Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore LAPORAN KEGIATAN MODUL 1.1 Newww

LAPORAN KEGIATAN MODUL 1.1 Newww

Published by ANIS SAUL, 2022-12-24 12:16:00

Description: LAPORAN KEGIATAN MODUL 1.1 Newww

Search

Read the Text Version

LAPORAN KEGIATAN MODUL 1.1 A. PENDAHULUAN Menurut Ki Hajar Dewantara pendidikan adalah pembudayaan buah budi manusia yang beradap dan buah perjuangan manusia terhadap dua kekuatan yang selalu mengelilingi hidup manusia yaitu kodrat alam dan zaman (Dewantara, 2004), dengan demikian pendidikanmerupakan sesuatu yang hakiki bagi manusia untuk menuju kemerdekaan lahir dan batin. Menurut Ki Hajar Dewantara Rakyat mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas sesuia kepentingan hidup berkebudayaan dan berkemasyarakatan (Suparlan, 2015).Menurut Ki Hajar Dewantara mendidik anak berarti mempersiapkan masa depan anakuntuk kehidupan yang lebih baik.(Dewantara, 2011). Menurut Ki Hajar Dewantara jangan menyeragamkan hal-hal yang tidak bisa diseragamkan. Perbedaan bakat dan kepentingan hidup anak harus menjadi perhatian dan diakomodasi (Wiryopranoto, Herlina, Marihandono & Tangkilisan, 2017). Ki Hajar Dewantara membedakan antara pendidikan dan pengajaran. Pendidikan adalah tuntutan bagi seluruh kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka dapat tumbuh dan berkembang sebagai manusia untuk mecapai kebahgiaan dan keselamatan yang setinggi-tingginya.Sedangkan pengajaran adalah pendidikan dengan cara memberi ilmu atau pengetahuan yangbermanfaat bagi kehidupan lahir dan batin (Dewantara, 1994). Menurut Ki Hadjar Dewantara, budi pekerti, atau watak atau karakter merupakan perpaduan antara gerak pikiran, perasaan dan kehendak atau kemauan sehingga menimbulkan tenaga. Budi pekerti juga dapat diartikan sebagai perpaduan antara Cipta (kognitif), Karsa (afektif)sehingga menciptakan Karya (psikomotor). Pendidikan adalah proses pembentukan karakter manusia agar menjadi sebenar – benar manusia. Dalam proses tumbuh kembang seorang anak. Menurut KHD ada tripusat pendidikan yang memiliki andil dalam pembentukan karakter salah satunya adalah sekolah, di dalam sekolah guru harus bertindak Ing Ngarso Sung Tuladha , Ing Madya Mangun Karsa Tut Wuri Handayani. Membangun karakter dapat di lakukan dengan budaya posiitif di sekolah. Budaya positif merupakan nilai – nilai keyakinan dan asumsi dasar yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan nilai – nilai yang di anut dan di yakini di sekolah. Budaya positif tidak hanya dapat membentuk karakter murid dan guru saja tetapi visi dan misi dalam sekolah . Dalam budaya postif akan memproses disiplin positif yang akan membawa perubahan baru bagi komponen sekolah. Pendidik harus bisa menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman karena ekosistem yang kondusif dapat mendorong murid untuk mengembangkan potensi sesuai dengan bakat dan minat yang pada diri anak tersebut. Sekolah harus menjadi tempat yang nyaman untu menimba ilmu. Tidak hanya pada muatan pelajaran tapi sekolah juga sebagai pembentukan karakter murid sesuai dengan profil pelajar pancasila sehingga dapat menyiapkan generasi masa depan yang unggul dan berkarakter untuk dapat diteruskan atau di wariskan. Pendidikan yang menekankan pada aspek intelektualnya saja hanya akan menjauhkan peserta didik dari masyarakatnya. Dan ternyata pendidikan sampai sekarang hanya menekankan pada pengembangan daya dan cipta , dan kurang memperhatikan pengembangan oleh rasa dan karsa. Jika berlanjut terus akan menjadi manusia kurang

humanis atau manusiawi. Kekhasan manusia yang membedakan dengan makhkul lain bahwa manusia itu berbudaya, sedangkan makhluk lain tidak berbudaya. Maka salah satu cara efektif untuk menjadikan manusia lebih manusiawi adalah mengembangkan kebudayaannya. Dalam masalah kebudayaan berlaku pepatah : “ Lain lading lain belalang, lain lubuk lain ikannya.” Manusia akan benar – benar menjadi manusia kalau ia hidup dalam budayanya sendiri. Pendidikan Budi Pekerti atau Karakter, yaitu bulatnya jiwa manusia, bersatunya gerak pikiran, perasaan, dan kehendak atau kemauan yang akan menumbuhkan energi jiwa manusia sebagai makhluk individu dan sosial dan dapat memerintah atau menguasai dirinya sendiri , mulaidari gagasan, pikiran, atau angan-angan hingga menjadi tindakan. Ki Hadjar menyebutnya sebagaimanusia yang beradab dan itulah tujuan Pendidikan Indonesia secara garis besar (Sugiarta,Mardana, Adiarta, & Artanayasa, 2019). Oleh sebab itu pendidikan dan pengajaran harus berjalanselaras karena pendidikan dan pengajaran memiliki kekuatan untuk melakukan perubahan gunamembangun bangsa yang beradap yang berkepribadian Pancasila ke arah masa depan yang lebih baik. Menurut Ki Hajar Dewantara cara mendidik yang patut diperhatikan, yaitu (a). Memberi contoh (voorbeelt. (b).Pembiasaan ( pakulinan) . (c).Pengajaran (Wulang- wuruk) .(d).laku (zelfbeheersching). (e). Pengalaman lahir dan batin ( Nglakoni – Ngrasa). (Kihajar Dewantara dalam majleis Luhur Persatuan Tamansiswa. 1977:28). Salah satu filosofi pendidikan dari Ki Hajar Dewantara yaitu Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karso, Tut wuri Handayani adalah sangat relevan di gunakan dalam konteks pendidikan di Indonesia saat ini terutama oleh sorang guru. Sebagai seorang guru kita harus menerapkan filosofi tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Dengan arti kata lain dalamBahasa jawa Guru adalah digugu dan ditiru yang artinya segala tingkah laku dan perbuatan kitaakan senantiasa menjadi teladan yang baik bagi murid dan bagi lingkungan. Dengan demikiansebuah pengajaran dan pendidikan tidak hanya berhenti ketika kita di dalam kelas tetapi akan tetapberlangsung di lingkungan sekolah bahkan lingkungan masyarakat. Pendidikan yang utama pada konteks saat ini adalah pendidikan budi pekerti yang dalam beberapa waktu sekarang ini di nilailuntur karena gempuran budaya-budaya negative dari luar yang mengakibatkan melemahnya rasadan karsa anak-anak Indonesia. Sebagai seorang guru seharusnya kita harus bisa tampil di depansebagai contoh yang baik bagi siswa, memotivasi siswa dan menjadi teman bagi siswa dengan metode-metode pembelajaran yang berpihak pada siswa untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila BerimanKepada Tuhan Yang Maha Esa, Mandiri Bernalar Kritis, Kreatif, Bergotong Royong, Berkebhinekaan Global. B. TUJUAN 1. Mewujudkan peserta didik yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 2. Menumbuhkan peserta didik yang mempunyai rasa cinta terhadap lingkungan. 3. Mewujudkan peserta didik yang berakhlak mulia.

C. RANCANGAN KEGIATAN 1. Membiasakan sholat dhuhur berjamaah. 2. Membiasakan Jum’at amal 3. Membiasakan pembacaan asmaul husna 4. Membiasakan Jumat Bersih (JURSIH ) 5. Penghijauan sekolah. 6. Menyambut siswa D. PROGRES/PELAKSANAAN KEGIATAN 1. Membiasakan Sholat dhuhur berjamaah 2. Membiasakan Jum’at amal

3. Membiasakan pembacaan asmaul husna. 4. Membiasakan gotong royong (JURSIH )

5. Penghijauan sekolah. 6. Menyambut kedatangan siswa

E. EVALUASI 1. Masih ada siswa yang terlambat datang ke sekolah sehingga tidak mengikuti pembacaan asmaul husna dan surat pendek. . F. TINDAK LANJUT 1. Tetap memberikan bimbingan dan pengarahan kepada siswa yang masih Terlambat datang ke sekolah 2. Sering memberikan sosialisasi tentang menjaga kebersihan lingkungan kelas dan sekolah. Mengetahui , Calon Guru Penggerak Kepala Sekolah SDN Karangsari Anis Saul Khasanah,S.Pd.SD SUHARTONO,S.Pd.SD NIP. 19810215 200604 2 026 NIP. 19661110 199211 1 001


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook