VOL. 32 MARET 2021 Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh. CARDIO NEWS Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan YME, atas segala berkat dan DAFTAR ISI karuniaNya yang diberikan kepada kita. CARDIO News kembali terbit dan memasuki volume ke-32. Di volume ini membahas ubungan gigi dan PJB, mengenal uji Gidi dan PJB, Apa Hubungan latih jantung dan pelaksanaan dalam pandemi Covid-19, hipotensi bradiaritmia Mereka? setelah penggunaan bisoprolol dan kenali bahaya acute ischemia. • Hal. 2 Selengkapnya pembaca dapat menikmatinya dalam newsletter daring ini. Kami berharap informasi yang dimuat bermanfaat bagi pembaca dan Mengenal Uji Latih Jantung dan masyarakat pada umumnya. Pelaksanaannya dalam Pandemi Masukan serta kontribusi dari seluruh pegawai RSJPDHK menjadi Covid-19 harapan kami dalam peningkatan kualitas penerbitan di volume Jantung • Hal. 6 selanjutnya. Semoga sajian kami dapat bermanfaat. Liliek Marhaendro Susilo, Ak,M.M Direktur Keuangan dan Barang Milik Negara
Gigi dan Penyakit Jantung Bawaan, Apa Hubungan Mereka? Penulis : dr. Radityo Prakoso, Sp. JP (K) B agi penderita penyakit jantung nganan serius. Terdapat populasi ter- Apa yang Bisa dilakukan untuk Men- bawaan (PJB), kebersihan dan tentu yang memiliki risiko lebih tinggi cegah Terjadinya Infeksi Jantung dan perawatan gigi menjadi satu untuk mengalami infeksi pada jantung Katup pada Pasien dengan Penyakit dan katup apabila terkena bakteri ini, Jantung Bawaan? hal yang cukup difokuskan oleh dok- yaitu pasien dengan riwayat infeksi jantung dan katup sebelumnya, pa- Tindakan preventif sangat diperlukan ter. Mengapa? Hal ini dikarenakan sien dengan katup jantung prostetik, demi mencegah terjadinya infeksi dan beberapa tipe dari penyakit jan- jantung dan katup yang tentunya a- kondisi kebersihan gigi menjadi faktor tung bawaan. American Heart kan memperburuk kondisi pasien de- Association (AHA) memberi perhatian ngan penyakit jantung bawaan. Pem- kunci kesehatan jantung. Kebersihan lebih serta mengkategorikan pasien berian antibiotik pada pasien dengan dengan penyakit jantung bawaan penyakit jantung bawaan sebagai dan perawatan gigi yang buruk, teru- yang merupakan penyakit jantung ba- pencegahan infeksi jantung dan ka- waan sianotik (biru) dan belum sepe- tup harus dengan rekomendasi dan tama jika terdapat gigi yang berlu- nuhnyamenyelesaikan tahapan ope- resep dokter yang memutuskan de- rasi, penyakit jantung bawaan yang ngan berbagai pertimbangan. Konsul- bang, akan menjadi suatu tempat belum sepenuhnya tertatalaksana de- tasi dan kontrol secara rutin dengan ngan peralatan prostetik, dan penya- dokter gigi menjadi suatu hal yang yang cocok bagi bakteri untuk ber- kit jantung bawaan yang masih memi- wajib bagi pasien penderita penyakit liki defek sisa sebagai pasien dengan jantung bawaan. Beritahukan dokter tempat tinggal dan berkembang biak risiko tinggi untuk menderita infeksi gigi secara jelas mengenai penyakit jantung dan katup oleh bakteri yang jantung bawaan yang diderita, pena- dengan mudah. Bakteri yang ada ini terdapat pada gigi. nganan penyakit jantung yang telah, sedang, maupun akan dijalani, bagai- selanjutnya dapat masuk ke aliran da- mana riwayat dan kondisi gigi pasien, serta perawatan gigi sehari-hari pa- rah dan mengenai berbagai organ lainnya, termasuk jantung yang kemu- dian akan menyebabkan infeksi pada jantung dan katupnya.Katup jantung berperan seperti pintu pada jantung yang mengatur masuk dan keluarnya darah. Katup jantung yang terinfeksi ini tentunya akan mengalami gang- guan dalam melaksanakan tugasnya yang kemudian mengakibatkan kerja jantung menjadi tidak optimal hingga keadaan yang membutuhkan pena- 2 | Vol. 32 MARET 2021 - CARDIO NEWS
sien sehingga dokter gigi dapat me- Apa Gejala yang Harus Diwaspadai mengalami infeksi,disarankan untuk lakukan pencegahan maupun memu- Jika Terkena Infeksi Jantung dan segera membawa pasien ke dokter. tuskan tindakan apa yang harus dila- Katup Akibat dari Bakteri pada Gigi Perlu diingat bahwa meskipun pasien kukan dengan tepat. Konsultasikan ini? telah mendapatkan antibiotik untuk pula pada dokter gigi mengenai ke- pencegahan terjadinya infeksi mungkinan risiko yang akan timbul Telah dijelaskan sebelumnya bahwa jantung dan katup, bukan berarti jika dilakukan tindakan tertentu pada pasien dengan penyakit jantung ba- bahwa pasien dengan penyakit gigi pasien dengan penyakit jantung waan memiliki risiko lebih tinggi un- jantung bawaan tidak akan terinfeksi. bawaan.Selain itu, faktor utama da- tuk terkena infeksi jantung dan katup Oleh karena itu, kontrol rutin dan lam kesuksesan pencegahan infeksi karena bakteri pada gigi. Sehingga menjaga kesehatan mulut secara jan-tung dan katup akibat bakteri gigi baik pasien dengan penyakit jantung rutin masih menjadi pilihan utama di pa-sien dengan penyakit jantung bawaan maupun keluarga sudah se- sebagai pencegahan. Peran untuk bawaan ini adalah bagaimana pera- harusnya untuk mengetahui gejala- mencegah terjadinya infeksi ini bukan watan kebersihan gigi sehari-hari. gejala yang mungkin terjadi jika ter- hanya diperlukan dari pasien, tapi Jangan ragu untuk me-minta saran kena infeksi jantung dan katup kare- juga dukungan dari keluarga dan dan penjelasan kepada dok-ter gigi na bakteri pada gigi. Gejala-gejala orang-orang terdekat pasien. bagaimana perawatan kebersihan gigi tersebut diantaranya adalah demam yang tepat dan disesuaikan dengan yang tidak diketahui apa penyebab- Artikel ini menjelaskan tentang kondisi kebersihan mulut pasien. nya, pasien terlihat sangat lemas, infeksi jantung dan katup pada hingga nyeri otot atau nyeri sendi. penyakit jantung bawaan karena Jika terdapat gejala-gejala tersebut, kebersihan gigi yang buruk secara terutama pada waktu-waktu tertentu ringkas. Untuk penjelasan dan di mana pasien dengan penyakit jan- pemahaman lebih lanjut disarankan tung bawaan ini memiliki risiko tinggi untuk berkonsultasi dengan dokter jantung. CARDIO NEWS - Vol. 32 MARET 2021 | 3
Mengenal Uji Latih Jantung dan Pelaksanaannya Dalam Pandemi COVID-19 Penulis : dr. M. Adhitya Nagara Penyakit kardiovaskular masih men- tih jantung biasanya dilakukan meng- 6. evaluasi terapi atau intervensi, jadi ancaman dunia (global threat) dan gunakan protokol latihan dengan melihat kemungkinan kemuncu- merupakan penyakit yang berperan treadmill atau sepeda. Dengan uji latih lan aritmia atau evaluasi terapi utama sebagai penyebab kematian no- jantung, kita dapat menentukan kapa- aritmia. mor satu di seluruh dunia. Data Organi- sitas fungsional pasien, menilai ke- sasi Kesehatan Dunia (WHO) menye- mungkinan penyakit jantung koroner Selain itu juga, pasien harus mengerti butkan, lebih dari 17 juta orang di dunia (PJK), dan juga menilai risiko, prognosis, secara baik mengenai tujuan pemerik- meninggal akibat penyakit jantung dan dan efek terapi. Walaupun demikian, saan, mereka juga harus tau risiko, al- pembuluh darah. Sedangkan sebagai perlu diingat bahwa uji latih jantung me- ternatif, dan tata cara pemeriksaan, perbandingan, HIV / AIDS, malaria dan miliki keterbatasan keakuratan, tidak baik gejala dan keluhan untuk meng- TBC secara keseluruhan membunuh 3 dapat dilakukan pada semua orang atau hentikan ULJ, dan kapan laporan hasil juta populasi dunia. Berdasarkan data pasien, serta memerlukan kerja sama, pemeriksaan akan disampaikan. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) ta- dan kemampuan pasien untuk menja- Informed consent harus sudah didapat- hun 2018, angka kejadian penyakit jan- laninya. kan sebelum pemeriksaan. Adapun tung dan pembuluh darah semakin me- beberapa hal yang harus dipersiapkan ningkat dari tahun ke tahun. Setidak- Kapan pasien perlu melakukan uji latih oleh pasien sebelum dilakukan peme- nya, 15 dari 1000 orang, atau sekitar jantung? Pada umumnya ada beberapa riksaan, seperti istirahat yang cukup 2.784.064 individu di Indonesia men- indikasi pemeriksaan uji latih jantung, di malam sebelumnya, menghindari stres derita penyakit jantung. antaranya: emosional dan fisik pada hari peme- riksaan, tidak makan berat, minum al- Uji latih jantung sangat penting dalam 1. deteksi PJK dengan gejala atau kohol, minum kopi, merokok 2 jam penggunaan klinis dan juga dalam mem- tanda ke arah PJK, sebelum pemeriksaan, dan mengena- pelajari fisiologi jantung, paru, pembu- kan pakaian dan alas kaki yang nya-man luh darah, otot, tulang, dan lain-lain. 2. mengevaluasi tingkat beratnya sehingga dapat bergerak secara leluasa Walaupun dengan perkembangan tek- PJK, saat ULJ. nologi kedokteran yang sangat pesat, uji latih jantung tetap masih menjadi 3. prediksi prognosis atau strati- Apa hasil yang dapat diharapkan oleh modalitas pemeriksaan yang penting fikasi risiko untuk kejadian kar- pasien setelah dilakukan pemeriksaan dan sering digunakan karena keterse- diovaskular atau kematian ULJ? Sebelum itu, pasien harus menge- diaan, kemudahan, keamanan dan biaya tahui hasil pemeriksaan yang dianggap pemeriksaan yang relatif murah. Uji la- 4. mengukur kapasitas fisik, normal, yaitu ketika tekanan darah pa- 5. mengevaluasi keluhan-keluhan sien meningkat secara proporsional de- ngan tingkat latihan dan tidak ada peru- yang berhubungan dengan akti- bahan EKG yang me-ngarah ke iskemia / vitas fisik atau latihan fisik aritmia. Adapun stratifikasi risiko dan prognosis menggunakan kriteria Duke treadmill score (DTS), di mana pasien dikategorikan menjadi risiko rendah, sedang, dan tinggi sesuai dengan hasil ULJ. Sistem skoring ini memprediksi tingkat kematian dalam 5 tahun, di ma- na risiko rendah memiliki survival rate 97%, sedang 90%, dan tinggi 65%. Pa- sien dengan hasil risiko sedang dan be- rat pada umumnya harus dirujuk untuk dilakukan stratifikasi risiko lebih lanjut menggunakan modalitas imaging. 4 | Vol. 32 MARET 2021 - CARDIO NEWS
Di era pandemi COVID-19, uji latih jantung berhubungan erat dengan potensi penularan COVID-19 melalui keringat, napas yang dalam/berat, dan kontak erat antara pasien dan staf. Ditambah lagi, teknik imaging ekokar- diografi sebagai penambah dalam uji latih jantung memerlukan kontak fisik yang erat. Dengan risiko-risiko ini, lalu bagai- mana kita sebagai tenaga kesehatan dan pasien dapat menjalani prosedur uji latih jantung dengan aman? Ada beberapa prinsip yang harus dipegang dalam melakukan uji latih jantung sa- at pandemi COVID-19, beberapa di antaranya: menunda uji latih jantung yang tidak mendesak; lakukan uji latih jantung di mana hasilnya dapat mepe- ngaruhi atau mengubah tatalaksana, atau membantu diagnosis; screening semua pasien mengenai faktor risiko COVID-19; pengukuran suhu; pene- gakan protokol kesehatan baik untuk pasien atau tenaga kesehatan, terma- suk kebersihan tangan, etika batuk, dan penggunaan APD; tenaga kese- hatan wajib menggunakan masker be- dah; pembersihan semua peralatan medis setelah penggunaan. Pada kesimpulannya, uji latih jantung tetap merupakan salah satu modalitas pilihan untuk mendiagnosis kemung- kinan PJK yang mudah dilakukan di banyak fasilitas kesehatan, baik di ko- ta besar maupun di daerah. Namun mengingat pandemi COVID-19 yang masih belum juga reda, pemeriksaan ULJ harus dilakukan dengan penuh hati-hati dan mematuhi protokol kesehatan, karena bisa menjadi pusat penularan COVID-19. Informasi, Kritik dan Saran untuk CARDIO News Email: [email protected] CARDIO NEWS - Vol. 32 MARET 2021 | 5
Hipotensi Bradiaritmia Setelah Penggunaan Bisoprolol pada Pasien ST Elevation Myocardial Infarction dengan Gastroenteritis Penulis : dr. Mohammad Risandi Priatama S indrom koroner akut (SKA) oksigen miokard dan juga mencegah rior. Bradikardi mungkin terkait de- adalah penyebab utama morbi- iskemia dan aritmia terkait iskemik. ngan ketidakseimbangan otonom atau ditas dan mortalitas di antara Pada hari kedua pengobatan, pasien iskemia simpul atrium dan sinus (atau penyakit kardiovas-kular. Pemberian mengalami syok hipovolemik karena keduanya). Masalahnya adalah risiko beta bloker fase awal pada AKS sete- diare, muntah hebat, dan asupan oral berkembangnya bradikardia simtoma- lah pengobatan diketahui dapat me- yang tidak memadai, namun sebalik- tik dan/atau berbahaya dengan kon- ningkatkan hasil akhir pasien dengan nya pasien mengalami bradiaritmia. duksi AV Nodal yang tertekan oleh mengurangi konsumsi oksigen mio- Setelah pengobatan syok diberikan, beta bloker. kard. Namun efek samping pembe- tekanan darah kembali normal, na- rian beta blocker seperti bradiaritmia mun bradiaritmia masih berlanjut. Dalam kasus ini, bradiaritmia terjadi dan hipotensi dapat muncul pada pa- Oleh karena itu, kami memutuskan akibat pemberian bisoprolol yang sien mana pun, terutama jika dosis- untuk menghentikan beta bloker pada diperkuat dengan peningkatan denyut nya terlalu tinggi atau meningkat ter- hari ketiga pengobatan dan detak jantung pasien menjadi normal lalu cepat. Kami menyaiikan kasus hi- jantung dinaikkan ke irama sinus. setelah beta bloker dihentikan. potensi bradiaritmia setelah pembe- rian bisoprolol pada infark miokard Gangguan irama jantung sering terjadi ST elevasi pada pasien gastroente- pada sindrom koroner akut dan sering ritis. menyebabkan komplikasi serius pada infark miokard akut (IMA). Bradikar- Pasien diberikan beta bloker dengan dia sinus adalah aritmia yang paling pertimbangan manfaat klinisnya me- umum terjadi dalam beberapa jam lalui penurunan efek denyut jantung, setelah MI dan dapat terjadi hingga sehingga mengurangi kebutuhan 40% dari infark inferior dan poste- 6 | Vol. 32 MARET 2021 - CARDIO NEWS
Tungkai Mendadak Membiru? Kenali Bahaya Acute Limb Ischemia Penulis : dr. Virandra B. Kusmanto Acute limb ischemia (ALI) merupakan Kondisi sumbatan akut menyebabkan Pemeriksaan untuk menegakkan suatu kondisi gawat darurat dimana tubuh belum membuat persiapan un- diagnosis yang diperlukan untuk ALI terdapat sumbatan pembuluh darah tuk menanggulangi kejadian menda- adalah ultrasonografi dupleks pembu- pada anggota tubuh yang menyebab- dak tersebut, berbeda dengan iskemia luh darah untuk melihat struktur ana- kan kapasitas pertukaran oksigen jari- anggota tubuh kronik (chronic limb tomi dan derajat sumbatan darah. Se- ngan turun secara drastis dalam wak- ischemia/CLI), di mana sumbatan ter- lain itu dapat juga dilakukan CT-scan tu cepat. Kejadian iskemia ini dapat jadi perlahan-lahan, sehingga tubuh angiography, Magnetic Resonance menyebabkan kerusakan berbagai ja- telah membuat pembuluh darah kola- Angiography, dan catheter-based ringan di daerah yang terdampak teral sebagai alternatif aliran darah arteriography untuk pencitraan lebih sampai ke bagian ujung terjauh ang- yang dapat mengurangi derajat kepa- lanjut. gota tubuh tersebut karena aliran da- rahan kerusakan jaringan. rah tidak dapat berjalan semestinya. ALI harus ditangani dalam waktu ce- Apabila tidak ditangani dengan cepat Gambaran klinis ALI memiliki deskrip- pat untuk bisa menyelamatkan seba- dan tepat, ALI dapat menyebabkan si khas yang disebut sebagai “enam nyak mungkin sel tubuh yang sehat diperlukannya amputasi anggota tu- P”, yaitu pain (nyeri), pallor (pucat), dan mengurangi komplikasi. Tatalak- buh hingga mengakibatkan kematian paralysis (kelumpuhan), pulse deficit sana ALI disesuaikan dengan penye- karena racun radikal bebas dari sel (nadi teraba lemah), paresthesia (rasa bab utamanya. Secara umum, pada yang mati dapat mengganggu meta- kebas), dan poikilothermia (suhu di- kasus penyumbatan karena gumpalan bolisme tubuh. Insidensi ALI diperki- ngin berbeda dengan anggota tubuh darah maka akan diberikan obat rakan terjadi sebanyak 1,5 kasus per lain). Gejala lain yang bisa ditemui a- pengencer darah, angiografi segera, 10.000 orang per tahun. Komplikasi dalah kulit yang melepuh dan gang- dan tindakan prosedur revaskulari- seperti kecacatan dan kematian aki- rene pada kulit. Risiko terjadinya ALI sasi. Ketika bagian tubuh tersebut bat ALI masih tetap tinggi sampai saat meningkat pada populasi yang memi- dinilai sudah tidak viabel, maka mung- ini. liki riwayat penyakit pembuluh koro- kin dilakukan amputasi untuk mence- ner, stroke, diabetes, gagal ginjal kro- gah perburukan kondisi lebih lanjut. Iskemia anggota tubuh akut paling nik, gangguan irama jantung, atau sering terjadi pada pembuluh darah imobilisasi berkepanjangan. Adanya Apabila anda melihat ada tanda-tanda arteri, meskipun terdapat kasus lang- faktor risiko aterosklerosis seperti sumbatan pembuluh darah seperti ka yang terjadi pada pembuluh darah merokok, diabetes, hipertensi, koles- yang dijelaskan di atas, maka segera- vena. Penyebab ALI yang paling se- terol tinggi, dan riwayat penyakit sa- lah periksa ke dokter untuk menda- ring ditemukan adalah trombosis akut ma pada keluarga juga meningkatkan patkan tatalaksana sedini mungkin atau penggumpalan darah baru pada kemungkinan terjadinya ALI. dan menyelamatkan jaringan tubuh arteri yang sebelumnya masih paten. dari kerusakan yang berat. ALI juga dapat disebabkan oleh em- boli atau gumpalan darah yang ber- pindah dari suatu pembuluh darah hulu ke pembuluh yang hilir hingga menyebabkan sumbatan. Pembuluh darah arteri yang tersumbat bisa me- rupakan pembuluh darah yang masih ‘normal’ maupun pembuluh yang su- dah menjadi kaku dan memiliki depo- sit lemak dalam dindingnya, disebut sebagai aterosklerosis pada penyakit arteri perifer. Penyebab ALI yang la- innya termasuk trauma pembuluh da- rah, diseksi aorta, penyempitan pem- buluh darah, dan kelainan penggum- palan darah. CARDIO NEWS - Vol. 32 MARET 2021 | 7
Search
Read the Text Version
- 1 - 8
Pages: