Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore DEBORAH

DEBORAH

Published by YHS Leadership, 2021-12-23 04:02:39

Description: DEBORAH

Search

Read the Text Version

DEBORAH Wanita yang Berani

DEBORAH Debora atau Dvora berarti \"lebah\". Ia adalah seorang nabiah dan hakim wanita satu- satunya dari zaman pra-kerajaan Israel. Debora adalah seorang penyair, ia menyampaikan penghakimannya di bawah pohon palem di Efraim. Sebagian orang menyebutnya sebagai ibu dari Israel. Dalam masa hidupnya, istri dari Lapidot ini bersama dengan Barak memimpin umat Israel untuk meraih kemenangan atas Sisera dan dan pasukan-pasukan Kanaan. Berkat hal tersebut, seluruh negeri yang didiami oleh Israel menjadi aman hingga 40 tahun lamanya.

Bangsa Israel adalah bangsa yang keras kepala. Namun setiap kali mereka lupa kepada YAHWEH Elohim, dan mendapat kesukaran, mereka berseru minta tolong kepada YAHWEH. Setiap kali mereka merintih dan memohon pertolongan, YAHWEH menjawab mereka dengan memberikan pemimpin-pemimpin yang berani untuk membantu mereka. Alkitab menyebut pemimpin-pemimpin ini hakim- hakim.

Sampai tiga kali berturut-turut bangsa Israel dipimpin oleh pemimpin-pemimpin yang berani. Ada Otniel yang berhasil mengusir raja Mesopotamia. Ehud yang melepaskan mereka dari penindasan bangsa Moab. Ehud bahkan berani masuk ke istana Moab dan membunuh raja mereka. Kemudian ada Samgar, seorang petani yang gagah berani. Ia membunuh enam ratus orang Filistin hanya dengan menggunakan tongkatnya.

Namun setelah kematian mereka, bangsa Israel kembali hidup dalam kesengsaraan. YAHWEH menyerahkan mereka ke dalam tangan Yabin, raja Kanaan, yang memerintah di Hazor. Dengan panglima tentaranya yang bernama Sisera yang tinggal di Haroset- Hagoyim. Israel berseru kepada YAHWEH, karena Sisera mempunyai sembilan ratus kereta perang yang terbuat dari besi, dan ia menindas bani Israel dengan keras selama dua puluh tahun. “Ya, Elohim, kami telah berdosa.” “Kasihanilah umat-Mu.”

Mereka berseru kepada YAHWEH dan memohon belas kasihan-Nya. Tetapi masihkah YAHWEH mau menolong mereka ? Nun jauh di antara Rama dan Bethel di pegunungan Efraim, ada seorang wanita yang sangat bijaksana. Namanya, Deborah, istri Lapidot. Ia tinggal di bawah pohon palem. Orang-orang Israel sering datang kepadanya untuk meminta nasihatnya.

Deborah ini amat baik hati, ia selalu rela untuk menolong dan memberi nasihat kepada mereka. Tetapi sekarang ia merasa tidak dapat lagi menolong mereka. Hatinya amat sedih, bangsanya hidup dalam kesengsaraan. Hanya satu hal yang dapat ia lakukan, berdoa kepada YAHWEH Elohim supaya membebaskan bangsanya.

Pada suatu hari ketika ia sedang duduk di bawah pohon palem, ia mendengar suara Elohim. Deborah sungguh bersukacita karena itu berarti YAHWEH masih cinta kepada bangsanya. Elohim akan melepaskan penderitaan mereka. Kemudian dia menyuruh orang untuk memanggil Barak, anak Abinoam, dari Kedesh di daerah Naftali. Barak harus menjadi pemimpin Israel. Seperti namanya, Barak yang berarti kilat, maka seperti kilat yang dipimpin oleh Elohim ia harus menyambar seluruh musuhnya.

Deborah berkata kepadanya, “YAHWEH telah berkata, Ambillah 10.000 orang dan bawalah mereka ke gunung Tabor. Di sana Aku akan menyerahkan Sisera kepadamu. Dan Aku akan memberikan kemenangan kepadamu atas dirinya dan atas tentaranya.” Barak mendengarkan perkataan Deborah namun ia sendiri sangsi, kepercayaannya kurang teguh. Beranikah seluruh pasukannya menyerang musuh? Mereka terlalu takut kepada Sisera. Barak mengatakan kepada Debora, “Aku akan pergi jika kau juga pergi bersamaku.”

Deborah akhirnya ikut tetapi ia berkata kepada Barak, \"Baiklah, aku akan pergi bersamamu, tetapi kehormatan tidak akan menyertaimu dalam perjalanan ini karena YAHWEH akan menyerahkan Sisera ke dalam tangan seorang wanita.\" Deborah pun bangkit dan pergi bersama Barak ke Kedesh.

Pada hari itu sepuluh ribu orang mengikuti Barak dan Deborah untuk maju bersama- sama mengalahkan Sisera. Semangat mereka meluap-luap. Sementara itu Sisera mendengar bahwa Barak anak Abinoam telah maju ke gunung Tabor. Sisera mengerahkan semua kereta perangnya, sembilan ratus kereta perang yang terbuat dari besi dan semua orang yang bersama-sama dengannya, mereka berkumpul di Haroset-Hagoyim ke aliran sungai Kison.

Sisera sangat marah karena bangsa Israel telah bangkit untuk melawan mereka. Baginya mereka adalah budak dan harus tetap menjadi budak. Bumi bergetar karena suara kereta perang yang dipacu dengan cepat. Suara pekikan perang terdengar dimana-mana. Deborah berdiri di atas gunung dan dilihatnya pasukan tentara Sisera datang. Langit semakin gelap, guruh bergemuruh di langit, langit pun terlihat mendung. Deborah tahu jika waktu yang telah YAHWEH tetapkan sudah tiba.

“Ayo, Barak!” Debora berseru. \"Bangkitlah, karena inilah hari di mana YAHWEH menyerahkan Sisera ke dalam tanganmu.” Dan Barak turun dari gunung Tabor dan sepuluh ribu orang mengikutinya. Tiba- tiba YAHWEH menurunkan air bah, dan banyak dari prajurit-prajurit musuh tenggelam. Prajurit-prajurit Sisera menjadi kacau balau. Kuda-kuda perang meringkik kebingungan, mereka tidak lagi mendengarkan perintah. Pasukan Sisera yang besar itu lumpuh sama sekali.

Ketika Sisera melihat bahwa ia akan kalah, ia melompat dari keretanya, ia melarikan diri dan meninggalkan seluruh tentaranya. Sisera berhasil meloloskan diri dengan berlari ke kemah Yael, istri Heber orang Keni. Yael benci kepada Sisera, ia tahu Sisera adalah orang yang kejam. Ia ingin mengusir Sisera namun apa daya, ia hanya seorang wanita yang tidak mempunyai kekuatan. Untuk melawan rasa takutnya, Yael berpura-pura berbaik hati kepada Sisera. Ia mengijinkan Sisera masuk ke dalam kemahnya dan ia menutupinya dengan selimut.

Sisera berkata kepadanya, \"Tolong berilah aku air minum karena aku sangat haus.\" Lalu Yael membuka kirbat susu dan memberinya minum, dengan harapan Sisera dapat tidur dengan nyenyak. Setelah menyelimutinya, Yael kemudian keluar dari kemah itu.

Saat itu Yael mulai berpikir, jika ia melindungi Sisera maka orang itu akan melakukan banyak kejahatan lagi. Ia akan membunuh, merampok dan merampas lagi. Dengan keberanian yang ia miliki, Yael istri Heber itu mengambil sebuah patok kemah dan palu di tangannya, ia mendekati Sisera diam-diam dan menancapkan patok itu ke dalam pelipisnya, memukulnya hingga menembus tanah, sebab ia telah tidur lelap karena lelahnya. Begitulah akhir hidup Sisera yang jahat itu.

Ketika Barak sampai di tempat itu, dilihatnya Sisera telah mati dengan patok di dalam pelipisnya. Benarlah kata Deborah bahwa YAHWEH akan menyerahkan Sisera ke dalam tangan seorang wanita. Tetapi walaupun demikian, ia sangat bersukacita karena musuhnya telah berhasil dikalahkan. Pada hari itu Elohim merendahkan Yabin, raja Kanaan, di depan orang-orang Israel.

Bersama Deborah, Barak menyanyikan lagu dan memuji-muji YAHWEH. \"Terpujilah YAHWEH!” Negeri itu kembali aman, orang Israel untuk sementara waktu menikmati perdamaian lagi. Mereka kembali menyembah YAHWEH dan berbakti kepada-Nya. Dan negeri itu menjadi aman dan sentosa selama empat puluh tahun lamanya. Hakim-hakim 4:1-24

Apa yang dapat kita pelajari dari kehidupan Deborah ? Deborah adalah seorang yang menyadari panggilan dan karunia Tuhan di dalam hidupnya. Ia percaya dan yakin pada perintah Tuhan. Deborah selalu membawa pengaruh yang positif bagi orang-orang di sekitarnya. Deborah tidak bimbang dan ragu dalam mengambil keputusan. Deborah adalah pribadi yang suka berdoa, memuji dan menyembah Tuhan.

The HEROES of FAITH Kumpulan kisah Firman Tuhan yang ditujukan untuk anak-anak. Berisi kisah kidup para pahlawan iman. Diceritakan dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh anak-anak, tanpa mengubah arti yang sebenarnya. Membantu anak-anak untuk mengetahui peristiwa yang ada di dalam Firman Tuhan. Mengajarkan mereka untuk meneladani iman dari tokoh-tokoh yang ada di dalam Firman Tuhan.


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook