["Gambar 4 7 Angklung Pada permainan ini, pengguna akan dipandu untuk memainkan angklung sesuai dengan nada lagu yang telah ditampilkan saat sedang bermain. Cara memainkan angklung pada permainan ini mirip dengan cara memainkan DDR (Dance Dance Revolution) atau Pump It Up. Jadi, pengguna akan mengayunkan angklung sesuai dengan panduan lagu yang ditampilkan di layar. \uf0b7 Melengkapi Kalimat Rumpang Gambar 4 8 Kalimat Rumpang Permainan ini seperti melengkapi soal kalimat rumpang yang tersedia di layar dengan dibantu empat opsi pilihanjawaban. 43","\uf0b7 Tebak Kebudayaan Daerah Gambar 4 9 Tebak Kebudayaan Daerah Cara bermain permainan ini adalah dengan menebak kebudayaan daerah di Indonesia seperti rumah adat, upacara tradisional, tarian, ikon kota, maupun kebudayaan khas lain. Apabila pengguna menebak dengan benar, maka pengguna akan ditampilkan intermezzo berupa fakta salah satu kebudayaan yang ditebak oleh peserta. Namun, apabila pengguna menjawab dengan salah, maka pengguna akan diberi kesempatan 3 kali untuk mencoba kembali serta akan diberi kata- kata motivasi apabila menjawab salah lebih dari 3 kali. Pengguna diharuskan memiliki koin terlebih dahulu untuk menggunakan fitur ini, di mana koin didapatkan dari hasil membaca minimal 1 koleksi perpustakaan. \uf0b7 SWOT Analisis dari Asaca- Lib 1. Strenght a. Memberikan fasilitas untuk mengakses berbagai perpustakaan di Indonesia secara gratis b. Mengombinasikan konsep literasi secara audio dan visual c. Memberi ruang bagi pengguna untuk berdiskusi dan berinteraksi dengan pengguna lain di seluruh Indonesia 2. Weakness a. Hanya bisa diakses dengan perangkat yang tersambung dengan jaringan 44","3. Opportunities a. Tingginya angka pengguna internet di Indonesia dan rendahnya tingkat literasi masyarakat di Indonesia dapat dijadikan sebagai sasaran untuk meningkatkan tingkat literasi di Indonesia 4. Threats a. Memerlukan inovasi lebih lanjut supaya dapat lebih dilirik oleh masyarakat Indonesia b. Memerlukan promosi aplikasi secara intensif supaya terjadi peningkatan pengguna 45","BAB V PENUTUP Kesimpulan Keadaan literasi di masyarakat Indonesia saat ini masih tergolong rendah yang ditandakan dengan banyaknya informasi palsu yang beredar di dunia maya dan rendahkan tingkat analisis masyarakat dalam mengidentifikasi informasitersebut. Inovasi yang kami ajukan berkaitan dengan adanya keadaan literasi yang sedemikian rupa di Indonesia adalah membuat aplikasi perpustakaan berbasis digital di mana dalam aplikasi tersebut memuat fitur-fitur unggulan berupaperpustakaan digital, ruang diskusi, dan permainan yang dapat meningkatkan literasi budaya masyarakat terutama mahasiswa FIA UB angkatan 2022. Saran Berdasarkan karya tulis ilmiah ini, disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk meneliti lebih lanjut mengenai kondisi literasi di Indonesia dan khususnya mahasiswa FIA UB dan diharapkan melalui penelitian tersebut dapat lebih mengembangkan inovasi yang sesuai dengan kondisi di lapangan dan mendapatkan data yang akurat agar inovasi yang dikembangkan dapat dijalankan dengan baik. 46","DAFTAR PUSTAKA Anwar, I. C. (2021). Mengenal Penelitian Kualitatif: Pengertian dan Metode Analisis. Tersedia pada: https:\/\/tirto.id\/mengenal-penelitian-kualitatif-pengertian-dan- metode- analisis-f9vh. [Diakses pada 20 April 2022]. Cahyani, V. a. (2021). Analisis tingkat literasi digital pada generasi Z dengan menggunakan digital competence framework 2.1 (studi kasus: mahasiswa FMIPA UNTAN). Coding Jurnal Komputer Dan Aplikasi, 9, 1--11. Gammano, A. (2017).Metode Penelitian. 23-29. Dari http:\/\/repository.unika.ac.id\/14810\/4\/12.30.0299%20Antonius%20Deryal%20Ga m anno%20BAB%20III.pdf. Ikasari, E. E. (2018). Metode Penelitian. 29-34. Dari http:\/\/repository.unika.ac.id\/17194\/4\/13.30.0129%20ELISABET%20ELYSIA%20 IKASARI%20%289.55%29.BAB%20III.pdf. Kholipah, S. (2021, September 18). kompasiana. Retrieved from kompasiana: https:\/\/www.kompasiana.com\/siti01511\/61455f5106310e0624505192\/upaya- pemerintah-meningkatkan-literasi-di-indonesia Permatasari, A. (2015). Membangun kualitas bangsa dengan budaya literasi. Pratikto, R. G. (2018). Literasi Media Digital Generasi Z (Studi Kasus Pada RemajaSocial Networking Addiction Di Jakarta). Communication, 9, 19--42. Rochadiani, T. H. (2020). Peningkatan literasi digital pada masa pandemi COVID-19. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1, 11\u201421 47","KARYA TULIS ILMIAH 3 PENINGKATAN KEMAHIRAN DIGITAL PADA PERKEMBANGANBUDAYA LITERASI MEDIA BARU Ahmad Miftah Abdul Razaq, Rakha Hafish Setiawan, Nur Azizah Universitas Brawijaya ABSTRAK Peradaban manusia dan teknologi semakin berkembang dengan pesat yang membuatmedia- media terus berevolusi. Media sosial menjadi salah satu media baru yang muncul padaabad ke- 21 dengan pengguna yang sangat beragam. Berdasarkan hal tersebut, dapat dikatakanbahwa teknologi dapat membuka peluang yang baik bagi penggunanya, khususnya dalam hal literasi. Sehingga muncullah sitilah istilah baru dalam literasi yaitu literasi digital dan literasimedia baru. Kaitannya dengan literasi budaya budaya baru tersebut membawa tantangan bagisetaip indidu khusunya generasi muda dalam menghadapinya. Dalam mengahdapi perkembangan teknologi digital ini diperlukan sebuah kemampuan serta kemahiran dalammenjawab segala tantangan yang ada di depan mata. Tantangan literasi tidak hanya darikegiatan fisik buku, membaca dan menulis. Tetapi juga bagaimana generasi muda memilihliterasinya sendiri yang sesuai dengan perkembangan xaman yang ada. Kata kunci : teknologi digital, Literasi digital, literasi media baru, kemahiran digital. 48","BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Literasi hari ini tidak hanya berpaku pada kegiatan membaca dan menulis atau sesuatu yang selalu berkaitan dengan buku buku. Literasi hari ini juga mengikuti arah perkembangan teknologi yang setiap hari terus berevolusi. Teknologi yang kian masif juga dapat mengaburkan dan mempengaruhi setiap aspek kehidupan kita tak terkecuali bidang literasi. Hingga muncullah sebuah istilah baru bernama literasi digital. Digitalisasi pada literasi semakin memudahkan manusia untuk mengakses suatu informasi dari sebuah perangkat teknologi seperti smartphone, PC, laptop, dan sebagainya dengan platform yang beragam. Mengutip \u201cSeri Buku Literasi Digital Kerangka Literasi Digital Indonesia\u201d, secara umum, yang dimaksuddengan literasi digital adalah kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, membuat, dan mengkomunikasikan konten\/informasi, dengan kecakapan kognitif maupun teknikal. Disamping kemudahan yang didapat dari adanya sebuah digitalisasi dalam literasi, tantangan yang harus dihadapi juga semakin kompleks. Salah satu contohnya misalnya adalah generasi sekarang yang setiap hari dekat dengan media sosial seperti instagram, twitter, youtube, tiktok, dll. Bermedia sosial juga dapat dikatakan sebagai salah satu bentuk dari literasi digital. Bahkan media sosial juga termasuk sebagai new media literacy atau literasi media baru.Tidak jauh berbeda dengan konsep dalam literasi digital, literasi media baru merupakan konsepyang menggambarkan bagaimana individu mengakses beberapa media, memahami konten media, dan membuat pesan mereka sendiri (Buckingham et al., 2005). Berdasarkan kerangka kerja literasi media baru, keterampilan literasi media diwakili oleh 10 indikator sebagai berikut: Keterampilan mengkonsumsi (1) dan pemahaman (2) mencakup keterampilan teknis dan kemampuan menangkap ketika seorang individu mengkonsumsi konten media. Analisis (3) dan sintesis (4) terdiri dari keterampilan mengkonstruksi, merekonstruksi, dan remix konten media dengan menggabungkan berbagai sudut pandang . Evaluasi (5) menunjukkan kemampuan untuk menanyakan, mengkritik, dan menilai kelayakan isi media . Keterampilan prosuming (6), distribusi (7), dan produksi (8) membahas keterampilan teknis untuk memproduksi, menyebarluaskan, dan menggandakan konten media. Partisipasi (9) menunjukkan kemampuan untuk berkontribusi secara proaktif dan kritis pada platform media baru. Penciptaan (10) terdiri 49","dari keterampilan untuk menghasilkan konten media dengan pertimbangan kritis terhadap nilai- nilai dan ideologi sosial-budaya. Melihat dari banyaknya tantangan keterampilan yang harus dihadapi oleh generasi Z dalam berliterasi saat ini, maka kita tidak hanya dituntut untuk memiliki keterampilan tersebut namun juga bagaimana generasi kita menjadi mahir dan menguasainya. Setiap individu juga perlu memahami bahwa literasi digital merupakan hal penting yang dibutuhkan untuk dapat berpartisipasi di dunia modern sekarang ini. Rumusan Masalah Dari latar belakang dijelaskan bahwa karena meningkatnya tuntutan akan keterampilan dalam berliterasi digital maupun literasi media baru, telah menjadi kebutuhan untuk menyelidiki faktor-faktor yang mempengaruhi literasi media baru (Young, 2015). Sehingga penelitian saat ini memberikan hasil empiris untuk pemahaman yang lebih baik tentang apa itukemahiran digital, cara meningkatkan keterampilan digital, serta kaitannya dalam budaya literasi media baru . Tujuan Penulisan Tujuan umum dari penulisan karya tulis ilmiah ini adalah untuk memberikan gambaran bagaimana meningkatkan kemahiran digital dalam budaya literasi media baru. Sedang tujuan khusus dari karya tulis ini adalah diajukan untuk mengikuti kegiatan lomba pekan raya literasi budaya Litfest Brawijaya 2022. Manfaat Penulisan Penelitian dapat dikatakan berhasil apabila penelitian ini dapat dimanfaatkan khalayak dalam menambah pengetahuan tentang literasi digital khususnya budaya literasi media baru. Serta bagaimana meningkatkan kemahiran dalam berliterasi digital. Bagi penulis dapat menjadi sebuah pengalaman berharga dalam upaya mengembangkan kemampuan penulis. 50","BAB II LANDASAN TEORI Digital Pengertian umum dari istilah digital adalah suatu gambaran yang terkaitkan dengan keadaan bilangan di dalamnya dari angka 0 dan 1. Istilah ini juga sering disebut denga digit ganda atau binary digit. Pengertian lain dari istilah digital adalah suatu sinyal atau data yang dinyatakan dalam rangkaian digit angka, yaitu 0 dan 1. Pengertian ini juga diwakili oleh kuantitas fisik. Istilah digital juga merupakan suatu teknologi yang mampu melakukan penyimpanan, pemrosesan, dan menghasilkan berbagai macam data yang terdapat dalam dua kondisi, yakni negative dan juga positif. Kondisi positif akan dinyatakan dengan angka 1 dan kondisi negatinf akan dinyatakan dengan angka 0. Perkembangan Menurut Hurlock (1976:2), istilah perkembangan berarti perubahan yang bersifat progresif yang terjadi dari proses kematangan dan pengalaman. Seifert dan Hoffnung (1994:9) juga mendefinisikan perkembangan sebagai perubahan-perubahan jangka panjang di dalam perasaan, pola berfikir, relasi sosial, dan keahlian motoric. Perkembangan adalah sebuah istilah yang tidak terbatasi oleh pengertian pertumbuhan, yang memiliki arti semakin besar. Perkembangan adalah sesuatu yang mengandung beberapa rangkaian psikis yang mengalami perubahan yang terus-menerus dan bersifat tetap dari serangkaian fungsi-fungsi rohaniah dan jasmaniah yang dimiliki oleh tiap individu. Budaya Literasi Budaya literasi adalah sebuah proses pembiasaan terhadap aktivitas-aktivitas menulis dan membaca. Budaya literasi adalah dapat digolongkan sebagai tingkat literasi dasar. Istilah dari literasi memang memiliki sifat yang fleksibel dan cenderung berkembang menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Seiring dengan perkembangan zaman, istilah literasi mengalami ekspansi yang menyesuaikan dengan bidang tertentu. Literasi tak lepas kaitannya dengan sebuah teks atau pun wacana. Di era saat ini, literasi tidak hanya dilakukan dengan cara membaca buku fisik, namun telah merambah kepada digitalisasi. Dewasa ini, banyak penulis 51","muda berkarya melalui media virtual yang dapat menjangkau egala penjuru (jangkauan) khususnya generasi milenial yang aktif di dalamnya. Efisiensi waktu dan biaya menjadi salah satu alasan para gerenasi muda untuk membaca di media sosial tersebut. Ketika literasi mengalami integrasi dengan kegiatan sehari-hari, dari sini mulai tertanama istilah budaya literasi. Oleh sebab itu, budaya literasi adalah suatu penanaman kebiasaan, yang berkembang menjadi suatu pedoman dalam segala kegiatan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Literasi Media Baru Pengertian literasi media yang dikemukakan oleh Rochimah (2011) merupakan sebuah Pendidikan yang mengajari mengenai khalayak media agar tumbuhnya kemampuan untuk menganalisis pesan media, memahami bahwa media juga memiliki tujuan komersial maupun politik yang akan mendorong mereka untuk mampu bertanggungjawab serta dapat memberika respon yang tepat ketika akan dihadapi dengan media. Dewasa ini, dengan berkembangnya teknologi informasi secara pesat, penyebaran informasi semakin cepat menyebar kepada para pengguna teknologi informasi dan hal ini membuat para pengguna harus mampu untuk mengontrol masuk nya informasi yang mereka dapatkan atau dalam artian lain para pengguna harus terbuka terhadap media massa dan segala yang ada di dalam nya. Dapat kita ketahui bahwa konten yang sering muncsul di media massa untuk saat ini adalah konten yang berkaitandengan kekerasan, pelanggaran terhada norma-norma masyarakat bahwa tidak sedikit pula konten yang memuat unsur SARA di dalamnya. Oleh karena itu, pengguna harus pandai dalammemilah media yang mereka baca, tonton, ataupun dengan dan juga harus dapat memahami isipesan yang tercantum di media massa. Maka dari itu, literasi media dikemukakan untuk dapatmenjadi pelindung bagi masyaraat sebagai pengguna teknologi informasi khususnya media massa. Awal mula literasi media mulai diterapkan dan mulai dijadikan sebagai sebuah poros pembelajaran adalah pada tahun 1964 yaitu pada saat UNESCO mulai mengembangkanprogram Pendidikan media yang nantinya akan dijalankan di seluruh dunia, hal ini di tulis olehHobbs pada tahun 1999 dalam Lutviah (2010). Sedangkan di Indonesia sendiri, literasi media mulai dikenal pada tahun 2000-an yaitu setelah mulai meningkatnya fenomena-fenomena mengenai dampak dari media massa. Dengan berkembangnya teknologi informasi, literasi media yang pada awalnya hanya terdapat literasi media konvensional mulai berkembang puladengan adanya literasi media baru. Literasi media baru ini merupakan sebuah pengembangan dari model literasi media yang konvensional. Pada literasimedia baru ini, batasan serta pengertian akan menjadi berkembang luas dibandingkan literasi media sebelumnya yang manahal ini juga didorong dengan meningkatnya serta munculnya kreatifitas dari individu untuk membuat sebuah konten 52","pada media massa dan hal ini akan membuat seorang individu tidak hanya menjadi seorang pengguna tetapi juga menjadi produser konten pada media massa. Dengan pemahaman yang baik mengenai literasi media baru ini akan membuat seorang pengguna lebih memiliki pemikiran yang kritis saat harus menerima suatu informasi yang adadi media massa dan dapat mengantisipasi adanya unsur media yang tidak pantas dan dapat menghindarinya dibandingkan dengan pengguna yang tidak memahami literasi media baru. 53","BAB III METODE PENELITIAN Penulis dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, karena permasalahan berhubungan dengan manusia yang secara fundamental bergantung pada pengamatan. Menurut Moleong (2011: 6) bahwa: Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Sedangkan definisi pendekatan kualitatif menurut Sugiyono (2011: 9) bahwa: Metode penelitian kualitatif adalah metode yang berdasarkan pada filsafat postpositivisme, sedangkan untuk meneliti pada objek alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara triangulasi (gabungan). Analisis data bersifat induktif atau kualitatif, dan hasil penelitian lebih menekankan makna daripada generalisasi. Berdasarkan dua pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa pendekatan kualitatif adalah pendekatan yang dilakukan secara utuhkepada subjek penelitian dimana terdapat sebuah peristiwa dimana peneliti menjadi instrumenkunci dalam penelitian, kemudian hasil pendekatan tersebut diuraikan dalam bentuk kata-katayang tertulis data empiris yang telah diperoleh dan dalam pendekatan ini pun lebih menekankan makna daripada generalisasi 54","BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Kemahiran Digital UNESCO mendefinisikan kemahiran digital sebagai berbagai kemampuan untuk menggunakan perangkat digital, aplikasi komunikasi, dan jaringan untuk mengakses dan mengelola informasi. Peralihan masa kini bersifat selaras dengan adanya perubahan pada revolusi industry, yaitu Revolusi Industri 4.0. Perubahan-perubahan ini telah mendorong kepada pengggunaaan dan juga keperluan teknologi digital. Tetapi masih bisa dilihat dari kalangan masyarakat, bahwa ada segelintir yang kurang mahir atau menguasai teknologi digital. Daripada ini, perlu adanya latihan dan pembelajaran yang periu dijalankan mengenai teknologi digital ini, khususnya di kalangan yang belum mahir dalam penguasaannya. Menurut Zimmerman (2018) menyatakan bahwa revolusi industry 4.0 merupakan 75% pekerjaann yang melibatkan kemahiran saintifik, teknologi, kejuruteraan dan matematik, dan internet. Perkembangan revolusi industry secara berkala menyebabkan beberapa perkara dari perkembangan yang berlaku ini. Menurut Logarajah (2020), kemahiran digital adalah kepakaran dan pengetahuan yang diperlukan untuk menggunakan alat digital untuk hasil yangoptimum. Sebagai sebuah contoh, penggunaan kalkulator adalah sebuah bentuk kemahiran digital, tetapi seiring dengan perkembangan inovasi, Microsoft Excel menjadi cara untuk melakukan kalkulasi secara otomatis. Meningkatkan Kemahiran Digital Kemahiran digital ini dilihat mendatangkan banyak kebaikan, baik kepada individu, masyarakat dan negara. Kemahiran digital ini bersifat imperatif agar individu tidak ketinggalan dengan perubahan-perubahan yang disebabkan oleh perkembangan zaman. Oleh karena itu, terdapat banyak kursus dan latihan yang berkaitan dengan kemahiran digital yang dapat dipahami dan dipelajari oleh masyarakat. Sehubungan dengan perkembangan teknologi, yaitu serangkaian alat yang memiliki pengaruh dalam pengguabahan dalam setiap aspek kehidupan pada masa kini, terutama pada sektor pekerjaan, ini karena kemahiran digital seorang individu bisa meningkatkan efektivitas performa pada bidang pekerjaan yang ditekuni. Kemahiran digital sangat penting untukdimiliki dan diasah oleh tiap individu pada Era Revolusi Industri 4.0. 55","Merujuk kajian dari DQ Institute, untuk saat ini, setidaknya ada delapan aspek kemahiran digital yang perlu ditanamkan kepada setiap individu di era ini, diantaranya : a. Identitas digital. Ini adalah kemampuan untuk membuat dan mengelola identitas dan reputasi diri secara online. Ini termasuk kesadaran akan eksistensi online seseorang dan pengelolaan dampak jangka pendek dan jangka panjang dari kehadiran seseorang secara online. b. Penggunaan perangkat digital. Hal ini berkaitan dengan kemampuan dalam menggunakan perangkat dan media digital. Termasuk dalam hal ini bagaimana mengontrol diri untuk menjaga keseimbangan yang sehat antara aktivitas online dan aktivitas offline. c. Keamanan digital. Kemampuan ini dibutuhkan untuk mengantisipasi dan meminimalisir berbagai risiko negatif yang mungkin muncul dari aktivitas online. d. Ketahanan digital. Aspek ini terkait dengan kemampuan untuk mendeteksi adanya ancaman di dunia maya (misalnya peretasan, penipuan, serta malware) dan mengambil tindakan-tindakan yang diperlukan untuk perlindungan data. e. Kecerdasan emosional digital. Bertujuan agar seseorang meiliki empati dan membangun hubungan baik dengan orang lain secara online. f. Komunikasi digital, berupa kemampuan untuk berkomunikasi dan berkolaborasi secara konstruktif dengan orang lain menggunakan teknologi dan media digital. g. Literasi digital. Ini mencakup kemampuan-kemampuan untuk menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, berbagi, dan membuat konten-konten positif serta dimilikinya kompetensidalam berpikir komputasi. h. Hak digital. Setiap individu perlu memiliki kemampuan untuk memahami dan menegakkan hak-hak pribadi dan hukum. Termasuk di sini hak atas privasi, kekayaan intelektual, kebebasan berekspresi, dan perlindungan dari ujaran kebencian. Teknologi Digital dalam Budaya Literasi Media Baru Sesuai dengan kemajuan teknologi di Era Revolusi Industri 4.0, informasi-informasi yang disajikan dalam media-media menjadi tidak tidak dibatasi. Buku-buku elektronik dapat didapatkan melalui dalam jaringan dengan mudah, serta dengan keberadaan situs-situs belajar dengan metode dalam jaringan semakin menyebar luas karena menawarkan efektivitas di 56","kalangan pelajar. Diperlukan kreatifitas dan pemahaman yang komprehensif untuk mendapatkan solusi yang tepat untuk menghadapi tantangan digital dalam budaya literasi. Sekarang banyak aplikasi yang dapat menambah semangat dalam literasi, literasi juga merupakan denyut dari dunia pendidikan. Adanya literasi membuat wawasan tiap individu lebih luas serta bertambahnya pengetahuan. Teknologi yang semakin berkembang tentu sangat berpengaruh terhadap banyaknya peminat-pemintar literasi. Selain pengaruh perkembangan teknologi, program-program literasi juga bisa didapatkan di media social. Media sosial memudahkan seseorang untuk berinteraksi dengan orang lain dan membuat seolah dunia tidak memiki batas ruang. Dengan media sosial pula, jarak yang begitu jauh bisa menjadi begitu dekat. Tak hanya itu, media sosial juga memiliki manfaat pada bidang pendidikan dan bisnis. Dalam bidang pendidikan, untuk saat ini baik siswa maupun pengajar dapat memperoleh informasi dan membagikan ilmu dengan lebih efektif. Sedangkan dalam bidang ekonomi atau bisnis, pihak penjual dapat memasarkan dan menjual produknya dengan kawasan yang lebih luas sebab di era modern seperti saat ini, gawai dan juga media sosial telah menjadi kebutuhan pokok yang tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari. Beberapa contoh media sosial yang terus berkembang, yakni Twitter, Facebook, YouTube, Instagram, Whatsapp, dan masihbanyak lainnya. Dari beberapa media social tersebut, untuk saat ini Facebook telah menjadi raksasa media jejaring sosial paling populer di dunia dan menaungi berbagai media sosial lainnya seperti Instagram, Whatsapp Messenger, dan lain sebagainya. Penggunaan media sosial ini sangat beragam. Ada yang menggunakan media sosial untuk menikmati konten, membuat konten, mencari informasi di segala bidang, dan juga menambah wawasan. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi ini dapat membuka dan menghasilkan peluang yang baik. Maka untuk dapat mencapai peluang tersebut, diperlukan keterampilan serta keahlian khusus bagi penggunanya. Pembelajaran mengenai keterampilan serta keahlian ini dianggap sebagai literasi media baru di mana hal tersebut menuntut penggunanya untuk dapat berpikir cepat, tepat, dan kritis. Hubungan antara literasi media baru dengan penggunaan media sosial dapat membantu memprediksi tingkat literasi media baru dari setiap individu. Hal tersebut sangat penting untuk dimiliki dan dipelajari agar dapat meminimalisir dampak dari teknologi media baru sebab seperti pada mulanya teknologi media baru khususnya media sosial yang diciptakan untuk membantu dan memudahkan manusia dalam berkomunikasi. Tantangan utama dalam kemunculan teknologi media baru adalah untuk melihat kepercayaan, objektivitas, dan keakuratan informasi (Chiu, Tsai, & Liang, 2015; Reisoglu, Toksoy, & Erenler, dalam Celik et 57","al., (2021)). Sebab seiring dengan perkembangannya, telah muncul beberapa permasalahan, seperti kasus hoax, cyber bullying atau perundungan, penipuan, dll. Untuk mengatasi tantangan tersebut, para pengguna harus memiliki pendekatan rasional dan kritis terhadap informasi yaitu dengan meningkatkan kemahiran dalam berliterasi digital. Pendekatan ini menyangkut keyakinan epistemologis, yang menilai keakuratan dan kepastian informasi. Kerangka kerja literasi media baru, keterampilan literasi media diwakili oleh 10 indikator sebagai berikut yang harus dikuasai oleh semua individu yang terlibat dalam perubahan ini . Keterampilan mengkonsumsi (1) dan pemahaman (2) mencakup keterampilan teknis dan kemampuan menangkap ketika seorang individu mengkonsumsi konten media. Analisis (3) dan sintesis (4) terdiri dari keterampilan mengkonstruksi, merekonstruksi, dan remix konten media dengan menggabungkan berbagai sudut pandang . Evaluasi (5) menunjukkan kemampuan untuk menanyakan, mengkritik, dan menilai kelayakan isi media . Keterampilan prosuming (6), distribusi (7), dan produksi (8) membahas keterampilan teknis untuk memproduksi, menyebarluaskan, dan menggandakan konten media. Partisipasi (9) menunjukkan kemampuan untuk berkontribusi secara proaktif dan kritis pada platform media baru. Penciptaan (10) terdiri dari keterampilan untuk menghasilkan konten media dengan pertimbangan kritis terhadap nilai-nilai dan ideologi sosial-budaya. 58","BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Era Revolusi Industri 4.0 merupakan sebuah puncak baru dalam perkembangan teknologi digital. Dengan adanya inovasi-inovasi yang terus diciptakan, teknologi digital semakin canggih dan juga semakin berpengaruh kepada setiap aspek dalam kehidupan mayarakat sehari-hari. Teknologi digital memudahkan pekerjaan-pekerjaan menjadi jauh lebih ringan, dan juga membuat proses lebih efisien, ini termasuk dalam aspek budaya literasi. Budaya literasi tentunya adalah produk dari kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari, dengan adanya integrasi dengan teknologi digital, budaya literasi makin mudah untuk dijangkau oleh masyarakat, dengan adanya eliminasi batasan-batasan. Teknologi digital juga memudahkan aspek-aspek dalam literasi, seperti media baru literasi berupa media social. Media sosial sekarang ini juga dapat menjadi tempat berliterasi khusunya generasi muda Tetapi yang paling penting adalah bagaimana kita menerapkan keterampilan-keterampilan yang diperlukan dalam berliterasi digital. Saran Adapun saran yang dikembangkan oleh penulis untuk menjadi manfaat dalam penulisan karya tulis ilmiah selanjutnya adalah : 1. Adanya perhatian dari dalam masing-masing individu untuk meningkatkan kemahirandigitalnya dalam berliterasi. 2. Akan lebih baik jika ada briefing dalam penulisan karya tulis ilmiah. 59","DAFTAR PUSTAKA Celik, I., Muukkonen, H., & Dogan, S. (2021). A model for understanding new media literacy: Epistemological beliefs and social media use. Library and Information Science Research, 101-125. Ibnu. (2021, November 19). Accurate. Retrieved from Accurate.id: https:\/\/accurate.id\/teknologi\/digital-adalah\/ Purnama, M. (2021, November 5). SMPN 4 Kota Bekasi. Retrieved from smpn4kotabekasi.sch.id: https:\/\/smpn4kotabekasi.sch.id\/FrontCtrl\/news\/PENTINGNYA-BUDAYA- LITERASI- Surya, I. (2022, April 30). Digitalbisa. Retrieved from digitalbisa.id: https:\/\/digitalbisa.id\/artikel\/membekali-anak-dengan-8-kemahiran-digital- QXthw#:~:text=UNESCO%20mendefinisikan%20kemahiran%20digital%20sebag ai, untuk%20mengakses%20dan%20mengelola%20informasi. Cahyono, A. S. (2016). Pengaruh media sosial terhadap perubahan sosial masyarakat di Indonesia. Publiciana, 9(1), 140\u2013157. Lutviah. (2010). Citizen Journalism Berbasis Blog Group dan Penerapannya untuk Literasi Media Studi Kasus: Kompasiana.Com. Puspitarini, D. S., & Nuraeni, R. (2019). Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Media Promosi. Jurnal Common, 3(1), 71\u201380. 60","BAB II INFOGRAFIS Infografis dijadikan sebagai salah satu bidang lomba dalam Pekan Raya Literasi Budaya Litfest Brawijaya 2022, dimana bidang lomba ini dapat menjadi wadah untuk mengembangkan minat generasi Z dalam menggerakan hati masyarakat Indonesia agar lebih memperhatikan literasi dan budaya. Melalui infografis yang disajikan kita dapat menambah ilmu dan pengetahuan mengenai literasi dan budaya dengan desain yang menarik. 61","INFOGRAFIS 1 Pentingnya Literasi Digital untuk Masa Depan Bangsa Moch Ilham Firmansyah Universitas Islam Malang 62","INFOGRAFIS 2 Pelukah Budaya Literasi di Era Masa Kini? Dendy Prayoga Universitas Negeri Malang 63","INFOGRAFIS 3 Pengaruh Sosial Media terhadap Minimnya Tingkat Literasi Maria Frederica A. S., Jihan Imaliana R. Universitas Brawijaya 64","INFOGRAFIS 4 Budaya Penerapan Literasi pada Anak Audry Shafa, Ashillah Filanti Universitas Brawijaya 65","INFOGRAFIS 5 Gen Z vs Literasi Hania Zuhda, Jingga Rasika M. B. Universitas Brawijaya 66","BIOGRAFI PENULIS Ahmad Miftah Abdul Rozaq saat ini merupakan mahasiswa aktif Ilmu Perpustakaan dan Informasi FIA UB dan sedang menempuh semester 5. Perantau asal Jawa Tengah yang sekarang berdomisili di Malang ini, pernah aktif bersama HMPIP tahun 2021 dan saat ini turut aktif dalam kepanitiaan yang diadakan oleh himpunan. Minatnya pada keilmuan LIS mendorongnya mengikuti kompetisi karya tulis ilmiah Litfest Brawijaya tahun ini. Semoga kedepannya lebih bersemangat dan penuh komitmen untuk terus berkarya terutama dalam bidang LIS. Alfina Auliyaul Chusna lahir di Blitar, 6 Januari 2003. Alfina merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Adapun kegemarannya yaitu editing. Latar belakang pendidikan Alfina bermula di TK Raden Patah Kota Blitar. Kemudian berlanjut di jenjang sekolah dasar, yaitu menempuh jenjang ini di SDI Ma\u2019arif Kota Blitar pada tahun 2009- 2015. Setelah menyelesaikan jenjang ini, dilanjutkan ke jenjang sekolah menengah di MTsN 1 Kota Blitar pada tahun 2015- 2018. Kemudian, sekolah menengah selanjutnya yang ditempuh adalah berada di SMAN 1 Blitar pada tahun 2018- 2021. Saat ini, Alfina sedang melanjutkan studinya di Universitas Brawijaya tepatnya prodi Perpajakan, Fakultas Ilmu Administrasi. Adapun organisasi atau ekstrakulikuler yang pernah diikuti adalah Takmir SMAN 1 Blitar. Lahir di Jakarta pada Juni 2002, Ashilah Filanti Putri yang akrab disapa Shila, merupakan mahasiswi yang sedang menempuh studi di Universitas Brawijaya mulai tahun 2021. Ia memiliki ketertarikan pada bidang ilustrasi dan desain sejak kecil. Walaupun demikian, ia tidak membatasi dirinya dan terus mengeksplorasi hal-hal baru yang menarik perhatiannya. Sebab Ia percaya bahwa manusia itu tidak dibatasi oleh satu definisi saja dan manusia memiliki kendali untuk mendefinisikan dirinya. 67","Audry Shafa Putri, biasa dipanggil Audry, merupakan anak pertama dari 3 bersaudara yang lahir di Malang, 1 November 2002. Ia memiliki kemampuan dalam membaca, menulis, mendengar, dan berbicara bahasa Inggris dengan baik. Ia juga dapat mengoperasikan dasar dari MS Office, dan juga mengoperasikan aplikasi editing seperti photoshop dan canva dengan baik. Ia memulai pendidikan di Universitas Brawijaya sejak 2021 lalu, dan mengambil prodi Ilmu Perpustakaan. Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kontak pribadinya di email, [email protected], dan nomor telepon pribadinya, 082232259888. Dendy Prayoga lahir pada 05 Mei 2002 di Malang, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Putra dari Bapak Sujatno dan Ibu Puji Lestari ini merupakan anak kedua dari 3 bersaudara. Memiliki kegemaran dalam membuat sesuatu yang kreatif mulai dari menggambar, fotografi, maupun hobi mengulik cinematography suatu film. Saat ini saya terdaftar sebagai mahasiswa di Program Studi S1 Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Selama duduk dibangku sekolah dia hanya orang yang aktif dalam mengikuti beberapa organisasi jurnalistik dan ikut berpartisipasi dalam membuat suatu majalah tahunan sekolah. Beranjak ke ranah universitas ia mulai ikut berpartisipasi di organisasi OPIUM (Organisasi Pecinta Seni FIP UM) dan belajar banyak untuk mengembangkan skill di bidang seni nya. Mulai dari situ juga memberanikan diri untuk terus belajar dan mengikuti berbagai bidang lomba di bidang visual. Della Agustin Imawati Putri atau biasa dipanggil Della adalah seorang mahasiswi Fakultas Ilmu Administrasi jurusan Administrasi Publik program studi Ilmu Perpustakaan. Della lahir di Tulungagung, 13 Agustus 2003. Pada umur ke 5 tahun, Della dan keluarga pindah ke Kota Kediri dan menetap di sana hingga sekarang. Selama berkuliah Della berusaha aktif baik di organisasi maupun kepanitiaan guna mengembangkan diri lebih baik lagi. 68","Hari Firmansyah atau yang biasa disapa Hari adalah anak kelahiran dari Depok, Jawa Barat. Seorang Mahasiswa Program studi Ilmu Perpustakaan jurusan Administrasi Publik Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya. Hal yang paling disukai adalah menonton animasi fantasy. Selama di dunia sekolah aktif mengikuti kegiatan-kegiatan baik kegiatan akademik serta non- akademik, seperti Rohani Islam, OSIS, dan PMR. Tidak hanya itu di kuliah juga aktif dan mengambil peran di lembaga-lembaga yang disediakan oleh Universitas. Hania Zuhda, atau yang lebih sering dipanggil dengan nama Hania, lahir pada 20 Februari tahun 2003. Ia terlahir sebagai anak bungsu yang dibesarkan di kota Malang. Riwayat pendidikan Hania dimulai ketika ia memasuki sekolah dasar di usia 6 tahun, tepatnya di SD Negeri Kesatrian 1 Malang , lalu ia melanjutkan sekolahnya di SMP Negeri 19 Malang. Selepas itu, ia melanjutkan pendidikannya lagi di SMK Negeri 4 Malang dan meneruskan studinya di bidang Ilmu Perpustakaan Universitas Brawijaya. Jihan Imaliana Rizki atau biasa dipanggil Jihan adalah perempuan kelahiran Jakarta pada 16 Mei 2002. Jihan adalah anak ketiga dari tiga bersaudara yang pada saat ini sedang menempuh pendidikan di Universitas Brawijaya, Malang. Ia memiliki hobi membaca, mendengarkan musik, dan menonton film. Selain itu, selama berkulah dan berorganisasi ia juga mempunyai ketertarikan dalam bidang marketing dan berwirausaha. Memiliki kepribadian yang ceria dan aktif membuat ia mudah diterima di lingkungan pertemanan maupun lingkungan kerja baru. Walaupun banyak rintangan dalam hidup, menyerah bukan lah jawabanya itulah yang Jihan pegang sebagai pedoman kehidupan. 69","Jingga Rasika Marla Basoeki, atau yang lebih sering dipanggil dengan nama Jingga, lahir pada 11 Maret tahun 2004 di Jakarta Selatan. Ia terlahir sebagai anak pertama yang dibesarkan di sudut kota Jakarta, sebelum akhirnya pindah ke Kota Depok, Jawa Barat. Selama kurang lebih 10 tahun tinggal disana, Jingga bersama orang tua dan kedua adiknya kemudian terpaksa pindah rumah lagi ke Kota Malang, Jawa Timur, tepatnya di tahun 2016. Meski sulit, ia tetap berusaha semampunya untuk menyesuaikan dirinya di lingkungan baru. Saat SMP, ia tertarik dengan ilmu bela diri dan kepramukaan, yang mana ia tekuni selama 3 tahun disana. Selepas itu, ia melanjutkan pendidikannya lagi di SMA Negeri 1 Malang, dengan menekuni hobi yang berbeda, yakni jurnalistik. Karena memperoleh nilai yang memuaskan, Jingga yang secara tiba-tiba tertarik untuk meneruskan studinya di bidang Ilmu Perpustakaan, berhasil diterima di Universitas Brawijaya, dengan Program Studi tersebut. Made Chintana Laksmi Devi lahir pada 13 Maret 2004 di Kota Negara, Provinsi Bali dari pasangan I Nyoman Raman (Alm.) dengan Ni K Ketut Suariasih dan merupakan anak kedua dari dua bersaudara, memiliki seorang kakak laki-laki yang bernama Gde Rama Isimunuartha. Memiliki kegemaran dalam membaca buku, khususnya buku fiksi, membaca Wattpad, AU (Alternate Universe) di Twitter, serta mendengarkan Podcast Rintik Sedu. Saat saya ini terdaftar sebagai mahasiswa baru di Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya melalui jalur masuk SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Selama duduk di bangku SMA, aktif dalam organisasi kepramukaan dan menjabat sebagai anggota Dewan Ambalan, serta panitia Tamu Ambalan SMA Negeri 1 Negara bagian publikasi dan dokumentasi. Turut berpatisipasi dalam beberapa lomba, hingga berkesempatan menjadi salah satu Finalis KoPSI (Kompetisi Penelitian Siswa Indonesia) Bidang Matematika, Sains, dan Teknologi Tahun 2021 jenjang SMA di bawah naungan Pusat Prestasi Nasional Kemdikbudristek Republik Indonesia. 70","Maria Frederica Anabel Saragih atau biasa dipanggil Abel adalah perempuan kelahiran Bogor pada 22 Agustus 2002. Abel adalah anak pertama dari tiga bersaudara yang pada saat ini sedang menempuh pendidikan di Universitas Brawijaya, Malang. Ia memiliki hobi mendesain. membaca, mendengarkan musik, dan memasak. Selain itu, ia juga mempunyai ketertarikan untuk belajar hal-hal baru yang belum pernah ia dapatkan sebelumnya. Ia percaya bahwa ambisi yang kuat dalam dirinya jika dilakukan dengan tekad yang kuat akan memperluas kapasitas dalam dirinya menjadi individu yang lebih baik dan berguna. Itulah prinsip dalam dirinya untuk menumbuhkan kepribadian yang baik dalam dirinya. Perkenalkan nama saya Moch Ilham Firmansyah lahir pada tanggal 08 November 1999 di Kota Malang, Jawa Timur dari pasangan M Andri Arifin (Alm.) dengan ibunda saya Siti Munawaroh, merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara. Memiliki kegemaran dalam dunia seni terutama desain grafis, biasa menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer hanya untuk menggambar atau menentukan mana warna yang cocok untuk digunakan. Saat ini sedang mengambil prodi Pendidikan Agama Islam di Universitas Islam Malang. Selama diperkuliahan saya aktif dalam kegiatan perlombaan terutama dibidang desain hal ini bertujuan untuk mengasah dan meningkatkan skill saya. Selain mengikuti lomba saya juga memiliki kesibukan sebagai seorang Freelancer Graphic Designer disalah satu website microstock di Polandia. Nur Azizah saat ini merupakan seorang mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan semester lima dari Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya. Penulis lahir di Mojokerto pada tanggal 8 Januari 2002 dan saat ini berusia 20 tahun. Alamat lengkap penulis berada di kabupaten Mojokerto tepatnya di Dsn. Daleman Selatan Ds. Japan Sooko Mojokerto. Namun saat ini sudah resmi menjadi anak kos di Kelurahan Ketawanggede Lowokwaru Kota Malang. Saat ini aktif di kegiatan 71","organisasi Himpunan Mahasiswa Prodi Ilmu Perpustakaan (HMPIP) 2022. Selain itu juga aktif scroll-scroll medsos dan suka baca buku. Rakha Hafish Setiawan saat ini sedang menempuh pendidikan di Universitas Brawijaya program studi ilmu perpustakaan semester 5 fakultas ilmu administrasi jurusan administrasi publik. Penulis lahir di kota Jakarta Selatan pada tanggal 8 Januari 2002. Pada saat ini penulis sedang bersemangat mengejar mimpinya dalam analitik data bisnis. Penulis berharap dengan kreasi dari inovasi analisis data bisa membuat program studi ilmu perpustakaan lebih maju.Rakha Hafish Setiawan, saat ini sedang menempuh pendidikan di Universitas Brawijaya program studi ilmu perpustakaan semester 5 fakultas ilmu administrasi jurusan administrasi publik. Penulis lahir di kota Jakarta Selatan pada tanggal 8 Januari 2002. Pada saat ini penulis sedang bersemangat mengejar mimpinya dalam analitik data bisnis. Penulis berharap dengan kreasi dari inovasi analisis data bisa membuat program studi ilmu perpustakaan lebih maju. 72","73"]
Search