Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore EVALUASI KURIKULUM KEKINIAN LEMDIKLAT POLRI

EVALUASI KURIKULUM KEKINIAN LEMDIKLAT POLRI

Published by Ratu Faqih, 2023-03-24 09:08:02

Description: Hasil evaluasi dari seluruh satdik Polri untuk program Diktuk, Dikbangum, Dikbangspes dan Prolat T.A. 2022

Search

Read the Text Version

KURIKULUM T.A. 2023 DIKTUK EVALUASI PA, BA, TA KURIKULUM DIKBANGUM SIP & PAG DIKBANGSPES PROGRAM PELATIHAN \"\"TTRRAANNSSFFOORRMMAASSII PPEENNDDIIDDIIKKAANN DDAANN PPEELLAATTIIHHAANN PPOOLLRRII MMEENNUUJJUU KKAAMMPPUUSS PPRREESSIISSII,,GGUUNNAA MMEENNJJAADDIIKKAANN SSDDMM PPOOLLRRII YYAANNGG UUNNGGGGUULL DDII EERRAA PPOOLLIICCEE 44..00\"\"

Lemdiklat Polri sebagai unsur pembina dan pelaksana pendidikan Polri memiliki tugas dan tanggung jawab dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Polri yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas dan Transparasi keadilan). Peran Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri sangat menentukan dalam mempersiapkan dan membentuk anggota Polri yang mahir, terpuji, patuh hukum dan unggul sehingga dapat menjawab tuntutan masyarakat dan tuntutan tugas Polri yang semakin kompleks, untuk itu diperlukan peningkatan kualitas hasil didik sesuai dengan 8 (delapan) standar pendidikan Polri serta filosofi pendidikan Polri yang mengarah pada terpeliharanya mutu pendidikan Polri dan ketercapaian kompetensi lulusan yang diharapkan dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat lebih berkualitas dengan selalu mengedepankan pelayanan masyarakat yang cepat dan humanis. Transformasi Pendidikan Polri menuju Kampus Presisi PENDAHULUAN Hal tersebut akan tercapai apabila Satdik Polri dapat menghasilkan peserta didik yang unggul dan berkualitas melalui berbagai pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan di Pusdik-Pusdik, SPN-SPN dan Sekolah dengan senantiasa mengikuti dampak perubahan perkembangan dengan mengoptimalkan pendidikan Polri yang nantinya akan mendukung pelaksanaan tugas Polri baik dibidang operasional maupun pembinaan. Program Prioritas Lemdiklat Polri yang Presisi sebagai penjabaran dari Program Presisi Kapolri untuk mewujudkan kampus Polri menjadi Center of Excellence dalam menyiapkan anggota polri yang Presisi sebagai alat dan kekuatan utama Polri. Transformasi Pendidikan Polri sebagaimana hasil sidang pleno Wandiklat Polri T.A. 2022 yaitu 15 (lima belas) program prioritas yang harus diwujudkan oleh Satuan Pendidikan dan Pelatihan Polri meliputi penguatan program kampus sehat, penguatan program kampus aman, penguatan program kampus dengan kurikulum kekinian, penguatan program kampus tempat favorit dan personel yang berprestasi, penguatan program kampus sebagai pusat keunggulan, melanjutkan program kampus presisi, penguatan program kampus kebangsaan, melanjutkan program transformasi stik-ptik menjadi Unkam, penguatan program kampus dengan struktur kuat, meningkatkan lulusan LPDP, melanjutkan penyetaraan pembinaan karir lulusan S-2 & S-3 beasiswa negara dengan Sespimmen dan Sespimti, melanjutkan program pendidikan & pelatihan Polri secara terpusat, pemenuhan sarpras praktik fungsi utama kepolisian di pusdik fungsi utama Lemdiklat Polri, merintis kelas internasional di Akademi Kepolisian & STIK-PTIK, dan mengintegrasikan satu big data Lemdiklat Polri. Dalam rangka mendukung kelancaran penyelenggaraan Transformasi Pendidikan Polri menuju Kampus Presisi khususnya pada penguatan program kampus dengan kurikulum kekinian, maka Lemdiklat Polri perlu melakukan evaluasi terhadap kurikulum dan hanjar yang telah dioperasionalkan pada tahun 2022 di seluruh Satdik Polri. Selain itu juga untuk memetakan dan mengetahui permasalahan serta hambatan yang dihadapi oleh Satdik Polri pada saat mengoperasionalkan kurikulum dan hanjar Diklat Polri T.A. 2022.

TIM PENYUSUN Brigjen Pol Drs. Agus Salim Brigjen Pol Budi Indra Dermawan, S.I.K., M.M. Kombespol Slamet Riyadi, S.I.K., M.Si Kombespol Agus Triatmadja, S.H., S.I.K. Kombespol Wahyu Handoyo, S.H.,M.H. AKBP Henny Wuryandari S.H. AKBP I Nyoman Tika, S.Ag., S.H.,M.H. Iptu Varian Fauzan, M.Pd. Ipda Ratu Faqih Seruni Alam, S.Pd. Penata Tk.I Maria Enny K, S.Kom., M.Pd. Penata Adi Wulandari, S.T. Penata Indria Prasty Wulansari, S.I.P. Brigadir Nurlaela Eka Putri, S.H. Brigadir Ririn Novi Puspa Dewi,S.H. Bripda Anggie Izza Silvia Penda Eko Budiharjo

Maksud & Tujuan Laporan ini disusun dengan maksud untuk memberikan gambaran kepada pimpinan tentang hasil pelaksanaan evaluasi kurikulum dan hanjar Diklat Polri T.A. 2022 yang dilaksanakan pada seluruh Satdik Polri; Adapun tujuan laporan ini dibuat sebagai bahan masukan kepada pimpinan untuk menindak lanjuti hasil evaluasi kurikulum dan hanjar Diklat Polri T.A. 2022 guna menentukan kebijakan lebih lanjut

METODE EVALUASI etode evaluasi yang digunakan pada evaluasi kurikulum ini adalah model CIPP (Context, Input , Process and Product.) Dimensi Context mengetahui Dimensi Process mengetahui terkait Relevansi Kurikulum, terkait bagaimana proses Sosialisasi Kurikulum dan pembelajaran berlangsung Komponen Kurikulum. Dimensi Product untuk Dimensi Input mengetahui terkait Media Pembelajaran, mengetahui terkait Kecukupan Gadik, Kesiapan Sarpras dan Efektivitas ketercapaian hasil didik baik Pembelajaran.. dalam aspek kognitif, psikomotor maupun afektif. eknik pengambilan data yang digunakan ialah menggunakan survey melalui g-form dengan pertanyaan tertutup dan terbuka. esponden dalam pengisian g-form pada evaluasi ini meliputi seluruh PJU, seluruh tenaga pendidik, seluruh pengasuh dan Kasubag renmin seluruh Satdik Lemdiklat Polri.

DAFTAR ISI 48 7 DIKBANGSPES DBAIK&TUTAK PA, SEKOLAH TINGGI ILMU KEPOLISIAN DIKLAT RESERSE AKPOL SEBASA SEPOLWAN PUSDIKMIN SPN POLDA PUSDIK LANTAS PUSDIK POLAIR PUSDIK SABHARA PUSDIK BRIMOB PUSDIK BINMAS 44 58PUSDIK INTELKAM PPERLOAGTRIAHMAN DSISKEBTAUNKGPUAM SIP PAG Sambutan 6 Maksud & Tujuan 12

Pendidikan Pembentukan AKPOL SPN POLDA PUSDIK POLAIR PUSDIK BRIMOB

AKADEMI KEPOLISIAN SESUAI TIDAK SESUAI RELEVANSI SOSIALISASI Berdasarkan pertanyaan terbuka didapatkan pernyataan KURIKULUM KURIKULUM bahwa dalam pelaksanaan sosialisasi kurikulum masih terdapat hambatan yaitu kurangnya pemahaman pentingnya 4% 3% kurikulum oleh pejabat, pengasuh dan gadik. Selain hal 97% tersebut masih terdapat gadik yang berpendapat bahwa 96% kompetensi akhir yang disusun belum sesuai dengan tantangan tugas Polri saat ini. KOMPONEN KURIKULUM MEDIA KECUKUPAN PEMBELAJARAN SARPRAS 100% Sesuai 1% 2% 99% 98% Berdasarkan jawaban pertanyaan terbuka didapatkan pernyataan bahwa KECUKUPAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN dalam pengoperasionalan kurikulum KEMAMPUAN GADIK Gadik masih merasa kesulitan 5% 2% khususnya dalam proses pembelajaran 95% 98% di kelas karena kedewasaan taruna masih kurang khususnya semangat untuk belajar, dan etika kesopanan masih rendah terhadap pendidik. berdasarkan jawaban pertanyaan terbuka PROSES & SKENARIO HASIL BELAJAR didapatkan pernyataan bahwa dalam PEMBELAJARAN proses pengasuhan masih terdapat 5% Ketidak konsistenan dalam penilaian 1% 99% 95% pengasuhan antara pujian dan kesalahan. Disarankan agar dilalukan pengasuhan dengan pendekatan agama, karena waktu pengasuhan spritual agama masih kurang, masih banyak pelanggaran Dalam sistem pengasuhan dijauhkan dari intervensi orang tua peserta didik sehingga pengasuh dapat menerapkan pola pengasuhan sesuai dengan aturan yang ada

SPN POLDA METRO JAYA SESUAI TIDAK SESUAI RELEVANSI SOSIALISASI Berdasarkan hasil pengolahan data, untuk relevansi KURIKULUM KURIKULUM kurikulum didapatkan hasil 2% merasa kurang sesuai 2% dikarenakan terdapat gadik yang merasa kompetensi 98% 100% kelulusan belum dapat menjawab tantangan tugas Sesuai KOMPONEN MEDIA KECUKUPAN KURIKULUM PEMBELAJARAN SARPRAS 9% 100% 100% 91% Sesuai Sesuai EFEKTIVITAS KECUKUPAN KEMAMPUAN PEMBELAJARAN GADIK 2% 98% 100% Sesuai Berdasarkan jawaban pertanyaan terbuka didapatkan pernyataan bahwa terdapat banyak gadik yang pensiun dan belum adanya regenerasi pendidik. Serta terdapat kendala bahwa gadik merasa kesulitan dalam memilih metode pembelajaran agar siswa fokus saat pembelajaran di kelas. Selain itu, pendidik merasa dibutuhkan nya video pembelajaran untuk 5 fungsi teknis Namun berdasarkan jawaban PROSES & SKENARIO HASIL BELAJAR PEMBELAJARAN pertanyaan terbuka 100% 1% 99% Sesuai didapatkan pernyataan bahwa dalam proses penanaman karakter pengasuh merasa untuk menanamkan Pendidikan karakter dalam waktu 5 bulan dirasa kurang sehingga disarankan untuk Kembali ke 7 bulan atau 1 tahun.

SPN POLDA JAWA BARAT SESUAI TIDAK SESUAI Berdasarkan jawaban pertanyaan terbuka didapatkan RELEVANSI SOSIALISASI pernyataan bahwa Jam pelajaran masih kurang bila KURIKULUM KURIKULUM dibandingkan dengan sasaran output hasil didik sebagai penunjang tugas para bintara Polri dalam 10% 5% menghadapi perkembangan situasi di lapangan yang semakin meningkat. 90% 95 % “Disarankan agar lebih dipercepat lagi pendistribusian dokumen kurikulum sesuai KOMPONEN KURIKULUM dengan kalender Akademik dari Lemdiklat 7% Polri bisa dilakukan Via Email.” 93% MEDIA KECUKUPAN Berdasarkan hasil pertanyaan terbuka didapatkan pernyataan PEMBELAJARAN SARPRAS bahwa Kurikulum agar disesuaikan Kembali dengan situasi dan kondisi saat ini yaitu mengikuti perkembangan jaman dan 4% 10% teknologi sedangkan bahan ajar disesuaikan dengan 96% kebutuhan institusi Polri itu sendiri. 90% KECUKUPAN EFEKTIVITAS PROSES & SKENARIO HASIL BELAJAR KEMAMPUAN PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN 1% GADIK 4% 1% 99% 4% 96% 99% 96% “Disarankan agar mempedomani dan Berdasarkan jawaban pertanyaan terbuka didapatkan mengadopsi hal yang baru dari pernyataan bahwa modul pengasuhan yang sudah Kementerian dan instansi lain serta diberikan dapat di implementasikan dengan baik karena melaklukan studi banding dengan mudah untuk dipahami dan di praktikan dalam sehari- kementerian pendidikan terkait dengan hari namun dalam proses penanaman karakter masalah pendidikan KBM dan Manajemen pengasuh merasa untuk menanamkan Pendidikan Pendidikan”. karakter dalam waktu 5 bulan dirasa kurang sehingga disarankan untuk Kembali ke 7 bulan atau 1 tahun.

SPN POLDA JAWA TENGAH SESUAI TIDAK SESUAI RELEVANSI SOSIALISASI MEDIA KECUKUPAN KURIKULUM KURIKULUM PEMBELAJARAN SARPRAS 7% 1% 1% 5% 93% 99% 99% 95% KOMPONEN KURIKULUM KECUKUPAN EFEKTIVITAS KEMAMPUAN GADIK PEMBELAJARAN 100% Sesuai 2% 13% 87% 98% Berdasarkan hasil pertanyaan terbuka didapatkan pernyataan bahwa kompetensi lulusan baik dalam aspek pengetahuan, “Kurikulum / materi Berdasarkan jawaban pertanyaan sikap dan keterampilan masih perlu lebih diperjelas terbuka didapatkan pernyataan disesuaikan kembali agar dapat menjawab terkait sikap serdik bahwa Jam pelajaran masih kurang tantangan tugas serta penyesuaian mata untuk merubah bila dibandingkan dengan sasaran pelajaran dengan SKL yang ditentukan. sikap dan cultur output hasil didik sebagai penunjang serdik kearah sikap tugas para bintara Polri dalam kebhayangkaraan) menghadapi perkembangan situasi PROSES & SKENARIO dan disesuaikan di lapangan yang semakin PEMBELAJARAN HASIL dengan meningkat. Selain itu Pengasuh harus BELAJAR perkembangan diseleksi secara ketat dan benar- 1% 1% dilapangan.” benar orang yang memiliki 99% 99% kompetensi personal, profesional maupun sosial sehingga pengasuh bisa menjadi role model bagi peserta didik. Berdasarkan jawaban pertanyaan terbuka didapatkan pernyataan bahwa modul pengasuhan yang sudah “Diperlukannya sebuah video pembelajaran diberikan dapat di implementasikan dengan baik karena mudah untuk dipahami dan di praktikan dalam sehari- terutama untuk mata pelajaran fungsi hari namun dalam proses penanaman karakter teknis kepolisian agar siswa dapat pengasuh merasa untuk menanamkan Pendidikan memahami atau mendapatkan gambaran karakter dalam waktu 5 bulan dirasa kurang sehingga awal terlebih dahulu saat pembelajaran di disarankan untuk Kembali ke 7 bulan atau 1 tahun. kelas sebelum melaksanakan di lapangan ataupun pada saat latja”

SPN POLDA JAWA TIMUR SESUAI TIDAK SESUAI RELEVANSI SOSIALISASI Berdasarkan hasil pertanyaan terbuka didapatkan KURIKULUM KURIKULUM pernyataan bahwa kompetensi lulusan baik dalam aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan masih perlu 7% 1% disesuaikan kembali agar dapat menjawab tantangan 93% 99% tugas serta penyesuaian mata pelajaran dengan SKL yang ditentukan. KOMPONEN KURIKULUM 100% Sesuai MEDIA KECUKUPAN PEMBELAJARAN SARPRAS 1% 5% Berdasarkan jawaban pertanyaan terbuka didapatkan 99% 95% pernyataan bahwa dalam mengoperasionalkan kurikulum perlu KECUKUPAN didukung dengan kecukupan sarpras yang layak serta KEMAMPUAN diperlukannya media pembelajaran seperti video pembelajaran GADIK 2% atau video interaktif khususnya untuk materi yang menjelaskan 98% EFEKTIVITAS terkait revolusi industry 4.0. PEMBELAJARAN 13% Ditemukan pernyataan bahwa adanya 87% miskomunikasi penggunaan JP pengasuhan dengan pembinaan psikologi dan kesehatan yang mengakibatkan konflik di lapangan PROSES & SKENARIO HASIL PEMBELAJARAN BELAJAR 2% 1% 98% 99% Berdasarkan jawaban pertanyaan terbuka didapatkan pernyataan bahwa modul pengasuhan yang sudah diberikan dapat di implementasikan dengan baik karena mudah untuk dipahami dan di praktikan dalam sehari-hari namun lebih baik lagi jika didalam modul dijelaskan tahapan-tahapan kegiatan secara lebih terperinci agar kegiatan berjalan sistematis..

SPN POLDA BANTEN SESUAI TIDAK SESUAI RELEVANSI SOSIALISASI KURIKULUM KURIKULUM Berdasarkan hasil olah data, ditemukan terdapat gadik 4% 1% 99% yang merasa bahwa rumusan komponen di dilama 96% kurikulum masih belum sesuai atau belum dapat menjawab tantangan tugas. KOMPONEN KURIKULUM MEDIA KECUKUPAN 2% PEMBELAJARAN SARPRAS 98% 2% 2% 98% 98% Berdasarkan jawaban pertanyaan terbuka didapatkan pernyataan bahwa dengan waktu pendidikan yang hanya 5 bulan dengan materi pelajaran yang masih terlalu banyak sehingga EFEKTIVITAS terkadang dirasa terlalu cepat dalam KECUKUPAN PEMBELAJARAN menyampaikan materi. KEMAMPUAN GADIK 8% 3% “Di harapkan dapat di tinjau kembali jumlah jam 92% 97% pelajaran yang mengalami pengurangan, terutama pada pelajaran lapangan, mengingat pada pelajaran lapangan membutuhkan waktu utk menyampaikan materinya karena instruktur harus menyapaikan teorinya terlebih Disarankan agar lebih diperbanyak lagi dahulu lalu mencontohkan sambil mendril urut2an jam pelajaran fungsi teknis kepolisian, erakan dalam bentuk hitungan lalu serdik melakukan karena seorang Bintara diharapkan dan pengulangan sampai serdik mengingat dan menjadi pelaksana kegiatan kepolisian menghafalkan gerakan dengan pas dan benar”. PROSES & SKENARIO HASIL PEMBELAJARAN BELAJAR Berdasarkan jawaban pertanyaan terbuka didapatkan 2% 1% pernyataan bahwa modul pengasuhan yang sudah 98% 99% diberikan dapat di implementasikan dengan baik karena mudah untuk dipahami dan di praktikan dalam sehari- hari namun lebih baik lagi jika didalam modul dijelaskan tahapan-tahapan kegiatan secara lebih terperinci agar kegiatan berjalan sistematis..

SPN POLDA DIY SESUAI TIDAK SESUAI MEDIA KECUKUPAN RELEVANSI SOSIALISASI PEMBELAJARAN SARPRAS KURIKULUM KURIKULUM 100% 100% 100% 100% sesuai sesuai sesuai sesuai KECUKUPAN EFEKTIVITAS KOMPONEN KURIKULUM KEMAMPUAN GADIK PEMBELAJARAN 100% 100% 100% sesuai sesuai sesuai PROSES & SKENARIO HASIL PEMBELAJARAN BELAJAR 100% 100% sesuai sesuai Berdasarkan hasil olah data pertanyaan tertutup didapatkan ketercapaian 100% untuk seluruh aspek penilaian. Dan berdasarkan hasil pertanyaan terbuka bahwa, di SPN Pola DIY tidak ada kendala dalam proses pembelajaran dan pengasuhan walaupun belum 100% gadik dan pengasuh tersertifikasi. Selain itu, gadik dan pengasuh menilai bahwa materi dalam modul pengauhan sudah sesuai dan mudah untuk diimplemnetasikan

SPN POLDA ACEH SESUAI TIDAK SESUAI MEDIA KECUKUPAN RELEVANSI SOSIALISASI PEMBELAJARAN SARPRAS KURIKULUM KURIKULUM 100% 3% 1% 100% sesuai 97% 99% sesuai KECUKUPAN EFEKTIVITAS KOMPONEN KURIKULUM KEMAMPUAN GADIK PEMBELAJARAN 100% 100% 1% sesuai sesuai 99% PROSES & SKENARIO HASIL PEMBELAJARAN BELAJAR 100% 100% sesuai sesuai Berdasarkan hasil olah data pertanyaan tertutup terdapat gadik yang masih merasa bahwa alokasi waktu jam pelajaran dengan beban belajar yang diberikan kepada siswa masih belum ideal. Berdasarkan hasil olah data pertanyaan terbuka para gadik dan pengasuh merasa bahwa modul pengasuhan yang disusun oleh Lemdiklat Polri sangat membantu karena mudah diaplikasikan kepada peserta didik dan sudah sistematis.

SPN POLDA SUMBAR SESUAI TIDAK SESUAI RELEVANSI SOSIALISASI MEDIA KECUKUPAN KURIKULUM KURIKULUM PEMBELAJARAN SARPRAS 3% 2% 100% 100% 97% 98% sesuai sesuai EFEKTIVITAS KOMPONEN KURIKULUM KECUKUPAN PEMBELAJARAN KEMAMPUAN GADIK 100% 5% sesuai 5% 95% 95% Berdasarkan hasil olah data pertanyaan tertutup terdapat gadik yang masih merasa bahwa alokasi waktu jam pelajaran dengan beban belajar yang diberikan kepada siswa masih belum ideal. PROSES & SKENARIO HASIL “Disarankan agar kedepan lebih PEMBELAJARAN BELAJAR menerapkan pola pendidikan yang berkaitan dengan etika dan adab, 100% 2% karena untuk kecerdasan dan sesuai 98% kecakapan bisa di dapatkan dari belajar dan pengalaman”. Berdasarkan hasil olah data pertanyaan terbuka didaptkan pernyataan bahwa kurangnya istirahat siswa yang mengakibatkan sewaktu proses belajar mengajar siswa banyak yang mengantuk dan materi pelajaran terlalu banyak.

SPN POLDA SUMUT SESUAI TIDAK SESUAI RELEVANSI SOSIALISASI Belum adanya perubahan atau KURIKULUM KURIKULUM penyesuaian pada silabus dan hanjar dari jumlah JP banyak ke jumlah JP 3% 100% yang dikurangi 97% sesuai KOMPONEN KURIKULUM MEDIA KECUKUPAN PEMBELAJARAN SARPRAS 100% sesuai 5% 4% 96% 95% “Untuk kurikulum polanya sudah pas KECUKUPAN EFEKTIVITAS namun perlu penambahan mata KEMAMPUAN GADIK PEMBELAJARAN pelajaran terkait pembinaan keimanan dan ketaqwaan terhadap 10% 15% Tuhan ”. 90% 85% PROSES & SKENARIO HASIL PEMBELAJARAN BELAJAR 1% 100% sesuai 99% Berdasarkan hasil olah data pertanyaan terbuka didapatkan pernyataan bahwa untuk merubah secara sempurna karakter peserta didik yang hanya di didik selama lima bulan, dirasa masih belum cukup karena watak dan prilaku bawaan dari lingkungan keluarga sangat membekas jadi dirasa perlu di tambah waktunya.

SPN POLDA SUMSEL SESUAI TIDAK SESUAI RELEVANSI SOSIALISASI Berdasarkan pertanyaan terbuka KURIKULUM KURIKULUM didapatkan pernyataan bahwa pada saat sosialisasi tidak semua 1% 7% komponen dijelaskan dan tidak 99% semua personel menjadi peserta 93% sosialisasi KOMPONEN KURIKULUM 100% sesuai MEDIA KECUKUPAN Berdasarkan hasil olah data PEMBELAJARAN SARPRAS pertanyaan terbuka didapatkan 5% 9% 91% pernyataan bahwa materi yang 95% disajikan terlalu banyak sehingga jam pelajaran yang tersedia kurang, yang menyebabkan dalam KECUKUPAN EFEKTIVITAS pelaksanaannnya gadik lebih KEMAMPUAN GADIK PEMBELAJARAN menyampaikan materi secara 5% 28% 72% 95% substansi saja. . “Terdapat gadik yang tidak sesuai PROSES & SKENARIO HASIL dengan mata pelajaran yang PEMBELAJARAN BELAJAR diampu”. 2% 2% 98% 98% Kesulitan yang dihadapi dalam menanamkan karakter pada saat pengasuhan adalah belum adanya persamaan persepsi di setiap SPN dalam penerapan modul pengasuhan baik itu alokasi waktu dan metodenya sehingga perlu dibuat ketentuan yang mengatur ttg teknis pelaksanaan dan penyampaian materi pengasuhan kepada seluruh SPN guna adanya persamaan persepsi sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai

SPN POLDA LAMPUNG SESUAI TIDAK SESUAI RELEVANSI SOSIALISASI Berdasarkan pertanyaan terbuka KURIKULUM KURIKULUM didapatkan pernyataan bahwa mayoritas responden merasa 2% 100% kurikulum yang disusun sudah sesuai sesuai untuk menjawab tantangan tugas. 98% KOMPONEN KURIKULUM MEDIA KECUKUPAN 1% PEMBELAJARAN SARPRAS 99% 1% 3% 97% Berdasarkan hasil olah data 99% EFEKTIVITAS pertanyaan terbuka didapatkan PEMBELAJARAN pernyataan bahwa perbandingan KECUKUPAN 2% antara alokasi waktu pembelajaran KEMAMPUAN GADIK 98% dirasa tidak seimbang dengan beban 1% belajar peserta didik 99% “Disarankan agar diajarkan tentang PROSES & SKENARIO HASIL akhlak yang baik agar Ketika PEMBELAJARAN BELAJAR berdinas dapat menjaga nama baik Polri”. 1% 1% 99% 99% Kesulitan yang dihadapi dalam penerapan modul pengasuhan adalah latar belakang serdik yang datang dari berbagai suku dan daerah selain itu dimohon agar waktu Pendidikan ditambah karena dengan lamanya latihan kerja di kewilayahan selama 1 bulan, sisa pendidikan hanya 4 bulan.

SPN POLDA KEPRI SESUAI TIDAK SESUAI RELEVANSI SOSIALISASI Berdasarkan pertanyaan terbuka KURIKULUM KURIKULUM didapatkan pernyataan bahwa 100% 100% sesuai sesuai seluruh responden merasa kurikulum yang disusun sudah sesuai untuk menjawab tantangan tugas. KOMPONEN KURIKULUM MEDIA KECUKUPAN 1% PEMBELAJARAN SARPRAS 99% 100% 2% sesuai 98% PROSES & SKENARIO HASIL KECUKUPAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BELAJAR KEMAMPUAN GADIK PEMBELAJARAN 100% 100% 3% 100% sesuai sesuai sesuai 97% Berdasarkan hasil olah data pertanyaan terbuka didapatkan pernyataan bahwa Modul tersebut sudah Mencakup 12 Karakter Kebhanyangkaraan dan 5 Aspek serta 22 Indikator Penilaian Mental. “Modul pengasuh sangat mudah dan bisa secara cepat di sampaikan ke perseta Didik ”. “Dirasakan bahwa waktu 5 bulan membentuk siswa diktukba yang dari sipil menjadi anggota polri yang profesional tidak memadai”.

SPN POLDA RIAU SESUAI TIDAK SESUAI RELEVANSI SOSIALISASI Berdasarkan pertanyaan terbuka KURIKULUM KURIKULUM didapatkan pernyataan bahwa 4% 100% 96% sesuai seluruh responden merasa kurikulum yang disusun sudah sesuai untuk menjawab tantangan tugas. KOMPONEN KURIKULUM MEDIA KECUKUPAN PEMBELAJARAN SARPRAS 100% sesuai 1% 100% 99% sesuai Berdasarkan hasil olah data KECUKUPAN EFEKTIVITAS pertanyaan terbuka didapatkan KEMAMPUAN GADIK PEMBELAJARAN pernyataan bahwa modul pengasuhan bisa diterapkan kepada serdik untuk 7% 100% membentuk mental yang berkarakter sesuai karena sudah relevan dengan kondisi di 93% lapangan. “Kurikulum setidaknya di sesuaikan Hanjar/modul yang ada harus dengan situasai dan kondisi pada diupdate sehingga mengikuti saat ini dan sesuai dengan tujuan perkembangan zaman, dan harus pendidikan Nasional”. mencerminkan budaya Polri Disarankan agar pola pengasuhan lebih di perbanyak lagi dan lebih di perbanyak masalah agama dengan memperbanyak pengasuhan Rohani dan selalu di sediakan waktu untuk beribadah. PROSES & SKENARIO HASIL Karena pendidikan terlalu singkat, PEMBELAJARAN BELAJAR sehingga dirasa doktrin atau nilai- nilai yang harus ditanamkan belum 1% 100% terlalu maksimal. sesuai 99%

SPN POLDA BENGKULU SESUAI TIDAK SESUAI MEDIA KECUKUPAN Berdasarkan pertanyaan terbuka didapatkan PEMBELAJARAN SARPRAS pernyataan bahwa Jam pelajaran kurang untuk pelaksanaan peraktek lapangan sehingga 1% 6% pelaksanaan peraktek kurang maksimal 94% 99% KECUKUPAN EFEKTIVITAS RELEVANSI SOSIALISASI KEMAMPUAN GADIK PEMBELAJARAN KURIKULUM KURIKULUM 11% 1% 2% 100% 89% 99% 98% sesuai Banyaknya mata pelajaran yang diberikan KOMPONEN KURIKULUM tetapi waktu yang diberikan kurang memadai sehingga peserta didik kurang 1% efisien dalam menangkap pembelajaran 99% PROSES & SKENARIO HASIL PEMBELAJARAN BELAJAR materi modul pengasuhan sudah sesuai, membuat peserta didik lebih 1% 2% memahami nilai-nilai karakter 99% 98% kebangsaan sehingga mampu membentuk peserta didik yang Untuk kurikulum perlu ditambah waktu memiliki karakter namun untuk alokasi waktu Pendidikan yang jam pembelajarannya, dan untuk hanjar hanya 5 bulan dirasa terlalu singkat sehingga penanaman karakter diharapkan disertai dengan Vidio kurang masimal/ disarnkan agar Kembali ke 7 bulan atau 1 tahun. pembelajaran khusus mapel praktek dan yang dilatnis dan dilatjakan, sehingga serdik mendapatkan gambaran pelaksanaan kegiatan pada waktu praktek letnis/latja.

SPN POLDA JAMBI SESUAI TIDAK SESUAI Berdasarkan pertanyaan tertutup didapatkan beberapa responden yang merasa bahwa walaupun komponen kurikulum sudah lengkap namun relevansi antara isi kurikulum kurang sesuai dengan kebutuhan organisasi dan belum menjawab tantangan tugas. RELEVANSI SOSIALISASI MEDIA KECUKUPAN KURIKULUM SARPRAS KURIKULUM PEMBELAJARAN 7% 1% 4% 15% 93% 99% 96% 85% KOMPONEN KURIKULUM KECUKUPAN EFEKTIVITAS KEMAMPUAN GADIK PEMBELAJARAN 100% sesuai 14% 8% 86% 92% Berdasarkan pertanyaan terbuka terkait pengasuhan dan penanaman karakter didapatkan pernyataan bahwa, isi dari modul pengasuh tersebut mudah dipahami oleh para pengasuh sehingga para pengasuh dapat menyampaikan serta mengaplikasikan materi modul pengasuh dengan baik, dalam rangka membentuk sikap karakter siswa sebagai insan bhayangkara yang memiliki sikap prilaku, pengetahuan, ketrampilan tugas umum kepolisian yang profesional, bermoral, modern dan unggul. HASIL PROSES & SKENARIO BELAJAR “Dikarenakan aspek karakter sangat PEMBELAJARAN diutamakan maka disarankan agar jumlah 1% 6% pengasuh diperbanyak agar pengasuh 99% 94% dapat mengawasi dan selalu berdampingan dengan peserta didik lalu disetiap SPN diberikan CCTV di dalam barak agar kegiatan peserta didik tetap terpntau oleh pengasuh.”

SPN POLDA BABEL SESUAI TIDAK SESUAI RELEVANSI SOSIALISASI Berdasarkan pertanyaan tertutup, Sebagian besar KURIKULUM KURIKULUM responden menjawab bahwa telah dilaksanakan 100% sosialisasi kurikulum kepada seluruh personel SPN sesuai 97% dengan menjelaskan seluruh komponen kurikulum. “Dibutuhkan video pembelajaran untuk KOMPONEN KURIKULUM mata pelajaran praktek sehingga ketika dilapangan gadik tidak perlu menjelaskan 1% Kembali dari awal kepada peserta didik” MEDIA 99% Untuk kurikulum perlu ditambah alokasi waktu PEMBELAJARAN Pendidikan karena untuk menanamkan suatu KECUKUPAN nilai atau karakter jika hanya dalam waktu 5 100% SARPRAS bulan dirasa tidak efisien karena terlalu singkat sesuai 4% apalagi mengingat waktu dashbara yang 96% hanya 1 bulan, kami rasa belum cukup untuk merubah mental sikap perilaku serdik dari sipil ke anggota Polri dan terlalu banyak yang harus dipelajari oleh peserta didik. KECUKUPAN EFEKTIVITAS Disarankan agar di tambah materi-materi baru KEMAMPUAN GADIK PEMBELAJARAN seperti kumpulan-kumpulan kearifan lokal. 10% 3% Sistem pengasuhan harus ada anggaran dari 90% 97% pusat demi kesejahteraan para pengasuh. Mengingat pengasuh bekerja lebih dari jam kerja normal. PROSES & SKENARIO HASIL PEMBELAJARAN BELAJAR 1% 100% sesuai 99%

SPN POLDA NTT SESUAI TIDAK SESUAI Berdasarkan pertanyaan tertutup, Sebagian besar RELEVANSI SOSIALISASI responden menjawab bahwa telah dilaksanakan KURIKULUM KURIKULUM sosialisasi kurikulum kepada seluruh personel SPN dengan menjelaskan seluruh komponen kurikulum. 100% 100% sesuai sesuai “Pembinaan fisik dan mental perlu di tingkatkan guna pembentukan sikap dan KOMPONEN KURIKULUM mental, serta Jam pelajaran mata pelajaran fungsi teknis Kepolisian perlu di 100% tambah karna sebagai dasar dalam sesuai pelaksanaan tugas Bintara remaja” MEDIA KECUKUPAN Berdasarkan pertanyaan terbuka didapatkan PEMBELAJARAN SARPRAS pernyataan bahwa disarankan apabila dalam penentuan pengasuh harus betul-betul diambil 4% 19% yang sudah bersertifikasi jangan ambil 81% pengasuh yang belum bersertifikat. 96% Untuk kurikulum perlu ditambah waktu jam KECUKUPAN EFEKTIVITAS pembelajarannya, dan untuk hanjar KEMAMPUAN GADIK PEMBELAJARAN diharapkan disertai dengan Vidio pembelajaran khusus mapel praktek dan 17% 14% yang dilatnis dan dilatjakan, sehingga serdik 83% 86% mendapatkan gambaran pelaksanaan kegiatan pada waktu praktek letnis/latja. PROSES & HASIL SKENARIO BELAJAR PEMBELAJARAN 4% 2% 98% 96%

SPN POLDA NTB SESUAI TIDAK SESUAI Berdasarkan pertanyaan tertutup, Sebagian besar responden menjawab bahwa telah dilaksanakan sosialisasi kurikulum kepada seluruh personel SPN dengan menjelaskan seluruh komponen kurikulum. RELEVANSI SOSIALISASI KURIKULUM KURIKULUM 3% 100% 97% sesuai KOMPONEN KURIKULUM 100% sesuai Namun dirasa perlunya sosialisasi MEDIA KECUKUPAN terpusat secara mendalam tentang PEMBELAJARAN SARPRAS kurikulum yang terbaru saat ini 1% terutama sistem penilaian mata 2% 99% pelajaran yang baku serta dapat di 98% jadikan acuan. EFEKTIVITAS KECUKUPAN PEMBELAJARAN PROSES & SKENARIO HASIL KEMAMPUAN GADIK PEMBELAJARAN BELAJAR 1% 9% 99% 100% 100% 91% sesuai sesuai Dalam pola pengasuhan diharapkan agar ada petunjuk yang lebih jelas dan memiliki persepsi yang sama dalam segala kegiatan yang dilaksanakan oleh seluruh SPN agar tidak berbeda memberikan pengasuhan antar SPN. Untuk kedepannya di mohon agar peraturan peraturan yang menjadi pedoman dalam kegiatan pengasuan agar dapat di perbaharui sesuai dengan kurikulum kekinian di karenakan sampai saat ini masih banyak peraturan yang lama yang tidak sesuai dengan kurikulum kekenian sebagai salah satu contoh tentang peraturan yang mengatur kegiatan selama dashabara masih menggunakan peraturan lama

SPN POLDA BALI SESUAI TIDAK SESUAI RELEVANSI SOSIALISASI KURIKULUM KURIKULUM Berdasarkan pertanyaan tertutup, Sebagian 1% besar responden menjawab bahwa telah 99% 100% dilaksanakan sosialisasi kurikulum kepada sesuai seluruh personel SPN dengan menjelaskan seluruh komponen kurikulum. Kurikulum dan proses pembelajaran saat ini KOMPONEN KURIKULUM dirasa sudah baik namun sebagai out put anggota 100% polri yang memiliki pengetahuan dalam sesuai penegakan hukum untuk dapat nya materi perundang undangan di tambah jam pelajarannya. Termasuk juga fungsi opsnal kepolisian, karena harapan masyarakat adalah profesionalisme aparat yang tentunya menguasai bidang tugas yaitu Gakkum harkamtibmas dan linyomyan. MEDIA KECUKUPAN Untuk mata pelajaran praktek perlu PEMBELAJARAN SARPRAS ditambah waktu jam pembelajarannya, 2% dan untuk hanjar diharapkan disertai 1% 98% dengan Vidio pembelajaran khusus mapel 99% praktek dan yang dilatnis dan dilatjakan, EFEKTIVITAS sehingga serdik mendapatkan gambaran KECUKUPAN PEMBELAJARAN pelaksanaan kegiatan pada waktu KEMAMPUAN GADIK praktek letnis/latja. 5% 11% 95% PROSES & SKENARIO HASIL 89% PEMBELAJARAN BELAJAR 1% 100% 99% sesuai materi modul pengasuhan sudah sesuai, membuat peserta didik lebih memahami nilai-nilai karakter kebangsaan sehingga mampu membentuk peserta didik yang memiliki karakter

SPN POLDA SULUT SESUAI TIDAK SESUAI Berdasarkan pertanyaan terbuka didapatkan pernyataan bahwa kurikulum dan hanjar yang telah disusun oleh Lemdiklat Polri sudah relevan dengan tantangan tugas Polri serta sudah sesuai dengan situasi dan kondisi kehidupan masyarakat saat ini, selain itu telah dilaksanakan sosialisasi terkait kurikulum kepada seluruh personel SPN sebelum dilaksanakan pendidikan SOSIALISASI RELEVANSI KURIKULUM Berdasarkan pertanyaan tertutup KURIKULUM didapatkan jawaban dari beberapa 100% 100% responden bahwa masih terdapat sesuai sesuai beberapa gadik yang belum menguasai materi pelajaran yang diampu. KOMPONEN KURIKULUM MEDIA KECUKUPAN 100% PEMBELAJARAN SARPRAS sesuai 100% 100% PROSES & SKENARIO HASIL sesuai sesuai PEMBELAJARAN BELAJAR KECUKUPAN EFEKTIVITAS 1% 100% KEMAMPUAN GADIK PEMBELAJARAN sesuai 99% 3% 100% 97% sesuai materi modul pengasuhan sudah sesuai, membuat peserta didik lebih memahami nilai-nilai karakter kebangsaan sehingga mampu membentuk peserta didik yang memiliki karakter.

SPN POLDA SULBAR SESUAI TIDAK SESUAI Berdasarkan pertanyaan tertutup, Sebagian besar responden menjawab bahwa telah dilaksanakan sosialisasi kurikulum dengan menjelaskan seluruh komponen kurikulum namun sosialisasi tidak disampaikan kepada seluruh personel SPN . RELEVANSI SOSIALISASI Berdasarkan pertanyaan terbuka didapatkan KURIKULUM KURIKULUM pernyataan bahwa untuk 100% 3% mengoperasionalkan kurikulum dan hanjar sesuai 97% agar efisien dan efektif dibutuhkan media pembelajaran lainnya seperti video pembelajaran KOMPONEN KURIKULUM dan dukungan alat peraga agar peserta didik dapat 1% lebih mudah mengerti dan memahami tentang materi yang diberikan 99% MEDIA KECUKUPAN PEMBELAJARAN SARPRAS Banyaknya personel yang belum 1% berpengalaman menjadi tenaga pendidik 100% menjadi sebuah kendala dalam proses sesuai 99% pembelajaran, sehingga dibutuhkan latkatpuan tenaga pendidik untuk seluruh KECUKUPAN EFEKTIVITAS KEMAMPUAN GADIK PEMBELAJARAN personel baru PROSES & SKENARIO HASIL 6% 94% 1% PEMBELAJARAN BELAJAR 99% 1% 2% 99% 98% Disarankan agar kurikulum dan hanjar disusun singkat, padat dan jelas tetapi tetap mencakup semua materi yang diperlukan

SPN POLDA SULSEL SESUAI TIDAK SESUAI Berdasarkan pertanyaan tertutup, Sebagian RELEVANSI SOSIALISASI besar responden menjawab bahwa telah KURIKULUM KURIKULUM dilaksanakan sosialisasi kurikulum dengan menjelaskan seluruh komponen kurikulum 100% 3% namun sosialisasi tidak disampaikan kepada sesuai seluruh personel SPN . 97% Banyaknya mata pelajaran yang diberikan KOMPONEN KURIKULUM tetapi waktu yang diberikan kurang 1% memadai sehingga peserta didik kurang 99% efisien dalam menangkap pembelajaran MEDIA KECUKUPAN PROSES & SKENARIO HASIL PEMBELAJARAN SARPRAS PEMBELAJARAN BELAJAR 100% 1% 100% 1% sesuai sesuai 99% 99% KECUKUPAN EFEKTIVITAS materi modul pengasuhan sudah KEMAMPUAN GADIK PEMBELAJARAN sesuai, membuat peserta didik lebih memahami nilai-nilai karakter 6% 1% kebangsaan sehingga mampu 94% membentuk peserta didik yang 99% memiliki karakter namun untuk alokasi waktu Pendidikan yang Untuk kurikulum perlu ditambah waktu hanya 5 bulan dirasa terlalu singkat sehingga penanaman karakter jam pembelajarannya, dan untuk hanjar kurang masimal/ disarnkan agar Kembali ke 7 bulan atau 1 tahun. diharapkan disertai dengan Vidio pembelajaran khusus mapel praktek dan yang dilatnis dan dilatjakan, sehingga serdik mendapatkan gambaran pelaksanaan kegiatan pada waktu praktek letnis/latja.

SPN POLDA SULTENG SESUAI TIDAK SESUAI Berdasarkan pertanyaan tertutup didapatkan hasil bahwa beberapa personel SPN merasa bahwa kurikulum dan hanjar saat ini masih belum sesuai mengikuti perkembangan baik dalam segi materi maupun peralatan pendukung pembelajaran. MEDIA KECUKUPAN RELEVANSI SOSIALISASI PEMBELAJARAN SARPRAS KURIKULUM KURIKULUM 100% 100% 9% 100% sesuai sesuai 91% sesuai KECUKUPAN EFEKTIVITAS KOMPONEN KURIKULUM KEMAMPUAN GADIK PEMBELAJARAN 1% 14% 10% 99% 86% 90% Dikarenakan banyaknya materi pembelajaran dan padatnya kegiatan serdik sehingga waktu isitrahat menjadi kurang dan mengakibatkan peserta didik banyak yang mengantuk pada saat proses pembelajaran di kelas. Hal ini masih menjadi kendala bagi setiap Gadik, karena harus mencari metode pembelajaran yang tepat untuk menarik perhatian serdik. Disarankan agar materi-materi didalam hanjar PROSES & SKENARIO HASIL menyesuaikan dengan materi- materi yang PEMBELAJARAN BELAJAR sangat penting untuk di berikan kepada siswa 100% 1% terkait pengetahuan dan tugasnya nanti sesuai 99% sehingga materi yang diberikan kepada serdik tidak terlalu banyak dan tepat sasaran Berdasarkan pertanyaan terbuka didapatkan pernyataan bahwa, dalam pola pengasuhan sebaiknya ditingkatkan kembali pada aspek kedisiplinan dan sistem pengasuhan agar mengedepankan perubahan mindset yang baik bagi peserta didik yang diawali dengan mindset para pengasuh yang berjiwa membangun karakter kebangsaan yang berguna untuk kelangsungan institusi Polri yang dicintai masyarakat siap menjadi pelindung pengayoman dan pelayan tanpa pamrih sehingga dapat menjadi role model bagi para peserta didik

SPN POLDA GORONTALO SESUAI TIDAK SESUAI RELEVANSI SOSIALISASI Berdasarkan pertanyaan tertutup didapatkan KURIKULUM KURIKULUM data bahwa relevansi kuriklum dengan tujuan 100% 1% sesuai 99% Pendidikan dan tantangan tugas, pelaksanaan sosialisasi kurikulum di SPN dan komponen yang terdapat didalam kurikulum sudah sangat KOMPONEN KURIKULUM sesuai 100% MEDIA KECUKUPAN sesuai PEMBELAJARAN SARPRAS 4% 15% 96% 85% Dalam prosez pembelaajran masih perlu diperhartikan Kembali terkait media KECUKUPAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN pembelajaran yang tersedia baik untuk KEMAMPUAN GADIK pembelajaran didalam kelas maupun di 14% 8% lapangan. Serta perlu diperhatikan 86% 92% kembali agar perubahan perubahan dalam perkap ataupun undang - undang agar kiranya bisa di update sehingga gadik tidak bingung. PROSES & SKENARIO HASIL PEMBELAJARAN BELAJAR 1% 6% 99% 94% materi modul pengasuhan sudah sesuai, membuat peserta didik lebih memahami nilai-nilai karakter kebangsaan sehingga mampu membentuk peserta didik yang memiliki karakter namun untuk alokasi waktu Pendidikan yang hanya 5 bulan dirasa terlalu singkat sehingga penanaman karakter kurang masimal/ disarnkan agar Kembali ke 7 bulan atau 1 tahun.

SPN POLDA KALBAR SESUAI TIDAK SESUAI RELEVANSI SOSIALISASI Berdasarkan pertanyaan terbuka didapatkan KURIKULUM KURIKULUM pernyataan bahwa sosialisasi kurikulum telah 100% dilakukan namun tidak kepada seluruh personel 19% sesuai dikarenakan banyak nya personel yang bertugas 81% keluar kota pada saat hari itu. Jika adanya pengurangan alokasi jam pelajaran di salah satu KOMPONEN KURIKULUM mapel, sebaiknya materinya juga dikurangi, agar gadik 1% memiliki cukup waktu untuk menyampaikan semua materi yang tersedia, selain itu pengiriman hanjar kalau bisa harus tepat waktu 99% sehingga waktu siswa malakukan pembelajaran hanjar sudah tersedia dan untuk hanjar agar menyesuaikan dalam pelaksanaan tugas kedepan polri untuk kemampuan bhayangkara serta mengikuti perkembangan zaman terutama dalam hal berbasis komputer. MEDIA KECUKUPAN PROSES & SKENARIO HASIL PEMBELAJARAN SARPRAS PEMBELAJARAN BELAJAR 8% 30% 5% 2% 70% 98% 92% 95% KECUKUPAN EFEKTIVITAS Untuk kurikulum pengasuhan dirasa tidak KEMAMPUAN GADIK PEMBELAJARAN cukup dalam hal alokasi waktu karena pengasuhan hanya di berikan pada saat 10% 22% siswa tidak mengikuti pembelajaran di 90% 78% kelas. materi modul pengasuhan sudah sesuai, namun disarankn hendaknya diberikan waktu khusus untuk menerapkan pengetahuan tentang kearifan budaya lokal serta untuk alokasi waktu Pendidikan yang hanya 5 bulan dirasa terlalu singkat sehingga penanaman karakter kurang masimal/ disarnkan agar Kembali ke 7 bulan atau 1 tahun. Dan pola pengasuhan dapat di berikan sesuai kondisi dan karakter di Satdik masing- masing

SPN POLDA KALSEL SESUAI TIDAK SESUAI RELEVANSI SOSIALISASI KURIKULUM KURIKULUM Berdasarkan pertanyaan terbuka didapatkan 2% 5% pernyataan bahwa sebaiknya sosialisasi kurikulum dilakukan secara terpusat oleh 98% 95% Lemdikalt Polri terlebih dahulu sebelum SPN melaksanakan sosisalisasi di Satdik agar KOMPONEN KURIKULUM adanya persamaan persepsi di seluruh SPN. 1% Lebih dimantapkan untuk pembuatan kurikulum kekinian, karena dari materi yang ada 99% masih banyak kurang sesuai dengan perkembangan situasi update baik secara nasional global maupun internasional. sehingga siswa ketika di lantik sdh siap di lapangan sesuai zamannya tidak gagap teknologi dan informasi. MEDIA KECUKUPAN materi modul pengasuhan sudah sesuai, PEMBELAJARAN SARPRAS membuat peserta didik lebih memahami 15% nilai-nilai karakter kebangsaan sehingga 4% 85% mampu membentuk peserta didik yang 96% memiliki karakter namun untuk alokasi waktu EFEKTIVITAS Pendidikan yang hanya 5 bulan dirasa terlalu KECUKUPAN PEMBELAJARAN singkat sehingga penanaman karakter KEMAMPUAN GADIK kurang masimal/ disarnkan agar Kembali ke 8% 7 bulan atau 1 tahun. 14% 92% 86% PROSES & SKENARIO PEMBELAJARAN Banyaknya materi pelajaran yang diberikan tetapi waktu yang 1% diberikan kurang memadai sehingga peserta didik kurang efisien 99% dalam menangkap pembelajaran. Selain itu, untuk materi Bahasa inggris sebaiknya perlu dipertimbangkan kembali karena tidak HASIL BELAJAR semua pengasuh mahir berbahasa inggris. 6% 94%

SPN POLDA KALTENG SESUAI TIDAK SESUAI MEDIA KECUKUPAN Berdasarkan pertanyaan tertutup didapatkan data PEMBELAJARAN SARPRAS bahwa relevansi kuriklum dengan tujuan Pendidikan dan tantangan tugas, pelaksanaan 100% 25% sosialisasi kurikulum di SPN dan komponen yang sesuai 75% terdapat didalam kurikulum sudah sangat sesuai KECUKUPAN EFEKTIVITAS RELEVANSI SOSIALISASI KEMAMPUAN GADIK PEMBELAJARAN KURIKULUM KURIKULUM 13% 100% 100% 100% 87% sesuai sesuai sesuai KOMPONEN KURIKULUM Karena pola Pendidikan 30% teori dan 70% praktek maka 100% dibutuhkan media pembelajaran yang interaktif seperti sesuai video pmebelajaran untuk membantu Gadik dalam menjelaskan teori di kelas agar peserta didik sudah mendapatkan gambaran sebelum praktik. materi modul pengasuhan sudah sesuai, membuat peserta didik lebih memahami nilai-nilai karakter kebangsaan sehingga mampu membentuk peserta didik yang memiliki karakter namun untuk alokasi waktu Pendidikan yang hanya 5 bulan dirasa terlalu singkat sehingga penanaman karakter kurang masimal/ disarankan agar Kembali ke 7 bulan atau 1 tahun. PROSES & SKENARIO HASIL PEMBELAJARAN BELAJAR Serta perlu ditingkatkan lagi sistem/Pola pengasuhan kepada pengasuh dalam hal 2% 2% memberikan arahan, sanksi, atau nasehat kepada peserta didik yang mengalami 98% 98% permasalahan selama proses pengasuhan diberikan

SPN POLDA KALTIM SESUAI TIDAK SESUAI Berdasarkan pertanyaan terbuka didapatkan pernyataan bahwa kurikulum saat ini masih perlu disesuaikan Kembali dengan perkembangan jaman terutama pada tujuan Pendidikan dan materi-materi yang terdapat didalam silabus dan hanjar. Serta disarankan RELEVANSI SOSIALISASI agar kurikulum disesuaikan dengan KURIKULUM KURIKULUM lamanya Pendidikan, tidak hanya 7% 2% penggabungan mata pelajaran tetapi penguarang materi juga. 93% 98% MEDIA KECUKUPAN PEMBELAJARAN SARPRAS KOMPONEN KURIKULUM 4% 9% 1% 96% 91% 99% KECUKUPAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN Dalam mengoperasionalkan kurikulum KEMAMPUAN GADIK 6% yang ada dibutuhkan media pembelajaran 7% 94% yang mampu mendukung proses 93% pembelajaran berjalan efektif dan efisien seperti slide powerpoint yang menarik atau video pembelajaran. Serta perlu adanya dukungan sarpras yang mumpuni agar menciptakan lingkungan belajar yang nyaman untuk peserta didik dan gadik PROSES & SKENARIO HASIL PEMBELAJARAN BELAJAR 2% 2% 98% 98% materi modul pengasuhan sudah sesuai, membuat peserta didik lebih memahami nilai-nilai karakter kebangsaan sehingga mampu membentuk peserta didik yang memiliki karakter namun untuk alokasi waktu Pendidikan yang hanya 5 bulan dirasa terlalu singkat sehingga penanaman karakter kurang masimal/ disarnkan agar Kembali ke 7 bulan atau 1 tahun.

SPN POLDA MALUKU SESUAI TIDAK SESUAI Berdasarkan pertanyaan terbuka didapatkan pernyataan bahwa sebaiknya sosialisasi kurikulum dilakukan secara terpusat oleh Lemdiklat Polri terlebih dahulu sebelum SPN melaksanakan sosisalisasi di Satdik agar adanya persamaan persepsi di seluruh SPN. MEDIA KECUKUPAN RELEVANSI SOSIALISASI PEMBELAJARAN SARPRAS KURIKULUM KURIKULUM 1% 31% 100% 5% 99% 69% sesuai 95% KECUKUPAN EFEKTIVITAS KOMPONEN KURIKULUM KEMAMPUAN GADIK PEMBELAJARAN 1% 10% 10% 99% 90% 90% Berdasarkan pertanyaan terbuka PROSES & SKENARIO HASIL didapatkan pernyataan bahwa, kualitas PEMBELAJARAN BELAJAR alins dan alongins yang ada di SPN Maluku sudah tidak dalam kondisi yang baik atau 1% 6% layak pakai, hal tersebut 94% 99% materi modul pengasuhan sudah sesuai, namun gadik masih memerlukan persamaan persepsi karena masih ada pengasuh yang belum paham terkait beberapa materi pengasuhan seperti materi terkait LGBT dan Bahasa inggris. Serta perlunya penambahan alokasi waktu Pendidikan menjadi Kembali 7 bulan atau 1 tahun

SPN POLDA MALUT SESUAI TIDAK SESUAI Berdasarkan pertanyaan terbuka didapatkan pernyataan bahwa penerapan kurikulum dan hanjar harus benar-benar di perhatikan terkait dengan perkembangan digital pada saat ini dan perkmbngan-perkmbngan kasus kasus yang menonjol dalam institusi kepolisian agar siswa mampu menerapkan dan dapat di laksnakn sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas serta mampu mengaplikasikan media media digital sesuai dengan perkembangan global. SOSIALISASI Tetapi untuk hanjar agar disesuaikan dengan RELEVANSI KURIKULUM bagian timur dalam hal anggarannya,karena di bagian Indonesia timur untuk cetak hanjar KURIKULUM 5% 4% harganya lebih mahal dari Indonesia barat sedangkan indeks anggarannya diberikan 95% 96% sama KOMPONEN KURIKULUM “Jp yang diberikan dari lemdiklat 1% belum maksimal perlu ditambahkan 99% untuk waktu pendidikan sehingga pencapaian untuk lebih memperdalam MEDIA KECUKUPAN mapel belum maksimal diserap oleh PEMBELAJARAN SARPRAS serdik”. 4% 17% Materi modul pengasuhan dan pola 83% pengasuhan di rubah sesuai dengan 96% kultur dan budaya setempat, sistem pengasuhan juga mengutamakan KECUKUPAN EFEKTIVITAS dan menanamkan nilai-nilai KEMAMPUAN GADIK PEMBELAJARAN kerohanian sebagai sadar dalam pelaksanaan tugas dilapangan serta 9% 9% kiranya untuk selanjutanya para 91% 91% pengasuh yang akan mendampingi siswa agar ditunjuk melalui proses PROSES & SKENARIO HASIL seleksi atau wanjak pengasuh. PEMBELAJARAN BELAJAR 2% 1% 98% 99%

SPN POLDA PAPUA SESUAI TIDAK SESUAI RELEVANSI SOSIALISASI Berdasarkan pertanyaan terbuka didapatkan KURIKULUM KURIKULUM pernyataan bahwa kurikulum harus di kaji kembali dan di pertimbangkan apalagi terkait 7% 3% masalah penggabungan beberapa mata 93% 97% pelajaran dengan jam pelajaran yang tidak cukup sehingga di khawatirkan tidak mencapai standar kompetensi yang di maksud KOMPONEN KURIKULUM 1% MEDIA KECUKUPAN PEMBELAJARAN SARPRAS 99% 2% 14% 98% 86% Perlunya media audio visual yang menarik bagi siswa dalam pembelajaran, terutama EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN perkembangan informasi secara internal KECUKUPAN KEMAMPUAN GADIK 5% dan eksternal yang menyangkut tugas 95% Polri seperti video fakta-fakta tentang 7% 93% tantangan tugas Polri PROSES & SKENARIO HASIL Sistem pengasuhan yang sudah PEMBELAJARAN BELAJAR berjalan cukup baik, namun alangkah baiknya sistem pendidikan yang lima 1% 3% bulan di kembalikan menjadi tujuh bulan supaya siswa dapat memahami 99% 97% dan bisa menerapkan karakter Kebayangkaraan dengan baik. Untuk kurikulum perlu ditambah waktu jam pembelajarannya, karena kesulitan yang dihadapi pemahaman dari setiap serdik berbeda dikarenakan pendidikan di daerah pegunungan dan pesisir pantai yang masih terjadi perbedaan, namun lambat laun akan dipahami oleh yang bersangkutan namun butuh waktu dalam menyampaikan.

SEPOLWAN SESUAI TIDAK SESUAI MEDIA KECUKUPAN Berdasarkan pertanyaan terbuka didapatkan PEMBELAJARAN SARPRAS pernyataan bahwa Jam pelajaran kurang untuk pelaksanaan peraktek lapangan sehingga 100% 100% pelaksanaan peraktek kurang maksimal sesuai sesuai KECUKUPAN EFEKTIVITAS RELEVANSI SOSIALISASI KEMAMPUAN GADIK PEMBELAJARAN KURIKULUM KURIKULUM 100% 100% 100% 100% sesuai sesuai sesuai sesuai KOMPONEN KURIKULUM Banyaknya mata pelajaran yang diberikan 100% tetapi waktu yang diberikan kurang sesuai memadai sehingga peserta didik kurang efisien dalam menangkap pembelajaran Namun berdasarkan jawaban PROSES & SKENARIO HASIL pertanyaan terbuka didapatkan PEMBELAJARAN BELAJAR pernyataan bahwa gadik masih merasa kesulitan dalam memilih 100% 100% metode pembelajaran agar siswa sesuai sesuai fokus ketika pembelajaran di kelas dan Intruktur membutuhkan media Berdasarkan jawaban pertanyaan pembelajaran yang dapat mendukung terbuka didapatkan pernyataan kegiatan lapangan dengan kualitas bahwa dalam proses penanaman yang baik. karakter pengasuh merasa untuk menanamkan Pendidikan karakter dalam waktu 5 bulan dirasa kurang sehingga dapat mempengaruhi output sikap dari peserta didik.

PUSDIK POLAIR SESUAI TIDAK SESUAI MEDIA KECUKUPAN Berdasarkan pertanyaan terbuka didapatkan PEMBELAJARAN SARPRAS pernyataan bahwa masih belum ada kecocokan antara kurikulum dan hanjar, seharusnya materi 100% 100% yang disusun didalam silabus disesuaikan sesuai sesuai kembali dengan hanjar agar sesuai dengan jumlah jam pelajaran KECUKUPAN EFEKTIVITAS KEMAMPUAN GADIK PEMBELAJARAN RELEVANSI SOSIALISASI KURIKULUM KURIKULUM 100% 100% sesuai sesuai 100% 100% sesuai sesuai Disarankan agar lebih diperbanyak jam KOMPONEN KURIKULUM pelajaran dasar kepolisian dan perlu di tingkatkan lagi nilai niali moral, agama dan 2% karakter, sehingga nanti setelah menjadi 98% berdinas akan memiliki sikap respect terhadap senior maupun pimpinannya Berdasarkan jawaban pertanyaan PROSES & SKENARIO HASIL terbuka didapatkan pernyataan PEMBELAJARAN BELAJAR bahwa sistem pengasuhan sebaiknya ditambah lagi JP nya, supaya siswa 100% 100% lebih terbentuk kepribadiannya. sesuai sesuai Selain itu, dirasakan perlu adanya Berdasarkan jawaban pertanyaan komunikasi dua arah ketika peserta terbuka didapatkan pernyataan didik mengalami suatu permasalahan bahwa dalam proses penanaman yaitu komunikasi antara pengasuh karakter pengasuh merasa untuk dengan keluarga peserta didik menanamkan Pendidikan karakter tersebut dalam waktu 5 bulan dirasa kurang sehingga dapat mempengaruhi output sikap dari peserta didik.

PUSDIK BRIMOB SESUAI TIDAK SESUAI Berdasarkan pertanyaan terbuka didapatkan pernyataan bahwa dikarenakan Pusdik Brimob mendidik calon. RELEVANSI SOSIALISASI anggota dengan keterampilan khusus, maka KURIKULUM KURIKULUM kurikulum yang disusun haruslah berfokus kepada 10% 1% keterampilan-keterampilan khusus dibandingkan dengan hal-hal tersebut 99% pembinaan. Selain itu, dalam yang bersifat 90% pembinaan. Selain itu, dalam mengoperasionalkan kurikulum tersebut perlu didukung dengan alat-alat peraga atau media pem- belajaran yang dapat KOMPONEN KURIKULUM mempermudah peserta didik paham. 3% MEDIA KECUKUPAN 97% PEMBELAJARAN SARPRAS Kurikulum perlu dilakukan perubahan 3% 5% sesuai kebutuhan dilapangan dan 95% terpenuhi hanjar sesuai jumlah serdik 97% untuk mata pelajaran JIBOM dan KBR KECUKUPAN EFEKTIVITAS sampai saat ini belum memiliki alsus KEMAMPUAN GADIK PEMBELAJARAN seperti yang dimiliki satuan JIBOM dan KBR korps brimob polri 2% 11% 98% 89% materi modul pengasuhan sudah sesuai, membuat peserta didik lebih memahami nilai- PROSES & SKENARIO HASIL nilai karakter kebangsaan sehingga mampu PEMBELAJARAN BELAJAR membentuk peserta didik yang memiliki 3% 100% sesuai karakter namun untuk alokasi waktu 97% Pendidikan yang hanya 5 bulan dirasa terlalu singkat sehingga penanaman karakter kurang masimal/ disarnkan agar Kembali ke 7 bulan atau 1 tahun.

RATA-RATA 98% 95% 99% 9… Berdasarkan olah data dari seluruh SPN dan Sekolah 100% 2% 5% 1% 1% (Akpol) yang telah 80% melaksanakan program Diktuk 60% yang meliputi Dituk Perwira, 40% Bintara dan Tamtama 20% didapatkan hasil rata-rata 0% seperti diagram disamping. Kendala yang temukan 1. Kurikulum dan hanjar dirasa masih pelru penyesuaian Kembali dalam hal profil kelulusan, kompetensi pengetahuan, keterampilan dan sikap agar mengikuti perkembangan jaman, kebutuhan organisasi dan kebutuhan masyarakat 2. Dalam pengoperasionalan kurikulum dan hanjar masih diperlukan media pembelajaran lainnya terutama media pembelajaran audio visual seperti video pembelajaran yang dapat diakses atau digunakan tanpa memerlukan koneksi internet 3. Masih terdapat perbedaan persepsi antar pengasuh terkait isi modul pengasuhan sehingga diperlukan persamaan persepsi secara terpusat dari Lemdiklat Polri 4. Waktu Pendidikan untuk Bintara yang hanya 5 bulan dirasa sangat kurang untuk menanamkan karakter kebhayangakaraan dari masyarakat sipil menjadi anggota Polri 5. Masih banyaknya intervensi dari orangtua kepada pengasuh terutama pada Pendidikan di Akpol, sehingga pengasuh tidak dapat optimal dalam mendisiplinkan peserta didik 6. Untuk hasil belajar dalam aspek pengetahuan dan keterampilan sudah tercapai dengan baik, namun untuk aspek sikap masih pelru dikaji Kembali karena masih banyak peserta didik yang kurang disiplin dan tidak menghargai orang lain terutama kepada masyarakat sipil.

Pendidikan Pengembangan Umum

SEKOLAH Berdasarkan hasil pertanyaan INSPEKTUR terbuka didapatkan pernyataan POLISI bahwa kurikulum saat ini masih perlu disesuaikan Kembali dengan TIDAK SESUAI situasi di lapangan karena materi SESUAI didalam bahan ajar sudah tidak sesuai dengan kondisi kejahatan Relevansi Kurikulum 87% 13% saat ini. Sosialisasi Kurikulum 98% 2% Komponen Kurikulum 99% 1% Disarankan jika terdapat Media Pembelajaran 99% 1% perubahan kurikulum sebaiknya Kecukupan & Kemampuan… dibentuk tim Pokja untuk 94% 6% membicarakan apa saja yang akan Kesiapan Sarpras 96% 4% disampaikan dan tidak dilaksanakan Efektifitas Pembelajara 84% 16% secara mendadak sehingga Hanjar yang dihasilkan betul-betul sesuai Proses Pembelajaran 99% 1% dengan tujuan pembelajaran (tidak Hasil Belajar 99% 1% asal asalan). 75% 80% 85% 90% 95% 100% Kurikulum yang diusulkan kesatuan atas dari masing masing Sesuai Tidak Sesuai bidang dikompulir dan selanjutnya dirapatkan serta diputuskan melalui Berdasarkan hasil pernyataan terbuka yang hasil rapat kurikulum. Dan mengenai diberikan kepada para pengasuh, didapatkan bahan ajar utk disesuaikan atau pernyataan bahwa modul pengasuhan sangat diselaraskan dengan perkembangan mudah dipahami dan dapat diaplikasikan kepada situasi dilapangan dan mencari peserta didik dalam kegiatan sehari-hari. Namun, bahan referensi yang aktual dari tetap dalam pengaplikasian perlu waktu dan dilapangan sehingga antara teori kesadaran diri sendiri dari peserta didik. dengan praktek bisa dijadikan bahan acuan. Beberapa pengasuh merasa bahwa masih kurangnya role model bagi peserta didik juga Didalam sistem pengasuhan juga menjadi penyebab kurang tertanamnya karakter- karakter kebhayangkaraan , hal tersebut perlu memberikan rewards kepada dikarenakan faktor peserta didik yang berasal dari daerah dan satuan kerja asal yang berbeda. pengasuh langsung atau pengasuh Sehingga dirasa perlu adanya pengkajian ulang kesesuaian antara waktu dan target perubahan tidak langsung yang menemukan karakter peserta didik SIP. Selain hal tersebut sebaiknya sistem pengasuhan lebih di perkuat pelanggaran perdupsis yang dalam masalah iman dan taqwa karena hal tersebut merupakan dasar dalam semua kegiatan dilakukan oleh siswa dan melakukan penindakan serta melaporkan kepada pimpinan

PENDIDIKAN Beberapa gadik ALIH GLONGAN menyatakan bahwa sebaiknya sosialisasi kurikulum dilakukan secara terpusat oleh Lemdiklat Polri terlebih dahulu serta SESUAI kurikulum PAG saat ini dirasakan TIDAK SESUAI masih belum sesuai dengan tugas dilapangan sehingga hanjar dan Relevansi Kurikulum 86% 14% kurikulum dari tahun ke tahun Sosialisasi Kurikulum 97% 3% Komponen Kurikulum 98% 2% tidak pernah berubah dalam kata Media Pembelajaran 99% 1% Kecukupan & Kemampuan… 95% 5% lain tidak ada inovasi. 95% 5% Kesiapan Sarpras Perlunya dilakukan Efektifitas Pembelajara 82% 18% 98% 2% peninjauan kembali terhadap Proses Pembelajaran 99% 1% Hasil Belajar Mata Pelajaran khususnya Mata Pelajaran Manajemen Fungsi Tehnis, karena Manajemen Fungsi 0% 20% 40% 60% 80% 100% Tehnis sudah masuk dalam Mata Sesuai Tidak Sesuai Pelajaran Manajemen Tingkat Polsek Berdasarkan hasil olah data Dalam pengembangan karakter dari pertanyaan terbuka didapatkan seorang Bintara menjadi Perwira dirasa pernyataan bahwa Perlu adanya tidak cukup jika hanya dilaksanakan metode pengajaran yang beragam dalam waktu satu bulan ditambah dengan media elektronik yang dengan masih adanya sikap toleransi menarik., tentu saja disana harus yang berlebihan dari beberapa personel dialksanakan penyuluhan tentang Setukpa dan kekurang beranian untuk metode yang menggunakan menindak saat menemukan pelanggaran pendekatan dengan keadaan secara yang dilakukan oleh peserta dikarenakan nyata atau di lapangan.supaya serdik factor umur dimana rata-rata peserta lebih memahami materi dan pengajar didik PAG berumur lebih tua dari pada juga lebih luas jangkauan nya dalam personel yang bertugas menjadi menyampaikan materi tersebut pengasuh.

RATA-RATA Berdasarkan olah data dari 98% 96% 99% 9… seluruh responden untuk 100% program Pendidikan 80% 60% Pengembangan Umum SIP 40% 20% 2% 4% 1% 1% dan PAG yang telah 0% dilaksanakan di Setukpa Lemdiklat Polri didapatkan hasil rata-rata seperti diagram disamping. Kendala yang ditemukan 1. Kurikulum dan hanjar dirasa masih perlu penyesuaian kembali dalam hal profil kelulusan, kompetensi pengetahuan, keterampilan dan sikap agar mengikuti perkembangan jaman, kebutuhan organisasi dan kebutuhan masyarakat 2. Dalam pengoperasionalan kurikulum dan hanjar masih diperlukan media pembelajaran lainnya terutama media pembelajaran audio visual seperti video pembelajaran yang dapat diakses atau digunakan tanpa memerlukan koneksi internet 3. Masih terdapat perbedaan persepsi antar pengasuh terkait isi modul pengasuhan sehingga diperlukan persamaan persepsi secara terpusat dari Lemdiklat Polri 4. Waktu Pendidikan untuk PAG yang hanya 1 bulan dirasa sangat kurang untuk menanamkan karakter dari seorang bintara menjadi Perwira. 5. Masih banyaknya pengasuh yang belum maksimal melaksnakan pengasuhan dikarenakan factor usia yang lebih muda daripada peserta didik sehingga merasa segan dalam hal mendisiplinkan peserta didik 6. Untuk hasil belajar dalam aspek pengetahuan dan keterampilan sudah tercapai dengan baik, namun untuk aspek sikap masih pelru dikaji Kembali karena peserta didik merupakan personel polri aktif yang sudah memiliki karakter dari lingkungan dan budaya kerja di Satker dan wilayah masing-masing sehingga sulit untuk ditanamkan karakter yang berbeda dengan karakter awal.

Pendidikan Pengembangan Spesialis

SEKOLAH TINGGI ILMU KEPOLISIAN TIDAK SESUAI SESUAI 100% 13 11 3 4 11 7 17 2 2 Berdasarkan pernyataan terbuka 80% 87 89 97 96 89 93 83 98 98 dalam pelaksanaan sosialisasi 60% kurikulum telah dilaksanakan 40% namun tidak kepada seluruh 20% personel STIK-PTIK sehingga tidak 0% semua personel terutama gadik dan pengasuh paham akan Disarankan agar sebelum memulai perubahan kurikulum baik pengajaran, para dosen pengampu kurikulum pembelajaran maupun yang dimotori oleh koordinator agar pengasuhan yang terbaru. melakukan rapat penyamaan persepsi terlebih dahulu (yang Permasalahan yang terjadi dijadwalkan oleh lembaga). Dalam proses pembelajaran Permasalahan pengasuhan tenaga pendidik merupakan ujung tombak dari sebuah kurikulum Dalam proses pengasuhan karena gadiklah yang akan ditemukan permasalahan dimana menjalankan kurikulum, di STIK- sulitnya menanamkan nilai-nilai PTIK sendiri masih terkendala pada karakter kepada peserta didik jumlah tenaga pendidik yang dikarenakan peserta didik memang ahli dalam mata merupakan personel Polri yang pelajaran yang diampu sehingga sudah pernah berdinas sehingga terdapat dosen yang mengampu mereka sudah memiliki karakter dan lebih dari satu mata pelajaran prinsip dari masing-masing satker walaupun tidak menguasai mata dan daerah. pelajaran tersebut.

DIKLAT RESERSE TIDAK SESUAI SESUAI Berdasarkan pernyataan terbuka dalam pelaksanaan sosialisasi kurikulum telah dilaksanakan namun tidak kepada seluruh 100% 4 10 4 2 11 24 10 3 7 80% 96 90 96 98 89 76 90 97 93 personel sehingga tidak semua 60% 40% personel terutama gadik dan 20% 0% pengasuh paham akan perubahan kurikulum baik kurikulum pembelajaran maupun pengasuhan yang terbaru. Disarankan agar sebaiknya sosialisasi Dalam proses pembelajaran kurikulum dilakukan secara terpusat Sebagian besar tenaga pendidik di oleh Lemdiklat Polri terlebih dahulu Diklat Reserse berasal dari sebelum memulai pengajaran, serta Pembina fungsi atau dosen luar para dosen pengampu yang dimotori sehingga mereka memiliki metode oleh koordinator agar melakukan ataupun rencana pembelajaran rapat penyamaan persepsi terlebih masing-masing menyesuaikan dahulu. dengan tujuan pelatihan masing- masing. Permasalahan pengasuhan Dalam proses pengasuhan ditemukan permasalahan dimana sulitnya menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik dikarenakan peserta didik merupakan personel Polri yang sudah pernah berdinas sehingga mereka sudah memiliki karakter dan prinsip dari masing-masing satker dan daerah.


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook