigen, imunosupresi, dansel, antibodi dapat memblokade dengan cara bergabung denganiokasi perlekatan spesifiknya. Antibodi yang dapat melakukan berbagai bentuk persembunyian.ini secara efektif disebut 'penetralisasi'. Vaksin terhadap tetanus, Inflamasi Walaupun beberapa mikroorganisme menyebabkandifteri, dan polio, bekerja melalui mekanisme ini, serupa halnya kerusakan jaringan secara langsung (misalnya virus sitopatik ataudengan IgA di usus. toksin stafllokokus), sayangnya sebagian besar kerusakan jaringanFagositosis oleh leukosit polimorfonuklear atau makrofag adalah yang terjadi akibat infeksi adalah karena respons pejamu. Inflamasiakhir perjalanan mayoritas patogen yang tidak berhasil. Baik C3 akut dan kronis dibahas secara jelas di bagian lain (lihat Gambarmaupun antibodi sangat meningkatkan proses ini dengan melekatkanmikroba tersebut kepada sel fagosit melalui reseptor C3 atau Fc 8 dan 37), tetapi perhatikan bahwa organisme infeksius seringpada antibodi; proses ini disebut 'opsonisasi' (lihat Gambar 10). kali menyebabkan pejamu dalam dilema: apakah mengeliminasi infeksi sepenuhnya atau membatasi kerusakan jaringan danPembunuhan intraselular Beginr berada dalam sel fagosit, sebagianbesar organisme dibunuh dan mengalami degradasi oleh spesies memungkinkan sebagian organisme bertahan hidup. Dalam waktu yang cukup, seleksi alam akan mengatur keseimbangan yang paling menguntungkan, baik bagi ketahanan hidup parasit maupun pejamu.lmunitas antimikroba: skema umum lmunitas yang berpotensi menguntungkan 61

Hmaem&€as *er8sadmp wBrexm TEN4BENTUKAN * - - sekreei beriei )qA MA5 (FrrtiNO Y i::\;*:::. ,- t- {.y\r<[\\J [/ENYEBAR .' perlindungan ii DALAM 'ARAH t@ \:' I /\ I ;l FN4DIJNLJHAN OLEH '\\i;Jc, \ srL r.n DAN 5EL f IH-*- \ \ N,4A5A LATENVirus berbeda dengan seluruh organisme infeksius lain, karena berukuran Perhatikan bahwa kerusakan jaringan dapat terjadi baik akibat virus itu sendiri ataupun akrbat respons imun pejamu terhadap virus.jauh lebih kecil (lihat Lampiran I) dan tidak memiliki dinding sel dan Dalan jangka panjang, tidak ada parasit yang sungguh-sungguhaktivitas metabolisme independen, jadi virus tidak dapat bereplikasi merusak atau membunuh pejamu dapat tetap bertahan hidup, jadidi luar sel pejamu. Oleh karena itu, proses kunci infeksi virus adalah adaptasi tersebut yang dapat muncul sangat cepat pada virus, umumnyareplikasi intraselular, yang dapat atau tidak dapat menimbulkan cenderung menuju ke arah penurunan virulensi. Akan tetapi, infeksikematian se1. Dalam gambar ini, vilus digambarkan seperti heksagon, yang telah diadaptasi oleh pejanru hewan normal kadang menjadi sangat virulen bagi manusia; rabies (anjing) dan virus Marburg (monyet)tetapi pada kenyataannya ukuran dan bentuk virus amat sangat benrariasi. adalah contohnya ('zoonosis' ). Untuk perlindungan cepat, interferon (sisi atas) berperan sebagai Antara virus dan bakteri terdapat organisme intraselular obligat'antibiotik alami' yang sama seperti halnya lisozim pada int'eksi bakteri. yang memiliki dinding sel (Rickettsia, Chlamyditt spp.), dan organismewalaupun mekanismenya cukup belbeda. Antibodi (sisi kanan) berfungsi lainnya yang tidak merniliki dinding tetapi mampu bereplikasiuntuk mencegah masuk dan menyebarnya virus dalam darah. tetapi ekstraselular (M y-coplasma spp.). Secara imunologis, spesies Rickelt,rlasering kali dibatasi oleh kemampuan virus yang mengagumkan, untuk dan ChLamydia lebih menyerupai virus, sedangkan spesies Mycoplasma lebih menyerupai bakteri.mengubah bentuk luarnya sehingga terhindar dari deteksi antibodi yangada (epidemi influenza yang terjadi setiap tahun adalah bukti yang Reseptor Scmua virus perlu berinteraksi dengan reseptor spesifiktepat dalam menggambarkan mekanisme ini). Virus lain menghindali pada permukaan sel; misalnya virus Epstein-Ban (EBV; CR2 padapengawasan imun oleh antibodi dengan menyebar dari sel ke sel (sisi se1). rabies (reseptor asetilkolin pada neuron), campak (CD46 pada se1). dan HIV (reseptor CD4 dan kemokin pada sel T dan makrofag).kiri). Untuk virus ini, beban imunitas adaptif jatuh pada sistem sel Tsitotoksik, yang khusus dalam mengenali antigen MHC kelas I pembawa Interferon Sekelompok protein tlihat Gembar 22 dan 25.1 yang dihasilkanpeptida virus dari dalam sel (lihat Gan-rbar l9). Akan tetapi, banyak sebagai respons terhadap infeksi virus (dan juga lipopolisakarida bakteri,virus (seperti kelompok herpes) telah mengcmbangkan cara untuk dll.) yang menstimulasi sel untuk membentuk protein yang menghambatrnenghindari pengcnalan sel T sitotoksik, dengan menurunkan ekspresi transkripsi virus, jadi mencegah sel terkena inf'eksi.MHC, mensekresi molekul 'decog', atau menghambat pengolahanantigen. Se1 NK, se1 terbaik yang membunuh tanpa adanya MHCatau dengan adanya sedikit MHC pada sel terinfeksi dan bekerja lebihcepat daripada sel Tc, menjadi berperan penting.62 At a Glance lmunologi

Ta, NK, sitotoksisitas Seperti yang dideskripsikan pada Gambar Rubela ('campak Jerman') Medium; RNA. Suatu penyakit ringan72, 79, dan 22, sel T sitotoksik 'belajar' mengenali antigen MHC yang ditakuti karena memiliki kemampuan merusak janin pada empatkelas I, kemudian merespons sehubungan dengan antigen virus padapermukaan sel. Peran utama MHC dalam respons sei T ditemukan bulan pertama kehamilan. Vaksin yang dilemahkan dapat memberikan imunitas yang baik.selama penelitian imunitas antivirus pada tikus. Berbeda dengan haltersebut, sel NK menghancurkan sel dengan sedikit MHC atau tanpa Rabies Besar; RNA. Menyebar melalui saraf k\" ,or,r'nun saraf pusat,MHC, suatu konsekuensi umum akibat infeksi virus. biasanya setelah tergigit anjing yang terinfeksi. Antibodi pasif bersamaAntibodi Antibodi spesifik dapat berikatan dengan virus sehingga dengan vaksin dapat menyelamatkan nyawa.menghambat ke'mampuan virus untuk berikatan dengan reseptorspesifik dan menginfeksi sel. Proses ini disebut netralisasi. Antibodi Arbovirus (demam kuning) Ditularkan oleh artropoda; kecil; RNA.penetralisasi dapat berperan penting dalam perlindungan terhadap Menyebar melalui darah ke hati dan menyebabkan ikterus. Vaksinbanyak virus, termasuk infeksi yang sangat umum seperti influenza. memberikan imunitas dan perlindungan yang baik.Virus Enterovirus (polio) Kecil; RNA. Hanya 'dilihat' oleh sistem imun saat masuk (melalui saluran cerna) dan saat sel pejamu mengalamiTidak ada taksonomi virus yang tepat, yang dapat digolongkan sesuai lisis, sehingga rawan terhadap antibodi (termasuk IgA) tetapi tidakukuran, bentuk, dan sifat genom (DNA atau RNA), bagaimana cara terhadap CML Terdapat dua vaksin yang bermanfaat (lihat Gambar 43).virus menyebar (membentuk trnas, budding), sitolisis, atau secaralangsung; seluruhnya tampak dalam ilustrasi), dan yang paling menarik Rhinovirus (.flu, common cold)Kecil; RNA. Serupa dengan adenovirus, terlalu banyak serotipe untuk imunitas yang diperantarai antibodi untukdi sini adalah apakah virus dieliminasi atau hanya diarahkan untuk efektif terhadap keseluruhan populasi.bersembunyi oleh respons imun. Penjelasan singkat mengenai seieksi Hepatitis dapat timbul sekurang-kurangnya akibat enam virus, termasukkelompok virus penting dijelaskan di bawah ini. A (infektif; RNA), B (dirularkan melalui serum; DNA), dan C (dahuluPoxvirus (smallpox, vaccinia) Besar; DNA; menyebar setempat; disebut 'non-A, non-B'; RNA). Pada hepatitis B dan C, ditemukan kompleks imun dan autoantibodi, dan virus menetap pada 'karier,,menghindari antibodi; mengekspresikan antigen pada sel terinfeksi, khususnya di negara tropis dan China, di mana berhubungan eratmenarik CMI. Reaksi silang antigen antara dua virus ini merupakan dengan sirosis dan kanker hati. Terapi dengan IFNo atau antivirusdasar penggunaan vaccinia untuk mencegah srqallpox (Jenner, 1798).Dengan adanya vaksin ini, smallpox menjadi penyakit pertama yang lainnya kadang dapat menginduksi imunitas dan mengendalikan virus.berhasil dihilangkan di seluruh dunia. Atan tetapi, stok vaksin smallpoxsekali lagi disimpan untuk berjaga-jaga kalau organisme ini disebarkan Vaksin yang sangat efektif kini telah tersedia untuk orang dewasasecara sengaja sebagai bentuk bioterorisme. yang belum terinfeksi hepatitis A dan B.Herpesvirus (herpes simpleks, varisela, EBV, CMV [cytomegalovirus], Arenavirus (demam Lassa) Medium; RNA. Suatu penyakit perdarahanHHV-S [virus herpes yang berhubungan dengan sarkoma Kaposi]) pada tikus yang sering kali menimbulkan kematian pada manusia.Medium; DNA; cenderung menetap dan menimbulkan berbagai Zoonosis yang menyerupai ini adalah penyakit Marburg pada monyet.gejala saat tereaktivasi: sehingga varisela (cacar air) timbul kembalisebagai zoster (herpes zoster); EBV (mononukleosis infeksiosa) dapat Retrovirus (tumor, defisiensi imun) RNA. Mengandung reversemenginisiasi keganasan (limfoma Burkit; lihat Gambar 33); CMV telah transcriptase, yang memungkinkan insersi ke daiam DNA sel yangmenjadi suatu infeksi oportunistik penting pada pasien imunosupresi; terinfeksi. Virus leukemia sel T manusia (human T-cell leukaemiadan herpesvirus manusia 8 (HHV-8) menyebabkan sarkoma Kaposi vinzs, HTLV) dan virus AIDS (HIV) termasuk dalam kelompok ini danpada pasien dengan AIDS (lihat Gambar 42). Beberapa herpesvirus dibahas secara terpisah (lihat Gambar 42 untuk penjelasan lebih lanjut).tampaknya memperoleh gen pejamu seperti sitokin atau reseptor Fcselama evolusi, mengubah gen tersebut sehingga dapat mengacaukan Organisme atipikalfungsi imun yang sebenarnya. Trakoma Suatu organisme dari kelompok psittacosis (Chlamydia spp.).Adenovirus (infeksi tenggorokan dan mata) Medium; DNA. Sejumlah Timbulnya jaringan parut konjungtiva yang ditakuti dapat disebabkanbesar jenis dengan antigen berbeda memungkinkan imunitas menjadi oleh CMI yang berlebihan.sangat tidak efisien dan timbul masalah pada vaksinasi. Akan tetapi,adenovirus yang dimodifikasi dan virus yang berhubungan dengan Tifus dan Rickettsia spp. lain dapat bertahan hidup dalam makrofag,adenovirus saat ini sedang diselidiki sebagai vektor terapi gen, karena seperii basil tuberkel.virus-virus tersebut menginfeksi sejumiah besar jenis sel dengan Prion Secaragaris besar, prion sama sekali bukan benda asing, tetapisangat efisien. menyimpan protein, yang dalam keadaan tertentu dapat diinduksi untuk berpolimerisasi secara spontan untuk membentuk partikelMiksovirus (influenza, gondongan fmumps], campak fmeaslesf) Besar; yang disebut 'prion'. Prion ini ditemukan sebagian besar di otak,RNA; menyebar dengan membentuk twas (budding). Influenza adalah dan dapat menimbulkan kerusakan otak progresif (oleh karena itu,contoh klasik dari perlekatan dengan reseptor spesifik (asam neuramat) dahulu dikelompokkan sebagai 'virus lambat'). Contoh pertamadan juga variasi antigen, yang membatasi manfaat imunitas adaptif. penyakit 'prion' adalah kuru, suatu penyakit otak yang mematikanKenyataannya ukuran epidemi tahunan influenza dapat dihubungkanlangsung dengan besarnya perbedaan galur virus setiap tahun dengan yang hanya disebarkan oleh kanibalisme. Namun demikian, penyakitgalur virus terdahulu. Gondongan, dengan menyebar di testis, dapat prion kini diperkirakan dapat menimbulkan scrapie dan epidemt bovinemenginisiasi kerusakan autoimun. Campak menginfeksi limfosit dansel penyaji antigen, menimbulkan supresi nonspesifik pada CMI, spongform encephalopathy (BSE atau 'penyakit sapi gila') yangdan dapat menetap dan menimbulkan SSPE (subacute sclerosingpanencephalitis, panensefalitis sklerosa subakut); beberapa peneliti menakutkan di Inggris dan penyakit yang setara pada manusia. penyakitmerasa bahwa sklerosis multipel juga termasuk jenis penyakit ini. Creutzfeldt-Jakob (CJD). Banyak aspek penyakit prion yang belum diketahui dengan jelas dan belum ditemukan terapinya. Tampaknya hanya sedikit atau tidak ada respons imun terhadap prion, mungkin karena prion adalah molekul 'diri sendiri (sefi)'.lmunitas ierhadap virus lmunitas yang berpotensi menguntungkan 63

lmunitas terhadap bakteriFlagela Kromosom Tilt // /l AGREgIN EK9OTOK9IN r'r \"l; t\"i* Lrs autoanlibodi kompleks imun GRAM* GKAM_rnica'nja raiba nJa)l;aphylococcusSrrepltococcuo )almonella Neiaseriar.ur1i,'f , lliiq.irr4i*6,.otlri,;,,'ifi ,i,li KERUgAKAN JARINGANTidak seperti virus, bakteri adalah organisme selular, sebagian Bakteri yang hidup pada permukaan tubuh (misalnya gigi) dapatbesar mampu hidup secara independen sepenuhnya, walaupun membentuk koloni ('biolilm') yang melindungi bakteri dari imunitassebagian menjadi parasit pada hewan yang lebih besar sesekali dan antibiotik.atau setiap waktu. Bersama dengan virus, bakteri membentukancaman infeksius utama bagi kesehatan di negara maju. Sejak Bakteri adalah prokariot, tidak seperti organisme yangpenemuan antibiotik pada tahun 1930-an dan 1940-an, infeksi lebih tinggi mulai dari jamur sampai manusia (yang merupakanbakteri sebagian besar telah terkendali dengan kemoterapi. Akan eukariot), dan ini berarti struktur dan molekulnya lebih asingtetapi, dengan peningkatan strain bakteri resisten antibiotik saat bagi kita dibandingkan jamur, protozoa, dan cacing; sehinggaini, timbul perhatian dalam mengembangkan atau meningkatkan lebih besar kemungkinannya bagi pertahanan diri kita yang telahvaksin baru terhadap bakteri yang berperan dalam beberapa penyakit berkembang untuk menyerang parasit dan bukan pejamu. Di sisi pejamu, 'antibiotik alami' lisozim mewakili titik terjauh dalamseperti tuberkulosis, meningitis, dan keracunan makanan. Bakteri yang lidak berhasil biasanya mati karena fagositosis; menguraikan substansi yang menyerang bakteri tetapi bukan sel pejamu (sampai era antibiotik; suatu ha1 yang menarik yaitu baiksehingga untuk menghindari ini bakteri harus dapat bertahan hidup. lisozim maupun penisilin ditemukan oleh Sir Alexander Fleming).Cara utama bakteri (sisi kiri atas) bertahan hidup tergantung padakapsul (mempengaruhi perlekatan), dinding sel (mempengaruhi Sama seperti virus, sebagian infeksi bakteri yang palingpencernaan), dan pelepasan eksotoksin (yang merusak sel fagositdan sel lain). Untungnya sebagian besar kapsul dan toksin sangat virulen dan persisten adalah zoonosis - contohnya pes (tikus) danantigenik dan antibodi dapat mengatasi sejumlah besar ef'ek yang brucellosis (ternak). Bakteri yang mampu bertahan hidup dalam makrofag (misalnya TB) dapat menginduksi kerusakan jaringanditimbulkan; ini merupakan dasar mayoritas vaksin antibakteri. berat yang diperantarai imun (lihat Gambar 37).Dalam gambar ini, proses yang bermanfaat untuk bakteri atau Dinding sal Di luar membran plasma (M pada gambar), bakteriberbahaya bagi pejamu ditunjukkan dengan garis putus-putus. memiliki dinding sel yang tersusun dari mukopeptida yang64 At a Glance lmunologi

disebut peptidoglikan (PG); di sinilah lisozim bekerja dengan P ne umoc occus (sekarang Strep. pneumoniae), meningococ cus, digolongkan sesuai polisakarida pada kapsulnya ini, dan sangatmenyerang ikatan N-asam asetilmuramat-N-asetilglukosamin. bersifat virulen di negara tropis, di mana vaksin yang terbuat dariSelain itu, bakteri Gram-negatif memiliki membran kedua dengan polisakarida kapsul terbukti sangat efektif dalam merrcegah epidemi.lipopolisakarida (LPS, juga disebut endotoksin) di dalamnya. Juga lebih sering ditemukan pada pasien dengan defisiensi respons antibodi (lihat Gambar 41). Penggabungan kimia dari polisakaridaDinding sel bakteri adalah penginduksi kuat inflamasi, sebagianbesar melalui kemampuannya mengaktivasi TLR pada imunitas kapsul ke protein, seperti toksoid difteri, mengubah antigen inibawaan (lihat Gambar 6,1. dari sel T independen menjadi sel T dependen, sehingga sangat meningkatkan memori dan potensi. Vaksin konjugat seperti iniFlagela, agen utama motilitas bakteri, mengandung protein sangat telah terbukti sangat efektif dalam mencegah meningitis anak danantigenik ('antigen H' tifoid, dll.), yang menimbulkan antibodi rnfeksr haemophilus.imobilisasi. Beberapa protein flagela juga mengaktivasi reseptor Gonococcus IgA dapat menghambat perlekatan dengan permukaanmirip Toll. mukosa, tetapi bakteri tersebut mensekresi protease yangPlli digunakan bakteri untuk berlekatan dengan sel; antibodi dapat menghancurkan IgA; sehingga infeksi jarang tereliminasi,mencegah proses ini (misalnya IgA terhadap gonokokus). menyebabkan status timbulnya 'karier'. Gonokokus dan meningokokr4;Kapsul Sejumlah besar bakteri yang virulen bergantung pada adalah satu-satunya bakteri yang tampak dibuang dengan cara lisiskapsul, yang melindunginya dari kontak dengan fagosit. Sebagian yang diperantarai komplemen.besar adalah molekul polisakarida besar dan bercabang, tetapisebagian adalah protein. Seba-qian besar polisakarida kapsul ini Basil tuberkulosis dan lepra Mikobak:teri ini memiliki dindingdan sebagian protein dari flagela adalah antigen independen T(lihat Gambar 19). Contoh bakteri berkapsul adalah pneumokokus, se1 yang sangat kuat, kaya akan lipid, yang melawan pembunuhanmeningokokus, dan Haemophilus spp. intraselular; mikobakteri ini juga menginhibisi gabungan fagosom- lisosom. Timbul CMI kronis, dengan pembentukan granuloma,Eksotoksin (berbeda dari endotoksin [LPS] dinding sel) Bakteri penghancuran jaringan, dan pembentukan jaringan parut. padaGram-positif sering kali mensekresi protein dengan efek merusak lepra, 'spektrum' antara lokalisasi dan diseminasi berkaitan dengan,pada fagosit, jaringan setempat, susunan saraf pusat, dll.; sering kali secara berurutan, banyaknya jumlah CMI dan antibodi. TB sekalimerupakan penyebab kematian. Selain itu, terdapat protein yang lagi meningkat, sebagian karena lebih banyak orang bepergian,secara kolektif disebut agresin yang membantu bakteri menyebar sebagian karena resistensi obat, dan sebagian karena AIDS, dandengan melarutkan jaringan pejamu. kini sedang dicari vaksin yang lebih baik untuk menggantikan BCG yang hanya efektif sebagian.Sepsis Kadangkala, timbul respons sistemik yang tidak terkendali Shigella spp. dan kolera terbatas dalam usus, dan menimbulkanterhadap infeksi bakteri, yang dapat menimbulkan penyakit yang efek dengan mensekresi eksotoksin. Akan tetapi, vaksin antitoksinmengancam nyawa dalam waktu singkat ('syok toksik'). Respons kurang efektif dalam mencetuskan imunitas dibandingkan infeksitersebut masih menjadi penyebab kematian terpenting setelah alami, dan kini sedang dicoba menghasilkan strain yang dilemahkanpembedahan mayor. Produksi TNFo, berlebihan, khususnya oleh dengan manipulasi genetik (lihat Gambar 43).makrofag, berperan besar dalam reaksi ini. Salmonella spp. (misalnya S. typhi) menginfeksi risus tetapi.iugaBakteri dapat bertahan hidup dan menyebar dalam makrofag. pemulihan setelah infeksi dapat menimbulkan status 'karier'.Di sini, bakteri dibahas sesuai jenis yang sering ditemukan bukanberdasarkan taksonomi. Sebagian aspek individual yang menarik Tetanus menimbulkan penyakit berat karena kerja cepat eksotoksindibahas di bawah ini: pada SSP. Antibodi ('antitoksin') sangat efektif menghambat kerja toksin, suatu contoh bahwa baik komplemen ataupun sel fagositStrep Streptococcus spp., digolongkan berdasarkan eksotoksin sama-sama tidak dibutuhkan.hemolitik (o,, 13, y) atau antigen dinding sel (golongan A-Q). Difteri juga mensekresi neurotoksin kuat. tetapi kematian timbulStreptokokus B hemolitik grup A adalah yang paling patogenik,memiliki kapsul (protein M) yang berlekatan dengan membran akibat kerusakan jaringan setempat dalam laring ('membran palsu').mukosa tetapi melawan fagositosis, sejumlah eksotoksin (sehingga Sffffs adalah suatu contoh bakteri yang dapat bertahan hiduptrmbul scarlet fever), dinding sel yang tidak dapat dicerna sehingga dari seluruh bentuk serangan imun tanpa berlindung dalam sel.menyebabkan reaksi yang diperantarai sel yang sangat berat, Autoantibodi yang sering kali ditemukan terhadap kardiolipinantigen yang bereaksi silang dengan otot jantung (demam reuma),dan kecenderungan untuk timbul kompleks imun perusak ginjal. mitokondria adalah dasar diagnosis reaksi Wasserman. Reaksi silangStaph Staphylococcus spp. Faktor antifagosit meliputi enzim jenis ini, diduga timbul akibat usaha bakteri untuk menyerupaikoagulase pembentuk fibrin dan protein A, yang berikatan dengan (mimic) antigen pejamu sehingga dapat menghindari perhatianbagian Fc IgG, menghambat opsonisasi. Sejumlah toksin lain sistem imun, jelas merupakan suatu masalah bagi pejamu, yangmembuat stafiiokokus sangat merusak, organisme pembentuk abses. harus memilih antara mengabaikan infeksi dan membentukPenggunaan antibiotik skala besar telah menyebabkan munculnya autoantibodi (lihat Gambar 38) yang dapat merusak jaringannyastrain bakteri yang resisten terhadap sejumlah besar antibiotik(MRSA ata:r Staphylococcus aureus resisten metisilin), yang kini sendiri. Botelia sp., suatu spirochaeta, memiliki sifat (ugamerupakan suatu ancaman serius, khususnya sebagai infeksi yangdidapat dari rumah sakit. ditemukan pada sebagian virus dan protozoa) mengubah-ubah antigen permukaannya untuk membingungkan sistem pembentuk antibodi pejamu. Hasilnya, muncul gelombang infeksi ('demam hilang timbul'). Brucella spp. dapat melakukan hal yang sama.lmunitas terhadap bakteri lmunitas yang berpotensi menguntungkan 65

lrnunitas terhadap iarnur dan ektoparaslt - -* *-) ^ar.*-\-DermatofrlaCandida albicans KomplemenCryptococcusActinomycetes ;,: ti ,tAspergillua, dll. ill.i1 t:HistopfasmaCoccidiaides ,,,, /Elaatamyces .,?neumocystisMayoritas jamur hidup bebas, tetapi sebagian kecil dapat mengambil keuntungan jika ada penurunan daya tahan pejamu.menginfeksi hewan yang lebih besar, berkoloni pada kulit atau Tampak jelas jika polimorf (PMN) atau sel T mengalami defek,masuk melalui paru dalam bentuk spora (sisi kiri tengah). Infeksi tetapi juga timbul pada pasien dengan gizi kurang, imunosupresi,jamur biasanya hanya berupa gangguan superfisial (misalnya delisiensi besi, alkoholik, diabetes, lansia, atau hanya 'tidak Iit' (lihat Gambar 41). Organisme yang hidup subur hanya jika terdapatringworm, sisi atas), tetapi sebagian kecil jamur dapat menimbulkan imunodelisiensi disebut 'oportunis' dan tidak hanya jamur tetapi jugapenyakit sistemik serius, khususnya jika terpapar secara terus- beberapa virus (misalnya CMV), bakteri (misalnya Pseudomonasmenerus (misalnya petani) atau jika terdapat gangguan sistem imun spp.), protozoa (misalnya Toxoplasma spp.), dan cacing (misalnyatertentu (misalnya AIDS); akibat yang timbul tergantung padaderajat dan jenis respons imun, dan dapat berkisar dari episode Strongyloides spp.), dan kehadiran organisme tersebut menjadi bukti bagi sistem imun normal yang efisien dan tidak mengganggu.gejala saluran napas yang tidak disadari sampai penyebaran cepat Ektoparasit ('hidup di luar'; hidup di kulit) yang paling pentingyang fatal atau reaksi hipersensitivitas berat. adalah tungau (nlre), sengkenit (tick), kutu (/lce), danpinjal (flea). Pada umumnya, mekanisme pertahanan hidup jamur yang Sengkenit, kutu, dan pinjal adalah vektor bagi beberapa penyakitberhasil menyerupai mekanisme pada bakteri: kapsul antifagosit virus dan bakteri utama. Saat ini sedang diteliti bukti imunitas,(misalnya cryptococcus), resistensi terhadap pencernaan oleh dan kelayakan vaksin.makrolag (misalnya Histoplasma spp.), dan penghancuran polimorf PMN Leukosit polimorfonuklear ('neutrofil'), suatu sel fagosit penting. Inf'eksi jamur berulang seperti halnya bakteri dapat timbul(misalnya Coccidioides spp.). Beberapa khamir (reasr) mengaktivasi akibat gangguan jumlah atau fungsi PMN, yang selanjutnya dapat dicetuskan oleh kelainan genetik atau obat (steroid, antibiotik).komplemen melalui jalur alternatif, tetapi tidak diketahui apakahhal ini memberi dampak bagi ketahanan hidup. Gangguan fungsi dapat mempengaruhi kemotaksis ('leukosit malas'), Mungkin jamur yang paling menarik dari sisi pandangirnunologis arlalah Candida albicans (sisi kiri atas), penghuni umumkulit dan membran mukosa yang tidak berbahaya, yang segera66 At a Glance lmunologi

pembentukan fagolisosom (sindrom Ch6diak-Higashi), produksi Histoplnsma (histoplasmosi s), Coccidioides (coccidioidomycosis)peroksida (penyakit granulomatosa kronis), mieloperoksidase, danenzim lain. Defisiensi pada komplemen atau antibodi tentunya akan dan Blastomyces (blastomycosis) spp. spesies tersebut memilikimengacaukan fagositosis (lihat juga Gambar 41). kesamaan dalam menimbulkan penyakit paru, khususnya diT Karena infeksi jamur berat di kulit dan membran mukosa Amerika, yang dapat sembuh spontan, menyebar ke seluruh tubuh, atau berlanjut menjadi granulomatosis diurfbrosis kronis,(Candida spp.), dan di paru (.Pneumocysfls spp.) sering ditemukanpada defisiensi sel T, sel T terbukti memiliki sifat antijamur, tetapi tergantung pada status imunologi pasien. Kesamaan dengan TB danmekanisme yang tepat belum diketahui dengan jelas. Sebagian jamur lepra yang paling jelas menitikberatkan pada adanya mekanisme(lihat di bawah) tampaknya juga dapat dihancurkan oleh sel NK. pertahanan hidup mikroba (dalam hal ini, resistensi terhadap pencernaan dalam makrofag) dan bukan pada hubungan taksonoml yang menentukan pola penyakit.Hipersensitivitas Reaksi ini merupakan ciri berbagai infeksi jamur, Pneumocystis jirovecii (dahulu P. carinii) disebutkan di sinikhususnya jamur yang menginfeksi paru. Reaksi ini terutama tipe karena walaupun awalnya diduga sebagai protozoa, penelitianI atau IV (iihat Gambar 35 untuk penjelasannya). RNA menunjukkan bahwa organisme ini lebih dekat ke jamur.Dermatofit Jamur berfilamen memetabolisme keratin, sehinggahidupnya di kulit, rambut, dan kuku (ringworm). Sekresi sebasea Pneumonia pneumocystis telah menjadi salah satu komplikasi yangmembantu mengendalikan jamur ini, tetapi CMI juga dapat memiliki paling ditakuti dari AIDS (lihat Gambar 42), yang menunjukkapperan yang belum diketahui dengan jelas. bahwa sel T secara normal mencegah proliferasinya, walaupunCandi.da albicans (dahulu Monilia) Suatu jamur mirip khamir(yeast) yang menimbulkan infeksi luas yang berat pada kulit, mekanismenya sejauh ini belum diketahui.mulut, d11., pada pasien dengan imunodefisiensi, khususnya defeksel T, tetapi peran sel T yang tepat dalam mengendalikan infeksi Tungau (mile) terkait dengan laba-laba. Sarcoptes scabei (skabies)ini belum diketahui. Dapat terjadi penyebaran kejantung dan mata. menggali dan menyimpan telur dalam kulit dan menginduksiCryptococcus Suatu khamir (yeast) berkapsul yang dapat antibodi, tetapi imunitas protektif seperti ini tampaknyamelawan fagositosis kecuali diopsonisasi oleh antibodi dan/ataukomplemen (bandingkan dengan pneumokokus, d11.). Pada pasien diperantarai oleh sel (THl). Tungau debu rumah, Dermatophagoidesimunodefisiensi, komplikasi berat adalah penyebaran ke otak dan pteronyssinus, adalah penyebab asma yang penting. Tungau inimeninges. Organisme tersebut dapat dibunuh, setidaknya in vitro,oleh sel NK. mencetuskan IgE berkadar tinggi dan desensitisasi sublingual telah berhasil sebagian, kemungkinan dengan menukar responsActinomycetes spp. dan jamur berspora lainnya dari jerami sel T menjadi pola THt. Suatu vaksin berbahan dasar DNA telahyang mengandung kapang, dll. dapat mencapai alveolus paru,menstimulasi produksi antibodi dan selanjutnya mencetuskan diujicobakan pada tikus.hipersensitivitas berat ('paru-paru petani'). Baik IgG maupun IgEdapat terlibat. Aspergillus sp. khususnya cenderung menimbulkan Sengkenit (fick) menyerupai tungau, merupakan arakhnida, hidupmasalah pada pasien dengan TB atau imunodefisiensi selular.Penyebaran dapat timbul hampir ke seluruh organ. Toksin jamur pada kulit dan makan darah. Sengkenit adalah vektor beberapaini (aflatoksin) adalah faktor risiko untuk kanker hati. penyakit, termasuk penyakit Lyme, tularemia, dan demam berulang (relapsing fever). Telah ditemukan vaksin yang berhasil pada temak. Kutu (Pediculosls spp.) memakan kulit, bergantungan pada rambut. Terdapat tiga spesies utama: P. capitis (ktttu rambut), Phthirius pubis (kltlr pubis), dan P. corporis (kutu tubuh), mgrupakan vektor untuk tifus. Telah ditemukan vaksin yang berhasil pada salmon. Pinjal (flea). Pulex irritans adalah vektor penting untuk pes, tularemia. dan brucellosis.lmunitas terhadap jamur dan ektoparasit lmunitas yang berpotensi menguntungkan

lmunitas terhadap protozoa M asukl meny eb ar melalui gigit anTrypanosoma Afrika \/ try?anaooma malaria malaria Leishmania Ery?anaoaffta rrtalarla OTOT\\ ToxoplasmaEntamoeba N$ ,lrToxoplasma T' \ I Olardla Menyebarlsospora, dll. lrypanosoma (lgM) malaria (lgG) Lelshmania (laM,G)Relatif hanya sedikit (kurang dari 20) spesies protozoa yang Berbeda dengan hal tersebut, protozoa usus (sisi kiri bawah) umumnya menimbulkan penyakit yang cukup ringan, kecuali jikamenyerang manusia, tetapi empat parasit di antaranya paling imunitas menurun (imunodefisiensi) atau tertekan (imunosupresi).ditakuti, berdasarkan jumlah yang terkena dan derajat keparahan Namun demikian, bersama dengan infeksi cacing usus yang dijelaskanpenyakit: malaria, trypanosoma Afrika dan Amerika,dan Leishmania di halaman berikut, protozoa dan cacing akan menimbulkan beban(sisi kiri atas). Protozoa tersebut berhasil menggabungkan strategi yang besar pada masalah kesehatan penduduk negara tropis.yang ditemukan pada bakteri dan virus: penyebaran jarak jauh olehvektor serangga (bandingkan dengan pes, tifus, demam kuning). Trypanosoma afrika Trypano,soma gambiense dan T. rhodesiensehab:itat intraselular (berwarna biru dalam gambar; bandingkandengan tuberkulosis, virus), variasi antigen (bandingkan dengan dibawa oleh lalat tsetse, f. gambiense menyebabkan penyakitinfluenza), dan imunosupresi (bandingkan dengan HIV). Akantetapi, strategi ini telah berkembang sangat baik sehingga resistensi tidur di Afrika Barat, dan T. rhodesiense menyebabkan penyakitdidapat yang lengkap terhadap infeksi protozoa terjadi cukup jarang, tidur di Afrika Timur. Walaupun rentan terhadap antibodi dandan imunitas sering kali hanya bekerja untuk menurunkan jumlah komplemen, darah dapat befiahan hidup dengan berulang-ulangparasit ('premunisi') dan pejamu tetap hidup, yang menguntungkan mengganti selubung glikoprotein'antigen varian' permukaanparasit. Sehubungan dengan itu maka vaksinasi menjadi lemah; dengan mekanisme pefiukaran gen; jumlah veLrinn belum diketahui tetapi besar (mungkin mencapai 1000). IgM nonspesifik berkadarkhususnya karena sebagian gejala penyakit ini timbul akibat respons tinggi, termasuk autoantibodi, terdapat bersama dengan respons antibodi yang terlekan terhadap antigen lain seperti vaksin; hal iniimun bukan akibat parasit tersebut.68 At a Glance lmunologi

dapat timbul akibat aktivasi sel B poliklonal oleh produk parasit membingungkan lagi di berbagai daerah di negara-negara tropis, walaupun hanya sekitar 57o individu yang terpapar. Organisme(bandingkan dengan lipopolisakarida bakteri). Manusia resisten ini menghuni makrofag, dan patologi (terutama p4da kulit danterhadap trypanosoma hewan pengerat karena memiliki faktor serum organ dalam) tampaknya tergantung pada kekuatan imunitasnormal (HDL, lipoprotein densitas tinggi) yang mengaglutinasi yang diperantarai sel dan/atau keseimbangannya dengan antiboditrypanosoma tersebut - suatu contoh imunitas bawaan yang (bandingkan dengan lepra). Leishmaniasis kutaneus di Afrika secara tidak biasa menstimulasi penyembuhan mandiri dan resistensimengagumkan. selanjutnya. Contoh perlindungan ini tampaknya telah diketahui dan diterapkan di Timur Tengah selama berabad-abad ('leishmanisasi').Malaria Malaria membunuh lebih dari satu juta orang setiap tahun, Terdapat bukti dari percobaan dengan tikus bahwa resistensi yangsebagian besar.adalah anak-anak, dan sebagian besar terjadi di diperantarai oleh sel THI dan dapat dirusak oleh sel TH2, dan juganegara termiskin di dunia. Plasmodiumfalciparum (spesies paling nitrogen monoksida (lihat Gambar 10) merupakan suatu elemenserius), P. malariae, P. vivax, dan P. ovale ditularkan oleh nyamuk pembunuh utama.betina. Terdapat tahapan singkat di hati, melawan imunitas yangdapat dicetuskan, kemungkinan melalui sel T sitotoksik, diikuti oleh Tyrpanosoma cruzi, penyebab penyakit Chagas di Amerikainvasi siklik sel darah merah, saat antibodi efektif secara parsial;variasi antigen, polimorfisme dan produksi IgG poliklonal dapat Tengah dan Selatan, ditularkan dari reservoir hewan oleh kumba4gberperan dalam perkembangan imunitas yang lambat. Walaupun reduviid. T. cruzi menginfeksi sejumlah sel, khususnya otot jantungtelah diteliti selama lebih dari 40 tahun, belum juga ditemukan dan ganglia saraf otonom. Terdapat beberapa pendapat bahwavaksin yang efektif. Vaksinasi memberi perlindungan terhadap tahap autoimunitas yang diperantarai sel terhadap otot jantung normalsel darah merah pada model hewan tertentu, dan juga terhadap tahap dapat menimbulkan gagal jantung kronik, dan serupa dengan sistemgamet seksual. Vaksin yang paling berhasil, walaupun pada saat saraf, di mana ambilan antigen parasit oleh neuron dan kesamaannyaperang Korea (1950), masih tetap berupa infeksi dengan sporozoit secara nyata tampak antara pejamu dan parasit. Organisme tersebutyang diiradiasi. Suatu vaksin rekombinan terdiri dari antigensporozoit yang digabungkan dengan antigen permukaan hepatitis telah berhasil dibunuh secara in vitro oleh antibodi dan eosinofil, tetapi prospek imunisasi hanya dapat dilakukan terhadap tahapanB tampaknya cukup menjanjikan. Sel darah merah yang tidak darah. Prospek yang lebih baik adalah menghilangkan perumahan kumuh tempat perkembangbiakan vektor.memiliki golongan darah Duffy secara 'alamiah' resisten terhadapP. vivax, sedangkan sel darah merah yang mengandung hemoglobin Toxoplasma spp. T. gondii sangat virulen pada janin dan pasienfetal (penyakit sel sabit) resisten terhadap P. falciparum. P. imunosupresi, terutama mengenai otak dan mata. Organismemalariae cenderung sangat mencetuskan pengendapan kompleks tersebut dapat bertahan hidup dalam makrofag dengan mencegahimun dalam ginjal. Sitokin TNF berkadar tinggi (lihat Gambar pembentukan fagolisosom (bandingkan dengan TB), tetapi imunitas25) ditemukan pada kasus malaria berat, dan menggambarkan yang diperantarai sel dapat mengatasi hal ini. Toxoplasma spp. menstimulasi makrofag dan menekan sel T, menimbulkan berbagaistimulasi berlebihan makrofag oleh produk parasit - suatu bentuk efek pada resistensi terhadap infeksi lain.patologi yang juga terlihat pada septikemia bakteri Gram-negatif Entamoeba histotytica secara normal menimbulkan penyakit di(lihat Gambar 34). Malaria mempakan penyakit pertama yang kolon (disentri amoeba), tetapi dapat bergerak mplalui darah kediuji coba penatalaksanaannya menggunakan antibodi anti-TNF. hati, dll. dan menyebabkan abses berbahaya dengan lisis langsung sel pejamu. Beberapa hewan, dan mungkin manusia, dapatBabesia spp. Spesies ini atau piroplasma, adalah parasit temak mengembangkan sebagian imunitas dalam tahapan jaringan tetapiyang ditularkan melalui sengkenit (tick) yang menyerupai tidak pada penyakit usus.malaria yang kadang menginfeksi manusia, khususnya setelah Giardia, B alantidium, Crypto sp oridium, I s o spora, d11., biasanyapengangkatan limpa atau terapi imunosupresif. Pada temak dan membatasi efeknya pada saluran cema, menyebabkan disentri dananjing, penggunaan vaksin yang dilemahkan telah berhasil. kadang malabsorpsi, tetapi dapat berupa suatu komplikasi AIDS yang berat (lihat Gambar 42).Theileria (East Coast fever), suatu infeksi ternak yang menyerupaimalaria, kecuali tahapan'hati' terj adi di limfosit, tidak biasa karenadibunuh oleh sel T sitotoksik, yaitu berperilaku mirip virus.Leishmania Varietas parasit yang membingungkan, dibawa olehsandflies, yang menyebabkan serangkaian penyakit yang lebihlmunitas terhadap protozoa lmunitas yang berpotensi menguntungkan 69

lmunitas terhadap cacing M aeukl meny eb ar melalui gigitan _ sls_\_-_r ,' l. i-r\\al' il ,\ l\" ,r ,, rr ', : ,,1 'r *rlI ,,4':TF\r LD:i,A,rRIAILJ '. rnilkrofrIafraechistoeoma -,t'--H--', J,i-'t,,-\,-\,'\"i/-;t.ii@., il \FaeciolaClonorchls l/'.-..1\ Llr i'-W ii, ',1''\"i' r rjl,: krti ,{ Itl i:, i f::;Aecarie, dll. _'- --€Trlchlnalla I 9ALURAN CERNAcacing quineacacinqLambanq - ' \"Cacing parasit dari seluruh tiga kelas (nematoda, trematoda. hidup, dan seperti prorozoa yang dapat beradaptasi dengan baikdan cestoda) berperan dalam sejumlah penyakit pada manusia,termasuk tiga penyakit yang paling tidak nyaman (sisi kiri atas): (bandingkan dengan malaria), jika imunitas bekerja, tujuannyaonkoserkiasis, elefantiasis, dan skistosomiasis. Cacing ini dituiarkanmelalui bantuan vektor serangga atau siput tertentu, dan terbatas untuk menurunkan jumlah bukan untuk mengeliminasi cacing. Masa depan imunisasi tampak sangat buruk, tetapi secara mengejutkanterjadi di daerah tropis, sedangkan sisanya (sisi kiri bawah) e1-ektif pada infeksi anjing dan ternak tertentu.dapat ditemukan di mana saja dengan memakan makanan yang Suatu temuan yang membingungkan tetapi provokatif adalahterkontaminasi telur, larva, atau kista. Ciri sejumlah besar infeksi beberapa obat yang awalnya digunakan untuk melawan cacingcacing adalah siklus hidup kompleks dan pola migrasi belputar, (niridazol, levamisol, hetrazan) tampaknya menimbulkan efeksaat cacing sering kali menghuni organ tertentu. rnenekan atau menstimulasi pada sel T, inflamasi, dan elemen Ciri lain yang menarik adalah dominasi eosinofil dan IgE; imunologis lain, yang menunjukkan bahwa cacing adalah hewanakibatnya, umumnya ditemukan reaksi hipersensitivitas pada kulit, yang telah berkembang jauh dan memiliki kesamaan sejumlah struktur dun jalur dengan pejamunya.paru, dll., tetapi masih menjadi kontroversi apakah reaksi ini Eosinofil memiliki tiga efek pada ini'eksi cacing: fagositosisbersifat protektif. Karena cacing tidak bereplikasi dalam pejamu kompleks antigen-antibodi dalam jumlah banyak, rnodulasimanusia (tidak seperti protozoa, bakteri, dan virus), setiap cacing hipersensitivitas dengan inaktivasi mediator, dan (setidaknya lnharus menghadapi respons imun dengan baik agar dapat bertahan70 At a Glance lmunologi

vlfro) membunuh cacing tertentu dengan bantuan antibodi IgG. spp.) masuk melalui kulit dan hidup di usus halus menghisapEosinofilia sebagian timbul akibat sel mast dan faktor kemotaksissel T; sel T juga dapat menstimulasi keluaran dari sumsum tulang darah, menyebabkan anemia berat. Tampaknya tidak ada satupunmelalui sitokin seperti IL-5. cacing jenis ini yang menstimulasi imunitas yang bermanfaat.IgE Cacing, dan bahkan beberapa ekstrak cacing, menstimulasi Gacing daun (trematoda)produksi IgE spesifik dan nonspesifik; telah diusulkan tetapi belum Trematoda menghabiskan sebagian siklus hidupnya pada tubuhterbukti bahwa hasil respons inflamasi (misalnya pada saluran cerna) siput, dari siput inilah serkaria menginfeksi manusia, baik dengandapat menghambat perlekatan atau masuknya cacing. Terdapat jugakeyakinan bahwa kadar IgE yang tinggi, dengan menghambat sel menembus kulit (Scftisfosoma sp.) ataupun tertelan (Fasciola,mast, dapat mencegah alergi terhadap serbuk sari, dll. Produksi Clonorchis spp.). Fasciola, Clonorchis spp. ('cacing hati')IgE dipertimbangkan menggambarkan aktivitas sel TH2 helper. menghuni hati tetapi tidak mencetuskan imunitas protektif.Gacing filaria (nematoda) Schistosoma ('cacing darah') hidup dan berkembang biak tanpaNematoda dapat berupa filaria (yaitu larva tahap pertama, merusak dalam darah vena (Schistosoma mansoni, S. .japonicum: mesenterium; S. haemntobium: kandung kemih), hanya menyebabkanatau mikrofilaria, hanya dapat berkembang pada serangga, dan gangguan jika telur cacing tertinggal di hati arau kandung kemih,hanya tahap ketiga yang dapat menginfeksi manusia); atau usus sehingga terjadi reaksi granulomatosa kuat yang diperantarai sel(perkembangan sepenuhnya dapat terjadi di dalam tubuh pasien). T yang menimbulkan fibrosis pada hati dan nodul dan kadangNematoda filaria Onchocerca volvulus disebarkan oleh lalat menyebabkan kanker pada kandung kemih. Cacing dewasasimulium, yang meletakkan larva dan menimbun mikrofilaria menghindari serangan imun dengan menutupi permukaannya dengandalam kulit. Mikrofilaria juga menghuni mata, menimbulkan antigen yang berasal dari sel pejamu, di saat yang sama menstimulasi'river blindness', yang sebagian besar timbul akibat respons imun. antibodi yang dapat menghancurkan infeksi selanjutnya pada tahapDi Timur Tengah, patologi terbatas pada kulit; ahli parasitologi dini. Eosinofil, makrofag, IgG, IgE, dan sitokin TH2 LL-4,IL-5, dandan ahli imunologi tidak setuju apakah ini merefleksikan spesies IL-13, seluruhnya terlibat. Skistosoma juga mensekresi berbagaiyang berbeda atau suatu spektrum penyakit (bandingkan dengan molekul yang menghancurkan antibodi pejamu dan menginhibisilepra). Loa /oa (loasis) agaknya menyerupai spesies ini tetapi makrofag, dll., membuat cacing dewasa benar-benar tidak dapatdalam bentuk lebih ringan. Wuchereria bancrofti dan Brugiamalayi disebarkan oleh nyamuk, yang menghisap mikrofilaria dihancurkan. Namun demikian, terdapat bukti dalam perkembangan imunitas sebagian, terutama pada siklus ditujukan di tahapan kulitdari darah. Larva menghuni limfatik, menyebabkan elefantiasis, dan paru. Kombinasi pertahanan hidup dewasa dengan pembunuhansebagian akibat hambatan dan sebagian akibat induksi respons bentuk muda disebut 'imunitas bersama (concomitant immunity),.imun yang diperantarai sel; elemen tanah (misalnya silikat) juga Suatu vaksin serkaria iradiasi bersifat efektif pada hewan, tetapidapat terlibat. Pada beberapa model hewan. mikrofilaremia dapat antigen yang dimumikan juga sedang diuji coba.dikendalikan dengan antibodi. Fasciola spp. terutama menjadi masalah pada hewan peternakan,Nematoda usas (Ascaris, Strongyloides, Toxocara spp.)Menyebar melalui paru, larva dapat menyebabkan asma, dll., di mana cacing ini hidup dalam saluran empedu. Imunitas yangyang berhubungan dengan eosinofilia. Larva Trichinella spiralis ada tampaknya menimbulkan kerusakan hati dan vaksin yang adamembentuk kista dalam otot. Pada beberapa model hewan, memberikan hasil yang mengecewakan.cacing jenis ini menstimulasi imunitas perlindungan yang baik. Clonorchis sp. menginfeksi manusia tetapi selain'itu menyerupai Fasciola spp. Spesies ini dapat menyebabkan kanker saluran empedu.Strongyloides spp. telah menjadi penyebab penting penyakit padapasien imunosupresi, menunjukkan bahwa pada individu normal, Gacing pita (cestoda)cacing ini dikendalikan secara imunologis. Toxocara sp. yang Cestoda dapat hidup tanpa merusak dalam usus (misalnya Taenia spp.), kadang menginvasi, dan mati dalam otak (sistiserkosis), atauterbawa dari anjing atau kucing, merupakan penyebab pentingpenyebaran penyakit pada anak kecil, dan kerusakan mata pada membentuk koloni kista dalam hati, dll. (misalnya kista hidatidanak yang lebih besar. Echinococcus spp.), tempat cacing dilindungi dari efek antibodi.Cacing guinea (Dracunculus spp.) hidup di bawah kulit dan dapatberukuran sepanjang 1,2 m. Hookworm (Ancylostoma, Necator Antigen dart Echinococcas spp., jika dilepaskan (misalnya saat pembedahant dapat menimbulkan reaksi hipersensitivitas segera yang berat (lihat Gambar 35). Suatu vaksin percobaan telah terbukti efektif pada anjing dan domba, yang merupakan pejamu primer dan intermediet.lmunitas terhadap cacing ;mgnltas yang berpotensi menguntungkan 71

lmunltas terhadap tumor 3CG d|. tnNerferonkimiawi C3Fvirue rL-z,4,7embrionikpernbelahanvirustnvaSt Akrifpenyebaran vakoinaoi r25tfffieta'tegie LAK, sal TIL anNibodt -' hati, paru, Lulanq, otak. dll.Telah diyakini sejak dahulu bahwa sistem imun dapat mengenali bertahun-tahun atau bahkan dekade. Namun demikian, penelitiandan menghancurkan tumor, seperti halnya transplan alogenik telah dipusatkan pada percobaan untuk mengidentifikasi responsatau suatlr parasit. Saat ini telah terdapat bukti yang mendukung imun yang terjadi cara alami terhadap tumor pada pasien yang mengidap kanker.hipotesis larna bahwa tumor yang muncul secara alami. dielirninasi Walaupun demikian, tumor terLrs memberikan tantangan yangatau dibatasi oleh sistem imun ('surveilans imun'). Hipotesis ini sulit bagi ahli imunologi. Dalam hubungannya dengan pejamu, sel tumor (berwarna cokelat clalam gambar.) lebih menyerupai parasitmemprediksi bahwa fl'ekuensi atau progresi tumor meningkat pada yang berhasil, tetapi dengan ciri tambzrhan khusus. Mekanisme miripindividu dengan imunosupresi, prediksi ini awalnya muncul karena parasit yang membantu mencegah eliminasi temasuk: antigenisitasadanya penelitian pada tumor yang diinduksi virus, tetapi baru-baru lemah dan reaksi silang ekstensif dengan diri sendiri (selfl;ini telah diperluas ke ienis lain yang lebih umum. Oleh karenaitu, ahli imunologi berharap bahwa dengan stimulasi tepat pada imunosupresi dan induksi toleransi; pelepasan antigen mudah larut; kompleks antigen-antibodi; dan variasi antigen. Namun,imunitas bawaan atau spesifik (vaksinasi) yang lebih kuat, sistem tidak seperti parasit, tumor spontan secara individual bersifat unik dan biasanya tidak diketahui asalnya, dan sayangnya selimun dapat berkontlibusi dalam eradikasi kanker. Pada tahun-tahirn tersebut tidak memiliki sensasi pertahanan diri seperti parasit yang beradaptasi dengan baik melaiui pertahanan pejamu (berperilakuterakhir, upaya besar yang telah diberikan untuk n-reneliti masalah lebih rnirip zoonosis virulen).ini telah mulai menunjukkan keberhasilan klinis, dan harapan tetap Karsinogenesis Pada tikus, zat kimia seperti nethylcholanthreneada sebagai salah satu bentuk optimisme yang hati-hati. Banyak mekanisme yang dapat berkontribr.rsi dalam pe- dan benzpyrene mencetuskan tumor, masing-masing dengan antigen 'idiotipe' unik. Sebagian besar kanker manusia umumnya timbulngendalian tlrmor, termasuk imunitas bawaan (misalnya sel NK. dari akurnulasi mutasi yang sangat lambat dan perlahanJahan daleunrnakrofhg, sitokin) dan imunitas adaptif. Usaha yang lebiir banyak gen protein yang mengatur siklus sel. Mutasi seperli ini dapat terjaditelah dilakLrkan untuk mengindentifikasi antigen sel B dan sel T akibat aktivasi berlebihan dari protein yang memacu pertumbuhan sel (dikode oleh onkogen selular) atau inaktivasi protein yangspesifik-tumor, walaupun saat ini tampak bahwa antigen-penyerta-ttn]xr (tuntour-associttterJ antigen, TAA), protein tumor yang normtrlnya memperlambat pertumbuhan sel (dikode oleh genlebih sering ditemukan, atau berada dalam kadar yang lebih penekan-tuntor). Sebagian mutasi ini diwariskan, sedangkan lainnyatinggi perda sel tumor dibandingkan pada jaringan normal, namun dapat timbul akibat paparan zat kimia di lingkungan. Bentuk mutasisama pentingnya. Penelitian terdahulu telah dilakukan pada tumoryang dicetuskan secara eksperimental pada hewan, tetapi saat initarr-rpaknya tunor yang sangat cepat tumbuh dan agresif jauh lebihmudah dikenali oleh sistem imun dibandingkan dengan tumormanusia yang umum yang biasanya berkembang perlahan selama72 At a Glance lmunologi

protein ini dapat bekerja sebagai antigen spesifik yang mungkin Virus Lima bentuk kanker penting yang berhubungan eratuntuk sistem imun adaptif, khususnya sel T sitotoksik. dengan virus (seluruhnya DNA): (1) Limfoma Burkitt dan (2) karsinoma nasofaring (EBV), (3) sarkoma Kaposi.(HHV-8), (4)lmunoterapi nonspesifik hepatokarsinoma (HBV), dan (5) kanker serviks (papillomavirus).BCG (suatu basil tuberkel yang dilemahkan) telah diujicobakanmelawan melanoma, sarkoma, d11., khususnya dikombinasikan Retrovirus RNA berperan dalam sebagian kasus laif yang menarik,dengan terapi lain. Tampaknya, efek imunologis utama adalah frekuensi seluruh tumor ini meningkat pada individu denganaktivasi makrofag, tetapi juga dapat mempengaruhi se1 NK.Berbagai jenis agen bakteri dan agen penstimulasi imun lain telah imunosupresi (sarkoma Kaposi, misalnya umum ditemukan padadiuji coba untuk mencari aktivitas antitumor (lihat Gambar 43), pasien AIDS; Iihat Gambar 42). Penyakit Marek, suatu tumor ayam,tetapi sejauh ini keberhasilannya masih sangat kecil. merupakan contoh pertama pemberian vaksin tumor yang berhasil. Vaksinasi HBV menurunkan risiko karsinoma hepatoselular denganSitokin Efek dramatis 'toksin Coley' (suatu ekstrak bakteri) 100 mencegah infeksi virus, dan vaksin terhadap papillomavirus yangtahun yang lalu mungkin timbul akibat induksi yang berlebihan darisitokin seperli TNF. Namun demikian, saat ini semakin jelas bahwa baru-baru ini diperkenalkan telah sangat menurunkan insidensiinflamasi, dan produksi TNFa yang berlebihan. sesungguhnya kanker serviks dalam uji klinik skala besar.dapat memacu pertumbuhan tumor, sebagian dengan meningkatkan Antibodi Hanya terdapat sedikit bukti bahwa antibodi biasanyapasokan darah ke tumor (angiogenesis). Saat ini hanya IFNcr memberikan pejamunya imunitas terhadap tumoi. Namun demikiagr,dan lL-2 yang digunakan dalam klinik untuk melawan beberapa imunisasi pasif menggunakan antibodi terhadap dua TAA, CD20 pada limfoma sel B dan Her2lneu pada sel epitel, telah menjadikanker, walaupun pemberian yang lebih mengenai sasaran yaitu keberhasilan utama yang pertama pada imunologi tumor, dan telahlokasi tumor (misalnya dengan terapi gen) dapat memperluas memasuki repertoir obat standar yang digunakan oleh ahli onkologipendekatan ini. untuk terapi penyakit ini. Keberhasilannya sedang diteliti lebih jauh pada tumor lain, dan beberapa antibodi lain sedang dalamMAC, NK Makrofag (lihat Gambar 9 dan 16), khususnya saat tahap uji klinik lebih lanjut. Pendekatan lain adalah meningkatkan efektivitas antibodi dengan memasangkan antibodi dengan obatteraktivasi, dapat mencegah pertumbuhan sebagian tumor secara in sitotoksik poten ('peluru ajaib'). Ini bertujuan untuk menyimpanvitro atat benar-benar membunuh. Sel NK juga bersifat sitotoksik, obat antikanker berkadar tinggi di daerah sekitar tumor, sehinggadan teraktivasi oleh sel yang kehilangan ekspresi molekul MHC, meminimalisasi toksisitas obat secara umum, yang membatasi konsentrasi yang secara normal digunakan untuk kemoterapi.suatu ciri umum berbagai tumor. IFNy berperan penting dalam Imunitas yang diperantarai sel Sel T sitotoksik CD8 yang dapatmengaktivasi makrofag dan sel NK. Sejumlah sel tumor tampaknya melisiskan sel timor secara in vitro telah diisolasi, baik dari tikusdapat mengaktivasi komplemen melalui jalur alternatif. Mekanisme maupun manusia (khususnya dari individu dengan melanoma).ini dan lainnya yang telah disebutkan di atas dapat berperan pada Pada tikus, sel T sitotoksik seperti ini dapat mengeliminasi tumorresistensi yang mengagumkan dari tikus 'telanjang' tanpa timusterhadap tumor spontan. Namun demikian, perhatikan bahwa secara in vlvo. Banyak tumor menghindari proses ini denganterdapat potensi bahaya dalam mengaktivasi makrofag dan inflamasi mengurangi ekspresi antigen MHC kelas L Sel TH1 juga berperanseperti yang telah dibahas dalam paragraf di atas. penting, karena sel tersebut dapat mengaktivasi makrofag dan selLimfosit Tumor sering kali mengandung sejumlah besar tumorpenginfi ltrasi limfosit (tumo ur-infltratin g lympho cyres, TIL), dan NK melalui pelepasan IFN1, dan juga dibutuhkan untuk memorijumlah dan jenis sel ini dapat memprediksi laju progresi tumor. TIL sel T CDS. Baru-baru ini, uji klinis vaksinasi yan! menggunakandiperkaya untuk limfosit yang mengenali se1 tumor secara spesifik,dan sel seperti ini diekstraksi dari tumor itu sendiri, diperbanyak, antigen melanoma telah memberikan harapan dan dorongan yangdan disuntikkan kembali, pada beberapa kasus telah memberi kuat dalam penelitian ini.keberhasilan dalam penolakan tumor. Limfosit dari darah pasientumor, yang teraktivasi nonspesiflk secarainvitro oleh IL-2 untuk Sel dendrit (lihat Gambar 9) merupakan aktivator paling potenmembunuh (sel LAK) telah menjadi sesuatu yang menjanjikan. pada imunitas yang diperantarai sel, sehingga tidaklah mengejutkanlmunoterapi spesifik bahwa banyak pendekatan yang dicoba untuk mendapatkan selAntigen tumor Dalam kasus tumor yang diinduksi oleh virus, ini untuk imunoterapi. Salah satu pendekatan adalah denganantigen virus itu sendiri merupakan sasaran respons imun pejamu(lihat di bawah). Pada tumor nonvirus, identifikasi TAA jauh iebih mengisolasi sel dendrit dari seorang pasien, mengisinya dengansulit. Pada kasus yang jarang ditemukan, antigen embrionik yang antigen tumor, dan memasukkannya kembali ke dalam tubuh. Akantidak ada dalam sel dewasa normal, dapat diekspresikan kembali tetapi, prosedur imunoterapi adaptif spesifik-pasien ini sangat sulitsaat antigen tersebut menjadi ganas. Antigen karsinoembrionik dan mahal untuk dilakukan dan sedang dicari pendekatan alternatif(CEA) dalam kolon dan o-fetoprotein daiam hati adalah contoh untuk mendapatkan antigen tumor oleh sel dendrit secara in situ,yang dapat menjadi alat diagnostik. Antigen lain yang ditemukanpada permukaan beberapa tumor adalah varian glikosilasi protein Merusak toleransi Respons imun terhadap sebagian besar tumorsel normal (misalnya MUC-1 pada tumor epitel). Namun demikian, mungkin dibatasi oleh mekanisme pengaturan yang kuat, yangtampaknya mayoritas antigen yang dikenali oleh respons imun bekerja untuk mencegah autoimunitas dan mempertahankanselular pejamu adalah protein normal diri sendiri (selfl, yang toleransi (lihat Gambar 23). Sebagian besar strategi yang sedangdiekspresikan dalam konsentrasi yang lebih tinggi dibandingkan diteiiti bertujuan untuk mengganggu mekanisme ini, sehingga bisanormal dalam sel tumor. Sayangnya, tampaknya tumor sangat didapatkan respons imun yang lebih efektif. proses ini berupaheterogen dan antigen yang umumnya ditemukan di sejumlah penghambatan molekul pada permukaan sel T seperti CTLA4besar tumor sulit diidentifikasi. yang menghantarkan sinyal negatif, mengurangi (deplesi) sel Truc, dan menggunakan terapi gen untuk menghasilkan populasi sel T dalam jumlah besar yang membawa reseptor spesifik untuk antigen tumor. Strategi ini telah memberikan hasil yang menjanjikan pada awal uji klinis, tetapi dapat menyebabkan efek samping yang tidak dapat dihindari dalam bentuk autoimunitas (lihat Gambar 38).lmunitas terhadap tumor lmunitas yang berpotensi menguntungkan


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook