Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore MULAI DARI DIRI MODUL 2.2

MULAI DARI DIRI MODUL 2.2

Published by Dewi Umayah, 2023-08-05 13:50:38

Description: MULAI DARI DIRI MODUL 2.2

Search

Read the Text Version

Modul 2.2 Mulai Dari Diri Refleksi Kompetensi Sosial dan Emosional Dewi Umayah CGP Angkatan 8 Kab Pemalang

PERKENALKAN CGP ANGKATAN 8 PENGAJAR PRAKTIK FASILITATOR DEWI UMAYAH,S.Pd.I HARI PRASETYO, S.Pd SISKA YUNIYATI, M.Pd

Refleksi Kompetensi Sosial dan Emosional Selama menjadi pendidik, Anda tentu pernah mengalami sebuah peristiwa yang dirasakan sebagai sebuah kesulitan, kekecewaaan, kemunduran, atau kemalangan, yang akhirnya membantu Anda bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

1.Apa kejadiannya, kapan, di mana, siapa yang terlibat, apa yang membuat Anda memilih merefleksikan peristiwa tersebut, dan bagaimana kejadiannya? Setelah saya melakukan refleksi diri, kemudian saya menemukan titik permaslahannya yakni saya tidak menguasai metode pembelajaran saat mengajar. Langkah selanjutnya saya melakukan kolaborasi dengan teman sejawat dan juga kepala sekolah mengenai langkah-langkah menerapkan metode pembelajaran di dalam kelas dan akhirnya saya merasa mampu dalam menguasai beberapa metode mengajar yang langsung saya terapkan di waktu mengajar dan saya merasakan perubahan yang sangat signifikan pada cara belajar di kelas

Alasan saya merefleksikan kejadian tersebut karena hal itu menjadi pengalaman yang luar biasa dimana baru pertama saya bisa menguasai beberapa metode atau teknik mengajar yang menyenangkan bagi murid. Sehingga murid saya selalu merasa bahagia dan nyaman saat pembelajaran. Mereka selalu antusias mengikuti setiap pelajaran yang saya sampaikan.

2.Bagaimana Anda menghadapi krisis tersebut (coping)? Bagaimana Anda dapat bangkit kembali (recovery) dan bertumbuh (growth) dari krisis tersebut? Saya menghadapi krisis tersebut (COPING) dengan berusaha meninggalkan kebiasaan - kebiasaan lama sewaktu mengajar seperti : mengajar yang monoton, tidak peduli dengan kebutuhan belajar murid, tidak mau berkolaborasi dengan murid, dan orang lain, serta tidak terbuka dengan murid dan rekan sejawat.

Saya bisa tumbuh (GROWTH) dari krisis adalah dengan cara belajar dari orang lain yang telah sukses. Dengan begitu, saya bisa mendapatkan skill atau pengetahuan baru yang mungkin belum saya miliki sebelumnya. Sehingga saya bisa berkembang menjadi lebih baik lagi sebagai seorang pengajar. Saya bisa bangkit kembali (RECOVERY) dengan cara selalu aktif berkolaborasi dengan rekan sejawat dan guru lain yang berasal dari sekolah lain yang mengajar di tingkatan yang sama dengan saya.

3. Gambarkan diri Anda setelah melewati krisis tersebut. a.Apa hal terpenting yang telah Anda pelajari dari krisis tersebut? b. Bagaimana dampak pengelolaan krisis tersebut terhadap diri Anda dalam menjalankan peran sebagai pendidik?

Ketika kita dilanda krisis jangan berpasrah diri dan melakukan perubahan sendiri sebab seorang manusia sebagai makhluk sosial tidak akan bisa menyelesaikan masalah nya sendiri tanpa bantuan dari orang lain. Belajarlah bangkit dan terus berkembang sesuai dengan tantangan yang sedang kita hadapi . Kita harus bersikap terbuka dan kolaboratif bersama dengan orang lain, rekan sejawat, kepala sekolah. Saya merasa semakin nyaman, aman, rileks/santai , bahagia dan profesional dalam melaksanakan tugas saya sebagai pendidik. sebab saya sudah tidak merasa terbebani dengan persoalan yang saya hadapi.

4. Sebagai pendidik, Anda tentu pernah bertemu murid yang memiliki pemahaman diri, ketangguhan, atau kemampuan membangun hubungan yang positif dengan orang lain. Setujukah Anda bahwa faktor-faktor tersebut membantu ia menjalani proses pembelajaran dengan lebih optimal di sekolah? Jelaskan jawaban Anda dengan bukti atau contoh yang mendukung.

Saya setuju bahwa murid memiliki pemahaman diri, ketangguhan, atau kemampuan membangun hubungan yang positif dengan orang lain merupakan faktor-faktor yang membantu murid menjalani proses pembelajaran yang lebih optimal di sekolah. Alasan saya adalah karena murid yang memiliki kemampuan tadi, cenderung bisa menempatkan dirinya dengan baik. Ketika dia memahami dirinya sekaligus apa yang menjadi kelebihan dan kekurangannya. Dia akan mengoptimalkan kelebihan dan memperbaiki kekurangannya.

Misalnya jika mereka cenderung kurang dalam satu bidang mereka akan minta temannya yang lebih ahli untuk mengajarinya. Bila temannya tidak mampu maka murid itu akan meminta guru untuk menjelaskan lebih lanjut agar kekurangannya itu lebih baik dari sebelumnya. Murid yang memiliki ketangguhan juga tidak mudah menyerah pada kesulitan yang mereka hadapi, entah kesulitan dalam belajar / lingkungan yang kurang kondusif. Mereka akan berusaha mengatasi kesulitan tersebut sebaik mungkin.

5. Dari kedua refleksi di atas, apa yang dapat Bapak/Ibu simpulkan tentang hubungan antara kompetensi sosial dan emosional dengan keberhasilan dalam pengelolaan krisis Anda dan pembelajaran murid Anda?

Peran guru sebagai dalam mengembangkan kompetensi sosial dan emosional murid secara optimal sangatlah penting. Namun sebelum guru dapat membantu murid hendaknya guru perlu belajar memahami, mengelola dan menerapkan pembelajaran sosial dan emosional pada dirinya. Guru hendaknya memiliki pemahaman tentang upaya pengembangan kompetensi sosial dan emosional murid agar dapat mengantar murid pada pencapaian kebahagiaan baik dalam proses belajar ataupun terlihat dari hasil belajarnya.

Dengan terciptanya perasaan bahagia maka secara alami murid merasakan kebutuhan akan belajar serta diharapkan akan menjadi pembelajar sejati sebagaimana filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara. Sebaiknya guru dapat belajar menumbuh kembangkan aspek sosial dan emosional dalam dirinya dengan pendekatan kesadaran penuh melalui berbagai kegiatan praktek, diskusi ataupun refleksi yang dilakukan selama mengajar.

6. Setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan sebelumnya, apa yang Anda harapkan untuk pembelajaran selanjutnya ? Silahkan kemukakan Harapan bagi diri sendiri ?

Harapan dan ekspektasi saya adalah saya dapat mengontrol emosi saya, baik emosi positif maupun emosi negatif. Supaya dapat mengendalikan diri saya untuk tidak melakukan hal-hal yang merugikan orang lain dan diri saya sendiri. Saya berharap pada pembelajaran modul ini saya dapat menemukan cara efektif untuk dapat mengontrol emosi positif dan negatif sehingga bisa membuat komunitas praktisi dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

7. Setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan sebelumnya, apa yang Anda harapkan untuk pembelajaran selanjutnya ? Silahkan kemukakan Harapan bagi murid-murid Anda ?

Saya dpat menjadi guru yang baik, bisa mengontrol emosi dengan baik dan saya dapat membuat pembelajaran yang berpihak pada murid dan bersikap adil terhadap semua murid. Saya berharap murid saya memiliki kompetensi sosial dan emosional yang baik dalam pembelajaran dan kehidupan sehari-hari.

Terima Kasih Tergerak, Bergerak, Menggerakkan


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook