Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore Ketidaksetaraan Pelayanan Spesialistik di Rumah Sakit Jiwa

Ketidaksetaraan Pelayanan Spesialistik di Rumah Sakit Jiwa

Published by By. Hukormas RSJSH, 2021-10-17 04:56:49

Description: Oleh:
Ns. Abdul Jalil, M.Kep., Sp.Kep.J

Search

Read the Text Version

Oleh: Ns. Abdul Jalil, M.Kep., Sp.Kep.J

Pelayanan Kesehatan Jiwa di RSJ Pelayanan Generalis Pelayanan spesialis • Dokter Umum • Psikiater • Perawat generalis • Perawat spesialis • Nutrisionist • Internist • Farmasi klinis • Spesialisi saraf • Psikolog • Spesialis lain • Pekerja sosial





Pelayanan Kesehatan Jiwa di RSJ • Bio, psiko, sosio, Kultural • Ras, etnis • Perhatikan nilai dan keyakinan pasien • Jenis kelamin • Promotive, curative, Rehabilitatif • Pendidikan • Pemenuhan Hak asasi pasien • Ekonomi dan pekerjaan Tidak setara (berbeda, tidak fair, tidak adil)

Cara Mengenali Ketidaksetaraan • Sulit akses • Jenis perawatan dan • Akses ke perawatan dan perawatan yang pengobatan yang pengalaman Pengaruhi dibutuhkan diterima, berbeda hasil dan kemungkinan kualitasnya menurut pemulihan seseorang. • Tidak dapat, berbagai faktor. tertunda, kurang • Orang yang kesulitan ideal • Dipengaruhi oleh waktu akses bantuan, dan yang layanan mengalami perlakuan • Kurang terapeutik berbeda, memiliki hasil • Orang dengan budaya lain, lebih buruk daripada • Sarana tidak lengkap hambatan memiliki orang yang tidak alami pengalaman perawatan kesulitan tersebut. yang lebih buruk.

Faktor yang mempengaruhi akses ke pelayanan: • Ketidakpercayaan terhadap layanan/praktisi • Kekhawatiran tentang kerahasiaan • Ketersediaan informasi yang buruk • Masalah bahasa.

Pelayanan RS yang setara • Ada pilihan dan advokasi • Mudah dalam akses • Pemberi pelayanan kompeten • Kemudahan akses keluarga, pengasuh dan jariangan pendukung • Tidak ada seklusi dan restrain jika tdk penting • Asuhan multi disiplin profesi dan terintegrasi • Perawatan berfokus pada pasien • Pengumpulan dan penggunaan data teratur • Tersedia dukungan sepanjang kehidupan • Tenaga representatif jumlah dan jenisnya

Kesetaraan akan terwujud di pelayanan Kesehatan jiwa jika: • Didukung pemerintah • Pimpinan RS • Sistem pelayanan Kesehatan di RS • Sistem asuhan keperawatan di RS

Layanan Kesehatan jiwa di RS, harus diberikan secara setara Tergantung: • Sumber daya manusia • Sarana prasarana • Komitmen pimpinan • Waktu pemberian layanan Membangun staf yg beragam, pimpinan yang konsisten yg gigih menantang ketidaksetaraan



Kewajiban RSJ untuk kurangi ketidaksetaraan • Wajib menurup ketidaksetaraan dalam akses, pengalaman dan hasil • Dapat dipertanggung jawabkan kepada masyarakat lokal yang sudah dilakukan • Kemajuan harus dipublikasikan secara transparan dengan perbandingan pelayanan lain • Meningkatkan akuntabilitas dapat mengarah pada perbaikan dalam pemberian layanan • Menghasilkan lebih banyak pembelajaran tentang apa yang berhasil dalam mengatasi ketidaksetaraan, dan menumbuhkan lebih banyak kepercayaan antara masyarakat terhadap pelayanan yang ada

Kesetaraan pelayanan Kesehatan jiwa di RSJ dapat dilihat dari: • Upaya RSJ meningkatkan akses pasien terhadap pelayanan Kesehatan • Pengalaman positif pasien terhadap pelayanan yang diberikan sesuai karakteristiknya • Hasil yang didapatkan pasien selama perawatan dan pengobatan

Ketidaksetaraan pelayanan spesialistik dapat disebabkan: • Belum ada tenaga kerja spesialistik (dokter dan perawat) • Belum terbangun kemitraan dengan komunitas local • Masalah perumahan, social, ekonomi, pekerjaan pasien belum menjadi hal yang perlu dibahas dan diselesaikan • Pelayanan berorientasi pada penurunan tanda dan gejala penyakit belum pada upaya pemulihan/ recovery • Asuhan pasien belum terjadi secara multi-profesi yang terintegrasi • Pelayanan belum memperhatikan dan menjunjung tinggi WHO-QR

Bentuk Ketidaksetaraan pelayanan spesialistik • Masih ada pasien LOS-nya memanjang • Pasien tidak ada kemajuan • Pasien kesulitan mengakses informasi • Pasien kesulitan melarikan diri dari RS • Pasien bunuh diri • Pasien kesulitan menemui pemberi layanan spesialistik • Asuhan belum terinteragrasi multi- disiplin profesional

Mengatasi ketidasetaraan, pemenuhan WHO-QR • Membangun kapasitas untuk memahami dan mempromosikan hak asasi manusia dan pemulihan; • Meningkatkan kualitas perawatan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia dalam kesehatan mental dan layanan terkait; • Menciptakan layanan berbasis masyarakat dan berorientasi pemulihan yang menghormati dan memajukan hak asasi manusia; • Mengembangkan gerakan masyarakat sipil untuk melakukan advokasi dan mempengaruhi pembuatan kebijakan; • Mereformasi kebijakan dan undang-undang nasional sesuai dengan standar hak asasi manusia internasional

Memperjuangkan sebuah kesetaraan di RS Kemitraa Tim Multi n Disiplin Staf kompeten Kesetaraan

Bagaimana ketidaksetaraan pelayanan spesialistik dapat diatasi? Tetapkan Harapan Perbaikan Setujui Indikator Hasil Komitmen pada system yang dibuat

Pelayanan Spesialistik yang diharapkan Mampu mengadvokasi: • Ruang perawatan nyaman dan aman • Pemanfaatan ruangan sesuai kebutuhan dan kondisi pasien • Tersedia sarana prasarana asuhan yang mendukung privasi • Tersedia staf yang punya kompetensi yang baik • Tersedia system asuhan/pelayanan pasien jelas sesuai kebutuhan • Memastikan setiap pasien dapat mengakses informasi yg sama • Asuhan pasien tetap memperhatikan, ras, gender, etnis, budaya, social, ekonomi, keuangan dan perumahan pasien→ tidak ada diskriminasi

Peran Perawat Spesialis dalam mengatasi ketidaksetaraan: • Mengusulkan adanya kebijakan atau system mengatasi ketidaksetaraan dari pimpinan RS • Bersama-sama spesialistik lain menghasilkan kebijakan dan panduan pelayanan yg mendukung kesetaraan • Membantu tetapkan model perbaikan dan hasil yang diharapkan dari kesetaraan • Mendukung dan membantu pengembangan kapasitas perawat generalis dalam mengatasi ketidaksetaraan • Mendukung penuh pelaksanaan dari system dan kebijakan yg ada

Memperjuangkan kesetaraan pelayanan • Kualitas pelayanan tinggi • Tepat memenuhi kebutuhan • Dapat diakses dan melayani orang, terlepas dari hambatan struktural, sosial atau budaya, atau karakteristik yang dilindungi (atau lainnya) • Suportif, penyayang, dan adil • Efektif, mengarah pada hasil terbaik.

Tahap mengatasi ketidaksetaraan Identifikasi • Gunakan data dan sumber daya yang ada untuk mengidentifikasi ketidaksetaraan • Kenali populasi Anda • Lakukan penilaian kebutuhan’ • Tinjau layanan apa yang tersedia dan bagaimana layanan itu digunakan • Lakukan analisis ketidaksetaraan • Memanfaatkan keterampilan, pengetahuan, dan sumber daya masyarakat lokal untuk mengidentifikasi ketidaksetaraan

Tahap mengatasi ketidaksetaraan Desain • Lakukan Riset • Berkolaborasi dan mendesain bersama dengan komunitas yang diminati • Menghasilkan ide • Menetapkan prioritas • Memecahkan masalah hambatan dan solusi • Merumuskan rencana • Memanfaatkan metodologi perbaikan dan desain

Tahap mengatasi ketidaksetaraan Evaluasi • Mengumpulkan data dan Tindakan • Memberikan kesempatan bagi pengguna jasa, pengasuh, masyarakat dan tenaga kerja untuk berpartisipasi dalam proses evaluasi dan untuk memberikan umpan balik • Meninjau data dan umpan balik • Mengidentifikasi kesenjangan • Perencanaan masa depan

Tahap mengatasi ketidaksetaraan Deliver • Membuat strategi: pertimbangkan sumber daya, pertimbangkan jangka waktu, pertimbangkan dampaknya • Menerapkan strategi • Memastikan adanya proses tata kelola dan akuntabilitas • Memberikan layanan bersama dengan orang yang menggunakan layanan, pengasuh, dan komunitas

Peran Perawat Spesialis keperawatan jiwa di RS • Psikoterapi spesialis keperawatan • Intervensi Psikofarmakologis→ kolaborasi • Manajemen kasus • Pengembangan dan manajemen program, system, dan kebijakan • Konsultasi psikiatri-keperawatan penghubung • Supervisi klinis • Administrasi, Pendidikan, Praktik penelitian


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook