Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore Fix Revisi Pembimbing Nurlaela_M._Nawir_KIAN 22 Juli 2023-2

Fix Revisi Pembimbing Nurlaela_M._Nawir_KIAN 22 Juli 2023-2

Published by arypetoto, 2023-08-01 08:39:52

Description: Fix Revisi Pembimbing Nurlaela_M._Nawir_KIAN 22 Juli 2023-2

Search

Read the Text Version

["BAB III LAPORAN KASUS KELOLAAN 3.1 Metodologi Penelitian 3.1.2 Rancangan penelitian Penulis menggunakan metode deskriptif, ada pun samplenya adalah Nn. I sedangkan proses pengumpulan datanya dengan cara wawancara, observasi dan pemeriksaan fisik yang bertujuan untuk membantu dalam penegakan diagnosisi dan perencanaan keperawatan. 3.1.3 Lokasi dan waktu penelitian a. Lokasi Penelitian ini dilakukan diruangan rusunawa RSUD Kabupaten Banggai yang mana ruangan tersebut 1 lokasi dengan RSUD Kabupaten Banggai, rusunawa memiliki bangunan 3 lantai, 30 ruangan tiap ruangan me miliki kamar 1, ruang tamu 1 dan dapur 1. b. Waktu penelitian Dilaksanakan pada tanggal 06-12-2022 selama 1 minggu diruangan rusunawa RSUD Kabupaten Banggai dan memberikan asuhan keperawatan pada Nn. I dengan diagnosa keperawatan waham kebesaran 34","35 3.1.4 Subyek penelitian Klien Nn. I usia 30 tahun jenis kelamin perempuan alamat tempat tinggal kelurahan bungin timur rusnawa RSUD Kabupaten bangga. Saat dilakukan pengkajian diruangan rusunawan didapatkan data dari hasil wawancara Klien mengatakan dirinya cantik seperti bidadari seperti yang ada di film kartun Frozen, dia suka berdandan, klien juga mengatakan sulit tidur, klien pernah dirawat sebelumnya 2 bulan di RSUD Madani Palu. Saat dilakukan pengukuran tanda- tanda vital : TD : 130\/80 Mmhg S : 36,20C N : 80x\/i R : 22x\/i 3.1.5 Variabel dan definisi operasional a. Variable Variable dalam penelitian asuhan keperawatan dimulai dari proses pengkajian keperawatan, penentuan diagnosa keperawatan melakukan perencanaan serta memberikan intervensi yang sudah ditentukan dari hasil pengkajian yang didapatkan, dilaksanakan dalam implementasi keperawatan dan melakukan evaluasi pada klien Nn. I dengan diagnosa keperawatan waham kebesaran selama 3 hari diruangan rusunawa RSUD Kabupaten Banggai.","36 b. Definisi operasional 1. Pengkajian keperawatan menggunakan format keperawatan jiwa yang dimana mencakup data melalui wawancara, pengumpulan Riwayat Kesehatan, pemeriksaan fisik. 2. Penentuan diagnose keperawatan menggunakan buku standar diagnosis keperawatan Indonesia (SDKI) edisi 1 desmber 2017 yang dibuat oleh persatuan perawat persatuan Nasional Indonesia (PPNI). 3. Menentukan intervensi sesuai diagnosa keperawatan yang dialami klien dengan menggunakan buku standar intervensi keperawatan Indonesia (SIKI) edisi 1 maret 2018 yang dibuat oleh persatuan perawat persatuan Nasional Indonesia (PPNI). 4. Untuk kriteia hasil yang ingin dicapai dari pemberian intervensi pada klien menggunakan buku standar luaran keperawatan Indonesia (SLKI) edisi 1 maret 2018 yang dibuat oleh persatuan perawat persatuan Nasional Indonesia (PPNI). 3.1.6 Teknik Pengumpulan data a. Wawancara yaitu dengan melakukan tanya jawab terhadap klien atau keluarga untuk mendapatkan data yang lebih akurat tentang penyakit yang dialami.","37 b. Observasi adalah suatu pengamatan langsung terhadap klien untuk mengetahui tanda dan gejala penyakit yang dialami klien untuk melengkapi data yang telah didapatkan dari hasil wawancara. c. Pemeriksaan fisik adalah suatu Tindakan yang dilakukan oleh tenaga Kesehatan memeriksa klien secara langsung yang bertujuan untuk membantu dalam penegakan diagnosis dam perencanaan keperawatan. 3.1.7 Uji keabsahan data Untuk menguji kebsahan data dan kualitas informasi yang diperoleh dalam melakukan asuhan keperawatan dengan cara peneliti menjadi instrument utama seningga dilakukan dengan cara : a. Memperpanjang waktu pengamatan\/Tindakan b. Sumber infomasi tambahan menggunakan 3 sumber data utama yaitu klien, Perawat, Data rekam medik dan keluarga klien yang berkaitan dengan masalah yang diteliti untuk mendapatkan data yang valid dan akurat. 3.1.8 Analisis data Analisis data dilakukan dengan cara mengemukakan fakta, membandingkan dengan teori yang ada dan dituangkan dalam pembahasan. Membandingkan kesenjangan antara data secara teori dengan pernyataan yang ada.","38 Teknik analisis data dilakukan dengan menarasikan jawaban-jawaban dari penelitian yang diperoleh dari hasil interpretasi wawancara\/pengkajian yang dilakukan untuk menjawab rumusan masalah. Urutan analisis data : a. Pengumpulan data Data dikumpulkan dari hasil wawancara, pemeriksaan fisik dan studi dokumen terhadap status Klien. Hasil ditulis dalam format pengkajian dan lembaran asuhan keperawatan. b. Mereduksi data dengan mengkategorikan data Data hasil wawancara yang terkumpul dalam bentuk catatan keperawatan disusun atau diklasifikasikan. Dikategorikan dalam bentuk data subjektif dan data objektif. Selanjutnya disusun tema yang sesuai dengan cara merumuskan masalah keperawatan dan menentukan etiologi yang sesuai. c. Penyajian data Penyajian data dilakukan dengan tabel dan teks atau diuraikan dengan Teknik format pengkajian, kerahasiaan responden dijamin dengan menuliskan inisial respoden d. Kesimpulan Data disajikan kemudian data dibahas dan dibandingkan dengan konsep asuhan keperawatan secara teori. Penarikan kesimpulan dilakukan dengan metode induksi.","39 3.2 Laporan kasus kelolaan 3.2.1 Pengkajian A. Biodata 1. Identitas Klien Nama : Nn. I Jenis Kelamin : Perempuan Umur : 30 Tahun Tempat&Tanggal Lahir : Luwuk, 30-04-1992 Agama : Kristen Status : Belum Menikah Tanggal Pengkajian : 06-12-2022 No. Rm : 154433 Alamat : Bungin Timur Pendidikan Terakhir : SMP 2. Identitas penanggung jawab Nama : Ny. A Umur : 59 Tahun Agama : Kristen Suku : Saluan Pekerjaan : Pramusaji Di RSUD Kabupaten Banggai Pendidikan : SD Alamat : Jalan Bungin timur Hubungan dengan Klien : Ibu Kandung 3. Riwayat Kesehatan a. Pengkajian Klien Saat di Rumah Klien mengatakan dia suka berdandan, setiap hari kadang tiap 2 jam dia mandi dan bersolek, dia beranggapan","40 kalau dirinya adalah seorang bidadari seperti di film-film kartun (Frozen). Dengan kecantikan yang dimiliki klien berkeinginan menjadi seorang artis terkenal, bisa bekerja dan menghasilkan uang. Klien juga merasa dirinya mempunyai kekuatan seperti kekuatan seorang bidadari. b. Keluhan Pada Saat Pengkajian Saat di lakukan pengkajian pada tanggal 06-12-2022, Klien mengatakan suka berdandan Klien juga mengatakan susah tidur karena mengingat masa lalu nya. Klien menganggap diri nya seorang yang paling cantik seperti bidadari di film-film kartun (Frozen). Dengan kecantikan yang dimiliki klien ingin menjadi seorang artis terkenal,terkadang pasien mengatakan kalau dia memiliki kekuatan sihir seperti yang ada di film kartun. Klien sebelumnya tidak pernah mengalami gangguan jiwa dan Klien mengatakan dia sepert ini karena putus cinta dan ditinggal menikah oleh pacarnya, wajah Klien nampak sedih dan tegang tatapan mata tajam, Klien juga mengatakan sebelum nya dia pernah dirawat di RSUD Madani Palu selama 2 bulan dengan penyakit yang sama. c. Faktor Predisposisi 1) Riwayat pengobatan dan penyakit Klien pernah di rawat di RSUD Madani Palu dengan penyakit yang sama (waham) selama 2 bulan, setelah itu","41 Klien melakukan kontrol dan pengobatan di RSUD Kabupaten Banggai dan pengobatan tersebut berhasil membuat Klien merasa tenang. Klien mengatakan kalau dirumah sering bertengkar dengan keponakannya akan tetapi Klien berprilaku baik dan humoris di sekitar tempat tinggalnya, Klien tidak mengalami penganiayaan fisik, seksual, kekerasan dalam rumah. 2) Riwayat penyakit keluarga Klien tidak memiliki anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa. 3) Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan Klien pernah mengalami stres berat karena ditinggal menikah oleh pacarnya. d. Pemeriksaan Fisik 1) Tanda-tanda Vital : TD : 130\/80 Mmhg S : 36,20C N : 80x\/i R : 22x\/i 2) Keluhan fisik Keadaan umum Klien sedang, kesadaran composmentis, Klien memiliki gangguan fisik, yaitu kondisi Klien cacat (tidak berjalan normal), Klien saat ini menggunakan kursi roda. Klien tidak cacat","42 dari lahir akan tetapi klien pernah jatuh dari ketinggian (lantai 2). Klien pernah mencoba untuk bunuh diri karena ditinggal menikah oleh pacarnya. e. Psikososial 1) Genogram Keterangan : Gambar 3.1 Genogram Penjelasan : Kakek dengan nenek Klien sudah meninggal tetapi bukan karena Kesehatan gangguan jiwa ibu Klien masih hidup dan bapak Klien sudah meninggal dan bukan karena gangguan Kesehatan jiwa,","43 Klien anak ke 3 dari 3 bersauradara. Semua saudara Klien tidak memiliki gangguan Kesehatan jiwa. 2) Konsep Diri a) Gambaran diri Klien memiliki cacat fisik, Klien memakai kursi roda, Klien menyadari bahwa kondisinya tidak seperti orang normal biasanya, klien berusaha menerima kondisinya saat ini, karena menurut klien dari lahir dia tidak cacat. Klien mengalami cidera fisik karena pernah jatuh dari ketinggian (lantai 2) pada waktu itu klien pernah mencoba bunuh diri. b) Identitas diri Klien menyadari dirinya seorang Perempuan berusia 30 tahun dan Klien mengatakan jika dia tidak memiliki gangguan penyakit apapun. c) Peran Klien menyadari perannya sebagai seorang anak. Sehingga dia harus berbakti kepada orang tua. d) Ideal diri Klien ingin membahagiakan keluarga dan tidak membebani orantua nya tentang kondisi fisik yang dialami","44 e) Harga diri Klien sering mengkritik oranglain yang ada di dalam rumah dan Klien tidak bisa melakukan rutinitas seperti orang normal seperti biasanya. 3) Hubungan sosial a) Orang yang berarti : Klien mengatakan orang yang paling berharga adalah keluarga b) Peran serta dalam kegiatan kelompok \/ masyarakat : Klien tidak mengetahui perannya akan tetapi Klien bisa berbaur dengan baik dengan orang sekitar rumah dan perawat c) Hambatan dalam hubungan dengan orang lain : mudah emosi, tidak stabil akan tetapi Ketika berkomunikasi dengan orang sekitar Klien menjalin hubungan dengan baik 4) Spritual a) Nilai dan keyakinan : Klien beragama kristen dan mempercayai adanya tuhan b) Kegiatan ibadah : Klien tidak pernah melakukan ibadah digereja karena kondisi fisiknya, Klien sering ibadah sendiri dirumah dengan datangkan pendeta. f. Status Mental 1) Penampilan Klien berpenampilan bersih dan rapih, Klien mandi 2x sehari dan mengosok gigi 2x sehari","45 2) Pembicaraan Pembicaraan Klien baik dan bisa menjawab pertanyaan dari perawat dengan baik 3) Aktivitas motorik Klien mengalami masalah pada pergerakan aktivitas motorik, aktivitas dirumah sehari-hari menggunakan kursi roda, Klien tidak mampu melakukan aktivitas sehari-harinya dengan normal 3) Alam perasaan Klien memiliki perasaan gembira karena merasa dirinya paling cantik dan kadang juga klien merasa marah, jengkel jika dipermainkan oleh keponakan nya. 4) Afek Labil : Klien memiliki afek labil apabila Klien merasa dibantah atau dikasari Klien akan emosi dan berteriak-teriak dalam rumah. Klien merasa tenang jika keinginannya dituruti dan perkataannya didengar oleh orang dalam rumah 5) Interaksi selama wawancara Klien kooperatif : Klien bisa menjawab semua pertanyaan yang diberikan oleh perawat. Klien mengalami masalah pada pergerakan aktivitas motorik.","46 6) Persepsi Klien kadang mendengar suara bisikan yang kadang mengganggu pikirannya. 7) Arus pikir Blocking : Klien berbicara namun tiba-tiba berhenti, kemudian melanjutkan pembicaraan namun tidak sesuai dengan pembicaraan sebelum blocking terjadi. 8) Isi pikir Obsesi : Klien memiliki obsesi sebagai seorang bidadari yang paling cantik dimuka bumi ini yang mempunyai kekuatan seorang bidadari seperti yang ada pada film kartun. Waham kebesaran : Klien yakin sekali bahwa dirinyalah yang paling cantik dimuka bumi ini dan merasa dirinya adalah bidadari yang mempunya kekuatan seperti yang ada di film kartun. 9) Tingkat kesadaran Pasian tidak apatis dan bisa menjawab semua pertanyaan yang diberikan oleh perawat. 10) Memori Klien mampu mengingat kejadian sebelumnya kejadian 1 bulan lalu, kejadian waktu sekolah, yang mana Klien pernah melakukan percobaan bunuh diri lompat dari lantai 2 dan Klien juga mengingat kejadian pada waktu ditinggal menikah oleh","47 pacarnya. Klien juga mengingat teman bicara saat ini adalah seorang perawat dari mahasiswa ners Poltekkes Palu. 11) Tingkat konsentrasi dan berhitung Klien mampu berhitung dengan menggunakan jari-jari tangan dengan konsentarsi yang baik 12) Kemampuan penilaian Klien mampu memilih dan menilai apa yang dia ingin lakukan terlebih dahulu apabila di berikan dua pilihan aktivitas. 13) Daya tolak diri Mengingkari penyakit yang diderita : Klien tidak menerima jika dia mengalami gangguan jiwa, dan cenderung mengatakan jika dia normal seperti manusia pada umumnya. g. Mekanisme Koping Tabel 3.1 Mekanisme Koping Adaptif Ya Tidak Bicara dengan orang lain \uf0d6 Mampu menyelesaikan masalah \uf0d6 Teknik relaksasi \uf0d6 Aktivitas konstruktif Olahraga \uf0d6 \uf0d6 Maladaptif Minum alkohol \uf0d6 Reaksi lambat\/berlebihan \uf0d6 Bekerja berlebihan Menghindari \uf0d6 Mencederai diri \uf0d6 \uf0d6","48 h. Masalah Psikososial dan Lingkungan Tabel 3.2 Masalah Psikososial dan Lingkungan Masalah Ya Tidak Masalah dengan dukungan kelompok \uf0d6 Masalah yang berhubungan dengan lingkungan \uf0d6 Masalah dengan Pendidikan \uf0d6 Masalah dengan pekerjaan \uf0d6 Masalah dengan perumahan \uf0d6 Masalah dengan ekonomi \uf0d6 Masalah dengan pelayanan kesehatan \uf0d6 i. Pengobatan Divalproex sodium 500 mg 2x1 Diazepam 2x1 5 mg Arkine 2 mg 1x1 Haloperidol 5 mg 2x1 j. Data Klien 1) Klien mengatakan dia suka berdandan 2) Klien mengatakan dirinya adalah bidadari seperti film kartun 3) Klien mengatakan dirinya paling cantik seperti bidadari yang punya kekuatan seperti di film kartun 4) Klien mengatakan ingin menjadi seorang artis terkenal 5) Klien mengatakan dia pernah putus cinta 6) Klien mengatakan sadar akan kondisi fisiknya saat ini 7) Klien Nampak bingung dan banyak bicara dan hiperaktif 8) Pola tidur terganggu 9) Tidak mampu mengambil keputusan","49 10) Wajah Klien Nampak tegang 11) Tatapan mata tajam 12) Klien pernah di rawar RSUD Madani Palu dengan gangguan Kesehatan jiwa waham 13) Klien merasa senang dengan kecantikan yang dimiliki 14) Klien tidak mampu mengendalikan emosi pada saat berbicara dengan orang lain 15) Klien koorperatif Ketika diajak berbicara 16) Klien memiliki obsesi terhadap sosok seorang bidadari 17) Tingkat kesadaran Klien tidak apatis 18) Klien mampu mengingat kejadian sebelumnya 19) Klien menginkari penyakit yang diderita 20) Klien mengatakan sering bertengkar dengan keponakan nya 3.2.2 Diagnosa Keperawatan 1. Pohon Masalah Effect Resiko Perilaku Kekerasan Corp Problem Gangguan Proses Pikir : Waham Causa Harga Diri Rendah Mekanisme Koping Efektif Gambar 3.2 Pohon Masalah","50 2. Analisa Data Tabel 3.3 Analisa Data Pada Nn.I tanggal 06-12-2022 No Data Masalah Waham 1 Ds : Kebesaran 1. Klien mengatakan dia suka berdandan 2. Klien mengatakan dirinya adalah bidadari Resiko perilaku seperti film kartun kekerasan 3. Klien mengatakan dirinya paling cantik seperti bidadari yang punya kekuatan seperti di film kartun 4. Klien mengatakan dia pernah putus cinta 5. Klien mengatakan ingin menjadi seorang artis terkenal Do : 1. Klien Nampak bingung dan banyak bicara dan hiperaktif 2. Pola tidur terganggu 3. Tidak mampu mengambil keputusan 4. Wajah Klien Nampak tegang 5. Tatapan mata tajam 6. Klien pernah di rawat RSUD Madani Palu dengan gangguan Kesehatan jiwa waham 7. Klien merasa senang dengan kecantikan yang dimiliki 8. Klien memiliki obsesi terhadap sosok seorang bidadari 2 Ds : 1. Klien mengatakan sering bertengkar dengan keponakan nya","51 Do : Harga diri 1. Tatapan mata tajam rendah 2. Wajah Klien napak tegang 3. Klien tidak mampu mengendalikan emosi pada saat berbicara dengan orang lain 3 Ds : 1. Klien mengatakan sadar akan kondisi fisiknya saat ini Do ; 1. Tingkta konsentrasi mudah di alihkan 2. Klien mengingkari penyakit yang diderita 3. Klien tidak mampu mengambil keputusan 3. Diagnosa Keperawatan Berdasarkan Prioritas : a. Gangguan Proses Pikir : Waham b. Resiko perilaku kekerasan c. Harga diri rendah 2.2.3 Perencanaan Keperawatan Tabel 3.4 Strategi Pelaksanaan Pada Nn.I Tanggal 06-12-2022 Diagnosa Tujuan dan Kriteria Intervensi Keperawatan Waham Kebesaran Setelah dilakukan tindakan SP1 keperawatan 3x24 jam 1. Membina hubungan Ds : diharapkan Klien dapat 1. Klien mengatakan mengontrol wahamnya. saling percaya antara dia suka berdandan Kriteria hasil : perawat dan Klien. 2. Klien mengatakan 2. Membantu orientasi dirinya adalah 1. Klien dapat membina realita bidadari seperti film hubungan saling 3. Mendiskusikan kartun percaya dengan perawat kebutuhan yang tidak terpenuhi","52 3. Klien mengatakan 2. Klien mau 4. Membantu Klien dirinya paling cantik menceritakan ide-ide memenuhi dan perasaan yang kebutuhannya 4. Klien mengatakan muncul secara berulang dia pernah putus dalam pikirannya. 5. Menganjurkan Klien cinta memasukkan dalam 3. Klien dapat jadwal kegiatan harian 5. Klien mengatakan mengidentifikasi tressor ingin menjadi atau pencetur waham. SP2 seorang artis 1. Mengevaluasi jadwal terkenal 4. Klien dapat mengidentifikasi kegiatan harian Klien Do : wahamnya. 2. Berdiskusi tentang 1. Klien Nampak bingung dan banyak 5. Klien dapat kemampuan yang bicara dan hiperaktif mengidentifikasi dimiliki 2. Pola tidur terganggu konsikuensi wahamnya. 3. Melatih kemampuan 3. Tidak mampu yang dimiliki mengambil 6. Klien dapat melakukan keputusan teknik distraksi sebagai SP3 4. Wajah Klien cara menghentikan 1. Mengevaluasi jadwal Nampak tegang pikiran yang berpusat 5. Tatapan mata tajam pada wahamnya. kegiatan harian Klien 6. Klien pernah di 2. Memberikan rawat RSUD Madani 7. Klien mendapat Palu dengan dukungan keluarga pendidikan kesehatan gangguan Kesehatan tentang penggunaan jiwa waham 8. Klien mampu obat secara teratur 7. Klien merasa senang menggunakan obat 3. Menganjurkan Klien dengan kecantikan secara tepat dan teratur. memasukkan dalam yang dimiliki jadwal kegiatan harian. 8. Klien memiliki obsesi terhadap","53 sosok seorang bidadari","3.2.4 Implementasi dan Evaluasi Keperawatan Tabel 3.5 Implementasi dan Evaluasi Keperawatan Pada N NO. HARI\/WAKTU STR DIAGNOSA Waham Selasa, 06-12- Sp 1 Klien Kebesaran 2022 Membina D.0105 Jam 10.00 WITA orientasi realita terpenuhi, mem dan melakukan harian. A. Strategi pe 1. Fase prai a. Peraw diri s b. Peraw keter c. Peraw dan j d. Peraw e. Peraw 2. Orientas a. Salam \u201c sel peraw","54 Nn.I dirusunawa di RSUD Kabupaten Banggai Pada Tanggal 06-12-2022 RATEGI PELAKSANAAN EVALUASI hubungan saling percaya, membantu Tgl : 06 desember 2022 a, mendiskusikan kebutuhan yang tidak Jam 15.00 WITA mbantu klien memenuhi kebutuhannya S: n pencatatan dalam jadwal kegiatan 1. Klien mengatakan bahwa elaksanaan dirinya seorang bidadari seperti interaksi film kartun (Frozen) wat mengkaji perasaan dan persiapan sebelum melakukan kegiatan SP1 2. Klien mengatakan sering wat menganalisis kekuatan dan bertengkar dengan keponakan rbatasan profesionalisme diri sendiri nya wat mempersiapkan alat yaitu alat tulis jam tangan 3. Klien mengatakan sadar akan wat mempersiapkan tempat pertemuan bentuk tubuh dan kondisi wat mencuci tangan fisiknya saat ini si m terapeutik 4. Klien mengatakan kebutuhan lamat pagi bu, perkenalkan nama saya yang di inginkan adalah suka wat Ella, saya mahasiswa keperawatan berdandan 5. Klien mengatakan setuju untuk di masukkan kedalam jadwal harian","ners dari kalau \u201csena menj dan m seny \u201c Ba \u201cibu Bang Apa \u201cbag binca Ibu m bu? L \u201c unt sekit kita a baga 3. Fase ker \u201capa ya \u201cIbu I, s orang o mulai d dengan","55 poltekkes palu yang dinas diruangan ini O: jam 08.00 \u201314.00 WITA siang nanti, 1. Klien koperatif saat di ajak u boleh tau nama ibu siapa?\u201d bicara angnya dipanggil siapa bu?\u201d ( perawat 2. Ekspresi wajah klien sangat tegang julurkan tangan untuk menjabat tangan 3. Klien tidak mampu mengendalikan emosi pada saat menatap wajah klien dengan berbicara dengan orang lain 4. Tatapan mata tajam yuman). 5. Klien nampak menuliskan agaimana kabarnya hari ini?\u201d kebutuhan yang diinginkan tadi pagi sudah makan? A: 1. Klien komperatif dan mampu gun jam berapa tadi bu? menceritakan permasalahan yang dihadapi dengan baik saja kegiatan ibu hari ini? 2. Waham belum teratasi gaimana jika hari ini kita berbincang \u0335 ang mengenai perasaan ibu, boleh ibu?\u201d Sp 1 tercapai P: maunya dimana? Disini saja bagaimana Lebih aman dan tenang\u201d 1. Evaluasi validasi SP 1 waham tuk waktunya sebentar saja ya bu, Lanjutkan SP 2 waham tar 15 menit saja. Sekarang jam 09.00, akan berbincang sampai 09.15. aimana bu, apakah ibu bersedia? \u201c rja ang ibu rasakan saat ini?\u2019 saya ingin tahu pengalaman Ibu dengan orang yang dekat dengan Ibu I. Kita dari orang tua, bagus\u2026..Bagaimana lingkungan?\u201d","\u201cSebelu mengala takut, ce itu bu?? \u201cSaya m seorang tapi suli Saya m Kalau s harus ti tinggaln \u201cJadi se butuhka Ooh ibu tulis keb lakukan ibu ingi kedalam menger dibantu dikerjak 4. Termina \u201cBagaim berbinca karena I","56 um berada di sini, apakah Ibu pernah ami kejadian yang menimbulkan rasa emas, dan traumatik. Kejadian apa saja ?\u201d mengerti Ibu I merasa bahwa Ibu adalah g bidadari seperti film kartun (Frozen), it bagi saya untuk mempercayainya. mengerti dengan yang ibu rasakan. Ooh seorang bidadari sangat cantik, kenapa inggil disini? Kalau bidadari itu nya di istana, iyakan? ebenarnya apa yang sedang ibu an untuk kehidupan sehari-hari ibu? u ingin bersih bersih. Coba sekarang ibu butuhan apa saja yang ingin ibu n? Wah bagus sekali kebutuhan yang inkan. Kalau begitu kita masukkan m jadwal harian ya bu. Kalau ibu rjakannya sendiri beri tanda M, kalau u suster beri tanda B, kalau tidak kan beri tanda T. asi mana perasaan Ibu sekarang setelah kita ang-bincang? Saya sangat senang Ibu sudah bisa mengungkapkan","perasaan dengan \u201dSekara pengala pengala Ibu I? \u201cIbu I, s coba dil kita bua \u201dSekian tadi kita selama kita ber \u201dKira-k lama?\u201d \u201cKalau menatap untuk b \u201cSekitar \u201dIbu I in Bagaim sekaran besok Ib 10.00)","57 n dengan baik dan mau berteman saya.\u201d ang coba sebutkan pada saya, aman yang menyenangkan Ibu I, aman tidak menyenangkan, dan hobby setelah kita berbincangbincang ini nanti lakukan ya jadwal kegiatan yang sudah at bersama tadi, bagaimana? n dulu ya Bu, seperti janji kita diawal a hanya akan berbincang-bincang 15 menit. Bagaimana jika besok pagi rbincang-bincang lagi?\u201d kira jam berapa ya? Ibu ingin berapa jam 10.00 bagaimana bu? (klien p perawat dengan senyuman dan setuju bertemu di esok hari) \u201coh, iya..\u201d r 15 Menit bisa kan bu? ngin berbincang-bincang dimana? mana kalau disini saja? Baik ibu, ng ibu bisa beristirahat, Sampai bertemu bu.\u201d (tanggal 07 desember 2022, jam","3.2.5 Catatan Perkembangan Tabel 3.7 Catatan Perkembangan hari pertama Pada Nn.I dirus NO. DIAGNOSA HARI\/WAKTU SP 2 Waham Kebesaran Rabu, 07-12-2022 Mengevalu Jam 11.00 WITA dimiliki, d A. Strateg 1. Fase pra a. Perawat b. Perawat c. Perawat d. Perawat e. Perawat 2. Orientas a. Salam te \u201cselamat p Bagaiman Semalam b \u201ckemarin k \u201cbagus sek \u201cmelanjutk akan menc","58 sunawa di RSUD Kabupaten Banggai Pada Tanggal 07-12-2022 EVALUASI uasi jadwal kegiatan harian Klien, berdiskusi tentang kemampuan yang dan melatih kemampuan yang dimilki. gi Pelaksanaan ainteraksi t mengkaji perasaan dan persiapan diri sebelum melakukan kegiatan SP 2 t menganalisis kekuatan dan keterbatasan profesionalisme diri sendiri t mempersiapan alat yaitu alat tulis dan jam tangan t mempersiapkan tempat pertemuan t mencuci tangan si erapeutik pagi ibu?\u201d \u201dapa kabar? na keadaan hari ini? bisa tidur tidak? Tadi makan pagi dengan lauk dan sayur apa ?\u201d kita sudah berkenalan, masih ingat kan nama saya? Belum lupa kan ?\u201d kali ibu mampu mengingat nama saya.\u201d kan pertemuan kita kemarin dan sesuai dengan kesempatan kita, hari ini kita coba berdiskusi tentang kemampuan yang dimilki dan melatih kemampuan","yang dimil \u201dbagaiman Berapa lam 3. Fase ker \u201cApa saja \u201cWah.., ru lho \u201d \u201cBisa Ibu mengajark \u201cBisa Ibu \u201cWah..can \u201cCoba kita I mau berd \u201cApa yang \u201cAda tidak \u201dBagaiman Ibu???.Ba 4. Fase ter \u201cBagaiman kegiatan h \u201cCoba ibu \u201cSaya hara kegiatan h \u201cBagaiman","59 lki ibu. Apakah ibu sudah menginat apa saja hobi ibu tau kegemaran ibu? na kalau kita bicarakan hobi tersebut sekarang? ma ibu mau berbincangbincang? Bagaimana kalau 20 menit saja? rja hobby Ibu? Saya catat ya, terus apa lagi?\u201d upanya Ibu pandai berdandan, tidak semua orang bisa berdandan. seperti itu ceritakan kepada saya kapan pertama kali belajar berdandan, siapa yang dulu kannya kepada Ibu, dimana?\u201d peragakan kepada saya bagaimana berdandan yang baik itu?\u201d ntik sekali\u201d a buat jadwal untuk kemampuan Ibu I ini ya, berapa kali sehari\/seminggu Ibu dandan?\u201d g Ibu harapkan dari kemampuan berdandan ini?\u201d k hobi atau kemampuan Ibu I yang lain selain berdandan?\u201d na kalau Ibu I memasukkan hobby Ibu I ke dalam jadwal kegiatan harian agus!\u201d rminasi na perasaan ibu setelah berbincang \u2013 bincang dengan saya dan menyusun harian ibu?\u201d u sebutkan lagi kemampuan apa saja yang ibu bisa lakukan. ap ibu melakukan kemampuan tadi ya dan memasukkan kedalam jadwal harian ya bu\u201d. na kalau besok kita bertemu lagi dan berbincang \u2013 bincang lagi?\u201d","\u201cBagaiman menit, apa kalau di te Tabel 3.8 Evaluasi Catatan Perkembangan hari pertama Pada N NO. DIAGNOSA HARI\/WAKTU S: Waham Kebesaran Kamis, 08-12-2022 1. Klien m Jam 13.00 WITA 2. Klien m 3. Klien m 4. Klien m O: 1. Klien ko 2. Klien tid 3. Tatapan 4. Klien na A : SP 2 te 1. Klien ko 2. Klien da P : Lanjutk 1. Evaluas 2. Lanjutk","60 na kalau kita berbincang-bincang kembali besok jam 13.00 WITA selama 15 akah ibu setuju?\u201d \u201c Mau dimana besok kita berbincang \u2013bincang, bagaimana empat ini lagi? Baiklah sampai bertemu lagi. Selamat istirahat ibu\u201d Nn.I dirusunawa di RSUD Kabupaten Banggai Pada Tanggal 08-12-2022 EVALUASI mengatakan hobinya adalah berdandan mengatakan pertama kali belajar berdandan adalah pada saat SMP mengatakan belajar berdandan sendiri mengatakan setuju untuk di masukkan kedalam jadwal harian operatif saat di tanya dak mampu mengendalikan emosi pada saat berbicara dengan orang lain n mata tajam ampak berdandan ercapai dengan kriteria ooperatif apat mengungkapkan kemampuan positif yang dimiliki kan intervensi si validasi SP 1 dan SP 2 waham kan SP 3 waham","Tabel 3.9 Evaluasi Catatan Perkembangan hari kedua Pada Nn NO. DIAGNOSA HARI\/WAKTU SP 3 Waham Kebesaran Jum\u2019at, 09-12-2022 Mengevalu dan melati Jam 09.00 WITA memberik menganjur A. Strateg 1. Fase pra a. Perawat b. Perawat c. Perawat d. Perawat e. Perawat 2. Orientas a. Salam te \u201cSelamat p \u201cBagaiman \u201cSesuai de tentang ob \u201cKita berb 3. Fase ker","61 n.I dirusunawa di RSUD Kabupaten Banggai Pada Tanggal 09-12-2022 EVALUASI uasi jadwal kegiatan harian, berdiskusi tentang kemampuan yang dimiliki, ih kemampuan yang dimiliki. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien, kan pendidikan kesehatan tentang penggunaan obat secara teratur, rkan klien memasukan dalam jadwal kegiatan harian. gi Pelaksanaan ainteraksi t mengkaji perasaan dan persiapan diri sebelum melakukan sp3 t menganalisis kekuatan dan keterbatasan profesionalisme diri sendiri t mempersiapan alat yaitu alat tulis dan jam tangan t mempersiapkan tempat pertemuan t mencuci tangan si erapeutik pagi ibu\u2026\u201d na ibu sudah coba kemampuan kemarin? Bagus sekali\u201d engan janji kita kemarin, bagaimana kalau sekarang kita membicarakan bat yang ibu minum?\u201d bincang-bincang kurang lebih 10 menit yah bu. Bagaimana kalau disini saja?\u201d rja","\u201cBaiklah s berdandan dengan ke \u201c Baiklah ingin tahu sekarang s sodium 50 bisa juga d minum dim lonjong. D Gunanya s putih dan b cukup 1 ta sedangkan bentuk oba Bagaiman \u201cCoba sek obat dan k obat sesua waktu pem \u201cJika ibu i ibu dapat m dapat meru","62 sebelumnya saya ingin tahu kemampuan lain yang ibu miliki apa selain n? Oh ibu bisa mencuci baju?\u201d\u201cBagus sekali bu\u201d apa yang ibu harapkan emampuan yang ibu miliki ini?\u201d bu sekarang kita belajar tentang obat yang ibu minum ya, sebelumnya saya dulu obat apa yang sering ibu minum, warna dan bentuknya Iya betul, saya akan menjelaskan tentang obat yang bisa ibu minum, yaitu Divalproex 00 mg 2x1 dan bentuknya tablet, yang dimana manfaat obatnya untuk kejang digunakan untuk migran. Diminum 2x kali sehari cukup 1 tablet sekali minum pagi dan malam hari. Arkine 2 mg warna putih dan bentuknya Diminum 1 kali sehari cukup 1 tablet sekali minum diminum malam hari. sebagai obat agar rileks dan tidak kaku. Sedangkan Diazepam 5 mg warna bentuknya tablet bulat kecil berwarna putih. Diminum 2 kali dalam sehari ablet diminum pagi dan malam hari. Gunanya untuk gejala kecemasan n Haloperidol 5 mg diminum 2x dalam sehari diminum pagi dan malam hari atnya tablet yang manfaatnya untuk meredakan sikosis atau Skyzofrenia. na bu apakah ibu sudah mengerti?.\u201d karang ulangi penjelasan saya tadi mulai dari nama obat, warna obat, bentuk kegunaan obat tersebut?\u201d \u201cSekarang saya akan memberi tahu penggunaan ai aturan yaitu 5 prinsip benar pemberian obat (benar Klien, benar obat, benar mberian, benar cara pemberian, dan benar dosis pemberian).\u201d ingin minum obat ibu harus tahu kelima aturan yang tadi saya sebutkan agar menggunakan obat dengan benar dan tidak kelebihan dosis yang akhirnya usak tubuh ibu.\u201d","\u201cJika ibu m mengerti?\u201d \u201cCoba ibu sudah bena harian ibu? \u201cBagaiman dokter?\u201d \u201cApa ibu s minum ob 4. Fase ter \u201cbaiklah b pengunaan \u201cCoba ibu warna oba aturan dala \u201cSaya hara dapat cepa ibu boleh i","63 memakai obat sesuai anjuran maka ibu akan aman. Bagaimana ibu apakah ibu \u201d u sebutkan Kembali lima aturan cara minum obat yang benar! Bagus, ibu ar. Kalau begitu bagaimana kalau minum obat dimasukan kedalam jadwal ?\u201d na kalau kita buat sesuai jam pemberian obat yang telah ditentukan oleh setuju?\u201d Baiklah kalau begitu sekarang kita sudah sepakat ya ibu, nanti ibu bat sesuai jadwal yang telah di tentukan.\u201d rminasi bagaimana perasaan ibu setelah kita berbincang- bincang mengenai n obat secara teratur.\u201d u sebutkan lagi obat apa saja yang biasa ibu minum di mulai dari nama obat, at, bentuk obat, dan kegunaan obat!\u201d Bagus, sekarang ibu sebutkan lima am minum obat? Iya benar, ternyata ibu sudah mengerti sekarang\u201d. ap ibu dapat meminum obat sesuai jadwal yang telah di tetapkan agar ibu at sembuh. Kalau begitu sampai di sini dulu perbincangan kita ya bu sekarang istirahat. Saya permisi ya bu.\u201d","Tabel 3.10 Evaluasi Catatan Perkembangan hari ketiga Pada Nn. 2022 NO. DIAGNOSA HARI\/WAKTU S: Waham Kebesaran Sabtu, 10-12-2022 1. Klien meng Jam 10.00 WITA 2. Klien meng 3. Klien meng 4. Klien mam yang diminum 5. Klien meng 6. Klien meng 7. Klien meng O: 1. Klien kope 2. Klien menj 3. Kontak ma 4. Klien namp dan warna ob 5. Klien namp A : SP 3 terca 1. Klien koop 2. Klien dapa cara minum o","64 .I dirusunawa di RSUD Kabupaten Banggai Pada Tanggal 10-12- EVALUASI gatakan mau berbincang bincang gatakan kemampuan lain yang dimiliki adalah mencuci baju gatakan mengerti dengan penjelasan perawat mpu mengulangi penjelasan perawat tentang jenis obat dan kegunaan obat m gatakan setuju kalau minum obat dimasukan kedalam jadwal harian gatakan setuju bahwa jam pemberian obat sesuai ketentuan dokter gatakan senang setelah berbincang \u2013 bincang dengan perawat eratif saat di tanya jawab pertanyaan berbelit belit tetapi sampai tujuan. ata baik saat berbincang bincang pak mampu membedakan jenis obat yang diminum, jadwal minum obat bat pak mampu mempraktekan cara minum obat dengan benar apai dengan kriteria peratif at menyebutkan kemampuan lain yang dimiliki dan mampu mempraktekan obat dengan benar","P : Lanjutkan Evaluasi valid","65 n intervensi dasi SP 2 dan SP 3","BAB IV ANALISIS Setelah memberikan asuhan keperawatan kepada Nn.I dengan waham kebesaran menggunakan pendekatan teori keperawatan Hildegard E. Peplau di RSUD Kabupaten Banggai, penulis menemukan persamaan dan perbedaan antara konsep teoritis dan temuan di lapangan. Penulis mencari solusi yang sesuai dengan langkah-langkah asuhan keperawatan yang telah ditemukan, termasuk mengadaptasi pendekatan Peplau dengan mempertimbangkan ketersediaan sumber daya dan melibatkan tim perawatan serta keluarga pasien. Dalam pembahasan lebih lanjut, penulis mengeksplorasi hasil yang dicapai dan upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan asuhan keperawatan berdasarkan temuan di lapangan dan konsep teoritis Peplau. 4.1 Analisis Masalah Keperawatan Utama Dengan Konsep Kasus Terkait Analisis masalah keperawatan pada kasus ini dapat dilihat dari proses pengkajian keperawatan hingga penentuan diagnosa keperawatan, Pengkajian merupakan tahap awal dari proses keperawatan dan merupakan suatu proses pengumpulan data yang sistematis dari berbagai sumber untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi status kesehatan klien. Tahap pengkajian merupakan dasar utama dalam memberikan asuhan keperawatan sesuai dengan kebutuhan individu (klien). Pengkajian keperawatan dapat dimulai dengan melakukan pengumpulan data-data klien yang didapatkan dari berbagai sumber data dan teknik pengumpulan data yang berfungsi untuk mengenali dan mengidentifikasi kebutuhan dan permasalahan kesehatan yang dialami klien dan kemudian dituliskan dalam dokumentasi keperawatan (Sihaloho, 2019). Pengkajian pengumpulan data dilakukan menggunakan format pengkajian keperawatan yang telah ditetapkan. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan pasien, melalui observasi dan dari pendokumentasian keperawatan di ruangan. pelayanan kesehatan yang 66","67 berkesinambungan dan komprehensif yang diberikan kepada individu dan keluarga di tempat tinggal mereka. Tahapan mekanisme pelayanan Home care adalah : a. Proses penerimaan kasus 1) Home care menerima pasien dari rumah sakit, sarana lain, keluarga. 2) Pimpinan Home care menunjuk manajer kasus untuk mengelola kasus. 3) Manajer kasus membuat surat perjanjian dan proses pengelolaan kasus. Penulis menggunakan format pengkajian sesuai format yang telah ada selama proses pengkajian yaitu nama pasien : Nn.I, umur 30 tahun, Jenis Kelamin: Perempuan, Agama: Kristen, Pendidikan: SMP, Suku\/Bangsa: Saluan\/Indonesia, Alamat: Jalan Bungin timur. Diagnosis Keperawatan merupakan keputusan klinik tentang respon individu, keluarga dan masyarakat tentang masalah kesehatan aktual atau potensial, dimana berdasarkan pendidikan dan pengalamannya, perawat secara akuntabilitas dapat mengidentifikasi dan memberikan intervensi secara pasti untuk menjaga, menurunkan, membatasi, mencegah danmerubah status kesehatan klien (Sianipar, 2020). Penulis mengangkat diagnosa keperawatan yaitu Waham Kebesaran pada Nn.I sebagai prioritas utama yang didukung dengan data subjektif pasien mengatakan dia seperti bidadari didalam tokoh film kartun (Frozen). Pasien memiliki obsesi karena menganggap dirinya seorang bidadari dan Wanita yang paling cantik dimuka bumi ini yang mempunyai kekuatan seperti bidadari yang ada di film kartun. Wajah pasien tampak tegang dan tatapan mata tajam. Tindakan keperawatan diagnosa yang pertama yaitu Waham Kebesaran yang pertama dilakukan Sp 1 dengan Membina hubungan saling percaya antara perawat dan pasien, membantu orientasi realita, mendiskusikan kebutuhan yang tidak terpenuhi, membantu pasien memenuhi kebutuhannya, menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian. Sp 2 dengan Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien, berdiskusi tentang kemampuan yang dimiliki, melatih kemampuan yang dimiliki. Sp 3 Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien, memberikan 67","68 pendidikan kesehatan tentang penggunaan obat secara teratur, menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian. 4.2 Analisis Intervensi Utama Dihubungkan Dengan Konsep Teori Dan Penelitian\/Jurnal Terkait Proses asuhan keperawatan selanjutnya yaitu evaluasi keperawatan evaluasi merupakan penilaian dengan cara membandingkan perubahan keadaan pasien (hasil yang diamati) dengan tujuan yang dibuat pada tahap perencanaan. Evaluasi pada pasien dilakukan selama 3 hari, evaluasi pada hari pertama yaitu hari Selasa tanggal 06 desember 2020, jam 15.00 WITA didapatkan data subjektif yaitu pasien mengatakan bahwa dirinya adalah seorang bidadari seperti yang ada di film kartun, pasien mengatakan sering bertengkar dengan keponakan nya, klien juga mengatakan klien mengatakan tidak menyukai bentuk tubuh nya dan kondisi fisik saat ini, klien mengatakan saat ini di ingin hanya suka berdandan, klien mengatakan setuju untuk dimasukan kedalam jadwal harian. Objektif didapatkan, pasien kooperatif saat di ajak bicara, ekpresi wajah klien sangat tegang, klien tidak mampu mengendalikan emosi pada saat berbicara dengan oranglain, tatapan mata tajam, nampak menuliskan kebutuhan yang di inginkan. Evaluasi kedua dilakukan pada hari kamis tanggal 08 desember 2022, jam 13.00 WITA evaluasi untuk diagnosa utama. Data subjektif yaitu pasien mengatakan hobinya adalah berdandan, klien pertama kali berdandan adalah pada saat SMP, klien mengatakan belajar berdandan sendiri, klien setuju untuk dimasukan ke dalamn jadwal harian. Data Objektif klien kooperatif saat ditanya, klien tidak mampu mengedalikan emosi saat berbicara dengan oranglain, tatapan mata tajam, klien nampak sedang berdandan. Evaluasi ketiga dilakukan pada hari sabtu tanggal 10 desember jam 10.00 WITA evaluasi untuk diagnosa utama, didapatkan data subjektif klien mengatakan mau berbincang-bincang, klien mengatakan kemampuan lain nya adalah mencuci baju, klien mengatakan mengerti dengan penjelasan perawat, klien mampu mengulangi penjelasan perawat tentang jenis obat 68","69 dan kegunaan obat yang diminum, klien mengatakan setuju kalau minum obat dimasukan kedalam jadwal harian, klien mengatakan setuju bahwa jam pemberian obat sesuai ketentuan dokter, klien mengatakan senang setelah berbincang-bincang dengan perawat. data objektif yaitu klien kooperatif saat ditanya, klien menjawab pertanyaan berbelit-belit tapi sampai ke tujuan, kontak mata baik saat berbincang-bincang, klien nampak mampu membedakan jenis obat yang diminum, jadwal minum obat dan warna obat, klien nampak mampu mempraktekan cara minum obat dengan benar. Penulis berasumsi, seseorang yang mempunyai masalah kesehatan aktual seperti waham kebesaran yang dapat menyebabkan pasien tidak dapat berpikir, berperilaku dan berbicara dengan baik. Peplau (1952\/1991) berteori bahwa fase kerja hubungan interpersonal antara pasien dan perawat sangat penting untuk pasien mendapatkan perawatan kesehatan (Apriany, Aban, and Bola 2020). 4.3 Alternatif Pemecahan Yang Dapat Dilakukan Intervensi utama yang sudah dilakukan dianalisis bagaimana respon pasien dan alternative intervensi apa yang perlu dilakukan pada kondisi pasien tersebut : 1. Membina hubungan saling percaya antara perawat dan Klien Pembinaan hubungan saling percaya antara perawat dan klien merupakan langkah penting dalam memberikan perawatan yang efektif. Pasien mungkin akan merasa lebih nyaman, aman, dan terbuka untuk berkomunikasi tentang masalah kesehatannya jika hubungan ini terjalin baik. 2. Membantu orientasi realita Membantu pasien dalam menghadapi kenyataan dan membedakan antara dunia dalam pikiran mereka dengan kenyataan di sekitar mereka adalah langkah penting dalam merawat pasien dengan gangguan kognitif atau masalah realita. 69","70 3. Mendiskusikan kebutuhan yang tidak terpenuhi Diskusi mengenai kebutuhan yang tidak terpenuhi dapat memberikan kesempatan bagi pasien untuk menyampaikan apa yang mereka rasakan dan diperlukan. 4. Membantu Klien memenuhi kebutuhannya Bantuan dalam memenuhi kebutuhan pasien adalah bagian penting dari perawatan. Respon pasien terhadap intervensi ini akan sangat bervariasi tergantung pada jenis kebutuhan yang dimaksud. 5. Menganjurkan Klien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian Mengajukan pasien untuk memasukkan aktivitas dalam jadwal kegiatan harian dapat membantu meningkatkan struktur dan rutinitas dalam hidup mereka, yang dapat memiliki dampak positif pada kesejahteraan mereka. Keseluruhan proses asuhan keperawatan yang telah dilakukan dan melihat peran perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan dengan memperhatikan hubungan antara perawat dengan pasien yakni dengan melakukan pendekatan komunikasi secara interpersonal kepada Nn.I untuk mengatasi masalah wahamnya dengan harapan pasien dapat sembuh. Penulis berasumsi, alternatif pememcahan masalah untuk membantu pasien dalam mengatasi masalah wahamnya yaitu perawat melakukan pendekatan secara interpesonal kepada pasien dengan menggunakn komunikasi terapeutik agar terciptanya hubungan saling percaya antara perawat dengan pasien dan melatih keluarga cara merawat pasien dengan waham, yakni : Tindakan Keperawatan Untuk Pasien : 1. Membantu orientasi realita 2. Mendiskusikan kebutuhan yang tidak terpenuhi 3. Membantu pasien memenuhi kebutuhannya 4. Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian 5. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien 6. Berdiskusi tentang kemampuan yang dimiliki 70","71 7. Melatih kemampuan yang dimiliki 8. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien 9. Memberikan pendidikan kesehatan tentang penggunaan obat secara teratur 10. Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian Tindakan Keperawatan Untuk Keluarga : 1. Mendiskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat pasien 2. Menjelaskan pengertian, tanda dan gejala waham, dan jenis waham yang dialami pasien beserta proses terjadinya 3. Menjelaskan cara-cara merawat pasien waham 4. Melatih keluarga mempraktekkan cara merawat pasien dengan waham 5. Melatih keluarga melakukan cara merawat langsung kepada pasien waham 6. Membantu keluarga membuat jadwal aktifitas di rumah termasuk minum obat 7. Mendiskusikan sumber rujukan yang bisa dijangkau keluarga. Proses asuhan keperawatan selanjutnya yaitu evaluasi keperawatan, evaluasi merupakan penilaian dengan cara membandingkan perubahan keadaan pasien (hasil yang diamati) dengan tujuan yang dibuat pada tahap perencanaan. Keseluruhan proses asuhan keperawatan yang telah dilakukan dan melihat peran perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan dengan memperhatikan hubungan interpersonal kepada pasien dengan menggunakan komunikasi terapeutik sebagai salah satu strategi dalam melakukan pendekatan kepada pasien sehingga terjalin hubungan salin percaya antara pasien dengan perawat. Maka tindakan keperawatan dilakukan sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh peplau yaitu keperawatan psikodinamik merupakan kemampuan seorang perawat untuk 71"]


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook