Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore Pedoman Guru (Berinternet)

Pedoman Guru (Berinternet)

Published by Ira Muniroh, 2023-04-14 01:36:42

Description: Pedoman Guru (Berinternet)

Search

Read the Text Version

Pendidikan Berinternet Sehat (Cyberwellness) Untuk Anak PAUD Muniroh Munawar, S.Pi., M.Pd. Prof. Dr. Fakhruddin, M.Pd. Dr. Rodiyah, S.Pd., SH., M.Si. Dr. Titi Prihatin, M.Pd. Prof. Dr. Tri Joko Raharjo, M.Pd. Yuli Kurniati Sugiyono, S.P., S.Psi., M.A., Ph.D.

Kata Pengantar Anak kecil membutuhkan “zona bebas teknologi”. khususnya, mereka membutuhkan tempat untuk bermain, makan, berinteraksi, dan belajar, di mana mereka tidak akan terganggu oleh teknologi. Keluarga dan guru perlu menetapkan dan menegakkan batasan penggunaan perangkat digital mereka di sekitar anak kecil, karena anak-anak akan meniru kebiasaan orang dewasa. Media digital dapat berdampak pada permainan anak dan kapasitas untuk fokus. Penelitian menegaskan bahwa TV dapat berdampak pada kurangnya pengalaman bermain anak-anak dan menghambat perkembangan bahasa mereka (lapierre, Piotrowski, & Linebarger, 2013). Bagaimana keluarga dan pendidik, sebagai mentor media, dapat membantu anak-anak kecil membentuk kebiasaan menggunakan media digital yang sehat sejak dini, dengan merumuskan rencana pengelolaan media. Rencana ini memastikan pengembangan kebiasaan media yang sehat dan berkelanjutan. Lisa Guernsey (2012) mengidentifikasi 3 C: content, context, dan child, ketika memilihkan media untuk anak usia dini. Menyediakan akses ke konten berkualitas sangat penting dalam hal pembentukan kebiasaan media yang sehat bagi anak-anak yang akan mendukung pembelajaran dan perkembangan mereka.

Guru dan orang tua sebagai mentor media hendaknya: 1) berpikir hati-hati dan sengaja merencanakan bagaimana teknologi akan digunakan dengan anak-anak untuk membantu mereka dari kebiasaan media yang sehat sejak awal. 2) membuat rencana pengelolaan media untuk secara proaktif merancang pengalaman belajar yang mempertimbangkan apa, kapan, dengan siapa, di mana, mengapa, bagaimana, dan berapa banyak media yang akan digunakan dengan anak kecil. Ini memastikan bahwa media digunakan dengan cara yang bermakna dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak. Semoga buku panduan ini dapat menjadi petunjuk bagi orangtua dalam menanamkan kebiasaan sehat pada anak dalam menggunakan teknologi. November, 2021 Penulis

Daftar Isi 3 Enam standar guru yang excellent dalam era digital (NAEYC, 2012) 5 Membangun Pengalaman belajar berinternet sehat pada anak dengan pendekatan heutagogy 7 Pengembangan materi dan strategi pembelajaran berinternet sehat untuk anak 17 Evaluasi kemampuan berinternet sehat pada anak



Tingkat Pencapaian Perkembangan Sosial “ Emosional Anak Umur 4-6 Tahun Kaitannya dengan Kemampuan Berinternet Sehat 1

Panduan Guru-Pendidikan Berinternet Sehat (Cyberwellness) untuk Anak PAUD 1. Kesadaran diri dalam berinternet, dengan indikator: a. Menunjukkan sikap mandiri dalam memilih kegiatan b. Mengendalikan perasaan c. Memahami peraturan dan disiplin d. Mengendalikan diri secara wajar 2. Tanggung jawab terhadap diri dan orang lain saat berinternet, dengan indikator: Bertanggung jawab atas perilakunya untuk kebaikan diri sendiri 3. Perilaku prososial dalam berinternet, dengan indikator: a. Menghargai (hak/pendapat/karya) orang lain b. Bermain dengan teman sebaya 2

Enam standar guru yang “ excellent dalam era digital (NAEYC, 2012): 3

Panduan Guru-Pendidikan Berinternet Sehat (Cyberwellness) untuk Anak PAUD 1. Mendorong perkembangan dan belajar anak, guru perlu memilih, menggunakan, mengintegrasikan dan mengevaluasi teknologi; 2. Membangun kemitraan keluarga dan masyarakat, dalam hal keterampilan literasi digital karena teknologi berpengaruh pada perkembangan anak; 3. Mengamati, mendokumentasikan, dan menilai perkembangan anak dengan menggunakan teknologi, berbagai perangkat atau aplikasi digital mengajak para guru untuk mengeksplorasi, bertukar ide, dan menerapkan learning by doing; 4. Menggunakan pendekatan perkembangan yang efektif, teknologi sebagai pemersatu anak-anak melalui interaksi sosial bukan mengisolasi anak untuk waktu yang lama; 5. Membangun kurikulum yang bermakna, guru hendaknya menyediakan sumber belajar bagi peserta didik untuk mengeksplorasi, berkreasi, mempraktikkan media digital dalam konteks konten akademik dan informasi yang tersedia untuk pembelajaran dalam kelas anak usia dini; 6. Menjadi guru professional dengan menguasai teknologi dan literasi digital, seperti mengakses materi pembelajaran secara online, berbagi informasi dan berkomunikasi sesama rekan kerja melalui social media dalam lingkungan yang aman. 4

Membangun Pengalaman belajar berinternet sehat “ pada anak dengan pendekatan Heutagogy 5

Panduan Guru-Pendidikan Berinternet Sehat (Cyberwellness) untuk Anak PAUD 1. Anak sebagai agen pembelajar, dengan cara: • Didorong untuk mengambil tanggung jawab dalam pembelajaran, sedangkan guru memfasilitasi pembelajaran dalam lingkungan aman dan nyaman. • Pemberian tanggung jawab pada anak dalam proses pembelajaran akan mendorong kemampuan diri dan keterampilan kognitif serta metakognitif seperti berpikir kritis dan refleksi. 6

Membangun Pengalaman belajar berinternet sehat “ pada anak dengan pendekatan Heutagogy 7

Panduan Guru-Pendidikan Berinternet Sehat (Cyberwellness) untuk Anak PAUD 2. Mendorong efikasi diri dan kapabilitas, dengan cara: • Mendorong kepercayaan diri (efikasi diri) anak tentang kemampuannya untuk mencapai hasil tertentu, efikasi diri mempengaruhi tingkat usaha (effort) dan ketekunan anak ketika dihadapkan pada suatu kesulitan. • Diberikan kesempatan membuat pilihan sendiri, melakukan trial and error dalam kegiatan. • Efikasi diri yang tinggi membuat anak mencoba lebih banyak dan bertahan lebih lama pada suatu tugas daripada anak yang memiliki efikasi diri yang rendah. 8

Membangun Pengalaman belajar berinternet sehat “ pada anak dengan pendekatan Heutagogy 9

Panduan Guru-Pendidikan Berinternet Sehat (Cyberwellness) untuk Anak PAUD 3. Mengajak anak melakukan refleksi dan metakognisi, dengan cara: • Merefleksikan apa yang dipelajari • Mempelajari bagaimana suatu hal dipelajari • Mempelajari bagaimana pengetahuan yang dibangun mempengaruhi sistem nilai seseorang 10

Membangun Pengalaman belajar berinternet sehat pada anak dengan “ pendekatan Heutagogy 11

Panduan Guru-Pendidikan Berinternet Sehat (Cyberwellness) untuk Anak PAUD 4. Memberi kesempatan pada anak melakukan eksplorasi dan discovery, dengan cara: • Mengidentifikasi dan mencapai tujuan pembelajaran (memilih apa yang akan dipelajari) • Menganalisis konteks • Melakukan interaksi dengan teknologi • Melakukan proyek kolaboratif dalam pembelajaran secara online untuk menggambarkan proses yang dilakukan anak dimana anak mengatur dirinya sendiri dalam ruang digital 12

Pengembangan materi dan strategi pembelajaran berinternet sehat untuk “ anak, melalui: 13

Panduan Guru-Pendidikan Berinternet Sehat (Cyberwellness) untuk Anak PAUD 1. Pelatihan keterampilan TIK untuk anak 2. Konten materi pembelajaran yang aman untuk anak, dengan tema: a. Diri Sendiri b. Keluarga c. Tanaman https://bit.ly/situspembelajaranpaud d. Binatang e. Lingkungan alam f. Lingkungan social g. Benda-benda sekitar h. Budaya i. Pekerjaan j. Kendaraan k. Permainan l. Cerita keagamaan m. Senam kreasi n. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat 3. Pembelajaran berbasis proyek 14

4. Program pendidikan berinternet sehat (cyberwellness), antara lain: a. Penggunaan perangkat smartphone untuk pembelajaran dan bukan untuk perangkat permainan; buat pedoman dan kesepakatan di rumah/ di sekolah seputar penggunaan internet. b. Berselancar dengan aman: (1) anak hanya mengunjungi situs yang diijinkan oleh guru/orangtua; (2) anak membagikan kepada guru/ orangtua situs web online favoritnya, diskusikan hal-hal apa yang harus dilakukan dan apa yang bagus dan tidak; (3) habiskan waktu online bersama guru/orangtua; (4) ingatkan anak untuk tidak menanggapi siapa pun yang mengatakan sesuatu yang tidak pantas dan anak harus segera meninggalkan situs mana pun jika merasa tidak nyaman, (5) selalu beri tahu orang dewasa segera jika seseorang meminta untuk bertemu mereka, atau melakukan apa pun yang membuat anak tidak nyaman; (6) anak jangan pernah bertemu langsung dengan teman maya tanpa mendapat izin orangtua, jika anak melakukannya, maka harus pergi dengan orang dewasa dan bertemu di tempat umum. 15

Panduan Guru-Pendidikan Berinternet Sehat (Cyberwellness) untuk Anak PAUD c. Menghormati privasi online: (1) selalu atur profil anak di situs jejaring sosial apa pun ke pengaturan pribadi, (2) jangan pernah membagikan detail pribadi anak seperti nama, usia, alamat rumah, alamat email, nomor telepon, foto atau kata sandi saat menggunakan ruang obrolan di dunia maya, (3) jangan pernah memposting foto diri anak secara online ke orang yang tidak dikenal. d. Konten yang tidak pantas dan bagaimana bersikap saat melakukan pencarian online: (1) bicara bersama anak tentang pengalaman online yang anak lakukan; membahas tentang manfaat dan risiko Internet, e. Netiket (etika berkomunikasi menggunakan internet): batasi ruang obrolan anak dan selalu dimoderasi orang dewasa (pesan disaring oleh orang dewasa sebelum dipublikasikan) f. Hak cipta g. Perundungan cyber: yakinkan anak bahwa tidak apa-apa untuk mengajukan pertanyaan atau berbicara kepada guru/orangtua jika mengalami masalah dengan seseorang saat online. h. Kecanduan game 16

Evaluasi “ kemampuan berinternet sehat pada anak 17

Panduan Guru-Pendidikan Berinternet Sehat (Cyberwellness) untuk Anak PAUD Evaluasi dilakukan oleh guru dengan cara: 1. Dialog guru dan orangtua tentang implementasi pendidikan berinternet sehat untuk anak 2. Guru bersama orangtua berperan sebagai fasilitator 3. Guru bersama orangtua melakukan controlling saat anak berinternet (aktif memantau aktivitas online anak) 4. Guru melakukan konseling terhadap siswa yang mengalami tekanan psikologis misalnya melihat situs web yang tidak diinginkan 18

Guru dan orang tua sebagai mentor media hendaknya; berpikir hati-hati dan sengaja merencanakan bagaimana teknologi akan digunakan dengan anak-anak untuk membantu mereka dari kebiasaan media yang sehat sejak awal dan membuat rencana pengelolaan media untuk secara proaktif merancang pengalaman belajar yang mempertimbangkan apa, kapan, dengan siapa, di mana, mengapa, bagaimana, dan berapa banyak media yang akan digunakan dengan anak kecil.


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook