ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN KANKER SERVIKS DAN KANKER KORIO Oleh : Ns. Belet Lydia Ingrit, M.Kep.,Sp.Kep.Mat
LATAR BELAKANG KESEHATAN • Perhatian khusus di semua negara termasuk Indonesia REPRODUKSI • Salah satu ruang lingkup kesehatan reproduksi kanker PEREMPUAN KANKER • Angka prevalensi di dunia masih menduduki peringkat tertinggi setelah penyakit kardiovaslkular dan menjadi penyebab utama kematian • Kanker pada organ reproduksi perempuan adalah salah satu penyumbang terbesar. KANKER • Di Asia Tenggara : kejadian kanker serviks mencapai 20-30% dari SERVIKS semua kanker (Bal, Goyal, Suri & Mohi, 2012). • Kemenkes RI (2015) : kanker serviks menduduki prevalensi tertinggi di Indonesia pada tahun 2013 yaitu 0.8% (98.692 kasus)
Lanjutan ➢ Kanker serviks merupakan penyebab kanker nomor dua pada perempuan di Indonesia. ➢ Sebanyak kurang lebih 21.000 kasus baru kanker serviks ditemukan di Indonesia setiap tahunnya dan terus meningkat (Afiyanti & Pratiwi, 2017). ➢ RSUD Cibinong sebagai pusat rujukan di daerah Bogor setiap bulan menerima 10-15 kasus ginekologi di ruang poliklinik dan tiga sampai empat kasus kanker serviks pasien mengalami perawatan dan dirujuk ke RS Fatmawati. ➢ Setidaknya selama satu bulan terakhir terdapat 150 kasus ginekologi yang di rawat ruangan onkologi RSCM dan 49 kasus merupakan kanker serviks.
Ringkasan kasus Usia (tahun) Kasus 1 Kasus 2 Kasus 3 Kasus 4 Kasus 5 68 45 44 47 45 Riw. Obstretrik P10A2 P1A0 P2A0 P2A0 P4A0 2x Riw. Menikah 1x 2x 1x 3x 17 Usia saat 13 17 14 15 SD menikah (thn) Tidak Pendidikan SD SD SD SD Ya 6 bulan Riw. KB Tidak Tidak Suntik 17 Tidak Tidak thn, pil 4 thn Riw. Ya Ya Ya Perdarahan 1 tahun 1 bulan Tidak 1 bulan Riwayat Tidak Tidak Ya Tidak keputihan 9 bulan
Kasus 1 Kasus 2 Kasus 3 Kasus 4 Kasus 5 4 kg Penurunan 5 kg 5 kg 7 kg 8 kg BB Nyeri Ya Ya Ya Ya - berhubungan Hb saat 6 gr/dl 5,7 gr/dl 10,3 gr/dl 8,5 gr/dl 8,7 gr/dl masuk Riw. Oliguri Ya Ya Ya Ya Ya Ya Nefrostomi Tidak Tidak Ya Ya kanan bilateral kiri Radiasi Riw,. Kemoterapi Rencana kemoterapi Menolak Ya Pengobatan menolak kemoterapi pengobatan Ya Ya Mual Ya Ya Ya Ya Konjungtiva Lebih dari 3 Ya Ya Ya anemis detik Lebih dari Lebih dari 3 Lebih dari 3 Lebih dari Capillary Refill Time 3 detik detik detik 3 detik Tanda-tanda 140/90, 110/60 117/80, 76x, 130/80, 81x, 135/95, vital 89x, 36, 21x 80x,373 20x 362, , 18x 36,2, 20x 84x, 36, 5 20x
Tinjauan teori • Kanker serviks : merupakan keganasan yang berasal dari serviks yang disebabkan oleh infeksi kuman Human Papillomavirus (Komite Penanggulangan Kanker Nasional, 2014). • KIA - Copy\\Web of caution kanker serviks.docx
Asuhan keperawatan pada pasien kanker serviks • Kasus Pemicu Kanker serviks
PEMBAHASAN ❖ Berdasarkan hasil pengkajian perawat pada aspek fisik pada kasus yang dikelola residen yang terdiri dari lima kasus kanker serviks stadium IIIB, empat diantaranya memiliki riwayat perdarahan sebelumnya dan satu orang memiliki riwayat keputihan. ❖ Kondisi pasien dengan riwayat perdarahan sehingga kadar Hemoglobin dalam darah berkurang, pasien tampak anemis, lemas dan pemberian tranfusi Packed Red Cell menjadi salah satu pengobatan yang diberikan pada pasien kanker serviks dengan anemia. ❖ Nutrisi menjadi masalah bagi semua pasien kanker serviks, hal ini disebabkan pasien kanker serviks mengalami mual dan muntah sehingga terjadi penurunan berat badan drastis selama proses perjalanan penyakit.
• Pengalaman nyeri saat berhubungan dan riwayat sulit untuk buang air kecil dialami juga pada ke lima kasus diatas. • Hidronefrosis menjadi penyebab pasien mengalami kesulitan untuk buang air kecil • Pemantauan produksi urine menjadi tindakan mandiri perawat maternitas pada pasien yang mengalami masalah perkemihan. • Gangguan rasa nyaman nyeri pengaruh dari pemasangan nefrostomi • Pasien juga mengalami masalah psikologis terkait dengan penyakit yang di deritanya
• Kecemasan yang dirasakan pasien adalah karena kurangnya pengetahuan pasien terhadap penyakit dan proses pengobatan yang dilakukan, sehingga peran perawat sebagai edukator dan advokat sangat diperlukan untuk mengatasi masalah kecemasan pada pasien dengan kanker serviks. • Pada saat pengkajian aktivitas seksual, empat pasien mengatakan sudah tidak lagi berhubungan dengan pasangannya sejak sakit dan sejak pasien mengeluhkan adanya mengalami perdarahan dari kemaluan. • Pasien juga mengatakan nyeri pada saat berhubungan sehingga pasangan memahami kondisi pasien.
KORIOKARSINOMA • Koriokarsinoma secara klinis disebut sebagai penyakit tropoblas ganas (PTG) • Koriokarsinoma merupakan keganasan yang berasal dari tropoblas plasenta, bersifat sangat agresif dengan kemampuan yang tinggi menyebar secara hematogen. • Kurang lebih 50% koriokarsinoma berkembang dari mola hidatidosa komplit, seperempatnya berasal dari abortus, dan sisanya berkembang dari kehamilan normal atau kehamilan ektopik.
• Frekuensi terjadinya koriokarsinoma di Amerika Serikat dan Eropa antara 1 : 20.000 sampai 1 : 40.000 kehamilan • Asia, Afrika, dan Amerika Latin secara umum lebih tinggi, dengan frekuensi yang pernah dilaporkan 1 : 500 sampai 1000 kehamilan • Koriokarsinoma merupakan keganasan yang bersifat sangat sensitif terhadap pemberian kemoterapi dengan hasil pengobatan hampir 100% mencapai kesembuhan.
TANDA DAN GEJALA • Perdarahan uterus abnormal merupakan gejala tersering dari koriokarsinoma. • Keluhan ini biasanya terjadi setelah kehamilan mola sebelumnya (50% kasus), bisa terjadi setelah abortus (25%), setelah kehamilan normal (22,5%), atau setelah kehamilan ektopik (2,5%). • Gejala-gejala yang muncul tergantung pada terjadinya perdarahan, yang dapat terjadi pada otak, hati, traktus gastrointestinal, atau traktus urinarius.
• Gejala dan tanda : Trias Acostasizon • H (History) yaitu pasca mola hodatidosa, abortus, partus, atau kehamilan ektopik. • B (Bleeding) yaitu perdarahan abnormal pervaginam. • Es (Enlargement and softness) yaitu uterus membesar dan lunak.
Tabel 2.1 Stadium kanker serviks Kanker Karakteristik serviks Stadium 0 Karsinoma insitu, karsinoma intraepitel Stadium I Karsinoma masih terbatas di serviks Stadium IA Invasi kanker ke stroma hanya dapat dikenali secara mikroskopi, kedalaman invasi kurang dari 5 mm dan penyebaran horizontal maksimal kurang dari 7 mm Stadium IB Lesi lokal lanjut namun terbatas pada serviks Stadium II Lesi keluar melewati uterus namun belum mencapai dinding pelvik atau mencapai 2/3 proksimal vagina Stadium IIA Melibatkan vagina tetapi belum melibatkan parametrium Stadium IIB Infiltrasi ke parametrium tetapi belum mencapai dinding panggul Stadium III Tumor menyebar sampai dinding panggul dan atau mencapai 1/3 bawah vagina dan atau menyebabkan hidronefrosis/kerusakan ginjal Stadium IIIA Tumor mencapai 1/3 distal dinding vagina namun belum mencapai dinding panggul Stadium IIIB Penyebaran sampai dinding panggul dan atau terdapat hidronefrosis dan kerusakan ginjal Stadium IVA Penyebaran ke organ sekitar seperti rektum, kandung kemih Stadium IVB Penyebaran jauh Sumber : FIGO (2009)
Penatalaksanaan • Penatalaksanaan koriokarsinoma tergantung pada stadium, besarnya risiko dan keinginan pasien untuk mempertahankan fungsi reproduksinya. • Pada kasus dengan stadium masih dini, risiko rendah, dan masih memerlukan fungsi reproduksi, koriokarsinoma ditangani dengan pemberian kemoterapi tunggal dengan kesembuhan mencapai 100%. • Jumlah anak dirasakan sudah cukup dan kesulitan untuk melakukan monitoring, pilihan : tindakan operasi (histerektomi)
PROGNOSIS • Kasus-kasus koriokarsinoma stadium dini sangat responsif terhadap pemberian kemoterapi, sehingga bisa menghasilkan kesembuhan hampir 100% • Pada kasus sudah dilakukan histerektomi, sehingga fungsi reproduksi tidak diharapkan lagi
Asuhan keperawatan pada pasien Koriokarsinoma (PTG) • Pembahasan artikel penelitian : • Artikel 1 • Artikel 2 • Artikel 3 • Artikel 4 • Artikel 5
DAFTAR PUSTAKA • Afiyati, Y & Pratiwi, A. (2017). Seksualitas dan kesehatan reproduksi perempuan: Promosi, permasalahan dan penanganannya dalam pelayanan kesehatan dan keperawatan. Edisi 1.Cetakan 2. Jakarta: Rajawali Press • Bal, M.S., Goyal, R., Suri, A.K., & Mohi, M.K. (2012). Detection of abnormal cervical cytology in Papanicolaou smears. J Cytol, 29 (1): 45-7 • Berman, A & Synder, S (2012). Fundamentals of nursing: Concepts, process and practice. 9 th edition. New York: Pearson • Budiana. (2009). Karsinoma Pascaabortus. Medicina., 40:65-72 • FIGO. (2009). International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO) staging system revised: what should be considered critically for gynecologic cancer?. Retrieved from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2757555/
• International agency for cancer research. (2014). Cancer prevention. Swiss: WHO Press • Kemenkes RI. (2015). Infodatin: Pusat data dan informasi kementerian Kesehatan RI tentang informasi penyakit kanker. Jakarta: Kemenkes Republik Indonesia • Komite Penanggulangan Kanker Nasional. (2014). Panduan penatalaksanaan kanker serviks. Retrieved from kanker.kemkes.go.id/guidelines/PPKServiks.pdf • NANDA International. (2016). Nanda international nursing diagnoses: Definition & Classification 2009-2011. Philadelphia: Jhon Wiley & Sons • Peterson, S.J. & Bredow, T.S. (2009). Middle range theories: Application to nursing research, 2nd Edition. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins • Tomey & Alligood. (2006). Nursing theorist and their work. 6th Edition. St. Louis: Mosby Elsevier, Inc
Search
Read the Text Version
- 1 - 21
Pages: