Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore e-magz_PTPN x-magz_edisi 041

e-magz_PTPN x-magz_edisi 041

Published by BlueHeart Design, 2021-12-28 09:30:39

Description: e-magz_PTPN x-magz_edisi 041

Search

Read the Text Version

PTPN X MAGZ | VOLUME: 041 | EDISI LIPUTAN: JULI - SEPTEMBER 2021 FILTER BAGI saya, sportif itu mempunyai nilai- Saya pribadi suka tantangan yang berat dan terukur,” nilai tersendiri,” ujar Tuhu Bangun. Jika ujar Tuhu yang bergabung de­ngan PTPN sejak tahun dijabarkan satu persatu, SPORTIF men- 2004. jadi nilai-nilai yang menjadi pedoman Tuhu di mana pun dia ditempatkan. Sedangkan Transparancy artinya terbuka pada pelaksanaan tugas, pengambilan kebijakan dan SPORTIF menurutnya merupakan keputusan yang dilandasi semangat untuk mencapai kepanjangan dari Sinergy, Profesional, tujuan yang lebih baik. ”Transparan ini artinya me- Objective, Responsibility, Transparancy, Integrity dan nyampaikan yang sebenar-benarnya, sesuai fakta. Focus. Si­nergi artinya membangun kebersamaan dan Karena percayalah, lebih susah berbohong daripada keanekaragaman potensi yang ada untuk mencapai mengatakan yang benar,” jelasnya. hasil yang baik secara optimal. Kemudian Profesional yaitu menjalankan peker- Integritas, memiliki artinya ada kesesuaian antara jaan sebaik-baiknya. ”Mampu melihat mana yang jadi perkataan dan perbuatan. Sedangkan Focus yaitu prioritas,” ujarnya. berkonsentrasi dengan skala prioritas untuk menca- O diartikan sebagai Op- timisme, untuk mencapai pai hasil yang optimal. hasil yang memuaskan atau ”I­ngat selalu, Man jadda optimal perlu memandang wa jadda, bahwa ke- segala sesuatu dengan positif. tika kamu bersungguh- ”Selain itu juga berupaya se- sungguh, kamu akan lalu ingin tahu dan berpikir mendapatkan yang positif di mana pun,” jelas terbaik. Karena itu Tuhu. kita harus tekun dalam Selanjutnya, R berarti mengerjakan sesuatu,” sebagai Responsiblity. tutur pria kelahiran Seseorang diminta ber- Tanjung Keriahan, Keca- tanggung jawab, berani, matan Sirapit, Kabupat- tanggap dan peduli, memiliki en Langkat, Sumatera kemauan yang tinggi dan Utara tersebut. bersedia menerima risiko ter- hadap tindakan yang diambil. Ia mengakui, men- ”Kita harus bertanggung jalankan nilai-nilai yang jawab. Tidak asal tiap bulan terkandung dalam SPOR- terima gaji lantas bekerjanya TIF tersebut memang gitu-gitu aja di zona nyaman. tidak mudah. Namun ia tetap berupaya menga- plikasikannya dalam ke- hidupan sehari-hari. WWW.PTPN10.CO.ID 51

SUFKILRTOERSA PTPN X MAGZ | VOLUME: 041 | EDISI LIPUTAN: JULI - SEPTEMBER 2021 52 WWW.PTPN10.CO.ID

PTPN X MAGZ | VOLUME: 041 | EDISI LIPUTAN: JULI - SEPTEMBER 2021 FILTER Memberi Manfaat bagi Sesama DIPERCAYA menjabat sebagai Direktur PTPN X Mojokerto. ”Saya hanya ingin mengubah paradigma diakuinya merupakan sesuatu yang patut disyukuri. bahwa kita harus meninggalkan zona nyaman, kita Namun ia ingin jabatan tersebut memberikan man­ tidak bisa lagi bekerja secara biasa-biasa saja karena faat bagi orang lain. Ia juga berharap jabatan yang tantangan saat ini juga sudah berubah,” tutur pengge­ diembannya menjadi ladang ibadah. mar olahraga badminton ini. ”Sebelumnya saya sudah pernah berkecimpung Ia juga selalu berupaya menunjukkan keteladanan di berbagai komoditas perkebunan. Mulai dari karet, sebagai seorang pemimpin yang juga sebagai seorang sawit, teh, tembakau dan tebu. Saya tidak mengang­ motivator, orang tua, coach, serta secara adaptif seja­ gap itu adalah hal yang berat. Masing-masing mem­ jar dengan karyawan pada saat dibutuhkan. punyai tantangan tersendiri,” kata mantan Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Perkebunan Nusan­ Ke depan, ia memiliki visi untuk meningkatkan tara selama dua periode tersebut. kompetensi secara berkesinambungan dengan mem­ perhatikan norma- norma dan kepentingan perusa­ Di PTPN X, ia kerap melakukan kunjungan ke haan dengan skala prioritas melalui landasan, kerja pabrik-pabrik gula dengan tidak direncanakan. Mis­ keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas dalam lingkaran alnya saja setelah kunjungan di PG Modjopanggoong Jujur, Tulus, Ikhlas (JTI). Sehingga pada gilirannya yang ada di Tulungagung, kembali ke Surabaya, mampu mewujudkan kepribadian yang mempunyai kemudian kembali meluncur ke PG Gempolkrep di integritas secara komprehensif. WWW.PTPN10.CO.ID 53

STETOSKOP KESEHATAN PTPN X MAGZ | VOLUME: 041 | EDISI LIPUTAN: JULI - SEPTEMBER 2021 MENGENAL BADAI SITOKIN Di masa pandemi COVID-19, kita sering mendengar istilah badai sitokin. Apalagi setelah salah seorang aktor dan presenter kondang tanah air mengalaminya, dan disinyalir setiap pasien COVID-19 rentan mengalami badai sitokin membuat badai sitokin kian hangat menjadi bahan perbincangan. Sebenarnya apa itu badai sitokin? Siapa saja yang berpotensi mengalami badai sitokin? Bagaimana cara mengenali dan mengantisipasi agar tidak mengalami badai sitokin. 54 WWW.PTPN10.CO.ID

PTPN X MAGZ | VOLUME: 041 | EDISI LIPUTAN: JULI - SEPTEMBER 2021 STETOSKOP B„„LAPORAN: SISKA PRESTIWATI sehat. Bisa terjadi kerusakan di jaringan paru maka ADAI Sitokin adalah kondisi ketika tu- akan terjadi gangguan pertukaran gas, saturasi ok- buh melepaskan zat-zat tertentu (yaitu sigen turun, terjadi gagal nafas. Selain itu juga akan sitokin) dalam jumlah yang sangat terjadi gangguan fungsi jantung, penyumbatan besar untuk menghadapi serangan pembuluh darah, gangguan fungsi ginjal, gang- eksternal berupa bakteri atau virus. Re- guan fungsi hati, gangguan fungsi syaraf dan otak. spons berlebihan oleh tubuh ini dapat menyebab- Dengan banyaknya organ-organ penting yang ter- kan suatu peradangan yang kemudian berpotensi ganggu, maka kondisi itu disebut dengan kejadian merusak fungsi organ-organ internal seseorang. gagal multi organ. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Aler- “Kondisi terjadinya badai sitokin dapat diketa- gi Imunologi Klinik di RS Darmo di Surabaya, Dr. dr. hui secara klinis dengan gejala yang dialami oleh Gatot Soegiarto, Sp.PD, K-AI, FINASIM menjelaskan pasien, dan secara laboratorium dengan pemerik- bahwa diperlukan perumpamaan agar masyarakat saan antara lain kadar D-dimer, IL-6 dan CRP pada awam mudah memahami. Badai itu ibarat kondisi penderita COVID-19,” ungkap Ketua Satgas Imu- cuaca yang buruk, di mana angin yang semula semi- nisasi Dewasa PAPDI untuk wilayah Jawa Timur ini. lir, sepoi sepoi, tiba-tiba menjadi angin kencang dengan kecepatan yang tinggi yang berpotensi me- Gejala awal seseorang terkena badai sitokin, nimbulkan kerusakan jika disertai puting beliung. menurut dr. Gatot sama dengan pasien COVID-19 pada umumnya, yaitu demam, batuk, sesak nafas, Sitokin, jelas dr. Gatot, merupakan zat berupa badan lemas. Ketika pasien jatuh pada kondisi protein yang diproduksi oleh sel-sel imun yang badai sitokin biasanya demamnya yang harusnya digunakan untuk berkomunikasi atau berkoordi- mulai turun justru semakin tinggi dan tidak kun- nasi antar sesama sel imun lainnya. Ibarat sarana jung turun. Sesak nafas makin berat, nafsu makan komunikasi yang digunakan untuk koordinasi antar menurun, mual muntah, nyeri otot dan sendi, nyeri satuan pasukan untuk melawan musuh agar terjadi kepala hebat. Dalam kondisi yang lebih parah, bisa kerja sama yang baik sehingga musuh dapat dika- membuat tingkat kesadaran seseorang menurun, lahkan. orangnya bingung, ngelantur, halusinasi, bahkan sampai kejang atau koma. Seperti pesan rahasia dalam peperangan yang hanya bisa diterima oleh pasukan yang mempunyai Pada kondisi yang semakin parah mulai muncul radio atau antena, sitokin itu semacam pesan yang tanda-tanda kegagalan multiorgan, seperti sesak dikirimkan dan hanya dapat diterima oleh sel-sel nafas yang bertambah parah, tekanan darah menu- imun tertentu yang mempunyai sarana untuk run, saturasi oksigen semakin turun. Bila dilakukan menerima pesan itu yaitu biasanya disebut sebagai uji laboratorium biasanya akan didapatkan jumlah reseptor khusus untuk sitokin dan kemudian men- sel limfosit yang menurun, jumlah sel pembeku terjemahkan maknanya. atau trombosit juga menurun, penanda-penanda inflamasi naik semua. Bila dilakukan pemeriksaan “Badai sitokin adalah suatu kondisi di mana yang meliputi laju endap darah, kadar C reactive pesan-pesan itu dikeluarkan secara berlebihan atau protein, kadar ferritin, D-dimer juga meningkat. secara masif sehingga justru menimbulkan kesim- pang-siuran dan mengacaukan koordinasi. Akibat “Kalau diperiksa kadar sitokin, seperti interleu- pengerahan pasukan yang berlebihan, serangan kin 6 (IL-6) juga akan naik. Walaupun sebenarnya tembakan yang tidak terukur dan berlebihan akh- bukan hanya IL-6 yang terlibat. Masih banyak lagi irnya justru menimbulkan kerusakan beberapa beberapa sitokin yang lain, seperti interleukin 1 (IL- organ tubuh dan kondisi yang berlebihan dan tidak 1), TNF-alfa, dan lain-lain. Saat terjadi gagal ginjal terkendali,” jelas Ketua Kelompok Studi Virus Influ- maka kadar BUN, ureum dan kreatinin serum akan enza dan Corona, Lembaga Penyakit Tropis, Univer- naik. Saat terjadi gangguan fungsi hati maka SGOT sitas Airlangga ini. dan SGPT akan naik. Kalau ada gangguan fungsi jantung maka kadar troponin akan meningkat. Badai sitokin terjadi ketika tubuh melepaskan Tergantung apa yang dialami oleh pasien, kita bisa terlalu banyak sitokin ke dalam darah dalam jangka melakukan pemeriksaan-pemeriksaan untuk men- waktu yang sangat cepat. Kondisi ini justru menye- dukung dan membuktikan bahwa ada gangguan babkan peradangan yang berlebihan dengan efek pada organ-organ tersebut,” papar Anggota Tim berupa kerusakan pada jaringan dan sel tubuh yang Advokasi Vaksinasi COVID-19 Pengurus Besar IDI ini. WWW.PTPN10.CO.ID 55

STETOSKOP PTPN X MAGZ | VOLUME: 041 | EDISI LIPUTAN: JULI - SEPTEMBER 2021 Untuk penanganan pasien CO­ dr. Gatot Soegiarto masuk, apakah jenis varian biasa VID-19 yang mengalami badai sito­ atau varian yang lebih ganas. Se­ kin, dr. Gatot mengungkapkan kalau SPESIALIS PENYAKIT DALAM dang untuk faktor daya tahan tubuh dilihat perkembangan penyakitnya KONSULTAN ALERGI IMUNOLOGI sangat tergantung pada fungsi imun terdiri dari beberapa fase, mulai dari pasien, apakah sel-sel imunnya kuat fase 1, fase 2A, fase 2B dan fase 3. juga membutuhkan tambahan anti­ atau lemah, apakah sistem imunnya Fase 1 itu disebut fase awal yaitu saat biotika jika mengalami infeksi bakteri terkendali dan bagus atau cenderung virus masuk dan bereplikasi dalam tumpangan atau dikenal dengan in­ bereaksi berlebihan, juga dipengaruhi tubuh serta adanya respons awal tu­ feksi bakteri sekunder. Obat-obatan oleh ada penyakit komorbid apa ti­ buh untuk melawannya. seperti tocilizumab (anti IL-6) um­ dak, dan usia pasien. umnya diberikan pada fase 2 akhir Pada fase 2 disebut sebagai fase dan fase 3, sementara terapi plasma “Biasanya, mereka yang mengal­ pulmoner (paru) dimana terjadi per­ konvalesen sudah tidak ada lagi man­ ami penyakit yang berat hingga kritis adangan di paru, diikuti dengan keru­ faatnya pada fase ini. jumlahnya sekitar 11–15 persen dan sakan paru yang semakin meningkat mereka yang rentan mengalami badai dan terjadinya gangguan pertukaran “Faktanya tidak semua pasien sitokin ditengarai oleh adanya be­ oksigen. Pada fase 2 ini, virusnya COVID-19 mengalami badai sitokin,” berapa faktor risiko seperti obesitas, tidak lagi berperanan atau bahkan tegas dosen di Sekolah Pasca Sarjana penyakit komorbid seperti diabetes, jumlahnya sudah sangat sedikit. bidang Ilmu Imunologi Universitas hipertensi, penyakit kardiovaskuler, Tetapi peradangan dan kerusakan Airlangga ini. serta usia lanjut. Karena pada penya­ yang ditimbulkan itulah yang men­ kit-penyakit tersebut tanpa COVID-19 dominasi sebagai penyebab gejala Selama pandemi, jelas Gatot, saja sudah terjadi inflamasi kronis, penyakit. pasien COVID-19 ada yang tidak apalagi saat terkena COVID-19 maka bergejala, ada yang bergejala ringan sitokin cenderung diproduksi se­ “Pasien mulai mengalami hipok­ sampai sedang, dan ada juga yang cara berlebihan dan tidak terkendali sia yang berangsur-angsur semakin bergejala berat sampai kritis. Jadi va­ sehingga menimbulkan inflamasi berat. Pada fase 3 yang disebut seb­ riasi manifestasi penyakit itu rupanya berlebihan atau badai sitokin itu,” agai fase hiper inflamasi (inflamasi ditentukan oleh dua faktor, yaitu fak­ papar Ketua PERALMUNI Cabang berlebihan) atau disebut juga badai tor virus dan daya tahan tubuh. Surabaya ini. sitokin dan saat itu sudah ada tanda- tanda tekanan darah turun, terjadi Faktor virus ini meliputi: berapa dr. Gatot menambahkan bahwa syok dan kegagalan multi organ,” urai banyak jumlah virus yang masuk pada pasien kritis memang terjadi dosen di Fakultas Kedokteran Uni­ ke dalam tubuh, jenis varian yang badai sitokin dan tingkat kematian versitas Airlangga ini. akibat badai sitokin berkisar antara 50–80 persen dan secara statistik Pertolongan medis, jelas dr. Ga­ angka itu meningkat sejalan dengan tot, sejak fase 1 sudah ada upaya. Pada fase 1 diberikan obat anti virus, dukungan cairan dan nutrisi yang cu­ kup, juga diberikan vitamin dan min­ eral yang mendukung sistem imun. Apabila fase 1 penyakitnya cende­ rung memburuk hingga menjadi fase 2, mungkin bisa dicoba dilakukan terapi plasma konvalesen. Pada fase 2 awal, di mana pasien mulai membu­ tuhkan dukungan terapi oksigen itu diberikan oksigen dan obat-obatan anti inflamasi dengan dosis rendah. Pada fase 2 akhir diperlukan dukun­ gan obat anti inflamasi dengan dosis lebih tinggi. Bila pasien masuk ke fase 3, pasien sudah membutuhkan alat bantu pernafasan atau ventilator dan harus masuk ke ruangan ICU karena memerlukan obat anti antikoagulan dan membutuhkan obat-obat lain yang mendongkrak fungsi organ dan 56 WWW.PTPN10.CO.ID

PTPN X MAGZ | VOLUME: 041 | EDISI LIPUTAN: JULI - SEPTEMBER 2021 STETOSKOP COVID-19,” imbuh dokter yang prak­ mengkonsumsi makanan yang dapat tik di RS Darmo, Surabaya dan RS meningkatkan sistem imun dan ber­ Husada Utama Surabaya ini. doa kepada Tuhan YME. Saat seseorang sudah jatuh ke “Dengan dua perisai ini, yaitu badai sitokin, ungkap dr. Gatot, mencegah virus masuk dan mening­ ketenangan kejiwaan pasien sangat katkan ketahanan sistem imun tubuh membantu terapi yang dilakukan oleh maka virus tidak akan bisa menemu­ tim medis. Gelisah dan rasa khawatir kan manusia untuk digunakan seb­ berlebihan justru memperparah infla­ agai tempat berkembang biak. Bila masi dan memperburuk sistem imun. virus sudah tidak bisa menemukan Maka diharapkan semua pasien tempat untuk berkembang biak maka percaya dan pasrah akan terapi yang insha Allah kita bisa menyudahi pan­ dilakukan oleh tim medis dan terus demi ini,” pungkasnya. bertambahnya usia serta tingkat keparahan penyakit komorbid. Bagaimana melindungi diri agar tidak mengalami badai sitokin? dr. Gatot menjelaskan bahwa ada dua cara yaitu (1) mencegah virus masuk ke dalam tubuh dan (2) menjaga dan terus meningkatkan daya tahan tubuh. Untuk membuat virus tidak banyak masuk ke dalam tubuh maka tidak ada cara lain kecuali dengan ketat menjalankan protokol kesehat­ an, mau menjalankan yang 3M atau 5M yang penting jalankan dengan benar dan disiplin. Untuk meningkat daya tahan tu­ buh agar dapat melawan virus masuk ke dalam tubuh, itu ada beberapa upaya. Yang pertama, ikut vaksinasi karena vaksinasi itu seperti latihan perang-perangan atau mengenalkan sistem imun kepada calon musuhnya sehingga ketika musuh aslinya datang menyerang maka sistem imun sudah siap dan tahu bagaimana cara untuk mengalahkan musuh itu. Selain itu ada juga beberapa zat yang dapat dikonsumsi sebagai ba­ han penunjang untuk meningkatkan fungsi imun, seperti vitamin D, vita­ min C, zinc, selenium, probiotik, anti oksidan dan lain-lain bisa digunakan. “Vitamin ini untuk segala usia dan dapat dikonsumsi sebelum terkena WWW.PTPN10.CO.ID 57

OKRA OPINI KARYAWAN PTPN X MAGZ | VOLUME: 041 | EDISI LIPUTAN: JULI - SEPTEMBER 2021 Program Makmur: Mari Kita Majukan Petani Tebu „„OLEH: FEBRI ARI MARPAUNG Dalam program ini, PTPN X M KEPALA BAGIAN TANAMAN dan Petrokimia Gresik juga meng­ ENYIKAPI alokasi di wilayah Jawa Timur. gandeng pihak perbankan sebagai keterbatasan pemberi modal dengan melibatkan alokasi pupuk lembaga koperasi petani tebu. Petro­ petani tebu, PT kimia Gresik sendiri berperan dalam Perkebunan Program Makmur yang memilki menyuplai pupuk dan pestisida me­lalui anak perusahaan, sekali­ Nusantara X (PTPN X) hadir dan kepanjangan Mari Kita Majukan gus memberikan kawalan melalui edukasi pemupukan berimbang dan berkomitmen dalam mendukung Usah­ a Rakyat, merupakan upaya layanan Mobil Uji Tanah, sedangkan PTPN X berperan dalam pengawalan Program Makmur bagi Petani Tebu. untuk menciptakan ekosistem yang dan pendampingan proses budidaya sampai dengan Tebang Muat Angkut Program di bawah Kementerian mendukung petani dari hulu hingga ke Pabrik Gula PTPN X. BUMN yang diinisiasi oleh Pupuk hilir, sehingga proses budidaya Lahan tebu petani yang didu­ kung pemenuhan pupuknya melalui Indonesia ini melibatkan berbagai maup­ un pemasaran hasil pertanian Program Makmur ini dalam bentuk pupuk non subsidi jenis ZA dan NPK pihak dari bidang pertanian, meli­ berj­alan optimal. Adanya agroinput Phonska Plus milik PT Petrokimia Gresik. Program lainnya dalam ben­ puti komoditas seperti tebu, padi, ja­ yang terjamin maka produktivi­ gung, cabai, kelapa sawit, singkong, tas meningkat dan hasil pertanian kopi, lada, kakao dan bawang merah. terserap dengan baik, diharapkan Khusus untuk komoditas tebu, pro­ kesejahteraan petani dapat terdong­ gram ini diinisiasi oleh PTPN X dan krak dan stok pangan nasional akan Petrokimia Gresik, khususnya untuk ikut terjaga. 58 WWW.PTPN10.CO.ID

PTPN X MAGZ | VOLUME: 041 | EDISI LIPUTAN: JULI - SEPTEMBER 2021 OPINI KARYAWAN tuk pendampingan intensif kepada memiliki stok pupuk subsidi untuk Petrokimia Gresik dalam memberi­ petani melalui budidaya tanaman aktivitas budidayanya kan usulan perbaikan. dengan memberikan pasokan sara­ na produksi dan pemasaran hasil Distributor, sebagian koperasi Untuk rencana pada musim beri­ per­tanian melalui skema kemitraan petani telah terdaftar sebagai dis­ kutnya, perusahaan tetap berkomit­ serta aktivitas lainnya. tributor pupuk. Hal ini menyebab­ men untuk melaksanakan Progam kan petani memiliki opsi pilihan lain Makmur dengan melibatkan seluruh Rencana awal program ini untuk dalam memperoleh pupuknya dan Pabrik Gula. Rencana kebutuhan pu­ memenuhi kebutuhan pupuk se­ puk Program Makmur pada musim banyak 3.709,48 Ton dengan NPK Distribusi, aktivitas distribusi tanam 2022/2023 mencapai 15.014 1.858,58 Ton dan ZA 2.130,9 Ton pupuk dengan kendaraan berkapa­ Ton kebutuhan, melibatkan 2.326 selama Musim Tanam 2021/2022 sitas besar sekitar 30 Ton menye­ petani serta mencakup total luasan dengan melibatkan 1.707 petani, babkan petani mengeluarkan biaya 22.500 Ha. Angka rencana ini di­ total luasan 3.032,467 ha di seluruh tambahan untuk memperoleh proyeksikan naik kedepannya. wilayah petani binaan PTPN X. pupuknya. Biaya meliputi biaya bongkar, angkut dan transportasi ke Program Makmur di PTPN X Sampai saat ini, program ini lokasi petani. merupakan sebuah alternatif solusi telah mencapai sasaran yang sesuai. ditengah kelangkaan pupuk subsidi Realisasi distribusi pupuk mencapai Namun demikian, berdasarkan dan peningkatan pelayanan hadirnya 3.554,37 Ton atau tercapai 95,82% kendala-kendala diatas, PTPN X PTPN X melalui melalui sinergi dari rencana dan didistribusikan ke tetap berupaya untuk mendukung BUMN, besar harapan ke depan 1.475 petani. Sementara dari jumlah program. Dengan perusahaan tetap dengan program ini Kesejahteraan luasan, pupuk Program Makmur memberikan pelayanan yang baik Petani akan meningkat dan PTPN X telah memenuhi luasan 2.929,887 bagi petani, me-monitoring penca­ akan tetap jaya, berkah, juara. Ha atau 96,62% dari rencana. paian dan terlibat aktif bersama PT Distribusi pupuk ini telah dimu­ lai sejak bulan Agustus lalu dan diperkirakan selesai pada awal ta­ hun depan. Pengiriman mengalami pening­katan selama periode pemu­ pukan pada Oktober-November 2021 dan akan terus dilakukan se­ cara kontinyu sampai target tercapai. Salah satu upaya yang dilakukan PTPN X untuk memenuhi target tersebut adalah dengan melun­ curkan program kredit pemodalan petani melalui Tanggung jawab So­ sial Lingkungan (TJSL), sehingga kepastian pendanaan untuk pembe­ lian pupuk lebih terjamin dan pupuk tersedia dari sisi volume kebutuhan serta terkirim sesuai masa waktu pemupukan tanpa kekhawatiran ket­ erlambatan. Namun demikian, progam ini tidak sepenuhnya berjalan lancar, terdapat kendala-kendala dalam pelaksanaannya di lapang dan dira­ sakan langsung oleh petani progam. Kendala tersebut antara lain: Kompetitor, harga pupuk kom­ petitor lebih bersaing bahkan lebih ekonomis, sehingga lebih diminati petani Stok Pupuk, selama program berlangsung sebagian petani masih WWW.PTPN10.CO.ID 59

NIRA KULINER NUSANTARA PTPN X MAGZ | VOLUME: 041 | EDISI LIPUTAN: JULI - SEPTEMBER 2021 Croffel Croissant Waffle Mungkin Anda sudah sangat familiar dengan makanan asli Austria “croissant”, dan mungkin Anda juga mengenal “waffle” dari Belgia. Namun sekarang yang lagi happening banget adalah croffle. Anda sudah pernah mendengarnya? 60 WWW.PTPN10.CO.ID

PTPN X MAGZ | VOLUME: 041 | EDISI LIPUTAN: JULI - SEPTEMBER 2021 NIRA YA, croffle sendiri memang gabungan dari kedua makanan Salah satu di antaranya adalah ‘Dear Butter’ yang di atas. Croissant dan waffle, croffle. Simpel. Tapi ternyata kehadirannya banyak ditemukan di mall-mall. Mereka rasa yang ditawarkan croffle tidak sesimpel itu, lho. Croffle menjual croffle dengan paduan topping yang bisa kita pilih pada dasarnya menggunakan adonan croissant yang ke- sendiri. Selain itu ada ‘Ikiwae’ yang menjual croffle dengan mudian dicetak dan dimasak dengan cara membuat waffle bentuk yang menarik. Croffle yang mereka jual ada yang di- pada umumnya, sehingga croffle memiliki bentuk yang mi- tusuk popsicle sehingga bentuknya seperti es krim, ada pula rip seperti waffle. yang ditaruh di wadah karton macam kentang goreng. Croffle ini pertama kali diperkenalkan pada 2017 oleh Harga croffle sendiri biasanya di kisaran Rp 7.000,- Louise Lennox, koki pastry asal Irlandia. Mengutip dari hingga Rp 15.000,- untuk sepotong. Namun jika Anda lebih Bakemag, camilan kue favorit ini disajikan dengan taburan tetarik untuk membuatnya tentu juga bisa. Cara membuat- beberapa pilihan topping, mulai dari cokelat, keju, buah- nya pun cukup mudah, hanya dengan membuat adonan buahan, olahan daging, dan lainnya. croissant terlebih dahulu baru dimasak/dipanggang meng- gunakan cetakan waffle, voila! Croffle buatan Anda sudah Tekstur yang dimiliki croffle lebih padat dibanding crois- bisa dinikmati bersama keluarga. sant, namun tidak terlalu kering. Tekstur bagian dalamnya lebih lembut dan kaya mentega. Sekilas bentuknya me- Croffle sendiri sejatinya adalah hidangan appetizer alias mang mirip seperti waffle karena dicetak di alat pemasak hidangan pembuka penggugah selera. Croffle juga teman waffle. yang sangat cocok bila disandingkan dengan kopi, teh, dan susu di pagi hari, ataupun sebagai teman Di Indonesia khususnya di Surabaya sendiri, sudah ban- cemilan saat bekerja di kantor dan yak toko roti yang mulai menjual croffle. Banyak pula bersantai di rumah. toko-toko spesialis croffle yang berdiri karena antusias ma- syarakat rupanya sangat tinggi untuk menci- cipinya. Jadi, bagaimana? Tertarik untuk mencoba croffle? Selamat mencobanya, ya! Bon appétit! WWW.PTPN10.CO.ID 61

PROF-IT TEKNOLOGI PTPN X MAGZ | VOLUME: 041 | EDISI LIPUTAN: JULI - SEPTEMBER 2021 TESLA BOT Wajah Baru Robot Humanoid Elon Musk sebagai CEO Tesla pada acara AI Day, Hari Kecerdasan Buatan, tahun ini mengumumkan sedang membangun prototipe robot dalam bentuk humanoid yang mana akan menjadi lompatan selanjutnya bagi umat manusia dan akan merevolusi cara hidup kita. Ditujukan untuk mengambil perkerjaan yang berbahaya, berulang-ulang dan membosankan. OLEH: A I Day adalah acara baru yang diadakan oleh Tesla yang berisi tentang pemaparan Danang Satriyo teknologi baru yang sedang dikem- bangkan. Sebelumnya pada BAGIAN SEKPER & TJSL tahun 2019 Tesla mengada- kan acara yang diberi nama 'Tesla Au- tonomy Day' dan 'Tesla Battery Day' pada tahun lalu. Karena bukan meru- pakan acara perilisan suatu produk, maka acara tersebut memang bukan ditujukan untuk masyarakat umum melainkan ditujukan bagi mereka yang sudah berkecimpung di bi- dang Kecerdasan Buatan, Artificial Intelligence (AI). Pemaparan yang tak terduga ini muncul pada bagian akhir pada acara AI Day Tesla. Banyak yang mengira acara AI Day Tesla akan fokus pada elemen Artificial In- telligence, Kecerdasan Buatan, dari autopilot (self-driving) mobil listrik Tesla. Tentu saja ada pemaparan terkait peningkatan kemampuan Artificial Intelligent pada kemampuan berkendara 62 WWW.PTPN10.CO.ID

PTPN X MAGZ | VOLUME: 041 | EDISI LIPUTAN: JULI - SEPTEMBER 2021 PROF-IT mobil-mobil listrik Tesla. Juga presentasi super komputer Dojo, yang akan TESLA BOT ADALAH melatih kecercasan mobil-mobil Tesla dalam navigasi di jalanan tanpa ROBOT YANG RAMAH, campur tangan manusia. Sesi terakhir dari presentasi Tesla, tentang robot ini, tidak ayal lagi mengejutkan dan menjadi bintang pada acara tersebut. BEKERJA PADA LINGKUNGAN MANUSIA Elon Musk memperkenalkan Tesla Bot sebagai robot yang ramah, bekerja pada lingkungan manusia untuk manusia dan mengeliminasi UNTUK MANUSIA pekerjaan-pekerjaan yang berbahaya, berulang-ulang dan membosan­ DAN MENGELIMINASI kan. Robot tersebut dirancang seukuran orang dewasa dengan spesifikasi PEKERJAAN-PEKERJAAN tinggi 172 cm dan berat 56,6 kg dengan kecepatan maksimal 8 km/jam. YANG BERBAHAYA, Kecepatanya memang dibatasi agar orang-orang bisa dengan mudah ber- BERULANG-ULANG DAN lari lebih cepat dan dengan mudah mengendalikannya. Humanoid robot ini bisa membawa beban hingga 20 kg dan bisa mengangkat benda sam- MEMBOSANKAN. pai 68 kg. ELON MUSK Lebih lanjut secara detil teknisnya, Tesla Bot dibuat dengan material yang ringan. Kepalanya terdapat layar display yang berfungsi menampil- kan beragam informasi sebagai wajahnya. Di bagian kepala juga disemat- kan delapan kamera yang dimanfaatkan sebagai indera untuk berjalan dan bergerak. Robot ini akan menggunakan otak, chip komputer, yang sama dengan mobil autopilot Tesla. Berbeda dengan manusia, otak dari robot ini ditempatkan pada bagian dadanya. Elon Musk juga menyampaikan pada keynote-nya keberadaan robot tersebut berpotensi memberikan dampak yang signifikan terhadap per- ekonomian karena pondasi dari ekonomi adalah tenaga kerja. Mengacu pada isu kekurangan tenaga kerja saat ini yang diperburuk oleh pandemi COVID-19. Kecemerlangan inovasi dari Tesla memang tidak perlu diragukan lagi, namun perlu dicatat bahwa penerapan humanoid robot di lingkungan kerja merupakan babak baru. Saat ini kita bisa jumpai robot-robot sudah mulai bekerja di pabrik-pabrik dan juga menjalankan warehouse. Bukan hanya bekerja sendiri, bahkan berkerja sama dengan pekerja manusia. Pada Fulfilment Center Amazon misalnya, dimana robot dan manusia saling bekerja sama secara harmonis untuk mengirimkan paket-paket pembelian e-Commerce kepada pelanggan tepat waktu. Pun demikian bisa dibilang robot-robot tersebut levelnya tidak terlalu rumit, lebih menitikberatkan pada spesifik pekerjaan tertentu dan bukan untuk semua pekerjaan, general purpose, atau bahkan humanoid yakni ber- bentuk seperti manusia. Dengan semakin maraknya tren e-Commerce dan perubahan kebiasaan baru sebagai akibat dari pandemi COVID-19, membuat perusahaan-perusahaan semakin tertarik untuk berinvestasi pada robot, mesin yang handal daripada manusia. Karena tidak ada down time, tidak ada cuti, tidak ada tunjangan khusus, dan setelah investasi awal dilakukan, tidak perlu pengeluaran untuk gaji. Sulit memang membayangkan robot-robot humanoid, berbentuk manusia, berlalu-lalang-bekerja di lini produksi kita. Mungkin me- mang jauh sekali era robot-robot masuk ke dalam pabrik gula. Tapi demi meningkatkan daya saing, untuk efisiensi proses dan menurun­ kan Harga Pokok Produksi pastinya banyak hal yang perlu dijalankan secara otomatis, dijalankan robot. Bisa dimulai dari hal sederhana seperti menjahit karung gula, menghitung dan menata karung gula. Atau bahkan mengangkut karung-karung dari dan ke gudang gula. WWW.PTPN10.CO.ID 63

KRISTALISASI PTPN X MAGZ | VOLUME: 041 | EDISI LIPUTAN: JULI - SEPTEMBER 2021 Pers dan Fungsi Watchdog Merebaknya diskursus mengenai perkembangan teknologi informasi dan modernisme media selama ini seolah telah mengubah definisi tentang makna dan kerja jurnalistik (pers). Padahal keduanya, pers dan teknologi media, merupakan dua hal yang berbeda secara implementatif. 64 WWW.PTPN10.CO.ID

PTPN X MAGZ | VOLUME: 041 | EDISI LIPUTAN: JULI - SEPTEMBER 2021 KRISTALISASI OLEH: LUTFIL HAKIM PEMIMPIN REDAKSI P ERS adalah konten dari aktivitas jurnalisme, sedangkan teknologi informasi adalah platform untuk distribusi kon­ ten, baik konten media sosial atau pun konten jurnalistik itu sendiri. Konten jurnalistik bisa berbentuk tulisan, foto, grafis, voice, dan video, biasanya disebarluaskan melalui plat­ form media cetak, media online, radio, atau televisi. Sedangkan konten me­ dia so­sial lebih memanfaatkan ragam platform mutakhir seperti YouTube, Facebook, Twitter, Istagram, Tik-Tok, WhatsApp, WeChat, atau social media sites lainnya seperti SinaWeibo, QZone, QQ, Reddit, Snapchat, Pin- terest, dan Kuaishou. Namun kini media massa atau pers, juga memanfaatkan platform media sosial untuk memperluas sebaran distribusi konten jurnalistiknya – sebagai upaya konvergensi, dengan mendistribusikan link-nya ke aneka sal­ uran, umumnya pakai YouTube, Facebook, Twitter, Istagram dan What- sApp. Di sini terkadang publik menjadi rancu, apakah konten media yang dilihatnya melalui social media sites adalah produk jurnalistik atau bukan. Masuknya produk pers (jurnalistik) ke ragam platform media sosial, se­ sungguhnya sangat menguntungkan publik. Sebab produk pers relatif lebih presisi tingkat akurasi dan kebenarannya. Karena tahapan pembuatannya harus memenuhi prinsip-prinsip jurnalistik, dan harus tunduk kepada The Iron Law of Journalism atau 'hukum besi' yang wajib diikuti jurnalis, khu­ susnya soal kejujuran, etika dan moral. Produk pers lebih terjamin keabsahannya, lebih sahih, terjaga keaslian dan validitasnya, karena peraturan yang mengikatnya mewajibkan jurnalis untuk melakukan tahapan pembuatan konten secara lebih seksama, teliti, cermat dan rajin melakukan verifikasi. Tidak cukup di situ, jurnalis juga punya keharusan memilih konten yang mencerdaskan, meluruskan, dan mengkonfirmasi secara faktual. Sedangkan konten media sosial, tahapan pembuatannya lebih kepada suk­ a-suka penulisnya (uploader) bisa berupa foto, grafis, teks maupun video. Dan tidak semua pelaku media sosial teruji moralitasnya. Ada yang terdidik, tapi banyak juga yang jauh dari ideal. Dengan sandaran literasi yang cekak, terkadang sudah berlagak seperti pakar. Bahkan tidak jarang mengirimkan informasi dan pesan hoax, fiktif, framing, dan konten yang mengandung unsur sara maupun ujaran kebencian. Tulisan ini tidak bermaksud men-stigma konten media sosial, meski faktanya demikian adanya. Memang tidak semua konten medsos selalu buruk, banyak juga yang baik dan bermanafaat. Tapi tidak sedikit pula yang dibuat secara serampangan tanpa memperdulikan etika dan moral. Sedan­ gkan pro­duk jurnalistik, hampir pasti pembuatannya didasari kaul, niat, itikad, dan hasrat yang baik – yang disandarkan pada keniscayaan fakta, mencerahkan, mencerdaskan, serta meluruskan sesuatu yang dinilainya salah dan menyesatkan. WWW.PTPN10.CO.ID 65

PTPN X MAGZ | VOLUME: 041 | EDISI LIPUTAN: JULI - SEPTEMBER 2021 Publik kini berada diantara SELAIN TUGAS MENE­RANGI DAN dua arus besar informasi yang MENCERDASKAN, TUGAS LAIN bertentang­an, ada yang mencerah­ PERS ADALAH BERPERAN SEBAGAI kan – tapi banyak pula yang menye­ KONTROL SOSIAL (WATCHDOG). satkan. Keduanya berada pada ruang TUGAS MENGAWASI KEHIDUPAN publik yang sama, yakni di platform MASYARAKAT DAN JALANNYA medsos. Publik dihadapkan pada si­ PEMERINTAHAN. MAKA ITU PERS lang-sengkarut informasi yang serba JUGA DISEBUT SEBAGAI PILAR tidak pasti. Ekosistem komunikasi DEMOKRASI KE-EMPAT. PERS HARUS massa berkelintaran embaran yang BISA MENGONTROL DAN MENCEGAH abu-abu kebenarannya. Narasi yang TERJADINYA KETIMPANGAN dibangun dengan argumen ilmiah, SOSIAL SERTA KETIDAK-ADILAN acap berbaur jadi satu di ruang DI TENGAH MASYARAKAT, publik yang sama – dengan narasi TERUTAMA YANG TERKAIT (AKIBAT) yang cekak, narasi pas-pasan, tidak PENYALAHGUNAAN KEKUASAAN logik, tidak relevan, dan cenderung –SE­PERTI KORUPSI, KOLUSI, ngawur. NEPOTISME ATAU PENYIMPANGAN LAINNYA. Bahkan tidak jarang terjadi dis­ kursus di ruang publik yang melen­ ruang publik dengan mendistorsi yang 'memaksa' jurnalis untuk selalu ceng dari thema, dan kerap berujung fakta dan kebenaran. bertindak professional yang tidak pada statemen yang mengandung bisa ditawar-tawar. Insan pers ditun­ unsur sentimen, antipati, dengki, gu­ Pada situasi 'kekacauan' ruang tut luas wawasan dan paham pokok sar, dan pegal hati. Terkadang saling informasi publik seperti inilah ke­ persoalan dari hulu hingga hilir, serang secara personal (privasi). Se­ hadiran media massa/pers dinilai sehingga nihil kesalahan dalam me­ hingga tidak ada lagi sekat di ruang urgent, guna meluruskan fakta-fakta nyusun sajian (narasi) tulisannya. publik – antara yang benar versus melalui narasi jurnalistik yang lebih yang tidak benar. jelas, faktual, dan senantiasa ber­ Sebab salah satu tugas pers pegang erat pada kode etik jurnal­ adalah mencerdaskan kehidupan Setidaknya ada dua karakter ak­ isme. Narasi yang berpihak kepada bangsa, sehingga idealnya seorang tivis medsos yang kontennya agak kebenaran, verifikatif, obyektif, jurnalis haruslah cerdas, luas wa­ mengganggu kenyamanan ruang relevan, komprehensif, proporsional, wasan, dan cakap dalam membuat publik. Pertama adalah mereka yang mencerahkan, dan yang terpenting tulisan. Bagaimana mungkin bisa terbelakang secara literasi, tapi sok adalah jurnalis wajib mensandarkan mencerdaskan publik jika jurnalis­ pinter, keminter, dan sok mendikte. dirinya pada hati nurani. Sehingga nya sendiri tidak cerdas. Bagaimana Kedua adalah golongan orang yang mustahil ada konten negatif pada bisa kritis kalau jurnalisnya tidak terbelakang secara mental, yakni produk jurnalistik. paham persoalan. Maka itu seorang selalu menyalahkan pendapat orang jurnalis harus memiliki kompetensi lain yang berbeda aliran ideologi Selain itu, kerja jurnalistik be­ yang memadai. Standar minimalnya, atau agama. Kelompok kedua ini rada dalam koridor hukum, yakni sesuai regulasi Dewan Pers, wajib umumnya mengedepankan sikap yurisdiksi UU Pers No.40/1999, lulus Uji Kompetensi Wartawan 'pokoknya'. Pokoknya kalau bukan serta sederet Peraturan Dewan Pers sealiran, pendapatnya harus ditolak – bahkan di-bully. Mirisnya lagi, ada juga pihak (ba­ ca: buzzer) yang secara sengaja men­ jadikan konten-ngawurnya sebagai bisnis. Dan ada pasarnya. Mereka biasanya dipesan oleh para-pihak dengan tugas khusus melakukan distorsi terhadap informasi yang di­ anggap merugikan 'bos-nya'. Mereka (buzzer) sengaja mengkonstruksi ar­ gumen atau Informasi yang jauh dari fakta, alias menyesatkan. Mereka mengabdikan dirinya sebagai hulu- balang hanya untuk mengacaukan 66 WWW.PTPN10.CO.ID

PTPN X MAGZ | VOLUME: 041 | EDISI LIPUTAN: JULI - SEPTEMBER 2021 (UKW). Dan pada tataran UKW yang aturan yang harus dilalui sesuai Dewan Pers, tapi juga berada dalam tidak mudah ini pun ada level ber­ ketentuan Dewan Pers. Artinya, yurisdiksi UU ITE No.19/2016 jika jenjang, yakni level Muda, Madya, pekerja jurnalistik adalah profesi saluran distribusinya memanfaatkan dan Utama. yang tahapannya terseleksi secara platform media berbasis internet. ketat – yang standarnya memenuhi Ancaman pasal-pasal pada UU ITE Bukan hanya itu, sesuai regulasi, syarat kualifikasi. Maka itu nonsense tidak ada yang ringan. Maka itu jur­ seorang jurnalis pun diwajibkan jika ada konten jurnalistik yang tidak nalis yang bekerja di perusahaan menjadi anggota asosiasi wartawan bermutu. Apalagi hoax dan framing. pers berbasis platform internet, yang diakui oleh Dewan Pers, seperti harus ekstra hati-hati. Karena ada PWI, AJI, IJTI, dan PFI. Masing- Selain itu, perusahaan pers pasal karet pada UU tersebut yang masing asosiasi menerapkan aneka tempat jurnalis bekerja, juga diwa­ dengan mudah bisa membawanya ke persyaratan yang ketat untuk bisa jibkan lolos verifikasi Dewan Pers, balik jeruji besi. menjadi anggotanya. Diantaranya sebagai upaya menekan munculnya harus ada rekomendasi dari media pers abal-abal. Artinya tidak serta – Begitu juga jika konten jurnalis­ tempatnya bekerja. Dan medianya merta setiap orang bisa mendirikan tik disiarkan melalui platform radio harus jelas, berbadan hukum, peser­ perusahan pers. Banyak persyaratan dan TV, maka ada UU Penyiaran ta BPJS Ketenagakerjaan, dan clear ketat yang harus dipenuhi, termasuk No.32/2002 yang ikut mengaturnya. secara pajak. kewajiban lolos UKW (secara ber­ Artinya konten berita yang disiarkan jenjang) bagi seluruh wartawannya melalui radio atau TV, selain harus Prinsipnya kini tidak mudah (secara bertahap). tunduk pada UU Pers dan aneka menjadi seorang wartawan. Cerdas, Peraturan Dewan Pers, juga wajib cakap dan jujur saja tidak cukup, Konten pers tidak hanya 'dike­ patuh pada ketentuan UU Penyiaran. karena ada tahapan dan aneka pung' oleh UU Pers dan Peraturan WWW.PTPN10.CO.ID 67

KRISTALISASI PTPN X MAGZ | VOLUME: 041 | EDISI LIPUTAN: JULI - SEPTEMBER 2021 Jurnalis radio atau TV juga yang saan tidak menghirau­ diwajibkan lolos UKW dan bergumul dalam oligarki. Pers wajib kan kritikan pers – atau wajib menjadi anggota aso­ dan bertanggungjawab membatal­ membiarkan pers 'berki­ siasi profesi jurnalis. kan semua kebijakan hasil praktek cau' apapun. political connection. Pers harus Pendek kata, kini tidak berani, apapun resikonya. Karena di Sebagai contoh, krisis mudah menjadi seorang sanalah letak marwah tertinggi pers. ekonomi dan keuangan wartawan. Banyak pagar Independensi harga mati. Insan pers pada 1997 – 1999 adalah regulasi yang membatasi tidak boleh takut. Juga tidak boleh buah dari cueknya oto­ dan mengawasi, yang me­ silau dengan segala rayuan suap. ritas perbankan dalam maksanya untuk selalu Sekali jurnalis menerima suap, maka menyikapi kritikan pers. bertindak benar dan pro­ pudarlah marwah pers sebagai salah Terutama soal pelangga­ fessional. Artinya apa yang satu pilar demokrasi. ran BMPK oleh pemilik disajikan pers, seharusnya bank. Pers sudah sangat clear dan bisa dipertaruhkan Pers wajib melindungi segenap kritis saat itu. Tapi tidak tingkat kebenarannya. Apala­ bangsa dari segala bentuk kebijakan dihiraukan. Akibatnya, gi kini asosiasi jurnalis (PWI, yang dibangun oleh keserakahan industri perbankan AJI, PFI, IJTI) aktif mening­ politik dan oligarki. Soal kritikan ambruk juga – yang katkan kapasitas anggotanya pers tidak didengar, itu soal lain. melalui aneka kajian tematik Minimal sudah menunjukkan tang­ berujung pada beban dan pelatihan, agar dalam gung-jawab membuka mata publik pemerintah bernilai Rp proses pembuatan berita atas kebijakan yang 'membutakan'. 660 triliun lebih (BLBI, senantiasa terjaga kebenaran­ obligasi bank rekap, nya – dengan landasan pen­ Sejarah telah banyak mencatat, dan penjaminan 100% getahuan yang mumpuni. betapa tingginya risiko jika kekua­ DPK). Belum lagi be­ ban yang ditanggung Maka itu dianjurkan ke­ masyarakat akibat kri­ pada seluruh perusahaan pers sis moneter menyusul untuk aktif masuk ke ruang ambruknya perbankan, publik melalui ber­bagai plat­ menyusul lemahnya form media sosial – dengan mengirim link produk jurnal­ penagawasan otoritas istiknya, agar lebih banyak in­ atas bank – yang cuek formasi positif yang bisa diteri­ terhadap kritikan pers. ma masyarakat. Minimal bisa mengimbangi berlimpah-ruahnya Pers harus tegak informasi negatif di rung publik. lurus menegakkan Agar hak publik untuk mendapatkan yang bengkok-bengkok. Meski informasi yang benar dan mencer­ oligarki kini sudah menelusup ke daskan, bisa terpenuhi. sendi-sendi kepemilikan perusahaan pers, tapi insan pers harus tetap bu­ Selain tugas mene­rangi dan men­ sung dada untuk tidak terkooptasi cerdaskan, tugas lain pers adalah ber­ dalam membela kebenaran. Insan peran sebagai kontrol sosial (watch- pers wajib mengambil jarak tegas dog). Tugas mengawasi kehidupan dengan menajemen perusahaan tem­ masyarakat dan jalannya pemerin­ patnya bekerja. Jangan ada parktik tahan. Maka itu pers juga disebut pengkondisian berita hanya untuk sebagai pilar demokrasi ke-empat. kepen­tingan mendapatkan iklan. Pers harus bisa mengontrol dan Dalam dunia jurnalistik ada isti­ mencegah terjadinya ketimpangan lah fire-wall atau pagar api. Maksud­ sosial serta ketidak-adilan di tengah nya menegaskan bahwa newsroom masyarakat, terutama yang terkait harus ada batas (pagar api) dengan (akibat) penyalahgunaan kekuasaan ruang usaha (non-redaksi). Perusa­ – se­perti korupsi, kolusi, nepotisme haan pers tidak boleh mengandalkan atau penyimpangan lainnya. konten berita untuk mendapatkan iklan dan keuntungan lain. Manaje­ Pers wajib kritis, teru­ tama pada men non-redaksi tidak boleh men­ 'kebijakan' yang proses pembuatan­ garahkan kebijakan redaksi dengan nya 'disponsori' oleh para pihak alasan apapun, termasuk alasan men­ 68 WWW.PTPN10.CO.ID

PTPN X MAGZ | VOLUME: 041 | EDISI LIPUTAN: JULI - SEPTEMBER 2021 KRISTALISASI jaga hubungan dengan relasi. tengah minimnya kue iklan dan ang­ kue iklan yang diperebutkan. Jangan Di banyak negara maju, bahkan garan advertisement, mereka harus hanya memaksa awak redaksi lolos halaman surat­kabar ada garis pem­ berkompetisi ketat untuk mendapat­ UKW atas nama profesionalisme, batas tegas untuk membedakan ma­ kan jatah iklan. Pada aposisi demiki­ tapi jumlah media dibiarkan bebas na konten redaksi (jurnalistik ) dan an sangat rentan terjadi mal-praktik bertarung pada kapling yang sama mana yang konten advertorial/iklan. jurnalistik, karena perusahaan pers – yang berakibat pada rentannya Media besar seperti Asahi Shimbun sendiri harus bertahan untuk tetap independensi dan kredibilitas media. di Jepang, tegas menerapkan batas hidup. Ini sama saja dengan himbauan di pagar api pada halaman medianya. Sementara pada ekosistem per­ ruang massage yang bertuliskan: Begitu juga Sauth China Morning politikan, ekonomi dan hukum In­ “Dilarang Berbuat Asusila”. Post (HongKong), atau di AS seperti donesia, kini masih banyak praktik Atau sama dengan membiarkan Wall Street Journal , The NewYork oligarki yang sangat takut terhadap produsen otomotif menjual unit mo­ Time, Financial Time, International pers. Sementara pers-nya sendiri bil/motor sebanyak-banyaknya, tapi Her­ ald Tribune, atau di Singapore sedang 'kelaparan' dan sedang panjang dan lebar jalan tidak pernah seperti Far Eastern Economic Re- berusaha untuk tetap hidup karena ditambah. Akibatnya lalu lintas ja­ view dan Asiaweek. ketatnya mendapatkan iklan. Pada lan macet, krodit, dan kacau balau, Pagar Api (fire wall) sebagai posisi demikian pers sangat rentan yang membuat pengendara akhirnya pembatas itu bukti bahwa news untuk tetap tegak mempertahankan melakukan pelanggaran. Maka itu room dan ruang non-redaksi adalah marwahnya. jumlah perusahaan media harus dua hal yang berbeda meski dalam Perusahaan Pers kini seolah seimbang, dan Dewan Pers paling satu perusahaan. Awak redaksi (jur­ bera­ da di antara dua karang, yakni bertanggung-jawab untuk itu – agar nalis) diikat oleh banyak peraturan di satu sisi harus bertahan hidup marwah dan kemurnian pers tetap lain di luar ketentuan perusahaan. dengan 'mentoleransi' atau kompro­ terjaga. Mereka (jurnalis) memiliki kode etik mistik pada praktik-praktik kesalah­ Pada konteks perlindungan ter­ yang harus dipatuhi, termasuk oleh an, praktik oligarki dan praktik hadap wartawan, misalnya, Dewan perusahaan tempatnya bekerja. monopoli, atau berada posisi lain Pers harusnya menjaga imunitas Sama seperti dokter yang pers dan keselamatan ju­ bekerja di sebuah rumah­ Pers harus tegak lurus menegakkan rnalis dari jerat hukum. sakit, profesi dokter ada yang bengkok-bengkok. Meski kode etiknya sendiri yang oligarki kini sudah menelusup ke Percuma saja jika masih ada juga wajib dipatuhi oleh sendi-sendi kepemilikan perusahaan pers, tapi insan pers harus tetap jurnalis yang sudah lolos UKW – bahkan level utama busung dada untuk tidak terkooptasi manajemen rumah sakit. dalam membela kebenaran. dan bekerja di perusahaan Betapa celakanya, misalnya, pers yang sudah verifikasi jika dokter dipaksa oleh RS Dewan Pers, tapi produk tempatnya bekerja untuk beritanya masih bisa disoal memperbanyak pasien vo­ dengan pendekatan UU non nis kritis agar pendapatan Pers. Pasal karet pada UU RS meningkat. Sama celakanya jika – yakni tetap tegar berbusung dada ITE sudah ba­nyak menjerat jurnalis awak redaksi dipaksa oleh manaje­ untuk selalu kritis, mengontrol dan masuk bui. men perusahaan tempatnya bekerja mengkoreksi ketidak-adilan, meski Pada kondisi demikian, fungsi untuk menakut-nakuti para pihak dalam keadaan butuh karena 'perut watchdog pers akan sulit diwujud­ agar mau memasang iklan. Jika kosong'. kan. Pers akan menjadi penakut, dan praktik demikian terjadi, maka Pada ekosistem bisnis media memilih kompromistis yang transak­ yang dirugikan bukan hanya pihak yang demikian, Dewan Pers sebagai sional. Sungguh ini situasi yang ke­ yang dipaksa memasang iklan, tapi otoritas yang mewakili pemerintah lam bagi pers. masyarakat juga dirugikan dalam harusnya berani membatasi jumlah Ketika ada seorang jurnalis di­ mendapatkan haknya atas informasi perusahaan media, sesuai ratio eko­ giring ke ranah hukum dan masuk yang benar. Sebab produk berita ha­ nomi yang ideal, agar perusahaan bui, karena memberitakan dugaan sil sponsorship bisanya ada bagian pers bisa tetap hidup, namun tetap korupsi, lantas buat apa ada lembaga krusial yang disembunyikan. terjaga independensi dan marwah pers. Padahal ketika pers memberi­ Banyaknya jumlah media massa produk jurnalistiknya. takan tentang dugaan korupsi – apa­ (perusahaan pers) yang bermuncul­ Dewan Pers jangan hanya jadi lagi sudah korupsi, sejatinya adalah an pasca reformasi, sebenarnya juga pegawas, tapi juga harus ada unsur bagian dari tugas pers dalam melin­ mengancam marwah kemurnian melindunginya. Minimal mengatur dungi segenap bangsa – sebagaima­ pers situ sendiri. Betapa tidak, di jumlah media yang seimbang dengan na bunyi pembukaan UUD 1945. WWW.PTPN10.CO.ID 69

LORI LORONG INSPIRASI PTPN X MAGZ | VOLUME: 041 | EDISI LIPUTAN: JULI - SEPTEMBER 2021 Redaksi PTPN X-mag menerima opini serta saran dan kritik membangun dari seluruh karyawan. Tulis opini Anda pada kertas A4 spasi OPINI YANG DIMUAT AKAN 1,5 maksimal 6 halaman dan sertakan pas foto. Kirim melalui email ke [email protected] dan [email protected]. MENDAPATKANAPRESIASI  HARSYATRIA FITRIO  DIAN NOVITA ASISTEN URUSAN MANAJEMEN KINERJA, BAGIAN PERENCANAAN STRATEGIS ASISTEN URUSAN KEUANGAN, BAGIAN KEUANGAN & AKUNTANSI KANTOR PUSAT Hadapi VUCA dengan Strategi Manajemen Berkontribusi Sesuai Kapasitas HADIRNYA direktur baru memberi warna baru dalam STRATEGI yang korporasi kita. Beliau Lahir dari dikemukakan oleh internal PTPN dimana beliau Direktur PTPN X, paham betul, corporate culture Bapak Tuhu Ba­ atau budaya organisasi dari ngun untuk pen- proses bisnis PTPN sendiri. ingkatan ki­nerja Sehingga beliau sendiri dalam perusahaan yakni melakukan pendekatan me- melalui strategi lalui managing diversity dalam pada on farm, off tubuh organisasi PTPN X pada farm, financial serta umumnya. sosial/umum, kami rasa memang sa­ Beliau memberikan perha- ngat diperlukan tian lebih terhadap program untuk keberlang- program kerja di PTPN X, khu- sungan usaha susnya dalam change manage- (going concern) ment. Beliau sering kali terjun PTPN X sebagai salah satu anak perusahaan Holding langsung untuk mencari permasalahan yang dihadapi manjamen Perkebunan. secara langsung. Karena itu, kami sebagai karyawan PTPN X de­ Harapan kami dari beliau khususnya untuk Bagian Renstra, un- ngan komitmen semangat yang tinggi akan turut tuk mengkedapankan fungsi strategis perusahaan dalam mengha- berkontribusi sesuai kapasitas kami di bagian ma­ dapi kondisi bisnis perusahaan yang dinamis khususnya pada pasca sing-masing. Covid-19. Banyak perusahaan yang unsustain menghadapi kondisi Kami juga optimistis dengan strategi tersebut. VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity). Untuk itu Kami berharap dengan arahan yang strategic dan manajemen strategis pada perusahaan menjadi pen­ting perannya efektif akan membawa PTPN X menjadi perusahaan dalam perumusan strategi, hingga pelaksanaan strategi itu sendiri. yang mature dan dinamis. Kami juga berharap Direktur baru melakukan change manage- ment dengan diversity management dan manajemen strategis, sehingga mampu membawa PTPN X untuk mencapai visi dan misinya.  J. DANISWARA BALABRITA ASISTEN URUSAN DIKLAT BAGIAN SDM & UMUM Perlu CRP di Sisi Financial PENINGKATAN kinerja perusahaan menjadi hal wajib yang harus dilakukan. Menurut saya, strategi untuk peningkatan kinerja perusahaan mungkin bisa lebih disasarkan pada pencapaian profitabilitas, operational excellence, opti- malisasi aset serta adanya ekspansi lahan yang dapat memberikan keuntungan bisnis bagi perusahaan. Sedangkan di sisi financial harapannya dapat dilakukan Cost Reduction Program (CRP) dengan adanya integrasi lean six sigma yang ten- tunya diiringi dengan evaluasi kinerja. Sehingga target kinerja dapat terwujud. Dan untuk PTPN X saya berharap dapat lebih baik lagi ke depan, terlebih dengan kepemimpinan Direktur yang baru yaitu Bapak Tuhu Bangun. Tentu- nya saya sendiri sebagai karyawan harus siap melaksanakan arahan dari beliau dengan sebaik-baiknya untuk PTPN X yang semakin jaya. 70 WWW.PTPN10.CO.ID

PTPN X MAGZ | VOLUME: 041 | EDISI LIPUTAN: JULI - SEPTEMBER 2021 KANTOR PERWAKILAN: Perumahan Taman Gandaria Valley KANTOR PUSAT: Jl Taman Gandaria Blok F/12A, Telepon/Fax: 021-7396565 Jl Jembatan Merah No 3-11, Surabaya 60175 Jawa Timur Kebayoran Lama - Jakarta Selatan Telepon: (031) 3523143 (hunting) Fax: (031) 3523167 http://www.ptpn10.com | email: [email protected] UNIT GULA UNIT TEMBAKAU PG Watoetoelis Kebun Kertosari Jl. A Yani No. 688 Pakusari, Jember 68181 Ds. Temu, Kec. Prambon, Sidoarjo 61262 Telepon: 0331-334177 | Fax: 0331-332854 Telepon: 031-8971007, 8972383 | Fax: 031-8970079 email: [email protected] email: [email protected] Kebun Ajong Gayasan Jl. MH Thamrin No.143 Ajung, Jember 68175 PG Toelangan Telepon: 0331-321501, 331058 | Fax: 0331-335145 email: [email protected] Ds. Tulangan, Kec. Tulangan, Sidoarjo 61273 Kebun Kebonarum / Gayamprit / Wedhibirit Telepon: 031-8851002 | Fax: 031-8851001 Jl. Pemuda Selatan No. 225, Klaten 57411 email: [email protected] Telepon: 0272-321806, 320583, 321252 | Fax: 0272-322203 email: [email protected] PG Kremboong UNIT USAHA LAIN: Ds. Krembung, Kec. Krembung, Sidoarjo 61275 Unit Industri Bobbin Telepon: 031-8851609, 8851315 | Fax: 031-8151661 Jl. Bondowoso Km.10 Jelbuk, Jember 68102 email: [email protected] Telepon: 0331-540205 | Fax: 0331-540407 PG Gempolkrep ANAK PERUSAHAAN Ds. Gempolkerep, Kec. Gedeg, Mojokerto 61302 PT Dasaplast Nusantara Telepon: 0321-362111, 362114 | Fax: 0321-362414 Jl Raya Pecangaan No 03 Jepara | Jawa Tengah email: [email protected] Telepon: 0291-755210 | Fax: 0291-755205 PT Energi Agro Nusantara PG Djombang Baru Desa Gempolkerep, Kec. Gedeg, Kab. Mojokerto Telepon: 0321-360360 | Fax: 0321-363363 Jl. Panglima Sudirman No.1 Jombang 61417 PT Mitratani Dua Tujuh Telepon: 0321-861311 | Fax: 0321-866373 Jl Brawijaya 83 Mangli, Jember 68136 email: [email protected] Telepon: 0331-422222, 488881 | Fax: 0331-489456, 489457 PG Tjoekir PENYERTAAN SAHAM Ds. Cukir, Kec. Diwek, Jombang 61471 PT NUSANTARA MEDIKA UTAMA Telepon: 0321-861441 | Fax: 0321-868600 Kantor Direksi email: [email protected] Jl. Hayam Wuruk No. 88, Mojokerto 61321 PG Lestari Telepon: 0321-328557, 390988 | Fax: 0321-395117 Ds. Ngrombot, Kec. Patianrowo, Nganjuk 64391 Rumah Sakit Gatoel Telepon: 0358-552468, 551439 | Fax: 0358-552468 Jl. Raden Wijaya No. 56, Mojokerto 61321 email: [email protected] Telepon: 0321-321681, 322329 | Fax: 0321-321684 PG Meritjan Rumah Sakit Toeloengredjo Jl. A Yani No.25 Pare - Kediri 64212 Jl. Merbabu, Ds. Mrican, Kec. Mojoroto, Kediri 64102 Telepon: 0354-391047, 391145 | Fax: 0354-3392883 Telepon: 0354-771619, 773649 | Fax: 0354-773651 Rumah Sakit Perkebunan (RSP) email: [email protected] Jl. Bedadung No.2 - Jember 68118 Telepon: 0331-487104, 487226 | Fax: 0331-485912 PG Pesantren Baru Rumah Sakit Medika Utama Blitar Jl. Kusuma Bangsa, Kanigoro, Blitar, Jawa Timur 66171 Jl. Mauni No. 334, Kec. Pesantren, Kediri 64131 Kotak Pos 6 | Telepon: 0354-684610 | Fax: 0354-686538 Telepon: 0342-442555 website: http://www.pesantrenbaru.co.cc email: [email protected] PG Ngadiredjo Ds. Jambean, Kec. Kras, Kediri 64102. Tromolpos 5 Telepon: 0354-479700 | Fax: 0354-477178 email: [email protected] PG Modjopanggoong Ds. Sidorejo, Kec. Kauman, Tulungagung 66261 Telepon: 0355-321633, 324638 | Fax: 0355-327126 email: [email protected] WWW.PTPN10.CO.ID 71

CORE PTPN X MAGZ | VOLUME: 041 | EDISI LIPUTAN: JULI - SEPTEMBER 2021 VALUES BUMN perlu memiliki nilai-nilai utama (core values) sebagai identitas dan perekat budaya kerja yang mendukung peningkatan kinerja secara berkelanjutan TUJUAN AMANAH Transformasi Human Capital Meningkatkan daya saing BUMN menjadi pemain global dan A Berkomitmen senantiasa menjalankan tanggung menjadikan BUMN sebagai pabrik talenta jawab sesuai SOP dan tata kelola perusahaan yang baik. KOMPETEN Terus meningkatkan dan K mengembangkan skill dan kapabilitas untuk HARMONIS kinerja yang kebih baik H Senantiasa bersinergi dengan seluruh stakeholder perusahaan LOYAL Memberikan dedikasi L dan kinerja terbaik bagi perusahaan ADAPTIF KOLABORATIF A Berupaya untuk fleksibel dan inovatif guna menjawab tantangan perusahaan yang kian dinamis Mempererat kerjasama dan K koordinasi untuk bersatu padu dalam menjalankan setiap proses bisnis. PT PERKEBUNAN NUSANTARA X Jl Jembatan Merah No 3-11, Surabaya 60175 Jawa Timur, Indonesia Telepon: (031) 3523143 (hunting) Fax: (031) 3523167 72 WWW.PTPN10.CO.ID www.ptpn10.co.id | email: [email protected] @ptpnx PT Perkebunan Nusantara X


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook