SUSUNAN SARAF OTONOM eorang laki-laki berusia 46 tahun yang baru saja menjalani pneumonektomi sisi kanan karena karsinoma bronkus diperiksa oleh ahli bedah toraks untuk pemeriksaan setelah operasi. Pasien mengatakan bahwa dia sangat heran karena merasa sangat sehat dan berat badannya bertambah dibandingkan dengan sebelum operasi. Istrinya berkomentar bahwa satu minggu yang lalu, kelopak mata kanan atas pasien agak turun bila pasien lelah setelah bekerja. Seteiah dilakukan pemeriksaan fisik dengan saksama, ahli bedah menemukan bah- wa selain ptosis mata kanan, pupil kanan pasien juga mengalami konstriksi dan wajah sisi kanannya sedikit kemerah merahan. Pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan bah- wa kulit sisi kanan wajahnya lebih panas dan lebih kering dibandingkan dengan nor- mal. Palpasi pada nodi lymphoidei cervicales profundi menunjukkan pembesaran kelenjar yang keras dan terflksasi tepat di atas clavicula kanan. Berdasarkan temuan klinisnya, ahli bedah menegakkan diagnosis sindrom Horner sisi kanan. Sindrom ini tidak ditemukan sebelum operasi dilakukan. Pembesaran nodi lymphoidei cervicales profundi sisi kanan menunjukkan bahwa karsinoma bronkus telah bermetastasis ke kelenjar limfe di daerah leher dan telah menyebar sampai ke pars cervicalis truncus sympaticus sisi kanan. Observasi ini dapat menjelaskan temuan abnormalitas pada mata dan kulit wajah. Pengetahuan mengenai persarafan simpatis pada struktur-struktur kepala dan leher memungkinkan ahli bedah menegakkan diagnosis yang tepat bagi pasien ini.404
. Memahami struktur, flsio1ogi, dan farmakologi su- sunan saraf otonomSusunan saraf otonom dan sistem endokrin meng- Sistem simpatis dan parasimpatis memberikanatur lingkungan internal tubuh. Susunan saraf oto- efek saling berlawanan pada sebagian besar organ,nom mengendalikan banyak fungsi khusus organ karena itu, secara flsiologis, disebut bersifat antago-dalam tubuh, termasuk otot jantung, otot polos, dan nis. Namun, perlu ditekankan bahwa kedua sistemkelenjar eksokrin. Sistem endokrin mengendalikan bekerja terkait satu dengan yang lain, dan keseim-dengan cara yang lebih lambat melalui hormon yang bangan kerja kedua sistem ini menghasilkan ling- kungan internal yang stabil.dialirkan ke dalam aliran darah. Susunan saraf otonom, seperti sistem saraf soma- Bagian Simpatis Sistem Otonomtik, mempunyai neuron-neuron aferen, konektor, dan Sistem simpatis adalah bagian terbesar dari keduaefektor. Impuls aferen yang berasal dari reseptor vi- bagian sistem otonom yang didistribusikan secaraseral berjalan melalui jaras aferen ke susunan sarafpusat. Di tempat ini, impuls aferen diintegrasikan me- luas ke seluruh tubuh, kemudian mempersarafllalui neuron-neuron konektor di berbagai tingkat, jantung dan paru, otot pada sebagian besar dinding pembuluh darah, folikel rambut dan kelenjar keringat,kemudian berjalan melaluijaras eferen ke organ-organ serta sebagian besar visera abdominopelvi.efektor viseral. Sebagian besar aktivitas sistem otonom Fungsi sistem simpatis adalah menyiapkan tu-tidak berhubungan dengan tingkat kesadaran. buh pada keadaan darurat. Denlrut jantung mening- kat, otot arteriola di kulit dan usus mengalami kon- Jaras-jaras eferen sistem otonom tersusun oleh striksi, dan arteriola otot-otot rangka berdilatasi,neuron-neuron praganglionik dan pascaganglionik. serta tekanan darah meningkat. Terdapat distribusiBadan se1 neuron-neuron praganglionik terletak pada darah ulang sehingga darah meninggalkan kulit dancolumna lateralis substantia grisea medulla spinalis saluran cerna, kemudian menuju otak, jantung, dandan di dalam nucleus motorik nen'Lls cranialis III, otot rangka. Selain itu, saraf simpatis membuat pupilVII, IX, dan X. Akson-akson badan sel ini bersinaps berdilatasi, menghambat otot polos bronchus, intesti-dengan badan se1 neuron pascaganglionik yang ber- num, dan dinding vesica urinaria; serta menutup sflngter. Rambut berdiri dan kulit berkeringat.kumpul bersama dan membentuk ganglia di luar Sistem simpatis terdiri dari aliran keluar eferensusunan saraf pusat. dari medulla spinalis, truncus sympathicus yang me- Kontrol yang dilakukan oleh sistem otonom ber- miliki kedua ganglion, cabang-cabang penting, plek-langsung sangat cepat; dan tersebar 1uas, karena sus dan ganglia regional.satu akson praganglionik dapat bersinaps denganbeberapa neuron pascaganglionik. Kumpulan se- Serabut Saraf Eferen (Aliran Keluar Simpatis)rabut-serabut eferen dalam jumlah besar bersamadengan ganglia yang sesuai membentuk pleksus Columna (cornu) lateralis substantia grisea medullaeotonomik di thorax, abdomen, dan pelvis. spinalis dari segmen thoracica I sampai segmen lum- Reseptor-reseptor viseral terdiri dari kemoresep- balis II (kadang-kadang sampai segmen lumbalis III)tor, baroreseptor, dan osmoreseptor. Reseptor nyeriterdapat di visera dan jenis-jenis stimulasi tertentu, memiliki badan sel neuron konektor simpatis (Gambarseperti kekurangan oksigen atau regangan dapat me- 14-1). Akson sel-sel yang bermielin tersebut mening-nimbulkan nyeri yang hebat. galkan medulla spinalis di dalam radiks anterior dan Informasi yang diberikan dalam bab ini sering di- berjalan melalui rami communicantes albi (ramigunakan dalam praktik klinis. Contoh-contoh per- albi ini disebut putih karena serabut-serabut sarafsarafan otonom yang diberikan dalam bab ini me- diliputi oleh mielin yang berwarna putih) menujurupakan contoh yang penting dan sering digunakan ganglia paravertebralia trunci sympathici. Begituoleh para penguji untuk membuat pertanyaan-per- serabut-serabut mencapai ganglia di truncus sym- phaticus, serabut-serabut ini (praganglionik) akantanyaan yang baik. didistribusikan sebagai berikut. ,.G. 1. Serabut praganglionik bersinaps dengan neuron4dJn OncaNrsAsr SusuNaN eksitator di dalam ganglion (Gambar 14-1 dan 74-2\. Jarak anlara kedua neuron dijembataniW snn,q.r oroNoryr oleh neurotransmiter asetilkolin (AChl. Akson-Susunan saraf otonom didistribusikan ke seluruh su- akson pascaganglionik yang tidak bermielin me-sunan saraf pusat dan tepi. Sistem ini terbagi menjadi ninggalkan ganglion dan berjalan ke nervi spi-dua bagian, yaitu simpatis dan parasimpatis; dan se-perti yang telah ditekalkan di atas, terdiri dari serabut- nales thoracici sebagai rami comunicantesserabut aferen dan eferen. Pembagian antara simpa- grisei (rami grisei disebut abu-abu karenatis dal parasimpatis dibuat berdasarkan perbedaananatomis, neurotransmiter, dan efek flsiologis. 405
406 Bab 14 Susunan Saraf Otonom Neuron konektor Columna (cornu) grisea lateralis Radix posterior Neuron aferen Ramus griseusNeuron Ramus albuseferen Neuron konektor patis Truncus sympathicusRadix anterior Neuron aferen Ganglion sympathiumi,,rr'1r,,,:r, l'1,-1,, Susunanumumbagiansomatiksistemsaraf (kiri) dibandingkandenganbagianotonomsusunansaraf (kanan). serabut-serabut sarafnya tidak bermielin). Sera- diafragma untuk bergabung dengan sel-sei eksitator di ganglia plexus coeliaci bagian but ini didistribusikan dalam bentuk cabang- bawah. Nenus splanchnicus imus (kalau ada) cabang nervus spinalis ke otot polos dinding muncul dari ganglia thoracica XII, menembus diaphragma, dal bersinaps dengan neuron eksi- pembuluh darah, kelenj ar keringat, dan musculus tator di dalam ganglia plexus renalis. Oleh arrector pili di kulit. karena itu, nervi splanchnici dibentuk oleh se- rabut-serabut praganglionik. Serabut-serabut2. Serabut praganglionik berjalan ke arah kepala di dalam truncus sympathicus dan bersinaps di pascaganglionik berasal dari sel-se1 eksitator di dalam ganglia di regio cervicalis (Garnbar 74-2). dalam pleksus-pleksus perifer dan didistribusi- Serabut-serabut saraf pascaganglionik berjalan kan ke otot polos dan kelenjar-kelenjar visera. Beberapa serabut praganglionik, berjalan di melalui rami communicantes grisei untuk ber- dalam nen.us splanchnicus major, langsung ber- akhir pada sel-sel medulla suprarenalis. Se1-se1 gabung dengan nen'r-rs spinalis cervicalis. Banyak medulla ini, dianggap sebagai modifikasi neuron serabut praganglionik yang memasuki bagian eksitator simpatis, berperan daiam sekresi bawah truncus sympathicus dari medulla spinalis epinefrin dan norepinefrin. segmen thoracica bagian bawah dan dua segmen Rasio serabut-serabut simpatis praganglionik lumbal bagian atas turun untuk bersinaps di dan pascaganglionik sekitar 1:10 memungkinkan dalam ganglia pada regio lumba-1 bagian bawah kontrol struktur-struktur involunter secara luas. dan sakral. Di sini, sekali 1agi, serabut-serabut saraf pascaganglionik berjalan melalui rami Serabut SarafAferen communicantes grisei untuk bergabung dengan Serabut-serabut saraf aferen bermielin berjalan dari nervus spinalis lumbalis, sacralis, dan coccygeus visera melalui ganglia sympathica tanpa bersinaps. Serabut aferen ini berjalan ke nenr;.s spinalis melalui (Gambar 14-2). rami communicantes albi dan mencapai badan sel- nya di dalam ganglion radix posterior nervi spinalis Serabut-serabut tersebut mungkin berjalan me- yang sesuai (Gambar 14-1). Lalu, akson-akson sentral masuk ke dalam medulla spinalis dan membentuk lalui ganglia trunci sympathici tanpa membentuk komponen aferen lengkung refleks loka1 atau naik ke sinaps. Serabut-serabut bermielin ini meninggal- pusat yang lebih tinggi, seperti hypothalamus. kan truncus sympathicus sebagai nervus Truncus Sympathicus splanchnicus major, nervus splanchnicus minor, dan nervus splanchnicus imus. Nen'us Truncus sympathicus adalah dua trunkus saraf ber- splanchnicus major terbentuk dari cabang- ganglion yang terbentang di sepanjang columna cabang ganglia thoracica V sampai IX. Saraf ini berjalan miring ke bawah pada sisi corpus verte- brae thoracicae, menembus crus diaphragmatis, kemudian bersinaps dengan sel-sel eksitator di dalam ganglia plexus coeliaci, plexus renalis, dan meduilae suprarenalis. Nerv'us splanchnicus minor terbentuk dari cabang-cabang ganglia thoracica X dan XI. Saraf ini turrn bersama nervus splanchnicus major dan menembus
Organisasi Susunan Saraf Otonom 407vertebralis (Gambar 14-2). Di leher, masing-masing an peristaltik dan aktivitas keienjar meningkat, otot-trunkus mempunyai 3 ganglia; di thorax \L atau 72 otot sflngter membuka, serta kandung kencing ber-ganglia; .di regio 1umbal, 4 atau 5 ganglia; dan di kontraksi.pelvis, 4 atau 5 ganglia. Di daerah 1eher, trunkus initerletak di anterior processus transversus vertebrae Serabut Saraf Eferen (Aliran Keluar Kraniosakral)cervicalis; di thora-r, truncus terletak di anteriorcaput costa atau terletak di samping corpus vertebra; Sel saraf penghubung (konektor) pada bagian para-di abdomen, truncus sympathicus terletak di ante-rolateral sisi-sisi corpus vertebra lumbalis; dan di simpatis sLLsunan saraf otonom terletak di dalampelvis, terletak di anterior sacrum. Di bawah, kedua batang otak dan medulla spinalis segmen sacraltrunkus bergabung menjadi satu membentuk sebuahganglion, disebut ganglion impar. (Garnbar l4-2). Sel-sel saraf yang terletak di batang otak mem-Bagian Parasimpatis Sistem Otonom bentuk nukleus-nukleus untuk nervLLS cranialis ber-Aktivitas bagian parasimpatis sistem otonom ber- ikut: nervus oculomotorius (nukleus parasimpatistujuan untuk menyimpan dan memulihkan tenaga; atau trdinger-Westphal), nenrus facialis (nucleusdenl'u.t jantung melambat, pupil berkonstriksi, gerak- salivatorius superior dan nucleus lacrimalis), nervus glossopharyngeus (nucleus salivatorius inferior) dan nervus vagus (nucleus dorsalis nervi vagi). Akson sel-se1 konektor ini bermielin dan keluar dari batang otak di dalam nervi craniales. +o'€{.FtGanolion ciliare z--\ Mata Glandula lacrimalis Glandula salivaria submandibularis dan G. oti d-{ tr+---Ec Jantung a'\fT ,,1' i#f\ ^R_ '\",, T1 T2 Lambung T3 Usus halus r4 T5\"Tr76 T8 Glandula suprarenalis T9 ColonT10 t11 Rectumr12 L_1 1252\ : ..,;1,l,, r i i. ,i' Bagian eferen susunan--#11';\r:,{a2 S4 *--S!l< \ \ -\-q\-.-:: saraf otonom. Serabut parasi m patis ,-*-(Drl ) praganglionik diperlihatkan dengan warna bi ru, serabut parasimpatis pascagangl ionikNervus splanchnicus Rectum diperlihatkan dengan warna biru putus- pelvicus Vesica urinaria putus. Serabut simpatis pragangl ionik Organ-organ seks diperlihatkan dengan warna merah, serabut simpatis pascagangl ionik diperlihatkan dengan warna merah putus- putus.
408 Bab 14 Susunan Saraf Otonom Se1-se1 saraf konektor sacral terdapat di dalam bentuk pleksus saraf otonoml di thorax, abdomen,substantia grisea medullae spinalis segmen sacral dan pelvis. Cabang-cabang pleksus tersebut memper-II, III, dan IV. Sel-sel ini tidak cukup banyak untuk sarafi visera. Di dalam rongga thorax, terdapat ple- xus cardiacus, plexus pulmonalis, dan plexus oeso-dapat membentuk cornu laterale substantiae griseae,seperti yang dapat dibentuk oleh neuron-neuron phageus. Di dalam abdomen terdapat pleksus-pieksuskonektor simpatis di regio thoracolumba'1. Akson yang berkaitan dengan aorta dan cabang-cabangnya'yang bermielin meninggalkan medulla spinalis di serta subdivisi pleksus otonom ini dinamakan sesuaidalam radix anterior nervi spinalis yang sesuai. Se- dengan cabang aorta yang terletak di dekatnya:lanjutnya, akson-akson tersebut meninggalkan ner- plexus nervosus coeliacus, plexus mesentericus superior, plexus mesentericus inferior, dan plexusr,us sacralis dan membentuk nervi sPlanchnici aorticus. Di rongga pelvis terdapat plexus hypo-pelvici (Gambar 14-2). gastricus superior dan inferior. Serabut eferen kraniosakral yang bermielin inimerupakan serabut praganglionik dan bersinaps G,rNcrrA OroNoMdengan ganglia perifer yang terletak di dekat viserayang dipersaraflnya. Di sini, neurotransmiternya Ganglia otonom adalah tempat serabut saraf pragang-adalah asetilkolin. Ganglia parasimpatis kranial lionik bersinaps dengan neuron-neuron pascaganglio-terdiri dari ganglion ciliare, ganglion pterygopa- nik (Gambar I4-3). Ganglia terletak di sepanjang per-latinum, ganglion submandibularis, dan ganglion jalanan serabut saraf eferen susLlnan saraf otonom'oticum (Gambar 74-2\. Pada lokasi-lokasi tertentu,sel-se1 ganglion terletak di dalam pleksus saraf, Ganglia simpatis membentuk bagian truncus sym-misalnya pada plexus cardiacus, plexus pulmo- pathicus atau terletak di pravertebral (misalnya,nalis, plexus myentericus (plexus Auerbach), dan ganglia coeliaca dan ganglia mesenterica superior)'plexus submucosus (plexus Meissner); duapleksus yang terakhir berhubungan dengan traktus Sebaliknya, gangiia parasimpatis, terletak di dekatgastrointestinal. Nervi splanchnici pelvici bersinapsdi dalam ganglia pada plexus hypogastricus. Ciri atau di dalam dinding visera.khasnya, serabut-serabut parasimpatis pasca- Ganglion otonom terdiri dari kumpulan neuron-ganglionik tidak bermielin dan relatif lebih pendek neuron multipolar bersama dengan se1 kapsul ataudaripada serabut-serabut simpatis pascagang- sel satelit, serta kapsul jaringan ikat. Berkas-berkaslionik. saraf menempel pada masing-masing ganglion dan terdiri dari serabut saraf praganglionik yang masuk Rasio serabut-serabut praganglionik dan pasca- ke ganglion, serabut sarafpascaganglionik yang ber-ganglionik kira-kira 1:3 atau lebih kecil, jauh lebih asal dari neuron di dalam ganglion dan meninggal-sedikit dibandingkan dengan bagian simpatis susun- kan ganglion, serta serabut saraf aferen dan eferenan saraf otonom. yang berjalan melintasi ganglion tanpa membentuk bermielin, ke- Serabut SarafAferen \"cii.lr, tdpa\".n Serabut-serabut praganglionik B yang relatif Serabut-serabut aferen yang bermielin berjalan dari merupakan serabut saraf tipeviscera ke badan selnya yang terletak di ganglia lambat menghantarkan impuls. Serabutpascaganglio- nik tidak bermielin, lebih kecil, dan merupakan sera- sensorik nervus cranialis atau di dalam ganglia radix but-serabut tipe C yang menghatarkan impuls lebih posterior nen'Lls sacrospinalis' Selanjutnya, akson- lambat. akson sentralnya masuk ke dalam susunan saraf pusat dan ikut serta dalam pembentukan lengkung Struktur sinaps di ganglia otonom memperlihat- refleks setempat, atau naik ke pusat susunan saraf kan ciri khas berupa penebalan membrana dan vesi- kel yang kecil dan jernih. Seiain itu, terdapat bebe- otonom yang lebih tinggi, seperti hypothalamus. rapa vesikel granular yang lebih besar. Vesikel yang Komponen aferen susunan saraf otonom identik lebih kecil berisi asetilkolin; isi vesikel granular tidak dengan komponen aferen saraf somatik, dan mem- diketahui. bentuk bagian segmen aferen umum pada seluruh Walaupun ganglion otonom merupakan tempat susunan saraf. Ujung-ujung saraf di da-1am kom- serabut praganglionik bersinaps dengan neuron-neu- ponen aferen otonom tidak dapat diaktifkan oleh ron pascaganglionik, dapat ditemukan juga interneu- sensasi panas atau raba, tetapi diaktifkan oleh re- ton ytttg kecii. Sel-sei ini menunjukkan fluoresensi gangan atau kekurangan oksigen. Begitu sampai ke katekolamin dan disebut sebagai sel kecil berfluore- medulla spinalis atau otak, serabut-serabut aferen sdae-n1sami kbueabterlaslprra.iagllainngtelian,seselgl-sfleulrionriemsceennetr,imSaIFs)e'rDa-i but-serabut praganglionik kolinergik sehingga sel diduga berjalan di sepanjang, atau bergabung tersebut dapat memodulasi transmisi ganglionik' Pa- dengan serabut-serabut a-feren somatik. Prnxus-Prnxus OroNovl LPlexus saraf otonom adatah kumpulan serabut saraf yang Bnsn n membentuk anyaman; sel sel sara-f dapat ditemukm di dalam anyaman tersebut. Ganglion adalah massa se1 sel saraf yang ber-Kumpulan serabut saraf eferen simpatis dan para- beirtuk seperti simpul, dan terdapat di iuar susunan saraf pusat'simpatis yang besar serta ganglia yang terkait, ber- Istilah ini irarus dibedakan dengan ganglion di dalam susunan sarafsama dengan serabut-serabut aferen viseral, mem- pusat yang terdiri dari kelompok-kelompok nukleus (misalnya' ganglia basalia).
Transmiter Praganglionik 409 Ganglion sympathiumSerabut modulasi Serabut praganglionik pascaganglionik A Nikotin mempertahankan depolarisasi@r Garam heksametoniumKolin + asam asetat berkompetisiB Kolinesterase,1-,,,1;.q11;,,, :.,.r. ti, A: Ganglion otonom sebagai integrator; memperlihatkan sel SlF. B: Pelepasan asetilkolin (ACh)pada sinaps otonomil<.da ganglia lainnya, se1 SIF menerima cabang-cabang adalah asetilkolin. Kerja asetilkolin pada ganglia otonom segera diakhiri dengan hidrolisis oleh asetil-kolaterai dan dapat berfungsi sebagai integrator kolinesterase.(Gambar 14-3). Banyak se1 SIF mengandung dopa- Reseptor Asetilkolinmin yang diduga merupakan zat neurotransmiter- Reseptor asetilkolin terletak di luar membran sel neu-nya. ron pascaganglionik. Reseptor tersebut adalah TnaNsurTER Pnac,o.NGLroNrK kompleks protein yang terikat dengan molekul protein yang menembus membran se1. Saat molekul asetilkolinSaat mencapai ujung akhirnya, serabut saraf pra-ganglionik berjalan di sekeliling dan di antara dendrit terikat dengan reseptor, struktur molekul proteinneuron pascaganglionik membentuk kontak sinaptik membran se1 segera berubah, serta terjadi eksitasiganda. Bila gelombang eksitasi mencapai kontak si- atau inhibisi neuron pascaganglionik. Terdapat duanaps, transmiter sinaps dilepaskan, menyeberangi tipe reseptor asetilkolin, yaitu reseptor nikotinik dan reseptor muskarinik. Reseptor-reseptor tersebut di-celah sinaps, dan merangsang neuron pascaganglionik namakan seperti tersebut di atas karena reseptor(Gambar 14-38 dan I4-4). nikotinik bereaksi khusus terhadap nikotin (dari Transmiter sinaps yang merangsang neuron tembakau), dan reseptor muskarinik bereaksi khusus terhadap muskarin (racun dari jamur pa1'ung). Ase-pascaganglionik di ganglia simpatis dan parasimpatis tilkolin dapat terikat pada kedua tipe reseptor ini.
410 14Bab Susunan Saraf Otonom Reseptor lambat ini teq'adi ketika saluran ion Na. dan Ca2. ter- nikotinik buka serta sa-luran ion K* tipe M tertutup; keadaan ini menimbulkan depolarisasi membran. EPSP lambat ACh yang berkelanjutan berlangsung selama 1-2 menit yang @ dapat juga dihasilkan oleh transmiter neuropeptida. @ Aktivasi reseptor muskarinik pascasinaptik juga Reseptor dapat menimbulkan potensial pascasinaptik inhibi- muskarinik torik lambat (slor,u inhibitory postsgnaptic potential, IPSP lambat), yang berlangsung sekitar 10 detik., ' ,' ': Contoh pelepasan asetilkolin dari IPSP terjadi akibat pembukaan saluran ion K* yang memungkinkan ion K- mengalir keluar menuju cetrahujung prasinaps. Sebuah stimulus prasinaps sinaps dan menimbulkan hiperpolarisasi.menimbulkan potensial eksitasi pascasinaptik cepat(fast excitatory postsinaptic potential, EPSP cepat) Adanya kompleks potensial pascasinaptik padapada reseptor nikotinik. Stimulasi lebih lanjut dapat ganglia simpatis dan parasimpatis ini (Gambar 14-4)men i mbu I kan potensial pascasi napti k eksitatori k menggambarkan bagaimana potensial membran pas-larnbat (slow excitatory postsynaptic potential, EPSP casinaptik dapat diubah dan transmisi ganglionikIambat) atau potensial pascasinaptik inhibitorik lambat dapat dimodulasi.(inhibitory postsynaptic potential, IPSP lambat) padareseptor muskarinik. Di neuron praganglionik, baik Znr PnnnNcsANGsimpatis maupun parasimpatis, asetilkolin yangdilepaskan terutama terikat dengan reseptor nikotinik GRNcrroNpada neuron pascaganglionik. Obat-obat perangsang, seperti nikotin, 1obe1in, dan Di neuron praganglionik simpatis maupun pa- dimetilfenol piperazinium, menstimulasi ganglia sim-rasimpatis, asetilkolin yang dilepaskan terutama patis dan parasimpatis dengan cara mengaktivasi reseptor nikotinik pada membran pascasinaptik danterikat dengan reseptor nikotinik pada neuron menimbulkan EPSP .cepat.pascaganglionik. Zm Pnuvnrer GlxcrroN PornNsrAL SINAPTIK Ada dua lipe zat penyekat ganglion, yaitu yang me- Cnpnr, Lnunar, DAN nimbulkan depolarisasi dan nondepolarisasi. Niko- INnrnrroRIK tin dalam konsentrasi tinggi bekerja sebagai zat pe-Aktivasi asetilkolin pada reseptor nikotinik pascasi-naptik di dendrit dan badan sel neuron pascagang- nyekat. Caranya, mula-mu1a dengan menstimulasilionik, menimbulkan depolarisasi membran, influksion Na. dan C*., dan membangkitkan potensial pas- neuron pascaganglionik dan menimbulkan depo- larisasi, kemudian mempertahankan depoiarisasicasinaptik eksitatorik cep at (fast excitatory postsinapticpotential, EPSP cepat). Biasanya, beberapa akson membran yang dapat dirangsang. Selama fase ter-terminal prasinaptik harus dirangsang secara simultan akhir ini, neuron pascaganglionik gagal bereaksi ter-agar hasii gabungannya dapat menimbulkan transmisi hadap pemberian berbagai stimulan, apapun jenis reseptor yang diaktifkan.di sepanjang akson pascasinaptik. EPSP cepat men-capai maksimum dalam waktu sekitar 15 milidetik. Heksametonium dan tetraetilamonium meng- hambat ganglia dengan cara berkompetisi dengan Aktivasi asetilkolin diduga mengaktifkan sejum- asetilkolin pada reseptor nikotinik.1ah kecil reseptor pascasinaptik muskarinik. Aktivasiini menimbulkan potensial pascasinaptik eksitatorik UIUNc Sn,nerlambat (slotu excitatory postsgnaptic potensial, EPSP Pl,scecn NGLroNrKlambat) yang berlangsung selama 2-5 detik. Mekanis- Serabut-serabut pascaganglionik berakhir pada sel-me yang mendasarinya rumit dan potensial yang se1 efektor tanpa ciri-ciri yang khusus. Akson-akson berjalan di antara sel-se1 kelenjar dan serabut- serabut ototjantung dan otot polos, serta kehilangan sel Schwann yang membungkusnya. Di tempat terjadinya transmisi, terdapat pengelompokan vesikel di dalam aksoplasma (Gambar 3-37). Akson mungkin terletak agak jauh dari sel efektor sehingga waktu transmisi pada ujung-ujungnya dapat menjadi lambat. Difusi transmiter melalui.iarak ekstraseluler yang cukup besar juga memungkinkan suatu saraf tertentu dapat bekerja pada berbagai se1 efektor.
TransmiterPascaganglionik Lainnya 411 Tnn NsvurER Dua subgrup reseptor alfa (reseptor alfa-l dan PescecaNGLroNrK alfa-2) dan dua subgrup reseptor beta (reseptor beta-1 dan beta-2) telah diuraikan. Norepinefrin memiliki efekUjung saraf pascaganglionik parasimpatis melepaskan lebih besar pada reseptor alfa daripada reseptor beta.asetilkolin sebagai zat neur otr ansmiternya (Gambar Fenilefrin merupakan stimulator alfa murni. Obat- obatan bronkodilator, seperti metaproterenol dan al-14-5). Semua neuron yang melepaskan asetilkolin pa- buterol, temtama bekerja pada reseptor beta-2. Sebagaida ujung-ujungnya disebut kolinergik (bekerja seperti aturan umum, tempat-tempat reseptor alfa sebagianasetilkolin). Asetilkolin melintasi ceiah sinaps dan ter- besar berkaitan dengan fungsi eksitatatorik sistemikat secara reversibel pada reseptor kolinergik (muska-rinik) pada membran pascasinaptik. Dalam waktu 2-3 simpatis (misalnya, kontraksi otot po1os, vasokonstriksi,milidetik, asetilkolin dihidrolisis menjadi asam asetat berkeringat), sedangkan reseptor-reseptor beta sebagiandan kolin oleh enzim asetilkolinesterase yang ter- besar berkaitan dengan fungsi inhibitor (misalnya,letak pada permukaan membran saraf dan reseptor.Kolin direabsorbsi ke dal.am ujung saraf dan diguna- relaksasi otot polos). Reseptor beta-2 terutama terdapatkan kemba,li untuk sintesis asetilkolin. padaparu, dan stimulasi padareseptorinimenimbulkan bronkodilatasi. Reseptor beta-1 terdapat di dalam mio- Sebagian besar ujung saraf pascagangiionik sim- kard, tempat berkaitan dengan eksitasi.patis melepaskan norepinefrin2 sebagai zat neuro-transmiternya. Selain itu, beberapa ujung saraf pas- Kerja norepinefrin pada tempat reseptor sel efek-cagangiionik simpatis, khususnya yang berakhir tor diakhiri oleh pengambilan kembali zat tersebut kepada se1-se1 kelenjar keringat dan pembuluh darah dalam ujung-ujung saraf dan disimpan di dalam ve-pada otot-otot skelet, melepaskan asetilkolin yang sikel prasinaptik untuk digunakan kembali. Beberapaberikatan dengan reseptor muskarinik pada membran norepinefrin keluar dari celah sinaps, masuk ke da-pascasinaptik. lam sirkulasi umum, dan dimetabolisme di hati. Ujung-ujung simpatis yang menggunakan nore- TneNsnnrrERpinefrin disebut ujung adrenergik. Ada dua tipe Pescaca.NclroNrr< LerNNyareseptor di dalam organ-organ efektor yaitu reseptoralfa dan beta. Neuron pascaganglionik simpatis dan parasimpatis diketahui melepaskan substansi selain asetilkolin'Di Amerika Serikat, norepinefrin adalah nama yang diberikan atau norepinefrin di ujung-ujungnya; zat-zat tersebutuntuk neurotransmiter susunan saraf simpatis, dan epinefrinadaiah nama yang diberikan untuk hormon medulia suprarenalis. anlara lain adalah adenosin trifosfat (ATP),Di berbagai negara lain, kedua zat ini disebut masing,masing sebagai neuropeptida Y, dan substansi P. Zat-zal ini dapatnoradrenalin dan adrenalin. Simpatis Parasimpatis (o rYn r;) Y I T I I I I I I I I I I I I I I ^\"^iY.ll I IIAch (o ACh,,1d T I \"T\" i I I ! I EpinefrrnACh Jantuno I-^ Bagian eferen susunan saraf pembuluh\"darah N.ep. otonom dan substansi transmiter kimia yang ACh dilepaskan di ujung-ujung saraf. (ACh,Kelenjar keringat Jantung asetilkolin; N. ep., norepinefrin.)pembuluh darah Pembuluh darah Kelenjar Otot polos Jantung
412 Bab 14 Susunan Saraf Otonomdilepaskan secara terpisah atau dari neuron-neuron pada hewan-hewan dengan tingkat yang lebih rendahyang melepaskan asetilkolin atau norepinefrin; zat ditemukan bahwa pusat-pusat yang lebih rendah di batang otak seperti pusat vasopresor, vasodilator,tersebut memiliki reseptor yans spesiflk. Fungsi kardioaselerator, kardiodeselerator, dan respiratortransmiter ini mungkin untuk memodulasi efek terdapat di dalam formatio reticularis. Berbagai ting- kat kontrol diduga terjadi akibat adanya hubungantransmiter primer. timbal balik antar berbagai daerah melalui jaras Brorapr RpsBpToR asendens dan desendens. Neuron aliran keluar torakolumbal sistem simpatis dan neuron aliran KorrNnncrr keluar kraniosakra,l sistem parasimpatis susunan saraf otonom menerima kendaii melalui traktus-Jika ujung-ujung saraf pascaganglionik parasimpatis traktus desendens formatio reticularis.dan simpatis melepaskan asetilkolin sebagai zat Stimulasi pada berbagai area cortex cerebri dan sistem limbik menghasilkan efek otonom, dan didugatransmiternya, reseptor pada sel efektor adalah mus- efek ini ditimbulkan oleh hypothalamus' Sebagiankarinik. Hal ini berarti aktivitasnya dapat dihambatoleh atropin. Atropin secara kompetitif menghambat susunan saraf otonom dapat dikendalikan secara volunter. Ha1 ini terlihat, misalnya, pada orang mudakerja muskarinik dengan menempati reseptor koliner- yang wajahnya mudah menjadi merah ketika ma1u.gik pada sel-se1 efektor. Saat dewasa, biasanya mereka dapat mengontrol reaksinya secara sadar. Harus diperhatikan pula Brornps RrsBpToR bahwa pusat-pusat otak yang lebih tinggi dapat mem- pengaruhi aktivitas susunan saraf otonom secara AonBNr,RGrK abnormal dan menginduksi penyakit seperti palpitasi jantung (aritmia) dan bahkan infark miokard.Reseptor adrenergik alfa dapat dihambat oleh zat-zalseperti fenoksibenzamin, sedangkan reseptor ad- \"SusuNAN Sener ENrBnrxrenergik beta dapat dihambat oleh zat-zat sepertipropranolol. Sintesis dan penyimpanan norepinefrin Dua pleksus sel dan serabut saraf yang penting ter-di ujung saraf simpatis dapat dihambat oleh reser-Pin. bentang secara utuh di sepanjang tractus gas- trointestinaL dari esofagus sampai canalis analis' Kontnor Srsrs,M Snnap Oronou YANG LBsrH Plexus submucosus atau plexus Meissner terletak di Truccr antara membran mukosa dan lapisan otot sirkular, sedangkan plexus myentericus atau plesux AuerbachHypothalamus memiliki pengaruh terhadap sistemsaraf otonom serta tampaknya mengintegrasikan sis- terletak di antara lapisan otot sirkular dan lapisan otot longitudinal. Plexus submucosus terutama ber-tem otonom dan sistem neuroendokrin sehingga kaitan dengan pengendalian kelenjar-kelenjar mem- bran mukosa, sedangkan plexus myentericus me-menjaga homeostasis tubuh (Gambar 14-6)' Singkat-nya, hypothalamus harus dianggap sebagai pusat sa- ngontrol otot dan gerakan dinding usus.raf yang lebih tinggi yang mengatur pusat-pusat oto-nom yang lebih rendah di batang otak dan medulla Pieksus-pleksus tersebut tidak lagi hanya di-spinalis. anggap sebagai pleksus parasimpatis yang terdiri Stimulasi pada area anterior hypothalamus dapat dari serabut dan sel saraf praganglionik dan pasca-mempengaruhi respons parasimpatis, sedangkan sti- ganglionik. Telah diketahui bahwa kontraksi ototmulasi pada bagian posterior hypothalamus menim- polos di dalam dinding usus dapat te4adi tanpa ada-bulkan respons simpatis. Selain itu, hasil penelitian nya plexus myentericus, tetapi kontraksi yang ber- tujuan dan terkoordinasi, seperti pada gerakan peristaltik dan segmental membutuhkan pleksus saraf meskipun pleksus ini terisoiasi dari susunan saraf pusat.Umpan Umpan balik balik otonom neuroendokrinrr 'l .,;',lr Hypothalamus sebagai pusat kontrol untuk susunan saraf otonom dan sistem neuroendokrin.
Fungsi Susunan Saraf Otonom 413 0Orang ini menggunakan bagian simpatis susunan saraf otonom dengan baik. Berbagai tipe neuron dapat ditemukan di dalam darurat (Gambar 74-7) blla terjadi kegiatan yangpleksus. Beberapa neuron merupakan neuron bipolaratau unipolar, dan diduga merupakan neuron sen- mendadak, menakutkan, atau marah. Bagian para-sorik, serta berkaitan dengan aktivitas refleks lokal; simpatis bertujuan menyimpan dan memulihkan te-neuron lain mengirimkan aksonnya ke plexus coelia-cus dan mesentericus. Serabut-serabut praganglionik naga, misalnya dengan meningkatkan sekresiparasimpatis bersinaps dengan sel-sel saraf yang kelenjar-kelenjar traktus gastrointestinal dan me-mengirimkan serabut-serabut pascaganglionik yang rangsang peristaltik sebagai usaha meningkatkanmempersarafl otot polos dan kelenjar. Serabutpascaganglionik simpatis berakhir pada sel-sel saraf pencernaan dan absorbsi makanan (Gambar 14-8).parasimpatis dan kemungkinan berperan sebagai Bagian simpatis dan parasimpatis susunan sarafinhibitor dalam aktivitas parasimpatis. Selain itu,terdapat neuron-neuron penghubung. Perhatikan otonom biasanya memiliki kontrol antagonis terha-bahwa sel-sel saraf dan prosesusnya dikelilingi oleh dap visera. Misalnya, aktivitas simpatis akan mem-sel yang menyerupai neuroglia dan sangat mirip percepat denyut jantung, sedangkan parasimpatisdengan astrosit pada susunan saraf pusat. Plexus akan melambatkan deny'ut jantung. Aktivitas simpa-entericus diduga mengoordinasikan aktivitas dinding tis akan menimbulkan relaksasi otot polos bronkus,usus, sedangkan input parasimpatis dan simpatis namun otot tersebut akan berkontraksi akibat akti-memodulasikan aktivitas tersebut. vitas parasimpatis. FuNcsr SusuNeN Sanap Akan tetapi, perlu ditekankan bahwa banyak vi- OroNovr sera yang tidak mempunyai kontrol ganda sistem saraf otonom yang baik. Contohnya, otot polos folikelBersama dengan sistem endokrin, susunan saraf oto- rambut (musculus arrector pili) berkontraksi akibatnom berfungsi memelihara homeostasis tubuh. Kon-trol endokrin lebih lambat dan memberikan penga- aktivitas simpatis dan tidak mempunyai kontrolruhinya melalui hormon yang bersirkulasi dalamdarah. parasimpatis. Alctivitas beberapa visera dipertahankan dalam Fungsi susunan saraf otonom sebagian besarberada di bawah sadar. Misalnya, kita tidak sadar kondisi inhibisi yang konstan oleh satu atau banyakketika pupil kita berdilatasi atau arteri-arteri kitamengalami konstriksi. Sistem ini tidak dianggap se- i,.r ,;i.;.,,r i.' ,r Tidak ada yang lebih baik dari makanbagai bagian susunan saraf yang terpisah karenakita juga mengetahui bahwa sistem ini dapat berpe- enak dan banyak, serta kursi yang nyaman untukran bersama aktivitas somatik dalam mengekspresi- menfasilitasi aktivitas parasimpatis susunan sarafkan emosi dan aktivitas otonom tertentu, seperti otonom.miksi, yang dapat dilakukan dibawah kendali volun-ter. Berbagai aktivitas sistem otonom dan sistemendokrin diintegrasikan di dalam hypothalamus. Komponen simpatis dan parasimpatis susunansaraf otonom bekerja sama dalam mempertahankanstabilitas lingkungan internal. Bagian simpatis mem-persiapkan dan memobilisasi tubuh dalam keadaan
414 14Bab Susunan Saraf Otonomkomponen srlsunan saraf otonom yang lain. Deny'ut mungkin dapat membantu jika kita membayangkanjantung pada atlit yang terlatih dipertahankan tetap aktivitas simpatis maksima-l pada seorang laki-1akilambat oleh aktivitas sistem parasimpatis. Hal ini sangat yang tiba-tiba mengetahui bahwa dia seorang diri dip\"nti.rg, karena jaltung memompa dertgurr lebih efisien sebuah lapangan dengan seekor kerbau yang siapbila berkontraksi secara lambat daripada ketika ber- menyeruduk (Gambar 14-7). Rambut tengkuknya akan berdiri karena takut, kulitnya pucat akibat va-kontraksi lebih cepat, sehingga memungkinkan pengisi- sokonstriksi yang menyebabkan distribusi darahan ventrikel yang adekuat pada saat diastolik. ulang dari kulit dan visera ke otot jantung dan otot skelet. Kelopak mata atasnya akan terangkat dan PnnsnoAAN ANntolrrs, Frsrorocrs, DAN pupilnya berdilatasi dengan lebar sehingga dia dapat Fenuexolocrs YANG melihat ke mana dia akan lari. Denyut jantungnya PnNrrNc ANrana Bacr,q.N Srvrplrrs DAN semakin cepat dan tahanan perifer arteriol akan meningkat sehingga menimbulkan peningkatan te- Pa.n,q.sr vr PAT r s Sus uNeN kanan darah. Bronchus berdilatasi untuk memung- kinkan aliran udara respirasi yalg maksimum. Akti-@ it-11'o'\"*\"* tt\"u\"' vitas peristaltiknya akan dihambat dan otot sfingter1. Serabut-serabut saraf eferen simpatis berasa1 usus akan berkontraksi. Otot sfingter vesica urinaria (Gambar l4-2\ dari sel-sel saraf di dalam colum- juga akan berkontraksi (saat ini, tentunya bukan merupakan waktu untuk memikirkan defekasi atau na grisea lateralis medullae spinalis di antara miksi). Glikogen akan diubah menjadi glukosa untuk energi dan dia akan berkeringat untuk mengurangi segmen thoracica I dan segmen iumbalis II (aliran panas tubuhnya. keluar thoracica, thorq.cic outflow). Serabut Sebaliknya, aktivitas parasimpatis akan menjadi saraf eferen parasimpatis berasal dari sel-sel saraf di dalam nervus cranialis III, VII, IX, dan X besar pada seseorang yang jatuh tertidur di kursi serta di dalam substantia grisea medulla spinalis setelah makan kenyang (Gambar 14-B). Deny:t jan- tungnya akan menjadi lambat dan tekanan darahnya segmen sacralis II, III, dan IV (aliran keluar tidak akan tinggi. Kelopak mata atasnya akan turun atau tertutup dan pupilnya berkontriksi. Napasnya kraniosakral, craniosacral outflout\. bebunyi akibat konstriksi bronchus. Abdomennya dapat berbunyi karena peningkatan aktivitas peristal-2. Ganglia simpatis terletak di dalam truncus sym- tik. Dia mungkin merasa ingin defekasi atau miksi. phaticus paravertebralis atau di dalam ganglia BESEnA.PA PERSARAFAN prevertebralis, seperti ganglia coeliaca (Gambar OroNovuK YANG PnNtrNc 74-2). Ganglion parasimpatis terletak sebagai se- ABEL I4-2 buah ganglia kecil di dekat visera atau di da-lam pieksus yang ada di dalam visera. Mata3. Bagian simpatis sistem otonom memiliki serabut Kelopak Mata Atas pascaganglionik yang panj ang, sedangkan serabut Kelopak mata atas diangkat oleh. musculus levator pada sistem parasimpatis pendek (Gambar 14-5). palpebrae superioris. Sebagian besar otot ini diben-4. Bagian simpatis sistem otonom bekerja luas di tuk oleh otot skeiet yang dipersarafl oleh nervus oculomotorius. Sebagian kecil terdiri dari serabut seluruh tubuh karena serabut-serabut pragang- otot polos yang dipersarafi. oieh serabut pasca- lionik bersinaps dengan banyak neuron pasca- ganglionik simpatis dari ganglion sympathicus ganglionik dan medulla suprarenalis yang me- lepaskan transmiter simpatis epinefrin dan cervicale superius (Gambar 14-9). norepinefrin yang didistribusikan ke seluruh Iris Serabut-serabut otot polos iris terdiri dari serabut tubuh melalui aliran darah (Gambar 14-5). Bagian sirkular dan radial. Serabut-serabut sirkular mem- parasimpatis sistem otonom memiliki kontrol bentuk musculus sphincter pupillae, sedangkan se- yang lebih khas karena serabut-serabut pragang- rabut radial membentuk muculus dilatator pupillae. lionik hanya bersinaps pada beberapa neuron Musculus sphincter pupillae dipersarafi oleh pascaganglionik dan tidak ada orgal yang dapat serabut parasimpatis dari nukleus parasimpatis (nu- dibandingkan dengan medulla suprarenalis. cleus Edinger-Westphal) nenrus oculomotorius (Gam-5. Serabut pascaganglionik simpatis melepaskal no- bar 14-9). Seteiah bersinaps di dalam ganglion repinefrin pada hampir semua ujungnya dan asetil- ciliare, serabut-serabut pascaganglionik berja,lan ke kolin pada beberapa ujungnya (misalnya kelenjar depan menuju bola mata di dalam ner:vus ciliaris keringat). Ujung-ujung pascaganglionik parasimpa- brevis (Musculus ciliaris mata juga dipersarafl oleh tis melepaskan asetilkolin (Gambar 1 -5). nervus ciliaris brevis; lihat hlm. 348).6. Bagian simpatis sistem otonom mempersiapkan tubuh untuk keadaan darurat dan aktivitas otot yang berat, sedangkan bagian parasimpatis me- nyimpan dan memulihkan energi. Untuk membantu memahami perbedaan aktivi-tas antara kedua komponen susunan saraf otonom,
Beberapa Persarafan Otonomik yang Penting 415 ParasimpatisAksi Menyiapkan tu!@ Menyimpan d-en memulihkan energiAliran keluar (outflo4 Nervus cranialis lll, Vll, lX, dan X; T1-12(3) 52, 53, dan 54Serabut praganglionik Bermielin BermielinCanglia Paravertebral is (truncus symphaticus), Canglia kecil dekat dengan visera prevertebral is (m isal nya, coel iaca, mesenterica (misalnya, oticum, ciliare) atau sel superior, mesenterica inferior) ganglion di dalam pleksus (misalnya, cardiaca, pulmonalis)Neurotransmiter di dalanr ganglia Asetilkolin AseiilkonnZat penyekat garUtion Heksametonium dan Heksametonium dan tetraetilamonium yang berkompetisi dengan aseti lkolin tetraetilamonium yang berkompetisiSerabuipascagansllonik -- P@ luar karena banyak serabut dengan asetilkolin inKarakteristik aktivitas Tersebar Aktivitas terbatas pada beberapa pascaganglionikdanpelepasanepinefrindan serabutpascaganglionikl.leurotransmiter pada rjr asetilkolin pada beberapa ujung -PenGkA;stertdilkaollTinepramdarsaenl rua \"Jr.r,lgpascaganglion ik (kelenjar keringat)penyekat pada reseptoisel Resepmi adrenergik alfa-fenoksibenzamin, Atropil slopol;mlnefektor-ZZpeaant yptiemnpga,hnaamnbanteusriontrtaenssmGiter di reseptor adrenergik beta-propanolol eserpinujung pascaganglionik InesteraseZat penghambat hidrol islsneurotransmiter di tempat sel (misal nya, neostigmin)efektor Obat simpatomimetik Obat parasimpatomimetikObat yang menyerupai aktivitjJotonom Fenilefrin: reseptor alfa PilokarpinKontrol Iebih tinggi Metakolin lsoproterenol: reseptor beta HYPothallmus Hypothalamus Musculus dilatator pupillae dipersarafi oleh se- ticotemporalis hingga mencapai glandula iacrimalis di dalam nervus lacrimalis.rabut pascaganglionik dari ganglion sympathicus Serabut-serabut pascaganglionik simpatis berasalcervica-ie superius (Gambar 14-9). Serabut pasca- dari ganglion sympathis cervicale superius dan ber-ganglionik mencapai orbita bersama dengan arteriacarotis interna dan arteria ophthalmica. Semua ber- jalan di dalam pleksus saraf di sekeliling attetiajalan langsung melalui ganglion ciliare dan mencapai carotis interna. Serabut-serabut ini bergabungbola mata di dalam nervus ciliaris brevis. Serabut-serabut simpatis lainnya mencapai bola mata di da- dengan nervus petrosus profundus, nervus canalislam nervus ciliaris longus. pterygoideus, nervus maxillaris, nervus zygomati- cus, dan nervus zygomaticotemporalis, dan ter-Glandula Lacrimalis akhir nervus lacrimalis. Serabut-serabut tersebutNervus sekretomotorik parasimpatis yang memper-sarafi. glandula lacrimalis berasal dari nucleus la- berfungsi sebagai vasokonstriktor.crimalis nervi facialis (Gambar 14-10). Serabut Glandulae Salivariaepraganglionik mencapai ganglion pterygopalatinum Glandula Submandibularis dan Sublingualismelalui nervus intermedius dan ramus petrosus Serabut-serabut sekretomotorik parasimpatis yangmajor-nya, serta melalui nenrus canalis pterygoi- mempersarafl kelenjar ini berasal dari nucleus sali-deus. Serabut-serabut pascaganglionik meninggalkanganglion dan bergabung dengan nervus maxillaris. vatorius superior nervi facialis (Gambar 14-91'Selanjutnya, bersama-sama masuk ke dalam ramuszygomaticus nervi maxiliaris dan nervus zygorn - Serabut-serabut praganglionik berjalan ke glandula submandibularis dan ke ganglia kecil lainnya yang terletak di dekat duktus melalui saraf chorda tympani dan nervus lingualis. Serabut-serabut
416 Bab 14 Susunan Saraf Otonomorjan Aktivitas simpatis Aktivitas ParasimpatisMata Pupi I Dilatasi KonstriksiKelenjar Kontraksi Musculus ciliaris Relaksasi Meningkatkan sekresi Mengurangi sekresi dengan Lakrimal, parotis, submandibula, sublingual, nasal menyebabkan vasokonstriksi pembuluh darah Keri Meni restlantung Otot jantung Meningkat uatan kontraksi Mengurangi Arteriae coronariae (terutama Dilatasi (reseptor beta), konstriksi dikendal ikan oleh faktor (reseptor alfa) metabolik lokal)Paru Otot bronkus Relaksasi (bronkod i latasi) Kontraksi (bron kokonstri ksi) Sekresi bronkOs MeniSaluran cerna Arteriae Kon stri ks i Dilatasi Meningkatkan peristaltik Otot di dinding Menurunkan peristaltik Otot di sfingter denganMengurangi sekresi Meningkatkan sekresi KelenjarHati vasokonstriksi pembuluh darah @Kandung empedu gl ukosaCCininjail al _ Relaks Penurunan outppuutt akibat konstriksi arteriKandung kemih Dinding vesica urinaria Relaksasi Kontraksi (detrusor) Sphincter vesicae Kontraksi Relaksasi Relaksasi, menyebabkan ereksiJaringan erektilpenis dan clitoris Kontraksi otot polos vasa deferens, vesicula seminalis, danEjaku lasi prostatArteria sistemik Konstri ksi KulitAbdomen Konstri ksiOtot Konstriksi (reseptor alfa), dilatasi (reseptor beta), d i latasi (kolinereik)Musculus errector KontpilliSuprarenalisCortex StimulasiMedulla Melepaskan epinefrin dan norepinefrinpascaganglionik mencapai glandula submandibularis, Glandula Parotideabaik secara langsung maupun melalui duktusnya. Serabut-serabut sekretomotorik parasimpatis dariSerabut pascaganglionik berjalan ke glandula sub- nucleus salivatorius inferior nervi glossopharyngeilingualis mela-lui nervus lingualis. mempersarafl kelenjar parotis (Gambar 14-10). Serabut pascaganglionik simpatis berasal dari Serabut-serabut saraf praganglionik berjalan ke ganglion oticum melalui ramus tympanicus nerviganglion sympathicus cervicale superius dan men- glossopharyngei dan nervus petrosus minor. Se-capai glandula sebagai sebuah pleksus saraf di rabut pascaganglionik mencapai ganglion melaluisekitar arteria carotis externa, arteria facia,lis, dan nervus auriculotemporalis.arteria lingualis. Serabut-serabut tersebut berfungsisebagai vasokonstriktor.
Beberapa Persarafan Otonomik yang Penting 4'17 M. levator palpebrae superiorisGanglion sympathium cervicalie superius T1 Ganglion ciliarie Palpebra superiorA Glandula salivaaNucleus parasympathium sublingualisnervloculomotorii Glandula salivaa submandibularis Ganglion submandibularie Chorda tympaniNucleus salivatorius Nervus facialissupenornervifacialisGanglion sympathium Plexus arteria cervicalie superius carotis externa B{u,,s;:flfu*r. t';i-jt. Persarafan otonomik kelopak mata atas dan iris, (A) serta glandula sublingualis dansubmandibularis (B). Serabut pascaganglionik simpatis berasal dari berakhir pada nodus sinoatrialis dan nodus atrio-ganglion sympathicus cervicale superius dan men- ventricularis, serabut-serabut otot jantung, dancapai kelenjar sebagai pleksus sarafdi sekitar arteria arteria coronaria. Aktivasi saraf-saraf tersebut me-carotis externa. Serabut-serabut ini berfungsi sebagai nimbulkan akselerasi jantung, peningkatan kekuatanvasokonstriktor. kontraksi ototjantung, dan dilatasi arteria coronaria.Iantung Dilatasi arteria coronaria terutama terutama terjadiSerabut-serabut pascaganglionik simpatis berasal sebagai respons terhadap kebutuhan metabolismedari pars cervicalis dan pars thoracica bagian atastruncus sympathicus (Gambar 14-11). Serabut- lokal daripada akibat stimulasi saraf secara langsungserabut pascaganglionik mencapai jantung melaluirami cardiaci superiores, medius, dan inferiores pada arteria coronaria.pars cervicalis trunci sympathici dan beberapa ramicardiaci pars thoracica trunci s5.'rnpathici. Serabut Serabut-serabut praganglionik parasimpatis ber-tersebut berjalan melintasi plexus cardiacus dan asa-1 dari nucleus dorsalis nervi vagi dan berjalan turun ke rongga thorax di dalam nen'us vagus. Serabut-serabut ini berakhir dengan cara bersinaps dengan neuron-neuron pascaganglionik di dalam plexus nervosus cardiacus. Serabut-serabut pasca- ganglionik berakhir pada nodus sinoatrialis dan
418 14Bab Susunan Saraf Otonom Nucleus Ramus Plexus salivatorius tympanicus tympanicus inferior nervi glossopharyngei Ganglion oticum Glandula salivaria parotid Nervus petrosus Nervus a u ricu lote m pora lis minor Medulla oblongata Nervus glossopharyngeusGanglion sympathium cervicalie superius Glandula lacrimalis T1 Nervus canalis Ganglion pterygoidei pterygopalatinum Nucleus lacrimalisnervi facialis Pons Nervus petrosus Nervus major lacrimalis Nervus maxillaris Nervus facialis Nervus zygomaticotemporalis Nervus zygomaticusr: Persarafan otonom glandula parotidea dan glandula Iacrimalis.nodus atrioventricularis, serta pada arteria dan pembuluh darah. Serabut-serabut parasimpatis menimbulkan bronkokonstriksi dan sedikit vasodila-coronaria. Aktivasi saraf ini menimbulkan penurunan tasi, serta meningkatkan sekresi kelenjar.laju serta kekuatan kontraksi miokard dan konstriksiarteria coronaria. Di sini, konstriksi arteria coronaria Saluran Cernaterutamajuga disebabkan oleh penurunan kebutuhanmetabolisme lokal daripada stimulasi saraf langsung Gaster dan Intestinum Sampai Flexuracoli Splenicapada arteria coronaria. Serabut-serabut parasimpatis praganglionik masukParu ke rongga abdomen di dalam truncus vagus anterior (kiri) dan truncus vagus posterior (kanan) (GambarSerabut-serabut pascaganglionik simpatis berasal 1 4 - 12). Serabut-serabut didistribusikan ke berbagai visera di abdomen dan traktus gastrointestinal daridari ganglia thoracica II sampai V truncus sympa- gaster sampai ke flexura coli splenica. Serabut-thicus (Gambar 14-11). Serabut-serabut saraf ber-jalan melalui plexus pulmonalis dan masuk ke paru, serabut yang berjalan ke traktus gastrointestinal ber-kemudian membentuk anyaman di sekitar bronkus akhir pada neuron pascaganglionik di dalam plexusdan pembuluh darah. Serabut simpatis menimbulkan myentericus (Auerbach) dan plexus submucosusbronkodilatasi dan sedikit vasokonstriksi. (Meissner). Serabut pascaganglionik mempersarafi otot polos dan kelenjar. Saraf parasimpatis merang- Serabut-serabut praganglionik parasimpatis ber- sang peristaltik dan merelaksasikan sflngter dan jugaasal dari nucleus dorsalis nervi vagi dan berjalan merangsang sekresi.turun ke rongga thorax di dalam nervus vagr.rs. Serabut saraf praganglionik simpatis berjalan melalui pars thoracica trunci sympathic dan masukSerabut ini berakhir dan membentuk sinaps dengan ke dalam ner:vus splanchnicus major dan minor. Saraf-saraf tersebut berjalan turun ke abdomen dannerlron-neuron pascaganglionik di dalam plexuspulmonalis. Serabut-serabut pascaganglionik masukke paru, membentuk anyarnan di sekitar bronkus
Beberapa Persarafan Otonomik yang Penting 419 Nucleus dorsalis nervi vagiGanglion sympathium Plexus cardiacus cervicalie superius Nervus vagus Ganglion cervicalie medius Medulla oblongata Ganglion cervicalie inferiusT2-4I I' i i,. Persarafan otonom jantung dan paru.bersinaps dengan n.lr.orr-rr.rron pascagangtionik d.i mesenterica inferior. Saraf simpatis menghambat pe-dalam ganglia coeliaca dal ganglion mesentericum ristaltik dan sekresi.superius. Serabut saraf pascaganglionik didistri-busikan ke gaster dan intestinum sebagai pleksus Vesica felea dan Ductus Biliarissaraf di sekitar cabang-cabang arteria coeliaca danarteria mesenterica superior. Saraf simpatis meng- Vesica felea dan ductus biliaris menerima serabut-hambat peristaltik dan menimbulkan kontraksi otot- serabut simpatis dan parasimpatis pascaganglionikotot sfi.ngter dan juga menghambat sekresi (lihat su- dari plexus hepaticus. Serabut-serabut parasimpatissunan saraf enterik, Iftn. 4121. yang berasal dari nerr,rrs vagus diduga berfungsi se- bagai serabut motorik ke otot polos vesica felea danColon Descendens, Colon Sigmoideum, dan ductus biliaris, serta menghambat musculus sphinc- ter Oddi.Rectum Selain itu, terdapat serabut otonom aferen. Bebe-Serabut-serabut parasimpatis praganglionik berasaldari substantia grisea medullae spinalis dari segmen rapa serabut saraf diduga meninggalkan plexussacralis II sampai IV (Gambar 14-72\. Serabut-sera- hepaticus dan bergabung dengan nenrus phrenicusbut berjalan melalui nervi splanchnici pelvici dan kanan sehingga dapat sedikit menjelaskan fenomena nyeri alih (referredpain) ke bahu pada penyakit vesicapleksus-pleksus saraf di sekitar cabang-cabang arte- felea (lihat l:.lrn. 429).ria mesenterica inferior. Serabut tersebut berakhir Ginjalpada neuron-neuron pascaganglionik di dalam pelxus Serabut simpatis praganglionik berjalan melalui seg- men thoracica bagian bawah truncus symphaticusmyentericus (Auerbach) dan plexus submucosus dan nervus splanchnicus thoracicus paling bawah(Meissner). Serabut- serabut pascaganglionik memper- untuk bergabung dengan plexus renalis di sekitarsarafi otot polos dan kelenjar. Nerv'us parasimpatismenstimulasi peristaltik dan sekresi. arteria renalis (Gambar 14-13). Serabut-serabut pra- ganglionik bersinaps dengan neuron-neuron pasca- Serabut saraf praganglionik simpatis berjalanmelalui pars lumbalis truncus sympathicus dan ber- ganglionik di dalam plexus rena-lis. Serabut pasca-sinaps dengan neuron-neuron pascaganglionik di da- ganglionik didistribusikan ke cabang-cabang arteria1am plexus mesentericus inferius. Serabut-serabutpascaganglionik didistribusikan ke usus sebagaipleksus saraf di sekitar cabang-cabang arteria
420 Bab 14 Susunan Saraf Otonom Nucleus dorsalis nervi vagiTruncus sympathicus Nervus vagus s2,3,4;.i-';iiirir.i:i:\" 1 i], 1 Persarafan otonom traktus gastroi ntesti nal.renalis. Saraf-saraf simpatis menimbulkan vasokon- Sphincter Ani Internus Involunterstriksi pada arteriae renales di ginjal. Lapisan otot polos sirkular lebih teba,l di daerah ujung Serabut parasimpatis praganglionik masuk ke atas canalis analis dan membentuk musculus sphinc-dalam plexus renalis dari nervus vagus. Di sini, se- ter ani internus yang bersifat involunter. Musculusrabut tersebut bersinaps dengan neuron pascagang- sphincter ini dipersarafl oleh serabut simpatis pasca-lionik yang serabutnya didistribusikan ke ginjal di ganglionik dari plexus hypogastricus (Gambar 14-sepanjang cabang-cabang arteria renalis. Saraf para- 14). Masing-masing plexus hypogastricus menerimasimpatis diduga berfungsi sebagai vasodilator. serabut simpatis dari plexus aorticus dan dari pars pelvica dan pars lumbalis trunci sympathici. Saraf-Medulla Glandulae Suprarenalis saraf simpatis menyebabkan kontraksi musculus sphincter ani internus.Serabut simpatis paraganglionik turun ke glandulamelalui nervus splanchnicus major, cabang pars Vesica Urinariathoracica trunci sympathici (Gambar 14-13). Serabut Lapisan otot vesica urinaria terdiri dari otot polos,saraf bera.khir pada sel-sel sekretorik medulla yang yang pada bagian leher vesika menebal untuk mem-sebanding dengan neuron-neuron pascaganglionik' bentuk sphincter vesicae. Inervasi otot polos berasalAsetitkolin merupakan zat transmiter antara ujung- dari plexus hypogastricus (Gambar 14-14). Serabut pascaganglionik simpatis berasal dari ganglia lum-ujung saraf dan sel-sel sekretorik, seperti ujung-ujung saraf praganglionik lainnya. Saraf simpatis balis I dan II trunci symphatici, serta berjalan kemenstimulasi sel-sel skretorik medulla untuk me-ningkatkan output epinefrin dan norepinefrin. Tidak plexus hypogastricus. Serabut-serabut praganglionik parasimpatis muncul sebagai nervi splanchnici pelviciterdapat persarafan parasimpatis medulla glandulaesuprarenalis
Truncus sympathicus Beberapa Persarafan Otonomik yang Penting 421 Nervus splanchnicus Nucleus dorsalis motorius major nervi vagi Medulla oblongata Nervus vagus Segmen thoracica medulla spinalis Plexus renalis Ganglion renalis di dalam plexus renalis Nervus thoracica terbawah;'.i;,+lTibai i'[-f :t. Persarafan otonom ginjal dan glandula suprarenalis. Truncus sympathicus Sphincterani internus canalis analis involunter Melalui plexus hypogastricus Vesica urinaria Melalui plexus hypogastricus Sphincter vesicae{.iarnh;;r f ,1.-$4. Persarafan otonom musculus sphincter ani dan musculus sphincter vesica urinaria.darinervus sacralis II, III, dan IV; saraf-saraftersebut capai dinding vesika, 1a-iu bersinaps dengan neuron-berjalan melalui plexus hypogastricus untuk men- neuron pascaganglionik.
422 Bab 14 Susunan Saraf Otonom Saraf-saraf simpatis yang menuju ke musculus menjadi basah oleh sekret glandula bulbourethralis.detrusor tidak atau sedikit bekerja pada otot polos Gesekan pada glans penis, diperkuat oleh impulsdind.ing vesika, serta terutama didistribusikan ke saraf aferen lainnya, menimbulkan aliran sepanjangpembuluh-pembuluh darah. Saraf simpatis yang me- serabut saraf simpatis ke otot polos ductus epididy-nuju musculus sphincter vesicae hanya sedikit me-nimbulkan kontraksi musculus sphincter untuk midis dan ductus deferens pada masing-masing sisi,mempertahankan kontinensia urin. Akan tetapi, veiscula seminalis, dan prostata. Otot polos ber- kontraksi, dan spermatozoa, bersama dengan sekretpada laki-laki, inervasi simpatis pada sflngter menim-bulkan kontraksi aktif leher vesika selama ejakulasi vesicula seminalis dan prostata dikeluarkan ke dalam(ditimbulkan oleh aktivitas simpatis) sehingga men-cegah cairan seminalis masuk ke dalam vesica urina- urethra pars prostatica. Di sini, cairan krercampurria. Saraf-saraf parasimpatis merangsang kontraksiotot polos dinding vesika dan menghambat kontraksi dengan sekret glandula bulbourethralis serta glandulamusculus sphincter vesicae. urethralis penis. Akibat kontraksi ritmik otot-ototEreksi Penis dan Klitoris bulbospongiosa yang menekan urethra, cairan iniSaat ereksi, jaringan erektil genitalia menjadi penuh disemprotkan keluar melalui urethra di bagian penis.terisi darah. Awal pengisian vaskular dikendalikan Sementara itu, sphincter vesicae urinariae berkontrak-oleh bagian parasimpatis susunan saraf otonom.Serabut praganglionik parasimpatis berasal dari si dan mencegah refluks spermatozoa ke dalam vesicasubstantia grisea medullae spinalis segmen sacral II, urinaria. Spermatozoa bersama dengan sekret be-III, dan IV (Gambar 14-15). Serabut-serabut tersebut berapa kelenjar aksesoris disebut sebagai cairanmasuk plexus hypogastricus dan bersinaps denganneuron-neuron pascaganglionik. Serabut-serabut seminalis, atau semen. Klimaks rangsangan seksual,pascagangiionik bergabung dengan arteria pudenda sejumlah impuls saraf dikeluarkan di susunan sarafinterna dan didistribusikan di sepanjang cabang-cabangnya yang masuk ke dalam jaringan erektil. pusat. Impuls turun melalui medulla spinalis keSaraf parasimpatis menyebabkan vasodilatasi arteridan meningkatkan aliran darah ke jaringan erektil. aliran keluar simpatis (T1-L2).Impuls saraf yang me-Ejakulasi nuju ke organ genitalia meninggalkan medulla spi-Saat peningkatan rangsangan seksual selama akti- nalis setinggi segmen lumbal I dan II di dalam serabutvitas seks, ostium urethrae externum glandis penis simpatis praganglionik (Gambar 14-15). Banyak se- rabut praganglionik yang bersinaps dengan neuron- neuron pascaganglionik di ganglia lumbalis I dan II. Serabut lainnya mungkin bersinaps dengan ganglia di bagian lumbal bawah atau pars pelvica trunci sympathici. Serabut-serabut pascaganglionik la1u di- distribusikan ke ductus deferens, vesicula semina- lis, dan prostata melalui plexus hypogastricus. Saraf simpatis menstimulasi kontraksi otot polos di dinding struktur-struktur tersebut dan menyebabkan spermatozoa beserta sekret vesicula seminalis dan prostat dikeluarkan melalui urethra. Truncus sympathicusL1-2 Vasa deferens Vesicula seminaliss2, 3. 4 Plexus hypogastricus Prostat Corpus cavernosum :.:' : : Persarafan otonom dan spongiosum traktus reproduksi laki-laki.
Beberapa Refleks Fisiologis Penting yang Melibatkan Susunan Saraf Otonom 423Uterus Serabut pascaganglionik bergabung dengan saraf- saraf yang membentuk plexus brachialis dan didistri-Serabut .sspairnaaflissimdipsaetgismpernagTa2ngdlaionnLikl,mseenritnagdgiadlukagna busikan ke arteri di dalam percabangan pleksus. Sarafmedulla simpatis menimbulkan vasokonstriksi arteri kulit danbersinaps dengan sel-sel ganglion di truncus syrn- vasodilatasi arteri yang memperdarahi otot skelet.pathicus atau mungkin juga di dalam plexus hypo- Arteri-Arteri Extremitas Inferiorgastricus inferior (Gambar 14-16). Serabut-serabut Arteri-arteri extremitas inferior juga dipersarafl olehpascaganglionik mempersarafi otot polos uterus. Se- saraf simpatis (Gambar 14-17). Serabut-serabutrabut-serabut praganglionik parasimpatis meninggal- praganglionik berasal dari badan sel di dalam tigakan medulla spinalis setinggi segmen S2-4, lalubersinaps dengan sel-se1 ganglion di da,lam plexus segmen thoracica bagian bawah dan dua atau tiga segmen lumbal bagian atas medulla spinalis. Serabut-hypogastricus inferior (Gambar 14-16). Meskipun di- serabut praganglionik berjalan menuju gangliaketahui bahwa otot uterus berada di bawah kontrol thoracica bagian bawah dan ganglia lumbalia bagianhormonal, persarafan simpatis dapat menyebabkan atas truncus symphaticus melalui rami albi. Serabut ini bersinaps di dalam ganglia lumbalia dan sacralia,kontraksi uterus dan vasokonstriksi, sedangkan sera- serta serabut pascaganglionik mencapai arteri melalui cabang-cabang plexus lumbalis dan plexus sacralis.but parasimpatis menimbulkan efek yang berlawanan. BnnnuPA REFLEKS Serabut aferen nyeri dari fundus dan corpus ute- Frsrorocrs PENTTNG YANGri menuju medulla spinalis melalui plexus hypo- METTTRTKAN SusuNRNgastricus, kemudian memasuki medulla spinalis Sn n,q.p OroNoumelaiui radix posterior nervi spinalis thoracalis X, XI, Refleks Visualdan XII (Gambar 14-16). Serabut-serabut dari serviks Refleks Cahaya Langsung dan Konsensualberjalan di dalam nervi splanchnici pelvici, dan Impuls saraf aferen berjalan dari retina melalui nervus opticus, chiasma opticum, dan tractus opticus (lihatmasuk medulla spinalis melalui radix posterior nervi Gambar 1 1-3) . Beberapa serabut meninggalkan tractussacra-lis II, III, dan IV. opticus dan bersinaps dengan sel saraf di nucleusArteri-Arteri Extremitas SuperiorArteri-arteri extremitas superior dipersarai oleh sarafsimpatis. Serabut-serabut praganglionik berasa,l daribadan sel di dalam medulla spinalis segmen thoracicaII sampai VIII (Gambar 14-1.71. Serabut saraf tersebutberjalan menuju ke truncus syrnpathicus mela-lui ramialbi dan naik di dalam trunkus untuk bersinapsdengan ganglia cervicale medium, ganglion cervicaleinferior, ganglia thoracica I, atau ganglia stellatum.r10-r12s2, 3, 4 ;','i'.,,,',11;,1',,;,,;\" PefSafafan OtOnOm UtefuS; juga diperlihatkan jaras yang dilalui oleh serabut aferen sensori k.
424 14Bab Susunan Saraf Otonom Arteria brachialis Ganglion sympathium cervicalie medius Ganglion sympathium cervicalie inferius Arteria femoralisGanglion sympathiumlumbalie dan sacralie Blll.{ l.,ritiFt:+::' {..i- Persarafan simpatis arteri-arteri extremitas superior (A) dan extremitas inferior (B).pretectalis, yang terletak di dekat colliculus superior. teba1. Impuls aferen berjalan melalui nervus opticus,Impuls dihantarkan oleh akson sel saraf nucleus chiasma opticum, tractus opticus, corpus genicula-pretectalis menuju ke nukleus parasimpatis (nucleusEdinger-Westphal) nenrrs oculomotorus kedua sisi. Di tum laterale, dan radiatio optica ke korteks visualnukleus ini, serabut-serabut bersinaps dan saraf (Gambar 11-3). Korteks visual berhubungan dengan lapang pandang cortex frontalis. Dari sini, serabut-parasimpatis berjalan melalui nervus oculomotoriusmenuju ganglion ciliare di dalam orbita. Akhirnya, serabut kortikal turun melalui capsula interna me-serabut parasimpatis pascaganglionik berjalan melalui nuju nucleus oculomotorius di mesencephalon. Ner- lus oculomotorius berjalan menuju musculus rectusnervrus ciliaris brevis ke bola mata dar musculus media,lis. Beberapa serabut kortikal desendens membentuk sinaps dengan nukleus parasimpatisconstrictor pupillae pada iris. Kedua pupil berkonstriksi (nucleus Edinger-Westphat) nenr-rs oculomotoriuspada refleks cahaya konsensual karena nucleus kedua sisi, kemudian serabut-serabut praganglionik parasimpatis berjalan melalui nervus oculomotoriuspretecta-lis mengirimkan serabut-serabut ke -nukleusparasimpatis di kedua sisi mesencephalon. menuju ganglion ciliare di orbita dan membentuk sinaps. Akhirnya, serabut parasimpatis pasca-Refleks Akomodasi ganglionik berjalan melalui ner:vus ciliaris brevis keBila mata diarahkan dari objek yang jauh ke objek musculus ciliaris dan musculus constrictor pupillaeyang dekat, kontraksi musculus rectus media-lis me-nimbulkan konvergensi sumbu okular, lensa mene- iridis.bal untuk meningkatkan daya refraksi yang disebab- Refleks Kardiovaskularkan oleh kontraksi musculus ciliaris, dan pupilmengalami konstriksi untuk mengarahkan gelom- Refleks ini meliputi refleks sinus caroticus dan arcusbang cahaya ke bagian tengah lensa yang paling aortae, serta refleks atrium kanan Bainbridge.
Catatan Klinis 425Refleks Sinus Caroticus dan Arcus Aortae kontraksi jantung, serta mengurangi tekanan perifer pembuluh darah. Akibatnya, tekanan darah akanSinus caroticus, terletak di bifurcatio arteriae turun. Jadi, tekanan darah seseorang dimodifikasi oleh informasi aferen yang diterima dari baroreseptor.carotidis communis, dan arcus aortae berfungsi Modulator susunan sarafotonom, yaitu hypothalamus,sebagai baroreseptor. Jika tekanan darah naik, sebaliknya dapat dipengaruhi oleh pusat susunan saraf pusat lain yang lebih tinggi.ujung-ujung saraf yang terletak di dinding pembuluh Refleks Atrium Kanan Bainbridgeini akan terstimulasi. Serabut aferen dari sinuscaroticus naik di dalam nerv'r-rs glossopharyngeus Refleks ini diinisiasi bila ujung-ujung saraf di dinding atrium kanan dan dinding vena cava distimulasi olehdan berakhir pada nucleus solitarius (Gambar 11- peningkatan tekanan vena. Serabut-serabut aferen16 dan 17-171. Serabut a-feren dari arcus aorta naik naik di dalam nenrus vagus menuju medulla oblongata dan berakhir di nucleus tractus solitarii (Gambar 11-di dalam nervu.s vagus. Neuron penghubung di dalam 18). Neuron-neuron penghubung menghambatmedulla oblongata mengaktifkan nukleus nukleus parasimpatis (dorsal) nenrus vagus, dan se-parasimpatis (nucleus dorsalis) nervus vagus yang rabut reticulospinalis merangsang a,liran keluar sim-akan memperlambat deny'ut jantung. Pada waktu patis thoracica ke jantung sehingga menyebabkanyang salna, serabut reticulospinalis turun ke medulia akselerasi jantung.spinalis dan menghambat aliran keluar praganglioniksimpatis ke jantung dan arteriol kulit. Efek gabunganstimulasi kerja parasimpatis pada jantung sertainhibisi kerja simpatis pada jantung dan pembuluhdarah perifer akan menurunkan deny'ut dan kekuatanPengetahuan Umum Serabut otonom di dalam nervus facialis dapat rusak akibat fraktur tengkorak yang mengenai os temporale. Nervus vesti-Dari uraian sebelumnya, pembaca telah mengetahui bahwa bulocochlearis berhubungan erat dengan nernrs facialis disusunan saraf otonom bukan bagian susunan saraf yang ter- dalam meatus acusticus internus sehingga sering didapatkanpisah. Bersama dengan sistem endokrin, susunan sarafotonom temuan klinis yang mengenai kedua saraf tersebut. Keterlibat-harus dianggap sebagai bagian susunan saraf yang terutama an serabut parasimpatis di dalam nervus facialis dapat meng-berperan dalam mempertahankan stabilitas lingkungan inter- akibatkan gangguan lakrimasi dan paralisis otot-otot wajah.nal tubuh. Aktivitasnya dimodifikasi oleh hlpothalamus yangberfungsi mengintegrasikan berbagai informasi aferen yang Nervus glossopharymgeus dan nervus vagus berisiko ter-diterima dari daerah lain pada susunan saraf, dan untuk hadap luka tusuk dan luka tembak di leher. Serabut sekreto-menerjemahkan perubahan kadar hormon di dalam darah motorik parasimpatis ke glandula parotidea meninggalkanmenjadi aktivitas hormonal dan saraf yang sesuai. nervus glossopharyngeus tepat di bawah tengkorak sehingga serabut-serabut ini jarang mengalami kerusakan. Susunan saraf otonom sangat penting dalam memperta-hankan homeostasis tubuh yang normal, oleh karena itu, tidak Aliran keluar parasimpatis di regio sakralis medulla spinalisheran bila banyak intervensi farmakologis dilakukan pada (S2-S4) dapat mengalami kerusakan akibat cedera medullasusunan ini. Propranolol dan atenolol, misalnya, adalah anta- spinalis atau cauda equina, dan menimbulkan gangguan padagonis beta adrenergik yang dapat digunakan untuk mengobati vesica urinaria, rectum, dan fungsi seksual (lIhathlm.427).hipertensi dan penyakit jantung koroner. Degenerasi dan Regenerasi Saraf OtonomCedera Susunan Saraf Otonom Perubahan-perubahan struktur sama dengan yang terjadi pada susunan sarafpusat dan perifer. Pemulihan frrngsi setelah operasiCedera Simpatis simpatektomi hanya dapat dijelaskan dengan asumsi bahwa prose-Truncus s1'rnphaticus di daerah leher dapat mengalami cedera dur operasi kurang baik sehingga serabut saraftetap utuh atau ter-akibat luka tusuk atau luka tembak. Cedera tarikan pada radix jadi regenerasi atau ada jaras saraf alternatifyang tidak terganggu.thoracica I plexus brachialis dapat merusak saraf simpatis Denervasi visera yang dipersarafi oleh sarafotonom diikuti oleh peningkatan kepekaan terhadap zat-zat yang sebelumnya me-yang menuju ganglion stellatum. Semua kondisi ini dapat rupakan neurotransmiter. Salah satu penjelasannya adalah bahwa setelah saraf teryotong, mungkin masih terdapat penambahanmenimbulkan sindrom Horner tipe praganglionik (lihat ba- jumlah tempat reseptor pada membran pascasinaptik Kemungkin-wah). Cedera pada medulla spinalis atau cauda equina dapat an lain yang terjadi pada ujturg sarafdengan neurotransmiter nore-mengganggu kontrol simpatis vesica urinaria (lihat hlm. 426). pinefrin adalah pengambilan kembali transmiter oleh ujung-ujung sarafterganggu.Cedera ParasimpatisNerms oculomotorius rentan terhadap cedera kepala (her- Penyakit-Penyakit yang Mengenai Susunan Sarafniasi uncus) dan dapat rusak akibat kompresi oleh aneurisma Otonompada pertemuan antara arteria cerebri posterior dan arteriacommunicans posterior. Serabut parasimpatis praganglionik Diabetes Mellitusyang berjalan pada sarafini terletak di bagian perifer sarafdan Diabetes mellitus adalah penyebab umum neuropati sarafperifer.dapat mengalami cedera. Kompresi aneurisma permukaan di- Kelainan ini melibatkan disfungsi sensorik dan motorib sertatandai oleh dilatasi pupil dan hilangnya refleks cahaya visual.
426 14Bab Susunan Saraf Otonomsusunan susunan saraf otonom. Hipotensi postural, edema Pupil tonik Adie harus berkontraksi bila obat ini diteteskanperifer, pupil abnormal, dan gangguan fungsi keringat adalah pada mata. Zat kolinergik ini tidak menyebabkan konstriksigambaran klinis disfungsi otonom. Penyebab gangguan ini pupil pada midriasis yang disebabkan oleh Iesi oculomotoriusadalah hiperglikemia kronis. alau midriasis karena obat.Sindrorn HornerSindrom ini terdiri dari ( 1) konstriksi pupil (miosis), (2) ke- Sindrom Frey Sindrom Frey adalah komplikasi menarik yang kadang-lopak mata sedikit jatuh (ptosis), (3) enoftalmos3, (4) kadang timbul setelah luka tembus glandula parotidea. Se- lama proses penyembuhan, serabut sekretomotorik pasca-vasodilatasi arteriol kulit, dan (5) tidak berkeringat (anhid-rosis). Semuanya terjadi akibat gangguan persarafan sim- ganglionik parasimpatis yang berjalan di dalam nervuspatis ke kepala dan leher. Penyebab patologisnya adalah lesidi batang otak atau medulla spinalis segmen cervical yang auriculotemporalis muncul keluar, kemudian bergabungmengganggu tractus reticulospinalis yang turun dari hlpo- dengan ujung distal nervus auricularis magnus yang mem-thalamus ke aliran keluar simpatis pada columna lateralis persarafi kelenjar keringat kulit wajah di atasnya. Dengansubstantiae griseae segmen vertebra thoracica L Lesi-lesi cara ini, stimulus yang seharusnya untuk memproduksitersebut, antara lain multiple sclerosis dan siringomielia. saliva dialihkan menjadi sekresi keringat.Tarikan pada ganglion stellatum akibat costa cervicalis atau Sindrom yang sama dapat timbul setelah cedera nerwsketerlibatan ganglion pada lesi metastasis dapat merusakbagian perifer jaras simpatis. facialis. Selama proses regenerasi, serabut parasimpatis yang Semua pasien dengan sindrom Horner mengalami mio- normalnya menuju glandula submandibularis dan sub-sis dan ptosis. Akan tetapi, harus dibedakan antara lesi yang lingualis menyimpang menuju glandula lacrimalis' Keadaanterjadi pada neuron pertama (serabut reticulospinalis yang ini menimbulkan lakrimasi bersamaan dengan salivasi, danturun di dalam susunan sarafpusat), neuron kedua (serabut dikenai sebagai air mata buaya (crocodile tears).praganglionik), danneuron ketiga (serabutpascaganglionik).Misalnya, tanda klinis yang menunjukkan kerusakan pada Penyakit Hirschsprungneuron pertama (sindrom Horner sentral) dapat meliputihiperestesia kontralateral tubuh dan tidak ada keringat pada Penyakit Hirschsprung (megacolon) merupakan kelainansetengah bagian tubuh. Tanda-tanda yang menunjukkan kongenital berupa kegagalan perkembangan plexus mesen-kerusakan neuron kedua (sindrom Horner praganglionik),antara lain tidak ada keringat yang hanya terbatas pada wa- tericus (plexus Auerbach) di bagian distal colon. Bagianjah dan leher, serta wajah dan leher kemerahan (Jlushing) colon yang terganggu tidak memiliki sel ganglion parasim-atau pucat. Tanda-tanda kerusakan neuron ketiga (sindrom patis, dan tidak ada gerakan peristatik. Keadaan ini meng-Horner pascaganglionik), antara lain nyeri pada wajah ataupenyakit telinga, hidung dan tenggorokan. hambat pengeluaran febes dan bagian proksimal colon sangat Ada atau tidak adanya tanda dan gejala lokal lain dapat membesar.membantu membedakan ketiga tipe sindrom Horner ini. Disfungsi Vesica Urinaria Setelah Cedera MedullaPupil Argyll Robertson SpinalisKeadaan ini ditandai oleh pupil yang kecil dengan ukuran yangtetap dan tidak bereaksi terhadap cahaya, namun dapat Cedera pada medulla spinalis menimbulkan gangguan kontrolberkontraksi ketika akomodasi. Kelainan ini biasanya disebab- saraf untuk proses miksi. Vesica urinaria normai mendapat-kan oleh lesi neurosifilis yang merusak serabut-serabut yangberjalan dari nucleus pretectalis menuju ke nukleus parasim- kan persarafan sebagai berikut:patis (nucleus Edinger-Westphal) nervus oculomotorius keduasisi..Fakta bahwa pupil mengalami konstriksi saat akomodasi Persarafan simpatis berasal dari segmen lumbal I dan IImenunjukkan bahwa hubungan antara nukleus parasimpatisdan musculus constrictor pupillae iridis tetap utuh. medulla spinalis. Persarafan parasimpatis berasal dari segmen sacral II,Sindrom Pupil Tonik AdiePada kelainan ini, refleks cahaya pupil tidak ada atau ber- III, dan IV medulla spinalis.kurang, kontraksi pada penglihatan dekat menjadi lambatatau terlambat, dan dilatasi menjadi terlambat atau lambat Serabut saraf sensorik memasuki medulla spinalis padapada keadaan gelap. Sindrom benigna ini mungkin disebab-kan oleh gangguan pada persarafan parasimpatis musculus segmen-segmen atas.constrictor pupillae, dibedakan dari pupil Argyll Robertson Vesica urinaria atonik terjadi selama fase syok spinal se- (lihat atas), yang disebabkan oleh neurosifilis' Sindrom Adie dapat dipastikan dengan menguji hipersensitivitas terhadap gera setelah cedera dan dapat berlangsung selama hingga be-zat kolinergik. Obat tetes yang biasa digunakan untuk tes ini berapa minggu. Otot dinding vesica urinaria relaksasi, muscu-adalah metakolin 2,5o/o (Mecholyl) atau pilokarpin 0'1%. ius sphincter vesicae berkontraksi dengan kuat (hilangnya rEnophthalmus pada sindrom Horner sering terlihat tetapi tidak nyata inhibisi dari tingkat yang lebih tinggi), dan musculus sphinc- karena terjadi ptosis. Namun, otot polos, musculus orbitalis, yang ter urethrae relaksasi. Vesica urinaria mengalami pembesaran hebat dan akhirnya mengalirkan isinya keluar. Tergantung terletak di belakang orbita lumpuh dan juga daPat menyebabkan pada tingkat cederanya, pasien dapat atau tidak menyadari vesica urinarianya penuh; tidak ada kontrol volunter' enophthalmus. Refleks otomatis vesica urinaria terjadi setelah pasien pulih dari syok spinal bila lesi berada di atas tempat aliran keluar parasimpatis (52-4). Ini adalah tipe vesica urinaria yang biasanya ditemukan pada bayi. Oleh karena serabut-serabut descendens di medulla spinalis terputus, tidak ada kontrol volunter. Vesica urinaria terisi dan kosong secara otomatis. Reseptor regang di dinding vesica urinaria akan terangsang jika vesica urinaria penuh, dan serabut aferen berjalan ke medulla spinalis (S2-4). Impuls eferen turun ke otot vesica urinania, lalu otot berkontraksi; kedua musculus sphincter vesicae dan urethrae berelaksasi. Refleks sederhana ini terjadi setiap l sampai4 jam.
Catatan Klinis 427 Vesica urinaria otonom adalah keadaan yang terjadi jika Penyakit yang Disebabkan oleh Toksin Botulinum segmen sacral medulla spinalis rusak atau jika cauda equina Sangat sedikit toksin botulinum yang mengikat membran terganggu berat. Vesica urinaria tidak mempunyai refleks plasma sarafsecara ireversibel dan mencegah pelepasan ase- kontrol atau kontrol volunter. Dinding vesica flasid, dan tilkolin di sinaps kolinergik dan taut neuromuskular. Hai ini kapasitas vesica urinaria sangat meningkat. Vesika terisi menimbulkan atropinelike sindrome dengankelemahan pada sesuai dengan kapasitasnya dan kemudian isinya mengalir otot-otot skelet. keluar, akibatnya urine terus menetes. Vesica urinaria dapat dikosongkan sebagian dengan cara menekan bagian bawah Penyakityang Disebabkan oleh Racun Laba-Laba Black dinding anterior abdomen secara manual, tetapi infeksi urin Widow dan efek tekanan kembali pada ureter dan ginjal tidak dapat Racun ini menyebabkan pelepasan asetilkolin secara singkat dihindari. pada ujung-ujung saraf yang diikuti oleh blokade perma- Defekasi Setelah Cedera Medulla Spinalis Penyakit yang Disebabkan oleh Zat Antikolinesterase Defekasi melibatkan koordinasi refleks yang menghasilkan Asetilkolinesterase, berfungsi untuk menghidrolisis dan pengosongan colon descendens, colon sigmoideum, rectum, membatasi kerja asetilkolin pada ujung-ujung saraf, dapat dan canalis analis. Proses ini dibantu oleh peningkatan te- dihambat oleh obat-obat tertentu. Fisostigmin, neostigmin, kanan intraabdominal yang ditimbulkan oleh kontraksi piridostigmin, serta insektisida karbamat dan organofosfat otot-otot dinding anterior abdomen. Musculus sphincter adalah penghambat asetilkolinesterase yang efektif. Peng- ani internus yang involunter normalnya dipersarafi oleh gunaan obat-obat tersebut mengakibatkan stimulasi yang serabut pascaganglionik simpatis dari plexus hlpogastricus, berlebihan pada reseptor kolinergik dan menimbulkan dan musculus sphincter ani externus yang bersifat volunter dipersarafi oleh nervus rectalis inferior. Keinginan untuk \"sindrom SLUD\"-salivasi, lakrimasi, urinasi, dan defekasi diawali oleh rangsangan reseptor regangan di dinding rectum. defekasi. Apabila terjadi cedera medulla spinalis yang berat (atau Simpatektomi Sebagai Metode Pengobatan Penyakit Arteri cedera cauda equina), pasien tidak menyadari adanya distensi Penyakit Raynaud rectum. Selain itu, pengaruh parasimpatis terhadap aktivitas peristaltik colon descendens, colon sigmoideum, dan rectum Penyakit ini adalah kelainan vasospastik yang mengenaihilang. Ditambah lagi, terjadi gangguan hebat pada kontrol otot abdomen dan sphincter ani. Akibatnya, rectum menjadi arteriae digitales extremitatis superioris. Gangguan biasanya struktur yang terisolasi dan berkontraksi jika tekanan di dalam bilateral dan serangan dipicu oleh paparan udara dingin.iumen meningkat. Respons refleks lokal lebih efisien jika lari-jarr pucat dan sianosis, serta nyeri yang hebat. Dapatsegmen sacral medulla spinalis dan cauda equina tetap utuh. terjadi gangren pada ujung-ujung jari.Akan tetapi, kekuatan kontraksi dinding rectum kecil sehinggaumumnya terjadi konstipasi dan impaksi. Pengobatan pada Pada penyakit Raynaud yang ringan, pengobatannya ada-pasien dengan cedera medulla spinalis adalah mengosongkan iah menghindari dingin dan tidak merokok (rokok menye- babkan vasokonstriksi). Pada kasus yang lebih berat, obatrectum dengan melakukan enema sebanyak duakali seminggu; yang menghambat aktivitas simpatis, seperti reserpin, dapatpenggunaan supositoria juga dapat membantu. menimbulkan vasodilatasi arteri sehingga meningkatkan Ereksi dan Ejakulasi Setelah Cedera Medulla Spinalis aliran darah ke jari-jari. Simpatektomi praganglionik cervi-Seperti telah diuraikan sebelumnya, ereksi penis atau klitoris cothoracica telah dilakukan, namun hasil jangka panjangdikendalikan oleh saraf parasimpatis yang berasal dari masih mengecewakan.segmen sacral II, III, dan IV medulla spinalis. Kerusakan C I a u d i cati o I nte rm itte nbilateral pada tractus reticulospinalis medullae spinalis di Kelainan ini, umum pada iakiJaki, disebabkan oleh penyakit oklusi pada arteri tungkai. Iskemia otot menimbulkan nyeriatas segmen sacral II akan mengakibatkan hilangnya seperti kram saat olahraga. Simpatektomi praganglionikkemampuan ereksi. Selanjutnya, ketika efek syok spinalhilang, ereksi refleks atau spontan dapat terjadi jika segmen lumbalis dapat dianjurkan sebagai salah satubentukpengobatansacralis medulla spinalis tetap utuh. untuk menimbulkan vasodilatasi dan meningkatkan aliran Ejakulasi dikendalikan oleh saraf simpatis yang berasal darah melalui sirkulasi kolateral. Simpatektomi praganglionik dilakukan dengan mengangkat tiga ganglia lumbalis bagiandari segmen lumbal I dan II medulla spinalis. Ejakulasi me- atas dan bagian truncus synphaticus yang mengganggu.nimbulkan aliran cairan semen ke dalam urethra pars prosta- Hipertensitica. Ejeksi akhir cairan dari penis disebabkan oleh kontraksi Pada masa lalu, hipertensi esensial yang berat diobati denganritmik otot-otot bulbospongiosa, yang menekan urethra. Otot melalukan simpatektomi thoracolumbal bilateral untuk mengu-bulbospongiosa dipersarafi oleh nen'us pudendus (S2-4). rangi kontrol vasomotor terhadap resistensi perifer sehinggaMasuknya cairan semen ke dalam vesica urinaria dicegah dapat menurunkan tekanan darah. Saat ini, zat penyekat kimia-oleh kontraksi dari musculus sphincter vesicae, yang diper- vm (chemical blocking agent) pada sistem simpatis digunakan secara luas dengan hasil yang sangat memuaskan serta menim-sarali oleh sarafsimpatis (L1 -2). Seperti pada ereksi, kerusakan bulkan penurunan kekuatan kontraksi miokard sehingga dapatbilateral yang hebat pada medulla spinalis menyebabkan menurunkan tekanan darah arteri.hilangnya proses ejakulasi. Selanjutnya, refleks ejakulasimasih mungkin terjadi pada pasien dengan transeksi medulla Nyeri Alih Viseral (Referred Visceral Pain)spinalis di regio thoracica atau cervical. Akibat paralisis Sebagian besar visera hanya dipersarafi oleh saraf otonom.musculus sphincter vesicae, beberapa orang mengalami Oleh karena itu, nyeri viseral dihantarkan melalui sarafejakulasi yang normal tanpa disertai emisi eksternal dancairan semen masuk ke dalam vesica urinaria.
428 14Bab Susunan Saraf Otonom Dengan demikian, daerah kulit yang dipersaraf, oleh empat nerr,'us intercostalis bagian atas dan nernrs intercostobra- otonom aferen. Nyeri viseral bersifat difus dan sulit di- chialis (T2) ikut terkena. Nerms intercostobrachialis berhu- teptukan lokasinya, sedangkan nyeri somatik bersifat kuat bungan dengan nervus cutaneus brachii medialis dan didis- dan dapat ditentukan lokasinya. Nyeri viseral sering kali di- tribusikan ke kulit di sisi medial lengan atas bagian atas' alihkan ke daerah kulit yang dipersarafi oleh segmen me- Beberapa informasi saraf dapat tersebar di dalam susunan dulla spinalis yang sama (Gambar 14-18). Penjelasan dari saraf pusat sehingga nyeri kadang-kadang dapat dirasakan nyeri alih ini tidak diketahui. Salah satu teorinya adalah serabut sarafyang berasal dari visera dan dermatom naik di di daerah leher dan rahang. dalam susunan saraf pusat sepanjang jaras yang umum Infark miokardium pada dinding inferior atau permuka- digunakan bersama dan cortex cerebri tidak mampu mem- bedakan lokasi asal serabut tersebut. Teori lainnya adalah an diafragma jantung sering menimbulkan perasaan tidak bahwa dalam keadaan normal, visera tidak dapat menim- enak di daerah epigastrium tepat di bawah sternum. Kita bulkan stimulus nyeri, sedangkan daerah kulit secara ber- harus menganggap bahwa serabut aferen nyeri dari jantung berjalan ke atas di dalam saraf simpatis dan masuk medulla ulang menerima stimulus yang merusak. Oleh karena kedua serabut aferen masuk ke medulla spinalis melalui segmen spinalis di dalam radix posterior nervi spinalis segmen yang sama, otak menginterpretasikan informasi tersebut thoracica VII, VIII, dan IX dan menimbulkan nyeri alih sebagai stimulus yang datang dari kulit dibandingkan pada dermatom T7 -9 di daerah epigastrium. Oleh karena jantung dan oesophagus bagian thoracica dengan yang datang dari visera. Nyeri yang berasal dari traktus gastrointestinal dialihkan ke garis tengah. Hal ini mungkin mempunyai jaras aferen nyeri yang sama, tidak mungkin dapat dijelaskan secara embriologis bahwa traktus heran jika nyeri dari esofagitis akut dapat menyerupai nyeri ini berasal sebagai struktur yang ada di garis tengah dan yang disebabkan oleh infark miokard. mendapat persarafan bilateral. Nyeri Lambung Nyeri Kardiak Nyeri yang berasal dari jantung akibat iskemia miokard akut Nyeri alih dari lambung umumnya dirasakan di daerah diduga terjadi akibat defisiensi oksigen dan akumulasi metabolit yang merangsang ujung-ujung saraf sensorik di epigastrium. Serabut nyeri aferen dari lambung naikbersama dalam miokard. Serabut-serabut sarafaferen naik ke susunan dengan nervus simpatis dan berjalan melalui plexus coeliacus saraf pusat melalui rami cardiaci truncus symphatici dan dan nervus splanchnicus major. Serabut-serabut sensorik memasuki medulla spinalis melalui radix posterior empat nervus thoracalis bagian atas. Sifat nyeri ini sangat bervariasi, memasuki medulla spinalis setinggi segmen T5-9 serta mulai dari nyeri seperti diremas hingga hanya berupa rasa menimbulkan nyeri alih pada dermatom T5-9 pada dada bagian bawah dan dinding abdomen. tidak nyaman saja. Nyeri Apendikular Nyeri tidak dirasakan di iantung, tetapi dialihkan ke Nyeri viseral dari appendix terjadi akibat distensi lurnen daerah kulit yang dipersarafi oleh saraf spinal yang sesuai' appendix atau spasme ototnya. Nyeri ini berjalan di dalam serabut saraf yang berjalan bersama nervus simpatis melaluiVesica felea Oesophagus Vesica felea Gaster dan Jejunum duodenum sampai colon r,,,ri;rlt:'it' j.l ii.r' Beberapa daerah . transversum nyeri alih (referred Pain) dari visera. Dalam kasus Yang Colon transversum berhubungan dengan jantu ng,sampai canalis analis nyeri biasanya dialihkan ke sisi kiri thorax; kadang-kadang dial i hkan Vesica urinaria ke kedua sisi.
plexus mesentericus superior dan nervus splanchnicus Pemecahan Masalah Klinis 429minor ke medulla spinalis (segmen T10). Nyeri alih yangsamar terasa di daerah umbilicus, yang dipersarafi oleh kan pada kuadran kanan atas dinding abdomen anterio! kemudian menuju ke punggung di bawah angulus inferiornervus intercostalis X (dermatom T10). Akhirnya' bila scapulae. Keterlibatan peritoneum parietale diaphragmatica bagian sentral, dipersarali oleh nervus phrenicus (C3-5),proses peradangan mengenai peritoneum parietale di dae- dapat menimbulkan nyeri alih pada ujung bahu karena kulitrah fossa iliaca kanan yang dipersarafr oleh nervus spinalisthoracica XII dan lumbalis I, nyeri somatik saat ini menjadi di daerah ini dipersarafi oleh nervus supraclavicularishebat dan mendominasi gambaran klinis. Nyeri somatikterletak tepat di daerah kuadran kanan bawah dinding ante- (c3-4). Beberapa daerah nyeri alih dari visera dapat dilihat padarior abdomen (dermatom T12 dan L1). Gambar 14-18.Nyeri Kandung EmPeduImpuls nyeri viseral dari kandung empedu (kolesistitis akut, Kausalgiakolik batu empedu) berjalan di serabut saraf yang berjalan Kausalgia adalah kondisi nyeri pada lengan atau tungkaibersama serabut simpatis melalui ple.xus coeliacus dan yang disertai dengan perubahan tropik pada kulit dan kukunervus splanchnicus major ke medulla spinalis (segmen yang terkena. Keadaan ini biasanya terjadi pada kerusakanT5-9). Nyeri alih yang samar dapat dirasakan di dermatomdada bagian bawah dan dinding abdomen bagian atas parsial atau hancurnya nervus medianus pada lengan atau(T5-9). Jika proses peradangan menyebar hingga mengenai nervus tibialis pada tungkai. Diduga impuls desendens di dalam serabut pascaganglionik simpatis dengan cara tertentuperitoneum parietale dinding anterior abdomen ataudiafragma, nyeri somatik yang hebat saat ini dapat dirasa- membangkitkan impuls asendens di dalam serabut aferen nyeri pada tempat cedera. Pada banyak kasus, simpatektomi dapat menghilangkan nyeri kausalgia.PEMECAHAN MASALAH KTINIS1. Seorang lakilaki berusia 35 tahun terjatuh dari saan fi.sik, abdomen anak tersebut jelas mem- beiakang truk ketika truk tersebut mulai ber- besar (distensi) dan teraba massa yang kenyal sebesar donat di sepanjang colon descendens da- jalan. Begitu kakinya menginjak tanah, dia ber- lam fossa iliaca kiri. Pada pemeriksaan rectum, pegangan padajeruji di atas truk dengan tangan ditemukan rectum kosong dan tidak membesar' kanannya. Truk tersebut tetap berjalan kira-kira Seteiah dilakukan enema dan irigasi colon ber- satu blok sebelum berhenti' Sementara itu, laki- ulang dengan larutan salin, pasien diberikan laki tersebut terseret di sepanjang jalan sambil barium enema dan dilanjutkan dengan pemerik- tetap berpegangan pada jeruji tersebut. Dia di- saan radiografl. Foto menunjukkan pelebaran colon descendens yang masif disertai perubahan periksa di Unit Gawat Darurat dalam keadaan diameter lumen secara tiba-tiba di tempat per- alihan colon descendens menjadi colon sigmoi- syok dengan luka robek dan lecet pada tungkai- deum. Menarik untuk dicatat bahwa anak itu nya. Saat lengan kanannya diperiksa dengan tidak dapat mengosongkan barium dari colon- saksama, otot-otot berikut ditemukan lumpuh, nya. Dengan menggunakan pengetahuan Anda yaitu: M. flexor carpi ulnaris, M. flexor digitorum mengenai persarafan otonom di colon, apakah profundus, Mm. interossei palmaris dan dorsalis, serta otot-otot tenar dan hypothenar. Selain itu, diagnosis penyakit ini? Bagaimana Anda meng- ditemukan hilangnya sensasi pada sisi medial lengan atas, lengan bawah, dan tangan. Refleks obati pasien ini? tendon dalam pada musculus biceps brachii tetap ada, tetapi refleks tendon triceps hilang' 3. Seorang perempuan berusia 25 tahun yang Pupil mata kanan dalam keadaan konstriksi, gugup mengunjungi dokternya karena meng- sedangkan keiopak mata atas kanan tun.rn. Bola mata kanan agak kurang menonjol dibandingkan alami serangan nyeri dengan perubahan warna pada jari keempat dan kelima pada kedua tangan- dengan boia mata kiri. Kulit pipi kanan terasa nya. Dia mengatakan bahwa gejala tersebut di- mulai sejak dua tahun yang ia1u, yaitu selama lebih panas dan kering, serta berwarna lebih me- musim dingin. Mula-mula menyerang tangan kanannya, kemudian tangan kiri. Awalnya, jari- rah dari pada kulit pipi kiri' Dengan mengguna- jari berubah menjadi putih ketika terpajan dingin, kan pengetahuan neuroanatomi yang Anda kemudian berubah menjadi biru gelap. Perubah- miliki, jelaskan temuan-temuan klinis tersebut! an warna ini hanya terbatas pada setengah ba-2. Seorang anak laki-laki berusia 3 tahun dibawa gian distal setiap jari dan diikuti oleh nyeri yang menyakitkan. Hanya dengan meletakkan kedua ke dokter anak dengan riwayat konstipasi kronis tangannya di atas kompor atau pergi ke dalam dan distensi abdomen sejak bayi. Ibunya menga- ruangan yang panas, nyeri dapat berkurang' Dia takan bahwa konstipasi semakin buruk. Konsti- mengatakan kepada dokter bahwa jari-jarinya menjadi berwarna merah dan bengkak ketika pasi ini tidak bereaksi terhadap obat-obatan laksatif, dan dia memperhatikan bahwa anaknya perlu diberikan enema seminggu sekali untuk mengurangi distensi abdomennya. Pada pemerik-
430 Bab 14 Susunan Saraf Otonom nyeri hilang dan beberapa serangan menjadi liki, sebutkan perkiraan letak lesi neurologis basah dengan keringat. Dengan menggunakan .pengetahuan neuroanatomi yang Anda miliki, pada kelainan ini! buatlah diagnosisnya! Susunan saraf otonom apa yang mempersarafl pembuluh darah ke 6. Seorang laki-1aki berusia 36 tahun dibawa ke extremitas superior? Bagaimana Anda mengobati Unit Gawat Darurat karena mengalami luka tem- bak pada punggung bagian bawah. Pemeriksaan pasien ini? radiografi menunjukkan bahwa peluru terdapat4. Seorang wanita gemuk berusia 45 tahun dan di canalis vertebralis setinggi vertebra lumbalis sudah mempunyai enam orang anak diperiksa IIL Melalui pemeriksaan neurologis lengkap, di- temukan tanda dan ge.jala yang menunjukkan oleh dokter karena gejala-gejala yang diperlihat- lesi komptit pada cauda equina. Saraf otonom kannya mengarah pada penyakit kandung em- apakah yang mempersarafi vesica urinaria? pedu. Dia mengeluh mengalami serangan nyeri Apakah pasien ini akan mengalami gangguan kolik hebat di bawah tepi iga kanan yang sering pada fungsi vesica urinaria? menyebar ke punggung di bawah scapula kanan. Dokter bertanya pada mahasiswa kedokteran: Pada pemeriksaan kesehatan rutin, seorang \"Perhatikan bahwa pasien mengeluhkan nyeri laki-1aki berkulit hitam berusia 40 tahun didiagnosis mengalami hipertensi esensial. alih ke arah punggung\". Apakah maksud per- Tekanan darah sistolik 180 dan diastolik 100 mmHg. Bagaimana Anda mengobati pasien ini nyataan tersebut? Jelaskan fenomena nyeri alih secara medis? Bagaimana kerja dari berbagai ke punggung dan kadang-kadang ke bahu kanan jenis obat-obatan yang biasa digunakan dalam pada penyakit kandung emPedu! pengobatan hipertensi?5. Pemeriksaan pada pasien dengan neurosifllis Zat-zat tralsmiter apa yang dilepaskan dari ujung- menunjukkan bahwa pupil mata kirinya kecil ujung serabut saraf berikut: (a) simpatis pra- dan terflksasi, serta tidak bereaksi terhadap ca- haya, tetapi pupil ini berkontraksi jika pasien ganglionik, (b) parasimpatis praganglionik, (c) para- diminta untuk melihat ke benda yang dekat. Apa- simpatis pascaganglionik, (d) simpatis kah yang mempersarafl iris? Dengan mengguna- kan pengetahuan neuroanatomi yang Anda mi- pascaganglionik ke otot jantung, dan (e) simpatis pascaganglionik ke kelenjar keringat di tangan?JAWABAN DAN PENJELASAN PEMECAHAN MASALAH KLINISi. Laki-iaki tersebut mengalami cedera tarikan parasimpatis. Dengan demikian, segmen usus 1n1 tidak memiliki daya peristaltik sehingga meng- yang hebat pada radix cervicalis VIII dan thoraci- hambat jalannya feses. Setelah diagnosis di- tegakkan dengan melakukan biopsi pada segmen cus I plexus brachialis akibat bergantung dengan distal usus, pengobatannya adalah dengan meng- tangan kanan dan terseret truk yang sedang ber- angkat segmen yang agangiionik melalui tindak- gerak. Kelumpuhan berbagai otot lengan bawah an bedah. dan tangan, serta hilangnya sensasi pada daerah tersebut merupakan ciri khas paralisis Klumpke. 3. Pasien ini menunjukkan gejala klasik penyakit Pada kasus ini, tarikan pada nervus thoracicus I Raynaud. Penyakit ini lebih sering pada perem- puan daripada laki-laki, terutama pada perem- sangat hebat sehingga ramus communicans albus yang menuju ganglion sympathicum puan yang mudah gugup. Awalnya, pucat yang cerwicale inferius robek. Hal ini mengakibatkan timbul pada jari-jari disebabkan oleh spasme terpotongnya serabut-serabut simpatis pragang- pada arteriola digitales. Sianosis yang terjadi kemudian disebabkan oleh dilatasi kapiler se- lionik yang menuju ke sisi kanan kepala dan 1eher, dan menimbulkan sindrom Horner sisi tempat akibat akumuiasi metabolit. Oieh karena kanan (tipe praganglionik). Sindrom ini terlihat tidak ada aliran darah melalui kapiler, hemoglobin sebagai (a) konstriksi pupil, (b) turunnya kelopak yang mengalami deoksigenisasi menumpuk di mata atas (ptosis), dan (c) enoftalmus. Akibat dalamnya. Selama masa sianosis yang panjang hilangnya pengaruh serabut vasokonstriktor inilah, pasien merasakan nyeri yang hebat. Ketika simpatis, vasodilatasi arteriol menimbulkan ke- merahan dan rasa panas pada pipi kanan' Ke- jari-jari dipajankan pada suhu yang hangat, keringan pada kulit pipi kanan juga terjadi akibat vasospasme menghilang dan darah yang ter- hilangnya pengaruh serabut sekretomotorik oksigenisasi kembali masuk ke dalam kapiler simpatis pada kelenjar keringat. yang sangat berdilatasi. Saat ini, terjadi hiperemia Anak laki-laki yang berusia 3 tahun ini mende- reaktif dan peningkatan pembentukan cairan rita penyakit Hirschsprung, yaitu kelainan konge- jaringan yang menimbulkan pembengkakan pada jari-jari. Jari-jari yang berkeringat ketika serang- nital yang berupa kegagalan perkembangan an mungkin terjadi akibat aktivitas simpatis yang plexus myentericus (plexus Auerbach) di bagian distal colon. Bagian proksimal colon bersifat berlebihan dan mungkin juga berperan pada normal, nalnun membesar karena akumulasi vasospasme arteriola. feses. Pada saat operasi, bagian bawah colon sig- Arteria-arteria extremitas superior dipersa- moideum tidak terlihat memiliki se1-sel ganglion rafl oleh saraf simpatis. Serabut-serabut pragang-
Pertanyaan Ujian 431 lionik berasal dari badan sel di dalam segmen Vesica urinaria dipersarafi oleh serabut-serabut thoracica II sampai VIII medulla spinalis. Serabut- simpatis dari segmen lumba1 I dan II medulla serabut ini naik di dalam truncus symphaticus spinalis dan oleh serabut-serabut parasimpatis serta bersinaps di dalam ganglion cervicale me- dium, ganglion cervicale inferius, dan ganglia segmen sacra.l II, III, dan IV medulla spinalis. thoracica I atau ganglion stellatum. Serabut-se- Pada pasien ini, cauda equina terpotong setinggi rabut pascaganglionik bergabung dengan saraf- vertebra lumbalis III. Ini berarti serabut-serabut saraf yang membentuk plexus brachialis yang simpatis praganglionik yang turun di dalam radix kemudian didistribusikan ke arteriae digitales di anterior nervi lumbalis I dan II tetap utuh karena serabut saraf tersebut meninggalkan canalis dalam cabang-cabang plexus brachialis. vertebalis untuk membentuk nervus spinalis Pada pasien ini serangannya relatif ringan. yang sesuai di atas tingkat letak peluru. Akan Pasien harus dianjurkan untuk mempertahan- kan agar tangannya tetap hangat. Akan tetapi, tetapi, serabut- serabut preganglionik parasimpa- jika keadaan memburuk, pasien harus diberi tis terpotong ketika berjalan turun di canalis obat, seperti reserpin, yang menghambat aktivi- vertebralis di dalam radix anterior nervi sacralis tas simpatis. Pemberian obat tersebut menimbul- II, III, dan IV. Oleh karena itu, pasien akan meng- kan vasodilatasi arteri yang akan meningkatkan aliran darah ke jari-jari. alami vesica urinaria otonom dan tidak memiliki Pasien menderita kolik batu empedu. Nyeri vi- refleks kontrol eksternal. Vesica urinaria akan terisi penuh sesuai dengan kapasitasnya dan seral yang berasal dari ductus cysticus atau duc- kemudian urine mengalir keluar (ouerflow). Mlksi dapat diaktilkan oleh kontraksi otot-otot abdo- tus biliaris disebabkan oleh regangan atau spas- me otot-otot polos dindingnya. Serabut aferen men pasien yang kuat dan dibantu dengan nyeri berjalan melalui ganglia coeliaca dan naik di dalam nervlls splanchnicus major untuk ma- tekanan manual pada dinding anterior abdomen suk ke dalam segmen thoracica V sampai IX di daerah suprapubik. medulla spinalis. Nyeri dialihkan ke dermatom thoracica V sampai IX sisi kanan, yaitu kulit di 7. Penyebab pasti dari hipertensi esensial tidak atas dan inferior scapula kanan. diketahui. Walaupun demikian, tujuan pengobat- Nyeri alih ke bahu kanan pada penyakit kan- annya ada-1ah menurunkan tekanan darah dan jika mungkin mempertahankannya dalam batas- dung empedu dibahas pada halaman 429. batas normal sebelum terjadi komplikasi per- darahan serebral, kegagalan ginjal, atau gagal5. Pasien ini mengalami pupil Argril Robertson, yaitu pupil kecil yang terfiksasi dan yang tidak jantung. Cara terbaik untuk mencapai tujuan tersebut pada pasien dengan hipertensi ringan bereaksi terhadap cahaya, namun berkontraksi adalah mengurangi volume cairan plasma dengan ketika berakomodasi. Kelainan ini biasanya di- sebabkan oleh lesi sifilis. Persarafan iris diurai- menggunakan diuretik. Saat ini, obat-obatan kan pada halamal 414. Lesi neurologis pada beta-receptor-blocking digunakan secara luas. pasien ini mengenai serabut-serabut yang ber- Obat-obatan tersebut mengurangi laju dan jalan dari nucleus pretectalis ke nuklei parasim- kekuatan kontraksi otot j antung dan menurunkan curah jantung (cardiac output). patis nervus oculomotorius kedua sisi. B. (a) Asetilkolin, (b) asetilkolin, (c) asetilkolin, (d) norepinefrin, dan (e) asetilkolin.PERTANYAAN UJIANPetunjuk: Setiap nomor di bawah ini diikuti dengan (b) Rami communicantes albi hanya terbatasjawaban-jawaban. Pilihlah SATU huruf jawaban pada pars thoracica trunci symphatici.yang BENAR. (c) Rami communicantes albi mengandung1. Pernyataan berikut ini yang benar untuk susunan serabut-serabut simpatis pascaganglionik. saraf otonom: (d) Nervus splanchnicus major dibentuk oleh (a) Susunan saraf enterik disusun oleh plexus akson-akson yang tidak bermielin. submucosus Meissner dan plexus mesen- (e) Nerr,'us splanchnicus minor berasal dari gang- tericus Auerbach. 1ia thoracica VIII-IX trunci symphatici' (b) Serabut saraf susunan saraf enterik merupa- 3. Pernyataan berikut ini yang benar untuk susunan kan akson-akson yang telanjang. (c) Aktivitas bagian parasimpatis susunan saraf saraf otonom: otonom digunakan dalam keadaan darurat' (a) Hypothalamus memiliki kontrol yang kecil (d) Bagian parasimpatis susunan saraf otonom terhadap susunan saraf otonom. hanya berisi serabut saraf eferen. (b) Cortex cerebri tidak memiliki kontrol terha- (e) Nucleus pretectalis berkaitan dengan refleks dap susunan saraf otonom. auditorik. (c) Pasien dengan sindrom pupil tonik Adie meng-2. Pernyataan berikut ini yang benar untuk susunan alami peningkatan refleks cahaya dan kontrak- si pupil pada penglihatan dekat, serta dilatasi saraf otonom: pupil menjadi cepat dalam keadaaan gelap. (a) Pupil Argrll Robertson menunjukkan bahwa (d) Nyeri yang berasal dari traktus gastrointesti- refleks akomodasi untuk melihat dekat nor- nal diatihkan ke garis tengah. mal, tetapi refleks cahaya hilang.
432 Bab 14 Susunan Saraf Otonom(e) Nyeri viseral umumnya dialihkan ke daerah (b) meningkatkan aktivitas norepinefrin. (c) menghambat kerja asetilkolin pada tempat kulit yang dipersarafl oleh segmen medulla ' spinalis yang berbeda dengan nyeri viseral. efektor di sistem parasimPatis.4. Pernyataan berikut ini yang benar untuk sindrom (d) menghambatpengambilankembalinorepinef- Horner: rin oleh ujung-ujung presinaptik sistem(a) Pupil dilatasi. simpatis.(b) Kelopak mata atas tertarik. (e) menghambat reseptor norepinefrin.(c) Vasodilatasi pada arteriol kulit wajah pasien. 11. Aliran keluar parasimpatis di medulla spinalis(d) Sekresi keringat berlebihan pada kulit wajah. setinggi:(e) Eksoftalmus. (a) S1-2Petunjuk: Masing-masing nomor atau pernyataan (b) s3-s (c) S1-3yang tidak lengkap di bawah ini diikuti oleh (d) s2-4 (e\ Lt-2jawaban-jawaban atau pernyataan pelengkapnya. Petunjuk Setiap nomor di bawah ini diikutiPilih SATU huruf jawaban atau pelengkap yang dengan jawaban. Pilihlah SATU hurufjawaban yangPALING BENAR dari masing-masing kasus.5. Aliran keluar simpatis:(a) berasal dari sel-sel saraf yang terletak di colum- BENAR. 12. Pernyataan berikut ini yang benar untuk per-na (comu) grisea posterior medullae spinalis(b) mempunyai serabut-serabut saraf praganglio- sarafan otonom vesica urinaria:nik yang meninggalkan medulla spinalis di (a) Bagian parasimpatis menimbulkan relaksasidalam radix posterior nervi spinalis otot dinding vesica urinaria dan kontraksi(c) dibatasi pada segmenTl-L2 medulla spinalis musculus sphincter vesicae'(d) menerima serabut-serabut desendens dari (b) Bagian simpatis pada laki-laki menyebabkantingkat supraspinal yang menuruni medulla kontraksi musculus sphincter vesicae danspinalis di dalam columna alba posterior tidak mencegah refluks semen ke dalam(e) mempunyai banyak serabut saraf praganglio- vesica urinaria selama ejakulasi. (c) Serabut-serabut aferen dari vesica urinaria nik yang bersinaps di dalam ganglia radix mencapai medulla spinalis pada segmen lum-posterior nervi spinalis.6. Norepinefrin disekresikan pada ujung-ujung: ba,l I dan II, serta segmen sacral II, ilI, dan IV.(a) serabut-serabut simpatis praganglionik (d) Bagian simpatis menimbulkan kontraksi(b) serabut-serabut parasimpatis praganglionik musculus sphincter urethrae.(c) serabut-serabut parasimpatis pascaganglionik (e) Bagian parasimpatis mempersarafi pembuluh darah yang menyuplai dinding vesica urina-(d) serabut-serabut simpatis pascaganglionik (e) serabut-serabut praganglionik yang menuju ria. medulla suprarenalis 13. Pernyataan berikut ini yang benar untuk per-7. Persarafan parasimpatis yang mengatur glandula sarafan otonom jantung:parotidea berasal dari: (a) Bagian parasimpatis menyebabkan dilatasi(a) nerr,'us facialis arteria coronaria.(b) nenr-rs oculomotorius (b) Serabut-serabut pascaganglionik tidak berakhir(c) nervus vagus pada nodus sinoatrialis dal atrioventricularis' (d) plexus caroticus (c) Serabut-serabut pascaganglionik simpatis (e) nerr,'us glossopharyngeus melepaskan asetilkolin pada ujung-ujung sarafnya.8. Pernyataan yang paling tepat menjelaskan bagian (d) Nenrrs-nervus simpatis menimbulkan aksele-parasimpatis susunan saraf otonom adalah: rasi jantung dan meningkatkan daya kon-(a) Berhubungan dengan bagian thoracolumbalmedulla spinalis. traksi jantung.(b) trfeknya lokal dan terbatas karena netlron (e) Kontrol saraf pada dilatasi arteria coronariapraganglionik bersinaps dengan beberapa lebih penting dari kontrol kimiawi yang di- tunjukkan oleh produk metaboiisme ototneuron pascaganglionik.(c) Memiliki akson praganglionik yang pendek. jantung.(d) Aktif selama krisis emosional.(e) Aktifltasnya memobilisasi glukosa dari gliko- Petunjuk: Pertanyaan mencocokkan. Cocokkanlahgen. nomor pada kelenjar-kelenjar dengan huruf yang9. Obat-obatan antikolinesterase bekerja di sinaps paling sesuai pada ganglion otonomik yang ada di bawah ini. Setiap huruf dapat dipilih satu kali,dengan cara:(a) menyerupai kerja asetilkolin di reseptornya lebih dari satu kali, atau tidak sama sekali. 14. Glandula submandibularis (a) Ganglion oticum(b) mencegah pelepasan asetilkolin 15. Glandula lacrirrialis (b) Gangiion(c) meningkatkan sekresi asetilkolin submandibularis(d) menghambat pemecahan asetilkolin (c) Ganglion(e) mencegah pengambilan kembali asetilkolin 16. Glandula nasalis pterygopalatinumoleh ujung-ujung saraf10. Pada susunan saraf otonom, atropin memiliki 17. Glandula parotidea (d) Ganglion ciliareefek berikut: 18. Glandula sublingualis (e) Bukan salah satu(a) merupakan obat antikolinesterase. di atas
Cocokkanlah nomor ganglia otonom dengan huruf Jawaban dan Penjelasan Pertanyaan Ujian 433yang paling sesuai pada visera atau musculus yang \{\"9terdapat di bawah ini. Setiap huruf dapat dipilih . iu. r ' ' Daerah Nyeri Alih.satu kali, lebih dari satu kali, atau tidak samasekali. (a) M. levator19. Ganglion cervicalesuperius palpebrae superioris (hanya otot polos)20. Ganglion ciliare (b) Appendix21. Ganglion coeliacus vermiformis (c) M. constrictor pupillae22. Ganglion mesentericum (d) Colon descendensinferius23. Ganglion mesentericum (e) Bukan salah satusuperius di atasCocokkanlah nomor nervus cranialis dengan hurufyang paling sesuai pada daftar nukleus di bawahini. Setiap huruf dapat dipilih satu kali, lebih darisatu kali, atau tidak sama sekali. (a) Nucleus24. Nervus facialis salivatorius inferior25. Neryus oculomotorius (b) Nucleus Edinger- Westphal26. Nervus (c) Nucleus lacrimalisglossopharyngeus27. Nervus hypoglossus (d) Bukan salah satu di atasPada Gambat L4-L9, cocokkanlah daerah nyerialih yang diberi nomor dengan huruf yang palingsesuai pada daftar visera tempat asal nyeri dibawah ini. Masing-masing huruf dapat dipilih satukali, lebih dari satu kali, atau tidak sama sekali.28. Nomor 1 (a) Jantung29. Nomor 2 (b) Appendix30. Nomor 3 (c) Vesica felea (d) Gaster31. Nomor 4 (.) Bukan salah satu di atasJAWABAN DAN PENJETASAN PERTANYAAN UJIANt. A yang benar. Susunan saraf enterik disusun trunci symphatici (lihat hlm. 405). C. Rami oleh plexus submucosus Meissner dan piexus communicantes grisei mengandung serabut- mesentericus Auerbach (lihat hlm. 412). B. Sel serabut simpatis pascaganglionik (lihat hlm. 405). D. Nervus splanchnicus major dibentuk dan serabut saraf susunan saraf enterikdikelilingi oleh sel-sel neuroglia yang mirip astrosit (lihat oleh akson-akson bermielin (lihat hlm. 406). E. Nervus spianchnicus minor berasal dari ganglia hlm. 412\. C. Aktivitas bagian parasimpatis thoracica X dan XI trunci symphatici (lihat hlm. susunan saraf otonom bertujuan menyimpan 406\. dan memulihkan energi (lihat hlm. 413). D. Ba- 3. D yang benar. Nyeri yang berasal dari traktus gian parasimpatis susunan saraf otonom terdiri dari serabut saraf aferen dan eferen (lihat hlm. gastrointestinal dialihkan ke garis tengah (lihat 307). E. Nucleus pretectalis berkaitan dengan hh. 428). A. Hypothalamus memiliki kontrol reflex cahaya (lihat hlm. 3a7). yang besar terhadap suslrnan sarafotonom (lihat hIrn. 412). B. Cortex cerebri memiliki kontrol ter-2. A yang benar. Pupil Argzll Robertson menunjuk- hadap susunan saraf otonom (lihat hlm. 4I2). C' kan bahwa refleks akomodasi untuk melihat de- Pasien dengan sindrom pupil tonik Adie meng- kat normal, tetapi refleks cahaya hilang (lihat alami penurunan atau tidak memiliki refleks hlrn. 426\. B. Rami communicantes a-lbi ditemu- cahaya dan kontraksi pupil pada penglihatan kan di pars thoracica dan pars lumbalis I dan II
434 14Bab Susunan Saraf Otonom dekat menjadi lambat atau tertunda, serta dila- butuhan metobolisme lokal otot jantung me- tasi pupil menjadi lambat dalam keadaan gelap ngendalikan derajat dilatasi arteria coronaria {lihat hlm. 426\. tr. Nyeri viseral umumnya di- lebih besar dibandingkan dengan pengendalian alihkan ke daerah kulit yang dipersarafl oleh melalui saraf (1ihat h1m. 4i0). segmen medulla spinalis yang sama dengan nyeri 14. B yang benar. Glandula salivaria submandibula- ris mendapat persarafan sekretomotorik parasim- viseral (lihat hal. 427).4. C yang benar. Pasien dengan sindrom Horner patis melalui ganglion submandibularis (lihat mengalami vasodilatasi pada arteriol kulit wajah hlm.415). (lihat hlm. 426). A. Pupil konstriksi (lihat hlm. 15. C yang benar. Glandula lacrimalis mendapat per- 426\. B. Kelompak mata atas ptosis (lihat h1m. 426\. D. Tidak ada sekresi keringat pada kulit sarafan sekretomotorik parasimpatis melalui wajah (lihat hlm. 426). E. Terdapat enoftalmus ganglion pterygopalatinum (lihat hh. ai5). (1ihat him. 426). 16. C yang benar. Glanduia nasalis mendapat per- sarafan sekretomotorik parasimpatis melalui5. C yang benar. Aliran keluar simpatis dibatasi pa- ganglion pterygopalatinum (1ihat hlm. 414). da segmen T1-L2 medulla spinalis (lihat Gambar 17. A yang benar. Glandula salivaria parotidea men- dapat persarafan sekretomotorik parasimpatis 14-2). melalui ganglion oticum (lihat hlm. 416).6. D yang benar. Norepinefrin disekresikan pada 18. B yang benar. Glandula salivaria sublingualis ujung-ujung hampir seluruh serabut simpatis pascaganglionik (lihat hh. al l). mendapat persarafan sekretomotorik parasimpa- E yang benar. Persarafan parasimpatis yang tis melalui ganglion submandibularis (lihat hlm. mengatur glandula parotidea berasal dari nenr-rs 4 15). glossopharyngeus (lihat hlm. 416). 19. A yang benar. M. levator palpebrae superioris B yang benar. Bagian parasimpatis st.lsunan sa- (hanya otot polos) dipersarafi oleh serabut sim- raf otonom memiliki efek yang terbatas karena patis dari ganglion cervicale superius (lihat hlm. neuron praganglionik bersinaps dengan beberapa 414). neuron pascaganglionik (1ihat hIm. 414). 20. E yang benar. M. constrictor pupillae dipersarafl9. D yang benar. Obat-obatan antikolinesterase be- oleh saraf parasimpatis dari ganglion ciliare (lihat kerja di sinaps dengan cara menghambat pe- hJl.n.474). mecahan asetilkolin (1ihat h1m. 118). 27. E yang benar. Ganglion coeliacus mempersara-fi10. C yang benar. Atropin menghambat kerja asetil- otot polos intestinum dari junctio gastrooesopha- kolin pada tempat efektor bagian parasimpatis gealis ke bawah sampai pertengahan bagral kedua susunan saraf otonom (iihat hlm. 412). duodenum. Ganglion coeliacus mempersarafi juga11. D yang benar. Aliran keluar parasimpatis di me- hepar, parrcreas, dan lien (lihat hal. a18). 22. D yang benar. Colon descendens mendapat per- dulla spinalis setinggi S2-4 (lihat Gambar 74-2).12. C yang benar. Serabut-serabut aferen sensorik sarafan dari ganglion mesentericum inferius dari vesica urinaria mencapai medulla spinalis (lihat hlm. 419). pada segmen lumbal I dan II, serta segmen sacral 23. B yang benar. Appendix vermiformis dipersarafi. II, III, dan IV (lihat h1m. a26\. A. Persarafan para- saraf simpatis dari ganglion mesentericum su- perius (lihat hlm. 419). simpatis menimbulkan kontraksi otot dinding ve- sica urinaria dan relaksasi musculus sphincter 24. C yang benar. Serabut saraf parasimpatis dari vesicae (lihat hlm. 42O). B. Persarafan simpatis nucleus lacrimalis berjalan di dalam nerlrrs fa- pada laki-laki menyebabkan kontraksi musculus sphincter vesicae dan mencegah refluks semen cia-1is serta cabang-cabangnya ke ganglion ptery- ke dalam vesica urinaris selama ejakulasi (lihat gopalatinum, bersinaps, dan kemudian menuju ke glandula lacrimalis (1ihat hlm. 415). hkn. 42O). D. Spinchter urethrae tidak kendalikan oleh susunan saraf otonom; kontraksi volunter 25. B yang benar. Serabut saraf parasimpatis dari musculus sphincter urethrae disebabkan oleh nucleus Edinger-Westphal berjalan di dalam ner- vus oculomotorius ke ganglion ciliare, bersinaps, nervus pudendus internus. E. Saraf simpatis dan kemudian menuju ke musculus constrictor pupillae dan ciliaris (1ihat hlm. 415). mempersarafl pembuluh darah yang meny'uplai dinding vesica urinaria (1ihat hlm. 420). 26. A yang benar. Serabut saraf parasimpatis dari nucleus salivatorius inferior berjalan di dalam13. D yang benar. Saraf simpatis yang mempersarafl nen'Lls glossopharyngeus serta cabang-cabang- nya ke ganglion oticum, bersinaps, dan kemu- jantung menimbulkan akselerasi jantung dan meningkatkan daya kontraksi jantung (1ihat hlm. dian menuju ke glandula salivaria parotidea (lihat 477). A. Bagian parasimpatis susunan saraf oto- h1m.416). nom menyebabkan konstriksi arteria coronaria (lihat hlm. 417\. B. Serabut-serabut otonom pas- 27. D yang benar. Nervrrs hypoglossus mempersarafi caganglionik berakhir pada nodus sinoatrialis otot-otot lidah (lihat hlm. 363). dan atrioventriculare (lihat hlm. 477). C. Serabut- serabut pascaganglionik simpatis yang memper- 28. D yang benar. sarafi jantung melepaskan norepinefrine pada 29. Cyangbenar. ujung-ujung sarafnya (1ihat hlm. 411). E. Ke- 30. Ayang benar. 31. B yang benar.
Bacaan Tambahan 435BACAAN TAMBAHANAppenzeller, D. The Autonomic Neruous Sgstem (4tlt autonomic nerves from the pelvic plexus to the ed.). Amsterdam: Elsevier Biomedica-l Press, corpora cavernosa: A detailed anatomical study of 1990. the adult male pelvis. J. UroI. 133:2O7, 1985.Br-rck1ey, N., and Caufield, M. In G. Brunstock and C. Limbird, L. E. (ed.). The Alpha-2 Adrenergic Receptors. H. V. Hoyle (eds.). Transmission: Acetglcholine in Autonomic Neuroeffector Mechanisms (pp. 257* Clifton, NJ: Humana, 1988. 322\. Chur, Switzerland: Harwood Academic Mitchell, G. A. G. Anatom!4 of the Autonomic Neruous Publishers, 1992. System. Edinburgh: Livingstone, 1953.Craig, C. R., and Stitzel, R. E. Modern Pharntacologg Mitchel1, G. A. G. Cardiouascular Inneruation. (4th ed.). Boston: Little, Brown, 7994.Dampney, R. A., Horiuchi, J., Tagawa, T., Fontes, M. Edinburgh: Livingstone, 1956. A., Potts, P. D., and Polson, J. W. Medullary and Nestler, tr. J., Hyman, S. E., and Malenka, R. C. Molecular Neurophannacologg: A Foundation for supramedullary mechanistls regulating Clinical Neuroscience. New York: McGraw-Hill, sympathetic vasomotor tone. Acta. Phgsiol. Scand. 2007. 177:2O9,2OO3. Perkins, J. D. (ed.). The Beta-Adrenergic Receptors.Elfvin, L. G., Lindh, 8., and Hokfelt, T. The chemical Clifton, NJ: Humana, 199I. neuroanatomy of sympathetic ganglia. Annu. Reu. Neurosci. 76:47 I-5O7, 7993. Procacci, P., and Zoppi, M. Pathophysiologr andGershon, M. D. The enteric nervous system. Annu. clinical aspects ofvisceral and referred pain. In J. J. Bonica, D. Lindblom, A. Iggo, L. E. Jones, and Rev. Neurosci. 4:227 , 1987. C. Benedetti (eds.). Aduances in Pain ResearcLt and Therapg (vol. 5, p. 6a3). New York: Raven, 1983.Gershon, M. D. The Second Brain. New York: Snell, R. S. Clinical AnatomA bg Regions (Bth ed.). HarperCollins, 1998. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins,Gibbins, I. L., Jobling, P., Messenger, J. P., Teo, E. H., 2008. and Morris, J. L. Neuronal morphologr and the synaptic organisation of sympathetic ganglia. J. Sne1l, R. S. ClinicalAnatomg by Sgstems. Philadelphia: Auton. Neru. Sgst. 81: 104, 2000. Lippincott Williams & Wilkins, 2007.Goldstein, D. S., Robertson, D., trsler, M., Straus, S. Snelt, R. S. The histochemical appearances of E., and trisenhofer, G. Dysautonomias: Clinical cholinesterase in the parasympathetic nerves disorders of the autonomic nervous system. Ann. supplying the submandibular and sublingual Intent Med. 137 :7 53, 2OO2.Guyton, A. C., and Hall, J. E. Tertbook of Medical salivary glands of the rat. J. Anat. (Lond.) 92:534, Phgsiologg (1lth ed.). Philadelphia: Elsevier, 1958. Saunders, 2006. Snell, R. S., and Lemp, M. A. Clinical Anatomg of the Ege (2nd ed.). Boston: Blackwell Scientiflc, 1998.Hirst, G. D., and Ward, S. M. Interstitial cells: Involvement in rythmicity and neura-l control of Snell, R. S., and Smith, M. S. Clinlcal Anatomy for Emergencg Medicine. St. Louis: Mosby, 1993. gut smooth muscle. J. Phgsiol.550:337, 2003. Snider, S. R., and Kuchel, O. Dopamine: An importantKandel, E. R., Schwartz, J. H., and Jesseli, T. M. Principles of Neural Science ( th ed.). New York: hormone of the sympathoadrenal system. Endocrinol. Reu. 4:29 l, 7983. McGraw-Hill, 2000.Kuru, M. Nervous control of micturition. Phgsiol. Reu. Standing, S. (ed.). Grag's Anatomg (39th Brit. ed.). London: Elsevier Churchili Livingstone, 2005. 45:425, 1965.Lepor, H., Gregerman, M., Crosby, R., Mostofi, F. K., Westfatl, T. C. Evidence that noradrenergic transmitter and Walsh, P. C. Precise localization of the release is regulated by presynaptic receptors. Fed. Proc.43;1352, 7984.
Search
Read the Text Version
- 1 - 32
Pages: