Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore BAHAN UJIAN SEMINAR PROPOSAL_PRAMONO_18510076

BAHAN UJIAN SEMINAR PROPOSAL_PRAMONO_18510076

Published by Prams Tunggal, 2021-11-26 06:45:43

Description: BAHAN UJIAN SEMINAR PROPOSAL_PRAMONO_18510076

Search

Read the Text Version

Keterangan : ������������������ = koefisien korelasi antara variable X dan variable Y n = banyaknya peserta tes X = nilai variabel X Y = nilai variabel Y (Sugiyono, 2017: 255) Untuk mengetahui apakah kuesioner yang digunakan valid atau tidak, maka dengan membandingkan antara nilai (rhitung) dengan (rtabel) dengan taraf signifikansi 5% atau 0,05. Apabila rhitung > rtabel maka instrumen dikatakan valid, apabila rhitung< r tabel maka intrumen dikatakan tidak valid. Uji validitas digunakan untuk menguji sejauh mana ketepatan alat ukur dapat mengungkapkan konsep gejala/kejadian yang diukur. Pengujian validitas dilakukan terhadap daftar pertanyaan yang telah diisioleh responden dan akan diuji hasilnya untuk menunjukkan valid tidaknya suatu item kuesioner. Metode yang digunakan untuk menguji validitas instrumen adalah dengan koefisien korelasi Product Moment. 2. Uji Reliabilitas Pengertian reliabiltas menurut Arikunto (2010: 221) adalah dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Hasil pengukuran itu harus tetap sama (relatif sama) jika pengukuranya diberikan kepada subyek yang sama meskipun dilakukan oleh orang, waktu, dan tempat yang berbeda. Analisis ini dilakukan untuk mendapatkan 90

gambaran deskriptif mengenai responden penelitian ini, khususnya mengenai variabel-variabel penelitian yang digunakan. Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan uji reliabilitas internal yang diperoleh dengan cara meganalisis data dari suatu hasil uji coba dengan rumus Alpha. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada rumus berikut: ������11= [���������−��� 1][1-���������������������������²���²] Keterangan: ������11 = reliabilitas instrumen k = banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal ������������²������ = jumlah varians butir ������������² = varians total (Arikunto, 2010: 239) e. Teknik Analisis Data Adapun tahap pelaksananan analisis meliputi: (1) uji prasyarat (2) uji hipotesis. 1. Uji Prasyarat Analisis Persyaratan uji analisis data penelitian menggunakan uji normalitas dan homogenitas. Hal ini dilakukan sebagai prasyarat untuk menggunakan analisis korelasi product moment dan korelasi berganda karena korelasi product moment merupakan statistik parametrik. a. Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel terikat dan ketiga variabel bebasnya berdistribusi secara normal atau tidak. Model 91

regresi yang baik adalah yang memiliki nilai residual yang terdistribusi secara normal atau mendekati normal (Ghozali, 2013: 160). Tujuan uji normalitas data adalah untuk mengetahui kondisi data yang didapatkan berdistribusi normal ataukah sebaliknya. Pengujian ini dilakukan terhadap data mutu pendidikan, peran kepala sekolah, iklim sekolah, dan kinerja guru. Uji normalitas data dilakukan dengan menggunakan teknik Kolmogrofirnov Test (Y). Kriteria pengujian ini adalah jika signifikansi yang diperoleh > maka sampel berasal dari populasi berdistribusi normal. Jika signifikansi yang diperoleh < maka sampel bukan berasal dari populasi berdistribui normal. Taraf signifikansi uji adalah = 0,05. Hipotesis yang diuji sebagai berikut. Ho : sampel berasal dari populasi berdistribusi normal Ha : sampel tidak berasal dari populasi berdistribusi normal Hal ini bermakna Ho diterima jika data berdistribusi normal dengan indikasi jika Asyimtotis Significance lebih besar dari taraf nyata = 0,05. Tetapi sebaliknya, Ho ditolak jika distribusi data tidak normal. b. Uji Homogenitas Tujuan uji homogenitas sampel adalah untuk mengetahui kondisi data sampel yang diperoleh merupakan sampel berasal dari populasi bervarian homogen ataukah tidak homogen. Pengujian homogenitas data dari sampel menggunakan teknik uji analisis One-Way Anova. Kriteria uji homogenitas data dari sampel adalah jika nilai signifikansi > 0,05, maka variansi setiap sampel homogen dan (H1) ditolak, dan jika 92

nilai signifikansi < 0,05, maka variansi setiap sampel tidak homogen dan (H0) diterima. Hipotesis yang diuji sebagai berikut. H0: Varian populasi homogen Ha: Varian populasi adalah tidak homogen Kriteria pengujian terima hipotesis nol jika Asimtotik Significance lebih besar dari dari = 0,05 dan terima lainnya. c. Uji Linieritas Uji linieritas dilakukan untuk mengetahui apakah persamaan regresi yang ada merupakan persamaan linier atau berupa persamaan non linier. Hipotesis yang digunakan untuk menguji linieritas garis regresi tersebut dinyatakan sebagai berikut. H0 : Model regresi berbentuk linier H1 : Model regresi berbentuk non liner Untuk menyatakan apakah garis regresi tersebut linier atau tidak, ada dua cara yaitu dengan menggunakan harga koefisien F hitung pada linierity atau F hitung pada Deviation from liniearity. Bila menggunakan F hitung: F hitung > F tabel atau Sig. hitung α (0,05), maka dikatakan linier bila menggunakan Deviation from linierity, F hitung < F tabel atau Sig. hitung > α (0,05) maka dikatakan linier. 93

d. Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen) (Ghozali, 2013: 105). Uji multikolinearitas untuk membuktikan ada tidaknya hubungan yang linier antara variabel bebas satu dengan variabel bebas lainya. Hal yang diharapkan adalah tidak terjadi adanya hubungan yang linier (multikolienearitas) di antara variabel-varibel bebas karena apabila terjadi hubungan antara variabel bebas maka. 1) Tingkat ketelitian prediksi atau pendugaan sangat rendah sehingga tidak akurat. 2) Koefisien regresi akan bersifat tidak stabil karena adanya perubahan data kecil akan mengakibatkan perubahan yang signifikan pada variabel bebas (Y). 3) Sulit untuk memisahkan pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikatnya. Hipotesis yang digunakan untuk membuktikan ada tidaknya multikolinearitas sebagai berikut. H0 : Tidak terdapat hubungan antar variabel bebas H1 : Terdapat hubungan antar variabel bebas Kriteria yang digunakan adalah dengan melihat koefisien signifikansi. 1) Koefisien signifikansi < α (0,05) terjadi multikolinearitas. 2) Koefisien signifikansi > α (0,05) tidak terjadi multikolinearitas. e. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang 94

lain. Jika variance dari residual tetap disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Uji asumsi Heterokedastisitas dimaksudkan untuk mengetahui apakah varians residual absolut sama atau tidak sama untuk semua pengamatan. Adapun hipotesis yang akan diuji adalah sebagai berikut. H0 : Tidak ada hubungan yang sistematik antara variabel yang menjelaskan dan nilai mutlak dari residualnya. H1 : Ada hubungan yang sistematik antara variabel yang menjelaskan dan nilai mutlak dari residualnya. Kriteria pengujian: Apabila koefisien signifikansi (Sig.) lebih besar dari α yang dipilih (misalnya 0,05), maka dapat dinyatakan tidak terjadi heteroskedastisitas diantara data pengamatan tersebut, yang berarti menerima Ho, dan sebaliknya apabila koefisien signifikansi (Sig.) lebih kecil dari α yang di pilih (misalnya 0,05), maka dapat dinyatakan terjadi heteroskedastisitas diantara data pengamatan tersebut, yang berarti menolak Ho. 2. Uji Hipotesis Uji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi. Analisis regresi digunakan untuk memprediksi seberapa jauh perubahan nilai variabel dependent apabila nilai variabel independent dimanipulasi atau diubah- ubah atau dinaik-turunkan (Sugiyono, 2010: 260). Analisis regresi yang digunakan adalah regresi linier sederhana dan regresi ganda dua prediktor. Ananlisis regresi 95

linier sederhana digunakan untuk menguji hipotesis pertama dan kedua, sedangkan analisis regresi ganda digunakan untuk menguji hipotesis ketiga. a. Analisis Regresi Linier Sederhana Analisis regresi linier sederhana digunakan untuk mencari atau menguji pengaruh satu variabel independen dengan satu variabel dependen. Persamaan umum regresi linier sederhana adalah sebagai berikut. Ŷ = a + bX Keterangan: Ŷ = Subyek dalam variabel dependen yang diprediksikan. a = Harga Y ketika harga X = 0 (harga konstan) b = Angka arah atu koefisien regresi, yang menunjukkan angkapeningkatan ataupun penurunan variabel dependen yang didasarkan pada perubahan variabel independen. Bila (+) arah garis naik, dan bila (-) maka arah garis turun. X = Subyek pada variabel independen yang mempunyai nilai tertentu. Secara teknis harga b merupakan tangen (perbandingan) antara panjang garis variabel dependen, setelah persamaan regresi ditemukan. Harga a = Ŷ – bX Harga b = ������ = ������������ ������������ Keterangan: r = Koefisien korelasi product moment antara variabel X dengan Y Sy = Simpangan baku variabel Y 96

Sx = Simpangan baku variabel X Harga b merupakan fungsi dari koefisien korelasi. Bila koefisien korelasi tinggi, maka harga b juga besar, sebaliknya bila koefisien korelasi rendah maka harga b juga rendah (kecil). Selain itu, bila koefisien korelasi negatif maka harga b juga negatif, dan sebaliknya bila koefisien korelasi positif maka harga b juga positif. b. Analisis Regresi Ganda Persamaan regresi ganda dengan dua prediktor adalah sebagai berikut. Ŷ = a + bX1 + bX2 Keterangan: Ŷ = Subyek dalam variabel dependen yang diprediksikan. a = Harga Y ketika harga X = 0 (harga konstan) b = Angka arah atu koefisien regresi, yang menunjukkan angka peningkatan ataupun penurunan variabel dependen yang didasarkan pada perubahan variabel independen. Bila (+) arah garis naik, dan bila (-) maka arah garis turun. X1 = Variabel kepemimpinan kepala sekolah X2 = Variabel supervise manajerial pengawas sekolah Kemudian untuk menguji signifikan simultan dilakukan uji F (menguji signifikansi pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen). Dengan kriterianya adalah : Apabila Fhitung > Ftabel, maka ada pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat (nilai probabilitas < 0,05) 97

Apabila Fhitung < Ftabel, maka tidak ada pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat (nilai probabilitas > 0,05) 98

DAFTAR PUSTAKA Aedi, Nur, 2011. Dasar-dasar Manajemen Pendidikan. Bandung: CV Pustaka Cendikia Utama Arikunto,Suharsimi.2013.Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT Rieka Cipta. Atmodiwirjo, Soebagio, 2000. Manajemen Pendidikan Indonesia. Jakarta: PT Ardadizya Jaya. Banun, Sri Muslim, 2009, Supervisi Pendidikan Meningkatkan kualitas Profesionalisme Guru, Bandung, Alfabeta Dharma, S. 2008. Metode dan Teknik Supervisi. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Dharma, Agus. 2009. Strategic Manajement For Educational Management. Bandung : Alfabeta Depdiknas, 2009, Bahan Belajar Bermutu, KKPS, Supervisi Manajerial. Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan. 2009. Dimensi Kompetensi Supervisi Manajerial. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Dirjen PMPTK Depdiknas. 2009. Dimensi Kompetensi Supervisi Manajerial (Bahan Belajar Mandiri Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah). Jakarta. Direktorat Tenaga Kependidikan, 2009. Panduan Pelaksanaan Tugas Pengawas Sekolah/Sekolah . Jakarta 99

Engkoswara dan Komariah. 2006. Administrasi Pendidikan. Bandung: Alfabeta. Hartoyo, 2006. Supervisi Pendidikan. Semarang : Pelita Insani. Isdiana, 2015. Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Profesionalisme Guru Terhadap Kinerja Guru SMP Negeri Di Kecamatan Batang. Tesis, Semarang. Program Pascasarjana Universitas PGRI Semarang. Ghozali, Imam, 2013. Aplikasi Analisis Multivariat dengan Program IBM SPSS Edisi 7, Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang Gujarati, Damodar. 2003. Ekonomimetrika Dasar, Erlangga, Jakarta Kartono, Kartini. 2010. Pemimpin dan Kepemimpinan. Apakah Kepemimpinan Abnormal Itu? Jakarta. Rajawali Press Mukhtar dan Iskandar, 2009. Orientasi Baru Supervisi Pendidikan. Jakarta Gaung Persada Press Mulyadi, Ramayulis, 2017. Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan Islam. Jakarta. Kalam Mulia Mulyasa, E. 2013. Menjadi Kepala Sekolah Profesional, Dalam Konteks Menyukseskan MBS dan KBK. Bandung. PT Remaja Rosda Karya Muspawi, Mohamad. Pengembangan Model Kepemimpinan Kepala Sekolah Yang Berorientasi Pada Kinerja Sekolah Efektif (Studi Kepemimpinan Kepala Sd No.02/Vii Pasar Sarolangun Kabupaten Sarolangun), Jurnal Penelitian Universitas Jambi Seri Humaniora Volume 16, Nomor 1, Hal. 19-22 100

Nurkolis dan Yuliejantiningsih, 2017. Membangun Sekolah Efektif Di Indonesia. Semarang. Universitas PGRI Press Permendiknas No. 12 Tahun 2007. tentang Standar Pengawas Sekolah / Madrasah. Permendiknas No. 13 Tahun 2007. tentang Standar Kepala Sekolah /Madrasah. Sahertian, Piet A., 2008. Konsep Dasar dan Teknik. Supervisi Pendidikan dalam Rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta: Rineka Cipta 101

KUESIONER Petunjuk Kuesioner ini terdiri dari (2) dua bagian. Pada tiap bagian berisi beberapa butir pernyataan. Untuk menjawab pernyataan-pernyataan tersebut Bapak/Ibu diminta untuk memberi tanda chek (√) pada salah satu kotak yang tersedia. Yakinkan bahwa Bapak/Ibu tidak memberikan tanda chek (√) lebih dari satu kotak, dan tidak terdapat pernyataan yang belum dijawab atau terlewatkan. I. Pertanyaan Identifikasi 1. Nomor Kode Responden : (diisi oleh peneliti) 2. Nama : ……………………….…………………………… 3. Jenis Kelamin 1 2 : Pria Wanita 1 2 3 4. Pendidikan Terakhir : D3 S1 S2 12 5. Usia : 21 s/d 30 th 31 s/d 40 th 34 41 s/d 50 th >50 th 6. Masa Kerja 1 2 : < 5 th 5 s/d 10 th 3 45 102

11 s/d 20 th 21 s/d 30 th > 30 th 12 34 7. Pangkat/Golongan : GTT GTY III IV 103

INSTRUMEN PENELITIAN PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH , SUPERVISI MANAJERIAL PENGAWAS SEKOLAH TERHADAP MUTU SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR NEGERI SE-KECAMATAN PATEBON KABUPATEN KENDAL Petunjuk : Berilah tanda (√)pada kolom skala. Sejauh mana persetujuan Anda dengan pernyataan-pernyataan di bawah ini. Keterangan 5 = Sangat Setuju 4 = Setuju 3 = Ragu-ragu 2 = Tidak Setuju 1 = Sangat Tidak Setuju Contoh pengisian angket: Jawaban SS S RR TS STS No. Pernyataan √ Kepala sekolah menjadi pemegang 1. kekuasaan tertinggi disekolah 104

A. Kepemimpinan Kepala Sekolah ( X1) Jawaban No. Pernyataan SS S RR TS STS A Kepala Sekolah sebagai Edukator Kepala sekolah membimbing guru dalam 1. pembuatan RPP dan silabus Kepala sekolah membimbing guru dalam 2. pelaksanaan pembelajaran di kelas Kepala sekolah membimbing guru dalam 3. evaluasi pembelajaran B Kepala Sekolah Sebagai Manajer Kepala sekolah menyusun rencana kegiatan 4. sekolah Kepala sekolah dalam menyusun rencana 5. kegiatan sekolah melibatkan para guru Kepala sekolah dapat mengidentifikasi 6. kebutuhan para guru baik dari segi sarana maupun prasarana Kepala sekolah mengatur dan menentukan 7. jadwal rapat kerja baik secara terjadwal maupun secara mendadak 105

Jawaban No. Pernyataan SS S RR TS STS Kepala sekolah menyusun rencana anggaran 8. pendapatan belanja sekolah Kepala sekolah melakukan pembagian tugas 9. kerja guru secara adil Kepala sekolah menghimbau dan mendorong 10. guru untuk selalu mengelola laboratorium Kepala sekolah menghimbau dan mendorong 11. para guru untuk ikut serta mengelola perpustakaan Kepala sekolah dapat menyusun kepanitian 12. ujian sekolah Kepala sekolah memberikan respon dan 13. umpan balik secara terbuka terkait hasil kegiatan/pekerjaan yang dilakukan para guru C Kepala Sekolah Sebagai Administrator Kepala sekolah menginstrusikan guru untuk 14. menyusun administrasi perangkat pembelajaran Kepala sekolah menginstrusikan guru untuk 15. menyusun administrasi kegiatan praktikum 106

Jawaban No. Pernyataan SS S RR TS STS Kepala sekolah menginstruksikan menyusun 16. laporan evaluasi pembelajaran Kepala sekolah menyelenggarakan 17. penyusunan kelengkapan administrasi peserta didik Kepala sekolah menyelenggarakan penyusunan kelengkapan administrasi 18. hubungan sekolah dengan orang tua peserta didik Kepala sekolah meminta laporan administrasi 19. peserta didik dari guru D Kepala Sekolah Sebagai Supervisor Kepala sekolah membimbing dalam menyusun 20. silabus dan RPP Kepala sekolah menyiapkan media dan alat- 21. alat yang dibutuhkan dalam pelaksanaan supervisi Kepala sekolah menyiapkan berkas dan 22. instrument yang akan digunakan dalam pelaksanaan supervisi 107

Jawaban No. Pernyataan SS S RR TS STS 23. Kepala sekolah menyusun jadwal supervisi Kepala sekolah menunjukkan instrumen hasil 24. supervisi yang dilakukan oleh guru E Kepala Sekolah sebagai Leader Kepala sekolah memiliki sifat jujur, percaya 25. diri, tanggung jawab, berani mengambil resiko dan berjiwa besar. Kepala sekolah mampu memberi contoh 26. keteladanan bagi para guru/warga sekolah Kepala sekolah memahami kondisi dan 27. karakteristik guru F Kepala Sekolah sebagai Inovator Kepala sekolah memiliki strategi yang tepat 28. untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan para bawahannya. Kepala sekolah memiliki inisiatif untuk 29. mengeratkan hubungan dengan bawahannya Kepala sekolah selalu memiliki cara yang baik 30. untuk membuat harmonisasi antara lingkungan dan sekolah selalu terjaga 108

Jawaban No. Pernyataan SS S RR TS STS Kepala sekolah memotivasi bapak/Ibu guru 31. untuk memamfaatkan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) G Kepala Sekolah sebagai Motivator Kepala sekolah menciptakan lingkungan yang 32. aman dan menyenangkan di sekolah Kepala sekolah menjadi teladan dalam 33. menjalankan ketertiban di sekolah Kepala sekolah memberi pujian dan ucapan 34. terima kasih bagi guru yang telah menyelesaikan tugas secara baik Kepala sekolah memberikan kenaikan gaji dan 35. promosi bagi guru yang berpretasi 109

B. Supervisi Manajerial Pengawas Sekolah (X2) Jawaban No. Pernyataan SS S RR TS STS A Perencanaan Pengawas sekolah membantu dalam 36. penyusunan dokumen kurikulum Pengawas sekolah membimbing dalam 37. penyusunan tim pengembang kurikulum Pengawas sekolah membantu dalam 38. menyusun dan memiliki kurikulum satuan Pendidikan Pengawas sekolah mambantu dalam 39. penyusunan dokumen silabus yang disusun oleh guru Pengawas sekolah membantu dalam 40. penyusunan dokumen RPP yang disusun oleh guru Pengawas sekolah membantu kepala sekolah 41. dalam membuat KKM Bersama guru Pengawas sekolah membimbing program 42. peningkatan mutu sekolah 110

Jawaban No. Pernyataan SS S RR TS STS Pengawas sekolah membantu dalam 43. program pengembangan tenaga guru dan non guru Pengawas membantu kepala sekolah dalam 44. penyusunan RAPBS B Koordinasi Pengwas sekolah tidak membeda-bedakan 45. guru dalam memberikan tugas dan pekerjaan. Pengawas sekolah dapat menjadi sosok yang 46. memiliki kewibawaan dalam masyarakat. Pengawas sekolah mampu memberi contoh 47. keteladanan bagi para guru/warga sekolah C Pelaksanaan Pengawas sekolah memiliki inisiatif untuk 48. mengeratkan hubungan dengan bawahannya Pengawas sekolah selalu memiliki cara yang 49. baik untuk membuat harmonisasi antara lingkungan dan sekolah selalu terjaga Pengawas sekolah mampu mencari, 50. menemukan dan melaksanakan pembaharuan di sekolah 111

Jawaban No. Pernyataan SS S RR TS STS Pengawas sekolah mampu mencari, 51. menemukan dan melaksanakan pembaharuan di sekolah binaannya Pengawas sekolah memberikan gagasan 52. baru dalam kegiatan ekstrakulikuler Pengawas sekolah memberikan gagasan 53. baru tentang teknik pembelajaran termutakhir Pengawas sekolah memotivasi bapak/Ibu 54. guru untuk memamfaatkan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) Pengawas sekolah mengajak kepala sekolah 55. dan guru berdiskusi mengenai perkembangan dan kemajuan sekolah. Pengawas sekolah tidak mendorong guru 56. untuk mengembangkan model pembelajaran yang inovatif. D Penilaian Pengawas sekolah membantu dalam 57. penyusunan kelengkapan data inventaris administrasi buku atau bahan ajar 112

Jawaban No. Pernyataan SS S RR TS STS Pengawas sekolah meminta laporan 58. inventarisasi sekolah secara berkala Penagawas sekolah membantu dalam 59. penyusunan kelengkapan data administrasi surat masuk Pengawas sekolah membantu dalam 60. penyusunan kelengkapan data administrasi surat keluar Pengawas sekolah membimbing dalam 61. menyelenggarakan penyusunan kelengkapan data administrasi surat edaran E Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengawas sekolah bersama guru 62. mengidentifikasi hal-hal sudah baik dan kekurangan dalam mengajar Pengawas sekolah memberikan ulasan 63. positif, penguatan dan pujian terhadap guru Pengawas sekolah bersama kepal sekolah 64. dan guru menarik kesimpulan tentang kegiatan supervisi 113

Jawaban No. Pernyataan SS S RR TS STS Pengawas sekolah bersama kepala sekolah 65. dan guru mengidentifikasi hal-hal sudah baik dan kekurangan dalam mengajar C. Mutu Sekolah (Y) Jawaban No. Pernyataan SS S RR TS STS A Standar Kompetensi Kelulusan Siswa memiliki perilaku yang mencerminkan 66. sikap santun Siswa memiliki perilaku yang mencerminkan 67. sikap jujur Siswa memiliki perilaku yang mencerminkan 68. sikap peduli Siswa memiliki perilaku yang mencerminkan 69. sikap bertanggungjawab 114

Jawaban No. Pernyataan SS S RR TS STS Siswa memiliki pengetahuan teknis dan spesifik tingkat sederhana berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya 70. terkait dengan masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional. B Standar Isi Perangkat pembelajaran memuat 71. karakteristik kompetensi sikap Perangkat pembelajaran memuat karakteristik 72. kompetensi pengetahuan Perangkat pembelajaran memuat karakteristik 73. kompetensi keterampilan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 74. dikembangkan dengan melibatkan pemangku kepentingan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 75. dikembangkan dengan mengacu pada kerangka dasar penyusunan C Standar Proses 115

Jawaban No. Pernyataan SS S RR TS STS Perencanaan pembelajaran mengacu pada 76. silabus yang telah dikembangkan Perencanaan pembelajaran mengarah pada 77. pencapaian kompetensi Pendidik menyusun dokumen rencana 78. dengan lengkap dan sistematis RPP mendapatkan evaluasi dari kepala 79. sekolah dan pengawas sekolah Membentuk rombongan belajar dengan 80. jumlah siswa sesuai ketentuan D Standar Penilaian Penilaian Mencakup ranah sikap, 81. pengetahuan, dan keterampilan Penilaian sikap dilakukan oleh pendidik 82. untuk memperoleh informasi deskriptif mengenai perilaku siswa. Jenis teknik penilaian yang digunakan 83. obyektif dan akuntabel 116

Jawaban No. Pernyataan SS S RR TS STS Instrumen penilaian yang digunakan oleh pendidik dalam bentuk penilaian berupa tes, pengamatan, penugasan perseorangan atau 84. kelompok, dan bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan tingkat perkembangan siswa. Standar Pendidik dan Tenaga E Kependidikan 85. Guru harus berkualifikasi minimal S1/D4 Pendidik pada SD terdiri atas guru kelas dan guru mata pelajaran yang penugasannya 86. ditetapkan oleh masing-masing satuan pendidikan sesuai dengan keperluan. Guru memiliki sertifikat profesi guru sesuai 87. jenjang pendidikannya F Standar Sarana dan Prasarana Memiliki kapasitas rombongan belajar yang 88. sesuai dan memadai 117

Jawaban No. Pernyataan SS S RR TS STS Luaslahan minimum dapat menampung 89. sarana dan prasarana untuk mela- yani jumlah rombongan belajar minimum. 90. Kondisi lahan sekolah memenuhi persyaratan Rasio Luas Bangunan Sesuai dengan Jumlah 91. Siswa G Standar Pengelolaan Memiliki visi, misi, dan tujuan yang jelas 92. sesuai ketentuan Mengembangkan rencana kerja sekolah dengan 93. ruang lingkup sesuai ketentuan Melibatkan pemangku kepentingan sekolah 94. dalam perencanaan pengelolaan Memiliki pedoman pengelolaan sekolah 95. lengkap Meningkatkan dayaguna pendidik dan tenaga 96. kependidikan H Standar Pembiayaan Menyusun pedoman pengelolaan biaya 97. RAPBS 118

Jawaban No. Pernyataan SS S RR TS STS Memiliki pembukuan biaya operasional berupa buku kas umum yang berisikan seluruh 98. transaksi dengan didukung catatan dari buku pembantu Dilaporkan secara periodik kepada komite atau 99. diauditsecara internal dan eksternal. Melaporkan BOS secara secara Online sesuai 100. permendikbud 119


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook