PLZBoNnTaTeParehpnaadpduu2kSuknoguw
Zona Pendukung PLBN Terpadu Skouw Tahap 2 Bangunannya yang begitu megah tampak begitu mencolok. Tak ayal, bangunan ini begitu menarik perhatian masyarakat. Bukan hanya masyarakat di sekitarnya, melainkan juga masyarakat Kota Jayapura dan kota-kota lainnya di Papua hingga masyarakat dari luar pulau. Bahkan, para pelintas batas dari negara tetangga, Papua Nugini (PNG). Inilah bangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Skouw, Papua. Keberadaan PLBN Terpadu Skouw telah mengubah wajah muram dan seram kawasan perbatasan Papua– PNG, menjadi kawasan nan cantik dan memiliki daya tarik sebagai destinasi wisata baru di ujung timur Indonesia. Pembangunan Tahap I PLBN Terpadu Skouw terletak di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua. Dari pusat Kota Jayapura, kawasan Skouw dapat ditempuh dalam waktu sekitar 1 jam melalui jalur darat–sebagai satu-satunya akses menuju Skouw. Pos perbatasan yang telah ada sejak tahun 2006 ini berada di antara hutan (di utara dan selatan) dan permukiman (barat). Sementara, garis perbatasan dengan PNG berada di sisi timur PLBN. Di tahun 2015, pos perbatasan Skouw menjadi satu dari tujuh PLBN yang direnovasi Pemerintah melalui Kementerian PUPR. Renovasi PLBN Terpadu Skouw sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo yang disampaikan dalam Instruksi Presiden RI Nomor 6 Tahun 2015 tentang Percepatan Pembangunan 7 Pos Lintas Batas Negara Terpadu dan Sarana Prasarana Penunjang di Kawasan Perbatasan. 52
53
ZONA PENDUKUNG PLBN TERPADU SKOUW TAHAP 2 Pembangunan PLBN Terpadu Skouw dilaksanakan dalam dua tahap dengan PT Nindya Karya (Persero) sebagai pelaksana pembangunan (kontraktor). Pembangunan PLBN Terpadu Skouw Tahap I berlangsung selama Tahun Anggaran 2015–2016. Pada tahap ini, dilaksanakan pembangunan zona inti di atas area seluas 10.7 Ha yang terdiri atas gedung utama, gedung pemeriksaan terpadu 1 dan 2, gedung klinik, gedung utilitas, gedung jembatan timbang, gedung kennel, gedung sita ringan, gedung cargo scanner, gedung check point kedatangan dan keberangkatan, serta gedung car wash. Gedung utama adalah bangunan berlantai 2 seluas 3.614 m2. Bangunan inilah yang terlihat begitu megah dan mencolok di kawasan tersebut. Bangunan modern ini mengusung gaya arsitektur rumah adat masyarakat Skouw yang disebut Ru mah Tangfa. Ciri khas Tangfa begitu kental terlihat pada bagian atap yang berbentuk perisai. Kearifan lokal juga terlihat pada ornamen-ornamen di sisi luar bangunan. Usai merampungkan pembangunan Tahap I, pembangunan PLBN Terpadu Skouw dilanjutkan dengan pengembangan Zona Sub inti dan Zona Pendukung. Pembangunan lanjutan kawasan perbatasan Skouw ini merupakan komitmen dan arahan Presiden Joko Widodo untuk menjadikan PLBN sebagai pintu gerbang sekaligus embrio pusat pertumbuhan ekonomi wilayah yang kelak, akan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di perbatasan. Pembangunan Tahap 2 Pembangunan Tahap 2 dimulai pada 16 Desember 2016 dan berhasil dirampungkan di Oktober 2018, lebih cepat dari target penyelesaian di Desember 54
2018. Pembangunan meliputi area seluas 12,20 Ha yang terdiri atas Pasar Skouw, ampitheatre, gedung serbaguna, food court, power house, mesjid, gereja, Pos Pamtas TNI, Pos POLRI, serta mess pegawai. Di antara bangunan tersebut, Pasar Skouw menjadi salah satu magnet bagi para pengunjung ataupun pelintas batas. Bangunan seluas 5.164 m2 dengan dua lantai ini memiliki kios sebanyak 304 unit yang terdiri atas kios basah dan kios kering. Untuk para pegawai, dibangunkan mess di kawasan seluas 600 m2 yang terdiri atas tiga tipe, yaitu tipe 45, 54, dan 75. Selain mess pegawai, dibangun pula 50 unit Rumah Khusus bagi masyarakat perbatasan di Kampung Skouw, Distrik Muara Tami. Di Tahap 2 ini, juga dibangun infrastruktur permukiman, antara lain Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) 50 liter/detik yang mampu melayani 577 Sambungan Rumah (SR). Pengembangan kawasan PLBN Terpadu Skouw juga didukung oleh pembangunan Jembatan Holtekamp yang mempercepat akses dari Kota Jayapura ke perbatasan. “Pembangunan PLBN Terpadu Skouw dan infrastruktur pendukung lainnya disambut baik, khususnya oleh masyarakat sekitar. Kami cukup sowan, izin dengan tetua di sini. Tidak ada ritual- ritual adat lainnya sebelum pembangunan. Semua berjalan cukup sederhana dan tidak melibatkan banyak pihak,” ujar Dace Iswandi dari PT Nindya Karya (Persero). Untuk material bangunan, Dace mengatakan, kebanyakan berasal dari daerah Sentani. Mulai dari pasir, batu ciping, batu pecah, dan material lainnya. Namun, untuk material yang sifatnya pabrikan– seperti keramik, berasal dari Surabaya. 55
TESTIMONI Zona Pendukung PLBN Terpadu Skouw Tahap 2 GEDUNG SERBAGUNA POS POLRI 56
MASJID PASAR Luas Lahan : 12.20 Ha Pembangunannya meliputi : GEREJA 1. Mess pegawai Luas Bangunan: 9.921 m2 2. Wisma Indonesia 57 Waktu pelaksanaan 3. Gedung Serbaguna 16 Desember 2016 - 5 Maret 2019 4. Pasar Perbatasan Biaya Pelaksanaan 5. Rumah Ibadah (Masjid dan/atau Gereja) Rp. 246.585.600.000,- 6. Area Parkir 7. Food Court 8. Pos Pamtas TNI 9. Pos Polri 10. Rest Area
TESTIMONI 58
POS POLRI Bangunan ini untuk mendukung kegiatan anggota POLRI di PLBN Terpadu Skouw 59
TESTIMONI 60
PERUMAHAN PEGAWAI Bangunan yang diperuntukkan bagi pegawai PLBN Terpadu Skouw. Rumah dengan desain modern dan unik ini dipadukan dengan ruang terbuka hijau di depannya. 61
TESTIMONI 62
MASJID Dibangun dengan desain simpel dan moderen untuk mendukung kegiatan PLBN sebagai sarana ibadah umat muslim di lingkungan PLBN maupun pelintas batas. 63
TESTIMONI 64
PASAR DAN GEDUNG SERBAGUNA Merupakan zona pendukung yang dibuat menjadi kawasan komersial untuk menarik minat wisatawan dari luar, khususnya Papua Nugini, untuk berbelanja di Indonesia. Terdiri dari pasar modern, toko serba ada (convenience store) dan food court. 65
TESTIMONI 66
PAMTAS TNI Bangunan ini untuk mendukung kegiatan anggota TNI di PLBN Terpadu Skouw 67
ZONA PENDUKUNG PLBN TERPADU SKOUW TAHAP 2 68
tulisan “Skouw, Border Post of The Republic of Indonesia”. Spot menarik kedua adalah patung Garuda Raksasa yang berdiri tegap dan kokoh menghadap ke arah Papua Nugini. “Kebanyakan warga Indonesia yang melintasi PLBN sampai ke Papua Nugini adalah untuk berwisata. Se dangkan, warga PNG yang masuk kemari, kebanyak an untuk berbelanja, terutama belanja kebutuhan sehari-hari. Persentasenya, memang lebih banyak pendatang yang berkunjung ke kawasan PLBN ini, dibandingkan masyarakat lokal,” jelas Dace. Dace Iswandi Biasanya, warga PNG berbelanja di Pasar Skouwyang Project Manager Nindya Karya mereka sebut dengan 'Batas'. Selain kemudahan transaksi karena di Pasar Skouw bisa bertransaksi de Destinasi Wisata ngan Kina–mata uang PNG, warga PNG menyukai Setiap harinya, PLBN Terpadu Skouw dilintasi 300– berbelanja di Batas juga dikarenakan harga barang- 500 orang, baik pelintas batas maupun wisatawan. barang di sini lebih murah dibandingkan di negara Jumlah tersebut akan meningkat 100% saat mereka. ada perayaan atau hari pasar, pengunjung bisa mencapai 1.000–1.500 orang per hari. Begitu pun “Umumnya, warga PNG yang datang adalah untuk di akhir pekan, PLBN Terpadu Skouw tampak lebih berbelanja sembako. Nantinya, pasar ini akan ramai pengunjung. menjadi pasar wisata, di mana akan lebih banyak menjajakan barang-barang cenderamata ataupun Pengunjung adalah masyarakat sekitar PLBN, suvenir. Sedangkan, produk sembakonya akan warga Kota Jayapura, bahkan masyarakat dari luar lebih terbatas,” tambah Dace. Pulau Papua dan warga Papua Nugini maupun negara lainnya. Tak sedikit dari para pengunjung PLBN Terpadu Skouw memang telah menjadi ini yang memang, hanya ingin berwisata di salah satu daya tarik utama kawasan timur kawasan perbatasan Skouw. Tak jarang pula dari Indonesia. Khususnya, daerah tapal batas yang mereka yang datang hanya untuk berswafoto dan lekat dengan citra 'menyeramkan' dan 'tak mengabadikan keindahan serta kemegahan PLBN aman'. Namun, kehadiran PLBN Terpadu Skouw Terpadu Skouw. dengan segala fasilitas pendukungnya, terutama fasilitas keamanan, mampu memberikan jaminan Spot favorit para pengunjung untuk berswafoto keamanan bagi setiap pengunjung dan pelintas adalah bagian depan kawasan PLBN yang terdapat batas yang melalui pos perbatasan ini, dan juga keamanan bagi masyarakat di Perbatasan. 69
TESTIMONI JEMBATAN YOUTEFA Dari Bukit Jokowi, Jembatan Youtefa tampak di kejauhan. Jembatan ini mempersingkat jarak tempuh dari Kota Jayapura menuju PLBN Terpadu Skouw. 70
71
PLZBoNnTaTeParehpnaadpduu3kSuknoguw
Zona Pendukung PLBN Terpadu Skouw Tahap 3 Geliat PLBN Terpadu Skouw mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat. Meskipun belum semua fasilitas pendukung beroperasi penuh, tapi proses selama pembangunan hingga terbangunnya berbagai fasilitas di zona inti PLBN Terpadu Skouw telah mengubah banyak hal. Pembangunan tahap 3 sebagai pengembangan kawasan PLBN Terpadu Skouw menjadi bagian penting yang membuat masyarakat terbebas dari keterpencilan dan ketertinggalan. RUANG LINGKUP ITEM PEKERJAAN VOLUME (M2) Bangunan Mess Pegawai Rusun Kantor Pengelola 1.107 Kios Pasar (Tambahan) 450 Patung Soekarno TPS Kawasan 2.250 Toilet Umum 1 Gerbang Masuk PLBN & Automatic Gate Renovasi Gerbang Tasbara 100 Videotron BMKG 80 250 250 – 74
Bangunan ITEM PEKERJAAN VOLUME Penunjang (M2) Interior Sub Inti dan pendukung 5.650 Infrastruktur Landscape 10.000 Kawasan MEP kawasan 7.400 Pagar Zona Inti 1.078 TOTAL BIAYA Jalan dan Saluran Area Kios dan 6.000 Rp. 153.032.275.000,- mess Pegawai Jalur Pejalan Kaki Kios dan Mess 2.400 Jalan Wisata 1.000 PJU Kawasan Pendukung Aspal dan Marka Jalan 42 Signage Kawasan Pendukung 12.000 – (Addendum) • Perbaikan Jaringan Pipa dan Intake • Penyempurnaan sarana prasarana ME dan bangunan ME • Penyambungan Listrik 75
ZONA PENDUKUNG PLBN TERPADU SKOUW TAHAP 3 PAPUA Skouw, Distrik Muara Tami Kota Jayapura 76
PLBN TERPADU SKOUW Pos Lintas Batas : Darat Jumlah Penduduk : 12.854 jiwa (2017) per Kecamatan Rata-rata Jumlah Pelintas : ± 1.500 orang/hari Kendaraan Kargo : Belum dapat melintas Kendaraan Pribadi & PickUp : Belum dapat melintas Kesiapan Lahan : Sudah Aset Yang Akan Dihilangkan : Tidak Ada Jaringan Jalan : Jalan Aspal Jaringan Listrik : Ada Jaringan Telekomunikasi : 3G Jaringan Air Minum : Ada TPS : Ada Target Pelaksanaan Fisik : Mei 2019 – Desember2020 SKOUW 77
ZONA PENDUKUNG PLBN TERPADU SKOUW TAHAP 3 MASTER PLAN PLBN Terpadu Skouw Tahap 3 KETERANGAN Zona Penunjang : Batas Negara 13. Mess Pegawai Pagar Keliling Kawasan PLBN Zona Inti : 14. Gereja Jalan 1. Bangunan Utama PLBN 15. Masjid Batas Zona Penunjang 2. Pos Check Point/Pos Pengaman Terpadu 16. Foodcourt 3. Bangunan Pemeriksaan Terpadu Kedatangan 17. Pasar 4. Bangunan Pemeriksaan Terpadu Keberangkatan 18. Ruang Serbaguna 5. Bangunan Jembatan Timbang 19. Power House 6. Bangunan Pemindai Truk 20. Rumah Dinas 7. Ground Water Tank 21. Pos Pamtas TNI 8. Gudang Sita 22. Pos Polri 9. Bangunan Utilitas 23. DANINTEL 10. Kennel 24. Patung Soekarno 11 Bangunan Car Wash 12. Bangunan Klinik 78
PRA–DESAIN PLBN Terpadu Skouw Tahap 3 79
80
81
TESTIMONI
Testimoni
Teluk Jayapura 84
MAGNET TELUK JAYAPURA Gemerlap lampu Teluk Jayapura menjadi magnet bagi para wisatawan. Tepian pantainya selalu ramai dikunjungi oleh pemburu kuliner. Papeda dan kuah kuningnya, menjadi salah satu kuliner khas Papua yang paling dicari. 85
TESTIMONI Mohon diberikan kontribusi bagi orang asli Papua supaya mereka juga bisa setaraf dengan saudara- saudara yang lain. Aser Vam Lanta, Penjaga Mercu Suar Adalah Aser Vam Lanta atau akrab dipanggil Pak Setelah sekian lama ia melihat arus keluar masuk Lanta, penjaga menara suar yang lokasinya berada barang di perbatasan tanpa aturan yang berarti, di sebelah PLBN dan merupakan titik nol perbatasan Lanta berharap dengan adanya PLBN Terpadu Republik Indonesia. Meskipun ia bekerja di bawah Skouw ini, dari manusia yang lewat hingga barang Direktorat Perhubungan Laut, namun Pak Lanta yang lewat dapat melalui prosedur yang baik. Yang menjadi saksi perkembangan kondisi perbatasan pada akhirnya nanti masyarakat yang melintas Skouw ini sejak lama. batas dan membawa barang akan merasa nyaman sekaligus dapat berkontribusi kepada negara. Sebagai petugas navigasi ia menempati menara suar tersebut sejak tahun 1996 bahkan saat itu pos TNI Di samping itu, dengan adanya pembangunan PLBN dan polisi belum ada. Saat itu hanya ada pos imigrasi Terpadu Skouw ini ia berharap warga masyarakat kecil di sebelahnya. Lanta menceritakan bahwa sekitar dapat meningkat taraf ekonominya. Pak Lanta dahulu ia harus menempuh perjalanan kaki seharian mengungkapkan bahwa sejak dahulu masyarakat penuh jika harus bepergian ke Wutung. Melewati sudah berinisiatif berdagang di emperan tapal batas jalan setapak dan harus menembus belantara. dan setelah sekian lama berkembang menjadi pasar besar. Jadi menurutnya kemauan masyarakat untuk “Sebagai warga asli Skouw saya merasakan syukur maju itu cukup tinggi. Sehingga ia berharap dengan yang luar biasa, karena pemerintah telah mem (fasilitas baru) ini seperti memberikan udara segar bangun daerah perbatasan. Ini mempunyai dampak bagi penduduk yang hidup di daerah perbatasan. yang besar. Saat ini saya ke Wutung cukup 15 menit saja menggunakan sepeda motor.” Namun Lanta juga menambahkan, “Kita mau ini supaya ditingkatkan lagi, baik pribumi - orang asli Lanta mengungkapkan, sebagai petugas yang Papua - bahkan orang pendatang kita sama-sama. berdekatan dengan PLBN, ia merasa bangga karena Maksudnya harus diberikan kontribusi bagi orang gedung PLBN yang demikian bagus. Namun ia juga asli Papua supaya mereka juga harus setaraf dengan berharap bahwa semua yang terkait dengan PLBN saudara-saudara yang lain. Ada kesempatan untuk juga turut dibenahi agar seluruh sistemnya menjadi bangun bersama.” baik. 86
Setelah pembangunan perbatasan yang baru ini, masyarakat sekarang cenderung menjadikan tempat ini untuk wisata. Ilyas, Pemilik Warung Makan Deretan warung berdiri beberapa ratus meter dari ekspor impor tampak lebih semarak. Komoditi- pintu penjagaan zona inti PLBN Terpadu Skouw. komoditi yang dari negara tetangga seperti komo Sebuah mobil melambatkan lajunya dan berhenti diti tumbuhan banyak berdatangan. Sementara di depan sebuah warung makan tanpa nama. Ilyas kita juga banyak mengekspor sembako. Apalagi pemilik warung itu segera menyambut tamunya, ia dengan adanya listrik mengaliri daerah perbatasan menawarkan menu-menu makanan rumahan yang ini. Perbatasan Skouw ini menjadi semakin hidup. ada di warungnya. Sebagai pendatang dari Makassar, Ilyas juga berh a lyas sudah berdagang di sekitar PLBN Terpadu rap dapat berjuang meraih kesejahteraan bersama Skouw selam a kurang lebih 5 tahun. Sehingga ia warga setempat. Ia pun berusaha membaur dengan merasakan perkembangan daerah itu dari yang masyarakat asli, “Semua tergantung pendek atan kita semula sepi hingga menjadi ramai seperti sekarang sebagai manusia. Kita juga harus menjaga ucapan ini. Sebelumnya, ia juga membuka bengkel motor, dan perilaku kita agar dapat sejalan dengan warga namun sebuah musibah kebakaran menimpa asli.” bengkel motornya. Kini ia bertahan dengan hanya membuka warung makan. Ia juga menyinggung Festival Cross Border yang di adakan setiap tahun dapat benar-benar merangkul “Kalau mau dibandingkan dulu dengan sekarang para pengusaha setempat. Agar masyarakat lebih ya jauh sekali bedanya. Pelintas lokal dari kota tertarik berpartisipasi serta mensukseskan acara banyak yang ingin melihat perbatasan itu seperti yang diadakan untuk menarik wisatawan tersebut. apa. Sebelum-sebelumnya minim sekali masyarakat dari kota mau melihat perbatasan. Terutama karena Harapan Ilyas, nantinya pembangunan terminal masalah keamanan. Tapi setelah pembangunan yang berlokasi di dekat warungnya tersebut me perbatasan yang baru ini, masyarakat cenderung rupakan terminal penumpang. Sehingga dapat menjadikan tempat ini untuk wisata.” meningkatkan mobilitas manusia dari dan ke perbatasan Skouw. Dan tentunya ia berharap akan Menurutnya perekonomian di perbatasan menjadi berdampak pada warungnya agar dapat semakin lebih maju dibandingkan sebelumnya. Kegiatan ramai pengunjung. 87
TESTIMONI Pada akhir pekan kunjungan masyarakat ke perbatasan meningkat 100 persen dibanding hari biasa. Sulaiman, Anggota TNI di Skouw “Pertumbuhan ekonomi dulu dan sekarang jauh semakin banyak yang berkunjung membuat kami sekali bedanya.” Sulaiman, anggota TNI yang kewalahan. 10 petugas harus memeriksa ratusan bertugas di perbatasan Skouw ini menceritakan kendaraan. Pada akhir pekan kunjungan masyarakat perkembangan di Papua. Dia menginjakkan kaki di ke perbatasan meningkat 100 persen dibanding hari Papua sejak tahun 1999 karena mengikuti kakaknya biasa. yang berdinas di kepolisian. Setelah gagal masuk di kepolisian–meskipun sudah lulus tes karena prioritas Masyarakat ingin melihat langsung perbatasan yang warga lokal lebih diutamakan sejak otonomi daerah. selama ini hanya disaksikan lewat berita. Mereka Ia justru diterima sebagai anggota TNI saat tes di yang datang bukan hanya dari Jayapura saja. Ada Manado dan mendapat penugasan bergabung yang dari Wamena, Makasar bahkan dari Jakarta dan dengan Batalion 713 di Papua. Bandung. Jika berlibur ke Jayapura dapat dipastikan akan berkunjung ke perbatasan. Karena itu volume Menurut Sulaiman, dahulu masyarakat Papua pengunjung yang masuk ke perbatasan sangat luar mengalami kesulitan saat berbelanja karena biasa sekali dibandingkan dengan dahulu. tingginya harga sembako, pakaian, dan barang kebutuhan lainnya. Saat ini mal sudah ada di Pasukan TNI yang bertugas di perbatasan adalah mana-mana dan harga-harga pun tak jauh beda anggota dari kesatuan di Gorontalo. Jumlah pasukan dengan di Jawa. Masyarakat juga senang dengan yang ditugaskan tersebut berjumlah 450 personel pembangunan di Papua. Jika masih ada yang tidak dan tersebar di 17 pos, mulai dari Skouw, Nafri, puas, menurutnya wajar saja karena perbedaan Moso, Ramul Tami, Muara Tami, Koyakoso sampai pendapat. Kampung Kibai. Untuk pengamanan di perbatasan sendiri, petugas dari TNI membuat pengamanan Pembangunan yang pesat di PLBN Terpadu hingga 3 ring dan untuk sehari-harinya kami Skouw tentunya berdampak pada satuan TNI yang membuat patroli hingga ke dalam hutan. Selain bertugas di wilayah tersebut. “Sejak dibangunnya membersihkan gerombolan separatis, kadang- gedung perbatasan, semakin banyak orang yang kadang kami menemukan upaya penyelundupan berkunjung ke sini. Tempat ini menjadi tempat barang terlarang ke wilayah Republik Indonesia wisata.” kata Sulaiman, ia menambahkan, “Tentunya melalui hutan. 88
Saya berharap suatu ketika di daerah Skouw ada sekolah, rumah sakit, pom bensin, lapangan sepak bola dan hotel. Ondoafi Stenis, Kepala Adat Ondoafi atau kepala adat adalah sebutan bagi Kegiatan Tete (kakek) – panggilan akrab Ondoafi pemimpin yang memiliki hak atas bidang tanah Stenis – sehari-hari adalah bekerja di ladang dan di Papua dan bersifat turun temurun seperti tahta kebunnya.“Saya kalau tidak ada di rumah ya di kebun, kerajaan. Siapapun yang hendak memanfaatkan kalau tidak ada di kebun ya di sini (perbatasan)”. tanah di Papua, harus mendapatkan izin dari ondoafi, jika tidak ia akan berhadapan dengan hukum adat Hubungan Tete dengan staf dari Kementerian setempat. PUPR memang sudah cukup dekat. Bermula dari kebutuhan air di daerahnya itu berhasil dipenuhi Ondoafi Stenis merupakan ketua adat yang seba membuat ia gembira. Apalagi setelah itu dibangun gian tanahnya dibangun area PLBN Terpadu Skouw. jalan akses yang mulus ke area tersebut. Tete Tanahnya begitu luas mencakup beberapa gunung kemudian mendukung pembangunan apapun di dan membentang hingga memasuki wilayah Papua wilayahnya. Apalagi yang berkenaan dengan adat, ia Nugini. akan membantu menyelesaikannya. Kakek 79 tahun ini tinggal di dekat area perbatasan Ia menginginkan daerahnya yang tadinya hutan bersama salah satu isterinya. Ia memiliki dua isteri, 15 dapat menjadi seperti kota di kemudian hari. anak, 40 cucu dan 15 cicit. Beberapa anaknya tinggal Menurutnya itu adalah (perkembangan) baik. Tete di Papua Nugini, ada yang menjadi pegawai, polisi berharap suatu ketika di daerah Skouw ada sekolah, bahkan ada yang menduduki jabatan tinggi sebagai rumah sakit, pom bensin, lapangan sepak bola tentara di negara tetangga tersebut (anaknya dan hotel. Karena itu Tete selalu ikut berpartisipasi tersebut sempat mengikuti pendidikan Lemhanas di menjaga suasana kondusif di area pembangunan Indonesia). di PLBN Terpadu Skouw ini. Jika ada anak-anak muda mabuk dan berbuat onar, Tete tak akan ragu mengusir mereka. 89
KAWASAN WISATA DANAU SENTANI Menjadi salah satu destinasi wisata alam yang mulai banyak dikunjungi wisatawan Papua Nugini setelah pembangunan PLBN Terpadu Skouw. 90
91
TESTIMONI
Penutup
Penutup Pembangunan PLBN Terpadu Skouw adalah perwujudan dari janji Nawacita pemerintah untuk membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Wilayah perbatasan adalah beranda negara yang menampakkan wajah bangsa ini. Karena itu pemerintah harus memberikan perhatian lebih agar kedaulatan bangsa ini tetap terjaga. Sebagai bentuk besarnya perhatian pemerintah terhadap kawasan perbatasan, adalah melalui keluarnya peraturan perundangan untuk mempercepat proses pembangunan dan penyelesaian pembangunan di kawasan perbatasan. Dan upaya tersebut telah membuahkan hasil dengan telah diselesaikannya pembangunan tujuh PLBN terpadu yang telah diresmikan dan telah beroperasi dengan baik. Pembangunan sarana dan prasarana penunjang juga masih berlangsung, sehingga nantinya PLBN-PLBN tersebut dapat mengintegrasikan berbagai jenis pelayanan dan tumbuh sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. 94
Selanjutnya, tugas BNPP yang beranggotakan 18 Dengan berbagai upaya tersebut diharapkan Kementerian/Lembaga Pemerintahan Non Kemen Tata Kelola Perbatasan Negara Yang Efektif Dalam terian serta 13 Gubernur ini diharapkan dapat Rangka Perwujudan Kawasan Perbatasan Negara melakukan koordinasi yang intensif dalam penge Sebagai Halaman Depan Negara Yang Berdaya- lolaan dan penanganan perbatasan negara serta Saing dapat terwujud. mendorong dan memfasilitasi terciptanya kebi jakan dan program pengelolaan batas wilayah negara dan pembangunan kawasan perbatasan secara terintegrasi dan terpadu. 95
96
97
98
99
TESTIMONI TIM PENYUSUN: PENGARAH Danis H Sumadilaga PENANGGUNGJAWAB Diana Kusumastuti PELAKSANA Fajar Santoso Hutahaean Indah Widi Hapsari Aldita Karunia KONTRIBUTOR Manaek Sihombing Andy Hakiim Arrasyid Defri Kus Triyanto Rizky Rahmayanti Diterbitkan oleh: Direktorat Bina Penataan Bangunan Cetakan Pertama, Desember 2019 ISBN 978-60261092-7-9 100
Search