Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore E-MODUL-PENCEMARAN-TANAH.ppt kelompok 2

E-MODUL-PENCEMARAN-TANAH.ppt kelompok 2

Published by Nungky Djoko, 2023-06-26 07:34:35

Description: E-MODUL-PENCEMARAN-TANAH.ppt kelompok 2

Search

Read the Text Version

E-MODUL MENGEMBANGKAN TEKNIK PENGOLAHAN SAMPAH 4R UNTUK MENGATASI PERUBAHAN IKLIM PEMBELAJARAN IPA FASE D SMP KELAS VII Oleh: EUIS MINTARSIH, SITI NYLLA NEURYASTINI, SANURUNG, SRI WULANDARI, SOLEH PRIHADI, AHMAD HARYADI DAN MEGA BUDI RAHMAWATI TIM 2 WORKSHOP MERANCANG E-MODUL BERBASIS PBL DAN TPACK - ESD Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Indonesia 2023

E-MODUL BERBASIS PBL DAN TPACK - ESD Untuk SMP Kelas VII Semester II Penulis :Euis Mintarsih, S.Pd. Siti Nylla Neuryastini S.Pd. Sanurung, S.Pd, M.Pd Sri Wulandari, S.Pd, M.Pd Soleh Prihadi, S.Pd Ahmad Haryadi, S.Pd Mega Budi Rahmawati, S.Pd Validator: FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BANDUNG 2023 E-MODUL Berbasis PBL Terintegrasi TPACK-ESD

PENDAHULUAN Tanah adalah asal mula kehidupan, dari tanah manusia diciptakan dan dari tanah pula manusia mendapatkan hasil demi menunjang kehidupan. Kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya seringkali mengorbankan lingkungan. Coba apa contohnya? Misalnya dengan mendirikan pabrik-pabrik. Pengelolaan limbah pabrik yang tidak sesuai aturan pada akhirnya menimbulkan pencemaran lingkungan. Tahukah ananda apa itu pencemaran lingkungan? Pencemaran lingkungan merupakan satu dari beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kualitas lingkungan. Pencemaran lingkungan (environmental pollution) merupakan segala sesuatu baik berupa bahan-bahan fisika maupun kimia yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. Menurut UU RI Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, menyatakan bahwa pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya. Pada dasarnya pencemaran ini terdapat berbagai macam aspek. Dalam modul ini terdapat bahasan mengenai pencemaran tanah.. Pencemaran tanah merupakan keadaan dimana suatu zat atau bahan kimia. buatan manusia mengubah situasi dan kondisi suatu lingkungan tanah yang seharusnya alami. Pencemaran tanah sangat erat hubungannya dengan pencemaran air. salah satu Air yang tercemar akan menyebabkan tercemarnya tanah yang terkena air tersebut. Oleh karena itu, bahan yang menyebabkan pencemaran air sesungguhnya merupakan bahan pencemar tanah juga. Selain bahan pencemar yang larut dalam air, coba Ananda sebutkan pencemar tanah yang lainnya? Bagaimana dengan sampah plastik? Sampah plastik merupakan sampah yang perlu mendapatkan penanganan serius. Plastik memang sangat praktis digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari bungkus, alat-alat rumah tangga, alat sekolah, dan bahan bangunan. Sayangnya, plastik-plastik bekas seringkali dibuang sembarangan sehingga mengotori air dan tanah. Dapatkah ananda menyebutkan ada berapa macam pencemaran lingkungan? Apa saja penyebabnya? Apa dampaknya? dan bagaimana upaya yang dapat ananda lakukan apabila lingkungan sekitarmu terjadi pencemaran? Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan anannda peroleh jawabannya di dalam modul ini.

DAFTAR ISI COVER.................................................................................................... 1 PENDAHULUAN........................................................................................ 2 DAFTAR ISI............................................................................................... 3 CAPAIAN PEMBELAJARAN.......................................................................... 4 MATERI AJAR............................................................................................ 5 Pertanyaan Pemantik.................................................................................. 11 Aktifitas 1.................................................................................................. 12 Aktifitas 2.................................................................................................. 13 Aktifitas 3................................................................................................. 16 Aktifitas 4................................................................................................. 18 Glosarium................................................................................................ 22 DAFTAR PUSTAKA................................................................................... 23 CAPAIAN PEMBELAJARAN FASE D Pada akhir fase D, peserta didik mampu mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim Elemen Capaian Pembelajaran Pemahaman IPA Pada akhir fase D, peserta didik Keterampilan Proses Sains mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim • Mempertanyakan dan Memprediksi

• Memproses, menganalisis data dan informasi • Mengevaluasi dan merefleksi • Mengkomunikasikan hasil Tujuan Pembelajaran: 7.5.1 Melalui pembelajaran dengan model Problem Based Learning dengan metode pengamatan dan kajian literatur peserta didik mampu memahami pengertian pencemaran lingkungan, membedakan ciri lingkungan yang tercemar dan jenis jenis pencemaran berdasarkan tempat pencemarannya dengan baik. 7.5.2 Melalui pembelajaran dengan model Problem Based Learning dengan metode pengamatan video dan kajian literatur peserta didik mampu menganalisis penyebab, dampak dan usaha mengatasi pencemaran tanah dengan benar. 7.5.3 Melalui pembelajaran dengan model Problem Based Learning dengan metode pengamatan video dan kajian literatur peserta didik mampu mengajukan solusi dengan benar. 7.5.4 Melalui pembelajaran dengan model Problem Based Learning dengan metode pengamatan video dan kajian literatur peserta didik mampu merancang produk dari limbah organik dan anorganik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dengan tepat. MATERI AJAR PENCEMARAN TANAH A. PENGERTIAN PENCEMARAN TANAH Manusia mempunyai keinginan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup diantaranya dengan mendirikan pabrik-pabrik yang dapat mengolah hasil alam menjadi bahan pangan dan sandang. Pesatnya kemajuan teknologi dan industrialisasi sangat berpengaruh terhadap kualitas lingkungan. Terjadinya perubahan lingkungan akan mempengaruhi keberadaan atau kelangsungan makhluk hidup yang ada didalamnya. Makhluk hidup pada suatu lingkungan selalu tergantung antara satu dengan yang lain. Oleh karena itu apabila terdapat perubahan pada salah satu komponen, maka akan menyebakan perubahan pada makhluk hidup yang lain yang tidak mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Pencemaran lingkungan merupakan satu dari beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kualitas lingkungan. Pencemaran lingkungan adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain kedalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ketingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak dapat berfungsi sesuai

Pencemaran lingkungan terdiri dari 3 jenis yakni pencemaran air, pencemaran udara dan pencemaran tanah. Pencemaran air terjadi karena adanya zat-zat polutan yang masuk kedalam sumber air seperti insektisita, kotoran, limbah, pupuk dan sampah. air yang tercemar akan berbau, keruh dan berwarna sehingga tidak layak untuk dikomsumsi dan apabila tetap dikomsumsi maka akan menyebabkan gangguan kesehatan. Pencemaran udara terjadi karena adanya zat-zat polutan yang mengotori udara seperti aktivitas alam misalnya kotoran hewan yang mengandung senyawa metana, bencana alam seperti letusan gunung merapi menghasilkan abu vulkanik yang mencemari udara sekitar, kebakaran hutan yang dapat meningkatkan suhu bumi akibatnya terjaadi pemanasan global. selain itu yang paling banyak menyumbang pencemaran udara adalah aktivitas manusia seperti asap kendaraan, asap-asap industri, asap rokok, pembakaran sampah dan senyawa kimia buangan seperti CFC. Pencemaran tanah adalah keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena: kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial; penggunaan pestisida; masuknya air permukaan tanah tercemar ke dalam lapisan sub-permukaan; kecelakaan kendaraaan pengangkut minyak, zat kimia, atau limbah; air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industri yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat (illegal dumping). Gambar 1. Ilustrasi tanah tercemar sampah. Apa saja dampak pencemaran tanah bagi kehidupan? (Afzal Nur Iman/detikcom) B. PENYEBAB PENCEMARAN TANAH Ketika suatu zat berbahaya atau beracun telah mencemari permukaan tanah maka pasti dapat menguap, tersapu air hujan dan atau masuk kedalam tanah kemudian mengendap sebagai zat kimia beracun di tanah. Zat beracun di tanah tersebut dapat berdammpak langsung pada kehidupan manusia ketika bersentuhan atau mencemari air tanah dan udara diatasnya. Secara umum, Pencemaran tanah dapat disebabkan oleh limbah domestik, limbah industri, dan limbah pertanian. a. Limbah domestik Limbah domestik dapat berasal dari daerah: pemukiman penduduk; perdagangan/pasar/tempat usaha hotel dan lain-lain; kelembagaan misalnya kantor-

kantor pemerintahan dan swasta; sekolah dan tempat wisata, limbah domestik ini dapat berupa limbah padat dan cair Limbah padat dapat berupa sampah Limbah cair berupa; tinja, deterjen, oli, anorganik. Jenis sampah ini tidak dapat cat, jika meresap kedalam tanah akan diuraikan oleh mikroorganisme merusak kandungan air tanah bahkan (nonbiodegradable), misalnya kantong dapat membunuh mikro-organisme di plastik, bekas kaleng minuman, bekas dalam tanah. botol plastik air mineral, dsb. Gambar 2. Ilustrasi sampah domestik Gambar 3. Ilustrasi tanah tercemar oleh dari sekolah salah satu penyebab limbah cair berupa oli. (Foto : Generasi pencemaran tanah (Foto: Sanurung) 3R/wordpress. com) b. Limbah industri Limbah industri berasal dari sisa-sisa produksi industri berupa limbah padat dan limbah cair : Limbah industri padat merupakan hasil Limbah industri cair merupakan hasil buangan industri padatan, lumpur, dan pengolahan dalam suatu proses bubur yang berasal dari proses produksi, misalnya sisa-sisa pengolahan penolahan. Misalnya sisa pengolahan industri pelapisaan logam dan industri pabrik gula, pulp, kertas, rayon, plywood kimia lainnya seperti tembaga, timbal, serta pengawetan buah, ikan dan perak, khrom, arsen dan boron adalah daging zat-at yang dihasilkan dari proses industri pelapisan logam

Gambar 4. Ilustrasi gambar limbah Gambar 5. Ilustrasi gambar limbah cair padat industri Pulp, kertas Foto: industri Foto: wordaltas universal Eco c. Limbah pertanian Di Indonesia dikenal sebagai negara agraris yang sebagian besaar pendudukny a bermatapencaharian sebagai petani, akan tetapi karena kurangnya edukasi sehingga tidak sedikit petani menggunakan pupuk sintetik yang mmelebih ketentuan sehingga limbah pertanian berupa sisa-sisa pupuk sintetik untuk menyuburkan tanah/tanaman menjadi tercemar, penggunaan pupuk secara terus menerus dalam pertanian akan merusak struktur tanah akibatnya dapat menurunkan kesuburan tanah dan tidak dapat ditanami jenis tanamanan tertentu karena unsur hara tanah menjadi semakin berkurang. SIlahkan perhatikan info grafis dibawah ini yang menggambarkan tentang komposisi sampah yang dihasilkan oleh aktivitas manusia. UDIVERSRL ECO ©datasampah KOMPOSISISAMPAHDari 18 juta ton sampah yang tercatat, sebagian besar masih didominasi oleh sampah sisa makanan (41,1 person) dan sampah plastik (18,8 persen) makanaSnisa Kertas. Lainnyakarton (termasuk 10,5% Data dari 14-6 kabupaten/kota yang melakukan input data pada tahun 2022. Sumber: sipsnmenIhk.goid Gambar 7. Ilustrasi info grafis komposisi sampah. Foto : Universal ECO Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa limbah organik yang paling banyak didominasi oleh sisa makanan dan limbah anorganik didominasi oleh sampah plastik.

C. DAMPAK, SOLUSI DAN PENANGAN PENCEMARAN TANAH a. Dampak Pencemaran Tanah Semua hal yang telah mengalami pencemaran pasti ujungnya akan menimbulkan berbagai dampak yang negatif, tidak terkecuali tanah ini. Jika udara dan air yang tercemar akan menimbulkan berbagai macam dampak negatif, maka tanah pun juga demikian. Ada berbagai macam dampak negatif dari adanya pencemaran tanah ini. Beberapa macam dampak pencemaran tanah antara lain sebagai berikut: 1. Mengurangi kesuburan tanah Dampak pertama yang akan kita rasakan dari adanya tanah yang tercemar pastinya akan menurunkan kesuburan pada tanah itu sendiri. seperti yang kita ketahui sebelumnya bahwasannya tanah ini pada dasarnya mempunyai keunggulan. Salah satu keunggulan tanah adalah mempunyai nilai kesuburan sehingga banyak tanaman bisa hidup dengan subur. 2. Membuat tumbuh- tumbuhan dan makhluk hidup lainnya mati Masih serangkaian dengan dampak pencemaran tanah yang akan menurunkan tingkat kesuburan. Hal ini juga akan berakibat pada masa hidup tanaman. Tanaman yang awalnya tumbuh dengan subur, lama- kelamaan akan menjadi layu, bahkan akan mati. 3. Menyebabkan pencemaran pada udara Pencemaran tanah juga akan berdampak pada pencemaran udara. Hal ini karena zat- zat yang mencemari tanah tersebut (misalnya sampah) dalam jangka waktu yang lama akan membuat udara yang ada di sekitarnya menjadi tidak sehat. Akibatnya udara tersebut menjadi tidak nyaman untuk dihirup. Selain itu, apabila yang membuat pencemaran pada tanah adalah sampah, maka ketika akan terjadi proses dekomposisi maka akan menimbulkan bau yang begitu menyengat. Dan inilah yang disebut dengan pencemaran udara.

4. Menimbulkan wabah penyakit Dampak pencemaran tanah yang selanjutnya adalah menyebabkan timbulnya banyak bibit penyakit. Tanah yang tercemar merupakan rumah yang sangat nyaman bagi patogen- patogen yang menimbulkan banyak penyakit. 5. Merusak ekosistem Ekosistem merupakan wujud interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungan serta komponen- komponen yang ada di dalamnya (baik komponen biotik maupun komponen abiotik). Tanah termasuk ke dalam komponen abiotik sehingga tercemarnya tanah pastinya akan menyebabkan menyebabkan keseimbangan ekosistem menjadi terganggu. Akibatnya lingkungan menjadi tidak nyaman dan banyak fungsi yang seharusnya didapatkan justru akan berubah menjadi suatu wujud kerugian. 6. Merusak keindahan atau estetika Hal yang pasti terjadi selanjutnya akibat adanya pencemaran tanah adalah rusaknya nilai keindahan atau estetika lingkungan. Keindahan lingkungan tidak hanya terdapat pada apa yang kita lihat saja, namun juga apa yang kita dengar dan apa pula yang kita rasa. Pencemaran tanah akan banyak sekali merusak nilai- nilai keindahan tersebut. Dampak Pencemaran Tanah Lainnya : • Matinya organisme pengurai tanah akibat pembuangan limbah deterjen dan residu pestisida dalam tanah. • Menurunnya produktivitas tanah karena terkikisnya lapisan humus dari permukaan tanah • Perubahan pH tanah akibat adanya deposit senyawa asam yang berasal dari hujan asam. Adapun perubahan keasaman tanah ini akan berpengaruh buruk terhadap penyerapan hara dari tanah oleh tanaman. Itulah beberapa dampak dari pencemaran tanah yang dapat kita rasakan. Selain dampak- dampak tersebut masih banyak lagi dampak yang dapat kita rasakan baik kita sadari maupun tidak. Oleh karena itulah kita sebagai manusia harus menjaga tanah dari berbagai bentuk pencemaran. Menurunnya tingkat kesuburan tanah akibat buangan sampah plastik, pecahan kaca, logam, dan karet sulit diuraikan oleh organisme dekomposer dalam tanah. b. Solusi untuk menanggulangi pencemaran tanah Tanah yang telah terkontaminasi oleh berbagai jenis polutan dapat dipulihkan dengan metode pengolahan yang disebut dengan remediasi dan Bioremediasi. Remediasi yaitu kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar baik secara in-situ maupun secara ex-situ). Sebelum melakukan remediasi, hal yang perlu diketahui diantaranya:

• Jenis pencemar (organik / anorganik), terdegradasi atau tidak, berbahaya atau tidak. • Berapa banyak zat pencemar yang telah mencemari tanah tersebut. • Perbandingan karbon (C), nitrogen (N), dan fosfat (P). • Jenis tanah. • Kondisi tanah (basah, kering). • Telah berapa lama zat pencemar terendapkan di lokasi tersebut. • Kondisi pencemaran (sangat penting untuk dibersihkan segera/bisa ditunda). 1. Remediasi in situ Remediasi in situ adalah pembersihan atau pengolahan tanah terkontaminasi di lokasi. Remediasi in situ lebih murah dan lebih mudah dengan konversi biologi dan kimia, pemisahan daerah terkontaminasi agar tidak mencemari lingkungan lainnya. 2. Remediasi ex situ Remediasi ex situ adalah pengolahan tanah terkontaminasi digali dan diolah di suatu unit pengolahan antara lain, dapat dilakukan dengan cara memisahkan bahan pencemar dengan tanah, penguraian kontaminan dengan mikroba, pemanfaatan energi panas yang dapat menguapkan kontaminan dari tanah, dan ekstraksi kontaminan dari tanah. Remediasi ex situ ini jauh lebih mahal dan rumit. Gambar 8. Ilustrasi gambar solusi penanggulangan pencemaran tanah dengan cara Remediasi. (Foto : Quora) 3. Bioremediasi Bioremediasi merupakan proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri). Selain menggunakan mikroorganisme seperti (jamur, bakteri) bioremediasi juga bisa dilakukan dengan memanfaatkan tumbuhan untuk mencegah pencemaran tanah yang disebut dengan fitoremediasi. Bioremediasi bertujuan untuk memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak beracun (karbon dioksida dan air). Proses

bioremediasi harus memperhatikan temperatur tanah, ketersediaan air, nutrien (N, P, K), perbandingan C : N kurang dari 30 : 1, dan ketersediaan oksigen. Gambar 9. Ilustrasi Bioremediasi Gambar 10. Ilustrasi Fitoremediasi dengan menggunakan bakteri. Foto: dengan menggunakan tumbuhan Foto : https://www. youtube.com/watch?v=4Nx https://lestari.biologi.ugm.ac.id/2018/08/ TLLgI6iM 01/fitoremediasi-solusi-alternatif-untuk- mengurangi-pencemaran-tanah-secara- estetis/ c. Pencegahan Terjadinya Pencemaran Tanah Pada umumnya pencegahan ini pada prinsipnya adalah berusaha untuk tidak menyebabkan terjadinya pencemaran, misalnya mencegah/mengurangi terjadinya bahan pencemar, antara lain: 1. Sampah organik yang dapat membusuk/diuraikan oleh mikroorganisme antara lain dapat dilakukan dengan mengukur sampah-sampah dalam tanah secara tertutup dan terbuka, kemudian dapat diolah sebagai kompos/pupuk. Untuk mengurangi terciumnya bau busuk dari gas-gas yang timbul pada proses pembusukan, maka penguburan sampah dilakukan secara berlapis-lapis dengan tanah. Gambar 11. (Ilustrasi Pembuatan pupuk kompos pada lubang Gambar 12. Ilustrasi setelah limbah organik buatan. Foto : mongabay) menjadi pupuk kompos. foto : toko mesin maksindo) 2. Sampah anorganik yang tidak dapat dimusnahkan oleh mikroorganisme dapat dilakukan dengan cara

a. Pemilahan Sampah: Penting untuk melakukan pemilahan sampah di sumbernya. Tempatkan wadah terpisah untuk limbah anorganik, seperti kertas, plastik, dan logam, sehingga dapat dengan mudah diambil untuk didaur ulang. Edukasi masyarakat dan memberikan informasi yang jelas tentang pemilahan sampah dapat membantu mengurangi pencemaran tanah. b. Penciptaan Tempat Pembuangan Sampah yang Tepat: Pastikan bahwa ada tempat pembuangan sampah yang sesuai dan aman untuk limbah anorganik. Ini dapat berupa tempat pembuangan sampah umum yang diatur dengan baik atau fasilitas daur ulang yang memungkinkan limbah anorganik untuk diproses secara efektif. Hindari pembuangan sampah sembarangan di tempat-tempat terlarang atau tanah kosong c. Menerapkan 4R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace) Reduce (mengurangi) yaitu memakai barang-barang dengan efisien sehingga mengurangi jumlah sampah anorganik yang dibuang. Beberapa contoh tindakan reduce adalah menggunakan produk dengan kemasan minimal, menghindari penggunaan barang sekali pakai, membeli hanya apa yang diperlukan, dan mengurangi konsumsi energi. Reuse (menggunakan kembali) yaitu menggunakan kembali barang atau produk sebanyak mungkin sebelum membuangnya. Tujuan utamanya adalah untuk memperpanjang masa pakai produk dan mengurangi limbah yang dihasilkan. Contoh reuse termasuk menggunakan kembali botol minuman dengan mengisi ulang, menggunakan tas belanja kain yang dapat digunakan berulang kali, atau mendonasikan pakaian bekas kepada orang lain. Recycle (mendaur ulang) yaitu melibatkan proses mengubah limbah menjadi bahan baku baru yang dapat digunakan kembali. Limbah yang dapat didaur ulang seperti kertas, plastik, logam, dan kaca diproses kembali menjadi produk baru. Proses daur ulang mengurangi penggunaan sumber daya alami dan energi yang diperlukan untuk produksi baru. Contoh penggunaan recycle adalah mengumpulkan dan mendaur ulang kertas bekas menjadi kertas baru atau daur ulang botol plastik menjadi produk plastik barui. Replace (Mengganti) yaitu melibatkan penggantian produk atau bahan dengan alternatif yang lebih ramah lingkungan. Tujuannya adalah untuk mengurangi penggunaan bahan berbahaya atau tidak ramah lingkungan. Contohnya adalah mengganti penggunaan bahan kimia berbahaya dengan bahan ramah lingkungan, mengganti lampu pijar dengan lampu LED yang lebih efisien energi, atau menggunakan kemasan yang dapat terurai alami sebagai pengganti plastik sekali pakai R E USE PENCELOLAAN SAMPAH ■sekolah REDUCE Gc RECYCLE REPLACE Sudah siapkah ananda untuk belajar?

Untuk merangsang proses berpikir, jawablah pertanyaan pemantik di bawah ini, sebagai pengantar untuk memahami permasalahan mengenai pengelolaan limbah organik menggunakan prinsip bioteknologi! 1. Coba perhatikan lingkungan sekitar kita, seperti di rumah, sekolah, pasar, dan tempat lainnya. Berapa banyak sampah organik dan anorganik yang dihasilkan di tempat-tempat tersebut setiap harinya? 2. Apakah sampah organik tersebut bercampur dengan sampah anorganik? 3. Berakhir dimanakah sampah-sampah tersebut? Apakah diolah, dibuang ke tempat penampungan sampah, atau dibuang sembarangan di lingkungan sekitar seperti di tanah? 4. Apakah yang akan terjadi jika sampah-sampah tersebut semakin menumpuk dan tidak dikelola dengan baik? 5. Apakah anda setuju jika di sekolah terdapat tempat dan waktu khusus untuk mengelola limbah organik dan anorganik? Pilihan: *Setuju *Tidak Setuju *Umpan Balik Jika menjawab \"Setuju” = Muncul tulisan apresiasi \"Selamat kamu adalah salah satu agen pembawa perubahan menuju masa depan Indonesia yang lebih lestari dan sehat.” Jika menjawab \"Tidak Setuju” = Muncul tulisan \"Ayo tingkatkan lagi kecintaanmu terhadap lingkungan dengan mau mengelola sampah di sekitarmu!” Aktivitas 1. Untuk lebih memahami tentang pencemaran lingkungan ,mari kita simak video penjelasan berikut ini

https://youtu.be/QsE- PS43Lo Video pencemaran lingkungan memberikan pemahaman kepada kita tentang pengetian, penyebab dan dampak dari pencemaran lingkungan, yang berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals: SDG’s 13 penanganan perubahan iklim dan dampaknya. Kotak Info Tujuan nomor 13 dari 17 tujuan SDGs yaitu penanganan perubahan iklim, sebagaimana dilansir Kementerian PPN/Bappenas, memiliki lima target yaitu: Memperkuat kapasitas ketahanan dan adaptasi terhadap bahaya terkait iklim dan bencana alam di semua negara. Mengintegrasikan tindakan antisipasi perubahan iklim ke dalam kebijakan, strategi, dan perencanaan nasional. Meningkatkan pendidikan, penumbuhan kesadaran, serta kapasitas manusia dan kelembagaan terkait mitigasi, adaptasi, pengurangan dampak dan peringatan dini perubahan ikim. Melaksanakan komitmen negara maju pada the United Nations Framework Convention on Climate Change untuk tujuan mobilisasi dana bersama sebesar 100 miliar dollar AS per tahun pada 2020 dari semua sumber untuk mengatasi kebutuhan negara berkembang dalam konteks aksi mitigasi yang bermanfaat dan transparansi dalam pelaksanaannya dan mengoperasionalisasi secara penuh the Green Climate Fund melalui kapitalisasi dana tersebut sesegera mungkin. Menggalakkan mekanisme untuk meningkatkan kapasitas perencanaan dan pengelolaan yang efektif terkait perubahan iklim di negara kurang berkembang, negara berkembang pulau kecil, termasuk fokus pada perempuan, pemuda, serta masyarakat lokal dan marjinal https://sdgs.bappenas.go.id/tuiuan-13/ Mari berlatih ! Setelah ananda menyimak video di atas, jawablah pertanyaan berikut ini : 1. Berikut adalah pernyataan yang benar tentang pencemaran A. Kemampuan lingkungan untuk menyediakan sumber daya yang diperlukan makhluk hidup. B. Keadaan makhluk hidup yang mampu beradaptasi terhadap perubahan lingkungan di sekitarnya C. Peristiwa yang mempengaruhi keberlangsungan makhluk hidup yang menyebabkan penurunan kwalitas hidup makhluk hidup di lingkungan

D. Perubahan pada lingkungan yang mampu menopang kehidupan/ keberlangsungan makhluk hidup Kunci jawaban : C 2. Peristiwa berikut adalah pencemaran yang disebabkan oleh faktor alami, kecuali A. Stunami B. Banjir C. Gunung meletus D. Gempa bumi Kunci jawaban : B 3. Berikut ini adalah zat zat yang dapat mencemari perairan A. Pestisida,detergen,CO2, B. Sampah sisa sayuran,pestisida, sisa kotoran hewan C. CFC, insektisida,pupuk anorganik,limbah pabrik D. Sampah pasar, sisa produksi pabrik tahu, H2S Kunci jawaban : B 4. Dampak yang diakibatkan oleh pencemaran udara diantaranya adalah .. A. Menipisnya lapisan ozon yang dapat mempengaruhi keberlangsungan makhluk hidup di bumi B. Kestabilan suhu udara bumi dapat dipertahankan untuk tetap hangat sesuai kebutuhan makhkuk hidup C. Keanekaragaman makhluk hidup di bumi semakin meningkat D. Terlindunginya bumi dari radiasi sinar ultraviolet karena lapisan gas kaca Kunci jawaban : A 5. Berikut adalah dampak yang diakibatkan oleh pencemaran tanah ,kecuali... A. Meracuni air tanah B. Hilangnya keseimbangan ekosistem

C. Pemanasan global D. Menurunkan kesuburan tanah Kunci jawaban : C Ketentuan: - Isilah dengan baik dan benar. - Silahkan ananda cocokkan jawaban ananda dengan kunci jawaban yang diberikan oleh guru. - Setiap soal bernilai 5 jika jawaban benar - Jika anda sudah memperoleh nilai minimal 5, maka lanjutkanlah ke aktivitas 2. - Jika ananda belum memperoleh nilai minimal 5, silahkan cermati kembali video yang disajikan dan jawab kembali pertanyaannya. Apabila anda sudah bisa menjawab, silahkan lanjutkan ke aktivitas 2. Aktifitas 2. Mengidentifikasi Masalah 1 Melakukan studi literasi tentang limbah organik penyebab kerusakan lingkungan tanah.

Kasus 1. Tragedi meledaknya TPA Lewuigajah yang mengakibatkan tsunami sampah Tragedi Longsor TPA Leuwigajah telah renggut ratusan nyawa. Masalah sampah di Indonesia masih belum tuntas. Butuh kontribusi setiap orang untuk mengelola sampah. Generasi Hijau, tahukah kamu kalau Indonesia pernah mengalami tragedi memilukan terkait persampahan? Tragedi ini menjadi awal mula lahirnya Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). Menjelang peringatan HPSN yang akan jatuh pada 21 Februari nanti, yuk kita ulas tragedi TPA Leuwigajah dan lihat lebih dekat problematika sampah di IndonesiaiTragedi terburuk persampahan di Indonesia terjadi di TPA Leuwigajah, Kota Cimahi, Jawa Barat. TPA yang jadi tempat pembuangan sampah warga Bandung Raya ini meledak dan kemudian longsor. Longsoran sampah mengubur Kampung Pojok dan Cilimus. Akibatnya, 157 orang tewas tertimbun sampah. Tragedi ini terjadi pada Senin, 21 Februari 2005. Peristiwa ini terjadi dipicu sampah yang menumpuk dalam keadaan tercampur hingga membentuk gunungan sampah setinggi 60 meter, sepanjang 200 meter. Gunungan sampah ini sebelumnya diguyur hujan lebat yang berlangsung seharian. Akibatnya, konsentrasi gas metana meningkat sehingga menimbulkan ledakan. Selain merenggut korban jiwa, tragedi ini juga menimbulkan trauma bagi warga sekitar yang selamat. Banyak dari mereka yang kehilangan keluarga dan kerabat dengan cara yang tidak manusiawi, \"terkubur sampah”. Selang beberapa waktu paska kejadian, daerah Bandung Raya mulai kewalahan mengatasi sampah yang tidak lagi bisa dibuang ke TPA Leuwigajah. Sampah-sampah berserakan di jalanan dan pemukiman. Bandung yang sebelumnya terkenal karena keasriannya seketika dijuluki Bandung Lautan Sampah https://www.youtube.com/watch?v=6 Dukm5lRhI Renungkanlahi Peristiwa yang terjadi 18 tahun yang lalu yaitu tragedi longsornya TPA Lewuigajah yang mengorbankan ratusan warga kota cimahi menjadi pukulan terbesar bagi kita sebagai warga masyarakat Cimahi bahwa ketika kita tidak peduli terhadap sampah yang kita buang maka akan menimbulkan sebuah bencana yang dapat merenggut banyak korban jiwa oleh sebab itu sebagai peserta didik mari kita peduli terhadap sampah yang kita hasilkan dilingkungan sekitar dengan cara memilah,memilih dan mengolah. *Kunci Jawaban: 1. Benar; 2. Salah; 3. Benar; 4. Salah; 5. Benar Ketentuan: - Setiap soal yang ananda jawab benar memiliki nilai 1 jika benar dan 0 jika jawaban kurang tepat - Jumlahkan poin yang ananda dapatkan - Jika pada evaluasi ini ananda sudah memperoleh nilai minimal 3, silahkan lanjutkan ke aktivitas 3.

- Jika nilai yang ananda peroleh masih di bawah 3, silahkan pelajari kembali materi ajar yang sudah disediakan. Lalu kerjakan kembali evaluasi ini hingga memperoleh nilai minimal 3. Setelah itu anda boleh melanjutkan ke aktivitas 3. Aktifitas 3. Mengidentifikasi Masalah 2 KASUS2 Indonesia merupakan salah satu negara penghasil sampah makanan (food loss and waste) terbesar di dunia, selain Arab Saudi dan Amerika Serikat. Menurut kajian Kementerian PPN/Bappenas, sampah makanan yang terbuang di Indonesia pada 2000-2019 mencapai 23-48 juta ton per tahun atau setara 115-184 kilogram per kapita per tahun. Besarnya makanan yang terbuang menjadi sampah juga berdampak pada kerugian ekonomi yang mencapai Rp 213-551 triliun per tahun atau setara dengan 4-5% PDB Indonesia. Sedangkan dampak dari sisi sosial adalah kehilangan kandungan energi yang setara dengan porsi makan 61 hingga 125 juta orang atau 29-47% populasi Indonesia. Ironisnya, tingkat kelaparan Indonesia dalam Global Hunger Index 2021 berada di peringkat ketiga di Asia Tenggara. Berdasarkan sebuah survei, sayuran merupakan jenis makanan yang paling banyak dibuang yakni sebesar 31%. Diikuti nasi (20%), daging (11%), produk susu (10%), dan ikan (10%). Masalahnya, limbah makanan akan semakin menambah akumulasi gas rumah kaca di atmosfer. Hal ini dikarenakan sampah organik atau sampah makanan yang terbuang di tanah menyumbang 50-55% gas metana dan 40-45% gas CO2. Pembuangan sampah makanan dapat diminimalisir dengan cara memasak atau membeli produk makanan sesuai dengan porsi makan per individu atau keluarga agar tidak ada makanan yang terbuang sia- sia. Mengolah kembali makanan yang masih layak juga dapat mengurangi kemungkinan dihasilkannya sampah makanan (Rizaty, 2021). Untuk lebih memahami data mengenai jumlah sampah makanan yang dihasilkan di Indonesia, dapat diperhatikan melalui infografis di bawah ini: Gambar infografis tentang jumlah sampah makanan yang dihasilkan di Indonesia Renungkanlah! 1. Bagaimana meyakinkan orang lain untuk mengurangi limbah makanan atau limbah organik? 2. Apakah dampak yang terjadi jika manusia tidak memiliki kesadaran dalam mengurangi dan mengelola limbah tersebut? Latihan Soal Setelah membaca wacana dan infografis pada kasus 2, jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar: No. Pertanyaan Jawaban Benar Salah 1 Limbah organik yang dibuang di tanah dapat menyumbangkan emisi rumah kaca.

2 Limbah organik yang dibuang di tanah dapat menghasilkan gas metan yang jumlahnya lebih sedikit jika dibandingkan dengan jumlah gas CO2. 3 Berdasarkan hasil survey sayuran merupakan jenis makanan yang paling banyak dibuang dengan persentase sebesar 13% 4 Gas metan yang dihasilkan dari limbah organik bermanfaat bagi lingkungan 5 Mengelola makanan yang masih layak merupakan salah satu upaya mengurangi limbah organik. *Kunci Jawaban: 1. Benar; 2. Salah; 3. Salah; 4. Salah; 5. Benar Ketentuan: - Setiap soal yang anda jawab benar memiliki nilai 1 jika benar dan 0 jika jawaban kurang tepat - Jumlahkan poin yang anda dapatkan - Anda telah mengidentifikasi teknologi biologi yang berkaitan dengan pengelolaan limbah organik. - Jika pada evaluasi ini anda sudah memperoleh nilai minimal 3, silahkan lanjutkan ke aktivitas 4. - Jika anda nilai yang anda peroleh masih dibawah 3, silahkan pelajari kembali materi ajar yang sudah disediakan. Lalu kerjakan kembali evaluasi ini hingga memperoleh nilai minimal 3. Setelah itu anda boleh melanjutkan ke aktivitas 4. Aktivitas 4 Mengajukan Ide /solusi • Berdasarkan studi kasus yang telah dilakukan pada pertemuan sebelumnya, apakah ananda sudah memahami pentingnya mengurangi dan mengelola limbah organik? • Berdasarkan studi kasus yang telah dilakukan pada pertemuan sebelumnya, apakah ananda sudah memahami pentingnya mengurangi dan mengelola limbah anorganik? • Tujuan akhir dari pembelajaran pada modul ini adalah membuat produk yang bermanfaat bagi lingkungan sebagai salah satu upaya untuk mencapai tujuan SDG’s 13. Untuk lebih memahami bagaimana perhatikan beberapa tayangan video di bawah https://youtu.be/WI4pRrTDhUs

https://youtu.be/CGd3lgxReFE https://voutu.be/qCmmf9hL7R8 Ayo berlatih ! Setelah ananda menyaksikan video yang disajikan, jawablah pertanyaan berikut ini. 1. Diantara perilaku berikut ini sikap terhadap sampah yang kita hasilkan merupakan perilaku ramah lingkungan ( Dapat memilih lebih dari satu jawaban ) □ Memilah sampah mulai dari sumbernya □ Membakar sampah agar cepat berkurang jumlahnya □ Menggunakan barang barang yang dapat digunakan berulang kali □ Membeli kebutuhan dalam kemasan sachet agar lebih murah □ Mengolah sampah sisa dapur menjadi kompos Kunci jawaban : pernyataan no 1, 3, 5 2. Pasangan yang tepat antar istilah dan contoh kegiatnya adalah : Reduce Reuse Recycle Menggunakan saputangan Memanfaatkan botol bekas Memperbaiki sepatu yang untuk menggantikan tisu untuk digunakan menyimpan rusak dengan dijahit kembali. detergen cair Kunci jawaban : Reduce, Reuse Ketentuan:

- Setiap soal yang anda jawab benar memiliki nilai 50 jika benar dan 0 jika jawaban kurang tepat - Jumlahkan poin yang anda dapatkan - Ananda telah mengidentifikasi solusi pengelolaan sampah organic dan anorganik agar tidak mencemari tanah. Aktifitas 4. Mengajukan Ide/Solusi • Berdasarkan studi kasus yang telah dilakukan pada pertemuan sebelumnya, apakah Anda sudah memahami pentingnya mengurangi dan mengelola limbah organik? • Tujuan akhir dari pembelajaran pada modul ini adalah membuat produk bioteknologi yang bermanfaat bagi lingkungan dan pertanian sebagai salah satu upaya untuk mencapai tujuan MDGs 12. • Untuk lebih memahami bagaimana perhatikan beberapa tayangan video di bawah ini: Video 1. Membuat ekoenzim tanpa ledakan https://www.youtube.com/watch?v=YU9AzKf2ZFA&t=7s Video 2. Cara membuat pupuk organik cair https://www.youtube.com/watch?v=-NgP65zcChQ&t=13 Ayo Berlatih! 1. Diantara pilihan di bawah ini, manakah yang merupakan produk yang menggunakan prinsip bioteknologi dalam pembuatannya? (Anda dapat memilih lebih dari satu jawaban) Pupuk Organik Cair Pupuk Kandang Kompos Bokashi Pupuk NPK Ekoenzim Pupuk Urea 2. Solusi-solusi untuk pengelolaan limbah organik harus dilakukan secara efektif dan efisien dengan mempertimbangkan aspek-aspek lain seperti aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial! Berdasarkan hal tersebut, pilihlah pernyataan yang benar di bawah ini! (Anda dapat memilih lebih dari satu jawaban) Selain bermanfaat bagi lingkungan, membuat ekoenzim dapat juga dilakukan sebagai peluang usaha dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Kelemahan dalam memproduksi eko enzim dan pupuk organik cair memerlukan penggunaan wadah/botol yang banyak. Ekoenzim tidak baik digunakan sebagai desinfektan, karena enzim yang terkandung di dalamnya bersifat polutan. Kompos Bokashi menggunakan EM4 dalam pembuatannya. EM4 mengandung mikroba yang digunakan dalam proses fermentasi pada pembuatan kompos bokashi. Kunci jawaban: pilihan 1,2, dan 3 benar Ketentuan:

- Setiap soal yang anda jawab benar memiliki nilai 50 jika benar dan 0 jika jawaban kurang tepat - Jumlahkan poin yang anda dapatkan - Anda telah mengidentifikasi teknologi biologi yang berkaitan dengan pengelolaan limbah organik. Penilaian Diri Petunjuk pengisian: • Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan teliti dan jujur. • Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai dengan kriteria sebagai berikut: Keterangan: TS: Tidak Setuju RR: Ragu-ragu S: Setuju SS: Sangat Setuju No. Pertanyaan Pilihan Jawaban TS RR S SS 1 Saya sudah memahami permasalahan mengenai timbulan limbah organik yang diakibatkan oleh food loss and waste. 2 Saya sudah memikirkan lebih dari dua solusi yang dapat mengatasi permasalahan tersebut. 3 Solusi yang saya buat sudah memperhatikan prinsip bioteknologi dan memberikan kebermanfaatan dalam bidang pertanian 4 Saya mampu menjelaskan dampak timbulan limbah organik terhadap lingkungan 5 Saya mampu menjelaskan manfaat pengelolaan limbah organik yang tepat dengan memperhatikan aspek sosial, budaya, dan ekonomi. Hore! Anda telah menyelesaikan modul ini hingga aktivitas 4. hitunglah perolehan nilai anda dengan cara sebagai berikut: Nilai = Total nilai yang diperoleh/Nilai maksimal x 100 Keterangan: Nilai maksimal 20 Konversi tingkat penguasaan: 90 - 100 = baik sekali 80 - 89 = baik 70 - 79 = cukup < 70 = kurang Bagaimana teman-teman, apakah nilai anda mencapai 80 ? SELAMAT, artinya anda sudah memiliki pengetahuan yang baik pada materi ini. Apabila nilai anda masih dibawah 80, Tetap Semangat untuk mengulangi aktivitas yang belum anda pahami dengan baik pada modul ini. GLOSARIUM Kata Pengertian

Bioteknologi: Ilmu pengetahuan alam dan ilmu rekayasa yang bertujuan untuk meningkatkan aplikasi organisme hidup, sel, bagian dari organisme hidup, dan/atau analog molekuler untuk menghasilkan barang dan jasa. Limbah Organik Limbah organik merupakan limbah yang dapat diuraikan secara sempurna melalui proses biologi baik aerob maupun anaerob. Limbah organik yang dapat diurai melalui proses biologi mudah membusuk, seperti sisa makanan, sayuran, potongan kayu, daun-daun kering, dan sebagainya Bokashi: Pupuk organik yang dihasilkan dari fermentasi bahan-bahan organik semisal kompos dan pupuk kandang dengan memanfaatkan bantuan mikroorganisme pengurai seperti mikroba atau jamur fermentasi. Fermentasi: Proses produksi energi dalam sel dengan keadaan anaerob (tanpa oksigen) yang menghasilkan perubahan biokimia organik melalui aksi enzim. Food loss Hilangnya sejumlah pangan pada tahap produksi, pasca panen dan penyimpanan, serta pemrosesan dan pengemasan. Food waste Pangan yang dibuang pada tahap distribusi dan retail, serta tahap konsumsi. MOL Mikro Organisme Lokal adalah makhluk hidup berukuran sangat kecil yang dimanfaatkan sebagai starter/activator dalam pembuatan pupuk organik kompos atau pupuk organik cair (POC) yang dibuat melalui bahan-bahan sederhana/lokal. POC Larutan dari hasil pembusukan bahan organik yang berasal dari sisa tanaman, limbah agroindustri, kotoran hewan, dan kotoran manusia yang memiliki kandungan lebih dari satu unsur hara. Zero Waste Gaya hidup meminimalisir sampah yang berangkat dari kesadaran untuk mengurangi penggunaan benda-benda sekali pakai. Eco Enzim hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran, gula (gula coklat, gula merah atau gula tebu), dan air. sDG Sustainable development goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan adalah agenda dengan tujuan untuk mensejahterakan masyarakat di dunia DAFTAR PUSTAKA Aditya, Candra. (2017). Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari Bonggol Pisang Melalui Proses Fermentasi. Diakses pada: https://core.ac.uk/download/pdf/291465296.pdf Jabar News. (2021). Keunikan Tradisi Perang Tomat di Desa Cikidang Bandung Barat. Diakses pada: https://www.jabarnews.com/sajabar/keunikan-tradisi-perang-tomat-di-desa-cikidang- bandung-barat/.

Juragan. (2021). Fungsi dan Perbedaan POC, Eco Enzym, Bio Enzym, MOL, EM dan Air Lindi. Diakses pada: https://www.idnfarmers.com/2021/10/fungsi-dan-perbedaan-poc-eco- enzym-bio.html Mairawita. (2021). Pupuk Organik Cair dan Eco Enzyme Selamatkan Bumi. Tersedia pada: https://padek.jawapos.com/opini/03/12/2021/pupuk-organik-cair-dan-eco-enzyme-se lamatkan-bumi/. Kristiandaru, Danur. (2023). Mengenal Tujuan 12 SDGs: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Diakses pada: https://lestari.kompas.com/read/2023/05/19/080000086/mengenal-tujuan-12-sdgs--k onsumsi-dan-produksi-yang-bertanggung-jawab. Rizaty, Monavia. (2021). Indonesia Kebanjiran Sampah Makanan. DIakses pada: https://katadata.co.id/ariayudhistira/infografik/61cd12d75181b/indonesia-kebanjiran-sam pah-makanan Suhastyo, A. A. (2011). Studi Mikrobiologi dan Sifat Kimia Mikroorganisme Lokal (MOL) yang Digunakan Pada Budidaya Padi Metode SRI. Bogor: Bogor Agricultural University. Santi T. Kartika, 2006. Pengaruh pemberian pupuk kompos terhadap pertumbuhan tanaman tomat (lycopersicum esculentum mill). Jurnal Ilmiah PROGRESSIF, Vol.3 No.9, Desember 2006. Septiani, Ulfia,. Najmi & Rina Oktavia. (2021). Eco Enzyme: Pengolahan Sampah Rumah Tangga Menjadi Produk Serbaguna di Yayasan Khazanah Kebajikan. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat LPPM UMJ. Sibakul. (2020). Manfaat Penggunaan Kompos Untuk Tanaman. Tersedia pada: https://sibakuljogja.jogjaprov.go.id/blog/pupuk-organik-topdwe/pupuk-kompos-penge rtian- jenis-dan-manfaatnya/. Sitanggang, Delima & Margianti. (2021). Edukasi Pembuatan Kompos Bokashi dari Kotoran Hewan dan Limbah Tanaman. Diakses pada: http://kkn.undip.ac.id/?p=259233. Udin, Abay. (2020). Aplikasi Bioteknologi dalam Dunia Pertanian. Diakses pada: https://www.swadayaonline.com/artikel/6421/Aplikasi-Bioteknologi-dalam-Dunia-Pert anian/. Yuwono Dipo. 2005. Kompas. Penebar swadaya. Jakarta.


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook