[ Volume 1 ] Wawancara Eksklusif Asmiha Digital dan Perkembangan Ilmu Kardiologi di Indonesia di Masa Pandemi Komprehensif Diagnosis dan Tatalaksana pada Hipertensi Arteri Pulmonal Perkembangan Tatalaksana Thromboembolism Vena Cara Diagnosis Pencitraan Jantung Pasien Aritmia
Daftar Isi 2 Cover 5 7 Wawancara Eksklusif 10 Asmiha Digital dan Perkembangan Ilmu Kardiologi di Indonesia di Masa Pandemi Komprehensif Diagnosis dan Tatalaksana pada Hipertensi Arteri Pulmonal Perkembangan Tatalaksana Thromboembolism Vena Cara Diagnosis Pencitraan Jantung Pasien Aritmia Tim Redaksi
Wawancara Eksklusif Asmiha Digital dan Perkembangan Ilmu Kardiologi di Indonesia di Masa Pandemi dr. BRM Ario Soeryo Kuncoro, pasien gawat darurat tetap dibuka.Adapun SpJP (K) FIHA FAsCC merupakan sa- lah seorang Dokter Jantung dan Pembu- UGD dan RS Harapan kita terus berupaya luh darah terkenal di Indonesia. Saat ini beliau bepraktik di Rumah Sakit Pusat maksimal untuk membantu menangani Jantung Nasional Harapan Kita Palm- erah, Jakarta Barat. Selain berpraktik di lonjakan kasus dengan membuka pe- sana, beliau juga berpraktik di Brawijaya Hospital Sahardjo dan Medistra Hospital. layanan pasien Covid-19 di Wisma Haji, Beliau merupakan dokter lulusan Uni- versitas tertua ketiga di Indonesia, yakni hal ini menurut beliau sangat membantu Universitas Indonesia. Mengenyam Pen- didikan di salah satu Universitas terbaik dalam menurunkan beban tenaga Kese- di Indonesia tersebut, menjadikan be- liau menjadi dokter yang memiliki ke- hatan di RS Harapan Kita. mampuan yang mumpuni di bidangnya. “Sebagai seorang Dokter yang selalu terlihat muda ini dokter, sudah sepan- kerap disapa dengan panggilan dr. Ario. tasnya kita mengh- Tampil dengan snelli putih, baju rapi, adapi pandemi wajah rupawan serta senyum manisnya ini dengan merupakan ciri khas dr. Ario dalam kes- kepala din- eharian menyapa dan menangani setiap gin dan pe- pasien yang datang berobat kepadanya. nuh keha- Disaat era Pandemi saat ini tidak ada pem- ti-hatian batasan jam kerja yang dirasakan oleh dr. yang sep- Ario. “Tetap bekerja seperti biasa” begit- antasnya ulah ungkapan beliau saat di wawancarai. sebagai Rumah Sakit telah berusaha menguran- gi jumlah pasien dan merotasi stafnya tenagamedis”ungkapbeliausaatdiwawan- untuk dapat membantu pelayanan, dan carai. Kita senantiasa diminta untuk men- menjalankan tugas baru yakni untuk me- jalankan protocol Kesehatan utamanya layani pasien Covid-19 di ruang isolasi. yakni menggunakan masker dan faceshield Unit Gawat Darurat (UGD) yang no- saat berhadapan langsung dengan pasien. tabene merupakan pilar utama masuknya Sebagai seorang dokter yang memiliki spesialisasi di bidang Jan- tung dan Pembuluh Darah ini meng- himbau, agar seluruh dokter dapat tetap menangani pasien gawat dengan ten- tunya melakukan pemeriksaan sesing- kat mungkin dan terfokus agar kon- tak dengan pasien tidak terlalu lama. 2 | 30thASMIHA 15-23 Oktober 2021
Pengalaman pribadi dokter yang Bidang ini sendiri beliau akui sangat disapa dengan sebutan dr. Ario ini, men- menarik, karena dapat mengetahui yang gatakan bahwa beliau tidak pernah sekali- terjadi dalam jantung tanpa harus mel- pun meninggalkan pemeriksaan fisik pada akukan tindakan bedah ataupun mem- pasien-pasien yang datang kepadanya. baca buku sambil berkhayal. Diberikan mandat dan kepercayaan sebagai seorang dr. Ario merupakan dokter spesi- ketua ISE merupakan sebuah tanggung- alis jantung dan pembuluh darah yang jawab besar yang beliau rasakan saat ini. mempelajari atau berfokus pada echo- cardiography. Mengenyam Pendidikan Berbagai tantangan silih bergan- supspesialistik di Universitas Indonesia ti menerpa beliau. Tantangan utamanya menjadikan beliau sebagai seorang dokter yakni untuk mengajak para anggota dan ahli yang memiliki kemampuan mumpuni pengurus tetap aktif, terus menambah dibidang tersebut. Menurut beliau, Echo- minat terhadap ilmu echo, dan mem- cardiography merupakan pemeriksaan buat echo dipandang bukan menjadi sua- diagnostik yang paling awal serta penuh tu yang statis, tidak membosankan serta dengan campur tangan teknologi. Tentun- yang beliau harapkan yakni tetap fun. ya keinginan untuk dapat mengarahkan terapi akurat dengan panduan Echocar- Tantangan lain yang dihadapi be- diography merupakan “ambisi” saat kita liau yakni memberikan kesadaran bahkan menggunakan alat Echocardiography. kepada para kardiologis bahwa echo tidak seperti yang dipandang saat ini, “Echo EKG juga membuka peluang se- tidak begitu-begitu saja” ungkap beliau. orang dokter untuk dapat berinteraksi Beliau beranggapan bahwa begitu banyak dengan subspesialis lainnya dan mem- yang dapat dipelajari seorang kardiologis buka diri untuk semua asupan ilmu ser- dengan modalitas yang baru dari Echo. ta memberi peluang kita untuk melihat jelas apa yang terjadi dalam jantung. “There are more than meets the eye” begitulah pesan be- liau kepada para kardiologis. Asmiha Digital dan Perkembangan Ilmu Kardiologi di Indonesia di Masa Pandemi | 3
Ketika ditanyakan mengenai Harapan beliau pada acara ini ia- bagaimana ASMIHA pada era pandem- lah agar acara ASMIHA ini bisa diter- ic saat ini, beliau menjawab bahwa AS- ima sebagai acara yang pantas diikuti MIHA ini jelas menampilkan jumlah dari tahun ke tahun, kualitas tetap terjaga sesi yang hampir sama seperti saat temu dalam hal materi dan penyelenggaraan. muka langsung mengingat banyaknya materi penting yang harus disampaikan, “Selain itu saya juga dengan konsep virtual yang diupaya- berharap acara virtual ini kan tidak menimbulkan fatigue. Konsep acara paralel membuat peserta tetap bisa menjadi yang terakhir memilih topik yang diinginkan. Setiap sehingga ASMIHA bisa sesi tentunya menekankan pada kema- dilaksanakan secara temu juan ilmu kardiovaskular di era pandemi muka langsung seperti ini dan relevan dengan situasi saat ini. tahun-tahun sebelumnya” Sebagai penutup beliau menam- bahkan beberapa pesan dan harapan terkait dengan ilmu kardiologi teruta- ma di Indonesia, “ilmu kardiologi di ASMIHA kali ini membuka kes- dunia akan terus berkembang dan akan empatan kepada para mahasiswa untuk didukung oleh teknologi, semoga kita menjadi peserta dengan melihat bahwa di Indonesia bisa ikut dalam alur ke- peluang belajar praktek di era pandemi majuan ini dan menjadi “Player” di bi- ini jauh berkurang, sehingga program dang kardiologi yang bisa diperhitung- ini bermaksud menarik peserta maha- kan dengan menampilkan data atau siswa untuk menimba ilmu di ASMIHA bahkan berkontribusi dengan kemajuan ini, selain itu menurutnya akan ada pro- teknologi di dunia kardiologi” pesan nya. mo di hari-hari besar nasional nantinya di bulan Agustus, “Promo buat maha- (YP/IKSP/ATN) siswa dan tentunya hadiah-hadiah door- prize harian serta kesempatan untuk grand doorprize nantinya” pungkasnya. 4 | 30thASMIHA 15-23 Oktober 2021
Artikel Komprehensif Diagnosis dan Tatalaksana pada Hipertensi Arteri Pulmonal Definisi dan Prevalensi Hipertensi nal kanan, murmur- pansistolik (regur- Arteri Pulmonal gitasi trikuspid), suara jantung ketiga, Hipertensi Arteri Pulmonal meru- dan mur-mur diastolik (insufisiensi kat- pakan suatu kondisi langka yang ditandai up pulmonal)dan adanya vedema pada perubahan hemodinamik dengan PAWP pasien dengan Hipertensi Arteri Pulmo- ≤ 15 mmHg dan PVR 3 WU tanpa adan- nal yang disebabkan oleh distensi vena ya penyebab lain dari hipertensi pulmo- jugularis, hepatomegali, edema perifer, nal prakapiler seperti penyakit pada paru, atau asites. Diagnosis pada Hipertensi CTEPH, atau kondisi langka lainnya. Arteri Pulmonal sering tertunda dikarena- Prevalensi kejadian berkisar 15 individu kan banyaknya kondisi lain yang memi- dalam 1 juta penduduk. Beberapa literatur liki gejala serupa dengan kondisi ini.3 melaporkan sebanyak 65-80% penyakit ini didominasi oleh wanita. Menariknya, pada beberapa penelitian sebelumnya mengata- kan usia rata-rata diagnosis pada usia 30, namun saat ini rata-rata penyakit ini ter- diagnosis pada usia 50 meskipun kondisi ini dapat mempengaruhi semua ras.1,2,3 Diagnosis Hipertensi Arteri Pulmonal Tampakan Patologi Anatomi Pada Pasien Den- Anamnesis serta pemeriksaan fisik gan Severe Hipertensi Arteri Pumonal Dengan terarah dan analisis klinis yang tajam penting dilakukan dalam upaya penega- Paten Ductus Arteriosus kan diagnosis. Pada fase awal hipertensi arteri pulmonal dapat bersifat asimtoma- Pemeriksaan penunjang seperti tik. Riwayat sosial seperti merokok dan elektrokardiografi (EKG) dapat menun- kondisi obesitas dapat meningkatkan jukan adanya gambaran LVH, defiasi kejadian hipertensi arteri pulmonal pada aksis ke kanan, LV Strain, right bundle seseorang. Individu dengan Hipertensi branch block, dan pemanjangan QTc. Arteri Pulmonal harus dievaluasi secara Radiografi thoraks didapatkan abnor- apabila menunjukan tanda-tanda mini- malitas pada 90% pasien dan biasan- mal adanya penyakit jantung dan paru. ya menunjukkan pembesaran ventrikel Pemeriksaan fisik pada individu den- kanan, arteri pulmonalis sentral yang gan Hipertensi Arteri Pulmonal dapat menonjol, atau hipovaskularitas perifer. menunjukkan adanya pelebaran paraster- Komprehensif Diagnosis dan Tatalaksana pada Hipertensi Arteri Pulmonal | 5
Radiography Chest X Ray pada pasien den- kasus hipertensi pulmonal akibat penyakit gan non idiopathi Hipertensi Arteri Pulmo- jantung kiri atau penyakit paru, dan harus nal dengan Arterial Septal Defect tampak diinisiasi di pusat-pusat khusus dan oleh tenaga ahli yang berpengalaman dalam gambaran pembesaran arteri pulmonal menatalaksanai kondisi ini. Sejak terdap- at klasifikasi kelompok oleh WHO, beber- Kateterisasi jantung kanan dire- apa terapi vasoaktif lanjutan telah tersedia komendasikan untuk mengkonfirma- untuk mengobati kondisi ini melalui jalur si diagnosis dan mengevaluasi tingkat prostasiklin, endotelin, dan nitric oxide/ keparahan disfungsi hemodinamik. Tes cyclic guanosin monophosphate (cGMP). berjalan selama enam menit adalah tes Hingga saat ini beberapa penelitian terus yang direkomendasikan untuk mengklas- dilakukan guna mendapatkan terapi yang ifikasikan keparahan dan memperkirakan komprehensif, sesuai, dan dalam upaya prognosis dari hipertensi arteri pulmonal.1 mempelajari perkembangan penyakit.3 Rekomendasi Tatalaksana Hipertensi Untuk memperdalam diagnosis dan tat- Arteri Pulmonal alaksana Pulmonary Arterial Hyperten- Penatalaksanaan Hipertensi Ar- sion (PAH) Ikuti sesi workshop ASMIHA teri Pulmonal harus bersifat multidisiplin dari berbagai cabang kedokteran kardi- dan terdiri dari terapi terapi vasodilatasi ovaskular yang akan dilaksanakan pada suportif lanjutan. Terapi yang efektif ha- 15 Oktober 2021 pukul 08.00-11.30 WITA. rus diberikan pada tahap awal, sebelum terjadi perubahan ireversibel pada pem- Ditulis oleh: buluh darah paru. Terapi suportif seperti Nada Nafisha Humaera, S.Ked terapi oksigen, diuretik, digoksin, olah- raga, dan antikoagulan harus diberikan. Referensi: Terapi ini tidak spesifik untuk jenis hi- 1. Galie N, Humbert M, Vachiery JL, et al. 2015 pertensi arteri pulmonal karena sebab ter- ESC/ERS Guidelines for the diagnosis and treatment tentu dan sering digunakan pada semua of pulmonary hypertension: The Joint Task Force kelompok hipertensi pulmonal WHO3. for the Diagnosis and Treatment of Pulmonary Hy- Pedoman merekomendasikan untuk tidak pertension of the European Society of Cardiology menggunakan terapi lanjutan ini pada (ESC) and the European Respiratory Society (ERS): Association for European Paediatric and Congen- 6 | 30thASMIHA 15-23 Oktober 2021 ital Cardiology (AEPC), International Society for Heart and Lung Transplantation (ISHLT). Eur Heart J. 2016;37(1):67-119. doi:10.1093/eurheartj/ehv317 2. Yaghi S, Novikov A, Trandafirescu T. Clinical update on pulmonary hypertension. J Investig Med. 2020;68(4):821-827. doi:10.1136/jim-2020-001291 3. Kristin E Schwab, MD. Pulmonary Arterial Hy- pertension Treatment & Management. Pulmonary and Critical Care Medicine, Department of Internal Medicine, University of California, Los Angeles, David Geffen School of Medicine. Emedicine Med- scape Journal. 2021. P;2-20. Available at: https:// emedicine.medscape.com/article/303098-treatment
Artikel Perkembangan Tatalaksana Thromboembolism Vena Tromboemboli vena (VTE), yang di rumah memadai2. Di sisi lain, pasien meliputi trombosis vena dalam (DVT) dengan PE akut dan hipotensi atau pasien dan emboli paru, adalah penyakit kar- dengan phlegmasia terkait DVT pada diovaskular umum yang terkait dengan tungkai bawah harus dipertimbangkan un- morbiditas yang signifikan mulai dari tuk pengobatan dengan agen trombolitik. edema tungkai, nyeri dada, sesak napas, dan bahkan kematian. Komplikasi jang- Antikoagulan oral ka panjang ialah termasuk VTE berulang, Antikoagulan adalah pengobatan sindrom emboli, hipertensi pulmonal rutin VTE dan diberikan dalam tiga fase, tromboemboli kronis, dan sindrom pasc- jangka panjang (dalam 3 bulan pertama), atrombotik (PTS). Penatalaksanaan VTE dan pengobatan yang diperpanjang3. Se- memerlukan terapi antikoagulan segera lama bertahun-tahun pengobatan awal berdasarkan penilaian risiko perdarahan. dimulai dengan antikoagulan parenteral, Antikoagulan oral (DOACs) telah menja- misalnya heparin berat molekul rendah di pilihan bagi pasien sebagaimana tercer- (LMWH), bersamaan dengan antagonis min dalam pedoman pengobatan terbaru vitamin K (VKA), seperti warfarin. Kom- American College of Chest Physician1-3. binasi dilanjutkan setidaknya selama 5 hari hingga tercapainya terapi antikoagulan Penatalaksanaan awal pasien den- dengan rasio normalisasi internasional 2 gan PE harus didasarkan pada stratifika- banding 33. Meskipun terapi konvension- si risiko pasien menjadi risiko rendah, al dengan VKA efektif dan aman, terapi ini sedang, atau tinggi untuk berdasarkan memiliki beberapa keterbatasan termasuk skor risiko yang ditetapkan seperti indeks onset yang tertunda, kebutuhan suntikan keparahan emboli paru atau versi yang harian, dan interaksi. dengan berbagai disederhanakan1 Pasien risiko rendah, obat. Selama 5 tahun terakhir, 4 antiko- yang hemodinamiknya stabil, dapat dira- agulan oral (DOAC) telah disetujui untuk wat sebagai pasien rawat jalan jika keadaan pengobatan VTE akut dan jangka panjang Trombolitik untuk tromboemboli vena akut Terapi tunggal antikoagulan dire- komendasikan dibandingkan pemberian trombolisis untuk sebagian besar pasien dengan DVT akut dengan pengecualian bagi mereka dengan DVT iliofemoral atau proksimal yang luas dengan risiko tinggi iskemia ekstremitas3,4. Terapi trombolitik Perkembangan Tatalaksana Thromboembolism Vena | 7
(sistemik atau diarahkan dengan ka- Beberapa penelitian melakukan teter) meningkatkan lisis bekuan darah percobaan perbandingan efek pengobatan dan mengurangi kejadian PTS diband- dengan kombinasi LMWH ditambah bolus ingkan dengan antikoagulan saja4. DVT intravena tenecteplase versus LMWH saja proksimal masif atau trombosis iliofem- pada pasien PE risiko menengah, mereka oral yang terkait dengan iskemia yang yang diobati dengan tenecteplase memili- berisiko menyebabkan nekrosis tungkai ki prognosis yang lebih baik dan kapasitas atau edema simtomatik yang parah dap- fungsional yang lebih tinggi pada 90 hari6. at diobati dengan trombolisis. Trom- bolisis dapat dipertimbangkan hanya Catheter Directed Thromboly- setelah diagnosis objektif DVT dan pada sis (CDT) dapat digunakan pada pasien pasien dengan risiko perdarahan rendah. dengan PE akut dengan peningkatan risiko perdarahan karena dosis yang Trombolisis sistemik adalah pen- lebih rendah dari agen trombolitik di- gobatan yang diterima secara luas untuk infuskan langsung ke arteri pulmona- PE pada pasien dengan hipotensi per- lis melalui kateter7. CDT juga efektif sisten (misalnya, tekanan darah sistolik dalam menurunkan tekanan arteri pul- <90 mmHg selama 15 menit) dan tidak monal dan meningkatkan fungsi RV. berisiko tinggi perdarahan. Penggunaan terapi trombolitik pada pasien risiko me- Pengotbatan rawat jalan tromboem- nengah dengan PE akut terkait dengan boli vena disfungsi ventrikel kanan (RV) masih Terapi rawat jalan umumnya di- kontroversial. Disfungsi RV dikonfir- gunakan untuk pasien dengan DVT akut masi oleh ekokardiogram atau comput- dalam praktik klinis dengan beberapa ed tomography dan troponin I/T positif. pengecualian. Beberapa uji coba terkon- trol dan meta-analisis, yang memband- Indikasi potensial untuk trombolisis ingkan terapi rawat jalan menggunakan pada kelompok ini didasarkan pada bukti LMWH versus terapi rawat inap dengan bahwa pasien dengan disfungsi RV berat heparin Intravena, menunjukkan bah- memiliki prognosis yang lebih buruk dar- wa terapi rawat jalan aman dan layak ipada mereka yang tidak disfungsi RV5. pada kebanyakan pasien dengan DVT akut, Keputusan untuk manajemen rawat jalan harus mempertimbangkan kondisi pasien. kondisi klinis, risiko perdara- han, preferensi mereka, dan dukungan keluarga. Skor stratifikasi risiko untuk mengidentifikasi pasien berisiko ren- dah tanpa disfungsi RV merupakan kandidat potensial untuk rawat jalan.5t 8 | 30thASMIHA 15-23 Oktober 2021
Antagonis vitamin K versus antikoag- Mengingat profil keamanan DOAC ulan oral yang lebih baik dengan perdarahan yang Empat antikoagulan oral termasuk lebih sedikit, kemanjuran yang serupa da- dabigatran, rivaroxaban, apixaban, dan lam pencegahan VTE berulang, dan kemu- edoxaban dibandingkan dengan terapi dahan pemberian DOAC, pedoman ACCP konvensional dalam uji coba RE-COVER baru-baru ini menyarankan DOAC daripa- I dan II, EINSTEIN-DVT dan PE, AM- da VKA untuk pengobatan VTE akut dan PLIFY, dan Hokusai-VTE. Komplikasi jangka panjang pada pasien tanpa kanker7. utama yang muncul pada penelitian-pene- litian ini adalah perdarahan mayor. Semua Manajemen VTE pada pasien dengan percobaan mengeksklusi pasien dengan kanker disfungsi ginjal berat, mereka yang men- Pedoman tatalaksana VTE ter- galami perdarahan aktif atau berisiko masuk ACCP, American Society of tinggi mengalami perdarahan, dan pasien Clinical Oncology, dan National Com- yang sudah dalam terapi antikoagulan. prehensive Cancer Network merekomen- dasikan penggunaan LMWH untuk pengobatan VTE pada pasien kanker4,7. Analisis gabungan dari 6 perco- baan ini melaporkan bahwa Antikoagu- lan oral (DOAC) memiliki efikasi yang Perkembangan Tatalaksana Thromboembolism Vena | 9 sama dengan VKA dalam pengobatan VTE akut dan risiko perdarahan mayor yang secara signifikan lebih rendah dari- pada VKA, Dibandingkan dengan pener- ima terapi VKA, perdarahan intrakranial, perdarahan fatal, dan CRNMB berkurang secara signifikan pada kelompok DOAC.
Sebuah uji coba melakukan pe- massive pulmonary embolism with tenecteplase or nelitian dengan membandingkan tera- placebo: cardiopulmonary outcomes at 3 months: pi pasien VTE disertai kanker dengan multicenter double-blind, placebo-controlled rand- menggunakan LMWH versus warfarin omized trial. J Thromb Haemost. 2014;12:459–68. hasil penelitian ini menunjukkan pe- 7. McCabe JM, Huang PH, Riedl L, Eisenhauer AC, nurunan tingkat VTE menggunakan SobieszczykP.Usefulnessandsafetyofultrasound-as- LMWH disertai dengan menurunnya an- sisted catheter-directed thrombolysis for submassive gka mortalitas dan morbiditas pasien. pulmonary emboli. Am J Cardiol. 2015;115:821–4. pe Journal. 2021. P;2-20. Available at: https:// Untuk memperdalam diagnosis dan emedicine.medscape.com/article/303098-treatment tatalaksana Tromboemboli Vena Iku- ti sesi workshop ASMIHA dari berb- agai cabang kedokteran kardiovasku- lar yang akan dilaksanakan pada 15 Oktober 2021 pukul 08.00-11.30 WITA. Ditulis oleh: Alya Tanti Nurjanah, S.Ked Referensi: 1. Donzé J, Le Gal G, Fine MJ, Roy PM, Sanchez O, Verschuren F, et al. Prospective validation of the Pulmonary Embolism Severity Index. A clinical prognostic model for pulmonary em- bolism. Thromb Haemost. 2008;100:943–8. 2. Zondag W, Kooiman J, Klok FA, Dekkers OM, Huisman MV. Outpatient versus inpatient treat- ment in patients with pulmonary embolism: a meta-analysis. Eur Respir J. 2013;42:134–44. 3. Chatterjee S, Chakraborty A, Weinberg I, Kada- kia M, Wilensky RL, Sardar P, et al. Thromboly- sis for pulmonary embolism and risk of all-cause mortality, major bleeding, and intracranial hemor- rhage: a meta-analysis. JAMA. 2014;311:2414–21. 4. Kearon C, Akl EA, Ornelas J, Blaivas A, Jime- nez D, Bounameaux H, et al. Antithrombotic therapy for VTE disease: CHEST guideline and expert panel Report. Chest. 2016;149:315–52. 5. Grifoni S, Olivotto I, Cecchini P, Pieralli F, Ca- maiti A, Santoro G, et al. Short-term clinical outcome of patients with acute pulmonary embolism, normal blood pressure, and echocardiographic right ven- tricular dysfunction. Circulation. 2000;101:2817–22. 6. Kline JA, Nordenholz KE, Courtney DM, Kabrhel C, Jones AE, Rondina MT, et al. Treatment of sub- 10 | 30thASMIHA 15-23 Oktober 2021
Artikel Cara Diagnosis Pencitraan Jantung Pasien Aritmia Presentasi klinis sindrom koroner stratifikasi risiko. Meskipun ada aturan akut (SKA) luas. Ini berkisar dari seran- nodecision yang memungkinkan seseo- gan jantung, ketidakstabilan listrik atau rang untuk secara definitif mengecuali- hemodinamik dengan syok kardiogenik kan diagnosis SKA hanya berdasarkan karena iskemia yang sedang berlangsung riwayat, EKG, dan pengukuran tunggal atau komplikasi mekanis seperti regur- biomarker, memiliki pengetahuan tentang gitasi mitral yang parah, hingga pasien faktor risiko dan mampu membuat strati- yang sudah bebas nyeri lagi pada saat fikasi pasien dengan tepat akan membantu presentasi. Gejala utama yang memulai dokter dalam interpretasi tes selanjutnya. diagnosis dan kaskade terapeutik pada hasil serta dalam menentukan disposisi. pasien dengan dugaan SKA adalah ket- idaknyamanan dada akut yang digam- Cardiac MR Imaging barkan sebagai nyeri, tekanan, sesak, dan Evaluasi pencitraan MR jantung terbakar. Gejala yang setara dengan nyeri pasien SKA dapat diklasifikasikan men- dada mungkin termasuk dispnea, nyeri jadi tiga tahap; pemeriksaan awal untuk epigastrium, dan nyeri di lengan kiri. diagnosis nyeri dada, awal setelah rep- erfusi, dan terlambat setelah reperfusi. Manifestasi Klinis SKA Pada pasien dengan gejala sugestif SKA, Diagnosis SKA dapat menimbul- biomarker serum negatif, dan perubahan kan tantangan klinis yang sulit. Keluhan EKG nondiagnostik, pencitraan jantung yang muncul dapat beragam dan atipikal, dapat dilakukan selama masuk ke unit dan bahkan gambaran klasik dari nyeri gawat darurat atau segera setelah keluar. dada iskemik mungkin sebenarnya mer- upakan embolus paru, diseksi aorta, atau proses lain yang mengancam jiwa. Tan- da-tanda vital dan penanganan ABC ada- lah langkah pertama dalam pendekatan pada pasien ini. Mendapatkan anamnesis dan pemeriksaan fisik yang cepat dengan perhatian khusus pada suara napas, suara jantung, adanya distensi vena jugularis, dan sirkulasi perifer dapat membantu me- nentukan atau menyingkirkan diagnosis yang sensitif terhadap waktu seperti ten- sion pneumotoraks dan tamponade peri- kardial. Tujuan dalam menangani pasien yang datang dengan potensi SKA adalah Cara Diagnosis Pencitraan Jantung Pasien Aritmia | 11
Pada kelompok risiko rendah ini, kan pemantauan pencitraan diperpanjang pencitraan MR memiliki keuntungan un- adalah mereka dengan usia lanjut, infark tuk menilai fungsi miokard, perfusi, dan anterior, infark sebelumnya, penyak- viabilitas dalam satu sesi. Pencitraan it tiga pembuluh darah, waktu iskemik MR juga berguna untuk menyingkirkan yang berkepanjangan, atau gagal jantung. penyebab lain dari nyeri dada akut, ter- Pencitraan MR fase akhir digunakan un- masuk miokarditis, diseksi aorta, stenosis tuk mengevaluasi ukuran infark akhir, dan aorta, dan kardiomiopati Takotsubo. Pada pencitraan MR stres disarankan untuk me- kelompok risiko rendah, angiografi com- nilai iskemia yang dapat diinduksi. Tabel puted tomographic (CT) terbukti menjadi menunjukkan protokol MR jantung untuk alat diagnostik yang berharga untuk men- pasien dengan SKA pasca-reperfusi dini, gevaluasi integritas arteri koroner dan termasuk urutan standar dan opsional. menyingkirkan emboli paru dan diseksi aorta. Pencitraan pada presentasi awal Untuk memperdalam diagnosis STEMI umumnya tidak diperlukan dan pencitraan penyakit kardiovaskular, dapat dibatasi pada ekokardiografi daru- Ikuti sesi workshop ASMIHA dari berb- rat untuk mengevaluasi fungsi miokard. agai cabang kedokteran kardiovasku- Awal setelah pengobatan reperfusi (da- lar yang akan dilaksanakan pada 15 lam minggu pertama), semua pasien har- Oktober 2021 pukul 08.00-11.30 WITA. us menjalani pencitraan jantung noninva- sif (misalnya, pencitraan MR, pencitraan Ditulis oleh: nuklir, ekokardiografi) untuk mengiden- Azhar Rafiq, S.Ked tifikasi mereka yang berisiko ting- I Ketut Suarthaputra Pratama, S.Ked gi terhadap kejadian jantung berulang. Referensi: Pada fase ini, pencitraan MR 1. Collet, J.P., Thiele, H., Barbato, E. et al. 2020. jantung dapat mengevaluasi dengan 2020 ESC Guidelines for the management of acute akurat berbagai parameter pencitraan, coronary syndromes in patients presenting without termasuk disfungsi miokard regional, persistent ST-segment elevation: The Task Force distribusi infark, ukuran infark, risiko for the management of acute coronary syndromes miokardium (edema), obstruksi mikro- in patients presenting without persistent ST-seg- vaskular (MVO), dan perdarahan in- ment elevation of the European Society of Cardiol- tramiokard. Penilaian yang akurat dari ogy (ESC). European Heart Journal Vol. 42, Issue parameter ini memberikan nilai prognos- 14.2021. https://doi.org/10.1093/eurheartj/ehab285 tik tambahan di atas metode tradision- 2. Hamilton, B., Kwakyi, E., Kofyan, A. et al. 2013. al stratifikasi risiko, yang meliputi pe- Diagnosis and Management of Acute Coronary nilaian fraksi ejeksi ventrikel kiri (LV) Syndrome. African Journal of Emergency Medi- dengan ekokardiografi, estimasi enzima- cine. http://dx.doi.org/10.1016/j.afjem.2012.11.012 tik ukuran infark, dan skor risiko TIMI. 3. Saremi, F.2016. Cardiac MR Imaging in Acute Coronary Syndrome : Application and Image Inter- Kemudian, dalam 4-6 minggu pretation. https://doi.org/10.1148/radiol.2016152849 setelah reperfusi, pasien yang membutuh- 12 | 30thASMIHA 15-23 Oktober 2021
EDITOR IN CHIEF dr. Suci Indriani, SpJP (K), FIHA dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K), FIHA dr. Vito A. Damay, SpJP(K), MKes, AIFO-K MEDICAL WRITER Alya Tanti Nurjanah, S.Ked Nada Nafisha Humaera, S.Ked I Ketut Suarthaputra Pratama, S.Ked GRAPHIC DESIGN & LAYOUT Azhar Rafiq, S.Ked Web: www.asmiha.org Email: [email protected] Call: +62215681149 ext 101-104/108 WA: +6282120003065 IG: @asmiha2021 Tim Redaksi | 13
Search
Read the Text Version
- 1 - 22
Pages: