Pembelajaran Jarak Jauh Sakha Ibadil Kiram P embelajaran via daring atau disebut dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), dengan adanya pembelajaran daring guru dan peserta didik sama-sama belajar untuk memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran. Dalam melaksanakan pembelajaran daring dengan berbagai keterbatasan kemampuan sarana dan prasarana berupa handphone atau laptop dan jaringan bagi guru dan peserta didik serta kemampuan yang masih terbatas. Kebijakkan pemerintah COVID-19 ini antara lain penutupan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum, pembatasan sosial budaya, pembatasan modal transportasi dan pembatasan kegiatan lainnya terkait aspek pertahanan dan keamanan. Menurut saya COVID-19 itu adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona yang baru-baru ini ditemukan. COVID-19 di Lingkungan rumah saya banyaknya orang yang terkena penularan COVID-19, ada yang isolasi mandiri di rumah sakit dan ada yang isolasi mandiri dirumah, karena Rt/Rw memberitahukan puskesmas terdekat untuk mengontrol pasien yang terkena covid, tetangga pun sangat perduli memberikan makanan, sembako dan membantunya dengan mengirinkan langsung ditaruh di luar pagar, Alhamdulillah, saling kerjasama dan membantu apabila ada yang terkena COVID-19 di lingkungan saya. Aturan di rumah, setelah adanya COVID-19 anak-anak selalu di dalam rumah, apabila keluar ke warung membeli sesuatu harus memakai masker, setelah pulang dari warung harus cuci tangan dan kaki agar terhindar dari virus. Benar-benar menjaga protokol kesehatan. Adapun perbedaan antara belajar di rumah dan di sekolah rasanya sangatlah berbeda. Di sekolah lebih menyenangkan dan tidak bosan karena suasana terdapat banyak teman dan jika tidak mengerti dengan pelajaran yang dijelaskan Guru, bisa langsung bertanya pada guru. Jika di rumah sangatlah sepi karena hanya belajar sendiri, tidak ada yang diajak ngobrol. Jika tidak bisa mengenai pelajaran, saya suka mencari di Internet dan itu belum tentu benar, kadang saya pun bertanya kepada orangtua. Dalam waktu belajar daring saya menyiapkan buku tulis atau kertas, buku paket, pensil dan penghapus secara mandiri, setelah itu saya menyiapkan Zoom menggunakan handphone yang sehari-hari saya gunakan setiap PJJ. Selama saya Zoom, Bunda yang selalu menemani dan memantau kegiatan belajar, kadang- -
bergantian dengan adik yang juga daring, adik pun butuh di temani Bunda. Sisi negatif dari PJJ, saya merasa sangat bosan ketika belajar dari rumah karena hanya memerhatikan layar kaca atau mungkin malah hanya jadi pendengar saja selama proses belajar mengajar berlangsung. Terkadang guru tidak efektif dan optimal, beberapa alasannya seperti jaringan guru maupun murid terganggu. Dari sisi positifnya pelajaran daring menghemat ekonomi karena kemendikbud juga sudah memberi kuota gratis internet untuk belajar, sehingga uang jajan dapat ditabung, kedepannya berharap dari segi pembelajaran dapat dilakukan secara tatap muka sehingga para siswa dapat berkreasi, berinovasi, dan berkontribusi besar serta berprestasi sesuai minat dan bakat mereka masing-masing. Aku sering meluangkan waktu untuk hal-hal yang aku sukai, seperti halnya melakukan hobi yang saya sukai, seperti belajar masak, bermain dengan adik dan saudara, main petak umpet, main game sambung ayat bersama saudara yang bisa membuat pikiran saya menjadi lebih rileks, dan bisa mencoba kegiatan lain yang bisa menjadi hobi baru. Ada peristiwa sedih, saya merasa bosan tidak bisa kemana- mana, selalu di rumah terus yang dulunya setiap Sabtu Minggu orang tua kami selalu mengajak liburan, pada saat ini kita selalu di rumah, olahraga, main, terasa jenuh dan bosan sekali, kadang hati ini terasa sangat sedih. Hikmah dari pandemi ini marilah kita betul-betul menjadi umat yang bisa mengambil hikmah pandemi COVID-19 dari wabah dengan terus mematuhi hidup yang disiplin terhadap kesehatan. Terutama mematuhi protokol kesehatan, selalu menggunakan masker, rajin cuci tangan, dan menghindari kerumunan. Dari pandemi ini, saya menjadi rajin belajar tahsin dan tahfiz setiap hari dibantu dengan orang tua dan guru, yang selalu memberi semangat terus. Doa dan harapan saya agar COVID-19 segera berakhir agar proses belajar mengajar dapat kembali dilakukan secara tatap muka. Supaya cepat terselesaikan pandemi ini dan COVID-19 cepat musnah dalam kehidupan ini. Saya berharap agar Bapak Ibu Guru ini terus memberikan inspirasi dan memberikan keteladanan kepada para peserta didik dan masyarakat, sehingga meskipun belajar di masa pandemi ini. Di tengah pandemi COVID-19 ini, sistem pendidikan kita harus siap melakukan lompatan untuk transformasi pembelajaran daring bagi semua siswa dan oleh semua Guru. Kita memasuki era baru untuk membangun kreatifitas, mengasah skill siswa, dan peningkatan kualitas diri dengan perubahan sistem, cara pandang dan pola interaksi kita dengan teknologi. -
Saat Covid Melanda Muhammad Isyqu Syahid Rabbani C OVID-19 itu adalah virus yang sekarang sedang mewabah. Sudah jutaan orang terkena virus COVID-19. Virus ini sudah tersebar ke seluruh dunia, seperti China, Amerika Serikat, Indonesia. Sempat kasus terpapar dan meninggalnya tinggi adalah negara Italia dan India. COVID-19 juga sudah bermutasi contoh nya b.1.351 (beta), b.1.1.7 (alpha), b.1.617.2 (delta) dan yang lain-lainnya. Sudah banyak orang yang terpapar COVID-19 di Indonesia. Terlihat banyak rumah sakit penuh dengan orang yang terpapar COVID. Contohnya di rumah sakit yang berada di provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan provinsi lainnya. Agar turunnya angka Covid, maka pemerintah menerapkan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). PPKM meliputi penutupan jalan yang dilewati kendaraan kecil maupun besar, sekolah dan tempat rekreasi di tutup. Tetapi masih banyak yang tidak peduli terhadap PPKM, banyak pasar dan warung makan yang tidak tutup pada saat PPKM sehingga angka covid masih belum turun. Aku sekolah di SDIT QA Baitussalaam. Semenjak covid, sekolahku tutup dan aku harus belajar di rumah. Awalnya senang-senang saja, lama-lama jadi bosan karena di rumah tidak ada teman sekelas. Sebab harus diam di rumah, untuk menjaga diri dari virus yang mewabah. Aku belajar PJJ (pembelajaran Jarak Jauh) dengan laptop atau handphone ayahku. Di dalamnya ada aplikasi yang dipakai untuk belajar, seperti Zoom, Google Meet yang di dalamnya juga ada fitur untuk menghadiri materi pelajaran bersama Teman-teman yang lainnya secara virtual. Aku belajar dirumah sendiri tanpa dibimbing Ayah Bunda. Ayahku mengajar di kelas 3 SDIT QA Baitussalaam, terkadang bersamaan dengan aku belajar online juga. Sehingga ayah menemaniku saat sore hari. Sedangkan Bunda produksi samosa, dan mengurus adik-adikku. Dalam proses belajar, Ibu Bapak Guru menyampaikan materi pelajaran, alhamdulillah, mudah untuk dimengerti. Soal latihan dari guru pun tidak terlalu sulit karena aku sudah belajar sebelum mengerjakan soal. Ada sisi negatif dan positif saat PJJ. Sisi negatifnya, saat memakai laptop atau handphone pasti membutuhkan kuota dan sinyal, ketika kami mendengar materi dari guru terkadang sinyal tidak mendukung, yang terjadi saat sinyal tidak mendukung adalah suara guru mengajar jadi putus-putus. Presentasi dari guru juga jadi kurang jelas atau patah-patah. -
Yang paling membuat kesal kami saat sinyal tidak stabil adalah keluar masuk ruangan belajar. Soalnya suka tiba-tiba terpental keluar. Sisi positifnya adalah saat belajar jadi lebih tertib. Maksudnya, siswa jadi tidak ada yang mengobrol sendiri. Kalau mengobrol bisa mengobrol di kolom chat. Selain itu, aku jadi lebih mengetahui fitur-fitur canggih yang ada di laptop dan handphone, contohnya di Zoom ada sharing screen, bisa memunculkan wajah kita atau start video dan stop video, ada break room atau ruangan untuk berkelompok kecil. Ada saatnya aku bosan di rumah. Jika begitu, aku biasanya akan menjalankan aktivitas yang aku sukai. Seperti bermain bersama adikku, main game di handphone, dan bermain kejar-kejaran di rumah. Selain itu juga bermain bersama Ayah membuat game platform di web scratch, yaitu sebuah aplikasi untuk membuat game sendiri di hp atau komputer. Selama di rumah aku juga mendapatkan hobi baru, yaitu membuat desain rumah dan menggambar menggunakan aplikasi ibisPaint X di handphone. Aku menyukai mendesain rumah karena penasaran dengan grafik dan furniture yang bagus. Dari semua itu, kita tetap harus bersyukur walaupun kita harus belajar online di rumah. Hikmahnya, menjadi lebih peduli pada kebersihan, karena lebih sering mencuci tangan dan memakai masker saat sedang sehat maupun kurang sehat. Hal yang paling menyedihkan saat pandemic ini adalah saat kami sekeluarga terkena COVID-19 pada bulan Juli lalu. Yang pertama terkena covid adalah ayahku. Saat ayahku sakit, ia merasa kurang enak badan atau meriang. Waktu itu ayah minta aku memijatnya. Setelah ayah 3 hari sakit ternyata hilang penciumannya. Ayah akhir nya diperiksa ke Rumah Sakit Suryatni di Bogor dan hasilnya positif. Karena Ayah positif, maka kami sekeluarga harus Swab juga. Dan ternyata hasilnya positif satu keluarga, yaitu Bunda dan ketiga Adikku. Anjuran dari dokter kami harus isolasi mandiri atau isoman. Yaitu tidak boleh keluar karena khawatir menularkan ke tetangga atau teman yang lain. Selain itu rumah sakit juga penuh. Saran dokter juga apabila yang sakit sekeluarga maka lebih baik isolasi mandiri di rumah saja. Waktu yang dilalui adalah 14 hari. Selama isoman, Alhamdulillah banyak orang baik yang memberikan kami sembako, vitamin dan jamu untuk meningkatkan imunitas kami. Selang 1 atau 2 hari, ada saja yang memberi. Alhamdulillah. Semoga pandemi ini segera berlalu dan COVID-19 diangkat oleh Allah Swt. Aku berdoa untuk keluarga, guru, teman dan tetanggaku di- -
berikan kesehatan oleh Allah Swt. dan lingkunganku terbebas dari covid. Untuk Indonesia juga, semoga turunnya angka tertular covid di Indonesia, lalu keadaan ekonomi di Indonesia segera lebih baik lagi. Amiiin… Ohya, aku menyarankan bagi sekolah untuk melanjutkan Green Therapy, agar Teman-teman dan aku tidak bosan saat di rumah terus. Pemerintah juga harus segera melanjutkan sekolah offline saat angka covid sudah sangat menurun. Tambahannya, aku menyarankan agar pemerintah mengirim kuota belajar lagi, untuk kegiatan PJJ di rumah. Pesan terakhir dari saya, walaupun berada dalam kondisi pandemi, kita harus tetap menjaga kesehatan. Dengan cara melakukan 3M; Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga Jarak. Menjaga Imunitas tubuh juga penting untuk kita, dengan cara meminum vitamin dan herbal yang lainnya. Tidak lupa menjaga kebersihan di rumah maupun di lingkungan sekitar. Tetap berdoa kepada Allah Swt. agar pandemi ini segera berakhir. -
Pengalaman Ku Di Masa Pandemi COVID-19 Muthia Shofwah Khairunnisa A ku mau cerita tentang pandemi ini dimana sekolah harus ditutup karena pandemic COVID-19. Banyak aturan baru yang harus kami patuhi untuk men- jaga diri dan orang lain pun terjaga. Seperti halnya harus memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menjaga protokol kesehatan agar terhindar dari yang namanya virus COVID-19. COVID-19 berasal dari Wuhan China pada bulan Desember 2019 karena di Wuhan itu sangat banyak makanan yang tidak baik untuk dikonsumsi seperti halnya hewan kelelawar. Dalam Al-Qur’an pun menyampaikan bahwa kita sebagai manusia harus makan yang halal karena kalau kita memakan hewan kelelawar itu jijik dan bisa menyebabkan penyakit. Virus corona berbentuk seperti mahkota tapi kita tetap tidak bisa melihatnya karena virus itu terlihat kecil. Orang yang mudah terkena corona adalah lansia, orang yang imunitas rendah, petugas medis dll, para petugas medis menaruhkan nyawanya untuk pasiennya. COVID-19 ada berbagai macam varian ada varian alpha, beta dan delta. Sekitar pertengahan April tahun 2020, ada berita yang heboh yang menyebabkan kita dilarang sekolah, waktu itu aku kaget karena dilarang ke sekolah, ada apa ya? Habis itu aku cari tahu, nanya ke Umi ku dan cari tau di Google, ternyata penyebabnya adalah COVID-19 virus berbahaya yang bisa mengganggu sistem pernafasan, bisa juga menyebabkan kematian, dan aku pun sekolah online. Aku merasa sedang di lockdown di kamarku yang tidak bisa kemana-mana, hanya sebatas ke kamar mandi, ke dapur dan balik lagi ke kamar. Sangat membosankan, tapi mau gimana lagi semua ini harus dilakukan agar bisa memutus mata rantai COVID-19. Beberapa waktu kemudian dunia mulai genting terutama di lingkungan rumahku dan setiap perjalanan, dijalan banyak polisi yang sedang menjaga, ternyata itu sedang pemberlakukan PPKM. Ditambah dengan kebijakan dari pemerintah yang harus menutup sekolahku. Perasaan ku sedih saat sekolah ditutup dan harus sekolah dari rumah. Pertamanya sih saat sekolah di tutup aku sangat bingung, karena harus berbagi menggunakan hp dan laptop dengan adik-adikku dan Umi Abi karena kami memiliki kegiatan masing-masing. Pada waktu sekolahku ditutup, aku juga merasa kesepian dan tidak ada teman. Karena sekolah ditutup tidak bisa bermain lagi dengan Teman-teman, belajar pun ada kendala koneksi, jadi tidak bisa memahami materi sepenuhnya aku merasa seperti berbeda dengan sekolah offline. Lama-kelamaan aku mulai terbiasa dengan PJJ ini, dan aku tetap semangat walau tidak seperti dulu lagi. --
Aku melaksanakan PJJ menggunakan alat kerja laptop atau hp, menunggu link Zoom mulai dan bersiap-siap melaksanakan PJJ biasanya aku sendiri tapi kadang- kadang didampingi oleh Umi atau Abi dan tugas yang diberikan Guru lumayan banyak tapi kalau fokus akan cepat menyelesaikannya. Belajar secara online terasa lebih susah untuk memahaminya contohnya pelajaran matematika. Namun aku selalu semangat untuk melakukan pembelajaran online walau aku merasa lebih senang diajarkan oleh guru nya langsung, namun sekarang aku jadi banyak belajar menggunakan teknologi informasi untuk belajar seperti mengetik, mengenal aplikasi Zoom, Google Classroom dll. Ketika sekolahku ditutup banyak waktu yang sering terbuang begitu saja karena kebosanan aku di rumah yang tidak bisa kemana-mana. Untuk menghalangi kebosanan saat di rumah, aku mengerjakan hobi ku seperti menggambar pada buku gambar atau buku tulis, terkadang juga menggambar di hp dan membuat animasi. Aku juga sering bermain dengan adikku seperti tebak tebakan, bercanda bareng, mengobrol. Hal itu sangat menyenangkan bagi saya berkumpul canda tawa bersama saudara ku. Selain itu pada pagi hari saat libur, aku suka jalan pagi ke sawah, menyegarkan badan dan sangat menyenangkan karena disana pemandangannya sangat asri, aneka macam sayuran yang sedang ditanam juga dipanen oleh Pak Tani, menghirup udara yang segar melihat ciptaan Allah yang sangat indah dengan tetap memakai masker. Saat pandemi, aku mempunyai banyak peristiwa sedih dan kurang menyenangkan. Aku sangat merasa sedih selain dari penutupan sekolah, aku juga ada berita duka dari berbagai informasi keluarga, salah satunya Pakle Umi ku saat itu terkena covid, sampai kami merasakan susahnya mencari ruang untuk menyelamatkan Pakle ku karena ruang di rumah sakit nya sudah penuh terisi. Setelah itu, Pakle ditempatkan di IGD, belum sempat Pakle ditangani sudah meninggal. Saat itu aku dan keluarga Umi sedih sekali. Tak lama dari peninggalan Pakle, banyak dari teman Umi, Abi, saudara serta tetanggaku yang mengabarkan bahwa mereka pun terkena COVID-19 termasuk Abi ku juga sempat terkena COVID-19, aku merasa takut dan khawatir atas kejadian yang tertimpa oleh Pakle ku. Aku berharap dan berdoa atas kesembuhan abi ku, alhamdulillah abi ku sehat kembali dan melakukan aktifitas kembali seperti semula. Kita banyak belajar dari peristiwa covid 19 ini, harapan ku terkait pandemi ini adalah Bersyukur kepada Allah karena diberikan nikmat kesehatan dan kebersihan sedangkan mereka yang terkena covid harus memakai tabung oksigen dan berjuang untuk sehat kembali.dan aku bisa menjaga kebersihan karena covid ini dengan tidak sembarangan jika jajan makanan, mematuhi protocol kesehatan, istirahat yang cukup serta harus happy. -
Hikmah di balik Pandemi COVID-19 Affan Hanafi Wibowo P ada akhir tahun 2019 ditemukan penyakit baru sejenis flu yang menyerang organ pernafasan yang kemudian dikenal dengan COVID-19. Penyakit ini per- tama kali ditemukan di China. Penyakit ini sangat mudah menular dan kemudian menyebar ke negara negara lain, menyebabkan hampir seluruh dunia terjangkit COVID-19 sehingga disebut sebagai pandemi COVID-19. Di Indonesia, COVID-19 pertama kali ditemukan pada bulan Maret 2020. Penyakit ini ditularkan terutama melalui kontak fisik antar manusia, sehingga untuk mencegah penularan penyakit ini pemerintah mewajibkan masyarakat untuk menjaga jarak satu sama lain dan menghindari kerumunan. Pemerintah juga membatasi kegiatan masyarakat yang menyebabkan kerumunan termasuk kegiatan sekolah. Untuk itu sekolah saya awalnya meliburkan kegiatan belajar mengajar selama 2 minggu. Saya merasa sangat senang karena mendapat libur yang lama. Namun lama kelamaan semakin banyak masyarakat yang terjangkit COVID-19 ini, sehingga libur sekolah diperpanjang kembali. Karena hal ini lah kegiatan belajar mengajar secara tatap muka tidak dapat dilakukan. Untuk mengatasinya akhirnya sekolah mengadakan sistem sekolah dengan Pembelajaran Jarak Jauh atau PJJ. Pada awalnya saya mengalami kesulitan untuk mengikuti PJJ. Kendala awalnya adalah masalah koneksi internet yang lemot dan HP yang tidak memadai. Jadwal PJJ dari sekolah juga awalnya belum teratur dan tidak tersedianya buku paket. Saya juga mengalami kesulitan terutama mengikuti pelajaran melalui HP yang kecil karena sebelumnya mengikuti pelajaran di kelas dengan papan tulis yang besar. Namun kemudian rumah saya dipasang Wifi dan saya diberikan HP baru untuk mempermudah mengikuti PJJ. Bapak dan ibu guru juga sudah lebih baik dalam menyiapkan materi PJJ sehingga jadwal PJJ menjadi lebih teratur. Bila ada kesulitan saya bisa berdiskusi dengan orang tua dan kakak. Saat PJJ saya bisa belajar dari rumah. Saya tidak perlu terburu-buru saat pagi hari dan tidak perlu takut terlambat ke sekolah. Di pagi hari saya juga masih bisa berolahraga ringan seperti berjalan-jalan disekitar rumah. Saya juga dapat tidur siang karena PJJ hanya dilaksanakan sampai jam 11.00. Namun tugas tugas saat PJJ sangat banyak dan semuanya harus dikerjakan. Saya tidak bisa bertemu dengan teman teman dan bapak ibu guru. Saya merasa rindu dengan sekolah karena sudah hampir 1.5 tahun tidak masuk ke sekolah. --
Pandemi COVID-19 ini membatasi banyak aktivitas manusia. Saya menjadi lebih banyak di rumah dan jarang bepergian untuk menghindari penularan COVID-19. Selain harus melaksanakan belajar dari rumah (PJJ) saya juga tidak bisa merayakan Hari Idul Fitri maupun Idul Adha dengan keluarga besar di kampung halaman di Solo dan Wonogiri, karena adanya pembatasan perjalanan ke luar kota. Saya hanya merayakannya bersama Ayah Ibu dan kakak di rumah. Pandemi COVID-19 juga merubah kebiasaan sehari-hari saya. Saya harus menjaga kesehatan dengan memakai masker saat keluar rumah, harus rajin mencuci tangan dan selalu memakan makanan yang sehat dan bergizi. Ini menjadi kebiasaan baru yang saya lakukan setiap hari. Tidak lupa saya juga mengikuti vaksinasi COVID-19 agar terhindar dari penyakit COVID-19. Namun semua yang terjadi di dunia ini adalah dengan ijin Allah Swt. seperti dalam Q.S. AtTaghabun ayat 11: “Tidak ada sesuatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya.” Untuk itu saya harus tetap bersemangat dalam mengahadapi pandemi ini, karena itu adalah kehendak Allah SWT dan tetap yakin bahwa pandemi ini akan segera berakhir. Saya harus tetap bersemangat mengikuti PJJ, tetap bertawakal kepada Allah, tertib dalam menjalankan protokol Kesehatan dan mengikuti semua anjuran pemerintah. Saya tidak boleh bersedih, karena setiap hal di dunia ini selalu ada hikmahnya, bahkan di saat sulit seperti Pandemi COVID-19 ini. Hikmah yang saya rasakan dari pandemi ini adalah saya lebih banyak waktu untuk berkumpul dengan keluarga. Tidak hanya saya, kakak saya juga menjalankan PJJ dan orang tua saya bekerja dari rumah. Saya lebih sering berbincang dengan keluarga saya. Saya juga belajar untuk menjadi lebih mandiri dalam belajar. Banyak hal hal baru yang bisa saya lakukan di saat pandemi ini. Namun saya tetap berharap agar pandemi ini dapat segera berakhir. Saya ingin dapat belajar kembali di sekolah bersama teman teman dan bertemu langsung dengan bapak dan ibu guru. Dapat bermain bersama teman-teman kembali. Saya ingin dapat bepergian dengan bebas tanpa takut terpapar COVID-19 dan dapat berkumpul dengan semua keluarga besar di Solo dan Wonogiri. Demikian sedikit pengalaman saya di saat pandemi COVID-19. Banyak hal yang berubah. Ada hal-hal yang menyenangkan namun juga ada hal yang tidak menyenangkan. Namun semua itu pasti ada hikmahnya. -
PJJ Khalisa Nursyifa Widja S ekarang ini kita semua tengah berada di masa pandemi COVID-19, apakah kamu tahu apa itu COVID-19? COVID-19 ini juga mempengaruhi rutinitas dan hidup lingkungan kita. Mari kita bahas lebih lanjut tentang COVID-19 ini. Pandemi sendiri merupakan sebuah epidemi yang telah menyebar ke berbagai benua dan negara, umumnya menyerang banyak orang. Pandemi COVID-19 ini disebabkan oleh virus corona yang telah ada sejak akhir tahun 2020. Penyakit COVID-19 menyebar ke semua negeri dan orang-orang yang terkena dengan COVID-19 diwajibkan untuk menjalani isolasi mandiri di rumah atau di rumah sakit selama 2 minggu. Untuk mencegah COVID-19 harus melakukan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas dan interaksi. Dikarenakan pandemi COVID-19 sekarang ini yang mengharuskan menjalani karantina, maka dengan terpaksa mencari alternatif kegiatan belajar yang dari belajar mengajar secara offline menjadi online yang lebih dikenal dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Pada awalnya saya dan para guru sulit untuk beradaptasi dengan media KBM baru dikarenakan waktu yang singkat. KBM online ini mengharuskan saya dan para guru memiliki fasilitas teknologi yang mencukupi dan juga kemahiran dalam media teknologi tersebut. Banyak siswa dan juga guru yang memiliki fasilitas teknologi yang kurang mencukupi. Pada awalnya sekolah memberikan para siswa kuota internet untuk mengurangi beban dana keluarga siswa. Beberapa guru dan juga siswa memiliki kurangnya kemahiran dalam menggunakan teknologi untuk sarana pembelajaran. Seiring waktu berjalan guru dan siswa mulai terbiasa dengan sarana pembelajaran online. Tapi tidak menutupi bahwa masih banyak kekurangan dan kesulitan pembelajaran online. Dalam PJJ terdapat sisi positif dan negatif. Permasalahan dalam PJJ contohnya banyaknya keluarga yang mengalami kesulitan finansial yang menyulitkan bagi mereka untuk memfasilitasi kegiatan pembelajaran anaknya. Kemudian ada juga masalah yang dihadapi para guru yaitu salah satunya kesulitan menerangkan materi dikarenakan waktu pembelajaran yang sedikit. Selain itu juga keleluasaan menjelaskan materi dikarenakan batasan teknologi. Batasan teknologi tersebut juga membuat penilaian menjadi sulit yang menyusahkan guru dan murid. Guru juga mengalami kesulitan untuk memantau para pelajar. Dan juga karena murid dan guru terpaksa harus menggunakan media teknologi seperti komputer, laptop dan hand- --
phone terlalu lama, padahal menggunakan benda–benda tersebut dapat membahayakan kesehatan mata pengguna dan beberapa efek negatif yang lain. Selain kegiatan pembelajaran, banyak juga rutinitas yang lain yang tidak dapat kita lakukan karena kebanyakan dari kegiatan tersebut harus dilakukan di luar ruangan. Banyak kegiatan alternatif yang dilakukan para masyarakat untuk melawan kebosanan pandemi ini. Salah satu contohnya, yang banyak dilakukan orang-orang yaitu mencari hiburan di media online. Saya biasa melakukan untuk menghibur diri dan juga menjaga kesehatan saat pandemi ini, seperti berolahraga, melukis, dan lain-lain. Pandemi COVID-19 terjadi karena adanya virus COVID-19 yang membahayakan kesehatan manusia. Dimana dalam skenario paling buruknya dapat menyebabkan kematian, maka dari itu kita semua diharuskan untuk diam dirumah untuk menjaga kesehatan dan keamanan kita, keluarga, dan juga orang sekeliling kita. Banyak sekali orang-orang yang kehilangan orang tersayangnya akibat terpapar COVID-19. Walaupun begitu masih juga banyak masyarakat yang ngeyel dan bepergian keluar rumah, bahkan beberapa orang tidak memakai masker atau mematuhi protokol kesehatan. Lebih disayangkan lagi hal ini masih terjadi saat PPKM diterapkan karena kasus COVID-19 yang meningkat. Kasus COVID-19 mulai berkurang, walaupun begitu sampai kasus COVID-19 belum mencapai nol kasus, maka kita tidak boleh lengah dan membiarkan kasus meningkat pesat lagi. Sekolah mulai diperbolehkan melakukan offline terbatas karena berbagai hal dan terpaksa harus melakukan KBM offline disaat pandemi masih belum selesai total. Walaupun begitu saya akan selalu berhati-hati dan mematuhi protokol kesehatan agar tidak membahayakan sesama. Sekolah sudah melakukan vaksin massal pada siswa siswi yang berusia 12-17 tahun. Wajib bagi kita semua untuk melakukan vaksin agar mencegah dan mengurangi kemungkinan naiknya kasus COVID-19. Walaupun kita semua telah mendapat vaksin, penting bagi kita untuk tidak lengah dan tetap bepergian hanya saat diperlukan, memakai masker saat bepergian, mematuhi protocol kesehatan, menjaga kebersihan dan selalu waspada sampai kasus COVID-19 mencapai nol kasus dan pandemik berakhir dan secara resmi karantina sudah tidak diberlakukan. -
Pelajaran Berharga dan Hikmah Positif Pandemi COVID-19 Muhammad Albiruni Grote Andriadi A pa kalian tahu apa itu Virus Corona atau COVID-19? Ya betul! Virus Corona atau COVID-19 adalah jenis virus baru yang menular ke manusia. COVID-19 ini sudah menyebar luas ke hampir setiap negara di dunia, dikarenakan COVID-19 menular dengan cepat. Beberapa negara di dunia mulai menerapkan kebijakan lockdown. Selain itu ada beberepa kebiasaan yang perlu dilakukan antara lain selalu memakai masker ketika berada di luar rumah atau berintraksi dengan orang lain, menjaga jarak ketika bertemu dengan orang lain, sering mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan handsanitizer, mengurangi mobilitas keluar rumah jika tidak penting. Setidaknya dengan menerapkan dan mematuhi kebiasaan tersebut dapat menjaga dari penularan COVID-19. Yang saat ini masih cukup tinggi. Virus Corona atau COVID-19 adalah jenis virus baru yang menular ke manusia. Adapun ciri-ciri orang yang mengalami gejala penularan virus COVID-19 seperti demam tinggi, radang tenggorokan, batuk dan pilek, hilang penciuman, tidak selera makan, susah tidur, dan lainnya. Virus ini bisa menular ke siapa saja, bayi, anak- anak, orang dewasa, lanjut usia. COVID-19 pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan menyebar ke wilayah lain di Cina dan sebagian besar negara di dunia ini, termasuk Indonesia. Kerena COVID-19 telah menyebar hampir ke semua negara di dunia, di beberapa negara telah menerapkan kebijakan lockdown untuk mencegah penyebarannya. Begitupun di Indonesia, karena kebijakan pemerintah tidak boleh ada kerumunan, maka sekolah pun ditutup. Dengan adanya pandemi maka pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk sekolah ditutup. Kami pun harus belajar dari rumah. Saat mendengar berita ini, aku merasa sangat sedih karena akan berpisah dengan Teman-teman. Dimana setiap harinya selalu bersama Teman-teman belajar, bermain, dan mengaji bersama. Tentu dengan sekolah online hanya bisa bertatap muka melalui Zoom atau media komunikasi lainnya. Akan tetapi, sekolah dari rumah membuat semakin sering bersama keluarga yaitu Ayah dan Bunda serta adek-adek dan kakek-nenek. Selain merasa sedih aku juga merasa gembira dengan seringnya berkumpul bersama keluarga. Selama ini sangat jarang berkumpul dengan Ayah Bunda karena kerja dari pagi sampai sore, bahkan ayah sering pulang malam dan kerja keluar kota. --
Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) merupakan metode baru bagi aku dalam belajar di mana hanya bertatap muka melalui Zoom padahal selama ini bertatap muka di kelas bersama guru dan teman-teman. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) aku menggunakan laptop dan handphone. Laptop aku pinjam punya bunda dan hp diberikan oleh ayah yang memiliki dua buah handphone. Sebelumnya aku jarang menggunakan laptop dan handphone. Dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) aku semakin memahami teknologi. Dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) aku biasanya sendiri tidak didampingi ayah bunda. Karena aku bisa sendiri menggunakan laptop dan handphone. Adapun tugas- tugas yang diberikan oleh Bapak Ibu Guru bisa aku selesaikan dengan baik, jika tidak mengerti aku bertanya kepada Ayah Bunda. Secara jujur aku akui terkadang materi dari Bapak Ibu Guru ada yang tidak aku mengerti. Akan tetapi, aku akan mempelajari kembali dalam buku paket yang sudah ada dari sekolah. Dan juga sering terkendala dengan jaringan internet atau sinyal yang putus-putus. Suka duka aku rasakan saat menjalankan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), adapun suka yang aku rasakan semakin sering berinteraksi dengan teknologi komunikasi tentu akan membawa dampak positif di Era Globalisasi Teknologi yaitu semakin pahamnya aku terhadap teknologi komunikasi. Di masa depan dengan kemajuan teknologi tentu dengan semakin sering berintraksi dengan teknologi aku akan lebih siap menghadapi masa depan penuh persaingan, dimana teknologi informasi menjadi sangat penting. Duka yang aku rasakan tidak bisa sekolah tatap muka dan bermain degan Teman- teman secara bebas seperti sebelum pandemi COVID-19. Padahal anak-anak seusiaku membutuhkan waktu bermain dengan Teman-teman seperti main bola kaki di halaman sekolah, main kejar-kejaran, melaksanakan ekstrakulikuler (pramuka, silat, robotik, sains, art club dan lain-lain). Untuk mengatasi kebosanan ketika banyak di rumah dengan membuat jadwal aktivitas seperti berkebun menanam sayur mayur di halaman rumah antara lain cabe, tomat, kangkung, sawi, seledri dan lainnya. Selain itu ayah juga beternak ikan lele dalam tong. Aku sering membantu ayah setiap hari memberi makan dan membersihkan air dalam tong ikan lele agar selalu bersih dan tidak berbau. Selain itu di rumah ada bak kolam renang aku sering menemani adek-adek pagi dan sore, sungguh asik. Begitu juga di rumah ada tenda sering di dirikan diteras depan rumah dan aku sering bersama dengan adek-adek serta ayah bunda bersantai sambil minum teh, sungguh nikmat. Kemudian hiburan lain dengan nonton televisi dan- -
main game. Itulah aktivitas aktivitas ku yang dapat mengurangi kebosanan saat berada di rumah selama COVID-19. Hikmah yang aku dapatkan dari musibah pandemi COVID-19, aku dan keluarga serta masyarakat sekitar tempat tinggal ku dan Indonesia umumnya yaitu semakin disiplin dalam menerapkan dan menjaga protokol kesehatan, kebersihan dengan cara mencuci tangan dan mengunakan hand sanitizer. Selama pandemi COVID-19 aku semakin dekat dengan keluarga, semakin tahu cara bercocok tanam dan memelihara ikan lele. Tentu aku semakin paham teknologi komunikasi. Paling utama semakin dekat kepada Allah Swt. berdoa agar musibah pandemi COVID-19 bisa dihilangkan dari bumi Indonesia dan dunia. Sesungguhnya segala sesuatu musibah dari Allah Swt. memiliki hikmah baik dibaliknya. Oleh karena itu kita harus selalu bersyukur atas segala yang diberikan Allah Swt., temasuk pandemi COVID-19. Aku berdoa kepada Allah agar COVID-19 cepat diangkat dari muka bumi sehingga kita dapat hidup normal dan dapat beraktivitas seperti dulu dan dapat belajar di sekolah lagi. Sungguh pengalaman yang sangat berharga selama COVID-19 ini jarang akan ditemukan kembali seperti seringnya berkumpul bersama keluarga. Selama ini aku berkumpul bersama keluarga biasanya hanya di malam hari dan hari libur termasuk sabtu minggu, karena Ayah Bunda kerja setiap hari dari pagi sampai sore dan Senin sampai Jumat, bahkan ayah sering pulang malam dan keluar kota. Aku juga sekolah dari pagi sampai sore, karena selain belajar di kelas aku ikut ekstrakurikuler seperti art club, robotik, silat serta ngaji di masjid lingkungan sekolah Yayasan Baitussalaam tempat aku menuntut ilmu di SDIT QA Baitussalaam. Saya mengusulkan Metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) agar lebih menyenangkan dengan menggunakan metode praktek dan menampilkan audiovisual yang menarik seperti film-film pendek terkait dengan materi pelajaran di sekolah, sehingga lebih mudah dimengerti dan tidak membosankan siswa. Selain itu, pemerintah harus memberikan kebijakan agar sekolah membuat metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan kreativitas virtual seperti ekstrakulikuler secara virtual, study lapangan atau mengunjungi tempat-tempat penting seperti museum sejarah atau tempat-tempat rekreasi alam secara virtual. Setidaknya dengan kebijakan tersebut sekolah menemukan metode baru dalam pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Sehingga kedepan setelah COVID-19 berlalu bisa di jadikan alternatif pembelajaran di sekolah. --
Perkembangan pesat teknologi komunikasi telah terjadi pada masa pendemi Covid- 19 ini, metode sekolah online seperti menggunakan Zoom Meeting, Google Meet dan bentuk metode pembelajaran lainnya belum terjadi saat ini jika tidak ada COVID-19. Berbagai akses online digunakan dalam berbagai bidang seperti administrasi dan pelayanan pemerintah, pembuatan SIM (Surat Izin Mengemudi), pembayaran pajak, aktivitas ekonomi jual beli online menjadi alternatif dan marak dilakukan. Pada akhirnya kita dapat mengambil kesimpulan bahwa pandemi COVID-19 banyak juga membawa dampak positif. Walaupun telah banyak membawa dampak negatif seperti menurunnya perekonomian yang menyebabkan bertambahnya korban PHK dan menjadi pengangguran dan kemiskinan. Di samping itu COVID-19 cukup banyak membawa korban kematian. -
Stay at Home, Keep Safe with Family Zahra Ranaa Pranidiya “Jangan kemana-mana, Tetap aman di rumah bersama keluarga.” A pa yang kamu ketahui tentang COVID-19? Pandemi COVID-19 adalah Virus yang berasal dari Negara China tepatnya di Kota Wuhan. Virus mulai menye- bar ke semua negara yang ada di bumi. Virus ini sangat cepat berkembang dan menular. Hingga saat ini virus tersebut masih ada di sekitar kita. Virus ini mulai sedikit demi sedikit bisa ditangani karena sudah mulai ditemukan vaksin yang membuat virus tersebut tidak bisa berkembang dengan cepat. Awalnya senang karena bisa di rumah dan tidak perlu ke sekolah setiap hari. Lama- lama menjadi bosan karena tidak bisa bermain dan bertemu Teman-teman di sekolah juga dengan Bapak Ibu Guru. Saya mengikuti PJJ dengan menggunakan handphone dan laptop. Selama PJJ setiap mau memulai pelajaran selalu dibantu Ayah dan Bunda. Tugas yang diberikan sedikit sulit dalam pengerjaannya karena pelajaran yang dijelaskan sama Guru pada saat PJJ sangat kurang waktunya, sehingga saya kurang mengerti walaupun sudah dijelaskan. Selama PJJ membuat saya pusing karena tidak bisa kemana-mana serta tidak bisa bersosialisasi dengan Teman-teman. Sisi positif PJJ terhindar dari virus COVID-19, pantauan orang tua lebih banyak ke anak-anak. Quality time bersama keluarga lebih banyak. Sisi negatifnya, saya lebih gampang emosi, lebih banyak pegang handphone daripada bermain sama Temen-teman, lebih banyak keluar waktu yang tidak bermanfaat karena terbuang bermain handphone, media sosial dan lainnya. Untuk menghilangkan kebosanan, saya membuat slime dan menjualnya di media sosial mau pun offline. Saya membuat berbagai macam slime. Allhamdulilah banyak yang beli, banyak juga yang membantu untuk menjualkan. Saya sangat besyukur hampir tiap hari ada yang beli, walaupun terkadang sepi. Tetapi saya tidak pernah bosan untuk menunggu keesokan hari dan berharap ada yang membeli. Di online, saya tidak hanya menjual slime, ada juga squishy yang bisa disebut pereda stress yang pernah trending dulu. Alhamdulillah mama dan papa mendukung kegiatan saya ini. Toko anline saya ada di shopee dengan nama: zahraranaapranidiya yang berlogo zr_kit_slime dan Instagram @zr_kit_slime gmail @z4hra.ranaa@gmail. Pandemi ini membuat saya tidak bisa kemana-mana, PPKM terus. Mau main games di mal tidak bisa. Mau berenang juga tidak boleh. --
Akibat virus corona ini saya dan keluarga sangat susah untuk liburan keluar rumah. Di mana sebelum corona saya dan keluarga sering berpergian ke tempat yang nyaman dan tenang, seperti menginap di hotel dan liburan ke pantai. Hikmah yang didapat dari kejadian ini adalah bisa berkumpul lebih banyak dengan keluarga. Dengan virus corona ini saya dan keluarga mengambil banyak hikmah nya seperti beribadah yang hampir setiap hari dilakukan di rumah secara bersama- sama. Lebih banyak berdoa dan ikhtiar agar corona segera selesai serta aktifitas bisa kembali normal seperti dulu. Saya selalu berdoa selama pandemi, semoga virus ini segera berakhir. Serta kita bisa kumpul kembali bersama teman-teman di luar rumah. Ada beberapa masukkan yang ingin saya sampaikan kepada sekolah bahwa tatap muka harus segera dilakukan walaupun virus masih ada. Agar saya tidak akan bosan dan lebih memahami pelajaran yang diberikan sekolah. Saya dan Teman- teman harus segera melakukan kontak sosial agar kita semua tidak rusak oleh dunia teknologi seperti HP. Semoga dengan musibah COVID-19 ini kita bisa mengambil hikmah nya. Agar kita dapat lebih kuat dalam menghadapi situasi dan kondisi apapun. -
Kisahku di masa Pandemi Hamka Al Farisi H ai teman-teman perkenalkan, nama panggilan saya Hamka. Saya saat ini sudah kelas 6 SD di SD QA Baitussalam. Di sini saya akan mencoba menceri- takan kisah saya di masa pandemi. Semenjak diberlakukannya masa darurat COVID-19 pada tanggal 16 Maret 2020, akibat menyebarnya wabah COVID-19 yang pertama kali ditemukan di Wuhan China pada akhir tahun 2019, hampir seluruh sekolah di Indonesia mengambil kebijakan untuk pembelajaran dengan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh). Perasaan saya saat sekolah ditutup dan harus sekolah di rumah tentunya sangat sedih sekali karena tidak bisa bertemu langsung dengan Guru-guru dan Teman- teman. Selain itu, belajar di rumah terasa bosan, ngantuk dan kurang bersemangat. Apalagi sudah setahun saya tidak ke sekolah. Saya kangen sama Teman-teman dan Guru-guru di sekolah. Saya melaksanakan pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan handphone bersama adik. Menurut saya tugas yang dikasih Ibu atau Bapak Guru terlalu banyak, dan belajar dengan menggunakan Zoom tidak asyik karena tergantung oleh sinyal, sehingga kalau sinyal lagi jelek, nah suara bapak atau ibu guru kurang jelas dan terbata-bata. Hal itulah yang kadang membuat saya tidak paham materi yang disampaikan Guru. Oleh karenanya untuk menambah pemahaman materi dari guru, saya mencari informasi tambahan di Youtube atau bertanya kepada Abi dan Mamah. Dibalik duka menjalani PJJ, ada juga yang serunya yaitu belajar lebih santai, waktu belajar lebih singkat dan terkadang ada kuis sehingga pembelajaran lebih menarik. Saat harus lebih banyak beraktifitas di rumah tentunya sangat membosankan. Untuk melawan kebosanan di rumah, saya dan keluarga melakukan kegiatan yang menyenangkan seperti bercocok tanam kangkung di belakang rumah menggunakan botol bekas yang disi tanah dan juga memelihara ikan mas koki di aquarium. Saya paling senang jika memberi makan ikan Mas Koki karena lucu ikannya. Selain itu, bermain game bersama dan bahkan saya memiliki hobi baru di saat pandemik yaitu olah raga jogging pagi bersama Teman-teman agar badan selalu sehat. Selama pandemik ada peristiwa sedih atau kurang menyenangkan yaitu ketika banyak mendengar kabar duka baik dari saudara, tetangga yang meninggal karena- --
corona. Ada beberapa kerabat dan tetangga yang meninggal karena covid. Tidak bisa jalan-jalan dan berenang. Ada hikmah yang bisa saya petik yaitu tetap menjaga kesehatan dan jaga jarak. Hal tersebut membuat saya dan keluarga semakin menjaga kesehatan dengan cara mengkonsumsi vitamin, susu, berolahraga, menaati protokol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai masker serta menjaga jarak. Peristiwa lainnya yang kurang menyenangkan adalah saya sudah tidak bisa lagi beraktifitas lebih di tempat umum seperti berenang dan berekreasi ke tempat yang diinginkan. Tapi, Alhamdulillah, saya masih bisa berkunjung ke rumah kakek nenek di Sukabumi dan tetap menjaga protokol kesehatan. Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak saat bermain. Di masa pandemik ini banyak hikmah yang kita ambil sebagai pembelajaran di antaranya lebih semangat menjaga kesehatan. Bisa lebih dekat dengan keluarga dan lebih dekat dengan Allah Swt. Hikmah lainnya belajar bersabar dan ikhlas, dan yang lebih terasa adalah lebih dekat dengan abi dan mamah. Abi dan Mamah suka menemani saya belajar di rumah. Jika saya tidak mengerti materi sekolah, saya bisa langsung bertanya sama Abi atau Mamah. Doa dan harapan saya semoga badai pandemi cepat berakhir dan saya bisa beraktivitas seperti sediakala terutama bisa sekolah bertatap muka. Bisa bertemu dengan Teman-teman di sekolah. Kalau boleh saya memiliki ide atau usul kepada sekolah atau pemerintah terkait PJJ ada beberapa hal yaitu mengemas pembelajaran menjadi menarik, menyenangkan dan memanfaatkan permainan atau hobi kekinian yang sedang digemari siswa seperti menggambar atau membuat video. Sepertinya, saya sangat menyukai aktivitas menggambar. Nah, itu kisah saya di masa pandemi. Semoga Guru-guru dan Teman-teman saya sehat selalu. Terima kasih kepada Abi dan Mamah yang sudah mendampingi saya belajar, kepada adikku tersayang terima kasih juga sudah membuat saya tertawa dan menangis karena candaannya. Saya ucapkan terima kasih kepada Guru-guru yang sudah sabar dalam menghadapi PJJ di masa pandemi. -
Bersabar Dengan Pandemi Abdullah Ismail W abah pandemi COVID 19 adalah virus yang menjangkiti seisi bumi. Ciri-ciri jika terkena virus ini yaitu demam, menggigil, batuk, dan tenggorokan kering kering yang disertai sesak nafas, kehilangan bau atau rasa. Virus COVID-19 penyebarannya sangat cepat dan berbahaya. Kondisinya agak ribet karena semua kegiatan harus dikerjakan dari rumah. Harus melaksanakan protokol 3M, yaitu mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker jika ingin melakukan kegiatan di luar rumah. Virus COVID-19 yang semakin meluas membuat pihak sekolah membuat keputusan untuk menutup sekolah. Awalnya tidak terbiasa dengan kondisi belajar dari rumah, ribet karena harus bergantian menggunakan hp dengan Umi. Trus aplikasi yang baru seperti Google Classroom, Zoom, dan Google Meet membuat aku harus belajar lagi. Tapi lama kelamaan mulai terbiasa dengan sekolah online. Ingin rasanya bertemu dengan Teman-teman karena lumayan lama juga onlinenya. Sedih rasanya karena tidak bisa langsung bertemu dengan Teman-teman dan Bapak Ibu Guru. Senang sekali rasanya ketika sekolah membolehkan PTMT walaupun hanya 2 hari saja dalam seminggu. Inginnya lebih banyak tatap muka seperti dulu lagi tapi hal tersebut tidak mungkin karena kasus COVID-19 yang masih tinggi. Awal bertemu dengan Teman-teman rasanya aneh karena sudah lama tidak tatap muka. Setelah beberapa kali tatap muka senang banget karena bisa main bareng lagi sama Teman-teman. Selama PJJ, aku menggunakan tablet. Memang awalnya aku menggunakan hp kemudian laptop Umi dan pada akhirnya menggunakan tablet. Aku paling sulit mengerti pelajaran matematika, kalau di PJJ jadi rada kurang fokus karena perlu banyak latihan. Bagaimana mau latihan secara online. Aku lebih suka pelajaran sosial dan alam, nggak berhitung. Kadang aku tanya ke Umi sih, kalau ada yang aku nggak ngerti. Tapi kasihan juga Umi, sering kerja di rumah, kelihatan sibuk, apalagi lagi hamil adikku yang keempat. Abi cukup membantu aku dalam mengerjakan tugas sekolah. Biasanya abi yang sering menanyakan tugas-tugas sekolahku. Aku lebih senang belajar di sekolah karena bisa bertanya langsung jika ada materi yang tidak dimengerti dan penjelasannya lebih cepat aku mengerti. Kalau ada PR agak susah dimengerti lalu saat pembelajaran tatap muka di sekolah aku mulai mengerti sedikit-sedikit dan sekarang lumayan paham tentang pelajarannya. --
Banyak suka dan duka yang aku rasakan selama PJJ. Ada sisi negatifnya yaitu PR susah dimengerti dan ketika ingin bertanya ribet, terkendala sinyal, lebih suka tatap muka. Walaupun ada sisi negatif dari PJJ, tapi juga ada sisi positifnya yaitu bisa langsung main dan istirahat setelah belajar. Kalau sekolah tatap muka dan memakai jemputan, aku sampai di rumahnya terakhir dan sore hehe, capek di jalan. Kegiatan di rumah aja, tidak bebas bermain keluar rumah membuat aku bosan. Untuk melawan kebosanan yang ada, biasanya aku jajan memakai uang yang dikasih Umi. Paling jajan susu ultra kotak bareng adikku di warung tetangga. Kadang aku dikasih uang jajan kalau membantu umi belanja sembako seperti telur, minyak goreng, indomie, sabun dan sebagainya. Aku juga suka jalan-jalan ke Cifor pas hari Minggu bersama keluarga. Seringnya aku main hp karena ada wifi di rumah. Aku juga suka nonton kartun di TV atau di rumah tidur siang. Umi juga suka memintaku menjaga dedek Nadya (adik perempuanku yang ketiga) dan Sofia (adikku yang baru lahir). Kegiatan yang biasa aku lakukan bersama adik yaitu bermain bola. Selain bermain bola aku juga suka lari. Salah satu kegiatan yang bisa menghilangkan bosan di rumah aja yaitu makan makanan yang enak-enak, apalagi buatan umi yummmyyy! . Rendang dan martabak adalah makanan kesukaanku. Peristiwa sedih atau kurang menyenangkan ketika pandemi yaitu tidak bisa bertemu teman dan kawan, karena di rumah tidak ada teman, kecuali Nadya itu pun juga sering berantem. Rebutan sesuatu. Kadang adikku ini suka usil, tapi aku sayang Nadya. Kalau ndak ada di rumah kami saling mencari hehehe. Alhamdulillah keluarga tidak ada yang terkena covid. Aku seringnya mendengar tetangga yang terkena COVID-19. Pandemi ini membuat aku putus saraf, tapi kita tidak putus asa (kata orang) dan tidak seru jika ada di rumah, tapi harus bersabar. Dengan adanya pandemi ini membuat aku cukup sadar untuk menjaga kebersihan. Umi selalu mengingatkanku untuk makan makanan bergizi dan minum vitamin. Pagi hari, Umi selalu menyiapkan aku teh pahit hangat untuk menjaga badan tetap fit sepanjang hari. Aku pun lebih mengingat Allah dan lebih banyak bersyukur karena diberi kesehatan dan dijaga oleh Allah selama pandemi ini. Doa dan harapan aku terkait pandemi, semoga segera berakhir dan bisa belajar tatap muka kembali seperti biasa. Virus COVID-19 cepat selesai, wabah tidak muncul lagi di Indonesia dan seluruh dunia. Abi, Umi dan adik-adik selalu diberi kesehatan dan untuk orang-orang yang terkena musibah, semoga cepat sembuh dari penyakit yang dideritanya dan diberikan kesabaran. -
Pantang Menyerah dengan Keadaan! Nanda Dzakwan Irham S ebagai manusia hanya bisa berusaha melakukan yang terbaik. Kita tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi di kemudian hari. Berbekal rasa semangat untuk bisa menghadapinya. Menghadapi apa? Ya PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh). Inilah kisah saya. COVID-19 adalah virus berbahaya yang berasal dari Cina. Virus ini menyebar ke seluruh dunia. COVID-19 atau disebut virus corona dapat mengambil ratusan ribu jiwa dalam waktu sehari saja. Anak-anak dan lansia paling rentan terpapar COVID-19. Jika tertular kita akan merasakan batuk, demam, sakit tenggorokan dan sesak nafas. Agar tidak tertular kita harus melakukan 5M, yaitu Memakai masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan, Menjauhi kerumunan dan Membatasi sosialisasi. Dihadapkannya keadaan seperti ini, aku sebagai siswa harus mentaati pemerintah untuk belajar virtual atau Pembelajaran Jarak Jauh atau bisa disingkat PJJ. Awal diumumkannya bahwa sekolah harus ditutup karena COVID-19, perasaan saya saat itu sangat bahagia. Rasanya menjadi seperti sedang libur panjang. Mungkin yang merasa seperti itu bukan saya saja, mungkin Teman-teman saya juga merasa seperti itu. Namun lambat laun saya merasa bosan di rumah saja. Rasanya itu seperti apa saja dibatasi. Mungkin saya tidak akan bosan jika saya boleh keluar rumah untuk bermain bersama Teman-teman saya. Namun, karena COVID-19 semua kegiatan menjadi dibatasi. Sehingga saya tidak boleh keluar rumah jika tidak ada hal yang penting atau mendesak. Jadi keseharian saya di rumah saja. Kegiatan yang dilakukan hanyalah menonton TV, bermain play station (saat hari libur saja), membantu Ayah Bunda dan main bersama adik. Jika seperti itu setiap hari rasanya sangat membosankan. Jadi sesekali aku keluar rumah untuk berolahraga, tapi aku tetap harus patuhi protokol kesehatan. Sebelum menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) via Zoom dimulai, saya bangun pukul 04.45 pagi untuk melaksanakan salat Subuh. Setelah salat Subuh saya harus mengaji dahulu sebelum memulai seluruh kegiatan. Sesudah mengaji, sambil menunggu waktu salat Duha, aku mengerjakan PR yang belum dikerjakan maupun diselesaikan. Saat sudah masuk waktu duha saya langsung bergegas untuk untuk salat Duha. Setelah salat Duha, saya langsung bersiap untuk belajar virtual. Sebelum belajar virtual dimulai saya harus sarapan agar saat pembelajaran dimulai tidak merasa lapar. Setelah sarapan selesai saya langsung mengambil handphone sebagai alat perangkat yang digunakan untuk menunjang kegiatan Pembelajaran- --
Jarak Jauh. Saya mengikuti PJJ sendiri tanpa didampingi oleh Ayah dan Bunda karena Ayah dan Bunda sedang sibuk, Ayah harus bekerja, sedangkan Bunda harus menemani adik saya yang masih kecil. Jika saya tidak mengerti materi yang diberikan oleh guru, saya akan langsung bertanya kepada Bunda. Insya Allah cukup mendengarkan penjelasan dari Bunda saya sudah paham maksud dari materi tersebut. Namun jika ada tugas sekolah yang saya tidak pahami, saya akan bertanya kepada Ayah. Insya Allah cukup mendengarkan penjelasan dari Ayah, saya langsung paham cara mengerjakan PR tersebut. Adapun tugas dari guru saya yang membuat malas, yaitu ketika disuruh meneliti tumbuhan maupun hewan dan hasilnya dicatat di buku tugas. Walaupun ada tugas yang membuat saya malas, tetapi ada juga tugas yang membuat saya senang, yaitu ketika ada tugas berolahraga dan tugas matematika, saya senang sekali karena setiap ada tugas, Ayah pasti siap sedia membantu menyelesaikan tugas. Selama menjalani Pembelajaran Jarak Jauh tentunya ada suka dan duka yang dirasakan. Saya menjalani PJJ dengan sangat ceria, karena bisa berkumpul dan bersenda gurau dengan Guru dan Teman-teman, ya! Walau pun kumpulnya masih kumpul virtual. Selain bisa berkumpul dengan Teman-teman, saya bisa lebih sering berkumpul bersama keluarga di rumah. Perasaaan duka yang saya rasakan yaitu saat ingin belajar virtual, selalu memerlukan kesabaran yang tinggi, pasti ada saja masalah, misalnya terkendala sinyal, baterai habis, tidak ada pulsa, lupa sarapan, belum salat Duha, terkadang sinyal sudah bagus dan ternyata pelajarannya sudah selesai. Ada satu pengalaman yang tidak bisa saya lupakan yaitu saat awal awal PJJ. Agar sinyal di handphone bagus, saya harus naik ke atap rumah, walaupun saya memiliki tangga tapi tangganya ternyata sudah rusak. Sehingga saya harus memanjat lewat pohon sambil membawa buku pelajaran ke atap rumah. Setelah sampai di atap saya langsung mengikuti PJJ hingga selesai. Setelah pelajaran selesai, ehhhh ternyata malah bingung turunnya. Pada akhirnya saya harus berusaha sekuat tenaga untuk turun dari atap rumah. Karena kurang fokus saya jadi terjatuh dari atap rumah. Sehingga kaki saya bengkak karena jatuh. Pengalaman tersebut membuat saya belajar, dimana lain kali harus mempersiapkan agar tidak terjadi peristiwa sebelumnya terulang lagi. Saat pandemi, pasti sangat membosankan jika hanya dirumah saja. Sehingga kita harus melakukan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan agar tidak bosan saat pandemi. Ada dua kegiatan yang saya lakukan untuk melawan kebosanan saat pandemi salah satunya berolahraga. -
Ketika ada virus seperti COVID-19 kita harus sehat dan bugar agar tidak terpapar virus, untuk menjaga kesehatan dan kebugaran kita harus sering berolahraga, karena kebetulan hobiku berolahraga. Jadi bagiku olahraga adalah kegiatan yang bisa melawan kebosanan saat pandemi. Saya menyukai 3 macam olahraga yang cukup melelahkan, yaitu sepak bola, bermain basket dan badminton, tetapi diantara ketiga olahraga tersebut, saya lebih menyukai sepak bola. Karena kegemaran dan kemampuan saya bermain sepak bola, jika ada turnamen sepak bola antar angkatan di sekolah, saya selalu berhasil membawa angkatan menjadi juara. Sehingga saya dijuluki Madun, Neymar, maupun Febri disekolah. Karena COVID-19 belum hilang, jadi saya hanya sering mencoba skill-skill yang belum dipelajari di halaman rumahnya. Namun tidak apa-apa, saya jadi belajar dan bisa skill-skill yang sebelumnya belum saya kuasai. Tiga macam olahraga tersebut Jika saya sudah melakukan salah satu dari macam olahraga tersebut, saya menjadi lupa waktu. Karena kegiatan olahraga tersebut seru sekali. Saya berolahraga tidak hanya sendirian terkadang juga bersama keluarga. Lalu kegiatan selanjutnya yang saya lakukan adalah bermain Play Station atau bisa disingkat PS. Saya biasanya bermain PS bersama adik. Jenis permainan yang paling saya sukai di PS adalah sepak bola & Virtual Fighter 5, menurut saya itu permainan yang menyenangkan. Walaupun bermain PS itu menyenangkan tapi kita tidak boleh terlalu lama memainkannya, karena apapun yang berlebihan itu tidak baik, Ingat ya! Nah, karena selama PJJ kita menggunakan media elektronik, jadi mau tidak mau kita harus tau cara menggunakan media elektronik tersebut. Untuk melawan kebosanan di rumah saat tidak ada kegiatan, aku mencoba untuk mengotak-atik media elektronik. Lambat laun saya merasa mengotak-atik media elektronik itu menyenangkan. Pada awalnya saya tidak tahu kegunaan mode tersebut sekarang saya jadi mengetahui kegunaannya mode tersebut. Pada awalnya saya tidak tahu cara menggunakan Microsoft, dan sekarang saya tau cara menggunakan Microsoft. Nah, karena saya merasa mengotak-atik perangkat lunak, media sosial dan penunjang aplikasi untuk belajar itu menyenangkan, saya jadi mendapatkan hobi baru. Selama pandemi saya merasa sedih, karena setiap kali saya melihat handphone selalu ada kabar duka di handphone. Kemudian ada kejadian yang kurang menyenangkan yang saya alami selama PJJ, saat saya belajar virtual. Ketika ada materi yang tidak saya mengerti, saya mau bertanya pada guru, entah kenapa tiba-tiba sinyalnya langsung buruk. Ya sudah karena sinyalnya sedang buruk akhirnya saya tidak bisa ikut belajar virtual bersama Teman-teman, apa lagi saat itu saya belum memasang wifi. Sehingga sekali sinyalnya buruk saya langsung tidak bisa mengikuti pembelajaran. Kejadian itu selalu berulang-ulang terjadi. --
Entah berapa kali saya mengalami hal seperti itu selama pandemi. Namun kejadian itu sudah saya lalui, kini alhamdulillah di rumah sudah terpasang wifi sehingga lebih memudahkan saya dalam mengikuti pembelajaran virtual dengan baik dan nyaman. Terima kasih Ayah dan Bunda. Ada beberapa hikmah yang bisa diambil saat pandemi yaitu kita semakin yakin bahwa Allah sungguh Mahakuasa, karena Allah dapat menjadikan dunia dan seisinya bertekuk lutut dengan takdir yang Allah tentukan. Kita semakin sadar bahwa manusia itu tidak berdaya, mau sepintar apapun, mau sesehat apapun, mau sekaya apapun, ternyata ketika Allah uji dengan mendatangkan virus kecil saja seperti virus corona, manusia sudah lemah dan tidak berdaya. Kemudian kita bisa lebih sering berkumpul bersama keluarga dan bisa lebih mengenal satu sama lain. Selanjutnya kita semakin bersyukur karena Allah masih memberikan kita kesehatan, kekuatan dan kecerdasan, apakah kita lupa untuk bersyukur kepada Allah atas seluruh nikmat yang sudah Allah berikan, maka marilah kita bersama-sama untuk mengucapkan Hamdalah atas seluruh nikmat yang Allah berikan kepada kita. Alhamdulillahirabbil’alamiin. Jika pandemi ini masih lama berakhirnya, saya ingin pemerintah memudahkan proses pembelajaran para siswa agar tidak tertinggal pelajaran seperti memberikan kuota belajar dan memberikan wifi agar sinyal tidak buruk. Semua murid di seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke dapat merasakan nyamannya belajar secara virtual jika dengan dukungan fasilitas dari pemerintah yang maksimal. Sebagai penutup cerita saya, saya hanya bisa berdoa. Semoga pandemi ini segera berlalu agar bisa hidup normal kembali seperti sedia kala. Banyak pembelajaran yang bisa kita ambil. Apapun yang terjadi, apapun takdir Allah Swt. atas kehidupan ini, kita harus jalani! Jangan mengeluh! Mari bersama-sama mewujudkan cita-cita dalam keadaan terbatas ini. Salam semangat! -
Dari Game Kini Saya Paham Ghazali Jhode Janeeta P andemi ini menjadi suatu hal yang serba tidak pasti. Pandemi ini sangat terasa berdampak pada dunia pendidikan. Saya Ghazali atau biasa dipanggil Ali. Saya hobi sekali dengan bermain game Free Fire. Saya salah satu murid SDIT QA Baitussalaam. Bagaimana saya harus menjalani proses belajar di tengah pandemi? Bagaimana hobi membawa saya lebih memahami penggunaan aplikasi dengan mudah? Simak kisah perjalanan saya selama pandemi dalam mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh. Virus Corona yang menyerang sistem Pernapasan. Virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan ringan pada Sistem Pernapasan, Infeksi Paru- paru yang berat hingga kematian. Untuk mencegah virus ini kita harus melaksanakan protokol kesehatan dengan cara, yaitu memakai masker, mencuci tangan, memakai hand sanitizer, menjaga jarak dan tidak berkerumunan. Ketika sekolah akan ditutup perasaan saya senang, sampai saat ini pun perasaan saya senang. Saya senang karena saat PJJ berlangsung saya bisa tiduran, bisa sambil makan, tidak perlu repot ke sekolah, dan tidak perlu bangun pagi. Sekolah ditutup mengharuskan saya belajar online atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Saat mengharuskan sekolah online selama pembelajaran saya tidak bisa fokus karena kelas seringkali berisik. Saat melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh, saya harus menyiapkan peralatan yang menunjang yaitu IPhone. Sebelum PJJ berlangsung saya terlebih dahulu keluar rumah untuk menghirup udara segar. Ketika PJJ berlangsung, saya tidak ditemani oleh Papah dan Mamah. Guru di kelas 5 ada Bu Yuni, Bu Widi, dan Pak Jaka. Saya beraada di kelas 5 Solih. Saya kebagian diajar oleh Pak Jaka dan Bu Tami. Sekalipun saya pernah diajar oleh Bu Yuni dan bu Widi. Bu Tami adalah salah satu Guru kesukaan saya. Ketika diajar oleh beliau saya lebih memahami pelajaran matematika. Beliau mengajar dengan baik. Saat pembelajaran tidak hanya mendengarkan penjelasan dari Guru. Saya diberi tugas oleh guru. Tugas yang diberikan terlalu banyak dan sulit. Hal ini membuat saya malas untuk mengerjakannya. Saya menyiasati hal tersebut dengan meminta bantuan kepada Google untuk mengetahui jawabannya. Saya senang sekali belajar secara online. Hal ini menurut saya sangat menguntungkan buat saya. Saya bisa lebih banyak bermain game. Dikarenakan pelaksanaan pembelajaran secara online, ada beberapa hal yang tidak menguntungkan menurut saya yaitu setiap hari merasa sulit, susah- --
dan harus memahami pembelajaran terutama pelajaran matematika. Kemudian kendala yang saya rasakan, kadang-kadang sinyal terganggu sehingga aplikasi Zoom yang digunakan menjadi ngelag, menghabiskan kuota karena membutuhkan waktu yang lama, dan tidak bisa bertemu dengan teman sekolah terutama Onci dan Abel. Saat harus lebih banyak di rumah, saya mengatasi kebosanan dengan berkegiatan olahraga pagi dengan berlari bersama kelima sahabat saya di rumah kecuali Rais. Selain itu, saya bersepedah dan berjemur bersama keluarga. Saya dan keluarga pergi jalan-jalan ke tempat yang tidak terlalu ramai orang, salah satunya yaitu ke Hutan Pinus di Sentul. Di sana kami makan makanan buatan Mamah yang kami bawa dari rumah. Pada saat jalan-jalan ke hutan pinus perasaan saya sangat senang. Saat pandemi terjadi, ada hal yang menyenangkan dan ada pula hal yang tidak menyenangkan. Hal yang menyenangkan bisa bermain game terutama Free Fire secara online bersama kelima sahabat saya di rumah. Hal-hal yang tidak menyenangkan yaitu untuk bisa bermain, saya hanya dibatasi oleh tembok atau hanya bisa di rumah saja. Saya butuh bermain dengan Teman-teman di rumah dan di sekolah. Teman-temen saya di rumah diantaranya ada Atha, Rais, Aria, Bram, dan Nazri. Kami biasanya bermain Free Fire di rumah Rais lalu kami biasanya makan bersama di tempat makan salah satunya di KFC tempat favorit kami. Saya merindukan momen tersebut, bermain dan berkumpul bersama secara tatap muka langsung. Selain itu, sekolah di rumah bosan, ingin melihat sekolah, kangen Teman-teman. Saya kangen dengan Onci dan Abel. Kami biasanya bermain, bergulat, bersenda gurau, menjahili satu sama lain. Saya sedih saat pandemi Ibu dari Papah saya atau biasa yang saya sebut nenek harus terkena virus COVID-19. Alhamdulillah nenek saya cepat pulih dan bisa berkegiatan seperti sedia kala. Hikmah pandemi yang saya rasakan bahwa saya harus bersyukur walau di tengah pandemi ini. Bersyukur karena saya tetap sehat, dan bisa berkumpul dengan keluarga. Doa saya untuk dunia ini yaitu, semoga corona cepat menghilang dari bumi ini dan saya serta keluarga tetap sehat selalu. Aamiiiin. Ide untuk pelaksanaan belajar mengajar di sekolah, menurut saya jangan selalu PJJ, sesekali belajar tatap muka bersama- sama. Dari Pandemi, belajar dapat dilakukan dari mana saja. Mungkin kebanyakan orang menganggap bahwa bermain game online itu adalah hal yang buruk. Namun buat saya ada sisi positif yang saya kini temukan saat pandemi yaitu saya lebih mudah mengoperasikan alat perangkat yang digunakan, aplikasi pembelajaran yang digunakan. Terimakasih Game Free Fire. -
Pandemi Ada, Hidup Bijaksana Kaafa Ataali Ar Rosyid J ika manusia harus memilih mungkin tidak ada satupun yang akan memilih takdirnya untuk menghadapi peristiwa pandemi COVID-19. Peristiwa ini banyak sekali kisah sedih. Di balik kesedihan pasti akan ada tawa bahagia setelahnya. Inilah kisah saya selama menjalani Pembelajaran Jarak Jauh selama kurang lebih 2 tahun lamanya. Dunia saat ini sedang dilanda wabah atau virus mendunia yang kita kenal dengan nama Pandemi. Istilah pandemi tidak digunakan untuk menunjukkan tingkat keparahan suatu penyakit melainkan hanya tingkat penyebarannya saja. Dalam kasus saat ini, COVID-19 menjadi pandemi pertama yang disebabkan oleh virus corona. Masih teringat diingatan saya saat wabah COVID-19 pertama kali di Indonesia pada tanggal 2 Maret 2020, ketika dua orang terkonfirmasi tertular dari seorang warga negara Jepang. Pada tanggal 9 April, pandemi sudah menyebar ke 34 provinsi dengan DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah sebagai provinsi paling terpapar SARS-CoV-2 di Indonesia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, seperti lansia (golongan lanjut usia), orang dewasa, anak-anak, dan bayi, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui. Secara umum, ada beberapa gejala yang bisa mengindikasi seseorang terinfeksi virus corona, yaitu demam dengan suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius, batuk kering, sesak nafas, hilangnya kemampuan mengecap rasa, hilangnya kemampuan mencium bau. Gejala-gejala COVID-19 ini umumnya muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah terpapar virus Corona. Penderita yang terinfeksi virus Corona bisa mengalami penurunan oksigen tanpa adanya gejala apapun. Saat ini saya menjadi lebih banyak mengetahui tentang COVID-19 dan tetap berhati- hati serta menerapkan protokol kesehatan ketika aku keluar rumah dengan menerapkan 3 M yakni Mencuci tangan, Memakai masker, dan Menjaga jarak. Saat pandemi seperti ini banyak perlengkapan yang harus disiapkan ketika hendak pergi keluar yaitu masker, handsanitizer, tisu, perlengkapan alat untuk makan dan botol minum. Banyak sektor di dunia yang terdampak akibat pandemi COVID-19 ini. Salah satunya adalah sektor bidang pendidikan. Dengan adanya pembatasan interaksi, Kementerian Pendidikan di Indonesia juga mengeluarkan kebijakan yaitu dengan meliburkan sekolah dan mengganti proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) --
dengan menggunakan sistem dalam jaringan (daring) atau biasa yang disebut Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Dengan menggunakan sistem pembelajaran secara daring (PJJ) ini, terkadang muncul berbagai masalah yang dihadapi oleh saya, Teman-teman dan Guru, seperti materi pelajaran yang belum selesai disampaikan oleh guru kemudian guru mengganti dengan tugas lainnya yang banyak. Hal tersebut yang menjadi keluhan saya sehingga saya kurang maksimal juga dalam menyerap pelajaran di saat daring atau PJJ. Dalam pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh atau PJJ di sekolah saya menggunakan aplikasi Zoom dan Video Call. Saya menggunakan alat bantu yaitu tablet dan handphone untuk dapat mengakses materi pelajaran disaat PJJ. Disaat belajar daring saya sendirian, tidak didampingi oleh orang tua. Karena Mama sudah repot dengan urusan pekerjaan rumah dan urusan perdapuran serta mengasuh kedua adik. Sedangkan Ayah bekerja di rumah yaitu Work from Home (WFH) yang hampir setiap hari pekerjaan ayah lebih banyak di depan laptop. Saya merasa tugas yang diberikan Bapak-Ibu Guru terbilang cukup banyak dan sedikit sulit dipahami karena guru menjelaskan tidak secara langsung dengan tatap muka. Saat menjalankan PJJ ada suka duka yang saya rasakan. Sisi positif dari kejadian ini yaitu kita merasa aman disaat pandemi belajar di dalam rumah, bisa menghemat biaya transportasi karena selama tatap muka selalu memakai jasa antar jemput, bisa menghemat biaya untuk catering karena selama tatap muka diwajibkan ikut catering, lebih banyak waktu bertemu dengan keluarga di rumah. Sedangkan sisi negatifnya yaitu sedikit sulit memahami materi yang disampaikan oleh guru, kurang bisa fokus dan mudah teralihkan dengan kondisi yang ada di rumah, lalu terkendala oleh sinyal wifi rumah yang kadang terkendala mati lampu atau jaringan bermasalah. Saat harus lebih banyak berada di rumah saya merasa bosan. Namun kebosanan itu saya atasi dengan cara bermain bersama dengan adik dan sepupu di rumah seperti bermain tenda-tendaan yang beratapkan meja lalu ditutup dengan selimut, bermain peran jadi guru dan murid, bermain kejar-kejaran, menggambar dan mewarnai serta menjurnal dan aktivitasku yang lain antara lain ikut les privat tahfiz di Basmala, mengaji tahfiz-tahsin di rumah quran Al Kautsar dan les kumon. Selain bermain bersama adik dan sepupu, sayapun membuat kreasi jajanan yang resepnya dari YouTube. Hal yang seru lainnya bermain di sekitaran rumah saat saya menetap sementara di rumah Kakung-Uti di Solo, Jawa Tengah. Permainan yang saya lalukan yaitu bermain bersama anak tetangga di belakang rumah bermain kejar-kejaran, bermain layang-layang serta bermain sepeda bersama adik dan sepupu keliling -
kampung dan lapangan. Alhamdulillah selama pandemi keluarga saya sehat, tidak terkena COVID-19 sampai saat ini. Hanya sedih banyak berita yang mengabarkan bahwa banyak korban berjatuhan karena virus ini. Sehingga peristiwa sedih atau kurang menyenangkan yang saya alami selama pandemi yaitu aktivitas yang terbatas sehingga muncullah rasa bosan. Bosan dengan aktivitas atau kegiatan yang hampir tiap hari lebih banyak di rumah. Saya jadi kurang fokus belajarnya karena lebih banyak bermainnya, mengerjakan tugas sekolah jadi tergantung dengan Ayah dan Mama untuk bertanya, target hafalan quranpun banyak yang belum tercapai dengan maksimal serta tidak bisa jalan-jalan atau liburan jauh seperti dulu sebelum pandemi. Di balik peristiwa pandemi ini ada banyak hikmah yang dapat saya ambil yaitu lebih menjaga kebersihan terutama kebersihan tangan dan sekarang sudah terbiasa selalu cuci tangan sebelum dan setelah melakukan kegiatan atau aktivitas, lebih hati-hati dan mengutamakan makan makanan yang sehat dan bergizi, terbiasa selalu memakai masker ketika pergi keluar rumah maupun ketika sedang sakit. Doa saya untuk bumi ini yaitu semoga Allah angkat wabah COVID-19 dan pandemi ini segera berakhir sehingga saya bisa sekolah dengan tatap muka secara maksimal lagi, bertemu dengan Teman-teman dan Bapak-Ibu guru, serta bisa pergi dan jalan- jalan dengan rasa aman dan juga tidak ada rasa khawatir lagi karena saya yakin selalu ada hikmah dibalik setiap musibah. Pandemi ini memang mengurangi kita untuk bertatap muka, namun pasti akan ada saatnya penurunan kasus COVID-19 atau bahkan sudah tiada. Ketika penurunan kasus, mungkin sekolah dapat menyelenggarakan kegiatam kunjungan guru ke rumah murid-murid secara rumah ke rumah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat paling tidak sebulan sekali agar menjadi penyemangat untuk saya dan Teman-teman saya serta memberi solusi atas kendala dari materi pembelajaran jarak jauh yang kurang dipahami atau kurang dimengerti. Pandemi menjadikan kita harus berfikir kreatif agar saya dapat lebih bersemangat dalam menjalani kehidupan dan Pembelajaran Jarak Jauh. Pandemi mengajarkan kita untuk bisa bijaksana dalam menghadapinya. --
Pengalaman Belajar Unik Saat Pandemi Najla Syakira Afaf P andemi yang terjadi pada saat ini adalah ujian dari Allah Swt. sebagai tanda cinta-Nya. Sebagai seorang hamba, saya wajib menjalankan scenario-Nya. Hal inilah yang harus saya hadapi sebagai seorang murid untuk melakukan Pembelajaran Jarak Jauh. PJJ adalah pengalaman belajar yang unik untuk saya. Unik yang seperti apa ya? Apa itu pandemi COVID-19? Pandemi COVID-19 adalah virus corona yang menyebar hampir di seluruh negara dari bulan Maret 2020. COVID-19 adalah virus yang berasal dari Cina lebih tepatnya di kota Wuhan. Gejala COVID-19 bermacam-macam, namun salah satu yang paling umum yaitu demam, batuk dan sesak nafas. Bagaimana cara mencegah dari COVID-19? Caranya, cuci tangan pakai sabun secukupnya, memakai masker, selalu menjaga jarak dan hindari kerumunan. Apa yang saya rasakan saat awal sekolah ditutup? Rasa awalnya senang, tidak perlu repot-repot bangun pagi, sarapan dan lain-lain. Namun semakin lama semakin bosan, rasa bosan itu muncul saat aku mengerjakan tugas. Jika dibanding dengan sekolah tatap muka langsung, jelas lebih enak sekolah tatap muka langsung. Hal ini karena saya lebih bisa fokus dan lebih mudah dalam proses belajar, terkadang internet sering mengalami gangguan sehingga saya tidak nyaman dalam belajar. Saya sangat menginginkan belajar tatap muka langsung. Bosan rasanya di rumah terus tidak bisa bertemu, mengobrol dengan Teman-teman dan Guru-guru di sekolah. Ternyata sekolah offline dan online sama saja, harus mandi pagi. Kemudian materi pelajaran terkadang sulit, terkadang mudah. Selama Pembelajaran Jarak Jauh, Saya memakai alat perangkat yang mendukung yaitu handphone. Handphone yang di beli ayah saat itu untuk memudahkan saya dalam belajar selama pandemi. Selain handphone, saya pun menggunakan laptop. Selama PJJ saya tidak didampingi Ayah dan Mamah. Ayah diharuskan untuk bekerja, Mamah mengurusi adik yang paling kecil sehingga mamah tidak ada waktu untuk mendampingi saya dan adik-adik yang harus belajar secara online. Selama PJJ ini terkadang tidak mood belajar sehingga tidak semangat belajar terlebih lagi pelajaran matematika sedikit susah memahami materinya. Kemudian tidak bisa bertemu Teman-teman, Guru-guru yang baik. Lebih banyak harus berdiam di rumah selama pandemi ini. -
Tidak bisa melakukan hal-hal menyenangkan di luar rumah. Saya tidak bisa fokus sekolah, materi yang dijelaskan guru tidak begitu jelas karena terkendala koneksi internet. Jika dilihat dari sisi positifnya, adanya kecanggihan teknologi saat ini memudahkan saya untuk tetap bisa berkomunikasi dengan Teman-teman dan melakukan belajar secara online. Sehingga saya harus berkenalan dengan berbagai macam aplikasi yang disediakan yaitu diantaranya Zoom, Google Meet, dan media pembelajaran secara online lainnya. Sehingga sekarang saya bisa mengoperasikan laptop dan handphone. Pengalaman belajar yang unik saat Pandemi. Pengalaman adalah guru terbaik di dalam hidup saya. Selain itu pula saya bisa lebih dekat dengan keluarga. Bosan saat PJJ? Inilah beberapa hal yang saya lakukan untuk menghilangkan kebosanan selama PJJ. Biasanya setelah kelas selesai, saya dan Teman-teman sering telponan atau video call. Saya dan Teman-teman membahas tugas atau yang lainnya. Walau, terkadang saya sering buat makanan dari resep di internet seperti pancake, kue sarang laba-laba, jadi lebih bisa menghilangkan rasa bosan walau sebentar. Atau terkadang juga bermain bersama adik-adik seperti bermain air. Alhamdulillah, selama pandemi keluarga saya masih diberi kesehatan sampai saat ini. Namun, ada banyak tetangga yang terkena COVID-19. Kemudian beberapa perasaan sedih yang saya rasakan yaitu tidak bisa bermain bersama Teman-teman, olahraga juga harus pakai masker padahal sesak, tidak bisa ke tempat wisata atau hiburan, tidak bisa lihat penyembelihan Qurban saat Idul Adha, tidak bisa salat Idul Fitri, salat Tarawih, I’tikaf di masjid dan tidak bisa buka puasa bareng dengan Teman-teman. Hikmah dari pandemi ini adalah saya menjadi lebih peduli dengan kebersihan diri contohnya saya mencuci tangan sesering mungkin terutama setelah beraktifitas di luar rumah, dan saya menjadi tidak mudah terjangkit sakit flu dan batuk karena sering memakai masker dan meminum vitamin. Saya menjadi lebih bersyukur kepada Allah Swt. karena keluarga saya masih diberi kesehatan sampai saat ini. Ya Allah, Engkau yang Maha Pengasih dan Penyayang. Sehatkan lah kembali Dunia ini dari Pandemi COVID-19. Karena hanya dengan kuasa-Mu hal ini dapat terjadi dan hanya kepada-Mu aku meminta pertolongan, dan semoga dengan adanya pandemi COVID-19 ini kami menjadi manusia yang lebih bertaqwa dan bersyukur. Inilah doa saya. Semoga Allah dapat mengabulkannya. Manusia bolehlah berharap pada-Nya. Ya Allah, saya berharap semoga dunia cepat pulih dari COVID-19, agar anak-anak khususnya di Indonesia dapat melaksanakan kegiatan belajar di sekolah. Keluarga- --
saya di berbagai kota di Indonesia dapat berkumpul dan dapat berlibur bersama. Saya dapat berwisata ke tempat tujuan yang saya inginkan dan dapat berjalan-jalan serta dapat melaksanakan pulang kampung atau mudik ke Aceh. Jujur saya tidak menginginkan PJJ. PJJ membosankan bagi saya. Saya ingin sekolah tatap muka. Usulan saya, pemerintah agar segera memberikan izin kepada sekolah-sekolah berzona hijau atau kuning dan memberikan peralatan pendukung kesehatan secara gratis kepada sekolah agar protokol kesehatan dapat dilaksanakan dengan baik dan kami dapat bersekolah tatap muka. Ada sedikit kutipan dari Brian Tracy yaitu “Setiap pengalaman dalam hidup diatur untuk mengajarimu sesuatu yang perlu kamu ketahui untuk maju. Jika kita ingin maju maka hadapilah apa yang terjadi hari ini, kurangilah mengeluh dalam menjalaninya.” Sekian dari saya semoga apa yang saya tulis di atas bermanfaat bagi diri saya sendiri dan bagi pembaca. -
Pandemi COVID-19 Merubah Perilaku Setiap Manusia M. Haikal Abbasy D alam sejarah umat manusia, wabah selalu ada dan datang silih berganti. Seperti pandemi COVID-19 seperti sekarang ini yang datang dengan cepat dan tiba-tiba. Penyebab tentunya karena ulah manusia dan wabah ini merupakan teguran dari yang Mahakuasa. Virus ini menyerang manusia melalui penularan dari droplet atau badan kita bersentuhan dengan virus tersebut. Virus ini sangat kecil, tidak terlihat dan menyebar di mana-mana. Untuk menghindari virus ini setiap manusia diwajibkan agar selalu menjauhi segala bentuk sentuhan atau interaksi dengan orang lain dan disarankan tetap menjaga jarak, selalu menggunakan masker, mencuci tangan bila kita ada kegiatan di manapun. Selama masa pandemi hal pertama yang saya rasakan adalah sedih dan kangen karena tidak dapat bertemu dengan teman-teman dan juga para Bapak Ibu Guru yang selalu mengajari saya di sekolah. Namun karena wabah virus ini memberikan dampak yang buruk bagi kita jika saling berdekatan. Virus ini dapat menularkan dengan sentuhan, udara disekitar yang menjadi perantara penyebaran virus, sehingga untuk menghindari dan mencegah penularan seperti yang dilakukan jaman Rasulullah adalah salah satunya dengan menjaga jarak dan ini yang dilakukan oleh sekolahan dengan menutup sementara dan belajar dan tatap muka melalui online (PJJ). Untuk melakukan PJJ, saya menggunakan handphone dan komputer sebagai alat untuk belajar dan mencari informasi. Dalam mengikuti PJJ saya sering didampingi Bunda. Untuk tugas yang diberikan selama PJJ cukup efektif dan menjadi pengganti dari kegiatan yang selama ini dikerjakan di sekolah. Dalam memahami materi pembelajaran selamam PJJ saya tidak banyak mengalami masalah karena materi yang dibuat dan disampaikan oleh Bapak Ibu Guru sangat mudah dipahami dan membantu saya untuk memahami setiap materi yang disampaikan. Sisi positif selama masa pandemi ini adalah wabah COVID-19 ini dengan PJJ maka kita sudah berusaha untuk mencegah dan melindungi diri kita dari tertularnya virus. Sementara sisi negatifnya adalah sangat sedih dan kangen dengan Teman-teman dan Bapak Ibu Guru di sekolah karena sejak PJJ kita tidak dapat leluasa untuk belajar, bermain dan menikmati suasana hangat di sekolah. Untuk menghilangkan --
rasa kejenuhan selama pandemi ini, saya meminta Ayah Bunda untuk berkeliling dengan kendaraan walau tidak turun dari kendaraan untuk menghindari interaksi dengan orang dan selalu menjauhi kerumunan. Hal yang seru saat di rumah di saat pandemi adalah saat Ayah mengajak saya untuk berkreasi, membuat dan menciptakan sesuatu yang menarik. Kebetulan Ayah saya selama pandemi bekerja di rumah (WFH), diwaktu senggangnya, Ayah menjadi seorang content creator dimana beberapa hasil kreasinya sudah ditayangkan di YouTube. Konten yang dibuat adalah dengan memanfaatkan barang-barang yang ada disekeliling, sudah tidak terpakai dan dibuat sebagai sesuatu yang unik. Jadi selama ini saya diajak ikut berperan dalam pembuatan konten. Baik ikut membuat sesuatu maupun diajari sebagai fotografernya. Peristiwa sedih disaat pandemi ini adalah saat orang-orang yang ada di sekeliling saya mengalami sakit seperti yang dialami Ayah Bunda dan juga saya sendiri walaupun penyakit yang saya alami non covid. Hal ini terjadi walaupun kami sekeluarga sudah menjalankan protokol kesehatan yang sangat ketat selama ini. Dengan kejadian pandemik ini banyak hikmah yang dapat diambil dan hikmahnya atas kejadian pandemi ini saya menjadi lebih sabar karena banyak kegiatan dan aktivitas selama ini sudah dibatasi dan semua itu dilakukan semata-mata untuk pencegahan penularan virus COVID-19. Saya berharap selama masa pandemik ini semoga saya dan keluarga dijauhi dari penyakit virus COVID-19 dan semoga kami selalu dalam Lindungan Allah Subhanahu wa ta’alla, aamiin. Harapan saya agar penyakit ini segera berakhir dan kita semua dapat beraktifitas seperti sediakala. Saran saya selama Virus COVID-19 ini baru ditemukan vaksin dan belum ada obatnya saya usul agar sekolah tetap menjalankan protokol kesehatan dengan tetap melakukan PJJ guna menghindari penularan virus COVID-19. Pandemi ini belum berakhir dan pemerintah masih berusaha untuk melindungi masyarakat dari penyebaran virus COVID-19 ini dengan mengajak kita utk selalu menjaga protokol kesehatan dengan menjalankan 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumuman dan menjaga interaksi dengan orang lain. -
Bertahan Menimba Ilmu di Tengah Pandemi Ahmad Hasan Al Kaafi Assalamua’laikum warahmatullahi wabarakatuh H asan adalah nama panggilan saya. Tahun ini saya kelas 6 di SDIT QA Baitussalaam. Saya akan mencoba bercerita bagaimana saya bertahan dalam dalam menimba ilmu di tengah pandemi virus corona. Beberapa bulan terakhir, jumlah kasus terinfeksi virus corona di Indonesia mengalami peningkatan sehingga keadaannya makin mencekam. Banyak korban di rumah sakit yang terinfeksi dan kurang mendapatkan pelayanan maksimal sehingga mengakibatkan banyak kematian. Pandemi COVID-19 disebabkan oleh virus corona yang menyerang pernafasan dan bisa mengakibatkan kematian, terutama yang memiliki penyakit komorbit. Virus ini pertama kali ditemukan di wilayah Wuhan China pada akhir tahun 2019. Kemudian menyebar ke berbagai Negara di dunia termasuk Indonesia. Di Indonesia virus COVID-19 pertama kali ditemukan di wilayah Jakarta pada awal bulan Maret 2020, dan sampai sekarang telah menyebar ke penjuru nusantara dengan berbagai macam varian turunan dari virus COVID-19 yang pertama kali ditemukan di Wuhan dan telah mengakibatkan kasus terinfeksi virus corona telah mencapai 3 juta lebih dengan angka kematian mencapai lebih dari 4 ribu jiwa. Kasus terinfeksi COVID-19 mengalami peningkatan yang signifikan sehingga pemerintah mengambil kebijakan tegas yaitu membatasi atau menutup kegiatan sosial, mulai dari kegiatan ekonomi, pendidikan, keagamaan dan hiburan. Dalam dunia pendidikan pemerintah menutup aktivitas sekolah dan menggantinya dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Ya, saya di sini bertahan dalam kegiatan PJJ untuk menimba ilmu. Proses PJJ menggunakan media elektronik. Bisa menggunakan laptop maupun handphone. Saya menggunakan handphone dalam mengikuti kegiatan PJJ bersama saudara kembar saya Hamka. Ya, saya mempunyai saudara kembar namanya Hamka. Kami berdua bersekolah di tempat yang sama. Pada awal pembelajaran saya merasa senang karena waktu belajarnya sebentar sehingga bisa di isi dengan kegiatan lainnya terutama main game. Namun karena proses PJJ berkepanjangan jadi saya merasa bosan dan jemu dalam mengikuti kegiatan PJJ. Apalagi kalau terdapat kendala yang diakibatkan oleh sinyal, sehingga proses PJJ tidak berjalan dengan baik dan saya tidak memahami materi yang disampaikan oleh --
bapak dan ibu guru. Sehingga saya harus belajar kembali dengan cara membaca buku paket dengan di temani Abi dan Mamah. Ketika rasa bosan datang, saya mengisinya dengan rehat. Saya biasanya rehat bersama Hamka dengan bermain bola kaki, bercanda, menggambar, main game, dan nonton TV. Oh iya tidak lupa kami juga suka mengemil cemilan-cemilan yang ada di rumah. Saya juga terkadang bermain di lapangan yang lokasinya tidak jauh dari rumah bersama teman-teman. Kondisi pandemi seperti ini terkadang membuat saya sedih. Terutama saya sedih sekali ketika mendengar saudara dan atau tetangga yang terinfeksi COVID-19 atau ada meninggal dunia. Pandemi ini membuat saya menjadi lebih rajin mencuci tangan, memakai masker kalau keluar rumah, dan menjaga jarak kalau berbicara. Saya lakukan itu untuk mencegah terkena virus corona dan mencegah penyebaran virus corona. Oh ya, saya juga sangat merasakan menjadi lebih dekat dengan orang tua yaitu Abi dan Mamah karena adanya PJJ jadi suka didampingi sama Abi dan Mamah kalau belajar. Harapan saya dari pandemi ini yaitu semoga badai pandemi COVID-19 cepat berakhir. Saya pun bisa kembali bersekolah dan bertemu dengan Guru-guru dan Teman-teman. Ternyata PJJ yang terlalu panjang bahkan setahun lebih membuat saya merasa bosan belajar di rumah terus. Saya ingin sekali PJJ ini tidak membosankan. Saya berharap PJJ ini dikemas lebih menarik dan menyenangkan. Bisa dengan memanfaatkan permainan atau hobi kekinian sebagai media PJJ. Sebenarnya saya ingin ke sekolah dan PJJ nya dikurangi saja karena saya suka tidak paham materinya kalau belajar online. Jadi, Ayo! Teman-teman, kita sama- sama patuhi protokol kesehatan untuk memutus penyebaran virus COVID-19. Dengan cara 3M yaitu Menjaga jarak, Mencuci tangan, dan Memakai Masker. Jika pandemi ini berakhir, kita bisa bersekolah kembali di sekolahan. Semoga Allah Swt. senantiasa menjaga dan melindungi kita semua agar terhindar dari wabah COVID-19. Semoga Abi, Mamah, Hamka, dan saya sehat selalu. Begitupun dengan para Bapak dan Ibu guru serta petugas di sekolah semoga sehat selalu. Wassalamua’laikum warahmatullahi wabarakatuh -
Pandemi COVID-19 Hanifa Imtinan Hanafi P andemi merupakan sebuah epidemi yang telah menyebar ke berbagai benua dan negara, pandemi umumnya menyerang banyak orang. Pandemi COVID-19 pertama kali masuk Indonesia pada awal tahun 2020. Daerah yang pertama kali terkonfirmasi positif COVID-19 kota Depok. Pandemi ini sangat ganas dan berbahaya dan bisa menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang tua. Dan virus ini rentan menyerang lansia dan yang memiliki penyakit penyerta. Gejala yang timbul oleh pasien yang terpapar COVID-19 adalah demam, panas, batuk, hilang penciuman, mual bahkan ada yang sampai sesak nafas. Jumlah korban yang positif pada tanggal 29 Agustus 2021 adalah 4.073.831, sembuh 3.724.310 meniggal 131.923. Pandemi COVID-19 telah membuat seluruh aktivitas dipindahkan, terima suka sekolah dilaksanakan secara online atau pembelajaran jarak jauh. Pada awalnya aku senang sekolah libur, dan bisa belajar dari rumah, semua bahagia karena sekolah libur, dan akan segera masuk kembali, tetapi pandemi semakin ganas dan sulit untuk dikendalikan, masyarakat yang tidak mau mengikuti protokol kesehatan, tapi lama kelamaan aku merasa jenuh. COVID-19 membatasiku keluar rumah dan juga beraktifitas, main bersosialisasipun juga sulit, bahkan sekolah juga dibatasi dari rumah. Saat pembelajaran jarak jauh kadang aku menggunakan laptop kadang juga aku menggunakan handphone. Saat PJJ tidak didampingi Bunda, karena Bunda harus mencari uang untuk keperluan ku dan adik-adikku, aku berusaha menggerjakan tugas yang diberikan oleh Bapak Ibu Guru dalam PJJ sangat membatasiku untuk memahami materi, kadang terkendala sinyal ketika sedang belajar, terkadang aku sulit memahami materi yang diberikan secara online oleh Bapa Ibu Guru. Banyak suka dan duka saat menjalankan PJJ. Sisi positif dari PJJ yaitu bisa berkumpul bersama keluarga, melakukan aktivitas bersama keluarga, hubungan kekeluargaan menjadi tambah erat. Sedangkan duka dari PJJ yaitu materi yang diberikan secara online tidak maksimal, tidak bisa bertemu dengan Teman-teman dan Guru-guru. Untuk mengatasi kebosanan aku bermain bersama adik-adikku. Kami bermain bersama di rumah, bermain boneka, bermain tenda dan juga bermain permainan tradisional seperti bermain congklak. --
Selain itu keseruan lain yang aku lakukan selama di rumah adalah memasak bersama Bunda. Aku membuat makanan seperti pudding, atau pun kue kering dan makanan itu kami nikmati bersama. Selama masa pandemic, aku juga merasakan kesedihan yang mendalam saat tante aku dinyatakan terinfeksi virus COVID-19. Pada awalnya tante aku ini mengalami demam setelah beliau pulang bekerja, dan juga mengalami batuk-batuk, selang beberapa hari tante aku mengalami hilang penciuman, kemudian tante aku memeriksakan diri ke dokter, dan setelah di tes ternyata hasilnya Positif COVID-19. Betapa sedihnya aku ketika mendengar kabar tante aku positif COVID-19. Hikmah yang dapat diambil dari pandemi adalah betapa kecilnya kita sebagai makhluk ciptaan Allah, betapa kita harus lebih banyak bersyukur kepada Allah. Selain itu hikmah lain adalah kita menjadi lebih akrab dan dekat dengan anggota keluarga kita, karena seringnya kita bersama keluarga. Semoga COVID-19 cepat berakhir agar bisa melakukan aktifitas normal kembali, sehingga bisa bersekolah normal Kembali, bisa bertemu dengan Bapak Ibu Guru dan Teman-teman, bisa pergi berlibur kembali bersama keluarga. Dan yang lebih utama adalah umat Muslim bisa kembali salat berjemaah dan juga bisa mengikuti kajian dan ceramah. PJJ yang dibuat sekolah dibuat lebih menarik agar tidak jenuh. Contoh dengan membuat permainan interaktif bersama Guru dan Teman-teman atau bisa juga dengan membuat kuis yang seru yang mebuat PJJ tidak membosankan, sehingga kami bisa menerima materi dengan baik. -
Cerita Di Masa Pandemi Syahdan Nabih Estu Kumudani B ermula dari kota Wuhan di Tiongkok, virus corona menyebar ke berbagai belahan dunia. Virus tersebut menyebabkan penyakit Corona Virus Disease- 2019 (COVID-19). Penyakit COVID-19 telah ditetapkan WHO (World Health Organization) sebagai pandemi di bulan Maret 2020, saat di Indonesia juga sudah ditemuka kasus COVID-19. Pandemi artinya virus corona telah menyebar secara luas di belahan dunia. Mungkin kesannya menakutkan dengan istilah pandemi, padahal sebenarnya tidak berkaitan dengan keganasan penyakit tersebut, tetapi pada penyebarannya yang meluas. Pada umumnya virus corona menyebabkan gejala yang ringan atau sedang, seperti demam dan batuk, dan kebanyakan bisa sembuh dalam beberapa minggu. Tetapi pada kasus yang lebih parah, selain demam dan batuk juga bisa disertai sesak napas dan bisa menyebabkan sindrom pernapasan akut, gagal ginjal dan bahkan kematian. Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah infeksi virus Corona, di antaranya: 1.Mencuci tangan dengan benar adalah cara paling sederhana namun efektif untuk mencegah penyebaran Virus Corona. Cucilah tangan dengan air mengalir dan sabun selama 20 detik. 2.Menggunakan masker. Ada 2 tipe masker yang bisa digunakan untuk mencegah penularan Virus Corona, Yaitu Masker Bedah dan Masker N95. Masker bedah atau surgical mask merupakan masker sekali pakai yang umum digunakan. Cara pakai masker bedah yang benar adalah sisi berwarna pada masker harus menghadap ke luar, sementara sisi dalamnya yang berwarna putih menghadap wajah dan menutupi dagu, hidung, dan mulut. 3.Menerapkan physical distancing atau menjaga jarak. Pembatasan fisik juga dilakukan dengan cara menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain dan selalu menggunakan masker, terutama saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian. Pandemi ini ternyata berlangsung sangat lama, awalnya saya kira sekolah hanya ditutup untuk sebentar saja, tapi ternyata sampai saat ini sekolah belum juga dibuka. Belajar dari rumah sangatlah asyik sampai akhirnya menjadi membosankan dan membuat saya sedih, karena tidak bisa bertemu dengan teman teman dan guru, serta tidak bisa belajar dan bermain bersama teman di sekolah. --
Agar tidak ketinggalan pelajaran, saya selalu mengikuti PJJ. Saat mengikuti PJJ, media belajar yang saya gunakan adalah laptop dan handphone. Selama PJJ, saya selalu belajar sendiri, tanpa didampingi Ayah atau Bunda. Saya suka tugas yang diberikan guru karena tugasnya mudah dan tidak banyak. Cara saya untuk memahami materi dari guru adalah dengan cara mendengarkan materi dan fokus pada materi yang diberikan guru. Menurut saya tidak sulit untuk memahami materi dari guru karena kita hanya harus mendengarkan materi dan fokus pada materi yang diberikan guru. Sangat banyak hal positif yang dapat diambil dari PJJ ini, salah satunya waktu belajar menjadi lebih singkat, praktis, dan santai serta mengurangi risiko terpapar virus corona. Selain hal positif juga ada hal negatif selama PJJ ini seperti kendala jaringan dan saya menjadi kurang bersosialisasi. Pandemi COVID-19 memaksa saya untuk selalu berada di dalam rumah agar tidak terpapar virus corona. Berada di dalam rumah dalam waktu yang lama sangat membuat saya merasa bosan. Ketika bosan, saya mencoba untuk bermain alat musik dan membaca buku. Pada awal Maret 2020, pandemi mulai menyebar di Indonesia. Masyarakat banyak yang terpapar, pembatasan mulai di terapkan oleh pemerintah, tidak boleh salat di masjid, sekolah ditutup, sehingga saya tidak bisa bertemu secara langsung dengan Teman-teman dan Guru, hanya lewat handphone. Pandemi membuat kita hanya berada di rumah saja. Hal ini membuat kita mempunyai lebih banyak waktu di rumah. Waktu tersebut bisa kita manfaatkan untuk lebih banyak beribadah. Saat pandemi juga kita diharuskan mencuci tangan dengan sabun setiap saat. Hal inilah yang membuat kita menjadi lebih bersih karena selalu mencuci tangan dengan sabun. Semoga pandemi ini cepat berlalu, karena saya sudah bosan di rumah saja, ingin bertemu dengan Teman-teman dan Guru secara langsung. Usul saya, perlu dilakukan pertemuan tatap muka langsung antara siswa, guru dan sekolah. Hal itu untuk tetap menjaga bonding antara anak dan sekolahnya, juga mengurangi kejenuhan sekian lama belajar di rumah saja. Bisa dijadwalkan seminggu sekali, dengan jumlah anak dibatasi hanya 5 atau maksimal 10 anak dalam setiap pertemuan. Tetapi perlu juga digilir waktunya dengan bergantian anggota kelompoknya, supaya setiap anak bisa saling bertemu dengan semua temannya secara bergantian. Waktunya singkat saja, yang penting adalah kualitas pertemuannya. Pada saat pertemuan tatap muka, protokol kesehatan tetap harus ditaati. Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Apabila ada tutur kata yang kurang berkenan, saya mohon maaf. -
Belum ada judul Khansa Almaira B elum selesai belum selesai --
belum selesai -
Aku dan PJJ Rachel Hilwana Maheshwari C OVID-19 adalah virus yang menyebar di Indonesia, COVID-19 ini datang dari China kemudian menyebar ke beberapa Negara. Virus COVID-19 sangat ber- bahaya untuk manusia, bisa menyebabkan sesak nafas dan meninggal. Jadi kita harus memakai masker saat kita ingin keluar. Waktu TK saya bersekolah di TK RA Baitussalam didekat rumah saya. Sekarang saya bersekolah di SDIT QA Baitussalaam kelas 6 Taqwa. Dulu Ketika offline saya selalu mengeluh untuk sekolah diliburkan dan sekarang ketika COVID-19 datang dan sekolah diliburkan saya pun merasa senang karena akan belajar di rumah tetapi lama kelamaan saya merasa bosan dan ingin sekolah offline seperti dulu. Pandemi ini datang pada tahun 2019 ketika saya di kelas 4 Taqwa semester dua. Saat itu akan melaksanakan kunjungan ke Taman Mini dan dibatalkan karena pemerintah mengeluarkan pengumuman bahwa tempat wisata, sekolah, perkantoran dan juga mal harus ditutup. Sedih banget mendengarnya, padahal sudah Bahagia mau jalan-jalan, hiks hiks hiks. Akhirnya SDIT QA Baitussalaam pun harus menjalankan sekolah di rumah atau yang dikenal dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Awal PJJ, saya belajar dengan menggunakan Google Classroom, harus membuat email sendiri. Alhamdulillah dibantu sama Bunda Ketika menggunakan aplikasi tersebut. Senangnya menggunakan Google Classroom, tugas yang dikerjakan bisa berdasarkan waktu luang Ayah Bunda yang mendampingi saya. PJJ pun berlanjut sampai di kelas 5, pembelajaran yang awalnya menggunakan Google Classroom beralih ke YouTube. Ternyata materi yang diberikan bapak ibu guru melalui YouTube kurang dapat saya pahami. Sehingga Ayah dan Bunda harus ekstra menjelasakan kembali materi tersebut agar saya dapat mengerjakan tugas dengan baik. Alhamdulillah, pembelajaran lewat YouTube hanya berlangsung 1 semester saja. Di semester 2 materi yang disampaikan sudah menggunakan aplikasi Google Meet dan Zoom dan saya pun sudah lebih mudah memahami materi yang disampaikan. Ketika saya sedang belajar online atau mengerjakan tugas dirumah selalu ada hambatan seperti mati lampu, korslet, kalau sedang Zoom wifi nya eror atau tidak stabil, baterai habis, kadang-kadang susah bangun pagi, tugas banyak atau numpuk --
dan lainnya. Walaupun sekolahnya masih online, tapi tetap ada kegiatan virtual yaitu QA Perform HUT RI dan Pramuka, MPLS, Istighosah dan shaum online saat bulan Ramadan. Senang banget bisa membayar rasa kangen saat sekolah offline. Menurut saya lebih nyaman sekolah offline daripada sekolah online karena kalau sekolah offline bisa tatap muka langsung dan bisa bertemu Teman-teman, Guru di sekolah dan main keluar tanpa masker. Ketika sekolah online itu tidak bisa bertemu Teman-teman atau guru di sekolah dan harus memakai masker. Jadi dulu selama saya offline seharusnya saya bersyukur masih bisa ketemu Teman-teman, jalan-jalan, bertemu saudara, main keluar tanpa masker jadi harus tetap bersyukur walaupun keadaannya seperti ini dan tetap semangat. Semoga pandemi ini cepat berlalu supaya bisa sekolah offline lagi dan semoga diberi kesehatan yang lebih. Hal sedih yang pernah saya alami adalah teman atau tetangga saya yang terkena COVID-19 saat keluar dari rumah sakit dan saudara saya yang terkena gejala COVID- 19 juga. Alhamdulillah, saudara saya sudah kembali sehat dan kami sempat bersilaturahmi. Hikmah yang bisa diambil dari pandemi COVID-19 adalah bisa menghabiskan waktu dengan keluarga, bisa mengetahui aplikasi Zoom, Google Meet, Google Classroom dan bisa membantu orang tua membersihkan rumah, membantu adik belajar, bisa belajar dengan santai, lebih bisa belajar bahwa kesehatan itu sangat penting. -
Belajar Hidup Bersama Si COVID-19 TB.M. Rizki Fauzan Alfaris C OVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan. Virus baru ini sebelumnya tidak dikenal. Awal terjadi wabah di Kota Wuhan, Tiongkok, pada bulan Desember 2019. Virus ini diduga diakibatkan oleh binatang kelelawar karena masyarakat cina menyukai daging kelelawar. Oleh sebab itu pemerintah Negara Cina menghimbau agar masyarakatnya tidak mengkomsumsi daging tersebut. Badan kesehatan dunia atau WHO (World Health Organization) atau Organisasi Kesehatan Dunia memutuskan virus COVID-19 ini menjadi sebuah pandemi internasioanl karena terjadi di banyak negara diseluruh dunia termasuk Indonesia. Di Indonesia pertama kali mengkonfirmasi kasus COVID-19 pada Senin, 2 Maret 2020 lalu. Saat itu, Presiden Joko Widodo mengumumkan ada dua orang Indonesia yang positif terjangkit virus Corona yaitu perempuan berusia 31 tahun dan ibu berusia 64 tahun. Kasus virus covid pertama yang diduga berawal dari perempuan yang terjangkit COVID-19 dengan WN Jepang yang masuk ke wilayah Indonesia. Saat sekolah diumumkan akan ditutup aku sangat senang. Aku akan bisa belajar di rumah setiap hari dan aku bisa lebih banyak peluang beristirahat karena jam belajar lebih singkat. Namun lama kelamaan aku mulai sangat bosan di rumah karena tidak bisa bermain maupun jalan-jalan, aku juga jarang sekali berinteraksi dengan orang lain seperti tetangga dan Teman-teman, aku ingin sekolah di buka kembali supaya bisa belajar lagi di sekolah, bertemu Bapak Ibu Guru dan bermain bersama Teman- teman. Aku sangat ingat sekali saat sebelum adanya COVID-19, aku berangkat kesekolah pukul 7.00 WIB, memulai pelajaran pukul 7.30 WIB, dan pulang pukul 14.00 WIB. Namun saat COVID-19 muncul di Indonesia, sekolah-sekolah mulai ditutup dan mulainya Pelajaran Jarak Jauh (PJJ) di mana pelajarannya menggunakan aplikasi seperti Zoom, Google Meet dan pembelajarannya dilakukan di rumah. Hal ini tentu saja berbeda, bedanya jam pelajaran yang tadinya pulang sekolah atau selesai pelajaran pukul 14.00 WIB namun sekarang pukul 11.00 WIB sudah selesai. Saat melakukan PJJ, aku menggunakan laptop dan handphone, aku juga tidak ditemani kedua orang tuaku karena kedua orang tuaku yang sedang berkerja, dan tugas yang diberikan guru lumayan banyak tapi tidak apa-apa. --
Sering kali aku kurang memahami materi yang diberikan bapak atau ibu guru karena tidak bagusnya jaringan yang membuat laptop dan handphone ku ngelag saat pembelajaran. Aku belajar untuk lebih bersabar kerena jaringan internet yang kadang-kadang. Walaupun setiap hari jaringan internet tidak bagus, aku selalu berusaha mengikuti pemelajaran dari awal sampai akhir kegiatan. Hal yang aku suka saat melakukan kegiatan PJJ yaitu aku bisa merekam pembelajaran dengan mudah, dan aku bisa mendengar berulang kali materi yang diberikan guru. Dukanya saat melakukan kegiatan PJJ, aku tidak bisa bertatap muka dengan guru dan teman-teman, tidak seperti sekolah biasa aku bisa bertatap muka dengan guru dan teman sekelas. Aku juga suka saat PJJ, karena aku bisa lebih banyak beristirahat ketimbang saat sekolah biasa. Ya walaupun aku bosan di rumah aku masih senang karena aku selalu diajarkan untuk bersyukur pada setiap keadaan seperti saat ini yang sedang pendami. Saat aku bosan aku suka bemain bersama sepupuku namun hal itu aku lakukan sesudah melakukan kegiatan PJJ agar kegiatan sekolahku tidak terganggu. Selain itu biasanya untuk menghilangkan kebosanan aku bermain gadget antara lain menonton video-video di YouTube. Aku menonton video di YouTube karena menginspirasiku untuk melakukan hal-hal baik. Terkadang ingin mencoba membuat konten seperti mereka tapi ternyata sulit. Aku tidak tahu masalahnya apa. Intinya aku tidak tahu harus memulai darimana. Yang tidak membuat aku bosan yaitu pergi ke sekolah seperti biasa, seperti bertemu teman sekelas dan bertemu Guru-guru, dan juga belajar seperti biasanya. Aku Tidak bisa bermain besama Teman-teman terdekat ku, tidak bisa pergi jalan- jalan bersama keluarga, dan aku juga sekarang jarang berkomunikasi dengan tetangga-tetanggaku, tidak seperti saat belum adanya COVID-19, aku sering bemain bersama Teman-teman dan berbincang dengan tetangga. Ada yang membuat aku sedih yaitu saudara ku yang meninggal dunia karena terkena covid, beliau adalah sepupu dari ibu ku. Kami berkabung pada hari Idul Adha dimana seharusnya merayakan dengan suka cita. Pada saat melakukan PJJ sangat kesal sekali sama kakak ku. Kakak ku itu orang nya sangat jail sekali, saat aku melakukan PJJ pun kakak suka jailin ku, makan pun aku suka dijaili oleh kakak ku. Kata kakak ku dia jail sekali karena kakak ku bosan, tapi walaupun kakak ku seperti itu menandakan bahwa dia masih sayang sama aku, kok! -
Dangan ada nya pandemi ini kita lebih banyak bersyukur kapada kesehatan dan mendapatkan teknologi baru seperti Zoom dan Google Meet dan aku juga bisa menjaga lingkungan supaya bersih dari virus-virus. Aku dapat lebih banyak beristirahat tapi jangan terlalu banyak beristirahat nanti akan bisa membuat kita malas. Saat melakukan PJJ itu sangat bosan tau... karena susahnya mendengarkan guru saat tidak ada sinyal, tidak seperti belajar di sekolah gampang mendengarkan dan memahami materi guru, tapi aku tetap bersukur karena masih bisa belajar. Semoga virus COVID-19 ini akan segera menghilang dari bumi, dan semoga sekolah-sekolah dibuka kembali secepat nya karena aku sudah sangat bosan di rumah setiap hari. Kegiatan ku selama di rumah hanya belajar, salat, makan, mandi dan bermain gadget. Aku sudah bosan melakukan kegiatan itu setiap hari. Saat ini semoga pemerintah menambahkan kuota internet supaya tiadak ngelag, dan semoga tugas yang diberi guru dikurangi karena tugas yang diberi guru terlalu banyak, terimakasih. --
Pengalaman ku Menghadapi Pandemi Ayla Kanza Adiva Assalamua’laikum warahmatullahi wabarakatuh H ai! namaku Ayla Kanza Adiva, umur ku sekarang 11 tahun aku lahir pada tanggal 28 juni 2010. Saat ini aku hidup di masa-masa terjadinya virus berba- haya yang bernama COVID-19. COVID-19 adalah virus berbahaya yang menular melalui pernafasan COVID-19 pertama kali muncul di China pada akhir Agustus 2019. Sekarang aku kelas 6 SD dan sekolah ku sedang menjalankan PJJ (Pembelajaran jarak jauh). Biasanya karena ada beberapa masalah aku jadi kesusahan belajar, masalah seperti koneksi internet, tidak paham pembelajaran karena tidak tatap muka secara langsung, terlambat karena kesusahan menemukan link untuk Zoom, dan tidak fokus dalam belajar karena ada beberapa gangguan di rumah. Bukan hanya sekolah, karena kematian disebabkan oleh COVID-19 semakin meningkat jadi anak-anak yang masih belum vaksin tidak bisa kemana-mana seperti ke mal, tempat bermain, semua ditutup, jadi aku dan adikku yang bernama Ghazi jadi bosan di rumah terus, tapi kami menemukan beberapa solusi seperti bermain sepeda di komplek, dan meningkatkan daya tahan tubuh dengan olahraga, berkreasi di rumah. Karena tempat camping adalah wisata yang terbuka dan tidak di ruangan tertutup jadi keluargaku pergi camping bersama. Pada malam hari ketika camping ada hujan besar yang membuat tendaku bocor, walaupun tenda ku bocor, di sana masih seru, aku bisa melihat pemandangan yang cantik, pergi ke sungai, bisa jalan- jalan keluar bersama keluarga ku dan aku bisa jalan-jalan ke pantai bareng keluarga, walaupun bisa nya di tempat yang dekat saja. Ahh, aku juga punya beberapa kenangan buruk selama berjalannya pandemi ini seperti saat teman terdekat ku positif, kita jadi tidak bisa bertemu dan bermain selama satu bulan. Karena pandemi, selama tujuh belasan tahun ini tidak ada lomba seperti tahun sebelumnya, dan juga yang tadinya keluarga ingin berlibur ke Bangka Belitung pada bulan Juni 2021, malah diundur sampai akhir Oktober itu pun belum pasti kalo COVID-19 tidak mereda ke bangka nya harus diundur lagi. Setiap ada kenangan buruk pasti juga ada kenangan baik, dan akan ku ceritakan kenangan baik itu. Karena pandemi, aku jadi sering bosan di rumah, Teman-teman ku juga bosan jadi kami bisa main di luar bareng, tapi tetap pakai masker, yaaa. -
Nah, aku jadi senang karena kami sudah lama tidak main. Aku juga punya lebih banyak waktu bersama Ayah karena sekarang Ayah ke kantornya dibatasi jadi bisa olahraga, main sepeda, main game seperti monopoli ataupun catur bareng. Ibuku juga jadi lebih sering bersama ku, kami bikin kue, berkreasi seperti melipat origami, melukis, dan salat Zuhur bareng karena saat masih sekolah aku salat dzuhurnya di sekolah. Oke Teman-teman, itu saja yang ingin aku ceritakan tentang pengalamanku saat pandemi ini, dan banyak pelajaran yang bisa kita ambil selama pandemi ini, seperti kita harus bersyukur selama ini kita bisa keluar bersenang-senang menghilangkan stress bersama teman-teman, dan juga jangan makan sesuatu yang aneh-aneh yaaa, makan itu harus sesuatu yang halal dan toyyib. Aku berharap semoga virus COVID-19 segera menghilang dari bumi ini dan semoga kita semua dapat bertemu dan teman teman kita, semoga kalian sehat semua yaaa. Wassalamua’laikum warahmatullahi wabarakatuh --
Search
Read the Text Version
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
- 6
- 7
- 8
- 9
- 10
- 11
- 12
- 13
- 14
- 15
- 16
- 17
- 18
- 19
- 20
- 21
- 22
- 23
- 24
- 25
- 26
- 27
- 28
- 29
- 30
- 31
- 32
- 33
- 34
- 35
- 36
- 37
- 38
- 39
- 40
- 41
- 42
- 43
- 44
- 45
- 46
- 47
- 48
- 49
- 50
- 51
- 52
- 53
- 54
- 55
- 56
- 57
- 58
- 59
- 60
- 61
- 62
- 63
- 64
- 65
- 66
- 67
- 68
- 69
- 70
- 71
- 72
- 73
- 74
- 75
- 76
- 77
- 78
- 79
- 80
- 81
- 82
- 83
- 84
- 85
- 86
- 87
- 88
- 89
- 90
- 91
- 92
- 93
- 94
- 95
- 96
- 97
- 98
- 99
- 100
- 101
- 102
- 103
- 104
- 105
- 106
- 107
- 108
- 109
- 110
- 111
- 112
- 113
- 114
- 115
- 116
- 117
- 118
- 119
- 120
- 121
- 122
- 123
- 124
- 125
- 126
- 127
- 128
- 129
- 130
- 131
- 132
- 133
- 134
- 135
- 136
- 137
- 138
- 139
- 140
- 141
- 142
- 143
- 144
- 145
- 146
- 147
- 148
- 149
- 150
- 151
- 152
- 153
- 154
- 155
- 156
- 157
- 158
- 159
- 160
- 161
- 162
- 163
- 164
- 165
- 166
- 167
- 168
- 169
- 170
- 171
- 172
- 173
- 174
- 175
- 176
- 177
- 178
- 179
- 180
- 181
- 182
- 183
- 184
- 185
- 186