Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore Bab 1 Pendahuluan Anatomi Klinik

Bab 1 Pendahuluan Anatomi Klinik

Published by haryahutamas, 2016-04-02 00:09:28

Description: Bab 1 Pendahuluan Anatomi Klinik

Search

Read the Text Version

PendahuluanAnatomi Klinik

BAB 1Anatomi Dasar Efek Jenis Ketamin, Ras, dan Usia pada Struktur 24 lstitah Anatomi Deskriptif Catatan Fisiologi: Usia dan Efisiensi Fungsional 26 Struktur Dasar Catatan Embriotogi: Embriotogi dan Anatomi Klinik 26 77Catatan Fisiotogi: Fungsi Otot Potos Ektoderm 27Catatan Fisiologi: Fungsi Sistem Saraf Entoderm 27Catatan Embriotogi: Pertumbuhan Medulla Spinalis Mesoderm 27 Selama Perkembangan Anatomi Radiografik 28Catatan Fisiotogi: Fungsi Sistem Saraf Otonom 30Catatan Fisiotogi: Komponen Aferen Sistem Saraf Otonom Computed Tomogrophy 31Catatan Fisiologi: Eksudat Serosa Mognetic Resononce lmogingCatatan Fisiotogi: Fungsi Tutang PertanyaanCatatan Embriologi: Pembentukan Tutang Jawaban dan PenjetasanJ'lenting bagi mahasiswa mengerti istilah-istilah yang digunakan yang ditemukan melalui pemeriksaan klinik pada seorang pasienI untuk menguraikan struktur dan fungsi dari berbagai bagian tubuh dapat dicatat dengan tepat. Bab ini memperkenalkan beberapa struktur dasar yang menyusunsecara anatomi. Tanpa istilah-istilah ini, tidak mungkin untuk dapatmengerti komposisi tubuh dengan jelas. Selain itu, para profesional tubuh, seperti kulit, fascia, otot, tulang, pembuluh darah, sistem limfe, sistem saraf, dan membran mukosa, sefta membran serosa.medis membutuhkan istilah-istilah ini sehingga kelainan anatomi ANATOMI DASAR (Gambar 1-1). Posisi ini dinamakan posisi anatomi. BerbagaiAnatomi adalah ilmu yang mempelajari struktur dan fungsi bagian tubuh kemudian digambarkan berkaitan dengan bidang-tubuh. Anatomi klinik adalah ilmu yang mempelajari struktur bidang imajiner.tertentu.makroskopik dan fungsi tubuh yang berhubungan dengan praktik Bidang Midsagitalkedokteran dan ilmu kesehatan lainnya. Anatomi dasar adalahilmu yang mempelajari sejumlah tertentu anatomi yang sesuai Adalah bidang vertikal yang melalui pertengahan tubuh dandengan kebutuhan minimal untuk mengerti struktur dan fungsi membagi tubuh menjadi bagian kanan dan kiri yang sama besartubuh secara menyeluruh. (Gambar 1-1). Bidang-bidang yang terletak di samping bidang midsagital dan sejajar dengannya disebut bidang pararnedian.lstilah Anatomi Deskriptif Sebuah struktur yang terletak lebih dekat pada bidang midsagital dibandingkan struktur lainnya disebut terletak medial terhadapOrang-orang medis harus mengerti istilah anatomi dasar. Dengan struktur lain tersebut. Demikian pula, sebuah struktur yangbantuan kamus kedokterary Anda akan menyadari bahwa, dengan terletak lebih jauh dari bidang midsagital dibandingkan struktur lainnya dikatakan terletak lateral terhadap struktur lain tersebut.memahami terminologi anatomi, Anda akan sangat terbanfu Bidang Koronaldalam proses pembelajaran. Adalah bidang vertikal imajiner yang tegak lurus terhadap bidang Penggunaan istilah anatomi yang akurat, membantu Anda midsagital (Gambar 1-1).berkomunikasi dengan kolega baik nasional maupun internasional.Tanpa istilah anatomi, seseorang tidak dapat mendiskusikan atau Bidang Horizontal atau BidangTransversalmencatat fungsi abnormal sendi, kerja otot, perubahanposisi organ,atau lokasi tepat sebuah benjolan atau fumor secara akurat. Adalah bidang yang tegak lurus terhadap bidang midsagital dan koronal (Gambar 1-1). Istilah anterior dan posterior digunakanI lstilah yang Berhubungan dengan Posisi untuk menunjukkan bagian depan dan belakang tubuh (Gambar 1-1). Untukmenggambarkanhubungan antara dua struktur, sebuahSeluruh deskripsi tubuh manusia didasarkan pada anggapan struktur dikatakan terletak anterior atau posterior dibandingkanbahwa seseorang berdiri tegak dengah ekstremitas superior disamping tubuh, wajah serta telapak tangan menghadap ke depan

bidang koronal bidang midsagital PEN D AH U LU AN AN ATO lyll KLI N I K bidang supeflor ujung proksimal ekstremitas superiorbidanghorizontalatautransversal posterior anterior ujung distal ekstremitas permukaan permukaan superior dorsal palmar tangan tangan permukaan dorsal kaki inferior permukaan plantar kaki Gambar 1-1, Istilah-istilah anatomi yang digunakan untuk posisi. Perhatikan subjek berdiri dalam posisi anatomi.struktur lainnya tergantung pada letak struktur itu, apakah lebih Istilah ipsilateral menunjukkan pada sisi tubuh yang sama,dekat dengan permukaan tubuh bagian anterior atau posterior. misalnya tangan klri dan kaki kiri adalah ipsilateral. Kontralateral menunjukkan pada sisi tubuh yang berlawanan, misalnya M.biceps Untuk menguraikan tangaq istilah permukaan palmar dan brachii kiri dan M.rectus femoris kanan adalah kontralateral.dorsal digunakan untuk mengganti istilah anterior dan posterior;dan untuk menguraikan kaki istilah permukaan plantar dan Posisi supinasi adalah posisi tubuh telentang. Posisi pronasidorsal digunakan untuk menggantikan permukaan bawah dan adalah posisi tengkurap.atas (Gambar 1-1). Istilah proksimal dan distal menunjukkanjarak relatif terhadap pangkal ekstremitas; misalnya iengan atas I lstilah-lstilah yang Berhubunganproksimal terhadap lengan bawah dan tangan distal terhadap dengan Gerakanlengan bawah. Tempat dua atau lebih tulang yang saling menyatu disebut sendi. Istilah superficial dan profundus menyatakan jarak relatif Beberapa sendi tidak bergerak (sutura pada tulang kranium),struktur terhadap permukaan tubuh; istiiah superior dan inferiormenyatakan posisi yang relatif tinggi atau rendah berkenaan beberapa sendi hanya dapat bergerak sedikit (articulatiodengan ujung atas dan ujung bawah tubuh. tibiofibularis superior), dan beberapa sendi dapat bergerak dengan Istilah interna dan eksterna digunakan untuk menyatakan bebas (articulatio humeri).jarak relatif struktur terhadap pusat organ atau rongga; misalnyaarteri carotis interna terletak di dalam rongga kranium dan arteri r Fleksi: Gerakan terjadi pada bidang sagital. Misalnya, fleksicarotis externa terletak di luar rongga kranium. sendi siku mendekatkan permukaan anterior lengan bawah ke permukaan anterior lengan atas. Biasanya fleksi merupakan

BAB 1 Aduksi: Gerakan anggota gerak mendekati tubuh pada bidang koronal (Gambar 1-2). Pada jari-jari tangan dan kaki,pergerakan anterior, tetapi kadang-kadang merupakan per- abduksi adalah pergerakan saling menjauhi antara jari yanggerakan posterior, seperti pada sendi lutut (Gambar 1-2). satu terhadap yang lain dan aduksi adalah pergerakan salingEkstensi: Gerakan meluruskan sendi dan biasanya terjadi ke mendekati antara jari yang satu terhadap yang lain (Gambararah posterior (Gambar 1-2). 1-3). Gerakan ibu jari (Gambar 1-3) yang sedikit lebih rumitFleksi lateral: Gerakan batang badan pada bidang koronal(Gambar 1-3). dijelaskan pada halaman 381.Abduksi: Gerakan anggota gerak menjauhi garis tengah tubuhpada bidang koronal (Gambar 1-2). Rotasi: Gerakan sebagian tubuh di sekeliling sumbu pan- jangnya.sendi bahu ,--::::':::f {--'(--\ aoout<si sendi bahu t:/-,r.l.:€.-t-h\ti aduksi 4/AI ekstensi (\ sirkumduksi sendi bahur\II ,)\i(,tii.r'i tt\ rotasi lateral ' ..-,/\,,, sendi bahuGambar 1-2. Beberapa istilah anatomi yang digunakan pada gerakan. Perhatikan perbedaan antar3 fleksi siku dan lutut.

PENDAHULUAN ANATOITI KLINIK 5Rotasi medial: Gerakan yang menyebabkan permukaan Sirkumduksi: Kombinasi urutan gerakan fleksi, ekstensi,anterior suatu bagian menghadap ke medial. abduksi, dan aduksi (Gambar 1-2).Rotasi lateral: Gerakan yang menyebabkan permukaan a Protraksi: Gerakan ke depananterior suatu bagian menghadap ke lateral. a Retraksi: Gerakankebelakang( digunakanuntukmenguraikan gerakan ke depan dan belakang rahang bawah pada articulatioI Pronasi lengan bawah: Rotasi medial lengan bawah temporomandibularis). Inversi: Gerakan kaki sehingga telapak kaki menghadap ke sedemikian rupa sehingga telapak tangan menghadap arah medial (Gambar 1-3). ke posterior (Gambar 1-3). Eversi: Gerakan sebaliknya sehingga telapak kaki menghadap ke lateral (Gambar 1-3).I Supinasi lengan bawah: Rotasi lateral lengan bawah dari posisi pronasi sehingga telapak tangan menghadap ke anterior (Gambar 1-3).supinasi lengan bawah pronasi lengan bawah \-./ eversi kaki aduksi jari-jari abduksi jari-jari inversi kakifleksi ibujari aduksi ibujari tangan oposisi ibujari dan jari kelingking tangan abduksi ibujari tangan eksiensi ibujari tangan Gambar 1-3, Tambahan istilah anatomi yang digunakan terkait dengan gerakan.

batang rambut plexus arteri dan venakelenjar sebasea folikel rambul bulbus rambut badan kelenjar keringat ekrin saluran keluar kelenjar keringat ekrinGambar 1-4. Struktur umum kulit dan hubungannya dengan fascia superficialis. Perhatikan bahwa folikel rambut meluas kebawah sampai ke bagian yang lebih dalam dari dermis, atau bahkan sampai ke fasia superfisial, sedangkan kelenjar keringatmeluas sampai ke dalam fascia superficialis.Struktur Dasar yang mengandung banyak pembuluh darah, pembuluh limfe, dan saraf. Ketebalan dermis berbeda pada berbagai bagianI Kulit tubuh, cenderung menjadi lebih tipis pada permukaan anterior dibandingkan dengan permukaan posterior. Dermis lebih tipisKulit dibagi menjadi dua bagian: bagian superficial, epidermis; pada wanita dibandingkan pria. Dermis pada kulit dihubungkandan bagian profunda, dermis (Gambar 1-4). Epidermis merupakan dengan fascia profunda atau tulang di baglan dasarnya oleh fascia superficial, atau dlkenai sebagai jaringan subkutan.epitel bertingkat yang sel-selnya menjadi pipih ketika matangdan naik ke permukaan. Pada telapak tangan dan telapak kaki, Kulit di atas sendi selalu terlipat pada tempat yang sama/epidermis sangat tebal untuk menahan robekan dan kerusakan disebut lipatan kulit (Gambar 1-5). Pada tempat ini, kulit lebihyang terjadi pada daerah ini. Bagian tubuh lainnva mempunyar tipis dibandingkan tempat yang lain dan terfiksasi dengan baikepidermis yang tipis, misalnya pada permukaan anterior lenganatas dan lengan bawah. Dermis terdiri dari jaringan ikat padat pada struktur di bawahnya oleh pita jaringan fibrosa yang kuat. Struktur tambahan lain yang ada pada kulit adalah kuku, folikel rambut, kelenjar sebasea, dan keienjar keringat.

PENDAHU LUAN AN ATO IAI KLI N I K akar kuku lipatan kuku bantalan kukuGambar 1-5 Berbagai lipatan kulit pada permukaan telapak tangan dan permukaan anterior sendi pergelangan tangan.Diperlihatkan juga hubungan kuku terhadap struktur-struktur lain pada jari.Kuku rambut. Kelenjar ini ierletak pada permukaan bawah folikel yang miring dan terletak di dermis (Gambar 1-4). Sebum merupakanKuku adalah lempeng yang mengalami keratinisasi pada permu- bahan berminyak yang membantu mempertahankan kelenturankaan dorsal ujung jari tangan dan kaki. Tepi proksimal lempeng rambut yang sedang tumbuh. Sebum juga meminyaki permukaanadalah akar kuku (Gambar 1-5). Kecuali pada tepi distal lempen& epidermis di sekitar muara folikel rambut.kuku dikelilingi dan diliputi oleh lipatan kulit yang dikenal Kelenjar Keringatsebagai lipatan kuku. Permukaan kulit yang diliputi oleh kukudisebut bantalan kuku (nailbed) (Gambar 1-5). Kelenjar keringat merupakan kelenjar yang panjang, berbentuk spiral, tubular, dan tersebar pada seluruh permukaan tubuh,Rambut kecuali pinggir merah bibir, nail bed, glans penis, dan clitoris (Gambar 1-4). Kelenjar ini terbentang di seluruh lapisan dermisRambut tumbuh dari folikel, yang merupakaninvaginasi epidermis dan ujungnya mungkin terdapat pada fascia superficialis.ke dalam dermis (Gambar 1,-4). Foiikel rambut terletak miring Oleh karena itu, kelenjar keringat merupakan struktur yangterhadap permukaan kulit dan pelebaran pada bagian ujungnya menembus paling dalam diantara seluruh struktur tambahan epidermis.dinamakan bulbus rambut, akan menembus bagian dermisiebih dalam. Setiap bulbus rambut berujung cekung dan pada I Fasciabagian yang cekung ini terdapat jaringan penyambung vaskularyang disebut papila rambut. Sebuah pita otot polos, arrector Fascia tubuh dapat dibagi dua, fascia supdrficialis dan fasciapili, menghubungkan permukaan bawah folikel dengan bagian profunda. Mereka terletak di antara kulit serta otot dan tulangsuperficial dermis.(Gambar 1-4). Otot ini dipersarafi oleh serabut yang mendasarinya.saraf simpatik dankontraksinya menyebabkanrambutberdiri. Ototini juga menekan kelenjar sebasea sehingga mengeluarkan sekret. Fascia SuperficialisKontraksi otot ini juga menyebabkan cekungan pada permukaankulit, disebut cutis anserine (kulit angsa). Rambut tersebar dalam Fascia superficialis, atau jaringan subkutary merupakanjumlah yang berbeda-beda pada seluruh permukaan tubuh,kecuali bibir, telapak tangary pinggir jari-jari tangan, glans penis campuran antara jaringan areolar longgar dan jaringan adipos4dan clitoris, labia minora dan permukaan sisi dalam labia majora, yang menyatukan dermis dengan fascia profunda yang terletaktelapak kaki, pinggir kaki dan pinggir jari-jari kaki. di bawahnya (Gambar 1-6). Pada kulit kepal4 tengkuk, telapak tangary dan telapak kaki, fascia ini mengandung banyak berkasKelenjar Sebasea serabut kolagen yang memfiksasi kulit pada struktur-strukturKelenjar sebasea mengeluarkan sekretnya yaitu sebum, ke batangrambut pada saat muara kelenjar bertemu dengan leher folikel yang terletak lebih dalam. Pada kelopak mata, daun telinga, penis

N. medianus N. musculocutaneus Gambar 1-6, Penampang melalui pertengahan lengan atas kanan, memperlihatkan susunan fascia A. brachialis V. cephalica superficialis dan profunda. Perhatikan bagaimana os humerus septa fi brosa terbentang antara kelompok-kelompok N. ulnaris otot yang membagi lengan atas menjadi beberapa M\" brachialis bagian fascia.septumintermusculare septumbrachii mediale intermusculare brachii laterale M. coracobrachialis fascia profunda N. radialis fascia superficialis M. tricepsdan scrotum, serta clitoris, fascia superficialis tidak mengandungjaringan adiposa.Fascia Profunda tendo otot-otot ekstensor danFascia profunda merupakan sebuah lapisan membran jaringan selubung sinovialnyaikat yang meliputi otot-otot dan struktur-struktur dalam lainnya(Gambar 1-6). Pada thorax dan abdomen, fascia ini hanya rneru- retinaculumpakan selapis tipis jaringan areolar yang meliputi otot dan apo- musculorumneurosis. Pada ekstremitas, fascia profunda membentuk selubung extensorumyang jelas mengelilingi otot-otot dan struktur-struktur 1airy sertamemfiksasi alat-alat tersebut pada tempatnya' Septum fibrosuin Gambar 1-7 Retinaculum extensorum pada permukaan posteriormeluas dari permukaan dalam membran, antara kelompok-ke- pergelangan tangan yang memfiksasi tendon otot-otot ekstensor yanglompok otot, dan di banyak tempat membagi bagian dalam extre- terletak di bawahnya.mitas menjadi beberapa kompartemen (Gambar 1-6)' Pada daerahsendi, fascia profunda menjadi sangat tebal membentuk pita-pita atau ligamentum dengan perantalaan pita jaringan fibrosa 1'angpenahan, disebut retinacula (Gambar 1-7). Fungsi retinacrla adalah disebut tendon (Gambar 1-9). Kadang-kadang otot yang gepeng dilekatkan oleh selapis jaringan fibrosa yang tipis tetapi kuat yangmemfiksasi tendon-tendon yang ada di bawahnya tetap pada disebut aponeurosis (Gambar 1-9 ). Raphe adalah serabut otot gepeng pada ujung tendon yang saling bertautan (Gambar 1-9).tempatnya atau berperan sebagai katrol pergerakan tendon.I OtotTiga tipe otot adalah otot rangka, otot polos, dan otot iantung.Otot Rangl<aOtot rangka adalah otot penggerak rangka Kadang-kadangotot ini disebut otot volunter dan tersusun dari serabut-serabutotot lurik. Otot rangka mempunyai dua tempat lekat atau lebih.Tempat lekat dengan gerakan paling sedikit disebut origo dantempat lekat dengan pergerakan paling banyak disebut insersi(Gambar 1-8). Pada keadaan yang berbeda-beda, derajat mobilitastempat lekat mungkin terbalik sehingga istilah orlgo dan insersi dapat dipertukarkan. Bagian yang paling banyak tersusun serat otot disebut venter (Gambar 1-B). Ujung-ujung otot dilekatkan pada tu1ang, cartilago,

PENDAHULUAN ANATOA4I KLINIK 9 dan berirama. Serabut otot jantung khusus membentuk sistem konduksi jantung. Otot jantung dipersarafi oleh serabut saraf otonom yang ber- akhir pada myocardium dan nodus sistem konduksi jantung. I Sendi Tempat dua tu1ang atau lebih bersatu, apakah terjadi gerakan atau tidak, disebut sendi. Sendi dikelompokkan menurut jaringan yang terdapat di antara tulang-tulang yang bersendi: sendi fibrosa, sendi kartilaginosa, dan sendi sinovial.gastrocnemius Sendi Fibrosa Permukaan artikulasi pada tulang dihubungkan oleh jaringan fibrosa (Gambar 1-10) sehingga masih memungkinkan sedikit pergerakan. Sutura pada cranium dan articulatio tibiofibularis inferior merupakan contoh dari sendi fibrosa. Gambar 1-8 Origo, insersi, dan venter M. gastrocnemius. Sendi KartilaginosaOtot Polos Sendi Kartilaginosa Primer Sendi kartilaginosa primer adalah sendi yang tulang-tulangnyaOtot polos terdiri dari sel-sel yang panjang danberbentuk geiendong disatukan oleh selempeng atau sebatang kartilago hialin. Persatuan(spindle) yang tersusun rapat di dalam berkas atau lembaran. antara epiphysis dan diaphysis pada sebuah tulang yang sedang tumbutr, dan hubungan antara iga pertama dengan manubrium sterni merupakan contoh tipe sendi ini. Tidak ada gerakan yang dapat dilakukan. Fungsi Otot Polos Sendi Kartilaginosa Sekunder Otot polos yang terdapat pada saluran-saluran di dalam tubuh Sendi kartilaginosa sekunder adalah sendi yang tulang-tulangnya berfungsi mendorong isi saluran keluar. Pada sistem pencernaan, disatukan oleh selempeng fibrokartilago dan permukaan-permu- olot polosjuga menyebabkan makanan yang telah dihaluskan dapat kaan sendinya diliputi oleh selapis tipis kartilago hialin. Contohnya adaiah sendi antar-corpus vertebrae (Gambar 1-10) dan symphisis bercampur seluruhnya dengan enzim pencernaan. Kontraksi ritmik pubis. Sedikit gerakan masih mungkin dilakukan pada sendi ini. serabulserabut sirkular yang ada sepanjang saluran mendorong Sendi Sinovial isi saluran ke depan. Kontraksi serabut-serabut longitudinal Facies articularis tulang-tulang diliputi oleh selapis tipis kartilago membual dinding saluran yang telah dilewati makanan kembali hialin dan ujungnya dipisahkan oleh rongga sendi (Gambar 1-10). seperti sebelumnya. Gerakan mendorong dengan cara seperti ini Susunan seperti ini memungkinkan gerakan yang luas. Rongga disebut peristalsis. sendi diliputi oleh membran sinovial, yang terbentang dari pinggir facies articularis yang satu ke facies articuiarisyang lain. Permukaan Pada organ penyimpan, seperti vesica urinaria dan uterus, luar membran sinovial dilindungi oleh membran fibrosa yang kuat, serabutserabut tersusun secara tidak beraturan dan saling disebut kapsula sendi. Permukaan sendi mendapatkan pelumas berkaitan satu dengan yang lain. Kontraksinya lambat dan terus dari cairan kental yang disebut cairan sinovial, yang dihasilkan menerus, menghasilkan dorongan keluar dari organ. Pada dinding oleh membran sinovial. Pada sendi sinovial tertentu, seperti sendi pembuluh darah, serabut-serabut otot polos tersusun sirkular dan lutut, di antara facies articularisnya terdapat discus atau potongan berperan mengubah diameter lumen. fibrocartilago, disebut discus articularis. Tergantung pada organ, serabutserabut otot polos mungkin Bantalan lemak ditemukan pada beberapa sendi sinoviaf dapat berkontraksi akibat regangan lokal serabut, impuls saraf otonom, atau akibat stimulasi hormon. terletak di antara membran sinovial dan kapsula fibrosa atauOtot Jantung tulang. Contohnya seperti yang ditemukan pada sendi panggul (Gambar 1-10) dan sendi lutut.Otot jantung terdiri atas serabut otot lgrik yang bercabang-cabang dan saling bersatu. Otot ini mbmbentuk miokardium .Luas pergerakan sendi sinovial ditentukan oleh bentuk tulang penyusun sendi, struktur-struktur anatomi yang terletakjantung. Serabut-serabutnya cenderung tersusun daiam bentuk di dekatnya (misalnya, paha berhadapan dengan dinding anteriorulir dan spiral otot ini mempunyai sifat kontraksi yang spontan

10 BAB 1 Tendo gabungan untuk insersi aponeurosis M. obliquus externus M. gastrocnemius dan M. soleus abdominis raphe M. mylohyoideus Gambar 1-9 Contoh sebuah tendon (A), aponeurosis (B), dan raphe (C).abdomen pada fleksio sendi panggui), dan ligamentum fibrosum serabut-serabut kolagen yang dalam keadaan normal tidak dapatyang menghubungkan tulang-tulang. Kebanyakan llgamentum diregangkan (misalnya llg.iliofemorale pada articulatio coxae danterletak di luar kapsula sendi, tetapi pada sendi lutut, beberapa ligg.collateralia pada articulatio cubiti). Jenis kedua, terutamaligamentum penting, seperti ligamentum cruciatum, terletak di tersusun dari jaringan elastis sehingga dapat kembali ke panjangdalam kapsula (Gambar 1-11). semula setelah peregangan (misainya, iig.flavum pada columna vertebralis dan lig.calcaneonaviculare pada kaki)I Ligamentum I BursaLigamentum merupakan sebuah tali atau pita jarlngan ikat Bursa adalah alat pelumas, berbentuk kantong fibrosa yang ter-yang menghubungkan dua struktur (Gambar 1-11). Umumnya,ligamentum yang ditemukan berhubungan dengan sendi ada tutup, dan dibatasi oleh membran tipis dan lembut. Dinding-dua jenis. Jenis pertama, yang terbanyak, terdiri dari berkas dindingnya dipisahkan oleh iapisan cairan yang kental. Bursa

PEN D AH U LU AN AN ATO IV|I KLI N I K 'tl periosteum sendi tulang cranium fibrosa periosteum ligamentum longitudinale posterius discus intervertebralis fibrocartilagineus -- ligamentum sendi longitudinale kartilaginosacolumna vertebralis anterius ligamentumB ligamentum supraspinale insterspinale sendi os coxae sinovial cartilago hyalin articulare capsula fibrosa articulatio bantalan lemakc ligamentum teres membrana sinovialGambar 1-10 Contoh tiga tipe sendi. A. Sendi fibrosa (sutura coronaria pada cranium) B. Sendi kartilaginosa (sendi antara duacorpus vertebra lumbalis). C' Sendi sinovial (articulatio coxae= sendi panggul).ditemukan pada tempat-tempat ketika tendon bergesekan dengan yang berhubungan dengan sendi lutut (Cambar 1-12) dan bursatulang, ligamentum, atau tendon lain. Bursa sering diternukan subscapr\"rlaris \rang berhubungan dengan sendi bahu.di dekat sendi yang kulit pelapis sendi bergesekan pada tulang € Selubung Sinovialyang ada di bar,l'ahnya, seperti bursa prepatellaris (Cambar1-12). Kadang-kadang, rongga bursa berhr\"rbungan dengan Selubung siniivial merupakan bursa berbentuk tubular yangdengan rongga sendi sinovial. Contoh, bursa sriprapateilaris men*elilingi tendcn. Tendon menginvaginasi salah satu sisi bursa

12 BAB 1 acetabulum ligamentum berbentuk cruciatum mangkuk articulatio ligamentum coxae = sendi panggul collaterale mediale A articulatio genu (sendi lutut) M.peroneus longus mempertahankan C \"\"'o\"tili\"?nitJnoinarisrateraris lengkung kakiGambar 1-11' Tiga faktor utama yang berperan atas stabilitas sendi: A. Bentuk permukaan sendi . B. Ligamentum. C. Tonus otot.sehingga tendon terbenam di dalam bursa melalui mesotendon yang cabang-cabangnya beranastomosis dengan cabang-cabang(Gambar 1-12). Mesotendon memungkinkan pembuluh darah terminal arteri yang ada di dekatnya, tetapi luas anastomosistidakmasuk ke dalam tendon di sepanjang perjalanannya. cukup untuk mempertahankan jaringan tetap hidup bila salah safu arteri tersumbat.I Pembuluh Darah VenaPembuluh darah ada tiga jenis: arteri, ven4 dan kapiler (Gambar Vena adalah pembuluh yang membawa darah kembali ke jantung;l -1 4). banyak di antaranya mempunyai katup. Vena yang terkecilArteri disebut venula (Gambar 1-14). Vena yang lebih kecil, atau cabang-Arteri membawa darah dari jantung dan disebarkan ke seluruh cabangnya, bergabung membentuk vena yang lebih besar, yangjaringan tubuh melalui cabang-cabangnya (Gambar 1-13 dan dapat berhubungan satu dengan yang lairy membentuk plexus1-14). Arteri yang terkecil berdiameter kurang dari 0,1 mm, venosus. Arteri-arteri profunda yang berukuran sedang seringdisebut arteriol. Gabungan antara cabang-cabang arteri disebutanastomosis. Arteri tidak mempunyai katup. didampingi dua buah vena, masing-masing berjalan di kiri dan End afteri anatomik (Gambar 1-14) adalah pembuluh kanannya, disebut venae comitantes.darah yang cabang-cabang terminalnya tidak beranastomosisdengan cabang-cabang arteri penyuplai darah untuk daerah Vena yang berasal dari saluran pencernaan tidak langsung menuju ke jantung, tetapi bersatu membentuk vena porta. Vena iniyang berdekatan. End arteri fungsional adalah pembuluh darah masuk ke hati dan kembali bercabang-cabang menjadi vena yang berukuran lebih kecil, dan akhirnya bersatu dengan pembuluh yang mirip kapiler, yang disebut sinusoid, di dalam hati (Gambar

KLINIKPENDAHULUAN ANATOTAI 131-14). Sistem portal adalah sistem pembuluh yang terletak di 5inusoidantara dua jejaring kapiler. Bentuk sinusoid menyerupai kapiler ketika dilihat dari dinding-Kapiler nya yang tipis, tetapl sebenarnya sinusoid mempunyai diameter yang berbeda-beda dan lebih lebar dari diameter kapiler. SinusoidKapiler adalah pembuluh yang sangat keci1, berbentuk anyaman/ terdapat pada sumsum tulang, limpa, hati, dan beberapa kelenjarmenghubungkan arteriol dan venula (Gambar 1-14). endokrin. Pada beberapa tempat di dalam tubu11 terutama pada ujung-ujung jari-jari tangan dan kaki, terdapat hubungan langsungfemur M. rectus femorisbursa suprapatellaris'oatella Vaginae synoviales digitorum manus bursa prepatellaris Vagina tendinis musculi flexoris bursa infrapatellaris policis longi superficialis dan profundus Vagina communis tendinum musculorum flexorumligamentum patellaeffi c@Gambar 1-12 A. Empat bursa yang berhubungan dengan bagian depan sendi lutut. Perhatikan bahwa bursa suprapatellarisberhubungan dengan rongga sendi. B. Selubung sinovial di sekeliling tendon panjang jari-jari. C, Bagaimana tendon membuatlekukan pada selubung sinovial selama perkembangannya, dan bagaimana pembuluh darah mencapai tendon melaluimesotendon.

14 arcus aorta A. carotis communis kanan truncus pulmonalis V. jugularis interna kanan rongga atrium kiri vasa subclavia kanan rongga ventrikel kiri sirkulasi V. cava inferior pulmonalis Aorta abdominalis A. coeliaca rongga A. mesenterica superior atrium kanan A. mesenterica inferior rongga ventrikel kanan V. hepatica hepar V. portaGambar l-13. Gambaran umum sistem pembuluh darah.antara arteri dan vena tanpa melalui kapiler. Tempat hubungan Pembuluh Limfeseperti ini disebut anatomosis arteriovenosus (Gambar 1-14). Pembuluh limfe merupakan pembuluh yang membantu sistem( Sistem Limfatik kardiovaskular mengeluarkan cairan dari ruang interstitial tubuh dan kemudian pembuluh ini mengembalikan cairan ke dalamSistem limfatik terdiri dari jaringan limfatik dan pembuluh limfe darah. Sistem limfatik pada dasarnya merupakan sistem drainase(Gambar f - i5,1. dan tidak ada sirkulasi. Pembuluh limfe ditemukan pada seluruh jaringan dan organ tubuh, kecuaii sistem saraf pusa! bola mata,Jaringan Limfatik telinga dalam, epidermis, cartilago, dan tulang.Jaringan limfatik merupakan jenis jaringan ikat yang mengandung Limfebanyak se1 limfosit. Jaringan limfatik terdapat di dalam organ- Limfe adalah nama yang diberikan untuk cairan jaringan yangorgan berikut ini: t\mus, nodus lymphaticus (keienjar limfe), masuk ke dalam pembuluh limfe. Kapiler limfe adalah anyaman pembuluh-pembuluh halus yang mengalirkan limfe dari jaringan.1ier1 dan nodulus lymphaticus. Jaringan limfatik penting untukpertahanan imunologik tubuh terhadap bakteri dan virus.

PENDAH U LU AN AN ATO IAI KLI N I K 15A. mesenterica superior intestinum tenue anastomosis antata cabang-cabang A arteriol saluran utama $&lanngan end arteri fungsional VW end arteri anatomik katup biskuspid pada c DEGambar 1-14 Berbagai jenis pembuluh darah dan cara penggabungannya. A. Anastomosis antara cabang-cabang arteriamesenterica-superior. B. Anyaman kapiler dan anastomosis arteriovenosus. C. Endarteri anatomik dan fungsional. D. Sistemportal. E. Struktur katup bikuspid pada sebuah vena.Kapiler limfe selanjutnya mengalirkan limfe ke pembuluh Sebelum limfe memasuki aliran darah, cairan ini melaluilimfe kecil yang akan bergabung membentuk pembuluh limfe paling sedikit satu kelenjar iimfe, bahkan seringkali lebih dari satu.besar. Pembuluh limfe berbentuk tasbih yang disebabkan oleh Pembuluh limfe yang membawa limfe ke kelenjar limfe dinamakan pembuluh aferen (Gambar 1-15); pembuluh yang membawakeberadaan katup yang banyak di sepanjang perjaianannya.

16 BAB 1 ductus thoracicus truncus subclavius ductus lymphaticus dexter truncu truncus lumbalis bronchomediastinalis ductus thoracicus cisterna chyli truncus intestinalis A pembuluh nodi deltopectorales limfe aferen nodi axillares laterales nodulus lymphaticustrabeculachorda medularis sinus lymphaticus centrum germinativum pembuluh limfe eferen pembuluh yang berjalan melalui permukaan posterior ke permukaan anterior lengan c pembuluh limfe DGambar 1-15 A. Ductus thoracicus dan ductus lymphaticus dexter beserta cabang-cabang utamanya. B. Daerah tubuh yangmengalirkan limfenya ke ductus thoracicus (putih) dan ductus lymphaticus dexter (hitam). e. Struktur umum sebuah kelenjarlimfe. D. Pembuluh dan kelenjar limfe extremitas superior.limfe keluar dari kelenjar limfe disebut pembuluh eferen. Limfe { Sistem Sanafmemasuki aiiran darah pada pangkal leher meiaiui pembuiuhlimfe besar yang dinamakan ductus lympiraticlls dexter dan Sistem saraf dibagi dua bagian utama: sistem sara{ pusat, yangductus thoracicus (Gambar 1-.t5i. terdiri dari otak dan medula spinalis. dan sistem saraf perifer (atau tepi)\" yang ierdiri dari 12 pasang sara{ otak dar, 31 pasang saraf spinai beseria ganglianva.

PEN DAHU LU AN AN ATO ITI KLI N I K 17 Secara fungsional, sistem saraf dapat dibagi menjadi sistem Pertumbuhan Medulla Spinalis Selamasaraf somatik, yang mengatur gerakan volunter, dan sistem saraf Perkembanganolonom, yang mengafur gerakan involunter. Selama perkembangan, pe(ambahan panjang medulla spinalis Fungsi Sistem Saraf lebih lambat dari pada columna vertebralis. Pada orang dewasa, ketika pertumbuhan telah berhenti, ujung bawah medulla spinalis Sistem saraf bersama dengan sistem endokrin mengendalikan dan hanya sampai pada pinggir bawah vertebra lumbalis L Untuk mengintegrasikan aktivitas bagian-bagian tubuh yang berbeda. menyesuaikan diri dengan pertumbuhan yang tidak seimbang ini, radix spinalis berkembang menjuntai ke bawah dengan pesat.Sistem Saraf Pusat Pada daerah cervical atas, radix spinalis pendek dan berjalan hampir horizontal, tetapi radix saraf lumbalis dan sacralis di bawah uiung medulla spinalis membentuk sebuah berkas saraf vertikal yang menyerupai ekor kuda, disebut cauda equina (Gambar 1-17).Sistem saraf pusat terdiri dari banyak sel saraf beserta tonjolan- Masing-masing saraf spinal dihubungkan dengan medulla spinalistonjolannya dan disokong oleh jaringan khusus disebut neuroglia. oleh dua radix: radix anterior dan radix posterior (Gambar 1-16Neuron adalah nama yang diberikan untuk sel saraf beserta dan 1-18). Radix anterior terdiri atas berkas serabut saraf yangseluruh prosesusnya. Sel neuron mempunyai dua tipe prosesus/ membawa impuls saraf menjauhi susunan saraf pusat (Gambaryaitu dendrit dan akson. Dendrit adalah prosesus yang pendek 1-16). Serabut saraf seperti ini dinamakan serabut eferen. Serabutdari badan sel; akson adalah prosesus yang paling panjang dari eferen yang menuju ke otot rangka dan menyebabkan otot ini berkontraksi dinamakan serabul motorik. Sel asalnya terletakbadan sel (Gambar 1-16). pada cornu anterior medulla spinalis. Bagian dalam sistem saraf pusat tersusun atas substantia grisea Radix posterior terdiri atas berkas serabut saraf yang membawadan substantia alba. Substantia grisea terdiri atas sel-sel neuron impuls menuju susunan saraf pusat dan dinamakan serabut aferenyang tertanam di dalam neuroglia. Substantia alba terdiri atas (Gambar L-16). Karena serabut ini berkaitan dengan pengantaranserabut-serabut saraf (akson) yang terbenam di dalam neuroglia informasi mengenai sensasi raba nyeri, suhu, dan vibrasi, serabut ini dinamakan serabut sensorik. Badan sel serabut sarafini terletakSistem Saraf Perifer/Tepi pada suatu pembesaran pada radix posterior yang dinamakan ganglion radix posterior (Gambarl-16 dan 1-18).Sistem saraf perifer terdiri dari saraf-saraf otak dan saraf-sarafspinal beserta ganglianya. Pada pemotongan, saraf otak dan saraf Pada setiap foramen intervertebrale, radix anterior danspinal terlihat sebagai tali yang berwarna putih keabu-abuan. posterior bersatu menjadi saraf spinal (Gambar 1-18). Di sini,Saraf-saraf tersebut dibentuk dari berkas-berkas serabut saraf(akson) yang disokong oleh jaringan areolar halus. serabut motorik dan sensorik bercampur menjadi satu sehingga saraf spinal dibentuk dari campuran serabut motorik dan serabutSaraf Kranial sensorik (Gambar 1-16). Keiika keluar dari foramen intervertebrale, saraf spinal terbagi menjadi rarnus anterior, yang besar, danTerdapat 12 pasang saraf kranial yang meninggalkan otak dan ramus posterior yang lebih kecil. Ramus posterior berjalan keberjalan melewati foramina pada cranium. Seluruh saraf menyarafi belakang di sekitar columla vertebralis untuk menyarafi otot dankepala dan leher, kecuali Nervus X (vagus) yang juga menyarafi kulit punggung (Gambar 1-16 dan L-18). Ramus anterior berjaianstruktur yang ada di toraks dan abdomen. Saraf kranial diuraikan terus ke depan untuk menyarafi otot dan kulit pada anterolateraipada Bab 15. dinding tubuh dan semua otot dan kulit extremitas.Saraf Spinal Selain dari rami anteriores dal rami posteriores, sarafTiga puluh satu pasang saraf spinal meninggalkan medula spinalis spinal juga memberikan cabang, ramus meningeal yang kecifdan berjalan melalui foramina intervertebralis pada columna yang menyarafi vertebrae dan pembungkus medula spinalisvertebralis (Gambar 7-17 dan 1-18). Saraf spinai dinamakan sesuai (meningen). Saraf spinal thoracalis juga mempunyai cabang rami dengan regio columna vertebralis 8 pasang nervus cervicalis, 12 communicanles yang berhubungan dengan bagian simpatikpasang ner\rus thoracalis, 5 pasang nervus lumbalis, 5 pasang sistem saraf otonom (lihat halaman 20 dan 21).nervus sacralis, dan safu pasang nervus coccygeus. Perhatikanbahwa terdapat 8 pasang nervus cervicalis dan hanya ada 7 buah Plexus vertebrae cervicalis; terdapat satu Pasang nervus coccygeus dan 4 buah vertebrae coccygis. Pembahasan nervus spinalis selanjutnya Pada pangkal extremitas, rami anteriores saling bergabung padabab 17. membentuk plexus saraf yang rumit (Gambar 7-17). Di pangkal extremitas superior terdapat plexus cervicalis dan plexus brachialis, begitu pula pada pangkal extremitas inferior terdapat plexus lumbalis dan plexus sacralis.

18 BAB 1 dendrit satu segmen dari sustantia alba medula spinalis nukleus radices posteriores canalis centralis nervus spinalis radix posterior nervus spinalis ganglion radix posterior nervus spinalis ramus postenor nervus spinalis badan sel ramus anterior nervus spinalis substantia grisea radix anterior nervus spinalis radix posterior radices anteriores nervus spinalis nervus spinalis neuron sensorik ramus posterior \\ ramus anterior neuron ramus gnseus raciix anterior rAMUS cutaneus lateralis neuron multipolar ramus cutaneus anterior A cGambar 1-16 A, Neuron motorik multipolar dengan neuron penghubung yang bersinaps dengannya. B. Potongan melintangsetinggi segmen thoracal medula spinalis dengan radix spinalis dan ganglion radix spinalis. C. Potongan melintang setinggisegmen thoracal medula spinalis memperlihatkan radix, saraf spinal, sefta rami anterior dan posterior beserta cabang-cabangnya. Pembagian klasik sistem saraf menjadi sistem saraf pusat menuju lengan atas dan lengan bawah di dalam nervus ulnaris,dan perifer adalah murni artifisial dan sebagai salah satu yang dan akhirnya mencapat motor end plate padabeberapa serabut kecil tangan-jarak keseluruhannya sekitar 90 cm.memudahkan karena prosesus neuron-neuron secara bebasberjalan pada kedua susunan tersebut. Misalnya, neuron motorik Contoh lainnya: seperti sensasi raba pada sisi lateral jariyang terletak pada cornu anterior segmen thoracal I medulla kelingking kaki.Daerah kulit ini dipersarafi oleh segmenspinalis menjalarkan aksorurya melalui radlx anterior saral sacralis I medulla spinalis (S1). Cabang-cabang terminal halusthoracalis I (Gambar 1-19), berjalan melalui plexus brachialis, akson sensorik, yang dinamakan dendrit, meninggalkan organ

PEN DAHU LU AN AN ATO lvll KLI N I K 19 atlas (vertebra cervicalis l) ) nr\"*u, cervicalis medulla spinalis vertebra thoracica Inervi thoracales T1 plexus brachialis(1 2 pasang) T2 nervi intercostales T3 (nervi thoracales) T4 T5 vertebra lumbalis I T6 plexus lumbalis cauda equina T sacrum 1 plexus sacralis T8l I T10 i N T11 T12 L1 L2 nervi lumbales L3 (5 pasang) L4 L5II n.-, .\"\"rr,\".I (s pasang)l Co1Ir1n1errpvvauusssancogc); cyg€eusGambar 1- 17 Otak, medulla spinalis, saraf spinal, dan plexus saraf ekstremitas.sensorik kulit dan bersatu membentuk akson saraf sensorik. melukiskan kemungkinan adanya sebuah neuron yang sangat panjang.Akson berjalan ke atas, di dalam nervus suralis (Gambar 1-19), Sistem Saraf Otonomdan kemudian di dalam nervus tibialis dan nervus ischiadicusmenuju plexus lumbosacralis. Kemudian, nervus ini berjalan Sistem Saraf Otonom merupakan bagian sistem saraf yang berhubungan dengan persarafan struktur involunter, sepertimelalui radix posterior nervus sacralis I untuk mencapai badan jantung, otot polos, dan kelenjar pada seluruh tubuh dan tersebar di dalam susunan saraf pusat dan perifer. Sistem saraf otonomse1 yang terdapat di dalam ganglion radix postertor nervus dapat dibagi dua bagian, yaitu simpatik dan parasimpatilg dan keduanya mempunyai serabut saraf aferen dan e{eren.sacralis I. Sekarang akson sentrai memasuki columna posteriorsubstantia alba medula spinalis dan berjalan ke atas menujunucleus gracilis yang ada di dalam medula oblongata-jarakkeseluruhannya sekltar 1.5 m. Jadi, satu neuron terbentang darijari kelingking kaki sampai ke dalam cranium. Kedua contoh ini

20 ramus posteriorganglion radix posterior ramus anteriornervus spinalis ramus gnsea ramus albaradix anterior ganglion truncus sympathicus medula spinalis vertebra thoracica ffil:Iill: :::T:::;'lil,Hil a sp na s' Fungsi Sistem Saraf Otonom dari truncus sympathicus (Gambar 1.-18, 1-20, dan 1-21). Serabut- serabut sel penghubrmg disebut preganglionik oleh karena serabut Bagian simpatik sistem saraf otonom berfungsi mempersiapkan ini melalui ganglion perifer. Bila serabut preganglionik mencapai tubuh untuk suatu keadaan darurat. Saraf simpatik mempercepat ganglia pada truncus sympathicus mereka mungkin menempuh denyut jantung, menyebabkan konstriksi pembuluh darah perifer, perjalanan sebagai berikut. (1) Mereka mungkin berhenti pada dan meningkatkan tekanan darah. Bagian simpatik sistem saraf otonom menyebabkan aliran darah meninglgalkan kulit dan usus, ganglion yang mereka masuki dengan mengadakan sinaps sehingga tersedia untuk otak, laniung. dan otot rangka. Pada saat dengan sel-sel eksitator dalam ganglion (Gambar 1-20). Sebuah yang sama, nervus ini menghambat perlstaltik saluran pencernaan sinaps dapat didefinisikan sebagai tempat di mana dua neuron dan menutup otot sphincter. saling berdekatan, tetapi tidak mempunyai hubungan secara anatomis. Celah di antara kedua neuron tersebut diperantarai oieh Bagian parasimpatik sistem saraf otonom berfungsi mem- pertahankan dan memulihkan energi. Nervus ini memperlambat zat neurotransmiter, yaitu acetylcholine. Akson dari neuron-neuron denyut jantung, meningkatkan peristaitik usus dan aktivitas eksitator yang meninggalkan ganglion tidak bermielin. Serabut kelenjar, seria membuka otot sphincter. saraf posganglionik ini kemudian menuju ke saraf spinal thoracalis sebagai rami communicantes griseae dan tersebar dalam cabang- Hypothalamus di dalam oiak mengatur sistem saraf otonom cabang saraf spinal untuk mempersarafi otot polos di dalam dinding dan memadukan kegiatan sistem oionom dengan sistem neuro- pembuluh darah, kelenjar keringat, dan M.arrector pilli kulit. endokrin, ciengan demikian mempenahankan sistem homeostasis di dalam tubuh. (2) Serabut-serabut yang masuk ke dalam ganglia truncus sympathicus di daerah thorax bagian atas akan berjalan sepanjangSistem SimpatikSerobut Sorof Eferen huncus sympathicus menuju ke ganglia di daerah leher, diSubstantia grisea medulla spinalis dari segmen thoracal pertama sini mereka akan bersinaps dengan sel-sel eksitator (Gambarsampai segmen lumbal kedua, mempunyai cornu atau columnalateraf di mana terdapat badan sel neuron penghubung simpatik 1-20 dan 7-21). Di. sini, sekali lagi, serabut saraf posganglionik meninggalkan truncus sympathicus sebagai rami communicantes(Gambar 1-20). Akson bermielin sel-sel neuron ini meninggalkanmedulla spinalis di dalam radix anterior dan kemudian berjalan grisea, dan sebagianbesar akanbergabung dengannervi cervicales.melalui rami communicantes alba ke ganglia paravertebralis Kebanyakan serabut preganglionik yang masuk ke dalam bagian bawah truncus sympathicus dari segmen bawah thoracal dan dua segmen lumbal bagian atas medulla spinalis, akan berjalan turun ke bawah menuju ganglia pada regio lumbal dan sacral, di mana mereka bersinaps dengan se1 eksitator (Gambar 1-21). Serabut posganglionik meninggalkan truncus sympathicus sebagai rami communicantes grisea yang bersatu dengan nervi lumbales, sacrales, dan coccygealis.

PEN D AHU LU AN AN ATO lvll KLI N I K 21 nucleus gracilisganglion radix radix anterior trrldi; N. ulnaris otot kecil tanganABGambar 1-19 Dua neuron yang berjalan dari susunan saraf pusat ke susunan saraf perifer. A. Neuron aferen yang terbentangdari jari kelingking kaki ke otak. B. Neuron eferen yang terbentang dari dari cornu anterior medulla spinalis segmen thoracalis Imedulla spinalis ke otot kecil tangan, (3) Serabut preganglionik mungkin berjalan melalui ganglia major berakhir langsung pada se1-sel di medulla suprarenalis. Sel-sel medula ini dapat dianggap sebagai modifikasi dari sel,selpada bagian thoracal truncus sympathicus tanpa bersinaps. Sera-but-serabut bermielin ini membentuk tiga buah nervi splanchnici eksltator slmpatik.(Gambar 1-21). Nervus splanchnicus major berasal dari ganglia Truncus sympathicus merupakan dua rantai trunkus sarafthoracica ke lima sampai sembilan, menembus diaphragama, danbersinaps dengan sel-se1 eksitator pada ganglia plexus coeliacus. berganglionik yang terbentang sepanjang columna vertebralis (Gambar 1-21). Terdapat 3 ganglia pada masing-masing truncusNervus splanchnicus minor berasal dari ganglia thoracica ke di daerah leher, 11 atau 72 ganglia pada daerah thoraks, 4 atausepuluh dan sebelas, menembus diaphragma dan bersinaps 5 ganglia pada daerah lumbal, dan 4 atau 5 ganglia pada daerahdengan sel-se1 eksitator pada ganglia plexus coeliacus bagian pelvis. Kedua trunkus terletak dekat dengan columna vertebralisbawah. Nervus splanchnicus terbawah (apabila ada) berasal dan di bawah berakhir dengan bergabung menjadi satu mem- bentuk sebuah ganglia, disebut ganglion impar.dari ganglion thoracica kedua belas, menembus diaphragma, danbersinaps dengan sel-sel eksitator pada ganglia plexus renalis. Serobut SorafAferenOleh karena itu nervi sphlanchnici terdiri dari serabut-serabut Serabut saraf aferen bermielin berjalan dari viscera melalui gangliapreganglionik. Serabut-serabut posganglionik berasal dari sel-sei slmpatik tanpa membentuk sinaps (Gambar 1-20). Serabut-serabuteksitator di dalam plexus-plexus perifer yang telah disebutkan ini masuk ke saraf spinal melalui rami communicantes alba dantadi, tersebar ke otot-otot polos dan kelenjar pada viscera. Beberapa mencapai badan selnya di dalam ganglion radix posterior yangserabut preganglionik yang berjalan di dalam nervus splanchnicus

22 BAB 1 radix posterior columna lateralis (cornu lateralis) neuron penghubung radix anterior neuron penghubung ramus simpatik communicans grisea ganglion simpatik ramus communicans alba truncus sympathicus neuron aferenGambar 1-20 Penataan umum bagian somatik sistem saraf (kiri) dibandingkan dengan bagian otonom sistem saraf (kanan).sesuai. Akson sentral kemudian memasuki medulla spinalis dan serabut posganglioniknya tidak bermielin dan relatif pendek bilamembentuk komponen aferen dari lengkung refleks di tempat itu. dibandingkan dengan serabut posganglionik simpatik.Lainnya berjalan ke atas sampai ke pusat otonom yang lebih tinggidi dalam otak. Serobut-Serob ut Afe ren Serabut-serabut aferen L'ermielin berjalan dari viscera ke badanSistem Parasimpatik selnya yang terletak di dalam ganglia sensoris saraf-saraf otak atau pada ganglion radix posterior nervus sacrospinalis. Akson-S e r ob ut-S e ro b ut Efe r e n akson sentralnya kemudian masuk ke susunan saraf pusat dan ikut membentuk lengkung refleks di tempat itu atau berjalan keSel-se1 penghubung bagian sistem saraf ini terletak di dalam pusat sistem saraf otonom yang lebih tinggi.otak dan segmen sakral medulla spinalis (Gambar 1-21). Se1-sel Komponen Aferen Sistem Saraf Otonompenghubung di dalam otak membentuk sebagian nuclei yang Komponen aferen sistem saraf otonom identik dengan komponenmerupakan asal dari saraf otak III,V[, IX, dan X. Akson-aksormya aferen saraf somatik dan membentuk sebagian dari segmen aferen umum di seluruh sistem saraf. Ujung-ujung saraf di dalamyang berasal dari otak terletak di dalam saraf otak yang sesuai. komponen aferen otonom tidak dapat diaktifkan oleh sensasi seperti Se1-sel penghubung sakral dijumpai pada substansia grisea panas atau raba, teiapi diaktifkan oleh regangan atau kekurangan oksigen. Setelah serabut aferen masuk ke dalam medulla spinalissegmen sakral kedua, ketiga, dan keempat medulla spinalis. Se1-sel atau otak, mereka berjalan bersama-sama atau bercampur denganini tidak cukup banyak untuk membentuk cornu lateral substansia serabut aferen somatik.grisea seperti dengan se1-se1 penghubung simpatis pada daerahthoracolumbal. Akson bermielin meninggalkan medulla spinalis I Membran Mukosadi dalam radix anterior saraf spinal yang sesuai. Mereka kemudianmeninggalkan nervus sakral dan membentuk nervus splanchnicus Membran mukosa adalah lapisan organ atau saluran yang ber-pelvicus. hubungan dengan permukaan tubuh. Membran mukosa terdiri Semua serabut eferen yang telah dijelaskan adalah serabutpreganglionik, dan mereka bersinaps dengan sel eksitator didalam ganglia perifer, yang biasanya terletak dekat dengan viscerayang dipersarafinya. Serabut preganglionik kranial berhentipada ganglion ciliare, pterygopalatinum, submandibulare, danoticum (Gambar 7-27). Serabut preganglionik di dalam nervussplanchnicus pelvicus berhenti pada ganglia yang terdapat padaplexus hypogastricus atau di dalam dinding viscera. Yang khas,

PEN D AHU LU AN AN ATO MI KLI N I K 23 -/-lh mata i\"*&)'h, j2AY-'---4 glandula lacrimalis ngllaannrd{rdrlaa qsurrbhmmaanrdibularis dan sublingualis \i; glandula salivarius \" '-' il;if \4l lrli W* glandula Parotis ti jantung T liillii paru-paru \"Ti?fr lambung h-. -ri8lll usus halus glandula suprarenalisijl ginjal ::\ \ i ililit l iili!| \"c 'q ** \ Ir organ kelamin Gambar 1-21 Bagian eferen sistem saraf otonom. Serabut-serabut preganglionik parasimpatik berwarna biru; serabut-serabut posganglionik parasimpatik berwarna biru putus-putus. Serabut-serabut preganglionik simpatik berwarna merah; serabut-serabut posganglionik simpatik berwarna merah putus-putus.atas selapis epitel yang disokong oleh selapis jaringan ikat, parietalis, yang meliputi viscera disebut lapisan visceralis.lamina propria. Otot po1os, yang dinamakan muscularis mucosa, Celah sempit yang memisahkan lapisanJapisan ini membentuk rongga pleura, rongga perikardial, dan rongga peritoneal yangkadang-kadang terdapat di dalam iaringan ikat. Membranmukosa dapat atau tidak dapat mensekresikan mukus Pada mengandung sedikit cairan serosa, disebut eksudat serosa.permukaannya. Eksudat SerosaI Membran Serosa Eksudat serosa melicinkan permukaan membran serosa dan memungkinkan kedua lapisan membran bergesekan satu denganMembran serosa melapisi rongga-rongga yang ada di dalam yang lainnya dengan mudah.tubuh dan membentuk lipatan pada viscera yang terletak bebas didalamnya (Gambar 1-22). Membran ini terdiri dari lapisan halusmesotel yang disokong oleh selapis tipis jaringan penyambung.Membran serosa yang membatasi dinding rongga disebut lapisan

24 BAB 1 \ bronchus principalis Pembentukan Tulang pleura parietalisiirwi t pleura visceralis Tulang berkembang dengan dua cara: membranosa dan endokondral. Pada cara yang pertama, tulang berkembang)\-(\" cavum pleura langsung dari membran laringan ikat; pada cara yang kedua,,Y,i'l'\"] atau rongga pleura mula-mula dibentuk tulang rawan dan hemudian diganti olehGambar 1-22 Susunan pleura di dalam rongga thoraks. Perhatikan bahwa tulang. Untuk keterangan lebih mendalam mengenai perubahandalam keadaan normal rongga pleura merupakan ruang berbentuk celah, selular yang terjadi dapat dibaca pada buku teks hisiologi ataudengan pleura parietalis dan viseralis dipisahkan oleh sedikit cairan serosa. embriologi.Mesenterium, omentum, dan ligamentum serosum diuraikandi Bab 19. Lapisan parietal membran serosa berkembang dari Tulang tempurung kepala berkembang dengan cepat secarasomatopleura (lapisan dalam sel mesoderm) dan mendapatkan membranosa pada masa janin, dan tulang ini melindungi otak yang sedang berkembang yang terletak di bawahnya. Pada waktubanyak persarafan dari saraf spinal. Oleh karena itu lapisan lahir, sebagian kecil membran menetap diantara tulang-tulang. Hal ini penting secara klinik, karena memungkinkan tulang craniumparietal peka terhadap semua sensasi umum seperti raba dan berubah bentuknya untuk menyesuaikan dengan jalan lahir untuknyeri. Lapisan visceral berkembang dari spianchnopleura (lapisan bergerak turun pada waktu persalinan.dalam sel mesoderm) dan dipersarafi oleh saraf-saraf otonom.Lapisan visceral tidak peka terhadap raba dan suhu, tetapi sangat Tulang panjang ekstremitas berkembang secara penulanganpeka terhadap regangan. endokondral. Proses penulangan ini merupakan proses yang lambat yang tidak selesai sampai usia 18-20 tahun atau bahkan lebih lama lagi. Pusat pembentukan tulang yang ditemukan pada corpus tulang disebut diaphysis; pusat pada ujung-ujung tulang disebut epiphysis. Lempeng rawan pada masing-masing ujung, yang terletak di antara epiphysis dan diaphysis pada tulang yang sedang tumbuh disebut lempeng epiphysis. Metaphysis merupakan bagian diaphysis yang berbatasan dengan lempeng epi physis.I Tulang I CartilagoTulang adalah jaringan hidup yang strukturnya dapat berubah Cartilago (tulang rawan) merupakan bentuk jaringan ikat yangsebagai akibat tekanan yang dialaminya. Seperti jaringan ikat se1-se1 dan serabut-serabutnya tertanam di dalam matriks yanglainnya, tulang terdiri atas sel-sel, serabut-serabut, dan matriks. berbentuk seperti agar-agar. Matriks bertanggung jawab atas kekuatan dan daya lentur cartilago. Kecuali pada permukaan yangTulang bersifat keras oleh karena kalsifikasi dari matriks berhadapan dengan sendi, cartilago diliputi oleh membran fibrosaekstraselulernya dan mempunyai derajat elastisitas tertentu yang dinamakan perichondrium. Terdapat tiga jenis cartilago: cartilago hialin, fibrocartilago, dan cartilago elastis.akibat adanya serat-serat organik. Fungsi Tulang 5ffi Fc. #$--*, r4 I f,\,[, Tulang mempunyai fungsi proteksi. Cranium dan columna f-ffi fr-4\" fu:hi E .J vertebralis misalnya, melindungi otak dan medulla spinalis dari cedera; sternum dan iga-iga melindungi viscera rongga toraks dan ff;.suu\"t. il._:,s\lq t,i $ i,vq ;-?At-}lc abdomen bagian atas (Gambar 1-23). Tulang berperan sebagai pengungkit seperti yang dapat dilihat pada tulang panjang di $*r:Ft ti KT\"{\"Jffi anggota gerak. Dan tulang merupakan tempat penyimpanan utama dari garam calcium. Di dalam sumsum tulang terjadi pembentukan Anatomi deskriptif cenderung berpusat pada bentuk deskriptif sel-sel darah yang terlindung di dalam rongga tulang. yang pasti. Tenaga medis harus selalu ingat bahwa terdapat perbedaan seksual dan ras, serta struktur dan fungsi tubuhTulang terdiri dari dua bentuk, tulang kompakta dan tulang berubah selaras dengan pertumbuhan dan usia.spongiosa. Tulang kompakta tampak sebagai masa yang padat; Pria dewasa cenderung lebih tinggi dibandingkan dengantulang spongiosa terdiri atas anyaman trabekula (Gambar 1-24). wanita dewasa dan mempunyai tungkai yang lebih panjang;Trabekula tersusun sedemikian rupa sehingga tahan akan tekanan tulangnya lebih besar dan lebih bera! dan otot-ototnya lebihdan tarikan yang mengenai tulang. besar. Pria mempunyai lemak subkutan yang lebih sedikit, yang memberikan bentuk tubuh yang lebih angular. Larynxnya iebih besar dan pita suaranya lebih panjang, sehingga suaranya lebih

PEN D AH U LU AN AN ATO AAI KLI N I K 25 Cranium clavicula os coxae scapula sacrum mandibula huemrus coccygeus sternum ulna radius columna carpusvertebralis metacarpi phalangessacrumischium pubis femur patella fibula tibia Phalanges metatarsiAB Gambar 1-23 Rangka. A. Dilihat dari anterior. B. Dilihat dari lateral.dalam. Pria mempunyai jenggot dan rambut tubuh yang kasar. Sampai kira-kira usia 10 tahury anak laki-laki dan wanitaPria mempunyai rambut ketiak dan rambut pubis, rambut pubis tumbuh dengan kecepatan yang hampir sama. Sekitar umur 12meluas sampai ke daerah umbilicus. tahury anak laki-laki sering mulai tumbuh lebih cepat dibandingkan anak wanita, sehingga kebanyakan pria dewasa lebih tinggi dari Wanita dewasa cenderung lebih pendek dibandingkan pria wanita.dewasa dan mempunyai tulang yang lebih kecil dan otot-otot yangkurang besar. Wanita mempunyai lebih banyak lemak subkutan Pubertas dimulai antara umur 10 sampai 14 tahun padadan penimbunan lemak pada payudara, panggul, dan paha, wanita dan antara umur 12 sampai 15 tahun pada anak laki-laki.sehingga menyebabkan wanita terlihat lebih bulat. Rambut kepalalebih tipis dan kulitnya tampak lebih halus. Wanita mempunyai Pada waktu pubertas, payudara anak wanita mulai membesar danrambut ketiak dan rambut pubis, tetapi rambut pubis tidak meluas pelvis melebar. Pada waktu yang sama, penis, testis, dan scrotumsampai ke umbiiicus. Wanita dewasa mempunyai payudara lebih anak laki-laki membesar. Dan pada keduanya akan muncul rambutbesar dan pelvis yang lebih lebar dibandingkan dengan pria. Ia ketiak dan pubis.mempunyai sudut lateral siku yang lebih luas sehingga terdapatdeviasi lateral yang lebih besar dari lengan bawah terhadap Iengan Perbedaan ras dapat dilihat pada warna kulit, rambut, mata, dan pada bentuk dan ukuran mata, hidung, dan bibir. Orangatas. Afrika dan Skandinavia cenderung tinggi akibat tungkainya yang panjang; sedangkan orang Asia cenderung pendek karena

26 BAB 1 Ac '(? N4 E U DGambar 1-24 Penampang dari berbagai jenis tulang. A. Tulang panjang (os humerus). B. Tulang iregular (os calcaneus). C.Tulang pipih (dua buah os parietale dipisahkan oleh sutura sagitalis), D. Tulang sesamoid (os patella). E. Perhatikan susunantrabecula yang bekerja sebagai penyanggah untuk menahan gaya kompresi dan tarikan dari ujung proksimal femur.memiliki tungkai yang pendek. Kepala orang Eropa Tengah dan Embriologi dan Anatomi KlinikAsia cenderung bulat dan lebar. Embriologi menyediakan dasar untuk pemahaman analomi dan Usia dan Efisiensi Fungsional penjelasan dari banyak kelainan congenital yang ditemui di klinik. Berikut ini ringkasan singkat mengenai perkembangan embrio. Sesudah lahir dan selama masa anak-anak, fungsi tubuh secara progresif menjadi lebih efisien dan mencapai puncaknya pada Segera setelah ovum dibuahi oleh spermatozoa, ierbentuk waktu usia dewasa muda. Pada usia dewasa tua dan manula, sebuah sel, yang disebut zigot. Selanlutnya terjadi pembelahan banyak fungsi tubuh menjadi kurang efisien. mitosis terus menerus sehingga terbentuk sel-sel yang lebih kecil. Sel-sel yang terletak di sentral diseblrt massa sel interna, yang akhirnya akan membentuk jaringan embrio. Sel-sel di sebelah luar, disebut massa sel eksterna, membentuk troohoblast, yang

PEN DAHU LU AN AN ATO TAI KLI N I K 27berperan oeniing dalam pembentukan placenta dan membran Mesoderm lateral Mesoderm lateral terbelah menjadi lapisan somatik dan lapisanianin. Sei-sel yang membentuk embrio tersusun dalam bentuk splanchnicus, yang masing-masing berhubungan dengancakraryl embrio bilaminer, yang terdiri dari dua lapisan benih. ektoderm dan entoderm. Lapisan ini menutupi sebuah rongga diLapisan di bagian atas disebut ektoderm dan lapisan di bagian dalam embrio disebut selom intraembrionik. Rongga selom inibawah disebut entoderm. Dengan berlanjutnya perkembangan, nantinya akan membentuk rongga pericardium, pleura, danbentuk cak!\"am embrio berubah menjadi seperti buah pir, dan peritoneum.sebuah iaplsan serrplt muncul di permukaan dorsal daerah Sebagai tambahan, mesoderm embrionik, merupakan asal dari otot polos, otot rangka, serta otot jantung; semua bentukectoderrn, disebut primitive streak (garis primitif). Selanjutnya, jaringan ikat, termasuk cartilago dan tulang; dinding pembuluhproliferasi sel sel primitve streak membentuk selapis sel yang darah dan sel-sel darah; dinding pembuluh limfe dan jaringanterbentang di antara ektoderm dan entoderm untuk membentuklapisan benih ketiga, disebut mesoderm. limfet membrana sinovial sendi dan bursai serta cortexEktoderm suprarenal.Penebalan lebih lanjut, lapisan ektoderm membentuk selempengsel pada permukaan dorsal embrio yang disebut lempeng saraf. Jika dibutuhkan, uraian lebih rinci mengenai perkembanganLempeng ini akan terbenam ke dalam embrio membentuk tubaneuralis, yang nantinya akan berkembang membentuk susunan be.bagai organ akan dioerikan sesuai dengar bab nya.saraf pusat. Ektoderm lainnya akan membentuk cornea, retina,dan lensa mata serta labirin membranosa dari telinga dalam. ##Ah.$&,T# ht fi flq-Ail) $ F\".,qff $ KEktoderm luga membenluk epidermis dari kuliti kuku dan Sebagai seorang dokter, Anda akan sering dipanggil untuk mempelajari anatomi yang normal dan abnormal, seperti yangrambut; sel-sel epitel glandula sebasea, kelenjar keringat, dan terlihat pada radiograf. Memahami anatomi radiografik yargglandula mamma; membrana mukosa yang melapisi rongga normal memungkinkan seseorang mengetahui kelainan denganmulut, rongga hidung, dan sinus paranasalis; enamel gigi-geligi, kelenjar hipofisis serta alveoli dan ductus glandula cepat, seperti patah tulang atau tumor.salivarius parotideus; membran mukosa setengah bagian bawah Bentuk anatomi radiografik yang paling sering dipelajaricanalis analis; serta bagian terminal tractus genitalia dan tractusurinarius pria. adalah radiograf (foto rontgen), yang memberi gambar dua dimensi bagian dalam tubuh (Gambar 1-25). Untuk menghasilkanEntoderm radiograf seperti ini, seberkas sinar X dipancarkan meialui tubuhEntoderm pada akhirnya merupakan asal dari struktur-struktur dan mengenai film. Jaringan dengan densitas yang berbeda memperlihatkan gambaran densitas yang berbeda pula padaberikut ini: epitel yang melapisi saluran pencernaan dari radiograf (atau layar flurosensi). Suatu jaringan yang densitasnyarongga mulut ke bawah sampai ke pertengahan bagian bawah lebih besar, relatif menyerap (mengabsorbsi) lebih banyak sinarcanalls analis dan epitel kelenjar-kelenjar yang berkembangdarinya-berturut-turut thyroid parathyroid. thymus, hepar, dan X daripada jaringan yang densitasnya kurang. Jaringan yangpancreas-seda ep tel yang melapisi traktus respiratorius, tuba densitasnya sangat padat disebut radiopalg sedangkan jaringanpharyngotympanica dan telinga tengah, vesica urinaria, bagian- yang kurang densitasnya disebut radiolusen. Tulang sangat padatbagian urethra wanita dan pria, glandula vestibularis major. dan lemak setengah padat; taringan lunak lain kurang padat.glandula prostate. glandula bulbourethralis, dan vagina. Sayangnya, pemeriksaan radiograf yang umum dilakukanMesoderm menunjukkan bayangan dari berbagai organ yang tumpang tindihlvlesoderm berdiferensiasi menjadi mesoderm paraxial, mesoderm pada selembar fi1m datar. Keadaan tumpang tindih dari organ-intermedian. dan mesoderm lateral. organ dan jaringan sering mempersulit pembacaan foto tersebut.Mesoderm Paraksial Kesulitan ini diatasi dalam batas tertentu dengan meletakkanMesoderm paraksial pada awalnya terletak pada kedua sisi garistengah embrio. Kemudian mesoderm ini bersegmen-segmen dan fi1m dengan sudut yang tepat satu dengan yang lain atau dengan membuat fiIm steroskopik.membentuk tulang, cartilago, dan ligamentum-ligamentumcolumna vertebralis sefta sebagian basis cranii. Sel-sel lateral Computed Tomographymembentuk otot-otot rangka pada segmennya. Beberapa selbermigrasi ke bawah lapisan ektoderm, dan ikut membentuk Computed Tomography (CT) scan atau Computerized Axialdermis dan jaringan subkutan dari kulit. Tomography (CAT) scan memungkinkan untuk mempelajari lapisanJapisan jaringary sehingga jaringan dengan perbedaanMesoderm lntermedian densitas yang kecil dapat dibedakan. CT scan berdasarkan padaMesoderrn intermedian adalah sekumpulan sel di sisi kanan dan ilmu fisika yang sama dengan sinar X konvensional, tetapi digabung kiri embric yang dihubungkan ke medial dengan mesoderm paraxial dengan teknologi komputer. Sumber sinar X yang memancarkandan iateral dengan rnesoderm lateral. Lapisan rni membentuk berkas sinar X berjalan melengkung di sekitar bagian tubuh yangbag jan sistem urogenitalis.

28 BAB 1 truncus pulmonalis atrium dexter Wffi/ '/ ,/ ventriculus sinister / ventriculus dexter hepar Gambar 1-25 Radiograf postero-anterior thorax Magnetic Resonance lmagingakan diperiksa. Berkas sinar X yang menembus bagian tubuh, Magnetic Resonance Imaging (MRI) adalah sebuah teknik yangdikumpulkan oleh detektor khusus sinar X. Di sini sinar X dirubah menggunakan sifat magnetik nukleus hidrogen yang diaktifkanmenjadi impuls elektronik yang menghasilkan gambaran densitasjaringan pada irisan tubuh setebal satu sentimeter. Dari gambaran oleh pancaran radiofrekuensi, disalurkan oleh sebuah kumparanini, komputer mengubahnya menjadi gambar tubuh yang disebutCT scan, yang dapat dilihat pada layar flurosensi dan dibuat yang terdapat di sekeliling tubuh. Nuklei hidrogen yang aktiffotonya untuk pemeriksaan lebih lanjut (Gambar 1-26). Tindakanini aman dan cepat, beriangsung hanya beberapa detik untuk memancarkan gelombang yang dapat ditangkap sebagai aliransetiap irisan, dan untuk sebagian besar pasien tidak diperlukan listrik yang akan menginduksi kumparan penerima. MRI sangat aman untuk pasien dan karena sifat MRI dapat membedakanobat penenang. jaringan-jaringan lunak dengan lebih baik, maka dalam ha1 lni MRI iebih bermanfaat daripada CT scan. Hal lni disebabkan oleh karena sebagian jaringan mengandung lebih banyak hidrogen dalam bentuk air daripada jaringan lainrrya (Gambar 1-27).

PEN D AHU LU AN AN ATO MI KLI N I K 29 anterior A. carotis communis sinister V. brachio- clavicula cephalica A. brachio- sinister cephalica A. subclaviaV brachiocephalica costa I pulmo (lobus dextra kiri atas) pulmo (lobus costa ll kanan atas) trachea scapula oesophagus corpus vertebra processus spinosus costa lV costa lll thoracica lll V. mesenterica omentum majUS superior anterior A. mesenterica pancreas superior aorta V. cava inferior ren sinister lobus dexter hepatis ren dexter corpus vertebra lumbalis llGambar 1-26 CT Scan. A. Thorax bagian atas setinggi veftebra thoracica IiI; B. Abdomen bagian atas setinggi vertebralumbalis iI. Semua CT Scan dilihat dari bawah. Dengan demikian sisi kanan tubuh tampak pada sebelah kiri gambar.

30 BAB 1 crantum thalamus corpuslobus frontali ventrikel lV cerebellummesencephalon medulla oblongatadinding cavum nasi palatum Gambar 1-27 MRI kepala dalam bidang sagital, memperlihatkan bagian-bagian yang berbeda dari otak.Pertanyaan Melengkapi D. Memutar extremitas inferior sehingga permukaan anteriorPilihlah satu jawaban yang PALING TEPAT. menghadap ke medial.1. Seorang pasien yang berdiri dalam posisi anatomi: E. Menggerakkan extremitas inferior ke bidang midsagittal. A. Menghadap ke lateral. B. Telapak tangan mengarah ke medial. Pertanyaan Mencocokkan C. lumit berjarak beberapa inci. D. Berdiri pada jari kakinya. Cocokkanlah setiap struktur yang terdapat di bawah ini dengan E. Extremitas superior terletak di sisi tubuh. strul(tur atau peristiwa yang paling erat hubungannya. Setiap jawaban dapat digunakan lebih dari satu kali.2. Seorang pasien melakukan gerakan fleksi pada articulatio 3. Fasciasuperficialis. coxae bila dia: 4. Fascia profunda. A. Menggerakkan extremitas inferior menjauhi garis tengah 5. Otot rangka pada bidang koronal. A. Membagi bagian dalam extremitas menjadi ruang-ruang, B. ,[aringan adiposa. B. Menggerakkan extremitas inferior ke posterior pada C. Gerakan volunter. D. Bukan salah satu di atas. bidang paramedian. C. Menggerakan extremitas inferior ke anterior pada bidang paramedian.

KLINIKPENDAHULUAN ANATO/il 31Untuk setiap sendi yang terdapat di bawah ini, sebutkan Untuk setiap struktur limfe di bawah ini, pilihlah struktur ataupergerakannya yang sesuai. fungsi yang sesuai.6. Articulatio cubiti. 17. Kapiler limfe.7. Articulatio temporomandibularis. 18. Ductus thoracicus.8. Articulatio coxae. 19. Ductus lymphaticus dexter. A. Fleksi. B. Ekstensi. 20. Nodus lymphaticus. C. AdanB. D. Protraksi. A. Terdapat pada sistem saraf pusat E. Fleksi, ekstensi, dan abduksi. B. Mengalirkan limfe langsung dari jaringan C. Terdiri dari jaringan limfe dan mempunyai pembuluhUntuk setiap sendi yang terdapat di bawah ini, berikan klasifikasi aferen dan eferenyang paling cocok. D. Mengalirkan limfe dari sisi kanan kepala dan leher,9. Sendi antara corpus vertebrae. anggota gerak atas kanary dan sisi kanan thorax.10. Articulatio tibiofibularis inferior. E. Mengalirkan limfe dari sisi kanan abdomen.11. Sutura antara tu1ang-tu1ang cranium. Pertanyaan Pilihan Ganda12. Articulatio genu. Bacalah riwayat kasus dan pilihlah jawaban TERBAII( dari A. Sendi sinovial. B. Kartilaginosa. pertanyaan-pertanyaan di bawahnya. C. Fibrosa. D. Bukan salah satu di atas. Catatan pembedahan dari seorang pasien menunjukkan bahwa dia mempunyai insisi paramediana infraumbilicus kanan melalui kulit dinding anterior abdomen.Untuk setiap jenis pembuluh darah di bawah ini, pilihlah definisr 21. Dimana sebenarnya insisi tersebut dilakukan?yang sesuar. A. Pada garis tengah di bawah umbilicus. B. Pada garis tengah di atas umbilicus.13. Arteriol. C. Sebelah kanan garis tengah di atas umbilicus. D. Sebelah kanan garis tengah di bawah umbili.cus.14. Vena porta. E. Tepat di bawah processus xiphoideus pada garis tengah.15. End arteri anatomik. Setelah menderita pericapsulitis pada sendi bahu kiri, seorang16. Venula pasien mengeluh adanya hambatan pada gerakan tertentu sendi A. Pembuluh yang menghubungkan dua buah jaringan tersebut. kapiler. 22. Gerakan sendi mana yang mengalami pembatasan dan berapa B. Pembuluh yang cabang-cabang terminalnya tidak meng- besar? adakan anastomosis dengan cabang-cabang atau arteri A. Abduksi dibatasi sampai 30'. yang memberi darah untuk daerah didekatnya. B. Rotasi lateral dibatasi sampai 45\". C. Rotasi medial dibatasi sampai 55\". C. Pembuluh yang menghubungkan vena besar dengan D. Fleksi dibatasi sampai 90\". E. Ekstensi dibatasi sampai 45'. kapiler. D. Arteri yang diametemya kurang dari 0.1 mm E. Pembuluh yang dindingnya tipis dan mempunyai diameter tidak beraturanE yang benar. Pasien berdiri tegak, dengan ekstremitas superior J. B yang benar. Fascia superficialis atau jaringan subkutan adalah campuran jaringan areolar jarang dengan jaringandi sisi tubuh serta wajah dan telapak tangan menghadap ke lemak, yang menghubungkan dermis kulit dengan fasciadepan (Gambar 1-1). profunda yang terletak di bawahnya (Gambar 1-6).C yang benar. Pasien melakukan gerakan fleksi articulatio 4. A yang benar. Fascia profunda adalah lapisan membranosacoxae (sendi panggul) jika dia menggerakkan ekstremitas jaringan penyambung yang memfiksasi otot-otot serta strukturinferior ke anterior pada bidang paramedian.

32 BAB 1 L4. A yang benar. Vena portal adalah pembuluh darah yang profunda lainnya (Gambar 1-6). Septum fibrosum terbentang menghubungkan antara dua jaringan kapiler. dari membran diantara kelompok-kelompok otot dan membagi bagian dalam ekstremitas dalam ruang-ruang. 15. B yang benar. End arteri anatomik adalah sebuah pembuluh darah yang cabang-cabang terminalnya tidak beranastomosis C yang benar. Otot-otot rangka atau volunter melakukan dengan cabang-cabang atau arteri yang memberi darah untuk daerah di dekatnya (Gambar 1-14). gerakan-gerakan kerangka. 15. C yang benar. Venula adalah sebuah pembuiuh yang C yang benar. Articulatio cubiti (sendi siku) dapat melakukan gerakan fleksi dan ekstensi (Gambar 1-2). menghubungkan vena besar dengan kapiler (Gambar 1-14).7. D yang benar. Articulatio temporomandibularis dapat 17. B yang benar. Kapiler limfe mengalirkan limfe langsung dari jaringan. melakukan gerakan protraksi, yaitu gerakan rahang bawah ke depan terhadap os temporale. 18. E yang benar. Ductus thoracicus mengalirkan limfe dari sisi kanan abdomen; sebenarnya ductus ini mengalirkan limfe dari E yang benar. Articulatio coxae (sendi panggul) dapat seluruh tubu[ kecuali sisi kanan kepala dan leher, extremitas melakukan gerakan fleksi, ekstensi, rotasi medial dan rotasi 1atera1, serta abduksi dan aduksi (Gambar 1-2), demikian juga superior kanary dan sisi kanan thorax yang dialirkan ke ductus sirkumduksi. lymphaticus dexter (Gambar 1-15).9. B yang benar. Sendi antara corpus vertebrae adalah 19. D yang benar. Ductus lymphaticus dexter mengalirkan limfe dari sisi kanan kepala dan leher, extremitas superior kanarl cartilaginosa (Gambar 1-10). dan sisi kanan thorax (Gambar 1-15). C yang benar. Sendi antara ujung bawah tulang tibia dan fibula 20. C yang benar. Nodus lymphaticus berisi iaringan limfe dan (articulatio tibiofibularis) adalah jenis fibrosa. mempunyai pembuluh aferen dan eferen.11. C yang benar. Sutura (sendi) antara tulang-tulang cranium 21,. D yang benar. Insisi paramediana infraumbilicus kanan adalah jenis fibrosa (Gambar 1-10). melalui kulit dinding depan abdomerL pada sebelah kanan12. A yang benar. Articulatio genu (sendi lutut) adalah sendi garis tengah di bawah umbilicus. sinovial. 22. A yang benar. Pasien dengan pericapsulitis sendi bahu13. D yang benar. Sebuah arteriol adalah arteri kecil yang mengalami hambatan gerakan abduksi, kadang-kadang hanya dapat sampai 30\". mempunyai diameter kurang dari 0.1 mm.

Sistem Respirasi 33


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook