Petualang Pejeje Nibras Achmad W aktu menunjukkan pukul 07:30 dan aku masih asyik dengan sepiring nasi goreng panas buatan Ibu sambil menonton acara TV kesukaanku. Tiba-tiba dari kamar mandi samar-samar kudengar suara “merdu” Ibu yang mengingatkanku untuk segera sekolah. Bergegas kuambil baju seragam dengan celana seadanya, karena celana seragamku yang sudah tidak muat lagi. Segera kunyalakan komputer, pasang background, tak lupa mengambil sisa nasi goreng yang tadi belum selesai ku makan lalu duduk di depan komputer. Dan aku sudah siap sekolah. Itulah salah satu rutinitas sekolah PJJ ku di tahun kedua pandemi ini. Namun PJJ ku di awal pandemi tahun lalu tidak kalah seru dan penuh tantangan. Kegiatan PJJ ku tidak hanya dari rumah, kadang aku ikut ke kantor Ayah di Bandung, kadang sekolah dari kantor Ibu dan kadang aku sekolah sambil duduk di atas motor dibonceng Ibu ke kantornya. Nah, mau tau apa saja tantangan dan keseruan PJJ ku selama pandemi? Simak petualangan PJJ ku sampai selesai ya! Pasti sebagian besar Teman-teman tau kan apa itu COVID-19? COVID-19 adalah virus dari Wuhan yang menyebar dari daerah-daerah di Cina sampai ke negara- negara di dunia, sampai 90 persen negara di dunia penduduknya rata-rata terkena COVID-19. Saat COVID-19 mulai menyebar ke Indonesia, sekolah akhirnya ditutup dan kita harus sekolah dari rumah karena pandemi. Aku sangat merasa bosan karena tidak bisa keluar rumah dan tidak bisa ke sekolah. Sebelumnya saat di sekolah aku bisa bermain bersama Teman-teman, belajar bersama Bapak Ibu Guru, salat berjemaah di masjid sekolah, naik jemputan bersama adik atau kakak kelas, makan siang bersama di kelas, bermain petak umpet atau bermain Beyblade sambil menunggu jemputan datang dan masih banyak lagi. Walaupun sekolah ditutup tapi pembelajaran tetap berjalan lewat PJJ atau Pembelajaran Jarak Jauh. Selama PJJ aku menggunakan aplikasi Zoom, Google Meet dan WhatsApp Video Call. Perangkat yang ku gunakan saat PJJ adalah laptop Ayah atau Ibu, HP Ayah atau Ibu dan komputer Ibu di kantor. Selama menjalani PJJ aku didampingi oleh Ibu tapi kadang juga sendiri karena Ibu sedang kerja, menemani adikku PJJ juga atau mengasuh adikku yang paling kecil. Dengan adanya PJJ ini bagiku lumayan sulit untuk memahami pelajaran yang diterangkan oleh Bapak Ibu guru yang sedang mengajar dan kadang tidak tau saat diberi pertanyaan oleh Bapak atau Ibu guru. -
Terkadang saat PJJ aku malah main game. Saking asyik dan lamanya bermain game sampai lupa kalau ada PJJ, sampai-sampai pas mau masuk Zoom PJJnya sudah selesai. Itu adalah salah satu tantanganku saat PJJ. Tantangan selanjutnya masih berlanjut. Karena di rumah tidak ada wifi, jadi PJJ nya tethering pakai HP Ayah atau Ibu. Karena Ayah Ibu ada jadwal WFH-WFO, maka aku harus menyesuaikan jadwalnya. Misalnya saat Ayah WFO berarti PJJnya menggunakan HP Ibu, begitupun sebaliknya. Nah jika Ayah Ibu jadwal WFOnya bersamaan, berarti aku ikut Ibuku ke kantor. Terkadang jika tiba-tiba Ibu harus segera ke kantor padahal aku juga harus PJJ, terpaksa aku join Google Meet dulu dan mengikuti PJJ di atas motor dibonceng Ibu selama perjalanan ke kantor. Ada lagi tantangannya, aku dan adikku PJJnya menggunakan Zoom dan WhatsApp Video Call. Kalau Ayah WFO berarti di rumah hanya ada 1 laptop dan 1 HP Ibu. Jika jadwal Zoomnya berbarengan, Ibu harus instal aplikasi Zoom dulu di HPnya padahal HP ibu kapasitasnya kecil jadi harus clear data baru bisa instal. Nah, jika jadwal video callnya berbarengan terpaksa aku mengalah setelah adik selesai video call. Walaupun ada banyak tantangan selama PJJ namun itu adalah keseruan tersendiri buatku. Misalnya saat aku harus ikut ke kantor Ayah di Bandung, aku anggap saja seperti berpetualang, jalan-jalan dan liburan. Atau saat aku sekolah dari kantor Ibu, aku dengan senang hati ikut dan memulai petualangan PJJ di kantor Ibu. Karena banyak hal yang bisa dilakukan di kantor Ibu, aku bisa main game Roblox bersama Teman-temanku atau diskusi tentang pelajaran setelah selesai PJJ sampai-sampai aku ikut les Bahasa Inggris dan les membuat game scratch juga dari kantor Ibu sambil menunggu Ibu menyelesaikan pekerjaannya. Siang hari setelah aku selesai PJJ dan tidak ada kegiatan sekolah lagi, agar tidak merasa bosan, aku biasanya suka main PS. Kalau PS nya lagi dimainin adik, aku main komputer. Kadang aku suka main dan memberi makan ikan di saung bersama adik, Ayah atau bersama keluarga. Terkadang aku juga suka main HP Ayah. Itulah yang aku alami saat pandemi ada di muka bumi ini. Aku jadi tidak bisa jalan-jalan keluar rumah, cuma bisa di dalam rumah sambil main HP atau main PS. Waktu pertama kali ramai berita COVID-19 rasanya sangat bosan dan bingung mau bermain dengan siapa? Namun ada banyak hikmah yang aku ambil dari pandemi ini. Aku menjadi lebih dekat dengan Adik, Ibu dan Ayah atau bisa dibilang keluarga. Bisa salat berjemaah di rumah bersama keluarga, hidup lebih sehat karena jarang jajan di luar dan bisa berolahraga bersama di rumah. --
Semoga pandemi cepat berlalu dan tidak ada lagi di Indonesia dan corona tidak akan ada lagi di seluruh dunia. Saat aku menulis cerita ini, alhamdulillah aku masih bisa mengikuti PJJ menggunakan aplikasi Zoom. Menurutku aplikasi tersebut sudah banyak digunakan dan sangat bermanfaat sekali. Tapi sayangnya aplikasi tersebut bukan buatan Indonesia. Harapanku agar Indonesia dapat membuat aplikasi seperti Zoom dan jaringan dari aplikasi tersebut digratiskan untuk semua siswa di seluruh Indonesia. Sehingga Teman-teman di seluruh pelosok Indonesia bisa melaksanakan PJJ dengan nyaman, jaringannya stabil dan tidak khawatir dengan biaya untuk kuota internet. Nah, bagaimana nih petualangan PJJ teman-teman? -
Pembelajaran Jarak Jauh Membawa Berkah Siti Rabisah Hayatunufus Jundani K ondisi Pandemi yang dialami seluruh dunia termasuk bangsa Indonesia, kondisinya sangat memprihatinkan sehingga berdampak kepada kehidupan manusia salah satunya pendidikan. Virus Corona (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Sebagian besar orang yang tertular COVID-19 akan mengalami gejala ringan hingga sedang, akan pulih tanpa penangan khusus namun sebagian orang akan mengalami sakit parah dan memerlukan bantuan medis. Untuk menekan penyebaran Virus COVID-19, agar sistem pendidikan tetap berjalan maka pemerintah memberlakukan pembelajaran jarak jauh dilakukan kurang lebih setahun lebih. Kondisi seperti ini adalah pengalaman yang baru untuk saya dan Teman-teman. Saya menjalaninya dengan perasaan campur aduk, satu sisi senang karena banyak hal yang dilakukan dengan keluarga di rumah. Waktu yang dipergunakan pun sangat banyak, sisi yang lain nya ada hal yang menyedihkan karena tidak bisa ketemu dengan Teman-teman bermain dan belajar bersama, tidak bisa langsung bercengkrama dengan Bapak Ibu guru di sekolah. Alhamdulillah kondisi sekarang semakin membaik dan sudah mulai simulasi tatap muka ke sekolah, walaupun saya belum bisa ikut bergabung dengan Teman-teman dan Ibu Guru di sekolah karena saya masih berada di luar kota. Semoga kondisi bangsa kita tercinta ini semakin membaik dan tambah di berkahi Allah Swt., Aamiin. --
Effect Virus Corona Arloncy Keanu Rezaldi V irus corona adalah virus yang menular yang berasal pada awalnya berasal dari Wuhan, orang Indonesia bepergian membawa virus tersebut sehingga banyak yang terjangkit dari virus tersebut dan pemerintah menetapkan sistem PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) diawali dengan lockdown pada tanggal 16 Maret 2020. Saya sedih karena sekolah mulai ditutup. Semenjak ada virus corona saya tidak bisa kesekolah, tidak bisa bertemu Teman-teman di sekolah, tidak bisa bertemu Guru-guru dan tidak bisa pergi kemana-mana karena ada lockdown. Pada saat saya dan teman-teman ingin pergi ke Taman Mini untuk berwisata ilmiah yang akan dilaksanakan kegiatan di luar sekolah. Ternyata Taman Mini ditutup dan saya tidak bisa kesana karena sudah banyak orang yang terjangkit virus COVID-19. Sebelum virus corona masuk ke Indonesia saya sangat senang karena setiap hari ketemu teman, belajar dan main bersama. Sebelum virus ini datang kami tidak memakai masker kemana-mana, sekarang kami harus membiasakan diri untuk memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Virus corona semakin merajalela, semakin hari semakin banyak yang terjangkit sehingga pemerintah memutuskan seluruh sekolah yang ada di Indonesia mulai dari tingkat TK, PAUD, SD, SMP, SMA dan Universitas melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Untuk melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), saya harus menyiapkan handphone agar bisa belajar secara daring bersama guru. Saya juga biasa memakai laptop, jika laptopnya tidak digunakan Bunda untuk bekerja. Alhamdulillah, walaupun penjelasan Bapak dan Ibu Guru melalui daring, saya bisa memahami pembelajaran setiap harinya. Akan tetapi pada awal PJJ saya belum memasang wifi sehingga saya jarang mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh. Setelah memasang wifi saya tidak terganggu lagi untuk mengikuti pembelajaran karena sebelum memasang wifi saya sangat terganggu karena tidak ada kuota internet. Pada saat sekolah ditutup saya jarang di rumah, saya lebih sering menghabiskan waktu bersama Teman-teman di rumah. Saya mempunyai ide atau peluang usaha yaitu menjual layangan. Keuntungan menjual layangan saya tabungkan untuk membeli kebutuhan yang diperlukan dan tidak meminta uang jajan kepada orang tua. Hikmah dari virus corona ini saya dapat mengetahui bagaimana caranya berbisnis dengan baik dan dapat memanfaatkan waktu luang untuk hal yang bermanfaat. -
Suka Duka Saat PJJ Aufa Qonita Shabrina V irus COVID-19 adalah virus berbahaya yang berpotensi mematikan. Virus ini awalnya ditemukan di kota Wuhan di negara China pada akhir tahun 2019, ke- mudian menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Saat virus ini masuk ke Indonesia dan menyebabkan berbagai perubahan, termasuk menjadikan sekolah dihentikan, perasaan saya menjadi sedih. Namun saya tahu bahwa saya harus bersabar, karena penanganan virus ini akan membutuhkan waktu yang lama. Salah satu perubahan yang harus saya alami adalah, melaksanakan sekolah dari rumah, atau PJJ. Selama masa PJJ, alat yang saya gunakan adalah handphone. Saya mengikuti PJJ sendirian, jika ada materi yang sulit dipahami maka saya akan bertanya orang tua saya. PJJ ini tidak selalu berjalan baik. Saya seringkali merasa bosan dan pusing, terutama karena menatap layar terlalu lama. Untuk pemahaman materi, saya harus tetap fokus, karena kadang materi sulit dipahami. Begitu juga dengan penugasan. Tugas yang diberikan terkadang mudah untuk dijawab, namun kadang juga sulit untuk dijawab. Namun ada sisi positif yang saya rasakan saat PJJ, yaitu waktu berkumpul dengan keluarga menjadi lebih banyak. PJJ juga memungkinkan kami untuk belajar di mana saja. Saat bulan Februari lalu, Ayah pindah tugas ke Riau. Saya dan Bunda ikut menemani Ayah di Riau selama dua bulan. Selama dua bulan itu, kegiatan PJJ saya jalani dari Riau. Sudah lebih dari setahun kami menjalani PJJ. Pasti ada rasa bosan yang kadang saya alami. Untuk mengatasi kebosanan itu, saya membaca buku, bermain sendiri dan mengobrol bersama keluarga. Untuk menambah pemahaman, saya mengikuti pelajaran tambahan melalui kegiatan les di rumah. Saya senang menjalani kegiatan ini, karena selain guru les yang menyenangkan, saya juga dapat bertemu dan mengobrol dengan Teman-teman. Ada satu kejadian sedih yang alami saat saya sedang menjalani PTS (Penilaian Tengah Semester). Saat itu, kami mendapat kabar duka bahwa Eyang meninggal dunia. Saya ikut sedih, setelah mendapat kabar duka itu, kami sekeluarga berangkat ke Semarang. Hikmah yang dapat saya ambil dari kondisi pandemi ini adalah, saya semakin sering mengingat kematian, karena umur adalah rahasia Allah. Saya juga semakin menyadari bahwa Allah Mahakuasa. Allah yang bisa menghentikan pandemi ini. Namun ikhtiar kami manusia, adalah mencegah agar tidak terkena penyakit. --
Oleh karena itu, selama pandemi, saya juga terlatih untuk menjaga kebersihan, sebagai bagian dari pencegahan agar tidak tertular. Meskipun saat ini, berbagai usaha sudah dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat untuk menghentikan penyebaran virus, namun status pandemi belum berakhir. Oleh karena itu, jika PJJ ini masih akan berlangsung, saya ingin mengusulkan kepada pemerintah agar dapat mengatur penyedia jaringan internet, sehingga koneksi jaringan dapat lebih kuat, dan PJJ bisa berlangsung lebih maksimal. Namun, tentu saja saya dan semua Teman-teman, sangat berharap COVID-19 segera reda dan kami dapat segera bersekolah offline kembali. Doa dan harapan saya semoga seluruh dunia segera terbebas dari pandemi ini. Saya juga mendoakan agar Indonesia lebih baik dari sebelumnya, dan diberikan pemimpin yang amanah dan bijak. COVID-19 pergi dari dunia dan Sekolah nya OFFLINE. -
Pandemi… Aisya Nayra P andemi COVID-19 sedang mewabah di dunia. Termasuk di Indonesia yaitu virus yang penularannya sangat cepat. Karena membuat ribuan manusia di dunia sakit karena tertular virus corona/COVID-19, maka kita harus menjaga diri dengan mematuhi protokol kesehatan, konsumsi makanan sehat dan minum vitamin. Aktivitas di dunia mulai berubah sejak ada pandemi COVID-19. Pembelajaran sekolah pun online atau kita sebut dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Aktivitas orang bekerja pun dibatasi juga kegiatan jual beli di mal. Yang awal nya hanya 3M yaitu mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker, sekarang menjadi 5M yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi mobilitas dan menjauhi kerumunan karena kasus covid semakin bertambah. Sedih dan kecewa karena awal nya mau ada kegiatan ke Taman Mini dari sekolah yang akhirnya dibatalkan karena pemerintah sudah mengeluarkan pemberitahuan bahwa semua sekolah, tempat wisata, pasar, perkantoran dan mal ditutup. Kepala Sekolah pun mengeluarkan pemberitahuan bahwa SDIT QA Baitussalaam menjalani PJJ. Awalnya bosan karena belajarnya dari rumah, tidak bertemu Guru-guru dan Teman-teman. Tetapi kita harus tetap bersyukur dengan keadaan yang sedang terjadi saat ini dan mengerjakan semua kegiatan dengan sebaik-baik nya. Alhamdulillah aku ikut pelajaran terus walau sering ke hambat karena signal atau kuota. Ketika pembelajaran pun aku harus bergantian menggunakan laptop atau handphone dengan adik. Aku menjalani PJJ sendiri karena mama papa juga harus melakukan aktifitas lainnya. Untuk mengerjakan tugas matematika dibantu Mama karena menurut ku sedikit sulit. Untuk tugas yang lain bisa aku kerjakan sendiri. Materi biasanya sedikit sulit dipahami tapi biasanya setelah pembelajaran diulangi lewat tugas, aku pun sudah paham. Dinamika selama mengikuti PJJ, dimana aku harus bisa menguasai aplikasi Google Classroom, Google Meet, dan Zoom. Mama pun jadi belajar untuk membantuku menggunakan aplikasi tersebut agar aku dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. Suka duka nya selama PJJ kalau sisi positif, aku lebih banyak waktu bersama keluarga, tidak capai pulang pergi ke sekolah dan banyak waktu untuk melakukan banyak hal dan tetap bisa ikut pembelajaran walau harus di rumah. Kalau Mama ada keperluan untuk pergi, aku bisa langsung ikut. Sisi negatif kalau lagi pembelajaran aku merasa badan pegal dan sekarang sepertinya mata ku sakit suka --
berair dan perih. Kegiatan di rumah bersama keluarga biasanya masak atau belajar matematika dan bermain bersama adik. Aku juga sekarang menambah kegiatan dengan ikut Tahsin di daerah tempat tinggal. Kegiatan saat sendiri menulis diari, menggambar atau bermain hp. Sedih karena tidak bisa bermain di luar rumah bersama teman-teman. Saat Pandemi kita sekeluarga sakit terkonvirmasi positif covid, semua keluarga dari mama dan papa juga sakit pada awal bulan Agustus 2021. Dan yang paling sedih Mbah Kakung aku dari mama meninggal dunia Karena covid. Aku sudah tidak bisa bertemu dengan Mbah Kakung ku lagi. Untuk pemerintah memberikan kuota untuk belajar sehingga kendala kehabisan kuota bisa tertangani. Untuk sekolah semua program nya sudah bagus tapi saya berharap juga sesekali ada pembelajaran offline. Atau kegiatan lain yang dilakukan secara bertemu langsung. Hikmah nya kita harus menerima semua takdir dengan ikhlas, selalu bersabar, selalu berdoa kepada Allah, dan meningkatkan ibadah agar kita mendapat pertolongan Allah agar pandemi ini segera berakhir, masyarakat mematuhi dan menjalani semua protokol kesehatan. Pemerintah bisa menangani pandemi ini dengan baik, agar pandemi segera berakhir. Semoga pandemi segera selesai agar kita semua bisa aktifitas normal seperti sebelum pandemi. Aamiin… Untuk pemerintah memberikan kuota untuk belajar sehingga kendala kehabisan kuota bisa tertangani. Untuk sekolah semua program nya sudah bagus tapi saya berharap juga sekali-sekali ada pembelajaran offline. Atau kegiatan lain yang dilakukan secara bertemu langsung. Untuk pemerintah memberikan kuota untuk belajar sehingga kendala kehabisan kuota bisa tertangani. Untuk sekolah semua program nya sudah bagus tapi saya berharap juga sekali-sekali ada pembelajaran offline. Atau kegiatan lain yang dilakukan secara bertemu langsung. -
Stay Happy on The Pandemic Raditya Bagas A. C OVID-19 sedang mewabah di seluruh dunia, karena itu kita harus melakukan aktivitas dari rumah termasuk bekerja, belajar, olahraga, dan juga bersosiali- sasi. Belajar dari rumah dibimbing oleh guru ditemani Ayah dan Bunda dengan menggunakan Zoom, Google Meet, Microsoft Word, disebut Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Apa itu COVID-19? COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dari golongan CoronaVirus yang pertama kali mewabah di Wuhan (China). Dan akhirnya mewabah di seluruh dunia saat ini. Jika kita keluar rumah ada kemungkinan kita terkena virus tersebut. Virus COVID-19 ini sangatlah berbahaya bahkan bisa merenggut nyawa. Adanya PPKM disebabkan adanya COVID-19 ini, jadi kita harus tetap beraktivitas di dalam rumah dan patuh melaksanakan protokol kesehatan yaitu 5M. 5M yakni mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker saat keluar rumah, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas dan Interaksi. Semua kegiatan harus dilakukan di rumah termasuk belajar, dengan sistem pembelajaran jarak jauh. Terkadang kita jadi bosan karena tidak ada teman saat istirahat, dan bisa saja kita merasa stress saat melakukan PJJ. Semoga suatu saat nanti pandemi COVID-19 ini segera berakhir, agar kita bisa bertemu dan bermain bersama lagi. Aku melaksanakan PJJ dengan agak santai karena tidak perlu melakukan kegiatan fisik yang bisa membuat lelah. Aku selalu menggunakan laptop untuk Zoom, mengerjakan Lembar Kerja (LK), dan berdiskusi soal tugas bersama teman pun selalu menggunakan laptop. Aku terbiasa melaksanakan PJJ sendiri, tapi tidak jarang juga aku dibantu oleh orang tua. Aku dibantu Ayah dan Ibu saat mengerjakan PR akhlak ataupun tugas lainnya yang terasa sulit. Tugas yang diberikan oleh Guru-guru sih terasa agak sulit ya, karena penjelasannya terkadang tidak terdengar dengan jelas atau suaranya terputus-putus. Kalau soal memahami materi dari guru itu mudah dimengerti, kecuali kalau sinyalnya kurang bagus seperti yang kubilang tadi. Menurutku sisi positif dari PJJ, yaitu tidak ada kegiatan fisik yang membuat lelah dan bisa dibilang tugas-tugas rumah yang diberikan tidak terlalu sulit. Kalau sisi negatifnya itu karena aku tidak bisa bermain bersama teman dan terkadang terasa bosan juga saat tidak mengerjakan tugas bersama Teman-teman. Saat sedang bosan karena sudah selesai mengerjakan tugas dari sekolah aku biasanya menggambar karakter-karakter fiksi di Instagram ku menggunakan aplikasi Ibis Paint X, PaintTool SAI, Pixellab dan FireAlpaca. --
Tidak jarang juga aku bermain video game bersama Teman-teman atau bermain bola bersama adikku. Tidak ada pengalaman yang terasa terlalu menyedihkan selama pandemi. Tetapi karena selalu berada di depan layar laptop, mataku makin tambah banyak minusnya. Sebelum pandemi mataku -3 dan -2½ dan kini menjadi -5 dan -4¼. Ini disebabkan karena efek radiasi dari pancaran cahaya di laptop atau handphone. Namun walaupun itu semua terjadi, kita juga bisa mendapat hikmah dari pandemi ini. Di antaranya kita bisa jadi lebih dekat dengan keluarga yang ada di rumah, lebih sering berinteraksi jadi tidak berdiam diri saja saat ada di rumah. Orang-orang jadi lebih memperhatikan kesehatan diri dan juga orang lain. Aku berharap semoga pandemi ini berakhir dengan cepat agar kita semua bisa bermain bersama lagi, belajar bersama lagi. Dan semoga Indonesia jauh dari respon Negatif orang-orang tentang tingkat kewaspadaan warga Indonesia terhadap COVID-19. Untuk mengatasi kebosanan PJJ, mungkin sesekali kelas mengadakan belajar bersama di sekolah tapi tidak sekaligus semua muridnya. Nanti bisa dibagi kelompok dengan waktu yang berbeda, agar protokol kesehatan tetap terjaga. Atau, belajar berkelompok dengan teman yang berada dalam satu lingkungan rumah dibimbing oleh guru yang datang ke rumah. CoronaVirus juga makhluk ciptaan Allah Swt. dan tidak ada makhluk yang diciptakan tanpa tujuan. Kita tidak bisa terus merasa resah akan adanya virus tersebut walaupun semua kegiatan kita jadi terbatasi termasuk belajar di sekolah. Insyaa Allah ada hikmahnya dari kondisi pandemi ini. Isilah waktu dengan hobi yang bisa menghilangkan kebosanan karena di rumah saja. -
Tentang COVID-19 Muhammad Raihan Kardi P ertama kali kita mendengar kata COVID-19 dari kota Wuhan, China. Karena percikan air liur seseorang yang menyebar dengan cepat sampai seluruh dunia Seseorang yang menderita ini akan bergejala batuk, pilek, sampai sesak nafas yang bisa menyebabkan seseorang meninggal dunia dan menderita stres jadi bisa menyebabkan kematian dan kejang-kejang. Kehadiran COVID-19 ini membuat Pemerintah meminta semua sekolah, perkantoran, mal, tempat ibadah dan tempat wisata ditutup. Sekolah-sekolah pembelajarannya dilakukan secara online. Ada rasa senang ketika ada pengumuman bahwa sekolah akan dilaksanakan dari rumah karena bisa lebih santai di rumah. Tapi ada rasa sedih karena tidak bisa bertemu dengan sekolah, teman dan para guru. Kalau di rumah agak terasa sedikit bosan dan kadang-kadang kangen liburan, hehehe. Tidak bisa bermain bola bersama Teman-teman di sekolah. Kalaupun ke sekolah harus jaga jarak dari teman-teman, saudara dan kakek nenek. Selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) saya menggunakan HP namun sering terkendala dengan sinyal yang tidak terlalu baik. Selama mengikuti PJJ pun saya tidak ditemani oleh Papah dan Mamah karena ke Papah kerja dan Mamah menemani adik-adikku yang online juga. Kesulitan sekolah online ituuuu, tidak terlalu mengerti materi yang disampaikan Bapak Ibu Guru. Kadang-kadang sulit, tak jarang juga mudah. Menurut saya PJJ agak membosankan karena harus duduk lama di depan hp. Hal ini juga yang membuat mata saya cepat capek dan lelah. Di masa pandemi ini ribet banget dalam melakukan sesuatu seperti jalan-jalan dan bersilaturahmi ke rumah saudara atau kakek dan nenek. Saya jadi kangen bisa jalan- jalan dan bertamasya bersama keluarga seperti sebelum COVID-19 datang. Ada hal yang membuat saya malas mengerjakan tugas, yaitu tugas yang bertumpuk dan sulit. Terutama tugas-tugas yang diberikan oleh Bapak Ibu guru kelas 6. Menurut saya tugasnya sudah seperti kelas SMP. Walaupun demikian, saya harus membuang rasa malas dan tetap mengerjakan tugas-tugas yang diberikan dengan baik. Dari pada pusing dengan tugas dan bosan karena tidak bisa pergi kemana-mana. Biasanya saya menyiasatinya dengan bermain bersama adik-adik dan kucing peliharaan. Kadang-kadang saya juga suka bermain bola bersama teman-teman di --
ingkungan rumah. Sesekali ke rumah saudara dan pergi jalan-jalan untuk merefresh otak dari belajar yang lumayan susah dan menyita pikiran. Tapi tetap dengan menjaga prokesnya yaa, yaitu mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak Ternyata pandemi ini membawa efek positif terhadap lingkungan. Awan kembali bersih, polusi semakin berkurang karena jalanan sepi dari asap knalpot kendaraan. Saya pun menjadi banyak belajar aplikasi baru. Pemerintahpun berusaha untuk mengingatkan masyarakat untuk divaksin. Hal ini membantu meredakan peredaran COVID-19, insya Allah dunia bisa sembuh dan terbebas dari virus COVID-19. Nantinya bisa keluar rumah dengan nyaman dan bebas. Semoga Corona cepat usai, kita bisa bersekolah, bertemu dengan teman-teman dan bapak ibu guru. Saya pun bisa berpergian jauh dan bisa mudik, hehehe. Selain itu, bisa sesekali tatap muka atau offline. Pemerintah menyediakan kuota internet agar bisa mengeZoom agar lebih baik. Harus diperbaiki sinyal agar bisa ngeZoom agar tidak ngelag. Hikmah yang bisa saya ambil dari kejadian ini adalah lebih bersabar dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Karena segala sesuatu yang terjadi di bumi ini atas izin Allah. Semoga Saya termasuk orang-orang yang dapat bersabar dan bersyukur, aamiin.. -
Search
Read the Text Version
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
- 6
- 7
- 8
- 9
- 10
- 11
- 12
- 13
- 14
- 15
- 16
- 17
- 18
- 19
- 20
- 21
- 22
- 23
- 24
- 25
- 26
- 27
- 28
- 29
- 30
- 31
- 32
- 33
- 34
- 35
- 36
- 37
- 38
- 39
- 40
- 41
- 42
- 43
- 44
- 45
- 46
- 47
- 48
- 49
- 50
- 51
- 52
- 53
- 54
- 55
- 56
- 57
- 58
- 59
- 60
- 61
- 62
- 63
- 64
- 65
- 66
- 67
- 68
- 69
- 70
- 71
- 72
- 73
- 74
- 75
- 76
- 77
- 78
- 79
- 80
- 81
- 82
- 83
- 84
- 85
- 86
- 87
- 88
- 89
- 90
- 91
- 92
- 93
- 94
- 95
- 96
- 97
- 98
- 99
- 100
- 101
- 102
- 103
- 104
- 105
- 106
- 107
- 108
- 109
- 110
- 111
- 112
- 113
- 114
- 115
- 116
- 117
- 118
- 119
- 120
- 121
- 122
- 123
- 124
- 125
- 126
- 127
- 128
- 129
- 130
- 131
- 132
- 133
- 134
- 135
- 136
- 137
- 138
- 139
- 140
- 141
- 142
- 143
- 144
- 145
- 146
- 147
- 148
- 149
- 150
- 151
- 152
- 153
- 154
- 155
- 156
- 157
- 158
- 159
- 160
- 161
- 162
- 163
- 164
- 165
- 166
- 167
- 168
- 169
- 170
- 171
- 172
- 173
- 174
- 175
- 176
- 177
- 178
- 179
- 180
- 181
- 182
- 183
- 184
- 185
- 186