Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore PERANGKAT PEMBELAJARAN 2

PERANGKAT PEMBELAJARAN 2

Published by nelisulastri47, 2023-08-12 07:15:36

Description: PERANGKAT PEMBELAJARAN 2

Search

Read the Text Version

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : SMA Negeri 2 Lembang Mata Pelajaran : Biologi Kelas/Semester : X/ Ganjil Materi Pokok : ekosistem (daur biogeokimia) Alokasi Waktu : 2JP (2x 45 Menit) A. Kompetensi Inti KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya KI 2 : Mengembangkan prilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsive dan proakti) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan social dana lam serta dalam menempatkan diri sebagai cermin bangsa dalam pergaulan dunia. KI 3 : Memahami dan menenrapkan pengetahuan factual, konseptual, procedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan procedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan. B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 3.10. Menganalisis komponen-komponen 3.10.1 menganalisis daur biogeokimia yang ekosistem dan interaksi antar komponen terjadi di dalam ekosistem. tersebut. 3.10.2 menguraikan proses daur biogeokimia di dalam ekosistem. 3.10.3 mengaitkan proses daur biogeokimia dengan keseimbangan ekosistem. 4.10. Menyajikan karya yang menunjukkan 4.10.1 mendesain poster proses daur interaksi antar komponen ekosistem (jaring- biogeokimia. jaring makanan, siklus Biogeokimia).

C. Tujuan Pembelajaran 1. Setelah menyaksikan tayangan video dan berdiskusi secara kelompok peserta didik mampu menganalisis daur biogeokimia yang terjadi di dalam ekosistem dengan tepat. 2. Setelah melakukan kajian literature dan berdiskusi secara berkelompok peserta didik mampu menguraikan proses daur biogeokimia dengan benar. 3. Setelah melakukan kajian literature dan berdiskusi kelompok peserta didik dapat mengaitkan proses daur biogeokimia dengan keseimbangan ekosistem dengan benar. 4. Setelah menyaksikan tayangan video dan bekerja secara kelompok peserta didik mampu mendesain poster proses daur biogeokimia dengan baik. D. Materi Ajar. : Gambar-gambar dampak hujan asam, dampak kekurangan Factual nitrogen, dampak kekurangan posfor, dampak kekurang oksigen, dampak kelebihan karbon dioksida. Konseptual Procedural : Daur nitrogen, daur sulfur, daur karbon, daur fosfor Metakognitif : Mekanisme Daur nitrogen, daur sulfur, daur karbon, daur fosfor : Mengaitkan proses daur biogeokimia dengan keseimbangan ekosistem. E. Strategi pembelajaran Pendekatan : Saintifik, TPACK Model pembelajaran : Problem Based Learning Metode : Diskusi kelompok, presentasi. F. Alat dan bahan : Laptop, Proyektor, HP Android, papan tulis, spidol Alat : Gambar-gambar dampak hujan asam, dampak kekurangan Bahan nitrogen, dampak kekurangan posfor, dampak kekurang oksigen, dampak kelebihan karbon dioksida, PPT, Video, LKPD. G. Sumber Belajar 1. Buku Biologi untuk SMA/MA Kelas X, Irnaningtyas, Penerbit Erlangga, 2016, Halaman 430 – 459. 2. Sulastri, Neli. 2022. Ekosistem, Daur Biogeokimia. Bandung Barat, SMAN 2 Lembang. 3. Youtube.com. (2022, 15 Januari). Dampak Hujan Asam. Diakses pada 29 September 2022. https://www.youtube.com/watch?v=IGulJ4eoPfY 4. Youtube.com. (2019. 1 November). Bagaimana Bila Hujan Asam, Apa Yang Bakalan Terjadi. Diakses 22 September 2022. https://www.youtube.com/watch?v=z7tC9ZwNGFM. 5. Gramedia.com. (2021). Daur Biogeokimia: Pengertian, Siklus Biogeokimia dan Contoh. Diakses 29 September 2022. https://www.gramedia.com/literasi/daur- biogeokimia/.

H. Langkah- Langkah Kegiatan Pembelajaran Alokasi No Kegiatan Pembelajaran waktu 15 1 Kegiatan awal menit a. Pendahuluan Guru menyapa peserta didik, mempersiapkan peserta didik untuk belajar dengan cara memberikan salam, bertanya kabar peserta didik, mengajak peserta didik untuk berdoa bersama-sama dan memeriksa daftar kehadiran peserta didik. b. Apersepsi Guru memberikan pertanyaan pemantik terkait materi yang telah diberikan pada pertemuan sebelumnya yaitu mengenai komponen ekosistem dan interaksi dalam ekosistem. “Pada pertemuan sebelumnya kita sudah membahas mengenai komponen ekosistem dan interaksi di dalam ekosistem, apa saja bentuk interaksi antara komponen biotik dengan biotik? Guru menampilkan gambar-gambar interaksi antar factor biotik dan biotik, peserta didik diminta untuk menganalisis bentuk interaksi apakah yang terjadi pada masing-masing gambar. c. Motivasi  Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mekanisme pembelajaran yang akan dilakukan.  Guru memberikan pertanyaan pemantik mengenai “Jika pada pertemuan yang lalu kita telah mempelajari bagaimana bentuk interaksi antara factor biotik dengan biotik lagi, maka pada pertemuan hari ini kita akan membahas bentuk interaksi yang lebih rumit yaitu mengenai factor biotik dan abiotic, apa saja contoh bentuk interaksi antara factor biotik dan abiotic?”

2 Kegiatan inti (menggunakan sintak pembelajaran Problem 60 Based Learning) menit Fase awal: Orientasi Peserta didik pada masalah  Peserta didik menyaksikan tayangan video mengenai permasalahan yang disebabkan oleh hujan asam. https://www.youtube.com/watch?v=z7tC9ZwNGFM  Setelah menyaksikan tayangan video, guru memberikan pertanyaan.  “Bagaimana proses hujan asam terjadi?” “bagaimana dampak dari hujan asam tersebut bagi lingkungan?” Fase 2: mengorganisasi peseta didik  Peserta didik dibagi kedalam beberapa kelompok, setiap kelompok berisi 4 orang.  Peserta didik duduk bersama dengan kelompoknya masing- masing Fase 3 : membimbing penyelidikan individu dan kelompok.  Guru membagikan LKPD yang akan dikerjakan oleh peserta didik secara berkelompok  Peserta didik melakukan kajian literature dan menyaksikan tayangan video yang telah di sediakan oleh guru untuk mengerjakan soal-soal yan terdapat di dalam LKPD  Guru memberikan klarifikasi jika ada pertanyaan-pertanyan yang kurang dimengerti oleh peserta didik. Fase 4 : menyajikan hasil karya.  Peserta didik mendesain poster mengenai proses daur biogeokimia menggunakan aplikasi canva atau aplikasi lain yang sejenis.

Fase 5 : menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.  Peserta didik melakukan presentasi kelompok terkait poster yang telah dibuat.  Guru memberikan penguatan materi dan mengevaluasi solusi pemecahan masalah yang telah dipaparkan oleh peserta didik 3 Kegiatan akhir 15  Guru bersama peserta didik melakukan refleksi pembelajaran. menit  Guru bersama peserta didik menutup pembelajaran dengan mengucapkan hamdallah dan beristigfar, kemudian dilanjutkan dengan doa penutup. I. Penilaian 1) Penilaian sikap Instrumen Penilaian Sikap Penilaian observasi ini dilakukan oleh guru berdasarkan pengamatan sikap dan perilaku peserta didik sehari-hari dalam proses kegiatan pembelajaran. Penilaian berupa jurnal yang berisi catatan perilaku sikap spiritual. Contoh InstrumenPenilaian Sikap Spiritual FORMAT JURNAL PENILAIAN SPIRITUAL No Hari / tgl Nama Kejadian Butir sikap Pos/neg Tindak lanjut 2) Instrumen Penilaian Sikap social

Penilaian observasi ini dilakukan oleh guru berdasarkan pengamatan sikap dan perilaku peserta didik sehari-hari dalam proses. Berikut contoh Instrumen Penilaian Sikap Spiritual Tabel Format Penilaian Sikap Sosial No. Nama Siswa Disiplin Teliti Tanggung Jumlah Nilai Jawab Skor 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Berikut Rubrik penilaian sikap Sosial. Rubrik penilaian Sikap Sosial No Aspek Yang dinilai Indikator Skor Sangat Disiplin dalam mengerjakan tugas yang 4 diberikan Disiplin dalam mengerjakan tugas yang diberikan 3 1 Disiplin Cukup Disiplin dalam mengerjakan tugas yang 2 diberikan Kurang Disiplin dalam mengerjakan tugas yang 1 diberika Sangat Teliti dalam mengerjakan tugas yang 4 2 Teliti diberikan

Teliti dalam mengerjakan tugas yang diberikan 3 Cukup Teliti dalam mengerjakan tugas yang 2 diberikan Kurang Teliti dalam mengerjakan tugas yang 1 diberikan Sangat Teliti dalam mengerjakan tugas yang 4 diberikan Teliti dalam mengerjakan tugas yang diberikan 3 3 Tanggung Jawab Cukup Teliti dalam mengerjakan tugas yang 2 diberikan Kurang Teliti dalam mengerjakan tugas yang 1 diberikan Ket pemberian nilai : A = >85 B = 75-85 C = 60-85 D = <60 Catatan : Setiap Skor yang di dapat dalam penilaian sikap sosial di konversi kedalam predikat sesuai keterangan di atas.

3) Instrumen Penilaian Pengetahuan KISI KISI PENULISA NO KOMPETENSI DASAR IPK INDIKAT 1 Disajikan se mengenai huja didik mampu penyebab ter asam. 3.10. Menganalisis 3.10.1 menganalisis daur biogeokimia yang terjadi komponen-komponen di dalam ekosistem. ekosistem dan interaksi antar komponen tersebut

AN SOAL EVALUASI TOR SOAL BUTIR SOAL LEVEL KOGNITIF ebuah artikel Bacalah artikel berikut ini! C4 an asam, peserta Hujan Asam Hantui Bandung u menganalisis rjadinya hujan BANDUNG, RABU - Bandung dihantui bahaya hujan asam. Tingginya pencemaran udara berbagai macam hal seperti pembuangan gas emisi transportasi dan industri, meningkatkan ph air hujan. Dari normal dan bersifat basa sekitar 5,6 bisa menurun drastis dan asam hingga 4,5. Menurut Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, di Bandung, Rabu (22/10), di wilayah Bandung dan sekitarnya, indikasi timbulnya hujan asam bisa dilihat dari munculnya bekas sulfat berwarna hijau pada patung tembaga di beberapa tempat. Di antaranya, seperti patung Persib di Bandung atau Daendels Pangeran Cornel di Sumedang. Media pengantarnya adalah ion sulfat yang turun melalui air hujan. Pada tahun 1998, ph di Bandung dan sekitarnya mulai

2 3.10.2 menguraikan Disajikan se proses daur biogeokimia mengenai da di dalam ekosistem. peserta di

kurang dari 5,6 dan bahkan bertambah parah atau paling rendah, menjadi 4,5 pada tahun 2002. berdasarkan artikel di atas, dapat diketahui bahwa hujan asam adalah hujan yang memiliki pH kurang dari 5, 6. Hujan asam dapat berdampak buruk bagi kelangsungan ekosistem. Bagaimana upaya yang tepat yang dapat kita lakukan dalam keseharian untuk menanggulangi peristiwa tersebut? a. Menggurangi pengunaan kendaraan pribadi dan memilih naik angkutan umum yang memiliki knalpot yang berasap tebal. b. Tidak membakar sampah sembarangan terutama sampah plastic. c. Membuang sampah-sampah ke sungai agar lebih praktis dan murah. d. Lebih membeli makanan yang diproduksi oleh pabrik-pabrik besar. e. Mengubur sampah plastic agar tidak mencemari lingkungan Jawaban: B ebuah gambar 1. Perhatikan salah satu gambar C4 aur nitrogen, daur biogeokimia dibawah idik dapat ini!

meguraikan ta yang terjadi. 3 3.10.3 mengaitkan proses Disajikan sebu daur biogeokimia dengan peserta didik d keseimbangan ekosistem. mengaitkan da biogeokimia de keseimbangan

ahapan proses Kesimpulan yang tepat untuk mengisi keterangan yang terjadi pada gambar yang berlabel E adalah.... a. Fiksasi, yaitu pengikatan nitrogen bebas dari atmosfer. b. Amonifikasi, yaitu perubahan nitrogen menjadi amonium. c. Nitrifikasi, yaitu perumbahan amonium menjadi nitrat. d. Denitrifikasi, yaitu proses lepasnya nitrogen lepas ke atmosfer. e. Fikasasi, yaitu proses lepasnya nitrogen lepas ke atmosfer Jawaban: A uah gambar, 2. Unsur nitroge (N) diperlukan C4 dapat aur tumbuhan selama engan perkecambahan. Sekelompok ekosistem peneliti mengamati dampak defisiensi N pada kecambah



padi yang ditumbuhkan secara hidroponik. Data-data hasilpenelitian mereka sajikan pada gambar-gambar berikut ini. Tentukanlah dua pernyataan yang benar untuk menyimpulkan data-data di atas! a. Unsur nitrogen diperlukan tumbuhan untuk pembentukan asam amino yang akan disintesis menjadi protein. b. Pemanjangan sel akar primer kecambah padi tidak dipengaruhi oleh defisiensi unsur N. c. Kekurangan unsur N menyebabkan terjadinya klorosis pada daun.



d. Rasio pertumbuhan batang tidak dipengaruhi oleh defisiensi unsur N e. Unsur nitrogen tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan kecambah. Jawaban A dan C

4) Instrumen Penilaian Unjuk Kerja Penilaian unjuk kerja dilakukan saat pembelajaran berlangsung. Unjuk kerja yang dimaksudkan adalah kemmpuan siswa pada saat persentasi. Tabel Format Penilaian Persentasi Partisipasi Nilai kelompok/ No. Nama Siswa Kesiapan keterlibatan Ketepatan Manajemen Jumlah Persentasi kelompok isi waktu skor 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Rubrik Penilaian Persentasi LKPD KINERJA SKOR INDIKATOR Kesiapan Persentasi 3 Dipersentasikan dengan percaya diri, antusias dan Bahasa yang lantang 2 Terdapat 2 kriteria yang terpenuhi 1 Terdapat 1 kriteria yang terpenuhi

0 Tidak memenuhi semua kriteria 3 Semua anggota kelompok berpartisipasi dalam persentasi 2 Sebagian besar anggota kelompok berpartisipasi dalam persentasi Partisipasi kelompok/ keterlibatan kelompok 1 Sebagian kecil anggota kelompok berpartisipasi dalam persentasi Ketepatan isi 0 Tidak ada anggota yang berpartisipasi dalam Manajemen waktu persentasi 3 Dapat mengemukakan ide dan argumen dengan baik 2 Dapat mengemukakan ide atau argumen dengan baik 1 Dapat mengemukakan ide dan argumen dengan cukup 0 Tidak dapat mengemukakan ide dan argumen 3 Manajemen waktu persentasi sangat baik 2 Manajemen waktu persentasi baik 1 Manajemen waktu persentasi cukup 0 Manajemen waktu persentasi kurang

Rubrik Penilaian poster No KRITERIA SKOR INDIKATOR PENILAIAN 4 Warna menarik, ukuran elemen penyususn proporsional, pesan yang ingin disampaikan menjadi pusat perhatian 3 Dua dari tiga kriteria desain yang baik diatas terpenuhi, 1 Desain Poster 2 Hanya salah satu dari tiga kriteria desain yang baik diatas terpenuhi, 1 Seluruh kriteria desain yang baik diatas tidak terpenuhi 4 Pesan sangat mudah ditangkap pembaca 2 Tujuan Penyampaian 3 Pesan cukup mudah ditangkap pembaca pesan 2 Pesan sulit ditangkap pembaca 1 Pesan tidak dapat ditangkap pembaca 4 Mengumpulkan poster tepat waktu 3 Mengumpulkan poster terlambat 1-3 hari dari waktu yang ditentukan 3 Ketepatan waktu Mengumpulkan poster terlambat 4-6 hari dari waktu pengumpulan poster yang ditentukan 2 1 Mengumpulkan video terlambat lebih dari 1 minggu dari waktu yang ditentukan Nilai akhir menggunakan rumus sebagai berikut : Skor yang didapat NA = -------------------------------------- x 100 Skor maksimal



MODUL PEMBELAJARA NBIOLOGI DAUR BIOGEOKIMIA Kelas X

PENGENALAN GURU MATA PELAJARAN PENYUSUN MODUL PEMBELAJARAN @sulastrineli 087821359304 Neli Sulastri, S.Pd. Guru Biologi kelas X

DAFTAR ISI Halaman Judul ................................................................................................. 1 2 Pengenalan Guru Penyusun ............................................................................ 3 4 Daftar Isi .......................................................................................................... 1 5 Glosarium......................................................................................................... 6 1. PENDAHULUAN ............................................................................. A. Tema Pembelajaran ....................................................................... 7 B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi 8 ........................................................................................................ 11 C. Tujuan Pembelajaran 11 D. Petunjuk Penggunaan Modul ........................................................ 23 E. Literasi dan Numerasi ................................................................... 2. KEGIATAN PEMBELAJARAN .................................................... A. Uraian Materi ................................................................................ 3. DAFTAR PUSTAKA.........................................................................

Daur GLOSARIUM biogeokimia Perpindahan unsur-unsur kimia melalui makhluk hidup dan lingkungan abiotik (tanah dan air).

1. PENDAHULUAN A. Tema Pembelajaran Daur Biogeokimia Daur Biogeokimia merupakan perpindahan unsur-unsur kimia melalui makhluk hidup dan lingkungan abiotik (tanah dan air). Dalam daur biogeokimia dikenal dua macam daur, diantaranya daur edafik dan daur atmosferik. Daur edafik merupakan daur yang unsur kimia pada daur tersebut tidak pernah membentuk gas di udara. Adapun daur atmosferik adalah daur yang unsur kimia pada daur tersebut mengalami fase berbentuk gas di udara. Daur biogeokimia berfungsi mengatur keseimbangan ekosistem. Artinya keseimbangan ekosistem tergantung pada pengulangan yang terjadi secara berputar pada unsur-unsur kimia tertentu. Unsur-unsur kimia yang dapat mengalami daur biogeokimia meliputi karbon, nitrogen, hidrogen, dan oksigen, serta fosfor. Dalam siklus biogeokimia juga sebagai pertukaran antara komponen biosfer yang hidup dan tidak hidup yang akan di tingkat trofik yang tidak hilang dalam ekosistem.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 3.10. Menganalisis komponen-komponen 3.10.1 menganalisis daur biogeokimia yang ekosistem dan interaksi antar komponen terjadi di dalam ekosistem. tersebut. 3.10.2 menguraikan proses daur biogeokimia di dalam ekosistem. 3.10.3 mengaitkan proses daur biogeokimia dengan keseimbangan ekosistem. 4.10. Menyajikan karya yang menunjukkan 4.10.1 mendesain poster proses daur interaksi antar komponen ekosistem (jaring- biogeokimia. jaring makanan, siklus Biogeokimia). C. Tujuan Pembelajaran. 1. Setelah menyaksikan tayangan video dan berdiskusi secara kelompok peserta didik mampu menganalisis daur biogeokimia yang terjadi di dalam ekosistem dengan tepat. 2. Setelah melakukan kajian literature dan berdiskusi secara berkelompok peserta didik mampu menguraikan proses daur biogeokimia dengan benar. 3. Setelah melakukan kajian literature dan berdiskusi kelompok peserta didik dapat mengaitkan proses daur biogeokimia dengan keseimbangan ekosistem dengan benar. 4. Setelah menyaksikan tayangan video dan bekerja secara kelompok peserta didik mampu mendesain poster proses daur biogeokimia dengan baik. D. Petunjuk Penggunaan Modul 1. Modul ini dapat dipelajari secara mandiri dalam waktu yang disesuaikan dirumah kalian 2. Bacalah seluruh uraian materi pada setiap bagian pembelajaran yang ada dalam modul ini secara utuh agar memiliki pemahaman yang baik tentang materi yang akan dipelajari. Kamu dapat juga mencari sumber sumber materi di tempat lainnya, seperti internet, buku bahasa Indonesia, dan lainnya. 3. Lakukan semua penugasan yang ada pada modul untuk mendapatkan pemahaman mengenai materi modul dengan baik. 4. Dalam pengumpulan penugasan atau soal kamu diperlukan alat penunjang seperti gawai atau komputer yang terhubung internet. Oleh karena itu, mohon selalu menyiapkannya. Namun jika memilki kendala saat pengumpulan tugas kamu dapat menghubungi langsung guru yang bersangkut (identitas guru terdapat pada halaman awal ) 5. Bila ada kesulitan untuk memahami materi modul, kamu dapat meminta bantuan teman, tutor, atau memanfaatkan bertanya saat melakukan pertemuan dengan guru secara virtual sesuai jadwal yang telah ditentukan 6. Selamat membaca dan mempelajari modul

E. Materi Pembelajaran Factual : Gambar-gambar dampak hujan asam, dampak kekurangan nitrogen, dampak kekurangan posfor, dampak kekurang oksigen, dampak kelebihan karbon dioksida. Konseptual : Daur nitrogen, daur sulfur, daur karbon, daur fosfor Procedural : Mekanisme Daur nitrogen, daur sulfur, daur karbon, daur fosfor Metakognitif : Mengaitkan proses daur biogeokimia dengan keseimbangan ekosistem. F. Literasasi dan Numerasi Sebelum kalian mempelajari modul ini, kalian ditugaskan terlebih dahulu untuk membaca artikel berikut ini, hal ini dilakukan sebagai bahan kalian dalam mempelajari materi dan meningkatkan kualitas membaca kalian. Hujan Asam Rusak Patung Tembaga di Bandung Bandung - Kondisi geografis Bandung yang berada di daerah cekungan perparah tingkat polusi. Celakanya hal tersebut memicu potensi terjadinya hujan asam. Parahnya hujan asam, bisa dilihat dari rusaknya patung-patung tembaga di Bandung. Demikian dikatakan oleh Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim Dr Thomas Djamaluddin di ruang kerjanya, lantai 2 kantor Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Jalan Djunjunan No 133, Rabu (22/4/2009) siang. \"Berbeda dengan Jakarta yang sama-sama memiliki tingkat polusi tinggi, geografis Bandung yang berada di daerah cekungan memperparah iklim di Bandung. Cekungan membuat udara tidak mengalir ke luar dan ini membuat potensi hujan asam meningkat,\" paparnya. Menurut Thomas, indikator yang bisa dilihat dari terjadinya hujan asam di Kota Bandung adalah bercak-bercak berwarna kehijauan di patung-patung yang terbuat dari tembaga yang banyak tersebar di Kota Bandung. Salah satunya adalah patung pemain bola di pertigaaan Jalan Tamblong dan Jalan Sumatera. \"Kita bisa melihat di patung-patung tersebut terdapat bercak berwarna kehijauan. Hal itu dikarenakan adanya reaksi kimia yang diakibatkan oleh zat asam,\" terangnya. Menurutnya sejak 1997, Bandung sudah mengalami hujan asam. Namun derajat

keasamannya masih rendah. Tapi pihaknya pernah mencatat pada tahun 2000, terjadi hujan asam dengan tingkat PH 4, padahal ambang batasnya adalah 5,6. \"Dikatakan asam jika PH nya kurang dari 5,6. Sejak 1997, PH-nya sudah di bawah ambang batas 5,6. Bahkan puncaknya pada tahun 2000, PH nya hanya 4. Ini masih yang paling asam,\" ungkap pria berkacamata ini. Thomas juga menegaskan bahwa hujan asam yang tinggi dapat merusak lingkungan dengan cepat. Walaupun belum ada penelitian terhadap dampaknya kepada manusia, namun Thomas meyakini jika kondisi tersebut dibiarkan maka dampak negatif terhadap manusia akan terasa. \"Memang belum ada penelitian tentang dampaknya terhadap manusia secara langsung. Karena kalau kehujanan, kita (manusia - red) langsung mandi, mengguyur tubuhnya dengan air. Ini langsung melunturkan air hujan asam. Sedangkan kalau ke pohon atau bangunan langsung terlihat dampaknya karena langsung terpapar air hujan dan tidak langsung disiram. Jadi kalau ke lingkungan sudah dapat terlihat dampaknya,\" tuturnya. Disinggung mengenai langkah yang harus dilakukan untuk meminimalisir terjadinya hujan asam, Thomas berpesan agar lingkungan lebih diperhatikan dan dijaga lagi. \"Tak ada cara lain selain merawat lingkungan,\" tegasnya. https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-1119788/hujan-asam-rusak-patung-tembaga-di-bandung. Perhatikanlah pertayaan di bawah ini terkait dengan artikel di atas! Setelah membaca artikel diatas, solusi yang tepat untuk menanggulangi kasus hujan asam yang terjadi di Bandung, yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehri-hari yaitu? Jelaskan alasanmu! Alasan: 2. KEGIATAN PEMBELAJARAN

Uraian Materi Daur Biogeokimia Daur Biogeokimia merupakan perpindahan unsur-unsur kimia melalui makhluk hidup dan lingkungan abiotik (tanah dan air). Dalam daur biogeokimia dikenal dua macam daur, diantaranya daur edafik dan daur atmosferik. Daur edafik merupakan daur yang unsur kimia pada daur tersebut tidak pernah membentuk gas di udara. Adapun daur atmosferik adalah daur yang unsur kimia pada daur tersebut mengalami fase berbentuk gas di udara. Daur biogeokimia berfungsi mengatur keseimbangan ekosistem.

Daur Biogeokimia Daur Gas Daur Cair Daur Padat Daur Karbon Daur Air Daur Fosfor Daur Nitrogen Daur Sulfur a. Daur Karbon Unsur karbon terdapat di atmosfer dalam bentuk senyawa karbon anorganik, yaitu karbon dioksida (CO2). Senyawa anorganik CO2, baik di darat maupun di air akan diubah oleh produsen menjadi senyawa karbon organik melalui proses fotosintesis, disertai penyimpanan energi yang berasal dari dari radiasi cahaya matahari. Manfaat Karbon dioksida: sebagai bahan baku fotosintesis. b. Daur Nitrogen

● Nitrogen merupakan unsur yang penting dalam kehidupan, yaitu sebagai komponen penyusun asam nukleat (DNA dan RNA). ● Sumber utama nitrogen adalah N2 di atmosfer. Namun, sebagian besar organisme baik tumbuhan maupun hewan tidak dapat memanfaatkan N2 bebas di udara. ● Tumbuhan menyerap nitrogen dalam bentuk nitrat (NO3-) ● Pengikatan (fiksasi) Pengikat N2 secara biologi dilakukan oleh bakteri dan ganggang hijau-biru. ● Bakteri bebas (non-simbolik) yang dapat mengikat N2 antara lain Azetobacter. ● Bakteri simbiolik yang mampu mengikat N2 antara lain Rhizobium leguminosarum yang bersimbiosis dengan bintil akar tumbuhan polong-polongan c. Daur Air  Daur air berbeda dengan daur biogeokimia lain karena sebagian besar aliran air terjadi bukan melalui proses kimia, melainkan proses fisik. Air mempertahankan bentuknya sebagai H2O, kecuali terjadi perubahan kimia dalam proses fotosintesis.  Sumber air di alam, yaitu lautan, danau, rawa, waduk, dan sungai.  Di dalam tubuh makhluk hidup, air berperan sebagai pelarut, berfungsi mentranspor zat makanan dan zat sisa metabolisme, mengatur tekanan osmotik sel, mengatur suhu tubuh, dan media berbagai reaksi kimia di dalam tubuh. d. Daur Fosfor

● Fosfor di alam berasal dari pelapukan batuan mineral (batuan fosfat) dan penguraian bahan organik (misalnya kotoran ternak atau hewan laut) oleh dekomposer. ● Fosfor diserap oleh tumbuhan dalam bentuk fosfat organik. ● Meskipun jumlah fosfor di alam sangat banyak , tetapi persediaannya untuk tumbuhan sangat terbatas karena sebagian besar terikat secara kimia oleh unsur lain dan sukar larut di dalam air ● Itulah alasan para petani memberikan pupuk fosfat untuk tanaman pertaniannya. Pupuk fosfat dibuat dari bahan baku berupa batu-batun fosfat yang tersedia di alam. ● Fosfor di dalam tubuh makhluk hidup berfungsi untuk menyimpan dan memindahkan energi (dalam bentuk ATP), membentuk asam nukleat , dan membantu proses respirasi maupun asimilasi. e. Daur sulfur ● Belerang terdapat di atmosfer dalam bentuk sulfur dioksida (SO2) yang berasal dari aktivitas vulkanis (misalnya gunung berapi), pembakaran bahan bakar fosil, asap kendaraan bermotor, dan asap pabrik. ● Belerang juga terdapat dalam bentuk hidrogen sulfida (H2S) yang dilepas dari proses pembusukan bahan organik di dalam tanah dan air yang dilakukan oleh bakteri dan jamur pengurai. 4. DAFTAR PUSTAKA

Campbell, Reece and Mitchell, Biology, Erlangga Yusa. Aktif dan kreatif belajar Biologi, Grafindo, Bab 1, hal 5- 32

Kelas X Ekosistem Daur Biogeokim Disusun oleh: Neli Sulastri, S.Pd.

mia

Kompetensi Dasar 3.10. Menganalisis interaksi antar komp 4.10. Menyajikan antar komponen ekos Biogeokimia). Indikator pencapaian kom 3.10.1 menganalisis d ekosistem. 3.10.2 menguraikan pros 3.10.3 mengaitkan pros ekosistem. 4.10.1 mendesain poste

komponen-komponen ekosistem dan ponen tersebut. karya yang menunjukkan interaksi sistem (jaring-jaring makanan, siklus mpetensi. daur biogeokimia yang terjadi di dalam ses daur biogeokimia di dalam ekosistem. ses daur biogeokimia dengan keseimbangan er proses daur biogeokimia.

Tujuan Pem 1. Setelah menyaksikan tay kelompok peserta didik m terjadi di dalam ekosiste 2. Setelah melakukan kajian berkelompok peserta did biogeokimia dengan bena 3. Setelah melakukan kajian peserta didik dapat meng keseimbangan ekosistem 4. Setelah menyaksikan tay peserta didik mampu men dengan baik.

mbelajaran yangan video dan berdiskusi secara mampu menganalisis daur biogeokimia yang em dengan tepat. n literature dan berdiskusi secara dik mampu menguraikan proses daur ar. n literature dan berdiskusi kelompok gaitkan proses daur biogeokimia dengan m dengan benar. yangan video dan bekerja secara kelompok ndesain poster proses daur biogeokimia

1. Pada pertemuan sebe membahas mengenai kom interaksi di dalam ekosis interaksi antara komp biotik?

elumnya kita sudah mponen ekosistem dan stem, apa saja bentuk ponen biotik dengan

Bentuk interak

ksi apakah ini

1. Berikanlah contoh factor biotik dan

h interaksi anatara abiotic!

Contoh interaksi antara f

factor biotik dan abiotik

Perhatikanlah vi https://www.youtube.com/w

ideo berikut ini! watch?v=z7tC9ZwNGFM


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook