Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore Jurnal Refleksi Modul 1.4 Budaya Positif -Maria Sulistiani

Jurnal Refleksi Modul 1.4 Budaya Positif -Maria Sulistiani

Published by mariasulistiani86, 2023-07-15 15:45:55

Description: Jurnal Refleksi Modul 1.4 Budaya Positif -Maria Sulistiani

Search

Read the Text Version

Jurnal Refleksi Dwimingguan Modul 1.4 Budaya Positif Maria Sulistiani CGP Angkatan 8 SMAS Yos Sudarso Metro

Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.4 Model 4P Pada kesempatan ini, saya akan menulis refleksi tentang kegiatan yang telah dilalui, terkhusus pada Modul 1.4 tentang Budaya Positif. Refleksi ini ditulis dengan Model 4P yaitu Peristiwa (Facts), Perasaan (Feeling), Pembelajaran (Finding), Penerapan (Future)

)))))))))))))))))) PERISTIWA (FACTS) Saya telah mempelajari modul 1.1 tentang Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional – Ki Hadjar Dewantara, modul 1.2 tentang Nilai dan Peran Guru Penggerak, dan modul 1.3 Visi Guru Penggerak. Setelah itu, saya beserta CGP Angkatan 8 Kota Metro, Lampung mulai mempelajari modul 1.4 tentang Budaya Positif, secara daring menggunakan LMS Pendidikan Guru Penggerak. kegiatan ini menggunakan alur yang disebut dengan alur MERDEKA yaitu: Mulai dari Diri, Eksplorasi Konsep, Ruang Kolaborasi, Demonstrasi Kontekstual, Elaborasi Pemahaman, Koneksi antar Materi, dan Aksi Nyata.

)))))))))))))))))) 1) Mulai dari diri Saya mulai mempelajari modul 1.4. dengan membuka tautan mulai dari diri. Di sini saya mendapat tugas untuk menjawab empat pertanyaan, yakni 1) pentingnya menciptakan suasana positif di lingkungan; 2) bagaimana saya menciptakan suasana positif di lingkungan saya; 3) hubungan antara menciptakan suasana positif dengan proses pembelajaran yang berpihak kepada murid; 4) penerapan disiplin saat ini di sekolah saya, apakah sudah diterapkan dengan efektif, bila belum, apa yang masih perlu diperbaiki dan dikembangkan. Selain empat pertanyaan itu, saya juga menjawab pertanyaan yang isinya tentang refleksi diri, harapan untuk diri sendiri, harapan kepada siswa, dan ekspektasi

)))))))))))))))))) 2) Eksplorasi konsep Di bagian eksplorasi konsep, saya belajar enam materi esensial di modul 1.4. Budaya Positif. Enam materi itu adalah: 1) Disiplin Positif dan Nilai-nilai Kebajikan Universal; Menerapkan sebuah disiplin merupakan sebuah tanggung jawab dalam proses mendidik murid di sekolah. Penerapannya tentu harus berkolaborasi dengan seluruh pihak: menanamkan keteladanan dan kesadaran bahwa disiplin melatih kita untuk bertanggung jawab dan menghargai suatu hal salah satunya waktu. 2) Teori Motivasi, Hukuman dan Penghargaan, Restitusi;; bahwa sebagai guru kita harus bisa menempatkan diri dan waktu yang tepat dalam menerapkan motivasi termasuk didalamnya penghargaan dan hukuman. Motivasi instrinsik adalah focus utama yang harus dibangun karena sifatnya lestari.

)))))))))))))))))) 3) Keyakinan Kelas; Keyakinan kelas, merupakan sebuah gagasan yang diyakini oleh kelas dengan penuh kepercayaan yang berasal dari hati dan sukarela atau senang hati melaksanakan keyakinan yang dibuat. 4) Kebutuhan Dasar Manusia dan Dunia Berkualitas; Kebutuhan dasar manusia ada lima, kesenangan, penguasaan, kasih sayang dan diterima, kebebasan, dan bertahan hidup. Tolok ukur bahagia seseorang ketika kelima kebutuhan dasarnya telah terpenuhi dengan baik.

)))))))))))))))))) 5) Restitusi - Lima Posisi Kontrol; Posisi kontrol guru, ada lima posisi dalam kontrol budaya positif yaitu posisi penguhukum, pembuat merasa bersalah, teman, pemantau, manajer. Dari kelima posisi kontrol guru posisi manajer adalah paling ideal, karena ketika guru sudah di posisi ini, ia sudah bisa menempatkan diri sebagai teman dan pemantau untuk mewujudkan identitas yang berhasil. 6) Restitusi - Segitiga Restitusi; Segitiga restitusi merupakan tahapan penyelesaian konflik atau masalah dalam penerapan budaya positif. Langkahnya: menstabilkan identitas (stabilize identity), validasi Tindakan yang salah (validation of unbehaviour), dan menanyakan keyakinan (seek the belief).

)))))))))))))))))) 3) Ruang kolaborasi Di ruang kolaborasi dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama adalah diskusi dengan anggota kelompok, dan yang kedua adalah bagian presentasi hasil diskusi kelompok. Semua itu dilakukan melalui g-meet yang dipandu oleh fasilitator 4) Demonstrasi Kontekstual Pada Praktiknya Demonstrasi kontekstual menyajikan Tugas Video Penanganan kasus murid yang ada di sekolah dengan segitiga Restitusi. 5) Elaborasi Pemahaman Ruang Elaborasi Pehamanan dipandu oleh Bapak Christian Puguh. Pemaparan yang sangat jelas mengenai Budaya positif sekaligus penjelasan tentang Restitusi.

)))))))))))))))))) 6) Koneksi antar Materi Koneksi antar materi ini dilakukan untuk meninjau ulang keseluruhan materi pembelajaran di paket Modul 1 dan membuat koneksi antar materi mengenai peran dalam menciptakan budaya positif di sekolah dan keterkaitannya dengan Filosofi Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara. 7) Aksi Nyata Pada kegiatan ini, ada tugas yang akan dilaksanakan yakni mengimplementasikan konsep inti dan modul budaya positif di lingkungan kelas sesuai dengan yang dibuat pada tahap koneksi antar materi dan membagikan pemahaman dan pengalaman kepada rekan sejawat.

)))))))))))))))))) Perasaan (feeling) Selama saya mempelajari Modul 1.4. Budaya Positif, saya merasa tertantang untul mempelajari budaya positif serta menerapkannya. Hal paling menarik dalam pelaksanaan budaya positif sebelum mempelajari modul ini adalah meyakini bahwa hukuman dapat mendisiplinkan murid. Namun, itu semua justru akan menimbulkan dampak yang tidak baik bagi siswa. Hal ini juga terkait dengan pemberian penghargaan, kita harus mengubah penghargaan menjadi apresiasi. Oleh karena itu, saya akan selalu berusaha memberikan pelayanan pendidikan dengan keteladanan dan dorongan positif pada murid yang dapat menggugah motivasi intrinsik murid tersebut.

)))))))))))))))))) Pembelajaran (Findings) Di Modul 1.4. saya mendapatkan materi tentang konsep-konsep budaya positif, yakni: 1) Disiplin Positif dan Nilai-nilai Kebajikan Universal 2) Teori Motivasi, Hukuman dan Penghargaan, Restitusi 3) Keyakinan Kelas 4) Kebutuhan Dasar Manusia dan Dunia Berkualitas 5) Lima Posisi Kontrol 6) Segitiga Restitusi Saya juga bisa membuat contoh penerapan segitiga restitusi bersama siswa yang bisa digunakan untuk contoh bagi guru lain yang belum mengetahui tentang segitiga restitusi untuk membangun budaya positif di sekolah.

)))))))))))))))))) penerapan (Future) Setelah mempelajari modul 1.4 tentang budaya positif, saya akan terus melakukan perbaikan diri dan memberikan keteladanan pada murid-murid agar budaya positif bisa tercapai dan terus dilaksanakan secara kontinyu dalam proses pembelajaran di sekolah. Melakukan terus pendekatan dari hati ke hati dengan murid-murid saya. Selain itu saya akan berusaha menyelami dunia mereka agar lebih memahami kebutuhan yang diperlukan mereka dalam mencapai merdeka belajar. Selaras dengan tujuan akhir agar mereka bisa memaknai proses pendidikan ini dengan menyenangkan dan menyadari betapa pentingnya pendidikan untuk keselamatan dan kebahagiaan mereka kelak, dengan demikian akan terwujud murid dengan profil pelajar Pancasila.

)))))))))))))))))) Hal lain yang akan saya lakukan untuk penerapan budaya positif di sekolah dengan cara lebih memperhatikan kebutuhan peserta didik, menggunakan posisi kontrol sebagai manager dalam menangani kasus siswa, menerapkan segitiga restitusi dan selalu menganalisis secara reflektif dan kritis penerapan budaya positif di sekolah. Tentunya hal ini dilakukan dengan berkolaborasi dengan warga sekolah dan berbagai pemangku kepentingan, meskipun hal tersebut memerlukan waktu yang tidak sebentar karena melakukan perubahan yang sudah menjadi kebiasaan tidak lah mudah. Tetapi kita harus bergerak menuju perubahan yang lebih baik.

Terima Kasih


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook