HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN KECEMASAN BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA IPS KELAS XI SMA KARYA IBU PALEMBANG Sawi Sujarwo Fakultas Psikologi Universitas Bina Darma Jalan A. Yani No. 12 Palembang Surel: [email protected] Abstract :This study aimed to investigate relationship between self efficacy with anxety learn mathematical in the IPS student class SMA Karya Ibu Palembang. Dependent variable in this study is a anxety learn mathematical, self efficacy an independent variable. This research uses a scale of anxety learn mathematical and self efficacy. The results of this research showed a significant relationship between self efficacy with anxety learn mathematical in the IPS student class SMA Karya Ibu Palembang with a value of r = 0.76, F= 130.681and p= 0.000 for the results of significance (p) 0.000 mean value of p <0.01. So otherwise there is a very significant relationship contributes self efficacy with anxety learn mathematical of 58,2% Keywords: anxety learn mathematical, self efficacy Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara efikasi diri dengan kecemasan belajar matematika pada siswa ips kelas xi sma karya ibu Palembang. Penelitian ini menggunakan skala kecemasan belajar matematika dan efikasi diri. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang sangat signifikan antara efikasi diri dengan kecemasan belajar matematika pada siswa ips kelas xi sma karya ibu palembang dengan nilai r = 0.76, F= 130.681dan p= 0.000karena hasil signifikansi (p) 0.000 berarti nilai p < 0.01. Sehingga dinyatakan ada hubungan yang sangat signifikan. efikasi diri terhadap kecemasan belajar matematika sebesar 58,2% Katakunci : kecemasan belajar matematika, efikasi diri 1. PENDAHULUAN lembaga formal merupakan prasarana pendidikan yang tidak terlepas dari proses belajar (Sukadji, Masa remaja menurut Mappiare (Asrori, 2011), 2000). dapat dibagi menjadi dua rentang usia yaitu usia 12/13 tahun sampai dengan 17/18 tahun adalah Belajar merupakan suatu perubahan dalam remaja awal, dan usia 17/18 tahun sampai tingkah laku, dimana perubahan itu dapat dengan 21/22 tahun adalah remaja akhir. mengarah kepada tingkah laku yang lebih baik, Rentang usia seorang individu berlangsung tetapi juga ada kemungkinan mengarah kepada dalam proses pendidikan. Pendidikan adalah tingkah laku yang lebih buruk. Belajar segala pengalaman belajar yang berlangsung merupakan suatu perubahan yang terjadi melalui dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup latihan atau pengalaman, perubahan dalam yang mempengaruhi pertumbuhan individu. belajar harus relatif mantap, harus merupakan Pendidikan berlangsung dalam beraneka ragam akhir daripada suatu periode waktu yang cukup bentuk, pola dan lembaga serta dapat terjadi panjang. Perilaku yang mengalami perubahan kapan dan dimanapun dalam hidup yang karena belajar menyangkut berbagai aspek berorientasi pada peserta didik. Sekolah sebagai Hubungan Antara Efikasi Diri Dengan Kecemasan Belajar ……(Desy Arisandy) 61
kepribadian, baik fisik maupun psikis (Purwanto, solusi namun mengabaikan proses 2007). mendapatkannya serta amburadulnya kurikulum matematika (Kompas, 2000). Matematika merupakan salah satu disiplin ilmu yang telah berkembang pesat di Menurut Hudoyo (Nawangsari, 2000), negara-negara maju, yang disebabkan oleh pemfokusan pelajaran matematika disebabkan pemfokusan negara pada bidang sains dan matematika merupakan dasar untuk matematika. Namun akhir-akhir ini penerapan mengembangkan ilmu, sehingga mutlak bidang sains dan matematika tidak hanya diperlukan tenaga yang terampil dan pandai dilakukan di negara-negara maju saja, negara- dalam matematika. Bila perkembangan ilmu negara berkembang mulai berusaha untuk matematika dapat berjalan sesuai dengan yang memfokuskan diri pada bidang sains dan diharapkan maka akan diperoleh generasi yang matematika, salah satunya seperti yang terjadi di berkualitas dimasa yang akan datang. Namun negara Indonesia. Usaha Indonesia dalam usaha tidak selalu sama dengan yang diharapkan. mengembangkan ilmu pengetahuan pada bidang Terkadang sering ditemukan banyak hambatan sains dan matematika dapat dilihat pada dalam pencapaian usaha tersebut. Hambatan- pemberian pelajaran matematika sejak dini hambatan itu dapat muncul dari dalam individu (Aggraeni, 2006). maupun dari lingkungan luar diri individu. Bila hambatan-hambatan tersebut tidak segera Banyaknya masalah dalam pendidikan ditanggulangi, maka hambatan-hambatan matematika di Indonesia merupakan salah satu tersebut dapat menimbulkan kecemasan belajar alasan untuk mereformasi pendidikan matematika. matematika di sekolah. Masalah umum matematika yang banyak orang awam tahu Menurut hasil penelitian Tim Pusat seperti rendahnya daya saing di ajang Pengembangan Penataran Guru Matematika di international, rendahnya rata-rata NEM nasional, beberapa Sekolah di Indonesia mengungkapkan serta rendahnya minat belajar matematika bahwa kesulitan siswa dalam belajar matematika lantaran matematika terasa sulit karena banyak yang paling menonjol adalah keterampilan guru matematika mengajarkan matematika berhitung yaitu 51%, penguasaan konsep dasar dengan materi dan metode yang tidak menarik yaitu 50%, dan penyelesaian soal pemecahan dimana guru menerangkan atau 'teacher telling' masalah 49% (Tim PPPG Matematika, 2001). sementara murid mencatat. Masalah lain yang Dilanjutkan pada tahun 2002 penelitian Pusat sering juga di bahas di beberapa surat kabar di Pengembagan Penataran Guru Matematika kolom Pendidikan dan kebudayaan maupun mengungkapkan di beberapa wilayah Indonesia opini, seperti rendahnya kualitas buku paket yang berbeda, sebagian besar siswa kesulitan lantaran banyak ditulis tanpa melibatkan orang dalam menyelesaikan soal-soal pemecahan pendidikan matematika atau guru matematika. masalah dan menerjemahkan soal kehidupan Buruknya sistem evaluasi yang hanya mengejar Jurnal Ilmiah PSYCHE Vol.8 No.1 Juli 2014: 61-71 62
sehari-hari ke model matematika (Tim PPPG serta keuletan individu. Gist dan Mitchell matematika, 2002). (Tempo interaktif, 2003). (2001), mengatakan bahwa efikasi diri dapat membawa perilaku yang berbeda di antara Kecemasan adalah suatu keadaan individu dengan kemampuan yang sama, karena tertentu, yaitu menghadapi situasi yang tidak efikasi diri mempengaruhi pilihan, tujuan, menentu terhadap objek (Gufron, 2011). pengatasan masalah, dan kegigihan dalam Sementara itu Nevid (2003) menyatakan bahwa berusaha. Menurut Bandura (Santrock, 2005), kecemasan adalah suatu keadaan khawatir yang bentuk efikasi diri terdiri dari dua yaitu efikasi mengeluhkan bahwa sesuatu yang buruk akan diri tinggi dan efikasi diri rendah. Efikasi diri segera terjadi. Banyak hal yang dicemaskan, tinggi yaitu memiliki sikap optimis, suasana hati misalnya : kesehatan, relasi sekolah, ujian yang positif, dapat memperbaiki kemampuan dan kondisi lingkungan ada beberapa hal yang untuk memproses informasi secara lebih efisien, dapat menjadi sumber kekhawatiran. Bucklew memiliki pemikiran bahwa kegagalan bukanlah (2000) membagi bentuk kecemasan belajar sesuatu yang merugikan namun justru matematika ke dalam dua tingkat, yaitu, tingkat memotivasi diri untuk melakukan yang lebih psikologis dan fisiologis. Kecemasan psikologis baik. Sedangkan individu yang memiliki efikasi memiliki gejala-gejala kejiwaan, seperti tegang, rendah yaitu memiliki sikap pesimis, suasana bingung, khawatir, sukar berkonsentrasi, dan hati yang negatif, meningkat kemungkinan perasaan tidak menentu. Kecemasan fisiologis seseorang menjadi marah, merasa bersalah, dan memiliki gejala-gejala fisik, terutama pada memperbesar kesalahan mereka. fungsi sistem syaraf, misalnya tidak dapat tidur, jantung berdebar-debar, gemetar, dan perut mual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara efikasi diri Menurut May (Semium, 2006) dengan kecemasan belajar matematika pada kecemasan timbul sebanding dengan keyakinan- siswa IPS kelas XI SMA Karya Ibu Palembang. keyakinan individu terhadap ketidak mampuan individu. Semakin individu merasa tidak yakin Penelitian ini diharapkan dapat terhadap kemampuan maka individu akan menambah khasanah dalam bidang psikologi semakin merasa cemas. Selanjutnya menurut pendidikan yang dapat dijadikan sebagai Bandura (Gufron dan Risnawita, 2011), efikasi referensi bagi penelitian selanjutnya. diri merupakan keyakinan individu mengenai kemampuan dirinya dalam melakukan tugas atau 1. Manfaat Teoritis : tindakan yang diperlukan untuk mencapai hasil tertentu. Memberikan informasi, gambaran, kontribusi ilmiah sehingga peneliti Keyakinan terhadap diri sendiri sangat selanjutnya dapat menggali dalam diperlukan oleh seorang siswa, keyakinan ini pengembangan ilmu psikologi khususnya akan mengarahkan kepada pemilihan tindakan, perkembangan pendidikan yang berkaitan dengan efikasi diri dan kecemasan belajar dalam bidang pendidikan Hubungan Antara Efikasi Diri Dengan Kecemasan Belajar ……(Desy Arisandy) 63
2. Manfaat Praktis : oleh Kabiri (2003) mengenai The Role of Self- Bahan informasi yang dapat memberikan Efficacy, Anxiety, Attitudes and Previous Math implementatif bagi orang tua, tenaga pendidik dalam rangka menciptakan kondisi Achievement in Students' Math Performance pola asuh untuk menstimulir kearah komitmen remaja dalam dunia pendidikan. (Peran Self-Efficacy, Kecemasan, Sikap dan Berbagai penelitian yang dilakukan Prestasi Matematika dalam kinerja berkaitan dengan efikasi diri dan kecemasan belajar dalam bidang pendidikan dari segi yang Matematika Siswa). Hasil yang diperoleh diteliti maupun sampel yang dijadikan objek penelitian, maupun teknik yang digunakan. menunjukkan bahwa prestasi matematika dan Penelitian yang berhubungan dengan self-efficacy memainkan peran yang variabel efikasi diri pernah dilakukan oleh Kurniawan (2011), tentang pengaruh self efficacy paling penting dalam prestasi matematika pada dan motivasi belajar mahasiswa terhadap kemandirian belajar mata kuliah analisis laporan masing-masing siswa. Peran self efficacy keuangan pada mahasiswa program studi pendidikan akutansi Universitas Negeri menegahi kecemasan pada pelajaran Yogyakarta. Berdasarkan hasil penelitianya menunjukkan ada pengaruh positif dan matematika. Hasil juga menunjukkan bahwa signifikan antara self efficacy dan motivasi belajar secara bersama-sama terhadap prestasi matematika sebelumnya memiliki efek kemandirian belajar mata kuliah analisis laporan keuangan pada mahasiswa program studi langsung dan tidak langsung yang kuat pada pendidikan akutansi Universitas Negeri Yogyakarta. siswa. Penelitian yang dilakukan oleh Christina Penelitian yang dilakukan oleh Al- (2009), tentang hubungan antara career self- efficacy dengan pengambilan keputusan karier Mekhlafi (2011) mengenai The Relationship siswa kelas XII SMA Negeri I Batu. Berdasarkan hasil penelitian bahwa career self between Writing Self-efficacy Beliefs and Final efficacy dapat memberikan kontribusi positif dalam pengambilan keputusan karier, maka Examination Scores in a Writing Course Among diharapkan para siswa dapat meningkatkan career self efficacy. Penelitian yang dilakukan a Group of Arab EFL Trainee-teachers. Hasil 64 penelitiannya menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara self- efficacy tentang diri mereka sendiri sebagai penulis dan kinerja mereka dalam menulis saja. Selain itu, hasil menunjukkan bahwa siswa yang lebih sedikit absen kali dari Menulis Lanjutan 1, dinilai lebih tinggi nilai ujian akhir untuk kursus. Hasil juga menunjukkan bahwa siswa yang memiliki skor lebih tinggi IPK mencapai tinggi tanda ujian akhir untuk Menulis Lanjutan. 2. METODOLOGI PENELITIAN 2.1. Identifikasi Variabel Penelitian 1. Variabel Tergantung : Kecemasan Belajar Matematika Jurnal Ilmiah PSYCHE Vol.8 No.1 Juli 2014: 61-71
2. Variabel Bebas : Efikasi Diri Ada hubungan antara efikasi diri dengan kecemasan belajar matematika pada siswa IPS 2.2. Definisi Operasional kelas XI SMA Karya Ibu Palembang. 1. Efikasi Diri 2.4. Populasi Dan Sampling Populasi adalah wilayah generalisasi yang Bandura (Gufron dan Risnawita, 2011), terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai mengungkapkan efikasi diri adalah sebagai kualitas dan karakteristik tertentu yang keyakinan individu mengenai kemampuan ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan dirinya dalam melakukan tugas atau tindakan kemudian ditarik kesimpulanya (Sugiyono, yang diperlukan untuk mencapai hasil tertentu. 2011). Keyakinan terhadap diri sendiri sangat diperlukan oleh seorang siswa, keyakinan ini Populasi dalam penelitian ini adalah siswa IPS akan mengarahkan kepada pemilihan tindakan, SMA Karya Ibu Palembang. Populasi dalam serta keuletan individu. Smith dan Vetter penelitian ini akan dijadikan sampel penelitian (Ferdyawati, 2007) menyatakan bahwa efikasi dengan teknik simple random sampling yaitu, diri adalah sejumlah perkiraan tentang penentuan sampel dari populasi secara acak kemampuan yang dirasakan seseorang. tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi (Sugiyono, 2011), dengan cara diundi Efikasi diri ini akan diukur dengan menggunakan berdasarkan nama-nama siswa. skala Efikasi diri yang mengacu pada Bandura (Gufron dan Risnawita, 2011), yaitu a). dimensi 2.5. Metode Pengumpulan Data tingkat (level), b). dimensi kekuatan (strength), dan c). dimensi generalisasi (generality) Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode skala. Sebagai alat ukur, 2. Kecemasan Belajar Matematika skala psikologi memiliki karakteristik khusus yang membedakan dari berbagai bentuk alat Nevid (2003) menyatakan bahwa kecemasan pengumpulan data yang lain. Azwar (2009) adalah suatu keadaan khawatir yang mengungkapkan beberapa karakteristik skala mengeluhkan bahwa sesuatu yang buruk akan sebagai alat ukur psikologis, yaitu : (1) segera terjadi. Kecemasan belajar matematika stimulusnya berupa pertanyaan atau pernyataan akan diukur dengan menggunakan skala yang tidak langsung mengungkapkan indikator kecemasan yang mengacu pada teori Hazaleus prilaku atribut yang bersangkutan, (2) (Gufron dan Risnawita, 2011), yaitu a). dikarenakan atribut psikologis yang diungkap kekhawatiran (worry), b). emosionalitas secara tidak langsung lewat indikator-indikator (emosionality), serta c). gangguan dan hambatan perilaku yang diterjemahkan dalam bentuk dalam menyelesaikan tugas (task generated aitem-aitem, (3) respon subjek tidak interference), diklasifikasikan sebagai ”benar” atau ”salah”. 2.3. Hipotesis Hubungan Antara Efikasi Diri Dengan Kecemasan Belajar ……(Desy Arisandy) 65
Skala yang digunakan dalam penelitian ini ada 2.6. Validitas dan Reliabilitas dua yaitu skala kecemasan belajar matematika dan skala efikasi diri. Skala dalam penelitian ini Salah satu masalah utama yang sering dijumpai menggunakan jenis skala model Likert yang oleh peneliti dalam sebuah penelitian adalah menggunakan empat alternatif jawaban, yaitu bagaimana memperoleh data yang objektif dan sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (TS), dapat dipercaya. Hal ini menjadi sangat penting sangat tidak setuju (STS). Skor dalam setiap artinya dikarenakan kesimpulan penelitian hanya aitem yang bersifat favourable berkisar dari 4 akan dapat dipercaya apabila didasarkan pada sampai 1, sedangkan untuk aitem yang informasi yang juga dapat dipercaya (Azwar, unfavourable berkisar dari 1 sampai 4. 2009). 1. Skala Efikasi Diri Peneliti tentunya memilih untuk menggunakan alat tes yang baik, yang berarti berisi instruksi Skala kedua yang digunakan dalam penelitian ini yang jelas tentang administrasi, skoring, dan adalah skala efikasi diri. Skala ini disusun oleh interpretasinya. kriteria teknikal yang tidak peneliti berdasarkan aspek-aspek dari Anderson dapat diabaikan adalah validitas dan reliabilitas. (Abdullah, 2003) yaitu, keyakinan terhadap kemampuan menghadapi situasi yang tidak 1. Validitas menentu, keyakinan terhadap kemampuan menggerakkan motivasi, keyakinan mencapai Kesahihan butir angket dinyatakan secara target, keyakinan terhadap kemampuan empiris oleh suatu koefisien validitas tertentu. mengatasi masalah yang muncul. Skala efikasi Koefisien validitas dianggap memuaskan apabila diri terdiri atas 48 aitem yang terdiri dari 24 r > 0,30 (Azwar,1996). aitem favorable dan 24 aitem unfavorable yang harus direspon oleh subjek. Uji validitas penelitian ini menggunakan formula alpha (α) Cronbach dan analisis data dibantu 2. Skala Kecemasan Belajar Matematika dengan program komputer SPSS (Statistical Package for Sosial Science) versi 16,0 for Skala kecemasan belajar matematika terdiri dari windows. butir – butir pernyataan untuk mengetahui sikap siswa terhadap aspek – aspek kecemasan belajar 2. Reliabilitas matematika terdiri dari 48 butir pernyataan dengan menggunakan skala Likert dengan empat Besarnya koefisien reliabilitas berkisar antara 0,0 kemungkinan jawaban. Skala kecemasan belajar – 1,0. Bila koefisien alat ukur tersebut matematika yang digunakan dalam penelitian ini mendekati 1,0 berarti konsistensi alat ukur dibuat sendiri oleh peneliti berdasarkan aspek tersebut sempurna (Azwar,2009). Analisis yang menurut Davison dan Neale (Prima, 2009) yaitu digunakan untuk mengukur reabilitas dalam aspek fisik, aspek perilaku, aspek perilaku, aspek penelitian ini adalah formula alpha (α) Cronbach kognitif. dan analisis dilakukan dengan bantuan paket 66 Jurnal Ilmiah PSYCHE Vol.8 No.1 Juli 2014: 61-71
program komputer SPSS (Statistical Package for validitas dianggap memuaskan apabila r > 0,30 Sosial Science) versi 16,0 for windows. (Azwar,1996). 3. Metode Analisis Data Skala kecemasan belajar matematika terdiri dari Perhitungan statistik yang digunakan dalam 54 aitem, kemudian terpilih 34 aitem yang valid penelitian ini adalah analisis regresi sederhana dan 20 ( 4, 5, 10, 14, 15, 16, 20, 21, 22, 24, 29, digunakan untuk mengukur hubungan antara 32, 33, 35, 38, 41, 45, 49, 50, 52) aitem yang efikasi diri dengan kecemasan belajar gugur. Selanjutnya dari 34 aitem yang valid matematika pada siswa IPS kelas XI SMA Karya disusun kembali menjadi skala penelitian. Ibu Palembang, dan untuk mengetahui sumbangan variabel efikasi diri terhadap Skala efikasi diri terdiri dari 48 aitem, kemudian kecemasan belajar matematika pada siswa IPS terpilih 45 aitem yang valid dan 3 (9,22,44) kelas XI SMA Karya Ibu Palembang. Semua aitem gugur. analisis akan menggunakan Program SPSS (Statistical Package for Sosial Science) versi Uji reliabilitas terhadap kedua skala dapat dilihat 16,0 for windows dengan uji asumsi normalitas pada koefisien reliabilitas alat ukur yang dan uji asumsi linieritas. dihitung dengan menggunakan teknik koefisien Alpha (α) Cronbach dengan bantuan program 3. HASIL SPSS (Statistical Package for Sosial Science) versi 16,0 for windows. Uji reliabilitas terhadap A. Hasil Coba Alat Ukur kecemasan belajar matematika menghasilkan Berdasarkan data yang diperoleh melalui tahap koefisien Alpha sebesar 0,894. Sedangkan, uji uji coba alat ukur, selanjutnya dilakukan uji reliabilitas terhadap skala efikasi diri validitas dan uji reliabilitas. Perhitungan untuk menghasilkan koefisien Alpha sebesar 0,955. menguji validitas dan reliabilitas terhadap kedua Dengan demikian kedua skala tersebut dikatakan skala dilakukan dengan bantuan fasilitas reliabel, sehingga memenuhi syarat sebagai alat komputer program SPSS (Statistical Package for ukur untuk pengambilan data dalam penelitian Sosial Science) versi 16,0 for windows. ini. Seleksi aitem dalam penelitian ini dilihat dari B. Hasil Uji Asumsi corrected aitem total output alpha cronbach, Berdasarkan hasil disimpulkan bahwa sehingga dapat ditentukan aitem yang layak dan yang tidak layak dimasukkan dalam skala data variabel efikasi diri dikatakan normal penelitian. Aitem dinyatakan secara empiris oleh karena skor KS-Z= . 872 ; p= . 433 dimana suatu koefisien validitas tertentu. Koefisien p>0,05. Selanjutnya variabel kecemasan belajar matematika dikatakan berdistribusi normal karena skor yang ada pada KS-Z= . 830; p= . 496 dimana p>0,05. Berdasarkan hasil uji linieritas antara variabel efikasi diri dengan kecemasan belajar Hubungan Antara Efikasi Diri Dengan Kecemasan Belajar ……(Desy Arisandy) 67
matematika berhubungan secara linier, dilihat semakin tinggi kecemasan yang dialami oleh dari kolom P yang nilainya P=0,000, berarti siswa dan sebaliknya semakin tinggi efikasi diri hipotesis yang diajukan diterima. Selanjutnya, yang dimiliki oleh siswa maka semakin rendah analisis data dengan statistik parametrik dapat kecemasan yang dialami oleh siswa. dilakukan. Selanjutnya untuk sumbangan efektif yang C. Hasil Uji Hipotesis diberikan oleh variabel efikasi diri (Vb) terhadap Berdasarkan hasil yang diperoleh bahwa variabel kecemasan belajar matematika (Vt) besarnya koefisien korelasi antara variabel yang diperoleh dari analisis regresi sederhana kecemasan belajar matematika dan efikasi diri sebesar 58,2% (R²=0.582). Hal ini berarti bahwa adalah R = 0.763 dengan F= 130.681 dan p= ada 41,8% variabel lain juga berpengaruh 0.000 dimana p<0.01. Hal ini menunjukkan terhadap kecemasan belajar matematika namun bahwa ada hubungan yang sangat signifikan faktor-faktor tersebut tidak diteliti oleh peneliti antara efikasi diri dengan kecemasan belajar seperti, lingkungan belajar, keterbatasan matematika pada siswa IPS kelas XI SMA Karya memahami materi, keyakinan diri, dan Ibu Palembang. Selanjutnya, besarnya pengalaman. sumbangan efektif yang diberikan oleh variabel efikasi diri terhadap variabel kecemasan belajar Berdasarkan pengolahan data yang dilakukan matematika adalah sebesar 58,2% (R²=0.582). dalam penelitian ini pada kategorisasi diperoleh Hal ini berarti bahwa ada 41,8% variabel lain hasil bahwa kecemasan belajar matematika pada yang juga berpengaruh terhadap kecemasan siswa IPS kelas XI SMA Karya Ibu Palembang belajar matematika namun tidak diteliti oleh tergolong tinggi (55,2%) yaitu sebanyak 53 peneliti. orang siswa. Menurut Richardson dan Suinn (1998) kecemasan belajar matematika D. Pembahasan melibatkan perasaan tegang dan cemas yang Berdasarkan hasil perhitungan statistik yang mempengaruhi dengan berbagai cara ketika telah dilakukan untuk membuktikan bahwa menyelesaikan soal matematika dalam terdapat hubungan yang sangat signifikan antara kehidupan nyata dan akademik. Menurut Davis efikasi diri dengan kecemasan belajar dan Neale (Prima, 2009) ada 3 aspek kecemasan matematika pada siswa IPS kelas XI SMA Karya belajar matematika, yaitu aspek fisik, aspek Ibu Palembang. Hasil penelitian ditunjukkan perilaku, dan aspek kognitif. Aspek fisik terlihat dengan nilai R = 0.763 dengan nilai p=0.000 pada perilaku siswa seperti siswa merasa tegang, atau p<0,01). Hal ini menunjukkan ada korelasi gugup, gelisah, berkeringat dingin. Selanjutnya yang sangat signifikan antara efikasi diri dengan pada aspek perilaku menunddukkan kepala, kecemasan belajar matematika pada siswa IPS sering izin ke toilet, pergi kekantin. Sedangkan kelas XI SMA Karya Ibu Palembang. Semakin pada aspek kognitif yaitu memikirkan bahwa rendah efikasi diri yang dimiliki oleh siswa maka pelajaran matematika itu pelajaran yang sulit. 68 Jurnal Ilmiah PSYCHE Vol.8 No.1 Juli 2014: 61-71
Selanjutnya menurut May (Semium, 2006) yang diperlukan untuk mencapai suatu hasil; kecemasan timbul sebanding dengan keyakinan- keyakinan mencapai target yang telah ditetapkan, keyakinan individu terhadap ketidak mampuan individu menetapkan target untuk keberhasilanya individu. Semakin individu merasa tidak yakin dalam melakukan setiap tugas; keyakinan terhadap kemampuan maka individu akan terhadap kemampuan mengatasi masalah yang semakin merasa cemas. Sementara kategorisasai muncul, individu dengan efikasi tinggi memiliki pada variabel efikasi diri menunjukkan subjek keyakinan mampu mengatasi masalah atau pada kategori tinggi (50,0%) sebanyak 48 orang kesulitan dalam bidang tugas yang ditekuninya. siswa dan kategori rendah (50%) sebanyak 48 orang siswa. Hal ini terjadi karena berdasarkan Penelitian yang dilakukan oleh Kabiri (2003) hasil observasi peneliti saat menyebarkan skala penelitian terlihat sebagian siswa melihat mengenai The Role of Self-Efficacy, Anxiety, pekerjaan temannya. Attitudes and Previous Math Achievement in Menurut Bandura (Gufron dan Risnawita, 2011), mengungkapkan efikasi diri adalah sebagai Students' Math Performance (Peran Self- keyakinan individu mengenai kemampuan dirinya dalam melakukan tugas atau tindakan Efficacy, Kecemasan, Sikap dan Prestasi yang diperlukan untuk mencapai hasil tertentu. Keyakinan terhadap diri sendiri sangat Matematika dalam kinerja Matematika Siswa) diperlukan oleh seorang siswa, keyakinan ini akan mengarahkan kepada pemilihan tindakan, menunjukkan bahwa prestasi matematika dan serta keuletan individu. Sementara menurut Newman dan Newman (1998) faktor-faktor yang self-efficacy memainkan peran yang mempengaruhi efikasi diri terdiri dari diri sendiri, lingkungan, dan pengalaman. Anderson paling penting dalam prestasi matematika pada (Abdullah, 2003) menmbahkan aspek-aspek efikasi diri ada 4 yaitu keyakinan terhadap masing-masing siswa. Peran self efficacy kemampuan menghadapi situasi yang tidak menentu yang mengandung unsur kekaburan, menengahi kecemasan pada pelajaran tidak dapat diprediksikan, dan penuh tekanan. Individu dengan efikasi diri tinggi akan matematika. Hasil juga menunjukkan bahwa mempunyai keyakinan serta kemampuan dalam menghadapi tantangan dan akan berusaha lebih prestasi matematika sebelumnya memiliki efek keras untuk mencapai keberhasilan; keyakinan terhadap kemampuan menggerakan motivasi, langsung dan tidak langsung yang kuat pada kemampuan kognitif, dan melakukan tindakan siswa. 4. Simpulan Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan penelitian didapat hasilnya, ada hubungan positif yang sangat signifikan antara efikasi diri dengan kecemasan belajar matematika pada siswa IPS kelas XI SMA Karya Ibu Palembang. Hubungan Antara Efikasi Diri Dengan Kecemasan Belajar ……(Desy Arisandy) 69
DAFTAR PUSTAKA Kepemimpinn Dengan Toleransi Abdullah, S.M. 2003. Hubungan antara Terhadap Stres Pada Guru SD efikasi diri dengan toleransi dengan adative selling pada agen asuransi Negeri Di Donorejo Pacitan. Skripsi jiwa. Journal Insight volume 1. No.2.Yogyakarta: Fakultas Psikologi (tidak diterbitkan). Surakarta: Universitas Wangsa Manggala Yogyakarta. Fakultas Psikologi Universitas Al-Mekhlafi, M. A. 2011. The Relationship Muhammadiyah Surakarta. Diunduh Between Writing Self-Efficacy Beliefs And Final Examination Scores In A dalam laman Writing Course Among A Group Of Arab Efl Trainee-Teachers. http://etd.eprints.ums.ac.id/3693/2/F1 International journal for research in education (ijre) no. 29, 2011. 00040097.pdf. diakses pada tanggal Azwar, S. 1996. Tes Prestasi Fungsi dan 30 November 2011 jam 21:15 WIB. Pengembangan Pengukuran Prestasi Belajar. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Gufron, M. N & Risnawita. R. 2011. Teori- Teori Psikologi. Yogyakarta : Arr- Bandura. A. 1997. Self-Efficacy : The Ruzz Media.. Exercise Of Control. New York: W.H. Freeman and Company. Kurniawan, R. 2011. Pengaruh Self Efficacy dan Motivasi Belajar Mahasiswa Bucklew, J. 2000. Paradigma For terhadap Kemandirian Belajar Mata Psychopatology. A Contribution To Kuliah Analisis Laporan Keuangan Case History Analysis. New York.; pada Mahasiswa Program Studi J.B. Lippenscott Company. Pendidikan Akutansi Universitas Negeri Yogyakarta. Skripsi (tidak Christina, y. 2009. Hubungan Antara Career diterbitkan). Yogyakarta : Fakultas Self Efficacy Dengan Pengambilan Ilmu Sosial dan Ekonomi Universitas Keputusan Karier Siswa Kelas XII Negeri Yogyakarta. Diunduh dalam SMA Negeri Batu. Skripsi (tidak laman diterbitkan) Malang Program Studi http://eprints.uny.ac.id/3622/1/Skrips Psikologi Jurusan Bimbingan i_Romi_Kurniawan.pdf.Diakses pada Konseling dan Fakultas Psikologi tanggal 28 november 2011 jam 21:15 Fakultas Pendidikan Universitas WIB. Negeri Malang. Diunduh dalam laman http://library.um.ac.id/free- Nawangsari, N. A. F. 2000. Kecemasan contents/index.php/pub/detail/hubun siswa pada bidang matematika di gan-antara-career-self-efficacy- SLTP Surabaya. Laporan Penelitian dengan-pengambilan-keputusan- Universitas Airlangga. Surabaya : karier-siswa-kelas-xii-sma-negeri-i- Universitas Airlangga. batu-christina-yosafat-39885.html. Diakses pada tanggal 30 November Prima. 2009. Hubungan Antara Dukungan 2011 jam 21:00 WIB. Emosional Suami dengan Kecemasan Ferdyawati, D. 2007. Hubungan Antara Efikasi Diri Dan Efektivitas Istri dalam Menghadapi Kelahiran 70 Anak Pertama. Skripsi (tidak diterbitkan). Semarang: Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro. Diunduh dalam laman http://adiesacreative.blogspot.com/20 10/09/ hubungan-dukungan-suami- terhadap.html. Diakses pada tanggal 25 November 2011 jam 21:20 WIB. Purwanto, N.2007. Psikologi Pendidikan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Jurnal Ilmiah PSYCHE Vol.8 No.1 Juli 2014: 61-71
Richardson, F.C., & Suinn, R. M.1998. The Mathematics Anxiety Rating Scale: Psychometric data. Journal of Counseling Psychology, 19, 551– 554. Santrock, J. W. 2005. Adolescence Perkembangan Remaja. Jakarta : Penerbit Erlangga. Semium, Y. 2006. Kesehatan mental I. Yogyakarta : Kanisius. Sugiyono. 2007. Statistika Untuk Penelitian . Bandung : CV. Alfabeta. Sukadji, S. 2000. Psikologi Pendidikan dan Psikologi Sekolah. Depok : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi. Hubungan Antara Efikasi Diri Dengan Kecemasan Belajar ……(Desy Arisandy) 71
Search
Read the Text Version
- 1 - 11
Pages: