Pitutur Luhur Harmoni Dalam Keberagaman Ibnul Jauzi dalam kitabnya Tanbihu Na’imil Ghumur ala Mawasimil Umur menyebutkan bahwa manusia memiliki lima pembagian tahapan umur: 1. Dari masa kelahiran sampai masa baligh, yaitu 15 tahun. 2. Dari masa baligh sampai akhir masa muda, yaitu 35 tahun (Asy-Syabab atau masa muda). 3. Dari masa muda sampai 50 tahun, yaitu masa (kuhulah adalah dewasa). 4. Dari 50 tahun sampai 70 tahun, disebut masa syaikhukhah. 5. Dari usia 70 tahun sampai akhir usia, masa ini disebut usia renta. Islam sendiri tak pernah membatasi peran lansia. Para sahabat sepuh seperti Abdullah Ibnu Maktum tetap diberi peran yang strategis dalam masyarakat. Saat Rasulullah dan penduduk Madinah pergi ke medan perang, beliau selalu mengangkat Abdullah bin Ummi Maktum yang sepuh dan buta itu, menjadi wali Kota Madinah. Setidaknya 13 kali Rasulullah Saw mengangkatnya sebagai wali kota sementara di Kota Madinah. 89
Pitutur Luhur Harmoni Dalam Keberagaman Dalam usia 80 tahun, Abu Ayyub al-Anshari masih ikut berperang membebaskan Konstantinopel sampai sakit dan meninggal. Sahabat Usman bin Affan diangkat sebagai khalifah pada usia 65 tahun hingga wafatnya di usia 77 tahun. Beberapa contoh di atas menegaskan bahwa Islam menempatkan lansia dalam peran proporsional. Dengan kata lain, Islam tak memandang lansia sebagai manusia “kelas dua” yang tak bisa lagi diperankan dalam kehidupan. Sepanjang mereka mampu, mereka tetap berkewajiban menjalankan peran-peran sosialnya di tengah masyarakat. Hanya saja memang, secara alamiah tubuh manusia akan mengalami penurunan fungsi fisiologis saat memasuki usia senja. Namun berdasarkan sejumlah penelitian ilmiah, penurunan fungsi fisiologis akibat regeneratif (penuaan) tersebut bisa dihambat manakala tetap dirawat sebagaimana mestinya. Sebab itulah keberadaan PKRR menjadi amat penting sebagai wadah pemberdayaan kaum lansia agar tetap aktif, sehat dan berkontribusi di usia lanjut. 90
Pitutur Luhur Harmoni Dalam Keberagaman Demografi Lansia di Indonesia Arah pembangunan pemerintah Orde Baru terhadap pengendalian jumlah penduduk memberi dampak signifikan terhadap pergeseran umur penduduk. Hasilnya, angka kelahiran relatif menurun dan angka penduduk lansia semakin melesat. Selama kurun waktu hampir lima dekade (1971-2019), persentase penduduk lansia Indonesia meningkat sekitar dua kali lipat. Pada tahun 2019, persentase lansia mencapai 9,60 persen atau sekitar 25,64 juta orang. Kondisi ini menunjukkan bahwa Indonesia sedang bertransisi menuju ke arah penuaan penduduk karena persentase penduduk berusia di atas 60 tahun mencapai di atas 7 persen dari keseluruhan penduduk dan akan menjadi negara dengan struktur penduduk tua (ageing population) jika sudah berada lebih dari 10 persen. Jumlah penduduk Indonesia 2019 mencapai 267 juta jiwa. Dalam hal ini penduduk dengan ketegori lansia (lanjut usia) menyumbang populasi sebesar 17,37 juta jiwa atau sebesar 6,51% dari total populasi. Adapun jika ditinjau berdasarkan jenis kelamin, jumlah keseluruhan populasi penduduk dengan usia rentan yakni sebanyak 8,049,000 jiwa (jenis kelamin laki-laki) dan 9,325,900 (jenis kelamin perempuan). 91
Pitutur Luhur Harmoni Dalam Keberagaman Klasifikasi Jenis Kelamin Lansia di Indonesia Perempuan Laki-laki 54% 46% Klasifikasi Jenis Kelamin Lansia di Indonesia (Sumber : Kemenkes) Jika dilihat dari kelompok umur, persentase lansia di Indonesia sebagian besar diisi oleh lansia muda (kelompok umur 60-69 tahun) dengan persentase 64,29 persen, diikuti oleh lansia madya (kelompok umur 70-79 tahun) sebesar 27,23 persen dan terakhir lansia tua (kelompok umur 80+ tahun) sebesar 8,49 persen. 92
Pitutur Luhur Harmoni Dalam Keberagaman Kelompok Umur Lansia Tua Lansia Madya Lansia Muda (70-79) (60-69) (80+) Persentase Penduduk Lansia Berdasarkan Kelompok Umur (Sumber : Statistik Penduduk Lanjut Usia 2020) Jika melihat data indeks penuaan (Ageing Index), pada tahun 2035 diproyeksikan terdapat 73 orang lanjut usia per 100 penduduk kurang dari 15 tahun. Angka ini meningkat cepat dibanding tahun 2015 yang sebanyak 31 orang. Sementara angka Potential Support Ratio menunjukkan penurunan, dari 12,5 pada tahun 2015 menjadi 6,4 pada tahun 2035 (UNFPA, 2014). Berdasarkan data Supas 2015, indeks penuaan tertinggi terdapat di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dan terendah di Provinsi Papua. 93
Pitutur Luhur Harmoni Dalam Keberagaman Pemetaan Lansia di 34 Provinsi Penyebaran Lansia di 34 Provinsi (Sumber : BPS, Susenas Maret 2020) Berdasarkan data Susenas Maret 2020, terdapat enam provinsi yang telah memasuki fase struktur penduduk tua yakni persentase penduduk lansianya telah berada di atas 10 persen. Keenam provinsi tersebut adalah Daerah Istimewa Yogyakarta (14,71 persen), Jawa Tengah (13,81 persen), Jawa Timur (13,38 persen), Bali (11,58 persen), Sulawesi Utara (11,51 persen), dan Sumatera Barat (10,07 persen). 94
Pitutur Luhur Harmoni Dalam Keberagaman Pendidikan Lansia Lansia di Indonesia masih didominasi oleh kelompok lansia yang memiliki latar pendidikan rendah yakni 32,48 persen tidak tamat SD dan bahkan sebanyak 13,96 persen lansia tidak pernah sekolah. Sementara itu, hanya ada sekitar 13,77 persen lansia yang memiliki pendidikan SMA ke atas. Karakteristik Pendidikan Tertinggi Yang Ditamatkan (Persentase) Tidak Tidak SD/ SMP/ SMA/ PT Total Pernah Tamat SD Sederajat Sederajat Sederajat (8) Sekolah 100,00 100,00 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 100,00 Total 13,96 32.,48 31,78 8,01 8,67 5,10 100,00 100,00 Tipe Daerah 100,00 Perkotaan 9,56 26,62 31,50 10,87 13,51 7,95 100,00 Perdesaan 18,91 39,08 32,09 4,79 3,23 1,90 100,00 Jenis Kelamin Laki-Laki 8,30 29,25 35,02 9,38 11,55 6,51 Perempuan 19,12 35,44 28,82 6,75 6,06 3,82 Kelompok Umur Lansia Muda 10,03 31,06 33,91 9,06 10,07 5,87 (60-69) Lansia 17,86 34,65 29,49 6,81 6,98 4,21 Madya (70- 79) Lansia Tua 31,22 36,29 22,93 3,89 3,54 2,13 (80+) Sumber : (BPS, Susenas Maret, 2020) 95
Pitutur Luhur Harmoni Dalam Keberagaman Penambahan akumulasi penduduk lansia juga dikaitkan dengan penghitungan rasio ketergantungan (dependency ratio) yang merupakan perbandingan antara penduduk usia produktif dengan penduduk usia nonproduktif termasuk di dalamnya adalah lansia. Dengan bertambahnya lansia sebagai kelompok yang dianggap kurang produktif maka beban yang harus di tanggung penduduk yang produktif untuk membiayai hidup penduduk yang tidak produktif juga otomatis bertambah. 96
Pitutur Luhur Harmoni Dalam Keberagaman Kemampuan Baca Tulis Lansia Melek huruf merupakan modal awal dari setiap orang untuk dapat membuka jendela pengetahuan serta menyelaraskan diri dengan perkembangan zaman. Seseorang akan dapat lebih mudah dalam menjalani kehidupan manakala ia dapat memperoleh kemampuan baca tulis. Gambar 1.2 Angka melek huruf lansia 2016-2020 (Sumber : Statistik Penduduk Lanjut Usia 2020) Berdasarkan hasil Susenas terlihat bahwa Angka Melek Huruf (AMH) lansia terus mengalami peningkatan dalam kurun lima tahun terakhir, dengan AMH pada 97
Pitutur Luhur Harmoni Dalam Keberagaman tahun 2020 sebesar 81,29 persen. Meskipun sama-sama mengalami kenaikan, dalam kurun waktu lima tahun, AMH lansia perempuan mengalami kenaikan yang lebih tinggi dibanding AMH lansia laki-laki. Kenaikan tersebut dapat menjadi salah satu indikator bahwa kesetaraan gender dalam pendidikan terus berkembang, dengan kesempatan belajar bagi perempuan yang semakin luas. Adapun dilihat dari berbagai karakteristik, terdapat perbedaan kemampuan baca tulis lansia. AMH lansia di perkotaan lebih tinggi daripada perdesaan dengan besaran masing-masing 87,45 persen dan 74,35 persen. Disparitas angka AMH juga terlihat dalam jenis kelamin, di mana AMH lansia laki-laki masih lebih tinggi dibandingkan lansia perempuan (88,47 persen berbanding 74,74 persen). Selain itu, persentase AMH lansia semakin rendah seiring bertambahnya umur. Persentase Penduduk Lansia Menurut Kemampuan Baca Tulis, 2020 (Sumber : Statistik Penduduk Lanjut Usia 2020) Klasifikasi Lansia berdasarkan Tipe Daerah (Sumber : Statistik Penduduk Lanjut Usia 2020) 98
Pitutur Luhur Harmoni Dalam Keberagaman EPILOG Menyulam Benang Harmoni Toleransi keberagaman masyarakat menjadi keniscayaan bagi bangsa Indonesia yang majemuk dan terdiri dari berabagai macam suku bangsa. Toleransi adalah sifat atau sikap untuk saling menghormati dan menghargai, baik antar individu maupun antar kelompok di masyarakat. Toleransi telah menjadi warisan budaya adiluhung bangsa Indonesia yang telah hidup dan membersamai kita sejak ratusan tahun silam. Indonesia tak akan pernah terwujud menjadi sebuah negara tanpa kerendahan hati para founding father kita. Mereka adalah teladan dalam mengelola kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu bagaimana dengan rendah hati mereka saling mengalah untuk mencari titik temu. Pancasila adalah wujud kesepakatan para founding father bangsa Indonesia untuk hidup bersama dalam satu komunitas negara. Pancasila lahir dari semangat untuk mempersatukan berbagai bentuk kemajemukan di tanah air, mulai dari budaya, Bahasa, suku, etnis, hingga keberagaman agama. Oleh karena itu, Pancasila 99
Pitutur Luhur Harmoni Dalam Keberagaman dikatakan sebagai titik temu antar berbagai latar belakang kemajemukan tersebut. Yayasan Pitutur Luhur, sebagai bagian dari komponen masyarakat Indonesia telah mengejawantahkan makna Bhinneka Tunggal Ika sejak awal lembaga ini berdiri. Beragam kegiatan yang mencerminkan makna toleransi telah diselenggarakan. Hasilnya bisa dilihat, di lingkungan Desa Gedong, Banyubiru, Semarang toleransi antar umat beragama dan keyakinan menjadi nafas kehidupan bermasyarakat. Mereka bahu-membahu melakukan pemberdayaan bersama, bergotongroyong merawat tumah ibadah, berkolaborasi dalam tenggang rasa. Ke depan, Yayasan Pitutur Luhur akan terus concern terhadap isu-isu kolaborasi dalam bingkai tolerasi karena kami sadar bahwa untuk memajukan bangsa yang besar ini dengan potensi yang melimpah itu tak dapat dilakukan seorang diri. Harmoni menjadi kunci. Dan kami bertekad untuk mejadi penggerak harmoni itu. 100
Pitutur Luhur Harmoni Dalam Keberagaman 101
Search
Read the Text Version
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
- 6
- 7
- 8
- 9
- 10
- 11
- 12
- 13
- 14
- 15
- 16
- 17
- 18
- 19
- 20
- 21
- 22
- 23
- 24
- 25
- 26
- 27
- 28
- 29
- 30
- 31
- 32
- 33
- 34
- 35
- 36
- 37
- 38
- 39
- 40
- 41
- 42
- 43
- 44
- 45
- 46
- 47
- 48
- 49
- 50
- 51
- 52
- 53
- 54
- 55
- 56
- 57
- 58
- 59
- 60
- 61
- 62
- 63
- 64
- 65
- 66
- 67
- 68
- 69
- 70
- 71
- 72
- 73
- 74
- 75
- 76
- 77
- 78
- 79
- 80
- 81
- 82
- 83
- 84
- 85
- 86
- 87
- 88
- 89
- 90
- 91
- 92
- 93
- 94
- 95
- 96
- 97
- 98
- 99
- 100
- 101
- 102
- 103
- 104
- 105
- 106
- 107
- 108
- 109
- 110
- 111
- 112
- 113
- 114
- 115
- 116
- 117
- 118
- 119