Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore 02 - Buku Informasi-3 (Modul 3 Pergudangan)

02 - Buku Informasi-3 (Modul 3 Pergudangan)

Published by Wahyu Fitrianda, 2023-06-12 05:42:45

Description: 02 - Buku Informasi-3 (H.522900.013.01)

Search

Read the Text Version

Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul Bidang Logistik Industri Agro H.522900.013.01 BUKU INFORMASI MENERAPKAN ADMINISTRASI PERGUDANGAN H.522900.013.01 PENYUSUN MODUL NAMA PROFESI MEILIZAR, ST, MT. Dosen Politeknik ATI Padang PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN INDUSTRI POLITEKNIK ATI PADANG JL.BUNGO PASANG TABING - PADANG Judul Modul : Menerapkan Administrasi Pergudangan Halaman: 1 dari 32 Buku Informasi Versi: 2017

Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul Bidang Logistik Industri Agro H.522900.013.01 DAFTAR ISI DAFTAR ISI -------------------------------------------------------------------------------------------- 2 BAB I PENDAHULUAN --------------------------------------------------------------------------- 3 4 A. Tujuan Umum --------------------------------------------------------------------------- 4 B. Tujuan Khusus -------------------------------------------------------------------------- 5 BAB II MEMPERSIAPKAN DATA PENDUKUNG ------------------------------------------ A. Pengetahuan yang diperlukan dalam mempersiapkan 5 data pendukung ------------------------------------------------------------------------ 1. Aktivitas Gudang ----------------------------------------------------------------- 5 2. Prinsip Penerimaan --------------------------------------------------------------- 6 3. Prinsip Penyimpanan ------------------------------------------------------------ 7 4. Prinsip Pengeluaran dan Pengendalian Barangi -------------------------- 8 5. Personil ----------------------------------------------------------------------------- 8 B. Keterampilan yang diperlukan dalam mempersiapkan data pendukung ----------------------------------------------------------------------- 9 C. Sikap Kerja dalam mempersiapkan data pendukung ------------------------- 9 BAB III MELAKSANAKAN KEGIATAN ADMINISTRASI ------------------------------- A. Pengetahuan yang dibutuhkan dalam melaksanakan kegiatan administrasi --------------------------------------------------------------------------- 11 1. Formulir - formulir dalam administrasi gudang ---------------------- 11 B. Keterampilan yang diperlukan dalam melaksanakan kegiatan administrasi ----------------------------------------------------------------------------- 19 C. Sikap kerja dalam melaksanakan kegiatan administrasi -------------------- 19 BAB IV MELAKUKAN EVALUASI TERHADAP KEGIATAN ADMINISTRASI A. Pengetahuan yang dibutuhkan dalam melakukan evaluasi terhadap kegiatan administrasi ------------------------------------------- 20 1. Indikator penilaian kinerja (Key Performance Indicators) ------------ 20 2. Konsep tindakan koreksi dan perbaikan terhadap kegiatan operasional gudang -------------------------------------------------------------------------- 22 Judul Modul : Menerapkan Administrasi Pergudangan Halaman: 2 dari 32 Buku Informasi Versi: 2017

Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul Bidang Logistik Industri Agro H.522900.013.01 B. Keterampilan yang diperlukan dalam melakukan evaluasi 28 terhadap kegiatan administrasi ---------------------------------------------------- 29 C. Sikap kerja dalam melakukan evaluasi terhadap kegiatan administrasi --------------------------------------------------- DAFTAR PUSTAKA----------------------------------------------------------------------------------- 31 DAFTAR PERALATAN------------------------------------------------------------------------------- 32 DAFTAR PENYUSUN MODUL-------------------------------------------------------------------- 32 Judul Modul : Menerapkan Administrasi Pergudangan Halaman: 3 dari 32 Buku Informasi Versi: 2017

Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul Bidang Logistik Industri Agro H.522900.013.01 BAB I PENDAHULUAN A. TUJUAN UMUM Setelah mempelajari modul ini peserta latih diharapkan mampu menerapkan administrasi pergudangan B. TUJUAN KHUSUS Adapun tujuan mempelajari unit kompetensi melalui buku informasi menerapkan administrasi pergudangan ini guna memfasilitasi peserta didik sehingga pada akhir pembelajaran diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut: Mempersiapkan data pendukung, Melaksanakan kegiatan administrasi, Mengevaluasi terhadap kegiatan administrasi. Judul Modul : Menerapkan Administrasi Pergudangan Halaman: 4 dari 32 Buku Informasi Versi: 2017

Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul Bidang Logistik Industri Agro H.522900.013.01 BAB II MEMPERSIAPKAN DATA PENDUKUNG A. PENGETAHUAN YANG DIPERLUKAN DALAM MEMPERSIAPKAN DATA PENDUKUNG Gudang adalah fasilitas khusus yang bersifat tetap, yang dirancang untuk mencapai target tingkat pelayanan dengan total biaya yang paling rendah. Gudang dibutuhkan dalam proses koordinasi penyaluran barang, yang muncul sebagai akibat kurang seimbangnya proses penawaran dan permintaan. Definisi gudang adalah bagian dari sistem logistik perusahaan yang menyimpan produk-produk (raw material, parts, goods-in-process, finished goods) pada dan antara titik sumber (point of origin) dan titik konsumsi (point of cumsumption), dan menyediakan informasi kepada manajemen sebagai status, kondisi, dan disposisi dari item-item yang disimpan. 1. Aktivitas gudang Aktivitas yang mendominasi di gudang lebih banyak pada kegiatan mencari, mengambil, menyiapkan, sampai menyerahkan barang yang diminta (order picking). adapun aktifitas dasar gudang yaitu sebagai berikut : 1. Receiving (unloading) - Penerimaan barang yang datang sesuai dengan aturan perusahaan atau gudang - Manajemen bahwa kualitas dan kuantitas material sesuai dengan pesanan. - Penempatan material digudang atau ke bagian atau ke departemen lain yang memerlukan. 2. Putaway yaitu aktivitas penempatan material atau produk yang telah dibeli digudang. 3. Storage yaitu penyimpanan material sementara sambil menunggu material tersebut digunakan untuk proses selanjutnya atau dikirim pada bagian yang memerlukan atau pelanggan. Metode penyimpanan dan penanganan produk atau material tergantung pada ukuran,kualiatas dan karakteristik produk atau material tersebut. Judul Modul : Menerapkan Administrasi Pergudangan Halaman: 5 dari 32 Buku Informasi Versi: 2017

Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul Bidang Logistik Industri Agro H.522900.013.01 4. Order picking yaitu proses pemindahan dari gudang untuk memenuhi permintaan tertentu. Proses ini merupakan wujud pelayanan gudang kepada para pemakai dan konsumennya. 5. Packaging (Pengepakan) Langkah pilihan setelah proses pengambilan (picking) 6. Penyortiran Pengambilan batch menjadi pesanan individu dan akumulasi pengambilan yang terdistribusi disebabkan variasi barang yang besar. 7. Pengepakan dan pengiriman Pemeriksaan barang dalam kontainer hingga pengiriman. 2. Prinsip Penerimaan Bahan Baku Prinsip penerimaan bahan baku adalah jumlah yang diterima harus sesuai dengan yang dipesan, mutu yang diterima harus dengan spesfifikasi yang disepakati dalam perjanjian dan harga bahan baku yang tercantum dalam faktur pembelian harus sama dengan harga bahan yang tercantum dalam perjanjian jual beli. Proses dasar pada penerimaan adalah : 1. Memeriksa kembali daftar pemesanan bahan baku 2. Memeriksa spesifikasi bahan baku 3. Memutuskan menerima atau menolak bahan baku yang datang 4. Memeriksa kembali daftar penerimaan bahan baku 5. Membuat laporan penerimaan bahan baku 6. Menyalurkan bahan baku ke gudang Orang yang bertanggung jawab untuk menerima baku baku dan persediaan harus terbiasa dengan spesifikasi. Setiap baku baku yang ditentukan oleh berat harus dipertimbangkan seperti yang disampaikan. baku baku harus diperiksa untuk kualitas dan setiap item dihitung. Setelah memastikan semua barang diterima dalam kondisi memuaskan,slip pengiriman dari pemasok harus ditandatangani. Pengiriman tidak boleh diterima tanpa berat memverifikasi atau menghitung, kualitas, dan harga Judul Modul : Menerapkan Administrasi Pergudangan Halaman: 6 dari 32 Buku Informasi Versi: 2017

Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul Bidang Logistik Industri Agro H.522900.013.01 Tugas dan tanggung jawab tim penerima bahan baku adalah sebagai berikut: 1. Meneliti apakah bahan baku yang diserahkan oleh pemasok sesuai dengan ketentuan-ketentuan (spesifikasi) sebagaimana tercantum dalam kontrak kerja. 2. Mencocokan jumlah dan jenis bahan baku yang diserahkan oleh pemasok apakah sudah sesuai dengan pesanan yang tercantum dalam daftar pesanan bahan baku. 3. Mengambil keputusan menerima atau tidak menerima bahan baku yang diserahkan oleh pemasok. Receiving area adalah tempat yang secara spesifik digunakan untuk menerima dan mengontrol bahan baku yang telah dipesan oleh bagian pembelian. Pemeriksaan terhadap bahan baku yang masuk meliputi: berat, temperatur, kuantitas, ukuran, dan kualitas barang. Lantai daerah penerimaan bahan baku harus memiliki permukaan yang rata untuk memudahkan pembersihan dan mencegah mikroorganisme untuk berkembang biak. Barang–barang yang masuk seharusnya tidak diletakkan dilantai, minimal barang-barang diletakkan 10 cm dari lantai. Petugas penerima harus menguasai penggunaan berbagai macam peralatan utama, antara lain timbangan, dimana keakuratan timbangan sangat penting. Petugas penerimaan harus mengukur berat dari semua bahan baku dan membandingkannya dengan berat yang tetera pada nota pembelian. Timbangan harus diperiksa ulang keakuratannya sekurang-kurangnya setiap 6 bulan sekali. Selain peralatan yang cukup, untuk penerimaan bahan baku juga diperlukan ruangan atau jarak penerimaan. Idealnya, ruang penerimaan harus dekat dari pintu pengiriman bahan baku, gudang penyimpanan, lemari es dan freezer untuk meminimalisir waktu dan usaha memindahkan ke dalam tempat penyimpanan. 3. Prinsip Penyimpanan Bahan Baku Fungsi dari penyimpanan bahan baku adalah menyelenggarakan pengurusan bahan baku agar setiap waktu diperlukan dapat melayani dengan tepat, cepat dan aman digunakan dengan cara yang efisien. Sesuai dengan jenis barang dalam suatu proses industri, terdapat empat jenis gudang yaitu gudang operasional, gudang perlengkapan, gudang barang jadi dan gudang musiman. Prinsip dasar dalam Judul Modul : Menerapkan Administrasi Pergudangan Halaman: 7 dari 32 Buku Informasi Versi: 2017

Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul Bidang Logistik Industri Agro H.522900.013.01 penyimpanan bahan baku adalah tepat tempat, tepat waktu, tepat mutu, tepat jumlah dan tepat nilai. Syarat penyimpanan bahan baku secara umum antara lain : 1. Adanya sistem penyimpanan barang. 2. Tersedianya fasilitas ruang penyimpanan bahan baku sesuai persyaratan. 3. Tersedianya kartu stock/buku catatan keluar masuknya barang. Tahapan dalam proses penyimpanan : 1. Perputaran barang Untuk memastikan barang yang lebih lama harus dipakai terlebih dahulu (FIFO) 2. Membuang barang yang telah mencapai tanggal kadaluarsa 3. Membuat jadwal pengecekan barang Untuk memastikan bahwa bahan baku yang telah mencapai tanggal kadaluarsa harus dikosongkan dari kontainer kemudian membersihkan dan mengisi ulang dengan bahan baku yang baru. 4. Memindahkan bahan baku antar kontainer dengan cara yang benar 5. Mengecek temperatur bahan baku yang disimpan dan area tempat penyimpanan. 6. Simpan bahan baku ditempat yang didesain untuk penyimpanan bahan baku. 7. Menjaga semua area penyimpanan tetap kering dan bersih. 4. Prinsip Pengeluaran dan pengendalian Barang Pendistribusian merupakan proses kegiatan pengeluaran dan penyaluran material dan peralatan dari gudang untuk diserahkan kepada yang berhak, melalui suatu proses serah terima yang dapat dipertanggungjawabkan, disertai dengan bukti serah terima. Hal ini dilakukan berdasarkan permintaan sesuai kebutuhan. Pengendalian merupakan proses kegiatan pengawasan atas pergerakan masuk keluarnya material dan peralatan dari dan ke gudang agar persediaan dan penempatan dapat diketahui secara cepat, tepat, dan akurat serta dapat diterapkan. Judul Modul : Menerapkan Administrasi Pergudangan Halaman: 8 dari 32 Buku Informasi Versi: 2017

Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul Bidang Logistik Industri Agro H.522900.013.01 5. Personil Semua personil di area penyimpanan harus diberikan pelatihan awal dan berkesinambungan yang berkaitan dengan cara distribusi dan penyimpanan yang baik, peraturan yang berkaitan, dan peraturan keselamatan. Catatan pelatihan harus disimpan untuk diperiksa bila diperlukan. Semua anggota staf harus dilatih dan mempunyai tingkat kebersihan dan sanitasi yang tinggi. Petunjuk yang jelas tentang kebersihan pribadi harus didistribusikan dan diamati. Personil yang bekerja di area penyimpanan harus mengenakan pakaian pelindung atau pakaian kerja sesuai dengan aktivitas yang mereka lakukan. Manajemen gudang dilakukan oleh pengelola gudang yang ditunjuk berdasarkan peraturan yang berlaku dan sekurang-kurangnya terdiri dari Kepala gudang, mempunyai tugas pokok antara lain: 1. Mengelola penerimaan, penyimpanan dan pendistribusian material dan peralatan. 2. Melakukan perencanaan, pengendalian dan pelaporan pergudangan. 3. Mengamankan pergudangan beserta isi dan lingkungannya dari segala 4. sesuatu yang mengancam keberadaan gudang beserta isinya. 5. Mendukung percepatan pendistribusian material. B. KETERAMPILAN YANG DIPERLUKAN DALAM MEMPERSIAPKAN DATA PENDUKUNG 1. Menentukan personil yang bertanggung jawab disetiap aktivitas utama pergudangan. 2. Mempersiapkan dokumen penerimaan (receiving) bahan baku. 3. Mempersiapkan dokumen penyimpanan (storage) dan penanganan (material handling) bahan baku. 4. Mempersiapkan dokumen persiapan pengiriman (order & picking) produk jadi. 5. Menentukan jenis peralatan dan sarana pendukung untuk kegiatan administrasi gudang komoditi agro. 6. Mempersiapkan formulir penilaian kinerja untuk bagian penerimaan (receiving), penyimpanan (storage) dan penanganan (material handling),persiapan pengiriman (order & picking). Judul Modul : Menerapkan Administrasi Pergudangan Halaman: 9 dari 32 Buku Informasi Versi: 2017

Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul Bidang Logistik Industri Agro H.522900.013.01 C. SIKAP KERJA DALAM MEMPERSIAPKAN DATA PENDUKUNG 1. Cermat dalam menentukan personil yang bertanggung jawab di setiap aktivitas utama pergudangan. 2. Cermat dan teliti dalam mempersiap kan dokumen penerimaan (receiving) bahan baku. 3. Cermat dan teliti dalam mempersiap kan dokumen penyimpanan (storage)dan penanganan (material handling) bahan baku. 4. Cermat dan teliti dalam mempersiap kan dokumen persiapan pengiriman (order & picking) produk jadi. 5. Tepat dalam menentukan jenis peralatan dan sarana pendukung untuk kegiatan administrasi gudang komoditi agro. 6. Teliti dan tepat dalam mempersiap kan formulir penilaian kinerja untuk bagian penerimaan (receiving) , penyimpanan (storage), penanganan (material handling), persiapan pengiriman (order & picking). Judul Modul : Menerapkan Administrasi Pergudangan Halaman: 10 dari 32 Buku Informasi Versi: 2017

Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul Bidang Logistik Industri Agro H.522900.013.01 BAB III MELAKSANAKAN KEGIATAN ADMINISTRASI A. PENGETAHUAN YANG DIBUTUHKAN DALAM MELAKSANAKAN KEGIATAN ADMINISTRASI Pengelolaan kartu pesediaan bahan baku perlu dan penting untuk memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada pelanggan. Agar berhasil secara efektif dalam mengelola persediaan bahan baku perlu dikembangkan suatu sistim yang terpadu dan terkoordinasi dengan baik. Untuk mencapai hasil yang efektif dalam pengelolaan persediaan bahan baku, perlu adanya prosedur pengelolaan kartu persediaan bahan baku, peralatan yang digunakan, dokumen sumber serta pengelompokan persediaan bahan baku yang sesuai dengan identitas masing-masing jenis. 1. Formulir –formulir dalam administrasi gudang 1. Permintaan Pembelian (Purchases Requesition) Merupakan formulir untuk internal perusahaan, yang berfungsi untuk mencatat permintaan pembelian barang kepada bagian pembelian. Pencatatan aktifitas ini belum mempengaruhi posisi keuangan. Permintaan pembelian ditandatangani oleh pejabat yang berwenang untuk menjadi pesanan pembelian. Judul Modul : Menerapkan Administrasi Pergudangan Halaman: 11 dari 32 Buku Informasi Versi: 2017

Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul Bidang Logistik Industri Agro H.522900.013.01 2. Check sheet / Telly Sheet Tally sheet / check sheet adalah sebuah dokumen sederhana yang digunakan untuk mengumpulkan data pada saat real-time dan pada lokasi dimana data tersebut muncul. Biasanya dokumen ini terdiri dari formulir kosong yang didesain untuk “merekam” atau menyimpan informasi yang diinginkan dengan cepat, mudah, dan efisien. Infromasi-informasi yang dikumpulkan ini dapat berupa data kualitatif maupun kuantitatif. 3. Laporan Penerimaan Barang (Receiving Report) Laporan penerimaan barang berisi data hasil pemeriksaan atas barang yang diterima dan dokumen-dokumen yang terkait antara lain berisi keterangan mengenai :  Tanggal penerimaan barang  Nomor order pembelian yang bersangkutan  nama, jenis, tipe, kuantitas dan kualitas barang yang diterima  catatan hasil pemeriksaan barang misalnya cocok tidaknya barang dengan order, adanya barang yang rusak dan sebagainya Judul Modul : Menerapkan Administrasi Pergudangan Halaman: 12 dari 32 Buku Informasi Versi: 2017

Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul Bidang Logistik Industri Agro H.522900.013.01 Formulir ini diisi oleh bagian penerimaan barang setelah barang yang diterima dan diperiksa. 4. Daftar Perincian Barang (Packing List) packing list merupakan daftar perincian barang-barang yang ada di dalam peti. Guna packing list ini adalah untuk dapat memudahkan dalam mengetahui isi barnag dalam peti apabila sewaktu-waktu ada pemeriksaan. Dengan adanya packing list, maka akan lebih mudah dalam meneliti isi tiap peti atau koli. Koli merupakan istilah untuk menyebut suatu kesatuan bungkusan yang biasa digunakan dalam pengemasan, semisal peti, bal, pak atau lain sebagainya. Untuk menulis packing list sama sekali tidak sulit. Packing list hanya perlu dibuat dengan mengisi detail dari barang-barang yang dikirimkan meliputi : no koli, isi tiap kolinya, ukuran, dan netto. Judul Modul : Menerapkan Administrasi Pergudangan Halaman: 13 dari 32 Buku Informasi Versi: 2017

Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul Bidang Logistik Industri Agro H.522900.013.01 5. Surat Jalan ( Delivery Order) surat jalan adalah salah satu jenis surat niaga yang keberadaanya sangat penting untuk keperluan pengiriman barang. surat jalan ini adalah sebuah dokumen yang wajib di bawa pada saat melakukan pengiriman barang dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Dan pada umumnya, surat jalan ini dibuat apabila akan mengirim barang dengan jarak yang cukup jauh. Isi surat jalan berisi data barang, jumlah barang atau produk, kualitas barang. Tujuan dari pembuatan surat jalan adalah untuk memudahkan si sopir saat mengirim barang karena seringkali di jalanan sering ada pemeriksaan yang dilakukan oleh polantas. Dengan adanya surat jalan ini, akan memudahkan polisi dalam mengecek barang yang dibawa. Dan untuk si sopir juga bisa menghemat waktu karena tidak perlu membongkar barang bawaan untuk memperlihatkan kepada polantas. Surat jalan ini dibuat dalam tiga rangkap, lembar atau rangkap pertama sebagai bukti transaksi bahwa barang telah diserahkan. Lembar / rangkap kedua ditujukan untuk untuk pembeli atau penerima barang dan rangkap tiga untuk arsip bagi perusahaan yang mengeluarkannya. Untuk lebih jelasnya lagi, lihat contoh surat jalan yang ada dibawah ini. Judul Modul : Menerapkan Administrasi Pergudangan Halaman: 14 dari 32 Buku Informasi Versi: 2017

Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul Bidang Logistik Industri Agro H.522900.013.01 6. Kartu Gudang /Kartu Stock /Bin Card (Stock Card) Prinsip kartu gudang adalah pencatatan pergerakan transaksi keluar masuk satu item yang mengidentifikasi tipe transaksi (masuk dari supplier, masuk dari retur outlet, keluar ke outlet, keluar disposal / rusak, keluar untuk pemakaian tertentu, dll) lengkap dengan jam transaksi, jumlah barang, keterangan tujuan / asal barang. kartu gudang menjadi penting sebagai dokumentasi persediaan yang menjadikan pekerja / karyawan dapat memonitor setiap item yang terdapat pada sebuah gudang. Pencatatan kartu gudang sangat efektif untuk melacak terjadinya “kejanggalan” persediaan yang terjadi karena kelalaian karyawan atau kesalahan sistem. Idealnya kartu gudang dapat terekam secara otomatis ketika ada transaksi keluar masuk satu item pada gudang. Layaknya prinsip buku tabungan, setiap ada pengambilan, pembayaran, tabungan, maka saldo tabungan langsung berkurang/bertambah secara otomatis (sedapat mungkin tercatat secara “real time”). Hal ini harus didukung adanya sistem yang terinstal pada sistem pergudangan. Jika tidak melalui sistem maka pilihan yang ada tentunya dilakukan secara manual, baik pencatatan di kertas maupun diinput dalam program terpisah seperti Microsoft Excel. Judul Modul : Menerapkan Administrasi Pergudangan Halaman: 15 dari 32 Buku Informasi Versi: 2017

Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul Bidang Logistik Industri Agro H.522900.013.01 Opsi manual ini sangat rentan oleh kesalahan karyawan yang melakukan pencatatan, terlebih jika item yang harus dicatat kartu kartu gudang cukup banyak. 7. Bukti Penerimaan Barang ( Retur Jual ) Ketika satu pihak memesan sejumlah barang ke pemasok, maka dia akan mengirimkan PO ke pemasok. Barang sesuai jumlah PO ini nantinya akan dibawa ke Gudang tempat yang disiapkan oleh si pemesan. Tim Gudang tentunya tidak selalu tahu jenis barang apa yang dipesan, oleh sebab itu tim Gudang perlu memastikan kesesuaian PO dengan fisik barang yang ada. Setelah PO diperiksa dan sesuai dengan seluruh item yang dibawa, maka selanjutnya dibuat Bukti Tanda terima Barang.Bukti Tanda Terima Barang serta Faktur akan berhubungan dengan penagihan uang. Bukti Tanda Terima barang akan dijadikan dasar oleh pihak supplier untuk menagih ke pemesan barang. Pentingnya untuk membuat Bukti Tanda Terima Barang ini asli dan ada tanda-tanda yang dilampirkan, semisal PO atau surat lain yang menjamin keaslian dokumen ini. Judul Modul : Menerapkan Administrasi Pergudangan Halaman: 16 dari 32 Buku Informasi Versi: 2017

Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul Bidang Logistik Industri Agro H.522900.013.01 8. Bukti pengembalian barang ( Retur Beli) Pembelian barang yang dilakukan perusahaan kepada pemasok terdapat beberapa barang yang rusak atau tidak sesuai pesanan. Barang trersebut bisa ditukar dengan barang yang baru atau ditukar dengan uang jika pembelian atau penjualan secara tunai atau tidak di tukar dengan apapun jika kredit. Judul Modul : Menerapkan Administrasi Pergudangan Halaman: 17 dari 32 Buku Informasi Versi: 2017

Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul Bidang Logistik Industri Agro H.522900.013.01 9. Form Barang rusak (Demages /Spoile good) Di dalam melakukan transaksi jual beli terkadang barang yang kita beli tidak selalu sesuai dengan yang kita harapkan,banyak buyer yang membeli sebuah produk karena melihat foto produk tersebut sangat bagus,namun ketika barangnya sampai,barang tersebut tidak sesuai seperti yang diharapkan,oleh karena hal seperti itulah surat pengaduan barang barang rusak atau complaint letter diperlukan. Contoh Surat pengaduan barang ini adalah salah satu surat yang termasuk surat niaga dan merupakan surat claim/klaim atas barang yang tidak layak atau rusak,surat klaim ini kemudian digunakan untuk memberitahukan kepada penjual bahwa barang yang dikirimnya tidak sesuai dengan harapan sehingga si penjual dapat mengirim barang yang lain atau melakukan refund uang. Didalam surat klaim ini berisikan informasi lengkap mengenai barang,jenis kerusakan ringan atau berat serta pilihan refund atau mengganti barang yang baru.berikut contoh surat pegaduan barang rusak atau complaint barang rusak. Judul Modul : Menerapkan Administrasi Pergudangan Halaman: 18 dari 32 Buku Informasi Versi: 2017

Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul Bidang Logistik Industri Agro H.522900.013.01 B. KETERAMPILAN YANG DIPERLUKAN DALAM MELAKSANAKAN KEGIATAN ADMINISTRASI 1. Menyusun dokumen pembelian bahan baku berdasarkan surat order pembelian. 2. Menyusun laporan penerimaan barang berdasarkan dokumen bukti penerimaan barang. 3. Menyusun dokumen pengiriman produk jadi berdasarkan surat order pengiriman. 4. Membuat surat jalan. 5. Membuat faktur/invoice penjualan 6. Melakukan pengisian formulir produk rusak. 7. Melakukan pengisian formulir permintaan sampel. 8. Melakukan pengisian formulir komplain kekurangan barang 9. Mengumpulkan dan menyusun dokumen administrasi pergudangan sesuai dengan aturan sistem pengarsipan data. C. SIKAP KERJA DALAM MELAKSANAKAN KEGIATAN ADMINISTRASI 1. Tepat dan akurat dalam menyusun dokumen pembelian bahan baku berdasarkan surat order pembelian. 2. Tepat dan akurat dalam menyusun laporan penerimaan barang berdasarkan dokumen bukti penerimaan barang. 3. Tepat dan akurat dalam menyusun dokumen pengiriman produk jadi berdasarkan surat order pengiriman dengan. 4. Tepat dalam membuat surat jalan. 5. Tepat dalam membuat faktur/invoice penjualan. 6. Teliti dan tepat dalam melakukan pengisian formulir produk rusak. 7. Teliti dan tepat dalam melakukan pengisian formulir permintaan sampel. 8. Teliti dan tepat dalam melakukan pengisian formulir komplain kekurangan barang. 9. Cermat dan teliti dalam mengumpulkan dan menyusun dokumen administrasi pergudangan sesuai dengan aturan sistem pengarsipan data. Judul Modul : Menerapkan Administrasi Pergudangan Halaman: 19 dari 32 Buku Informasi Versi: 2017

Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul Bidang Logistik Industri Agro H.522900.013.01 BAB IV MENGEVALUASI TERHADAP KEGIATAN ADMINISTRASI A. PENGETAHUAN YANG DIBUTUHKAN DALAM MENGEVALUASI TERHADAP KEGIATAN ADMINISTRASI 1. Indikator Pegukuran Kinerja (Key Performance Indicators) Key Performance Indicators, adalah indikator yang digunakan untuk mengukur hasil progres kerja dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan. Menentukan ukuran kinerja harus searang dengan visi, misi, tujuan dan sasaran dari perusahaan. Saat ini KPI’s menjadi satu hal yang sangat penting untuk perusahaan agar kinerjanya dapat diketahui dengan ukuran yang telah disepakati. Sehingga bisa dilihat apakah personil atau SDM atau tim yang ada dalam perusahaan tersebut berprestasi atau tidak, mendukung atau tidak dengan visi, misi, tujuan dan sasaran dari perusahaan. Dengan ukuran tersebut diharapkan menilai tim, SDM atau organisasi lebih objektif. Perlu dipahami dan diketahui bahwa membuat suatu alat ukur kinerja itu tidak mudah dan perlu penelitian dan kajian yang jelas agar alat ukur tersebut bukan menjadi sebuah cerita saja. Oleh karena itu alat ukur tersebut haruslah : Spesific (Harus jelas), Measurable (Dapat diukur), Achievable (Dapat dicapai), Relevant (Sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan), Time Base (Memiliki ukuran waktu). Dengan demikian maka alat ukur bisa menjadi objektif dan diisamping itu dalam membuat atau mendesain alat ukur (KPI’s) tersebut haruslah : 1. Relevan dengan sasaran. Maksudnya adalah alat ukur tersebut memiliki keterkaitan dengan sasaran dan target yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Jadi jika alat ukur tersebut tidak sesuai dengan saaran atau target maka alat ukur tersebut tidak dapat digunakan 2. Mudah di kontrol. Alat ukur yang dibuat haruslah mudah dikontrol. Alat kontor yang dapat digunakan yaitu data atau dokumen. Jadi apabila kita akan membuat KPI’s tetapi tidak ada data atau dokumen atau data dan dokumen tersebut tidak dapat dibuat, maka lebih baik alat ukur tersebut tidak digunakan Judul Modul : Menerapkan Administrasi Pergudangan Halaman: 20 dari 32 Buku Informasi Versi: 2017

Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul Bidang Logistik Industri Agro H.522900.013.01 3. Dapat dilakukan tindak lanjut. Maksudnya adalah untuk mencapai KPI’s tersebut masih dapat dilakukan aktivitas improvement atau perbaikan terhadap proses, akan tetapi jika kita menetapkan KPI’s tetapi KPI’s tersebut tidak bisa dicapai walaupun kita sudah melakukan perubahan maka lebih baik KPI’s tersebut tidak dipergunakan 4. Simple. KPI’s tersebut harus mudah untuk dijelaskan atau dimengerti oleh setiap tim yang akan diukur kinerjanya. Apabila KPI’s tersebut dapat menimbulkan persepsi yang berbeda maka KPI’s tersebut tidak dapat dipergunakan 5. Kredible. KPI’s yang disusun, haruslah tidak mudah untuk dimanipulasi dan bisa dilakukan kontrol atau cross check, sehingga diyakini kebenarannya terhadap hasil penilaian tersebut. Jika KPI’s mudah dimanipulasi dan tidak dapat dikontrol, lebih baik tidak digunakan Bentuk atau formulir KPI’s adalah sebagai berikut : Menyusun KPI’s perlu langkah-langkah yang jelas karena memang tidaklah semudah mengucapkan KPI’snya. Disini disampaikan gambaran untuk menyusun KPI’s agar bisa menjadi pedoman dalam pembuatannya. 1. Menentukan Sasaran dan Target Harus diingat bahwa sasaran adalah langkah untuk mencapai tujuan. Sedangkan target adalah hasil akhir yang harus dicapai dari sasaran atau hasil kerja yang dilakukan. Disini yang paling penting adalah ketersediaan data atau dokumen untuk melihat hasil kerjanya. Jika tidak ada atau tidak bisa dibuat jangan dimasukan dalam KPI’s tersebut. Menentukan sasaran atau target mana yang terlebih dahulu, terserah mana yang paling mudah dikerjakan, bisa sasaran terlebih dahulu atau target terlebih dahulu. Judul Modul : Menerapkan Administrasi Pergudangan Halaman: 21 dari 32 Buku Informasi Versi: 2017

Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul Bidang Logistik Industri Agro H.522900.013.01 2. Membuat KPI’s Seperti telah disebutkan diatas bahwa KPI’s adalah alat ukur maka dalam KPI’s tersebut disampaikan bagaimana mengukur hasil kerjanya. Misalnya; jumlah, rasio, prosentase dll. Dan memang informasi tersebut tersedia data dan dokumennya 3. Menentukan Bobot Menentukan bobot yang perlu diperhatikan adalah tingkat kesulitan untuk mencapainya memiliki bobot yang lebih besar. Jika ada penilaian yang saling berhubungan atau saling mempengaruhi maka disarankan untuk memiliki bobot yang sama 2. Konsep tindakan koreksi dan perbaikan terhadap kegiatan operasional gudang. Kegiatan manajemen yang dilakukan di gudang meliputi, perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan dan pelaksanaan (actuating), serta pengendalian (controlling), perlu diterapkan pada kegiatan utama pergudangan secara seksama dan terintegrasi. Judul Modul : Menerapkan Administrasi Pergudangan Halaman: 22 dari 32 Buku Informasi Versi: 2017

Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul Bidang Logistik Industri Agro H.522900.013.01 Saat ini manajemen pergudangan semakin berkembang dan semakin disadari sebagai salah satu poin penting dari manajemen logistik yang berperan untuk menambah nilai (value) dalam menyampaikan produk kepada pelanggan, juga telah terjadi pergeseran paradigma dari gudang sebagai pusat biaya menjadi gudang sebagai pusat aset, dari gudang sebagai pusat investasi menjadi pusat pemberi nilai tambah terhadap tingkat pelayanan, sehingga semakin diperlukan fungsi audit untuk memastikan bahwa tujuan dan strategi pergudangan telah benar dan tercapai dengan baik. Audit selama ini selalu diidentikkan dengan sebuah ritual “pengecekan” yang dilakukan oleh seorang auditor karena sebuah objective tertentu. Dalam pelaksanaan aktivitas pergudangan, audit hingga saat ini masih dianggap sama dengan aktivitas stock opname/stock count untuk memastikan kesesuaian stok antara fisik dan sistem gudang. Dengan demikian, untuk meningkatkan kompetensi serta kinerja gudang, sudah saatnya dilakukan proses audit secara menyeluruh serta komprehensif terhadap peran dan kinerja gudang dengan cara melakukan “total audit” dalam upaya mendapatkan potret kinerja gudang yang sesungguhnya. Audit gudang yang dilakukan akan memastikan bahwa tujuan dan strategi pergudangan serta sistemnya disesuaikan secara optimal dengan lingkungan bisnis, baik yang sekarang maupun yang akan datang. Dengan kata lain, audit gudang bisa digunakan sebagai control, sekaligus penilaian keberhasilan pergudangan (warehouse effective rating instrument). Dengan melakukan audit gudang akan memberikan manfaat, antara lain: (1) Memberikan hasil evaluasi yang independent terhadap strategi dan operasional, (2) Mengidentifikasi area serta aktivitas yang membutuhkan perbaikan dan peningkatan, dan (3) Memberikan ide-ide inovatif dalam proses perbaikan berkelanjutan pada kinerja gudang. 2.1. Auditing Warehouse Performance Audit gudang harus dilakukan dengan mempertimbangkan visi, misi, strategi, dan kompetensi inti perusahaan. Audit gudang yang dilakukan akan memastikan bahwa tujuan dan strategi pergudangan serta sistemnya disesuaikan secara optimal dengan lingkungan bisnis, baik yang sekarang maupun yang akan datang. Alasan mengapa penting dilakukan proses audit kinerja gudang adalah untuk mendeteksi gejala dini bila proses dan aktivitas pergudangan bermasalah, selain itu kegiatan audit ini juga Judul Modul : Menerapkan Administrasi Pergudangan Halaman: 23 dari 32 Buku Informasi Versi: 2017

Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul Bidang Logistik Industri Agro H.522900.013.01 dilakukan dalam rangka melihat potensi masalah serta peluang untuk memberikan rekomendasi dalam meningkatkan efektivitas proses dan efisiensi biaya, guna mendongkrak kinerja perusahaan, meningkatkan pelayanan serta meningkatkan daya saing perusahaan, juga membantu menuju world-class warehousing. Tahapan untuk menuju world-class warehousing adalah (1) investigating warehouse operation yang terdiri atas: profiling, measuring system design, dan auditing, (2) innovating warehouse operations. Dari penjelasan tersebut, semaikn jelas fungsi serta peranan proses audit terhadap peningkatan kinerja dan daya saing perusahaan. Proses audit dapat dilakukan dengan beberapa perspektif, yaitu (1) proses dan kontrol biaya, (2) kualitas, dan (3) kinerja personil. Metode lain yang digunakan dalam proses audit ini adalah warehouse check-up, dengan metode ini proses audit dilakukan dalam 7 perspektif, yaitu: strategi(strategic), proses (process), operasional (operations), biaya(costs), sistem informasi (information system), fasilitas (infrastructure),dan sumber daya manusia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah warehouse check-up karena dengan menggunakan metode ini memungkinkan manajemen untukmelakukan pemeriksaaan terhadap suatu unit/departemen secara menyeluruh, komprehensif, sistematis, independen, dan berkala. 2.2. Warehouse Check-Up Metode yang digunakan dalam proses audit gudang pada penelitian ini adalah warehouse check-up. Metode ini dapat dijadikan dashboard kinerja gudang.Dengan menggunakan metode ini, dapat dilihat kinerja pada perspektif mana yang urgent untuk diperbaiki. Sama halnya dengan dashboard pada mobil, hanya dengan melihat satu display dapat dideteksi dengan segera bila bensin sudah hampir habis, atau bila suhu mesin sudah over haet, atau bila ada salah satu pintu mobil yang tidak kencang. Dengan menggunakan metode warehouse check-opini audit dilakukan dalam 7 area cakupan, yaitu: Judul Modul : Menerapkan Administrasi Pergudangan Halaman: 24 dari 32 Buku Informasi Versi: 2017

Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul Bidang Logistik Industri Agro H.522900.013.01 Penjelasan untuk setiap perspektif tersebut adalah sebagai berikut: 1. Strategi(strategic), Pada tahapan ini audit dilakukan untuk memastikanbahwa strategi gudang yang dijalankan sesuai dengan strategi divisi logistik dan perusahaan. Dengan memastikan bahwa strategi pergudangan sesuai dengan strategi divisi logistik dan perusahaan maka menunjukkan kesepahaman strategi dan tujuan yang akan dicapai. 2. Proses (process), Pada tahapan ini auditor harus memastikan bahwa ukuran kinerja yang sudah ditetapkan tercapai atau tidak. Jika tidak tercapaimaka alasannya juga harus dapat ditemukan dari staf gudang, baik melalui observasi maupun Interview. 3. Operasional (operations), Pada tahapan ini auditor harus mampu memancing para staf gudang untuk memaparkan flow operasional yang ada digudang, kemudian membandingkan dengan dokumen flow prosedur yang berlaku, sesuai atau tidak. Selain itu, dengan mengembangkan kreativitasnya, seorang auditor juga harus mampu menggali titik kritis dalam flow proses tersebut untuk disampaikan sebagai feedback guna efektivitas proses yang sedang berlangsung. Pada tahapan ini pun, auditor harus mampu menangkap proses mana saja yang tidak memberikan nilai dan dapat dieliminir, atau harus ditambahkan sehingga menambah nilai pada proses. Judul Modul : Menerapkan Administrasi Pergudangan Halaman: 25 dari 32 Buku Informasi Versi: 2017

Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul Bidang Logistik Industri Agro H.522900.013.01 4.Biaya (costs), Pada perspektif ini audit dilakukan untuk membandingkan antara target budget operasional pergudangan yang telah ditetapkan dengan pencapaian pengeluaran keuangan. Disamping itu, auditor juga dapat membandingkan dengan nilai normal pada industri yang sama, dengan melakukan benchmark. 5.Sistem informasi (information system), Pada perspektif ini audit dilakukan untuk menilai kelayakan, kesiapan, dan kualitas sistem informasi pergudangan yang ada, apakah sistem informasi yang ada memberikan: akurasi data yang sesuai dengan yang diinginkan, mempermudah kelancaran proses, dan memungkinkan ekspansi terhadap kebutuhan mendatang 6.Fasilitas (infrastructure), Pada perspektif ini audit dilakukan untuk menilai kelayakan, kesiapan, dan kualitas infrastruktur di gudang. Kondisi fisik bangunan gudang dan fasilitas penunjang lainnya sangat berpengaruh terhadap kegiatan operasional pergudangan. Mulai dari kondisi fisik gudang, lantai gudang, atap, forklift, rak penyimpanan, genset, ruang penyimpanan, hingga pantrydan kamar mandi, merupakan hal yang harus diperhatikan serta diaudit untuk memastikan bahwa kondisinya layak digunakan dan aman. Jadi, isu keamanan, kesehatan, dan kebersihan lingkungan akan menjadi topik utama proses audit untuk perspektif ini. 7.Sumber daya manusia (people), Pada perspektif ini audit dilakukan untuk menilai kelayakan, kesiapan, dan kualitas dari seluruh human resources yang terlibat dalam seluruh aktivitas pergudangan, apakah karyawan gudang yang ada mematuhi prosedur dan kebijakan yang ditetapkan, memiliki kelayakan serta kesesuaian pendidikan, memiliki pengalaman terhadap pekerjaan yang sedang dijalankan, apakah terdapat temuan untuk perbaikan. Judul Modul : Menerapkan Administrasi Pergudangan Halaman: 26 dari 32 Buku Informasi Versi: 2017

Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul Bidang Logistik Industri Agro H.522900.013.01 Proses warehouse check-up yang dilakukan meliputi: 1.Menentukan kebutuhan audit. Pada tahap ini, manajemen menentukan terlebih dahulu tingkat kebutuhan audit: apakah perlu, apakah penting atau tidak. Kemudian tentukan juga ruang lingkup yang akan diaudit. Tentunya hal ini harus diselaraskan dengan isu-isu kritis terkait proses bisnis atau terkait dengan strategi perusahaan yang tidak tercapai atau yang harus ditingkatkan. 2.Menentukan waktu dan frekuensi pelaksanaan. Pada tahap ini manajemen puncak perusahaan akan memutuskan siapa pelaksana audit. Apakah auditor akan ditunjuk dari departemen lain dalam perusahaan tersebut, menggunakan internal auditor, atau menggunakan jasa auditor eksternal. 3.Perencanaan check-up. Pada tahap ini, organisasi harus menyediakan dan mempersiapkan segala sumber daya yang dibutuhkan, seperti karyawan penanggung jawab setiap kegiatan operasional serta dokumen prosedur dan kebijakan gudang. Pada tahapan ini juga harus sudah disepakati metode yang akan digunakan dalam audit gudang nantinya. Beberapa metode yang sering dilakukan pada saat audit adalah interview dengan karyawan terkait, investigasi terhadap dokumen mutu yang ada dan dibandingkan dengan operasional dilapangan, samplingdata untuk memastikan beberapa point yang ingin digali lebih lanjut, dan pengematan visual terhadap fasilitas, alat kerja, serta operasional. 4.Implementasi check-up. Pada hari pelaksanaan audit ini auditor akan melakukan wawancara terhadap karyawan key person pada setiap kegiatan operasional gudang. Auditor juga akan mengumpulkan data (seperti prosedur, kebijakan, form-form terkait) juga melakukan pengamatan visual terhadap alat kerja dan fasilitas gudang. Judul Modul : Menerapkan Administrasi Pergudangan Halaman: 27 dari 32 Buku Informasi Versi: 2017

Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul Bidang Logistik Industri Agro H.522900.013.01 5.Mempresentasikan hasil check-up. Presentasi hasil audit dilakukan di depan manajemen puncak dan manajemen gudang dengan memaparkan data, fakta, angka dan temuan yang dilakukan dilapangan. Pada saat presentasi ini disampaiakan apasaja yang sudah dijalur yang tepat, area kritis yang membutuhkan perhatian lebih, dan peluang-peluang perbaikan disampaikan dengan objektif, detail dan terarah. B. KETERAMPILAN YANG DIPERLUKAN DALAM MENGEVALUASI TERHADAP KEGIATAN ADMI ISTRASI 1. Menganalisis seluruh dokumen administrasi pergudangan yang telah diisi. 2. Melakukan tindakan koreksi dan perbaikan dokumen administrasi pergudangan. 3. Mengumpulkan dan menyusun kembali dokumen administrasi pergudangan yang telah di koreksi. 4. Menghitung rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk memasukkan bahan baku ke gudang. 5. Menghitung persentase kesalahan penerimaan bahan baku dari total penerimaan. 6. Menghitung rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk mengeluarkan produk jadi dari gudang. 7. Menghitung persentase kesalahan pengiriman produk jadi dari total pengiriman. 8. Menghitung persentase tingkat akurasi data bahan baku dan produk jadi digudang. 9. Menghitung persentase kesesuaian proses pengelolaan gudang dengan ketentuan yang ada dalam SOP. 10. Menghitung persentase jumlah laporan gudang yang dibuat tepat waktu 11. Menghitung persentase jumlah bahan baku dan produk jadi yang mengalami kerusakan digudang. 12. Menghitung kapasitas tempat simpan (utilisasi tempat simpan). Judul Modul : Menerapkan Administrasi Pergudangan Halaman: 28 dari 32 Buku Informasi Versi: 2017

Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul Bidang Logistik Industri Agro H.522900.013.01 C. SIKAP KERJA DALAM MENGEVALUASI TERHADAP KEGIATAN ADMINISTRASI 1. Cermat dan akurat dalam menganalisis seluruh dokumen administrasi pergudangan yang telah diisi. 2. Cermat dan akurat dalam melakukan tindakan koreksi dan perbaikan dokumen administrasi pergudangan. 3. Cermat dan teliti dalam mengumpulkan dan menyusun kembali dokumen administrasi pergudangan yang telah di koreksi. 4. Tepat dan akurat dalam menghitung rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk memasukkan bahan baku ke gudang. 5. Tepat dan akurat dalam menghitung persentase kesalahan penerimaan bahan baku dari total penerimaan. 6. Tepat dan akurat menghitung rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk mengeluarkan produk jadi dari gudang. 7. Tepat dan akurat menghitung persentase kesalahan pengiriman produk jadi dari total pengiriman. 8. Tepat dan akurat menghitung persentase tingkat akurasi data bahan baku dan produk jadi digudang. 9. Tepat dan akurat menghitung persentase kesesuaian proses pengelolaan gudang dengan ketentuan yang ada dalam SOP. 10. Tepat dan akurat menghitung persentase jumlah laporan gudang yang dibuat tepat waktu. 11. Tepat dan akurat menghitung persentase jumlah bahan baku dan produk jadi yang mengalami kerusakan digudang. 12. Tepat dan akurat menghitung kapasitas tempat simpan (utilisasi tempat simpan). Judul Modul : Menerapkan Administrasi Pergudangan Halaman: 29 dari 32 Buku Informasi Versi: 2017

Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul Bidang Logistik Industri Agro H.522900.013.01 DAFTAR PUSTAKA A. Buku Referensi 1. Stuart, Emmett. 2005. “ Warehouse Management”. John Wiley & Sons, Ltd. 2. Gwynne, Richards. 2014. “Warehouse Management”. Kogan Page. 3. Donald, J. Bowersox. 2004. “ Manajemen Logistik 2”. Bumi Aksara. 4. Hakim, Arman. 2005. “ Manajemen Industri “. Penerbit ANDI Yogyakarta. 5. Syarief, Rizal. 1992. “ Teknologi Penyimpanan Pangan”. Penerbit ARCAN. 6. Warman, John. 2010. “ Manajemen Gudang “. LPPM. 7. Dimyati, Ahmad. 2015. “ Manajemen Logistik “. Mairodi mandiri Sejahtera. 8. Nurani. 2011. “ Pengolahan Hasil Pertanian, Perikanan dan Kelautan”. LPLM Institut Teknologi Indonesia. 9. Direktorat Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. “ Penanganan Bahan Hasil pertanian dan Perikanan. 2013. 10.Rahmi. 2011. “Manajemen penerimaan dan Penyimpanan Bahan Makanan di umah Sakit Haji Jakarta”. Karya Tulis Akhir. Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta. 11. Annisa. 2008. “ Manajemen persediaan Produk Ikan Segar pada Hipermarket Studi Kasus di Giant Hipermarket Mega Bekasi Hypermall Kota Bekasi. Skripsi Sarjana. Fakultas Pertanian - IPB. 12.Rangkuti, Freddy. Manajemen Persediaan Aplikasi dibidang Bisnis. Jakarta:Rajawali Pers, 2007. B. Majalah atau Buletin - C. Referensi Lain - Judul Modul : Menerapkan Administrasi Pergudangan Halaman: 30 dari 32 Buku Informasi Versi: 2017

Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul Bidang Logistik Industri Agro H.522900.013.01 DAFTAR PERALATAN/MESIN DAN BAHAN A. Daftar Peralatan/Mesin No. Nama Peralatan/Mesin Keterangan Untuk di ruang teori 1. Laptop, infocus, laserpointer 2. Printer 3. B. Daftar Bahan No. Nama Bahan Keterangan Setiap peserta 1. Modul Pelatihan (buku informasi, buku kerja, buku penilaian) 2. Kertas HVS A4 3. Spidol whiteboard 4. Kertas chart (flip chart) 5. Tinta printer 6. Judul Modul : Menerapkan Administrasi Pergudangan Halaman: 31 dari 32 Buku Informasi Versi: 2017

Modul Pembelajaran Berbasis Kompetensi Kode Modul Bidang Logistik Industri Agro H.522900.013.01 DAFTAR PENYUSUN MODUL NO. NAMA PROFESI 1. MEILIZAR, ST, MT.  Dosen Politeknik ATI Padang Judul Modul : Menerapkan Administrasi Pergudangan Halaman: 32 dari 32 Buku Informasi Versi: 2017


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook