Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore Bab 21. Penyembuhan Tradisional dan Kedokteran Modern

Bab 21. Penyembuhan Tradisional dan Kedokteran Modern

Published by haryahutamas, 2016-04-02 20:11:15

Description: Bab 21. Penyembuhan Tradisional dan Kedokteran Modern

Search

Read the Text Version

2l PervemBuHAN TmouloNAL DAN KrooxrERAN MooennrTuiuan lnrtruhlionql Khurur1. Menjeloshon lotor belohqng upoyq penyembuhqn trodisionoldi lndonesiq.2. Menyebuthqn coro-coro penyembuhon dqn pengobotqn trqdisionql.3. Menjeloshon prinsip-prinsip hedohteron modern.4. Menjeloshon sihop dohter menghodopi penyembuhon trqdisionol.5. Menjeloshon tujuon riset hebenorqn ilmioh tentqng penyembuhon trqdisionql.6. Memberihon contoh-contoh penyembuhon trodisionql don hedohteron modern dopot beherjo somq don soling mengisi;Pohoh Bqhqrqnl. Penyembuhontrodisionql.2. Kedohteron modern.3. Sihop dohter terhodop penyembuhqn trodisionql.tub-Pokoh BohsrsnL Lotor belohong penyembuhon trqdisionql di lndonesis.2. Corq-cqro penyembuhqn trodisionsl.3. Lstqr belohong hedokteron modern.4. Prinsip-prinsip dosor hedohteron modern.5. Arqh riset penyembuhon don pemohoiqn obot trsdisionol.6. Contoh herjq sqmq penyernbuhon trqdisionoldengon hedohteron modern.148

8a/ 2l Penyembuhon Trodisionol don Kedohteron Modern 149Penyembuhan tradisional sebagai budaya bangsa merupakan salah satu upayapenyembuhan dan perawatun cara lain di luar ilmu kedokteran atau ilmu kepe-rawatan. Kenyataan menunjukkan bahwa kedua cara pelayanan kesehatan baikupaya penyembuhan tradisional atau pengobatan alternatif maupun kedokteranmodern hingga waktu ini tetap mendapat tempat di tengah-tengah masyarakatIndonesia. Kedua sistem memiliki kelebihan dan kekurangannya. Masyarakat,khususnya orang sakit, akan memilih cara penyembuhan apapun, asalkan cepatsembuh. Karena itu, penyembuhan tradisional dan kedokteran modern tidak perludipertentangkan.Penyembuhqn TrodirionqlPenyembuhan tradisional sudah lama dikenal di kalangan masyarakat, jauh se-belum kedokteran modern (Barat) masuk ke kepulauan Indonesia. Pada awalnya,pengobatan tradisional itu banyak berdasarkan pada kepercayaan yang bersifatmistih kepercayaan pada tenaga-tenaga gaib yang berakar pada animisme. Disamping itu, penyembuhan tradisional terbentuk melalui suatu proses, yaitu men-coba berulang-ulang cara-cara dan obat-obat tertentu dalam menangani berbagaimacam penyakit (cara empirik). Upaya penyembuhan ini kemudian dipengaruhioleh berbagai kebiasaan dan pandangan dari luar, antara lain dari India, Cina,Timur Tengah, dal Eropa. Berbagai agama yang masuk dan berkembang dikepulauan Nusantara kita juga memengaruhi cara penyembuhan tradisional ituseperti agama Hindu, Budha, Islam, dan Kristen. Sejak abad ke-19 terdapat pulapengaruh Ilmu Kedokteran Modern kedalam penyembuhan tradisional. Pada umumnya cara-cara penyembuhan tradisional di Indonesia dapat dikate-gorikan dalam upaya penyembuhan dengan: 1. ramuan tumbuhan obat 2. cara fisik (dukun beranak, sunat, patah tuluttg, susuk, ketok, refleksologi, akupunktur, dan sebagainya) 3. meditasi, pernapasan dan tenaga dalam 4. penyembuhan dengan cara spirituil (doa, mantera, psikoterapi, dsb.).Seorang tabib atau dukun dapat melakukan salah satu atau beberapa cara tersebutdi atas, namun pendekatannya selalu holistik dengan mengutamakan kepentinganorang sakit. Seorang pelaksana penyembuhan tradisional selalu memperhatikanlatar belakang orang sakit, seperti keluarga, agarr'a dan kepercayaan, budaya,tradisi, dan lingkungan. Ciri-ciri pelayanan adalah akrab, ramah, penuh perhatian,penuh kesabaran, serta pasrah kepada Tirhan Yang Maha Kuasa atau kepadakekuatan gaib tersebut . Biaya pengobata4 tradisional umumnya teq'angkau. Ilmu dan cara penyembuhan tradisional diwariskan secara informal dalamikatan keluarga kekerabatan atau sahabat dekat, lazimnya diterima dan dipercayabegitu saja tanpa bersikap kritis. Bidang gerak dukun sangat luas. Dukun bukan sajamengobati orang sakit, melainkan ada pula dukun dalam bidang asmara danperjodohan, meramalkan masa depan tentang kekayaan, kedudukan dan pangkat.Ada pula dukun yang dapat mencelakakan orang lain, bahkan membunuh pasien-nya, seperti kasus Dukun A.S. alias Datuk di Daerah Deli Serdang Sumatera Utara

tso Etiho Kedohteron dqn Huhum Kesehotonyang mengaku telah membantai 42 wanita dalam kurun waktu tahun 1988-1997.Selain itu ada yang mempergunakan ilmu sulap dengan gerakan-gerakan tanganyang memesona sehingga dapat mengeluarkan batu grnjal, paku, beling, dan benda-benda lain dari tubuh pasien. Ini jelas merupakan penipuan dan semata-matamencari keuntungan. Ada pula yang menjalankan praktik seperti dokter, memakaistetoskop, melakukan operasi, dan sebagainya, yang akhirnya menimbulkankomplikasi yang berbahayaba$ orang sakit. Tidaklah benar bahwa dukun adatahorang-orang sakti dan dapat mengdbati segala penyakit. Namun, tidak semuadukun jelek dan suka menipu. Banyak di antara mereka yang benar-benar baik danjujur, ingin menolong orang sakit, bahkan tanpa imbalan jasa. Hingga saat ini, penerimaan masyarakat Indonesia terhadap penyembuhantradi.sional masih tetap tinggi, bukan saja di tengah-tengah masyarakat pedesaan,melainkan juga masyarakat perkotaan. Bukan hanya oleh masyarakat golonganbawah, melainkan juga oleh golongan menengah dan atas. Hal ini disebabkan olehfaktor budaya, sistem nilai, dan tradisi yang memengaruhi sikap dan pengetahuanmereka tentang sakit, penyakit, dan upaya penyembuhannya. Di negara-negaru Barat sistem pengobatan tradisional disebut Compitmentaryand Alternahbe Medmne (CAM, yang merupakan pengobatan pelengkap danalternatifdan tidak berarti tradisi asli dari negara yang bersangkutan. Di beberapanegara tersebut C'4Mtelah disetarakan status hukumnya dengan ilmu kedokteranmodern sehingga terdapat dokter-dokter dengan sertifikasi ganda. Di Indonesia,seharusnya cara penyembuhan tradisional diupayakan terintegrasi dengan sistempelayanan nasional untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan seperti di Cina,Jepang dan Korea. Harus diakui bahwa cara pengobatan modern tidak selaluberhasil mengatasi masalah-masalah kesehatan. Obat herbal atau obat bahan alam (OBA) harus memenuhi kriteria aman sesuaipersyaratan yang ditetapkan; khasiatnya harus dibuktikan berdasarkan uji klinisdan memenuhi standar mutu. Evaluasi dan pengawasan obat herbal harus diper-ketat untuk mengurangi terjadinya risiko yang membahayakan jiwa manusia ataugangguan kesehatan yang berat. Obat herbal seharusnya tidak dipakai untukpenyakit yang serius yang diagnosisnya hanya dapat ditegakkan oleh dokter. Obatherbal dapat digunakan bila tidak ada lagi obat rasional yang dapat menyembuh-kan. Di antara sistem pengobatan tradisional yang paling terkenal dewasa iaiadalah: 1. Ayrverda. Telah dikenal sejak abad ke-10 S.M. dan banyak dipraktikkan di Asia Selatan. Dalam Bahasa Sanskert4 ayrverda berarti \"Ilmu tentang Hidup'i Falsafahnya ialah bahwa semua objek dan benda hidup terdiri dari 5 unsur dasar, yaitu tanah, air, api, udara, dan langit. Dalam hidup ini perlu adanya kbserasian fundamental dalam hubungan antara lingkungan (mahrohosmos) dengan individu (rnihrohosmos). Pengobatan Ayrrverda bukan hanya untuk mengobati penyakit, melainkan juga untuk mencegah penyakit dengan menggunakan obat-obatan herbal dan mandi untuk pengobatan.

3a/ 21 Penyembuhon Trodisionol don Kedohteron Modern 1512. Pengobatan tadisional Cina Telah dikenal sejak abad ke-8 S.M. Diagnosis penyakit dan terapi didasarkan pada pandangan holistik tentang pasien dan gejala-gejalayang dideritanya, yang dinyatakan dalam keseimbangan antara Yin, yang mewakili bumi, dingin, dan kewanitaan, serta Yang yang mewakili langit, panas, dan ke- lelakian. Sis(em pengobatan ini mencakup praktik akupunktur (puli\"g banyak digunakan), moxibustion, obat herbal, tuina (massage), olah tubuh (Chinese exerases), latihan teknik pernapasan, dan diet. Pengobatan dengan cara akupunktur sudah dipraktikkan sejak ribuan tahun yang lalu. Petunjuk tentang pengobatan ini terdapat dalam bukt\"Huang Di Nei Jing' (The Yellouti Emperor Classic oflnternal Medt'a:ne) , yang didalamnya dinyatakan bahwa penusukan dengan jarum batu di satu tempat tertentu dapat menghilangkan rasa sakit di bagian tubuh yang lain. Akupunktur tidak saja berkembang di negara asalnya dan di negara-negara tetangga, seperti Jepang Korea, India,Vietnam, dan Thailand, tetapi telah merambat ke seluruh dunia. Pada tahun 1978, WHO merekomendasikan pengobatan cara aku- punktur sebagai salah satu pelayanan formal yang dapat diberikan di semua sarana pelayanan kesehatan. Pada tahun 2001, WHO menetapkan 28 jenis penyakit yang telah terbukti efektifdengan pengobatan akupunktur, sedang- kan 63 jenis penyakit lainnya telah menunjukkan keberhasilan, namun me- merlukan penelitian lebih lanjut. Di Indonesia, melalui Permenkes No. 1186 tahun 1996, pengobatan akupunktur ditetapkan dapat dilaksanakan di semua sarana'kesehatan negeri maupun swasta.3. Chiropractic Diperkenalkan sejak abad ke-19 oleh Daniel David Palmer, seorang Magnetuc Therapist (Amerika Serikat). chiropractt'c didasarkan pada asosiasi antara trlutg punggung dan susunan saraf dan pada kemampuan tubuh untuk menyembuhkan dirinya sendiri.4. Homeopati Dasar dasarnya diletakkan oleh Dr. Hahnemann dari Jerman (1755-1843). Penyakit tidak dilawan secara langsung, tetapi diberikan obat sebagai pe- rangsang bagi tubuh untuk melawan penyakit. Homeopati sudah diintegrasikan dalam sistem pelayanan kesehatan nasional di India, Pakistan, Srilanka Meksiko, dan Inggris.5. Unani Unani disebut juga pengobatan tradisional Arab. Dasarnya adalah teori Hippokrates tentang 4 jenis cairan tubuh, yaitu darah, lendir, empedu kuning, dan empedu hitam. Unani mengambil pengalaman dari sistem-sistem peng- obatan tradisional Cina, Mesir, India, Irak, Persia, dan Syria dan dikembangkan oleh Galen (131-210.M), Rhazes (850-925 M), dan Ibnu Sina (980-1037 M)'llmu Kedohterqn ModernIlmu kedokteran modern (kedokteran ilmiah) dapat dikatakan lahir pada tahun1850, pada waktu Robert Koch untuk pertama kalinya menemukan kuman TBC,

152 Etiho Kedohteron don Huhum Kesehoton(basil Koc/t) sebagai penyebab penyakit TBC paru. Penemudn ini sangat me-mengaruhi perkembangan ilmu kedokteran selanjutnya, khususnya memacu dan\"memberi arah baru riset kedokteran mengenai sebab-sebab penyakit. Para doktermenegakkan diagnosis penyakit berdasarkan pada gejala, pemeriksaan fisik, danmelakukan pemeriksaan penunjang kemudian memberikan pengobatan sesuaidengan sebab atau gejala penyakit. Jadi, para dokter memberikan pengobatanrasional, berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) kedokteran. Perkenalan masyarakat Indonesia dengan ilmu kedokteran modern dapatdikatakan baru terjadi pada waktu Belanda terpaksa menanggulangi wabah cacarpada abad ke-19. Sejak itu ilmu kedokteran dan pendidikan dokter di Indonesiamulai tumbuh berkembang, dengan didirikannya Sekolah Juru Cacar, kemudianSekolah Dokter Jawa, disusul dengan Sekolah Tinggr Ilmu Kedokteran di Jakartadan Surabaya. Penyebaran pelayanan kedokteran modern makin menyebar kedaerah pedesaan, terutama. setelah Indonesia memperoleh kemerdekaannya se-hingga makin banyak rakyat yang terjangkau oleh pelayanan kedokteran modernitu. Penyebaran pelayanan kedokteran modern ini tentu berhadapan dengankepercayaan rakyat pada pengobatan tradisional dan dukun. Pada waktu ini, ilmukedokteran modern telah diakui dan diterima oleh masyarakat pedesaan, namunhal ini tidak berarti bahwa pelayanan kedokteran modern akan menggantikanupaya penyembuhan tradisional. Kenyataannya kedua sistem pengobatan sama-sama mempunyai tempat dalam masyarakat Akibat perkembangan Iptek k'edokteran yang begitu pesat akhir-akhir ini,makin banyak terdapat spesialisasi dan subspesialisasi dalam pelayanan kedokteran.Berbagai alat-aIat mutakhir baik untuk diagnostik maupun untuk terapi telah masukke Indonesia . Alat-alat laboratorium otomatik, peralatan canggih, seperti CT-Scan,MRI, USG, endoskopi, elektroensefalografi, dan Color Doppler telah banyakdigunakan di klinik-klinik. Berbagai obat baru dan berbagai teknik pembedahan,seperti bedah otak, bedah jantung, dan transplantasi organ telah memberikandampak yang besar pada pelayanan kedokteran. Walaupun perkembangan Iptekkedokteran begitu majunya, para dokter tetap dituntut agar dalam penangananorang sakit, hendaknya tetap melakukan .pendekatan holistik, memperhatikanaspek non-medi[ seperti keadaan kejiwaan orang sakit, keluarganya, faktor sosial,budaya, ekonomi, dan lingkungan orang sakit, karena yang diobati adalah orangsakit bukan hanya penyakitnya. Dalam menjalankan tugasnya, seorang dokterdituntut pula untuk tetap berpegang teguh pada Kode Etik Kedokteran (KODEKI),yang bertujuan untuk keharmonisan hubungan dokter dengan orang sakit danuntuk ketenterarnan dan ketertiban masyarakat. Seorang dokter harus senantiasamengutamakan keselamatan orang sakit, melakukan prbfesinya menunrt ukurantertinggi dan tidak boleh dipengaruhi oleh pertimbangan keuntungan pribadi:Namun, dalam zaman dengan unsur materialisme, hedonisme, dan konsumerismemenonjol sekarang ini, ada saja oknum dokter yang tergoda untuk melanggar etikprofesinya yang luhur, bahkan melakukan malpraktik pidana.

?4/ 21 penyembuhon Trodisionol don Kedohteron Modern 153Menyihqpi Penyembuhqn TrqdirionqlFakta menunjukkan ada orang sakit yang berobat ke dokter menjadi sembuh atautetap sakit. Orang sakit yang tidak sembuh itu kemudian berobat kepada tabib ataudukun dan menjadi sembuh. Sebaliknya ada orang sakit yang berobat kepadadukun menjadi sembuh atau tetap sakit. Orang sakit yang tidak sembuh inikemudian berobat kepada dokter dan menjadi sembuh. Tentu ada pula orang sakityang berobat kepada kedua-duanya, narnun tetap sakit. Dari kenyataan di atasjelaslah bahwa dalam upaya penyembuhan, tidak selalu diperlukan pendekatankedokteran ilmiah, tetapi dapatjuga dilakukan dengan memberikan perhatian padaaspek-aspek non-medih seperti latar belakang sosial dan budaya termasuk agamadan kepercayaan masyarakat. Dari penelitian di Amerika Serikat akhir-akhir iniditemukan bahwa makin dapat dibuktikan secara ilmiah, peran agama, kepercayaandan spiritual dalam membantu penyembuhan berbagai penyakit. Dalam menanggapi keberadaan penyembuhan tradisional para dokter hendak-nya bersikap terbuka dan objekti{ namun sebaliknya juga tidak menerima begitusaja hasil penyembuhan tradisional. Menilai hasil penyembuhan tradisional denganmetodologi ilmiah memang sukar karena hingga saat ini belum ada tolok ukuryang baku, kenyataannya orang sakit merasa sehat kembali, walaupun kadang-kadang hanya secara subjektifdan merasa puas dengan pelayanan tabib atau dukun.Jadi, perlu dilakukan kajian untuk membuktikan manfaat berbagai jenis upaya pe-nyembuhan tradisional itu. Berbagai ramuan tumbuhan obat dapat diteliti secara farmakologik khasiatnyadan efek sampingnya. Riset ini harus digiatkan, terarah, terkoordinasi dan terkendali.Riset ditujukan terutama untuk: 1. mengetahui berbagai elemen dan senyawa yang terdapat dalam tumbuhan obat, r) menemukan bahan baku alternatif untuk campuran obat, J. membukikan efek farmakolo giknya, 4. menemukan bahan aktif dari tumbuhan yang telah digunakan untuk pengobatan, 5. menemukan senyawa yang mempunyai efek farmakologik, dan 6. menemukan gen yang setelah dilakukan rekayasa dapat menghasilkan se- nyawa untuk digunakan sebagai obat.Jadi, riset yang dilakukan adalah mulai dari analisis kimia, riset farmakodinamik,riset farmakokinetik, sampai riset dan uji klinik, dan semuanya memerlukan ko-ordinasi. Cara lain seperti meditasi dan cara penyembuhan dengan latihan pernapasan atau tenaga dalam mungkin dapat mengubah metabolisme dan konsumsi oksigenatau dapat menimbulkan perubahan pada gelombang listrik otak. Manfaat aku-punktur untuk menghilangkan rasa nyeri, mungkin dapat dinilai dengan mengukursetelah berapa lama rasa nyerinya hilang atau berkurang intensitasnya danbagaimana mekanismenya. lJpaya penyembuhan dengan cara spiritual, mungkindapat diteliti apakah keberhasilannya temtama pada kasus penyakitjiwa atau kasuspsikosomatik. Jadi, riset yang dilakukan itu bertujuan menghimpun kebenaran

154 Etiho Kedohteron don Huhum Kesehotonilmiah daritiap-tiap carapenyembuhantradisional, yangsecarafaktual dimanfaatkanmasyarakat. Berdasarkan hasil riset itu dapat pula dilakukan riset lanjutan denganpemeriksaanlaboratorium (kuantitatif) atau pemeriksaan dengan alat-alat kedokter-an yang canggih untuk memperoleh tolok ukur fisik, yang lebih objektif sifatnyadan menjadi buki kebenaran ilmiah penyembuhan tradisional. Di satu sisi dampakhasil-hasil riset itu adalah untuk melindungi masyarakat dari efek samping yangmerugikar,r, dan di sisi,lain untuk melestarikan cara-cara penyembuhan tradisionalyang efektif yang benar-benar bermanfaat untuk menyembuhkan orang sakit. Pe-nyembuhan tradisional yang sudah dapat dipertanggungjawabkan manfaat dankeamanannya perlu terus dikembangkan untuk meningkatkan derajat kesehatanmasyarakat baik fisik, mental dan spiritualnya. Sebaliknya penyimpangan dan pe-nyalahgunaan yang merugikan masyarakat perlu ditingkatkan pengawasan danpenertibannya. Praktik penyembuhan tradisional harus diupayakan agar dapat dimanfaatkanuntuk menopang pengembangan dan pembinaan pelayanan kedokteran modern,setelah terbukti secara ilmiah memang bermanfaat. Oleh karena itu, terhadap cara-cara penyembuhan tradisional perlu dilakukan riset yang terarah dan mendasar,dilakukan secara seksama dan tuntas sehingga dapat ditentukan sikap dan ke-bljaksanaan dalam pemanfaatannya. Riset praktik penyembuhan tradisional harusdilakukan oleh ilmuwan kedokteran yang menguasai riset dan uji klinik, dilakukandi pusat-pusat riset (termasuk rumah sakit-rumah sakit untuk uji klinik), yangmemiliki peneliti tangguh serta sarana dan prasarana riset yang memadai. Uji klinikhanya dilakukan bagi bahan tumbuhan obat yang telah memenuhi persyaratanfarmakologik dan toksikolo gik. Penyembuhan tradisional dan kedokteran modern tidak perlu dipertentangkan,bahkan harus diusahakan teg'alinnya kerja sama atau pembagian peran antarapelaksana penyembuhan tradisional yang bonafide dengan pelaksana praktik ke-dokteran modern, atas dasar saling hormat menghormati, saling belajar, dan salingdukung. Orang sakit yang menderita penyakit mendadak dan serius ditanganisegera oleh dokter dan kalau perlu dirawat di rumah sakit.Jika ditangani oleh tabibatau dukun berlama-lama, mungkin akan membahayakan jiwa orang sakit ataumengurangi kesempatan untuk sembuh sempurna. Pasien penyakit yangtidak akutatau penyakit menahun dapat memilih untuk meminta pertolongan penyembuhantradisional. Walaupun nantinya penyakitnya juga tidak akan sembuh, misalnyakarena penyakit kanker tingkat lanjut atau AIDS, namun orang sakit merasa lebihtenang, lebih sehat, dan lebih nyaman. Dalam kaitan seperti itulah penyembuhansecara kedokteran modern dan penyembuhan tradisional saling mengisi. Berikut ini diuraikan butir-butir tentang Pengobatan tadisional yangtercantumdalam UU No. 23 Tahun 1992 tentangKesehatan, yaitu:Pasal 47 1. Pengobatan tradisional merupakan salah satu upaya pengobatan dan atau perawatan cara lain di luar ilmu kedokteran dan atau ilmu keperawatan. 2. Pengobatan tradisional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) perlu dibina dan diawasi untuk diarahkan agar dapat menjadi pengobatan dan atau

8a/ 2l penyembuhon Trodisionol don Kedohteron Modern r55 perawatan cara lain yang dapat dipertanggungiawabkan manfaat dan ke- amanannya. 3. Pengobatan tradisional yang sudah dapat dipertanggungiawabkan manfaat dan keamanannya perlu terus ditingkatkan dan dikembangkan untuk di- gunakan dalam mewujudkan derajat kesehatan yang optimal bagi masya- rakat. 4. Ketentuan mengenai pengobatan tradisional sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dan ayat (3) ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.Penjelasan: i{yat ( t ) Pengobatan tradisional mencakup cara, obat dan pengobatannya yang mengacu k.puda pengalaman dan keterampilan, baik yang asli maupun.yang berasal dari luar Indonesia. Ayat (2) Pemerintah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pengobatan tradisional, agar dapat dipertanggrngiawabkan manfaat dan keamanannya sehinggatidak merugikan masyarakat. Ayat (3) dan ayat (4) cukupjelas.


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook