Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore Prog BK KUMER 7 -Spika 2022

Prog BK KUMER 7 -Spika 2022

Published by Annies Aliefa, 2023-07-06 06:40:39

Description: Prog BK KUMER 7 -Spika 2022

Keywords: RPL BK KLS 7

Search

Read the Text Version

BAB I PENDAHULUAN A. RASIONAL Pengembangan potensi menjadi kompetensi hidup memerlukan sistem pelayanan pendidikan di sekolah yang tidak hanya mengandalkan pelayanan pembelajaran matapelajaran/bidang studi dan manajemen saja. Akan tetapi juga pelayanan bantuan khusus yang lebih bersifat psiko-edukasi melalui pelayanan Bimbingan dan Konseling. Berbagai aktivitas Bimbingan dan Konseling dapat diupayakan untuk mengembangkan potensi dan kompetensi hidup peserta didik yang efektif serta memfasilitasi mereka secara sistematik, terprogram, dan kolaboratif agar setiap peserta didik betul-betul mencapai kompetensi perkembangan atau pola perilaku dalam kondisi yang diharapkan. Dalam perspektif seperti ini, layanan bimbingan dan konseling menjadi semakin dibutuhkan terutama dalam menghadapi tantangan internal ke depan, yaitu bahwa pada tahun 2045 Indonesia diharapkan memiliki sumber daya manusia (SDM) dalam kategori Generasi Emas, yaitu generasi produktif, inovatif, kreatif, dan afektif. Di samping itu generasi Indonesia harus memiliki minat luas dalam kehidupan, kesiapan untuk bekerja, kecerdasan yang sesuai dengan bakat dan minatnya, serta rasa tanggung jawab terhadap lingkungannya. Dalam kaitannya dengan upaya pendidikan, pernyataan di atas sejalan dengan makna pendidikan yang termaktub dalam UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab I, Pasal 1, bahwa:Pendidikanadalahusaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Sejalan dengan paparan di atas, SMP Negeri 1 Kangkung sebagai satuan pendidikan tidak hanya memberikan pembekalan ilmu pengetahuan dan teknologi (perkembangan aspek kognitif) namun juga memfasilitasi perkembangan peserta didik secara optimal. Upaya untuk memberikan pembekalan ilmu pengetahuan dan teknologi (perkembangan aspek kognitif) merupakan wilayah garapan guru bidang studi sedangkan upaya untuk memfasilitasi perkembangan peserta didik merupakan wilayah garapan bimbingan dan konseling yang harus dilakukan secara proaktif dan berbasis data tentang perkembangan peserta didik beserta faktor yang mempengaruhinya. Meskipun demikian, dalam pelaksanaannya layanan bimbingan dan konseling memerlukan Program Kerja BK Spika 2022/2023 1

kolaborasi antara konselor dengan kepala sekolah, guru, staf administrasi, orang tua peserta didik dan pihak-pihak terkait begitu juga sebaliknya. Paradigma bimbingan dan konseling dewasa ini lebih berorientasi pada pengenalan potensi, kebutuhan, dan tugas perkembangan serta pemenuhan kebutuhan dan tugas-tugas perkembangan tersebut. Alih-alih memberikan pelayanan bagi peserta didik yang bermasalah, pemenuhan perkembangan optimal dan pencegahan terjadinya masalah merupakan fokus pelayanan. Atas dasar pemikiran tersebut maka pengenalan potensi individu merupakan kegiatan urgen pada awal layanan bantuan. Bimbingan dan konseling saat ini tertuju pada mengenali kebutuhan peserta didik, orangtua, dan sekolah. Dewasa ini, layanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakan oleh SMP 1 Kangkung memiliki banyak tantangan baik secara internal maupun eksternal. Dari sisi internal, problematika yang dialami oleh sebagian besar peserta didik bersifat kompleks. Beberapa diantaranya adalah problem terkait penyesuaian akademik di sekolah, penyesuaian diri dengan pergaulan sosial di sekolah, ketidakmatangan orientasi pilihan karir, dan lain-lainnya. Dari sisi eksternal, peserta didik yang notabene berada dalam rentang usia anak persiapan menuju remaja awal juga dihadapkan dengan perubahan-perubahan cepat yang terjadi dalam skala global. Perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat dan massif seringkali memberikan dampak negatif bagi perkembangan pribadi-sosial peserta didik di sekolah. Sebagai contoh, akses tak terbatas dalam dunia maya seringkali melahirkan budaya instan dalam mengerjakan tugas, maraknya pornografi, dan problem lainnya. Namun demikian, pada dasarnya setiap individu memiliki kecenderungan untuk menata diri dan mencapai tujuan hidup yang lebih bermakna, tidak terkecuali peserta didik di sekolah. Dari berbagai problem yang ada, masih terdapat harapan yang besar terhadap keunggulan- keunggulan yang dimiliki oleh peserta didik. Beberapa peserta didik memiliki potensi untuk dikembangkan bakat dan minatnya, aktif dalam kegiatan olahraga, berbakat dalam bidang seni dan lain-lainnya. Di samping itu, daya dukung yang tersedia di SMP 1 Kangkung dapat dikatakan cukup baik. Hal ini didukung oleh fakta bahwa sebagian besar orang tua/wali peserta didik memiliki profesi beragam dan telah menyatakan kesediaan untuk turut berkontribusi dengan kemampuan profesionalnya masing-masing. Kondisi ini merupakan modal yang luar biasa dalam mendukung keberhasilan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Begitu pula dari segi daya dukung sarana dan prasarana yang dimiliki, SMP 1 Kangkung memiliki kecukupan fasilitas untuk menopang kegiatan pengembangan bakat dan minat peserta didik melalui berbagai wadah kegiatan intra maupun ekstrakurikuler. Program Kerja BK Spika 2022/2023 2

Penyusunan program bimbingan dan konseling hendaknya merujuk pada pedoman kurikulum dan berdasarkan kondisi objektif yang berkaitan dengan kebutuhan nyata di sekolah yang disesuaikan dengan tahapan perkembangan peserta didik. Sehingga program yang dilaksanakan merupakan program yang realistik dan layak untuk diimplementasikan dan dapat mengembangkan potensi peserta didik di SMP Negeri 1 Kangkung secara optimal. Implikasinya adalah tercapainya layanan bimbingan dan konseling yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik dalam berdinamika berpikir, merasa, bersikap, bertindak, dan bertanggung jawab. B. DASAR HUKUM Landasan yuridis dalam penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling di SMP Negeri 1 Kangkung adalah : 1. Pelayanan bimbingan dan konseling sebagai salah satu layanan pendidikan yang harus diperoleh semua peserta didik telah termuat dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 89 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1990 tentang Pendidikan Dasar dan Nomor 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah. 2. ”Konselor” sebagai salah satu jenis tenaga kependidikan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pada Bab I Pasal 1 angka 6 dinyatakan bahwa “pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan”. 3. Pelayanan konseling yang merupakan bagian dari kegiatan pengembangan diri telah termuat dalam struktur kurikulum yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar Menengah. 4. Beban kerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor pada Pasal 54 ayat (6) Peraturan Pemerintah republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru yang menyatakan bahwa beban kerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor yang memperoleh tunjangan profesi dan maslahat tambahan adalah mengampu bimbingan dan konseling paling sedikit 150 (seratus lima puluh) peserta didik per tahun pada satu atau lebih satuan pendidikan. Lebih lanjut dalam penjelasan Pasal 54 ayat (6) yang dimaksud dengan “mengampu layanan bimbingan dan konseling” adalah pemberian perhatian, pengarahan, Program Kerja BK Spika 2022/2023 3

pengendalian, dan pengawasan kepada sekurang-kurangnya 150 (seratus lima puluh) peserta didik, yang dapat dilaksanakan dalam bentuk pelayanan tatap muka terjadwal di kelas dan layanan perseorangan atau kelompok bagi yang dianggap perlu dan memerlukan. 5. Penilaian kinerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor pada Pasal 22 ayat (5) Peraturan bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 03/V/PB/2010 dan Nomor 14 tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya dinyatakan bahwa penilaian kinerja guru bimbingan dan konseling atau konselor dihitung secara proporsional berdasarkan beban kerja wajib paling kurang 150 (seratus lima puluh) orang Konseli dan paling banyak 250 dua ratus lima puluh) orang Konseli per tahun. 6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor, yang menyatakan bahwa kualifikasi akademik konselor dalam satuan pendidikan pada jalur pendidikan formal dan nonformal adalah: (i) sarjana pendidikan (S-1) dalam bidang bimbingan dan konseling; (ii) berpendidikan profesi konselor. Kompetensi konselor meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional, yang berjumlah 17 kompetensi dan 76 sub kompetensi. 7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 2013 Tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMP/MTs, Nomor 69 Tahun 2013 Tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMA/MA, dan Nomor 70 Tahun 2013 Tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMK/MAK, yang memberikan kesempatan kepada peserta didik belajar berdasarkan minat mereka. Struktur kurikulum memperkenankan peserta didik melakukan pilihan dalam bentuk pilihan kelompok peminatan, lintas minat atau pendalaman minat. 8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 111 Tahun 2014 tentang bimbingan dan konseling pada pendidikan dasar. Dalam permendiknas tersebut menyebutkanbahawa Komponen layanan Bimbingan dan Konseling memiliki 4 (empat) program yang mencakup: (a) layanan dasar; (b) layanan peminatan dan perencanaan individual; (c) layanan responsif; dan (d) layanan dukungan system. Bidang layanan bimbingan dan konseling mencakup : (a) bidang layanan pribadi, (b) bidangan layanan belajar, (c) bidang layanan sosial, (d) bidang layanan karir 9. Panduan Operasional Penyelenggaran Bimbingan dan Konseling SMP, 2016, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK). Pada POP BK SMP ini dapat memfasilitasi guru BK / Program Kerja BK Spika 2022/2023 4

Konselor dalam merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, melaporkan dan menindaklanjuti layanan bimbingan dan konseling C. VISI DAN MISI 1. Visi dan Misi SMP 1 Kangkung Visi SMP 1 Negeri 1 Kangkung adalah : “Prima dalam Prestasi dan Ketakwaan, Berjiwa Kompetitif serta Peduli Lingkungan”. Indikator visi tersebut mencerminkan profil dan cita-cita sekolah yang : a. Andal dalam prestasi akademik dan non akademik. b. Unggul dalam keimanan, ketakwaan dan berbudi pekerti mulia. c. Siap menghadapi tantangan global. d. Terampil dalam penataan dan pengelolaan lingkungan. Untuk mewujudkan visi tersebut, maka Misi SMP Negeri 1 Kangkung adalah : a. Melaksanakan proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. b. Meningkatkan prestasi akademik dan non akademik ditingkat kabupaten. c. Menanamkan keimanan dan ketakwaan sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya. d. Menumbuhkan perilaku mulia dan tutur kata yang santun. e. Mengembangkan pengetahuan, keterampilan, serta teknologi berdasarkan minat bakat, dan potensi daerah. f. Menciptakan lingkungan sekolah sebagai budaya belajar yang sehat, nyaman dan humanis. g. Melaksanakan pengelolaan sampah dan pencegahan kerusakan lingkungan. 2. Visi dan Misi BK SMP 1 Kangkung a. Visi BK SMP 1 Kangkung BK peduli siswa yang memandirikan dalam pengentasan masalah, demi terbentuknya kepribadian yang berkarakter. b. Misi BK SMP 1 Kangkung 1. Menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling yang berorientasi pada upaya-upaya pencegahan (preventif) dan pengentasan masalah (kuratif). 2. Melaksanakan bimbingan dan konseling secara efektif agar peserta didik dapat berkembang secara optimal sesuai potensi yang dimiliki. 3. Menumbuhkembangkan setiap kompetitif untuk meningkatkan prestasi akademik dan non-akademik. 4. Memberikan pelayanan seluas-luasnya kepada peserta didik dalam upaya pengentasan setiap permasalahan. Program Kerja BK Spika 2022/2023 5

5. Memfasilitasi pengentasan masalah peserta didik dengan mengacu pada standarisasi kompetensi dan kemandirian peserta didik. Program Kerja BK Spika 2022/2023 6

BAB II LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A. KARAKTERISTIK BIMBINGAN DAN KONSELING Layanan Bimbingan dan Konseling di SMP 1 Kangkung diselenggarakan untuk memfasilitasi perkembangan peserta didik/konseli agar mampu mengaktualisasikan potensi dirinya atau mencapai perkembangan secara optimal. Fasilitasi dimaksudkan sebagai upaya memperlancar proses perkembangan peserta didik/konseli, karena secara kodrati setiap manusia berpotensi tumbuh dan berkembang untuk mencapai kemandirian secara optimal. Kegiatan layanan dilaksanakan oleh Guru Bimbingan dan Konseling/konselor di SMP Negeri 1 Kangkung secara sistematis, logis, objektif, berkelanjutan dan terprogram. Kegiatan-kegiatan ini untuk memfasilitasi perkembangan peserta didik SMP Negeri 1 Kangkung dalam mencapai tugas perkembangan kemandirian yang optimal. Kegiatan yang dilaksanakan dalam layanan Bimbingan dan Konseling mengacu pada Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling. Layanan Bimbingan dan Konseling dijabarkan dalam bentuk Capaian Layanan yang dilaksanakan dalam satuan Pendidikan. Melalui Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling diharapkan peserta didik di SMP Negeri 1 Kangkung mampu mengaktualisasikan dirinya dan mencerminkan Profil Pelajar Pancasila seutuhnya. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan kolaborasi dan sinergitas kerja antara guru Bimbingan dan Konseling/konselor, guru mata pelajaran, pimpinan sekolah/madrasah, staf administrasi, orang tua, dan pihak lain yang dapat membantu kelancaran proses dan pengembangan peserta didik/konseli di SMP Negeri 1 Kangkung secara utuh dan optimal dalam bidang pribadi, sosial, belajar, dan karir. B. KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK Karakteristik peserta didik/konseli diartikan sebagai ciri-ciri yang melekat pada peserta didik SMP yang bersifat khas dan membedakannya dengan peserta didik/konseli lain pada satuan pendidikan. Karakteristik peserta didik/konseli SMP yang perlu dipahami meliputi aspek fisik, kognisi, sosial, emosi, moral, dan spiritual. 1. Aspek Fisik Fisik peserta didik/konseli di SMP Negeri 1 Kangkung tumbuh secara cepat sebagai akibat dari hormon-hormon dan organ tubuh terutama terkait dengan hormon dan Program Kerja BK Spika 2022/2023 7

organ-organ seksual. Pertumbuhan fisik yang cepat pada masa ini membawa konsekuensi pada perubahan-perubahan aspek- aspek lainnya seperti seksualitas, emosionalitas, dan aspek-aspek psikososialnya. 2. Aspek Kognitif Aspek kognitif peserta didik/konseli berubah secara fundamental dibandingkan dengan masa kanak-kanak yang menyebabkan remaja mampu berpikir abstrak. Akibatnya remaja menjadi kritis sehingga dipersepsi oleh orang dewasa sebagai “pembangkang”, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, egosentris, dan menganggap orang dewasa tidak dapat memahami mereka. Hal demikian menyebabkan remaja banyak mengalami konflik dengan orang lain, terutama dengan orang dewasa. 3. Aspek Sosial Masyarakat memandang peserta didik SMP bukan lagi anak-anak, namun belum juga diakui sebagai individu dewasa. Keadaan ini membuat peserta didik SMP (remaja) merasa diperlakukan secara tidak konsisten. Selain itu, remaja juga tidak suka jika diperlakukan seperti kanak-kanak, namun merasa keberatan jika dituntut bertanggung jawab penuh sebagaimana orang dewasa pada umumnya. 4. Aspek Emosi Peserta didik/konseli SMP Negeri 1 Kangkung pada umumnya memiliki emosionalitas yang labil. Transisi pada aspek fisik, kognitif, dan sosial menyebabkan emosionalitas remaja mudah berubah-ubah. Perasaan remaja terhadap suatu objek tertentu mudah berubah. Keadaan yang demikian jika tidak dipahami dengan baik sangat potensial menimbulkan konflik. 5. Aspek Moral Moralitas berisi kemampuan peserta didik membuat pertimbangan tentang baik- buruk, benar-salah, boleh-tidak boleh dalam melakukan sesuatu. Aspek ini sangat terkait dengan perkembangan kognitif. Karena aspek kognitif remaja berkembang sangat pesat, maka moralitas remaja juga mengalami perubahan cukup mendasar dibandingkan pada masa kanak-kanak. Oleh karena itu, peserta didik/konseli SMP Negeri 1 Kangkung sering mempersoalkan hal- hal yang terkait dengan moralitas yang sebelumnya telah dihayati dan diyakini benar. 6. Aspek Religius Aspek religius berkaitan dengan keyakinan dan pengakuan individu terhadap kekuatan diluar dirinya yang mengatur kehidupan manusia. Pada masa sebelum SMP, peserta didik menerima keyakinan- keyakinan tersebut secara dogmatis. Program Kerja BK Spika 2022/2023 8

Sejalan dengan perkembangan kognitifnya, peserta didik/konseli SMP sering mempersoalkan religiusitas yang sebelumnya telah diyakini dan dipegang teguh. Akibatnya, banyak remaja mempersoalkan. kembali keyakinan keagamaan mereka, mengalami penurunan ibadah akibat keraguan atas keyakinan sebelumnya. Di sisi lain, keraguan ini pada beberapa peserta didik SMP mendorong mereka lebih giat mencari informasi dan menguji kembali kebenaran yang mereka yakini. C. CAPAIAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING (CLBK) Layanan Bimbingan dan Konseling merupakan salah satu bentuk fasilitasi peserta didik/konseli untuk mencapai tugas-tugas perkembangannya. Keberhasilan peserta didik/konseli menyelesaikan tugas perkembangan dapat membuat mereka bahagia dan akan menjadi modal bagi penyelesaian tugas-tugas perkembangan fase berikutnya. Sebaliknya, kegagalan peserta didik/konseli dalam menyelesaikan tugas perkembangan akan membuat mereka kecewa dan/atau diremehkan orang lain. Kegagalan ini akan menyulitkan/menghambat peserta didik/konseli menyelesaikan tugas-tugas perkembangan fase berikutnya. Oleh karena itu tugas perkembangan harus dipahami oleh Guru Bimbingan dan Konseling/konselor karena pencapaian tugas perkembangan merupakan tujuan layanan Bimbingan dan Konseling. Keberhasilan Guru Bimbingan dan Konseling/konselor dalam memfasilitasi peserta didik memenuhi Capaian Layanan akan mendukung optimalisasi Capaian Pembelajaran yang diampu oleh guru mata pelajaran. Capaian Layanan sekaligus untuk mendukung tercapainya Profil Pelajar Pancasila yang mencakup kompetensi dan karakter. Capaian Layanan dirumuskan dalam bentuk fase-fase yang menyatakan target capaian untuk rentang waktu yang lebih panjang. Pada jenjang SMP terdapat 1 fase yaitu fase D, dengan durasi 3 tahun, untuk kelas 7- 9 SMP. Lingkup CLBK di SMP mencakup 4 (empat) bidang layanan. Empat bidang layanan tersebut mencakup 10 (sepuluh) aspek perkembangan yang dikembangkan dari tugas perkembangan peserta didik fase D (kelas 7, 8 dan 9). Layanan Bimbingan dan Konseling diberikan untuk optimalisasi pencapaian tugas perkembangan sesuai dengan kebutuhan peserta didik dalam rangka memandirikan peserta didik menyongsong abad 21 dalam konteks Indonesia. Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling dijabarkan pada tiga tahapan internalisasi yang mencakup pengenalan, akomodasi dan tindakan. Deskripsi CLBK di Program Kerja BK Spika 2022/2023 9

SMP Negeri 1 Kangkung bila dikaitkan dengan upaya mewujudkan peserta didik/konseli yang memiliki Psychological Well-being, Profil Pelajar Pancasila dan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). D. ASESMEN DAN ANALISIS KEBUTUHAN 1. Asesmen Kebutuhan Rencana kegiatan memandu penyusunan program tahunan dan semesteran yang dibutuhkan Guru Bimbingan dan Konseling/konselor untuk mencapai tujuan Bimbingan dan Konseling selama satu tahun. Rencana kegiatan Bimbingan dan Konseling berisi uraian tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Rencana kegiatan didapat dari hasil asesmen terhadap kondisi peserta didik dan Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling. Contoh instrumen asesmen kebutuhan adalah Asesmen Kebutuhan Peserta Didik (AKPD) 2. Asesmen Diagnostik Asesmen diagnostik bertujuan untuk mendiagnosis kemampuan dasar dan mengetahui kondisi awal peserta didik. Asesmen diagnostik ini bersifat non kognitif, untuk menggali hal-hal sebagai berikut: a. Kesejahteraan psikologis dan sosial emosi peserta didik b. Aktivitas peserta didik selama belajar di rumah c. Kondisi keluarga dan pergaulan peserta didik d. Gaya belajar, karakter, serta minat peserta didik Tahapan asesmen diagnostik adalah persiapan, pelaksanaan, dan tindak lanjut. Strategi tanya jawab dalam asesmen diagnostik, antara lain : a. Pastikan pertanyaan jelas dan mudah dipahami b. Menyertai acuan atau stimulus informasi yang dapat membantu peserta didik menemukan jawabannya c. Memberikan waktu berpikir kepada peserta didik menemukan jawabannya d. Saat peserta didik menjawab pertanyaan: (1) Berikan penguatan (2) Berikan pertanyaan lanjutan untuk menggali lebih dalam (3) Mengembalikan fokus jika jawaban mulai menyimpang e. Saat peserta didik balik bertanya: (1) Langsung menjawab pertanyaan peserta didik Program Kerja BK Spika 2022/2023 10

(2) Membantu peserta didik untuk dapat menjawab pertanyaannya sendiri f. Saat peserta didik menjawab pertanyaan: (1) Mencoba mengarahkan kembali pertanyaan (2) Memparafrasekan pertanyaan agar lebih mudahdipahami (3) Menunggu beberapa saat 3. Analisis Kebutuhan Ketika Guru Bimbingan dan Konseling memberikan layanan Bimbingan dan Konseling maka analisis kebutuhan disusun berdasarkan hasil asesmen kebutuhan, Capaian Layanan Bimbingan, dan Konseling. Asesmen dan analisis kebutuhan merupakan proses mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan data atau informasi tentang peserta didik dan lingkungannya. Hal ini untuk mendapat gambaran berbagai kondisi individu sebagai dasar penyusunan perencanaan program layanan Bimbingan dan Konseling. Analisis kebutuhan dapat juga bersumber dari asumsi-asumsi teoritis tentang perkembangan individu berikut resiko yang menyertainya (hazard). Asesmen diagnostik tentang gaya belajar peserta didik diperlukan oleh Guru Bimbingan dan Konseling dapat memberikan data awal kepada guru mata pelajaran sehingga guru mata pelajaran dapat menentukan strategi dalam perencanaan pembelajaran. Pembelajaran di SMP Negeri 1 Kangkung yang menerapkan pembelajaran dengan capaian pembelajaran dengan pendekatan differentiated learning dan Teaching at the Right Level (TaRL), perlu mempertimbangkan karakteristik dan gaya belajar peserta didik. Hasil Survei Karakter dalam Laporan Potret Mutu Pendidikan di sekolah juga dapat dijadikan bahan untuk refleksi diri yang dapat digunakan dalam merencanakan Program Layanan Bimbingan dan Konseling. 4. Tujuan Layanan Tujuan layanan Bimbingan dan Konseling disusun berdasarkan pada Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling. Tujuan layanan Bimbingan dan Konseling yaitu: pengenalan (pengetahuan), akomodasi (sikap), dan tindakan (keterampilan). Peserta didik/konseli harus memiliki dalam satu atau lebih kegiatan layanan, yang menjadi prasyarat untuk dapat mencapai Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling. Peserta didik mencapai tugas perkembangan yang terdapat pada Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling yang dikaitkan dengan upaya mewujudkan peserta Program Kerja BK Spika 2022/2023 11

didik/konseli yang memiliki Psychological Wellbeing, dan Profil Pelajar Pancasila. Guru Bimbingan dan Konseling/konselor dalam menyusun rancangan kegiatan layanan Bimbingan dan Konseling mengacu pada alur Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling seperti yang tercantum dalam tabel. Tabel : Alur Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling No Aspek Tataran Fase D (SMP) Perkembangan Internalisasi Pada fase ini peserta didik dapat: Landasan Hidup Tujuan Mengaitkan nilai nilai agama yangtelah dipelajari 1 Religius Pengenalan dengan aktivitas sehari hari. 2. Landasan Akomodasi Menghargai berbagai bentuk tatacara ibadah Perilaku Etis yang dijalankan olehnya maupun orang lain. Tindakan Memperbaiki kebiasaan sehari-hariyang kurang Pengenalan sesuai dengan ajaran yang diyakininya. Akomodasi Mengaitkan norma dan etika perilaku sosial remaja dengan permasalahan remaja yang seringterjadi pada lingkungan masyarakat. Meyakini pentingnya norma dan etika perilaku sosial bagi remaja pada kehidupan bermasyarakat. Tindakan Menampilkan perilaku sosial yangsesuai norma dan etika perilaku sosial remaja pada kehidupan bermasyarakat. 3. Kematangan Pengenalan Menganalisis ekspresi perasaan diri sendiri dan Emosi orang lain yang dapat menimbulkan konflik. 4. Kematangan Akomodasi Mengelola ekspresi perasaan dirisendiri Intelektual Tindakan secara tepat atas dasar pertimbangan Pengenalan kontekstual. Akomodasi Mengembangkan ekspresi perasaan diri sendiri secara bebasdan terbuka tanpa menimbulkan konflik. Menganalisis alternatif pengambilan keputusan dan pengentasan masalah menggunakan konsep-konsep ilmupengetahuan dan perilaku belajar. Memadukan keragaman alternatif pengambilan keputusan dan pengentasan masalah menggunakan konsep-konsep ilmupengetahuan dan perilaku belajar. Program Kerja BK Spika 2022/2023 12

5. Kesadaran Tindakan Mengembangkan alternatif pengambilan Tanggungjawab Pengenalan keputusan dan pengentasan masalah Akomodasi berdasarkanpengalaman pada saat menggunakan konsep-konsep ilmupengetahuan dan perilaku belajar. Menjelaskan cara memperoleh hakdan kewajiban dalam kehidupan sehari hari Mengaitkan hak dan kewajiban dalam aktivitas di lingkungan sekitar yang sudah diidentifikasi sebelumnya Menyadari hak dan kewajiban serta tanggung jawab untuk menjalin persahabatan dan keharmonisan dalam kehidupansehari-hari Tindakan Saling menghormati, memahami, dan memiliki dalam berinteraksi dengan orang lain sesuai hak dankewajiban atas dasar rasa kasih sayang. 6. KesadaranGender Pengenalan Menjelaskan fungsi peran sosial antara laki-laki Akomodasi dan perempuan sesuai dengan budaya dan nilai- 7. Pengembangan Tindakan nilai yang berlaku. Pribadi Pengenalan Akomodasi Menghargai fungsi dan peran sebagai laki-laki Tindakan atau perempuandalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan budaya dan nilai-nilai yang berlaku. Menampilkan perilaku yang sesuaidengan fungsi dan peran sebagai laki-laki atau perempuan dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan budaya dan nilai-nilai yangberlaku. Mengidentifikasi berbagai aktivitas keseharian untuk mengembangkan potensi dan hobi yang dimilikinya. Bersikap positif terhadap aktivitas keseharian untuk mengembangkanpotensi dan hobi yang dimilikinya. Melakukan aktivitas keseharian untuk mengembangkan potensi dan hobi yang dimilikinya. 8. Perilaku Pengenalan Mengidentifikasi perilaku hemat, ulet, dan Kewirausahaan kompetitif dengan karakteristik jiwa / Kemandirian kewirausahaan Perilaku Ekonomis Akomodasi Menyadari manfaat perilaku hemat, ulet, kompetitif, kompetitif,dan kolaboratif dengan karakteristik wirausaha. Program Kerja BK Spika 2022/2023 13

9. Wawasan Tindakan Menampilkan contoh perilaku hemat, ulet, Kesiapan Karir Pengenalan kompetitif, kompetitif, dan kolaboratif dalam Akomodasi karakteristikjiwa kewirausahaan. Tindakan Memilih alternatif pendidikan SMAyang sesuai dengan kemampuan diri dalam rangka merencanakan karier. Meyakini alternatif pendidikanSMA yang sesuai dengan kemampuan diri. Menentukan pilihan pendidikan SMA dan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan diri. Kematangan Pengenalan Mengidentifikasi keterkaitan antara norma diri 10 Hubungan Akomodasi sendiri dengan fenomena pergaulan di Tindakan lingkunganteman sebaya . dengan Teman Sebaya Menghargai perbedaan norma yangdianut oleh lingkungan teman sebaya Menyelaraskan norma-norma pergaulan dengan teman sebaya yang lebih beragam latar belakang E. KOMPONEN LAYANAN Program Bimbingan dan Konseling memiliki empat komponen yaitu layanan dasar, layanan peminatan dan perencanaan individual, layanan responsif dan dukungan sistem. Penjelasan dari komponen tersebut adalah sebagai berikut : 1. Layanan Dasar Layanan dasar merupakan layanan Bimbingan dan Konseling yang ditujukan bagi seluruh peserta didik, yang bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar mencapai perkembangan optimal. Layanan dasar meliputi bidang pribadi, sosial, belajar dan karir. Topik atau tema layanan dasar dirumuskan dari hasil asesmen dan analisis kebutuhan dan dipadukan dengan Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling. Layanan dasar bertujuan memfasilitasi peserta didik dalam mengembangkan kompetensi perkembangan sampai pada level mandiri. Strategi yang digunakan pada kegiatan layanan dasar adalah bimbingan klasikal, bimbingan kelompok, kerjasama dengan guru mata pelajaran atau wali kelas, dan kerjasama dengan orang tua peserta didik. a. Bimbingan klasikal Diperuntukkan bagi semua peserta didik, kegiatan yang dilakukan antara lain Program Kerja BK Spika 2022/2023 14

orientasi dan informasi tentang berbagai hal yang dipandang bermanfaat bagi peserta didik. Layanan orientasi dilaksanakan di awal tahun pelajaran, bagi peserta didik baru, sehingga memiliki pengetahuan yang utuh tentang sekolah yang dimasukinya. Layanan informasi diberikan kepada peserta didik tentang berbagai aspek kehidupan yang dipandang penting bagi peserta didik, baik melalui komunikasi langsung, maupun tidak langsung (melalui media cetak maupun elektronik, seperti buku, brosur, leaflet, majalah, dan internet). Bimbingan klasikal dilaksanakan dengan tatap muka langsung dengan peserta didik dan terjadwal di setiap kelas setiap minggu 2 atau 1 jam pelajaran yang terintegrasi dalam mata pelajaran. b. Bimbingan kelompok Dilaksanakan untuk merespon kebutuhan dan minat peserta didik melalui kelompok kecil (5 - 10 orang), ditujukan untuk mengembangkan keterampilan atau perilaku baru yang lebih efektif dan produktif. Topik yang didiskusikan dalam bimbingan kelompok ini adalah masalah yang bersifat umum dan tidak rahasia. c. Guru Bimbingan dan Konseling/konselor bekerjasama dengan guru mata pelajaran atau wali kelas untuk memperoleh informasi tentang peserta didik, seperti prestasi belajar, kehadiran, dan pribadi peserta didik, membantu memecahkan masalah peserta didik, dan mengidentifikasi aspek-aspek bimbingan yang dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran. Kerjasama dengan orang tua dilakukan oleh Guru Bimbingan dan Konseling/konselor untuk meningkatkankualitas Program Bimbingan dan Konseling yang dibuat. 2. Layanan responsif Layanan responsif merupakan pemberian bantuan kepada peserta didik/konseli yang memiliki kebutuhan dan masalah dan memerlukan bantuan dengan segera, agar peserta didik/konseli tidak mengalami hambatan dalam proses pencapaian tugas-tugas perkembangannya. Strategi yang digunakan pada kegiatan layanan responsif adalah konsultasi, konseling individual atau kelompok, rujukan/alih tangan (referral), dan bimbingan teman sebaya (peer guidance/peer facilitation). Guru Bimbingan dan Konseling/konselor memberikan layanan konsultasi kepada guru, orang tua, atau pimpinan sekolah dalam rangka membangun kesamaan Program Kerja BK Spika 2022/2023 15

persepsi dalam memberikan bimbingan kepada peserta didik. Layanan individual ini dapat dijadikan sebagai media untuk membangun hubungan (rapport) dengan peserta didik dan orang tua, agar terbangun rasa percaya diri peserta didik dan orang tua terhadap layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah. Konseling individual atau kelompok bertujuan untuk membantu peserta didik atau beberapa peserta didik yang mengalami kesulitan atau hambatan dalam mencapai tugas perkembangannya. Peserta didik/konseli dibantu untuk mengidentifikasi masalah, penyebab masalah, menemukan alternatif pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan secara lebih tepat. Apabila masalah peserta didik di luar kewenangan Guru Bimbingan dan Konseling/konselor, seperti depresi, tindak kejahatan (kriminalitas), kecanduan narkoba, penyakit kronis maka sebaiknya dialih tangankan kepada pihak lain yang lebih berwenang seperti psikolog, psikiater, dokter, kepolisian, atau pihak lainnya. Bimbingan teman sebaya adalah bimbingan yang dilakukan oleh peserta didik terhadap peserta didik lainnya. Peserta didik yang menjadi pembimbing yang dipilih adalah peserta didik yang memiliki keinginan dan kepedulian terhadap teman lainnya, sebelumnya diberikan latihan atau pembinaan oleh Guru Bimbingan dan Konseling/konselor, Peserta didik yang menjadi pembimbing berfungsi sebagai mentor atau tutor yang membantu peserta didik lain dalam memecahkan masalah yang dihadapinya baik akademik maupun non akademik dan sebagai mediator yang membantu Guru Bimbingan dan Konseling/konselor dengan cara memberikan informasi tentang kondisi, perkembangan, atau masalah peserta didik yang perlu mendapat layanan Bimbingan dan Konseling. 3. Layanan Peminatan dan Perencanaan Individual Layanan peminatan dan perencanaan individual merupakan proses pemberian bantuan kepada semua peserta didik/konseli dalam menyusun dan mengimplementasikan rencana pribadi, sosial, belajar, dan karir. Strategi yang digunakan pada kegiatan layanan perencanaan individual meliputi penilaian dan pemberian nasihat individual atau kelompok (Individual or small-group appraisal and advicement). Penilaian individual atau kelompok dilakukan Guru Bimbingan dan Konseling/konselor bersama peserta didik dengan cara menganalisis dan menilai kemampuan, minat, keterampilan, dan prestasi belajar peserta didik, kekuatan dan Program Kerja BK Spika 2022/2023 16

kelemahan dirinya yang menyangkut pencapaian tugas perkembangannya, atau aspek-aspek pribadi, sosial, belajar, dan karir. Melalui kegiatan penilaian diri peserta didik akan memiliki pemahaman, penerimaan, dan pengarahan dirinya secara positif dan konstruktif. Pemberian nasihat individual atau kelompok dilakukan Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor kepada peserta didik dengan memberikan nasihat dengan menggunakan atau memanfaatkan hasil penilaian tentang dirinya, atau informasi tentang pribadi, sosial, pendidikan dan karir yang diperolehnya untuk merumuskan tujuan dan merencanakan alternatif kegiatan yang menunjang pengembangan dirinya, atau kegiatan yang berfungsi untuk memperbaiki kelemahan dirinya, selanjutnya peserta didik melakukan kegiatan sesuai rencana serta mengevaluasinya. Layanan ini bertujuan memfasilitasi peserta didik/ konseli agar memahami potensi dan keadaan diri, merencanakan masa depan, serta secara individual mampu memilih dan mengambil keputusan dalam hal aktivitas pribadi, sosial, belajar dan studi lanjut dan karir yang tepat dalam mengembangkan potensi mereka. Layanan peminatan dan perencanaan individual pada jenjang SMP bertujuan menginspirasi motivasi belajar dan aspirasi karir khususnya kemampuan merencana studi lanjut. 4. Dukungan Sistem Dukungan sistem merupakan komponen pelayanan dan kegiatan manajemen, tata kerja infrastruktur dan pengembangan keprofesionalan konselor secara berkelanjutan yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada peserta didik atau memfasilitasi kelancaran perkembangan peserta didik. Aktivitas yang dilakukan dalam dukungan sistem adalah : a. Administrasi, yang di dalamnya termasuk melaksanakan dan menindaklanjuti asesmen, kunjungan rumah, menyusun dan melaporkan program bimbingan dan konseling, membuat evaluasi, dan melaksanakan administrasi dan mekanisme bimbingan dan konseling. b. Kegiatan tambahan dan pengembangan profesi bagi konselor atau guru kelas yang berfungsi sebagai guru bimbingan dan konseling.Kegiatan pengembangan profesi dilaksanakan sesuai dengan tugasnyasebagai guru kelas dengan diperkaya oleh kegiatan pelatihan atau lokakarya tentang bimbingan dan konseling untuk memperkuat kompetensi dalam menjalankan fungsi sebagai guru bimbingan dan konseling ataukonselor.Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (guru sebagai pembelajar) bagi Program Kerja BK Spika 2022/2023 17

konselor atau guru bimbingan dan konseling dapat dilakukan dengan moda tatap muka, daring dan kombinasi antara tatap muka dan daring. Strategi yang digunakan pada kegiatan dukungan sistem antara lain pengembangan profesional, pemberian konsultasi dan kerjasama, manajemen program, dan organisasi personalia. Pada pengembangan profesional Guru Bimbingan dan Konseling/konselor secara terus menerus berusaha untuk memperbaharui pengetahuan dan keterampilannya melalui in service training, aktif dalam organisasi profesi, aktif dalam kegiatan-kegiatan ilmiah seperti seminar dan lokakarya (workshop), dan melanjutkan studi ke program yang lebih tinggi (pascasarjana). Aspek-aspek sistem manajemen dalam program Bimbingan dan Konseling adalah kesepakatan manajemen, keterlibatan stakeholder, manajemen dan penggunaan data, rencana kegiatan, alokasi waktu, kalender kegiatan, jadwal kegiatan, anggaran, penyiapan fasilitas, dan pengendalian. Pada organisasi dan personalia, layanan Bimbingan dan Konseling dilaksanakan di bawah tanggung jawab Kepala Sekolah dan seluruh staf. Koordinator Bimbingan dan Konseling bertanggung jawab dalam menyelenggarakan Bimbingan dan Konseling secara operasional. Personil lainnya yang mencakup Wakil Kepala Sekolah, Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor, Guru Mata Pelajaran, dan Wali Kelas memiliki peran dan tugas masing-masing dalam penyelenggaraan layanan Bimbingan dan Konseling. Wali kelas juga perlu meningkatkan kapasitasnya dalam memahami peserta didik. Program Bimbingan dan Konseling yang dibuat juga perlu disosialisasikan kepada pimpinan, guru, dan orang tua/komite sekolah. F. BIDANG LAYANAN Bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan mencakup empat bidang layanan, yaitu bidang layanan yang memfasilitasi perkembangan pribadi, sosial, belajar, dan karir yang merupakan satu kesatuan utuh dapat dipisahkan dalam setiap diri individu peserta didik/konseli 1. Pribadi Suatu proses pemberian bantuan dari guru bimbingan dan konseling atau konselor kepada peserta didik atau konseli untuk memahami, menerima, mengarahkan, mengambil keputusan, dan merealisasikan keputusannya secara bertanggung jawab tentang perkembangan aspek pribadinya, sehingga dapat mencapai perkembangan secara optimal dan mencapai kebahagiaan, kesejahteraan dan keselamatan dalam kehidupannya. 2. Sosial Program Kerja BK Spika 2022/2023 18

Suatu proses pemberian bantuan dari konselor kepada peserta didik/konseli untuk memahami lingkungannya dan dapat melakukan interaksi sosial secara positif, terampil berinteraksi sosial, mampu mengatasi masalah-masalah sosial yang dialaminya, mampu menyesuaikan diri dan memiliki keserasian hubungan dengan lingkungan sosialnya sehingga mencapai kebahagiaan dan kebermaknaan dalam kehidupannya. 3. Belajar Proses pemberian bantuan kepada peserta didik/ konseli dalam mengenali potensi diri untuk belajar, memiliki sikap dan keterampilan belajar, terampil merencanakan pendidikan, memiliki kesiapan menghadapi ujian, memiliki kebiasaan belajar teratur dan mencapai hasil belajar secara optimal sehingga dapat mencapai kesuksesan, kesejahteraan, dan kebahagiaan dalam kehidupannya. 4. Karir Proses pemberian bantuan oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor kepada peserta didik/konseli untuk mengalami pertumbuhan, perkembangan, eksplorasi, aspirasi dan pengambilan keputusan karir sepanjang rentang hidupnya secara rasional dan realistis berdasar informasi potensi diri dan kesempatan yang tersedia di lingkungan hidupnya sehingga mencapai kesuksesan dalam kehidupannya. G. TEMA/TOPIK LAYANAN Tema atau topik merupakan rincian lanjut dari identifikasi deskripsi kebutuhan peserta didik/konseli dalam aspek perkembangan pribadi, sosial, belajar dan karir. Rencana Pelaksanaan Layanan (RPL) Bimbingan dan Konseling dikembangkan sesuai dengan tema/topik dan sistematika yang diatur dalam panduan penyelenggaraan layanan Bimbingan dan Konseling. Setelah tema atau topik dikembangkan, kegiatan berikutnya adalah menyusun rencana pelaksanaan layanan (RPL) Bimbingan dan Konseling. RPL berfungsi sebagai panduan pelaksanaan layanan dengan dilengkapi materi bimbingan sesuai topik yang dirumuskan. RPL dilengkapi dengan penjelasan tentang metode, teknik dan media bimbingan yang akan digunakan. Adapun materi bimbingan memuat informasi dan orientasi yang membantu peserta didik mengetahui, memahami makna manfaat dan bagaimana cara berperilaku. Isi uraian materi sesuai topik yang akan disajikan. Berdasarkan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14 Tahun 2019 tentang penyederhanaan rencana pelaksanaan pembelajaran untuk mengurangi banyaknya halaman dalam RPL menjadi satu halaman, juga perlu Program Kerja BK Spika 2022/2023 19

mengkonstruksi rencana tersebut secara global dan mudah dipahami dalam menerjemahkannya pada saat kegiatan layanan. Rencana Pelaksanaan Layanan (RPL) inspiratif satu lembar terdiri dari tiga komponen utama yaitu: tujuan, aktivitas, dan penilaian layanan Bimbingan dan Konseling. Tujuan layanan, dikembangkan dari Rumusan Kompetensi yang terdiri dari tiga tataran internalisasi tujuan dan dirumuskan dengan kalimat yang mudah dipahami. Aktivitas, berisi kegiatan aktif peserta didik selama dalam kegiatan layanan. Sedangkan penilaian, sebagai gambaran secara umum tagihan untuk mengukur ketercapaian tujuan materi atau kegiatan yang dilaksanakan. Sistematika dalam menyusun rencana kegiatan satuan layanan Bimbingan dan Konseling adalah dari alur capaian yang terdapat pada tabel Alur Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling mengarahkan Guru Bimbingan dan Konseling/konselor dalam membuat Rencana Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konseling. H. RENCANA KEGIATAN (ACTION PLAN) Guru Bimbingan dan Konseling/konselor mencapai tujun Bimbingan dan Konseling selama satu tahun diperlukan rencana kegiatan yang memberikan panduan untuk penyusunan program tahunan dan semesteran. Rencana kegiatan Bimbingan dan Konseling merupakan rencana detail yang menguraikan tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Dalam Bimbingan dan Konseling, rencana kegiatan berisi tentang tujuan besar Bimbingan dan Konseling yang didapat dari hasil asesmen terhadap kondisi peserta didik serta Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling. Dalam menyusun rencana kegiatan, salah satu komponennya adalah strategi layanan Bimbingan dan Konseling, merupakan strategi/kegiatan yang dapat dilaksanakan sesuai dengan komponen layanan seperti: layanan klasikal, bimbingan/konseling kelompok, konseling individu, kunjungan rumah, konsultasi, konferensi kasus, advokasi, referal sesuai dengan jenis permasalahan peserta didik atau target sasaran yang akan dicapai Program Kerja BK Spika 2022/2023 20

RENCANA KEGIATAN (ACTION PLA Bidang Aspek Capaian Layanan Tujuan Layanan Kompo Layanan Perkemban nen Peserta gan didik/konseli Layana memiliki n Peserta didik mampu kesadaran untuk beribadah pada Dasar menunjukkan sikap beriman dan tuhan YME Dasar bertakwa kepada Tuhan Yang Peserta didik/konseli Dasar PRIBADI Landasan Maha Esa melalui penumbuhan memiliki Hidup kebiasaan prilaku yang sesuai kebiasaan untuk Respon Religius dengan agama dan selalu bersikap sif kepercayaanya seperti jujur pemahaman tentang tujuan dan Peserta didik/konseli arah hidup serta menerapkan selalu bersyukur pada Tuhan YME dalam kehidupan sehari-hari atas segala yang telah diberikan- Peserta didik mampu melaku Nya kan aktivitas keseharian untuk Peserta didik/konseli Pengemban mengembangkan potensi dan memahami gan Pribadi hobi yang dimilikinya, memiliki dampak sifat positif terhadap diri sendiri, menyontek dan dapat mengenali kualitas dan minat menghindarinya diri, serta memiliki karakter kejujuran dan tanggung jawab. Peserta didik mampu menunjukkan sikap beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Landasan Maha Esa melalui penumbuhan Hidup kebiasaan prilaku yang sesuai Religius dengan agama dan kepercayaanya seperti pemahaman tentang tujuan dan arah hidup serta menerapkan dalam kehidupan sehari-hari Peserta didik mampu menunjukkan sikap beriman dan Landasan bertakwa kepada Tuhan Yang Hidup Maha Esa melalui penumbuhan Religius kebiasaan prilaku yang sesuai dengan agama dan kepercayaanya seperti pemahaman tentang tujuan dan Program Kerja BK Spika 2022/2023

AN) BIMBINGAN DAN KONSELING o a Strategi Kls Materi Metode Media Evaluasi Ekuiv Layanan Bimbingan VII Tuhan selalu hadir Tatap Slide Proses 2 JP Klasikal dalam hidupku Muka Power dan Point Hasil Bimbingan VII Nilai suatu sikap Tatap Slide Proses 2 JP Klasikal kejujuran Muka Power dan Point Hasil Bimbingan VII Bersyukur dengan Tatap Slide Proses 2 JP Klasikal hati yang ikhlas Muka Power dan Point Hasil n Konseling VII Akibat suka Tatap Disesuaika Proses 2 JP Individu menyontek Muka n dengan dan pendekatan Hasil yang digunakan 21

Kematangan arah hidup serta menerapkan Peserta Dasar Emosi dalam kehidupan sehari-hari didik/konseli Peserta didik mampu memiliki Kematangan mengespresikan perasaan diri kesadaran Intelektual sendiri secara bebas dan mencintai budaya terbuka tanpa menimbulkan Indonesia tercinta Kematangan konflik serta memiliki sikap Emosi positif, inisiatif, Tangguh, dan Peserta Dasar disiplin didik/konseli Pengemban Peserta didik mampu memiliki sikap gan Pribadi menentukan alternatif yang pengambilan keputusan dan bertanggung Pengemban pengentasan masalah jawab gan Pribadi berdasarkan konsep ilmu pengetahuan dan prilaku beljar Peserta Respon seperti menentukan sesuatu didik/konseli sif secara mandiri, memecahkan mengelola masalah, dan mengambil kemarahan keputusan Peserta didik mampu Peserta Respon mengespresikan perasaan diri didik/konseli tidak sif sendiri secara bebas dan rendah diri terbuka tanpa menimbulkan konflik serta memiliki sikap Peserta Respon positif, inisiatif, Tangguh, dan didik/konseli sif disiplin mampu bersyukur Peserta didik mampu melaku dan menerima kan aktivitas keseharian untuk dengan iklas apa mengembangkan potensi dan yang sudah hobi yang dimilikinya, memiliki dimilikinya sifat positif terhadap diri sendiri, mengenali kualitas dan minat diri, serta memiliki karakter kejujuran dan tanggung jawab. Peserta didik mampu melaku kan aktivitas keseharian untuk mengembangkan potensi dan hobi yang dimilikinya, memiliki sifat positif terhadap diri sendiri, mengenali kualitas dan minat diri, serta memiliki karakter kejujuran dan tanggung jawab. Program Kerja BK Spika 2022/2023

Bimbingan VII Saya cinta budaya Tatap Slide Proses 2 JP Kelompok sendiri Muka Power dan Point Hasil Bimbingan VII Langkahku Tatap Slide Proses 2 JP Kelompok tanggung jawabku Muka Power dan Point Hasil n Konseling VII Mengelola marah Tatap Disesuaika Proses 2 JP Individu Muka n dengan dan pendekatan Hasil yang digunakan n Konseling VII Menghilangkan Tatap Disesuaika Proses 2 JP Individu rasa rendah diri Muka n dengan dan pendekatan Hasil yang digunakan n Konseling VII Menerima diri apa Tatap Disesuaika Proses 2 JP Individu adanya Muka n dengan dan pendekatan Hasil yang digunakan 22

Kesadaran Peserta didik mampu Peserta Respon Tanggung menunjukkan kemampuan didik/konseli sih Jawab Sosial interaksi dengan orang lain memperoleh sesuai hak dan kewajiban, perhatian orang Landasan memiliki empati, dapat bekerja tua yang cukup Hidup sama, dan memiliki karakter Religius solidaritas. Peserta Dasar Peserta didik mampu didik/konseli Pengemban menunjukkan sikap beriman dan memiliki gan pribadi bertakwa kepada Tuhan Yang Kesehatan Maha Esa melalui penumbuhan jasmani dan Landasan kebiasaan prilaku yang sesuai rohani Religius dengan agama dan kepercayaanya seperti Peserta Dasar Pengemban pemahaman tentang tujuan dan didik/konseli gan Pribadi arah hidup serta menerapkan mampu menggali dalam kehidupan sehari-hari potensi diri sendiri Peserta didik mampu melaku kan aktivitas keseharian untuk Peserta Respon mengembangkan potensi dan didik/konseli sif hobi yang dimilikinya, memiliki mampu menjaga sifat positif terhadap diri sendiri, Kesehatan mengenali kualitas dan minat jasmani dan diri, serta memiliki karakter rohani kejujuran dan tanggung jawab. Peserta didik mampu Peserta Dasar menunjukkan sikap beriman dan didik/konseli bertakwa kepada Tuhan Yang dapat mengetahui Maha Esa melalui penumbuhan kelebihan dan kebiasaan prilaku yang sesuai kelemahan yang dengan agama dan dimilikinya kepercayaanya seperti pemahaman tentang tujuan dan arah hidup serta menerapkan dalam kehidupan sehari-hari Peserta didik mampu melaku kan aktivitas keseharian untuk mengembangkan potensi dan hobi yang dimilikinya, memiliki sifat positif terhadap diri sendiri, mengenali kualitas dan minat diri, serta memiliki karakter Program Kerja BK Spika 2022/2023

n Konseling VII Kiat mendapat Tatap Disesuaika Proses 2 JP Individu n dengan dan perhatian orang tua Muka pendekatan Hasil yang digunakan Bimbingan VII Pola hidup bersih Tatap Slide Proses 2 JP klasikal dan sehat Muka Power dan Point Hasil Bimbingan Vii Potensi diri Tatap Slide Proses 2 JP Klasikal Muka Power dan Point Hasil n Konseling VII Menjaga Tatap Disesuaika Proses 2 JP Individu Kesehatan diri Muka n dengan dan pendekatan Hasil yang digunakan Bimbingan VII Kelebihan dan Tatap Slide Proses 2 JP Kelompok kekurangan diri Muka Power dan Point Hasil 23

Prilaku kejujuran dan tanggung jawab. Peserta Resons Kewirausaha Peserta didik mampu didik/konseli f an atau menampilkan contoh prilaku dapat Kemandirian hemat, gigih, kompetitif dan meningkatkan Dasar Peri laku kolaboratif dalam taraf Ekonomis mengembangkan jiwa hidup/ekonami kewirausaha untuk mencapai keluarga Kematangan kemandirian hidup Peserta Emosi Peserta didik mampu didik/konseli mengespresikan perasaan diri mampu mengatur Kematangan sendiri secara bebas dan jadwal kegiatan Emosi terbuka tanpa menimbulkan sehari-hari konflik serta memiliki sikap dengan baik Kematangan positif, inisiatif, Tangguh, dan Emosi disiplin Peserta Dasar Peserta didik mampu didik/konseli Pengemban mengespresikan perasaan diri mampu gan Pribadi sendiri secara bebas dan mengenali diri terbuka tanpa menimbulkan sendiri Kematangan konflik serta memiliki sikap Emosi positif, inisiatif, Tangguh, dan Peserta Dasar disiplin didik/konseli Peserta didik mampu dapat menyadari mengespresikan perasaan diri dan memahami sendiri secara bebas dan perubahan yang terbuka tanpa menimbulkan terjadi pada masa konflik serta memiliki sikap remaja positif, inisiatif, Tangguh, dan disiplin Peserta Dasar Peserta didik mampu melaku didik/konseli kan aktivitas keseharian untuk memiliki disiplin mengembangkan potensi dan diri dalam hobi yang dimilikinya, memiliki kehidupan sifat positif terhadap diri sendiri, mengenali kualitas dan minat Peserta Dasar diri, serta memiliki karakter didik/konseli kejujuran dan tanggung jawab. dapat memeliki Peserta didik mampu pribadi yang mengespresikan perasaan diri mandiri sendiri secara bebas dan terbuka tanpa menimbulkan konflik serta memiliki sikap Program Kerja BK Spika 2022/2023

si Konseling VII Kiat mengatur Tatap Disesuaika Proses 2 JP Individu keuangan Muka n dengan dan pendekatan Hasil yang digunakan Bimbingan VII Cara mengatur Tatap Slide Proses 2 JP Klasikal waktu Muka Power dan Point Hasil Bimbingan VII Pemahaman diri Tatap Slide Proses 2 JP Klasikal sendiri Muka Power dan Point Hasil Bimbingan VII Pemahaman diri Tatap Slide Proses 2 JP Klasikal sendiri Muka Power dan Point Hasil Bimbingan VII Masa remaja dan Tatap Slide Proses 2 JP Klasikal perubahannya Muka Power dan Point Hasil Bimbingan VII Disiplin diri Tatap Slide Proses 2 JP Klasikal Muka Power dan Point Hasil 24

SOSIAL positif, inisiatif, Tangguh, dan Pesrta Dasar disiplin didik/konseli Dasar Kematangan dapat Hubungan Peserta didik mampu menghndari Dengan menyelaraskan norma-norma bahaya atau Teman pergaulan teman sebaya dengan dampak rokok Sebaya latar belakang yang beragam seperti membangun Pesrta kepercayaan dalam suatu didik/konseli hubungan, bekerjasama dengan mampu orang lain, memiliki solidaritas, melakukan 3 kata dan bersahabat dengan teman penting dalam sebaya pergaulan. Kematangan Peserta didik mampu Peserta didik Respon Hubungan menyelaraskan norma-norma /konseli dpat sif Dengan pergaulan teman sebaya dengan berinteraksi Teman latar belakang yang beragam dengan guru dan Dasar Sebaya seperti membangun karyawan sekolah kepercayaan dalam suatu respons Kematangan hubungan, bekerjasama dengan Peserta f Hubungan orang lain, memiliki solidaritas, didik/konseli Dengan dan bersahabat dengan teman mudah Teman sebaya beradaptasi Sebaya dengan Peserta didik mampu lingkungan menyelaraskan norma-norma sekolah baru pergaulan teman sebaya dengan Peserta latar belakang yang beragam didik/konseli seperti membangun dapat mudah kepercayaan dalam suatu bergaul dengan teman-teman di sekolah Program Kerja BK Spika 2022/2023

Bimbingan VII Bahaya rokok dan Slide Proses 2 JP Klasikal dampaknya Power dan Point Hasil Bimbingan VII Melakukan 3 kata Tatap Slide Proses 2 JP Kelompok penting dalam Muka Power Dan pergaulan Point Hasil Membina Disesuaika Proses n dengan dan n Konseling VII hubungan baik Tatap pendekatan Hasil 2 JP Individu dengan guru dan Muka yang digunakan karyawan Bimbingan VII Adaptasi di Slide Proses 2 JP Klasikal lingkungan sekolah Power dan baru Point Hasil si Konseling Kita membina Menyesu Menyesuai Proses Individu VII hubungan dengan aikan kan dan 2 JP teman Hasil 25

hubungan, bekerjasama dengan Peserta Respon orang lain, memiliki solidaritas, didik/konseli sif dan bersahabat dengan teman mampu Dasar sebaya mengatasi Dasar masalah dengan BELAJAR teman di sekolah Dasar Program Kerja BK Spika 2022/2023 Peserta didik/konseli Dasar mudah mencari dan disenangi Dasar teman Respon Peserta didik/konseli dapat memahami tentang bullying dan cara mensikapinya Peserta didik/konseli dapat mengendalikan penggunaan medsos sesuai kebutuhan Peserta didik/konseli dapat berinteraksi dengan lawan jenis sesuai kebutuhan Peserta didik/konseli memiliki kesadaran sebagai makhluk social yang harus berinteraksi Peserta

n Konseling Menyelesaikan Menyesu Menyesuai Proses 2 JP Kelompok VII masalah dengan aikan kan dan Hasil teman Bimbingan VII Kiat mencari dan di Tatap Slide Proses 2 JP Klasikal Power dan senangi teman Muka Point Hasil Bimbingan VII Stop bulliying Tatap Slide Proses 2 JP Klasikal Muka Power dan Point Hasil Bimbingan VII Mengelola sarana Slide Proses 2 JP Klasikal media sosial Power dan Point Hasil Bimbingan VII Mengenal norma Tatap Slide Proses 2 JP Klasikal kehidupan Muka Power dan Point Hasil Bimbingan VII Manusia sebagai Tatap Slide Proses 2 JP Klasikal makhluk sosial Muka Power dan Point Hasil n Konseling VII Kiat agar orang tua Tatap Menyesuai Proses 2 JP 26

Kematangan Peserta didik mampu didik/konseli sif Intelektual menentukan alternatif memiliki pengembilan keputusan dan kesadaran orang Respon Kematangan pengentasan masalah tua untuk peduli sif Intelekual berdasarkan konsep ilmu pada kegiatan pengethuan dan perilaku belajar belajar anaknya Dasar seperti menentukan sesuatu secara mandiri, memecahkan Peserta Dasar masalah, dan mengambil didik/konseli keputusan memperoleh Dasar kemudahan Respon Peserta didik mampu memahami sif menentukan alternatif pelajaran pengembilan keputusan dan pengentasan masalah Peserta berdasarkan konsep ilmu didik/konseli pengethuan dan perilaku belajar dapat melakukan seperti menentukan sesuatu disiplin belajar secara mandiri, memecahkan masalah, dan mengambil Peserta keputusan didik/konseli dapat melakukan Kematangan Peserta didik mampu kebiasaan belajar Intelektual menentukan alternatif pengembilan keputusan dan Peserta pengentasan masalah didik/konseli berdasarkan konsep ilmu dapat belajar di pengethuan dan perilaku belajar rumah seperti menentukan sesuatu secara mandiri, memecahkan Peserta masalah, dan mengambil didik/konseli tidak keputusan Program Kerja BK Spika 2022/2023

Individu peduli dengan Muka kan dan kegiatan belajar Hasil kiat n Konseling VII Identifikasi Menyesu Menyesuai Proses 2 JP Individu kesulitan belajar aikan kan dan hasil Bimbingan VII Pentingnya disiplin Tatap Slide Proses 2 JP Klasikal Power dan belajar Muka Point hasil Bimbingan VII Tanggung jawab Tatap Slide Poses 2 JP Klasikal seorang siswa Muka Power dan Point Hasil Bimbingan VII Cara belajar di Tatap Slide Proses 2 JP Klasikal rumah Muka Power dan Point Hasil n Konseling VII Bahaya menunda Menyesu Menyesuai Proses 2 JP Individu pekerjaan sekolah aikan kan dan 27

KARIR Kematangan Peserta didik mampu menunda Dasar Intelektual menentukan alternatif pekerjaan Dasar pengembilan keputusan dan sekolah Dasar Kematangan pengentasan masalah Dasar Intelektual berdasarkan konsep ilmu Peserta pengethuan dan perilaku belajar didik/konseli Kematangan seperti menentukan sesuatu dapat intelektual secara mandiri, memecahkan memperoleh atau masalah, dan mengambil meraih prestasi di Wawasan keputusan sekolah dan Kesiapan Peserta didik mampu Peserta Karier menentukan alternatif didik/konseli pengembilan keputusan dan memiliki motivasi pengentasan masalah belajar berdasarkan konsep ilmu pengethuan dan perilaku belajar Peserta seperti menentukan sesuatu didik/konseli secara mandiri, memecahkan dapat melakukan masalah, dan mengambil kelompok yang keputusan baik Peserta didik mampu Peserta menentukan alternatif didik/konseli pengembilan keputusan dan memiliki pengentasan masalah pemahaman berdasarkan konsep ilmu tentang cara pengethuan dan perilaku belajar belajar di SMP seperti menentukan sesuatu yang baik secara mandiri, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan Peserta didik mampu menentukan pilihan Pendidikan lanjutan yang sesuai dengan kemampuan diri seperti memiliki keyakinan tujuan hidup dan cita- cita, merencanakan strategi pengembangan diri, serta membiasakan gemar membaca untuk menjadi pembelajaran Program Kerja BK Spika 2022/2023

Hasil Bimbingan VII Kiat sukses meraih Tatap Slide Proses 2 JP Klasikal Power dan prestasi Muka Point Hasil Bimbingan VII Pentingnya Tatap Slide Proses 2 JP Klasikal motivasi belajar Muka Power dan Point Hasil Bimbingan VII Cara belajar Tatap Slide Proses 2 JP Klasikal kelompok Muka Power dan Point Hasil Bimbingan VII Cara belajar di Tatap Slide Proses 2 JP Klasikal sekolah baru Muka Power dan Point Hasil 28

Kematangan sepanjang hayat Peserta Respon hubungan Peserta didik mampu didik/konseli sif dengan menyelaraskan norma-norma dapat Teman pergaulan teman sebaya dengan menemukan cara Pem&P Sebaya latar belakang yang beragam belajar yang erenc seperti membangun sesuai Indv Wawasan kepercayaan dalam suatu dan hubungan, bekerja sama dengan Peserta Pem&P Kesiapan orang lain, memiliki solidaritas, didik/konseli erenc Karier dan bersahabat dengan teman dapat Indv sebaya. memperoleh informasi Pem&P Peserta didik mampu beasiswa erenc menentukan pilihan Pendidikan Peserta Indv lanjutan yang sesuai dengan didik/konseli kemampuan diri seperti memiliki memiliki Pem&P keyakinan tujuan hidup dan cita- kemampuan erenc cita, merencanakan strategi mengatur waktu Indv pengembangan diri, serta bekerja dan membiasakan gemar membaca sekolah Pem&P Peserta erenc didik/konseli Indv dapat memilih Ekskul yang sesuai Peserta didik/konseli memeliki sikap optimis dapat naik kelas Peserta didik/konseli dapat mengidentifikasi cita-cita yang sesuai dengan dirinya Program Kerja BK Spika 2022/2023

Disesuai n Konseling VII Cara mencari kan Disesuaika Proses 2 JP Individu teman yang cocok dengan n dengan dan untuk belajar pendeka pendekatan Hasil bersama tan yang yang digunak digunakan an P Bimbingan Cara mendapatkan Tatap Slide Proses Klasikal Power dan VII beasiswa Muka Point Hasil 2 JP P Bimbingan Cara mengatur Tatap Slide Proses Klasikal waktu belajar Muka Power dan VII sambal bekerja Point Hasil 2 JP P Bimbingan Cara memilih Tatap Slide Proses Klasikal kegiatan ekstra Muka Power dan VII kurikuler yang Point Hasil 2 JP sesuai Slide Power P Bimbingan Optimis untuk naik Tatap Point Proses Klasikal kelas Muka dan VII Hasil 2 JP P Bimbingan Tatap Slide Proses Klasikal Muka Power dan VII Cita-cita karirku Point Hasil 2 JP 29

Wawasan untuk menjadi pembelajaran Peserta Pem&P dan sepanjang hayat didik/konseli erenc Kesiapan Peserta didik mampu mampu Indv Karier menentukan pilihan Pendidikan memahami lanjutan yang sesuai dengan mengenal jenis- Pem&P Wawasan kemampuan diri seperti memiliki jenis profesi di erenc dan keyakinan tujuan hidup dan cita- masyarakat Indv Kesiapan cita, merencanakan strategi Karier pengembangan diri, serta Peserta Pem&P membiasakan gemar membaca didik/konseli erenc untuk menjadi pembelajaran dapat mengenal Indv sepanjang hayat OSIS dan kegiatannya Peserta didik mampu menentukan pilihan Pendidikan Peserta lanjutan yang sesuai dengan didik/konseli kemampuan diri seperti memiliki dapat memahami keyakinan tujuan hidup dan cita- hubungan hobi, cita, merencanakan strategi bakat, minat, dan pengembangan diri, serta kemampian membiasakan gemar membaca untuk menjadi pembelajaran sepanjang hayat Program Kerja BK Spika 2022/2023

P Bimbingan Jenis pekerjan dan Tatap Slide Proses Klasikal Power dan VII prospeknya Muka Point Hasil 2 JP P Bimbingan Mengenal OSIS Tatap Slide Proses Klasikal dan kegiatannya Muka Power dan VII Point Hasil 2 JP P Bimbingan Mengenal bakat, Tatap Slide Proses a. J Klasikal minat, hobi dan Muka Power dan VII karir Point Hasil P 30

I. PROGRAM TAHUNAN Dalam program tahunan, Guru Bimbingan dan Konseling/konselor p waktu dalam satu tahun. Rancangan program tahunan didistribusikan Program Kerja BK Spika 2022/2023

perlu mengidentifikasi komponen program, strategi kegiatan dan alokasi dalam bentuk kalender sebagai berikut : 31

J. PROGRAM SEMESTER Setelah membuat rencana kegiatan yang akan dilakukan selama satu tahun, kemudian mendistribusikan komponen layanan dan strategi kegiatan dalam porgam semesteran dalam bentuk yang lebih rinci. Terdapat beberapa komponen dalam program semester, yaitu : 1. Bulan dan komponen program 2. Layanan Dasar Berisi tentang strategi layanan dan topik/tema layanan dalam komponen layanan dasar, seperti bimbingan klasikal dengan tema yang sudah dibuat dalam rencana kegiatan 3. Layanan Peminatan dan Perencanaan Individual Berisi tentang strategi layanan dan topik/tema dalam komponen layanan perencanaan individual misalnya bimbingan klasikal dengan tema memilih sekolah lanjutan di tingkat SMA/SMK - MA/MAK 4. Layanan Responsif Berisi strategi layanan dan topik/tema (bila ada) dalam komponen layanan responsif, misalnya : konseling kelompok dengan tema/topik “3 Kata Penting dalam Pergaulan” 5. Dukungan sistem Berisis tentang strategi kegiatan dalam dukungan sistem seperti pengembangan jejaring, kegiatan manajemen dan PKB Peran Guru Bimbingan dan Konseling/konselor dalam Program Sekolah Penggerak salah satunya adalah membimbing peserta didik membuat pilihan pembelajaran proyek Profil Pelajar Pancasila. Guru Bimbingan dan Konseling/konselor berkolaborasi dengan guru mata pelajaran agar dapat menentukan alternatif proyek yang bisa peserta didik pilih, khususnya program kokurikuler yang berorientasi pada pengembangan karakter. Setelah Guru Bimbingan dan Konseling/konselor membuat rencana kegiatan yang akan dilakukan selama satu tahun, Guru Bimbingan dan Konseling/konselor mendistribusikan komponen layanan dan strategi kegiatan dalam program semester. Program Kerja BK Spika 2022/2023 32

RENCANA PROGRAM SEMESTER LAYA KELAS VII SEMESTER GANJIL T No Aspek Capaian Layanan Capaian Tahap Pengenalan Perkembangan Mencapai perkembangan Mengaitkan nilai nilai agama Landasan Hidup diriremaja yang beriman yang telah dipelajari dengan 1 Religius dan bertaqwa pada Tuhan aktivitas sehari hari. YME. LandasanPerilaku Mengenal sistem etika dan Mengaitkan norma dan etika 2 Etis nilai-nilaibagi pedoman perilaku Kematangan Mengenal gambarandan Menganalisis ekspresi 3 Emosi mengembangkan sikap perasaan diri sendiri dan ora tentang kehidupan mandiri lain yang dapat menimbulka secara emosional, sosial konflik. dan ekonomi. Mengembangkan pengeta- huan dan keterampilan Menganalisis alternatif sesuaidengan kebutuhannya pengambilan keputusan dan Kematangan untuk mengikuti dan melan- pengentasan masalah 4 Intelektual jutkan pelajaran dan/atau menggunakan konsep-kons mempersiapkan karir serta ilmu pengetahuan dan perila berperandalam kehidupan belajar. masyarakat. Kesadaran Memantapkan nilai dan 5 cara bertingkahlaku yang .Menjelaskancara mempero Tanggung Jawab dapat Program Kerja BK Spika 2022/2023

ANAN BIMBINGAN DAN KONSELING TAHUN PELAJARAN 2022/2023 Strategi Layanan Rencana Pelaksanaan Jul n Ags Sep Okt Nov Des a n Klasikal, teknikdiskusi M3,4 a Bimbingan klasikal, M1,2 teknikexperiential ang Bimbingan kelompok, M3,4 an teknik diskusi n Klasikal, teknik M1,2 windows shopping M3 sep aku Klasikal, teknik oleh bermain peran 33

Peran Sosial Mencapai pola hubungan Menjelaskanfungsi peran sebagai Pria atau yang baik dengan teman sosial antara laki-laki dan 6 Wanita (Kesadar sebaya dalam peranannya perempuan sesuai dengan an Gender) sebagai pria atau wanita. budaya dan nilai-nilai yang berlaku. Mempersiapkan diri, meneri Mengidentifikasi berbagai ma danbersikap positif serta aktivitas keseharian untuk Pengembangan dinamis terhadap perubahan mengembang kan potensi da 7 Pribadi fisik danpsikis yang terjadi hobi yang dimilikinya. pada diri sendiri untuk kehidupan yang sehat. Kemandirian .Mengidentifi kasi perilaku hemat, ulet, dan kompetitif 8 Perilaku Ekonomi Memiliki kemandirian Peri- dengan karakteristik jiwa (Perilaku Kewira laku ekonomis. kewirausahaan usahaan) Memilih alternatif pendidikan SMA yang sesuai dengan 9 Wawasandan Mengenal kemampuan, kemampuan diri dalam rang KesiapanKarir bakat,minat, serta arah merencanakan karier. kecenderungan karir dan apresiasi seni. Mengidentifikasi keterkaitan antara normadiri sendiri Kematangan Mencapai kematangan dengan fenomena pergaulan di lingkungan teman sebaya 10 Hubungan dengan hubungan denganteman Teman Sebaya sebaya. Program Kerja BK Spika 2022/2023

Klasikal, teknik diskusi M4 an M1,2 Klasikal, teknikdiskusi M3,4 Klasikal, teknik M1,2 windows shopping M3 n Klasikal, teknikbermain gka peran Bimbingan kelompok, n teknik diskusi a 34

RENCANA PROGRAM SEMESTER LAYA KELAS VII SEMESTER GENAP T No Aspek Capaian Layanan Capaian Tahap Pengenalan Perkembangan Mencapai perkembangan Mengaitkan nilai nilai agama Landasan Hidup diriremaja yang beriman yang telah dipelajari dengan 1 Religius dan bertaqwa pada Tuhan aktivitas sehari hari. LandasanPerilaku Mengenal sistem etika dan Mengaitkan norma dan etika 2 Etis nilai-nilaibagi pedoman perilaku Kematangan Mengembangkan sikap Menganalisis ekspresi 3 Emosi tentang kehidupan mandiri perasaan diri sendiri dan ora secara emosional, sosial lain yang dapat menimbulka Kematangan dan ekonomi. konflik. 4 Intelektual Mengembangkan pengeta- Menganalisis alternatif huan dan keterampilan pengambilan keputusan dan sesuai dg kebutuhannya pengentasan masalah untuk mengikuti dan melan- menggunakan konsep-kons jutkan pelajaran dan/atau ilmu pengetahuan dan perila mempersiapkan karir belajar. Kesadaran Memantapkan nilai dan cara 5 Tanggung Jawab bertingkahlaku yang dapat .Menjelaskancara mempero Peran Sosial Mencapai pola hubungan Menjelaskanfungsi peran sebagai Pria atau yang baik dengan teman sosial antara laki-laki dan 6 Wanita (Kesadar sebaya dalam peranannya perempuan sesuai dengan an Gender) sebagai pria atau wanita. budaya dan nilai-nilai yang berlaku. Program Kerja BK Spika 2022/2023

ANAN BIMBINGAN DAN KONSELING TAHUN PELAJARAN 2022/2023 n Strategi Layanan Rencana Pelaksanaan Mei Juni Jan Peb Mar Apr a n Klasikal, teknikdiskusi M2,3 a Bimbingan klasikal, M3,4 teknikexperiential ang Bimbingan kelompok, M1,2 an teknik diskusi n Klasikal, teknik M3,4 windows shopping M1,2 sep M3,4 aku Klasikal, teknik oleh bermain peran Klasikal, teknik diskusi 35

Pengembangan Mempersiapkan diri, meneri Mengidentifikasi berbagai 7 Pribadi ma danbersikap positif serta aktivitas keseharian untuk dinamis terhadap perubahan mengembang kan potensi da fisik danpsikis yang terjadi hobi yang dimilikinya. pada diri sendiri untuk kehidupan yang sehat. Kemandirian .Mengidentifi kasi perilaku 8 Perilaku Ekonomi Memiliki kemandirian Peri- hemat, ulet, dan kompetitif dengan karakteristik jiwa (Perilaku Kewira laku ekonomis. kewirausahaan usahaan) Memilih alternatif pendidikan Wawasandan Mengenal kemampuan, SMA yang sesuai dengan 9 KesiapanKarir bakat,minat, serta arah kemampuan diri dalam rang kecenderungan karir dan merencanakan karier. apresiasi seni. Mengidentifikasi keterkaitan Kematangan Mencapai kematangan antara normadiri sendiri dengan fenomena pergaulan 10 Hubungan dengan hubungan denganteman di lingkungan teman sebaya Teman Sebaya sebaya. Mengetahui, Kepala SMP 1 Kangkung BUDIANA, S.Ag., M.S.I. NIP 19711125 199802 1 002 Program Kerja BK Spika 2022/2023


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook