Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore UPDATE WD 2023

UPDATE WD 2023

Published by hdhardjolukito, 2023-04-04 03:15:41

Description: UPDATE WD 2023

Keywords: RSPAU dr SUHARDI HARDJOLUKITO

Search

Read the Text Version

NEWSLETTER APRIL 2023 HARI GINJAL SEDUNIA TAHUN 2023 “KESEHATAN GINJAL UNTUK SEMUA : MEMPERSIAPKAN YANG TAK TERDUGA, MENDUKUNG YANG RENTAN

KA RSPAU SAMBUTAN KA RSPAU PADA ACARA WEBINAR NASIONAL - HARI GINJAL SEDUNIA TAHUN 2023 “KESEHATAN GINJAL UNTUK SEMUA : MEMPERSIAPKAN YANG TAK TERDUGA, MENDUKUNG YANG RENTAN!” DI RSPAU dr. SUHARDI HARDJOLUKITO TANGGAL 02 MARET 2023 YTH. KADISKESAU MARSMA TNI dr. SWASONO RAHAYU, Sp.THT- KL., M.KES BESERTA JAJARAN DISKESAU YTH. KETUA UMUM PIA ARDHYA GARINI IBU INONG FADJAR PRASETYO YSH. KADISKES PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA YSH. KADISPORA PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA YSH. KADINKES KABUPATEN BANTUL YSH. SELURUH KEPALA RSAU SE-INDONESIA YSH. SELURUH KETUA PIA ARDHYA GARINI ANAK RANTING SE- INDONESIA YSH. REKTOR PTN/PTS SE DIY YSH. PARA NARASUMBER WEBINAR 1. Dr. dr. IDA GUNAWAN, MS., SP.GK(K), FINEM, KETUA PERHIMPUNAN DOKTER GIZI KLINIK INDONESIA CABANG DKI JAKARTA 2. dr. IRI KUSWADI, SP.PD-KGH, FINASIM, KETUA KORWIL PERNEFRI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA 3. dr. AFIATIN, SP.PD-KGH, FINASIM, KETUA INDONESIA RENAL REGISTRY 4. Dr. dr. MARUHUN BONAR HASIHOLAN MARBUN, SP.PD- KGH, FINASIM, KEPALA DIVISI GINJAL HIPERTENSI DEPARTEMEN PENYAKIT GINJAL FKUI-RSCM

YSH. MODERATOR dr. TRI HARININGSIH, Sp.PD DARI RSPAU DR. SUHARDI HARDJOLUKITO, YOGYAKARTA. SERTA SELURUH PESERTA WEBINAR YANG BERBAHAGIA, ASSALAMU’ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH, SALAM SEJAHTERA UNTUK KITA SEMUA, SYALOM, OM SWASTYASTU, NAMO BUDDHAYA, SALAM KEBAJIKAN PERTAMA-TAMA MARILAH TERLEBIH DAHULU KITA PANJATKAN PUJI SYUKUR KEHADIRAT TUHAN YANG MAHA ESA, ATAS RAHMAT DAN KARUNIA-NYA YANG DILIMPAHKAN KEPADA KITA SEMUA, SEHINGGA KITA DAPAT MENGIKUTI WEBINAR NASIONAL HARI GINJAL SEDUNIA TAHUN 2023 “KESEHATAN GINJAL UNTUK SEMUA : MEMPERSIAPKAN YANG TAK TERDUGA, MENDUKUNG YANG RENTAN!” PADA KESEMPATAN YANG BERBAHAGIA INI, SAYA SELAKU KEPALA RUMAH SAKIT PUSAT ANGKATAN UDARA DR. SUHARDI HARDJOLUKITO BESERTA STAF MENGUCAPKAN TERIMAKASIH, KHUSUSNYA KEPADA MARSMA TNI dr. SWASONO RAHAYU, Sp.THT-KL., M.KES., YANG TELAH BERKENAN MEMBERIKAN SAMBUTAN PADA KEGIATAN WEBINAR INI, SERTA TERIMAKASIH KEPADA PARA NARASUMBER WEBINAR YANG BERKENAN BERBAGI ILMU SEPUTAR PENYAKIT GINJAL KEPADA PARA PESERTA WEBINAR. HADIRIN YANG SAYA HORMATI, INDONESIA SEBAGAI SALAH SATU NEGARA DENGAN JUMLAH PENDUDUK TERBANYAK DI DUNIA MASIH MENGHADAPI BERBAGAI PERMASALAHAN KESEHATAN YANG CUKUP PELIK. SELAIN MASIH MENGHADAPI BERBAGAI PERMASALAHAN YANG LAZIM TERJADI DI NEGARA BERKEMBANG, SEPERTI KURANG GIZI, PENYAKIT MENULAR/PENYAKIT TROPIS DAN INFEKSI, DAN LAIN – LAIN. INDONESIA JUGA MULAI MENGHADAPI BERBAGAI PERMASALAHAN KESEHATAN YANG LAZIM TERJADI DI NEGARA-NEGARA MAJU, YAITU

PENYAKIT-PENYAKIT KRONIS AKIBAT PROSES DEGENERATIF DAN PERUBAHAN GAYA HIDUP, SEPERTI HIPERTENSI, DIABETES MELLITUS, PENYAKIT JANTUNG KORONER, GAGAL GINJAL KRONIS, STROKE, DAN LAIN-LAIN. SAAT INI PENYAKIT GINJAL MENJADI PENYEBAB KEMATIAN KE- 10 DI INDONESIA DENGAN JUMLAH KEMATIAN LEBIH DARI 42 RIBU PERTAHUN. UNTUK ITU PERLU MEWASPADAI PENYAKIT TERSEBUT DENGAN MELAKUKAN PENCEGAHAN SEDINI MUNGKIN DAN MENGENALI CIRI-CIRI DARI PENYAKIT GINJAL. KARENA GINJAL MERUPAKAN ORGAN YANG BERFUNGSI MEMBERSIHKAN ALIRAN DARAH DENGAN BEKERJA SEBAGAI FILTER UNTUK MENGELUARKAN AIR DAN PRODUK SISA DARI TUBUH. PENYAKIT GINJAL ADALAH KONDISI KETIKA FILTER TERSEBUT TIDAK BERFUNGSI DENGAN BAIK. PENYAKIT GINJAL INI UMUMNYA MEMENGARUHI KEDUA GINJAL, DAN JUGA DAPAT MEMENGARUHI ORGAN TUBUH LAINNYA, SEPERTI JANTUNG DAN ORGAN LAINNYA. MENGINGAT BAHAYANYA PENYAKIT TERSEBUT PERLU DILAKUKAN PENCEGAHAN DENGAN DETEKSI SEDINI MUNGKIN TERHADAP PENDERITA PENYAKIT GINJAL. UNTUK ITU RSPAU DR. SUHARDI HARDJOLUKITO MENYELENGGARAKAN WEBINAR INI SELAIN DALAM RANGKA MEMPERINGATI “WORLD KIDNEY DAY TAHUN 2023” ADALAH JUGA UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN WAWASAN KEPADA ANGGOTA, KELUARGA, DAN MASYARAKAT, SERTA MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP, DAN MEMBERIKAN MOTIVASI AGAR PASIEN SELALU DISIPLIN DALAM MENJALANI TERAPI HEMODIALISA. HADIRIN YANG BERBAHAGIA, SEBELUM WEBINAR KALI INI KITA MULAI, IJINKANLAH SEKALI LAGI KAMI ATAS NAMA KELUARGA BESAR RSPAU DR. SUHARDI HARDJOLUKITO SANGAT MENGAPRESIASI DAN TERIMA KASIH KAMI KEPADA YANG TERHORMAT MARSMA TNI dr. SWASONO RAHAYU, Sp.THT-KL., M.Kes., TELAH BERKENAN UNTUK MEMBERIKAN SAMBUTAN PADA WEBINAR INI. DAN TAK LUPA KAMI MENGUCAPKAN TERIMA KASIH KEPADA SELURUH PEMBICARA, SELURUH PESERTA,

SPONSOR DAN PANTIA, SEHINGGA DAPAT TERSELENGGARANYA WEBINAR INI. DALAM WEBINAR KALI INI ADA RIBUAN PESERTA YANG MENDAFTAR, BAGI PESERTA YANG TERKENDALA TEKNIS DALAM BERGABUNG/JOIN VIA ZOOM, KAMI JUGA MENYIAPKAN LIVE STREAMING YOUTUBE RSPAU DR. SUHARDI HARDJOLUKITO. MOHON MAAF APABILA DALAM PELAKSANAAN WEBINAR NANTI NYA ADA HAL-HAL YANG KURANG BERKENAN. AKHIR KATA, SELAMAT MENGIKUTI WEBINAR WEBINAR NASIONAL HARI GINJAL SEDUNIA TAHUN 2023 “KESEHATAN GINJAL UNTUK SEMUA : MEMPERSIAPKAN YANG TAK TERDUGA, MENDUKUNG YANG RENTAN!”. SEMOGA WEBINAR INI DAPAT MENAMBAH WAWASAN, PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN GINJAL. SEKIAN DAN TERIMA KASIH. WASSALAMU’ALAIKUM WR. WB SALAM SEJAHTERA UNTUK KITA SEMUA, SYALOM, OM SANTI SANTI SANTI OM, NAMO BUDDHAYA, SALAM KEBAJIKAN. KEPALA RUMAH SAKIT PUSAT ANGKATAN UDARA DR. SUHARDI HARDJOLUKITO dr. MUKTI ARJA BERLIAN, Sp.PD., Sp.KP., MM. MARSEKAL PERTAMA TNI

KADISKESAU SAMBUTAN KADISKESAU PADA ACARA WEBINAR NASIONAL - HARI GINJAL SEDUNIA TAHUN 2023 “KESEHATAN GINJAL UNTUK SEMUA : MEMPERSIAPKAN YANG TAK TERDUGA, MENDUKUNG YANG RENTAN!” DI RSPAU dr. SUHARDI HARDJOLUKITO TANGGAL 02 MARET 2023 Yth. Ketua Umum PIA Ardhya Garini Ibu Inong Fajar Prasetyo Ysh. Kepala RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito Marsekal Pertama TNI dr. Mukti Arja Berlian, Sp.PD., Sp.KP., MM. Ysh. Kadinkes Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Ysh. Kadinkes Kabupaten Bantul Ysh. Kadispora Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Ysh. Seluruh Kepala RSAU Se-Indonesia Ysh. Seluruh Ketua PIA Ardhya Garini dan Pengurus se-Indonesia Ysh. Para Narasumber Webinar : 1. Dr. dr. Maruhun Bonar Hasiholan Marbun, Sp.PD-KGH, FINASIM 2. dr. Afiatin, Sp.PD-KGH, FINASIM 3. Dr. dr. Ida Gunawan, MS., Sp.GK(K), FINEM 4. dr. Iri Kuswadi, Sp.PD-KGH, FINASIM Serta seluruh peserta webinar yang berbahagia, Assalamu’alaikum Wr. Wb. Salam Sejahtera Untuk Kita Semua, Syalom, Om Swastyastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.

Pertama-tama ijinkan saya mengajak bapak/ibu sekalian untuk memanjatkan puji & syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena pada saat ini atas limpahan rahmat dan karunia-Nya kita masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk dapat mengikuti dan menyimak webinar nasional yang diselenggarakan oleh RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito Diskesau dalam rangka memperingati Hari Ginjal Sedunia (World Kidney Day) tahun 2023 yang jatuh pada tanggal 10 Maret 2023 mendatang. Hadirin Yang Berbahagia, Melalui sambutan ini, perkenankanlah saya atas nama Kepala Dinas Kesehatan TNI Angkatan Udara mengucapkan selamat atas terselenggaranya webinar ini. Dengan mengusung tema peringatan Hari Ginjal Sedunia tahun 2023 “Kesehatan Ginjal Untuk Semua: Mempersiapkan Yang Tak Terduga, Mendukung Yang Rentan!” dengan tujuan untuk mengedukasi dan berkontribusi menjembatani kesenjangan pengetahuan kesehatan ginjal yang lebih baik bagi anggota TNI AU dan masyarakat. Karena Menurut IHME Global Burden Disease tahun 2022, penyakit ginjal kronis (CKD) menjadi penyebab kematian nomor 11 di dunia. Dari data yang sama, di Indonesia sendiri penyakit ini menempati urutan ke-10 penyebab kematian terbanyak yaitu sebanyak 42.131 kematian. Dimana saat ini lebih dari 850 juta orang di dunia diperkirakan menderita penyakit ginjal dari berbagai sebab. Rendahnya pengetahuan terhadap penyakit ginjal kronis (CKD) maupun gangguan ginjal akut (AKI) dan keterlambatan deteksi dini menyebabkan jumlah penderita ginjal kronis meningkat. Penyakit ginjal kronis dan gagal ginjal akut umumnya dapat di cegah, namun tentu perlu upaya dan komitmen yang kuat dari kita bersama. Salah satunya dengan meningkatkan kesadaran serta memberikan edukasi pengetahuan tentang penyakit ginjal kepada masyarakat. Mengingat kesehatan ginjal sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup kita, untuk itu, pada momentum peringatan Hari Ginjal Sedunia 2023 ini saya mengajak, mari bersama-sama kita tingkatkan kepedulian untuk lebih mengenal, menjaga dan mempersiapkan hal yang tidak terduga serta mendukung kesadaran masyarakat tentang masalah dan pengobatan yang berhubungan dengan ginjal dan dampaknya terhadap kesehatan.

Dengan hadirnya narasumber yang ahli dibidang kesehatan ginjal pada webinar kali ini akan membahas lebih mendalam mulai dari aspek pola hidup sehat, pencegahan, deteksi dini hingga penanganan penyakit ginjal. Para peserta webinar yang berbahagia, Sebelum saya menutup sambutan ini saya memberikan apresiasi kepada Kepala RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito Marsma TNI dr. Mukti Arja Berlian, Sp.PD., Sp.KP, MM., yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan sangat baik. Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Udara dibawah Dinas Kesehatan TNI Angkatan Udara senantiasa bersinergi untuk turut berperan aktif dalam menyukseskan program pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Terimakasih atas peran, sumbangsih tenaga, dan pemikiran para narasumber webinar sekalian, serta saya ucapkan terima kasih pada seluruh pihak yang berkontribusi dalam menyukseskan acara ini, terutama pada seluruh panitia yang telah bekerja keras untuk menyelenggarakan acara webinar nasional ini. Akhir kata selamat mengikuti webinar ini, semoga dapat menambah wawasan dan dapat diimplementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Sekian dan terima kasih. Wassalamu’alaikum wr.wb. Salam sejahtera untuk kita semua, Syalom, Om santi santi santi om, Namo buddhaya, Salam kebajikan. Kepala Dinas Kesehatan TNI Angkatan Udara dr. Swasono R, Sp.THT-KL., M.Kes Marsekal Pertama TN

PENGARUH GAYA HIDUP TERHADAP KESEHATAN GINJAL dr. Ida Gunawan, MS SpGK(K) FINEM Penyakit Tidak Menular (PTM) atau biasa juga disebut sebagai penyakit degeneratif. Penyakit tidak menular menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat karena tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi secara global, merupakan jenis penyakit yang tak bisa ditularkan oleh penderita ke orang lain, jenis penyakit ini berkembang secara perlahan dan terjadi dalam jangka waktu yang panjang. Penyakit tidak menular antara lain penyakit jantung, diabetes melitus (DM), kanker, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), penyakit ginjal kronis (PGK), dan gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. Menurut WHO tahun 2022 penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyebab kematian terbesar didunia (41 juta kematian setiap tahunnya sama dengan 74% dari seluruh kematian global). Penyakit ginjal kronis termasuk dalam 55% beban PTM global. Didapatkan data bahwa 1 dari 10 orang dewasa di dunia menderita penyakit ginjal kronis dan menghabiskan 2-3% biaya kesehatan tahunan di negara maju. Berdasarkan Riskesdas tahun 2018 prevalensi penyakit ginjal kronis di Indonesia merupakan penyakit urutan 10 penyebab kematian paling banyak dan masuk ke 10 besar kasus terbanyak di Asia. Gambar 1. Data Riskesdas 2018

Untuk mengurangi angka morbiditas dan menggunakan metode “piring makanku” yang mortalitas dari penyakit ginjal kronis maka diperlukan menggambarkan porsi makan yang dikonsumsi dalam pencegahan dengan mengendalikan faktor risiko. satu piring yang terdiri dari 50 persen buah dan sayur, Pencegahan nya dapat melakukan gaya hidup sehat dan 50 persen sisanya terdiri dari karbohidrat dan berupa diet (lakukan diet seimbang, batasi gula garam protein. Dalam setiap sajian sebaiknya memperhatikan dan lemak jenuh, serta minum yang cukup), olahraga kandungan gula, garam dan lemak. Batasan konsumsi yang teratur 3-4 kali selama seminggu selama 30 menit, gula, garam, dan lemak yang disarankan Kementerian kendalikan berat badan sesuai IMT, tidak merokok, tidur Kesehatan per orang per hari adalah: Gula tidak lebih cukup selama 8 jam, kendalikan stress, dan lakukan dari 50 gr (4 sendok makan); Garam tidak melebihi 2000 medical check up secara berkala. Gizi seimbang dan mg natrium/sodium atau 5 gr (1 sendok teh), dan untuk lemak hanya 67 gr (5 sendok makan minyak). batasi gula, garam, dam lemak jenuh dilakukan agar mencegah terjadinya obesitas dimana obesitas salah satu faktor risiko dalam terjadinya penyakit ginjal kronik. Gambar 3. Sajian “Piring Makanku” Gambar 2. Piramida Pencegahan untuk Penyakit Ginjal Gula yang berlebih (hiperglikemia) pada Kronik penderita Diabetes Melitus dapat menyebabkan Penyakit Ginjal Kronik dengan patofisiologi hiperglikemia Pola diet yang harus dilakukan yaitu dengan diet yang memicu pembentukan reactive oxygen species gizi seimbang, dimana gizi seimbang adalah susunan (ROS) dan Advanced Glycosylation End Products pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam (AGE). Pembentukan AGE dan ROS menyebabkan jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, terjadi stress oxidative pada jaringan nefron ginjal. dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman Peningkatan stress oxidative pada nefron ginjal pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih dan menyebabkan kenaikan permeabilitas ginjal lalu mempertahankan berat badan normal untuk mencegah terjadinya proteinuria, efek lain kenaikan permeabilitas masalah gizi. Gizi seimbang dilakukan dengan glomerulus juga mengaktifkan system RAAS yang

menyebabkan kenaikan tekanan darah dan lebih jauh penyakit ginjal, keduanya berperan dalam patogenesis dan progesivitas penyakit ginjal kronik serta timbulnya meningkatkan permeabilitas ginjal dan memperparah komplikasi. Stres oksidatif dan inflamasi saling mempengaruhi dan dapat meningkatkan kejadian satu kerusakan ginjal. Mekanisme lain dari kerusakan ginjal sama lain. Ketidakseimbangan produksi radikal bebas dan pertahanan oksidan mengakibatkan stres oksidatif dimana AGE dan ROS menstimulasi pembentukan yang akan memicu inflamasi dan sebaliknya inflamasi akan menghasilkan radikal bebas. Mekanisme tubuh growth factor, growth factor yang terbentuk berupa TGF, untuk melawan keadaan ini adalah melalui pertahanan antioksidan. Dengan adanya radikal bebas tubuh akan VEGF, dan PDGF. Pembentukan growth factor tersebut menghasilkan antioksidan. Produksi antioksidan ini diatur oleh Nrf2, suatu faktor transkripsi yang dapat dapat menyebabkan terjadinya fibrosis pada ginjal dan meningkatkan produksi dari berbagai antioksidan endogen. menurunkan GFR. Diet studi tahun 2014 memperkirakan bahwa Garam berlebih dapat menyebabkan penyakit 11,8% populasi mengkonsumsi lebih dari 50 gram gula perhari, sumber makanan umum adalah gula meja, hipertensi atau darah tinggi yang dapat menyebabkan produk gandum, produk susu, minuman manis bumbu permen dan produk coklat. Begitu pun dengan asupan penyakit ginjal kronik. Mekanisme kerusakan ginjal oleh natrium atau garam penduduk Indonesia 2764 mg/hari, nilai ini melebihi yang direkomendasikan yaitu 2000 hipertensi disebabkan oleh penebalan sel-sel tunica mg/hari. Garam atau natrium ada dua macam, yang alami dan tambahan, kalau yang tambahan 73% dari intima pada glomerulus ginjal, penebalan sel tunica makanan yang dimasak di rumah 23% dari makanan yang diproses. Menurut Susesnas 2019 untuk asupan intima menyebabkan mengecilnya vaskular yang lemak jenuh di Indonesia rata-rata 64,7 gr/kapita/hari dimana 2/3 nya berupa lemak jenuh, nilai ini setara berujung pada mengecilnya aliran pembuluh darah ke dengan 18,2% dari total kalori. Lemak jenuh bersifat non-esensial karena dapat disintesis oleh tubuh dan bagian glomerulus, berkurangnya aliran pembuluh darah pada umumnya berwujud padat pada suhu kamar. Asam lemak jenuh berasal dari lemak hewani, misalnya ke glomerulus menyebabkan aktifnya system Renin- mentega. krim, keju, minyak samin, lemak babi, es krim , dan lemak yang menempel pada daging. Proporsi Angiotensin-Aldosteron yang menyebabkan kenaikan asupan buah atau sayur kurang dari 5 porsi perhari sekitar 95,5% menurut Riskesdas tahun 2018. Rata-rata tekanan darah lebih lanjut sehingga terjadi kerusakan asupan serat penduduk Indonesia sebanyak 10,5 gram perhari (sekitar 1/3 dari rekomendasi yang 30 gram ginjal yang permanen. Awalnya mekanisme aktifasi perhari). system Renin-Angiotensin-Aldosterone dapat mengkompensasi kurangnya aliran darah ke ginjal, namun seiring waktu akan menyebabkan nekrosis pada sel ginjal. Kerusakan glomerulus ginjal dapat menyebabkan global sclerosis dimana terjadi kerusakan yang permanen dari glomerulus atau Focal segmental nekrosis yang merupakan system kompensasi ginjal dimana terjadi pembesaran glomerulus pada suatu area karena kerusakan nefron pada area lain pada ginjal. Secara kronik perubahan-perubahan pada glomerulus ginjal akan menyebabkan kematian nefron yang akan menyebabkan penurunan GFR secara perlahan. Patofisiologi pada penyakit ginjal kronik selain DM dan hipertensi, stress oksidatif dan antinflamasi juga menjadi mekanisme patofisiologi. Stres oksidatif merupakan suatu kondisi dimana pembentukan ROS melebihi kapasitas sistem pertahanan antioksidan, hal tersebut terjadi akibat peningkatan produksi ROS, penurunan pertahanan antioksidan ataupun keduanya. Stres oksidatif dan inflamasi merupakan karakteristik

Gambar 4. Etiologi Penyakit Ginjal Kronik

DETEKSI DINI PENYAKIT GINJAL DAN PILIHAN TERAPINYA dr. Iri Kuswadi, SpPD – KGH Anatomi dan Fungsi Ginjal Ginjal adalah organ yang memiliki fungsi mengeluarkan sisa-sisa produk dari tubuh, Ginjal berbentuk menyerupai kacang merah, menyeimbangkan cairan tubuh, memproduksi sel darah memiliki ukuran panjang 10-12 cm, lebar 6 cm, merah, mengatur tekanan darah, menyaring 120-150 tebal 3cm, dan beratnya sekitar 0,5% dari liter darah per hari, dan mengaktifkan vitamin D untuk berat badan. Ginjal pada manusia terdiri atas kesehatan tulang dan gigi. Apabila fungsi ginjal satu pasang dan terletak di dorsal kiri dan terganggu akan sangat berbahaya bagi kesehatan kanan tulang belakang bagian pinggang. manusia bahkan dapat menyebabkan kematian. Ginjal kanan terletak sedikit lebih rendah dari ginjal kiri. Gambar 5. Anatomi Ginjal 5. Penyakit Ginjal Kronik Pada penyakit Ginjal Kronik terjadi proses kerusakan pada ginjal yang mengakibatkan fungsi ginjal menurun dan dapat berakhir dengan gagal ginjal. Angka kejadian masih cukup tinggi dengan etiologi yang luas dan kompleks. Penyakit ginjal kronik sering ditemukan pada stadium akhir karena jarang muncul keluhan. Berdasarkan data epidemiologi di Indonesia, prevalensi Penyakit Ginjal Kronik di Indonesia pada tahun 2018 adalah 0.38% atau kurang lebih 713.783 jiwa. Dari jumlah tersebut 0,2% populasi berumur ≥ 15 tahun dan 19,3% menjalani terapi hemodialisa di 249 renal unit di Indonesia. Pembiayaan perawatan penyakit Ginjal Kronik merupakan pembiayaan terbesar kedua pada BPJS Kesehatan setelah penyakit Jantung yaitu sebesar 2,68 triliun rupiah.

6. Deteksi Dini Penyakit Ginjal Kronik 3 GFR ↓ sedang 30 – 59 Evaluasi dan terapi Untuk deteksi dini penyakit Ginjal Kronik perlu 4 GFR ↓ berat 15 – 29 komplikasi terapi mengenali gejala dan tandanya. Beberapa tanda dan Persiapan gejala penyakit ginjal kronik adalah sebagai berikut: pengganti ginjal a. Tekanan darah tinggi 5 Gagal Ginjal < 15 (atau Terapi pengganti ginjal b. Perubahan volume dan frekuensi buang air kecil (BAK) dalam sehari dialisis) c. Adanya darah dalam urin Penyakit Ginjal Kronik adalah penurunan GFR <60mL/min/1.73m2 selama>3 bulan. d. Rasa lemah serta sulit tidur Kerusakan ginjal adalah adanya abnormalitas pada pemeriksaan patologi ginjal, termasuk abnormalitas pada e. Kehilangan nafsu makan pemeriksaan darah atau urin atau pemeriksaan radiologi. f. Sakit kepala Modalitas pilihan untuk terapi pengganti ginjal adalah: g. Tidak dapat berkonsentrasi a. Transplantasi ginjal h. Gatal Transplantasi ginjal adalah terapi pengganti i. Sesak ginjal yang ideal dengan harapan dan kualitas hidup yang baik. Bila fungsi ginjal transplan j. Mual dan muntah bagus, dapat menggantikan fungsi ginjal sebelumnya. Namun kekurangannya adalah k. Bengkak, terutama pada kaki dan harus mencari donor yang sesuai dari orang pergelangan kaki, bengkak pada kelopak hidup, mendapatkan terapi imunosupresan, dan ada risiko infeksi. mata waktu bagun tidur pagi b. Peritoneal Dialysis (PD) Apabila didapati tanda dan gejala tersebut di atas, dilanjutkan dengan pemeriksaan lanjutan, yaitu: Peritoneal Dialisis adalah salah satu pilihan dialisis yang praktis. Metode dialisis ini a. Pemeriksaan darah: kadar kreatinin, ureum, menggunakan rongga abdomen sebagai laju filtrasi glomerulus (LFG) reservoar cairan dialisat dan memanfaatkan membran peritoneum sebagai membran b. Pemeriksaan urin: kadar albumin, protein. semipermeabel yang berfungsi sebagai tempat yang dilewati oleh cairan tubuh dan solute 7. Tatalaksana Penyakit Ginjal Kronik termasuk toksin uremik yang akan dibuang. Penatalaksanaan Penyakit Ginjal Kronik Ada 2 jenis Peritoneal Dialisis, yaitu berdasarkan stadiumnya adalah sebagai berikut: Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) dan Automated Peritoneal Dialysis Tabel 1. Tatalaksana Penyakit Ginjal Kronik (APD). Pada CAPD proses dialisis tidak berhenti, secera berkesinambungan membersihkan darah berdasarkan Stadium 24 jam sehari setiap hari. Proses dialisis dilakukan 3-5 kali sehari selama 20-30 menit Stadium Deskripsi GFR Tindakan (mL/min/1,73 m2) 1 Kerusakan >90 Diagnosis dan ginjal dengan pengobatan, pengobatan normal atau komorbid, memperlambat GFR ↑ progresi, menurunkan resiko CVD 2 Kerusakan 60 – 89 Estimasi progresivitas ginjal dengan GFR ↓ ringan

setiap sesinya. Kateter PD (Tenckhoff catheter) infeksi aliran darah, trombosis. HD harus merupakan akses untuk memasukkan cairan dilakukan 2-3x seminggu, sehingga sulit bila dialisat dan mengeluarkan enfluent dialisat dan pasien harus bekerja dan sulit dikerjakan pada dipasang secara permanen. Tempat dimana kondisi hemodinamik yang tidak stabil. kateter keluar masuk dari tubuh disebut exit site. Kateter mudah disembunyikan di dalam pakaian. Mesin hemodialisis terdiri dari membran semipermeabel dengan darah di satu pihak dan Gambar 6. Perlengkapan CAPD cairan dialisis di pihak lain. Dibuat AV-fistula (cimino) pada tangan pasien sebagai tempat CAPD memiliki keunggulan sebagai masuk dan keluarnya darah ke mesin ginjal terapi pengganti ginjal yaitu survival lebih baik buatan setiap kali dilakukan hemodialisa. pada 2 tahun pertama, residual kidney function Hemodialisis adalah proses membuang produk- dapat dipertahankan lebih lama, Bridging therapy produk sisa metabolisme seperti potasium dan yang baik untuk transplantasi ginjal, dan urea dari darah dengan menggunakan mesin mencegah risiko gangguan akses vaskular. dialiser. Mesin ini mampu berfungsi sebagai CAPD memberikan fleksibilitas bagi pasien CKD. ginjal menggantikan ginjal penderita yang sudah Pasien bebas bergerak, karena tidak rusak. Darah dipompa keluar dari tubuh lalu berhubungan dengan mesin. CAPD masuk ke dalam mesin dialiser (yang berfungsi memungkinkan pasien menjalani gaya hidup sebagai ginjal buatan). seperti biasa dengan sedikit batasan diet. Pasien diperbolehkan mengkonsumsi makanan protein Hemodialisis dikerjakan oleh dokter dan tinggi. Namun CAPD memiliki risiko terjadi perawat, pasien pasif dan aktivitas dibatasi, peritonitis dan harus mengganti dialisat 3-5 kali terapi ini dianjurkan untuk pasien dengan dalam sehari. mobilitas rendah. c. Hemodialisis (HD) Intervensi pada penyakit ginjal kronik bertujuan Hemodialisis adalah terapi pengganti ginjal mempertahankan fungsi ginjal/memperlambat yang harus dilayani di pusat HD. Ada risiko penurunan fungsi ginjal lebih lanjut dengan cara mengontrol tekanan darah, manajemen diet dan berat badan, mengontrol kadar gula darah dan profil lipid darah, dan pemberian obat-obatan. Upaya yang bisa dilakukan untuk hidup berkulaitas pada pasien Penyakit Ginjal Kronis adalah dengan: a. Rutin dialisis/cuci darah b. Rutin periksa ke dokter c. Olahraga teratur d. Menjaga pola makan e. Menjaga berat badan ideal f. Dukungan keluarga



mendapatkan terapi yang efektif akan lebih besar jika diketahui lebih awal. PA. Penyakit Ginjal Kronik Mekanisme dasar terjadinya PGK adalah adanya enyakit Ginjal Kronik (PGK) adalah suatu cedera jaringan. Cedera sebagian jaringan ginjal gangguan pada ginjal ditandai dengan tersebut menyebabkan pengurangan massa ginjal, yang abnormalitas struktur ataupun fungsi ginjal yang kemudian mengakibatkan terjadinya proses adaptasi berlangsung lebih dari 3 bulan. PGK ditandai dengan berupa hipertrofi pada jaringan ginjal normal yang masih satu atau lebih tanda kerusakan ginjal yaitu albuminuria, tersisa dan hiperfiltrasi. Namun proses adaptasi tersebut abnormalitas sedimen urin, elektrolit, histologi, struktur hanya berlangsung sementara, kemudian akan berubah ginjal, ataupun adanya riwayat transplantasi ginjal, juga menjadi suatu proses maladaptasi berupa sklerosis disertai penurunan laju filtrasi glomerulus. nefron yang masih tersisa. Pada stadium dini PGK, terjadi kehilangan daya cadang ginjal, pada keadaan Penyakit ginjal kronis awalnya tidak dimana basal laju filtrasi glomerulus (LFG) masih normal menunjukkan tanda dan gejala namun dapat berjalan atau malah meningkat. Secara perlahan tapi pasti akan progresif menjadi gagal ginjal. Penyakit ginjal bisa terjadi penurunan fungsi nefron yang progresif. dicegah dan ditanggulangi dan kemungkinan untuk

komponen elektrolit yang mirip dengan serum normal, dan tidak mengandung residu metabolisme nitrogen. Cairan dialisis dan darah yang terpisah akan mengalami perubahan konsentrasi karena zat terlarut berpindah dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah, darah yang terpisah akan mengalami perubahan konsentrasi hingga konsentrasi zat terlarut di kedua kompartemen sama (difusi). Gambar 1. Stadium Penyakit Ginjal Kronik B. Jenis Terapi Pengganti Ginjal H1. Hemodialisis Gambar 2. Hemodialisis emodialisis adalah upaya membersihkan sisa- sisa metabolisme atau zat-zat toksik lain dalam 2. Peritoneal Dialisis darah disaring lewat membran semipermeabel dan kemudian dibuang. Hemodialisis digunakan untuk Continous Ambulatory Peritoneal Dialisis (CAPD) pasien dengan gagal ginjal stadium akhir atau pasien sakit akut yang memerlukan dialisis jangka pendek. CAPD(continuous ambulatory peritoneal dialysis) Pada penderita gagal ginjal kronik, hemodialisis dapat mencegah kematian. Hemodialisis tidak dapat merupakan metode cuci darah yang menyembuhkan atau memulihkan penyakit ginjal, juga dilakukan lewat perut. Metode ini memanfaat tidak dapat mengkompensasi hilangnya metabolisme ginjal atau aktivitas endokrin, dan dampak gagal ginjal kan selaput dalam rongga perut (peritoneum), yang serta pengobatannya terhadap kualitas hidup. Hemodialisis dilakukan dengan mengalirkan darah ke memiliki permukaan luas dan banyak jaringan pembuluh dalam tabung ginjal buatan (dialyzer) yang terdiri dari dua kompartemen darah yang terdiri dari membran darah, sebagai filter alami ketika dilewati oleh zat sisa. permeabel buatan (artificial) dengan kompartemen dialisat. Kompartemen dialisat diisi dengan komponen dialisat bebas pirogen, mengandung larutan dengan

Gambar 4. Automated Peritoneal Dialisis C. Travelling Pada Pasien Gagal Ginjal Stadium 5 Dengan Dialisis Gambar 3. Continous Ambulatory Peritoneal Dialisis Travelling atau bepergian pada pasien PGK Stadium 5 dengan dialisis merupakan hal penting untuk Automated Peritoneal Dialisis (APD) kebahagiaan dan gaya hidup. Alasan untuk travelling APD adalah bentuk Dialisis Peritoneal (PD) antara lain pekerjaan, keperluan keluarga (acara keluarga seperti pernikahan, syukuran ,menengok anak menggunakan mesin yang disebut cycler untuk atau orang tua, keperluan pengobatan) rekreasi, healing. melakukan pergantian dialisis. Cycler diprogram untuk memberi jumlah dialisis yang tepat, sesuai dengan yang Semua pasien dapat melakukan travelling telah diresepkan oleh dokter. Biasanya, program APD dengan syarat : berlangsung antara 8 hingga 12 jam, dan dilakukan semalaman. 1. Kondisi stabil : dinilai oleh dokter yang merawat 2. Persiapan yang matang dengan perencanaan yang baik Keterbatasan travelling pada pasien yang menjalani hemodialisis (HD) adalah harus melakukan HD sesuai jadwal rutin ( 2 – 3 kali seminggu), asupan makanan dan minuman terbatas. Travelling pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis Perencanaan travelling pada pasien yang menjalani hemodialisis adalah sebagai berikut: 1. Perencanaan dilakukan minimal 4 minggu sebelumnya untuk mempersiapkan semua hal 1. Cari informasi unit dialisis di tempat traveling : bila berkunjung ke kerabat maka dapat dilakukan oleh kerabat tersebut. Bila tidak maka daftar unit dialisis bisa dicari secara online 2. Cari tempat penginapan yang mempunyai akses yang mudah dan cepat ke unit dialisis 3. Yakinkan pasien dapat mendapatkan pelayanan HD di tempat travelling, dan hubungi lebih dari 1 unit dialisis

4. Lakukan komunikasi awal dengan staf di 1. Pastikan membawa obat pribadi dalam jumlah yang cukup untuk keperluan selama travelling dan juga unit dialisis tersebut membawa resep obat tersebut (untuk kondisi emergensi) 5. Sesuaikan jadwal travelling sesuai dengan 2. Pastikan akses untuk rawat inap 3. Dokter di unit tersebut dapat juga melakukan ketersediaan tempat HD perawatan dan berkomunikasi dengan DPJP di tempat asal 6. Booking jadwal HD 4. Pastikan keluarga di rumah tahu rencana travelling anda Informasi tentang pelayanan HD di tempat 5. Siapkan informasi nomor telepon yang dapat travelling adalah sebagai berikut : dihubungi tempat menginap, unit dialisis dan tenaga 1. Apakah peresepan HD yang ditetapkan DPJP dapat medis di tempat travelling dilaksanakan? 6. Pastikan teman travelling anda mengerti tentang 2. Jenis HD yang tersedia, jenis mesin HD penyakit dan kebutuhan anda 3. Dializer reuse atau single use 4. Apakah mungkin dilakukan HD dengan dialyzer yang Tahun 2012 BIMC Hospital Nusa Dua (Bali sama dengan tempat asal Indonesia Medika Citra) Medical tourism di Bali dibuka 5. Berapa jam pelayanan HD disana dengan pelayanan Dialisis. Rumah sakit berstandar 6. Jadwal HD untuk pasien travelling (shift regular atau internasional tersebut memiliki Dialysis Centre yang tidak) menunjang kebutuhan pasien hemodialisis ketika 7. Apakah selama HD diperbolehkan makan dan minum berlibur. Hal ini dikarenakan BIMC Dialysis 8. Berapa pasien yang ditangani oleh satu orang Centre memiliki 6 dialysis reclined-seat yang dilengkapi perawat setiap sesi HD oleh komputer pribadi dan koneksi internet berkecepatan 9. Apakah obat yang biasa dipakai tersedia disana. tinggi, sehingga pasien dapat bermain internet selama dialisis. Selain itu, tersedia juga ruang privat bagi pasien Persiapan yang dapat dilakukan oleh pasien hemodialis berkebutuhan khusus dan layanan antar hemodialisis yang akan travelling : jemput bagi pasien hemodialisis yang menginap di hotel 1. Semua pasien HD harus membawa berkas tentang sekitar area Nusa Dua. Saat HD dapat bersamaan kondisi medis dan peresepan HD rutin nya dengan refleksi, manikur,pedicur bahkan facial. 2. Berkas Travelling Dialysis yang berisi informasi :  Diagnosis  Peresepan HD yang diberikan oleh dokter  Akses HD : CDL atau AV Shunt di lengan mana, bagaimana kondisi terakhir  Hasil laboratorium , Thorax foto dan EKG terbaru  Kebutuhan khusus bila ada  Penyandang dana HD : asuransi, membayar sendiri  Tempat tinggal selama travellng  Daftar obat Apabilan pasien hemodialis perlu mendapatkan perawatan saat travelling, maka hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :

Gambar 5. Hemodialisis di BIMC Hospital Nusa Dua (Bali Indonesia Medika Citra) Travelling pada pasien gagal ginjal kronik yang Gambar 6. Travelling pada pasien CAPD menjalani CAPD Travelling pada pasien gagal ginjal kronik yang Pasien CAPD lebih mudah dalam travelling menjalani APD (Automated Peritoneal Dialisis) karena tidak perlu mencari unit dialisis. Beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pasien adalah : Pasien dengan APD akan lebih mudah karena 1. Persiapan berkas medis sama dengan pasien HD. penggantian cairan dilakukan pada malam hari. 2. Pastikan membawa cairan dialisat dan perlengkapan Beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pasien lainnya yang cukup selama travelling, bila dibutuhkan adalah : jumlah yang banyak maka pengiriman cairan harus 1. Persiapan sama dengan CAPD dilakukan lebih awal dan tiba sebelum kedatangan 2. Alat APD dapat dibawa dengan menggunakan koper pasien di tempat tujuan. khusus yang bisa dipinjam dari vendor penyedia BMHP 3. Membawa surat keterangan dari dokter karena membawa cairan dan bahan medis habis pakai lainnya 4. Pilih satu Rumah Sakit untuk persiapan bila diperlukan 5. Pastikan di tempat menginap ataupun berkunjung memiliki area yang cukup untuk penggantian cairan

7. Siapkan makanan dalam perjalanan dengan membaginya dalam porsi kecil 8. Pilih makanan segar untuk snack 9. Hindari snack dengan garam tinggi seperti keripik dan minuman kemasan 10. Pilih snack yg tinggi protein E. Hemodialisis saat Haji dan Umrah Pemerintah Saudi Arabia memberi pelayanan HD gratis untuk semua pasien dari seluruh dunia. Direncanakan bersama travel umroh dan tim Kesehatan Haji Pemerintah. F. Terapi pengganti ginjal yang cocok untuk pasien dengan travelling 1. Transplantasi Ginjal 2. Peritoneal Dialysis : Automated PD bila tidak ada CAPD Gambar 7. Travelling pada pasien APD D. Tips makanan saat travelling Tips makan saat travelling untuk pasien dialisis 1. Rencanakan sebelumnya 2. Usahakan berimbang 3. Variasi makanan : protein berkualitas, buah, sayuran , minuman nutrisi dan air. 4. Hindari : saus, susu, minuman bergula, makanan proses, makanan dengan garam atau kalium tinggi 5. Konsultasi dengan dietisien sebelum berangkat 6. Bawa air dalam kemasan dengan porsi kecil dan sudah terukur

DAFTAR PUSTAKA Global Burden of Disease Collaborative Network, Global Burden of Disease Study 2019 (GBD 2019) Results (2020, Institute for Health Metrics and Evaluation – IHME) Riskesdas 2018, Badan penelitian dan pengembangan kesehatan, Kemenkes RI Brazilian Journal of Medical and Biological Research (2020) 53(3): e9614, Rossing P, et al. Kidney International (2022) 102, 990– 999 Harris T. Kidney Dial. 2022, 2, 204–208 Jian Sun H, et al. Molecules 2019, 24, 2857 Atmarita, et al. Asia Pac J Clin Nutr 2018;27(1):47-64 Gizi Indon 2016, 39(1):15-24 Free radical and disease 2015, chapter 18. http://dx.doi.org/10.5772/63669 Rahmah AD and Rasma FR. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat: Mei 2017, Vol 2. No.6


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook