Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore Jurnal Bisnis Tani Edisi April 2017

Jurnal Bisnis Tani Edisi April 2017

Published by Irwandi Aw, 2017-06-14 20:05:20

Description: Jurnal BISNIS TANI Edisi April 2017

Search

Read the Text Version

METODE PENELITIAN Metode Analisis Data Penelitian dilaksanakan pada Sikap konsumen terhadapbulan Januari-Febuari 2016. Penelitian bandeng duri lunak ditentukan olehdilakukan pada Toko Bandeng Juwana tingkat kepercayaan dan evaluasi pada(TBJ) di Jalan Pandanaran Kota atribut bandeng duri lunak tersebut.Semarang yang ditentukan secara Atribut bandeng duri lunak digunakansengaja (purposive), mengingat TBJ dalam penelitian ini terdiri dari (1)merupakan toko bandeng yang paling kualitas yang terdiri dari ukuran, rasa,banyak tenaga kerjanya dan paling dan kandungan gizi, (2) ketersediaanramai dikunjungi oleh konsumen. (stock), (3) tampilan terdiri dari warna,Sampel dari penelitian ini adalah aroma, dan tekstur, (4) keamanankonsumen yang membeli bandeng duri pangan, (5) harga, dan (6) kemasanlunak di TBJ. Metode pengambilan yang terdiri ingredients, barcode,sampel ditentukan dengan accidental ukuran kemasan, labeling, warna dansampling, yaitu metode yang digunakan bahan kemasan. Tingkat kepercayaandengan menentukan siapa yang masuk (bi) diukur dengan menggunakan skalaanggota sampel penelitian yang dapat likert dengan skor 1 apabila konsumenmemberikan informasi yang diinginkan menilai suatu atribut bandeng durisesuai dengan permasalahan penelitian lunak sangat buruk, sampai dengan skor(Singarimbun dan Effendi, 1995). 5 apabila konsumen menilai atributJumlah responden diambil sebanyak bandeng duri lunak memiliki atribut100 responden. sangat baik. Variabel evaluasi (ei) diukur dengan menggunakan dengan skor 1 Metode pengumpulan data melalui apabila konsumen menilai suatu atributwawancara langsung dengan konsumen bandeng duri lunak sangat tidak pentingbandeng duri lunak yang berpedoman baginya, sampai dengan skor 5 apabilapada kuesioner. Data-data yang konsumen menilai atribut bandeng duridiperoleh berupa data primer dan lunak sangat penting baginya. Membuatsekunder. Data primer diperoleh dari skala interval menginterpretasikanhasil observasi dan wawancara langsung angka berdasarkan jumlah atribut dandengan konsumen dan pemilik toko. skor yang digunakan dimasukkan padaData sekunder diperoleh dari skala interval, dengan menggunakanKementrian Kelautan dan Perikanan, rumus : Skala Interval = (m – n) / b.Badan Pusat Statistik, Perikanan dan Dimana m = skor yang tertinggi, n =Kelautan Provinsi Jawa Tengah, Badan skor yang terendah, b = jumlah skalaPusat Statistik Kota Semarang, Dinas penilaian yang terbentuk, makaPerindustrian dan Perdagangan Kota besarnya range untuk tingkatSemarang, Dinas Kelautan dan Toko kepercayaan dan tingkat evaluasiBandeng Juwana. adalah : = 0.8 (Nafisah, 2008).Tabel 1. Kategori Tingkat Kepercayaan dan Tingkat EvaluasiKepercayaan Nilai Evaluasi Nilai 1.0 ≤ ei ≤ 1,8Sangat buruk 1,0 ≤ ei ≤1,8 Sangat tidak penting 1,8 < ei ≤ 2,6 2,6< ei ≤ 3,4Buruk 1,8 < ei ≤ 2,6 Tidak penting 3,4< ei ≤ 4,2 4,2 < ei ≤ 5,0Biasa 2,6 < ei ≤ 3,4 BiasaBaik 3,4< ei ≤ 4,2 PentingSangat baik 4,2< ei ≤ 5,0 Sangat pentingSumber : Nafisah, (2008) 86

Untuk mengukur sikap independen (X) merupakan peubahdigunakan model multiatribut sikap dari independen terdiri dari enam peubah,fishbein (Suwarman, 2003), yang terdiri yaitu jenis kelamin, usia, pekerjaan,dari tingkat kepercayaan (bi) bahwa pendidikan, pendapatan, serta lokasi.bandeng duri lunak memiliki semua Persamaan mengacu pada (Santosa,atribut tersebut, dan tingkat evaluasi 2006) :(ei) terhadap atribut tersebut. Secara Y = a + β1X1 + β2X2 + β3X3 + β4X4 +simbolis, formulasi model Fishbein +β5X5+β6X6+ei.dapat dirumuskan sebagai berikut : Dimana Y = sikap. a = konstanta, β1- β5= koefisien regresi , X1 = jenis kelaminAo= ∑ . . (skor), X2 = usia (skor), X3 = pekerjaan (skor), X4 = tingkat pendidikan (skor), X5Dimana Ao = sikap terhadap objek, bi= = pendapatan rata-rata perbulan (skor),tingkat kepercayaan bahwa objek X6 = (skor), ei = faktormemiliki atribut i, ei = evaluasi error/disturbance.kepentingan terhadap atribut i, n =jumlah atribut yang dimiliki oleh objek. Selanjutnya uji F digunakanUntuk mengetahui tingkat kepercayaan untuk pengujian variabel bebas secaraatribut bandeng duri lunak, evaluasi bersama-sama terhadap variabelatribut, dan sikap konsumen dilakukan terikatnya. Uji t menunjukkan seberapaperhitungan skala skor dengan 5 jauh pengaruh variabel independenkategori (Simamora, 2004). secara individual menerangkan variasi Hasil penilaian sikap responden variabel dependen. Dimana dalamterhadap atribut bandeng duri lunak perhitungnya menggunakan program(bi.ei) secara keseluruhan akan Statistical Package for the Social Sciencediinterpretasikan ke dalam lima (SPSS) versi 16.00.kategori, yaitu sangat positif, positif,netral, negatif dan sangat negatif. Untuk mengukur tingkatBesarnya range untuk kategori sikap kepuasan konsumen dalam membeliyaitu: [ ( ) = 4,8. Rentang skala bandeng duri lunak di Toko Bandeng Juwana menggunakan Metodeinterval dikategorikan secara Important Performance Analysis (IPA)keseluruhan dapat dilihat pada Tabel 2. dan Customer Satisfaction Index (CSI) (Dickson et al, 2004). Importance-Tabel 2. Kategori Nilai Sikap terhadap Atribut Performance Analisys yaitu analisisSecara Keseluruhan tingkat kinerja perusahaan dan tingkat kepentingan pelanggan. Dengan rumusNilai Sikap Nilai (Simamora, 2004):Atribut TKI= x 100%. Dimana : TKI = Tingkat KesesuaianSangat negatif 1.0 < Ao ≤ 5.8 Index, Xi = Skor penilaian tingkat kinerja perusahaan, Yi = Skor penilaian tingkatNegatif 5.8 < Ao ≤ 10.6 kepentingan perusahaan. Tingkat Kesesuiaan Index dapat diartikan sejauhNetral 10.6 < Ao ≤ 15.4 mana karakteristik atribut memenuhi standar-standar yang telah ditetapkanPositif 15.4 < Ao ≤ 20.2 87Sangat positif 20.2 < Ao ≤ 25.0Sumber : Nafisah (2008). Analisis regresi linier bergandadigunakan mengetahui faktor-faktorsosial ekonomi yang berpengaruhterhadap sikap konsumen. Peubahdependen (Y) adalah sikap dan peubah

oleh konsumen sesuai dengan harapan 3. Kuadran III (Prioritas Rendah)dan kepentingan. merupakan wilayah yang memuat faktor-faktor yang dianggap kurang Sedangkan untuk menentuan penting oleh konsumen dan padaskor rata-rata variabel tingkat kinerja kenyataannya kepuasaan yangperusahaan dan tingkat kepentingan dirasa konsumen tidak terlalupelanggan secara keseluruhan, istimewa atau biasa saja. Dengandigunakan rumus sebagai berikut : kriteria Y≠ X.Ẋ = ∑ Ẋ dan Ẏ= ∑ Ẏ.Dimana sumbu mendatar (X) akan diisi 4. Kuadran IV (Berlebihan)oleh skor tingkat kinerja perusahaan menunjukkan atribut-atribut yangdan sumbu tegak (Y) akan diisi skor dianggap kurang penting olehtingkat kepentingan pelanggan. konsumen tetapi pihak perusahaanPenyederhanaan rumus yaitu : telah menjalankannya denganẊ = dan Ẏ = . sangat baik atau memuaskan,Dimana : n = Jumlah responden. Setelah sehingga konsumen menilai kinerjadiperoleh Ẋ dan Ẏ maka langkah perusahaan terlalu berlebihan.selanjutnya membuat diagram Dengan kriteria Y ˃ X.kartesius. Diagram kartesius merupakan Index kepuasan konsumensuatu bangun yang terbagi atas empatbagian yang dibatasi oleh dua buah (Customer Satisfaction Index/CSI)garis yang berpotongan tegak lurus ditentukan menggunakan rumuspada titik Ẋ dan Ẏ (Simamora, 2004). Dickson et al, (2004) yang terdiri dariStrategi yang akan dilakukan empat langkah yaitu : (1) Menentukanberdasarkan posisi masing-masing Mean Satisfaction Score (MSS) danatribut pada ke-4 (empat) kuadran yakni Mean Importance Score (MIS) pada tiapsebagai berikut (Simamora, 2004). variabel, (2) Menghitung Weight Factors1. Kuadran I (Prioritas Utama) (WF). Rumusnya yaitu : menggambarkan atribut-atribut WF= , (3) dianggap sangat penting oleh Menghitung Weight Score (WS). konsumen, tetapi pihak perusahaan Rumusnya yaitu WS = WF x MSS dan (4) belum melaksanakan sesuai dengan Menentukan CSI dengan rumus CSI keinginan konsumen, sehingga = dimana n adalah atribut. konsumen merasa tidak puas. Dengan kriteria Y˂ X. Hasil perhitungan dari2. Kuadran II (Pertahankan Prestasi) Customer Satisfaction Index (CSI) menunjukkan atribut-atribut yang dimasukkan ke dalam kategori skala dianggap penting oleh konsumen kepuasan konsumen. Skala kepuasan dan telah dilaksanakan dengan baik konsumen yang umum dipakai untuk oleh pihak perusahaan sehingga menginterpretasikan index dapat dilihat konsumen merasa puas, oleh sebab pada Tabel 3. itu pihak restoran harus mempertahankan kinerja terhadap Tabel 3. Kriteria Customer Satisfaction Index atribut-atribut tersebut. Dengan (CSI) kriteria Y=X. Nilai Index Kriteria Customer Satisfaction Index (CSI) 0.81-1.00 Sangat Puas 0.66-0.80 Puas 0.51-0.65 Cukup Puas 0.35-0.50 Kurang Puas 0.00-0.34 Tidak Puas Sumber : Wildan (2005). 88

HASIL DAN PEMBAHASAN konsumen terhadap atribut bandengKeadaan Umum Responden duri lunak. Hasil Sikap Konsumen Bandeng Duri Sebagian besar responden Lunak Secara Keseluruhanberjenis kelamin perempuan sebesar69%, sisanya pria sebesar 31%, usia ˃40 Sikap merupakan evaluasitahun sebesar 90%, usia 26-40 tahun seseorang, ungkapan perasaansebesar 9%, dan sisanya usia 18-25 seseorang positif atau sangat negatifsebesar 1%, pekerjaan PNS sebesar dari atribut bandeng duri lunak. Hasil53%, IBU RT sebesar 37%, dan sisanya analisis sikap konsumen dengan modelwiraswasta sebesar 10%, berpendidikan multiatribut fishbein terhadap atributStrata1 sebesar 85%, Diploma 3 sebesar bandeng duri lunak dapat dilihat pada12%. dan sisanya SMA sebesar 3%, dan Tabel 4. Berdasarkan Tabel 4, nilai rata-pendapatan Rp. ˃ 4.000.000 sebesar rata sikap responden (Ao) untuk47%, Rp. 3.000.001-Rp. 4.000.000 bandeng duri lunak dinilai positif olehsebesar 43%, Rp. 2.000.001-Rp. konsumen dengan nilai sebesar 19,52.3.000.001 sebesar 8%, dan sisanya Rp.1.900-001-Rp. 2.000.000 sebesar 2%. Artinya konsumen merasaRata-rata pembelian dengan range Rp. atribut yang ada pada bandeng duri2.000.000-Rp. 4.000.000 dengan rata- lunak sesuai dengan yang dibutuhkan.rata jumlah pembelian terbanyak Berdasarkan Tabel 4, Skor tingkatsebesar 4-8 kg/bulan. Rata-rata kepercayaan terhadap harga danfrekuensi pembelian sekitar 1,54 tampilan yang berkaitan dengan warna,kg/bulan, dan untuk proses pembelian aroma dan tekstur produk termasukresponden membeli bandeng duri lunak dalam kriteria sangat baik, Berdasarkansebesar 6,09 kg/sekali pembelian. hasil dari wawancara denganSikap Konsumen terhadap Pembelian konsumen, tampilan pada bandeng duriBandeng Duri Lunak lunak yang berkaitan dengan warna, aroma dan tekstur bandeng duri lunak Sikap konsumen dianalisis sangat menarik bagi konsumenberdasarkan model sikap multiatribut sehingga keinginan konsumen inginfishbein dapat digunakan untuk tetap membeli bandeng duri lunakmengetahui hubungan antara semakin kuat, sedangkan untuk hargapengetahuan produk yang dimiliki walaupun harga bandeng duri lunakkonsumen dengan sikap terhadap mahal tetapi konsumen tetap membeliproduk berkenaan dengan ciri atau hal ini berkaitan dengan semakin tinggiatribut produk. Salah satu model sikap harga semakin semakin bagus kualitasmultiatribut yang biasanya dipakai akan suatu produk. sedangkan kualitasadalah model atribut Fishbein (Engel et yang terdiri dari ukuran, rasa, danal, 1994). Atribut bandeng duri lunak kandungan gizi, ketersediaan (stock),dalam penelitian ini meliputi kualitas keamanan pangan, dan kemasan yangyang terdiri dari ukuran, rasa, dan terdiri ingredients, barcode, ukurankandungan gizi, ketersediaan (stock), kemasan, labeling, warna dan bahantampilan yang berkaitan dengan warna, kemasan masuk dalam kriteria baik.aroma, dan tekstur, keamanan pangan, Penilaian tingkat evaluasi untuk semuaharga, dan kemasan yang terdiri atribut menunjukkan sangat penting.ingredients, barcode, ukuran kemasan,labeling, warna dan bahan kemasan. Tingkat kepercayaan (bi) danTabel 4 menunjukkan tingkat tingkat evaluasi (ei) berdasarkan hasilkepercayaan dan tingkat evaluasi wawancara terhadap konsumen mengenai atribut bandeng duri lunak dapat disimpulkan bahwa faktor yang 89

sangat mempengaruhi sikap terhadap dan Armstrong (2008), cara lain untuktingkat kepercayaan (bi) konsumen menambahkan nilai dari suatu produkdalam pengambilan keputusan adalah adalah dengan melalui desain dan gaya.atribut harga sebesar 68% sangat setuju Sedangkan harga produk bisaapabila harga untuk bandeng duri lunak dipersepsikan secara berbeda olehdi TBJ mahal dan 81% responden orang yang berbeda. Berdasarkan datamenyatakan harga merupakan atribut konsumen memberikan tanggapanyang sangat penting. Hal ini dapat bahwa walaupun harga mahal, tetapidilihat pada Tabel 5. Secara umum konsumen dapat membeli sesuaikonsumen percaya bahwa atribut dengan atribut yang diharapkanbandeng duri lunak yang dijumpai di TBJ sehingga konsumen membeli bandengadalah baik. Tampilan yang berkaitan duri lunak yang dijual di TBJ. Penetapandengan warna, aroma dan tekstur harga oleh penjual akan berpengaruhproduk menarik dan harga terhadap perilaku pembelianmenunjukkan atribut dianggap sesuai konsumen, harga yang dapat dijangkauoleh konsumen. oleh konsumen akan cenderung membuat konsumen melakukan Menurut Kotler (2007) tampilan pembelian ulang terhadap produkadalah sarana kompetitif untuk tersebut (Asseal, 1992).mendeferensiasikan produk perusahaandari produk pesaing. Menurut KotlerTabel 4. Sikap Konsumen terhadap Atribut Bandeng Duri LunakAtribut Keperc Kategori Evaluasi Kategori Ao Kategori ayaan (ei) (bi*ei Positif (bi) Positif ) Skor Skor 18,70 18,40Kualitas 4,29 Baik 4,36 Sangat pentingKetersediaan (stock) 4,2 Baik 4,38 Sangat pentingTampilan 4,45 Sangat baik 4,46 Sangat penting 19,85 PositifKeamanan pangan 4,21 Baik 4,56 Sangat penting 19,20 PositifHarga 4,55 Sangat baik 4,82 Sangat penting 21,93 PositifKemasan 4,27 Baik 4,47 Sangat penting 19,09 PositifTotal 117,17Sumber : Data Primer, 2016 (diolah) sebelum membeli bandeng duri lunak,Tingkat evaluasi menggambar konsumen mempertimbangkan atributkan pentingnya atribut bandeng duri yang melekat pada bandeng duri lunak.lunak bagi konsumen. Secara umum, Dari seluruh atribut bandeng duri lunaksemua atribut bandeng duri lunak atribut harga merupakan atribut yangdinilai sangat penting. Desksipsi tertinggi dibandingkan dengan atributtersebut menggambarkan bahwa lainnya.Tabel 5. Distribusi Sampel Berdasarkan Tingkat Kepercayaan dan Tingkat Evaluasi Jumlah (%) Keterangan Tingkat Kepercayaan Evaluasi 1 2 3 4 5 12 3 4 5Secara keseluruhan kualitas baik 9 53 38 2 12 41 45Ketersediaan stock cukup 15 50 35 12 39 45Tampilan secara keseluruhan baik 4 47 49 9 38 53Keamanan pangan terjamin 15 47 38 8 32 60Harga mahal 1 13 18 68 8 11 81Secara keseluruhan kemasan lengkap 16 46 38 6 38 56Sumber : Data Primer, 2016 (diolah) 90

Keterangan : Tingkat Kepercayaan (bi) dan respek terhadap mereka di dalamdan Evaluasi (ei) :1 = sangat tidak masyarakat modern pekerjaansetuju dan sangat tidak penting, 2 = seseorang juga mempengaruhi polatidak setuju dan tidak penting, 3=cukup, konsumsinya (Herista, 2015). Para4 = setuju dan penting, dan 5= sangat pemasar berusaha mengidentifikasisetuju dan sangat penting. kelompok pekerjaan yang memilikiFaktor-faktor yang Mempengaruhi minat diatas rata-rata terhadap produkPembelian Bandeng Duri Lunak dan jasa mereka. Perusahaan bahkan dapat mengkhususkan produknya pada Berdasarkan hasil analisis kelompok pekerjaan tertentu (Kotler,menunjukkan faktor-faktor yang 2001). Dalam penelitian ini pekerjaanmempengaruhi konsumen dalam yang mendominasi yaitu PNS. Denganmembeli bandeng duri lunak. Hal ini demikian, semakin tinggi pendidikandapat dilihat pada Tabel 6. Koefisien seseorang, maka seseorang akan sangatusia (X2) = -8,663 terlihat nilai sig 0,003 responsif terhadap informasi dan< 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima selektif dalam pemilihan produk,berarti variabel usia memiliki pengaruh sehingga kebutuhan akan kesehatansangat nyata terhadap sikap konsumen lebih diutamakan dan berpengaruhdalam membeli bandeng duri lunak. terhadap proses pengambilanNilai t negatif berarti menunjukkan keputusan konsumen dalambahwa usia memiliki hubungan yang mengkonsumsi bandeng duri lunak.berlawanan dengan sikap konsumen. Koefisien pendidikan (X4) =Semakin tua usia seseorang maka 7,230 terlihat nilai sig 0,004 < 0, 05semakin meningkat keputusan maka H0 ditolak dan H1 diterima berartikeputusan untuk membeli bandeng duri variabel pendapatan memiliki pengaruhlunak. Hal ini dikarenakan seseorang sangat nyata terhadap sikap konsumenmembeli suatu barang dan jasa yang dalam membeli bandeng duri lunak.berubah-ubah selama hidup. Para Nilai t positif berarti menunjukkanpemasar sering menetapkan pasar bahwa pendapatan memiliki hubungansasaran mereka berupa kelompok- yang searah dengan sikap konsumen.kelompok dari tahap kehidupan Semakin tingkat pendidikan makintertentu dan mengembangkan produk meningkat keputusan untuk membelidan rencana pemasaran yang tepat bagi bandeng duri lunak. Hal ini dikarenakankelompok tersebut. (Kotler, 2007). Jika pendidikan konsumen semakin bertambah, konsumen lebih berpikir Koefisien pekerjaan (X3) = umtuk membeli bandeng duri lunak26,090 terlihat nilai sig 0,000 < 0,05 yang telah diberi merek denganmaka H0 ditolak dan H1 diterima berarti bungkusan yang lebih baik. Sebaliknyavariabel pekerjaan memiliki pengaruh jika pendidikan konsumen rendah,sangat nyata terhadap sikap konsumen maka konsumen yang membeli produkdalam membeli bandeng duri lunak. bandeng duri lunak pada pasarNilai t positif berarti menunjukkan tradisional akan semakin meningkatbahwa pekerjaan memiliki hubungan (Matital dan Papera, 2013). Denganyang searah dengan sikap konsumen. kata lain, apabila pendidikan semakinPola konsumsi seseorang juga tinggi maka tingkat perubahan dalamdipengaruhi oleh pekerjaannya. perilaku seseorang individu yangPekerjaan yang dilakukan seorang bersumber dari pengalaman (Kotler,konsumen sangat mempengaruhi pola 2001).konsumsi mereka dan merupakan satu- Koefisien pendapatan (X5) =satunya basis terpenting untuk 7,615 terlihat nilai sig 0,000 < 0, 05menyampaikan prestise, kehormatan 91

maka H0 ditolak dan H1 diterima berarti penghasilan yang tinggi serta memilikivariabel pendapatan memiliki pengaruh tingkat pendidikan yang baik.sangat nyata terhadap sikap konsumendalam membeli bandeng duri lunak. Variabel jenis kelamin, danNilai t positif berarti menunjukkan lokasi tidak berpengaruh secarabahwa pendapatan memiliki hubungan signifikan. Hal ini disebabkan variabel-yang searah dengan sikap konsumen. variabel tersebut mempunyai nilai sigPembelian dapat terjadi karena adanya p˃0,05.kebutuhan konsumen terhadap suatuproduk yang diikuti dengan Hasil uji normalitas diketahuiketersediaan anggaran dana untuk bahwa nilai siginfikansi (Asymp.Sig 2-membelinya. Tingkat pendapatan dapat tailed) sebesar 0,054. Sehinggamempengaruhi pengambilan keputusan signifikansi lebih dari 0,05 (0,054˃ 0,05),seseorang dalam membeli sebuah maka nilai residual tersebut telahproduk (Herista, 2015). normal. Oleh karena itu dapat Dalam penelitian ini, disimpulkan bahwa model regresi layakpendapatan yang dianalisis adalah dipakai karena memenuhi asumsipendapatan per bulan yang diterima normalitas. Berdasarkan hasil outputoleh responden. Semakin besar tingkat yang diperoleh nilai VIP Kurang dari 10.pendapatan seseorang maka semakin Hal ini dapat disimpulkan bahwa tidakbesar pula daya belinya terhadap suatu terjadi multikolinieritas. Berdasarkanbarang dan jasa yang ditawarkan oleh hasil output yang diperoleh Nilai DWpihak produsen. Sumber pendapatan dari hasil analisis dapat diketahui lebihkonsumen bandeng duri lunak besar dari batas atas (du) yaitu 1,531bervariasi menurut pekerjaannya. dan kurang dari 4-1,531 (4-dl) = 2,469,Tingkat pendapatan konsumen akan jadi DW ˃ DU (1,521 ˃ 2.469) sehinggamempengaruhi pilihannya dalam dapat disimpulkan bahwa dari analisismemilih produk yang sesuai dengan tersebut tidak terdapat autokorelas.pendapatannya (Suwarman, 2003). Berdasarkan gambar yang diperolehBerdasarkan penelitian ini dapat dilihat menunjukkan varians dari residual satubahwa sebagian responden adalah pengamatan ke pengamatan lain tidakgolongan menengah ke atas dengan memiliki pola tertentu. Keadaan heteroskedastisitas terpenuhi atau dengan kata lain tidak terjadi heteroskedastisitas.Tabel 6. Faktor-faktor yang Konsumen dalam Pembelian Bandeng Duri Lunak Variabel Koefisien Standart Error T-hitung Signifikan RegresiConstant -26,238 17,525 -1,497 0,138Jenis kelamin (X1) 3,715 2,538 1,572 0,147tnUsia (X2) -8,663 2,868 -3,021 0,003nPekerjaan (X3) 26,090 2,955 8,828 0,000nPendidikan (X4) 7,230 2,465 2,933 0,004nPendapatan (X5) 7,615 2,080 3,661 0,000nLokasi (X6) 0,711 2,173 -0,327 0,744tnR-Square = 0,844F-hitung = 83,559 0,000nKeterangan :tn = tidak nyata, n= nyata (p˂ 0,05)Sumber : Data Primer, 2016 (diolah) 92

Koefisien Determinasi (R2) perbandingan antara kesannya Berdasarkan hasil koefisien terhadap kinerja (atau hasil) suatu produk dan harapan-harapannyadeterminasi (R2), menunjukkan bahwa (Kotler, 2007). Berdasarkan hasilBerdasarkan tabel model summary, tersebut, diperoleh rata-rata tingkatdidapat nilai R2 = 0,844, yang berarti kinerja perusahaan (X) dan tingkat84% sikap dipengaruhi oleh kelamin, kepentingan pelanggan (Y) yangusia, pekerjaan, pendidikan, dijadikan dalam garis pembagi dalampendapatan, serta lokasi. Dan sisanya diagram kartesius16% dipengaruhi faktor lain. Important Performance Analysis (IPA). UntukAnalisis Regresi Secara Simultan tingkat kesesuaian pada atribut kualitasBerdasarkan hasil analisis yang terdiri dari ukuran, rasa, danregresi linear berganda dari uji F kandungan gizi, konsumen menilaidiperoleh hasil nilai sig F 0,000 < 0,05 sebesar 98,39%, ketersediaan sebesarmaka H0 ditolak, artinya secara 95,89%, tampilan yang berkaitanserempak ada pengaruh sangat nyata dengan aroma, warna dan teksturantara kondisi jenis kelamin, usia, sebesar 99,77%, keamanan panganpekerjaan, pendidikan, dan sebesar 92,32%, harga sebesar 94,39%,pendapatan, serta lokasi terhadap sikap dan kemasan yang terdiri darikonsumen terhadap pembelian ingredients, barcode, ukuran, labelling,bandeng duri lunak di TBJ Kota dan bahan kemasan sebesar 95,52%.Semarang. Menurut konsumen tampilan merupakan tingkat kesesuaian yangAnalisis Regresi Secara Parsial tertinggi. Terkait dengan pembelian Berdasarkan hasil uji statistik t, produk, ada beberapa atribut yang dipertimbangkan konsumen dalammenunjukkan bahwa variabel yang membandingkan antara makananmempengaruhi pembelian bandeng duri organik dengan makanan non organiklunak adalah pekerjaan (sig 0,000˂ (Suardika et al, 2014). Pada umumnya0,05), dan pendapatan (sig 0,000˂ 0,05) konsumen menilai kualitas suatuuntuk pembelian bandeng duri lunak di produk dari tampilannya. Atribut yangTBJ. Hal ini di karenakan pekerjaan, para masuk kedalam kuadran dapatpemasar mencoba mengidentifikasi ditunjukkan bahwa atribut keamanankelompok-kelompok pekerjaan atau pangan berada pada Kuadran I (Prioritasjabatan yang memiliki kecenderungan Utama). Keamanan pangan merupakanminat di atas rata-rata dalam produk hal yang sangat penting yang ada didan jasa mereka (Kotler, 2007). benak konsumen, Menurut AnwarSedangkan jumlah pendapatan akan (2010), cakupan keamanan panganmenggambarkan besarnya daya beli adalah semua tahapan dalam prosesdari seseorang konsumen. Daya beli pembuatan produk, dari pemilihanakan menggambarkan banyaknya bahan baku, pengolahan, pengemasan,barang dan jasa yang bisa dibeli dan hingga penyajian kepada konsumendikonsumsi oleh seseorang konsumen harus terhindar dari bahaya.dan seluruh anggota keluarganya Selanjutnya atribut harga(Suwarman, 2003). masuk pada Kuadran II (PertahankanTingkat Kepuasan Konsumen terhadap Prestasi). Harga suatu produk akanPembelian Bandeng Duri Lunak menunjukkan performans atau nilai dari produk. Menurut Mandasari, (2009) Tingkat kepuasan konsumen bahwa harga yang rendah menimbulkanmenunjukkan perasaan senang atau sikap produk tidak berkualitas. Hargakecewa seseorang yang berasal dari 93

yang terlalu rendah menimbulkan sikap barcode, ukuran kemasan, labeling,pembeli tidak percaya kepada penjual. warna dan bahan kemasan, dan kualitasSebaliknya, harga yang tinggi yang terdiri dari ukuran, rasa, danmenimbulkan sikap produk tersebut kandungan gizi berada pada Kuadran IIIberkualitas. Harga yang terlalu tinggi (Prioritas Rendah). Atribut tampilanmenimbulkan sikap penjual tidak produk berada pada kuadran IVpercaya kepada pembeli. (Kuadran Berlebihan). Atribut ketersediaan (stock),kemasan yang terdiri ingredients,Tabel 7. Hasil Perhitungan Metode Customer Satisfaction Index (CSI) TKI WS Atribut Kinerja Kepentingan (WF*MSS) WF (MIS/ Perusahaan MSS) Pelanggan (MIS) ϟ MIS 0,69Kualitas 4,29 4,36 98,39 0,68 0,161Ketersediaan (stock) 4,2 4,38 95,89 0,73 0,162Tampilan 4,45 4,46 99,77 0,71 0,165Keamanan pangan 4,21 4,56 92,32 0,81 0,168Harga 4,55 4,82 94,39 0,70 0,178Kemasan 4,27 4,47 95,52 4,32 0,165 27,05 0,72Total 25,97CSISumber : Data Primer, 2016 (diolah) Berdasarkan Tabel 7, nilai rata- kosumen terhadap keputusanrata Customer Satisfaction Index untuk pembelian bandeng duri lunak di TBJtingkat kinerja perusahaan (X) dan yaitu positif sebesar 19,52. Untuktingkat kepentingan pelanggan (Y) atribut harga, konsumen menilai sangatuntuk bandeng duri lunak sebesar 4,33 positif sebesar 21,93. Sedangkan untukdan 4,51. Hasil akhir dari perhitungan atribut lainnya seperti kualitas sebesarMetode CSI (Customer Satisfaction 18,70, tampilan sebesar 19,85,Index) terhadap enam atribut tersebut ketersediaan (stock) sebesar 18,40,adalah sebesar 0.72. Hal ini keamanan pangan sebesar 19,20 danmenunjukkan tingkat kepuasan kemasan sebesar 19,09 konsumenkonsumen bandeng duri lunak terhadap menilai positif. Faktor-faktor yangenam atribut di TBJ adalah puas. mempengaruhi pengambilan keputusanKepuasan pelanggan adalah tingkat pembelian bandeng duri lunak adalahperasaan yang timbul antara harapan pekerjaan (sig 0.000 ˂ 0,001) dandan layanan yang diterima, tingkat pendapatan (sig 0.000 ˂ 0,001), untukkepuasaan merupakan fungsi dari faktor jenis kelamin (sig 0,147˃ 0,001),perbedaan antara kinerja yang usia (sig 0,003 ˃ 0,001), pendidikan (sigdirasakan dengan harapan. Apabila 0,004˃ 0,001) dan lokasi (sig 00,744˃kinerja di bawah harapan, maka 0,001) tidak berpengaruh secarapelanggan akan kecewa, bila kinerja signifikan. Tingkat kepuasan konsumensesuai dengan harapan, pelanggan akan yang ditunjukkan sebesar 0.72 denganpuas, sedangkan jika kinerja melebihi kategori puas. Artinya kinerjaharapan, pelanggan akan sangat puas perusahaan dalam menghasilkan(Supranto,2006). produk sudah sesuai dengan harapan konsumen. Tingkat Kepuasan adalahKESIMPULAN evaluasi pasca konsumsi untuk memilih Berdasarkan hasil penelitian beberapa alternatif dalam rangka memenuhi harapan. Sedangkan untukdapat disimpulkan bahwa sikap 94

tingkat kepentingan atribut yaitu pada Industri di Kota Semarangkuadran I, konsumen menilai keamanan dalam Angka. Semarang.pangan sebesar 4,21 (MSS) dan 4,46 Engel, J. F., R. D. Bladiwell., dan P.(MIS) masuk kedalam kriteria prioritas Miniard. 1994. Perilakuutama, Pada kuadran II, konsumen Konsumen Jilid 1. Bina rupamenilai harga sebesar 4,55 (MSS) dan Aksara. Jakarta.4,82 (MIS), masuk kedalam kriteria Ghanimata, F. 2012. Analisis Pengaruhpertahankan prestasi. Untuk kuadran III, Harga, Kualitas Produk, dankonsumen menilai ketersediaan (stock) Lokasi Terhadap Keputusansebesar 4,2 (MSS) dan 4,38 (MIS), Pembelian (Studi Padakemasan sebesar 4,27 (MSS) dan 4,47 Pembelian Produk Bandeng(MIS) dan kualitas 4,29 (MSS) dan 4,36 Juwana Elrina). 1 (2) : 1-10.(MIS) sebesar masuk ke dalam kriteria Herista, M. I. S. 2015. Sikap danprioritas rendah. dan untuk kuadran IV, Preferensi Konsumen Buahkonsumen menilai tampilan sebesar Jeruk Lokal dan Buah Jeruk4,45 (MSS) dan 4,46 (MIS) masuk Impor (Kasus Kota Bandarkedalam kriteria kuadran berlebihan. Lampung Provinsi Lampung).DAFTAR PUSTAKA Tesis S2. Institut PertanianAnwar, Y. 2010. 38 Inspirasi Usaha Bogor. Bogor. Kementrian Kelautan dan Perikanan. Makanan Minuman untuk 2015. Tingkat Produksi dan Nilai Home Industry. PT AgroMedia Ikan Tambak Berdasarkan Pustaka, Jakarta. Provinsi Di Indonesia.[Diakses diAsseal, H. 1992. Consumer Behavior & www.statistik.kkp.go.id pada Marketing Action, Fourth tanggal 30 Agustus 2015]. Edition.New York: Kent Kotler, P., dan G, Amstrong. 2001. Publishing Company. Pemasaran Jilid 1 EdisiBadan Pusat Statistik Kota Semarang. Kedelapan. Erlangga. Jakarta. 2016. Produksi dan Nilai Kotler, P. 2007. Manajemen Pemasaran, Produksi Budidaya Tambak Di Analisis Perencanaan dan Kota Semarang (Dalam Ton). Pengendalian, Prentice Hall, Badan Pusat Statistik Katalog Edisi Bahasa Indonesia. Salemba BPS Kota Semarang Dalam Empat. Jakarta. Angka. Semarang. Kotler, P., dan G. Armstrong. 2008.Dickson, D., C. Saunders,. O. Hargie. Prinsip-prinsip Pemasaran (Jilid 1994. Social Skills in 1, Edisi 12). Jakarta: Erlangga. Interpersonal Communication, Mandasari, W. O. 2009. Analisis Ed. 3, London. Kepuasan Pelanggan Toko BukuDinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Leksika Lenteng Agung Jakarta. Jawa Tengah, 2015. Produksi http://repository.ipb.ac.id/hand dan Nilai Produksi Budidaya le/123456789/15485. Diakses Tambak Di Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 25 maret 2016. (Dalam Ton). Dinas Kelautan Matital, G., dan W, B, Parera. 2013. dan Perikanan Provinsi Jawa Analisis Faktor-Faktor yang Tengah Dalam Angka. Mempengaruhi Perilaku Semarang. Konsumen dalam PembelianDinas Perindustrian dan Perdagangan Produk Olahan Susu (Studi Kota Semarang. 2015. Potensi Kasus Pada Pasar Tradisional Di Kota Ambon). 1 (3) : 1-15. ISSN 2302-5352. 95

Mowen , J .C,. dan Minor. 1998. Perilaku Syamsuddin, R. 2010. Sektor PerikananKonsumen. Erlangga. Jakarta. Kawasan Indonesia Timur:Nafisah, S. A. 2013. Sikap dan Persepsi Potensi Permasalahan danKonsumen terhadap Jeruk Lokal Prospek. PT Perca. Jakarta.dan Jeruk Impor Di Pasar Wildan. 2005. Panduan SurveyModern Kota Bogor. Institut Kepuasan PT. Sucofindo. PT.Pertanian Bogor. Bogor. 4 (1): Sucofindo. Jakarta.71-84. Yahya. 2011. Pengaruh VariabelSantosa, P. B. 2006. Analisis Statistik Demografis Konsumendengan Mengunakan Microsoft Terhadap KeputusanExcel dan SPSS. Andi Pembelian Produk (StudiYogyakarta. Pada Deterjen MerkSaparinto, C. 2006. Bandeng Duri Soklin Di KecamatanLunak. Kanisius. Yogyakarta. Glagah KabupatenSetiadi, N. 2003. Perilaku Konsumen Lamongan). 8 (1) : 23-40.“Konsep Dan Implikasi ISSN 1829 – 9857.Untuk Strategi DanPenelitian Pemasaran”:Kencana. Jakarta.Shiffman, L. G,.dan L.L. Kanuk. 2000.Customer Behaviour.Seventh Edition. PrenticeHallInternasionalInc.UpperSaddle River. New Jersey.Simamora, B. 2004. Panduan RisetPerilaku Konsumen. PTGramedia Pustaka Utama.Jakarta.Singarimbun, M,. dan S. Effendi. 1995.Metode Penelitian Survei.Edisi Revisi. PT. PustakaLP3ES. Jakarta .Suardika, I. M. P, I. G. A. A Ambarawati,dan I. P Sukaatmadja. 2014.Analisis Perilaku Konsumenterhadap KeputusanPembelian Sayur OrganikCV Golden Leaf Farm Bali.2(1) : 1-10. ISSN: 2355-0759.Supranto, J. 2006. Pengukuran TingkatKepuasan Pelanggan UntukMenaikkan Pangsa Pasar.Reika cipta. JakartaSuwarman, U. 2003. PerilakuKonsumen: Teori danPenerapannya dalamPemasaran. GhaliaIndonesia. Jakarta. 96

PEDOMAN PENULISAN ARTIKELJurnal Bisnis Tani (Bistan) merupakan artikel ilmiah dalam dibidang sosial ekonomi pertanian. Redaksihanya menerima naskah asli yang belum pernah dipublikasikan dan tidak sedang dalam pertimbanganuntuk diterbitkan. Frekuensi Jurnal Bistan diterbikan dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan April danNovember. Jurnal terdiri dari judul, nama, instansi, dan email penulis, abstrak, pendahuluan, metodepenelitian, hasil dan pembahasan, kesimpulan serta daftar pustaka. Naskah ditulis menggunakan hurufCalibri dengan panjang naskah jurnal tidak melebihi 5.000 kata dengan jumlah tabel dan gambarmaksimal sebanyak 15 buah. Adapun ketentuan lainnya sebagai berikut:1. Judul ditulis dengan dengan huruf kapital Calibri bold ukuran 12pt dan tidak melebihi 12 kata menggunakan Bahasa Indonesia.2. Nama penulis, instansi dan email penulis ditulis menggunakan ukuran 10pt. Untuk nama penulis ditulis dengan tidak menyertai gelar dan/atau indikasi jabatan dan kepangkatan3. Abstrak ditulis menggunakan Bahasa Inggris dalam satu paragraf, tidak melebihi 250 kata, ditulis dengan ukuran 10pt (italic) satu spasi. Abstrak memuat uraian singkat mengenai tujuan (purpose), desain/metodologi/pendekatan (design/methodology/approach), hasil penelitian (findings), keywords yang berisi maksimal 5 kata kunci, dan jenis penelitian (paper type).4. Isi artikel ditulis dengan Calibri ukuran 11pt kecuali tabel, gambar dan keterangannya ditulis menggunakan ukuran 9pt bold. Untuk nomor dan judul tabel ditulis sejajar diatas tabel. Sedangkan sumber tabel dan gambar diletakkan dibawah tabel dan gambar. Apabila terdapat sub bab maka judul sub bab ditulis dengan huruf capital diawal dan bold. Akan tetapi apabila terdapat Sub sub bab dari masing-masing sub bab, maka judul sub bab menggunakan huruf capital diawal kemudian italic tanpa menggunakan pengkodean untuk keduanya. Untuk naskah yang menggunakan model matematika dianjurkan menggunakan Microsoft equation dan diberi nomor berkurung () secara berurutan.5. Daftar pustaka untuk setiap sumber yang dirujuk didalam isi naskah harus disusun berdasarkan nama pengarang, dan tahun terbit mengikuti standar penyusunan daftar pustaka menggunakan sistem Harvard. Acuan rujukan pustaka merupakan acuan dari bahan terbitan dalam 10 tahun terakhir. Contoh penulisan daftar pustaka adalah sebagai berikut: Buku Bintarto, R. 1984. Interaksi Desa-Kota. Ghalia Indonesia. Jakarta Buku Teks Terjemahan Cresswell, J.W. 2008. Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Third Edition. Sage Publication. California. Terjemahan A. Fawaid. 2010. Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Cetakan 1. Pustaka Pelajar. Yogyakarta. Jurnal Saputra, T., Arief Darmayanto, Dudi S. Hendrawan. 2008. Strategi Pengembangan Ternak Sapi Potong Berwawasan Agribisnis Di Provinsi Aceh. Jurnal Manajemen dan Agribisnis, Vol ….., No ….. Hal: 85-92. Prosiding Seminar Rusdi. 2009. Kompetensi Bidang Teknologi Pertanian dalam Mendukung Kerja Petani dan Penyuluh. Seminar Nasional Program Penyuluh. Hal: 193-199.

Web Himman, L.M. 2002. A Moral Change: Business Ethics After Enron. San Diego University Publication. http:ethics.sandiego.edu/LMH/oped/Enron/index.asp. 27 Januari 2008 (15:23).6. Naskah jurnal bistan dapat dikirm secara elektronik dalam bentuk attachement file MS. Word ke alamat email redaksi: [email protected] atau [email protected] serta melalui pos dalam bentuk soft-copy (floppy disk atau Compact Disk (CD) ke alamat redaksi berikut: Redaksi Jurnal Bisnis Tani (Jurnal Bistan) Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar (UTU) Alue Penyareng, Meulaboh, Aceh Barat


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook