EDISI 3, MARET 2021 DHARMAIS e - News daftar isi Berita 2 Kunjungan Tim Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan Mutu di Era Adaptasi Kebiasaan Baru di Rumah Sakit oleh Kementerian Kesehatan 4 Artikel Kesehatan Radioterapi, Tata Laksana Kanker Teknologi Tinggi TERBIT SETIAP BULAN MEDIA BERITA DAN EDUKASI RS KANKER DHARMAIS
Kata Pengantar Assalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh, Salam sejahtera bagi kita semua. Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat rahmatNya telah terbit Dharmais e - News edisi ke tiga ini, sebagai media berita dan edukasi di Rumah Sakit Kanker Dharmais. Pada edisi ke tiga ini, akan membahas tentang Radioterapi , melalui artikel Kesehatan yang berjudul ”Radioterapi, Tata Laksana Kanker Teknologi Tinggi”, serta berita mengenai “Kunjungan Tim Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan Mutu di Era Adaptasi Kebiasaan Baru di Rumah Sakit oleh Kementerian Kesehatan” Informasi lebih lanjut dapat disimak melalui e- News digital ini. Semoga dengan terbitnya Dharmais e- News terbitan ke tiga ini, akan menambah khasanah berita dan informasi kesehatan bagi kita semua. Demikian, semoga Dharmais e- News ini dapat menjadi media berita dan edukasi yang bermanfaat. Wa ‘alaikumus salam wa rahmatullahi wabarakatuh Direktur Utama dr. R Soeko W Nindito, D, MARS DHARMAIS e-NEWS EDISI 3, MARET 2021 1
Berita Kunjungan Tim Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan Mutu di Era Adaptasi Kebiasaan Baru di Rumah Sakit oleh Kementerian Kesehatan DHARMAIS e-NEWS EDISI 3, MARET 2021 2
Berita 19 Maret 2021 Kunjungan Tim Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan Mutu di Era Adaptasi Kebiasaan Baru Kunjungan Tim Pemantauan dan di Rumah Sakit oleh Kementerian Kesehatan Evaluasi Pelaksanaan Mutu Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terus di Era Adaptasi Kebiasaan Baru membenahi protokol kesehatan bagi semua rumah sakit guna mencegah penyebaran wabah Covid-19. Salah satunya adalah dengan diterbitkannnya Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Nomor HK. 02.02/I/4405/2020 tentang Pedoman Pemantauan dan Evaluasi Kesiapan RS pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), yang digunakan untuk memantau, mengevaluasi dan meningkatkan kesiapan RS menghadapi pandemi. Mengacu pada pedoman tersebut, Direktorat Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan menugaskan Tim yang dipimpin oleh dr. Amy Rahmadanti, MPH, melakukan kunjungan ke rumah sakit vertikal milik Kementerian Kesehatan RI dalam rangka pemantauan dan evaluasi kesiapan rumah sakit pada masa pandemi, salah satunya adalah melakukan kunjungan ke RS Kanker Dharmais pada Jumat (19/3/2021). Direksi RS Kanker Dharmais yang diwakili oleh Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang Dr. dr. Nina Kemala Sari, Sp.PD.K-Ger.MPH., dan Direktur Perencanaan, Organisasi dan Umum dr. Ockti Palupi Rahayuningtyas, MPH., dan Tim dari Unit Kerja terkait menerima kunjungan Tim Pemantauan dan Evaluasi Mutu di Era Adaptasi Kebiasaan Baru. Dalam sambutannya Dr. Nina menyampaikan bahwa “RS Kanker Dharmais melayani pasien yang memiliki karakteristik khusus yaitu rentan terkena infeksi, sehingga dalam masa pandemi ini RS Kanker Dharmais perlu memodifikasi pelayanan sesuai dengan tata laksana standar WHO untuk rumah sakit”. Informasi protokol kesehatan dalam tata laksana pencegahan penularan Covid-19 di RS Dharmais di sampaikan dengan cara audio visual agar lebih mudah dipahami dan dapat di akses secara langsung, selain itu informasi ketersediaan ruang isolasi dan ruang perawatan juga dapat diakses secara online oleh pasien. Acara penyambutan tim ditutup dengan pembacaan doa. Selanjutnya tim melakukan telusur administrasi dan telusur ke area layanan terkait penanganan covid-19. Pada saat acara penutupan kunjungan, hadir Direktur Utama RS Kanker Dharmais, dr. R. Soeko W. Nindito, D, MARS, menyampaikan harapannya bahwa hasil kunjungan ini akan bermanfaat dalam pengembangan pelayanan di rumah sakit. DHARMAIS e-NEWS EDISI 3, MARET 2021 3
Artikel Kesehatan RADIOTERAPI, TATA LAKSANA KANKER TEKNOLOGI TINGGI DHARMAIS e-NEWS EEDDIISSII13, ,JAMNAURAERTI22002211 4
Artikel Kesehatan RADIOTERAPI, TATA LAKSANA Sayangnya radiasi tidak bisa memilih, mana yang KANKER TEKNOLOGI TINGGI menjadi sasaran radiasi dan mana jaringan normal di sekitarnya sehingga memungkinkan organ-organ Kanker adalah penyakit yang terjadi akibat di area tersebut, akan ikut terdampak dan dapat pertumbuhan sel tubuh yang abnormal dan tidak menimbulkan keluhan. Efek samping yang terjadi, terkendali. tidak selalu sama,tergantung area mana yang Radioterapi merupakan salah satu sarana terapi utama mendapatkan radiasi. Saat ini, dengan teknik radiasi di dalam penatalaksanaan kanker selain operasi dan yang semakin berkembang dan semakin canggih kemoterapi. sudah mampu meminimalisir efek samping yang Radioterapi atau terapi radiasi, dikenal juga dengan terjadi. Biasanya, keluhan akan berangsur-angsur terapi sinar, adalah modalitas terapi kanker yang berkurang setelah terapi radiasi selesai. kerusakan menggunakan radiasi pengion baik yang dihasilkan tersebut akan berhenti sejalan dengan berhentinya oleh sumber radioaktif maupun dari alat linear terapi radiasi. Sel-sel normal akan mulai accelerator. memperbaiki diri, tentunya dibantu dengan asupan Sedangkan yang dimaksud dengan radiasi pengion gizi yang baik. adalah gelombang elektromagnetik atau partikel yang apabila bertumbukan dengan suatu benda, maka akan “Terkadang radiasi dianalogikan seperti api menghasilkan energi yang mampu mengionisasi sehingga dianggap dapat membakar jaringan tubuh. media yang dilewatinya. padahal radiasi ini sesuatu yang tidak berbau, tidak berwarna, tidak berasa, namun dasyat dampaknya Peran radioterapi dalam penanganan karena dapat merusak rantai-rantai sel jaringan kanker yang terkena. Rasa panas dan perubahan warna pada area yang terkena adalah akibat proses Sel kanker pada tubuh pasien, selain terus membelah peradangan yang terjadi.” Kata dr. Nurul. diri, juga akan mencari tempat lain untuk tumbuh dan merusak jaringan tubuh. Untuk menghentikan “Pasien tidak perlu khawatir akan efek samping dari pertumbuhan sel kanker dan penyebarannya ke organ pengobatan radioterapi ini, karena dokter akan lain di dalam tubuh pasien, maka dibutuhkan selalu melakukan pemantauan selama pengobatan penanganan yang tepat. berjalan. Tidak selalu ada, dan jika ada keluhan, dokter akan menilai kondisi pasien dan seberapa Pemantauan selama terapi berat keluhan yang dirasakan, sehingga dapat dilakukan tindakan terhadap efek samping yang Setiap pasien yang dikonsulkan ke dokter spesialis terjadi. jika dianggap perlu, akan diberikan obat- Onkologi Radiasi, akan dipastikan terlebih dahulu obatan untuk meredakan keluhan” jelas Nurul, apakah terindikasi untuk mendapatkan pengobatan dokter spesialis Onkologi Radiasi Rumah Sakit radiasi. Kanker Dharmais. Berbeda dengan kemoterapi sebagai terapi sistemik yang menggunakan obat-obatan yang disuntikkan melalui pembuluh darah lalu dialirkan ke seluruh tubuh untuk membunuh sel kanker, terapi radiasi yang bekerja secara lokal atau loko-regional hanya fokus pada lokasi tumor. Caranya, radiasi ini akan dikeluarkan alat radiasi dan diarahkan ke bagian tubuh yang menjadi sasaran pengobatan. Sebagai contoh, penyinaran pada pasien kanker serviks, sasaran radiasinya bukan hanya pada serviksnya, tetapi juga pada kelenjar getah beningnya yang merupakan pintu bagi sel kanker untuk menyebar ke bagian tubuh lain. dr. Nurul Fitri, Sp.Onk.Rad 5 DHARMAIS e-NEWS EDISI 3, MARET 2021
Artikel Kesehatan Apakah radioterapi dapat Radioterapi dalam meningkatkan menyembuhkan? kualitas hidup pasien kanker Terapi radiasi dapat digunakan untuk tujuan Selain sebagai terapi kuratif (penyembuhan) dalam kuratif dalam penanganan pasien kanker. Hasil penanganan kanker, radioterapi juga digunakan sebagai akhir terapi radiasi, sebagai metode dalam terapi paliatif yang bertujuan untuk meningkatkan penyembuhan kanker, dipengaruhi oleh beberapa kualitas hidup pasien. faktor seperti ukuran tumor, jenis kanker, stadium dan sensitivitas sel. Artinya ada kanker yang Kurang lebih 30% pasien kanker mendapatkan layanan sensitif terhadap radiasi, tapi juga ada yang radiasi paliatif di Instalasi radioterapi RS Kanker resisten terhadap radiasi. Agar hasil pengobatan Dharmais. Untuk pasien-pasien dengan penyebaran lebih baik, selalu diupayakan agar meningkatkan kanker pada tulang yang disertai nyeri, tentunya akan sensitifitas sel kanker terhadap radiasi. mempengaruhi kualitas hidupnya. Terapi radiasi pada kasus ini ditujukan agar nyeri berkurang atau bahkan Di dalam penerapannya,terapi ini bisa sebagai pasien bisa terbebas dari nyeri. Selain itu, bertujuan terapi utama ataupun sebagai terapi tambahan untuk mengurangi kemungkinan tulang-tulang tersebut untuk jenis kanker dan stadium tertentu. Selain itu menjadi patah sehingga menambah buruk kondisi seringkali pengobatan kanker membutuhkan pasien. multimodalitas terapi. Sebagai contoh, untuk kasus kanker serviks stadium lanjut lokal (stadium Radioterapi RS Kanker Dharmais Hadir 2B-3B) yang mana sudah tidak bisa dilakukan Untuk Pasien Kanker operasi, maka akan diberikan terapi radiasi. Namun pada kasus-kasus kanker serviks stadium “Semakin banyak kasus kanker di Indonesia, lebih dari awal yang masih bisa dilakukan operasi, 50% membutuhkan layanan radioterapi, mulai dari adakalanya terdapat kondisi tertentu yang stadium awal sampai stadium akhir, baik sebagai terapi membutuhkan terapi tambahan radiasi. kuratif maupun sebagai terapi paliatif. Tidak perlu jauh- jauh ke luar negeri mencari dan mendapatkan layanan ini. Fasilitas dan teknik yang ditawarkan di luar negeri itu sudah sebagian besar ada di dalam negeri, hanya saja memang harus diselaraskan dengan peningkatan sarana penunjang lainnya agar pasien bisa menjalani pengobatan dengan baik dan nyaman. Kami akan terus berupaya untuk memberikan yang terbaik” dokter Nurul menutup informasinya. DHARMAIS e-NEWS EDISI 3, MARET 2021 6
Informasi
Search
Read the Text Version
- 1 - 8
Pages: