Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore 1. Penelitian dan Publikasi _ Ni'matul Musrifah

1. Penelitian dan Publikasi _ Ni'matul Musrifah

Published by nimatul musrifah, 2022-01-30 10:26:28

Description: 1. Penelitian dan Publikasi _ Ni'matul Musrifah

Search

Read the Text Version

1. Deskripsikan Kegiatan Penelitian dan Publikasi 1. Sebagai pendidik, untuk mengembangkan dan meningkatkan kompetensi profesional, saya melakukan penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam rangka memenuhi salah satu tugas Kegiatan Penelitian dan Publikasi pada form LMS guna meningkatkan kompetensi pembelajaran pada tahun 2021. Penelitian ini saya lakukan di MTs Wathoniyah Islamiyah Kebarongan Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas Propinsi Jawa Tengah dengan judul “PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR AKIDAH AKHLAK MATERI KISAH KETELADANAN SAHABAT UMAR BIN KHATTAB R.A MENGGUNAKAN STRATEGI EVERYONE IS A TEACHER HERE SISWA KELAS IX A SEMESTER 1 MADRASAH WATHONIYAH ISLAMIYAH KEBARONGAN KEMRANJEN BANYUMAS TAHUN PELAJARAN 2021/2022. Hasil penelitian ini telah diterbitkan pada jurnal Madrasah. Dimana saya bertindak sebagai penulis pertama, dikarenakan kegiatan penelitian ini saya lakukan untuk peningkatan kompetensi saya dan Publikasi Madrasah MTs Wathoniyah Islamiyah Kebarongan. 2. Sebagai pendidik, untuk mengembangkan dan meningkatkan kompetensi profesional, saya menulis naskah cerita dalam kumpulan cerita yang berisi kisah pribadi sebelum dan setelah menjadi seorang pendidik. Ada dua buah buku yang sudah saya diterbitkan yaitu dengan judul :  “Terangi Aku dengan Cahayamu”  “Lika-liku Perjalanan Karir Alumni MWI” 1. Komponen Pelaksanaan Penelitian dan Publikasi a. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berjudul Peningkatan Prestasi Belajar Akidah Akhlak Materi Kisah Keteladanan Sahaabat Umar bin Khattab R.A Menggunakan Strategi Everyone Is A Teacher Here Siswa Kelas IX AsEMESTER 1 Madrasah Wathoniyah Islamiyah Kebarongan Kemranjen Banyumas tahun Pelajaran 2021/2022 Bisa dibuka melalui Link http://mtswikebarongan.sch.id/?p=1288 b. Buku yang berjudul  “Terangi Aku dengan Cahayamu”. No ISBN:978-623-6074-41-1 Berikut naskah ceritanya : Buah Hatiku Saksi Perjuanganku Kenapa aku berkeinginan menjadi seorang guru? Karena aku terinspirasi dengan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim di dalam kitab shahihnya, artinya:“Sesungguhnya Allah tidak mengutusku sebagai orang yang menyusahkan dan merendahkan orang lain. Akan tetapi Allah mengutusku sebagai seorang pengajar (guru) dan pemberi kemudahan”. Dari

hadits inilah kuluruskan niyat untuk menjadi seorang guru yang mampu menerapkan metode pengajaran Rasulullah dengan keteladanan dan akhlak yang mulia Tiga belas tahun telah berlalu, aku masih ingat saat pertama kali melamar pekerjaan menjadi guru ibtidaiyah (MI) di Kecamatan Sumpiuh.Waktu itu aku diberi amanat untuk mengajar kelas 2.Berbagai macam katakter anak-anak membuatku bisa belajar menjadi priadi yang lebih sabar dari sebelumnya.Setiap hari ada saja ulah anak-anak yang memancing guru untuk marah.Itulah tantanganku sebagai guru, sampai dimana kesabaran dan kemampuanku menahan amarah. Dari setiap kejadian aku dapat hikmah dan pelajaran yang membuatku sadar akan kekurangan-kekuranganku sebagai guru dan memotifasiku untuk menjadi guru terbaik. Seorang guru idola yang selalu memahami setiap kebutuhan anak-anak didiknya dan dapat menjadi contoh yang baik untuk mereka. Yang paling berkesan saat aku mengajar di MI adalah saat ada kegiatan-kegiatan seperti perkemahan atau perlombaan yang lain, setiap guru bekerja sama, bahu membahu mempersiapkan semua kebutuhan yang harus dipersiapkan. Pada suatu hari ada perkemahan GT (Galang Tangguh) di Lapangan Kusuma dekat kecamatan Sumpiuh. Perkemahan tersebut selama 4 hari 3 malam, diikuti oleh siswa siswi SD, MI, MTs, SMA dan MA sekecamatan Sumpiuh. Kegiatan demi kegiatan mereka jalani dengan penuh semangat.Sampailah pada malam ke 2 di perkemahan, pada malam itu terjadi hujan lebat, sampai-sampai air masuk ke dalam tenda.Saat itu sudah larut malam, anak-anak sudah terbuai mimpi.Tanpa terasa tubuh mereka basah kuyup dan semua barang yang ada di dalam tenda basah terkena air hujan.Bermacam-macam respon anak melihat kejadian itu.Ada yang menangis, ada yang minta pulang dll.Aku sebagai guru damping berusaha menenangkan mereka.Aku tegaskan kepada mereka bahwa ini semua adalah bagian dari ujian hidup.Mungkin selama ini yang mereka rasakan adalah sesuatu yang membahagiakan saja.Sesuatu yang tidak kita inginkan, yang membuat kita galau dan bersedih itu adalah ujian. Kita harus hadapi dengan hati yang tenang, pikiran yang positif dan jangan lupa ikhtiyar, tawakkal serta berdo’a kepada Allah Swt. Karena tidak setiap yang kita ingikan adalah baik menurut Allah Swt, dan sebaliknya kadang yang tidak kita inginkan itulah yang terbaik untuk kita menurut Allah Swt di dunia maupun di akhirat. Di perkemahan inilah mental kalian di uji dengan berbagai macam ujian, agar menjadi pribadi kuat yang bisa bertahan dimanapun dan dalam situasi apapun.

Saat itu anak pertamaku yang masih duduk di bangku TK ikut serta berkemah, karenadia tidak bisa tidur tanpa ibunya. Aku melihat anakku yang masih kecil harus merasakan dinginya angin malam dan derasnya hujan.Semoga pengalaman ini membuatnya lebih kuat jiwa dan raganya saat besar nanti.Dia menjadi saksi suka duka ibunya menjadi seorang guru.Selanjutnya kami pun membereskan seisi tenda, alhamdulilah masih ada baju yang bisa dipakai anaku dan anak-anak untuk mengganti baju mereka yang basah. Atas izin AllahSwt hujan pun reda, waktu itu sudah menunjukkan pukul 04.00 pagi. Mereka tidak bisa tidur sampai subuh tiba. Kegiatan demi kegiatan telah dilakukan peserta GT,khususnya kontingen yang aku dampingi. Suka duka selama 4 hari 3 malam membuat anak-anak lebih dewasa dan disiplin.Akhirnya selesailah perkemahan tersebut. Meskipun tidak mendapatkan juara, tetapi mereka mendapatkan sesuatu yang jauh lebih berharga yaitu pengalaman.Itulah salah satu kenanganku selama mengajar di MI. Masih banyak kenangan lain yang tidak bisa aku tuliskan di sini. Kurang lebih sepuluh tahun aku mengajar di Madrasah Ibtidaiyah tersebut.Karena jarak rumah yang cukup jauh dari tempat kerja, aku memutuskan untuk berhenti mengajar di Madrasah tersebut dan mencari kerja di Madrasah yang lebih dekat.Ada banyak kenangan suka maupun duka bersama anak didik dan rekan-rekan kerja, yang sudah aku anggap sebagai saudara dekat.Meskipun dengan berat hati kutinggalkan Madrasah tersebut. Selanjutnya kuteruskan petualangan karirku.Aku melamar kerja dari sekolahan ke sekolahan.Akhirnya dari beberapa Sekolahan yang aku datangi untuk melamar pekerjaan, MTs WI Kebarongan menerimaku untuk bekerja di sana.Tahun pertama aku mengajar, diberi amanat untuk mengampu mata pelajaran Akidah Akhlak, Imla dan Fiqih.Pada tahun berikutnya aku diberi tugas tambahan sebagai pembina pramuka dan staf humas.Kegiatan demi kegiatan kujalani dengan penuh semangat dan senyuman.Sampailah pada kegiatan Mabit (malam bina taqwa).Sebelum ada pandemi covid 19, santriwan dan santriwati kelas 8 diwajibkan mengikuti kegiatan Mabit yang bertempat di Aula MWI.Setiap Ustadz dan Ustadzah mendapat jadwal untuk mendampingi santriwan dan santriwati dalam kegiatan Mabit pada malam hari.Tibalah saatnya aku mendapat giliran jadwal mendampingi santriwati.Kedua anakku ikut bermalam di Aula.Kebetulan pada waktu itu ustadzah yang mendapat giliran jadwal bersamaku tidak bisa hadir.Sehingga aku mengajak suamiuntuk ikut menemani.Pada waktu itu anak keduaku masih

berumur kurang dari dua tahun.Oleh karena itu setiap ada kegiatan yang harus bermalam anaku selalu ikut. Meskipun repot tetap kujalani dengan lapang dada. Aku sadar ini adalah konsekwensi yang harus dijalani sebagai seorang guru, ibu bagi anak-anakku dan seorang istri bagi suamiku.Aku harus pandai-pandai membagi waktu demi terlaksananya tanggung jawab yang Allah berikan padaku.Tiga malam aku mendapat jadwal mendampingi santiwati kelas 8 dalam kegiatan Mabit.Alhamdulilah aku dapat melaksanakanya dengan baik. Satu minggu telah berlalu tibalah pada acara Perkajum (Perjumpaan Kamis Jum’at) dalam kegiatan pramuka.Yang kami selenggarakan setiap akhir semester. Seperti pada kegiatan- kegiatan yang lalu, anak-anaku pun ikut serta bersamaku.Aku bersama tiga orang pembina pramuka lainnya mendampingi anak-anak dalam kegiatan tersebut hingga pagi tiba dilanjutkan dengan kegitan jalan pagi dan bersih-bersih.Alhamdulilah senelum adzan shalat Jum’at kegiatan perkajum telah usai. Beberapa hari kemudian, setelah subuh seperti biasa anakku bangun dari tidur.Tiba-tiba muntah dan diare. Tidak mau makan sedikitpun, kecuali air susu ibu. Obat tradisional sudah aku berikan.Karena belum ada perubahan.Sore harinya aku membawanya ke Bidan praktik.Ternyata belum juga ada perubahan, anaku terus muntah dan diare.Akhirnya aku membawanya ke Puskesmas terdekat.Setelah dicek ternyata anaku mengalami dehidrasi dan harus dirujuk ke Rumah Sakit.Waktu itu sempat dirawat di RSU selama empat hari.Kenapa anaku tia-tiba bisa diare dan muntah-muntah?Dokter memberitahukanku ada banyak faktor penyebabnya.Selain dari asupan makanan disebabkan juga karena masuk angin dan kecapean.Mendengar penjelasan dokter, aku jadi ingat beberapa minggu yang lalu.Anakku ikut dalam kegiatan-kegiatan malam hari bersamaku di Sekolahan.Mungkin sebab itulah anakku masuk angin dan kecapean. Maafkan ibu nak, ibu janji akan menjagamu dengan lebih baik lagi. Biarlah ini menjadi kenangan yang indah saat kau besar nanti. Ibu akan bercerita nanti saat-saat kau mendampingi ibu dan menjadi saksi perjuangan ibu sebagai guru. Empat hari pun berlalu, alhamdulilah anakku sudah pulih kesehatannya dan Dokter sudah mengizinkanya pulang.Sampailah aku bersama anakku di rumah.Rindu rasanya suasana di rumah.Keesokan harinya aku bisa berangkat mengajar kembali.Beberapa hari tidak mengajar, banyak sekali tugas yang harus dikerjakan. Kukerjakan satu per satu tugas di kantor dengan hati

bahagia. Kenapa aku bahagia? Karena anaku sudah pulih kesehatanya dan aku bisa menjalankan amanahku kembali sebagai seorang guru. Ada orang bertanya padaku, berapa sih gaji seorang guru honorer ?apakah cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ? tidak maukah pindah pekerjaan yang lain seperti berdagang yang bisa banyak menghasilkan uang ? kujawab satu persatu pertanyaan mereka dengan tenang. Emang sih gaji guru honorer itu lebih sedikit dibandingkan dengan seorang pedagang atau pekerjalain yang mempunyai penghasilan UMR. Soal cukup atau tidaknya, Allah maha mencukupkan setiap kebutuhan umatNya.Manusia sering kali merasa kurang dengan harta atau apa pun yang telah dimiliki. Inginnya memiliki lebih dari yang sudah ada.Punya satu, ingin punya dua.Punya dua, ingin punya tiga.Begitu seterusnya.Saking ambisiusnya mendapatkan lebih dari yang telah ada, sampai lupa diri dan lupa daratan, bahkan lupa Allah.Terlalu sibuk mencari, mengejar, dan menginginkan lebih dari yang dimiliki, bahkan untuk sesuatu yang bukan kebutuhan, hingga lupa bersyukur kepada Allah dan berbagi dengan sesama. Allah berfirman, \"Jika kalian bersyukur, niscaya Aku tambahkan nikmat-Ku untuk kalian.Namun, jika kalian kufur, sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.\"(QS Ibrahim [14]: 7). Di dalam sebuah hadits Rasulullah Saw berdoa, \"Ya Allah jadikan rezeki keluarga Muhammad hanyalah kebutuhan pokok.\" (HR al- Bukhari, Muslim dan at-Tirmidzi). Sebenarnya kekayaan itu bukanlah terletak pada harta, mobil atau rumah.Ketenangan jiwa adalah sumber kekayaan yang sebenanya.Itulah seharusnya yang harus kita kejar. Sebagaimana dijelaskan di dalam sebuah hadits : Dikatakan Abu Hurairah, Rasulullah Saw bersabda :“Kekayaan bukanlah dari banyaknya harta benda, kekayaan adalah dari hati (ketenangan jiwa)” Bagaimana supaya selalu bisa bersyukur dengan apa yang kita miliki ?hati selalu tenang saat rizki mulai berkurang. Dijelaskan dalam sebuah hadits yang artinya : \"Lihatlah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta) dan jangan melihat orang yang berada di atasmu, karena hal itu lebih bisa membuatmu tidak menganggap rendah nikmat Allah yang telah diberikan kepadamu.\"(HR al-Bukhari-Muslim).

Dalil-dalil itulah yang menjadi pegangan hidupku untuk tetap bersyukur dengan rizki yang Allah berikan melalui ikhtiyarku sebagai seorang guru. Kalau di suruh memilih salah satu antara menjadi guru dan berdagang, aku akan memilih menjadi guru. Seperti yang kujalani saat ini aku memilih menjadi guru juga menjadi pedagang.Disela-sela kesibukanku sebagai guru, aku juga menjual produk-produk herbal secara online maupun offline. Rizki itu ada di tangan Allah Swt, dan akan tetap ada di TanganNya apabila kita tidak berusaha menggapainya. Begitu juga dengan rizkiku.Dua kali mengikuti ujian CPNS tetapi aku belum juga lulus. Alhamdulilah aku bisa lulussatu kali mengikuti pretes guru sertifikasi dalam jabatan. Akan tetapi belum bisa memenuhi kuota sebagai mahasiswa PPG tahun 2020.Rizki tidak akan ke mana. Semua sudah diatur oleh sang pencipta. Aku hanya bisa berikhtiyar, bertawakkal dan berdo’a.Alhamdulilah pada tahun iniaku masuk sebagai kandidat mahasiswa PPG Tahun 2021. Semoga semuanya lancar hingga aku lulus nanti. Aku bangga dan bahagia menjadi seorang guru.Karena tidak hanya dunia yang kudapatkan. Pahala seorang guru akan terus mengalir sekalipun guru tersebut telah tiada. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits :\"Jika seorang insan meninggal, maka terputuslah amalnya kecuali tiga amal: sedekah yang mengalir, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang selalu mendoakan orang tua.” (HR. Al-Tirmidzi). Di akhirat kelak, mereka yang berilmu dan mengajarkan ilmunya juga akan memperoleh perlakuan istimewa dibanding yang lain. Salah satunya masuk surga tanpa hisab.

Tentang Penulis Ni’matul Musrifah, S.Pd.I lahir di Banyumas Jawa Tengah, 24 Agustus 1986.Guru Akidah Akhlak di MTs WI Kebarongan.Pendidikan MI Ketanda, 1992. Madrasah Tsanawiyah Wathaniyah Islamiyah (MTs WI) Kebarongan, 1998. Madrasah Aliyah Wathaniyah Islamiyah (MA WI) Kebarongan, 2001. Sarjana Fakultas Tarbiyah Prodi PAI (Pendidikan Agama Islam) STAIN Purwokerto , 2008.Pengalaman menjadi Guru Madrasah Itidaiyah Mambaul Ulum Ketanda, 2008-2018. Guru Madrasah Tsanawiyah Wathaniyah Islamiyah (MTs WI) Kebarongan, 2018 sampai dengan sekarang.Anak terakhir dari empat bersaudara ini mempunyai hoi menulis dan memaca buku-motivasi. Perkenalanya dengan Ibu K’hissoh Asrori Putri, M.Pd melahirkan karya pertamanya yang berjudul “Kubawa Mimpiku ke Negri Sebrang” dikemas dalam buku yang berjudul “Liku-liku Perjalanan Hidup Alumni MWI”. Ibu dari dua anak ini selain seagai guru juga sebagai herbalis HPAI (Herba Penawar Al- Wahida). Menetap di Kebarongan Sumuramba Rt 02 Rw013. Ia membuka diri untuk bekerja sama dan bisa dihubungi melalui : WA : 082327420446 Email :[email protected] Facebook : Ni’matul Musrifah





 “Lika-liku Perjalanan Karir Alumni MWI”. No ISBN: 978-623-6074-14-5 Berikut naskah ceritanya : Kubawa Mimpiku Ke Negri Sebrang Mentari pagi bersinar di ufuk timur desa Ketanda, sinarnya mengiringi setiap langkahku menuju tempat menuntut ilmu yaitu MTs WI Kebarongan.Jarak yang jauh tidak menyurutkan semangatku untuk terus belajar di Madrasah tersebut.Setiap hari ku berjalan melewati jalan berbatu dan rerimbunan pohon, panas hujan menjadi teman setiaku.Angin berhembus dengan sepoi-sepoi menerpa jilbab lusuhku menjadi saksi setiap lelah letihku menuntut ilmu demi terwujudnya mimpi-mimpiku menjadi kenyataan. Dua jam perjalanan pulang pergi dari rumahku ke Madrasah. Pukul 05.30 aku bersama kakak perempuanku sudah siap dengan seragam perangku. Sampai di jalan raya kurang lebih pukul 06.30 kemudian kami naik angkutan umum sampai di Gerang Madrasah, selanjutnya seperti teman-teman yang lain kami berjalan kembali sampai di ruangan kelas MTs WI Kebarongan.Saat hujan tiba ku tenteng sepetu sekolahku sampai hujan reda.Pernah pada suatu ketika hujan lebat aku berdua dengan kaka perempuanku di bawah satu payung, karena jalannya licin akupun terpeleset jatuh bersama kaka perempuanku.Baju kami basah penuh dengan lumpur. Akhirnya pada hari itu kami putuskan tidak berangkat ke Sekolah.Di presensi kadang ada keterangan ghaibah (tidak ada) bukan karena kami malas berangkat, akan tetapi karena ada rintangan yang kami tidak bias menghindarinya. Meskipun lelah letih tetapi tetap ku jalani hari-hariku penuh dengan semangat dan senyuman hingga akhirnya ku dapat menyelesaikan belajarku di PP MWI Kebarongan selama enam tahun.Banyak sekali kenangan-kenamgan indah selama belajar di PP MWI Kebarongan. Ada satu kenangan yang masih selalu segar dalam ingatanku yaitu saat tas sekolahku di masukkan karung bekas sayuran kemudian ditahan di ruangan Ketua Yayasan oleh salah satu Ustadz pengampu mapel pesantren sebut saja Ust M waktu itu aku berada di bangku kelas VI MA WI. Kira-kira kenapa y ? Ketika itu jam Mapel F, di kelas yang lain Ust M kosong (tidak mengajar), nah pada saat itu kebetulan ada tugas mapel lain yang belum aku selesaikan. Aku bersama teman sebangkuku pergi ke Perpustakaan untuk referensi buku yang berkaitan dengan tugas.Kurang lebih satu jam

pelajaran aku bersama temanku di perpustakaan kemudian kami kemali ke kelas. Alangkah terkejutnya sesampainya kami di kelas,tas kami sudah tidak ada. Kami bertanya pada teman- teman yang ada di kelas “Apa yang terjadi dengan Tas kami ?” ternyata Ust M di kelas kami tidak kosong. Sebelum mengajar seperti biasa Ust M mengecek presensi, saat itulah tas kami di taruh karung bekas sayurandan di amankan di Kantor Ketua Yayasan. Kemudian kamipun pergi menemui Ust M dan meminta maaf atas kekhilafan kami dan kami berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Alangkah malunya kami, semua teman-temen menertawakan kami melihat tas sekolah kami yang kotor & berbau sayuran busuk. Sejak hari itu aku lebih berhati-hati dan berusaha menjadi yang lebih baik lagi. Waktu terus berjalan, tanpa terasa tibalah hari di laksanakan acara wisuda semua Santri dan santriwati kelas VI MA WI Kebarongan angkatan 2004.Alhamdulilah atas izin Allah aku dapat menyelesaikan belajarku selama 6 tahun di PP MWI Kebarongan. Tak pernah terlupa pahit getir perjalananku selama 6 tahun.Akhirnya usai sudah lelah letihku menyusuri jalan penuh batu yang kadang melemahkanku.Saat ku mulai melemah mimpiku membangkitkan dan menguatkanku. Setelah selesai MA WI mimpi dan harapanku bisa meneruskan belajar di perguruan tinggi, tetapi orang tuaku hanya bisa membiayaiku sampai di MA. Ku lihat teman-temanku sudah mulai mendaftar di perguruan tinggi dan sebagian mereka sudah di terima dan sebentar lagi mulai perkuliyahan.Aku hanya bisa membayangkan seperti apa rasanya menjadi seorang mahasiswi dengan berbagai macam kegiatan mereka. Dalam diam aku menangis dan berdo’a memohon petunjuk dari Allah apa yang harus aku lakukan. Akan ku bawa ke manakah mimpiku ?dapatkah mimpi ini menjadi kenyataan? ku buka dan ku baca ayat-ayat cinta-Nya padaku, ku temukan sebuah ayat yang membuatku kuat bangkit dan berlari untuk mewujudkan mimpi-mimpiku menjadi kenyataan. Surat inilah yang selalu membuatku kuat dalam situasi dan kondisi apapun.Surat Ali Imran ayat 159 yang artinya : “.…kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya”.Dengan ayat inilah ku bulatkan niat dan tekadku untuk menyempurnakan ikhtiyar dan bertawakkal kepada Allah Swt.

Akhirnya Allah menunjukkan jalanku untuk mewujudkan mimpiku.Suatu hari datang ke rumahku dua orang seponsor yang menyalurkan kerja ke luar negri sebagai PRT (pembantu rumah tangga) di Singapore. Mereka menawarkanku untuk bekerja di Singapore lewat Agen yang ia seponsori.Meskipun kedua orang tuaku merasa berat untuk melepasku.Tapi aku sudah bertekad, hanya do’a dari mereka yang ku butuhkan.Akhirnya kedua orang tuaku pun mengizinkanya. Dengan bekal do’a dari kedua orang tuaku dan uang Rp100.000 akupun berangkat bersama dua orang seponsor ke penampungan para calon pekerja ke Singapore di Jakarta.Di penampungan aku belajar bahasa asing, khusus nya bahasa Melayu dan bahasa Inggris. Selain itu juga dibekali dengan pelatihan-pelatihan mengurus rumah tangga mulai dari nyetrika,cuci baju, masak, merawat bayi, merawat jompo dll.Setelah kurang lebih setengah bulan aku di penampungan ada pemberitahuan bahwa aku sudah dapat Bos/Majikan. Alhamdulilah aku dapat Bos/Majikan muslimdari bangsa melayu.Tidak lama kemudian aku diberangkatkan ke Singapore. Tepat hari ke 24 di penampungan aku diterangkan ke Batam terlebih dahulu untuk melakukan PAP (Persiapan Akhir Pemberangkatan). Saat itulah pertama kali aku naik pesawat terbang , meskipun hanya pesawat kelas Ekonomi aku merasa senang, dalam hatiku berkata “Bisa juga ya aku naik pesawat terang, padahal tidak setiap orang diberi kesempatan naikpesawat terbang”.Setelah sampai ku di Batam, aku menginap di rumah Agen Pekerja di Batam. Alangkah sedih dan terkejutnya aku ternyata di rumahnya ada seekor anjing besar piaraannya.Ternyata preoses perjalananku ke Singapore tidak semudah dan seindah yang ku bayangkan.Sedih bercampur takut, tak terasa air matapun jatuh memasahi kerudungku, aku merasa sendiri hanya Allah yang menemaniku.Aku bersyukur Agen tersebut memperkenankan untuk melaksanakan ibadah dan menjauhkan anjingnya dariku. Pada waktu padi sampai sore aku berangkat ke tempat PAP (Persiapan Akhir Pemberangkatan) untuk melakukan pembekalan.Hanya pada waktu malam aku tinggal di rumah tersebut.Akhirnuya tiga malam berlalu, akupun bersama calaon pekerja wanita yang lainnya melanjukan perjalanan ke Singapore. Sekitar dua puluh menit kami di kapal fery, sampailah kami di negri Singapore yang tidak begitu luas dan sangat bersih.Kemudian kamipun di anter untuk menemui Agen pekerja yang ada di Singapore, aku masih ingat pada waktu itu namanya L Agency.Akupun bertemu dengan pimpinan L Agency, orangnya ramah berasal dari bangsa Melayu.Setelah selesai

interviewdatanglah Calon Bos/Majikanku.Kemudian kami berkenalan dan cukup lama tanya jawab antara aku dan Bos/Majikanku.Saat pertama kali aku melihat tatapan mata Bos/Majikanku yang perempuan ada sesautu yang membuatku berprasangka buruk kepadanya.Sepanjang perjalanan ke rumah Bos/Majikanku aku terdiam, hanya dalam hati aku bertanya-tanya dan berusaha menepis prasangka buruk ini.Setelah beberapa menit akupun sampai di rumah Bos/Majikanku.Kebetulan ada di Apartemen lantai 15, harus menggunakan lif untuk sampai ke lantai 15. Di rumah tersebut selain Bos perempuan dan suaminya ada juga kakek, nenek dan 2 anak Bosku yang berumur 2 dan 3 tahun. Bosku pun menjelaskan apa saja tugas-tugasku di rumah itu.Setelah beberapa hari aku di rumah itu tampaklah sifat asli mereka, hanya suami bosku yang baik padaku.Setiap ku mengerjakan suatu pekerjaan, ada saja yang salah.Pernah pada suatu ketika aku mencuci wajan dan tergores, aku kena denda $5.Mereka selalu memnbentakku dan tidak mengizinkan aku tidur jika baju yang harus di setrika belum selesai meskipun itu sampai larut malam. Dan lebih tidak berkemanusiaan lagi aku hanya di izinkan makan roti tawar dan mentega.Mereka lebih rela makanannya di kasih binatang daripada di kasih ke aku.Sebutir telor pun mereka tidak rela memberikanya padaku,sampai aku bernadzar jika nanti aku keluar dari rumah itu aku akan makan telor sampai aku bosan.Pernah suatu hari aku mengambil sele setroberi untuk sarapan.Pada sore harinya boskupun mengetahuinya dan memarahiku.Akupun tetap sabar dan berdo’a Allah segera mengeluarkan aku dari rumah itu. Setelah tujuh bulan aku berada di keluarga itu, Allah mengabulkan do’aku.Kakak perempuanku yang pada waktu itu juga ada di Singapore datang ersama bosnya menjengukku.Bahagia bercampur sedih saat ku lihat kakakku ada di depan mataku, seakan-akan tidak percaya, langsung ku peluk erat kakakku dengan deraian air mata ku ceritakan keadaanku selama ini.Sebab itulah keesokan harinya Bosku mengembalikanku ke L Agency karena takut aku dan kakakku melaporkan perbuatanya selama ini ke polisi. Sampailah aku di L Agency, Alhamdulilah atas kehendak Allah adik ipar pimpinan L Agency sedang membutuhkan Asistan Rumah Tangga.Akhirnya akupun bekerja di keluarga adik ipar pimpinan L Agency yang baik hati.Ku jalani hari-hariku dengan penuh semangat dan

senyuman.Meskipun jauh di lubuk hatiku aku tidak suka dengan pekerjaan Asistan Rumah Tangga. Demi terwujudnya mimpi-mimpiku rela ku tempuh jalan sesulit apapun selama jalan tersebut di ridhai Allah Swt.Singkat cerita aku dapat bertahan selama empat tahun bekerja di keluarga itu. Tibalah saatnya aku pulang ke Indonesia. Tak henti-hentinya akubersyukur kepada Allah atas semua nikmat-Nya.Dengan uang yang ku peroleh dari hasil kerjaku aku mendaftar di salah satu Perguruan Tinggi yang ada di Purwokerto yaitu Sekolah Tinggi Agama Islam Negri (STAIN).Kurang lebih 4 tahun aku menjadi mahasiswi di STAIN.Akhirnya mimpiku kuliyah di perguruan tinggi menjadi kenyataaan.ijazah S1 behasil ku dapatkan.Hingga akhirnya ku bekerja di MI Mambaul Ulum Ketanda selama sepuluh tahun.Karena jarak yang lumayan jauh dari tempat tinggalku, aku putuskan untuk cari kerja di tempat yang lain. Ada 4 Sekolahan yang aku datangi untuk melamar pekerjaan.Ada yang tanpa respon dan ada juga yang menolak. Salah satu teman memberitahuku bahwa MTs WI membutuhkan tenaga sebagai guru PAI. Pada waktu itu aku membuat lamaran pekerjaan ke MA WI karena aku pernah di tolak melamar pekerjaan di MTs WI.Beberapa hari kemudian ketua yayasan pomesmawi Bpk.Sutarjo memanggilku untuk datang menghadap beliau.Akupun datang menghadap beliau.Kemudian beliau memintaku supaya memilih untuk mengajar di MA WI atau di MTs WI, akupun memilih mengajar di MA. Hari berikutnya aku pun menemui Waka Kurikulum MA WI yang berkaitan denagn pembagian jam mengajar.Setelah aku bertemu dengan beliau ternyata di MA WI sudah penuh Mapel dan pengampunya. Setelah itu aku pun datang ke MTs WI untuk menemui waka kurikulum di MTs WI.Alhamdulilah aku diperkenankan untuk mengajar di MTs WI sampai sekarang.Itulah jejak- jejak perjalanan hidupku dari MWI ke MWI lagi dalam situasi dan kondisi yang berbeda.Kepahitan-kepahitan yang pernah kujalani menjadi pelajaran berharga dan kenangan manisyang tak akan pernah terlupa sampai kapanpun.

Tentang Penulis Ni’matul Musrifah, S.Pd.I lahir di Banyumas Jawa Tengah, 24 Agustus 1986.Guru Akidah Akhlak di MTs WI Kebarongan. Pendidikan MI Ketanda 1992. Madrasah Tsanawiyah Wathaniyah Islamiyah (MTs WI) Kebarongan, 1998. Madrasah Aliyah Wathaniyah Islamiyah (MA WI) Kebarongan, 2001. Sarjana Fakultas Tarbiyah Prodi PAI (Pendidikan Agama Islam) STAIN Purwokerto , 2008. Pengalaman menjadi Guru Madrasah Itidaiyah Mambaul Ulum Ketanda, 2008-2018.Guru Madrasah Tsanawiyah Wathaniyah Islamiyah (MTs WI) Kebarongan, 2018 sampai dengan sekarang.




Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook