Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore Buletin Geomaritime XVI Edisi Juni 2023

Buletin Geomaritime XVI Edisi Juni 2023

Published by Geomaritime Science Park, 2023-08-15 05:05:22

Description: Buletin Geomaritime XVI Edisi Juni 2023, Penginderaan Jauh untuk Pengelolaan
Kepesisiran dan Kemaritiman

Keywords: Buletin Geomaritime XVI Edisi Juni 2023,PGSP,Parangtritis,Geomaritime,Buletin

Search

Read the Text Version

VOLUME XVI JUNI 2023 Penginderaan Jauh untuk Pengelolaan Kepesisiran dan Kemaritiman Sumber: @CopernicusEU

2 BULETIN GEOMARITIME JUNI 2023 Redaksional Daftar isi Penanggung Jawab EDITORIAL Putri Meissarah, S.Si., M.Si. Kepala Parangtritis Geomaritime Science Park Pengelolaan Kepesisiran dengan Pendekatan Penginderaan Jauh [hlm. 3] Dewan Redaksi Citra Satelit Kaitannya dengan Pengelolaan Dr. Sigit Heru Murti B.S., M.Si. Bidang Kepesisiran [hlm. 6] Pemimpin Redaksi JENDELA Dr. Suprajaka, MT Akuisisi Sumberdaya Padang Lamun [hlm. 9] Sekretaris Redaksi Banjir Rob, Bisakah Dideteksi dengan Mone lye Cornelia Marschiavelli, M.Si., M.Sc. Pengindraan Jauh? [hlm. 11] Menggali Potensi Terumbu Karang dengan Staf Redaksi Pendekatan Penginderaan Jauh [hal. 14] Ahmad Cahyadi, S.Si., M.Sc. Penginderaan Jauh: Pemegang Peran Krusial dalam Analisa Perubahan Garis Pantai [hal. 16] Ari Cahyono, S.Si., M.Sc. Menelisik Kandungan Blue Carbon Pada Ayu Ratna Krismanti, A.Md. Ekosistem Mangrove [hal. 20] Inventarisasi Wisata Pesisir dengan Pendekatan Yonanta Dwi Hartanto WEB-GIS [hal. 22] Kontributor Monitoring Abrasi di Wilayah Pesisir [hal. 24] Andhika Bangun Taji, S.Si., M.URP PERISTIWA Edwin Maulana, S.Si., M.Si. Nicky Setyawan, S.Si. Banjir ROB: Indikasi Pasang Air Laut dengan Fenomena Supermoon [hal. 27] Yuniarsita Setyo Wulandari, S.Si. Laut Montara, 13 Tahun Kasus yang Tak Desain dan Layout Kunjung Usai [hal. 30] Tri Raharjo, S.Kom. Tingkat Kritisitas Lahan Mangrove Meningkat, Sirkulasi Bagaimana dengan Pesisir Muaragembong? [hal. 32] Parangtritis Geomaritime Science Park Penerbit TEKNOLOGI Parangtritis Geomaritime Science Park Aplikasi Autonomous Underwater Vehicle (AUV) Depok, Parangtritis, Kretek, Bantul dalam Eksplorasi Dasar Perairan [hal. 36] Yogyakarta 55772 MOAS: Kemampuan Memprediksi Bahaya dan Rintangan pada Kapal [hal. 38] 44 halaman, 176 mm x 250 mm ISSN : 2503-4677 WISATA Misteri di Balik Pantai Mahitam: Pasir Timbul [hal. 40] Wisata terumbu karang di Pulau Pahawang, Lampung [hal. 42]

EDITORIAL BULETIN GEOMARITIME JUNI 2023 3 Sumber: @CopernicusEU Pengelolaan Kepesisiran dengan Pendekatan Penginderaan Jauh Edwin Maulana Parangtritis Geomaritime Science Park Pendekatan penginderaan jauh memberikan peluang besar dalam pengelolaan kawasan kepesisiran di Indonesia. Namun demikian, menyelaraskan hasil kajian dalam skala regional, nasional, internasional masih menjadi tugas berat bagi peneliti dan pemangku kepentingan. Kerjasama interdisipliner antara pakar bidang penginderaan jauh, pakar bidang pesisir dan kelautan, serta pemangku kepentingan lainnya sangat penting untuk dilakukan di masa mendatang. Lebih lanjut, peningkatan pemahaman masyarakat maupun desiminasi terhadap hasil analisis data penginderaan jauh untuk pengelolaan kepesisiran juga masih menjadi tantangan besar bagi para ilmuan dan pemangku kepentingan. Diperlukan sebuah kerjasama lintas instansi dan pakar untuk mengintegrasikan hasil kajian serta wadah dalam mensosialisasikan hasil kajian secara sederhana dan mudah dipahami sehingga masyarakat dapat berkontribusi dalam pengelolaan wilayah pesisir. Wilayah kepesisiran merupakan yang melimpah. Hanya saja, potensi tersebut kawasan yang memiliki segudang dapat menjadi sia-sia jika tidak dikelola dan sumberdaya alam maupun buatan diolah sedemikian rupa sehingga memiliki nilai yang dapat memberikan manfaat guna tinggi bagi masyarakat maupun ekosistem besar bagi kehidupan manusia. Sumberdaya pesisir. Terlebih lagi, kawasan pesisir merupakan kepesisiran merujuk pada berbagai jenis kawasan yang rentan terhadap ancaman multi aset alam yang ada di wilayah pesisir seperti: bencana seiring dengan perubahan iklim perikanan, hutan mangrove, terumbu karang, yang terjadi secara global. Fenomena tersebut padang lamun, gumuk pasir, potensi energi meningkatkan ketertarikan peneliti maupun maupun ekosistem pesisir lainnya. Indonesia pemangku kepentingan untuk mengkaji terkait sebagai negara maritime patut bersyukur isu-isu kelingkungan yang ada di wilayah karena memiliki berbagai sumberdaya pesisir ekosistem kepesisiran.

4 BULETIN GEOMARITIME JUNI 2023 EDITORIAL Seiring dengan peningkatan potensi Indonesia memiliki garis pantai yang sangat ancaman di wilayah pesisir, pengelolaan panjang sehingga dengan pendekatan pesisir menjadi kata kunci untuk mengatasi penginderaan jauh berbagai masalah dan problematika yang terjadi di wilayah pesisir. potensi ekosistem pesisir dapat dipetakan Problematika berupa ancaman pesisir secara cepat, mudah dan akurat. Perkembangan serta pemanfaatan ekosistem pesisir untuk ilmu pengetahuan serta penyediaan data kepentingan manusia dapat dilakukan dengan penginderaan jauh yang saat ini lebih mudah berbagai pendekatan. Banyak kerangka diakses membuka peluang bagi pemangku kerja telah dikembangkan yang menangani kepentingan maupun peneliti untuk melakukan dan mengintegrasikan masalah kompleks identifikasi secara global hingga pada skala yang untuk memberikan solusi terkait permasalan mendetail. Mahrad (2020) menyebutkan bahwa ekosistem pesisir. Misalnya, kerangka Kajian terdapat enam pendekatan penginderaan jauh Ekosistem Milenium (Millennium Ecosystem untuk mengatasi problematika kepesisiran Assessment framework), kerangka Ostrom, diantaranya adalah: Penginderaan Jauh Satelit serta kerangka kerja Penggerak Aktivitas (SRS), Penginderaan Jauh Udara (ARS), Pesawat Tekanan Perubahan (DAPSWRM). Berbagai Udara Tanpa Awak (UAV), Perangkat Permukaan kerangka tersebut sejauh pendapat penulis Tanah Tanpa Awak (USV), Perangkat Bawah Air hanya dapat dilaksanakan di area yang sempit, Tanpa Awak (UUV), dan Sensor Statis sebagai sedangkan Indonesia memiliki wilayah pesisir Metode Pengukuran Permukaan Tanah (SS) [1]. yang sangat luas sehingga diperlukan kerangka maupun pendekatan lain untuk menyelesaikan Para ilmuwan mulai mengembangkan permasalahan di kawasan pesisir. teknologi untuk mengindra kenampakan permukaan bumi pada tahun 1960-an dengan Salah satu pendekatan yang dilakukan resolusi rendah untuk mempelajari sumber untuk mengatasi isu di kawasan pesisir adalah daya alam. Seiring berkembangnya teknologi dengan pendekatan penginderaan jauh. komputasi, kualitas data penginderaan jauh Pendekatan penginderaan jauh dirasa sesuai semakin meningkat dengan hadirnya citra satelit untuk diaplikasikan di Indonesia mengingat maupun foto udara dengan kualitas tinggi. Sumber: Mahrad dkk., 2020

EDITORIAL BULETIN GEOMARITIME JUNI 2023 5 Tidak hanya itu, perkembangan teknologi Undang Republik Indonesia No. 1 Tahun 2014 juga dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk tentang Perubahan Atas Undang-Undang memotret permukaan bumi, namun juga Nomor 27 Tahun 2007 Tentang Pengelolaan untuk kepentingan identifikasi cuaca, analisis Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil. perubahan penggunaan lahan, identifikasi Menariknya dalam peraturan tersebut belum produksi pertanian, dampak lingkungan, disebutkan secara mendetil terkait jenis data bencana alam, dan banyak lagi [2]. Saat ini, penginderaan jauh maupun metode baku yang industri ini penginderaan jauh terus berinovasi digunakan terhadap setiap isu pengelolaan dan mengeksplorasi berbagai pendekatan baru kepesisiran. Fakta tersebut justru menjadi baru untuk melihat bumi dari luar angkasa peluang bagi ilmuan maupun stakeholder secara real time, sehingga lebih memberikan dalam memanfaatkan dan mengembangkan manfaat besar bagi peradaban manusia. berbagai metode dalam pengelolaan kepesisiran. Kemunculan teknologi terbaru Kehadiran berbagai macam data seperti LiDAR memungkinkan berbagai peneliti penginderaan jauh yang semakin baik untuk mengeksploitasi berbagai pendekatan merupakan kesempatan besar bagi ilmuan baru dalam perencanaan dan pengelolaan maupun stakeholder untuk mengaplikasikannya kawasan kepesisiran secara detil. pada bidang pengelolaan kepesisiran. Huang dan Fu (2002) menuturkan, penginderaan Sebagai tambahan, saat ini aturan terkait jauh dapat digunakan dalam berbagai jenis perolehan dan pemanfaatan data penginderaan analisis untuk mendukung pengelolaan jauh juga sudah diatur oleh pemerintah. Aturan kepesisiran, seperti: 1) pemetaan pulau; 2) tersebut tertuang dalam Undang-Undang pemantauan perubahan lingkungan pesisir; Nomor 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan 3) pemantauan bahaya pesisir; 4) pengukuran dan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun parameter oseanografi; 5) studi proses pesisir 2018 tentang Tata Cara Penyelenggaraan [3]. Lebih lanjut, dikutip dari laman grindgis. Kegiatan Penginderaan Jauh. Lebih lanjut, com, penginderaan jauh memiliki beberapa pemerintah juga berkontribusi besar dalam fungsi untuk pengelolaan wilayah kepesisiran, penyediaan data penginderaan jauh melalui diantaranya adalah: 1) identifikasi habitat Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional pesisir; 2) pendugaan perubahan garis pantai; (LAPAN) yang saat ini sudah bergabung 3) pemetaan lahan basah dan DAS pesisir; 4) dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional pemantauan klorofil laut dan produktivitas (BRIN). Koleksi data penginderaan jauh tersebut kepesisiran; 5) pemantauan suhu permukaan dapat diakses melalui laman inderaja-catalog. laut; 6) identifikasi salinitas permukaan laut; 7) lapan.go.id. Laman tersebut menyediakan deteksi dan identifikasi tumpahan minyak; 8) berbagai data penginderaan jauh dari resolusi pemodelan fenomena kepesisiran; 9) penilaian rendah, menengah, tinggi hingga sangat kualitas air laut; dan 10) Identifikasi perikanan tinggi. Data-data tersebut dapat dimanfaatkan laut [4]. secara maksimal untuk pengelolaan kawasan kepesisiran. Salah satu contohnya adalah data Peraturan perundang-undangan terkait SPOT 6/7 temporal ang dapat digunakan untuk pengelolaan kepesisiran di Indonesia diatur analisis perubahan penggunaan lahan kawasan dalam Undang-undang Nomor 27 Tahun 2007 pesisir maupun perubahan garis pantai. Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau- pulau Kecil dan direvisi ke dalam Undang- [1] El Mahrad, B., Newton, A., Icely, J. D., Kacimi, I., Abalansa, S., & Snoussi, M. (2020). Contribution of remote sensing technologies to a holistic coastal and marine environmental management framework: A review. Remote Sensing, 12(14). https://doi.org/10.3390/rs12142313 [2] https://www.blacksky.com/2021/08/13/satellite-imagery-history. Diakses pada Selasa, 20 Juni 2023 Pukul 09.23 WIB. [3] Huang, W., & Fu, B. (2002). Remote sensing for coastal area management in China. Coastal Management, 30(3), 271–276. https://doi. org/10.1080/08920750290042200 [4] https://grindgis.com/remote-sensing/10-applications-of-remote-sensing-in-coastal-management. Diakses pada Senin 19 Juni 2023 Pukul 15.39 WIB.

6 BULETIN GEOMARITIME JUNI 2023 EDITORIAL Tumpahan minyak di Laut Sumber: nationalgeographic.grid.id Citra Satelit Kaitannya dengan Pengelolaan Bidang Kepesisiran Fauzan Iqbal Harpudiansyah berinteraksi dengan target dan sekaligus Teknik Geomatika berfungsi sebagai media untuk meneruskan Universitas Pembangunan Nasional“Veteran”Yogyakarta informasi dasar kepada sensor. Sensor ini berguna untuk mengumpulkan dan mencatat Teknologi Penginderaan Jauh adalah radiasi elektromagnetik yang akan dikirimkan ke salah satu teknologi yang dapat stasiun penerima dan diproses menjadi citra [1]. digunakan untuk memperoleh informasi dari permukaan bumi Teknologi Penginderaan Jauh ini tanpa harus melakukan kontak langsung. sudah berkembang dengan pesat dan dapat Menurut Mather (2004) menyebutkan dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan, bahwa Penginderaan Jauh merupakan salah satunya adalah pengelolaan wilayah pesisir. suatu analisis interpretasi dari pengukuran Wilayah pesisir Indonesia yang luas akan sangat radiasi gelombang elektromagnetik yang menguras biaya yang banyak serta waktu yang terpantulkan atau terpancarkan oleh target lama apabila melakukan pengelolaan wilayah dan teramati atau terekam pada jarak yang pesisir secara konvensional. Penggunaan jauh dengan pengamat atau peralatan yang teknologi penginderaan jauh ini sangat cocok tidak bersentuhan secara langsung. Tenaga dimanfaatkan di Indonesia karena bisa berguna dari penginderaan jauh ini biasanya bersumber dari tenaga elektromagnetik dengan sumber utama dari matahari. Tenaga elektromagnetik

EDITORIAL BULETIN GEOMARITIME JUNI 2023 7 untuk monitoring pengelolaan wilayah pesisir Gambar 1. Lamun di habitat bentik karena dapat menjangkau area yang luas Sumber: newworldencyclopedia.org sehingga akan menghemat biaya dan efisiensi waktu. dengan distribusi yang kecil. Sementara untuk persebaran lamun memiliki luasan paling sedikit Pengelolaan wilayah pesisir sudah dengan sebaran dominan di pulau Menjangan diatur dalam UU No. 1 Tahun 2014 tentang Besar [3]. Perubahan atas Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pemanfaatan penginderaan jauh untuk hal Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Sebagaimana lain yaitu monitoring perubahan garis pantai. yang terkandung dalam pasal 4, pengelolaan Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh wilayah pesisir ini bertujuan untuk melindungi, Darmiati dkk (2020) [4], mereka menggunakan mengonservasi, merehabilitasi, memanfaatkan, citra satelit Landsat 7 untuk referensi garis dan memperkaya sumber daya pesisir secara pantai pada tahun 2003 dan citra satelit Landsat berkelanjutan. Salah satu cara yang bisa 8 untuk referensi garis pantai tahun 2016. Dari dilakukan untuk mengelola hal tersebut yaitu peneitian yang sudah dilakukan, dihasilkan dengan menggunakan penginderaan jauh. Ada bahwa wilayah pantai barat di Kabupaten beberapa aplikasi yang bisa diterapkan dalam Tanah Laut mengalami abrasi seluas 28,02 pengelolaan wilayah pesisir menggunakan hektar dan akresi seluas 2371,23 hektar. Faktor penginderaan jauh [2], di antaranya adalah yang menyebabkan abrasi di wilayah tersebut monitoring mengenai habitat dan ekosistem utamanya berasal dari hantaman gelombang pesisir, monitoring mengenai perubahan garis laut, sedangkan faktor yang menyebakan akresi pantai, dan pendeteksian tumpahan minyak di adalah akibat dari sedimentasi daerah aliran laut. sungai Barito. Pemanfaatan penginderaan jauh yang Penginderaan Jauh juga bisa pertama adalah monitoring mengenai habitat dimanfaatkan untuk pendeteksian tumpahan dan ekosistem pesisir. Salah satu contoh habitat minyak sebagaimana penelitian yang dilakukan di pesisir adalah habitat bentik. Habitat bentik oleh Prastyani dan Basith (2019) [5]. Penelitian adalah tempat hidup dari berbagai organisme tersebut menggunakan citra radar Sentinel-1 perairan seperti rumput laut, alga, dll yang hidup untuk pendeteksian minyak dan menggunakan pada atau di bagian dasar. Fungsi habitat bentik citra MODIS untuk mengetahui variabel diantaranya sebagai tempat mencari makan, oseanografi. Tumpahan minyak di laut dapat bertelur dan berpijah biota laut, perlindungan dideteksi dengan citra penginderaan jauh pantai dari gelombang, menstabilkan sedimen, sensor aktif karena akan nampak perbedaan penjernihan air, penyerap karbon, sumber dari minyak dengan air laut di sekitarnya. Dalam material industri dan farmasi, serta pariwisata. citra tersebut, tumpahan minyak biasanya akan Penelitian yang dilakukan oleh Prawoto dan lebih gelap dibandingkan area di sekitarnya. Hartono (2018) yang menggunakan data citra Sementara untuk penggunaan citra satelit satelit Sentinel-2A untuk memetakan habitat sensor pasif seperti MODIS, dilakukan untuk data bentik di Perairan Pulau Menjangan Besar tambahan yang mendukung analisis deteksi dan Menjagan Kecil, Kepulauan Karimunjawa tumpahan minyak, seperti suhu permukaan didapatkan bahwa habitat bentik di Pulau laut dan konsentrasi klorofil-A. Diketahui bahwa Menjangan besar dan Menjangan kecil, Karimunjawa dibagi menjadi empat kelas yaitu terumbu karang, substrat terbuka, makroalga, dan lamun. Objek dominan adalah pasir dengan luas 269,17 ha dan terumbu karang dengan 230,38 ha di sekeliling pulau Menjangan Kecil dan Besar Karimunjawa. Makroalga tersebar cukup merata dan ditemukan dominan pada lokasi berdekatan sepanjang terumbu karang

8 BULETIN GEOMARITIME JUNI 2023 EDITORIAL Gambar 2. Garis Pantai Sumber: bobo.grid.id tumpahan minyak dapat menarik panas dan jauh akan sangat membantu karena bisa meningkatkan suhu permukaan laut. Dari hasil menjangkau area yang luas sehingga akan penelitian tersebut, terindikasi bahwa di selat menghemat biaya. Tantangan yang harus makasar terkena tumpahan minyak yang dapat dihadapi dalam pengelolaan ini salah satunya dideteksi dengan citra radar Sentinel-1 dan adalah sumber daya manusia yang terbatas analisis tambahan dari satelit sensor pasif aqua yang tidak sebanding dengan luasnya wilayah MODIS. Indonesia sehingga pemanfaatannya belum efektif. Oleh karena itu, diperlukan SDM Pemanfaatan penginderaan jauh dalam yang mumpuni agar bisa memanfaatkan pengelolaan wilayah pesisir adalah sebuah penginderaan jauh untuk pengelolaan wilayah solusi yang tepat mengingat wilayah Indonesia pesisir Indonesia. yang sangat luas. Penggunaan penginderaan [1] Sari, N. F. (2014). Ensiklopedia Geografi: Penginderaan Jauh. Klaten: Cempaka Putih. [2] Gikunda, Amos. (2021). 10 Applications of Remote Sensing in Coastal Management. Grind GIS [Online]. Available at https://grindgis.com/ remote-sensing/10-applications-of-remote-sensing-in-coastal-management/ [3] Prawoto, C. D., & Hartono, H. (2018). Pemetaan Habitat Bentik dengan Citra Multispektral Sentinel-2A Di Perairan Pulau Menjangan Kecil Dan Menjangan Besar, Kepulauan Karimunjawa. Jurnal Bumi Indonesia, 7(3), 260747. [4] Darmiati, D., Nurjaya, I. W., & Atmadipoera, A. S. (2020). Analisis perubahan garis pantai di wilayah pantai barat Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 12(1), 211-222. [5] Prastyani, R., & Basith, A. (2019). Deteksi tumpahan minyak di selat makassar dengan penginderaan jauh sensor aktif dan pasif. Elipsoida: Jurnal Geodesi dan Geomatika, 2(01), 88-94.

JENDELA BULETIN GEOMARITIME JUNI 2023 9 Padang Lamun Akuisisi Sumberdaya Padang Lamun Athifah Nanda Fadhilah Keempat ekosistem tersebut merupakan Teknik Geodesi, Universitas Diponegoro ekosistem penting yang dapat menunjang keberlangsungan hidup wilayah pesisir. Salah Sumber Daya Alam di Indonesia terdiri satu sumber daya pesisir yang potensial adalah dari berbagai banyak macamnya. padang lamun. Lamun merupakan satu- Letak Indonesia yang berada di garis satunya tumbuhan berbunga dalam laut yang khatulistiwa menjadi salah satu berperan dalam penyerapan karbon di laut. penyebab beragamnya Sumber Daya Alam. Indonesia terbentang dari Sabang sampai Tumbuhan (algae) dan hewan dalam Merauke dengan jumlah pulau sebanyak 17.499 laut dapat menempel pada lamun, lamun juga dan total wilayah seluas 7,81 juta km2. Wilayah dapat memberikan perlindungan terhadap Indonesia terbagi menjadi daratan dengan luas hewan dan tumbuhan yang menempel. 2,01 juta km2, lautan dengan luas 3,25 juta km2, Kondisi tempat menentukan jumlah helai dan 2,55 juta km2 adalah Zona Ekonomi Ekslusif daun, Panjang, lebar, serta biomassa total dari [2]. Besarnya wilayah laut Indonesia menjadikan lamun. Hal-hal tersebut memengaruhi fungsi Indonesia memiliki banyak wilayah pesisir. dan peran lamun. Lamun akan hidup dengan subur di substrat yang lebat, sedangkan pada Wilayah pesisir merupakan wilayah substrat yang tipis, kehidupan lamun akan peralihan antara ekosistem darat dan ekosistem tidak stabil [4]. laut yang dipengaruhi oleh adanya perubahan baik di darat maupun di laut [3]. Menurut [1] Pengamatan lamun tidak hanya dapat ekosistem pesisir dan laut diklasifikasikan dilakukan secara langsung, tetapi juga bisa menjadi 4, yaitu: dengan menggunakan citra pengindraan jauh. Data citra Landsat 8 dapat dimanfaatkan dalam 1. Ekosistem Estuaria proses pemetaan padang lamun. Citra Landsat 2. Ekosistem Mangrove 8 dapat dengan mudah diakses melalui lama 3. Ekosistem Padang Lamun 4. Ekosistem Terumbu Karang

10 BULETIN GEOMARITIME JUNI 2023 JENDELA USGS, selain itu penggunaan citra Landsat 8 mengatasi penurunan persentase padang dinilai lebih efektif karena dapat diunduh secara lamun yang ada. Pada beberapa studi kasus gratis. Satelit Landsat 8 dilengkapi dengan menunjukan penurunan lamun terjadi 2 sensor baru yaitu sensor Operational Land karena banyaknya pengerukan pasir dari laut Imager (OLI) yang terdiri dari 9 band serta sensor sehingga ekosistem dari lamun terganggu dan Thermal InfraRed Sensors (TIRS) yang terdiri dari mengalami banyak penurunan jumlahnya di 2 band. Landsat 8 memiliki resolusi spasial setiap tahun. hingga 15 meter, sehingga kedetailan objek pengamatan dipastikan bagus. Citra satelit Penggunaan citra Landsat 8 selain karena Landsat 8 mampu memetakan persebaran memiliki resolusi spasia yang tinggi juga karena lamun yang menjadi salah satu sumber daya efektif dalam pengolahannya. Pemanfaatan pesisir yang keberadaannya sangat dibutuhkan. pengindraan jauh mampu mengurangi biaya penelitian dan wilayah cakupan juga Hasil pengolahan menghasilkan peta yang cukup luas. Mengingat besarnya wilayah dapat menunjukan daerah dengan persentase laut di Indonesia, jika dilakukan pemetaan lamun yang meningkat atau bahkan menurun secara langsung akan memakan biaya yang dari tahun sebelumnya. Besar perubahan juga sangat besar, sehingga pemanfaatan persentase kemudian dapat dilakukan analisis pengindraan jauh dinilai lebih terjangkau. penyebab penurunannya. Selain itu, hasil Waktu dalam akuisisi data dan pengolahan tersebut dapat dijadikan pertimbangan untuk juga cenderung lebih singkat disbanding langkah selanjutnya dari pemerintah dalam dengan survey terestris. [1] Banten, D. L. H. dan K. P. (2016): Mengenal Ekosistem Pesisir dan Laut, diperoleh 3 Januari 2023, melalui situs internet: https://dlhk.bantenprov. go.id/read/article/244/MENGENAL-EKOSISTEM-PESISIR-DAN-LAUT.html#:~:text=Ada 4(empat) ekosistem penting,Lamun dan Ekosistem Terumbu Karang. [2] Pratama, O. (2020): Konservasi Perairan Sebagai Upaya menjaga Potensi Kelautan dan Perikanan Indonesia, , diperoleh melalui situs internet: https://kkp.go.id/djprl/artikel/21045-konservasi-perairan-sebagai-upaya-menjaga-potensi-kelautan-dan-perikanan-indonesia. [3] Progo, D. K. dan P. K. (2020): Pengelolaan Wilayah Pesisir, diperoleh 3 Januari 2023, melalui situs internet: https://dkp.kulonprogokab.go.id/ detil/206/pengelolaan-wilayah-pesisir. [4] Sari, D. P., dan Lubis, M. Z. (2017): Pemanfaatan Citra Landsat 8 Untuk Memetakan Persebaran Lamun Di Wilayah Pesisir Pulau Batam, Jurnal Enggano, 2(1), 38–45. https://doi.org/10.31186/jenggano.2.1.38-45 [5] PGSP, P. G. (2020, February 5). Parangtritis Geomaritime Science Park. Retrieved from Lamun, Si Tumbuhan Super !: https://pgsp.big.go.id/ tumbuhan-lamun-atau-biasa-disebut-seagrass-adalah-tumbuhan-yang-hidup-dan-tumbuh-di-bawah-permukaan-laut-dangkal-yang- mempunyai-banyak-manfaat/

JENDELA 11BULETIN GEOMARITIME JUNI 2023 Banjir Rob di Sekitar Pesisir Pantai (Sumber: recordeagle.com) Banjir Rob, Bisakah Dideteksi dengan Pengindraan Jauh? Ratih Puji Purwaningsih atau melakukan kontak langsung. Teknik penginderaan jauh melibatkan instrumen PProgram Studi S-1 Teknik Geodesi Universitas Diponegoro pesawat atau pesawat luar angkasa pada masa asang surut air laut merupakan pola naik sekarang. Bahkan keilmuan ini sudah diturunkan turunnya muka air laut yang dipengaruhi menjadi teknik baru lainnya seperti fotogrametri oleh gaya gravitasi Bulan dan Matahari dan structure from motion. terhadap massa jenis air laut di Bumi [1]. Banjir rob (banjir pasang air laut) masuk Keberadaan keilmuan pengindraan jauh dalam kategori banjir yang disebabkan dapat membantu dalam mendeteksi wilayah karena masuknya air laut ke wilayah daratan yang rawan terjadi banjir rob. Pengindraan jauh akibat adanya pasang air laut yang tinggi [2]. adalah teknik akuisisi data suatu/banyak objek Genangan air yang terbentuk dapat bertahan tanpa memainkan kontak langsung dengan objek selama berhari-hari bahkan tahunan. Tingkat tersebut. Contoh sehari-hari penggunaan indraja kejenuhan tanah berpengaruh dalam hal adalah mata kita. Mata kita dapat melakukan ini. Sistem drainase dan adanya sungai tentu “scanning”dan mendeteksi objek sehingga dapat dapat menampung sebagian luapan air akibat dilakukan interpretasi objek tersebut tanpa pasang. Akan tetapi, pendangkalan sungai menyentuh, meraba, atau melakukan kontak karena sedimentasi membuat air laut tidak langsung. Teknik penginderaan jauh melibatkan tertampung dengan maksimal sehingga instrumen pesawat atau pesawat luar angkasa menggenangi daratan [3]. pada masa sekarang. Bahkan keilmuan ini sudah diturunkan menjadi teknik baru lainnya seperti Keberadaan keilmuan pengindraan jauh fotogrametri dan structure from motion. dapat membantu dalam mendeteksi wilayah yang rawan terjadi banjir rob. Pengindraan Lalu, bagaimana cara mendeteksi jauh adalah teknik akuisisi data suatu/banyak kerentanan banjir rob dengan teknik objek tanpa memainkan kontak langsung pengindraan jauh? dengan objek tersebut. Contoh sehari-hari penggunaan indraja adalah mata kita. Mata kita Salah satu daerah yang mengalami banjir dapat melakukan “scanning” dan mendeteksi rob ada di sekitar pantai Gianyar, Bali. objek sehingga dapat dilakukan interpretasi objek tersebut tanpa menyentuh, meraba,

12 BULETIN GEOMARITIME JUNI 2023 JENDELA Komponen Pengindraan Jauh (Sumber: Ruangguru) Meskipun dianggap menjadi salah [4]. Yang perlu diperhatikan dalam pembuatan satu destinasi wisata yang menarik, daerah peta kerentanan banjir rob adalah membuat sekitar Pantai Gianyar sering terjadi Rob. Rob skoring dan overlay dari beberapa parameter [4]. ini menyebabkan kerusakan lingkungan, Parameter yang dimaksudkan adalah jarak dari terganggunya aktivitas, dan kerugian pantai dan sungai, kemiringan lereng, elevasi, ekonomi. Penelitian banjir rob di Gianyar tutupan lahan, dan jenis tanah. dapat menghasilkan peta daerah rawan yang berpotensi terjadi banjir rob. Pembuatan peta Parameter jarak dari pantai dan sungai kerawanan banjir rob ini menggunakan metode digunakan karena semakin dekat jarak sungai skoring dengan mempertimbangkan faktor dengan pantai, maka potensi untuk mengalami penyebab terjadinya banjir rob [4]. Banjir rob banjir pasang air laut akan semakin tinggi. dapat terjadi karena adanya kenaikan muka Penghitungan jarak dari pantai ke daratan dapat laut. Kenaikan muka air laut dapat diakibatkan dilakukan menggunakan software QGIS atau bermacam variabel. Contohnya, pembangunan ArcGIS dengan memanfaatkan data citra satelit. tanggal, kondisi pasut, adanya gelombang Selain itu, apabila suatu daerah dekat dengan badai dan tsunami, dampak pemanasan global, wilayah sungai, maka meningkatkan potensi penurunan muka tanah, serta hal lainnya. Kita terdampak banjir rob. Hal ini dikarenakan pada memerlukan data citra, DEM (model elevasi saat pasang tertinggi, terdapat percampuran digital), batas wilayah, peta tematik jenis antara air sungai dan air laut yang menyebabkan tanah, dan SHP sungai dalam pengolahannya adanya arus balik pada badan sungai. Pantai Gianyar Bali (Sumber: Wisata IDN)

JENDELA 13BULETIN GEOMARITIME JUNI 2023 Untuk parameter analisis kemiringan sukar dalam menyerap air. Sehingga, peresapan lereng dapat dibuat menggunakan data air ke dalam tanah akan lebih lambat. Untuk DEM. Semakin curam suatu daerah, maka pengolahan data jenis tanah, dapat dilakukan akan semakin rendah tingkat potensi banjir dengan survei lapangan atau menggunakan robnya. Karena potensi terjadinya genangan peta tematik yang telah ada (data sekunder). akan semakin kecil. Hal ini juga berlaku untuk parameter elevasi. Parameter tinggi suatu Tahapan awal setelah adanya lahan penting untuk menentukan daerah yang pengumpulan data adalah pengolahan data. berpotensi mengalami rob. Semakin rendah Parameter di atas perlu diolah untuk dilakukan elevasi, maka semakin tinggi pula potensi banjir skoring dan pembobotan. Skor pada setiap robnya. Kita dapat memanfaatkan data DEM kelas dikalikan dengan bobot parameter. Untuk untuk membuat skoring dalam kerentanannya. penilaian skor secara kuantitatif dapat melalui research dari buku lain ataupun peraturan yang Parameter selanjutnya yang perlu ada. Tahap selanjutnya, dilakukan overlay atau dipertimbangkan adalah tutupan lahan dan penggabungan parameter-parameter di atas jenis tanah. Peran tutupan lahan terhadap beserta atributnya sehingga didapatkan data pengikatan air sangat besar. Apabila suatu pengolahan rawan banjir rob [6]. daerah tertutup oleh vegetasi, maka kapasitas penyerapan airnya akan lebih besar. Sehingga, Apabila data berhasil diolah, perlu mengurangi potensi terjadinya banjir rob. Peta dilakukan verifikasi lapangan. Hal ini bertujuan tutupan lahan dapat diolah dari data citra satelit. untuk melakukan validasi atas ada tidaknya Sebagai tambahan, pada parameter tekstur potensi terjadinya banjir rob pada wilayah tanah, ketika tekstur tanah semakin halus maka tersebut. Validasi ini dapat dilakukan dengan semakin tinggi pula terjadinya banjir rob. Hal ini cara melakukan wawancara dengan penduduk dikarenakan tanah bertekstur halus akan lebih setempat ataupun mengamati keadaan wilayahnya. Peta Potensi Kerawanan Banjir Rob Gianyar (Sumber: Jurnal of Marine Research, Wirayuda I. K. A. K., 2020) [1] Sunarto, Geomorfologi Pantai: Dinamika Pantai, Yogyakarta: Fakultas Geografi UGM, 2003. [2] M. A. Marfai, \"Tidal Flood Hazard Assessment: Modeling in Raster GIS, Case in Western Part of Semarang Coastal Area,\" Indonesian Journal of Geography, vol. 36, no. 1, pp. 25-38, 1 June 2004. [3] N. Ikhsyan, C. Muryani and P. Rintayati, \"Analisis Sebaran, Dampak, dan Adaptasi Masyarakat Terhadap Banjir Rob di Kecamatan Semarang Timur dan Kecamatan Gayamsari Kota Semarang,\" Jurnal GeoEco, vol. 3, no. 2, pp. 145-156, Juli 2017. [4] I. K. A. K. Wirayuda, I. W. Nuarsa and I. D. N. N. Putra, \"Pemetaan Potensi Kerawanan Banjir Rob di Kabupaten Gianyar,\" Journal of Marine Research and Technology, vol. 3, no. 2, pp. 94-101, 31 Agustus 2020. [5] N. Anggraini, \"Pemanfaatan Data Satelit untuk Analisis Potensi Muka Air Laut,\" Jurnal Penginderaan Jauh, vol. 9, no. 2, pp. 140-151, Desember 2012. [6] A. Septian, A. Y. Elvarani, A. S. Putri, I. Maulia, L. Damayanti, M. Z. Pahlevi and F. H. Aswad, \"Identifikasi Zona Potensi Banjir Berbasis Sistem Informasi Geografis Menggunakan Metode Overlay dengan Scoring di Kabupaten Agam, Sumatera Barat,\" Jurnal Geosains dan Remote Sensing, vol. 1, no. 1, pp. 11-22, April 2020.

14 BULETIN GEOMARITIME JUNI 2023 JENDELA Gambar 1 Terumbu Karang (Geographical, 2022) Menggali PotensiTerumbu Karang dengan Pendekatan Penginderaan Jauh Janatan Kartika menjadi tempat atau habitat biota laut lainnya. Teknik Geodesi Universitas Diponegoro Selain itu, terumbu karang mampu menjadi indikator kualitas lingkungan laut dan sangat Indonesia merupakan negara maritim dengan rentan akan kerusakan, terutama oleh tangan yang memiliki keanekaragaman hayati laut manusia. yang melimpah. Terumbu karang, hutan mangrove, padang lamun dan ekosistem laut Dalam beberapa waktu terakhir, ekosistem lainnya merupakan rumah bagi ribuan spesies terumbu karang telah mengalami perubahan ikan, terumbu karang, moluska dan biota laut secara masif. Terumbu karang kerap kali lainnya. Keragaman ini menawarkan peluang mengalami pemutihan atau coral bleaching. besar untuk industri perikanan, budidaya dan Coral Bleacing dapat dijadikan indikator pariwisata. Potensi kekayaan sumber daya pemanasan global karena kenaikan temperatur kelautan masih banyak yang belum dieksplorasi air laut dan intensitas cahaya. Berdasarkan secara optimal, bahkan belum diketahui potensi data Global Coral Reef Monitoring Network yang sebenarnya. Salah satu potensi laut yang (GCMRN), sekitar 54% terumbu karang dunia dapat dikelola dan dikembangkan adalah berada dalam kondisi terancam secara global. terumbu karang (Coral Reef ) [1]. Hal ini terjadi akibat banyaknya kegiatan dalam mengeksploitasi sumber daya pesisir Luas terumbu karang Indonesia mencapai secara berlebihan sehingga menyebabkan 50.875 km² yang menyumbang 18% luas total terganggunya ekosistem dan kerusakan terumbu karang dunia dan 65% luas total di lingkungan [2]. coral triangle. Keragaman jenis terumbu karang di Indonesia sangat tinggi, saat ini terdapat 480 Untuk mengatasi hal tersebut, perlu jenis terumbu karang yang sudah teridetifikasi. dilakukan kegiatan pemantauan secara nyata Secara ekologis, terumbu karang berperan terhadap gejala-gejala yang mengarah pada menjaga homeostatis ekosistem, dapat menjadi penunjang produktivitas organisme laut, dan

JENDELA 15BULETIN GEOMARITIME JUNI 2023 kerusakan lingkungan secara berkelanjutan Pemanfaatan teknologi pengindraan jauh (sustainable). Hal ini sejalan dengan SDGs 14 merupakan solusi yang tepat dalam monitoring “Life Below Water” yakni mengkonservasi dan terumbu karang. Teknologi pengindraan jauh memanfaatkan secara berkelanjutan sumber daya mampu mengidentifikasi kedalaman dan laut, samudra, dan maritim untuk pembangunan tingkat kerusakan terumbu karang secara yang berkelanjutan [3]. Caranya yaitu dengan spasial dan secara berkala. Dengan mengetahui dilakukan pemetaan lokasi terumbu karang kerusakan dan coral bleaching maka langkah menggunakan data spasial dan monitoring konservasi penyelamatan terumbu karang secara berkala. daat dilakukan dengan tepat [5]. Muhtar dkk. (2019) memanfaatkan Citra Landsat untuk Teknologi pengindraan jauh mempunyai mengidentifikasi perubahan luas terumbu kemampuan untuk mengindentifikasi serta karang sehingga diketahui kerusakan melakukan monitoring terhadap perubahan terumbu karang di Pulau Tegal Lampung sumber daya alam dan lingkungan wilayah pesisir [6]. Hasil penelitian tersebut menunjukkan dan laut. Penggunaan teknologi pengindraan bahwa dengan menggunakan teknologi jauh merupakan salah satu alternatif yang penginderaan jauh memanfaatkan sinar radiasi tepat untuk mendeteksi terumbu karang bagi elektromagnetik pada spektrum band biru negara yang mempunyai wilayah yang sangat dengan panjang gelombang (0,452 µm – 0,512 luas dan memerlukan waktu yang relatif singkat µm) dan band hijau dengan panjang gelombang serta biaya murah. Terumbu karang dan objek (0,533 µm - 0,590 µm) menggunakan algoritma dasar perairan dangkal lainnya dapat dideteksi Lyzenga dapat menembus air sehingga dapat dengan menggunakan teknologi pengindraan mendeteksi terumbu karang. Pengembangan jauh didasarkan pada analisa karakteristik respon berbagai algoritma lain dengan citra yang lebih spektral gelombang elektromagnetik dari setiap detil juga berpotensi untuk dimanfaatkan dalam band yang direkam oleh sensor satelit. Hal mendeteksi terumbu karang di lokasi lain. tersebut karena setiap obyek memiliki respon yang spesifik tehadap radiasi elektromagnetik [4]. [1] Geographical. (2022, Juli 16). Geo explainer: The threats to coral reefs. Diambil kembali dari Geographical: https://geographical.co.uk/science- environment/geo-explainer-the-threats-to-coral-reefs [2] Lingga, A., & Hariyanto, T. (2016). Analisa Perubahan Luasan Terumbu Karang Dengan Metode Penginderaan Jauh (Studi Kasus: Pulau Menjangan, Bali). GEOID Vol. 01 No. 02, (171-175). [3] Arief, M. (2013). Pengembangan Metode Lyzenga untuk Deteksi Terumbu Karang di Kepulauan Seribu dengan Menggunakan Data Satelit AVNIR-2. Jakarta: LAPAN. [4] Sari, R., & Febriandi. (2020). Aplikasi Citra Landsat 8 Multitemporal Untuk Monitoring Kerusakan Terumbu Karang di Pulau Setan Kec. Xi Koto Tarusan Kab. Pesisir Selatan Tahun 2013-2019. Jurnal Buana Vol. 4 No. 6, (1322-1330). [5] Goals, S. D. (2015). Tujuan 14. Diambil kembali dari Sustainable Development Goals: https://www.sdg2030indonesia.org/page/22-tujuan- empatbelas [6] Muhtar, F., Armijon., Murdapa, F., Fadly, R. (2019). Analisa Luasan Terumbu Karang Di Perairan Pulau Tegal Lampung dengan Teknologi Penginderaan Jauh. Jurnal Geofisika Eksplorasi Vol. 5/No. 2 Juli 2019: 141-153. Terumbu Karang http://retnoapratiwi.blogspot.com/

16 BULETIN GEOMARITIME JUNI 2023 JENDELA Garis Pantai Sumber: https://www.goodnewsfromindonesia.id/ Penginderaan Jauh: Pemegang Peran Krusial dalam Analisa Perubahan Garis Pantai Fairus Jamil Rizqullah pantai selalu berubah akibat adanya perubahan Departemen Oseanografi, Universitas Diponegoro garis pantai arah tegak lurus pantai (cross-shore) dan adanya pergerakan sedimen yang sejajar di Garis pantai (shoreline, coastline, atau wilayah pesisir (Setyawan et al., 2021). strandline) merupakan garis tempat bertemunya daratan dan air laut. Garis Analisa perubahan garis pantai sangat pantai bentuknya tidak tetap atau diperlukan karena dapat berdampak pada selalu mengalami perubahan dari waktu ke berbagai lini, seperti sosial, lingkungan, dan lain waktu. Perubahan ini disebabkan oleh kondisi sebagainya (Annafiyah et al., 2022). Melakukan lautan yang dinamis. Faktor dari lautan yang analisa terhadap perubahan garis pantai sulit dapat mengubah garis pantai yaitu karena dilakukan jika tidak menggunakan pendekatan adanya gelombang, fenomena pasang surut, tertentu karena membutuhkan beberapa data arus, bahkan fenomena ekstrem seperti badai untuk melakukan perbandingan. Dalam hal ini, dan siklon. Garis pantai akan berubah dengan pendekatan penginderaan jauh sangat berperan cepat di wilayah pesisir yang memiliki lereng dalam melakukan analisa perubahan garis pantai yang landai seperti di daerah yang pantai karena teknologi tersebut menawarkan sering terjadi proses pasang surut/macrotidal. banyak kelebihan, seperti memiliki banyak data Perubahan garis pantai bisa mengalami yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, dua kondisi, yakni sedimentasi/akresi yang metodenya praktis, dan tentunya tidak perlu membuat garis pantai semakin maju ke arah mendatangi secara langsung lokasi yang akan laut dan abrasi yang membuat sedimen pantai diteliti, kecuali untuk melakukan validasi. Di terkikis dan menyebabkan mundurnya garis pantai ke arah darat. Pada kenyataannya, garis

JENDELA 17BULETIN GEOMARITIME JUNI 2023 Indonesia sendiri telah banyak penelitian yang ArcGIS pada add in Digital Shoreline Analysis dilakukan mengenai analisa dan identifikasi System (DSAS). Penghitungan perubahan garis perubahan garis pantai. Semua penelitian yang pantai dilakukan dengan metode Net Shoreline dilakukan tentunya menggunakan teknologi Movement (NSM) dan End Point Rate (EPR). Jarak penginderaan jauh. perubahan garis pantai terlama dan terbaru akan ditampilkan dari perhitungan metode Dalam penelitian yang dilakukan oleh NSM, sedangkan laju perubahan per tahun akan Zaidan et al. (2022) mengenai evaluasi perubahan ditampilkan dari perhitungan EPR. garis pantai di Semarang dengan memanfaatkan citra satelit Sentinel-2A, dilakukan beberapa Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan, yaitu pengunduhan data citra satelit dalam rentang tahun 2016 – 2021, garis pantai untuk wilayah kecamatan Tugu, Semarang Barat, mengalami perubahan garis pantai berupa Semarang Utara, dan Genuk dalam periode abrasi dengan luas 186,34 Ha dan akresi dengan 2016 – 2021. Selanjutnya, dilakukan koreksi luas 43,62 Ha. Nilai tersebut berarti fenomena atmosferik dan pemisahan antara daratan abrasi lebih mendominasi perubahan garis dan lautan dengan menggunakan metode pantai dengan persentase 81%, sedangkan Normalized Different Water Index (NDWI), yaitu akresi hanya 19%. Untuk rata-rata jarak memanfaatkan pantulan air maksimal dari perubahan garis pantai yang terjadi adalah band green, pantulan air minimal dari band -32,78 meter dan laju perubahan garis pantai Near Infrared (NIR), dan pantulan vegetasi dari per tahun adalah -6,47 meter/tahun, di mana NIR. Hal tersebut, akhirnya akan membedakan nilai negatif berarti pantai mengalami abrasi darat dan laut untuk digitasi garis pantai. Untuk atau pengurangan daratan dalam rentang tahun proses digitasi dilakukan pada perangkat lunak 2016 – 2021. Peta Perubahan Garis Pantai Kota Semarang Periode 2016 – 2021 Sumber: (Zaidan et al., 2022)

18 BULETIN GEOMARITIME JUNI 2023 JENDELA Anggraini et al. (2017) telah melakukan band hasil filtering dengan didukung komposit penelitian analisa perubahan garis Pantai citra. Dalam penelitian ini juga digunakan NDWI Ujung Pangkah di Kabupaten Gresik, Jawa untuk memisahkan darat dan laut dan untuk Timur dengan menggunakan citra Landsat 7 menghitung luasan akresi dan abrasi yang ETM+ untuk perekaman tahun 2000 dan citra terjadi. Landsat 8 untuk perekaman tahun 2015. Citra yang telah diperoleh dikoreksi secara geometrik Hasil dari penelitian tersebut diketahui dan atmosferik yang kemudian dianalisis secara bahwa Pantai Ujung Pangkah mengalami visual untuk melihat perubahan garis Pantai perubahan garis pantai karena fenomena abrasi Ujung Pangkah dengan menggunakan citra dan akresi. Luasan akresi yang terjadi Pantai komposit. Komposit yang digunakan adalah Ujung Pangkah sebesar 11,35 km2 dan abrasi pemisahan Natural Color Composit (NCC) Red- sebesar 5,19 km2 dalam kurun waktu 15 tahun. Green-Blue. Kombinasi band NCC citra Landsat 7 adalah band Red Green Blue (321) dan Penelitian lainnya menggunakan citra untuk Landsat 8 adalah Red Green Blue (432). satelit beresolusi tinggi World-View 2 dan citra Kombinasi NCC digunakan karena memberikan dari hasil foto udara dilakukan oleh Suharyo tampilan citra sesuai dengan kondisi dan Hidayah (2019) untuk mengidentifikasi sebenarnya pada permukaan bumi. Kemudian perubahan garis pantai pesisir utara Surabaya. dilakukan filtering band citra multispektral Foto udara yang digunakan adalah hasil menggunakan fitur edge detection different perekaman tahun 2002, sedangkan citra satelit pada ErMapper dan digitasi dilakukan pada World-View 2 untuk perekaman tahun 2017. Identifikasi perubahan garis pantai tersebut Peta Perubahan Garis Pantai Ujung Pangkah Gresik Periode 2000 – 2015 Sumber: Anggraini et al. (2017)

JENDELA 19BULETIN GEOMARITIME JUNI 2023 menggunakan perangkat lunak AutoCAD dan non-mangrove. Sedangkan, luasan total abrasi perangkat lunak pendukung lainnya. Sebelum sebesar 44,9 Ha yang disebabkan oleh aktivitas dilakukan analisa perubahan garis pantai, kedua pelabuhan dan pabrik. data mendapatkan perlakuan yang berbeda, di mana citra hasil foto udara digabungkan Berdasarkan ketiga penelitian tersebut, terlebih dahulu sehingga menjadi satu kesatuan dapat diketahui bahwa pengideraan jauh yang utuh. Proses tersebut dinamakan dengan memiliki peran yang sangat krusial untuk mosaicking. Sedangkan untuk citra satelit mengidentifikasi perubahan garis pantai World-View 2 dapat secara langsung diaktifkan karena dapat melakukan analisa perubahannya layernya. Kemudian, proses digitasi wilayah dari tahun ke tahun, baik itu perubahan garis pesisir dilakukan pada kedua citra tersebut pantai karena abrasi, maupun akresi. Kita tidak untuk selanjutnya ditumpuk (overlay) data garis dapat melakukan analisa perubahan garis pantai tahun 2002 dan 2017. Analisa perubahan pantai hanya dengan berdasarkan satu data. garis pantai menggunakan fitur measured tools Dengan begitu, teknologi penginderaan jauh pada ArcGIS ArcMap. sangat diperlukan untuk mendukung analisa perubahan garis pantai karena citra satelit Penelitian ini menghasikan analisa memiliki data perekaman dari puluhan tahun perubahan garis pantai di sepanjang pesisir yang lalu hingga terbaru. Oleh karena itu, utara Surabaya mengalami abrasi dan akresi dengan adanya penginderaan jauh, perubahan dalam kurun waktu 15 tahun, di mana akresi garis pantai dapat diketahui dan dapat dilakukan yang memiliki luasan total mencapai 143,06 Ha prediksi sehingga dapat mendukung kebijakan yang disebabkan oleh bertambahnya wilayah pengelolaan kepesisiran dan kemaritiman. pemukiman serta vegetasi mangrove dan Peta Perubahan Garis Pantai Pesisir Utara Kota Surabaya Periode 2002 – 2017 Sumber: Suharyo dan Hidayah (2019) Anggraini, N., S. Marpaung dan M. Hartuti. 2017. Analisis Perubahan Garis Pantai Ujung Pangkah dengan Menggunakan Metode Edge Detection dan Normalized Difference Water Index. Jurnal Penginderaan Jauh., 14(2): 65 – 78. DOI: http://dx.doi.org/10.30536/j.pjpdcd.1017.v14.a2545 Annafiyah, A., A. Maulidi, N. Kurniadin dan A. D. Wilujeng. 2022. Analisis Perubahan Garis Pantai Wilayah Pesisir Selatan Kabupaten Sampang Menggunakan Citra Landsat. Sebatik., 26(2): 439 – 445. DOI: 10.46984/sebatik.v26i2.1936 https://www.goodnewsfromindonesia.id/, diakses pada 28 Mei 2023. Setyawan, F. O., W. K. Sari dan D. Aliviyanti. 2021. Analisis Perubahan Garis Pantai Menggunakan Digital Shoreline Analysis System di Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Journal of Fisheries and Marine Research., 5(2): 368 – 377. DOI: https://doi.org/10.21776/ ub.jfmr.2021.005.02.22 Suharyo, O. S. dan Z. Hidayah. 2019. Pemanfaatan Citra Satelit Resolusi Tinggi untuk Identifikasi Perubahan Garis Pantai Pesisir Utara Surabaya. Jurnal Kelautan., 12(1): 89 – 96. DOI: http://doi.org/10.21107/jk.v12i1.5084 Zaidan, R. R., C. A. Suryono, I. Pratikto dan N. Taufiq-Spj. 2022. Penggunaan Citra Satelit Sentinel-2A untuk Mengevaluasi Perubahan Garis Pantai Semarang Jawa Tengah. Journal of Marine Research., 11(2): 105 – 113. DOI: 10.14710/jmr.v11i2.33395

20 BULETIN GEOMARITIME JUNI 2023 JENDELA Hutan Mangrove Kota Baru Sofifi (Sumber : Mangobay.co.id) Menelisik Kandungan Blue Carbon Pada Ekosistem Mangrove Rahmat Al-Azizi marak digunakan karena unggul dari segi biaya, cakupan area, efisiensi waktu, dan biaya yang PTeknik Geodesi Universitas Diponegoro lebih murah jika dibandingkan dengan survei engindraan jauh merupakan salah satu lapangan [2]. teknologi yang perkembangannya sangat pesat diakhir abad 20. Menurut Salah satu vegetasi yang memiliki Lillesand dan Kiefer (1979) Pengindraan kemampuan dalam menyimpan stok karbon jauh merupakan ilmu dan seni untuk yang besar adalah mangrove. Ekosistem memperoleh infromasi tentang objek, daerah, mangrove memiliki fungsi ekologis yang sangat dan peristiwa alam yang terjadi di permukaan penting terutama bagi wilayah pesisir. Salah bumi dengan menganalisa data yang diperoleh satu fungsi ekologis mangrove adalah sebagai menggunakan alat tanpa harus berkontak secara penyimpan karbon. Emisi karbon yang di serap, langsung terhadap objek yang akan dikaji. disimpan, dan dilepaskan oleh ekosistem Alat yang dimaksud dalam batasan ini adalah pesisir dan laut, salah satunya adalah ekosistem alat pengindra atau sensor. Alat pengindera mangrove disebut dengan Blue Carbon [3]. ini pada umumnya akan dipasangkan pada Menurut Donato dkk. (2011) terdapat penelitian wahana yang berupa pesawat terbang, satelit yang menyebutkan bahwa mangrove per dan pesawat ulang-alik [1]. Sensor tersebut hektar dapat menyimpan sampai empat kali nantinya dapat menerima pantulan gelombang lebih banyak karbon dibandingkan hutan tropis elektromagnetik yang dipantulkan oleh lainnya di seluruh dunia yang dilakukan oleh permukaan bumi dengan panjang gelombang Tim Peneliti dari US Forest Service Pasifik [1]. yang beragam dan nantinya dapat diolah Hal tersebut juga didukung dengan penelitian menjadi suatu informasi tertentu. Siddique dkk. (2012) dan Alemaheyu dkk. (2014) yang menyatakan bahwa tumbuhan Teknologi pengindraan jauh yang mangrove memiliki kemampuan yang baik berkembang pesat saat ini dapat digunakan dalam menyerap karbon bahkan mencapai 296 sebagai metode penelitian yang berkaitan ton C/ha [4]. dengan objek di permukaan bumi, salah satunya studi vegetasi terkait estimasi stok karbon. Metode pengindraan jauh semakin

JENDELA 21BULETIN GEOMARITIME JUNI 2023 Pohon Mangrove mendapatkan nilai dari biomassa mangrove [2]. Sumber: http://alkatrans.blogspot.com/ Nilai biomassa ini nantinya akan dikali dengan 47% sesuai SNI 7724:2011 sehingga akan Estimasi stok karbon pada mangrove menghasilkan nilai karbon yang terkandung dapat diidentifikasi menggunakan citra dalam tanaman mangrove. satelit multispectral yang mempunyai beberapa sensor yang dapat mendeteksi Indonesia merupakan negara dengan unsur-unsur pada vegetasi. Berdasarkan hutan mangrove terbesar di dunia dengan luas penelitian yang dilakukan oleh Hernandea sebesar 3,36 juta hektar atau setara dengan 20% dan Hartono (2015) menggunakan salah satu dari total luas mangrove di dunia [5]. Indonesia citra satelit multispectral, yaitu Landsat 8 memiliki peran yang besar dalam salah satu OLI untuk mengetahui estimasi stok karbon upaya mitigasi bencana perubahan iklim hutan mangrove di Kawasan Segara Anakan global dengan adanya keberadaan mangrove Cilacap [2]. Proses awal untuk melakukan yang menjadi salah satu ekosistem yang identifikasi stok karbon yang terdapat pada mampu mengurangi emisi karbon yang besar. daerah hutan mangrove, yaitu dengan Peran teknologi pengindraan jauh memiliki memisahkan daerah non-vegetasi dengan kontribusi besar dalam melakukan identifikasi daerah bervegetasi menggunakan nilai indeks serta monitoring keberadaan stok karbon vegetasi, seperti NDVI. Setelah menentukan pada hutan mangrove yang dimiliki Indonesia daerah bervegetasi kemudian dapat dilakukan secara praktis dan efisien. Sehingga diharapkan proses pengklasifikasian terhadap vegetasi dengan metode yang semakin berkembang ini mangrove dan non-mangrove. Berdasarkan akan membantu pemerintah dan juga pihak- SNI 7724:2011 bahwa 47% dari biomassa pada pihak terkait dalam mengambil langkah dan mangrove adalah karbon, dimana biomassa kebijakan secara cepat dan tepat. pada mangrove dapat dihitung menggunakan rumus alometrik sehingga nantinya akan [1] D. Handayani and A. Setiyadi, \"Remote Sensing ( Pengindraan Jauh),\" ISSN : 0854-9524, pp. 113 - 130, 2003. [2] H. F. Forestriko and Hartono, \"Pemanfaatan Citra Landsat 8 Untuk Estimasi Stok Karbon Hutan Mangrove di Kawasan Segara Anakan Cilacap Jawa Tengah,\" 2015. [3] The Nature Conservancy, 2022. [Online]. Available: https://reefresilience.org/id/management-strategies/blue-carbon/blue-carbon- introduction/. [4] Rahman, H. Effendi and I. Rusmana, \"Estimasi Stok dan Serapan Karbon pada Mangrove di Sungai Tallo,\" Jurnal Ilmu Kehutanan Univeristas Gadjah Mada, 2016. [5] Kementerian Kelautan dan Perikanan, \"Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut,\" 2021. [Online]. Available: https://kkp.go.id. [6] V. N. Husna, V. P. Siregar, S. B. Agus and T. Arifin, \"Estimasi cadangan karbon biomassa di atas permukaan pada tegakan mangrove menggunakan pengindraan jauh di Tongke-Tongke, Sulawesi Selatan,\" Journal of Natural Resources and Environmental Management, 2018.

22 BULETIN GEOMARITIME JUNI 2023 JENDELA Pantai Nusa Penida Sumber: https://www.water-sport-bali.com/pantai-nusa-penida InventarisasiWisata Pesisir dengan PendekatanWEB-GIS Ryan Alvino Holidin lemahnya pengelolaan pariwisata, pelayanan informasi wisata yang belum baik, interprestasi, PIlmu Kelautan Universitas Sriwijaya promosi serta penyampaian informasi mengenai ariwisata mempunyai pengaruh pada wisata yang belum efektif. Kemajuan teknologi pembangunan ekonomi dengan dapat dijadikan solusi untuk permasalahan kontribusi yang sangat besar seperti industri wisata pesisir. penyediaan lapangan kerja, merangsang pertumbuhan industri pariwisata dan Teknologi Sistem Informasi Geografis pertumbuhan ekonomi dan sosial masyarakat (SIG) dan penginderaan jauh dapat dijadikan daerah. Berdasarkan data dari CEIC pada solusi untuk mengatasi permasalahan di bulan oktober 2022 kunjungan wisatawan sektor wisata pesisir (Nurhidayah, 2020). Data Indonesia dilaporkan sebesar 678.530 Orang. penginderaan jauh dari data objek wisata Sektor pariwisata di Indonesia berkontribusi pesisir seperti data sarana dan prasarana, data untuk pendapatan negara dan meeningkatkan akomodasi perjalanan, data objek wisata dan pendapatan devisa negara, berdasarkan lainnya dituangkan di dalam SIG. Teknologi SIG Laporan Kinerja Kementerian Pariwisata Tahun dapat digunakan sebagai media penyampaian 2019, sektor pariwisata menjadi penyumbang informasi mengenai wisata, media promosi devisa, PDB, dan tenaga kerja di Indonesia. wisata dan media pelayanan wisata pesisir serta Sektor pariwisata telah memberi kontribusi dapat menjadi daya tarik wisata pesisir. terhadap PDB Nasional sebesar 5,25%, dengan jumlah devisa sebesar 229,50 triliun rupiah Sistem Informasi Geografis berbasis dan menyerap 12,7 juta tenaga kerja di sektor Web atau WebGIS dapat menunjang kemajuan pariwisata (Kempenparekraf, 2019). industri wisata pesisir. WebGIS menjadi media promosi karena dapat menyimpan data Kemajuan industri wisata pesisir di Indonesia masih memiliki kendala diantaranya kurangnya pengemasan daya tarik wisata, masih

JENDELA 23BULETIN GEOMARITIME JUNI 2023 mengenai wisata pesisir secara lengkap yang Teknologi webGIS dimanfaatkan untuk dapat diakses oleh siapapun dan dimanapun kemajuan sektor pariwisata khususnya melalui situs web atau melalui aplikasi mobile. wisata pesisir. Salah satu contoh penggunaan Data yang tersimpan didalam webGIS berisikan teknologi webGIS untuk pemetaan wisata tentang informasi dan penjelasan mengenai adalah pada penelitian“Pemetaan Potensi Objek objek wisata, lokasi dan titik koordinat wisata, Wisata Dengan Sistem Informasi Geografis di sarana dan prasarana, transportasi, akomodasi Kecamatan Nusa Penida Kabupaten Klungkung” perjalanan serta biro perjalanan. yang dipublikasi pada tahun 2016. Data dari dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung pada Teknologi Sistem Informasi Geografis tahun 2022 menunjukkan wisatawan yang berbasis Web sedang marak maraknya menyerbu Nusa Penida antara 1.000 - 1.500 dikembangkan di Indonesia. Pengembangan orang perhari pasca pandemi Covid-19. dan pemanfaatan webGIS untuk inventarisasi Teknologi webGIS tentu menjadi salah satu wisata pesisir sangat diperlukan untuk faktor yang menunjang kemajuan wisata di memajukan sektor pariwisata khususnya Kecamatan Nusa Penida. bidang wisata pesisir. Beberapa keunggulan webGIS diantaranya wisatawan dapat dengan mudah mencari informasi terkait obyek wisata yang akan dikunjungi, wahana atau obyek wisata dapat dijangkau oleh seluruh wisatawan dari seluruh dunia, promosi wisata semakin meningkat, serta wisatawan dapat merencanakan liburannya dengan baik. Industri Wisata Pesisir Sumber: https://www.solopos.com

24 BULETIN GEOMARITIME JUNI 2023 JENDELA Abrasi di Sekitar Wilayah Pesisir Pantai Monitoring Abrasi diWilayah Pesisir Kharisma Qaulam Fadhila terhadap pantai [2]. Kerusakan pantai akibat Program Studi S-1 Teknik Geodesi Universitas Diponegoro abrasi dapat menggangu mata pencaharian penduduk disekitar, terutama yang berprofesi Lingkungan pantai merupakan suatu sebagai nelayan. Pantai yang mengalami wilayah yang selalu mengalami perubahan. abrasi jika tidak di tanggulangi akan berakibat Perubahan lingkungan pantai dapat terjadi kerusakan pantai yang semakin parah. Data secara lambat hingga cepat, tergantung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dari faktor-faktor yang mempengaruhinya. sekitar 100 lokasi di 17 provinsi dengan panjang Perubahan garis pantai ditunjukkan oleh pantai sekitar 400 km telah tergerus abrasi. perubahan kedudukannya [1]. Tidak hanya ditentukan oleh suatu faktor tunggal, tapi Pemantauan perubahan garis pantai akibat oleh sejumlah faktor beserta interaksinya yang peristiwa abrasi dapat dilakukan dengan metode merupakan hasil gabungan dari proses alam dan pengindraan jauh yang merupakan suatu manusia. Salah satu faktor yang mempengaruhi teknik pengumpulkan data tanpa langsung yaitu pengaruh hempasan dari energi gelombang ke lapangan. Pemanfaatan teknologi remote yang menyusur pantai di wilayah pesisir. Salah sensing atau penginderaan jauh merupakan satu permasalahan lingkungan yang ada di teknologi berbiaya murah sehingga pemerintah kawasan pesisir yaitu terjadi perubahan garis beserta masyarakat dapat memantau setiap pantai yang disebabkan oleh abrasi. perubahan garis pantai yang terjadi dengan adanya pengembangan dari pemanfaatan Abrasi pantai merupakan pengikisan teknologi remote sensing. pantai yang disebabkan oleh faktor utama oleh gelombang. Kecepatan abrasi pantai tergantung pada besarnya energi gelombang air laut

JENDELA 25BULETIN GEOMARITIME JUNI 2023 Salah satu penelitian telah melakukan satelit Landsat. Citra Landsat yang dapat dipakai pemantauan abrasi di wilayah Pantai di Kota yaitu Landsat 7 dan 8. Kedua citra ini mempunyai Padang, Sumatra Barat. Pengamanan garis resolusi spatial yang sama yaitu 30m serta nilai pantai di Kota Padang sudah dilakukan sejak panjang gelombang kanal NIR yang tidak jauh 1968, berdasarkan informasi dari Dinas Sumber berbeda seperti landsat 7 dengan panjang Daya Air Sumatera Barat bahwa kondisi saat gelombang 0,772-0,898 dan Landsat 8 dengan ini garis pantai di Kota Padang sudah hilang Panjang gelombang 0,851-0,879. 40 meter dari kondisi semula [3]. Pemantauan ini nantinya akan menunjukkan bagaimana Dalam pengamatan garis pantai teknologi perubahan garis pantai akan mempengaruhi remote sensing yang dipakai yaitu pengunaan situasi yang terdapat di Kota Padang terutama data Citra Satelit Landsat 7 dan 8, Citra perubahan luas wilayah. tersebut diolah dengan menggunakan metode pengembangan/modifikasi dari transformasi Kota Padang memiliki aktivitas manusia MNDWI (Modified Normalized Difference Water cukup tinggi didaerah pesisir mulai dari kegiatan Index). Metode ini dipilih dalam mengekstrak perikanan, pariwisata, Industri. Kota Padang informasi citra landsat 7 dan 8 karena mampu memiliki topografi yang landai pada bagian membedakan batasan air dan daratan yang utara dan cenderung pantai berbukit di bagian lebih baik sehingga dapat mengetahui informasi selatan. Keberadaan garis pantai sangatlah dari garis pantai, pengamatan dilakukan dengan penting seperti perencanaan pembangunan dan time series yang dimulai dari tahun 2000-2020 perlindungan wilayah pesisir. Salah satu bentuk [3]. Fenomena perubahan garis pantai di Kota pemanfaatan teknologi penginderaan jauh yaitu Padang sangatlah dinamis dan dipengaruh oleh dengan deteksi garis pantai menggunakan citra banyak faktor. Gambar 2 Perubahan garis pantai

26 BULETIN GEOMARITIME JUNI 2023 JENDELA Beberapa faktor utama yang 5. Aktivitas Manusia mempengaruhi perubahan garis pantai di Kota Aktivitas manusia seperti reklamasi Padang, yaitu: pantai, pembangunan infrastruktur pantai, 1. Erosi Pantai pemotongan vegetasi pantai, dan aktivitas penambangan pasir dapat memiliki Erosi pantai adalah salah satu faktor dampak signifikan terhadap perubahan utama yang menyebabkan perubahan garis pantai di Kota Padang. garis pantai di Kota Padang. Faktor-faktor 6. Perubahan Iklim seperti ombak, arus laut, dan perubahan tingkat air laut dapat menyebabkan erosi Perubahan iklim, termasuk pantai yang berdampak pada perubahan peningkatan suhu global dan perubahan garis pantai. pola curah hujan, dapat mempengaruhi dinamika pantai. Peningkatan suhu laut 2. Sedimentasi dan intensitas hujan yang tinggi dapat mempercepat erosi pantai dan perubahan Sedimentasi adalah proses garis pantai. penumpukan sedimen di pantai. Faktor- faktor seperti sungai yang membawa Penting untuk mempertimbangkan material sedimen ke pantai, arus laut, faktor-faktor ini secara holistik saat memantau dan pasokan sedimen dari daratan dapat perubahan garis pantai di Kota Padang dan mempengaruhi perubahan garis pantai di mengembangkan strategi pengelolaan pesisir Kota Padang. yang berkelanjutan. Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan, dapat diberikan implikasi yaitu 3. Tingkat Pasang Surut diharapkan agar masyarakat dan pemerintah dapat lebih aware dalam pengelolaan wilayah Tingkat pasang surut air laut juga pesisir guna meminimalisir dampak abrasi pada mempengaruhi perubahan garis pantai. daerah yang rawan abrasi. Hal tersebut dapat Pasang surut tinggi dapat menyebabkan dilakukan dengan pemasangan revetment, pengikisan pantai, sementara pasang surut menanaman mangrove, dan mengurangi rendah dapat menyebabkan akumulasi aktifitas manusia yang dapat mempercepat laju sedimen di pantai. abrasi seperti penambangan pasir di wilayah pesisir [4]. 4. Geologi Pantai Sifat geologi pantai seperti jenis batuan, struktur tanah, dan kemiringan pantai dapat mempengaruhi kecepatan dan jenis perubahan garis pantai. Pantai dengan batuan yang mudah tererosi mungkin lebih rentan terhadap perubahan garis pantai. [1] Lozi, A., & Rahmad, R. (2018). Analisis Perubahan Garis Pantai Menggunakan Data Pengindraan Jauh di Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai. Jurnal Tunas Geografi, 69-70. [2] Cahyanti, F. (2020). Analisis Tingkat Kerusakan Pantai Akibat Bencana Abrasi di Kabupaten Bengkalis. Pekanbaru: Universitas Islam Riau Pekanbaru. [3] Putra, B. G. (2021, Agustus 3). Optimalisasi Penggunaan Teknologi Remote Sensing dan Digital Shoreline Analysis System untuk Menghitung Laju Perubahan Garis Pantai di Kota Padang. Retrieved from geo.mapid: https://geo.mapid.io/blog_read/61094e1b9e972a04ccd6a7c4 [4] Ramadhani, Y., Praktikto, I., & Suryono. (2021). Perubahan Garis Pantai Menggunakan Citra Satelit Landsat di Pesisir Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Journal of Marine Research.

PERISTIWA 27BULETIN GEOMARITIME JUNI 2023 Dampak Banjir Rob pada Kawasan Pesisir Sumber: jatengdaily.com Banjir ROB: Indikasi Pasang Air Laut dengan Fenomena Supermoon Fadhal Abiyu Ridho lain pencairan es di kutub, badai di laut, serta Ilmu dan Teknologi Kelautan IPB University dorongan air, angin, dan gelombang air. Kenaikan muka air laut yang disebabkan Bulan memiliki peran yang sangat penting oleh pasang surut air laut dapat di Bumi dan bukan hanya sebagai dekorasi di menyebabkan tergenangnya wilayah langit malam. Salah satu peran pentingnya pesisir, yang kian disebut Banjir Rob. adalah memicu terjadinya gelombang di laut, Peristiwa ini terjadi saat daratan dengan meskipun pada beberapa momen tertentu ketinggian yang lebih rendah dari permukaan air hal ini dapat menjadi berbahaya seperti laut mengalami banjir yang dapat berlangsung menyebabkan kenaikan muka air laut yang selama beberapa hari hingga berbulan-bulan, memicu terjadinya peristiwa banjir rob. bergantung pada kelembaban tanah. Banjir rob Meskipun letaknya jauh, ukuran Bulan tetap dapat terjadi secara langsung maupun tidak signifikan, sehingga memiliki gaya gravitasi langsung. Banjir rob secara langsung terjadi di yang berpengaruh terhadap pasang surut air wilayah pesisir ketika air laut pasang tertinggi di Bumi. Meskipun tarikan gravitasi Bulan pada masuk ke daratan dan terhalang oleh tanah atau manusia dianggap lebih lemah daripada tarikan struktur bangunan. Sedangkan banjir rob secara Bumi, kita dapat melihat efek Bulan pada air di tidak langsung langsung terjadi di daerah yang lautan. Gravitasi Bulan menyebabkan tonjolan jauh dari pantai, yaitu di sekitar sistem drainase atau peningkatan tinggi air di sisi Bumi yang yang tidak terawatt dan akan menggenangi lebih dekat dengan Bulan. Saat Matahari dan daerah tersebut [1]. Adapun faktor eksternal yang dapat menyebabkan banjir rob antara

28 BULETIN GEOMARITIME JUNI 2023 PERISTIWA Bulan berada dalam garis lurus dengan Bumi yaitu ditandai dengan sisi bulan yang tidak (saat bulan purnama atau bulan baru terjadi), disinari oleh matahari dan menandai awal siklus gaya gravitasi yang terkombinasi dari keduanya bulan. Kejadian bulan baru terjadi ketika Bumi, menyebabkan terjadinya pasang air yang Matahari, dan Bulan hampir berada dalam satu sangat tinggi, atau sebaliknya pasang air yang garis lurus. Fenomena ini juga mengakibatkan sangat rendah, yang dikenal sebagai \"pasang terjadinya tarikan gravitasi Bulan terhadap Bumi, musim semi\". Ketika Matahari dan Bulan berada yang berdampak pada peningkatan permukaan pada sudut yang tepat satu sama lain (selama air laut. Kondisi ini berpotensi meningkatkan bulan naik atau turun), keberadaan Matahari ketinggian pasang air laut maksimum secara membantu mengurangi efek tarikan gravitasi signifikan dibandingkan dengan kondisi biasa. dari Bulan, sehingga menyebabkan pasang surut yang lebih rendah atau lebih tinggi dari Pasang surut dipengaruhi oleh gaya tarik rata-rata. Fenomena ini dikenal sebagai pasang benda-benda langit, terutama matahari dan surut perbani. Menurut Profesor fisika dan bulan, terhadap massa air di Bumi. Walaupun astronomi dari Universitas Delaware, Harry massa matahari lebih besar daripada massa Shipman, air pasang menjadi lebih tinggi saat bulan, jarak antara bulan dan Bumi lebih dekat, bulan purnama karena pada saat itu gravitasi sehingga gaya tarik bulan terhadap Bumi dari Bulan dan Matahari berinteraksi secara lebih kuat daripada gaya tarik matahari. Gaya serempak dan menarik Bumi ke arah yang tarik bulan memiliki pengaruh 2,2 kali lebih sama. besar terhadap pasang surut dibandingkan dengan gaya tarik matahari [4]. Bulan memiliki Kemungkinan terjadinya banjir rob pengaruh yang signifikan terhadap banjir rob dapat berkaitan dengan fenomena fase bulan karena kaitannya dengan gelombang dan baru (Super New Moon), yang merupakan pasang surut air laut. Hal ini karena pasang kombinasi antara fase bulan baru dan posisi surut dan gelombang memiliki kaitan dengan bulan yang berada paling dekat dengan Bumi tinggi gelombang, bergantung pada tinggi (perigee) [3]. Bulan baru merupakan keadaan permukaan air yang dipengaruhi oleh gravitasi yang berkebalikan dengan bulan purnama, Bulan. Gambar 1. Ilustrasi fase bulan purnama Sumber: ipa.pelajaran.co.id

PERISTIWA 29BULETIN GEOMARITIME JUNI 2023 Ketika bulan berada pada fase mengganggu pasokan air bersih. Putra dan Marfai Super New Moon, ketinggian maksimum (2012) menyatakan pengaruh banjir rob terhadap air laut dapat menjadi sangat ekstrem. Hal kebutuhan air bersih meliputi peningkatan ini dapat diperburuk dengan kombinasi kedalaman air dalam pipa akibat pengurugan cuaca yang kurang baik seperti angin dan lahan, perubahan rasa air tanah menjadi asin badai, yang mengakibatkan risiko banjir rob atau payau, dan kerusakan cepat pada peralatan dapat meningkat secara signifikan. Selain itu, air bersih karena terkena korosi. Air asin yang kombinasi antara peningkatan permukaan masuk ke saluran air tanah dapat membuat air laut akibat pasang surut astronomi dan kondisi sumur menjadi tidak layak konsumsi. Dari segi cuaca yang buruk dapat mengakibatkan ekonomi, banjir rob menimbulkan kerugian luasnya genangan air laut di daerah pesisir, pada kegiatan sektor wisata, perikanan, serta menyebabkan banjir rob dan dampak yang perdagangan di daerah pesisir. Hal ini dapat merugikan bagi lingkungan dan masyarakat berakibat pada penurunan pendapatan dan sekitarnya. Dengan demikian, Super New hilangnnya lapangan pekerjaan. Oleh karena itu, Moon dapat menjadi salah satu faktor yang perlu adanya mitigasi yang tepat untuk dapat mempengaruhi intensitas dan risiko terjadinya meminimalisir atau bahkan menghilangkan banjir rob, terutama ketika digabungkan kerugian akibat peristiwa banjir rob ini. Strategi dengan faktor cuaca dan geografis yang ada mitigasi yang dapat dilakukan antara lain di wilayah tersebut. melalui penanaman mangrove sebagai bentuk perlindungan alami, pembentukan komunitas Banjir rob memiliki dampak yang cukup dan kelompok kerja yang berperan dalam upaya signifikan terhadap kehidupan di daerah mitigasi banjir rob, penyusunan peta bahaya dan pesisir. Mulai dari kerusakan infrastruktur risiko kenaikan air laut, serta penerapan kebijakan seperti kerusakan jalan, jembatan, tanggul, yang lebih ketat dalam izin pembangunan di area hingga sistem drainase yang ada di resapan air [6]. daerah tersebut. Kerusakan ini juga dapat menyebabkan pencemaran sumber air dan Referensi [1] Ikhsyan, N., Muryani, C., & Rintayati, P. (2017). Analisis Sebaran, Dampak dan Adaptasi Masyarakat terhadap Banjir Rob di Kecamatan Semarang Timur dan Kecamatan Gayamsari Kota Semarang. Jurnal GeoECO, 3(2), 145-156. [2] Murray, Molly. (2014). Why does a full moon mean a higher tide?. Delaware [Online]. Available at https://www.delawareonline.com/story/news/ local/2014/09/16/full-moon-mean-higher-tide/15723577/ [3] Lewokeda, Aloysius. (2023). BMKG sebut Peristiwa rob berpeluang landa pesisir di NTT. Antara News [Online]. Available at https://kupang. antaranews.com/berita/106602/bmkg-sebut-peristiwa-rob-berpeluang-landa-pesisir-di-ntt [4] Syafitri, A. W., & Rochani, A. (2021). Analisis Penyebab Banjir Rob di Kawasan Pesisir Studi Kasus: Jakarta Utara, Semarang Timur, Kabupaten Brebes, Pekalongan. Jurnal Kajian Ruang, 1(1), 16-28. [5] Putra, D. R., & Marfai, M. A. (2012). Identifikasi Dampak Banjir Genangan (Rob) Terhadap Lingkungan Permukiman Di Kecamatan Pademangan Jakarta Utara. Jurnal Bumi Indonesia, 1(1). [6] Nabella, Syamsunnasir, & Widana, I. D. K. K. (2022). Analisis Faktor Penyebab dan Strategi Mitigasi Bencana Banjir Rob di Kota Banda Aceh. Jurnal Kewarganegaraan, 6(4), 7337-7342.

30 BULETIN GEOMARITIME JUNI 2023 PERISTIWA Tumpahan minyak di Montara Sumber: cnnindonesia.com Laut Montara, 13 Tahun Kasus yang Tak Kunjung Usai Ahmad Raihan Alfaruqie Ilmu dan Teknologi Kelautan IPB University Montara merupakan ladang Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia. Dilansir minyak yang dioperasikan oleh melalui website Kemenkomarves, setidaknya perusahaan minyak Thailand, yaitu sekitar 85 persen tumpahan minyak ini terbawa PTT Exploration and Production oleh angin dan gelombang menuju perairan Australasia (PTTEP). Selain itu, PTTEP Australasia laut Indonesia. Selain itu, Kedutaan Besar juga memiliki izin serta hak operasional untuk Australia di Jakarta telah mengonfirmasi bahwa melakukan kegiatan eksplorasi ladang minyak tumpahan minyak tersebut mengalir menuju di perairan Australia. Pada tanggal 21 Agustus ZEE Indonesia dalam bentuk gumpalan dengan 2009, terjadi kebocoran minyak dan gas bantuan citra satelit. Menurut Anwar (2015) [2] hidrokarbon Montara akibat ledakan kilang pencemaran yang disebabkan oleh tumpahan minyak di Laut Timor perairan Australia yang minyak di laut merupakan pencemaran dengan menumpahkan minyak jenis light crude oil dampak yang cepat dirasakan dan bersifat [1]. Tumpahan minyak tersebut menghasilkan destruktif terhadap kehidupan ekologis di estimasi tumpahan minyak sekitar 400 barel/ sekitar pantai bahkan dapat mencemari wilayah hari (64 ton/hari) sehingga mengakibatkan efek laut negara lain [3]. Penyebab pasti kebocoran luas cemaran tersebut meluas hingga perairan yang menyebabkan ledakan minyak tersebut Celah Timor yang merupakan perbatasan masih diperdebatkan, tetapi dugaan utama perairan antara Indonesia, Timor Leste, dan adalah kebocoran pada saat pengoperasian. Australia. Setelah berbagai upaya perbaikan, aliran minyak tersebut dapat dihentikan dan kebocoran Ledakan anjungan minyak tersebut terus tersebut berhasil ditutup menggunakan alat mengalir mulai dari 21 Agustus 2009 hingga 3 pengeboran yang disebut relief well setelah 74 November 2009. Peristiwa tersebut merupakan hari terus mengalir. masalah yang penting karena menyebabkan pencemaran hingga memasuki kawasan Zona

PERISTIWA 31BULETIN GEOMARITIME JUNI 2023 Bukan hanya kawasan perairan Laut hingga 22 Triliun, namun pemerintah Australia Montara maupun pesisir di sekitar Laut Montara menolak klaim tersebut. Meskipun, kilang minyak yang terdampak oleh pencemaran minyak. Montara adalah milik perusahaan Thailand, Kebocoran minyak mentah tersebut bahkan tetapi letak pengeboran kilang minyak tersebut mencapai beberapa Pulau yang berseberangan berada di Australia. Dengan demikian, sebagai di Laut Montara, Pulau itu termasuk Pulau negara tempat pengeboran Australia harus tetap Ashmore, Pulau Cartire, dan Pulau Tiwi yang bertanggung jawab terhadap tercemarnya Laut bahkan merusak ekosistem terumbu karang Timor Indonesia akibat ledakan minyak Montara karena minyak mentah tersebut dapat di lepas pantai Australia. menempel pada organisme terumbu karang. Selain itu, kebocoran minyak oleh perusahaan Tahapan penyelesaian secara damai juga Thailand tersebut juga berdampak buruk tidak menimbulkan titik terang karena adanya bagi 13 Kabupaten dan kota-kota di Nusa hambatan. Hambatan utama penyelesaian Tenggara Timur (NTT) yang menyebabkan pencemaran laut yang disebabkan oleh PTT kerugian secara material maupun rusaknya Exploration and Production Australasia adalah mata pencaharian nelayan dan petani rumput konvensi Hukum Laut 1982 (UNCLOS), menurut laut [4]. Tidak hanya itu, kebocoran kilang Astiti et al. (2018) [5] isi konvensi hukum laut minyak pun berdampak pada kerusakan jangka tersebut hanya menjelaskan secara deskriptif panjang pasca perisitiwa tersebut. Ekosistem terkait pertanggungjawaban dari setiap negara laut membutuhkan waktu yang lama untuk tetapi tidak menyebutkan secara rinci jumlah pulih sepenuhnya dan beberapa kerusakan nominal ganti rugi yang harus dikeluarkan oleh mungkin bersifat permanen. negara penyebab polusi laut. Berbagai upaya dilakukan untuk Sebagai upaya kompensasi sekaligus ganti menyelesaikan kasus sengketa pencemaran rugi berupa dana penunjang untuk petani rumput tumpahan minyak dan menagih laut NTT dan juga sebagai konservasi ekosistem pertanggungjawaban negara terhadap laut yang telah rusak, Tim Advokasi Rakyat pencemaran minyak di Laut Indonesia. Dalam Korban Montara sejak 2016 telah mengajukan kasus ini, negara Indonesia menjadi pihak yang gugatan hukum kepada pemerintah Australia dirugikan karena sebaran ledakan tumpahan dan perusahaan pencemar PTTEP asal Thailand di minyak telah memasuki Zona Ekonomi Eksklusif pengadilan federal Australia [5]. Namun, hingga (ZEE) Indonesia. Alhasil, konsekuensi terhadap kini belum menunjukkan hasil yang maksimal insiden tersebut adalah pihak perusahaan [6]. Pada 1 April 2022, Menteri Koordinator bertanggung jawab terhadap tumpahan minyak Bidang Kemaritiman dan Investasi , Luhut Binsar dan gas dengan pihak yang dirugikan. Namun, Pandjaitan mengadakan pertemuan jumpa dalam kasus Laut Montara terdapat hambatan pers di Kantor Kementrian Bidang Kemaritiman yang kompleks terhadap penyelesaian kasus dan Investasi. Beliau menyampaikan dengan sehingga memakan waktu yang lama. tegas bahwa Presiden RI memberikan instruksi untuk segera menyusun Perpres Tentang Pemerintah Indonesia berupaya Optimalisasi Penanganan Dampak Tumpahan melakukan komunikasi dengan dua pihak, yakni Minyak Montara. Namun, pada Senin, 24 April Pemerintah Australia dan Pemerintah Thailand 2023 lagi-lagi petani rumput laut dari Kabupaten terkait penyelesain kasus minyak Montara [4]. Kupang, NTT mempertanyakan kejelasan kapan Langkah pertama yang dilakukan Indonesia diterbitkannya Perpres Tentang Optimalisasi dan Australia adalah melakukan negosiasi. Penyelesaian Kasus Montara yang segera Pemerintah Indonesia mengklaim kompensasi memasuki 14 tahun pada Agustus nanti. [1] Ambarwati, M. D. (2021) “Penyelesaian Sengketa Pencemaran Laut Timor Akibat Kebocoran Sumur Minyak Montara Australia Antara Indonesia dan Australia,” Journal of Jurisprudence and Legisprudence, 2(1), 59-90. [2] Anwar, K. (2015). Hukum Laut Internasional: Dalam Perkembangan. Bandar Lampung: Justice Publisher. [3] Meinarni, N. P. S. (2016). Upaya Hukum Dalam Penyelesaian Pencemaran Lingkungan Laut Dalam Kasus Tumpahan Minyak Montara Di Laut Timor. Jurnal Magister Hukum Udayana, 5(4), 833-877. [4] Meinarni, N. P. S. (2016). Dampak Pencemaran Lingkungan Laut Terhadap Indonesia Akibat Tumpahan Minyak Montara di Laut Timor. Jurnal Komunikasi Hukum Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, 2(2) 228-235. [5] Astiti, M., Mangku, D. G.S., & Windari, R. A. (2018). Penyelesaian Sengketa Internasional Terkait Pencemaran Laut Timor Akibat Tumpahan Minyak Montara Antara Indonesia dan Australia. E-Journal Komunitas Yustisia Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Ilmu Hukum, 1(1). [6] Molan, L. (2019). Gugatan kepada Australia dalam kasus Montara sudah lama dipersiapkan. Antara News. Diakses dari (https://www.antaranews. com/berita/1227436/gugatan-kepada-australia-dalamkasus-montara-sudah-lama-dipersiapkan).

32 BULETIN GEOMARITIME JUNI 2023 PERISTIWA Sumber: InfoBekasi.com Tingkat Kritisitas Lahan Mangrove Meningkat, Bagaimana dengan Pesisir Muaragembong? Bayu Pamungkas, Dhea Rahma Azhari, Muh. Fiqri Abdi Rabbi, Soeltan Abdul Gaffar, (Mangrove Jakarta Community) di wilayah pesisir, serta terjadinya bencana Indonesia merupakan suatu negara kepulauan alam, hutan mangrove menghadapi beberapa dengan keanekaragaman sumber daya tantangan dan tekanan (Sofian et al, 2019), alam yang melimpah baik darat maupun salah satunya adalah deforestasi lahan laut. Bersamaan dengan hal tersebut, Indonesia juga memiliki garis pantai sepanjang mangrove yang menyebabkan berkurangnya 95.181 km (Durand, 2010) dan termasuk ke fungsionalitas hutan mangrove. dalam peringkat nomor dua garis pantai terpanjang di dunia (Lasabuda, 2013). Hal Pesisir Muara Gembong, Kabupaten tersebut menjadikan wilayah pesisir kaya akan Bekasi, yang secara geografis terletak pada 05° sumber daya alam, salah satu primadonanya 54' 50” - 06° 04' 30” LS dan 106° 59' 04” - 107° adalah hutan mangrove. Hutan mangrove 06' 47” BT, dan merupakan wilayah pesisir yang termasuk ke dalam salah satu ekosistem berbatasan langsung dengan Laut Jawa. Selain yang paling produktif (Ramdani, 2018), hal itu, pesisir Muara Gembong juga memiliki tersebut dikarenakan hutan mangrove banyak topografi yang landai (Hidayatullah et al, 2016, menyediakan berbagai produk dan layanan Maulani et al, 2021), sehingga wilayah tersebut ekologi (Andriansah et al, 2020), ekonomi menjadi langganan banjir rob yang disebabkan (Nurhaliza et al, 2021), bahkan mitigasi bencana oleh kenaikan muka air laut (Hidayatullah et sebagai pelindung pantai dari gelombang al, 2016). Hal ini diperparah dengan adanya pasang dan abrasi air laut (Ishtiaque et al, 2016). konversi lahan mangrove menjadi tambak ikan Hutan mangrove memberikan kontribusi yang dan kilang minyak yang tidak memperhatikan signifikan terhadap kehidupan wilayah pesisir, keseimbangan lingkungan (Warsono, 2014). baik untuk alam maupun manusia. Namun, Dalam 5 tahun terakhir, dampak dari banjir rob seiring berjalannya waktu dan meningkatnya sudah tidak bisa ditolerir dan mengganggu aktivitas pemanfaatan dan pembangunan aktivitas sehari-hari. Seperti yang terjadi di tahun 2021 lalu, hal itu ditandai dengan

PERISTIWA 33BULETIN GEOMARITIME JUNI 2023 masuknya air ke rumah penduduk dan sulit hutan mangrove yang berada di pesisir Muara surut, Pantai Mekar yang kehilangan hingga Gembong juga telah mengalami degradasi lahan 2 ha lahan, serta Pantai Sederhana yang juga sejak tahun 2003 dan hingga saat ini tersisa 379 kehilangan lahan hingga 3,5 ha (Kurniadi et al, ha (Oktaviani et al, 2019). 2023). Olehkarenaitu,penentuantingkatkekritisan Tidak dapat dipungkiri, bahwa hutan lahan mangrove di Muara Gembong dengan mangrove sangat berperan dalam menjaga memanfaatkan teknologi spasial menjadi sangat wilayah pesisir dari berbagai macam aktivitas penting untuk memahami tingkat kerentanan alam. Seperti di pesisir Muara Gembong yang dan mengambil langkah-langkah yang tepat memiliki 23 jenis mangrove yang didominasi dalam menjaga keberlanjutan dan perlindungan oleh jenis Api api (Avicennia spp.), mangrove ekosistem mangrove. Tujuan dari penelitian ini (Rhizophora spp.), Pedada (Sonneratia adalah untuk menentukan luas hutan mangrove caseolaris), bintan (Cerbera odollam), kiser berdasarkan tingkat kritisnya, sehingga hasil (Fimbristylis ferruginea) dan ketapang dari penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk (Terminalia catappa), serta termasuk ke dalam merancang suatu kebijakan pembangunan yang kawasan hutan lindung yang dikelola oleh ideal dan sesuai dengan kondisi pesisir di Muara Perum Perhutani (Pribadi, 2016). Namun, seiring Gembong tanpa merusak kondisi ekologisnya. berjalannya waktu, kawasan hutan mangrove Analisis yang digunakan dalam penelitian ini selalu menyusut hingga 1.000.000 ha setiap menggunakan tiga variabel, yaitu kerentanan tahunnya berdasarkan data yang dimiliki tanah, kerapatan tajuk, dan jenis penggunaan oleh DPKK Bekasi per tahun 2016. Sedangkan lahan. Peta Lahan Mangrove

34 BULETIN GEOMARITIME JUNI 2023 PERISTIWA Peta Tingkat Kekritisan Lahan Muara Gembong Beberapa penelitian terkait lahan tanah, yang selanjutnya dilakukan proses mangrove telah banyak dilakukan sebelumnya. weighted overlay dengan menggunakan Misalnya Purwanto, et. al (2014) juga software Arcgis. melakukan penelitian tentang mangrove dengan menganalisis sebaran dan kerapatan Berdasarkan hasil pengolahan data dengan mangrove di Segara Anakan, Cilacap dengan menggunakan metode weighted overlay, memanfaatkan citra Landsat 8. Namun, dihasilkan sebuah Peta Tingkat Kekritisan Lahan hanya berfokus pada inventarisasi dan di kawasan Muara Gembong yang terdiri atas 3 sebaran mangrove. Namun penelitian terkait klasifikasi kelas potensi kekritisan lahan yaitu kekritisan lahan mangrove di Muara Gembong, Kelas Tidak Rusak, Kelas Rusak, dan Kelas Rusak Kabupaten Bekasi belum dilakukan, sehingga Berat, yang mana klasifikasi tersebut mengacu penelitian terkait lahan kritis mangrove pada ketentuan klasifikasi kekritisan lahan yang ini penting untuk dilakukan. Analisis yang dikeluarkan Departemen Kehutanan (2005). digunakan yaitu metode data berbasis GIS Hasil akhir dari proses weighted overlay analysis dengan menggunakan citra Landsat 8 OLI yang dilakukan terhadap tiga variabel yaitu serta 3 variabel penentu tingkat kekritisan jenis penggunaan lahan, kerapatan tajuk dan lahan mangrove yaitu jenis penggunaan ketahanan tanah terhadap abrasi, memberikan lahan, kerapatan vegetasi dan ketahanan gambaran bahwa 5% (193,47 ha) lahan berada tanah terhadap abrasi. Teknik analisis jenis dalam kondisi rusak berat, 6% (200,50 ha) dalam penggunaan lahan dilakukan dengan metode kondisi rusak dan 89% (2877,64 ha) yang masih klasifikasi terbimbing, kerapatan vegetasi memiliki kondisi yang baik. Kawasan yang dihasilkan dari penentuan nilai NDVI serta termasuk dalam kategori kelas berat didominasi divalidasi dengan pendekatan survei vegetasi, oleh penggunaan lahan hutan mangrove sedangkan ketahanan tanah terhadap abrasi terutama yang terdapat di kawasan pesisir. dilakukan dengan teknik klasifikasi peta jenis Sementara itu, kategori kelas rusak terdiri atas penggunaan lahan pemukiman dan sebagian

PERISTIWA 35BULETIN GEOMARITIME JUNI 2023 kecil hutan mangrove. Hasil dari penelitian sehingga Kecamatan Muara Gembong luasnya ini didukung oleh kondisi tanah di wilayah akan semakin berkurang. penelitian yang secara keseluruhan merupakan jenis tanah marin (bertekstur pasir) yang peka Pengelolaan lahan mangrove yang kritis terhadap abrasi serta didukung oleh jenis sangat penting untuk menjaga keberlanjutan penggunaan lahan yang berada di kelas lahan ekosistem. Lahan mangrove berperan sebagai berpotensi rusak yaitu hutan mangrove yang lapisan pertahanan alami yang melindungi rentan terhadap abrasi. Namun hasil analisis pesisir dari abrasi dan bencana alam seperti badai ini juga terbatasi karena kurang detailnya data dan tsunami. Selain itu, ekosistem mangrove penggunaan lahan maupun jenis tanah yang juga menjadi tempat hidup dan berkembangnya digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian berbagai spesies hewan dan tumbuhan, termasuk ini tercermin dari berbagai kasus, salah satunya sebagai tempat berkembang biak bagi ikan dan abrasi yang pernah terjadi di Pantai Mekar moluska. Keberadaan mangrove juga berperan dan Pantai Sederhana pada 2021 lalu yang dalam menjaga kualitas air dan menyaring termasuk dalam klasifikasi kekritisan lahan yang polutan serta memperbaiki kualitas tanah dengan berpotensi rusak berat. menahan sedimentasi. Namun, lahan mangrove seringkali mengalami kerusakan akibat aktivitas Berdasarkan riset yang telah dilakukan, manusia seperti penebangan ilegal, perubahan didapatkan luasan lahan mangrove yang penggunaan lahan, dan polusi. Oleh karena itu, mengalami kerusakan sebesar 193,47 ha. penting bagi kita untuk melakukan pengelolaan Meskipun persentase lahan mangrove yang lahan mangrove secara bijak, termasuk dalam rusak terbilang tidak terlalu besar. Namun pengendalian kerusakan, restorasi lahan kerusakan tersebut memiliki potensi untuk yang rusak, serta mempromosikan kesadaran semakin bertambah. Hal ini tentu sangat masyarakat akan pentingnya keberlanjutan berbahaya tidak hanya bagi ekosistem ekosistem mangrove. Dengan melindungi dan mangrove yang ada di daerah kecamatan mengelola lahan mangrove dengan baik, kita Muara Gembong, tetapi dalam jangka dapat menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, panjang, dampak yang dihasilkan dari terus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat meningkatnya kerusakan lahan mangrove setempat, dan melindungi keanekaragaman bisa berdampak bagi pemanasan global dan hayati serta sumber daya alam yang tak ternilai meningkatkan jumlah lahan yang terkikis, harganya. Andriansah, R., Ulqodry, T. Z., & Ningsih, E. N. (2020). Analisis Kondisi Mangrove Berdasarkan Ndvi (Normalized Difference Vegetation Index) Dan Tutupan Kanopi Menggunakan Citra Sentinel-2 Di Pulau Payung, Muara Sungai Musi, Banyuasin, Sumatera Selatan. Sriwijaya University. Durand, S. (2010). Studi Potensi Sumberdaya Alam Di Kawasan Pesisir Kabupaten Minahasa Selatan. Jurnal Perikanan Dan Kelautan Tropis, Vi(April), 1–7. Departemen Kehutanan. (2005). Pedoman Inventarisasi Dan Identifikasi Lahan Kritis Mangrove. Direktorat Jenderal Rehabilitasi Lahan Dan Perhutanan Sosial. Hidayatullah I, Subardjo P and Satriadi A. 2016. Pemetaan Genangan Rob di Pesisir Muara Gembong Kabupaten Bekasi Dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografis. J-OCE Undip Jurnal Oseanografi Vol. 5 Nomor 3. 359-367. Brief-CIFOR. Ishtiaque, A., Myint, S. W., & Wang, C. (2016). Examining the ecosystem health and sustainability of the world’s largest mangrove forest using multi- temporal MODIS products. Science of the Total Environment, 569, 1241–1254. Kurniadi, A., Widana, IDK., Marnani C. S. 2023. Mangrove Forest Development as Sustainable Vegetation Disaster Mitigation against Coastal Abrasion and Rob Floods in Supporting Regional Resilience in Bekasi Regency. Technium Social Sciences Journal, Vol. 39, 440-451. Lasabuda, R. (2013). Pembangunan Wilayah Pesisir Dan Lautan Dalam Perspektif Negara Kepulauan Republik Indonesia. Jurnal Ilmiah Platax, 1(2), 92–101. Maulani, A., Nur T,S P J., Pratikto, I. 2021. Perubahan Lahan Mangrove di Pesisir Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat. Journal of Marine Research Vol 10, No.1 Februari 2021, pp. 55-63. DOI: 10.14710/jmr.v10i1.28396. EISSN: 2407-7690. Nurhaliza, A. P., Damayanti, A., & Dimyati, M. (2021). Monitoring Area and Health Changes of Mangrove Forest Using Multitemporal Landsat Imagery in Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Bali Province. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 673(1), 12050. Oktaviani S, Yonvitner, Imran Z. (2019). Daya dukung optimum pola tata guna lahan pesisir di Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Journal ITK-T. 11(1):75-87. Purwanto, A. D., Asriningrum, W., Winarso, G., & Parwati, E. (2014). Analisis Sebaran dan Kerapatan Mangrove Menggunakan Citra Landsat 8 Di Segara Anakan, Cilacap. Seminar Nasional Penginderaan Jauh 2014, 21 April 2, 232–241. Pribadi R, Khakim A, and Nurdianto F. (2016). Struktur dan Komposisi Vegetasi Mangrove Di Desa Pantai Mekar dan Pantai Harapan Jaya, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Prosiding Aplikasi Iptek Perikanan dan Kelautan dalam Pengelolaan Mitigasi Bencana dan Degradasi Wilayah Pesisir Laut dan Pulau-Pulai Kecil. Seminar Tahunan Hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan VI. ISSN: 2339-0883. Ramdani, F., Rahman, S., & Giri, C. (2018). Principal polar spectral indices for mapping mangroves forest in SouthEast Asia: study case Indonesia. International Journal of Digital Earth, 12, 1103- 1117. doi: https://doi.org/10.1080/17538947.2018.1454516. Sofian, A., Kusmana, C., Fauzi, A., Rusdiana, O. 2019. Evaluasi Kondisi Ekosistem Mangrove Angke Kapuk Teluk Jakarta dan Konsekuensinya Terhadap Jasa Ekosistem. Jurnal Kelautan Nasional; Vol 15, No 1. Warsono, Adi. 2014. Banjir Muaragembong, LSM Gugat Pemda Bekasi. Tempo.com, Bekasi.

36 BULETIN GEOMARITIME JUNI 2023 TEKNOLOGI Peta Batimetri Gunung Bawah Laut di Pacitan Sumber: bbc.com Aplikasi Autonomous UnderwaterVehicle (AUV) dalam Eksplorasi Dasar Perairan Irfan Mutaqin berkembang untuk pencarian potensi laut IPB University Ilmu dan Teknologi Kelautan dalam, penyelidikan sains samudera, pemetaan dan pengukuran bawah air. Teknologi dan penerapan bawah air laut saat ini berkembang sangat cepat guna AUV membutuhkan sistem navigasi menunjang eksplorasi bawah laut. Salah yang tepat untuk lokalisasi, pemosisian, jalur satunya yaitu dengan pengembangan pelacakan, bimbingan, dan kontrol. Dalam teknologi robot atau yang biasa disebut dengan urutan untuk mengembangkan sistem navigasi Autonomous Underwater Vehicle (AUV). AUV dan kontrol yang akurat, diperlukan untuk ini dilengkapi dengan beberapa teknologi menurunkan algoritma adaptif untuk estimasi atau sensor seperti teknologi sensor, teknologi dinamika AUV. Pergerakan AUV di bawah air komunikasi, hingga sensor yang dapat dibantu dengan beberapa sensor seperti sensor mengetahui keberadaan AUV secara real time. sonar, giroskop, akselerometer, dan kompas magnetik. Selain itu, AUV juga memanfaatkan AUV merupakan suatu teknologi tanpa gaya hidrodinamika sehingga dapat bergerak awak yang digunakan untuk suatu tujuan secara efisien dan meningkatkan performa dari tertentu. Penggunaan AUV ini digunakan para AUV. Sensor-sensor yang berada pada AUV juga peneliti untuk melakukan suatu penelitian terintegrasi dengan algoritma sehingga mudah yang memiliki tingkat resiko tinggi yang dapat dalam navigasi. mengancam nyawa penyelam. Perkembangan AUV dimulai pada akhir tahun 1950-an Penggunaan AUV di Indonesia juga di Amerika Serikat tepatnya University of sering digunakan dalam beberapa penelitian Washington. Tujuan awal dari pengembangan ataupun survei. Beberapa hasil dari pemetaan AUV adalah pengumpulan data oseanografi. Namun saat ini, penggunaan AUV telah

TEKNOLOGI 37BULETIN GEOMARITIME JUNI 2023 Autonomous Underwater Vehicle (AUV) eksplorasi bawah laut seperti Side Scan Sonar, Single Beam Echosounder, HD Camera. Selain menggunakan AUV adalah enemuan gunung itu, AUV ini dilengkapi dengan sistem navigasi di Pantai Pacitan. Gunung ini ditemukan pada yaitu sensor tekanan, GPS, odometri digunakan saat survei Landasan Kontinen Indonesia pada untuk estimasi kecepatan. tahun 2022 yang berada pada koordinat 111,039 BT dan 10,661 LS atau 200 km Barat Hasil dari eksplorasi di Perairan Malang Daya dari Laut Pacitan dengan ketinggian 2.200 Rapat ini berupa Peta Batimetri 3D dengan meter. Penemuan gunung ini dilakukan dengan kedalaman berkisar 0 - 5.5 meter dengan bantuan sonar Multibeam Echosounder yang rata-rata kedalam yaitu 2.8 meter. Perairan berasal dari AUV. ini termasuk kedalam perairan yang dangkal. Temperature yang terukur pada kedalam 0-1 Pada tahun 2016 telah dilakukan meter berkisar 31.5° C - 32° C, kedalaman 1 - 2 pemantauan kondisi dasar perairan di Tanjung meter berkisar 31° C - 31,5° C dan kedalaman 3 - Pinang, Riau dengan menggunakan AUV. 6 meter suhu berkurang hingga 30,5° C Pemantauan tersebut dilakukan pada koordinat 1,127 LU dan 104.597 BT. Proses tersebut Hasil Pemetaan batimetri 3D di Pulau Bintan dilakukan pada kedalaman 1 meter dengan menggunakan sensor Side Scan Sonar, Single Beam Echosounder, dan HD Digital Camera. Berdasarkan pengamatan AUV menggunakan Side Scan Sonar ditemukan enam kelas substrat yaitu Coral branching, Coral massive, Coral Submassive, Dead coral with algae, lamun dan pasir. Eksplorasi Perairan Malang Rapat, Kabupaten Bintan Kepulauan Riau dilakukan menggunakan AUV pada koordinat 1,13 LU dan 104,59 BT. Pada pemetaan batimetri di Pulau Batimetri digunakan lintasan berbentuk S dan berbelok sebanyak 3 kali. AUV ini dilengkapi dengan berbagai sensor yang mendukung [1]Manik H.M., Syakti A.D., Jaya J.V., Apdillah D, Solikin S, Dwinovyanto A, Fajaryanti R, Siahaan B.O,and Sanubari M, Autonomous Underwater Vehicle untuk Survei dan Pemantauan Laut, Jurnal Rekayasa Elektrika Vol 13:27-34 [2]Wilson D, Lee J, Brown M, Integraion of Sensor Data and Control Algorithm for Autonomous Navigation Underwater Vehicle, Journal of Marine Engineering & Technology,14(1):32-43 [3] Irham M. 2023.Gunung Bawah Laut di Perairan Pacitan,Jawa Timur Bagaimana Dampaknya terhadap Aktifitas Kegempaan ? BBC News Indonesia [Online]. Dari https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-64652438

38 BULETIN GEOMARITIME JUNI 2023 TEKNOLOGI MOAS: Kemampuan Memprediksi Bahaya dan Rintangan pada Kapal Alfan Fadhila Hijra Rabbani hanya dari bunyi akustik diterbitkan pada tahun Ilmu dan Teknologi Kelautan IPB University 1923 [2]. Perkembangan teknologi suara dalam navigasi dan deteksi kolom perairan semakin Komite Nasional Keselamatan Transportasi berkembang dari tahun ke tahun. melakukan investigasi penyebab tubrukan kapal di perairan Indonesia. Studi eksperimental tentang algoritma Berdasarkan analisis data kecelakaan penghindaran rintangan AUV (autonomous dan investigasi transportasi laut tahun 2008- underwater vehicle) berdasarkan deep 2014. Jenis kecelakaan yang kerap terjadi yaitu reinforcement learning (DRL) dikembangkan 31% kapal tubrukan, 26% kapal tenggelam, Cao et al. (2022) untuk merencanakan jalur 23% kapal terbakar, 9% kapal terguling/terbalik, penghindaran rintangan yang masuk akal dan 9% kapal meledak. Adapun faktor-faktor yang hasil percobaan menunjukkan bahwa algoritma diduga berkontribusi dalam kecelakaan kapal yang diusulkan meningkatkan akurasi deteksi diantaranya kelalaian manusia (human error), hambatan dan kecepatan pemrosesan citra teknis, dan cuaca [1]. Sonar [3]. Pada saat yang sama, algoritma yang diusulkan memastikan keamanan navigasi AUV Sistem teknis yang dapat diatasi di lingkungan rintangan yang kompleks pada kapal salah satunya adalah navigasi. Pemakaian teknologi sound navigation and Navigasi Sonar memberikan kemampuan ranging (Sonar) untuk mendeteksi konstruksi di pada kapal untuk melihat objek di sepanjang permukaan maupun di bawah permukaan air dasar perairan dan melakukan georeferensi bukan sesuatu yang baru. Tujuan navigasi telah posisi objek relatif terhadap posisi kapal [1]. Hal tersirat sejak konsepsi Sonar. Pada awalnya, ini juga membantu deteksi waktu nyata dari sebagian besar pekerjaan suara dikhususkan perubahan dasar laut yang telah terjadi sejak untuk perambatan horizontal dan deteksi objek revisi peta saat ini. Terdapat 3 perlengkapan di dalam air. Namun, pengembangan transduser yang diperlukan dalam teknis navigasi Sonar (alat konversi energi) suara mendapat dorongan pada kapal yaitu suite navigasi, georeferensi setelah bencana Titanic dan pecahnya Perang dan deteksi real-time. Navigasi Sonar dapat Dunia I untuk mendeteksi kapal selam [2]. Pada mengkompensasi keterbatasan dalam detail tahun 1914, sebuah osilator yang ditemukan peta dengan suite visibilitas 3D ke perairan di oleh Reginald Fessenden berhasil mendeteksi depan haluan. gunung es yang jaraknya lebih dari 20 km dari tempat pemasangannya di USCG Cutter Miami. Sistem saat ini memiliki jangkauan 1.000 Pada tahun 1922, kapal Prancis dan Amerika m dan Sonar pemindaian biasanya beroperasi yang dilengkapi dengan pengeras suara gema pada jarak 1.500 m atau lebih. Jika kecepatan pertama, masing-masing memperoleh garis kapal sepadan dengan situasi navigasi dan bunyi di Atlantik dan Mediterania. Bahkan, kerangka batimetri pertama yang diproduksi Sistem Sonar pada Kapal Sumber: thalesgroup.com

TEKNOLOGI 39BULETIN GEOMARITIME JUNI 2023 Mine and Obstacle Avoidance Sonar pada Hulu Kapal MOAS atau mine and obstacle Sumber: kongsberg.com avoidance Sonar merupakan teknologi navigasi kapal berbasis kemampuan manuvernya serta pengawas anjungan waspada, tindakan suara yang memberikan informasi penghindaran tepat waktu dapat jarak kapal dengan daratan, dilakukan untuk mencegah kapal kapal lain, serta kemungkinan kandas. Sementara itu, navigasi sonar rintangan yang akan dihadapi agar dengan georeferensi menghasilkan terhindar dari tabrakan [4]. Salah overlay radar dan perbandingan satu fungsi MOAS yaitu memberikan terhadap fitur di atas air yang kinerja deteksi tinggi dan memastikan dipetakan sehingga dapat digunakan kapal selalu berada di lingkungan yang untuk navigasi kapal. Hal ini melibatkan aman untuk bermanuver. MOAS juga dapat perbandingan antara fitur dan elevasi mendeteksi hambatan permukaan, ranjau, bentang laut secara real-time. Metodologi rintangan dan lokalisasi serta navigasi perairan ship-centric digunakan pada kapal sehingga dangkal yang aman. Bahkan, MOAS dapat dapat bernavigasi dengan aman menggunakan melakukan pemetaan bawah air untuk navigasi informasi real-time yang disediakan oleh sensor 3D melalui visualisasi dasar laut secara real-time, kapal itu sendiri. lokalisasi dan pelacakan kontak. Secara teknis, kecelakaan pada transportasi Perlengkapan terakhir yaitu deteksi real- laut dapat diatasi melalui penggunaan Sonar. time dari perubahan konfigurasi di bawah Namun, kesalahan lainnya seperti human permukaan air. Navigasi Sonar dapat mendeteksi error serta cuaca juga perlu diperhatikan agar perubahan konfigurasi dasar perairan melalui tidak terjadi permasalahan yang lebih besar. sinyal yang dirasakan oleh rendering langsung Human error dan cuaca dapat diatasi dengan dan yang terkandung dalam sistem. Hal ini dapat pemberdayaan SDM yang berkapasitas dan dilakukan dengan menempatkan overlay model berkualitas dalam mengatasi permasalahan di 3D yang dibuat oleh navigasi Sonar. Informasi kapal. Selain itu, sosialisasi kebijakan perkapalan tersebut sangat berguna di daerah yang sering juga dapat memperkuat penanggulangan dilalui, terutama setelah badai dan peristiwa lain masalah. Terintegrasinya 3 faktor (teknis, SDM, yang dapat mengubah topografi dasar perairan dan lingkungan) secara baik dan teratur akan secara drastis. Salah satu teknologi Sonar yang meminimalisir terjadinya kecelakaan yang sedang berkembang dan dapat digunakan terjadi di masa mendatang. untuk kapal permukaan (ASV) maupun bawah laut (AUV) dalam navigasi adalah MOAS. [1] Kendek M, Iskandar, Satria ID, Bayuntara AW. 2022. Studi kasus analisis hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terhadap penyebab tubrukan kapal di perairan Indonesia. Jurnal Patria Bahari. 2(2). https://doi.org/10.54017/jpb.v2i2.60 [2] Russel I, Wright RG. 2017. Realizing the full potential of navigation and obstacle avoidance sonar. International Hydrographic Review. 41-60. [3] X. Cao, L. Ren and C. Sun, \"Research on Obstacle Detection and Avoidance of Autonomous Underwater Vehicle Based on Forward-Looking Sonar,\" in IEEE Transactions on Neural Networks and Learning Systems, doi: 10.1109/TNNLS.2022.3156907. [4] Widyaningsih U. 2022. Peranan alat navigasi di kapl pesiar untuk meningkatkan keselamatan pelayaran di atas kapal wilayah Jawa Timur. Jurnal Ilmiah Indonesia. 7(4):4782-4797. DOI: https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v7i4.6820.

40 BULETIN GEOMARITIME JUNI 2023 WISATA Pasir Timbul Pantai Mahitam Sumber : infolpg.com Misteri di Balik Pantai Mahitam: Pasir Timbul Fariz Nur Hidayat takut untuk bayar lagi dikarenakan tiket masuk Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Lampung Pantai Ketapang juga digabung dengan tiket Pantai Mahitam. Namun jika wisatawan ingin Salah satu pantai yang memiliki keunikan menyebrang ke Pulau Mahitam Akan dikenai yaitu Pantai Mahitam, pantai ini adalah tarif masuk pulau sebesar Rp20.000 per orang. salah satu pantai yang berpasir putih serta didominasi dengan pohon kelapa Informasi yang didapat dari situs yang tumbuh secara teratur[1]. Informasi liburanplus.com Secara geografis, Pantai yang didapat dari situs jelajahlampung.com. Ketapang terletak di Kabupaten Pesawaran Keunikan Pantai Mahitam yaitu adanya pasir Lampung. Tepatnya terletak di Jalan Ma Blake timbul yang muncul saat air laut surut. Untuk di Desa Ketapang, Kecamatan Padang Jerimin, pasang surut di pantai mahitam sendiri bertipe Kabupaten Peshawaram, Provinsi Lampung, campuran (mixed tides), yaitu tipe pasang surut sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Bandar yang berubah sepanjang tahun. Contohnya Lampung. Sekitar 40-60 menit dari Kota Bandar awal tahun pasang surut yang terjadi Lampung. Akses yang ditempuh akan melewati berlangsung 2 kali dalam sehari sedangkan jalan yang sedikit berlubang di beberapa lokasi pada pertengeahan tahun pasang surut hanya dan lebar jalan yang tidak terlalu besar sehingga terjadi sekali[2]. perlu berhati-hati saat melwatinya. Akses menuju Pantai Mahitam ini Pantai Mahitam tidak hanya menawarakan wisatawan harus melewati pintu masuk Pantai pesona keunikan saja seperti pasir timbul Ketapang, untuk harga tiket pantai itu sendiri tetapi juga menawarkan keindahannya seperti untuk motor dikenai biaya Rp25.000 sedangkan mobil dikenai biaya Rp50.000. Untuk tiket masuk Pantai Mahitam wasatawan tidak perlu

WISATA 41BULETIN GEOMARITIME JUNI 2023 air lautnya yang jerni dengan pasir putih nya. Wahana lainnya yang tersedia di Pantai Untuk memasukin wilayah Pantai Mahitam yang Mahitam adalah snorkling, Atv, jetski dan berada di Pulau Mahitam wisatawan memilki 2 sekedar santai di pinggir pantai menggunakan cara yaitu pertama wisatawan bisa berjalan hammock. Pantai Mahitam masih termasuk melintasi laut disaat air surut akan mucul pasir pantai yang bersih sehingga wisatawan harus timbul yang menghubungkan Pantai Ketapang tetap menjaga kebersihan dipantai tersebut. dengan Pulau Mahitam. Kedua wisatawan bisa Kegiatan berenang dan snorkling di pantai ini menyewa perahu dengan biaya sewa Rp200.000 bias dilakukan dikarenakan ombaknya yang – Rp400.000 dengan kapasitas maksimal perahu tidak terlalu besar sehingga masih aman. 15 orang. Fasilitas yang ada di Pulau Mahitam Pengelola Pantai Ketapang menyediakan sudah termasuk lengkap dikarenakan sudah ada tempat perkemahan. Wow! Sempurna untuk saung/pondokon di sepanjang pantai, tersedia mereka yang menyukai suasana malam pantai. juga fasilitas kamar mandi, toilet, mushola, dan Pengunjung bisa menyalakan api unggun untuk fasilitas dasar lainnya. Pulau Mahitam sudah menambah kehangatan di malam hari. Atau terseia warung atau tempat makan untuk Anda bisa menggantung hammock di antara mengisi perut, jadi wisatawan tidak perlu pohon kelapa. khawatir saat liburan ke sini. Pesisir Pantai Mahitam Sumber : penginapan.net [1] Prayitno, A, A. Winarno, G, D. Rusita, & Harianto, S, P. (2021). Persepsi Wisatawan Terhadap Objek Daya Tarik Wisata di Pantai Ketapang, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Journal of Tropical Marine Science Vol.4(2):65-72 [2] Mardika, M, G, I. & Pratamab, M, I. (2021). Analisis Pasang Surut Menggunakan Metode Least Square di Wilayah Perairan Muara Sungai Poso. Journal of Infrastructure Planning, and Design vol. 1 (2).

42 BULETIN GEOMARITIME JUNI 2023 WISATA Pulau Pahawang Sumber: https://detik.com/sumut/wisata Wisata terumbu karang di Pulau Pahawang, Lampung Saepudin sebagai daerah “fishing ground” [1]. Wisata Bahari ekosistem terumbu karang ini menjadi EIlmu Kelautan Universitas lampung daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk kosistem terumbu karang merupakan salah menghabiskan waktu di sela-sela kesibukan. satu kekayaan yang dimiliki oleh negara Wisata terumbu karang ini banyak ditemukan Indonesia dan tidak ternilai harganya. di kawasan ekowisata perairan laut Indonesia, Luas terumbu karang yang terdapat di salah satunya yang berada di Pulau Pahawang, perairan Indonesia yaitu lebih dari 60.00 km Lampung. persegi yang tersebar luas dari perairan mulai dari kawasan perairan Barat Indonesia sampai Pulau Pahawang merupakan salah satu kawasan perairan Timur Indonesia. Ekosistem pulau yang berada di Kecamatan Punduh Pidada, terumbu karang termasuk wilayah pesisir yang Kabupaten Pesawaran. Pulau ini memiliki luas mempunyai berbagai manfaat dan peranan 1.084 ha yang terbagi menjadi dua pulau yaitu yang sangat penting baik dari segi ekologis dan Pulau Pahawang Besar dan Pulau Pahawang ekonomis. Secara ekologi ekosistem terumbu Kecil. Pulau Pahawang berada di kawasan Teluk karang memiliki peranan penting dari berbagai Lampung yang memiliki daerah yang cukup organisme yang berasosiasi dengan baik. Selain beragam dan produktif seperti terumbu karang, itu juga, dengan adanya ekosistem terumbu padang lamun (seagrass), dan hutan mangrove karang dapat melindungi pantai dari gelombang [2]. Pulau Pahawang menjadi salah satu destinasi dan abrasi yang sering terjadi di kawasan perairan wisata yang ramai dikunjungi pengunjung laut Indonesia. Kemudian secara ekonomi, dari berbagai daerah maupun mancanegara ekosistem terumbu karang dapat bermanfaat sebagai objek wisata bahari yang sangat menarik

WISATA 43BULETIN GEOMARITIME JUNI 2023 dikarenakan memiliki banyak daya tarik seperti Wisata terumbu karang di Pulau Pahawang pasir pantai berwarna putih bersih, air laut pengunjung bisa melakukan dua pilihan dalam yang memiliki gradasi 3 warna, pemandangan menikmati ekosistem terumbu karang yaitu dengan bukit pepohonan 4 yang indah, dan dengan metode snorkeling dan diving. Pertama terumbu karang yang dilestarikan. Selain itu dengan cara teknik snorkeling wisatawan dapat juga, perairan bawah laut Pulau Pahawang menyelam di bawah air menggunakan alat snorkel, ini memiliki berbagai keanekaragaman alat ini khusus berupa pipa yang dihubungkan hayati yang dapat ditemukan, mulai dari jenis dengan udara yang membuat penyelam dapat ikan karang seperti Parrot fish, Cardinal fish, bernapas didalam air, dengan posisi ini kepala Mandarin fish, Nemo, kerapu, dan penyu. Selain tetap di dalam air sambil menikmati keindahan ikan karang di Pulau Pahawang ini banyak yang berada di dasar. Cara ini bisa lebih hemat jenis terumbu karang yang bisa dinikmati oleh untuk bisa menikmati keindahan terumbu pengunjung. karang yang ada di Pulau Pahawang. Walaupun metode ini bisa bilang lebih terjangkau, akan Wisata terumbu karang yang ada di tetapi Teknik snorkeling sangat terbatas Pulau Pahawang ini menjadi andalan karena dalam penyelaman. Selain dengan cara Teknik mempunyai daya tarik wisata pantainya, snorkeling, pengunjung juga bisa menikmati snorkeling, diving dengan pesona terumbu keindahan terumbu karang di Pulau Pahawang karang yang eksotis dengan habitat ikan yang ini dengan cara menggunakan teknik diving, beraneka ragam dan beraneka warna sebagai dengan cara ini wisatawan dapat menyelam di tempat hidup berbagai polulasi bawah laut. dasar permukaan air lebih dalam sehingga dapat Wisatawan dapat melihat secara langsung menikmati keindahan bawah air Pulau Pahawang keindahan bawah laut yang begitu indah secara lebih dekat [3]. Tentunya, jika wisatawan dengan hamparan terumbu karang beraneka menggukan wisata selam harus mengeluarkan jenis ikan karang dan biota lainnya yang sangat biaya yang lebih daripada menggunakan Teknik memanjakan penglihatan mata dan serasa snorkeling yang lebih hemat. berada di surga bibir pasifik. Wisata terumbu karang tentu ingin dinikmati terus-menurus atau secara berkelanjutkan oleh masa yang akan datang. Akan tetapi, perlu diwaspadai juga dengan adanya berbagai ancaman yang menghadang kerusakan terumbu karang yang tidak hanya disebabkan oleh manusia itu sendiri, adanya juga penyebab yang menjadi ancaman kerusan terumbu karang yang ada di Pulau Pahawang ini yang menjadi isu lingkungan di Indonesia. Ancaman ini yaitu adanya fenomena gelombang panas yang terjadi di berbagai perairan Indonesia, gelombang ini sangat tersembunyi yang menyebabkan pemutihan pada karang. Pola pemutihan pada karang bergantung pada pengukuran suhu air permukaan laut, yang tidak dapat menangkap gambaran lengkap ancaman dari pemanasan laut terhadap ekosistem laut, termasuk terumbu karang di daerah tropis [4]. Peristiwa ini tentu akan membawa dampak bagi ekosistem terumbu karang yang ada di Pulau Pahawang, Lampung. Jika terumbu karang mengalami pemutihan tentu akan menjadi masalah dalam sektor pariwisata. [1] L. M. Yapanto, “Ekowisata Terumbu Karang,” Osf.Io, no. March 2021, 2021. [2] L. Province et al., “Strategi pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di pulau pahawang propinsi lampung,” vol. 6, pp. 1–9, 2017. [3] P. Studi, I. Kelautan, and K. Tembalang, “KESESUAIAN PERAIRAN UNTUK WISATA SELAM DAN SNORKELING DI PULAU BIAWAK , KABUPATEN INDRAMAYU , Ibnu Pratikto , Munasik,” vol. 3, pp. 216–225, 2014. [4] D. N. Sugianto, R. Ario, I. Pratikto, N. Taufiq-spj, S. V. Canavaro, and T. Anggita, “Hidrodinamika Gelombang pada Terumbu Karang di Pulau Panjang , Jepara,” vol. 10, no. 3, pp. 307–318, 2021, doi: 10.14710/buloma.v10i3.36368.

Sumber: bobo.grid.id SCAN LOKASI Alamat: s.id/lokasipgsp Parangtritis Geomaritime Science Park Depok, Parangtritis, Kec. Kretek, Kab. Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55772 ISSN 2503-4677


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook