IPS - 4th Grade RISKA SEPTIANITA 2022
PANDUAN PENGGUNAAN MODUL Modul belajar mandiri Kelas IV ini memuat pembelajaran pada Tema 1 Indahnya Kebersamaan. Modul ini dikembangkan dari Buku Guru dan Buku Siswa Kelas IV Pembelajaran Tematik Terpadu Kurikulum 2013. Kegiatan pembelajaran dilakukan untuk setiap Kompetensi Dasar (KD) Pengetahuan dan keterampilan dari setiap muatan pelajaran. Tidak dirancang sebagai pembelajaran tematik terpadu. Pada awal unit kegiatan terdapat peta kompetensi untuk memudahkan memahami kompetensi yang ingin dicapai, aktivitas belajar, dan evaluasi. Kerjakan modul ini sesuai dengan petunjuk yang diberikan. Selamat belajar. Semoga kesehatan dan kesuksesan senantiasa menyertai kita.
KOMPETENSI DASAR 3.2. Mengidentifikasi keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia; serta hubungannya dengan karakteristik ruang. 4.2. Menyajikan hasil identifikasi mengenai keragaman sosial,ekonomi, budaya, etnis dan agama di provinsisetempat sebagai identitasbangsa Indonesia; sertahubungannya dengan karakteristikruang. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI 3.2.1. Menganalisis keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis dan agama di Provinsi Jawa Timur. (C4-IK) 3.2.2 Menyimpulkan ragam budaya yang terdapat di Jawa Timur. (C5-IK) 4.2.1. Merancang sikap menghargai keberagaman dan sikap tidak menghargai keberagaman. (P2-IP) 4.2.2. Mempresentasikan contoh sikap menghargai keberagaman dan sikap tidak menghargai keberagaman dalam masyarakat multikultural. (P3-IK) TUJUAN PEMBELAJARAN 1.Melalui kegiatan menonton video Visualisasi Bangsa: Keberagaman Indonesia, peserta didik mampu menganalisis keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis dan agama dengan benar. (4C-Creativity) 2.Melalui kegiatan diskusi, peserta didik mampu menyimpulkan ragam budaya yang ada di Indonesia dengan tepat. (4C-Collaboration) 3.Melalui kegiatan membaca modul pembelajaran, peserta didik mampu merancang sikap menghargai keberagaman dan sikap tidak menghargai keberagaman dengan benar. (C4- Critical Thingking) 4.Melalui kegiatan presentasi, peserta didik mampu menunjukkan contoh sikap menghargai keberagaman dan sikap tidak menghargai keberagaman dalam masyarakat multikultural dengan tepat. (4C- Communication)
AYO MENGAMATI Indonesia paling kaya akan keragaman suku bangsa dan budayanya. Bermacam-macam suku bangsa tinggal dari Sabang sampai Merauke. Bermacam-macam pula kebudayaan yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara, mulai pakaian adat, tari, dan lagu daerah, bahasa daerah, alat musik sampai rumah adat dan upacara adat. Semuanya mempunyai keunikan tersendiri. Keragaman suku bangsa dan budaya terjadi karena letak wilayah Indonesia yang terdiri atas wilayah kepulauan. Bahkan ada beberapa pulau yang letaknya terpencil dan tidak dapat berhubungan dengan daerah lain. Wilayah yang terpisah-pisah itu menyebabkan berbagai perbedaan dan hal itu menimbulkan keragaman suku bangsa dan budaya. Ayo menonton video keberagaman di Indonesia pada tautan di bawah ini! https://www.youtube.com/watch?v=MzjFcOEGdbc Scan Barcode dengan aplikasi pemindai untuk menonton video pembelajaran!
KERAGAMAN SUKU BANGSA Suku bangsa disebut juga sebagai ras atau asal-usul suatu suku. Biasanya orang masih sangat bangga akan asal-usul sukunya. Mereka suka mengandalkan dan memuji adat dan kebiasaan masing-masing. Mereka ada yang masih tinggal di daerah pedalaman dan terisolir dengan daerah lain. Ada pula yang sudah berbaur hidup bercampur dengan masyarakat modern. Di daerah tempat tinggal kalian tentu tidak dihuni oleh satu macam suku bangsa saja. Hal itu menunjukkan bahwa suku bangsa di Indonesia tidak mendiami suatu tempat tertentu saja. Karena tugas pekerjaan, perkawinan, atau karena menuntut ilmu, seseorang bisa menempati daerah lain dengan suku bangsa yang berbeda. Daftar suku bangsa di Indonesia menurut provinsi: Jawa: Suku Jawa (termasuk Suku Bawean, Suku Osing dan Suku Tengger), Suku Sunda (termasuk Suku Banten, Suku Badui dan Orang Ciptagelar), Suku Cirebon, Suku Betawi, Suku Arab, Suku Tionghoa, dan suku-suku India Madura: Suku Madura Sumatra: Suku Melayu, Suku Batak (termasuk Toba, Angkola, Karo, Mandailing, Pakpak, dan Simalungun), Suku Minangkabau, Suku Aceh, Suku Lampung, Suku Komering, dan Suku Kubu Kalimantan: Suku Dayak yang terdiri 268 suku bangsa, Suku Melayu, Suku Banjar, Suku Kutai, suku Berau, Suku Bajau Sulawesi: Suku Bugis, Suku Makassar, Suku Mandar, Suku Buton, Suku Tolaki, Suku Minahasa, Suku Mongondow, Suku Sangir, Suku Kaili, Suku Gorontalo, Suku Toraja, Suku Rampi, Suku Banggai Kepulauan Sunda Kecil: Suku Bali, Suku Sasak, suku-suku Flores, Suku Sumba, Suku Sumbawa, Suku Timor Maluku: Suku Ambon, Suku Nuaulu, Suku Manusela, Suku Wemale, Suku Tanimbar Nugini: suku-suku Papua terdiri 466 suku bangsa di antaranya: Suku Dani, Suku Bauzi, dan Suku Asmat
KERAGAMAN BUDAYA Negara Indonesia memiliki kebudayaan yang beranekaragam. Kebudayaan daerah di Indonesia tumbuh dan berkembang secara turun-temurun. Kebudayaan bangsa Indonesia terdiri atas bermacammacam kebudayaan daerah seperti upacara adat, kesenian daerah, rumah adat, pakaian adat, dan lain-lain. Keragaman budaya daerah di negara Indonesia merupakan kekayaan yang tak ternilai harganya. Sehingga banyak orang asing yang tertarik untuk mempelajari berbagai kesenian daerah. Bahkan banyak misi kebudayaan Indonesia yang dipamerkan di luar negeri dan dikagumi oleh bangsa asing. TARIAN DAERAH NAD : Ranub Tampuan, Seudati, Meuseukat, Rentak Gelang Sumatra Utara : Tor-tor, Sigale-gale, Manduda, Serampang Duabelas Riau : Joget, Dabas, Tari Piring, Dayung Sampan, Lenggan Riau Sumatra Selatan : Sekapur Sirih, Rengguk, Selampit Delapan, Putri Rainum Bengkulu : Bimbang Andun, Ding Kudiding, Bidadari, Tenimang Anak, Piring Lampung : Jangget, Melinting, Bedana DKI Jakarta : Topeng, Sembah, Cokek, Blenggo, Samroh, Uncul DI Yogyakarta : Golek, Kembaran, Bedaya Jawa Tengah : Srimpi, Gambyong, Bondan, Gambiranom Kalimantan Timur : Hudog Gong, Perang, Bekan Kalimantan Tengah : Dadar Ketingan, Enggong Terbang, Garu Nuhing, Japin, Kinyah Kambe Sulawesi Utara : Maengket, Palopo, Saronde, Cakalele, Gunde Sulawesi Selatan : Ki pas, Bosara, Pajaga, Pakarena, Mabadang, Masallo Bali : Pendet, Jauk, Legong, Keraton, Barong, Kecak N T T : Perang, Meminang, Goreng Lameng, Cerana, Higimitan Maluku : Lenso, Cakaleke, Sayo-sayo, Pakul, Tifa, Pandongo Papua : Ethor Kasuari, Musyoh, Cendrawasih, Mandohi, Soanggi
PAKAIAN ADAT Sumatra Utara : Ulos Riau : Destar, teluk belanga, baju kurung, kain songket Jambi : Mandiangan Bengkulu : Jas tertutup, baju kurung, kain songket, celana sebatas lutut, mahkota, kalung tersusun Lampung : Kawai , sinjang tapis, celana, bebet, kikat, siger, selambok, kakai pungew, alali, selop DKI Jakarta : Sorban, jubang panjang, celana panjang, syanko, baju encim, terompah Jawa Tengah : Kuluk, jas sikepan, sabuk, kain batik keris, alas kaki, kebaya panjang, subang, kalung, gelang, cincin Kalimantan Selatan : Lampi n, sal awar, baju taluk belanga, baju kebaya, baju kurung basisit, baju loyang Kalimantan Tengah : Topi berhiaskan bulu enggang, rompi, kain tenun sebatas lutut, tameng, kalung manik-manik, ikat pinggang Sulawesi Utara : Uradipungu, baju paro Sulawesi Selatan : Baju bodo atau baju ponco, baju labbu Bali : Anteng, wastra, kapuh, petet, kawaca, plekat, udeng, tengkuluk, sumpang N T B : Tutup kepala, baju lengan panjang, kain sarung, celana panjang, keris, kebaya panjang, kain songket, perhiasan Maluku : Setelan jas, baju dalam berenda, ikat pinggang, baju cele (kebaya pendek), kain bersuji, kalung, anting, cincin Papua : Koteka, sarare, manik-manik, hiasan kepala bulu cendrawasih, penutup dada dari kain, pakaian berumbai
LAGU DAERAH N A D : Bungong Jeumpa, Prang Aceh Sumatra Barat : Kaparok Tingga, Tak tong tong, Kampuang nan Jauh di Mato Riau : Mededek, Denai sansai, Soleram Jambi : Batanghari Bengkulu : Lalan belek Lampung : Lipang-lipangdang DI Yogyakarta : Pitik Tukung, Mocopat Jawa Timur : Tanduk Majeng, Cublak-cublak Suweng, Kerraben sape Kalimantan Barat : Cik-cik Periuk Kalimantan Timur : Indung-indung Sulawesi Utara : Si Patokaan, Esa Mokan, O Ina ni Keke Sulawesi Tengah : Tope Gugu, Tondok Kadidingku Bali : Janger, Meong-meong, Putri Ayu, Ratu Anom, Majangeran NTB : Orlen-orlen, Angin Halus, Gelung Proda Maluku : Rasa Sayang-sayange, Hela Rotane, Lembe-lembe, Kole-kole, Sarinande Papua : Apuse, Yamko Rambe Yamko
ALAT MUSIK DAERAH N A D : Rebana Sumatra Utara : Gung, gordang, murbab, gambus Sumatra Barat : Saluang, bansi, talam, rebana, gendang, kecapi Riau : Gendang, gong, seruling, semplong, calempong Jambi : Gendang, seruling, gambus Sumatra Selatan : Rebana, gambus, gendang Bengkulu : Rebana, gendang, biola Lampung : Gambus DKI Jakarta : Gambang, rebab, jidor, kemong, kromong, kecrek, terompet, klarinet, pikolo, tambur Jawa Barat : Kendang, gamelan, suling, cenglong, angklung, calung DI Yogyakarta : Gendang, bonang, kempul, slentem, rebab, gender Jawa Tengah : Saron, bonang, peking, demung, gong, kentrung Jawa Timur : Rebab, gendang, bonang, gong Kalimantan Barat : Sampek, gerdek Kalimantan Selatan :Sampek, gerdek, babun Kalimantan Timur : Sampek, gerdek, babun Sulawesi Utara : Kulintang Sulawesi Tengah : Gambus, kakula, gong, tambur, gendang Sulawesi Tenggara : Okanda, gong Bali : Kendang, seruling, gamelan N T B : Terbang, cungklik N T T : Feko, foimere, keloko, sasando Maluku : Floit, nafiri, tifa, totobuang, badeng Papua : Tifa, atowo
BAHASA DAERAH N A D : Aceh, Gayo, Alas, Aneuk Jamoe, Singkil Sumatra Utara : Batak, Toba, Pok-Pok, Nias, Karo Sumatra Barat : Minangkabau Riau : Melayu (Riau) Jambi : Jambi Sumatra Selatan : Palembang Bengkulu : Rejang Lebong, Enggano Lampung : Lampung DKI Jakarta : Betawi Jawa Barat : Sunda, Bali DI Yogyakarta : Jawa Jawa Tengah : Jawa Jawa Timur : Jawa, Madura, Tengger Kalimantan Barat :Dayak, Iban, Otdonum, Kayan, Busang Kalimantan Selatan : Banjar, Bugis, Dayak: Tawangan, Bukit Kalimantan Timur : Dayak : Tidung, Kayan, Kenya Kalimantan Tengah : Dayak: Otdaum, Lawangan, Katingan, Ngaju Sulawesi Utara : Sangihe Talaud, Mongondow, Tombulu, Tonsea, Tandano, Bulungan, Gorontalo Sulawesi Tengah : Banggai, Saluan, Kaili, Pamora, Balantak, Tolare, Mori Buol Sulawesi Selatan : Toraja, Bugis, Makassar, Mandar Sulawesi Tenggara : Panggano, Cia-cia, Tolah, Wolio, Buton Bugis Bali : Bali: Krama, Lombok N T B : Bima, Bali, Sumbawa, Sasak N T T : Pote, Sabu, Flores, Lembata, Alor, Timor, Sumba Maluku :Goram, Seram, Ambon, Romang, Ulias Papua : Mey brat, Dani, Namboran, Jagai, Asmat, Santoni, Bika, Warompe
UPACARA ADAT DAERAH N A D : Kenduri laut, kenduri blang, tula bala Sumatra Utara : Lompat batu, mangongkal holi, jamu laut, tepung mawar Sumatra Barat : Turun mandi, menata kondai, tulak bala, mali maut pasie Jambi : Maoka syih, menanak gigi, talo Bengkulu : Sudeklah rame, buang jung, tabot, kendurai Lampung : Ngalepaskon niat, ngerujak ngelimau, bujenong jaru marga, bungbanga aji DKI Jakarta : Sedekah laut, melepas perahu baru, waktu bertani DI Yogyakarta : Ruwatan, suran, puputan, midodareni Jawa Timur : Kasodo, ruwatan, sunatan, midodareni Kalimantan Selatan : Aruh menyanggar benua, aruh pewayangan, mahidin, badewa Kalimantan Tengah : Harubuh manunggal, bakobat tongang, tebang jarau, tiwah Sulawesi Tengah : Mataro, meponeri benua davao, padungku, moandulasa Sulawesi Tenggara : Monahu ndau, ghoti katumpu, kasambu, kampua Bali : Ngaben, pitrayadnya, resi yadnya, butha yadnya, maralekat N T T : Ketikebas metan, nasasukah Maluku : Panas pela, penobatan kapita, tandang tanah Papua : Ero watu ura, bis, joai, membribabo Gelaran Grebeg Suro di Ponorogo
SIKAP MENGHARGAI KERAGAMAN Apakah kalian merasa terganggu dengan kebiasaan mereka? Tentu saja tidak. Perbedaan itu bisa diambil nilai positifnya dan bisa memperluas wawasan. Sikap menghargai keragaman yang ada di masyarakat sebagai berikut. 1.Tidak menghina atau meremehkan kebiasaan yang berbeda dengan kebiasaan kita. 2.Tidak merasa bahwa kebudayaan dan kebiasaan diri sendiri lebih beradab dan lebih baik daripada suku bangsa lain. 3.Merasa ikut memiliki kebudayaan dari daerah lain di Indonesia sebagai kebudayaan nasional. 4.Merasa bangga bahwa bangsa Indonesia memiliki aneka ragam budaya sehingga memperkuat rasa persatuan dan kesatuan. 5.Mau mempelajari kebudayaan daerah lain untuk menambah wawasan, pengetahuan, dan keterampilan. 6.Ikut serta melestarikan beberapa kebudayaan daerah yang hampir punah. 7.Ikut menyukseskan acara festival kebudayaan daerah. SIKAP MENERIMA KERAGAMAN Dalam suatu masyarakat bisa terdapat beberapa suku bangsa. Agar setiap orang bisa menerima keragaman yang ada di masyarakat, diperlukan beberapa sikap berikut ini. 1.Bangga memiliki keragaman suku bangsa dan budaya. 2.Bersyukur menerima perbedaan dari suku bangsa yang berbeda. 3.Sungguh-sungguh dalam mempelajari adanya perbedaan kebudayaan dengan suku bangsa lain. 4.Tidak pernah merasa bahwa kebudayaan sendiri lebih baik daripada kebudayaan orang lain. 5.Menyadari bahwa di dunia ini tidak ada hal yang sama. Demikian juga dalam hal kebudayaan. Hal tersebut menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa. 6.Menanggapi secara positif jika pemerintah daerah menyelenggarakan acara festival kebudayaan daerah
LATIHAN SOAL 1. Apa yang anda ketahui tentang keberagaman dalam masyarakat …. a. sebuah keadaan yang menunjukkan perbedaan yang cukup banyak macam dan jenisnya dalam masyarakat b. sebuah keadaan hanya suku bangsa, ras dan agama c. sebuah keadaan hanya ideologi dan politik saja d. keadaan stabilitas perekonomian di suatu bangsa 2. Ada berapa propinsi yang ada di Negara Indonesia …. a. 32 propinsi c. 34 propinsi b. 33 propinsi d. 35 propinsi 3. Sikap menghargai keragaman agama yang ada adalah dengan cara …. a. pura-pura tidak tahu b. mengikuti ibadah agama orang lain c. mengotori tempat ibadah agama orang lain d. tidak gaduh jika ada orang lain yang beribadah 4. Bahasa yang disepakati oleh suatu negara menjadi bahasa resmi kenegaraan disebut …. a. bahasa daerah c. bahasa internasional b. bahasa nasional d. bahasa pergaulan 5. Sikap yang harus dikembangkan dalam mewujudkan persatuan dalam keragaman adalah …. a. menghapuskan semua perbedaan b. memandang rendah suku dan budaya lain c. menganggap suku dan budaya sendiri sebagai yang paling baik d. menerima keragaman suku dan budaya sebagai kekayaan bangsa 6. Salah satu cara memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dapat ditempuh melalui …. a. kerja sama intern umat beragama b. hubungan baik antara pemuka agama c. dialog antar agama yang berbeda d. kerja sama antar umat beragama
7. Cara menghargai budaya dari suku lain yaitu .... a. tidak mencela pertunjukan kesenian daerah lain b. biasa saja terhadap budaya daerah lain c. tetap menganggap budaya sendiri yang paling baik d. menonjolkan budaya daerah sendiri 8. Dengan persatuan dan kesatuan yang kuat negara kita akan menjadi .... a. terhindar dari perpecahan c. kaya raya b. aman dan tenteram d. negara modern 9. Budaya atau kebudayaan adalah hasil kegiatan dan penciptaan atau kreasi dari …. a. Tuhan c. binatang b. manusia d. malaikat 10. Indonesia memiliki keragaman budaya, kecuali .... a. kesenian daerah c. cara berpakaian b. model rambut d. upacara adat Scan Barcode dengan aplikasi pemindai untuk mengakses latihsan soal dengan Quizziz! https://quizizz.com/admin/quiz/633e6a5fe7c88f001d7b6d35?source=quiz_share
Search
Read the Text Version
- 1 - 15
Pages: