Listoman Tanjung Sahabat Burung Hantu www.anakrajin.com CAenraitka
BurSuanhgabHaatntu Cerita Anak Penulis Cerita : Listoman Tanjung Ilustrator : Dede Rahmat Tataletak : Gie Cerita ini fiktif, hanya imajinasi penulis belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan. © Hak Cipta Dilindungi Undang-undang Dilarang mengutip atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari www.anakrajin.com. Pertama kali di terbitkan oleh : www.anakrajin.com
Suara nyanyian burung hantu memecah kehingan malam di desa yang sepi. 3© www.anakrajin.com
Suara itu terdengar sangat menyeramkan ditelinga Reni. Gadis 8 tahun ini langsung berlari menemui ibunya dan memeluknya dengan erat. 4 © www.anakrajin.com
Melihat gadis kesayangannya ketakutan, Ibu yang bijaksana ini hanya tersenyum. “Jangan takut sayang, burung hantu hanyalah burung biasa yang aktif di malam hari.” kata ibu Reni menenangkan putri semata wayangnya. 5© www.anakrajin.com
“Burung hantu tidak pernah menggangu manusia, bahkan sebaliknya burung hantu sering membantu petani membasmi hama tikus. Burung hantu termasuk binantang karnivora, salah satu makanan kegemarannya adalah tikus. “ lanjut Ibu Reni sambil membelai-belai rambut anak 6cantiknya. © www.anakrajin.com
“Selain tikus, burung hantu juga kadang memakan mamalia kecil dan ular.” Ibu Reni mengakhiri penjelasannya dan mengajak putrinya tidur. 7© www.anakrajin.com
Setelah mendengar penjelasan ibunya, Reni tak pernah takut lagi dengan burung hantu. Setiap mendengar suara burung hantu, ia membuka jendelanya mengintip burung hantu yang sering bertengger di pohon besar tak jauh dari rumahnya. 8 © www.anakrajin.com
Tapi malam itu Reni tak mendenga suara burung hantu. Ia kuatir telah terjadi sesuatu dengan burung hantu. Karena penasaran, besok sorenya Reni pergi ke pohon besar tempat burung hantu biasa bercokol. 9© www.anakrajin.com
Reni kaget melihat burung hantu yang sedang tersungkur di bawah pohon. Kaki dan sayapnya terluka parah, kemungkinan burung hantu ini terkena tembakan senapan angin. Reni membawa burung hantu itu ke rumahnya. 10 © www.anakrajin.com
Dengan dibantu Ibunya, Reni mengobati dan merawat burung hantu hingga sembuh. Setelah burung hantu bisa terbang kembali, Reni melepas burung hantu agar ia bisa hidup di alam bebas. 11© www.anakrajin.com
Burung hantu tidak pernah pergi jauh, ia selalu terlihat di pohon besar dekat rumah Reni. Burung hantu itu juga sering menemani Reni belajar di malam hari. Mereka menjadi dua sahabat yang saling menyayangi. 12 © www.anakrajin.com
Search
Read the Text Version
- 1 - 12
Pages: