Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore MODEL PEMBELAJARAN

MODEL PEMBELAJARAN

Published by archila0317, 2021-03-27 23:09:05

Description: MODEL PEMBELAJARAN

Search

Read the Text Version

MODEL PEMBELAJARAN Hj.NURHASNI,SPd,MM Pengawas SMP Kab.Siak

Lima Unsur Dasar Model pembelajaran • syntax, yaitu langkah-langkah operasional pembelajaran, • social system, adalah suasana dan norma yang berlaku dalam pembelajaran • principles of reaction, menggambarkan bagaimana seharusnya guru memandang, memperlakukan, dan merespon siswa • support system, segala sarana, bahan, alat, atau lingkungan belajar yang mendukung pembelajaran , • instructional dan nurturant effects yang merupakan hasil belajar yang diperoleh langsung berdasarkan tujuan yang ditetapkan (instructional effects) dan hasil belajar di luar yang ditetapkan (nurturant effects)

Pembelajaran menurut Permendikbud 103 Thn 2014 dan Permendikbud 22 Thn 2016 • proses terjadinya interaksi siswa dengan guru, siswa dengan siswa, dan siswa dengan sumber belajar untuk mencapai kompetensi yang diharapkan • Lingkungan belajar yang diharapkan adalah berbasis aktivitas berdasarkan karakteristik 1. interaktif dan inspiratif; 2. menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif; 3. kontekstual dan kolaboratif; 4. memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian peserta didik; dan 5. sesuai dengan bakat, minat, kemampuan, serta perkembangan fisik serta psikologis peserta didik

Pendekatan Saintifik pada pembelajaran Kurikulum 2013 • Mencermati objek pengamatan untuk mendapatkan gambaran/ide besar dari objek pengamatan, komponen, dan keterkaitan antar komponen objek yang diamati untuk menumbuhkan sikap ketelitian dan kecermatan; • Penumbuhan rasa ingin tahu dengan mempertanyakan sesuatu dari objek yang diamati. Kemudian ditindaklanjuti dengan menyusun pertanyaan yang tepat; • Melengkapi informasi yang diperlukan untuk menjawab keingintahuan dan/atau melakukan tugas yang diberikan melalui berbagai cara; • Mengonstruk pengetahuan berdasarkan informasi diperoleh; dan • Menyajikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui berbagai cara





Pendekatan-Pendekatan Pembelajaran 1. Pendekatan Berbasis Genre (Genre Based Approach) Pendekatan ini merupakan pendekatan pembelajaran yang membantu siswa lebih kompeten berbahasa, mampu berkomunikasi melalui penguasaan keterampilan berbahasa di antaranya dengan kegiatan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis Kegiatan pembelajaran berbasis Genre/Teks a. Membangun Konteks. b. Menelaah Model/Dekonstruksi teks. c. Latihan Terbimbing (Joint construction) d. Unjuk Kerja Mandiri (Independent construction)

2. Pendekatan Contekstual Teaching and Learning (CTL) CTL merupakan suatu proses pengajaran yang bertujuan untuk membantu siswa memahami materi pelajaran yang sedang mereka pelajari dengan menghubungkan pokok materi pelajaran dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari (Johnson, 2002: 24). 3. Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik (Realistic Mathematic Education/RME), Pendekatan ini merupakan teori pembelajaran matematika yang dikembangkan di negeri Belanda oleh Freudhenthal pada tahun 1973, dengan dua pandangan pentingnya yaitu mathematics must be connected to reality and mathematics as human activity. Karakteristik RME adalah menggunakan konteks “dunia nyata”, model-model, produksi, dan kontruksi siswa, interaktif dan keterkaitan

Metode Pembelajaran • Metode pembelajaran diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran • Macam-macam Metode

Model-model Pembelajaran 1. Model Penyingkapan (Discovery Learning) a. Memberi stimulus (Stimulation): b. Mengidentifikasi masalah (Problem Statement): c. Mengumpulkan data (Data Collecting) d. Mengolah data (Data Processing) e. Memverifikasi (Verification ) f. Menyimpulkan (Generalization)

2. Model Penemuan (Inquiry Learning) a. Mengamati berbagai fenomena alam yang akan memberikan pengalaman belajar kepada siswa bagaimana mengamati berbagai fakta atau fenomena b. Mengajukan pertanyaan tentang fenomena yang dihadapi untuk melatih siswa mengeksplorasi fenomena melalui berbagai sumber c. Mengajukan dugaan atau kemungkinan jawaban dapat melatih siswa dalam mengasosiasi atau melakukan penalaran terhadap kemungkinan jawaban dari pertanyaan yang diajukan d. Mengumpulkan data yang terkait dengan dugaan atau pertanyaan yang diajukan, sehingga siswa dapat memprediksi dugaan yang paling tepat sebagai dasar untuk merumuskan suatu kesimpulan e. Merumuskan kesimpulan-kesimpulan berdasarkan data yang telah diolah atau dianalisis, sehingga siswa dapat mempresentasikan atau menyajikan hasil temuannya

3. Model Berbasis Masalah (Problem Based Learning/PBL) a. Mengorientasi peserta didik pada masalah; Tahap ini untuk memfokuskan peserta didik mengamati masalah yang menjadi objek pembelajaran b. Mengorganisasikan kegiatan pembelajaran; Pengorganisasian pembelajaran merupakan salah satu kegiatan dimana peserta didik menyampaikan berbagai pertanyaan (atau menanya) terhadap masalah yang dikaji. c. Membimbing penyelidikan mandiri dan kelompok; Pada tahap ini peserta didik mengumpulkan informasi/melakukan percobaan untuk memperoleh data dalam rangka menjawab atau menyelesaikan masalah yang dikaji. d. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya; Peserta didik mengasosiasi data yang ditemukan dari percobaan dengan berbagai data lain dari berbagai sumber. e. Analisis dan evaluasi proses pemecahan masalah; Setelah peserta didik mendapat jawaban terhadap masalah yang ada, selanjutnya dianalisis dan dievaluasi.

4. Model Berbasis Proyek (Project- Based Learning/PjBL) a. Menyiapkan pertanyaan atau penugasan proyek. Tahap ini sebagai langkah awal agar siswa mengamati lebih dalam terhadap pertanyaan yang muncul dari fenomena yang ada. b. Mendesain perencanaan proyek. Sebagai langkah nyata menjawab pertanyaan yang ada, disusunlah suatu perencanaan proyek bisa melalui percobaan. c. Menyusun jadwal sebagai langkah nyata dari sebuah proyek. Penjadwalan sangat penting agar proyek yang dikerjakan sesuai dengan waktu yang tersedia dan sesuai dengan target. d. Memonitor kegiatan dan perkembangan proyek. Guru melakukan monitoring terhadap pelaksanaan dan perkembangan proyek. Siswa mengevaluasi proyek yang sedang dikerjakan. e. Menguji hasil. Fakta dan data percobaan atau penelitian dihubungkan dengan berbagai data lain dari berbagai sumber. f. Mengevaluasi kegiatan/pengalaman. Tahap ini dilakukan untuk mengevaluasi kegiatan sebagai acuan perbaikan untuk tugas proyek pada mata pelajaran yang sama atau mata pelajaran lain.

•Alhamdulillah •Thank you


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook