Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore hamka - bohong di dunia

hamka - bohong di dunia

Published by jumaenasyam21, 2020-06-14 10:18:05

Description: hamka - bohong di dunia

Search

Read the Text Version

Penilaiaa agama-agama Yahudi, Nasrani daa Islam teftta g bo ong Bohong yang diizinkan BohonadaIa iI u jiwa . Peadapat- pe 4 tat Aristoteles, d.J.Rossea ,Staaly HaD dan perhitungan Ferriaai teataag bohoag Filsafat bohoag

,

BOHONG DI DUNIA

Cetakan pertama - 1961 Cetakan kedua - 1975 Cetakan ketiga - 1981 Cetakan keempat - 1982 Cetakan kelima Penerbit N.V. Bulan Bintang- Jakarta 1982 Aagota JXAPI Oak cipta dlind1JD8i undang-undang. Dilarang mengutip cia- lam bentuk apapun bila tidalc ada izin tertulis dari Penerbit 82 05038 K xooo

HAMKA BOHONG DI DUNIA ... . PENEltBIT w~~JAXAR.TA Kt2D11t Kwitq 1/8 TeJp. 342883-346247

KARANGAN~KARANCAN PROF. DR. HAMKA Yang telah diterbitkan oleh \"Bulan Bintang\" 1. Antara Fakta dan Kfuzyal \"Tuanku Rao\" 2. Beberapa Tantangan Terhadap Ummat Islam di Masa Kini 3. Dari Lembah Cita-Cita 4. · Kisah Nabi-Nabi 5. Kenang-Kenangan Hidup · 6. Lembaga Hikmat 7. Pandangan Hidup Muslim 8. Pelajaran Agama Islam 9. Pribadi 10. Perkembangan Kebatinan di Indonesia I 1. Said Jamaluddir. A 1-A rf7hany, Pelopor Kebangkitan Musljmin .12. Tanyalawab I3. I 00I Soal-Soal Hidup 14. Di Bawah Lindungan Ka'bah 15. Margaretta Gauthier- terjemahan 16. Bohong Di Dunia 17. Tenggelamnya Kapal Van der Wijck 18. Sejarah Ummat Islam I, II, III dan IV ·,·

DAFfAR lSI PENDAHULUAN CETAKAN II Halaman 6 PENDAHULUAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 7 I. BOHONG . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 11 II. TERUS TERANG .. . ..... . . ....... . 19 III. AGAMA TERHADAP BOHONG . ~ ... : .. 34 1. Yahudi . . .. ·................... . 34 2. Nashrani ...................... . 35 3. Islam ... ........•.............. 36 IV. . BOHONG YANG DIIZINKA.-N ... .· ..... . 44 56 v. · .dOHONG DALAM ILMU JIWA ....... . VI. PENDAPAT ARISTOTELES 66 VII. · PENDAPAT J .J. ROSSEAU 69 VIII. PENDAPAT STANLY HALL 73 IX• . PERHITUNGAN FERRIANI ... ...... . 77 PENUTUP ........ ... ............. . X. 79 XI. FILSAFAT BOHONG 84

PENDAHULUAN CETAKAN KE-11 Sudah lama buku \"Bohong di dunia\" Cetakan pertama habis, dan sekarang dicetak yang kedua kali. Sebagaimana dikatakan pada Cetakan Pertama, sebagian besar jalan buku ini adalah menurut karangan Dr. Mahdi 'Alam (Sekarang Guru Besar di University lskandariyah di Mesir), lalu di- tambahi di sana sini dengan penyelidikan buku-buku yang lain, terutama bahan-bahan yang diberikan oleh Imam Al-Ghazali dalam kitabnya yang terkenal \"Ihya Ulumuddin\" Jilid Ketiga, pada menyatakan \"Afatul Lisan.\" Pada cetakan yang kedua ini diadakanlah beberapa tambahan, karena memang telah ada pepatah; \"Lama hidup banyak dirasai, jauh berjalan ba- nyak dilihat\" dalam masa dua belas tahun, sehingga uraian yang ada di da- lamnya sudah lebih tiertenang daripada 12 tahun yang lalu, masa baru keluar dari hutan-hutan Sumatra Barat ! Moga-moga ada faedahnya bagi para pembaca di dalam usaha mene- gakkan kebenaran dan menjauhi kedustaan. Penulis. Kebayoran Baru, Juli 1961. 6

PENDAHULUAN Tidaklab ragu lagi, bahwasanya kemerdektlan sutitu bangsa adalah ha- sil dari kemerdekaan jiwa. Salah satu bukti suatu jiwa yang masih budalc, jiwa hamha, ialah kebiasaan membohong, kebiasiUin memungkiri jaffii dan kebitJSaan tidak bertanggung jawab atas suatu kesalahan yang dillzkukan dan tidak mau mengaku di atas suatu perbuatQn dari hasil tangan sendiri . Kalau kiranya kita kupas dengan seksluna perkataan ''MengakU, \" tiam- pak bagaimana seorang harus mengemukalcan AKU-nya di dalam perbuat- an yang dilakukannya. Dapatlah kita fahami jika sekiranya seketika pen- jajah Jepang masuk .· ke dalam tanah-air kita, kerap benar dia menylksa y ang sangat-sangat kejam kepada seorang tertuduh yang tidak mengaku ke- sa/ahannya. Setelah bergaul di dalam segala kalangan, terasa kebesaran hati. da-' pat kita mengetahui jiwa seseorang dan dapat kita meletakkannya pada tenipatnya; jika sekiranya dia bersikap_ lerus-terang. Tetapi alangkah sakit- nya, sakit sangat, jika bertemu dengan orani pembohong,- pendusta, yang eli hadapannya dan di hadapan kita telah bertumpuk bukti-bukti .dan akzsan cukup · atas suatU kesalahan yang dikzkukannya. Namun {lia masih menge- /akkall tanggung jawab, masih mungkir. Katany(l, de_ngan itu, dill melepas- kan diri, p~dahai dengan itulah dill mempersulit diri sendiri, menyebabkan jiwrmya sencliri mera11a, kareltlt rout rmikil dan inlltll dari $e01'tl116 Yillfl me- IIY('mbw~l·ikan ' kebefUIITlll itu, S/!fltUitilisa juga menggtl11tbtukiut afM Yllfll ada dal11m .ll11tinya. 7

Maka tersebutlah Sabda Nabi Muhammad SAW, bahwasanya \"Dus- t~ adalah ibu daripada sega/a dosa \" Kita merasa kasihan me/ihat kemelaratan dan kekecewaan yang me- menuhi hati rrusyarakat; di mana-mana tampak perasaan tiada puas, di- tambah /agi dengan pukulan kemiskinan di zaman perang. Hampir pada tiap-tiap orang, baik laki-laki atau perempuan~ bohong itulah yang bersima- harajale/a Suatu kesalahan yang telah dilakukannya, dan dia telah bertam- bah melarat dari sebah kesaiahan itu, tetapi ka/au dia ditanyai, dia tidak mau mengaku. Dan tetap mungkir. Menepati janji adalah hal yang {uar biasa, dan memungkiri janji ada- /ah hal yang sudah lumrah; tidak soal /agi Berjanji rapat pukul delapan, maka semua orang sudah menduga lebih dahulu bahwa rapat itu akan di- mulai lebih sedikit pukul sepu/uh. Mana yang datang /ebih dahulu mene- ngok-nengok dari luar dan surut ke belakang me/ihat orang belum ada, padahal \"orang\" yang ditunggu itu -ialah dia sendiri. Hal janji rapat ini, tidaklah disesalkan benar. Karena kata orang, di negen'-negeri yang · kehi- dupannya masih bergantungan kepada pertanian (agraria), cara orang ber- fikir lambat selambat tumbuh padi dan kacang. Berobah dahulu penghidup- an itu, . menjadi \"cepat kaki ringan Iangan,\" menjadi hidup industrial, .baru- lah berobah pula perkara janji itu, kata mereka Tetapi melihat jiwa rrenderita lantaran bohong, pendusta, tidak/ah · ada sangkut pautnya dengan tanah agraria. fni adalah /aritaran kurangnya didikan dan sempitnya a/am berfikir. Lamakah sudah, yakni sejak bergelimang di dalam arus revol~ttsi le- bih kurang 4 tahun /amanya, dan belajarpula sebelum itu, di zaman tin- dalam Jepang, saya ingin hendak ·mempe/ajari soal ini. Di masa itu belum- /ah sempat Zaman darurat banyak benar memberikan keuntungan kepada saya. Sejak pertengahan Md 1949 -sampai Juni dan Juli sempat/ah saya istirahat di kampung saya diManinjau. Beberapa keadaan yang dilihat di kiri kanan, menyebabkan keinginan menyelidiki itu timbul kembali Syu- kurlah ada beberapa buku yang masih terbawa lari-lari dan ada pula buku- buku di dalam Kutub Khanah Almarhum Dr. H.A. Karim Amrullah, ter- utama dari kitab-kitab agama: Satu · di antara buku y ang terpenting, yang amat membesarkan hati saya dan -memberikan banyak penunjuk dalam pe- 8

nyelidikan ini, ialah . karangan Dr. Muhammad Mahdi 'Allam, yang berna- ma \"Filsafat bohong. \" Diapun rupanya tertarik pula terlebih dahulu dari saya mengupas soal ini, dengan memakai beberapa buku filsafat -karangan 11arat, seperti karangan-karangan Francis Bacon, Wollatson, Stephen dan lain-lain. Bagi bangasku yang telah Merdeka, amat penting/ah rasany a sua/ ini dikemukakan. Moga-mogalah berfaedah kupasan ini, bukan ·semata menjadi ilmu pengetahuan dan filsafat, tetapi untuk dituntunkan kepada pri kehidupan kita sehari-hari, baik saya ataupun tuan. Karena sikap jujur dan keberarzian mempertahankan kebenaran adalah intisari dari jiwa yang merdeka. Dan bohong atau munafik adalah gejala dari jiwa budak Penulis. Bukittinggi, tengah Nopember 1949.

,.

I BOHONG Bila or:ang menyebut kalimat bohong, jaranglah orang me- ninggalkan lawannya, .padahal lawannya, y8itu kalimat benar. Sebab itu maka kalimat bohong dan kalimat benar, tidaklah per- nah berpisah, padahal keduanya adalah berlawanan.: Bila orang membicara.katl suatu sikap manusia apakah termasuk berani, atau pengecut atau ceroboh; atau membicarakan suatu perangai, apa- kah tenriasuk dermawan, atau boros atau bakhil, masih OI1lllg mempergunakan timbangan kepada yang manakah sikap atau perangai orang itu. Tetapi bohong itu tetaplah bohong, tidak ada pertikaian di antara yang memandangnya dan tidak ada yang sanggup membela suatu kebohongan, untuk mengatakan bahwa- dia benar. Hingga bohong yapg dibolehkan oleh agama dan oleh . ·. . .:'::·: ~ .. -'.: adat-istiadat sendiripun meskipun telah dibolehkan namun dia tetap dicap bohong. · Bohong dan benar Pada asalnya sesuatu yang disebut bohong atau benar itu adalah teruntuk mengenai suatu berita. Kata-kata memang terbagi dua, yaitu berita dan tuntutan. Mengatakan Gunung Merapi tinggi, lautan dal~, si Ahmad sakit, sem~nya termasuk berita. Adapu:n mei\\YUJ'Uil~· dan me ncph dan 11

bertanya, tidaklah termas1;1k berita tetap'i termasuk tuntutan. Ka- ta ahli ilmu manthik dan ahli balaghah, dalam kata-kata tuntut.. an tidak terdapat bohong atau benar. \"Kemarilah duduk !\" - \"Jangan ke sana\" - \"Pukul berapa hari ?\" dalam semuanya itu tidak terdapat bohong dan benar. Demikian kata ahli manthik dan balaghah. Tetapi ahli ilmu jiwa menetapkan juga bahwa di dalam kata tuntutan tersimpan juga benar dan bohong. Engkau bertanya : \"Siapa yang punya kitab ini ?\" Apakah sebab ada pertanyaan itu ? Tentunya karena engkau tidak tahu. Benarkah engkau· ~idak tahu ? Apakah hanya pura-pura tidak tahu ? Tidakkah itu \"Su- dah gaharu cendana pula ?\" \"Atau sudah tahu bertanya pula ? \"Tolonglah saya !,\" pun kata tu.ntutan. Mengapa minta tolong, tentu karena merasa pantas dapat pertolongan. Apakah itu hanya satu pura-pura saja ? Engkau tidak perlu dapat tolong. an, lalu engkau minta juga pertolongan itu kepada orang lain. Dengan itu~dapatlah dipastikan bahwasanya <H dalam segala macam bentuk kata-kata, ·baik berita atau tuntutan, pasti tetda• pat bohong atau benar. · Dan bukan saja dalam susun kata berita dan tuntutan terdapat kesan bohong atau benar. Dalam perbuat~ an kita sendiripun ada perbuatan yang bohong atau perbuatan yang benar. Karena suatu perbuatan atau pekerjaan apalah basil dari azam jiwa, atau suatu kehendak. Hanya orang tidurlah yang ber- buat dengan tiada kesadara.n. Perbuatan benar disebut j1,1jur. Benar adalah lawan dari bohong. Benar diletakkan kepada • dua perkara. Pertama, hendaklah perbuatan kita sesuai dengan kata-kata kita Orang yang 'senantiasa ~renyorakkan kata-kata benar, tetapi di dalam peraktiknya melakukan kebohongan, bu- . kanlah orang jujur. Beljanji tegubi, tanggung jawab (amanat) pe- nuhi dan pikut Tegasnya diniatkan hendak memenuhi janji dan meneguhi amanat; walaupun kemudiannya ternyata - karena hal~hal yang menghamb.at dengan tidak dikehendaki - ~idakda- pat dijhlankan. ·- ·· · -· ••• ' '· <, c 12

Yang kedua· : Perkataan kita hendaklah bers.etuju dengan pikiran kita. Dengan arti bahwasanya kita tahu sungguh bahwa•~ sanya yang kita ·katakan itu benar adanya. Dari itu jelaslah per- bedaan di antara kedua perkara itu. Kadang-.kadang orang berni- at seketika dia mengatakan suatu janji, bahwa dia tidak akan me- neguhinya. Inipun bohong ! Tetapi tidak perlu bahwa dia akan berbohong menurut ke- tentuan yang pertama tadi, karena sudah menyatakan janji itu diteguhinya. lmam Ghazali membagi meriurut Filsafat Tasaufnya akan sikap benar itu kepada enam bahagian; Benar kata-kata, benar niat dan kemauan (iradat), benar azam (kehendak), benar seke- tika menunaikan kehendak, benar bekerja, dan benar di dalam kedudukan agama sekaliaq.. (niya, ulumuddin juz 4, hal. 331-335). Sekarang dapat kita simpulkan bahwasanya yang menjadi semp'adan pembatas di ~tara bohong dan benar ialah ftikad (keper~ayaan atau keyakinan). Di dalam akhlak (ethika), yang dipandang ialah kepercayaan orang yang membawa khabar itu sendiri · atas perkabaran yang dibawanya, baik hal itu sesuai de- ngan kejadian, maka itulah yang benar, atau tidak bersesuaian, itulah yang bohong. Jadi pembawa kabar dalam pandangan ilmu akhlak, samalah dengan pandangan ahli ilmu usul atas ·seorang mujtahid; Kalau ijtihadnya sesuai dengan kebenaran, dia menda- pat dua pahala. Kalau ijtihadnya tidak bersesuai dengan kebenaran, dia mendapat satu pahala. Kalau seorang mtinaflk datang kepada Nabi Muhammad, mengatakan \"Kami me'ngakui sungguh-sungugh bahwa tuan me- mang . Pesuruh Allah,\" belumlah pengakuan itu benar: Meskipun Nabi Muhammad memang Pesuruh Allah. Sebab pengakuannya itu berlawanan dengan keyakinan dan kepercayaannya yang se- benarnya. l.ebih tepat dengan pendiriannya, sebab itu dia lebih benar, kalau. dia berkata. teru8 ·te:@ng; \"Saya tidak percaya bah- wa tuan Pesuruh Allah!\" Ahli-ahli ftlsafat Islam telah menundukkan (memberi kaidah, 13

diflnisi )tentang yang bernama benar atas tiga perkara : 1. Yang benai' ialah yang bersesuai dengan kejadian, wa- laupun berlawanan dengan kepercayaan dan keyakinan. Kata setengah mereka, itulah kaidah yang tepat. 2. Yang benar ialah yang bersesuai dengan kejadian dan kepercayaan. - ltulah pendapat Failasoof-Pujangga Ahj ah:izh. 3. Yang benar ialah Yl!ng bersesuai dengan kepercayaan sendiri, walaupun berlawanan dengan kejadian. ltulah pendapat Failosoof An-Nazzhaam, seorang penganjur Mazhab Mu'tazilah, satu mazhab fllsafat yang besar dengan mempunyai banyak pe- ngaruh dal_?m Islam. Ahli ilmu balaghah Arab inemandang kaidah Annazzhaam itu tidak tepat. Tetapi ilinu ethika modern me~ mandang itulah yang lebih tepat. -Memang pendirian kaum Mu'ta- zilah tentang kemerdekaan diri dan kemauan perseorangan dan tanggurrg jawab manusia, sudah lama terkenal dan menjadi suatti perbincangan hebat dalam kalangan, ahli-ahli ilmu kalam dalam Islam. Bohong diam dan booong samar Adapun sikap benar adalah suatu budi utama yang bersi- pat positif(ijabiah, membangun). sebab menjelaskan suatu yang- .benar tidaklah cukup ·kalau hanya dengan tidak berdusta. Mung- kin juga engkau tidak membuat suatu dusta yang terang, yang . positif, tetapi dengan begitu engkau belum tentu ben~. \"Semata-mata berdiam diri saja,\" demikian Jcata Robert Louis Stafenson, \"belml' boleh dikatakari bersikap benar. Karena kerap kali seorang termenung seotang dirinya dalam · sebuah kamar, tiada bercakap sepatah .katapun, tetapi dalam dadanya meluap- luap suatu rn'aksud yang jahat dan khianat~\" Ada juga suatu kedustaan menyerupai yang benar. Banyak bohong dicakapkan dengan selaput kebenaran. Seorang ke luar dari sebuah toko rnernbawa sebuah bungkusan. Dia singgah di- 14

rumah kawamiya seketika akan pulang, di tengah jalan berjumpa seorang kawan lain. Sangkanya bungkusan itu adalah Persemin orang, padahal dibelinya sendiri. Lalu yang salah sangka itu me- negor. \"Dapat untung ya\"? Dia menjawab dengan senyum. Senyum itupun berisi ke-. bohongan, karena dapat menimbulkan sangka pada yang berta- nya, bahwa memang bungkusan itu berisi pemberian. Bohong dalam perbuatan Sudah jela$ tadi mana bohong dalam hati dan mana bohong pada lidah. Sekarang kita terangkan pula bohong dalam perbuat- an. Banyak di antara ahli-ahli filsafat telah menghimpunkan se- bab-sebab daripada segala kerusakan akhlak, yang timbul dari- pada bohong. Mereka berpendapat bahwasanya apa juapun ma- camnya kejahatan akhlak adalah semata-mata tantangan yang se- hebat-hebatnya yang lebih tinggi pangkatnya, atau kian .kemari cucuk-cucuki 'karena mencari kedudukan dan kehormatan, atau tidak bertanggung-jawab, rriengganggu usaha orang lain, lalai, le- ngah, pendengki, pendeknya segala macam perangai yang meru.:. sak budi yang membawa kerusakan pergaulan hidup; semuanya itu adalah terrnasuk bohong, yakni bohong perbuatan. Yaitu se- bab meildustai akan kebenaran dan keadilan yang mutlak. Oarke dan muridnya Wollatson dan Stephen sama penda- · patoya dalam hal ini. Semuanya itu adalah bohong yang paling luas. Begitulah pendapat mereka. Wollatson menegaskan bahwasanya kejahatan akhlak (ka- rakter), artiny~ ialah mengingkari kebenaran dengan perbuatan. Suatu perbuatan baik yang dikerjakan atas dasar akhla~, artinya ialah suatu pengakuan atas kebenaran.\" Men~uri misalnya. Itu adalah suatu perbuatan mendustai hakikat sebeoarnya. K1l~na pada hakikat yang sebenarnya baran~ yang dicuri ·itu bukanlah kepunyaan si pencuri. Perbuatan baik adalah membenarkan kebenaran dan perbuatan jahat adalah m n- dustainya.\" IS

,' Stephen· berkata : \"Setelah lebih dan 30 ·tahun mempelajarf~ nya, maka wollatso.n mendapat . kesimpuian, bah wa'; seha1>:-sebab yang menjadikan ' seorang suami tidak rnengeraf letter isterinya tensah iste.ri itu tidur enak, padahal halanganny;a tidak ada, iaiah karena perbuatan ini mendustai ke.benaran. Sebab menunit keb~ naran, perempuan itu berhak hidup.'' Sebab itu d3:patlah disim- pulkan bahwasanya segala kesalahan pekerti adalah bohong. Bohong dan serba-serbi bentuknya 1. Bertebih-lebihan memberitakan sesuatu, .sejengkal dijadi- kail:' sehasta, sehasta dijadikan s'edepa, Kalau orang telah terbiasa dengan begitu, maka selamartya .tidaklah .enak baginya lagf ·k~lau ~,. ·-.· · tidak melebih-lebihi. · 2. Mencampur adukkan yang-benar dengan ya~g bohong. Baik' daJam _perkataan atau dalam perbuatan. .Di dalam Qur-an · disebutk~n \"Wal~atalbis ul haqqa 'bit bathili1 watak tumul haq- . qa wa antum ta'lamun.\" (Janganlah kamu selubungi yang benar dengan ·y:;tilg salah dan ~ kamu' sembunyi,.seinbunyikan kebenaran., padahal ·kam u.. telah tahu). · · · ·. ., 3.· Memotong-;moton~ kebenaran,misalnyamengambil pang- . kalnya saja dan ·meninggalkan .ujungnya, atau sebaliknya. Sehing- ga. rusak maksud suatu perkataan.. Dalam Qur-an banyak perkata- a~, kala~ .dipotoi)g begitU, am:at 'rusaklah maksudnya; \"Masuk nerakalah ' ~rang yang sembahyang, yang daripada sembahyang- nya mereka ·tupa. ·· · · · J angan mendekati sembahyang, sedang kam~ mabuk. ' ~I > '• ,' ,' ' Oalam orang berpolemik, cara memotong-.motong inilah yang. arDfit berbahaya. sehingga tujl,J~ seseorang yang ;tadinya. baik, . isi maksudnya yang ·,sucit ,setelah dipolemik-kan, menjadi kacau- batau: karena k~S'alahan lawannya yang m'emotong-motong itu. Ma~~· huiatt bahaya,kedustaa~ cialam jurrialistik. ,\\'> 0 • 0~ . •, ' ' \\• oy 0 -\\ ·4. · · Menyatakan dengan mulut sesuatu yang berlainan dari yang terasa di hati, walaupun pada hakikatnya, yang dinyatakan 16

itu benar. Seperti beberapa .orang munafik yang datang kepada Nabi Muhammad, mengakui dengan \"Sungguh-sungguh\" bahwa mereka telah - percaya, bahwa beliau pesuruh Allah. Padahal hati- _ nya sendiri tidak mempercayai. , ./ Di manakah diperdapat bahwa pernyataan itu bohong? . latah pada bukti perbuatan, atau pada ,tingkah laku yang lahir. Karena hanya mulut yang bisa berbohong adapun perbuat- an dan sikap muka itu· selalu berlawanan dengan mulut. Lebih satrialah seseorang yang .mengaku terus terang bahwa dia ·tidak percaya, karena ~emang dia belum percaya, daripada orang yang mengaku percaya; tetapi hatinya ragu. · · .Orang yang munafik itu adalah orang yang sangat lemah. Pengalamanku di zaman sangat hebatnya perjuangan kemer- dekaan bangsa Indonesia sesudah tindakan Belanda kedua, mem- beriku kesan bagaimana · menderita jiwanya orang-orang yang lemah itu. Di waktu daun timbangan Belanda masih di atas, me- reka berpihak kepada Belanda dan membusungkan dada, sambil mencemoohkan bangsanya sendiri, mencela dan membongkar se- gala keburukannya, lalu berkata; \"Mana bisa merdeka\"! Demi setelah daun timba,ngan Republik naik pula, berputar pula ha- luannya dan berkata. \"Saya sebetulnya Republikein juga ! Tetapi karena perut iapar, ·saya terpaksa bekerja dengan Belanda. Namun hati saya tetap ingin merdeka ! Demi setelah R.I.S. akan berdiri _dan perjalanari Bung Hatta ke K.M.B. ,berhasil nier~ka bilamana bertemu dengan orapg Republik,,terus pula dia mengambil-ambil muka, rriembuka-buka jasanya, bahwa dia masuk bekerja dengan Belanda, adalah menjaga kepentingan kita juga, banyak rahasia, banyak dokumentasi; banyak \"gegevens\" yang telah didapatpya. Dan kalau R.I. S. berdiri dan dia terpakai juga, dia akan lebih \"mer- deka\" daripada segala orang yang berjuang untuk kemerdekaan! Dan setelah perjoangan memutar RI.S, kembali jadi Negara Kesatuan, diapun adalah seorang yang-tetap bercita-cita kesatuan. 17

5. Memuji-muji, menyanjung berlebih-lebihan, kepada orang yang berpengaruh. 6. Janji yang tidak dipenuhi. 7. Main sembunyi-sembunyian. 8. Sombong. Mengangkat diri lebih daripada: ukurannya, menunjukkan bahwa yang di dalam kosong. 9. Saksi dusta; Menyesatkan hakim, menyulitkan perkara, mempermudah nama Allah, menyakiti orang yang tidak bersalah. 10. Membikin-bikin yang tidak-tidak, mengararig-ngarang- kan. 18

II TERUS TERANG Sikap tei'us terang menghadapi suatu perkara, atau menja- wab suatu pertanyaan, adalah ala~nat perkembangan jiwa yang seindah-indahnya. Inilah alamat kemerdekaan jiwa, ·tidak merasa takut kepada siapa juapun di antara manusia dalam menghadapi hidup. Insyaf bahwa dia adalah manusia, sebenar benar manusia, yang ·tiada sunyi aaripada kealpaan dan .kesesatan jalan. Orang yang berbudi pekerti terus terang, adalah manusia yang pekeija- annya sendiri membuktikan bahwa dia tidak berhenti-henti memperbaiki dan meluruskan jalan hidupnya. Padanya tidak : ada rasa banaya dari luar, tempatnya takut adalah kalau dia me- mungkiri suara hatinya sendiri. Demikian juga terus terang mengatakan suatu perkara yang musykil kepada seorang ternan. Tidak ada yang disembunyikan, walaupun kadang~kadang perkataan itu akan menyinggung pera- saannya. Atau membawa suatu malapetaka baik buat dirinya atau buat dirimu sendiri; Terns terang di sini menja.di pangkal jalan bmit menuju ketabahan. Memang banyak sekali tempatnya yang terus-terang itu perlu dipakai. Meskipun kadang-kadang dahun beberapa perkara pula, keterus terangan itu harus diringankan sedikit pukulannya, dengan tidak merobah isinya. Orang yang berani berkata terus-terang, adalah orang yang mendidik jiwanya sendiri untuk merdeka, 19

Dan orang yang berani menerima perkataan terus-terang, adalah orang yang menuntun jiwanya kepada kemetdekaan. Seb.ab itu dapatiah dikataka:n bahwa kebemiran itu adalah kemefd.ekaan. Setehih beberapa tahun Iamanya terjadi peperangan di antara Ali bin · Abi Thalib dengan Muawiyah, akhirnya neraca partai Ali jatuh dan Ali sendiri mati terbunuh oieh pengkliiartat politik. Jabatannya jadi Khalifah diletakkan oleh partainya kepada anak- nya AI Hasan. Demi melihat bahwa perjuangan ka.Iau diteruskan juga, hany:a akan membawa kerugian lebih besar dan tidak nampak jalan buat menang, AI Hasanpun sudi berdamai dengan Muawiy~h, Sehabis perdamaian, Muawiyah naik Haji ke Mekkah. Di tengah j,alan diperiksanya buku catatannya, . tentang siapa-siapa yang ·her pihak kepada Ali dan memusuhinya. Maka berteinuiah nama seorang pere~puan, Ialu beliau bertanya kepada · penasehat pe- nasehatnya, masih hidupkah perempuan itu; orang menjawab masih. Perempuan itu disuruhnya carl dan bawa menghadapnya. Seteia:h qerhadapan, Muawiya:h bertanya kepadanya \"Tahu- kah engka1.1 ·apa sebab engkau dipanggil?\" · .'_'Hanya Allah yang tabu perkara ~b !\" .\"E~au dipanggil, karena saya hendak bertanya, mengapa engkau sayang kepada Ali dan benci kepada saya? Mengapa eng- kau berpihak kepada Ali dan memusuhi saya?\" ''Kalal.rsaya bicara terus terang, apakah saya diberi ma'af?\" 'Tidak! Saya tidak akan memberi ma;af !\" \"Kalau- saya memang tidak akan diberl ma'af, baikiah saya · katakari terus-terang; Saya meinang suka~ kepada Ali. sebab dia adil .kepada rakyat, kalau dia membagi, dib,aginya sama rata. Saya bend kepada engkau, sebab engkau telah memerangi orang yang bethak 'daripada engkau dan engkau merampas suatu hak _ . yang bukan. ~ak engkau. Saya berpihak kepada Ali, sebab Rasul ·Allal1 percaya kepadanya. Ali itu cinta kepada orang miskin, -· dia memuiillkan orang yang beragama. Saya bend kepada engkau, sebab engkau penumpah darah, engkau zaiim, engkau menjatuh- kan suatu hukum menurut hawa nafsumu saja.\" \"Pemahkah engkau melihat Ali ?,., \"Demi Allah ! Pema:h !

- 'Bagaimana dia engkau lihat ?\" 'Demi Allah ! Saya liha!, tidaklah dia digila pangkat seperti engJ<au, tidak mengejar harta seperti engkau.\" ' \"Adakah engkau suatu keperluan, rupaya dapat kutolong ?\" .\"Sukakah engkau memberi jika kuminta?\" \"Tentu !\" \"Beri saya' 100 ekor unta betina, de!lgan anaknya sekali · dan dengan gembalanya.\" \"Apa perlunya bagimu ?\" \"' \"Air susunya buat minuman anak-anak, dengan dia kuhidupi orang orang dewasa, dan dengan itu aku akan berbuat perkara~ petkara yang mulia, dan untuk perdamaian keluarga yang ber~ sengketa.\" ,1 \"Kalau itu semuanya kuberikan kepadamu, dapatkah engkau letakkan- daku dalain hatimu\\ sebagai meletakkan Ali pula ?'' \"Subhanallah di tempatnya tentu tidak, tetapi mungkin di bawahnya.\" Mendengar itu, bersyairlah Muawiyah; \"Jika ku ·tidak siap sedia, bersopan santun pada dirimu. 1 Siapa lagi, orang harapkan, akan bersantun pada temannya ? Terimalah ini ! Senangkah hatimu, ingatlah perbuatanku yang mulia. . . Semoga Tuhan menibalasinya, kubalas perang, dengan si- kapku yang suka,damai.\" · Setelah -~tu dia berkata pula, jika Ali IJlasih 'hidup, tida ada dia akan memberi engkau sebuah juga.\" 'Memang tidak ! Demi Allah .! Dan tidak ·akan diberinya, walaupun sebuah jarum,'kalau dari harta benda kaum Muslirnin.\" *** I '. Pada suatu hari Muawiyah bercakap-cakap dengan Dhirar Shudai. beliau rup~ya ingin mendengar dari Dhirar, bagaimana perangai Ali. . ' 1· \"Hai ·Dhirar, terangkanlah kepadaku, bagaiinan;l. perangai 21

Ali itu ?\" 'Apakah saya diberi ma'af jika saya terangkan yang sebe- narnya? \"Terangkanlah !\" \"Kalau saya terpaksa juga menerangkil11, maka adalah dia -: Demi Allah jauh pandangannya, kuat jiwanya, katanya teratur, hukumnya adil, memancar ilmu dari bathinnya, bercahaya hikmat dari mulutnya, dunia tidak memperdayakannya. Dia amat suka bangun malam , merenung alam. Perkataannya· Demi Allah ! lancar, pikirannya panjang. Dibaliknya telapak tangannya diseiu- nya di.rinya, Dia lebih suka pakaian yang senteng, makanan yang kesat! Jika dia duduk bersama-sama dengan kita, dia tidak berobah dari kita. Mana yang meminta diberinya, mana yang bertanya dijawabnya. Tetapi dia duduk den·gan kita dengan bebas dan dia mendekati kita, tidak terbetik lidali kita karena hebatnya. Tak berani awak memulai bercakap karena kebesarannya. Dia hormat kepada orang yang beragama, dia cinta kepada orang miskin. Orang yang kuat tidak dapat berieluasa kepada yang lemah, ka- rena yang lemah dibelanya dan tidak putus asa dari keadilannya. Sungguh pernahlah aku menyaksikannya, dan hari ketika itu telah tengah malam, dan bintang di langit mulai memancarkan · sinar kelap-kelip. Maka duduklah beliau di dalam mihrabnya, dipegangnya dagunya sendiri. dan dia mulai bertekun sebagai tekunnya orang yang sehat, lalu dia menangis, tangisnya orang yang dukacita. Lalu dia berkata : \"Wahai duniat Tipulah orang lain! Akukah engkau intaikan hai Dunia? Dirikukah yang engkau intip? Jauh sekali! -Aku telah mentalak engkau tiga kali, talak tidakkan ruju' lagi! Umurmupendek, bahayamu banya'k. ''Wahai sedikitnya perbekalanku, wahai jauhnya jalan yang akan aku tempuh dan sepinyalebuh yang akan kulalui.\" Muawiyah tiada tahan mendengarkan cerita kehidupan bekas musuh politiknya itu, dan air matanya titik dengan lebat- nya. Lalu beliau berkata, \"Rahmat Allah berli.mpahanlah kepada Abul-Has~n. Memang sifatnya ~bagai yang engkau katakan itu.\" Lalu dia b~rtanya \"Bagai.manakah sedih hatimu terhadap dia, 22

hai Dhirar ?, ' \"Wahai Tuanku, sedih hatiku adalah seumpama sedih hatinya scorang yang disembelih anak tunggalnya di hadapan matanya.\" Maka adalah terus terang perempuan itu dan terus terang Dhirar di hapapan seorang pahlawart pendiri Kerajaan besar di zaman seperti itu, suatu pertanggungan jawab jiwa yang amat tinggi nilainya. Dia keduanya tentu insaf, terus terangnya memba- hayakan jiwanya. Tetapi yang menerimapun bukan sembarang orang, yang bukan saja percaya akan kekuasaan dan kemeg3han kedudukannya, tetapi lebih percaya dan lebih menghormati ke- merdekaan orang lain,...;berhadapan dengan kemerdekaan dirinya sendiri. Dan memang Muawiyah termasyhur di dalam tarikh, seorang yang amat hilm, yaitu penyantun dan dapat menahan hati mendengar perkara-perkara yang berat dan sudi memberi ·ma'af sehingga dengan itulah dia mengikat hati orang-orang yang tadi- nya memusuhinya; hingga sudi berpihak kepadanya Kabarnya konon, sehabis perang dunia pertama dan setelah negeri Irak terjadi revolusi besar, berhasillah tuntutan rakyat, negeri Irak dimerdekakan Inggeris dan Raja Faishal bin Husin diangkat orang menjadi raja Tentu saja - sebagaimana teijadi di tiap-tiap bahagian dunia -- permulaan kemerdekaan itu belum tercapai semua yang dicita-cita rakyat. Tentu ada golongan yang merasa tidak puas. Di antara yang tidak puas itu adalah seorang penyair muda, yang telah melepaskan seenak hatinya yang tidak puas, dengan niengeritik Raja Faishal dengan sebuah rangkuman syair. Seketika syair itu telah keluar, banyak orang yang bertanya- tanya, bagaimana agaknya sikap istana atas gubahan yang keras itu. Tetapi apa yang kejadian? Raj a Faishal mengimdang penyair radikal itu ke istana de- ngan segala kehormatan, bukan dengan perantaraan polisi, tetapi dengan perantaraan bentara istana Dia dijemput dengan oto baginda dan dijamu minum teh. Si penyair tentu sudah berdebar- debar hatinya Setelah gembira minum, baginda bertanya ke hilir ke hulu, lalu beliau berkata : \"Saya harap engkau sudi mengulang membaca syairmu itu di hadapanku sekarang! 2~

Dengan sikap horinat tetapi jiwa yang merdeka, si pemuda itu membaca syair itu k'embali, dan raja mendengarkannya dengan penuh khidmat. Setelah selesai lalu raja berkata. \"Terima kasih atas kritikmu dan di dalamnya kul~at kejujuranmu ! Asal maksud tetap' baik, Negara ini akan beroleh. kemajuan lantaran orang- orang yang seperti engkau. '.' ·. \"Dan hambapun menulisnya bukan karena kebencian, . hanya karena setia kepada kerajaan.\" ·. Penulis tidak fahu lagi apa yang kejadian sesudah itu, yang terimg ialah sikap terus t~rang penyair dan sikap terus terang raja, keduanya terikat oleh rasa tanggung jawab besar terhadap tanah-air yang dicintainya. Cuma kemudiannya si penyair tentu bertambah insaf bahwasanya beban orang yang ~ikeritiknya lebih berat daripada apa yang disangkanya bermula. · , Dalam negeri demokrasi, sikap terus terang yang timbul dari hati jujur, baik menyatakan'suatu kesalahan atau menerima suatu kritik, atau mendengar suatu pemyataan yang pahit, semuartya dijamin. Tetapi bagaimana juapun jaminan, walaupun undang-un-.. dang dasar suatu negafa ditulis dengan tinta air-mas, namun tulis- an akan tinggal tulisan, kalau tidak dilaksanakan ! Bohong menumbangkan masyarakat . Benar dan jujur dipandang sebagai urat yang meneguhkan subumya masyarakat. Bukan saja uratnya, bahkan dia puhilah buah hasilnya yang .ranum dan lez.at. Kalau begitu dapat juga din'aikkan sedikit lagi, yaitu kejujuran dan benar adalah air hayat . yang mengalir dan memberi hidup di dalajn tubuh pohon itu, yang diisap oleh uratnya dan ·dialirkan kepada seluruh tubuhnya melalui dahan dan r~mtingnya, dan kebenaran itu juga ada dalam air embun diisap oleh daun-daunnya yang hijau. _ Kejadian yang asli daripada jiwa manusia, yang dinamai fitrahnya, adalah benar dan jujur. Suara hati yang asli adalah jujur dan tidak mau b~rbohong. Hanya keadaan lain yang datang dengan tiba-tiba jugalah yang lalu memaksa manusia menempuh . jalan bohong. Mulut orang lebih lancar mengucapkan kebenaran

apa benarkah sebabnya -maka orang berbohong. Dan apa sebab maka 'bohong\" itu dipandang suatu cap yang tidak dapat dihi- langkan lagi dari kening si pembohong. Beliau menjawab : '.'Se- orang pembohong, adalah seorang yang luar biasa, dan dia. sangat pengecut menghadapi sesamanya manusia.\" Adakah lagi suatu perangai yang lebih rendah dari ini? Bohong sekali. ·\"Setali pembeli kemenyan, sekupang pembeli ketaya sekali lancung keujian Seumur hidup orang tak percaya.\" Bohong sekali adalah laksana nita setitik dimasukkan ke dalam susu sebelanga. Bohong ,sekali kerap menjatuhkan harga seseorang di hadapan sesamanya manusia buat selama-lamanya. Atau sebaik-baik untungnya, dia harus lebih dahulu membukti- kan berpuluh kati kebenaran, barulah bohongnya yang sekali itu dapat ·dipandang orang sebagai suatu kesalahan yang dapat diina'afkan. Biasa orang berkata terhadap seorang yang telah terdapat bohong : \"Siapakah yang mengatakan itu kepadamu ? Si Anu ? - Kalau dia yang bicara, dalam seratus perkataannya, terimalah saja sebuah dan yang sebuah itu timbang pula dahulu !\" Bohong yang pertama, minum khamar yang pertama dan - zina yang pertama. Seluruh manusia yang belum jati:th, berjuang mati-matian . supaya jangan terjatuh kepada yang pertama itu. Karena apabila yang pertama itu tidak dapat ditahan, rimtuhlah benteng diri. Itu sebabnya maka di dalam Islam, laki-laki atau perempuan yang belurn pernah terdapat berzina disebut \"muh- san\" dan \"Muhsanat,\" laki-laki dan perempu·an yang terbenteng. Hukumpya amat berat dan orang-orang yang menjatuhkan tuduh- an atas mereka dengan tidak mengemukakan 4 saksi, dihukum pula lebih berat. Tetapi seorang yang peminum, tetapi tidak pem- bohong, atau seorang yang telah terlanjur berzina tetapi tidak pem bohong, masih banyak sekali harapan buat dia memperbaiki dirinya sehingga naik kembali. Seorang pempohong, walaupun 26

dia semb~hyang tunggak-tunggik, sembahyangnya itupun bohong juga. Dosa pertama disusul oleh dosa kedua. Dosa dengan makna hanya me- \"nginyam '' tidaklah ada. Dosa adalah dari suatu ke- kalahan perjuangan jiwa. Kebenaran adalah cahaya sejak dari awal sampai ke akhir. Dusta adalah gelap semata, gelap sejak awal sampai akhir. Sebab pangkal sesuatu yang terang, telah se- ngaja digelapkan dengan dusta, orang tidak akan berhasiJ kalau tidak menutupnya sampai ke ujungnya. Sebab itu maka dusta itu adalah tali yang bersambung-sambung. Jadi tidaklah cukup satu kali. Ibnu Muqaffa' berkata : \"Perkara-perkara yang tidak tahan berlama ialah lindungan awan, ternan yang jahat, cinta kepada perempuan, berita bohong dan harta benda banyak.\" Suatu kelemahan daripada seorang pembohong, ialah sebab dia pelupa. Orang benar tidak pelupa, karena khayal kebenaran itu senantiasa terbayang dalam otaknya. Walaupun bertahun kemu- dian, hal itu bisa diingatnya kalau orang menanyakan pula. Tetapi suatu bohong, boleh disaksikan dan dipertemukan lapori:ln si A yang dilawannya bercakap di tempat lain. Satu perkara saja bisa berobah warnanya sebanyak· pertemuan, sebanyak tempat dan seban yak orang yang -bertemu olehnya. Maka adalah pepatah : \"Kalau engkau hendak menjadi pembohong janganlah pelupa.\" '\"'Sebagaimana perkataan Ibnu Muqaffa' tadi, salah satu di antara perkara yang tidak tahan ialah lindungan awan, artinya mend ungnya, yang kelak akan cerai berai, baik lantaran kerasnya angin, atau lantaran . turunnya hujan. Berkumpul sebentar lalu berserak, langit cerah kembali atau berkumpul dia sebentar, lalu menj adi hujan, sehabis hujan awan yan·g membawa hujan tidak nampak lagi dan langit ceral1 pula. Maka laksana awan berkumpul itulah -suatu dusta menghalangi cahaya kebenaran. 'Jepat benar perkataan Abraham Lincoln President Besar Amerika Serikat itu : \"Engkau sanggup menipu sekalian orang . separo zaman, dan engkaupun sanggup menipu separo orang un- tuk sekalian zaman. Tetapi engkau tidak akan sanggup rnenipu sekalicm or~ng untuk sekalianzaman.\"

~mMt . Bohortg itu dinamai juga khianat. Nabi Muhammad SAW. bersabda :· \"Airiatlah besatnya khianatmu jika engkau cakapkan kepada saudaramu suatu perkara:, yang. dia menyangka perkata- ai1mu benar. Padahal engka~ sendiri merasa bahwa engkau ber- dusta ·~ Tetapi sama sekali hilanglah khianat itu kalau sekiranya engkau ulas perkataanmu itu leblh dahulu. Engkau kataka:n bahwa · · perkataanku fui tidak dijamin kebenarannya, atau hanya ·suatu dongeng yang kubuat-buat. Sebagai pengarang roman kerap ber- kata : \"Ini hanya fictif belaka.\" Cerita Roman tidak ada .yang bohong, _kar.eria semua sudah tahu bahwa dia memang bohong. Yang lucunya, ,suatu roman yang amat terpuji ialah hila pengarang sanggup berbuat hingga .romannya \"bertar.\" Sehingga orang yang dibohongi tidak lagi \"Memprotes\" karena kesanggupan si pembuat roman menyusun romannya hin,gga cocok dengan kebenaran, atau menjadi kebenaran belaka Maka adalah ft.lsafat roman suatu filsafat bohong yang paling tinggi. Ahli bohong yang luar biasa ltu mendapat penghargaan yang luar biasa; sampai mendapat Nobelprijs atau bintang \"Legium de Ler.\" Sendagurau Hidup mesti ada senda gurau, supaya di~ jangan kaku..Gtma jangan melampaui .batas, jangan menyinggung .penisaan. Sabda Nabi jadikan pedoman. dalam bersenda gurau, yaitu : '~idaklah beriman seseorang kamu sebelum dia cinta kepada saudaranya, sebagaimana cinta kepada diri sendiri.\" · Nabi sendiri kerap bersenda gurati; tetapi tidak ada perka- taannya yang keluar dari garis kebenaran. . Dengan seorang perempuan dia bersenda gurau, lalu katanya : . \"Mengapa engkau mengendarai anak-unta ?\" Perempuan itu men- jawab ' ;'Bukan anak unta yang. hamba kendarai ya Rasululla,h ! Tetapi induk unta.\" \"Bukankah induk unta itu, anak untajuga ?\" Kata beliau pula·derigan kelakarnya. Dengan seorang perempuan tua dia bersenda gurau pula . \"Perempuan bla tidak boleh masuk ke dalam syurga !\" Sedih

zaman kami 35 tahun yang telah lalu, amat takut berbicara atau metnprotes kepada kesalahan orang tua. Maka sampai kini. Hal itu tidak dapat kulupakan. Apakah lagi pendidikan di zaman kami 35 tahun yang telal1 (aJu, amat takut berbicara atau memprotes kepada kesalal1an orang tua. Maka saya benamlah perasaan itu sampai bertahun-tal1Un, dan teijadi perlawanan dalam hati, yang sesudah berusia kira-kira 20 tahun baru mulai padam, karena kita. telah dewasa pula. Benar lebih sentosa Lebih baik dan lebih serttosa berkata benar, walaupun apa akibat yang akan diterima. Lantaran suatu kedustaan pada orang yang telah biasa berkata benar, adalah meriindih jiwanya sendiri. Dan bagi si pembohong menyebabkan jiwanya kian lama kian kasar. Pepatah Arab : ''TinggalkanJah bohong, meskipun pada mulanya engkau -pandang bohong itu memberi manfaat bagi dirimu; pada hakikatnya dia memberi bal1aya. Berlaku benarlal1, meskipun pada mulanya engkau pandang benar itu mem beri bahaya. Karena pada hakikatnya, itulah yang akan memberi manfaat kepadamu.\" ' . Dalam talmn 1934 ada teijadi suatu pembunuhan amat ngeri di Padang Upang-upang sebelal1 Lubuk Basung. Be~berapa hari lamanya pembunuh-pembunuh itu dicari1 akhirnya beberapa orang yang diragui telah dapat ditangkap. Setelal1 diperiksa di muka polisi mereka tidak mau rriengaku; di antaranya ada yang pandai menjawab, menitikkan air mata. Polisi sudah kepayal1an. Untuk mem bujuk tangkapan-tangkapan itu, polisi membawa saya menziarahi pembunuh-pembunuh itu ke dalam tal1anan . Yang paling cerdik 'di antara mereka dapat saya lawan berca- kap-cakap. Di antara perkataan saya yang masih saya ingat samP.ai · sekarang : \"Tidak mengaku itu sebetulnya hanyalah menyusahkan hati saudara saja, karena hati kecil itu sebenamya melarang sauda- ra berdusta. Sepandai-pandai saudara berbohong, polisi senantiasa akan berusal1a melengkapkan bukti atas kesalal1an saudara; bcr- tambah saudara tiada mengaku, padal1al bukti amat lengkap, 30

bertambah berat hukuman dijatuhkan hakim, dan jiwa saudara bertambahtambah menderita. Dan huJruman buat saudara di akhi- rat tidak pula mendapat keentengan. Di dunia hakim ini dapat kita kicuh, tetapi ALLAH tidak dapat didustai. Sebelum saudara m€fngaku maka jiwa orang yang saudara bunuh itu akan selalu mengganggu hati saudara. Tidur tidak enak ! Kadang-kadang dia datang dalam mimpi. Maka dengan tidak saudara ketahui, saudara m emekik-mekik sedang tidur, akhirnya terbuka juga rahasia pembunuhan itu. Tetapi kalau saudara mengaku tetus terang dari sekarang, perkara ini Iekas diperiksa, hakim bersenang hati dan saudara sendiripun ringan pula beban saudara. Saya percaya bahwa kini amat berat rasanya beban yang menindih saudara. Saya sangka makanpun tidak enak. Kalau saudara mengaku, hati sau- dara akan tenteram, percayalah !\" Mereka termenung, yang pintar oicara itu karena ·perasaan- nya yang saya ketok, tidak bicara lagi: Yang lain-lain sudah nam- pak perobahan mukanya. Beberapa menit sesudah saya bicara itu sayapun pergi. Se- belum berangkat saya tinggalkan pesan penghabisan; \"Berftkirlah tuan-tuan semalam ini, dan tolonglah polisi itu meringankan pekerjaannya.\" Besok paginya Menteri Polisi itu datang kepadakti. Kami . ketika itu bersama ayahnda almarhum Dr. H.A. Karim Amrul- lah menghadiri Konperensi Muhammadiyah. \"Berhasil engkau!\" kata Menteri Polisi itu, \"tidak berapa lama sesudah engkau pergi semua sudah mengaku\" katanya de- ngan gembira. \"Apa yang engkau katakan di hadapan mereka ?\" Tanya abuya dengan gembira. \"Biasa saja\" jawabku. Lalu saya terangkan cara mengetok · hati mereka itu. Abuya senang sekali. Dan menurut keterangan Menteri Polisi itu, sesudah menga- ku mereka sudah tenteram; hanya satu saja lagi yang mereka ftkirkan, yaitu berapa tahinikah mereka akan dihukum. 31

Basa- Basi Ada pepatah Melayu : \"Hidup di dunia biar beradat; bahasa tidak bet]ual beii.\" Artinya, basa basi, adat sop~m santun itu baiklah dipakai, karena tidaklah akan mahal benar pokoknya. .Tetapi meskipun pokoknya tidak mahal,janganlah berbohong. Beberapa misal : Bertambah keras yang diperselisihkan membantah, bertam- bah keras pula yang mempunyai rumah mempersilahkan. Sebe- tutnya itu hanya kepalsuan semata-mata. Bohong ! Masuk ke dalam restaurant, minta makan. Lalu mengajak segala orang yang duduk dalam restaurant itu supaya sama-saina makan. Padahal yang diajak itu, semua sudah tahu bahwa ajakan itu \"basa-basi\" saja. Kalau ada yang mau diajak itu, dia tak akan sanggup membayar atau tidak mau mem bayar. Buktinya, kalau ada orang pengeniis yang mendekat kepadanya menadahkan tangan minta sesuap nasi dari padanya, haramlah tidak akan diper- dulikannya. Sebagai bangsa merdeka Sa!Jgat perlu kita mengobah adat . . basa basi yang buruk ini. I . · Kalau tidak ada keperluan , kita tidak perlu singgah bertamu ke rumah kawan. 2. Terutama bertamu ketika orang sedang makan. 3. Kalau tidak ada persediaan janganlah mempersilahkan orang makan. 4. · Kalau betul-betul hendak menjamu kawan ke restaurant (traktir), sediakanlah uang. 5. Kawan yang menziarahi di waktu makan, hidangkan saja minuman kalau ada, dan kalau dia ziarah di waktu kita makan, silahkan dia duduk dan beri juadah dengan majallah-majallah atau surat-surat kabar, itulah arti bahasa tidak beJjual-beli. SunnahNabi Diriwayatkan oleh Asma binti 'Umais; ;'Saya adalah menjadi 32

ternan Aisyah seketika dia dihantarkan ke rumah Rasulullah SAW. setelah pernikahan beliau dengan dia.. Bersama saya ada pula perempuan-perempuan lain. Demi Allah, ·tidak ada saya' men- dapati jamuan yang akan beliau hidangkan kepada tetamu, selain secangkir susu. Lalu susu itu beliau minum. Setelah dia minum diedarkann.ya cangkir itu kepada 'Alsyah dan supaya diminum- nya pula, tetapi dia malu. Lalu saya katakan kepadanya; \"Sam- but cangkir itu dari tangan Pesuruh Tuhan, jangan ditolak.\" Lalu diambilnya dengan kemalu-maluan dan diminumnya. Kemudian itu Pesuruh Tuhan betsabda pula; Edarkanlah cangkir itu kepada teman-temanmu !\" Lalu diedarkan oleh 'Aisyah; tetapi semua menjawab; \"Kami tidak rejan susu.\" (1 ). Maka berkatalah Pe- suruh Tuhan; \"J anganlah dikumpulkan di antara lapar dengan dusta.\" Sekian riwayat Asma binti 'UMais. I). Tidak \"rejan,\".artinya suatu makan atau minuman yang tidak di,biasaklln mema- kan atau meminumnya oleh seseorang, lalu tidak terasa cocok dengan selenlnya. 33

Ill AGAMA TERHADAP BOHONG Sudah sama dimaklumi bahwasanya ketiga agama, yaitu Yahudi, Nasrani dan Islam, adalah satu rumpun, yaitu agama yang mengakui adanya SATU TUHAN. Aturan syari'at yang diperin- tahkannya, berbeda-beda menurut perobahan zamaJ1, tetapi ke tiganya bersatu di dalam memperbaiki akhlak (budi) pemeluknya. Ke tiganya amat mencela dengan caranya sendiri~sendiri akan kebohongan. 1. YAHUDI Kitab Taurat banyak sekali mencela kebohongan. Di dalam Fasal 23 dari kitab \"Keluaran\" ada tersebut; 'janganlah engkau bawa kabar yang dusta dan jangan pula engkau memasukkan orang yang jahat akan menjadi saksi yang tiada benar ( 1). 1angan- lah engkau menurut orang kebanyakan dalam berbuat I that dari jangan pula engkau menjadi saksi akan barang bicara lwndak menyimpang menurut orang banyak supaya putar balik.\" (2). \"Jauhkan dirimu daripada perkara yang dusta. Ad tpun orang yang tiada bersalah dan yang benar itu janganlah tnpkau bunuh karena tiada membenarkan orang yang jahat. - Maka janganlah engkau ,menerima barang pemberian, karena pemhnian itu membutakan mata orang yang melihat serta memutar pt·rka- taanyang benar. (Keluaran 23, 7--8). 34

,Janganlah . engkau menjadi saksi dusta atas sesamamu manusia\" (Keluaran 20, 16). \"Ya Allah, tim bangkanlah kiranya dan bicarakan ha1ku dcngan bangsa yang tiada beragama. Lepaskanlah kiranya aku daripada orang yang dusta dan zalim.\" (Mazmur\"43, I). \"Maka kelelahan orang benar itu membawa hidup, tetapi hasil orang yang jahat itu membawa dosa.\" (Pemmpamaan I 0, 17). \"Maka orang yang menyembunyikan benci itu dusta lidah- nya dan bodohlah orang yang mengcluarkan urnpat.\" (Perumpa- maan 10, I 9). \"Jikalau banyak perkataan niscaya dosa tidak kurang, te- tapi orang yang me1phankan lidahnya ialah berbudi.\" (Perum- pamaan I0, 20). · \"Peliharalah lidahmu dari kejahatan.\" (Mazmur 43). \"Maka saksi dusta tiadakan terlepas dari hukuman, dan orang yang mengatakan bohong tiadakan luput.\" (Perumpamaan 5 : 19). \"Maka orang jahat itu larj, padahal tiada seorangpun me- ngejar dia, tetapi orang berani seperti singa.\" (Perumpamaan I : 28). 2. NASHRANI Nabi Isa Almasih 'Alaihis-Salam telah bersabda; \"Janganlah kamu sangkakan aku datang hendak merombak hukum Taurat atau kitab Nabi-Nabi. Bukannya aku datang hendak merom bak melainkan hendak menggenapkan.\" (Matius 5 : 17). Cobalah perhatikan bagaimana caranya beliau menggcnap- kan itu. \"Lagi pula kamu sudah mcndengar barang yang dikata- kan kepada orang dahulu kala. Janganlah e'ngkau bersumpah dus- ta, melainkan wajiblah engkau menyampaikan kepada Tuhan segala sumpahmu itu.\" (Matius. 5 : 33). \"Tetapi aku berkata kepadamu; Janganlah sekali-kaJi kamu bersumpah, baik demi langit, · karena ia itu 'arasy Allah. (34) Atau demi bumi, karena ia itu alas kakinya, ·ataupun demi Ye- rusalem, karenar ia itu negeri Raja Yang Mahamulia. (35 ). Dan jangan engkau bersumpah demi kepalamu, karena tiadalah eng- .· 35

kau berkuasa menjadikan putih atau hitam sehelai rambutpuil. (36). Melainkan padahal perkataanmu dengan berkata, ya, di atas yang ya, atau tidak, di atas yang tidak, Iebih daripada itu jahat. (37). Di sini jelaslah terbukti bahwasanya beliau menggenapkan dan mempertinggi nilai ajaran Taurat kepada ummat Yahudi yang didatanginya itu. Rupanya orang Yahudi seketika Nabi Isa diutus sudah memahamkan agama dengan amat beku Uumud). Maka Nabi Isa memperdalam rasa keinsafan dalam hati supaya seseorang jangan hanya terikat oleh larangan yang tertulis da· lam kitab Taurat, namun hati san.ubarinya sendiri pada hakikat~ nya tidak lagi merasai nikmat perkembangan pribadi. .Dalam ajar- an itu Nabi lsa\"menyuruh seseorang memperkuat batinnya, hing- ga kebenarannya tidak perlu dipatrikan dengan sumpah lagi. Kemudian itu beliau jelaskan pula bahaya-bahaya yang di- timbulkan oleh Nabi·Nabi palsu. Ujar yang mulia ini dapat pula menjadi dasar pelajaran llmu-jiwa yang sedalam-dalamnya Co- balah perhatikan, (Matius fasal VII, ay at 15 sa1npai 20). Jagalah dirimu daripada segala nabi palsu, yang datang ke- padamu dengan menyerupai dirinya domba, tetapi di dalam hati mereka itu seperti serigala yang btias. ( 15). Daripada buah-buall- ilya kamu akan mengenali dia. Pernahkan orang memetik buah . . anggur daripada pok()k duri atau buah ara daripada pokok unak? (16) Demikian juga tiap-tiap pohon kayu yangjahat, melil- buahkan buah yang jal1at. ( 17) Tiada .dapat pohon kayu yang baik membuahkan buah yang jahat, atau pohon yang jahat mem- buahkan buah yang baik. (18) Tiap-tiap pohon kayu, yang tiada .memberi l;mah yang baik, akan ditebang dan dibuangkan ke da· lam api. {19) Sebab itu daripada buah-buahnya kamu ,akan me- ngenali dia\" (20). · 3. ISLAM. Nabi Muhammad SAW. menjelaskan pula bahwasanya k ·- datangannya adalah \"membenarkan\" atau mengakui akan ki- tab-kitab Injil dan Taurat dan jika diperiksa isi kitab Qur-an 36

dengan jiwa yang sangat teliti, tidaklah dia meningkah akan mak- sud kedua kitab yang dahulu daripadanya, metainkan- menyem- purnakan. Se-bab itu seorang Muslim diwajibkan \"percaya akan apa:· yang diturunkan kepada engkau (Muhammad) dan apa yang diturunkan daripada sebe1um en~au.\" Maksud agama adillah menimbulkan keteguhan jiwa manusia, keteguhan menimbulkan kejujuran dan tidak mengenal bohong. Sebab bohong itu adalah hasil daripadajiwa yang lemah. Kata Qur-an; \"Wahai orang-orang yang beriman taqwalah kepada Allah dan katakanlah kata-kata yang jitu.\" (Ahzaab 70). \"Wahai orang-orang yang beriman, taqwalah kepada Allah dan beradalah kamu bersama-sama orang yang jujur.\" (Taubat, 119). \"Tiada lain orang yang membuat-buat dusta itu, tianyruah Qrang yang tidak percaya akan ayat Allah. Itulah dia si pembo- hong.\" (Nahal, l 05). Periksailah isi ketiga ayat itu. Hidup yang dianjurkan oleh Islam adalah hidup mempunyai kepercayaan (lman) kepada Allah. Iman itu menimbulkan taqwa, yaitu memelihara jiwa·dari- pada pengaruh-pengaruh perangai jahat yang akan menjatuhkan martabatnya dan memeliharanya pula agar senant~asa ada hubung7 an dengan Tuhan. Keduanya, iman dan taqwa· akan rusak-bina' sa bila seseorang telah berani berdus11a. Sarilpai dijelaskan lagi bah~ . . was-anya kedustaan hanya bisa timbul ·daripada orang yang tidak beriman kepada Allah. Contoh-contoh perju_angan hidup manusia dalam menegak- kan kejujuran dan kebenaran, sampai mencari derajat tinggi.lalu menjadi orang kepercayaait Tuhan yang .istimewa, ditunjukkan pula oleh Qur-an yaitu kehidupan Nabi-Nabi dan Rasul. · Tentang. Ibrahim, Tuhan bersabda \"Ingatlah di dalam . El- Kitab, akan Ibrahim. Dia adalah seorang Nabi yang jujur.\" (Mar- yam 41). \"Ingatlah didalam El-Kitab akan Isma'il Dia adalah seorang yang jujur dengan janji. Dia adalah Rasul dan Nabi.\" (Maryam 54)._ \"Ingatlah di dalam El-Kitab akan ldris. Dia adalah seorang Nabi yang amat jujur.\" (Maryam 56). 37

T1ngkat yang tinggi'pun dapat dicapai oleh orang-orang yang beriman ke.pada Tuhan, karena kejujurannya. Firman Tuhan; \"Ada juga di antara orang-orang yang beriman itu beberapa laki- laki yang jujur yang membenarkan perjanjian yang telah mereka janjikan dengan Allah (Ahzaab, 23). Wahyu-wahyu yang suci itu dituntunkan oleh Nabi Mu- hammad SAW. dengan sabda-sabdanya yang amat dalam; yang kalau dipegang oleh manusia akan bertam bah tinggilah martabat- nya di dalam hidup, melawan rintangan kemajuan jiwa. Beberapa di antara tuntunan Nabi Pada suatu hari bertanyalah kepada beliau- sahab~t-sahabat­ nya, tentang ketinggian jiwa seorang yang beriman. Kata yang bertanya : '!Adakah mungkin orang yang beriman itu pengecut, ya Pesumh Tuhan ?\" \"Mungkin,\" jawab beliau~ \"Mungkinkah orang yang beriman itu bakhil ?\" \"Mungkin.\" \"Mungkinkah orang yang beriman itu pendusta ?\" \"Itu tidak mungkin !\" Jawab beliau. Kehidupan manusia di dunia hendaklah mencapai kemajtian, demikianlah sari ajaran Nabi. Kemajuan yang dimaksudkan ialah kemajuan jiwa agar menjadi manusia yang berarti dan tinggi. Tiap-tiap diri harus bemsaha memajukan dirinya, hingga berhak- lah manusia itu menating kehendak Tuhan, \"yaitu \"Bumi ini di- pusakakan kepada orang yang saleh.\" Berusahalah menghindarkan dusta, . karena dengan itulah ji- wa bisa maju. Kelemahan diri sendiri dapat ditolong orang lain, asal kita j1,1jur menunjukkan siapa diri. Hidup kita tiadalah ralla- sia, tiada sulit orang lain mempelajarinya. · ''Sekali dusta, tetap dusta.\" Dusta adalah pintu kepada ba- haya yang amat besar. Orang-orang pendusta tidak dapat dibawa .serta di · dalam menuju suatu cita-cita yang mulia. Orang-orang · pendusta akan tercecer hila bertemu bal1aya di dalam perjalanan 38

hidup yang sulit. Padahal, di manakah kehidupan yang tidak ber- temu sulit? Orang-orang pendusta adalah ·si pengecut, yang mengelak dari bahaya karena takut, padahal mengelak dari bahaya itulah ba- haya yang teramat besar. Pendusta bisa mencapai gelar yang amat hina, yaitu yang dinamai di dalam Islam \"Munafik.\" Nabi Isa di dalam kitab Injil senantiasa menamai si munafik itu \"ular beludak.\" Siapakah si munafik ? Kata Nabi; Ada tiga macam, bila bertemu pada seseorang, itulah aJamatnya dia seorang munafik. Meskiimn dia sembahyang, meskipun ia puasa, ~es]9.pun dia mengakui bah wa dia seorang Muslim; Yaitu orang yang bila bercakap berdusta, bila ber.janji mungkir, bil.a dipercayai dia khianat.\" Di dalam Qur-an ditegaskan lagi siapa munafik itu; \"Kalau akan berdiri sembahyang dia malas, kalau dia mengerjakan suatu pekerjaan, hanya karena ingin dihargai orang (riaa) dan tidak m~reka ingat akan All~ banya sedikit sekali.\" \"Bila bertemu dengan orang beriman, dia mengaku beriman. Tetapi bila mereka telah bersunyi-sunyi dengan setan-setannya, mereka berkata \"Kami adalah bersama tuan-tuan, kami hanya me mpermain-mainkan.\" Bukankah orang-orang seperti ini yang sanggup men]ual cita- cita dan kesucian pendirian dengan harga murah. Padahal apakah yang lebih mahal daripada cita-cita? Apakah lagi harga rnanusia kalau bukan peridiriannya ? Nabi penah juga menamai orang ini, ''Zul-wajhaini,\" yang me mpunyai dua muka. Bahkan bukan dua muka, tetapi seribu muka. Dia hanya melihat ke mana angin keras. Di mana .dia akail . mendapat keuntungan. Bukan keuntungan hidup, melainkan ke- untungan benda. · Mulutnya keras1 gembar-gembor, isinya kosong. Kritiknya banyak, memperbaiki tidak bisa. Soraknya setinggi langit perbuat - . annya hampa. Kesalahan yang kecil-kecil dibesar-besarkannya , letapi yang besar tidak menjadi perhatiannya. 39

Nabi kita Muhammad SAW. telah mendirikan Pemerintah- an Islam di Madinah. Beliau telah sanggop menghadapi· kaum Musyrikin Kuraisy dan kaum Yahudi Madinah. Tetapi \"pusing kepala\" Nabi ketika berhadapan dengan si munafik itu. Dia me- ngaku beriman, tetapi dia mudah berkhianat. Kalau Nabi ber- juang, lalu mendapat kekecewaan; sebab memang perjuangan itu menempuh pasang naik pasang turun, maka di mana-mana dia menebar kata, mengatakan sejak dahulu dia memang tidak setuju, maka lantaran perkataannya tidak diikut, beginilah jadinya. Tetapi bagaimana kalau menang ? Wah ! :::::. Dia yang dahulu sekali bersorak, dia yang paling banyak berjuang, berkorban, dia yang berjoang habis-habisan ! Mati-matian. Tetapi kalau ada retak sedikit, dia berusaha supaya retak itu jadi pecah. Dia hanya mengintai-intai, kalau ada yang salah. Dikesalahan itu dia akan berpijak. Segala penyakit yang lain menurut ke dalam jiwanya. Asal- nya ialah sekali berdusta, lalu jadi munafik. Pembohong, .tukang fitnah, pendengki, penjual rahasia negara, merusak persatuan, tukang pecah belah. Nabi kerap kali tennenung memikirkan orang·orang sepertl ini. Akan dipengapakan dia Akan dibunuh ? Dia kawan sendiri, dia ada di kiri kanan kita. Sahabat Umar pemah menyentak p • dangnya dan minta izin memenggal leher orang seperti itu. Nah larang ! J angan, dia kawan kita ! Kita pedalam sedikit lagi ! Dari mana datangnya orang . perti ini ? Sukar, tetapi mudah niencari orangnya. Memang pay 1h membunuhnya Dia timbul adalah di sa'at krisis, di sa'at ujian Kalau tuan bertanya, di mana sarangnya? Kita jawab ! Carilah dalam dirl kita ·sendiri-sendiri. KuJ 11 · kita pertalikan dengan ilmu jiwa, dia akan bertemu di dalarn u dut batin kita sendiri. Bukankah kita ini menurut Socrates \"I natang yang berfikir? Instinct kebinatangan kita, keinginan hendak hidup, heml berkuasa, hendak mempunyai, takut mati, dan lain-lain y 1 ada dalam jiwa kita, semuanya itu akan memungkinkan kit J 40

munaftk. Itulah guna kecerdasan akal, ilmu pengetahuan di otak dan agama yang benar untuk menguatkan pendirian, untuk menimbulkan karakter yang sehat dan pribadi yang meningkat tinggi : ltulah alat-alat buat mencegah kitajadi munaftk. Kita telah melalui perjuangan guna mencapai kemerdekaan. Bukankah kita bertemu dengan peristiwa munaftk itu berpuluh, beratus, bahkan beribu kali? ., Beberapa orang munaftk datang kepada Nal?i, mengalcui sungguh-sungguh bahwa M).lhamm~d memang Nabi. Tuhan menyu- ruh tolak pengakuan itu, karena mereka hanya mengakui dengan mulut, sedang batinnya yang lemah tidak dapat membuktikan dengan pekerjaannya. , Di waktu sengit perjuangan kita, banyak orang yang se- mangat kemerdekaan meluap-Juap, menuduh orang lain Nica. Dia mengeritik kesalahan orang lain, bukan karena apa, hanya dari rasa iri hati, karena dia tidak ada kesempatan berbuat begitu. Setelah pen'yerahan Belanda datang, dia lari ke pihak musuh de- ngan menghamburkan segala cacat, sumpah atas Negaia yang dibinanya Tetapi setelah ternyata negaranya sendiri menang juga kesudahannya, diapun sudah lebih berjuang dari orang yang berjuang. Dengarkanlah dia berceritera, dia membuka jasanya, nan b~gini dan begitu. Cakapnya yang panjang menunjukkan bahwa tidak ada isi ! Kata Ibnu Khuldun, ahli ilmu masyarakat Islam yang ter- kenal; 'Faaza lmutamalliqun !' Menanglah Si pengambil muka ! Dapatkah orang yang seperti ini dihabiskan dari muka bumi ? , Payah menjawab soal ini ! Cuma periksailah diri kita masing- masing dan marilah berusaha mengikisnya dari jiwa kita agar hidup kita beroleb kemajuan. .Di zaman Nabt Muhammad SAW. ada seorang sahabat Nabi yang ahli ilmu jiwa pula namanya Huzaifah bin A1 Yaman. Karena ' keahliannya pernah Saidina Umar bin Khathab, sahabat Yang amat utama bertanya kepadanya; \"Huzaifah ! Huzaifah ! Adakah agaknya terdapat pada diriku tanda-tanda munaftk itu ?\" 41

Camkanlah bagiamana beratnya soal ini.· \\ Dusta adalah pintu daripada dosa-do~a yang lain. Pada suatu hari datanglah seorang yang baru saja taubat kepa- da Nabi Muhammad SAW. menyatakan kebiasaan-kebiasaannya yang buruk. Dia 1suka berzina, suka mencuri. lagi peniinuman kha- mar dan suka berdusta. Dia telah ingin hendak menghentikan segala keburukan itu tetapi dia belum sanggup sekali gus. Maka dimintanyaiah pertm;1juk, yang manakah satu di antara ke empat perangai buruk itu yang harus dihentikannya lebih dahulu. Maka Nabi memberi petunjuk baJJwasanya yang perlu dihentikannya ' satu perkara saja cukuplah, yaitu dusta. Yang lain-lam tidak perlu. Besarlah hati orang itu, sebab yang dicegah Nabi tidaklah yang berat benar, hanya meninggalkan dusta. Dia boleh berzina, boleh terus minum khamar dan boleh mencuri, maka berjalanlah dia. Bilamana sampai kepada suatu tempat, -kelihatan olehnya perempuan jahat. Hendak berzina dia, lalu dibawanya berflkir; Kalau aku bertemu deilgan Rasul Allah besok, •alu ditanyakannya ke mana aku kemaren, apajawabnya? Aku tidak boleh berdusta! Tentu aku mengakui bahwa aku telah berzina, maka murkalah beliau, ·atau aku berdusta, padahal aku telah berjanji ·tidak akan berdusta Diapun berjalan pula ke tempat lain,- kelihatan teman-teman- nya minum khamar, nyaris pula diminumnya khamar itu. Lalu teringat dia akan janjinya dengan Rasul Allah, bahwa dia tidak akan berdusta, maka tidaklah jadi dia minum l<hamar. Demikian juga mencuri. Akhirnya datang sajalah dia kepada Rasul Allah mengakui bagaimana besar pengaruh menghentikan berdusta itu atas kemajuan dirinya sendiri. Dia berkata; \"Ya Pesuruh Tuhan ! Semua telah kuhen tikan !\" Pintu kekayaan batin Seorang pembohong miskin jiwanya, walaupun hartanya bertumpuk-tumpuk. Kekayaan harta yang ada pada tangannya, tidak akan dapat menolong memperbaiki kemiskinan jiwa itu. .Bahkan boleh dipastikan bahwa harta benda yang diperdapatnya 42

itu , sebagian besar tidak dari jalan yang halal. Seorang pembohong akan sama nasibnya dengan Kerakap tumbuh di batu, hidup se- gan mati tak mau ! Sebaliknya orang yang benar dan jujur adalah orang yang kaya batinnya, dan kekayaan bat1.n itulah pokok ke- kay aan segala. Ini ditegaskan oleh Nabi Muhammad SAW. dalam sabdanya. \"Kalau ada empat perkara pada engkau, maka janganlah engkau terpengaruh oleh kehilangan sesuatu dalam dunia ini : 13enar • kata-kata, memelihara kepercayaan, baik budi dan se- derhana makanan.\" Yang pertama mengenai perkataan, yang kedua mengenai perbuatan, yang ketiga , mengenai pergaulan dan yang keempat mengenai kesehatan. Alhasil, dengan menghindarkan filsafat cara memikirkan dan menjalankan agama dari masing-masing pemeluknya, lalu d iselidiki dengan hati terbuka akan sari 'ke tiga agama itu, ber- samaanlah maksudnya, meskipun ada perlainan caranya, yaitu rnenuntun budi manusia sehingga dia menjadi Insan-Kamil, makh- luk yang berarti; \"Gambaran Allah\" kata Yahudi. \"Orang yang akan masuk Kerajaan Sorga\" kata -Nasrani, \"Orang yang akan rnewarisi bumi\" kata Islam. 43

IV. BOHONG YANG-DIIZINKAN. Di antara terus terang dan bohong Berkata terus terang adalah tanda kejujuran hati. Tetapi cara mengatakannya kadang-kadang berkehendak kepada kepan- daian pula, sehingga tekanan kuasa kata terus terang itu bagi · yang mendengar tidak begitu rrienyakitkan. Ini adalah termasuk \"senl\" juga di dalam berkata-kata.- Asal jangan orang lupa bahwa sikap dan cara mengatakan' itu sekali-kali jangan merol:_>ah duduk perkara, tegasnya sekali-kali jangan jatuh kepada dusta pula. Muka yang tenang hanya sebagai suatu \"minyak\" saja guna melin- cirkan jalan perkataan, tuntutan memberi \"kilat\" perkataan itU sudah dapat pula dipastikan bahwasanya \"minyak'' pelincir itu termasuk bohong yang halus juga, dan dia diizinkan sewaktu~ waktu. Terus ter~ng yang diberi berminyak itu diizinkan. Tidak ada agama atau adat atau budi pekerti sopan santun yang tidak mengizinkan minyak-air seperti ini. Bohong seperti ini oleh orang lnggeris dinamai white lies (bohong yang putih-bersih). Orang Perancis menamainya mensogne ejcusable (dusta yang tidak ke- beratan), orang Jerman menamainya Die nothige (dusta terpaksa, dusta rasmi). Orang Muslimin menamainya Alkizbul halal (dusta yang halal). 44

Uilakah terjadinya ? ··, . Pangkal teJjadinya ialah seketika menuju suatu maksud yang suci semata-mata. Bukankah segala dusta dilarang karena semua- nya merugikan orang lain dan merugikan diri sendiri? Ada banyak perkara yang benar, terlarang keras dan amat menyinggung perasa- an kalau dikaiakan dengan terus terang kepada orang yang ber- sangkutan. Misalnya seorang sakit yang telah amat parah atau susah · akan sembuh. Orang-orang sakit ini bisa berbatin menjadi lemah Jantaran penyakitnya. Dia bertanya kepada dokter yang mengo- batnya : \"Adakah harapan penyakit saya ini akan sembuh, dok- t~r ?\" Tentu dokter yang berbudi.itu akan mencari jawab yang tidak akan menyinggung perasaan si sakit, misalnya, \"Mengapa tuan bertanya pegitu ? Bukankah sebagai manusia yang hidup, kita ini, saya dan tuan, senantiasa mempunyai harapan ~epada Tuhan ? Berapa banyaknya ·orang yang lebih teruk sakitnya daripada tuan ·ini, mudah saja bagi Tuhan menyembuhkan, dan tidak kurang pula orang yang sedang sehat, mati dengan tiba- tiba. Kewajiban saya ialah mengobat, kewajiban tuan menurut nasehat saya. Adapun pasal sembuh, mari kita serahkan kepada Tuhan. Tentu begitu jawab yang akan diberikan dokter. Dia ber.- kata juga dengan terus terang, mengakui penyakit itu teruk, tetapi dia tidak mau menekankan perasaan si · sakit dengan kata- kata yang akan menambah remuk pengharapannya. Kadang kadang dia berkata : \"Penyakit sebagai yang tuan idapk~n ini menghendaki ketenangan ftkiran, jangan panjang was was, makan banyak bartyak, tida~ ada pantang, supaya tim- bangan badan tuan harus lebih berat dari biasa.\" dan lain-lam. Dokter sekali kali tidak akan berkata bahwa penyakit tuan ini amat berat, tuan telah dekat mati, buatlah wasiat kini-klni. Pad a- hal kalau .perkataan itu dikatakannya, dia berkata benar. Atau seumpama seorang hakim yatig hendak menjatuhkan hukuman kepada seorang pesaidtan. Walaupun dia telah dapat menaksir lebih dahulu, sesudah memeriksa :\"procesverbaal \" 45

bahwa sekian hukuman yang akan dijatuhkan, maka walaupun keluarga si pesakitan bcrtanya kepadanya bagaimanajuapun agak- nya keputusan perkara, · namun dia tidak akan memberi tahukan. Dia hanya akan tersenyum saja. Seorang Pokrolpun tidaiC' akan memberi talm persiapan pembelaannya atas seorang yang ter- tuduh, walaupun jaksa yang menuduh orang itu membujuknya dengan segala daya upaya. Seorang polisi ketika memeriksa dua orang pesakitan yang amat enggan mengaku kesalahannya untuk memudahkan jalan- . nya pemeriksaan perkara. Polisi yang cerdik itu lalu berdusta kepada seorang di antara pesakitan itu, menyatakan bahwa kawan- nya telal1 mfmgakui segala kesalahannya. Jadi percuma dia masih bersitegang mengingkari kesalahannya. · Lantaran dusta polisi itu, diapun mengaku. Maka mudahlah baginya buat membongkar pengakuan dari yang seorang lagi. Orang lnggeris berpepatah : ''Tell a lie fmd the truth\" (Ucap- kanlall satu bohong untuk memancing suatu kebenaran.\" \\ Pandangan Islam Oleh karerta agama Islam sangat .sekali menjaga kemuslihat~ an inanusia. dan jiwa· maksud yang terkandung di dalam ajaran- nya itu ialah jiwa yang peraktis bagi kemajuan akhlak, maka dusta yang halal itu tidaklah semata-mata did.lamk.an atau dibiarkan s:aja, bahkan dijali!nkan halalnya dan malahan kadang-kadang dianjurkan supaya memakainya, asal . ditentukan batas-batasnya. Al-Imam AI Ghazali telah .mengupas panjang Iebar duduk letak bohong hcilal itu di dalam kitabnya \"lhya Ulumuddin.\" Sari selidik Ghazali itu dapat disimpulkan begini : 1. Perkataan yang ke luar .dari lidah, adalah sebagai suatu jalan (wasilah) . bagi menyatakan apa yang terasa di dalam hati. Maka tiap tiap maksud yang dapat dicapai dengan berkata benar, tedaranglah memakai bohong dalam perkara ini. Suatu maksud yang nyata baik, kalau tiada dapat dicapai deng~n kata-kata benar, dan hanya dengan memakai dusta, maka bohong di sini dibolehkan. Bahkan jika maksud itu nyata wajibnya, padal1al 46

kata-kata yang benar tidak dapat dipakai, wajib pulalah mengucap- kannya dengan kata kata bohong. Misalnya seseo.rang berlari m.enyembunyikan diri ke dalam rumah kita, sebab dia dikejar oleh seorang musuhnya yang mem- bawa pisau hendak membunuhnya. Di saat ini kalau musuhnya itu bertanya, adakah dia bersembunyi ke dalam rumah kita, wajib- lah kita berdusta mengatakan tidak ada. Sebab memelihara nyawa sesama manusia, adalah suatu kewajiban paling tinggi. Di dalam peperangan, untuk mencapai kemenangan seba~ nyak·banyaknya, dibolehkan memakai dusta. (Cuma jaga pulalah teknik dusta peperangan itu jangan sampai menyolok mata. Ja- ngan sampai serupa dusta Tiongkok seketika berperang dengan Jepang, beribu-ribu tentera Jepang yang mati setiap hari, padahal kalau dijumlahkan orang, sekian bulan saja .musnahlah Jepang- itu. Padahal kalau bukan ikut menap.g berperang bersama Sekutu tidaklah Jepang akan dapat diusir dari tanah Tiongkok). Di_dalam mendamaikan di antara dua golongan yang bermu- suh musuhan, y-ang menurut pengalaman kita, · perdamaian itu tidal( akan tercapai kalau tidak dibumbuhi oleh si pendamai dengan beberapa bohong. maka bolehlah berbohong. 2. Tetapi Ghazali tiada lupa pula memberi peringatan supaya jangan berlebih-lebihan, sehingga ky luar dari batas keper luan. Kalau demikian, mungkin tiba waktunya, bohong yang l:adinya halal, jatuh menjadi haram, karena telah berlebih merna · kainya da_ripada yang perlu. Tak obahnya dengan memakan da- ging babi di waktu makanan hal·al tidak ada dan perut sangat lapar. Waktu itu dibolehkan memakannya, hukumnya bernama rukhsah. Tetapi kalau perut sudah kenyang, lalu dilahap juga, kembalilah hukumnya kepada haram. Hasil penyelidikan Ghazali ini adalah lantaran beliau telah menyelidiki maksud beberapa hadits yang terang-terang membu- ka pintu· dusta yang halal itu. Meriwayatkan Ummi Kalsum bahwasanya Nabi ·sekali-kali · tidak mengizinkan bohong banya pada tiga perkara : Pertama dusta untuk mendamaikan dua golongan yang berselisih. Kedua, 47

bohong sebagai tipu muslihat peperangan. Ketiga, bohong di an- tara suami isteri. Meriwayatkan pula Asma binti Yazid, berkata Nabi : \"Se- gala bohong Anal< Adam di pandang dosa, kecuali orarig yang berbohong karena hendak mendamaikan di antara dua golongan kaum Muslimin ·yang berselisih.\" Sabda Nabi pula : \"Bagaimana kamu kulihat berkejar kejar menuju bohorig, serupa berkejar kejarnya rama-rama mengejar api. Segala bohong Anak Adam di pandang suatu dosa, tidak dapat tidak ! Kecuali dusta di da:Iam berperang, karena perang itu adalah tipudaya. Atau di antara dua orang ada perselisihan, lalu kamu ~amaikan. Atau-di antara seorang suami dengan isterinya.\" Ada seorang sahabat Nabi, namariya Abu Kahil mencerite- rakan, bahwa pernah terjadi perselisihan di antara dua orang, nyaris terjadi keadaan yang tiada diingirii, maka berusahalah Abu Kahil itu . memperdamaikan dengan bermacam-macam tipu daya, ~entu saja bercampur bohong. Maka berhasillah maksudnya, berdaril.ailah·ke dua orang itu. lalu Abu Kahil datang kepada Nabi menceriterakan hal itu dan berkata : ''Telah kudamaikan rriereka itu ya Pesuruh Tuhan, tetapi untuk mendamaikan itu, saya sen- diri sudah binasa, saya ·memakai bohong ! Maka bersabdalah junjungan : ''Hai Abu Kahil ! Perdamaikarilah di antata orang . yang berselisih\" ! Tandanya Nabi SAW. menyukai ikhtiar usahanyaitu. Ketiga bohong yang diizinkan ini nampak benar besar man- faatnya. Sesungguhnya di dalam perjuangan dua bangsa ketika berperang, segala . sesuatu rahasia ketentaraan harus disimpan dan diselimuti dengan bohong, Nabi sendiri berkali-kali menun- jukkari bagaimana memakai tipu muslihat bohong dalam per- juangan peperangan. S~ketika beliau menqadhaa umrahnya· (haji kecil) di Mekkah, disuruhnya segenap sahabatnya berlari ketika thawaf keliling Ka bah dengan sikap gagah perkasa, supaya kaum Kuraisy yang mengintip di atas puncak-puncak bukit Mekkah itu .dapat melihat bahwa sahabat sahabat Nabi itu adalah kuat-kuat badannya dan tidak mengenal lelah. ·Pe:r:nah juga ketika akan be- 48

rangkat ke suatu medan perang, di hadapan orang banyak, beliau menunjukkan -seakan akan beliau akan menuju, ·misalnya ke Selatan, padahal sebenamya ialah ke Utara. Bertambah maju bangsa bangsa di dunja ini bertambah banyak rahasia-rahasia kerajaan yang disimpan dan diselimuti dengan bohong, dan pihak lawimpun benisaha mencuri rahasia rahasia itu dengan merna- sang banyak mata ·mata. Dan mata··mata yang tertangkap di da- lam perang, boleh dibunuh. Di antara dua orang yang berselisih, atau dua bangsa yang berselisih, maka orang yang sudi menjadi \"arbitrage,\" (pendamai) adalah orang yang hams berfaham luas dan diplomat yang hams sanggup memakai bohong kalau perlu. Dalam berita Abu K3.hil kepada Nabi itu nampaklah bahwa bohong yang dipakainya di situ sudah menjadi perkara kecil dan jika dibandingkan dengan suci- nya tujuan yang dimaksud, yaitu perdamaian. Di sinilah terdapat \"dillema\" · ! jalan bahaya dua bersimpang dan dipilih mana yang lebih ringan mudharatnya. · Adapun dusta suami isteri, adalah bujuk cumbu yang dapat dalam kelambu dan hilang dalam kelambu pula. \"Engkau paling cantik di dunia ini wahai ad inda ! Masakanmu paling enak. Pacta- hal ada juga yang lebih cantik dari dia, bukan? Sekarang kita kernbali kepada kupasan Al-Ghazali; Selain dari bohong pada ke tiga perkara itu, Al-Ghazali dalam kitab lhya Ulumuddin membuka pula satu macam bohong . yang dibolehkan, yaitu menipu kanak-kanak supaya sudi behtjar. ' Karena umumnya kanak-kanak kata beliau, takut pergi belajar. Teori Ghazali tentang mendustai anak-anak supaya sudi belajar ini, adalah karena pengaruh pendidikan dan pengajaran y ang ada di zaman beliau' hidup. Ketika itu \"maktab\" belum ter- atur. Guru belum inempunyai ilmu mengajar, penyelidikan ten- tang jiwa kanak-kanak belum mendalam sebagai zaman sekarang ini. Jadi takutl.ah kanak-kanak itu pergi belajar karena diberati dengan macam-macam hapalan dan guru mengajar dengan marah, kadang-kadang mempergunakan rotan dan cemeti. ISO tahun yang lalu seketika Muhammad Ali Pasya jadi Raja Mesir, kanak-kanak 49

di karnpung dicuri oleh pemerintah supaya dimasukkah ke dalam sekolah. Di negeri kita sendiri, masih ada sisa-sisanya kanak- kanak dihukum dengan rotan, distrap dengan keras dalam pela- jaran, karena tidak hapal atau· pemalas. Saya sendiri masih menda- pati yang sedemikian ketika belajar mengaji Qur-an dan masuk Sekolah Desa di tahun 1918. Setelah rnaju penyelidikan tentang ilmu jiwa dart ilmu mendi- dik zaman sekaran~, tertariklah hati kanak-kanak belajar. Teori didikan Frobel mereka belajar. Kanak-kanak yang belum masuk sekoiah mendesak ayah bundanya supaya disekolahkan pula, walaupun usianya baru 5 tahun, ·karena melihat abangnya atau kakaknya pergi bersekolah :p1engepit tas: _Akhirnya sek~ Ghazali memberi peringatan supaya di da- lam memakai dusta yang diizinkan itu tetap juga berlaku hati- hati, jangan sampai terlampau daripada batasnya, sehingga ber- tukar sipatnya menjadi dusta yang dilarang. Kata-kata yang disamarkan Dusta semacam itu ada pula yang halus, sehingga menim- bulkan penerimaan yang berbeda bagi yang mendengar. Yang dikatakan itu tetapi yang mendengar ' memahamkannya lain. Nabi ·Ibrahim pada suatu hari ineruntuh berhala kepunyaan bangsanya Seketika dia telah ditangkap dan ditanyai siapakah · yimg meruntuh perhala yang banyak itu, beliau menjawab : \"Yang meruntuhnya ialah berhala yang paling besar ini !\" Karen~ satu itulah yang tidak djrunfuhkannya. Raja Namruz menj_awab : \"Engkau ·bohong! Mana boleh jadi berhala yang tiada bernyawa itu meruntuh kawannya!\" Di sinilah Ibrahim dapat mengambil perkataan · raja itu menjadi teinpatnya tegak! ''Kalau dia tidak mungkin meruntuhkan kawannya, mengapa dia disembah?\" · Suatu hari dia hendak dipanggil menghadap raja. Oia menja- wab : Saya sakit !\" Orang ten tu menyangka dia sakit badan, padahal yang dimaksudnya ialah sakit perasaan melfuat kesesat- ankaumnya '\"- 50


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook