ASSALAMUALAIKUM WR. WB SEMANGAT PAGI
HADIST KEUTAMAAN MEMBERI
Artinya : “ Dari hakim bin Hizam r.a bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda : Tangan di atas (orang yang memberi ) lebih baik dari pada tangan di bawah ( orang yang meminta ). Dahulukanlah orang-orang yang menjadi tanggunganmu. Sesungguhnya sebaik-baik sedekah adalah sedekah yang dikeluarkan oleh orang yang mempunyai kelebihan. Siapa saja yang menjaga kehormatan dirinya, makan Allah Swt akan menjaganya dan siapa saja yang merasa cukup maka Allah akan mecukupinya.” (HR. Al bukhari No 1338 dan Muslim No. 1.716).
Isi kandungan Hadist tentang keutamaan memberi 1. Perintah untuk saling berbagi (bersedekah) kepada orang lain yang sedang membutuhkan pertolongan. 2. Perintah untuk menjaga kehormatannya sediri karena dengan menjaga kehormatan diri, maka Allah akan menjaganya. 3. Perintah untuk bersikap menerima apapun yang diberikan oleh Allah Swt sehingga tidak akan bersifat bakhil. 4. Larangan untuk bersikap bakhil (pelit) atau tidak mau berbagi dengan orang lain. 5. Anjuran untuk senantiasa bekerja keras.
Orang yang pemurah adalah orang yang suka memberi pertolongan kepada orang lain, orang yang suka menafkahkan sebagian hartanya untuk membantu meringankan beban penderitaan orang lain. Dalam hadist tadi, disebutkan bahwa tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah artinya orang yang memberi itu lebih baik dari pada orang yang meminta. Secara tidak langsung hadist ini menganjurkan kepada kita untuk menjadi orang yang bekerja keras.
Umat Islam diwajibkan membantu sedekah kepada fakir miskin, mengamalkan ilmu yang telah dipelajari kepada orang yang benar- benar membutuhkan dan menyalurkan hartanya untuk kepentingan sosial dan dakwah untuk menyebarkan agama Islam. Maksud dari tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah adalah memberi itu lebih baik dari pada memint-minta. Allah berfirman dalam Q.S Ali Imran ayat 180 yang berbun
Ayat di atas menjelaskan kepada kita bahwa seseorang yang pelit atau bakhil yang tidak mau menafkahkan sebagian harta yang dimilikinya kepada orang lain yang membutuhkan, maka di hari kiamat nanti harta yang ia miliki akan dikalungkan di lehernya. Ayat ini melarang orang berbuat bakhil , orang pelit dan secara tidak langsung menganjurkan kita untuk menjadi seorang yang pemurah atau dermawan. Islam mengajarkan kita untuk menjadi orang yang pemurah (dermawan), yaitu suka memberi kepada orang lain melalui infaq, shadaqah, zakat, haidah, dan sebagainya.
Orang yang memberi itu lebih baik dari pada orang yang meminta. Namun cara memberi janganlah dengan diikuti menyakiti hati orang yang diberi atau dengan cara mengumpat-umpatnya, sebab amal yang demikian itu adalah sia-sia dan tidak mendapatkan balasan apa-apa dari Allah Swt.
Terimakasih Selamat belajar Semoga cita-cita tercapai WASSALAMU’ALAIKUM WR. WB
Search
Read the Text Version
- 1 - 11
Pages: