BerkaUnryit a4 Seni Untuk Perubahan Disajikan oleh: SIGIT ADHI WIBOWO, S.Pd.
Capaian Pembelajaran Pada akhir materi, siswa mampu: 1.Menggunakan pengetahuan dan keterampilan memilih dan menggabungkan teknik untuk merespon masalah yang nyata di tingkat sekolah. 2.Merefleksikan efektivitas pesan dalam sebuah karya. 3.Bekerja dalam kelompok.
Dalam materi ini kita akan belajar bagaimana memecahkan permasalahan dengan proses berpikir rancang (design thinking) seperti yang dilakukan oleh para desainer atau seniman. Diawali dengan proses MERASAKAN, MEMBAYANGKAN, MELAKUKAN, dan BERBAGI
Keterhubungan Dengan Materi Sebelumnya Pada Fase B, peserta didik terbiasa secara mandiri menggunakan prosedur dasar untuk menerapkan aneka keterampilan atau pengetahuan dasar tentang bahan, medium, alat, teknik, teknologi, prosedur atau proses dalam penciptaan karya seni rupa. Peserta didik mampu membuat sebuah karya yang berdampak bagi dirinya dan lingkungan terdekat. Pada 2 bab sebelumnya juga, peserta didik sudah menguasai teknik menggambar dengan skala dan juga proses mendesain menggunakan pola ragam hias yang khas dari sekitar mereka
Profil Pelajar Pancasila Meningkatkan kemampuan bergotong royong melalui kolaborasi yang terbuka, dinamis, dan saling menghargai; meningkatkan kreativitas melalui pengembangan gagasan yang orisinil.
HUBUNGAN DENGAN SEJARAH SENI RUPA Dalam seni tradisi, anggota masyarakat yang memiliki bakat seni biasanya dipilih untuk meneruskan kebiasaan untuk membuat benda-benda seni, baik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ataupun keperluan upacara. Kemudian saat seni rupa modern berkembang di abad ke-20, ada pemisahan antara seni tradisi yang terus dipraktikkan di masyarakat dengan seni rupa yang ada ditemui di galeri atau museum seni. Selama bertahun-tahun seni rupa tidak lagi menjadi bagian kehidupan masyarakat yang berdampak langsung, sejarahnya berjalan sendiri meskipun beberapa karya yang dibuat masih berkesesuaian dengan kondisi nyata di masyarakat. Namun pasca Reformasi 1998, kita bisa melihat pergeseran kembali seniman yang berkarya di tengah masyarakat dan menawarkan solusi serta berdampak langsung pada mereka. Selain dalam bidang seni rupa, keilmuan desain hadir di tengah masyarakat untuk memberikan solusi pada permasalahan yang terjadi.
Tisna Sanjaya, yang mengembangkan Imah Budaya (IBU) yang berarti Rumah Budaya di Cigondewah, Bandung. Ia melakukan penghijauan dan mendirikan rumah untuk warga beraktivitas budaya, serta menjadikan kawasan kumuh Cigondewah lebih ramah untuk warga yang masih hidup di sana
Singgih Susilo Kartono, seorang desainer produk asal Kandangan, Temanggung, Jawa Tengah, kembali ke desanya untuk menyelesaikan masalah ekonomi yang terjadi akibat pembangunan yang tidak merata. Ia menggerakkan warga sekitar untuk menggunakan bahan alami yang tersedia di dekat mereka, yaitu kayu, untuk membuat produk radio kayu yang unik. Bersama dengan masyarakat, ia mendirikan sebuah perusahaan bernama Magno yang selain memproduksi juga menjaga keberlangsungan lingkungan dengan melakukan penghijauan kembali setelah masa tebang kayu.
MERASAKAN Dalam kegiatan “Merasakan”, peserta didik akan diajak untuk membuat kelompok beserta identitasnya dan berkeliling sekolah mengamati dan mencatat apa saja permasalahan yang bisa dipecahkan. Permasalahan di sekolah antara lain : 1.Kebersihan lingkungan sekolah 2.kurangnya minat baca 3.kedisiplinan siswa 4. bullying
Membayangkan KARYA YANG BERMAKNA DAN Dalam kegiatan “Membayangkan”, BERKAITAN DENGAN peserta didik bersama kelompoknya PERMASALAHAN DI akan belajar dari seniman/pekerja LINGKUNGAN SEKOLAH seni yang ada di sekitar sekolah tentang bagaimana menggunakan cara artistik untuk memecahkan masalah. Peserta didik juga belajar untuk memilah dan memilih solusi dari permasalahan yang ingin mereka pecahkan
MELAKUKAN Dalam kegiatan “Melakukan”, peserta didik diarahkan untuk mewujudkan solusi yang mereka pilih bersama-sama dalam kelompok. Pada kegiatan ini kalian mengeksekusi apa yang sudah direncanakan pada tahap sebelumnya untuk membuat karya yang bermakna dan terkait dengan lingkungan sekolah.
BERBAGI Dalam kegiatan “Berbagi”, peserta didik mendapatkan kesempatan untuk berbagi dan menyimak proses yang sudah dijalani oleh masing-masing kelompok. Dalam kegiatan ini siswa akan mempresentasikan karya mereka di depan kelas atau membuat pameran yang berisi hasil karya mereka.
Search
Read the Text Version
- 1 - 12
Pages: