edisi 1 I 2020 live, healthy and happy Media Internal Pertamedika IHC SUSUNAN REDAKSI INFO PERTAMEDIKA: PENASEHAT: Direksi PT Pertamina Bina Medika IHC, TIM REDAKSI: Tim Humas PT Pertamina Bina Medika IHC, KONTEN & DESAIN: INTEGRITI, PENERBIT: PT PERTAMINA BINA MEDIKA IHC, ALAMAT REDAKSI: PT Pertamina Bina Medika IHC Gd. H Lt. 6, Jln. Kyai Maja No : 43 Kebayoran Baru Jakarta Selatan Bagian Corporate Secretary, (021) 721 9031, (021) 721 9299 (021) 724 7006
EDITORIAL MENGINTEGRASIKAN RS BUMN Pembaca Budiman, Pada edisi ke-5 tahun 2020 ini, Info Pertamedika mengetengahkan berbagai informasi yang dimulai dari berita Sebagai bagian dari roadmap pembentukan holding Rumah utama di rubrik Fokus yang mengulas tentang roadmap Sakit (RS) BUMN, Pertamedika IHC terus melakukan pembentukan holding RS BUMN. Selain itu, informasi terkait konsolidasi dengan RS BUMN lainnya yang belum penerapan tatanan “New Normal” di Pertamedika IHC, inovasi terintegrasi dan dikelola oleh grup IHC. layanan Telemedicine di Rumah Sakit Pertamina Prabumulih Integrasi RS BUMN ini akan meningkatkan fokus bisnis dan (RSPPbm), dan figur Wakil Direktur Keperawatan Rumah Sakit kualitas pelayanan kesehatan serta menjadikannya pemimpin Pusat Pertamina (RSPP) yang baru. pasar dalam bisnis rumah sakit di Indonesia. Dengan adanya Semoga Info Pertamedika senantiasa menjadi sumber informasi penggabungan ini, akan diterapkan standarisasi kualitas dan dan inspiratif bagi seluruh insan Pertamedika. operasional layanan di seluruh jaringan RS BUMN. Selamat membaca. Tentunya, hal itu identik dengan peningkatan pelayanan sekaligus meningkatkan keahlian para expert, artinya terus berupaya mendorong rumah sakit milik bangsa Indonesia meraih kepercayaan masyarakatnya untuk memilih berobat di rumah sakit negeri sendiri, dibanding ke luar negeri. 4 FOKUS 10 SEREMONIAL 13 INOVASI Menuju Holding Pertamedika IHC dan Telemedicine, RS BUMN Sucofindo saling dukung Kemudahan Layanan Pemulihan Ekonomi Nasional Kesehatan di Masa Pandemi 2
Infografis Menuju Holding RS BUMN Grup IHC Pertamedika Fase I Fase II Fase III 14 RS Pertamina 23 PT RS + • PT Prima Husada Cipta Medan • RS Sri Bhakti PT RS Pelni • PT Cut Meutia Medika Nusantara • PT PIM Prime Medika 7 PT RS BUMN dengan 20 RS • PT Krakatau Medika milik PT Krakatau Steel (Persero) Tbk • PT Tembakau Deli Medica • PT Petro Graha Medika • PT Rumah Sakit Pelabuhan milik PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) • PT Pelindo Husada Citra milik PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) • PT Sri Pamela Medika Nusantara • PT Kaltim Medika Utama • PT Nusantara Medika Utama milik PT Perkebunan Nusantara X • PT Nusantara Sebelas Medika milik PT Perkebunan Nusantara XI • PT Prima Medica Nusantara • PT Graha Pusri Medika • PT Rolas Nusantara Medika milik PT Perkebunan Nusantara XII • PT Rumah Sakit Bakti Timah milik PT Timah Tbk • PT Nusa Lima Medika • RS Pupuk Kujang Keterangan • PT Agro Medika Nusantara • PT Cipta Nirmala • PT Kalimantan Medika Nusantara • RS Semen Padang • PT Pindad Medika Utama • RS Semen Tonasa • PT Bukit Asam Medika • RS Antam Medika • RS LNG Badak • RSI Garam Kalianget • RSU Pekerja • Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan segera menyatakan pengelolaan rumah sakit yang selama ini ditangani BUMN ke dalam satu induk usaha rumah sakit BUMN, yakni PT Pertamina Bina Medika Indonesia Healthcare Corporation (Pertamedika IHC) • RS BUMN Jumlah rumah sakit: Jumlah tempat tidur: Anak Perusahaan: 70 Rumah Sakit 6.500 unit 32 Anak Perusahaan 3
FOKUS Menuju Holding RS BUMN Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sejak lama telah menjadi perhatian dalam meningkatkan ekonomi suatu negara. Oleh karena itu, upaya untuk melakukan efisiensi dan efektivitas pengelolaan perusahaan BUMN terus dilakukan agar dapat memberikan kontribusi yang besar bagi negara. Salah satunya dengan pembentukan holding Rumah Sakit (RS) BUMN. P erusahaan BUMN di Indonesia, fase kedua konsolidasi dengan Penandatanganan akta jual beli di samping mengelola bisnis inti melaksanakan penandatanganan tersebut merupakan tindaklanjut dari juga memiliki rumah perjanjian pengambilalihan saham pengembangan RS BUMN secara sakit yang awalnya digunakan bersyarat, dan penandatanganan akta jual bersama dalam grup IHC, yang untuk mendukung operasional beli dengan 7 perusahaan BUMN pemilik berpotensi untuk meningkatkan perusahaan. Namun, dalam 7 RS BUMN. Ketujuh perusahaan BUMN peran dalam ketahanan kesehatan perkembangannya RS BUMN tersebut tersebut, yaitu: nasional melalui 4 objektif strategis. harus dapat lebih di fokuskan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk sebagai Yaitu, penyediaan layanan kesehatan pengelolaannya, agar dapat bersaing pemegang saham PT Krakatau Medika; berkualitas, peningkatan jaringan dan dengan rumah sakit publik maupun PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) skala, pengembangan kapabilitas dan swasta lainnya. sebagai pemegang saham PT Rumah inovasi, serta integrasi dan kolaborasi Keberadaan RS BUMN yang berjumlah Sakit Pelabuhan; ekosistem kesehatan nasional. sekitar 70 rumah sakit, memiliki PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Sejatinya, untuk tahap awal roadmap peranan yang cukup signifikan didaerah sebagai pemegang saham PT Pelindo pembentukan holding RS BUMN operasinya masing-masing. Hal itu Husada Citra; ini telah dimulai sejak tahun 2018, dikarenakan fasilitas, sarana, dan PT Perkebunan Nusantara X sebagai dan hingga saat ini Pertamedika IHC prasarananya didukung oleh induk pemegang saham PT Nusantara Medika telah memiliki saham mayoritas atas perusahaannya yang merupakan Utama; salah satu RS BUMN ternama, yaitu perusahaan BUMN. PT Perkebunan Nusantara XI sebagai RS Pelni. “RS Pelni memiliki kinerja Pembentukan Holding pemegang saham PT Nusantara Sebelas operasional dan keuangan yang sangat Sebagai bagian dari roadmap Medika; baik didorong oleh kekuatan utama pembentukan holding RS BUMN, PT PT Perkebunan Nusantara XII sebagai dalam bidang digitalisasi layanan Pertamina Bina Medika Indonesia pemegang saham PT Rolas Nusantara berbasis Information Technology. Healthcare Corporation (Pertamedika Medika; dan RS Pelni melayani pasien BPJS, dan IHC) belum lama ini telah melakukan PT Timah Tbk sebagai pemegang saham menjadikannya salah satu rumah sakit PT Rumah Sakit Bakti Timah. dengan layanan BPJS terbaik dan 4
FOKUS terbesar di Indonesia,” ujar Direktur mengembangkan cakupan pasar RS para expert, artinya terus berupaya Utama PT Pertamedika IHC, Dr. dr. BUMN hingga mencapai 80% dalam mendorong rumah sakit milik bangsa Fathema Djan Rachmat, Sp.B, Sp. BTKV lingkup pasar BUMN. Jumlah rumah Indonesia meraih kepercayaan (K), MPH. sakit yang akan dikelola dalam masyarakatnya untuk memilih grup IHC ini akan meningkat dari berobat di rumah sakit negeri sendiri, Menurut dr. Fath -sapaan akrab sebelumnya 14 RS menjadi total dibanding ke luar negeri. beliau- Pertamedika IHC sendiri 35 RS, dan akan terus bertambah Sejauh ini dipetakan beberapa merupakan bagian dari grup PT setelah selesainya implementasi strategi untuk pengembangan grup Pertamina (Persero), dengan roadmap holding RS BUMN. IHC kedepannya terkait peningkatan rumah sakit unggulan yang dimiliki Konsolidasi 35 RS ini akan pelayanan, operasional, inovasi diantaranya RS Pusat Pertamina meningkatkan kapasitas grup IHC teknologi dan keseluruhan value (RSPP), RS Pertamina Balikpapan dengan jumlah lebih dari 4.500 chain. Beberapa inisitatif untuk (RSPB), serta RS Pertamina Jaya tempat tidur di berbagai wilayah mendukung strategi tersebut, antara (RSPJ) yang saat ini menjadi salah Indonesia. Hal ini akan mendorong lain meningkatkan efisiensi untuk satu rumah sakit rujukan Covid-19 pengembangan skala bisnis secara pengadaan obat dan alat kesehatan, untuk daerah Jakarta. “Selain itu, signifikan dan pengembangan digitalisasi, serta pengembangan Pertamedika IHC juga memiliki 11 jangkauan cakupan usaha Grup IHC laboratorium dan klinik klinik. RS lain yang tersebar di Pulau Jawa, di Indonesia, bahkan kedepannya dr. Fath mengatakan bahwa dua Sumatera, Kalimantan, hingga Papua. diharapkan dapat melakukan ekspansi fase konsolidasi rumah sakit milik Ditambah dengan RS KSO, seperti ke negara tetangga. RS PIM Prima Medika, RSP Bintang BUMN merupakan sinergi untuk Amin Lampung, RS Pertamedika membangun fondasi yang kuat dalam Ummi Resnati, dan RS Baiturrahim Integrasi RS BUMN ini akan holding RS. “Kami berkomitmen Jambi. Dalam menghadapi meningkatkan fokus bisnis dan segera menyelesaikan fase ketiga, rangkaian proses aksi korporasi ini, kualitas pelayanan kesehatan serta sehingga nanti Indonesia Healthcare Pertamedika IHC didampingi oleh menjadikannya pemimpin pasar dalam Corporation akan menjadi rumah PT Danareksa Sekuritas beserta bisnis rumah sakit di Indonesia. sakit jaringan terbesar di Indonesia”. konsultan pendukung lainnya,” Secara konsolidasi, grup RS BUMN “Value of Synergy & Value of sebutnya. diestimasikan memiliki pendapatan Creation yang tercipta dalam proses usaha hingga mencapai Rp. 4,5 triliun konsolidasi ini akan menciptakan Saat ini grup BUMN rata-rata dan total aset mendekati Rp. 5 triliun. peluang besar pertumbuhan, dan memiliki 2 – 4 rumah sakit, Dengan adanya penggabungan ini, pemulihan ekonomi dari Healthcare dengan posisi sebaran cenderung akan diterapkan standarisasi kualitas Industry Sector”, pungkasnya.* terkonsentrasi pada satu wilayah dan operasional layanan di seluruh seperti Jawa Timur untuk grup jaringan RS BUMN. Tentunya, hal itu PTPN X–XII dan Pelindo 3, atau identik dengan peningkatan pelayanan wilayah Bangka Belitung untuk grup sekaligus meningkatkan keahlian Timah. Pembentukan Grup IHC yang dipimpin oleh Pertamedika IHC ini bertujuan untuk memperluas cakupan wilayah pelayanan serta 5
SINERGI Melawan Covid-19 di Jawa Timur Pertamedika IHC selaku (Jokowi) untuk menekan angka Covid-19 52 tablet untuk 1 kali treatment. Oleh holding Rumah Sakit Badan dan proses penyembuhan. “Bantuan karena itu, diharapkan melalui bantuan Usaha Milik Negara (RS yang diserahkan ini merupakan obat sejumlah 100.000 tablet dapat digunakan BUMN), terus siap siaga penanganan Covid-19, sejumlah 100 ribu untuk sekitar 2.000 pasien. “Selama ini, dan membantu pemerintah tablet yang diimpor perusahaan farmasi penggunaan obat Avigan telah banyak dalam menghadapi Covid-19. BUMN melalui mekanisme Special Access menolong banyak orang di Jepang, Salah satu yang memerlukan Scheme (SAS) untuk kebutuhan rumah terutama biasa digunakan pada pasien perhatian khusus untuk sakit di Jawa Timur,” ujarnya. yang terjangkit influenza. Tentunya, obat menekan angka pasien positif Bantuan akan didistribusikan di sejumlah ini bisa digunakan pada daerah-daerah Covid-19 cukup tinggi adalah rumah sakit di Jatim seperti RSUD dr. yang membutuhkan, seperti Jawa Timur, di Provinsi Jawa Timur (Jatim). Soetomo, RS PHC Surabaya, RS Lavallete dan sangat efektif sekali membantu Malang, RS Semen Gresik, dan RS penyembuhan pada pasien di daerah K ementerian BUMN melalui Petrokimia Gresik. Selain itu, Kementerian pandemi,” pungkasnya. Pertamedika IHC menjalin BUMN melalui Yayasan BUMN Untuk Selanjutnya, Gubernur Jatim Khofifah pun sinergi dengan Pemerintah Indonesia juga menyerahkan bantuan menyambut baik dukungan dari Persatuan Provinsi (Pemprov) Jatim dengan berupa 10 ribu APD hingga 100 ribu RS BUMN dan Pertamedika IHC kepada memberikan bantuan berupa obat masker yang dihimpun dari para donatur Pemprov Jatim dalam rangka mencegah antivirus Favipiravir atau Avigan sejumlah BUMN maupun swasta. penularan dan penyebaran Covid-19 di 100 ribu tablet untuk pasien Covid-19. Sementara itu, Dirut Pertamedika IHC masyarakat Jatim. Hadirnya dua menteri Donasi tersebut diserahkan langsung oleh Dr. dr. Fathema menyampaikan apresiasi ini, diyakini Khofifah mampu menjadi Menteri BUMN Erick Thohir yang didampingi untuk Gubernur Jatim yang telah bekerja support luar biasa dan penguatan dari oleh Menkopolhukam Mahfud MD, dan keras dalam upaya menangani pandemi berbagai ikhtiar seluruh elemen dalam Dirut Pertamedika IHC Dr. dr. Fathema Djan Covid-19 di Jawa Timur. Beliau berharap melakukan percepatan penanganan Rachmat, Sp.B, Sp.BTKV (K), MPH kepada melalui kerjasama ini terutama di bidang Covid-19 di Jatim. Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanangan riset bisa terus dilanjutkan, supaya tujuan Covid-19 di Jatim Gubernur Provinsi Jatim menurunkan angka kasus Covid-19 di Khofifah Indar Parawansa di Surabaya. Jatim tercapai. “Obat ini mempunyai Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, efektivitas dan efisiensi yang sangat baik kehadirannya di Jatim merupakan instruksi untuk pasien Covid-19. Avigan ini obat langsung dari Presiden Joko Widodo antivirus sementara satu satunya yang dinilai terbukti secara klinis dan efektif dapat membantu penyembuhan pasien Covid-19,” sebutnya. Menurut Dr. dr. Fathema, pemberian Avigan pada satu pasien diperlukan 6
SEREMONIAL MENTERI BUMN TINJAU RUMAH SAKIT DARURAT DAN RUJUKAN COVID-19 Aksi sigap Pertamina dalam menghadapi pandemi Covid-19, dengan langsung mempersiapkan dua assetnya, yakni Hotel Patra Jasa dan Rumah Sakit Pertamina Jaya (RSPJ) yang dialihfungsikan menjadi rumah sakit darurat dan rumah sakit khusus rujukan pasien Covid-19. Hal ini sebagai tindaklanjut pelaksanaan mandat dari Kementerian BUMN pada 11 Maret 2020, yang menugaskan Pertamina untuk berperan aktif menyediakan rumah sakit yang layak untuk dijadikan tempat penanganan penderita COVID-19. Kesiapan berbagai fasilitas kesehatan tersebut ditinjau langsung oleh Menteri BUMN Erick Tohir pada Senin (6/3). Menteri BUMN mengecek langsung seluruh fasilitas kesehatan, termasuk tenaga medis untuk memastikan kesiapan merawat pasien COVID-19. ”Kami di Kementerian BUMN terus berperan aktif membantu menangani pasien COVID-19, serta melakukan upaya-upaya pencegahan penyebarannya. Untuk menangani COVID-19 ini, RSPJ akan menggunakan alat tes dari Roche untuk memproses hasil tes COVID-19 yang mampu membaca lebih dari 1.300 sampel tes per hari. Itu merupakan bentuk sinergi dari sejumlah BUMN,” jelas Erick Thohir. MENTERI BUMN KUNJUNGI LABORATORIUM DETEKSI COVID-19 RSPJ Setelah beroperasinya Rumah Sakit Pertamina Jaya (RSPJ) sebagai rumah sakit khusus rujukan dan mulai merawat pasien Covid-19, Menteri BUMN Erick Tohir langsung mengunjungi dan melihat langsung persiapan operasi laboratorium deteksi Covid-19 di RSPJ. Dalam kujungannya memantau langsung persiapan operasi laboratorium deteksi Covid-19 di RSPJ, Menteri BUMN menyampaikan apresiasinya terhadap Pertamina Group, yang telah berperan aktif dalam menangani penyebaran Covid-19 dengan menyediakan rumah sakit rujukan, tenaga medis yang besar serta membangun laboratorium deteksi Covid-19 (Swab PCR Cov-2) yang canggih. Beliau berharap, BUMN senantiasa terus berada di garda terdepan dalam menangani pandemi Covid-19. Pada pelaksanaannya, RSPJ resmi beroperasi menjadi rumah sakit rujukan, Selasa (14/4), dengan menyiapkan fasilitas medis sebanyak 160 bed dan 65 ruang isolasi untuk pasien Covid-19, dan laboratorium deteksi Covid-19 di RSPJ untuk membantu merawat pasien sekaligus mendeteksi lebih awal pasien yang terduga terinfeksi Covid-19. Selain itu, RSPJ menerima pasien untuk kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) maupun pasien yang telah terkonfirmasi positif Covid-19. Untuk proses rujukan pasien, rumah sakit perujuk dalam 24 jam dapat menghubungi Command Center RSPJ di nomor telepon 0811 8110 9999 dan 0821 1136 5121. 7
SEREMONIAL DIRUT PERTAMEDIKA KUNJUNGI RS DARURAT COVID-19 KEDUA DI SIMPRUG Pertamina melalui anak perusahaannya, Pertamedika IHC menyiapkan rumah sakit darurat Covid-19 kedua di Simprug, Jakarta, setelah sukses mengalihfungsikan Rumah Sakit Pertamina Jaya (RSPJ) dan halaman Hotel Patra Comfort menjadi rumah sakit rujukan dan rumah sakit darurat COVID-19 pertama. Direktur Utama Pertamedika IHC Dr. dr. Fathema Djan Rachmat, Sp.B, Sp. BTKV (K), MPH, mengatakan, rumah sakit darurat modular ini merupakan extension dari Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) yang dibangun di lapangan sepak bola seluas 22.700 meter persegi. “RSPP Extension Modular Simprug ini akan didukung oleh 950 tenaga medis dan paramedis. Kita sudah siapkan dari sekarang, sebagian dalam proses rekrutmen hingga rumah sakit modular ini siap,” terang beliau, Sabtu (2/5). Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menyebutkan bahwa rumah sakit ini memiliki kapasitas 300 bed yang terdiri dari 240 bed non-ICU, 31 bed ICU, 19 bed HCU, dan 10 bed IGD. “Seluruh ruangan di rumah sakit darurat Simprug juga dilengkapi negative pressure dan filter HEPA, sehingga udara yang dilepaskan keluar rumah sakit tetap aman untuk lingkungan,” tambahnya. LAYANAN DRIVE THRU SWAB PCR COVID-19 DI RSPJ Rumah Sakit Pertamina Jaya (RSPJ) mulai membuka layanan drive thru Swab PCR Covid-19 di halaman depan RSPJ, Senin (4/5). Inovasi layanan drive thru yang dilakukan oleh RSPJ ini sangat membantu bagi masyarakat yang mobile, dan menginginkan pelayanan cepat dan tidak perlu mengantri lama. Layanan drive thru Swab PCR dibuka setiap hari sejak pukul 08.00 hingga 16.00 wib. Tentunya, bagi masyarakat yang ingin melakukan tes Swab PCR Covid-19 secara drive thru di RSPJ, harus mengikuti langkah-langkah yang telah ditentukan. Pertama, pasien harus melakukan pendaftaran dan pembayaran melalui transfer bank. Kemudian, setelah memperoleh verifikasi pendaftaran dan pembayaran oleh petugas, pasien akan menerima notifikasi jadwal pemeriksaan. Sesusai jadwal yang diterima, pasien akan datang ke RSPJ dan melakukan pemeriksaan Swab Test secara drive thru tanpa pasien keluar dari kendaraan. Selanjutnya, hasil pemeriksaan akan dikirim melalui WhatsApp. 8
SEREMONIAL PENGAMBILALIHAN SAHAM BERSYARAT 7 PERUSAHAAN BUMN Sebagai bagian dari roadmap pembentukan Holding Rumah Sakit • PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) sebagai pemegang (RS) BUMN, PT Pertamina Bina Medika Indonesia Healthcare saham PT Pelindo Husada Citra; Corporation (Pertamedika IHC) melakukan penandatanganan perjanjian pengambilalihan saham bersyarat dengan 7 perusahaan • PT Perkebunan Nusantara X sebagai pemegang saham PT BUMN pemilik 7 RS BUMN, Selasa (30/6). Ketujuh perusahaan Nusantara Medika Utama; BUMN tersebut, yaitu: • PT Krakatau Steel (Persero) Tbk sebagai pemegang saham PT • PT Perkebunan Nusantara XI sebagai pemegang saham PT Nusantara Sebelas Medika; Krakatau Medika; • PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) sebagai pemegang saham • PT Perkebunan Nusantara XII sebagai pemegang saham PT Rolas Nusantara Medika; dan PT Rumah Sakit Pelabuhan; • PT Timah Tbk sebagai pemegang saham PT Rumah Sakit Bakti Timah. Jumlah rumah sakit yang akan dikelola dalam grup IHC ini akan meningkat dari sebelumnya 18 RS yaitu 14 RS Pertamina & 4 RS Kerja Sama Operasional (KSO) menjadi total 35 RS dan akan terus bertambah setelah selesainya implementasi roadmap Holding RS BUMN. Integrasi RS BUMN ini akan meningkatkan fokus bisnis dan kualitas pelayanan kesehatan serta menjadikannya pemimpin pasar dalam bisnis rumah sakit di Indonesia. PENINGKATAN PROFESIONALITAS TATA KELOLA RS Universitas Indonesia (UI) bekerja sama dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negera (BUMN) dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (NKB) yang dilakukan oleh Menteri BUMN RI, Erick Thohir, MBA, dan Rektor UI, Prof. Ari Kuncoro, SE., MA., Ph.D, Selasa (23/6) di Balai Sidang UI, kampus Depok. Selanjutnya, sebagai salah satu bentuk implementasi kerja sama antara UI dan Kementerian BUMN, Dirut RSUI, dr. Astuti Giantini, Sp.PK, MPH, dan Direktur Pengembangan Pertamedika IHC, dr. Novalina Anwar, MHKes menandatangani Perjanjian Kerja Sama Operasional tentang “Peningkatan Profesionalitas Tata Kelola RS”. Menteri BUMN, Erick Thohir menyampaikan, dalam menjalani tatanan normal baru yang terjadi akibat Covid-19 menuntut adanya inovasi teknologi di BUMN dengan bersinergi bersama universitas agar terbentuk ekosistem yang saling mendukung, sehingga bermanfaat bagi bangsa dan masyarakat Indonesia. Sedangkan, kolaborasi Pertamedika IHC dan RSUI akan mendorong peningkatan layanan kesehatan, riset dan pendidikan dengan mengoptimalkan fasilitas RSUI sebagai rumah sakit rujukan nasional. 9
SEREMONIAL PERTAMEDIKA IHC DAN SUCOFINDO SALING DUKUNG PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL PT Pertamina Bina Medika (Pertamedika) IHC dan PT Sucofindo (Persero) bersinergi mendukung pemulihan ekonomi nasional, diawali pada sektor pariwisata yang terdampak oleh Pandemi Covid-19 ini dengan melakukan penandatanganan nota kesepahaman. Pengesahan MoU ini ditandangani oleh Direktur Transformasi Bisnis Pertamedika IHC, Rainier Haryanto dan Direktur Sumber Daya Manusia Sucofindo, Rozainbahri Noor. Kolaborasi ini dilakukan dalam pelaksanaan medical tourism test dan certification, khususnya pemeriksaan tes Covid-19 yang terintegrasi dengan sistem informasi, yang dapat membantu proses tracing. Pertamedika IHC siap mendukung penuh Sucofindo dalam pemeriksaan dan monitoring kesehatan kepada perusahaan/jasa transportasi, hotel, rumah sakit, restoran, destinasi wisata, wilayah komersial, penyelenggara acara/ event organizer, di mana di dalamnya termasuk tes Covid-19 bagi para pengguna jasa, wisatawan dari dalam negeri dan mancanegara. Selanjutnya, Sucofindo dapat membantu Pertamedika IHC dalam melakukan inspeksi infrastruktur pada rumah sakit BUMN, melakukan monitoring disinfeksi, melakukan pengujian APD dan Medical Apparel, pengujian sterilitas alat kesehatan, melakukan kalibrasi berbagai alat kesehatan, Sertifikasi Keamanan Infrastruktur dan kegiatan lainnya yang terkait dengan inspeksi, pengujian, dan sertifikasi Food Inspection dan Certification. RSPP EXTENTION MODULAR, RESMI TERIMA PASIEN COVID-19 Pembangunan Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Extention Modular Covid-19 Pertamina Simprug, merupakan wujud komitmen Pertamina membantu pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. RSPP Extension Modular Simprug ini resmi dibuka bersama oleh Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati dan Komisaris Pertamina Condro Kirono, serta disaksikan oleh Dirut Pertamedika IHC Fathema Djan Rachmat, dan Dirut Patrajasa Dani Adriananta, Sabtu (6/6). Dirut Pertamina Nicke Widyawati mengapresiasi sinergi dari dua Anak Perusahaan Pertamina, yaitu Patra Jasa dan Pertamedika IHC dalam membangun RSPP Extention Modular. Untuk pembangunan gedung extention modular dilakukan oleh Patra Jasa, yang dapat diselesaikan dalam waktu 30 hari. Sedangkan untuk penyediaan peralatan medis, tenaga medis sampai pengelolaan rumah sakit tersebut dilaksanakan oleh Pertamedika IHC. RSPP Extention Modular memiliki total Bed sebanyak 300 Bed yang terbagi untuk perawatan IGD, ICU, HCU, dan perawatan non ICU. Sementara fasilitas peralatan medis canggih yang siap melengkapi rumah sakit ini berupa CT Scan, Negative Pressure di semua kamar rawat, CCTV 2 arah, dan Central Monitor. RSPP Extention Modular adalah RS khusus Covid-19 terbesar yang ada di Indonesia saat ini. Dengan beroperasinya RSPP Extention Modular, diharapkan pasien Covid-19 akan segera tertangani dengan tepat dan cepat, sehingga Indonesia dapat segera keluar dari pandemi ini. 10
BUDAYA Tatanan “New Normal” Pertamedika IHC Melihat situasi dan kondisi pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang masih belum stabil, Pertamedika IHC segera mengambil langkah bijak dan tepat dalam menghadapi kondisi New Normal atau Kenormalan Baru di lingkungan rumah sakit. Melalui tatanan New Normal yang diterapkan, Pertamedika IHC akan terus berupaya dan berkomitmen memberikan layanan terbaik dan optimal bagi pasien dan seluruh pekerja RS Pertamedika IHC Grup. Kenormalan Baru berupa gejala demam atau batuk, pilek, nyeri Pelindung Diri (APD) sesuai indikasi, dan Kondisi new normal merupakan sebuah skenario tenggorokan maupun sesak nafas untuk dilakukan memberikan tunjangan risiko pada pekerja yang untuk mempercepat penanganan Covid-19 pemantauan oleh petugas kesehatan, dan tidak kontak langsung dengan pasien Covid-19. dalam aspek kesehatan dan sosial-ekonomi, memperlakukan kasus positif sebagai suatu Tentunya, kondisi kenormalan baru ini sangat sehingga mampu bertindak produktif namun stigma. berdampak terhadap perubahan perilaku baik para tetap memastikan aman dari penularan Covid-19. Kemudian, dilakukan pengaturan bekerja dari pekerja di rumah sakit maupun pasien. Dengan Sehubungan dengan penerapan Health, Safety, rumah (work from home/WFH), menyediakan adanya lonjakan jumlah pasien ODP, PDP, dan and Environment (HSE), Pertamedika IHC masker dan mewajibkan pekerja menggunakan Covid-19 positif akan menyebabkan penurunan telah menyusun sedemikian rupa tatanan new masker sejak perjalanan dari/ke rumah dan jumlah pasien, sehingga harus beralih dari sistem normal yang meliputi langkah-langkah/protokol selama di tempat kerja, serta memfasilitasi tempat konsultasi offline menjadi konsultasi online. pencegahan Covid-19 di tempat kerja untuk kerja yang aman, sehat, higienis, dan sanitasi Selain itu, ada kemungkinan meningkatnya risiko mengurangi risiko transmisi. Selain itu, termasuk lingkungan kerja. Selain itu, kebijakan lainnya pekerja terpapar Covid-19, dan meningkatnya juga menetapkan dan mempromosikan protokol berupa penerapan absen online yang berisikan risiko limbah B3 infeksius. standar pencegahan Covid-19, seperti physical tentang monitoring kesehatan pekerja setiap Oleh karena itu, dalam menyikapi dan menghadapi distancing, mencuci tangan, etika batuk/bersin, harinya, dan melakukan screening kesehatan para tatanan new normal di lingkungan Pertamedika dan melakukan pemantauan suhu tubuh. pekerja dengan melakukan pemeriksaan rapid IHC, diharapkan setiap pekerja harus berperan Dalam menyiapkan tatanan new normal, test dan/atau PCR. aktif menjaga keselamatan dan kesehatan dirinya Pertamedika IHC melakukan pembentukan Tim Dengan situasi dan kondisi kenormalan baru sendiri, rekan kerja, maupun pasien dengan Penanganan Covid-19 di tempat kerja yang yang dihadapi, Pertamedika IHC terus berusaha melakukan perubahan perilaku yang mendukung terdiri dari Direksi, Vice President, Manager, memberikan motivasi positif kepada pekerja pencegahan penularan Covid-19. Selalu dan Assistant Manager. Pembentukan Tim dengan memberikan extra fooding dan vitamin, menerapkan physical distancing minimal 1-2 Penanganan Covid-19 ini, diperkuat dengan surat penginapan sementara dan transportasi untuk meter, menggunakan masker dengan cara yang keputusan dari Direktur Utama (Dirut) Pertamedika pekerja yang melayani Covid-19, perlindungan benar, dan melakukan cuci tangan menggunakan IHC. Selanjutnya, Dirut memberikan kebijakan kepada pekerja dengan pemenuhan Alat hand sanitizer atau sabun dengan air mengalir. dan prosedur bagi pekerja untuk melaporkan setiap terdapat kasus dicurigai Covid-19, baik 11
FIGUR KUNCINYA, Neni Sulista Yulianti, Skep.Ns positif dan optimis bahwa seluruh fasilitas rumah sakit memiliki tingkat keamanan TENANG Covid-19, serta mencari tahu lebih dalam yang sesuai standar. “Fasilitas yang dimiliki DAN fOKUS tentang bagaimana penanganan dan perawatan lengkap dan aman, karena semua ruang rawat terhadap pasien Covid-19 ini dari berbagai sisi memiliki tekanan negatif, sarana penunjang Mengemban amanah sebagai sebagai pembelajaran,” ujarnya. yang dibutuhkan lengkap, dan Alat Pelindung Wakil Direktur (Wadir) Di bawah pimpinan Direktur Utama Diri (APD) selalu tersedia. Dengan ini, saya Keperawatan Rumah Sakit Pertamedika IHC Dr. dr. Fathema Djan meyakinkan tim untuk bekerja dengan aman Pusat Pertamina (RSPP), Rachmat, Sp.B, Sp.BTKV(K), MPH., seluruh sesuai standard operational procedure (SOP).” merupakan sebuah capaian Board of Director Pertamedika IHC, Tim Selama berjuang menangani pasien Covid-19, istimewa sekaligus tanggung Korporat Pertamedika, serta manajemen RSPJ Neni pun memanfaatkan media sosial untuk jawab besar bagi Neni Sulista mengerahkan tenaga secara maksimal untuk berjuang juga memberikan pengertian kepada Yulianti, S.Kep.Ns. Sosoknya mempersiapkan RSPJ mulai dari perencanaan keluarga dan masyarakat dalam melawan yang ramah dan lembut mampu alat kesehatan, kebutuhan SDM, sistem IT, juga stigma/pandangan negatif terhadap perawat. menularkan semangat dan sarana dan prasarana yang diperlukan. Dengan “Penting untuk memberikan edukasi mengenai motivasi sekaligus menjadi komunikasi yang baik dan usaha maksimal pekerjaan perawat dalam menghadapi inspirasi bagi seluruh tim dari seluruh komponen, persiapan dapat pandemi ini, sehingga tidak ada lagi perawat perawat yang berjuang dilaksanakan dalam kurun waktu kurang dari yang mendapatkan perilaku negatif bahkan menangani dan merawat pasien satu bulan. “Hingga akhirnya, pada tanggal bullying dari masyarakat. Pada prinsipnya, (Covid-19). 13 April 2020, RSPJ mulai menerima pasien semua perawat pun harus siap dengan segala Covid-19 pertama, dan perjuangan kami situasi dan kondisi perubahan yang dihadapi,” B erawal dari pendidikan Akademi masih berlanjut hingga sekarang,” terang Neni. pesan ibu 2 orang anak yang hobi berkebun Perawat Pertamina di tahun 1992, Neni mengatakan, kendala utama yang ini. menghantarkan Neni -sapaan dihadapi dalam menghadapi Covid-19 ini Menurutnya, berbagai tekanan dan tuntutan akrabnya- menjejakkan karir di Rumah adalah kurangnya SDM perawat, sehingga yang dihadapi dalam bekerja, tentunya akan Sakit Pusat Pertamina (RSPP) sebagai perawat dilakukan open recruitment untuk perawat menguras tenaga dan pikiran, namun kondisi pelaksana ICU di tahun 1993. Kemudian, di seluruh Indonesia. Pada saat ini, lebih dari itu akan menjadikan pribadi yang lebih bijak tahun 2004, kesempatan baik membawanya 60% tenaga perawat di RSPJ adalah perawat dan dewasa. “Kendala dan tantangan yang melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 Ilmu baru, sehingga dibutuhkan waktu untuk bisa muncul tidak menjadikan masalah, bahkan Keperawatan Universitas Indonesia sebagai beradaptasi dalam merawat pasien Covid-19. menjadi motivasi untuk bisa lebih baik bekal perjalanan karirnya di Pertamedika IHC. Penambahan ruangan ICU, HCU, dan ruangan lagi kedepannya. Kuncinya adalah hadapi Pada Juni 2016, Neni diangkat sebagai Wadir isolasi juga membutuhkan banyak tenaga- tantangan dengan tenang dan fokus,” sebutnya Keperawatan Rumah Sakit Pertamina Jaya tenaga baru yang harus terlatih. Selain itu, optimis. (RSPJ), dan tepat pada Juli 2020 beliau diberi sistem e-medical record yang baru juga “Dengan adanya konsep new normal atau amanah menjabat sebagai Wadir RSPP. menjadi tantangan bagi perawat. tatanan hidup baru yang telah dimulai Dalam menjalankan tugasnya, Neni banyak Meskipun selama bertugas menangani dilaksanakan secara bertahap saat ini, kita menghadapi kendala dan tantangan, khususnya Covid-19 selalu diliputi rasa cemas apabila harus menjalankan pola hidup bersih dan saat di RSPJ dalam menangani kasus tertular atau menularkan terhadap teman sehat. Pada akhirnya, kita semua harus siap Covid-19 yang menjelma menjadi pandemi di kerja dan keluarga, namun Neni tetap berpikir dan mampu dalam menghadapi perubahan Indonesia sejak penyebarannya di awal 2020 yang terjadi dilingkungan rumah sakit, keluarga lalu. “Ketika RSPJ ditunjuk sebagai Rumah maupun masyarakat.” Sakit rujukan Covid-19, tentunya menjadi Sebagai Wadir Keperawatan RSPP, Neni tantangan besar untuk mempersiapkannya. berharap, kedepan perawat Pertamedika Sejak itu, saya bertekad memberikan yang IHC dapat berperan aktif dalam memberikan terbaik, dan mempelajari banyak hal mengenai layanan kesehatan yang paripurna, berorientasi pada keselamatan dan kepuasan pelanggan. Selain itu, Pertamedia IHC juga dapat memiliki asuhan pelayanan keperawatan yang terstandar dan berbasis teknologi, memiliki SDM keperawatan yang profesional, kompeten, dan andal, serta keperawatan Pertamedika IHC bisa memiliki jenjang karir yang lebih baik lagi. “Tentunya visi saya sejalan dengan visi Pertamedika IHC untuk membangun korporasi kesehatan Indonesia untuk mewujudkan ketahanan nasional,” tegasnya. 12
Telemedicine, INOVASI Kemudahan Layanan Rawat Jalan bertugas mempersiapkan data Kesehatan di Masa kunjungan pasien minimal 3 bulan terakhir Pandemi (khususnya pasien CDC HT, DM, dan Jantung), dan menghubungi seluruh dokter spesialis untuk penjadwalan jam praktek dalam program telemedicine (konsul secara virtual ataupun bertemu). Di samping itu, dokter spesialis harus mendukung dan berkomitmen dalam pelaksanaan jadwal layanan telemedicine; IT yang mempersiapkan sistem registrasi, link data ke sistem, format laporan grafik; Farmasi yang menyiapkan SOP pengantaran obat dan memastikan stok obat; pemasaran; fasum; dan keuangan. Pelayanan dokter spesialis yang diberikan melalui telemedicine, yaitu Dokter Spesialis Anak, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, Dokter Spesialis Kandungan, Dokter Spesialis Bedah, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Dokter Spesialis THT, dan Dokter Gigi. Dalam upaya memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan di masa pandemi Covid-19, Rumah Sakit Pertamina Prabumulih (RSPPbm) siap sedia memberikan layanan telemedicine dalam bentuk konsultasi daring (online). Layanan ini menjadi alternatif bagi RSPPbm untuk Sulasmi, SKM tetap memberikan akses kesehatan dengan tetap mempertahankan Kepala Pemasaran dan Pengembangan kualitas dan keselamatan pasien. L ayanan telemedicine bertujuan untuk Rumah Sakit Pertamina Prabumulih memudahkan masyarakat yang ingin mengonsultasikan kondisi kesehatan Adanya layanan telemedicine di RSPPbm yang dikeluhkan kepada dokter tanpa memberikan dampak positif terhadap harus datang ke rumah sakit selama peningkatan kunjungan dan pendapatan dari masa pandemi Covid-19, hingga membeli Rawat Jalan dan penunjang. Melalui layanan obat yang dapat dilakukan secara daring telemedicine obat-obatan rutin terjual, serta dari rumah saja. Meskipun dilakukan secara monitor terhadap pasien khususnya pasien daring, RSPPbm tetap menjunjung asas-asas CDC lebih terpantau. dalam melakukan pelayanan medis, yaitu Diharapkan melalui layanan telemedicine ini, dengan menjunjung tinggi etik kedokteran dan RSPPbm sebagai perusahaan jasa layanan profesionalisme dokter. Layanan telemedicine kesehatan yang berada di bawah payung ini telah mulai berjalan di RSPPbm pada 14 Pertamedika IHC grup dapat terus bertumbuh, Mei 2020. dan tetap melayani pasien sesuai SOP dan untuk menyukseskan layanan telemedicine protokol Covid-19. Tentunya, RSPPbm akan di RSPPbm. Beberapa bagian yang terlibat terus berkomitmen untuk membantu memutus Tentunya, layanan telemedicine tidak dapat di dalam pelaksanaan layanan telemedicine, mata rantai penyebaran Covid-19, sehingga laksanakan atau di handle oleh satu bagian saja. antara lain bagian IRM yang mempersiapkan kualitas hidup pasien akan tetap terjaga Disinilah perlunya ada kerjasama dan saling format pendaftaran, alur, SOP telemedicine, dengan baik. komitmen dari seluruh bagian yang terkait, dan jaminan perusahaan. Kemudian, bagian 13
SAHABAT PERTAMEDIKA Menghadapi Tatanan New Normal di Lingkungan Kerja Bagi insan Pertamedika, rumah sakit sebagai lingkungan kerjanya perlu menyiapkan prosedur keamanan yang lebih ketat, dimana sterilisasi harus lebih masif dilakukan di setiap sudut rumah sakit. Berikut pendapat dari insan Pertamedika dalam usaha menghadapi tatanan new normal di lingkungan kerja. Novitasari, Oksel Patabang, Fani Erfiani, Amk Anestesi Rumah Sakit Pws. IGD Rumah Sakit Perawat Rumah Sakit Pertamina Jakarta (RSPJ) Pertamina Sorong (RSPS) Pelni Jakarta Menurut saya, tatanan new normal ke depan setelah Saya berpendapat bahwa dalam menghadapi Sebagai perawat yang berdinas dengan sistem masa pandemi Covid-19 harus tetap menjaga tatanan new normal ke depan setelah melewati kerja shift, sebelum berdinas saya memastikan perilaku hidup sehat, dan mengikuti protokol masa pandemi Covid-19, khususnya pada teman-teman pelaksana apakah mereka dalam kesehatan serta kebiasaan baru yg akan dilakukan. lingkungan kerja, harus tetap menjalankan kondisi sehat. Selain itu, saya memastikan alat Tatanan new normal yang bisa menjadi kebiasaan protokol kesehatan sesuai Standard Prosedur pelindung dirinya (APD) sudah lengkap atau baru di lingkungan kerja, seperti memakai masker, Operasional (SPO) yang berlaku di tempat kerja belum, sehingga apabila sudah siap barulah kami mencuci tangan, dan menjaga jarak. Lakukanlah masing-masing. mulai memberikan pelayanan kepada pasien. semua kebiasaan baru tersebut sebagai rutinitas Kondisi saat ini, Covid-19 masih menjadi sebuah Dalam menghadapi situasi Covid-19, harus baru, dan lakukan secara konsisten. ancaman bagi kesehatan insan Pertamedika, dan selalu ditanamkan dalam keyakinan saat bekerja Covid-19 saat ini bukan saja sebagai ancaman semakin banyaknya pasien yang tertular/terinfeksi yaitu suasana hati untuk tetap bahagia dan tenang kesehatan di lingkungan Pertamedika IHC, tetapi oleh Covid-19. Hal itu dikarenakan kesadaran dalam menjalankan tugas. Jika kita happy, maka telah menjadi ancaman kesehatan di berbagai masyarakat masih kurang dalam menjalankan kadar imun kita akan terjaga dan tidak mudah negara belahan dunia. Meskipun demikian, nyatanya, protokol kesehatan. Inilah yang menjadi drop. Imunitas ini penting bagi semua orang, saat ini justru masih banyak masyarakat yang ancaman semua masayarakat bukan hanya terutama kami para tenaga medis. Suasana hati menganggap bahwa Covid-19 bukan lagi menjadi dilingkup Pertamedika IHC saja, sehingga kami sangat menentukan kebahagiaan, sehingga sebuah ancaman, dan nanti akan selesai dengan menerapkan protokol kesehatan dilingkungan dalam merawat pasien Covid-19 jangan dibawa sendirinya. Terbukti masih banyaknya masyarakat kami secara ketat. stres dan panik. Intinya, jalani dengan happy dan yang tidak taat peraturan dengan tidak memakai Dalam upaya penanganan Covid-19, dan tenang, tetap menjaga imunitas tubuh, berdoa masker, tidak menjaga jarak, dan tidak mencuci persiapan menghadapi tatanan New Normal dan berserah diri kepada Allah SWT. tangan. Padahal dengan menaati protokol kesehatan, di lingkungan kerja, saya berharap semua kita dapat memperkecil ancaman kesehatan yang masyarakat Indonesia tetap menjalankan protokol disebabkan Covid-19. kesehatan, agar dapat mencegah terjadinya Diharapkan ke depan dalam penanganan penularan Covid-19. Covid-19, seluruh karyawan harus patuh dan disiplin menjalankan protokol kesehatan agar pandemi Covid-19 segera berakhir, sehingga situasi dapat kembali normal kembali. Sedangkan untuk persiapan terhadap tatanan new normal di lingkungan kerja dengan memperhatikan kesehatan karyawan, dan perhatikan kebersihan tempat kerja. Selain itu, menginformasikan perubahan aturan di tempat kerja, lakukan social distancing, membuat hotline untuk memuat informasi mengenai Covid-19, dan menginfokan kepada pelanggan bahwa RSPJ membuka layanan komunikasi kesehatan melalui layanan telemedicine. 14
RAGAM Menghapus Stigma Negatif Terhadap Tenaga Medis dan Pasien Covid-19 Pandemi Covid-19 telah melahirkan stigma atau pandangtan negatif di tengah-tengah masyarakat, khususnya bagi orang yang dinyatakan positif terhadap penyakit tersebut karena takut tertular. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak memberikan perlakuan buruk terhadap tenaga medis yang merawat pasien Covid-19, karena mereka merupakan garis terdepan dalam penanganan wabah ini. Penyebaran Covid-19 tidak hanya menyimpulkan berbagai stigma negatif kepada Selain terjadi pada pasien Covid-19, hal yang menjadi sebuah persoalan kesehatan tenaga medis maupun pasien Covid-19. sama juga dapat terjadi pada para tenaga medis semata, namun telah menimbulkan Misalnya, seperti terjadinya penolakan terhadap yang mengalami perilaku diskriminasi di tempat persoalan lain pada berbagai aspek seorang perawat di tempat tinggalnya, karena mereka tinggal. Alih-alih mendapat dukungan kehidupan masyarakat. Tanpa disadari, perawat tersebut bekerja di rumah sakit yang masyarakat karena mempertaruhkan jiwa dan perubahan pada berbagai aspek turut mengubah menerima pasien Covid-19. Selain itu, yang raganya berada di garda terdepan merawat perilaku masyarakat, termasuk dalam hal ini cara lebih menyedihkan disaat terjadi penolakan para pasien Covid-19, namun beberapa dari pandang antarsesama manusia sebagai dampak pemakaman jenazah korban Covid-19 oleh mereka justru mendapat perilaku diskriminasi dari pandemi Covid-19. sejumlah warga setempat. Tidak hanya sekadar dengan pengusiran dari tempat mereka tinggal. Penambahan jumlah pasien Covid-19 yang menolak, bahkan warga melakukan pelemparan Padahal, mereka sangat memerlukan istirahat semakin meningkat memunculkan berbagai batu kepada para petugas medis yang membawa yang cukup karena sudah berhari-hari berjaga stigma negatif masyarakat pada pasien maupun jenazah korban Covid-19 dengan ambulans. dan bertugas di rumah sakit. Penolakan akan orang-orang dengan risiko tinggi terpapar Sebuah penelitian World Health Organization membuat beberapa dari mereka secara terpaksa Covid-19, seperti pada profesi dokter dan (WHO) menyatakan bahwa stigmatisasi pada kembali bermalam di rumah sakit, sehingga perawat. Stigma yang melekat pada seseorang pasien penyakit tertentu dapat menimbulkan sangat berisiko bagi kualitas kesehatan diri atau sekelompok orang tertentu seringkali berbagai dampak negatif pada pasien. Dampak mereka sendiri. membuat penerima stigma mendapatkan itu bisa berupa isolasi sosial, kehilangan akses Oleh karena itu, perlunya edukasi terhadap perlakuan diskriminatif dari kelompok hak hidup dan tinggal, hingga depresi. Tentunya, masyarakat melalui berbagai media untuk mayoritas, sehingga mereka merasa tertolak dampak-dampak tersebut akan menghambat berperan penting dalam menghapus oleh lingkungannya. penyembuhan diri pada pasien Covid-19, stigmatisasi, dan perilaku diskriminasi pada Perlakuan diskriminatif ini kerap diterima oleh sehingga bukannya sembuh, pasien justru dapat tenaga medis maupun pasien ODP dan orang dalam pengawasan (ODP), pasien mengalami depresi karena mengetahui, bahkan PDP Covid-19. Peran pemerintah pun juga dalam pengawasan (PDP), perawat maupun menerima sendiri berbagai diskriminasi yang sangat diperlukan untuk memberikan edukasi dokter yang menangani Covid-19. Tanpa dilakukan oleh masyarakat terhadap pasien ODP kepada masyarakat, menekan kecemasan, dan terlebih dahulu mengecek kebenaran atas dan PDP Covid-19. memunculkan optimisme terhadap masyarakat informasi yang diterima, masyarakat seringkali bahwa Covid-19 ini dapat berakhir dan disembuhkan. 15
Selamat Bertugas Direksi Baru Pertamedika IHC Dr. dr. Christiana Linda Wahjuni SpOT., M.Kes.,CCD.,FICS (Direktur Operasional Medis) & Antonius Rainier Haryanto (Direktur Transformasi Bisnis) Mari bersama-sama kita bertransformasi dan menuju era new normal untuk memberikan kemudahan akses layanan kesehatan terbaik bagi pasien di seluruh Rumah Sakit Grup Pertamedika IHC.
Search
Read the Text Version
- 1 - 16
Pages: