Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore Bab 20.Kelenjar

Bab 20.Kelenjar

Published by haryahutamas, 2016-04-02 02:43:06

Description: Bab 20.Kelenjar

Search

Read the Text Version

SEKILAS ISI SistemPENDAHULUAN ReproduksiI Anatomi sistem reproduksi pria dan wanita PENDAHULUANI Penentuan dan diferensiasi jenis kelamin Tema sentral buku ini adalah proses-proses fisiologikFISIOLOGI REPRODUKSI PRIA yang ditujukan untuk memperrahankan homeostasis agar kelangsungan hidup individu ter.iamin. KiniI Lokasi testis di skrotum kita akan keluar dari tema ini untuk membahas sis-I Sekresi testosteron tem reproduksi, yang rerurama berfungsi untuk me-I Spermatogenesis lanlutkan keberadaan spesies.I PubertasI Saluran reproduksi pria Meskipun sistem reproduksi tidak berperan da-I Kelenjar seks aksesorius pria lam homeostasis dan tidak esensial bagi kelangsung-I Prostaglandin an hidup seseorang namun sistem ini tetap berperan penting dalam kehidupan seseorang. Sebagai con-HUBUNGAN SEKS ANTARA PRIA DAN WANITA toh, cara bagaimana orang berhubungan sebagaiI Tindakan seks priaI Tindakan seks wanita makhluk seksual berperan signifikan dalam perilaku psikososial dan memiliki pengaruh besar pada bagai-FISIOLOGI REPRODUKSI WANITA mana orang memandang diri mereka sendiri danI Fungsi ovariumI Siklus haid bagaimana mereka berinteraksi dengan orang lain.I Pubertas; menopauseI Fertilisasi Fungsi reproduksi juga memiliki efek besar padaI lmplantasi;plasentasiI Gestasi masyarakat. Organisasi universal masyarakat men-I Persalinan jadi satuan-satuan keluarga menghasilkan lingkung-I Laktasi an yang stabil dan kondusif bagi keberlangsungan spesies kita. Di pihak lain, ledakan populasi dan akibatnya berupa terkurasnya sumber daya alam akhir-akhir ini menimbulkan kekhawatiran di selu- ruh dunia dan mendorong dicarinya cara-cara unruk membatasi reproduksi. Kemampuan reproduksi bergantung pada hu- bungan rumir antara hipotalamus, hipofisis anterior, organ reproduksi, dan sel sasaran hormon seks. Hubungan ini menggunakan banyak mekanisme regulatorik yang digunakan oleh sistem tubuh lain untuk mempertahankan homeostasis, misalnya kon- trol umpan balik negatif, Selain proses-proses bio- logik dasar ini, perilaku dan sikap seksual sangat dipengaruhi oleh faktor emosi dan moral sosiokultu- ral masyarakat rempar seseorang berada. Kita akan berkonsentrasi pada fungsi seksual dan reproduksi dasar yang berada di bawah kontrol saraf dan hor- mon sefia tidak akan mengulas aspek psikologis dan sosial perilaku seksual. 811

I Sistem reproduksi mencakup gonad, saluran pria dan wanita memang berfungsi menarik lawan jenis, tetapi ketertarikan tersebut juga sangat dipengaruhi olehreproduksi, dan kelenjar seks aksesorius. kompleksitas masyarakat dan perilaku kultural manusia.Reprodulisi bergantung pada penyatuan gamet pria dan SEKILAS FUNGSI DAN ORGAN REPRODUKSI PRIAwanita (sel reproduktif, atau germinativum). masing-masing dengan separuh set kromosom, untuk membentuk Fungsi esensial sistem reproduksi pada pria adalah sebagaiindividu baru dengan set kromosom lengkap. Tidak seperti berikut:sistem tubuh lain, yang pada hakikatnya sama di kedua jeniskelamin, sistem reproduksi pria dan wanita sangat berbeda, 1. Menghasilkansperma (spermatogenesi) 2. Menyalurkan sperma ke wanitasesuai peran mereka yang berbeda dalam proses reproduksi. Organ penghasil sperma. testis, tergantung di luarSistem reproduksi pria dan wanita dirancang untuk me-mungkinkan penyatuan bahan genetik dari dua pasangan rongga abdomen dalam suatu kantung beriapis kulit, skro-seksual, dan sistem wanita dilengkapi untuk menampung tum, yang berada di sudut antara kedua tungkai. Sistemdan memelihara keturunan hingga tahap perkembangan reproduksi pria dirancang untuk menyalurkan sperma keyang memungkinkannya bertahan hidup secara independen saluran reproduksi wanita daiam suatu cairan pembawa,di lingkungan eksternal. semen, yang kondusif bagi viabilitas sperma. Kelenjar seks tambahan pria utama, yang sekresinya membentuk sebagian Organ reproduksi primer, atau gonad, terdiri dari se- besar semen, adalah uesibula seminalis, kelenjar prostat, danpasang testis pada pria dan sepasang ovarium pada wanita.Pada kedua jenis kelamin, gonad matur melaksanakan dua kelenjar bulbouretra (Gambar 20-1). Penis adalah organ yangfungsi yaitu (1) menghasilkan gamet (gametogenesis), yaituspermatozoa (sperma) pada pria dan ovum (sel telur) pada digunakan untuk meletakkan semen pada wanita. Spermawanita, dan (2) mengeluarkan hormon seks, secara spesifik, keiuar dari masing-masing testis melalui saluran reproduksitestosteron pada pria dan estrogen serta progesteron pada pria, yang masing-masing terdiri dari epididimis, duktus (uas)wanita. deferens, dan duktus ej akulatorius. Pasangan-pasangan saluran Selain gonad, sistem reproduksi pada kedua jenis ke- reproduksi ini mengosongkan isinya ke sebuah uretra, saluranlamin mencakup saluran reproduksi yang mencakup suatusistem duktus yang khusus mengangkut atau menampung yang berjalan di sepanjang penis dan mengosongkan isinyagamet setelah dibentuk, plus kelenjar sels alsesorius (tam- ke luar. Bagian-bagian dari sistem reproduksi pria ini akanbahan) yang mengosongkan isinya ke dalam saluran-salurantersebut. Pada wanita, payudara juga dianggap sebagai organ dijelaskan secara lebih lengkap ketika membahas fungsinya.seks aksesorius. Bagian sistem produksi yang terletak ekster-nal dan terlihat disebut genitalia eksterna. SEKILAS FUNGSI DAN ORGAN REPRODUKSIKARAKTERISTI K SEKS SEKU NDER WANITAKarakteristik sels sekunder adalah ciri-ciri eksternal yang Peran wanita dalam reproduksi lebih rumit daripada perantidak secara langsung berkaitan dengan reproduksi yang pria. Fungsi esensial sistem reproduksi wanita mencakupmembedakan pria dan wanita, misalnya konfigurasi tubuh yang berikut:dan distribusi rambut. Pada manusia, sebagai contoh, priamemiliki bahu lebih lebar, sementara wanita memiliki 1. Membentuk ovum (oogenesi)panggul yang lebih berlekuk; dan pria memiliki janggut 2. Menerima spermasementara wanita tidak. Testosteron pada pria dan estrogen 3. Mengangkut sperma dan ovum ke tempat penyatuanpada wanita mengatur pembentukan dan pemeliharaan ber-bagai karakteristik ini. Progesteron tidak memiliki pengaruh (fertilisasi, atau konsepsi atau pembuahan)pada karakteristik seks sekunder. Meskipun pertumbuhanrambut ketiak dan pubis pada kedua jenis kelamin didorong 4. Memelihara janin yang sedang tumbuh sampai janinoleh androgen-testosteron pada pria dan dehidroepiandros-teron adrenokorteks pada wanita (lihat h. 767)-pertumbuh- dapat bertahan hidup di dunia lluar (gestasi, aau keha- milan), mencakup pembentukan plasenta, organ pertu-an rambut ini bukan karakteristik seks sekundeq karena karan antara ibu dan janinnya.kedua jenis kelamin memperlihatkan gambaran ini. Karena 5. Melahirkan bayi (persalinan, partus)itu, yang menentukan gambaran nonreproduktif pembeda 6. Memberi makan bayi setelah lahir dengan menghasilkanpria dan wanita adalah testosteron dan estrogen. srsu (laktasi) Pada sebagian spesies, karakteristik seks sekunder sangatpenting untuk menarik lawan jenis dan pada perilaku kawin; Hasil pembuahan dikenal sebagai mudigah (embrio) selama dua bulan pertama pembentukan intrauteri ketikasebagai contoh, jengger ayam jantan menarik perhatian diferensiasi jaringan sedang berlangsung. Setelah periode ini,betinanya, dan tanduk menjangan digunakan untuk meng-usir jantan lain. Pada manusia, tanda-tanda pembeda antara makhluk hidup yang sedang terbentuk ini dapat dikenaii sebagai manusia dan disebut janin (fetus) selama masa ges- tasi sisanya. Meskipun tidak lagi terjadi diferensiasi jaringan lebih lanjut selama masa kehidupan janin, namun masa ini adalah saat berlangsungnya pertumbuhan dan pematangan jaringan yang luar biasa. Ovarium dan saluran reproduksi wanita terletak di dalam rongga panggul (Gambar 20-2a dan b). Saluran8'12 Bab 20

Kandu Kolumna vertebraliskemih UreterT Rektumpubis Vesikula seminalisDuktus Duktus ejakulatoriusdeferens Kelenjar prostat Kandung kemih Vesikula seminalisGenjel Kelenjar bulbouretrajaringan Epididimis Kelenjar prostaerektil Skrotum Kelenjar Glans bulbouretra penis (a) Duktus deferens Epididimis TestisGambar 20-1 Glans penisSistem reproduksi pria. (a) Panggul pada potongan sagital.(b) Pandangan posterior organ reproduksi. Bagian-bagian (b)dari sebagian organ telah disingkirkan.reproduksi wanita terdiri dari komponen-komponen beri- salinan, berfungsi sebagai saluran bagi pengeluaran bayi darikut. Dua oaiduct (tuba uterina atau Fallopii), yang ber-kaitan erat dengan kedua ovarium, mengambil ovum saat uterus.ovulasi (pelepasan ovum dari ovarium) dan berfungsi sebagaitempat fertilisasi. Uterus yang berongga dan berdinding tebal Lubang vagina terletak di daerah perineum antaraterutama berperan memelihara janin selama masa perkem- lubang uretra di anrerior dan lubang anus di posteriorbangannya dan mengeluarkannya pada akhir kehamilan. (Gambar 20-2c). Struktur ini ditutupi secara parsial olehVagina adalah saluran yang berotot dan dapat teregang yangmenghubungkan uterus dengan lingkungan eksternal. Bagian suatu membran mukosa tipis, himen (selaput dara), yangterbawah uterus, serviks (leher rahim), menonjol ke dalamvagina dan mempunyai satu saluran kecil, kanalis servikalis. biasanya mengalami robekan fisik saat hubungan seks per-Sperma diendapkan di vagina oleh penis sewaktu hubungan tama. Lubang uretra dan vagina dikelilingi oleh dua pasangseks. Kanalis servikalis berfungsi sebagai jalur bagi sperma lipatan kulit di lateral, labia minora dan labia mayora. Labiauntuk mencapai tempat pembuahan di tuba uterina melalui minora yang lebih kecil terletak di sebelah medial dari labiauterus dan, ketika mengalami pelebaran hebat sewaktu per- mayora yang lebih menonjol. Klitoris (kelentit), suatu struktur erotik kecil yang terdiri dari jaringan serupa dengan yang terdapat di penis, terletak di ujung anterior lipatan labia minora. Genitalia eksterna wanita secara kolektif disebut sebagai vulva. Sistem Reproduksi 813

.in.r.r.. i'r.i Kolumna vertebralis r'+ri rTuba uterina ServiksOvarium RektumFimbria VaginaKandungkemihTulangpubisUretraKlitoris Labium minus Labium mayus (a) Miometrium Ovarium Fimbria Kanalis servikalis Labium Klitoris (b) minus Lubang Labium uretraGambar 20-2 mayus Himen LubangSistem reproduksi wanita. (a) Panggul dalam potongan vaginasagital. (b) Pandangan posterior organ reproduksi. (c)Pandangan perineal genitalia eksterna. (c)814 Bab 20

I Sel reproduksi masing-masing mengandung juga diperbesar oleh pindah silang. Pindah silang merujuk kepada pertukaran fisik bahan kromosom.antara pasangan- separuh set kromosom. pasangan homolog sebelum pemisahannya pada pembelahan meiotik perrama (lihat h. A-31). Molekul-molekul DNA yang membawa kode genetik sel Karena itu, sperma dan ovum masing-masing memiliki tidak secara acak dijejalkan ke dalam nukleus retapi tersusun jumlah kromosom haploid yang unik. Ketika terjadi pem- secara tepat membentuk kromosom (lihat h. A-22). Masing- buahan, saru sperma dan ovum menyatu untuk membentuk satu individu baru dengan 46 kromosom, satu anggota dari masing kromosom terdiri dari sebuah molekui DNA yang setiap pasangan kromosom berasal dari ibu dan anggota yang lain dari ayah (Gamba r 20-3) . mengandung set unik gen-gen. Sel somatik (badan) mengan- drng 46 kromosom (jumlah diploid), yang dapat disortir I Jenis kelamin individu ditentukan oleh menjadi 23 pasangberdasarkan berbagai gambaran pembeda. Kromosom-kromosom yang membentuk satu pasangan di- kombinasi kromosom seks. sebut kromosom homolog, saru anggota dari masing- Apakah seseorang ditakdirkan untuk menjadi pria atau masing pasangan berasal dari ibu dan anggota lainnya dari wanita adalah suatu fenomena genetik yang ditentukan oleh ayah. Gamet (yaitu, sperma dan ovum) mengandung hanya kromosom-kromosom seks yang mereka miliki. Sewaktu 23 satu anggota dari masing-masing pasangan homolog untuk pasangan kromosom terpisah saat meiosis, setiap sperma atau total 23 kromosom (jumlah haploid). ovum hanya menerima saru anggota dari setiap pasangan kromosom. Dari pasangan-pasangan kromosom tersebut, 22I Gametogenesis dilakukan dengan cara adalah kromosom otosom yang menyandi karakteristik umum manusia serta sifat spesifik misalnya warna mata. meiosis. Pasangan kromosom sisanya adalah kromosom sels, yang terdiri dari dua tipe yang secara generis berbeda-kromosomSebagian besar sel di tubuh manusia memiliki kemampuan X yang lebih besar dan kromosom y yang lebih kecil. bereproduksi sendiri, suaru proses yang penting dalam pertum- Orang tua dengan buhan, penggantian, dan perbaikan jaringan. Pembelahan sel sel somatik diploid (46 kromosom) mencakup dua komponen: pembelahan nukleus dan pembe- lbu Ayahlahan sitoplasma. Pembelahan nukleus di sel somatik dicapaidengan mitosis. Pada mitosis, kromosom mengalami replikasi Ovum haploid Sperma haploid (membuat salinan duplikat mereka sendiri); kemudian kro- (23 kromosom) (23 kromosom)mosom-kromosom yang identik terpisah sehingga set lengkapinformasi genetik (yaitu, jumlah diploid kromosom) terdistri- Ovum yang dibuahi, diploid (46 kromosom)busi ke masing-masing dua sel anak. Pembelahan nukleus padagamet dilakukan dengan meiosis, yaitu hanya separuh set in- Anak dengan sel somatikformasi genedk (jumlah haploid kromosom) yang terdistribusi diploid (46 kromosom)ke masing-masing empat sel anak (lihat h. A-31). Gambar 20-3 Selama meiosis, suatu sel germinativum diploid khususmengalami satu replikasi kromosom diikuti oleh dua pem- Distribusi kromosom pada reproduksi seksualbelahan nukleus. Pada pembelahan meiotik pertama, kromo-som-kromosom yang mengalami replikasi tidak memisahmenjadi dua kromosom individual identik tetapi tetap ter-hubung. Kromosom ganda tersebur menyortir diri menjadipasangan-pasangan homolog, dan pasangan-pasangan terse-but memisah sehingga masing-masing dari dua sel anakmenerima separuh set dari kromosom ganda. Selama pem-belahan meiotik kedua, kromosom ganda di masing-masingdari kedua sel anak tersebut memisah dan terdistribusi men-jadi dua sel, menghasilkan empat sel anak yang masing-masing mengandung separuh set kromosom, satu anggotauntuk setiap pasangan. Selama proses ini, kromosom masing-masing pasangan homolog yang berasal dari ibu dan ayah ter-distribusi ke sel-sel anak dalam susunan acak yang mengan-dung satu anggota dari setiap pasangan kromosom tanpadipengaruhi oleh asal aslinya. Jadi, tidak semua kromosomyang berasal dari ibu pergi ke satu sel anak dan kromosomyang berasal dari ayah ke sel anak yang lain. Dapat dihasilkanlebih dari 8 jrta (223) campuran berbeda dari 23 kromosomayah dan ibu. Pencampuran genetik ini menghasilkan kom-binasi-kombinasi baru kromosom. Keberagaman generik Sistem Reproduksi 815

'Penentuan jenis kelamin bergantung pada kombinasi JENIS KELAMIN FENOTIPEkromosom-kromosom seks: Pria genetik memiliki satu kro-mosom X dan satu Y; wanita genetik memiliki dua kromo- Jenis kelamin fenotipe, jenis kelamin anatomik yang terlihat pada individu, bergantung pada jenis kelamin gonad yangsom X. Karena itu, perbedaan g€netik yang menentukan telah ditentukan secara genetis. Istilah diferensiasi seksual merujuk kepada perkembangan genitalia eksterna dan sa-semua perbedaan anatomik dan fungsional antara pria dan luran reproduksi mudigah mengikuti garis pria atau wanita.wanita adalah kromosom Y. Pria memilikinya, wanita tidak. Seperti gonad yang belum berdiferensiasi, mudigah dari Akibat meiosis selama gametogenesis, semua pasangan kedua jenis kelamin memiliki pot.tr.i untuk berkembangkromosom mengalami pemisahan sehingga masing-masing membentuk genitalia eksterna dan saluran reproduksi priasel anak mengandung hanya satu anggota dari setiap pasangan, atau wanita. Diferensiasi menjadi sistem reproduksi tipe priatermasuk pasangan kromosom seks. Ketika pasangan kromo- diinduksi oleh androgen, yaitu hormon maskulinisasi yang disekresikan oleh testis yang sedang terbentuk. Testosteronsom seks XY terpisah saat pembentukan sperma, separuh adalah androgen yang paling poten. Tidak adanya hormonsperma menerima kromosom X dan separuh lainnya mene- testis ini pada janin wanita menyebabkan terbentuknya sis-rima kromosom Y. Sebaliknya, pada oogenesis, setiap ovummenerima satu kromosom X, karena pemisahan kromosom tem reproduksi tipe wanita. Pada minggu ke-10 sampai 12seks )O( menghasilkan hanya kromosom X. Sewaktu fertili- gestasi, jenis kelamin dapat dengan mudah dibedakan ber-sasi, kombinasi sebuah sp€rma yang mengandung X dengan dasarkan penampilan anatomik genitalia eksterna.ovum yang mengandung X menghasilkan wanita genedk, DIFERENSIASI SEKSUAL GENITALIA EKSTERNA)O(, sementara penyatuan sperma yang mengandung Ydengan ovum yang mengandung X menghasilkan pria ge- Genitalia eksterna pria dan wanita berkembang dari jaringan mudigah yang sama. Pada kedua jenis kelamin, genitalianetik, XY. Karena itu, jenis kelamin genetik ditentukan padasaat konsepsi dan bergantung pada jenis kromosom seks apa eksterna yang belum berdiferensiasi terdiri dari tuberhulumyang terkandung di dalam sperma yang membuahi. genital, sepasang lipatan uretra (urethral fold) yang menge- lilingi satu alur uretra, dan, di sebelah lateral, tonjohn genitalI Diferensiasi seksual mengikuti garis pria atau (la b i o sk ro tum; ge n ita I s w e Ili ng) (Gambar 2 0- 5 ). Tuberkulum genital menghasilkan jaringan erotik yang sangat peka-padawanita bergantung pada ada tidaknya penentu- pria glans penis (topi di ujung distal penis) dan pada wanitapenentu maskulinisasi. klitoris. Perbedaan utama antara glans penis dan klitoris ada- lah ukuran klitoris yang lebih kecil dan penetrasi glans penisPerbedaan antara pria dan wanita terletak di tiga tingkat: je-nis kelamin genetik, gonad, dan fenotipe (anatomik) (Gambar oleh lubang uretra. lJretra adalah saluran tempat mengalirnya2o-4). urin dari kandung kemih keluar dan juga berfungsi sebagaiJENIS KELAMIN GENETIK DAN GONAD saluran untuk mengeluarkan semen melalui penis ke ling- kungan luar. Pada pria, lipatan uretra menyatu mengelilingiJenis kelamin genetik, yang bergantung pada kombinasi alur uretra untuk membentuk penis, yang mengelilingikromosom-kromosom seks pada saat konsepsi, selanjutnya, uretra. Tonjolan genital juga menyatu untuk membentukmenentukan jenis kelamin gonad, yaitu, apakah yang ter- skrotum dan prepusium, suatu lipatan kulit yang meluas dibentuk testis atau ovarium. Ada tidaknya sebuah kromosom atas ujung penis dan sedikit banyak menutupi glans penis.Y menentukan diferensiasi gonad. Untuk satu setengah bulan Pada wanita, Iipatan uretra dan tonjolan genital tidak me-pertama gestasi semua mudigah memiliki potensi untuk ber- nyatu di garis tengah tetapi masing-masing malah berkem- diferensiasi mengikuti garis pria atau wanita, karena jaringan bang men.jadi labia minora dan labia minora. Alur uretra tetap terbuka, memberi akses ke interior melalui lubangreproduksi di kedua jenis keiamin identik dan indiferen. uretra dan lubang vagina. Spesifisitas gonad muncul selama minggu ketujuh kehidupan intrauteri ketika jaringan gonad indiferen pada pria genetik DIFERENSIASI SEKSUAL SALURAN REPRODUKSI mulai berdiferensiasi menjadi testis di bawah pengaruh regio Meskipun genitalia eksterna pria dan wanita berkembangpenentu jenis kelamin kromosom Y (SR!, gen tunggal dari jaringan mudigah yang sama, namun hal ini tidak ber- penentu jenis kelamin. Gen ini memicu serangkaian reaksi laku untuk saluran reproduksi. Di semua mudigah terdapat dua sistem duktus primitif-duktus \Wolffii dan duktus yang menyebabkan pembentukan fisik pria. SRY \"memasku- Miilleri. Pada pria, saluran reproduksi berkembang dari linkan' gonad (memicu perkembangannya menjadi testis) duktus Wolffii dan duktus Miilleri berdegenerasi, sementara dengan merangsang produksi antigen H-Y oleh sel gonad pada wanita duktus MiiLlleri berdiferensiasi menjadi saluran primitif. Antigen H-Y, suatu protein membran plasma spe- sifik yang hanya terdapat pada pria, mengarahkan diferensiasi reproduksi sedangkan duktus Wolffii mengalami regresi gonad menjadi testis. (Gambar 20-6). Karena kedua sistem duktus terdapat se- Karena wanita genetik tidak memiliki gen SRY dan belum terjadi diferensiasi seksual maka mudigah pada tahap karenanya tidak menghasilkan antigen H-Y maka sel-sel dini memiliki potensi untuk membentuk saluran reproduksi gonad mereka tidak pernah menerima sinyal untuk mem- pria atau wanita. bentuk testis sehingga selama minggu kesembilan jaringan gonad mulai berkembang membentuk ovarium.815 Bab 20

Ovum dengan kromosom seks X WanitaSperma dengan kromosom seksY :Mudigah dengan kromosom seks XY Tidak ada krorncsom,Y sehingg.€,ffi ada SRY dan tidak ada,atttigea H!V:.1:' I DegenerasiSex-determining region kromosom Y duktus Wolffii(SRY) merangsang pembentukanantigen H-Y di membran plasmagonad yang belum berdiferensiasi IAntigen H-Y mengarahkandiferensiasi gonad menjadi testis I Testis mengeluarkan testo$teron,---) t---dan Mullerian-inhibiting factorTestosteron Miillerian-inhibiting factorDiubah Degenerasimenjadi duktus Miilleri DihidrotestosieronMendorong perkembangan Mengubah duktus Wolfiiigenitalia eksterna mengikutigaris pria (mis. penis, menjadi saluran reproduksi pria {mis. epididimis, duktusskrotum) deferens, duktus ejakula- torius, vesikula seminalis)Lrfinlffifir dLP-4Diferensiasi seksual Pembentukan saluran reproduksi mengikuti garis pria atau ternal menjadi penis dan skrotum. Semenrara itu, M'illlerian-wanita ditentukan oleh ada tidaknya dua hormon yang di- inhib iting factor menyebabkan regresi duktus Mtilleri. Tanpa adanya resrosreron dan M,iillerian-inhibitingkeluarkan oleh testis janin-testosteron dan M,illlerian-inhibitingfacror (Gambar 20-4). Suatu hormon yang dikeluarkan oleh factor padawanita, duktus Wolffii mengalami regresi sedang-plasenta, gonadotropin korion manusia (human chorionic gona- kan duktus Miilleri berkembang menjadi saluran reproduksi wanita (tuba uterina, uterus, dan bagian atas vagina), dan ge-dotropin), merupakan perangsang bagi sekresi resris dini ini. Tes- nitalia eksterna berdiferensiasi menjadi klitoris dan labia.tosteron memicu pembentukan duktus tVolffii menjadi saluran Perhatikan bahwa jaringan reproduksi mudigah yangreproduksi pria (epididimis, duktus deferens, dan vesikula semi- belum berdiferensiasi secara pasif berkembang menjadi struktur wanita kecuali jika secara aktif mendapat pengaruhnalis). Hormon ini, setelah diubah menjadi dihidrotestosteron(DHT), juga berperan menyebabkan diferensiasi genitalia eks- Sistem Reproduksi 8'lV

t{l--t Tuberkulum genital Genitalia yang belumu:r berdiferensiasiL1.1ttl:.-;;=jI Lipatan uretra Pada Tonjolan genital Tuberkulum genital Lipatan uretra Tonjolan genital (geniial swelling) Lubang anus Genitalia Genitalia pria wanita Pada minggu ke-10 Pada minggu ke-10Penis yang sedang Klitoris yangterbentuk sedang terbentukLipatan uretra(sebagian menyatu) Lipatan uretraTonjolan Tonjolan genitalgenital (skrotum) (labia)Lubang uretra Menjelang aterm Glans penis Klitoris Prepusium Labia minora Lubang uretra Batang penis Skrotum Vagina Labia mayora AnusGambar 20-5Diferensiasi seksual genitalia eksternadari faktor-faktor maskulinisasi. Tanpa adanya hormon testis anatomis akan tampak sebagai pria dan berfungsi sebagaipria, akan terbentuk saluran reproduksi dan genitalia eks- pria, dan hal yang sama juga berlaku untuk wanita. Namun,terna wanita tanpa bergantung pada jenis kelamin generik kadang-kadang terjadi ketidakcocokan anrara jenis kelaminindividu yang bersangkutan. Untuk feminisasi jaringan geni- genetik dan anatomik akibat kesalahan dalam diferensiasitalia janin, ovarium bahkan tidak dibutuhkan keberadaan- seksual, seperti yang digambarkan oleh contoh berikut:nya. Pola kontrol untuk menentukan diferensiasi seksual I Jika testis pada seorang pria genetik gagal berdiferensiasisemacam ini adalah tepat karena janin dari kedua jenis ke- dengan benar dan mengeluarkan hormon maka akibatnyalamin terpajan ke hormon-hormon seks wanita dalam kon-sentrasi tinggi sepanjang kehamilan. Jika hormon seks wanita adalah pembentukan genitalia wanita pada pria generikmempengaruhi perkembangan saluran reproduksi dan geni-talia eksterna maka semuajanin akan mengalami feminisasi. yang, tentu saja, akan steril. Demikian juga, pria genetikKESALAHAN DALAM DIFERENSIASI SEKSUAL yang sel-sel sasarannya tidak memiliki reseptor unruk tes-CATAIAN KLINIS. Jenis kelamin genetik dan jenis ke- tosteron akan mengalami feminisasi, meskipun testis merekalamin fenotipe biasanya sesuai; yaitu, pria genetik secara mengeluarkan tesrosreron dalam jumlah memadai (lihat h. 7 30, sindrom feminisasi testis). -Wolfii Karena testosreron bekerja I pada duktus untuk mengubah saluran ini menjadi saluran reproduksi pria se-818 Bab 20

Duktus Miilleri masalah. Karena itu, setiap masalah dalam diferensiasi seks perlu didiagnosis sejak masa bayi. Jika jenis kelamin telah Duktus Wolffii ditetapkan maka hal tersebut dapat diperkuat, jika diperlu- kan, dengan terapi bedah dan hormon sehingga perkem- bangan psikoseksual dapat berlangsung senormal mungkin. Kasus-kasus diferensiasi seks yang lebih ringan sering muncul sebagai masalah sterilitas. Sistem reproduksi yang belum berdiferensiasi FISIOLOGI REPRODUKSI PRIADuktus Wolffii \"1i@ Duktus Miilleri Pada mudigah, testis berkembang dari gonadal ridge yang fu mengalami terletak di bagian belakang rongga abdomen. Dalam bulan- mdeenggeanlaemriaSsfifi*. #' degenerasi bulan terakhir kehidupan janin, testis mulai turun secara per- \ lahan, menelusuri rongga abdomen melalui kanalis inguina- € EpididimisFimbria lis ke dalam skrotum, satu restis jatuh ke masing-masingQo*r,\"r\"Q kantung skrotum. Testosteron dari testis janin memicu turun- nya testis ke dalam skrotum. Tuba uterina Setelah tesris rurun ke dalam skrotum, lubang di din- (tuba Fallopii) ding abdomen rempar kanalis inguinalis lewat menutup erat di sekitar duktus penyalur sperma dan pembuluh darah yang Vesikula seminalis berjalan dari masing-masing testis ke dalam rongga abdor.nen. Duktus Miilleri Duktus Wolffi; berdiferensiasi Penutupan tak sempurna atau ruptur lubang ini memung- berdiferensiasi menjadi menjadi saluran reproduksi pria kinkan visera abdomen keluar, menimbulkan hernia ingui-saluran reproduksi wanita (diperlihatkan sebelum testis nalis. turun ke dalam skrotum) Meskipun waktunya agak bervariasi namun penu-Gambar 20-6 runan testis biasanya selesai pada bulan ketujuh gestasi. Karena itu, penurunan sudah selesai pada 98olo bayi laki-Diferensiasi seksual saluran reproduksi laki aterm.mentara turunan testosteron DHT berperan untuk maskuli- CATAIAN KLINIS. Namun, pada sebagian bayi laki- laki prematur testis masih berada di dalam kanalis ingui-nisasi genitalia eksterna, maka defisiensi genetik enzim yang nalis saat lahir. Pada kebanyakan kasus testis yang tertahan, penurunan terjadi secara aiami sebelum pubertas atau dapatmengubah testosteron menjadi DHT menghasilkan pria dirangsang dengan pemberian resrosteron. Meskipun ja- rang, testis dapat tetap tidak turun hingga masa dewasa,genetik dengan testis dan saluran reproduksi pria tetapi suatu keadaan yang disebut kriptorkidismus (\"testis ter-dengan geniralia eksterna wanita. sembunyi\").I Kelenjar adrenal dalam keadaan normal mengeluarkan I Lingkungan yang lebih dingin pada skrotumsuatu androgen lemah, dehidroepiandrosteron, dalam jum- merupakan lokasi testis yang esensial bagilah yang tidak memadai untuk memaskulinisasi wanita. spermatogenesis.Namun, sekresi patologis hormon ini yang berlebihan Suhu rerata di dalam skrotum beberapa derajat Celcius lebih rendah daripada suhu tubuh (inti) normal. Penurunan restispada janin yang secara genetis wanita selama tahap kritis ke dalam lingkungan yang lebih dingin ini adalah hal esensialperkembangan menyebabkan diferensiasi menuju saluran karena spermatogenesis bersifat peka suhu dan tidak dapatreproduksi dan genitalia pria (lihat sindrom adrenogenital, terjadi pada suhu tubuh. Karena itu, pengidap kriptorkidis-h.769). mus ddak dapat menghasilkan sperma hidup. Kadang-kadang ketidakcocokan antara jenis kelamin Posisi skrotum dalam kaitannya dengan rongga abdo-genetik dan jenis kelamin yang tampak ini belum diketahui men dapat diubah-ubah oleh mekanisme refleks spinal yanghingga pubertas, saat penemuan tersebur menimbulkan berperan penting dalam mengatur suhu testis. Kontraksi re-krisis identitas jender yang secara psikologis traumarik. fleks otot-otot skrotum pada pajanan ke lingkungan dinginSebagai contoh, seorang wanita generik dengan ovarium mengangkat kantung skrorum agar restis menjadi lebih dekatyang mengalami maskulinisasi tetapi dengan genitalia eks- ke abdomen yang hangat. Sebaliknya, relaksasi otot padaterna tipe pria mungkin dibesarkan sebagai anak laki-laki pajanan ke panas menyebabkan kantung skrotum menjadi lebih jauh dari tubuh yang bersuhu inti lebih tinggi.sampai pubertas, ketika pembesaran payudara (akibat sekresiestrogen oleh ovarium yang mulai bangkit) dan tidak ada-nya pertumbuhan janggut (karena tidak adanya sekresitestosteron karena tesris ridak ada) mengisyaratkan adanya Sistem Reproduksi 819

I Sel Leydig testis mengeluarkan hormon Sekresi testosteron yang terus-menerus adalah ha1 esensial bagi spermatogenesis dan pemeliharaan saluran re,maskulinisasi testosteron. produksi pria selama masa dewasa. Sekresi testosteron dan spermatogenesis, sekali dimulai saat pubertas, akan berlanjutTestis memiliki fungsi ganda yaitu menghasilkan sperma dan seumur hidup. Namun, efisiensi testis secara bertahap turunmengeluarkan testosteron. Sekitar 80% dari massa testis terdiri setelah usia 45 sampai 50 tahun meskipun pria pada usia 70-dari tubulus seminiferus yang berkelok-kelok dan menjadi an dan sesudahnya dapat terus menikmati kehidupan sekstempat berlangsungnya spermatogenesis. Sel-sel endoftrin yang aktif, dan sebagian bahkan menjadi ayah pada usia setua ini.menghasilkan testosteron-sel Leydig atau sel interstisial- Penurunan gradual kadar testosteron dalam darah dan pro-terletak di jaringan ikat (jaringan interstisial) antara tubulus- duksi sperma tidak disebabkan oleh penurunan stimulasi testis tetapi mungkin karena perubahan degeneratifyang ber-tubulus seminiferus (Gambar 20-7b). Karena itu, bagian- kaitan dengan penuaan yang terjadi di pembuluh-pembuluh darah testis. Penurunan bertahap ini sering disebut \"meno-bagian testis yang menghasilkan sperma dan mengeluarkan pause pria\" atau \"andropause\", meskipun proses ini tidak se-testosteron secara struktural dan fungsional terpisah. cara spesifik terprogram seperti halnya menopause wanita. Istilah terkini yang lebih tepat untuk menggambarkan penu- Testosteron adalah suatu hormon steroid yang berasal runan androgen pada pria adalah androgen deficiency indari molekul prekursor kolesterol, demikian juga hormon agingmales (ADAM).seks wanita, estrogen dan progesteron. Setelah diproduksi,sebagian testosteron disekresikan ke dalam darah untuk di- CATAIAN KLINIS. Setelah kastrasi (pengangkatan tes-angkut, terutama daiam bentuk terikat ke protein plasma, ke tis secara bedah) atau kegagalan testis akibat penyakit, organ-tempat kerjanya. Sebagian dari testosteron yang baru di- organ seks lain mengalami penurunan ukuran dan fungsi.bentuk mengalir ke lumen tubulus seminiferus, rempat hor-mon ini berperan penting dalam produksi sperma. EFEK TERKAIT REPRODUKSI LAINNYA Sebagian besar, tetapi tidak semua, kerja testosteron Testosteron mengarur perkembangan libido seks saar puber-akhirnya berfungsi untuk menjamin penyaluran sperma ke- tas dan membantu memelihara dorongan seks pada priapada wanita. Efek testosteron dapat dikelompokkan menjadi dewasa. Stimulasi perilaku ini oleh tesrosreron penring unruklima kategori: (1) efek pada sistem reproduksi sebelum lahir; mempermudah penyaluran sperma kepada wanira. Pada ma-(2) efek pada jaringan spesifik seks setelah lahir; (3) efek nusia, libido juga dipengaruhi oleh banyak faktor emosionalterkait reproduksi lainnya; (4) efek pada karakteristik seks dan sosial yang saiing berinteraksi. Jika libido telah terbentuksekunder; dan (5) efek nonreproduksi (Thbel 20-1). llabel20-1EFEK PADA SISTEM REPRODUKSI SEBELUM LAHIR Efek TestosteronSebelum lahir, sekresi testosteron oleh testis janin menye- Efek sebelum Lahirbabkan maskulinisasi saluran reproduksi dan genitalia eks- Memaskulinisasi saluran reproduksi dan genitalia eksternaterna serta mendorong turunnya testis ke dalam skrotum, Mendorong turunnya testis ke dalam skrotumseperti telah dijelaskan. Setelah lahir, sekresi testosteron ber- Efek pada Jaringan Spesifik Seks setelah Lahirhenti, dan testis serta sistem reproduksi lainnya tet?.p kecil Mendorong pertumbuhan dan pematangan sistem reproduksi saat pubertasdan nonfungsional sampai pubertas. Penting bagi spermatogenesisEFEK PADA JARINGAN SPESIFIK SEKS SETELAH Memelihara saluran reproduksi sepanjang masa dewasaLAHIR Efek Terkait Reproduksi Lainnya Membentuk dorongan seks saat pubertasPubertas adalah periode kebangkitan dan pematangan sistem Mengontrol sekresi hormon gonadotropinreproduksi yang semula nonfungsional, serta memuncak pa- Efek pada Karakteristik Seks Sekunderda kematangan seksual dan kemampuan bereproduksi. Masa Memicu pola pertumbuhan rambut pria (mis. janggut) Menyebabkan suara lebih berat karena menebalnya lipatanini biasanya dimulai sekitar usia 10 sampai 14 tahun; secara pita suararerata, pubertas dimulai sekitar dua tahun lebih awal pada Mendorong pertumbuhan otot yang membentuk polawanita daripada pria. Pubertas, yang biasanya berlangsung tubuh priatiga sampai lima tahun, mencakup rangkaian kompleks Efek nonreproduktifproses-proses endokrin, fisik, dan perilaku. Masa remaja Memiliki efek anabolik proteinadalah konsep yang lebih luas yang merujuk kepada ke- Mendorong pertumbuhan tulang saat pubertasseluruhan periode transisi antara anak dan dewasa, bukan Menutup lempeng epifisis setelah diubah menjadi estrogen oleh aromatasesekedar pematangan seks. Mungkin memicu perilaku agresif Pada pubertas, sel-sei Leydig mulai mengeluarkan tes-tosteron kembali. Testosteron berperan dalam pertumbuhandan pematangan keseluruhan sistem reproduksi pria. Di ba-wah pengaruh lonjakan sekresi testosteron selama pubertas,testis membesar dan mulai menghasilkan sperma untuk per-tama kalinya, kelenjar seks tambahan membesar dan menjadisekretorik, sementara penis dan skrotum membesar.820 Bab 20

Epididimis Sitoplasma Spermatozoa sel Sertoli Ekor spermatozoaDuktus \ {3deferens Berbagai tahap Jplc pembentukan sperma i[T o ile: a (b) $F. € s= i.4. ri s#9 \"$.! w6 Sel LeydigTubulus seminiferus lestis Lumen (a) tubulus seminiferus .,i Spermatozoa €' ,i:ii-j 'i Ekor spermatozoab6 Sel Leydig Sel Sertoli€ SpermatidJ Spermatosito sekundercLo Spermatositoc primero Taut erataa- .; Spermatogonium.ti+ett0[iaaPOI Berbagai tahap pembentukan sperma (c) (d)Anatomi testis yang menggambarkan tempat spermatogenesis. (a) Potongan longitudinal testis yang memperlihatkan lokasidan susunan tubulus seminiferus, bagian testis penghasil sperma. (b) Foto mikroskop cahaya potongan melintang sebuahtubulus seminiferus. 5el-sel germinativum yang belum berdiferensiasi (spermatogonia) terletak di perifer tubulus, danspermatozoa yang telah berdiferensiasi berada di lumen, dengan berbagai tahap pembentukan sperma terletak di antaranya.(c) Foto mikroskop elektron memperlihatkan potongan melintang sebuah tubulus seminiferus. (d) Hubungan sel Sertoli dengansel sperma yang sedang terbentuk.maka testosteron tidak lagi diperlukan secara mutlak untuk EFEK PADA KARAKTERISTIK SEKS SEKUNDERmempertahankanya. Pria yang telah dikastrasi sering tetapaktifsecara seksual tetapi dengan derajat yang lebih rendah. Pembentukan dan pemeliharaan semua karakteristik seks sekunder pada pria bergantung pada testosteron. Karakteris- Pada fungsi terkait reproduksi lainnya, testosteron ikut tik pria nonreproduktifyang dipicu oleh resrosteron ini ada-serta dalam kontrol umpan balik negatif normal sekresi lah (1) pertumbuhan rambut berpola pria (misalnya, rambuthormon gonadotropin oleh hipofisis anteriot suatu topik dada dan janggut dan, pada pria dengan predisposisi genetik,yang akan dibahas lebih dalam kemudian. - :r.r l: :; l-.i {i:!i\"5i 'r,2 il

kebotakan); (2) suara berat akibat membesarnya laring dan juga, selain hormon androgen lemah DHEA yang dihasilkanmenebalnya lipatan pita suara; (3) kulit tebal; dan (4) kon- oleh korteks adrenal pada kedua jenis kelamin, ovarium padafigurasi tubuh pria (misalnya, bahu lebar serta otot lengan wanita mengeluarkan sejumlah kecil testosieron yang fungsi-dan tungkai besar) akibat pengendapan protein. Pria yang nya masih belum jelas).dikastrasi sebelum pubertas (seorang kasim) tidak mengalamipematangan seksual dan tidak membentuk karakteristik seks Kini kita mengalihkan perhatian dari sekresi restosreronsekunder. ke fungsi lain restis-produksi sperma.EFEK NONREPRODUKTIF I Spermatogenesis menghasilkan sperma yangTestosteron memiliki beberapa efek penting yang tidak ber- sangat khusus dan dapat bergerak dalam jumlahkaitan dengan reproduksi. Hormon ini memiliki efek anabo- besar.lik (sintesis) protein umum dan mendorong pertumbuhan Di dalam restis terkemas sekitar 250 m (800 kaki) tubulustulang, yang berperan menghasilkan fisik lebih berotot dan seminiferus penghasil sperma (Gambar 20-7a). Di tubuluslonjakan pertumbuhan masa pubertas. Yang ironis, testoste- ini terdapat dua jenis sel yang secara fungsional penting:ron tidak saja merangsang pertumbuhan tulang tetapi akhir- sel germinativum, yang sebagian besar berada dalamnya mencegah pertumbuhan lebih lanjut dengan menurup berbagai tahap pembentukan sperma, dan sel Sertoli, yangujung-ujung tulang panjang yang sedang tumbuh (yaitu, memberi dukungan penting bagi spermatogenesis (Gam-osifikasi, atau \"penutupan' lempeng epifisis; lihat h. 742). bar 20-7b, c, dan d). Spermatogenesis adalah suaru prosesTestosteron juga merangsang sekresi minyak oleh kelenjarsebasea. Efek ini paling nyata selama lonjakan sekresi testos- kompleks di mana sel germinativum primordial yangteron masa remqa sehingga pria muda rentan mengalami relatif belum berdiferensiasi, spermatogonia (masing-akne. masing mengandung komplemen diploid 46 kromosom), berproliferasi dan diubah menjadi spermarozoa (sperma) Pada hewan, testosteron memicu perilaku agresif, tetapi yang sangat khusus dan dapat bergerak, masing-masing mengandung set haploid 23 kromosom yang terdistribusitidak diketahui apakah hormon ini mempengaruhi perilakumanusia di luar perilaku seksual. Meskipun sebagian atlet secara acak.dan binaragawan yang memakai steroid androgenik anabolik Pemeriksaan mikroskopik tubulus seminiferus memper- lihatkan lapisanJapisan sel germinativum dalam suaru pro-mirip testosteron untuk meningkatkan massa otot diamati gresi anatomik pembentukan sperma, dimulai dari yangmemperlihatkan perilaku yang lebih agresif (lihat h. 303),masih belum jelas sampai seberapa jauh perbedaan perilaku paling kurang berdiferensiasi di lapisan luar dan bergerakumum antara pria dan wanita dipicu oleh hormon atau hasil masuk melalui berbagai tahap pembelahan ke lunren, tempatdari pengaruh sosial. sperma yang telah berdiferensiasi siap untuk keluar dari testisPERUBAHAN TESTOSTERON MENJADI ESTROGEN (Gambar 20-7b, c, dan d). Spermatogenesis memerlukan waktu 64 hari untuk pembentukan dari spermatogoniumPADA PRIA menjadi sperma matang. Setiap hari dapat dihasilkan bebe-Meskipun testosteron secara klasik dianggap sebagai hormon rapa ratus juta sperma matang. Spermatogenesis mencakupseks pria dan estrogen hormon seks wanita, namun perbedaan tiga tahap utama: proliferasi mitotik, meiosis, dan pengemasanini tidak sejelas seperti diduga semula. Selain sejumlah kecil (Gambar 20-8).estrogen yang dihasilkan oleh korteks adrenal (lihath.767), PROLIFERASI MITOTIKsebagian dari testosteron yang dikeluarkan oleh testis diubah Spermatogoniayang terletak di lapisan terluar tubulus terus-menjadi estrogen di luar testis oleh enzim aromatase, yang menerus bermitosis, dengan semua sel anak mengandungtersebar luas. Karena perubahan ini, kadang-kadang sulit komplemen lengkap 46 kromosom identik dengan sel induk.dibedakan antara efek testosteron itu sendiri dan testosteron Proliferasi ini menghasilkan pasokan sel germinativum baruyang berubah menjadi esrrogen di dalam sel. Sebagai contoh, yang terus-menerus. Setelah pembelahan mitotik sebuahpara ilmuwan baru-baru ini mempelajari bahwa penurupan spermatogonium, salah satu sel anak tetap di tepi luar tubu-lempeng epifisis pada pria diinduksi bukan oleh restosteron lus sebagai spermatogonium tak berdiferensiasi sehingga tu-tetapi oleh resrosreron yang diubah menjadi estrogen oleh runan sel germinativum tetap terpelihara. Sel anak yang lain mulai bergerak ke arah lumen sembari menjalani berbagaiaromatisasi. Estrogen juga diproduksi di jaringan lemak tahap yang dibutuhkan untuk membentuk sperma, y^ng kemudian akan dibebaskan ke dalam lumen. Pada manusia,kedua jenis kelamin. Reseptor esrrogen dapat ditemukan di sel anak penghasil sperma membelah secara mirotis dua kalitestis, prostat, tulang, dan bagian lain tubuh pria. Temuan- lagi untuk menghasilkan empar spermatosit primer identik.temuan terakhir mengisyaratkan bahwa estrogen berperan Setelah pembelahan mitotik terakhir, spermatosit primer ma-penting dalam kesehatan rbproduksi pria; misalnya, penring suk ke fase istirahat saar kromosom-kromosom terduplikasidalam spermatogenesis dan, yang mengejutkan, ikut mem- dan untai-untai rangkap rersebur terap menyatu sebagaiberi kontribusi dalam heteroseksualitas pria. Estrogen juga persiapan untuk pembelahan meiotik perrama.kemungkinan besar berperan dalam homeostasis tulang (lihath. 795). Kedalaman, luas, dan mekanisme kerja estrogenpada pria baru akhir-akhir ini mulai diselidiki. (Demikian822 Bab 20

MEtOSTS PENGEMASANSelama meiosis, setiap spermatosit primer (dengan jumlah Bahkan setelah meiosis, spermatid secara struktural masihdiploid 46 kromosom rangkap) membentuk dua sperma- mirip spermatogonia yang belum berdiferensiasi, kecualitosit sekunder (masing-masing dengan jumlah haploid 23 bahwa komplemen kromosomnya kini hanya separuh. Pem-kromosom rangkap) selama pembelahan meiosis pertama, bentukan spermatozoa yang sangat khusus dan bergerak dariakhirnya menghasiikan empat spermatid (masing-masing spermatid memerlukan proses remodeling, atau pengemasandengan 23 kromosom tunggal) akibat pembelahan meiotik ekstensif elemen-elemen sel, suatu proses yang dikenal se- bagai spermiogenesis. Sperma pada hakikatnya adalah selkedua. yang \"ditelanjangi\" di mana sebagian besi.r sitosol dan semua organel yang tidak dibutuhkan untuk menyampaikan infor- Setelah tahap spermatogenesis ini tidak terjadi pem- masi genetik sperma ke ovum telah disingkirkan. Karena iru sperma dapat bergerak cepar, hanya membawa serta sedikitbelahan lebih lanjut. Setiap spermatid mengalami remodeling beban untuk melakukan pembuahan.menjadi spermatozoa. Karena setiap spermatogonium secaramitotis menghasilkan empat spermatosit primer dan setiap Spermatozoa memiliki empar bagian (Gambar 20-9):spermatosit primer secara meiotis menghasilkan empat sper- kepala, akrosom, bagian tengah, dan ekor. Kepala reruramamatid (calon spermatozoa), maka rangkaian spermatogenik terdiri dari nukleus, yang mengandung informasi genetikpada manusia secara teoritis menghasilkan 16 spermatozoa sperma. Akrosom, vesikel berisi enzimyangmenutupi ujung kepala, digunakan sebagai \"bor enzim\" untuk menembussetiap kali spermatogonium memulai proses ini. Namun,biasanya sebagian sel lenyap di berbagai tahap sehinggaefsiensi produksi jarang setinggi ini.Tahap Kromosom di setiap sel Spermatogonium mffiil Satu sel anak tetap di batas Satu sel anak bergerak ke arah lumen untuk menghasilkan I untai tunggal)Proliferasi spermatozoa Imitotik [;ffi;I I untai tunggal) | Spermatosit primer @ @ @ @ [;ffi;IPembelahan I untai ganda) I '\"-\meiotik pertama -\ -\ -\ Spermatosit sekunder@@ @@ @@ Ga;;tMeiosis t ( @=@ Pembelahan I untai ganda) I meiotik reAua AA AA AA AA,f Spermatid @@@@@@r@e @E@@@ @@@@ @@@@ 'l [;ffiIII untai tunggal) I lllrl llrr Ilt lftIPengemasan Sp\"rr.to.o\" ffi ffiffiil@@@@ @@@@ @@@w l)ll Ilr) )lllP5P5P11qryryryry I untai tunggal) IGambar 20-8Spermatogenesis Sistem Reproduksi 823

ovum. Alrosom dibentuk oleh agregasi vesikel-vesikel yang karena kromosom X, tetapi bukan kromosom Y, mengan-diproduksi oleh kompleks retikulum endoplasma/Golgi se-belum organel ini disingkirkan. Mobilitas spermatozoa diha- dung gen-gen yang menyandi produk-produk sel yang esen-silkan oleh suatu ekor panjang mirip cambuk yang gerakan- sial bagi pembentukan sperma. (Sementara kromosom X besar mengandung beberapa ribu gen, kromosom Y yang ke-nya dijalankan oleh energi yang dihasilkan oleh mitokondria cil hanya memiliki beberapa lusin, dengan yang terpenting adalah gen SRY dan gen-gen lain yang berperan pentingyang terkonsentrasi di b.gr* tengah sperma. dalam fertilitas pria). Selama meiosis, separuh sperma me- nerima satu kromosom X dan separuh lainnya satu kromo- Sampai pematangannya lengkap, sel-sel germinativumyang sedang berkembang dan berasal dari satu spermatosit som Y. Thnpa adanya hubungan sitoplasma tersebut sehinggaprimer tetap dihubungkan oleh jembatan sitoplasma. Hu- semua sel haploid mendapat produk-produk yang disandibungan ini, yang terjadi karena pembelahan sitoplasma yang oleh kromosom X sampai pembentukan sperma selesai makatak sempurna, memungkinkan empat sperma yang sedang sperma yang mengandung kromosom Y tidak dapat ter-terbentuk saling bertukar sitoplasma. Hubungan ini penting bentuk dan bertahan hidup.!o I Sepanjang perkembangannya, sperma tetapElc berhubungan erat dengan sel Sertoli.L Tirbulus seminiferus mengandung sel Sertoli selain sperma-G togonia dan sel-sel sperma yang sedang terbentuk. Sel Sertoli terletak berjqar dan membentuk suatu cincin yang terben-:J tang dari permukaan luar tubulus ke lumen. Setiap sel Sertoli terbentang memenuhi seluruh jarak dari membran permuka-g an luar tubulus seminiferus hingga ke lumen yang berisi cairan (Gambar 20-7b dan d). Sel-sel Sertoli yang berdekatanEI saling berhubungan melalui raut erat di titik yang berada sedikit di bawah membran luar (lihat h. 66). Sperma yangp sedang terbentuk berada di antara sel-sel Sertoli, denganooo spermatogonia berada di perimeter luar tubulus, di luar taut erat (Gambar 20-7b dan d). Selama spermatogenesis, sel-sel (a) sperma yang sedang terbentuk dan berasal dari aktivitas mitotik spermatogonia berjalan menembus taut erat, yangt,/Akrosom Mikrotubulus sesaat membuka untuk memberi jalan sei-sel tersebut, I Mitokondria kemudian bermigrasi ke arah lumen dalam hubungan yang ruk \"/ ,// erat dengan sel-sel Sertoli sekitar sembari menjalani pem- / '1:.\" belahan lebih lanjut selama migrasi ini. Sitoplasma sel Sertoii membungkus sel-sel sperma yang bermigrasi ini, yang tetapNukleus terbenam di dalam sitoplasma sel Sertoli sepanjang pem- I €kor (b) bentukannya. Pada setiap tahap pematangan spermatogenik,i{e;,rl !a !*.1i9[ijfl sperma dan sel Sertoli saling berkomunikasi melalui peng- ikatan langsung antarsel dan melalui sekresi parakrin (lihat t€ng;ria h. 123). Terdapat suatu karbohidrat di membran permukaan sperma yang memungkinkan sei ini berikatan dengan sel pe-Membran plasma nunjang Sertoli. Nukleus Sentriol Sel Sertoli melaksanakan fungsi-fungsi penting bagi spermatogenesis sebagai berikut: (c) 1. Thut erar antara sel-sel Sertoli yang berdekatan membentuk{3ainr*ar l3.S-S sawar darah-testis yang mencegah bahan-bahan di dalamAnatomi sepuah spermatozoa. (a) Foto mikroskop fase darah melewati celah antarsel untuk masuk ke lumen tu- bulus seminiferus. Berkat sawar ini maka hanya molekulkontras spermatozoa manusia. (b) Gambaran skematik sebuah tertentu yang dapat melewati sel Sertoli dan mencapai cairan intratubulus. Karena itu, komposisi cairan intratu-spermatozoa dalam pandangan \"frontal\". (c) Potongan bulus cukup berbeda dari komposisi darah. Komposisilongitudinal bagian kepala spermatozoa dalam pandangan unik cairan yang membasahi sel-sel germinatimm ini\"samping\". sangat penting b\"gt tahap-tahap akhir pembentukan sperma. Sawar darah-tesris juga mencegah sel penghasil antibodi di CES mencapai pabrik sperma di tubulus ini sehingga tidak terbentuk antibodi terhadap spermatozoa.824 Bab20

2. Karena sel-sel sperma tidak memiliki akses langsung ke melalui dua jalan. Efek umpan balik negatif predominan nutrien-nutrien dalam darah maka sel Sertoli-lah yang testosteron adalah mengurangi pelepasan GnRH dengan memberi mereka nutrien. bekerja pada hipotalamus sehingga secara tak langsung mengurangi pengeluaran FSH dan LH oleh hipofisis ante-3. Sel Sertoli memiliki fungsi fagositik yang pendng. Sel rior. Selain itu, testosteron bekerja secara langsung pada hipo- ini menelan sitoplasma yang dikeluarkan dari spermatid fisis anterior untuk menurunkan responsivitas sel sekretorik selama proses remodeling, dan menghancurkan sel ger- LH terhadap GnRH. Efek yang terakhir ini menjelaskan minativum c catyang gagal menyelesaikan semua tahap mengapa efek inhibisi restosteron terhadap sekresi LH lebih spermatogenesis. besar daripada terhadap sekresi FSH. Sinyal inhibisi dari testis yang secara spesifik ditujukan4. Sel Sertoli mengeluarkan cairan tubulus seminiferus ke dalam lumen, yang \"menggelonror\" sperma dari untuk mengontrol sekresi FSH adalah hormon peptida tubulus ke dalam epididimis untuk disimpan dan di- inhibin, yang dikeluarkan oleh sel Sertoli. Inhibin b&er|\" proses lebih Ianjut. secara langsung pada hipofisis anterior untuk menghambat sekresi FSH. Inhibisi umpan balik FSH oleh produk sel5. Salah satu komponen penting sekresi sel Sertoli adalah Sertoli ini merupakan hal yang sesuai karena FSH merang- protein pengikat androgen. Seperti yang diisyaratkan sang spermarogenesis dengan bekerja pada sel Sertoli. oleh namanya, protein ini mengikat androgen (yaitu, PERAN TESTOSTERON DAN FSH DALAM testosteron) sehingga kadar hormon ini di dalam lumen SPERMATOGENESIS tubulus seminiferus tetap tinggi..Konsentrasi testosreron Baik testosteron maupun FSH berperan penting dalam di dalam cairan tubulus seminiferus adalah 100 kali dibandingkan konsentrasinya di darah. Konsentrasi mengontrol spermarogenesis, masing-masing menimbulkan testosteron lokal yang tinggi ini esensial unruk mem- efek dengan bekerja pada sei Sertoli. Testosteron esensial bagi mitosis dan meiosis sel-sel germinativum sementara FSH pertahankan produksi sperma. Protein pengikat andro- gen diperlukan untuk menahan restosteron dalam lu- diperlukan l.nttk remodeling spermatid Konsenrrasi testos- men, karena hormon steroid ini larut lemak dan dapat Hipotalamus dengan mudah berdifusi menembus membran plasma dan meninggalkan lumen.6. Sel Sertoli adalah tempat kerja untuk kontrol spermato- genesis oleh tes toster o n dan fo Ili c le + timu lat i ng lt o rm o n e (FSH). Sel Sertoli itu sendiri mengeluarkan hormon lain, inhibin, yang bekerja secara umpan balik negatif untuk mengatur sekresi FSH.tr LH dan FSH dari hipofisis anterior mengontrol Gonadotropin-releasing hormonesekresi testosteron dan spermatogenesis. .r-)Testis dikontrol oleh dua hormon gonadotropik yang di- =.Hipofisis anteriorkeluarkan oleh hipoffsis anrerior, luteinizing hormone (LH)danfo IIic le -stimu latin g b o rm o n e (F SH), yan g dinamai ber, Sel penghasil FSH Sel penghasil LHdasarkan fungsinya pada wanita (lihat h. 735).KONTROL UMPAN BALIK FUNGSITESTIS +tI Testis (^,-_]LH dan FSH bekerja pada komponen-komponen testis yang +berbeda (Gambar 20-10). LH bekerja pada sel Leydig (inter- tISettstisial) untuk mengarur sekresi testosteron sehingga nama l-<-- lLrI Sertoli I ')alternatifnya pada pria adalah interstitial cell-stimulating hor- I Imone (ICSH). FSH bekerja pada tubulus seminiferus, khu-susnya sel Sertoli, untuk meningkatkan spermatogenesis. l+(Tidak ada nama alrernatif untuk FSH pada pria). Sekresi Gambar 2*-1ftLH dan FSH dari hipofisis anterior dirangsang oleh satuhormon hipotalamus, gonadonopin-releasing hormone Kontrol fungsi testis(GnRH) (lihat h. 73s). Meskipun GnRH merangsang sekresi LH dan FSHnamun konsentrasi kedua hormon gonadotropin ini dalamdarah tidak selalu paralel satu sama lain karena terdapat duafaktor regulatorik lain di Iuar GnRH -testlst€ron dan inhibin-mempengaruhi secara berbeda laju sekresi LH dan FSH.Testosteron, produk stimulasi LH pada sei Leydig, bekerjasecara umpan balik negatif untuk menghambat sekresi LH 5i5tem Reproduksi 82S

teron iauh lebih tinggi di testis daripada di darah karena wanita. Pada hakikatnya, bagian ini terdiri dari (1) selang atau tabung (saluran reproduksi) berkelok-kelok yangcukup banyak dari hormon yang diproduksi lokal oleh selSertoli ini ditahan di dalam cairan intratubulus dalam bentuk mengangkut sperma dari testis keluar tubuh; (2) beberapakompleks dengan protein pengikat androgen yang dikeluar- kelenjar seks tambahan, yang ikut membentuk sekresi yangkan oleh sel Sertoli. Hanya dengan konsentrasi testosteron penting bagi daya hidup dan motilitas sperma; dan (3) penis,testis yang tinggi ini produksi sperma dapat dipertahankan. yang dirancang untuk menembus dan meletakkan sperma di dalam vagina wanita. Kita akan meneliti masing-masingI Aktivitas gonadotropin-releasing hormone bagian ini secara lebih detil, dimulai dari saluran reproduksi.meningkat pada pubertas. KOMPONEN SALURAN REPRODUKSI PRIAMeskipun testis janin mengeluarkan testosteron, yang meng- Epifidimis yang berbentuk koma melekat secara longgar kearahkan pembentukan sistem reproduksi ke arah maskulin, permukaan belakang testis (Gambar 20-1, h. 813 dan 20-7a,narnun setelah lahir testis menjadi dorman sampai pubertas. h. 821). Setelah diproduksi di tubulus seminiferus, spermaSelama periode prapubertas, LH dan FSH tidak dikeluarkan disapu ke dalam epididimis akibat tekanan yang diciptakandalam kadar yang memadai untuk merangsang aktivitas tes- oleh sekresi terus-menerus cairan tubulus oleh sel Sertoli.tis. Grtundanya kemampuan reproduksi oleh periode pra- Duktus-duktus epididimis dari masing-masing testis me-pubertas memberikan waktu bagi individu untuk mengalami nyatu untuk membentuk sebuah duktus besar, berdindingpematangan fisik (meskipun tidak selalu disertai pematangan tebal, dan berotot yang disebut duktus (vas) deferens.psikologis) agar dapat membesarkan anak. (Pematangan fisik Duktus deferens dari masing-masing testis berjalan ke atas keluar dari kantung skrotum dan berjalan balik melaluiini sangat penting pada wanita, yang tubuhnya harus me- kanalis inguinalis ke dalam rongga abodmen, tempat duktusnopang kehidupan janin). tersebut akhirnya bermuara ke dalam uretra di leher kandung Selama periode prapubertas, aktivitas GnRH terhambat. kemih (Gambar 20-l). Uretra membawa sperma keluar penis sewaktu ejakulasi, semburan kuat semen dari tubuh.Proses pubertas dipicu oleh peningkatan aktivitas GnRH an-tara usia 8 dan 12 tahun. Pada awal pubertas, sekresi GnRH FUNGSI EPIDIDIMIS DAN DUKTUS DEFERENShanya berlangsung pada malam hari, menimbulkan pening- Kedua duktus ini melakukan beberapa fungsi penting. Epi-katan nokturnal singkat selresi LH dan, karenanya, sekresi didimis dan duktus deferens berfungsi sebagai jalan keluaitestosteron. Derajat sekresi GnRH secara bertahap meningkat sperma dari testis. Sewaktu meninggalkan testis, sperma be-seiring dengan perkembangan pubertas hingga tercipta pola lum mampu bergerak atau membuahi. Sel ini memperolehsekresi GnRH, FSH, LH, dan testosteron dewasa. Di bawah kedua kemampuan tersebut sewaktu mengalir melalui epi-pengaruh kadar testosteron yang meningkat selama pubertas,perubahan-perubahan ftsik yang mencakup karakteristik seks didimis. Proses pematangan ini dirangsang oleh testosteronsekunder dan pematangan reproduksi menjadi jelas. yang tertahan di dalam cairan tubulus dalam keadaan terikat Faktor-faktor yang berperan memicu pubertas pada ma- ke protein pengikat androgen. Kapasitas sperma untuk mem- buahi ovum semakin ditingkatkan oleh pajanan ke sekresinusia masih belum diketahui pasti. Gori yang banyak dianut saluran reproduksi wanita. Peningkatan kemampuan spermaberfokus pada kemungkinan peran hormon melntonin, yangdikeluarkan oleh kelenjar pineal di dalam otak (hhat h. 749). di saluran reproduksi pria dan wanita ini dikenal sebagaiMelatonin, yang sekresinya menurun selama pajanan ke cahaya kapasitasi. Para ilmuwan percay^balwa defensin, suatu pro-dan meningkat selama pajanan ke keadaan gelap, memiliki efek tein yang dikeluarkan oleh epididimis yang menahan spermaantigonadotropik pada banyak spesies. Sinar yang mengenai dari serangan mikroorganisme, mungkin berfungsi juga se-mata menghambat jalur-jalur saraf yang merangsang sekresi me- bagai penguat motilitas sperma. Epididimis juga memekat-latonin. Pada banyak spesies yang berkembang biak secara musi- kan sperma beberapa ratus kali dengan menyerap sebagianman, penurunan keseluruhan sekresi melatonin pada hari-hari besar cairan yang masuk dari tubulus seminiferus. Spermayang siangnya lebih lama daripada malamnya memicu musim secara lambat didorong bergerak melewati epididimis kekawin. Sebagian peneliti menyatakan bahwa penurunan dalam dalam duktus deferens oleh kontraksi ritmik otot polos dilaju keseluruhan sekresi melatonin saat pubertas pada manusia- dinding saluran-saluran ini.terutarna saat malam hari, ketika puncak-puncak sekresi GnRHpertama kali terjadi-adalah pemicu dimulainya pubertas. Duktus deferens berfungsi sebagai tempat penting bagi penyimpanan sperma. Karena sperma yang terkemas rapat relatif Dengan selesainya pembahasan tentang fungsi testis, inaktif dan karenanya keburuhan metaboliknya rendah, makasekarang kita akan mengalihkan perhatian pada peran kom-ponen-komponen lain sistem reproduksi pria. sel ini dapat disimpan di duktus deferens selama berhari-hari meskipun tidak mendapat pasokan nutrien dari darah danI Saluran reproduksi menyimpan dan memekatkan hanya diberi gula sederhana yang berasal dari selresi tubulus.sperma serta meningkatkan kesuburannya. VASEKTOMIBagian dari sistem reproduksi pria lainnya (selain testis)dirancang untuk menyalurkan sperma ke saluran reproduksi CATAIAN KLINIS. Pada vasektomi, suatu prosedur steri- lisasi umum pada pria, satu segmen kecil dari kedua duktus826 Bab 20

deferens (alias vas deferens, sehingga muncul nama uasekto- I Kelenjar prostat (1) mengeluarkan cairan basa yangmi) serelah keluar dari tesris retapi sebelum masuk ke kanalisinguinalis diangkat secara bedah sehingga sperma dari testis menetralkan sekresi vagina yang asam, suatu fungsi penringtidak dapat keluar. Sperma yang menumpuk di belakang karena sperma lebih dapat hidup di lingkungan yang sedikii basa; dan (2) menghasilkan enzim pembekuan dan fibri-duktus yang telah dipotong dan diikat tersebut kemudian nolisin. Enzim pembekuan prostat bekerja pada fibrinogendisingkirkan dengan fagositosis. Meskipun menghambatkeluarnya sperma, prosedur ini tidak mengganggu aktivitas dari vesikula seminalis untuk menghasilkan fibrin, yangtestosteron karena sel Leydig mengeluarkan testosteron kedalam darah, bukan melalui duktus deferens. Karena itu, \"membekukan\" semen sehingga sperma yang diejakulasikanmaskulinitas atau libido yang dependen testosteron tidakberkurang setelah vasektomi. tetap berada di saluran reproduksi wanita ketika penis di-I Kelenjar seks tambahan berperan membentuk keluarkan. Segera sesudahnya, bekuan ini diurailan oleh fibrinolisin, suatu enzim pengurai fibrin dari prosrar se-sebagian besar semen. hingga sperma dapat bergerak bebas di dalam saluran re- produksi wanita. I Selama rangsangan seksual, kelenjar bulbouretra mengeluarkan bahan mirip mukus yang menghasilkan pe- lumas untuk hubungan seks. Beberapa kelenjar sefts tambahan-vesikula seminalis dan Tabel20-2 meringkaskan lokasi dan fungsi komponen sistem prostat-mengalirkan isinya ke dalam sistem duktus sebelum reproduksi pria. duktus menyatu dengan uretra (Gambar 20-1, h. S13). Se- pasang uesikula seminalis yang berbentuk kantung mengalir- Sebelum beralih ke tindakan penyaluran sperma ke kan isinya ke dalam bagian terakhir kedua duktus deferens, saluran reproduksi wanira (hubungan seks), kita akan secara satu di masing-masing sisi. Segmen pendek duktus yang singkat membahas berbagai peran prostaglandin, yang per- berjalan setelah titik masuk vesikula seminalis ke uretra di- tama kali ditemukan di dalam semen tetapi banyak diiemu- seblt duktus ejakulatorius. Prosrat adalah suatu kelenjar kan di seluruh tubuh. tunggal besar yang mengelilingi secara lengkap duktus ejaku- I Prostaglandin adalah pembawa pesan kimiawi latorius dan uretra. Pada sejumlah pria, prostar membesarpada usia pertengahan sampai usia lanjut. Sering terjadi ke- yang bekerja lokal dan ditemukan di mana-mana. sulitan berkemih sewaktu prostat yang membesar menekan bagian uretra yang berjalan menembus prosrar. Sepasang ke- Meskipun prostaglandin perrama kali diidentifikasi di da_lenjar seks tambahan lainnya, helenjar bulbouretra, meng- alirkan isinya ke dalam uretra setelah uretra melewati kelenjar lam semen dan dipercayai berasal dari kelenjar prosrat (se. hingga diberi nama demikian, meskipun sebenainya bahanprostat dan tepat sebelum masuk ke penis. Di sepanjang ini disekresikan ke dalam semen oleh vesikula seminalis),uretra juga terdapat banyak keienjar penghasil mukus. produksi dan efek senyawa ini tidak terbatas di sistem re- produksi. Turunan asam lemak 20 karbon ini adalah salahSEMEN satu pembawa pesan kimiawi yang paling banyak ditemukanSewaktu ejakulasi, kelenjar seks tambahan menghasilkan se-kresi yang menunjang kelangsungan hidup sperma di dalam di tubuh. Prostaglandin dibentuk oleh hampir semua ja_saluran reproduksi wanira. Sekresi ini membentuk sebagian ringan dari asam arakidonat, suatu konstituen asam lemak fosfolipid di membran plasma. Oleh rangsangan yang sesuai,besar dari semen (air mani), yaitu campuran sekresi kelenjar asam arakidonat dilepaskan dari membran plasma oleh suatuseks tambahan, sperma, dan mukus. Sperma hanyalah se- enzim terikat membran dan kemudian diubah menjadi pros-bagian kecil dari cairan ejakulat total. taglandin, yang bekerja secara parakrin di dalam atau sekitarFUNGSI KELENJAR SEKS TAMBAHAN PADA PRIA tempat produksinya (lihat h. 123). Setelah bekerja, prosra_Meskipun sekresi kelenjar seks tambahan tidak mutlak di- glandin cepat diinaktifkan oleh enzim-enzim lokal sebelumbutuhkan untuk pembuahan namun sekresi tersebur sangar bahan ini memperoleh akses ke darah; atau jika berhasil men-mempermudah proses: capai sistem sirkulasi maka akan cepat diuraikan saar pertama kali melewati paru sehingga tidak tersebar melalui sistemI Vesikula seminalis (1) menghasilkan fruktosa, yang arteri sistemikberfungsi sebagai sumber energi primer untuk sperma; (2) Prostaglandin dinamai sesuai golongannya yang terdirimengeluarkan prostaghndin, yang merangsang kontraksi dari tiga kelompok-PGA, PGE, dan pGF-berd\"r\"rk ., u\"-otot polos di saluran reproduksi pria dan wanira sehingga riasi struktural di cincin lima karbon yang terdapat di salahtranspor sperma dari tempat penyimpanannya di pria ke satu ujungnya (Gambar 20-ll). Di dalam setiap kelompok,tempar pembuahan di tuba uterina wanita lebih mudah; (3) prostaglandin diidentifikasi lebih lanjut oleh jumlah ikatanmembentuk lebih dari separuh cairan semen, yang mem- rlngkap yang terdapat di dua rantai samping yang menonjolbantu membilas sperma ke dalam uretra serra melarutkan dari struktur cincin (misalnya, PGE, memiliki satu ikatanmassa kental sperma, memungkinkan sel ini bergerak; dan rangkap dan PGE, memiliki dua ikatan rangkap).(4) mengeluarkan fibrinogen, suatu prekursor fibrin, yangmembentuk anyaman bekuan (lihat h. 435). Prostaglandin dan turunan-turunan asam arakidonat lainnya yang terkait erat-yaitu, prosrasiklin, tromboksan, dan leuhotrien-secata kolektif dinamai eikosanoid dan merupakan salah satu senyawa yang paling aktif secara Sistem Reproduksi 927

Tabel 20-2Lokasi dan Fungsi Berbagai Komponen Sistem Reproduksi PriaKOMPONEN JUMLAH DAN LOKASI FUhIGSITestis Sepasang; terletak di dalam skrotum, suatu kantung terbungkus Menghasilkan sperma kulit yang tergantung di sudut antara kedua tungkai Men gel uarkan testosteronEpididimis dan Sepasang; satu epididimis melekat ke bagian belakang masing- Berfungsi sebagai rute keluar spermaDuktus Deferens masing testis; satu duktus deferens berjalan dari masing-masing dari testis epididimis naik dari kantung skrotum melalui kanalis inguinalis Berfungsi sebagai tempat pematanganVesikula dan bermuara ke dalam uretra di leher kandung kemih sperma untuk motilitas dan kesuburanseminalis Sepasang; keduanya bermuara ke dalam bagian terakhir duktus Memekatkan dan menyimpan sperma deferens, satu di masing-masing sisi Menghasilkan f ruktosa untuk memberi makan sperma yang diejakulasikanKelenjar prostat Tunggal; mengelilingi secara lengkap uretra di leher kandung Mengeluarkan prostaglandin yang kemih merangsang motilitas untuk membantu transpor sperma di dalam saluranKelenjar Sepasang; keduanya bermuara ke dalam uretra, satu di reproduksi pria dan wanitabulbouretra masing-masing sisi, tepat sebelum uretra masuk ke dalam penis Membentuk sebagian besar semen Menghasilkan prekursor untuk pembekuan semen Mengeluarkan cairan basa yang menetralkan sekresi vagina yang asam Memicu pembekuan semen agar sperma tetap berada di dalam vagina ketika penis dikeluarkan Mengeluarkan mukus untuk pelumasNama huruf Nama angka demam dan meredakan nyeri. Efek prostaglandin juga di-(PGA, PGE, PGF) (mis. PGE,, PGEr) hambat secara terapetik pada pengobatan sindrom prahaidmenunjukkan variasi menunjukkan jumlah ikatan dan kram haid. Selain itu, prostaglandin-prostagiandin spe-struktural di cincin rangkap yang terdapat di sifik digunakan secara medis dalam beragam situasi misal-lima karbon nya menginduksi persalinan, mengobati asma, dan meng- dua rantai samping atasi tukak lambung.Gambar 20-t 1 Selanjutnya, sebelum kita membahas secara rinci sistemStruktur dan tata nama prostaglandin. reproduksi wanita, kita akan meneliti car^-c ra pria dan wanita bersatu untuk melakukan reproduksi. h{UffiU${ffiAru 5ffiK5 &NTAF.AA PffiEA mAhl WAf\Ef;T&biologis yang diketahui. Prostaglandin memiliki beragam Pada akhirnya, penyatuan gamet pria dan wanita untuk me-efek. Variasi kecil dalam struktur prostaglandin menye- laksanakan reproduksi pada manusia mengharuskan penya-babkan perbedaan besar dalam efek biologis dan molekul luran semen yang mengandung sperma ke dalam vaginaprostaglandin yang sama bahkan dapat menimbulkan efek wanita melalui suatu tindakan seks, yang juga dikenal se-berbeda di jaringan yang berbeda. Selain meningkatkan bagai hubungan seks, koitus, atau kopulasi.transpor sperma di dalam semen, pembawa pesan kimiawi fl Tindakan seks pria ditamdai oleh erelcsf dap']ini diketahui atau dicurigai memiliki efek lain pada sa- ejakulasi.Iuran reproduksi wanita serta pada sistem pernapasan, Tindakan seks pria melibatkan dua komponen: (1) ereksi,kemih, cerna, saraf, dan endokrin, selain mempengaruhi atau mengerasnya penis yang normalnya lunak agar penisagregasi trombosit, metabolisme lemak, dan peradangan(Tabel 20-3). dapat masuk ke dalam vagina, dan (2) ejakulasi, atau CATAIAN KLINIS. Dengan semakin diketahuinya penyemprotan kuat semen ke dalam uretra dan keluar dariberagam efek prostaglandin, terbuka kesempatan dikem- penis (Tabel 20-4). Selain komponen-komponen yang ber-bangkannya beragam cara baru untuk memanipulasi se- kaitan erat dengan reproduksi ini, siklus respons selis men-nyawa ini untuk kepentingan pengobatan. Contoh klasik cakup respons fisiologik yang lebih luas yang dapat dibagi menf adi empat fase:adalah pemakaian aspirin, yang menghambat pengubahanasam arakidonat menjadi prostaglandin, untuk mengurangi828 Bab 20

Tabel 20-3 dibentuk oleh tiga koiom rongga-rongga vaskular miripKerja Prostaglandin spons yang terdapat di sepanjang organ ini(Gambar 20-1, h.AKTIVITAS 8 1 3). Tanpa rangsangan seks, jaringan erektil hanya mengan- dung sedikit darah karena arteriol yang mendarahi rongga-SISTEIVI TUBUH KERJA PROSTAGLANDIN rongga vaskular ini berkonstriksi. Akibatnya penis tetap kecilSistem Meningkatkan transpor sperma oleh sdeacnaralurnefalekk.sSmeelalembaarradnagnsajanrginagnan..kerre, k\"tirlt.t.eiorils-iaortleehriodlarianhiReproduksi kerja otot polos di saluran reproduksi pria dan wanita sehingga penis bertambah panjang dan besar serta menjadi kaku. Vena-vena yang mengalirkan darah dari jaringan erektil Berperan dalam ovulasi penis tertekan secara mekanis oleh pembengkakan dan eks- pansi rongga-rongga vaskular ini sehingga aliran keluar vena Berperan penting dalam haid berkurang dan hal ini ikut berkontribusi dalam penumpukan lkut serta mempersiapkan bagian darah, atau uasokongesti. Respons vaskular lokal ini meng- maternal plasenta ubah penis menjadi organ yang mengeras dan memanjang Berperan dalam persalinan yang mampu menembus vagina.Sistenn Sebagian berperan dalam REFLEKS EREKSIPernapasan bronkodilatasi, yang lain dalam bron koko nstri ksi Refleks ereksi adalah suatu refleks spinal yang dipicu oleh stimulasi mekanoreseptor yang sangat peka di glans penis,Sistem Kernih Meningkatkan aliran darah ginjal yang menutupi ujung penis. Di medula spinalis bagian ba_ Meningkatkan ekskresi air dan garam wah baru-baru ini ditemukan. adanya pusat pembentuk5istem Menghambat sekresi HCI oleh lambung ereksi. Melalui pusat ini, stimulasi taktil pada glans akanPencernaan Merangsang motilitas usus secara refleks m€micu peningkatan aktivitas vasodilatasi pa-Sistem Saraf rasimpatis dan penurunan aktivitas vasokonstriksi simpatis Mempengaruhi pelepasan dan kerja ke arteriol-arteriol penis. Akibatnya adalah vasodilatasi hebat neurotransm iter dan cepat arteriol-arteriol tersebut dan ereksi (Gambar 20- 12). Selama lengkung refleks spinal utuh maka ereksi tetap Bekerja sebaga i \"termostat,, dapat terjadi bahkan pada pria yang lumpuh akibat cedeia medula spinalis yang lebih tinggi. hipotalamus untuk meningkatkan suhu tubuh Vasodilatasi yang dipicu oleh aktivitas parasimpatis ini adalah contoh utama kontrol parasimpatis langsung atas Meningkatkan sensasi nyeri diameter pembuluh darah di tubuh. Stimulasi parasimpatis menyebabkan relaksasi otot polos arteriol penis oleh nitratSistemEndokrin Meningkatkansekresikortisol oksida, yang menyebabkan vasodilatasi arteriol sebagai res- pons terhadap perubahan jaringan lokal di bagian lain tubuh Mempengaruhi kepekaan jaringan (lihat h. 382). Arteriol biasanya hanya disarafi oleh sistem terhadap hormon simpatis, dengan peningkatan aktivitas simpatis menyebab- kan vasokonstriksi dan penurunan aktivitas simpatis menye-SistemSirkulasi Mempengaruhiagregasitrombosit babkan vasodilatasi (lihat h. 385). Stimulasi parasimpatis Metabolisme Lemak dan inhibisi simpatis secara bersamaan pada arteriol penis Menghambat penguraian lemak menyebabkan vasodilatasi yang lebih cepar dan kuat diban-Sistem Mendorong banyak aspek peradangan, dingkan yang mungkin terjadi di arteriol lain yang hanyaPertahanan termasuk timbulnya demam mendapat persarafan simpatis. Melalui cara peningkaran ce-1. Fase eksitasi yang mencakup ereksi dan meningkatnya pat aliran darah ke dalam penis yang efisien ini, penis dapat mengalami ereksi sempurna hanya dalam hitungan 5 sampai perasaan seksual. 10 detik. Pada saat yang sama, impuls parasimpatis men_ dorong sekresi mukus pelumas dari kelenjar bulbouretra dan2. Fase plato yang ditandai oleh intensifikasi respons- kelenjar uretra sebagai persiapan untuk koitus. respons ini, ditambah respons yang lebih menyeluruh Berbagai riset terakhir memperlihatkan adanya banyak daerah di otak yang dapat mempengaruhi respons seks pria. misalnya peningkatan kecepatan jantung, tekanan da- rah, pernapasan, dan ketegangan otot. Bagian-bagian di otak yang mempengaruhi ereksi ,\"-p\"Ly\"3. Fase orgasme yang mencakup ejakulasi serta respons lain saling berkaitan erar dan berfungsi sebagai .u\"tu k.s\"tuan yang menjadi puncak eksitasi seksual dan secara kolektif untuk mempermudah atau menghambat refleks ereksi spinal dialami sebagai kenikmatan fisik yang intens. dasar, bergantung pada situasi sesaat. Salah saru contoh fasilitasi, rangsangan psikis, misalnya melihat sesuaru yang4. Fase resolusi, yaitu kembalinya genitalia dan sistem tu- merangsang syahwat, dapat memicu ereksi meskipun tidak terjadi stimulasi taktil sama sekali pada penis. Seb\"liknya, buh ke keadaan sebelum rangsangan. Respons seks manusia adalah suatu pengalaman multi-komponen yang, selain berbagai fenomena fisiologik di atas,mencakup faktor emosi, psikologis, dan sosiologis. Kitahanya akan membahas aspek fisiologik seks.I Ereksi terjadi karena vasokongestipenis.Erelai dicapai melalui pembengkakan penis oleh darah.Penis hampir seluruhnya terdiri dari jaringan erektil yang Sistem Reproduksi 829

Tabel 20-4Komponen Tindakan Seks PriaKOMPONEN BAGAIMANA TERCAPAINYATINDAKAN SEKS PRIA DEFINISI Pembengkakan jaringan erektil penis oleh darah akibat vasodilatasi hebat arteriol-arteriol penis yang dipicuEreksi Mengerasnya penis yang dalam keadaan oleh rangsang parasimpatis dan penekanan mekanis normal lunak agar dapat masuk ke dalam vena vagina Kontraksi otot polos di dinding duktus dan kelenjar seks tambahan yang dipicu oleh rangsang simpatisEjakulasi Pengosongan sperma dan sekresi kelenjar Kontraksi otot rangka di pangkal penis yang dipicu Fase emisi seks tambahan (semen) ke dalam uretra oleh neuron motorik Fase ekspulsi Ekspulsi kuat semen dari penis Saraf parasimpatis Saraf parasimpatis Saraf simpatis ke kelenjar bulbouretra ke arteriol penis ke arteriol penis dan uretra -- Arteriol penis melebar I [il-] I F;;;l Vena tertekanGambar 20-12Refleks ereksikegagalan mengalami ereksi meskipun mendapat rangsangan sehingga masalah menjadi semakin parah. Impotensi jugayang sesuai dapat disebabkan oleh inhibisi refleks ereksi oleh dapat ditimbulkan oleh keterbatasan fisik, termasuk ke-pusat-pusat yang lebih tinggi di otak. Marilah kita bahas rusakan saraf, obat tertentu yang mengganggu fungsi oto-disfungsi ereksi secara lebih detll. nom, dan gangguan aliran darah ke penis.DISFUNGSI EREKSI Disfungsi ereksi banyak dijumpai. Lebih dari 50o/o priaCATAIAN KLINIS. Kegagalan mencapai atau memPer-tahankan ereksi yang sesuai untuk hubungan seksual-dis- berusia antara 40 dan 70 tahun sedikit banyak mengalamifungsi erelsi atau impoterisi-dapat disebabkan oleh faktor impotensi, dan angka ini naik mendekati 70o/o pada usia 70psikologik atau fisik. Mengalami kegagalan ereksi sesekali tahun. Karena itu, tidak mengherankan bahwa lebih banyakbukan berarti impotensi, tetapi seorang pria yang terlalucemas tentang kemampuannya melakukan tindakan seks resep dituliskan untuk obat terkenal sildenafil (Viagra) selamamungkin akan benar-benar mengalaminya secara kronik. tahun pertama obat tersebut dipasarkan setelah disetujui pada tahun 1998 untuk mengobati disfungsi ereksi diban-Rasa cemas dapat menyebabkan disfungsi ereksi, yang se- dingkan dengan semua obat baru dalam sejarah. Sildenafilmakin menambah tingkat kecemasan pria yang bersangkutan tidak menimbulkan ereksi tetapi obat ini memperkuat dan memperlama respons ereksi yang dipicu oleh rangsangan biasa. Inilah cara bagaimana obat tersebut bekerja. Nitrat oksida yang dibebaskan sebagai respons terhadap stimulasi830 Bab 20

Konsep, Tantangan, dan Kontroversi\"Estrogen\" Lingkungan: Kabar Buruk Bagi Sistem ReproduksiTanpa diketahui. selama 50 tahun ilmuwan mencurigai bahwa bahan hermafrodit (memiliki strukturterakhir kita manusia telah mengotori kimia mirip estrogen yang terdapat di reproduksi jantan dan betina) danlingkungan dengan bahan kimia buaya jantan dengan penis yangsintetik perusak endokrin sebagai efek antaranya mungkin mendasari terlalu kecil. Kelainan reproduksisamping industrialisasi yang tak berbagai gangguan kesehatan serupa juga dapat dijumpai padadisengaja. Polutan mirip hormon ini, reproduksi yang telah meningkat sejak mamalia darat- Diperkirakanyang d isebut endocri ne disrupters, 50 tahun terakhir-periode waktu yang pajanan estrogen lingkungan yangberikatan dengan reseptor yang berlebihan menyebabkan populasinormalnya disediakan untuk hormon- sama dengan saat sejumlah besar hewan ini \"terkebiri\".hormon alami. Bahan-bahan ini dapat polutan diperkenalkan ke dalammenyerupai atau menghambat I Menurunnya kelahiran bayiaktivitas hormon, bergantung pada lingkungan kita. lni adalah contohbagaimana mereka berinteraksi disfungsi reproduksi pria yang Iaki-laki. Banyak negara melaporkan mungkin secara tak langsung berkaitan penurunan ringan rasio bayidengan reseptor. Sebagian besar dengan pajanan ke estrogen disrupter laki-laki terhadap bayi perempuanendocrine disrupter menimbulkan efek yang dilahirkan. Meskipun bebe-feminisasi. Banyak dari kontaminan lingkungan: rapa penjelasan coba diajukanlingkungan ini mirip dengan atau namun banyak peneliti mengaitkan I Turunnya jumlah sperma. Hitung kecenderungan kelainan perkem-mengubah kerja estrogen, hormon bangan janin laki-laki dengansteroid feminisasi yang diproduksi oleh sperma rerata turun dari 1 l3 juta/ml estrogen lingkungan. Dalam satu semen pada tahun 1940 menjadi 66 bukti tak langsung yang meyakin-ovarium wanita. Meskipun belum juta/ml pada tahun 1990. Yang kan, orang yang secara tidakdipastikan namun penelitian di sengaja terpajan ke endocrine-laboratorium dan lapangan mengisya- memperparah keadaan, volume disrupting agent dalam kadar tinggiratkan bahwa estrogen disrupters ini satu kali ejakulat telah turun dari pada suatu kecelakaan industri memiliki hanya anak perempuanmungkin berperan dalam beberapa 3,4 ml menjadi 2,75 ml. Hal ini tanpa anak laki-laki, sementarakecenderungan mencemaskan dalam berarti bahwa pria, secara rerata, yang terpajan ke kadar rendah memiliki rasio anak perempuanmasalah kesehatan reproduksi, kini mengeluarkan kurang dari terhadap anak laki-laki yangmisalnya turunnya hitung sperma pada separuh jumlah spermapria dan meningkatnya insidens kanker dibandingkan dengan 50 tahun normal.payudara pada wanita. yang lalu-suatu penurunan dari lebih 380 juta sperma menjadi Estrogen lingkungan juga diduga Polutan estrogenik terdapat di sekitar 180 juta sperma per ejakulat. berperan dalam peningkatan insidensmana-mana. Bahan ini mencemari Selain itu, jumlah sperma motil juga kanker payudara pada wanita. Saat inimakanan, air minum, dan udara kita. merosot. Yang utama, hitung kanker payudara lebih prevalen 25%Senyawa sintetik yang terbukti sperma selama periode yang sama tidak turun di bagian-bagian dunia sampai 30% dibandingkan dengan menyebabkan feminisasi mencakup yang tidak tercemar. pada tahun 1940-an. Banyak faktor (1) insektisida dan pembasmi gulma risiko untuk kanker payudara yangtertentu, (2) produk penguraian I Meningkatnya insidens kanker testis sudah dipastikan, misalnya mendapatdeterjen tertentu, (3) produk sam- haid lebih dini dan mengalamipingan bensin yang terdapat di asap dan prostat. Kasus kanker testis menopause belakangan, berkaitanknalpot, (4) pengawet makanan umum telah meningkat tiga kali sejak dengan peningkatan umur totalyang digunakan untuk mencegah terpajan ke estrogen. Karena pening-tengik, dan (5) pelembut yang tahun 1940, dan terus meningkat. katan pajanan ke estrogen alami menyebabkan plastik lentur. Pelembut Kanker prostat juga meningkat meningkatkan risiko kanker payudara maka pajanan berkepanjangan ke plastik ini sering ditemukan dalam selama periode waktu tersebut. estrogen lingkungan dapat berperan meningkatkan prevalensi keganasan kemasan makanan dan mudah I Meningkatnya jumlah kelainan ini pada wanita (dan pria). merembes ke dalam makanan yang bawaan saluran reproduksi pria. Selain esfrogen disrupter, para ilmuwan baru-baru ini menemukan berkontak dengannya, terutama lnsidens kriptorkidismus (testis yang suatu golongan baru bahan kimia sewaktu pemanasan. Bahan-bahan ini tidak turun) hampir meningkat dua pengganggu-a nd rogen d isru pter y angjuga dapat ditemukan merembes ke kali lipat dari tahun 1950-an ke menyerupai atau menekan efek dalam liur dari beberapa mainan hormon pria. Sebagai contoh, studi- plastik untuk bayi. Mereka ditemukan 1970-an. Jumlah kasus hipospadia, studi mengisyaratkan bahwa bakteri di banyak produk medis, misainya suatu malformasi penis, meningkat dalam air buangan dari pabrik pulp kantung darah. Pelunak plastik adalah dapat mengubah sterol dalam bubur salah satu pencemar lingkungan yang lebih dari dua kali lipat antara kayu pinus menjadi androgen. paling banyak ditemukan. 5ebaliknya, senyawa antiandrogen pertengahan tahun 1950-an dan ditemukan dalam senyawa fungisida Para peneliti baru mulai mengiden- yang sering disemprotkan ke berbagai pertengahan tahun 1 990-an. tifikasi dan memahami dampak Hipospadia terjadi jika lipat uretra (berlanjut) gagal menutup sewaktu terhadap kesehatan reproduksi perkembangan janin laki-laki. berbagai bahan kimia sintetik yang I Adanya bukti kelainan jender pada telah menjadi bagian integral dalam kehidupan modern. Di lihgkungan kita hewan. Sebagian ikan dan populasi hewan liaryang banyakterpajan ke diperkirakan sudah terdapat 87.000 estrogen lingkungan-misalnya yang jenis bahan kimia sintetik. Para hidup di atau dekat air yang tercemar berat oleh bahan-bahan kimia mirip hormon-memperlihat- kan angka kecacatan sistem reproduksi yang tinggi. Contohnya adalah ikan jantan yang832 Bab 20

. Ovarium, sebagai organ reproduksi primer wanira, me- wa tidak ada oosit atau folikel baru yang muncul setelah lahir, folikel yang sudah ada di ovarium saat lahir berfungsi sebagailakukan fungsi ganda menghasilkan ovum (oogenesis) dan reservoar yang men jadi asal bagi semua ovum sepanjang masamengeluarkan hormon seks wanita, estrogen dan progesteron.Hormon-hormon ini bekerja sama untuk mendorong ferti- subur wanita yang bersangkuran. Namun, para peneliti baru-lisasi ovum dan mempersiapkan sistem reproduksi wanita baru ini menemukan, paling tidak pada mencit, bahwa oosituntuk kehamilan. Estrogen pada wanita mengatur banyak dan folikel baru dapat diproduksi setelah lahir dari sel puncafungsi serupa dengan yang dilakukan oleh testosteron pada ovarium, yang sebelumnya tidak diketahui mampu meng-pria, misalnya pematangan dan pemeliharaan keseluruhan hasilkan sel germinativum primordial atau oogonia. Meski-sistem reproduksi wanita dan membentuk karakteristik seks pun pada manusia mungkin terdapat sel punca penghasilsekunder wanita. Secara umum, kerja estrogen penting pada ovum namun cadangan folikel tersebut secara bertahap me-proses-proses prakonsepsi. Estrogen penting bagi pematang- nyusut akibat proses-proses yang \"menghabiskan\" folikelan dan pembebasan ovum, pembentukan karakteristik fisikyang menarik secara seksual bagi pria, dan transpor sperma yang berisi oosit.dari vagina ke tempat pembuahan di tuba uterina. Selain itu,estrogen ikut berperan dalam perkembangan payudara dalam Reservoar folikel primer tersebut perlahan menghasil-antisipasi menyusui. Steroid ovarium lainnya, progesteron, kan folikel yang sedang berkembang secara terus-menerus.penting dalam mempersiapkan lingkungan yang sesuai untuk Sekali terbentuk, folikel ditakdirkan mengalami satu darimemelihara mudigah/janin serta berperan dalam kemam- dua nasib: mencapai kematangan dan berovulasi, atau ber-puan payudara untuk menghasilkan susu. degenerasi untuk membentuk jaringan parut, suatu proses yang dikenal sebagai atresia. Sampai masa pubertas, semua Seperti pada pria, kemampuan reproduksi dimulai saat folikel yang mulai berkembang mengalami atresia padapubertas pada wanita, tetapi tidak seperti pada pria, yang tahap-tahap awal tanpa pernah berovulasi. Bahkan selamamemiliki potensi reproduksi seumur hidupnya, potensi re-produksi wanita terhenti selama usia pertengahan saat meno- beberapa tahun pertama pubertas, banyak dari siklus bersifatpause. anovulatorik (yaitu tanpa pembebasan ovum). Dari ca- dangan total folikel, hanya sekitar 400 akan matang danI Tahap-tahap gametogenesis sama di kedua jenis mengeluarkan ovum; 99,980/o tidak pernah berovulasi dankelamin, tetapi waktu dan hasil akhirnya sangat mengalami atresia pada suatu tahap perkembangannya. Saatberbeda. menopause, yang rerata terjadi pada usia 5O-an awal, hanyaOogenesis sangat berbeda dari spermatogenesis dalam be- beberapa folikel primer yang tersisa yang tidak pernah ber-berapa aspek penting, meskipun tahap-tahap identik replikasidan pembelahan kromosom berlangsung selama produksi ovulasi atau mengalami atresia. Sejak tahap ini, kapasitasgamet pada kedua jenis kelamin. Sel germinativum primor-dial yang belum berdiferensiasi di ovarium janin, oogonia teproduksi wanita yang bersangkutan berhenti.(sebanding dengan spermatogonia), membelah secara mirotisuntuk menghasilkan 6 juta sampai 7 juta oogonia pada bulan Potensial gamer yang terbatas pada wanita ini sangatkelima gestasi, saat proliferasi mitotik terhenti. berbeda dari proses spermatogenesis pada pria yang terus-PEMBENTUKAN OOSIT PRIMER DAN FOLIKEL menerus dan berpotensi menghasilkan beberapa ratus jutaPRIMER sperma dalam sehari. Selain itu, dibandingkan denganSelama bagian terakhir kehidupan janin, oogonia memulai spermatogenesis, pada oogenesis banyak terjadi pemborosantahap-tahap awal pembelahan meiotik pertama tetapi tidak kromosom, seperri yang akan kita lihat.menuntaskannya. Oogonia tersebut, yang kini dikenal se-bagai oosit primer, mengandung jumlah diploid 46 kro- PEMBENTUKAN OOSIT SEKUNDER DAN FOLIKELmosom replikasi, yang dikumpulkan ke dalam pasangan- SEKUNDERpasangan homolog tetapi tidak memisah. Oosit primer tetapberada dalam keadaan rneiotic anest ini selama bertahun- Oosit primer di dalam folikel primer masih merupakan suatutahun sampai sel ini dipersiapkan untuk ovulasi. sel diploid yang mengandung46 kromosom ganda. Dari pu- Sebelum lahir, setiap oosit primer dikelilingi oleh satulapisan sel granulosa. Bersama-sama, satu oosit dan sel-sel bertas sampai menopause, sebagian dari kumpulan folikel inigranulosa di sekitarnya membentuk folikel primer. Oosityang tidak membentuk folikel kemudian mengalami ke- mulai berkembang menjadi folikel sekunder (antrum) secararusakan melalui proses apoptosis (lihat h. 132). Saat lahir sik.lis. Belum diketahui mekanisme a^kpaan yang menentukanhanya sekitar 2 juta folikel primer yang tersisa, masing- folikel mana dari reservoar tersebut berkembang padamasing mengandung satu oosit primer yang mampu meng- suatu siklus. Pembentukan folikel sekunder ditandai olehhasilkan satu ovum. Pandangan tradisional menyatakan bah- pertumbuhan oosit primer dan oleh ekspansi serta diferen- siasi lapisan-iapisan sel sekitar. Oosit membesar sekitar seribu kali lipat. Pembesaran oosit ini disebabkan oleh penimbunan bahan sitoplasma yang akan dibutuhkan oleh mudigah. Tepat sebelum ovulasi, oosit primer, yang nukleusnya mengalami meiotic arrest (penghentian proses meiosis) selama bertahun-tahun, menyelesaikan pembelahan meiotik per- tamanya. Pembelahan ini menghasilkan dua sel anak, masing- masing menerima set haploid 23 kromosom ganda, analog dengan pembentukan spermatosit sekunder (Gambar 20-13). Namun, hampir semua sitoplasma retap berada di salah satu sel anak, yang sekarang dinamai oosit sekunder dan di-834 Bab 20

takdirkan untuk menjadi ovum. Kromosom sel anak yang kromosom ayah dari sperma yang masuk untuk menuntas-lain bersama dengan sedikit sitoplasmanya membentuk ba- kan pembuahan. Jika badan polar pertama belum berde-dan polar pertama. Dengan cara ini, calon ovum kehilangan generasi maka sel ini juga mengalami pembelahan meiotikseparuh kromosomnya untuk membentuk gamet haploid kedua pada saat yang sama ketika oosit sekunder yang di-tetapi mempertahankan sitoplasma yang kaya nutrien. Badan buahi membagi kromosomnya.polar yang kekurangan sitoplasma tersebut segera mengalami PERBANDI NGAN LANG KAH-LANGKAH DALAMdegenerasi. OOGENESIS DAN SPERMATOGENESISPEMBENTUKAN OVUM MATANG Tfiap-tahap yang terjadi dalam distribusi i<romosom selama oogenesis analog dengan yang terjadi pada spermatogenesis,Sebenarnya oosit sekunderlah, bukan ovum marang, yang di- kecuali bahwa distribusi sitoplasma dan rentang waktu pe- nyelesaiannya sangar berbeda. Seperti halnya pembentukanovulasikan dan dibuahi, tetapi telah menjadi kebiasaan untuk empat spermatid haploid oleh setiap spermatosit primer, se- tiap oosit primer (jika badan polar pertama tidak mengalamimenyebut gamet wanita yang sedang terbentuk sebagai ouum degenerasi sebelum menuntaskan pembelahan meiotik ke- duanya) juga menghasilkan empat sel anak haploid. Dalambahkan dalam stadium oosit primer dan sekunder. Masuknya spermatogenesis, masing-masing sel anak berkembang men- jadi spermatozoa moril yang sangar khusus dan tidak dibe-sperma ke dalam oosit sekunder dibutuhkan untuk memicu bani oleh sitoplasma dan organel yang tidak esensial serta semata-mata bertugas memberikan separuh gen ke individupembelahan meiotik kedua. Oosit sekunder yang tidak di- baru. Namun, dalam oogenesis, dari keempat sel anak hanyabuahi tidak pernah menyelesaikan pembelahan final ini.Selama pembelahan ini, separuh set kromosom bersamadengan sedikit sitoplasma dikeluarkan sebagai badan polarkedua. Separuh set lainnya (23 kromosom tak berpasangan)tetap tertinggal dalam dinamai ovum ma-tang. Dua puluh tiga k^rpoamyoasnogmsekibaurainngi menyatu dengan 23Stadium Kromosom di masing-masing sel oosonia @ 46 Iumah diploid; untai tunggal) (Terhenti @ @ @ @ @ @ @ @ @ @ @ @ @ @ @ @ pada pem- 46 belahan (jumlah diploid; meiotik untai ganda) pertama) Setelah pubertas, satu oosrt primer mencapai ffi oosit primer 46 kematangan dan diovulasrkan sekitar sekali (jumlah diploid; sebulan sampai terjadi menopause Lw./ yans diperbesar untai ganda)_*1t (Pembelahan meiotik pertama selesai tepat sebelum ovulasi) ABadan polar Oosit 23 sekunder (jumlah haploid; pertama untai ganda) 23 fiumlah haploid; untai tunggal) dari ovum plus 23 fiumlah haploid; untai tunggal) dari sperma untuk menghasilkan ovum diploid yang telah dibuahi dengan 46 kromosomGambar 20-13Oogenesis. Bandingkan dengan Gambar 20-8, h. 823, spermatogenesis. Sistem Reproduksi 835

satu yang ditakdirkan menjadi or'um yang menerima sito- nyimpanan bahan oleh oosit primer untuk digunakan jikaplasma. Distribusi sitoplasma yang ddak merata ini penting dibuahi, terjadi perubahan-perubahan penting di sel-sel yangkarena ovum, selain menyumbang separuh gen, juga menye- mengelilingi oosit dalam persiapan untuk pembebasan seldiakan semua komponen sitoplasma yang dibutuhkan untuk telur dari ovarium (Gambar 20-l4a).menunjang perkemban$an awal ovum yang telah dibuahi. PROLIFERASI SEL GRANULOSA DANOvum yang besar dan relatif belum berdiferensiasi ini PEMBENTUKAN ZONA PELUSIDAmengandung banyak nutrien, organel, serta protein struktu- Pertama, satu lapisan sel granulosa pada folikel primer ber-ral dan enzimatik. Ketiga sel anak lainnya yang kekurangan proliferasi untuk membentuk beberapa lapisan yang menge-sitoplasma, atau badan polar, cepat berdegenerasi dan kromo- lilingi oosit. Sel-sel granulosa ini mengeluarkan \"kulit\" kentalsomnya menjadi tersia-siakan. mirip gel yang membungkus oosit dan memisahkannya dari sel granulosa sekitar. Membran penyekat ini dikenal sebagai Perhatikan juga perbedaan besar dalam waktu untuk zona pelusida.menyelesaikan spermatogenesis dan oogenesis. Diperlukanwaktu sekitar dua bulan bagi spermatogonia untuk berkem- Para ilmuwan baru-baru ini menemukan adanya tautbang menjadi spermatozoa sempurna. Sebaliknya, perkem-bangan oogonia (terdapat sebelum lahir) menjadi ovum ma- celah yang menembus zona pelusida dan terbentang anraratang memerlukan wakru antara 11 tahun (permulaan ovulasipada awal pubenas) hingga 50 tahun (akhir omlasi pada oosit dan sel-sel granulosa sekitar di folikel yang sedangpermulaan menopause). Panjang sebenarnya dari tahap-tahap aktif meiosis pada pria dan wanita sama, tetapi pada berkembang. Ion dan molekul kecil dapat melewati saluranwanita sel telur mengalami penghentian meiotik untukwaktu yang berbeda-beda. penghubung ini. Ingatlah bahwa taut celah antara sel-sel CATAIAN KLINIS. Semakin tuanya usia ovum yang peka rangsang memungkinkan penyebaran potensial aksidibebaskan oleh wanita pada usia akhir 30-an dan 40-an dari satu sel ke sel berikutnya sewaktu ion-ion mengalirdiperkirakan berperan menyebabkan peningkatan insidenskelainan genetik, misalnya sindrom Down, pada anak yang melalui saluran-saluran penghubung ini (lihat h. 66). Sel-sellahir dari ibu dalam kisaran usia tersebut. di folikel yang sedang berkembang bukan sel peka rangsang sehingga taut celah di sini memiliki fungsi di luar penyalurI Siklus ovarium terdiri dari fase folikular dan aktivitas listrik. Glukosa, asam amino, dan molekul pentingluteal yang bergantian. lain disampaikan ke oosit dari sel granulosa melalui saluran-Setelah pubertas dimulai, ovarium secara terus-menerus saluran ini, memungkinkan sel telur menumpuk bahan,mengalami dua fase secara bergantian: fase folikular, yang bahan nutrien penting ini. Molekul-molekul pembawadidominasi oleh keberadaan folihel matang; dan fase luteal,yang ditandai oleh adanya korpus luteum (akan segera di- sinyal juga dapat melewati saluran ini dalam kedua arahnyauraikan). Dalam keadaan normal siklus ini hanya terinterup- sehingga perubahan-perubahan yang terjadi di oosit dan sel-si jika terjadi kehamilan dan akhirnya berakhir pada meno-pause. Siklus ovarium rerata berlangsung 28 hari, tetapi hal sel sekitar dapat dikoordinasikan selagi keduanya mengalamiini bervariasi di antara wanita dan di antara siklus pada wa- pematangan dan bersiap untuk ovulasi.nita yang sama. Folikel bekerja pada paruh pertama siklusuntuk menghasilkan telur matang yang siap untuk berovulasi PROLIFERASI SEL TEKA; SEKRESI ESTROGENpada pertengahan siklus. Korpus luteum mengambil alihselama paruh terakhir siklus untuk mempersiapkan saluran Pada saat yang sama ketika oosit sedang membesar dan sel-reproduksi wanita untuk kehamilan jika terjadi pembuahan sel granulosa berproliferasi, sel-sel jaringan ikat ovarium khu- sus yang berkontak dengan sel granulosa berproliferasi dantelur yang dibebaskan tersebut. berdiferensiasi membentuk suatu lapisan luar sel teka. Sel teka dan sel granulosa, yang secara kolektif dinamai selI Fase folikular ditandai oleh pembentukan folikel folikel, berfungsi sebagai satu kesaruan untuk mengeluarkan estrogen. Dari tiga estrogen yang penting secara faafi-estra-matang. diol, esnon, dan estriol-estradiol adalah estrogen ovarium utama.Setiap saat selama siklus, sebagian dari folikel-folikel primermulai berkembang. Namun, hanya folikel yang melakukan- PEMBENTUKAN ANTRUMnya selama fase folikular, saat lingkungan hormonal tepatuntuk mendorong pematang nnya, yang berlanjut melewati Lingkungan hormon pada fase folikular mendorong terjadi-tahap-tahap awal perkembangan. Folikel yang lain, karena nya pembesaran dan pengembangan kemampuan sekresi sel-tidak mendapat bantuan hormon, mengalami atresia. Selama sel folikel, mengubah folikel primer menjadi folikel sekun-pembentukan folikel, seiring dengan pembentukan dan pe- der, atau folikel zrntrum, yang mampu mengeluarkan estrogen. Selama tahap perkembangan folikel ini, terbentuk suatu rongga berisi cairan, antrum, di bagian tengah sel-sel granulosa (Gambar 20-l4a dan 20-15). Cairan folikel se- bagian berasal dari transudasi (mengalir melalui pori kapiler) plasma dan sebagian dari sekresi sel folikel. Sewaktu sel foli- kel mulai mengeluarkan estrogen, sebagian dari hormon ini disekresikan ke dalam darah untuk disebarkan ke seluruh836 Bab 20

Zona Folikel primer pelusida (40 pm) F Folikel sekunderDiferensiasi Folikeljaringan ikat pnmerovarium sekitar Satu lapisan sel granulosameniadi sel teka /- ( Awal Folikel sekunder pembentukan antrum , ftyeanrbgesnetduakn,'€F-gi..**,:#tr,',u, ,\".-'_.*I-'.'#...\".1#.d,i.ofu KorPus , luteum r'-rii.:ri .- f \ \,.,.*t'''\"'*':s:-:'i--':r-1$\"i.l\"];:'\"':- ## dt,'\ tO \". \ \,.r ,r.-:,i,r;.,. Sel teka '\".:::':\" r't' ,,t''i\ Sel granulosa _--,,Iri1r:\"i, f\"i\..///$ ii ., l:.g,...r .ui., ,,.1r..r..,r. Korpus luteum o# a d 1 \":t yang berdegenerasi i, i I ii (d) E &r' ' ::: 'i: rl # i. ,t Ovum s-Y-ea'nklg*ud\"ni\"dk\"ee'l'ru)ark' an\". :'l \" J# (oosit Ovum fi (oosit primer) \"\"lIl.-..--- Korona , , i,r'# ,*PT:::, .i,i -Korroandaiatas I ,''\'jn;::\"sKeodrpaunsglu.'tte-u' rg :. I terbentuk \ + (a) (b) (c)Gambar 20-14Pembentukan folikel, ovulasi, serta pembentukan dan degenerasi korpus luteum. (a) Stadium-stadium dalam perkembanganfolikel dari folikel primer hingga folikel matang. (b) Pecahnya folikel matang dan pelepasan sebuah ovum looiit sekundel saatovulasi. (c) Pembentukan korpus luteum dari sel-sel folikel lama setelah ovulasi. (d) Degenerasi korpus luteum jika ovum yangdibebaskan tidak dibuahi. (e) Ovarium (ukuran sebenarnya), yang memperlihatkan perkembangan sebuah foli-kel, ovulasi sertapembentukan dan degenerasi korpus luteum.tubuh. Namun, sebagian dari estrogen ini terkumpul di babkan oleh pembesaran dramatik antrum. Seiring dengan tumbuhnya folikel, produksi estrogen juga meningkat.cairan antrum yang kaya hormon. PEMBENTUKAN FOLIKEL MATANG Oosit telah mencapai ukuran penuh saat antrum mulai Salah satu folikel biasanya tumbuh lebih cepat daripada yangterbentuk. Perubahan ke folikel anrrum ini memicu suatu lain, berkembang menjadi folikel matang (praovulasi, ter- sier, atau Graafl dalam waktu sekitar 14 hari setelah di-periode pertumbuhan folikel yang cepat. Selama periode ini, mulainya pembentukan folikel. Pada folikel matang, anrrumgaris tengah folikel meningkat, kurang dari I mm menjadi l2sampai 16 mm sesaar sebelum ovulasi. Sebagian dari per-tumbuhan folikel ini disebabkan oleh proliferasi berkelan-jutan sel granulosa dan sel teka, tetapi sebagian besar dise- Sistem Reproduksi 837

Antrum ovum yang dibuahi yang membelah sempurna pada awalSel teka masa perkembangannya menjadi dua mudigah yang secara genetis identik.Ovum(oosit Pecahnya folikel saat ovulasi menandakan berakhirnyaprimer)Sel E fase folikular dan dimulainva fase luteal.granulosa lt o Ic6o to Fase luteal ditandai oleh keberadaan korpus o o luteum. L o!coo Folikel yang pecah yang rertinggal di ovarium setelah menge\" Go luarkan ovum segera mengalami perubahan. Sel-sel granulgsa L dan sel teka yang tertinggal di sisa folikel mula-mula kolaps o ke dalam ruang antrum yang kosong dan telah terisi sebagian oleh bekuan darah. ,EPSETMRBOEGNETUNKDAANN KORPUS LUTEUM: SEKRESI PROGESTERONGambar 20-15 Sel-sel folikel lama ini segera mengalami transformasi struk-Foto iiikqrskop elektron memperl ihatkan sebuah I olikel,...' tural drastis untuk membentuk korpus luteum, suaru proses yang dinamai luteinisasi (Gambar 20-l4c dan e). Sel-selsekunder ylngqedan g terbentu k folikel yang berubah menjadi sel luteal ini membesar dan berubah menjadi jaringan yang sangat aktif menghasilkanrnenempati sebagian besar ruang. Oosit, yang dikelilingi oleh hormon steroid. Banyaknya simpanan kolesterol, molekulzona pelusida dan satu lapisan sel granulosa, tergeser asime- prekursor steroid, dalam butir-butir lemak di dalam korpustris ke salah satu sisi folikel, dalam suatu gundukan kecil yang luteum menyebabkan jaringan ini tampak kekuningan se-menonjol ke dalam antrum. hingga dinamai demikian (korpus artinya \"badan'; luteum artinya \"kuning\").OVULASI Korpus luteum mengalami vaskularisasi hebat seiringFolikel matang yang telah sangat membesar ini menonjol dengan masuknya pembuluh-pembuluh darah dari daerahdari permukaan ovarium, menciptakan suatu daerah tipis teka ke daerah granulosa yang mengalami luteinisasi. Per-yang kemudian pecah untuk membebaskan oosit saat orrr-lasi. Pecahnya folikel ditandai oleh pelepasan enzim-enzim ubahan-perubahan ini sesuai untuk fungsi korpus luteum:dari sel folikel untuk mencerna jaringan ikat di dinding mengeluarkan banyak progesteron dan sedikit estrogen kefolikel. Karena itu dinding yang menonjol tersebut melemah dalam darah, Sekresi esrrogen pada fase folikular diikuti olehsehingga semakin menonjol hingga ke tahap di mana dindingtersebut tidak lagi mampu menahan isi folikel yang cepar sekresi progesteron pada fase luteal penring untuk memper-membesar. siapkan uterus untuk implantasi ovum yang dibuahi. Korpus luteum berfungsi penuh dalam empat hari setelah ovulasi, Tepat sebelum ovulasi, oosit menyelesaikan pembelahan tetapi struktur ini terus membesar selama empat sampai limameiotik pertamanya. Ovum (oosit sekunder), masih dikeli- hari berikutnya.lingi oleh zona pelusida yang lekat dan sel-sel granulosa (kinidinamai korona radiata, yang berarti \"mahkota memancar\"), DEGENERASI KORPUS LUTEUMtersapu keluar folikel yang pecah ke dalam rongga abdomenoleh cairan antrum yang bocor (Gambar 20-14b). Ovum Jika ovum yang dibebaskan tidak dibuahi dan ddak terjadi impiantasi maka korpus luteum akan berdegenerasi dalamyang dibebaskan ini cepat tertarik ke dalam tuba uterina, waktu sekitar 14 hari setelah pembentukannya (Gambar 20- 14d). Sel-sel luteal berdegenerasi dan difagositosis, vaskula-tempat fertilisasi dapat terjadi. risasi berkurang, dan jaringan ikat segera masuk untuk mem- Folikel-folikel lain yang sedang berkembang namun ga- bentuk massa jaringan fibrosa yang dikenal sebagai korpus albikans (\"badan putih'). Fase luteal kini usai, dan satu si-gal mencapai kematangan dan berovulasi kemudian meng- klus ovarium telah selesai. Suatu gelombang baru pemben-alami degenerasi dan tidak pernah menjadi aktif kembali. tukan folikel, yang dimulai ketika degenerasi korpus luteumKadang-kadang dua (atau mungkin lebih) folikel mencapai selesai, menandai dimulainya fase folikular baru.kematangan dan berovulasi hampir secara bersamaan. Jikakeduanya dibuahi maka dihasilkan kembar saudara (fater- KORPUS LUTEUM KEHAMILANnal twins). Karena kembar saudara berasal dari ovum yangberbeda dan dibuahi oleh sperma yang berbeda maka mereka Jika pembuahan dan implantasi terjadi maka korpus luteumsama seperti saudara kandung namun dengan tanggal lahir terus tumbuh serta meningkatkan produksi progesteron danyang sama. Kembar identik, sebaliknya, berasal dari satu estrogennya. Struktur ovarium ini, yang sekarang dinamai838 Bab 20

korpus luteum kehamilan, menetap sampai kehamilan ber- menjadi estrogen memerlukan sejumlah langkah berurutan,akhir. Struktur ini menghasilkan hormon-hormon yang esen-sial untuk mempertahankan kehamilan sampai plasenta yang dengan yang terakhir berupa konversi androgen menjadi es- trogen (lihat Gambar 4-23,h. 126). Sel-sel teka cepat meng-kemudian terbentuk mengambil alih fungsi penting ini. hasilkan androgen tetapi kurang kemampuannya untukAnda akan mempelajari'lebih lanjut peran struktur-strukturini kemudian. mengubah androgen ini menjadi estrogen. Sel granulosa,I Siklus ovarium diatur oleh interaksi hormon sebaliknya, mengandung enzim aromarase sehingga dapatyang kompleks. dengan mudah mengubah androgen menjadi estrogen, tetapi sel ini tidak dapat membentuk androgen. LH bekerja pada selOvarium memiliki dua unit endokrin yang berkaitan: folikel teka untuk merangsang produksi androgen, sementara FSHpenghasil esffogen selama paruh pertama siklus dan korpusluteum, yang menghasilkan progesteron dan estrogen selama bekerja pada sel granulosa untuk meningkatkan konversiparuh terakhir siklus. Unit-unit ini secara berurutan dipicuoleh hubungan hormonal siklik kompleks antara hipotala- androgen teka (yang berdifusi ke dalam sel granulosa dari selmus, hipofisis anterior, dan kedua unit endokrin ovarium teka) menjadi esrrogen. Karena kadar basal FSH yang rendahini. fi sudah memadai untuk mendorong konversi akhir menjadi Seperti pada pria, fungsi gonad pada wanita dikontrol estrogen ini, maka laju sekresi estrogen oleh folikel teruramasecara langsung oleh hormon-hormon gonadotropik hipofi sisanterior, yaitu follicle+timulating hormone (FSH) dan lutei- bergantung pada kadar LH dalam darah, yang terus me-nizing hormone (LH). Kedua hormon ini, sebaliknya, diatur ningkat selama fase folikular X. Selain itu, seiring denganoleh gonadotropin-releasing hormone (GnRH) hipotalamusserta efek umpan balik hormon-hormon gonad. Namun, semakin tumbuhnya folikel, lebih banyak estrogen dipro-tidak seperti pada pria, kontrol gonad wanita diperumit oleh duksi karena sel folikel penghasil estrogen bertambah.sifat fungsi ovarium yang siklik. Sebagai conroh, efek FSHdan LH pada ovarium bergantung pada stadium sildus ova- Sebagian dari estrogen yang dihasilkan oleh folikel yangrium. Selain itu, estrogen menimbulkan efek umpan balik sedang tumbuh dikeluarkan ke dalam darah dan merupakannegatif selama paruh tertentu siklus dan efek umpan balikpositif pada paruh siklus lainnya, bergantung pada konsen- penyebab terus meningkatnya kadar estrogen plasma selamatrasi estrogen. Juga berbeda dari pria, FSH tidak semata-mata bertanggung jawab untuk gametogenesis, demikian fase folikular ti. Estrogen sisanya tetap berada di dalam foli- kel, ikut membentuk cairan antrum dan merangsang pro-juga LH tidak hanya menentukan sekresi hormon gonad. liferasi lebih lanjut sel granulosa (Gambar 20-17).Kita akan membahas kontrol fungsi folikel, ovulasi, dan kor- Estrogen yang dikeluarkan, selain bekerja pada jaringanpus luteum secara terpisah, dengan menggunakan Gambar20-16 sebagai cara untuk memadukan berbagai aktivitas spesifik seks misalnya uterus, menghambat hipotalamus danyang berlangsung sepanjang siklus. Untuk mempermudah hipofisis anterior secara umpan balik negatif (Gambar 20-pengorelasian antara gambar yang tampak \"sulit\" ini dengan 18). Kadar estrogen yang meningkat sedang dan menandai fase folikular bekerja secara langsung pada hipotalamus un-penjelasan teks siklus kompleks ini yang menyertainya, tuk menghambat sekresi GnRH sehingga pelepasan FSH danangka-angka dalam lingkaran di gambar dan penjelasannya LH dari hipoftsis anrerior yang dipicu oleh GnRH tertekan.bersesuaian dengan angka-angka dalam lingkaran di teks. Namun, efek primer esrrogen adalah langsung pada hipofisis itu sendiri. Estrogen menurunkan kepekaan sel yang meng-KONTROL FUNGSI FOLIKEL hasilkan hormon-hormon gonadotropik, khususnya sel peng- hasil FSH, terhadap GnRH.Kita mulai dengan fase folikular siklus ovarium *. Faktor- Perbedaan kepekaan sel-sel penghasil FSH dan LH yangfaktor yang memulai pembentukan folikel masih belum di- diinduksi oleh estrogen berperan, paling tidak sebagian, da-pahami. Thhap-tahap awal pertumbuhan folikel pra-anrrum lam menyebabkan kadar FSH plasma, tidak seperti konsen-dan pematangan oosit tidak memerlukan rangsangan gona-dotropik. Namun diperlukan dukungan hormon untuk pem- trasi LH plasma, rurun selama fase folikular ketika kadar estrogen naik 6. Faktor penunjang lain yang menyebabkanbentukan antrum, perkembangan folikel i, dan sekresi estro-gen 3. Estrogen, FSH 4, dan LH g; semuanya dibutuhkan. turunnya FSH selama fase folikular adalah sekresi inhibia oleh sel-sel folikel. Inhibin terutama menghambat sekresiPembentukan antrum diinduksi oleh FSH. Baik FSH mau- FSH dengan bekerja pada sel hipofisis anterioq seperti yangpun estrogen merangsang proliferasi sel-sel granulosa. FSH terjadi pada pria. Penurunan sekresi FSH menyebabkandan LH diperlukan untuk sintesis dan sekresi estrogen oleh atresia semua folikel yang sedang berkembang kecuali satu yang paling matang.folikel, tetapi kedua hormon ini bekerja pada sel yang ber- Berbeda dari FSH, sekresi LH terus meningkat perlahanbeda dan pada tahap yang berbeda dalam jalur pembentukanestrogen (Gambar 20-17). Baik sel granulosa maupun sel selama fase folikular 7 meskipun terdapat inhibisi sekresiteka ikut serta dalam produksi esrrogen. Perubahan kolesterol GnRH (dan karenanya, secara tak langsung terhadap LH). Hal yang tampaknya paradoks ini disebabkan oleh kenyataan bahwa estrogen saja tidak dapat secara penuh menekan sekresi LH tonik (kadar rendah, rerus-menerus); untuk menghambat secara toral sekresi tonik LH maka diperlukan baik estrogen maupun progesreron. Karena progesteron be- lum muncul sampai fase luteal siklus maka kadar basal LH dalam darah secara perlahan meningkat'selama fase folikular di bawah inhibisi tak sempurna esrrogen. Sistem Reproduksi 839

Konsentrasi hormon Ovarium Ovulasi Pembentukan Degenerasi korpus luteum korpus luteum + oPembentukan folikel @ @ fi+ r#,. ,i.*j ,,,_*.f J4il\"F to .ii{ *i/'.r , _! t.-,...j\"\"ef.*.. r. 1\" ) I %-# {t .'; I..'.-jl in r-i ,l'l \"*tt..i; tr,,,, l,'. ts +i',.i.*',;l' (ketebalan endometrium)Fase ase haid Fase Fase sekretorik, Faseuterus oroliferasi atau progestasional haid @ baru @Fase Fase folikular Ovulasi Fase luteal Faseovarium o @ @ folikular o2llt tltl lltt ltlltt tltltttl baru O 4b 8 10 12 14 16 18 20 22 24 lrlt 26282 Hari siklusKONTROL OVULASI 1. Hal ini menghentikan sintesis esrrogen oleh sel folikel ${.Ovulasi dan selanjutnya luteinisasi folikel yang pecah dipicu 2. Hal ini memulai kembali meiosis di oosit folikel yangoleh peningkatan sekresi LH yang mendadak dan besar $. sedang berkembang, tampaknya dengan menghambatLonjakan LH ini menyebabkan empat perubahan besar pelepasan suatx oo cJrte maturation- inhi b iting s ub stancedalam folikel:840 Bab 20

Gambar 20-16Korelasi antara kadar hormon dan perubahan siklik ovarium dan uterus. Selama fase folikular (paruh pertama siklus ovarium lil;folikel ovarium 3 mengeluarkan estrogen 3 di bawah pengaruh FSH *, LH 5. dan estrogen 3 itu sendiri. peningkatan sedangkadar estrogen (1) menghambat sekresi FSH, yang menurun selama bagian terakhir fase folikular 6, dan (2) menekan secara tJksempurna sekresi tonik !H, yang terus meningkat sepanjang fase folikular 7. Ketika produksi estrogen folikel mencapaipuncaknya 8, kadar estrogen yang tinggi ini memicu lonjakan sekresi LH pada pertengahan siklus g. Lonjakan LH inimenyebabkan ovulasi folikel matang S0. Sekresi estrogen merosot ?1 ketika folikel mengalami kematian saat ovulasi. Sel-sel folikel lamaberubahmenjadi korpusluteum 12,yangmengeluarkanprogesteron llssertaestrogen ii*selamafaseluteal paruhterakhirsiklusovarium {5. ProgesteronmenghambatdengankuatFSH.i..6danLH.lT,yangterusmenurunsepanjang fase luteal. Korpus luteum berdegenerasi $6 dalam waktu sekitar dua minggu jika ovum yang dibebaskan tidakdibuahi dan terimplantasi di uterus. Kadar progesteron 119 dan estrogen & turun tajam ketika korpus luteum berdegenerasi,sehingga pengaruh inhibitorik pada FSH dan LH lenyap. Sewaktu kedua hormon hipofisis anterior ini mulai kembali meningkat*$, 8* akibat tidak adanya inhibisi, perkembangan kelompok baru folikel-folikel kembali dimulai seiring dengan masuknyjfasefolikular pada 9, & Fase-fase uterus yang bersamaan mencerminkan pengaruh hormon-hormon ovarium pada uterus. Pada awal fase folikular;lapisan endometrium yang banyak mengandung pembuluh darah dan kaya nutrien terlepas (fase haid uterus) 9?. pelepasan initerjadi karena terhentinya pengaruh estrogen dan progesteron *,$, Xl ketika korpus luteum berdegenerasi pada akhir faseluteal 3lS. Pada akhir fase folikular; peningkatan kadar estrogen S menyebabkan endometrium menebal (faie proliferasi uterus)**. Setelah ovulasi 1ffi, progesteron dari korpus luteum {3 menimbulkan perubahan-perubahan vaskular dan sekretorik padaendometrium yang telah dipersiapkan oleh estrogen untuk menghasilkan lingkungan yang sesuai untuk implantasi (fasesekretorik, atau progestasional uterus) AS. Jika korpus luteum berdegenerasi 13, maka fase folikular uterus baru l!, & dan fasehaid uterus ti3 kembali dimulai. yang dihasilkan oleh sel granulosa. Bahan ini dipercayai talamus untuk meningkatkan GnRH sehingga sekresi LH berperan menghentikan meiosis di oosit primer setelah dan FSH meningkat. Hal ini juga secara langsung bekerja pada hipoftsis anterior untuk secara spesifik meningkatkan oosit ini terbungkus oleh sel-sel granulosa di ovarium kepekaan sel penghasil LH terhadap GnRH. Efek yang janin. terakhir ini berperan dalam Ionjakan sekresi LH yangjauh3. Hal ini memicu pembentukan prostaglandin kerja lokal, lebih besar daripada peningkatan sekresi FSH pada per- tengahan siklus 9. Sekresi inhibin yang berlanjut oieh sel yang memicu ovulasi dengan mendorong perubahan folikel juga cenderung iebih menghambat sel penghasil FSH, vaskular yang menyebabkan pembengkakan cepat foli- menahan kadar FSH untuk tidak naik setinggi kadar LH. kel sembari menginduksi digesti enzimatik dinding Beium diketahui apa peran peningkatan sedang FSH pada folikel. Bersama-sama, berbagai efek ini menyebabkan pecahnya dinding yang menutupi tonjolan folikel ;!lS. pertengahan siklus yang menyertai lonjakan LH. Karena4. Hal ini menyebabkan diferensiasi sel folikel menjadi sel hanya folikel marang praovulasi, bukan folikel pad.a tahap awal perkembangan, yang dapat mengeluarkan estrogen da- luteal. Karena lonjakan LH memicu ovulasi dan lutei- lam jumlah banyak sehingga dapat memicu lonjakan LH, maka ovulasi baru terjadi sampai folikel mencapai ukuran nisasi, maka pembentukan korpus luteum secara oto- dan kematangan yang sesuai. Karena itu, dapat dikatakan bahwa folikel \"memberi tahu\" hipotalamus kapan ia siap matis mengikuti ovulasi J:!. Karena itu, lonjakan sekresi dirangsang untuk berovulasi. Lonjakan LH berlangsung se- lama sekitar sehari pada pertengahan siklus, tepat sebelum LH di pertengahan siklus merupakan titik dramatik ovulasi. dalam siklus; hal ini mengakhiri fase folikular dan me- mulai fase luteal $*. KONTROL KORPUS LUTEUM Dua cara sekresi LH yang berbeda-sekresi tonik LH 7 LH \"memelihard' korpus luteum; yaitu, setelah memicuyang menyebabkan sekresi hormon ovarium dan lonjakan pembentukan korpus lureum, LH merangsang sekresi ber- kelanjutan hormon steroid oleh struktur ovarium ini. DiLH $ yang menyebabkan ovulasi-tidak saja terjadi dalam bawah pengaruh LH, korpus luteum mengeluarkan proges-waktu yang berbeda dan menghasilkan efek berbeda pada teron :$$ dan estrogen $$, dengan progesteron merupakanovarium tetapi juga dikontrol oleh mekanisme yang berbeda. produk hormon yang paling banyak. Kadar progesteron plas-Sekresi tonik LH ditekan secara parsial F oleh efek inhibito- ma meningkat untuk perrama kali selama fase luteal. Tidakrik kadar sedang estrogen 0 selama fase folikular dan ditekan ada progesteron yang dikeluarkan selama fase folikular. Ka-total it,ff oleh peningkatan kadar progesreron selama fase lu- rena itu, fase folikular didominasi oleh estrogen dan faseteal {$,. Karena sekresi tonik LH merangsang sekresi estrogen luteal oleh progesreron.dan progesteron maka hal ini merupakan sistem kontrol Pada pertengahan siklus terjadi penurunan sesaat kadarumpan balik negatif yang tipikal. estrogen darah $$ karena folikel penghasil estrogen mati saat ovulasi. Kadar estrogen kembali naik selama fase luteal Sebaliknya, lonjakan LH dipicu oleh efeh umpan balih karena aktivitas korpus luteum, meskipun tidak mencapai kadar yang sama ketika fase folikular. Apa yang mencegahpositzf. Sementara kadar estrogen yang meningkat dan mo-derat pada awal fase folikular menghambat sekresi LH, kadarestrogen yang tinggi selama puncak sekresi estrogen padaakhir fase folikular $ merangsang sekresi LH dan memulailonjakan LH (Gambar 20-19). Karena itu, LH meningkat-kan produksi estrogen oleh folikel, dan konsentrasi estrogenyang memuncak merangsang sekresi LH. Konsentrasi estro-gen dalam plasma yang ringgi bekerja langsung pada hipo- Sistem Reproduksi 841

LH FSH *1. *1. Sel teka Sel granulosa *1. *1. (Berdifusi dari jadi)ffi.fffisesl teek|askeradanlamu'osaFGi;f (diubah (diubah men[^*;ameniadi)f ',.,6-,,'!f o- I L-0 LH merangsang sel teka di folikel ovarium. Eil;k;lI k\" dul\"r I0 Akibat stimulasi, sel teka mengubah kolesterol menjadi androgen. oaran )oo Androgen berdifusi dari sel teka ke dalam sel granulosa sekitar. tII--_-b-r;e-et-r-ra-a-d_p_a-lo FSH merangsang sel granulosa di folikel ovarium. II I di folikel Io Akibat stimulasi ini, sel granulosa mengubah androgen menjadi estrogen I Io Sebagian estrogen disekresikan ke dalam darah, tempat hormon ini I E;I;-l menimbulkan efek sistemik IIIF;i'sbetef.ue.likbulrdru.u.,hih\"1lII II membentuk I$ Senagian estrogen tetap berada di dalam folikel dan berperan dalam antrum pembentukan. antrum I$ e.trog\"n lokal, bersama dengan FSH, merangsang proliferasi sel granulosaGambar 20-17Produksi estrogen oleh folikel ovariumkadar estrogen yang lumayan tinggi selama fase luteal ini me- I Perubahan siklik uterus disebabkan olehmicu lonjakan LH lain? Progesteron. Meskipun estrogen perubahan hormon selama siklus ovarium.kadar tinggi merangsang sekresi LH namun progesteron' Fluktuasi kadar estrogen dan progesteron selama siklus ovariumyang mendominasi fase luteal, dengan kuat menghambat se-kresi LH serta sekresi FSH ,1'7, ,16 (Gambar 20-20).Inhibisi menimbulkan perubahan mencolok di uterus, menghasilkanFSH dan LH oleh progesteron mencegah pematangan folikel siklus haid, atau siklus uterus. Karena mencerminkan per-baru dan ovulasi selama fase luteal. Di bawah pengaruh ubahan hormon selama siklus ovarium maka siklus haid ber-progesteron, sistem reproduksi dipersiapkan untuk menun- langsung rerata29 hari, seperti halnya siklus ovarium, meskipunjang ovum yang baru saja dibebaskan, seandainya ovum bahkan pada orang normal dapat terjadi variasi yang cukup bermakna dari rerata ini. Manifestasi nyata perubahan siklik ditersebut dibuahi, dan bukan mempersiapkan pelepasan ovum uterus adalah perdarahan haid sekali dalam tiap siklus haidlain. Tidak ada inhibin yang disekresikan selama fase luteal. (yaitu sekali sebulan). Namun, perubahan yang relatif kurang Korpus lutem berfungsi selama rerata dua minggu jelas berlangsung sepanjang siklus, sewaktu uterus bersiap untuk implantasi seandainya ovum yang dibebaskan dibuahi, kemu-kemudian berdegenerasi jika tidak terjadi fertilisasi,lrS. Meka- dian pembersihan lapisan tersebut (haid) jika implantasi tidak terjadi, hanya untuk memulihkan dirinya dan kembali bersiapnisme yang mengatur degenerasi korpus luteum belum se- untuk onrm yang akan dibebaskan pada siklus berikutnya.penuhnya diketahui. Menurunnya kadar LH ,17, yang di-dorong oieh efek inhibitorik progesteronJ jelas berperan Kita akan secara singkat membahas pengaruh estrogen dan progesteron pada uterus dan kemudian mengulas efek-dalam degenerasi korpus luteum. Prostagiandin dan estrogen efek fluktuasi siklik hormon-hormon ini pada struktur dan fungsi uterus.yang dikeluarkan oleh sel luteal itu sendiri juga mungkin PENGARUH ESTROGEN DAN PROGESTERON PADAberperan. Matinya korpus luteum mengakhiri fase luteal dan UTERUSmenyiapkan tahap baru untuk fase folikular berikutnya. Uterus terdiri dari dua lapisan utama: rgiometrium, lapisanSewaktu korpus luteum berdegenerasi, kadar progesteron 19 otot polos luar; dan endometrium, lapisan dalam yang mengandung banyak pembuluh darah dan kelenjar. Estrogendan estrogen }0 plasma turun cepat) karena kedua hormonini tidak lagi diproduksi. Hiilangnya efek inhibisi keduahormon ini pada hipotalamus memungkinkan sekresi FSHii dan sekresi LH tonik 22 kembali meningkat moderat. Dibawah pengaruh hormon-hormon gonadotropik ini, kelom-pok baru folikel piimer 2 kembali diinduksi untuk matangseiring dengan dimulainya fase folikular baru,1.842 Bab 20

Hipotalamus HipotalamusGonadotropin-releasing hormone F*-l(GnRH).- + Hipofisis anterior Hipofisis anterior -=Sel penghasil =. Sel penghasil Sel penghasil Sel penghasil FSH LHttFSH LHllrsTH-llLHl -1. Ovarium Il.'-l.,;-ll (-;;--l Gambar 20-19 = Kontrol lonjakan LH saat ovulasi.Gambar 20-18 perjanjian, hari pertama haid dianggap sebagai permulaanKontrol umpan balik sekresi FSH dan LH tonik selama fase siklus baru. Saat ini bersamaan dengan pengakhiran fase lu- teal ovarium dan dimulainya fase folikular 23, Gambar 20-folikular. 16. Sewaktu korpus luteum berdegenerasi karena tidak ter- jadi fertilisasi dan implantasi ovum yang dibebaskan selamamerangsang pertumbuhan miometrium dan endometrium.Hormon ini juga menginduksi sintesis resepror progesteron di siklus sebelumnya :118, kadar progesteron dan estrogen darahendometrium. Karena itu, progesteron dapat berefek pada turun tajaml:1:9, ?0. Karena efek akhir progesreron dan estro-endometrium hanya setelah endometrium \"dipersiapkan' oleh gen adalah mempersiapkan endometrium untuk implantasiestrogen. Progesteron bekerja pada endometrium yang telahdipersiapkan oleh estrogen untuk mengubahnya menjadi la- ovum yang dibuahi maka terhentinya sekresi kedua hormonpisan yang ramah dan menunjang pertumbuhan o\um yangdibuahi. Di bawah pengaruh progesreron, jaringan ikat endo- ini menyebabkan lapisan dalam uterus yang kaya vaskularmetrium menjadi longgar dan edematosa akibat akumulasielektrolit dan ait memfasilitasi implantasi ovum yang dibuahi. dan nutrien ini kehilangan hormon-hormon penunjangnya.Progesteron menyiapkan endometrium lebih lanjut untuk me- Turunnya kadar hormon ovarium juga merangsangnampung mudigah dengan mendorong kelenjar endometriummengeluarkan dan menyimpan glikogen dalam jumlah besar pembebasan suatu prostaglandin uterus yang menyebabkanserta merangsang pertumbuhan besar-besaran pembuluh da-rah endometrium. Progesteron juga mengurangi kontraktilitas vasokonstriksi pembuluh-pembuluh endometrium, meng-uterus agar tercipta iingkungan yang renang untuk implantasidan pertumbuhan mudigah. hambat aliran darah ke endometrium. Penurunan penyalur- an O, yang terjadi kemudian menyebabkan kematian endo- Siklus haid terdiri dari tiga fase:fase haid, fase proliferatif, metrium, termasuk pembuluh darahnya. Perdarahan yangdan fase sehretorik, atau,progestasional. terjadi melalui kerusakan pembuluh darah ini membilasFASE HAID jaringan endometrium yang mati ke dalam lumen uterus.Fase haid adalah fase yang paling jelas, ditandai oleh penge- Sebagian besar lapisan dalam uterus terlepas selama haidluaran darah dan sisa endometrium dari vagina. Berdasarkan kecuali sebuah lapisan dalam yang tipis berupa sel epitel dan kelenjar, yang menjadi asal regenerasi endometrium. Prostag- landin uterus yang sama juga merangsang kontraksi ritmik ringan miometrium uterus. Kontraksi ini membantu menge- luarkan darah dan sisa endometrium dari rongga urerus keluar melalui vagina sebagai darah haid. Kontraksi uterus yang terlalu kuat akibat produksi berlebihan prostaglandin Sisterh Reproduksi 843

Hipotalamus pengaruh FSH dan LH, folikel-folikel yang baru berkembang telah menghasilkan cukup estrogen i}. untuk mendorong per- baikan dan pertumbuhan endometrium. Hipofisis anterior FASE PROLIFERATIF Ovarium Kemudian, darah haid berhenti, dan fase prolitFeratif siklus uterus dimulai bersamaan dengan bagian terakhir fase folikular rlll:l ovarium ketika endometrium mulai memperbaiki diri dan ber- proliferasi S$ di bawah pengaruh esuogen dari folikel-folikel yang baru berkembang. Saat aliran darah haid berhenti, yang tersisa adalah iapisan endometrium tipis dengan ketebalan ku- rang dari 1 mm. Estrogen merangsang proliferasi sel epitel, ke- lenjar, dan pembuluh darah di endometrium, meningkatkan ketebalan lapisan ini menjadi 3 sampai 5 mm. Fase proliferatif yang didominasi oleh esuogen ini berlangsung dari akhir haid hingga orulasi. Kadar puncak estrogen I memicu lonjakan LH ,9 yang menjadi penyebab ovulasi iSS. = ffi FASE SEKRETORI K ATAU PROG ESTASIONALGambar 20-20 Setelah onrlasi, ketika terbentuk korpus luteum baru,12, uterus masuk ke fase sekretorik, arau progestasional, yang bersarnaanKontrol umpan balik selama fase luteal waktunya dengan fase luteal ovarium 95, tS$. Korpus luteummenyebabkan kram haid (dismenore) yang dialami oleh se- mengeluarkan sejumlah besar progesteron *3 dan estrogen lllf.bagian wanita. Progesteron mengubah endometrium tebal yang telah diper- Pengeluaran darah rerata selama satu kali haid adalah siapkan estrogen menjadi jaringan kaya vaskular dan glikogen.50 sampai 150 ml. Darah yang merembes pelan melalui Periode ini disebut/are sehretorih, karena keienjar endometriumendometrium yang berdegenerasi membeku di dalam rongga aktif mengeluarkan glikogen, atau fase progestasional (\"sebelumuterus, kemudian diproses oleh fibrinolisin, suatu pelarut kehamilan'), merujuk kepada lapisan subur endometrium yangfibrin yang menguraikan fibrin pembentuk anyaman bekuan. mampu menopang kehidupan mudigah. Jika pembuahan danKarena itu, darah haid biasanya tidak membeku karena telah implantasi tidak terjadi maka korpus luteum berdegenerasi danmembeku di dalam uterus dan bekuan tersebut telah larut fase folikular dan fase haid baru dimulai kembali. (Untuk efeksebelum keluar vagina. Namun, jika darah mengalir derasmelalui pembuluh yang rusak maka darah menjadi kurang olahraga pada siklus ini, lihat fitur penyerta dalam boks, lrbihterpajan ke fibrinolisin sehingga jika darah haid banyak makadapat terlihat bekuan darah. Selain darah dan sisa endo- Dekat dengan Fisiologi Olahraga).metrium, darah haid mengandung banyak leukosit. Sel-sel I Fluktuasi kadar estrogen dan progesterondarah putih ini berperan penring dalam mencegah infeksi menimbulkan perubahan siklik pada mukus serviks.pada endometrium yang \"terbuka' ini. Haid biasanya berlangsung selama lima sampai tujuh Perubahan akibat pengaruh hormon juga terjadi di servik selama sildus ovarium. Di bawah pengaruh estrogen selamahari setelah degenerasi korpus luteum, bersamaan denganbagian awal fase folikular ovarium ?i$i, {'. Penghentian efek fase folikular, mukus yang disekresikan oleh serviks menjadiprogesteron dan estrogen :{*, gg akibat degenerasi korpus banyak, encer, dan jernih. Perubahan ini, yang paling men-luteum menyebabkan terkelupasnya endometrium (haid) _*ii colok ketika estrogen berada pada puncaknya dan menjelangdan terbentuknya folikel-folikel baru di ovarium *;, 2 di ba- ovulasi, mempermudah lewatnya sperma melewati kanaliswah pengaruh hormon gonadotropik *L & yangkadarnya servikalis. Setelah ovulasi, di bawah pengaruh progesteronmeningkat. Turunnya sekresi hormon gonad menghilangkan dari korpus luteum, mukus menjadi kental dan lengket, padapengaruh inhibitorik dari hipotalamus dan hipofisis anrerior hakikatnya menutup lubang serviks. Sumbatan ini pendngsehingga sekresi FSH dan LH meningkai dan fase folikular sebagai mekanisme pertahanan, mencegah bakteri (yang da-baru dapat dimulai. Setelah lima sampai tujuh hari di bawah pat mengancam kehamiian) masuk uterus dari vagina. Sperma juga tidak dapat menembus sekat mukus kental ini. I Perubahan pubertas pada wanita serupa dengan yang terjadi pada pria. Siklus haid terarur tidak terjadi pada remaja atau wanita lan- jut usia, tetapi karena sebab yang berbeda. Sistem reproduksi844 Bab 20

Lehih Dekat dengan Fisiologi OlahragaKetidakteraturan Haid: Ketika Atlet Wanita Berhenti HaidSejak tahun 1970-an, seiring dengan diharapkan ikut serta dalam olahraga Masalah utama yang berkaitanmeningkatnya keikutsertaan wanita intensitas sedang 3,5 jam sehari. dengan amenorea atletik adalahdalam berbagai olahraga yang Selama masa latihan hanya empat wanita yang memiliki siklus haid berkurangnya densitas mineral tulang.memerlukan rejimen latihan berat, normal. Kelainan yang terjadi akibat Studi-studi telah menunjukkan bahwapara peneliti mulai menyadari bahwa latihan tersebut mencakup perdarahan densitas mineral di tulang belakangbanyak wanita tersebut mengalami abnormal, keterlambatan haid, bagian bawah pada mereka yangperubahan siklus haid akibat partisipasi kelainan fungsi Iuteal. dan hilangnyaatletik tersebut. Perubahan-perubahan lonjakan LH. Semua wanita tersebut mengalami amenorea atletik lebih kembali mengalami siklus normal rendah daripada atlet dengan siklusini disebut athletic menstrual cycle haid normal dan lebih rendah daripadairregularity (AMl). Disfungsi siklus haid dalam enam bulan setelah latihan. non-atlet seusia. Namun, pelari dengandapat bervariasi keparahannya dari Hasil dari penelitian ini mengisyaratkan amenorea memiliki densitas mineralamenorea (penghentian siklus haid) tulang yang lebih tinggi daripadahingga oligomenorea (haid yang tidak bahwa frekuensi AMI dengan olah non-atlet dengan amenorea, mungkinteratur atau jarang) hingga siklus yang raga berat mungkin jauh lebih besar daripada yang diperlihatkan oleh karena rangsangan mekanis olahragalamanya normal tetapi anovulatorik kuesioner saja. Dalam penelitian- membantu menahan pengeroposan(tanpa ovulasi) atau yang fase penelitian lain yang menggunakan tulang. Studi-studi telah memperlihat-lutealnya singkat atau inadekuat. rejimen olahraga intensitas rendah, kan bahwa atlet amenorea berisiko AMI jauh lebih jarang dijumpai. besar mengalami fraktur stres daripada Pada berbagai studi lama yang atlet dengan siklus haid normal. Satu Mekanisme penyebab AMI belum penelitian, sebagai contoh, mendapat-menggunakan survei dan kuesioner diketahui saat ini, meskipun studi-studi kan fraktur stres pada 6 dari 1 1 pelariuntuk menentukan prevalensi masalah mengisyaratkan bahwa penurunan dengan amenorea tetapi hanya 'l dariini, frekuensi gangguan terkait olah berat yang cepat, berkurangnya 6 pelari dengan siklus haid normal.raga ini bervariasi dari2% sampai Mekanisme kerapuhan tulang ini persentase lemak tubuh, insuf isiensi mungkin sama seperti yang ditemukan51%. Sebaliknya, angka kejadian makanan, riwayat disfungsi.haid, stres, pada osteoporosis pascamenopause- usia saat mulai latihan, dan intensitasdisfungsi siklus haid pada wanita usia latihan sebagai faktor yang berperan. kurangnya estrogen (lihat h. 796).subur dalam populasi umum adalah Para ahli epidemiologi menunjukkan Masalah ini cukup serius sehingga atlet2Vo sampai 5%. Masalah utama dalam bahwa jika seorang wanita melakukan dengan amenorea perlu membahaspenggunaan survei untuk menentukan olahraga berat sebelum menarkefrekuensi kelainan siklus haid adalah (periode menstruasi pertama) maka kemungkinan terapi sulih estrogendipertanyakannya keakuratan daya dengan dokter mereka.ingat tentang haid-haid sebelumnya. menarke akan tertunda. Secara rerata, atlet mendapat haid pertama mereka Mungkin terdapat beberapaSelain itu, tanpa uji darah untuk tiga tahun lebih lambat daripada manfaat positif dari disfungsi haidmenentukan kadar hormon sepanjang non-atlet. Selain itu, wanita yang ikut atlet. Suatu studi epidemiologidaul seorang wanita tidak akan baru-baru ini untuk mengetahuimengetahui apakah ia anovulatorik serta dalam olahraga sebelumatau mengalami pemendekan fase apakah kesehatan umum dan repro-luteal. Studi-studi di mana kadar menarke tampaknya mengalami duksi jangka panjang wanita yanghormon ditentukan sepanjang siklus peningkatan frekuensi AMI sepanjang pernah menjadi atlet semasa maha-haid memperlihatkan bahwa daur karir atletik mereka daripada merekayang tampak normal pada atlet sering yang berlatih setelah menarke. siswa berbeda dari mereka yang bukanmemiliki fase luteal yang singkat Perubahan hormon yang dijumpai atlet, memperlihatkan bahwa mantan(kurang dari dua hari dengan kadar pada atlet wanita mencakup (1) atlet menunjukkan angka kejadianprogesteron rendah). penurunan hebat kadar FSH, (2) kanker sistem reproduksi kurang dari peningkatan kadar LH, (3) penurunan separuh dan kanker payudara separuh Dalam sebuah penelitian yang progesteron selama fase luteal, (4) dibandingkan dengan non-atlet. penurunan kadar estrogen pada fasedilakukan untuk menentukan apakah folikular, dan (5) lingkungan F5H-LH Karena keduanya adalah kanker yang yang sama sekali tidak seimbang peka hormon, maka penundaanolahraga berat yang berlangsung dibandingkan dengan wanita non-atlet seusia. Banyak bukti yang menunjuk- menarke dan kadar estrogen yanghingga dua kali siklus haid akanmemicu gangguan haid, 28 mahasiswi kan bahwa siklus haid kembali ke lebih rendah yang dijumpai pada atletnon-atlet dengan ovulasi dan fase wanita mungkin berperan besar dalam normal setelah olahraga berat menurunkan risiko kanker sistemluteal normal ikut serta sebagai subyek. dihentikan.Mereka melakukan program latihan 8 reproduksi dan payudara.minggu yang awalnya lari 4 mil perhari ditingkatkan menjadi 10 mil perhari pada minggu kelima. Merekawanita belum aktif sampai pubertas. Tidak seperti testis yang mengatur awitan pubertas belum diketahui dengan jelasjanin, ovarium janin tidak perlu berfungsi karena tanpaadanya sekresi testosteron janin pada wanita, sistem repro- tetapi dipercayai melibatkan kelenjar pineal dan sekresiduksi secara otomatis mengalami feminisasi, tanpa memer- melatonin.lukan adanya hormon seks wanita. Sistem reproduksi wanita GnRH mulai merangsang pelepasan hormon-hormontetap inaktif dari lahir hingga pubertas, yang terjadi padausia sekitar 12 tahun kedka aktivitas GnRH hipotalamus gonadotropik hipofisis anterior, yang selanjutnya merangsang aktivitas ovarium. Sekresi esrrogen oleh ovarium yang aktifmeningkat untuk pertama kali. Seperti pada pria, mekanisme memicu pertumbuhan dan pematangan saluran reprodulai wanita serta perkembangan karakteristik seks sekunder Sistem Reproduksi 845

wanita. Efek nyata estrogen pada yang terakhir adalah men- CATAIAN KLINIS. Karena esrrogen memiliki efekdorong pengendapan lemak di lokasi-lokasi strategik, misal- fisiologik yang luas di luar sistem reproduksi maka penu-nya payudara, bokong, dan paha, menghasilkan figus khas runan drastis estrogen ovarium pada menopause mem-wanita yang berlekuk. Pembesaran payudara saat pubertas pengaruhi sistem tubuh lain, terutama tulang dan sistemdisebabkan terutama oleh pengendapan lemak di jaringan kardiovaskular. Estrogen membantu pembentukan tulang yang kuat, melindungi wanita pramenopause dari osteoporo-payudara, bukan pembentukan fungsional kelenjar payudara. sis yang menyebabkan penipisan tulang (lihat h. 795). Penu-Peningkatan estrogen masa pubertas juga menyebabkan pe- runan estrogen pascamenopause meningkatkan aktivitasnutupan lempeng epifisis, menghentikan pertambahan tinggi osteoklas pelarut tulang dan menurunkan aktivitas osteoblaslebih lanjut, serupa dengan efek testosteron yang berubah penghasil tulang. Akibatnya adalah berkurangnya kepadatanmenjadi estrogen pada pria. Tiga perubahan pubertas lain tulang dan meningkatnya insidens fraktur tulang.pada wanita-pertumbuhan rambut ketiak dan pubis, lon- Estrogen juga membantu memodulasi efek epinefrinjakan pertumbuhan masa pubertas, dan timbulnya libido- dan norepinefrin pada dinding arteriol. Berkurangnya estro-berkaitan dengan lonjakan sekresi androgen adrenal saat gen pada menopause menyebabkan kontrol aliran darah menjadi tak stabil, rerurama di pembuluh kulit. Peningkatanpubertas, bukan dengan estrogen. transien aliran darah hangat melalui pembuluh-pembuluh superfisial ini merupakan penyebab \"hotflashes\" yang seringI Menopause unik bagi wanita. menyertai menopause. Stabilitas vasomotor secara bertahapBerhentinya siklus haid seorang wanita pada menopause pulih pada wanita pascamenopause sehingga hot flashes iniketika usia antara45 dan 55 tahun secara tradisional dikaitkandengan terbatasnya pasokan folikel yang ada sejak lahir. akhirnya mereda.Menurut pandangan ini, jika reservoar ini telah habis makasiklus ovarium, dan karenanya siklus haid, berhenti. Karena Kini anda telah mempelajari proses-proses yang ber-itu, pengakhiran potensi reproduksi pada wanita usia per- langsung jika tidak terjadi fertilisasi. Karena fungsi utamatengahan \"telah diprogram\" sejak lahir. Namun, bukti-buktiterakhir mengisyaratkan bahwa perubahan hipotalamus pada sistem reproduksi, tentu saja, adalah reproduksi, maka selan-usia pertengahan dan bukan penuaan ovarium yang memicu jutnya kita akan mengalihkan perhatian pada rangkaian ke-awitan menopause. Dari segi evolusi, menopause mungkin jadian yang berlangsung ketika terjadi pembuahan.berkembang sebagai mekanisme yang mencegah kehamilanpada wanita melewati masa saat mereka masih dapat meme- I Tuba uterina adalah tempat pembuahan.lihara anak sebelum kematian mereka. Fertilisasi (pembuahan), penyatuan gamet pria dan wanita, Pria tidak mengalami penghentian total fungsi gonad dalam keadaan normal terjadi di ampula, sepertiga atas tubaseperti yang dialami oleh wanita, karena dua alasan. Pertama,pasokan sel germinativum pria tak terbatas karena aktivitas uterina (Gambar 20-2f). Karena itu, baik ovum maupunmitotik spermatozoa terus berlanjut. Kedua, sekresi hormongonad pada pria tidak bergantung pada gametogenesis, seperti sperma harus diangkut dari tempat produksi mereka di gonadpada wanita. Jika hormon seks wanita diproduksi oleh ja- ke ampula.ringan tersendiri yang tidak berkaitan dengan jaringan yangmengatur gametogenesis, seperti pada hormon seks pria, TRANSPOR OVUM KETUBA UTERINAmaka sekresi estrogen dan progesteron tidak akan berhentisecara otomatis ketika oogenesis berhenti. Ketika dibebaskan saar ovulasi, ovum segera diambil oleh tuba uterina. Ujung tuba uterina yang melebar menjulrtr Menopause didahului oleh suatu periode kegagalan membungkus ovarium dan mengandung ffmbria, tonjolanovarium progresifyang ditandai oleh peningkatan daur ire- mirip jari yang berkontraksi dengan gerakan menyapu untukguler dan kemerosotan kadar estrogen. Periode transisi ke- menuntun ovum yang baru dibebaskan ke dalam tuba ute-seluruhan dari kematangan seksual hingga terhentinya ke- rina (Gambar 20-2b,h.814, dan20-21). Selair itu, fimbriamampuan reproduksi ini dikenal sebagai klimakterils atau dilapisi oleh silia-tonjolan halus mirip rambut yang ber-perimenopause. Produksi estrogen ovarium menurun dari denyut dalam gelombang-gelombang mengarah ke interiorsebanyak 300 mg per hari menjadi hampir nol. Namun, tuba uterina-yang ikut menjamin mengalirnya ovum ke da-wanita pascamenopause bukannya tidak memiliki estrogen lam tuba uterina (lihat h. 45). Di dalam tuba uterina, ovumsama sekali, karena jaringan lemak, hati, dan korteks adrenal cepat didorong oleh kontraksi peristaltik dan gerakan siliaterus menghasilkan hingga 20 mg estrogen per hari. Selainberakhirnya daur ovarium dan haid, hilangnya estrogen ampula.ovarium setelah menopause menimbulkan banyak perubahanfisik dan emosional. Perubahan-perubahan ini mencakup ke- Konsepsi dapat terjadi selama renrang waktu yangkeringan vagina,yargdapat menimbulkan rasa tidak nyaman sangat terbatas dari setiap siklus (masa subur). Jika tidak di-selama hubungan seks, dan atrofi bertahap organ genital. buahi, ovum mulai mengalami disintegrasi dalam 12 sampaiNamun, wanita pascamenopause tetap memiliki hasrat seks, 24 jam lalu difagosit oleh sel-sel yang melapisi bagian dalam saluran reproduksi. Karena itu, fertilisasi harus terjadi dalamkarena pengaruh androgen adrenal mereka. 24 jam setelah ovulasi, ketika ovum masih hidup. Sperma biasanya bertahan hidup sekitar 48 jam tetapi dapat tetap hidup hingga lima hari di dalam saluran reproduksi wanita, sehingga sperma yang diletakkan lima hari sebelum ovulasi846 Bab 20

Waktu Tuba uterina Tempat optimal ,. Ampula .\" tuba uterina kemunculan Persen dari \\ tertilisasi \sperma (menit setelah sperma yang mengelilingi -ltejakulasi) diejakulasikan ovum Lokasi teG6o o oo1 ITempat ./\\fertilisasi(sepertiga ata /tliltltttuba uterina) Ovum yang| llUterus diovulasikan rc-zo o, 'Fimbria Itll|lltKanalis Uterustlltservikalis Ovarium I r-s ll a I f, .. :. I o ll 1oo l l'I .ri ' .- .--Kanalis servikalis-Didasarkan pada data dari hewan. r{:I.tr-.di-;t;s,\"j:+'S;e=,\".'-\"'--PVeangisd1iin8le0atajuktkaanspermaSperma dan ovum diperbesar.Gambar 20-2ITranspor ovum dan sperma ke tempat pembuahan. hingga 24 jam setelah ovulasi dapat membuahi ovum yang kental bagi penetrasi sperma. Mukus serviks menjadi cukup encer dan tipis untuk melewatkan sperma hanya jika kadar dibebaskan, meskipun waktu-waktu ini dapat sangat'ber- estrogen tinggi, ketika folikel matang siap untuk berovulasi. Sperma bermigrasi naik melewati kanalis servikalis d.engan variasi. kemampuannya sendiri. Saluran ini hanya dapat dilewati CA'TAIAN KLINIS. Kadang-kadang ovum gagal di- salurkan ke tuba uterina dan tetap berada di rongga perito- selama dua sampai tiga hari dalam setiap siklus haid, sekitarneum. Meskipun jarang, ovum ini dapat mengalami pem- waktu ovulasi. buahan dan menyebabkan kehamilan ektopik abdomen, di mana relur yang telah dibuahi tertanam di anyaman pembu- Setelah sperma masuk ke uterus, konrraksi miometriumluh darah ke organ-organ pencernaan dan bukan di tempat mengaduk-aduk sperma seperti \"mesin cuci,, dan dengan ce- pat menyebabkan sperma tersebar ke seluruh rongga uterus. lazimnyadi uterus (ebtopib arrinya \"salah tempat\"). Kehamil-an abdomen ini sering menyebabkan perdarahan yang meng- Ketika mencapai tuba uterina, sperma t.rdorongL tempatancam nyawa karena aliran darah organ pencernaan tidak pembuahan di ujung atas tuba uterina oleh kontraksi ototdipersiapkan untuk berespons secara tepat terhadap implan- polos tuba urerina yang mengarah ke atas. Kontraksi mio-tasi selayaknya endometrium. Jika kehamilan tak lazim ini metrium dan tuba uterina yang mempermudah transpordibiarkan berlanjut hingga aterm, maka bayi harus dilahirkan sperma ini diinduksi oleh kadar esrrogen yang tinggi tepatsecara bedah karena tidak tersedia pintu keluar normal. Ke-mungkinan penyulit pada ibu saat lahir sangat besar karena sebelum ovulasi, dibantu oleh prostaglandin vesikuia semi_pembuluh darah pencernaan tidak dirancang untuk \"menam- nalis.bal sendiri\" setelah persalinan seperti halnya endometrium. Riset-riset baru menunjukkan bahwa ketika spermaTRANSPOR SPERMA KE TUBA UTERINA mencapai ampula, ovum bukan merupakan mitra pasif dalamSetelah diendapkan di vagina saat ejakulasi, sperma harus konsepsi. Sel telur marang mengeluarkan alurin, suatu bahanberjalan meiewati kanalis servikalis, lalu uterus, dan kemu- kimia yang menarik sperma dan menyebabkan sperma ber_ gerak menuju gamet wanita yang telah -.rr-rr.ggrr. para ilmu-dian sampai ke sel telur di sepertiga atas tuba uterina wan juga baru-baru ini menemukan adanya resepror sperma yang mendeteksi dan berespons terhadap kemoatraktan yang(Gambar 20-21). Sperma pertama tiba di tuba uterina se-tengah jam setelah ejakulasi. Meskipun sperma dapat ber- dikeluarkan oleh ovum (lihat h. 451).yangmenarik, ,.r.p,oigerak melalui kontraksi mirip pecut ekornya, namun 30 me- ini, yang dinamai hORlT-4, adalah reseptor olfaktoriusnit adalah waktu yang terlalu singkat bagi mobiliras sperma (RO), serupa dengan yang ditemukan dihidung untuk per_untuk membawa diri mereka sendiri ke tempat pembuahan.Untuk menempuh perjalanan jauh ini, sperma memerlukan sepsi bau (lihat h. 247). Karena itu, sperma ,,membaui,, telur.bantuan saluran reproduksi wanita. M.l\"lT anggapan yang sekarang dianut, pengaktifan resep- Hambatan perrama adalah meiewati kanalis servikalis. tor hOR17-4 pada pengikatan dengan alurin (atau sinyalHampir sepanjang siklus, karena tingginya kadar progesteron lainnya) dari sel telur memicu suatu jalur pembawa pesandan rendahnya esrrogen, mukus serviks menjadi terlalu kedua di sperma yang menyebabkan pelepasin Car. intrasel. Ca2- ini seianjutnya mengaktifkan pergeseran mikrotubulus yang menyebabkan gerakan ekor dan berenangnya sperma menuju arah sinyal kimiawi (lihat h. 4g). Sistem Reproduksi 947

Bahkan di sekitar waktu ovulasi, saat sperma dapat me- dengan reseptor sel telur ini dan menembusnya. Spermanembus kanalis servikalis, dari ratusan juta sperma yang di- pertama yang mencapai ovum itu sendiri berfusi denganletakkan dalam satu kali ejakulasi, hanya beberapa ribu yangdapat mencapai tuba uterina (Gambar 20-21). Sedemikian membran plasma ovum (sebenarnya suatu oosit sekunder),kecilnya persentase sperma yang diletakkan yang dapat men- memicu suatu perubahan kimiawi di membran yang menge-capai tujuan merupakan penyebab mengapa konsentrasisperma harus sangat tinggi (20 juta/ml semen) agar seorang lilingi ovum sehingga lapisan luar ini tidak dapat lagi di-pria dapat dianggap subur. Penyebab lain adalah bahwa di- tembus oleh sperma lain. Fenomena ini dikenal sebagaiperlukan enzim-enzim akrosom dari banyak sperma untukmenembus sawar yang mengelilingi ovum (Gambar 20-22). hambatan terhadap polispermia (\"banyak sperma'). Kepala sperma yang menyatu tersebut secara perlahanFERTILISASI tertarik ke dalam sitoplasma ovum oleh suatu kerucut yangEkor sperma digunakan untuk bergerak bagi penetrasi akhir tumbuh dan membungkusnya. Ekor sperma sering lenyap dalam proses ini, tetapi kepala membawa informasi genetikovum. lJntuk membuahi sebuah ovum, sebuah sperma yang penting. Bukti-bukti terakhir menunjukkan bahwa sperma mengeluarkan nitrat oksida setelah berhasil masukmula-mula harus melewati korona radiata dan zona pelusida seluruhnya ke dalam sitoplasma sel telur. Nitrat oksida iniyang mengelilingi sel telur. Enzim-enzim akrosom, yang ter- mendorong pelepasan Cat'yangtersimpan di dalam sel telur.pajan ketika membran akrosom pecah setelah berkontak Pelepasan Ca2- intrasel ini memicu pembelahan meiotik akhirdengan korona radiata, memungkinkan sperma membuat oosit sekunder. Dalam satu jam, nukleus sperma dan sel telur menyatu, berkat adanya suatu kompleks molekul yang di-saluran menembus sawar-sawar protektif ini (Gambar 20- berikan oleh sperma yang memungkinkan kromosom pria dan wanita menyatu. Selain menyumbang separuh dari kro-23). Sperma dapat menembus zona pelusida hanya setelah mosom ke ovum yang dibuahi, yang sekarang dinamai zigot,berikatan dengan reseptor spesifik di permukaan lapisan ini. sperma pemenang ini juga mengaktifkan enzim-enzim ovumPengikatan molekul-molekul mitra antara sperma dan ovum yang esensial bagi perkembangan awal mudigah.hanya baru-baru ini ditemukan. Fertilin, suatu protein yang I Blastokista tertanam di endometrium melaluiterdapat di membran plasma sperma, berikatan dengan kerja berbagai enzim trofoblastiknya.integrin sel telur, suatu jenis molekul perekat sel yang me-nonjol dari permukaan luar membran plasma (lihat h. 64). Selama tiga sampai empat jam pertama setelah pembuahan,Hanya sperma dari spesies yang sama yang dapat berikatan zigot tetap berada di dalam ampula, karena penyempitan antara ampula dan saluran tuba uterina sisanya menghambat pergerakan lebih lanjut zigot menuju uterus.Gambar 2O-22 TAHAP-TAHAP AWAL DI AMPULAFoto mikroskop elektron memperlihatkan sperma yang Namun, selama tahap ini zigot tidak tinggal diam. Zigorberkerumun di permukaan sebuah sel telur. cepat mengalami sejumlah pembelahan sel mitotik un(uk membentuk suatu bola padat sel-sel yang disebut morula (Gambar 20-24). Sementara itu, peningkatan kadar proges- teron dari korpus luteum yang baru terbentuk setelah ovulasi merangsang pengeluaran glikogen dari endometrium ke da- lam lumen saluran reproduksi untuk digunakan sebagai energi oleh mudigah. Nutrien-nutrien yang tersimpan dalam sitoplasma ovum dapat mempertahankan produk konsepsi untuk waktu kurang dari sehari. Konsentrasi nurrien yang dikeluarkan meningkat lebih cepat di ampula yang kecil daripada di lumen urerus. PENURUNAN MORULA KE DALAM UTERUS Sekitar tiga sampai empat hari setelah ovulasi, progesteron diproduksi dalam jumlah memadai untuk melemaskan kon- striksi tuba uterina sehingga morula dapat dengan cepar ter- dorong ke dalam uterus oleh kontraksi peristaltik tuba Lrt€- rina dan aktivitas silia. Penundaan sementara mudigah yang baru terbentuk masuk ke dalam uterus memungkinkan nutrien-nutrien terkumpul di lumen uterus untuk menun- jang mudigah sampai implantasi berlangsung. Jika tiba ter- lalu cepat di uterus, morula akan mati.848 Bab 20

Korona radiata Nukleus ovum yang sedang mengalami pembelahan meiotik kedua Badan polar pertamaSpermatozoa Zona pelusida Membran plasma ovumAkrosom : Saluran yang menembusberisi enzim sawar-sawar yang mengelilingi 1i:, ovum dan dibuat oleh enzim- enzim akrosom. Enzim-enzimKepala spermatozoa 'r}gfLri ini terpajan karena rusaknya Spermatozoa yangyang mengandung r# membran akrosom telah menyelesaikan fertilisasinukleusGambar 20-23Proses fertilisasi. (a) Gambaran skematik sperma yang menembus sawar-sawar yang mengelilingi ovum. (b) Foto mikroskopelektron memperlihatkan sebuah spermatozoa dengan membran akrosom yang telah rusak dan enzim-enzim akrosomdibebaskan (warna merah). Ketika turun ke uterus, morula mengapung bebas di kehamilan tuba adalah nyeri akibat reregangnya tuba r.rterinadalam rongga uterus selama tiga sampai empat hari, hidup oleh mudigah yang tumbuh. Jika tidak diangkat, mudigahdari sekresi endometrium dan terus membelah. Selama enayn tersebut dapat menyebabkan ruptur tuba uterina, menye-sampai tujuh hari pertama setelah ovulasi, sementara mudi-gah yang sedang berkembang dalam keadaan transit di tuba babkan perdarahan yang dapat memarikan.uterina dan mengapung di lumen uterus, lapisan dalam IMPLANTASI BLASTOKISTA DI ENDOMETRIUM YANG TETAH DI PERSIAPKANuterus secara bersamaan dipersiapkan untuk implantasi dibawah pengaruh progesteron fase luteal. Selama waktu ini, Pada saat endometrium siap menerima implantasi (sekitaruterus berada dalam fase sekretoriknya, atau fase progesta- seminggu setelah ovulasi), morula telah turun ke uterus dansional, menyimpan glikogen dan mengalami peningkatan terus berproliferasi dan berdiferensiasi menjadi blastokista yang dapat melakukan implantasi. \(aktu satu minggu sete-vaskularisasi. lah pembuahan dan sebelum implantasi memungkinkan en- dometrium dan mudigah sama-sama mempersiapkan implan- CATAIAN KLINIS. Kadang-kadang morula gagal tu-run ke dalam uterus dan terus berkembang dan tertanam di rasi.lapisan dalam tuba uterina. Hal ini menyebabkan kehamilanektopik tuba, yang harus diakhiri. Sembilan puluh lima Blastokista adalah suatu bola berongga berlapis tung- gal dan terdiri dari sekitar 50 sel mengelilingi sebuah ronggapersen kehamilan ektopik adalah kehamilan tuba. Kehamilan berisi cairan, dengan suaru massa padat sel-sel berkelompok di satu sisi (Gambar 20-24). Massa padat ini, yang dikenalseperti ini tidak pernah berhasil, karena tuba uterina tidakdapat mengembang seperti uterus untuk mengakomodasimudigah yang sedang tumbuh. Peringatan pertama adanya Sistem Reoroduksi EAg

Blastokista Morula Pembelahan Spermatozoa Ovum(potongan (potongan melintang)Massa sel dalam ffiffi -/ melintang) /// .Ditakdirkan W,-w l. #'.,n|,,.untuk menjadijanin //'/ z/-: - .,* .1., .,'l.n't.':=!::l::,::rr'---f.u.Trofoblas \ ,\"y.1 , 1,.\\ I \ .,i,,-i;i!r$tr :i\"l FertilisasiMenyelesaikanimplantasi dan #i' I -::'En:berkembang ,4Fmenjadi plasentabagian janin \"==r,..'$./. - ;z Oosit ,/ sekunder (ovum) .,, i'/ lmplantasi \ Ovulasi Ovarium Endometrium uterus T Struktur tidak digambar sesuai skala. Ukuran sebenarnyaGambar 20-24Tahap-tahap awal perkembangan dari fertilisasi sampai implantasi. Perhatikan bahwa ovum yang dibuahi secara progresifmembelah dan berdiferensiasi menjadi blastokista selagi bergerak dari tempat fertilisasi di tuba uterina bagian atas ke tempatimplantasi di uterussebagai massa sel dalam, berkembang menjadi mudigah/ yang berimplantasi. Sebagai respons terhadap pembawa-janin itu sendiri. Blastokista sisanya tidak membentuk janin pembawa pesan kimiawi yang dibebaskan oleh blastokista,tetapi memiliki peran suportif selama kehidupan intrauteri. sel-sel endometrium mengeluarkan prostaglandin, yang se-Lapisan tipis paling luar, trofoblas, melaksanakan implan- cara lokal meningkatkan vaskularisasi, menimbulkan edema,tasi dan kemudian berkembang menjadi plasenta bagian dan meningkatkan simpanan makanan. Jaringan endome-janin. trium yang mengalami modifikasi sedemikian rupa di tempat implantasi disebut desidua. Ke dalam jaringan desidua yang Setelah blastokista siap berimplantasi, permukaannya sangat kaya inilah blastokista terbenam. Setelah blastokista membuat terowongan ke dalam desidua oleh aktivitas tro-menjadi lengket. Pada saat ini endometrium telah siap me- foblas, suatu lapisan sel endometrium menutupi permukaan lubang, mengubur total blastokista di dalam lapisan dalamnerima mudigah. Blastokista melekat ke lapisan dalam uterus uterus (Gambar 20-25,langkah $). Lapisan trofoblas terus mencerna sel-sel desidua sekitar, menghasilkan energi untukdi sisi massa sel dalamnya (Gambar 20-25,Iangkah ,1). Im- mudigah sampai plasenta terbentuk.plantasi dimulai ketika, setelah berkontak dengan endome-trium, sel-sel trofoblastik yang menutupi massa sel dalam MENCEGAH PENOLAKAN MUDIGAH/JANINmengeluarkan enzim-enzim pencerna protein. Enzim-enzim Apa yang mencegah ibu menolak secara imunologis mudi-ini mencerna sel-sel endometrium dan membentuk jalan se- gah/janin, yang sebenarnya adalah \"orang asing\" bagi sistemhingga genjel-genjel sel trofoblas mirip jari dapat menembus imun ibu, karena secara genetis separuhnya berasal daridalam ke endometrium, tempat genjel-genjel ini rerus men- kromosom ayah yang berbeda. Berikut ini adalah beberapa hipotesis yang sedang dalam penelitian. Bukti-bukti barucerna sel uterus (Gambar 20-25, langkah *). Melalui efek menunjukkan bahwa trofoblas menghasilkan ligan Fas, yang berikatan dengan Fas, suatu resepror khusus di permukaankanibalistiknya, trofoblas melakukan fungsi ganda (1) me-nyelesakan implantasi dengan membuat lubang di endome- sel T sitotoksik aktif ibu. Sel T sitotoksik adalah sel imuntrium untuk blastokista dan (2) menyediakan bahan mentahdan bahan bakar metabolik untuk mudigah yang sedang yang melaksanakan tugas menghancurkan sel asing (lihat h.berkembang sewaktu tonjolan-tonjolan trofoblastik meng- 471). Petgikatan ini memicu sel-sel imun yang bertujuanuraikan jaringan endometrium kaya nutrien. Dinding sel-seltrofoblas yang masuk ke endometrium luruh, membentuk menghancurkan mudigah/janin asing yang sedang terbentuksinsitium multinukleus yang akhirnya akan menjadi plasenta mengalami apoptosis (bunuh diri), sehingga mudigah/janinbagian janin. Jaringan endometrium di tempat kontak, y^Lg tetang-sang oleh invasi trofoblas, mengalami perubahan drastis yangmeningkatkan kemampuannya untuk menunjang mudigah850 Bab 20

Endometriurn- % Rongga uterus terhindar dari penolakan sistem imun. Peneliti lain menda- ,Ss patkan bahwa plasenta bagian janin yang.berasal dari tro- * Trofoblas foblas, menghasilkan suatu enzim, indolamin 2,3-dio[sige- --* -t<apiter -.: Q :* (lapisan nase (IDO), yang merusak triptofan. Tiiptofan, suaru asam permukaan selTonjolan blastokista) amino, adalah faktor penring dalam pengaktifan sel T sito-sel trofoblas toksik ibu. Karena itu, mudigah/janin, melalui hubungan- @. hubungan trofoblastiknya, dipercayai mempertahankan diri .4f dari penolakan dengan meredam aktivitas sel T sitotoksik q' ibu di dalam plasenta yang seharusnya menyerang jaringan asing yang sedang berkembang ini. Selain itu, penelitian- I penelitian terkini memperlihatkan bahwa pembentukan sel T regulatorik berlipat dua atau tiga pada hewan percobaan Lapisan dalam uterus yang hamil. Sel-sel T regulatorik menekan sel T sitotoksik ibu yang mungkin menyerang janin (lihat h. 471) .@ bf\"etbitas\" blastokista yang mengapung melekat ke lapisan endometrium, KONTRASEPSI tonjolan sel trofoblastik mulai CATAIAN KLINIS. Pasangan yang ingin berhubungan seks tetapi menghindari kehamilan memiliki sejumlah pilihan menembus endometrium. metode kontrasepsi (\"menentang konsepsi\"). Metode- metode ini bekerja dengan menghambat salah satu dari tigaDes i d u a -------------..:= Lapisan tahap utama dalam proses reproduksi: transpor sperma ke dalam uterus ovum, ovulasi, atau implantasi (Lihat fitur boks di h. 853,t *:^ Konsep, Tantangan, dan Kontroversi, untuk perincian lebih ___--- Rongga lanjut tentang cara dan alat kontrasepsi).]:ij''\"\" amnion \"- +_\", Berikutnya marilah kita membahas plasenta secara lebihtrofoblastik mendalam. Massa sel dalam I Plasenta adalah organ pertukaran antara darah@ fonlotan sel trofoblas terus masuk ibu dan .ianin. lebih dalam ke endometrium, Simpanan glikogen di endometrium hanya cukup untuk membuat lubang untuk blastokista. Batas antar sel dijaringan memberi makan mudigah/janin selama beberapa minggu trofoblastik meluruh pertamanya. Untuk mempertahankan pertumbuhan mudi- gah/janin selama kehidupan intraurerinya, segera terbentuk plasenta, suatu organ khusus pertukaran antara darah ibu dan janin (Gambar 20-26). Plasenta berasal dari jaringan trofoblas dan desidua. Ketika implantasi selesai, PEMBENTUKAN PLASENTA DAN KANTUNG blastokista terbenam total di endometrium AMNIONGambar 20-25 Pada hari ke-12, mudigah telah rerbenam total di dalam desidua. Pada saat ini lapisan trofoblas telah memiliki ke-lmplantasi blastokista tebalan dua lapisan sel dan disebut korion. Seiring dengan terus berkembang dan dihasilkannya enzim-enzim oleh ko- rion, terbentuk anyaman rongga-rongga yang ekstensif di dalam desidua. Korion yang meluas menggerus dinding ka- piler desidua, menyebabkan darah ibu bocor dari kapiler dan mengisi rongga-rongga ini. Darah dicegah membeku oleh suatu antikoagulan yang dihasilkan oleh korion. Tonjolan, tonjolan jaringan korion berbentuk jari menjulur ke dalam genangan darah ibu. Segera mudigah yang sedang tumbuh ini mengirim kapiler ke dalam tonjolan korion untuk mem- bentuk vilus plasenta. Sebagian vilus menjorok menembus ruang berisi darah untuk melekatkan plasenta bagian janin ke jaringan endometrium, tetapi sebagian besar hanya men- julur ke dalam genangan darah ibu. Sistem Reproduksi 851

Endometriurrr- T*; Rongga uterus terhindar dari penolakan sisrem imun. Peneliti lain menda- patkan bahwa plasenta bagian janin yang berasal dari tro- *dq. foblas, menghasilkan suatu enzim, indolamin 2,3-dioksige- nase (IDO), yang merusak triptofan. Triptofan, suatu asam ranirer --ff, *$ amino, adalah faktor penring dalam pengaktifan sel T sito- Trofoblas toksik ibu. Karena itu, mudigah/janin, melalui hubungan- (lapisan permukaan sel hubungan trofoblastiknya, dipercayai mempertahankan diri blastokista) dari penolakan dengan meredam aktivitas sel T sitotoksik &. ibu di dalam plasenta yang seharusnya menyerang jaringan Lapisan dalam uterus asing yang sedang berkembang ini. Selain itu, penelitian- penelitian terkini memperlihatkan bahwa pembentukan sel Ketika blastokista yang mengapung T regulatorik berlipat dua atau tiga pada hewan percobaan bebas melekat ke lapisan endometrium, yang hamil. Sel-sel T regulatorik menekan sel T sitotoksik ibu tonjolan sel trofoblastik mulai yang mungkin menyerang janin (lihat h. 471). menembus endometrium. KONTRASEPSI Lapisan dalam uterus CATAIAN KLINIS. Pasangan yang ingin berhubungan seks tetapi menghindari kehamilan memiliki sejumlah pilihantrofoblastik Rongga metode kontrasepsi (\"menentang konsepsi\"). Metode- amnion metode ini bekerja dengan menghambat salah satu dari tiga tahap utama dalam proses reproduksi: transpor sperma ke ovum, ovulasi, atau implantasi (Lihat fitur boks di h. 853, Konsep, Tantangan, dan Kontroversi, untuk perincian lebih lanjut tentang cara dan alat kontrasepsi). Berikutnya marilah kita membahas plasenta secara lebih mendalam. Massa sel daiam I Plasenta adalah orEan pertukaran antara darah@ fonlotan sel trofoblas terus masuk ibu dan janin. lebih dalam ke endomeirium, membuat lubang untuk blastokista. Simpanan glikogen di endometrium hanya cukup untuk Batas antar sel di jaringan trofoblastik meluruh memberi makan mudigah/janin selama beberapa minggu pertamanya. Untuk mempertahankan pertumbuhan mudi- gah/janin selama kehidupan intrauterinya, segera terbentuk plasenta, suaru organ khusus pertukaran antara darah ibu dan janin (Gambar 20-26). Plasenta berasal dari jaringan trofoblas dan desidua. Ketika implantasi selesai, PEMBENTUKAN PLASENTA DAN KANTUNG blastokista terbenam total di endometrium AMNIONGambar 20-25 Pada hari ke-12, mudigah telah terbenam total di dalam desidua. Pada saat ini lapisan trofoblas telah memiliki ke-lmplantasi blastokista tebalan dua lapisan sel dan disebut korion. Seiring dengan terus berkembang dan dihasilkannya enzim-enzim oleh ko- rion, terbentuk anyaman rongga-rongga yang ekstensif di dalam desidua. Korion yang meluas menggerus dinding ka- brio piler desidua, menyebabkan darah ibu bocor dari kapiier dan mengisi rongga-rongga ini. Darah dicegah membeku oleh suatu antikoagulan yang dihasilkan oleh korion. Tonjolan- tonjolan jaringan korion berbentuk jari menjulur ke dalam genangan darah ibu. Segera mudigah yang sedang tumbuh ini mengirim kapiler ke dalam tonjolan korion untuk mem- bentuk vilus plasenta. Sebagian vilus menjorok menembus ruang berisi darah untuk melekatkan plasenta bagian janin ke jaringan endometrium, tetapi sebagian besar hanya men- julur ke dalam genangan darah ibu. Sistem Reproduksi 851

ffi ;;i:t rI :i.-\"4minssu .t+l.l:,.tLeh w .-:; -1i:-::il '1 ''l:..':=+i\";:rJ,,''l',:i.rJ ,l 8 minggu ft:*';:#' i' i-' . *r4 qt.rr -\"c.-i.'i - '-.' :','' ti Korda umbilikalis ' .,-:i',.i:'.''.ii 'i. ii i1 (tali pusat) Cairan amnion ilqii*rt.ti: ;i f Kumpulan darah ibu -:.\.t'11 ; r' Vilus plasenta Ruang antarvilus l1 Jaringan desidua u,'il /,- UteTUS iT,. ,s.J. :_.1{, 12 minggu Arteriol ibu ,.-.'3\"\":'' Venula ibuIr,'.::'li . \"' Pembuluh janin K..\"-= '{,'--: . Aterm Jaringan korion --Plasenta Vejna Arteri Korion/(a) (b) umbilikalis umbilikalis AmnionGambar 20-25Plasentasi. (a) Hubungan antara janin yang sedang berkembang dan uterus seiring dengan kemajuan kehamilan. (b) Gambaranskematik struktur ibu dan janin yang saling terkait yang membentuk plasenta. Tonjolan-tonjolan jaringan korion (anin)berbentuk jari membentukvilus plasenta, yang menjulur ke dalam genangan darah ibu. Dinding kapiler desidua (ibu)diruntuhkan oleh korion yang meluas sehingga darah ibu merembes melalui ruang-ruang antara vilus-vilus plasenta. Kapilerplasenta janin bercabang-cabang dari arteri umbilikalis dan menjulur ke dalam vilus plasenta. Aliran darah janin yang melewatipembuluh ini dipisahkan dari darah ibu hanya oleh lapisan korion tipisyang membentukvilus plasenta. Darah ibu masuk melaluiarteriol ibu, lalu mengalir membentuk genangan darah di ruang antarvilus. Di sini, terjadi pertukaran antara darah janin dan ibusebelum darah janin mengalir melalui vena umbilikalis dan darah ibu keluar melalui venula ibu.(Sumber'. Bagian (a) diadaptasi dari Cecie Slarr, Biology: Concepts and Applications,4th ed., Gbr.38.25b, h.655. Hak cipta @ 2000Brooks/Cole). Setiap vilus plasenta berisi kapiler mudigah (kemudian tangan anda dari air. Dengan cara serupa, hanya jaringanjanin) yang dikelilingi oleh satu lapisan tipis jaringan korion, korion tipis (plus dinding kapiler janin) yang memisahkanyang memisahkan darah mudigah/janin dari darah ibu di darah janin dan ibu. Semua pertukaran antara kedua aliran darah berlangsung menembus sawar yang sangat tipis ini.ruang antarvilus. Darah ibu dan janin tidak benar-benar Keseluruhan sistem struktur ibu (desidua) dan janin (korion)bercampur, tetapi sawar di antara keduanya sangatlah dpis. yang saling terkait ini membentuk plasenta.Untuk membayangkan hubungan ini, pikirkanlah tangananda (pembuluh darah kapiler janin) dalam sarung tangan Meskipun belum sempurna, plasenta telah terbentuk dan bekerja pada lima minggu setelah implantasi. Pada saatkaret (jaringan korion) yang terbenam di dalam air (genangan ini, jantung mudigah sudah memompa darah ke dalam vilusdarah ibu). Hanya sarung tangan karet yang memisahkan852 Bab 20

Konsep, Tantangan, dan KontroversiCara dan Alat KontrasepsiKata kontrasepsi merujuk kepada penentuan waktu sulit dilakukan serupa dengan diafragma. Cincin diproses menghindari kehamilan selagi dan sebagian sperma mungkin telah ujung terbuka kantung diletakkanmelakukan hubungan seks. Tersedia keluar dari uretra sebelum ejakulasi. di luar vagina di atas genitaliasejumlah metode kontrasepsi yang Kontrasepsi ki m i awi, misalnya gel,beragam tingkat kemudahan pema- eksterna.kaian dan efektivitasnya (lihat tabel busa, krim, dan supositoriapenyerta). Metode-metode ini dapat spermisida (\"pembunuh sperma\"), I Sterilisasi, yaitu pemutusan secaradikelompokkan menjadi tiga kategori jika dimasukkan ke dalam vaginaberdasarkan caranya mencegah bedah duktus deferens (vasektomi)kehamilan: menghambat transpor bersifat toksik bagi sperma selama pada pria atau tuba uterina (/4gaslsperma ke ovum, mencegah ovulasi, sekitar satu jam setelah pemakaian. tuba) pada wanita, dianggapatau menghambat implantasi. Setelah Metode sawar secara mekanis sebagai metode permanen untukmeneliti cara paling umum pencapaian mencegah penyatuan sperma dankontrasepsi oleh masing-masing cara mencegah transpor sperma ke tuba ovum.ini, kita akan melihat sekilas kemung- uterina. Bagi pria, kondom adalahkinan kontrasepsi di masa mendatang, suatu selubung karet atau lateks Pencegahan Ovulasisebelum menyimpulkan dengan kuat dan tipis yang dipasang padapembahasan tentang pengakhiran penis yang ereksi sebelum ejakulasi I Kontrasepsi oral, alau pil KB, yangkehamilan yang tidak diinginkan. untuk mencegah sperma masuk ke dalam vagina. Bagi wanita, hanya dapat diperoleh denganPenghambatan Transpor Sperma ke diafragma, yang harus dipasang resep, mencegah ovulasi terutama oleh petugas terlatih, adalah suatu dengan menekan sekresiOvum kubah karet lentur yang dimasuk- gonadotropin. Pil ini, yang mengandung steroid sintetik miripI Kontrasepsi alami atau metode kan melalui saluran vagina dan estrogen dan mirip progesteron, diletakkan di atas serviks untuk diminum selama tiga minggu, baik irama dalam kontrol kelahiran menghambat masuknya sperma ke dalam kombinasi atau berurutan, mengandalkan abstinensi (tidak dan kemudian dihentikan selama melakukan hubungan seks) selama dalam kanalis servikalis. Diafragma seminggu. Steroid ini, seperti masa subur wanita. Wanita dapat steroid alami yang diproduksi memperkirakan kapan ovulasi ini ditahan di tempatnya dengan selama siklus ovarium, menghambat terjadi dengan mencatat secara melekat ke dinding vagina dan GnRH dan selanjutnya sekresi FSH cermat siklus haid mereka. Namun harus dibiarkan selama paling dan LH. Akibatnya, pematangan karena siklus bervariasi maka cara sedikit 6 jam tetapi jangan lebih folikel dan ovulasi tidak terjadi ini tidak terlalu efektif. Waktu dari 24 jam setelah berhubungan sehingga konsepsi mustahil ovulasi dapat ditentukan secara seks. Metode sawar sering berlangsung. Endometrium lebih tepat derlgan mencatat suhu digunakan bersama dengan bahan berespons terhadap pemberian tubuh setiap pagi sebelum bangun. spermisida untuk meningkatkan steroid eksogen dengan menebal Suhu tubuh sedikit meningkat efektivitas. Cervical cap adalah dan mengembangkan kapasitas sekitar satu hari setelah ovulasi. alternatif untuk diafragma yang sekretorik, seperti yang terjadi pada Metode irama suhu tidak berman- baru dikembangkan. Cervical cap, keadaan normal. Ketika steroid faat dalam menentukan kapan yang lebih kecil daripada diafragma sintetik ini dihentikan setelah tiga hubungan seks aman dilakukan minggu. lapisan dalam endome- sebelum ovulasi tetapi cara ini dan dilapisi oleh spermisida, trium terlepas dan terjadi haid, bermanfaat dalam menentukan menutupi serviks dan tertahan di seperti yang normalnya terjadi pada kapan waktunya aman untuk tempatnya oleh adanya hisapan. degenerasi korpus luteum. Selain kembali melakukan hubungan seks menghambat ovulasi, kontrasepsi Kondom wanita (atau vaginal oral mencegah kehamilan dengan setelah ovulasi. pouch) adalah metode sawar meningkatkan kekentalan mukus terbaru yang dikembangkan. lni serviks, yang menyebabkanI Koitus interuptus adalah penge- adalah suatu kantung poliuretan penetrasi sperma menjadi lebih silindris berukuran 7 inci yang sulit, dan dengan menurunkan luaran penis dari vagina sebelum tertutup di satu ujung dan terbuka kontraksi otot di saluran reproduksi ejakulasi terjadi. Namun metode ini di ujung lain dengan cincin fleksibel wanita, yang menghambat transpor hanya efektif sebagian karena di kedua ujung. Cincin di ujung sperma ke tuba uterina. Kontrasepsi buntu alat ini dimasukkan ke dalam oral telah terbukti meningkatkan risiko pembekuan intravaskular, vagina dan terpasang pas di serviks, terutama pada wanita yang juga merokok.Angka Kegagalan Rata-Rata Berbagai Teknik Kontrasepsi I Beberapa metode kontrasepsi lainMETODE KONTRASEPSI AN G KA KEGAGALAN RATA-RATA (KEHAMILAN SETAHUN/1 OO WANITA) mengandung hormon seks wanitaTidak ada dan bekerja seperti pil KB untukMetode alami (irama) 90 mencegah ovulasi. Metode-metodeKoitus interuptus 20-30 tersebut mencakup implantasiKontrasepsi kimiawi jangka panjang subkutis (\"di bawahMetode sawar 23 kulit\") kapsul berisi hormon yangKontrasepsi oral 20 secara bertahap mengeluarkanKontrasepsi implan 10-15Alat kontrasepsi dalam rahim 2-2,5 hormon pada kecepatan hampir tetap selama lima tahun dan koyo 1 KB) yang 4 (berlanjut) Sistem Reproduksi 853

l(onsep, Tantangan, dan KontroversiCara dan Alat Kontrasepsi (lanjutan) mengandung hormon dan diserap kontrasepsi yang sudah ada, duktus deferens dengan suatu melalui kulit. misalnya pil KB baru yang menekan pelarut akan menghilangkan efek ovulasi dan haid selama berbulan- kontrasepsi tersebut.Penghambatan lmplantasiSecara medis, kehamilan belum bulan. I Cara lain yang sedang diteliti adalahdianggap dimulai sampai terjadiimplantasi. Menurut pandangan ini, Teknik KB masa depan adalah kontrasepsi uniseks yang akansetiap mekanisme yang mengganggu menghentikan sperma di jalurnyaimplantasi dikatakan mencegah i m u n o k o ntra sepsr-pema ka i a n dan dapat digunakan untuk priakehamilan. Namun, tidak semua vaksin yang merangsang sistem atau wanita. Berdasarkan temuan-sependapat dengan pandangan ini. imun untuk menghasilkan antibodi temuan awal, idenya adalahSebagian beranggapan bahwa terhadap protein tertentu yang menggunakan obat penghambatkehamilan dimulai pada saat pembuah- sangat penting dalam prosesan. Bagi mereka, setiap gangguan reproduksi. Efek kontraseptif vaksin Ca2* untuk mencegah masuknya Ca2*terhadap implantasi adalah suatu diharapkan bertahan hingga satu ke dalam ekor sperma. Seperti di selbentuk aborsi. Karena itu, metode tahun. Sebagai contoh, saat ini otot, Ca2* mengaktifkan perangkatkontrasepsi yang mengandalkan sedang diteliti suatu vaksin yang kontraktil yang berperan dalamblokade implantasi lebih kontroversial menginduksi pembentukan antibodi motilitas sperma. Tanpa Ca2*,daripada metode yang mencegah terhadap gonadotropin korionterjadinya fertilisasi. manusia sehingga hormon penun- sperma tidak dapat bergerak untuk jang korpus luteum yang esensial ini melakukan pembuahan.I Blokade implantasi paling sering tidak efektif jika terjadi kehamilan. Kemungkinan Iain yang menjanji- Pengakhiran Kehamilan yang Tak dilakukan dengan pemasangan oleh kan adalah penghambatan Diinginkan dokter suatu intrauterine device (lUD; alat kontrasepsi dalam rahim, enzim-enzim akrosom sehingga I Jika metode kontrasepsi gagal atau AKDR) ke dalam uterus. Mekanisme sperma tidak dapat masuk ke dalam kerja AKDR belum sepenuhnya ovum. Peneliti lain telah mengem- tidak digunakan dan terjadi dipahami, meskipun kebanyakan kehamilan yang tidak diinginkan, bukti menunjukkan bahwa adanya bangkan vaksin eksperimental yang wanita yang bersangkutan sering benda asing di uterus memicu membidik suatu protein yang beralih ke aborsi untuk mengakhiri respons peradangan lokal yang ditambahkan oleh epididimis ke kehamilan. Lebih dari separuh dari mencegah implantasi ovum yang permukaan sperma sewaktu sekitar 6,4 juta kehamilan di telah dibuahi. pematangan sel ini. Amerika Serikat setiap tahun adalah tidak diinginkan, dan sekitar 1,6I lmplantasi juga dapat dihambat oleh Beberapa peneliti sedang meng- juta dari jumlah tersebut berakhir dengan aborsi. Meskipun penge- apa yang disebut sebagai morning- eksplorasi cara-cara untuk meng- luaran mudigah/janin secara bedah after pill, yang juga disebut kontra- hambat penyatuan sperma dan sel legal di Amerika Serikat, praktek sepsi darurat. lstilah pertama sebenar- telur dengan mengintervensi aborsi dipenuhi oleh kontroversi nya adalah salah kaprah, karena pil interaksi spesifik yang normalnya emosional, etis, dan politis. ini dapat mencegah kehamilan jika terjadi antara gamet pria dan diminum dalam 72 jam setelah, wanita. Sebagai contoh, saat ini I Pada akhir tahun 2000, di tengah bukan hanya pada pagi hari setelah sedang diteliti bahan-bahan kimia hubungan seks tanpa pengaman. yang dimasukkan ke dalam vagina kontroversi yang menghangat, \"pil Bentuk kontrasepsi darurat yang untuk memicu pelepasan prematur aborsi\", RU 486, alau mifepriston, paling umum adalah suatu kit yang diijinkan untuk digunakan di berisi pil-pil KB dosis tinggi. Pil-pil ini, enzim akrosom, menyebabkan Amerika Serikat, meskipun obat ini yang hanya diperoleh dengan resep, sperma tidak lagi memiliki cara sebenarnya sudah tersedia di bekerja dengan cara berbeda untuk untuk membuahi sel telur yang negara-negara lain sejak tahun mencegah kehamilan bergantung telah berovulasi. 1988. Obat ini mengakhiri kehamil- pada posisi wanita yang bersangkut- Sebagian peneliti sedang mencari an dini melalui intervensi kimiawi an dalam siklus haidnya ketika ia dan bukan dengan pembedahan. menggunakan obat ini. Pil ini dapat. cara untuk memanipulasi hormon menekan ovulasi atau menyebabkan untuk menghambat produksi RU 486, suatu antagonis proges- degenerasi prematur korpus luteum, sperma pada pria tanpa mengurangi teron, berikatan erat dengan sehingga mencegah implantasi ovum testosteron pria yang bersangkutan. reseptor progesteron di sel sasaran yang telah dibuahi dengan menghen- tetapi tidak memicu efek proges- tikan dukungan hormon atas Salah satu contoh kontrasepsi pria teron yang biasa dan mencegah endometrium yang sedang tumbuh. yang sedang dikembangkan adalah progesteron berikatan dan Kit ini hanya digunakan dalam kombinasi testosteron dan proges- menimbulkan efek. Jaringan keadaan darurat-misalnya, jika tin yang menghambat GnRH dan endometrium yang telah kondom bocor atau pada kasus hormon-hormon gonadotropik berkembang, karena tidak perkosaan-dan jangan d i gu nakan mendapat dukungan progesteron, sebagai pengganti metode sehingga sinyal yang merangsang terlepas dan membawa serta mudigah yang terimplantasi di kontrasepsi yang sedang digunakan. spermatogenesis lenyap. dalamnya. Pemberian RU 486 diikuti Kemungkinan lain kontrasepsi pria dalam 48 jam oleh prostaglandinKemungkinan di Masa Mendatang yang menginduksi kontraksi uterus adalah sterilisasi kimiawi yang untuk membantu mengeluarkanI Di cakrawala telah terlihat berbagai dirancang untuk dapat dipulihkan, tidak seperti sterilisasi bedah, yang endometrium dan mudigah. penyempurnaan teknik-teknik dianggap ireversibel. Dalam teknik eksperimental ini, suatu polimer non-toksik disuntikkan ke dalam duktus deferens, tempat bahan kimia tersebut mengganggu kemampuan sperma melakukan fertilisasi. Pembilasan polimer dari854 Bab 20

plasenta serta ke jaringan mudigah. Sepanjang gestasi, darah hamil harus sangat berhati-hati terhadap kemungkinan pa-janin secara terus-menerus mengalir antara vilus plasenta janan dari bahan apapun yang berpotensi merugikan.dan sistem sirkulasi janin melalui arteri umbilikalis danvena umbilikalis, yang terbungkus di dalam korda umbili- Piasenta juga memiliki fungsi penring lain-plasentakalis (tali pusat), suatu.penghubung antara janin dan pla- adalah organ endokrin temporer selama kehamilan, suatusenta (Gambar 20-26). Darah ibu di dalam plasenta secara topik yang kini akan kita bahas.terus-meneru.s diganti oleh darah segar yang masuk melaluiarteriol-arteriol uterus; darah ibu lalu mengalir melalui ruang I Hormon yang dikeluarkan oleh plasentaantarvilus, tempat darah tersebut bertukar bahan dengandarah janin di vilus sekitar, kemudian keluar melalui vena berperan penting untuk rnempertahankanuterina. kehamilan. Sementara itu, selama waktu implantasi dan awal per- Bagian plasenta yang berasal dari janin memiliki kemampuankembangan plasenta, massa sel dalam membentuk rongga luar biasa untuk mengeluarkan sejumlah hormon steroid danamnion berisi cairan di antara korion dan bagian massa sel peptida yang esensial untuk mempertahankan kehamilan.dalam yang ditakdirkan menjadi janin. Lapisan epitei yang Yang terpenting adalah ltuman chorionic gonadotropin (gona-membungkus rongga amnion disebut kantung amnion, atau dotropin korion manusia), estrogen, dan ?rlgesteron (Tabelamnion. Seiring dengan perkembangannya, kantung amnion 20-5). Plasenta, dengan berfungsi sebagai organ endokrinakhirnya menyatu dengan korion, membentuk satu mem-bran kombinasi yang mengelilingi mudigah/janin. Cairan di utama pada kehamilan, bersifat unik di antara jaringan-rongga amnion, cairan amnion (air ketuban), y\"ng kompo- jaringan endokrin dalam dua aspek. Pertama, organ ini ber-sisinya serupa dengan CES normal, mengelilingi dan menjadi sifat transien. Kedua, sekresi hormon tidak dipengaruhi oleh kontrol ekstrinsik, berbeda dari mekanisme ketat yang seringbantalan bagi janin sepanjang kehamilan (Gambar 20-25, kompleks yang mengarur sekresi hormon lain. Jenis dan kecepatan sekresi hormon plasenta bergantung terutama20-26. dan 20-27). pada tahap kehamilan.FUNGSI PLASENTA SEKRESI GONADOTROPIN KORION MANUSIASelama kehidupan intrauteri, plasenta melakukan fungsi sis- Salah satu proses endokrin pertama adalah sekresi gonado-tem pencernaan, sistem pernapasan, dan ginjal bagi janin\"parasitik\" ini. Janin memiliki sistem-sisrem organ ini tetapi tropin korion manusia (human chorionic gonadotropin,di dalam lingkungan intrauteri sisrem-sisrem tersebut tidakdapat (dan tidak perlu) berfungsi. Nutrien dan O, berdifusi ritdari darah ibu mendmbus sawar tipis plasenta ke dalam darah :*li:janin, sementara CO, dan sisa metabolik lain secara ber- @'j;:samaan berdifusi dari darah janin ke dalam darah ibu. Nu- Itrr:-trien dan O, yang dibawa ke janin dari darah ibu diperolehdari sistem pencernaan dan pernapasan ibu, dan CO, dan zat {sisa yang dipindahkan ke darah ibu masing-masing dikeluar- Gambar 2O-27kan oleh paru dan ginjal ibu. Karena itu, saluran cerna, Janin manusia dikelilingi oleh kantung amnion. Janin menjelang akhir trimester pertama kehamilansaluran napas, dan ginjal ibu juga berfungsi melayani kebu-tuhan janin selain kebutuhan diri sendiri. CATAIAN KLINIS. Sebagian bahan melewati sawarplasenta melalui sistem transpor khusus di membran plasen-ta, sementara yanglain berpindah melalui difusi sederhana.Sayangnya, banyak obat, polutan lingkungan, bahan kimialain, dan mikroorganisme di dalam darah ibu juga dapatmelewati sawar plasenta, dan sebagian dari bahan tersebutdapat mencederai janin yang sedang tumbuh. Orang yanglahir tanpa anggota badan akibat pajanan ke ralidomid, suatrtobat penenangyang diresepkan bagi wanita hamil sebeiumefek parah obat ini pada janin diketahui, merupakan peng-ingat yang menyedihkan atas kenyataan ini. Demikian juga,neonatus yang \"ketagihan\" selama gestasi akibat penyalah-gunaan obat seperti heroin oleh ibunya menderita gejalaputus obat setelah lahir. Bahkan bahan-bahan kimia umummisalnya aspirin, alkohol, dan bahan di dalam asap rokokdapat mencapai janin dan menimbulkan efek merugikan.Demikian juga, janin dapat terjangkit AIDS sebelum lahirjika ibu mereka terinfeksi oleh virus ini. Karena itu, wanita Sistem Reproduksi 855

hCG), suatu hormon peptida yang memperlama usia korpus Sekresi puncak hCG terjadi sekitar 60 hari setelah akhir si-luteum, oleh korion. Ingatlah bahwa selama siklus ovarium, klus haid terakhir (Gambar 20-28). Pada minggu ke-10 ke-korpus luteum berdegenerasi dan lapisan dalam uterus yang hamilan, pengeluaran hCG turun ke tingkat rendah yangtelah dipersiapkan terlepas jika tidak terjadi fertilisasi dan berlangsung sepanjang kehamilan. Tirrunnya hCG terjadi pa-implantasi. Jika terjadi pembuahan maka blastokista yang da saat korpus luteum tidak Iagi diperlukan untuk sekresitertanam menyelamatkan dirinya sendiri dari kematian aki- hormon steroidnya, karena plasenta telah mulai mengeluar-bat terbilas dalam darah haid dengan menghasilkan hCG. kan estrogen dan progesteron dalam jumlah yang signiftkan.Hormon ini, yang secara fungsional mirip LH, merangsang Korpus luteum kehamilan mengalami regresi parsial seiringdan mempertahankan korpus luteum sehingga struktur initidak berdegenerasi. Unit endokrin ovarium ini, yang seka- dengan merosotnya sekresi hCG, tetapi struktur ini tidakrang dinamai korpus luteum kehamilan, tumbuh semakin diubah menjadi jaringan parut sampai setelah persalinan.besar dan semakin banyak menghasilkan esrrogen dan pro- CATAIAN KLINIS. Gonadotropin korion manusia di-gesteron untuk 10 minggu selanjutnya sampai plasenta keluarkan dari tubuh melaiui urin. Uji diagnosis kehamilanmengambil alih sekresi hormon-hormon steroid ini. Karena dapat mendeteksi hCG dalam urin hingga sedini bulan per-persistensi estrogen dan progesteron maka jaringan endome- tama kehamilan, sekitar dua minggu seteiah keterlambatantrium tebal dan seperti sumsum ini dipertahankan dan tidak haid pertama. Karena pada saat rersebur mudigah yang sedangdiluruhkan. Karena itu, haid berhenti selama kehamilan. tumbuh belum dapat dideteksi dengan pemeriksaan fisik maka uji ini memungkinkan kehamilan dikonfirmasi secara dini. Stimulasi oleh hCG diperlukan untuk mempertahan-kan korpus luteum kehamilan karena LH, yang memperra- Thnda klinis kehamilan yang sering dijumpai adalahhankan korpus luteum selama fase luteal normal siklus haid, morning sichness, serangan,serangan mual dan muntah yangditekan oleh umpan balik negatif kadar progesteron yang sering terjadi pada pagi hari meskipun dapat terjadi kapantinggi. saja. Karena keadaan ini biasanya terjadi segera setelah im- plantasi dan bersamaan dengan puncak produksi hCG, maka Pemeliharaan kehamilan normal bergantung pada kon- para ilmuwan berspekulasi bahwa hormon plasenta awal inisentrasi progesteron dan estrogen yang tinggi. Karena itu, mungkin memicu gejala, mungkin dengan bekerja padaproduksi hCG sangat penting selama trimester pertama un- chemoreceptor *iger zone di pusat muntah (lihat h. 658).tuk mempertahankan produi<si hormon-hormon ini oleh SEKRESI ESTROGEN DAN PROGESTERONovarium. Pada janin lakilaki, hCG juga merangsang prekur- Mengapa plasenta yang sedang terlentuk tidak iangsungsor sel Leydig di testis janin untuk mengeluarkan tesrosreron, menghasilkan estrogen dan progesteron alih-alih mengeiuar- kan hCG, yang pada gilirannya merangsang korpus luteumyang menyebabkan maskulinisasi saluran reproduksi. Laju sekresi hCG meningkat pesat selama awal keha-milan untuk menyelamatkan korpus luteum dari kematian.Tabel 20-5Hormon Plasentar-roRMoN FU[IGSIi4 u ma n Chorionic Gonadotropin (hCGl Mempertahankan korpus luteum kehamilanFstrogen $uga dikeluarkan oleh korpuslwteurn kehamilanl Merangsang sekresi testosteron oleh testis mudigah XYProgesteron (juga dikeluarkan oleh Merangsang pertumbuhan miometrium, meningkatkan kekuatan uterus untukkorBus luteum keharnilan') persalinanttuman Chorianic Somatomarnmatropin Membantu mempersiapkan kelenjar mamaria untuk laktasitmemiliki struktur serupa denganhormon pertwrnbwhan dan prolaktin) Menekan kontraksi uterus agar Iingkungan perkembangan janin tenang Mendorong pembentukan sumbat mukus serviks untuk mencegah kontaminasi${elaksin (juga dikeluarkan oleh korpus uterus!uteum kehamilanJ Membantu mempersiapkan kelenjar mamaria untuk laktasiPTI'irP (parafhyro id harmone- rel atedpep\"dfde) plasenta Dipercayai mengurangi pemakaian glukosa oleh ibu dan mendorong penguraian simpanan lemak (serupa dengan hormon pertumbuhan) sehingga lebih banyak glukosa dan asam lemak bebas dapat dialirkan ke janin Membantu mempersiapkan kelenjar mamaria untuk laktasi (serupa dengan prolaktin) Melunakkan serviks dalam persiapan untuk pembukaan serviks saat persalinan Memperlonggar jaringan ikat antara tulang-tulang panggul sebagai persiapan untuk persalinan Meningkatkan kadar Ca2* plasma ibu untuk digunakan dalam kalsifikasi tulang janin; jika diperluka.n, mendorong disolusi lokal tulang ibu, memobilisasi simpanan Ca'z* mereka untuk digunakan oleh janin yang sedang berkembang855 Eab 20

untuk mengeluarkan kedua hormon penting ini? Jawabannya Gonadotropin korion manusia (hCG)adalah bahwa, karena berbagai sebab, plasenta tidak dapatmenghasilkan estrogen arau progesreron dalam .iumlah cukup =pada trimester pertama kehamilan. Pada kasus estrogen, pla-senta tidak memiliki sbmua enzim yang diperlukan untuk (Emembentuk hormon ini. Sintesis estrogen memerlukan in- o)teraksi kompleks antara plasenta dan janin (Gambar 20-29).Plasenta mengubah hormon androgen yang diproduksi oleh ckorteks adrenal janin, dehidroepiandrosteron (DHEA), men-jadi estrogen. Plasenta tidak dapat menghasilkan esrrogen (g (osampai janin telah berkembang ke titik di mana korteks Eadrenalnya mengeluarkan DHEA ke dalam darah. Plasentamengekstraksi DHEA dari darah janin dan mengubahnya (omenjadi estrogen, yang kemudian dikeluarkannya ke dalam (Edarah ibu. Estrogen primer yang disintesis dengan cara iniadalah estriol, berbeda dari estrogen urama yang diproduksi Yoleh ovarium, estradiol. Karena itu, pengukuran kadar estrioldalam urin ibu dapat digunakan secara klinis menilai viabi- ol:r 2 3 4 s 6 7 8 etlolitas janin. Brlan setelah awal haid terakhir / I Pada kasus progesteron, plasenta dapat mensintesis Fertilisasi persalinanhormon ini segera setelah implantasi. Meskipun plasenta dinimemiliki enzimyang diperlukan untuk mengubah kolesterol Gambar 20-28yang diekstraksi dari darah ibu menjadi progesreron, namunplasenta ini belum menghasilkan banyak hormon ini, karena Laju sekresi hormon plasenta.jumlah produksinya setara dengan berat plasenta. Selama 10minggu pertama kehamilan plasenta terlalu kecil untuk mampu meninggalkan sistem penunjang kehidupan darimenghasilkan progesteron dalam jumlah yang memadai un-tuk mempertahankan jaringan endometrium. Peningkatan ibunya. Semenrara itu, sejumlah perubahan fisik terjadi padanyata progesteron dalam darah dalam tujuh bulan terakhirgestasi mencerminkan pertumbuhan plasenta selama periode ibu untuk mengakomodasi kebutuhan selama kehamilan.ini. Perubahan yang paling nyata adalah pembesaran uterusPERAN ESTROGEN DAN PROGESTERON DALAMKEHAMILAN Uterus mengembang dan bertambah beratnya lebih dari 20Seperti telah disebutkan, diperlukan konsenrrasi estrogen kali, di luar isinya. Payudara membesar dan memiliki ke-dan progesteron yang tinggi untuk mempertahankan keha-milan normal. Estrogen merangsang pertumbuhan miome- mampuan untuk menghasilkan susu. Sistem-sistem tubuh ditrium, yang ukurannya bertambah besar sepanjang keha- luar sistem reproduksi juga melakukan berbagai perubahanmilan. Diperlukan otot uterus yang lebih kuat untuk yang diperlukan. Volume darah meningkat sebesar 30o/o, dan sistem kardiovaskular berespons terhadap peningkatan kebu-mengeluarkan janin sewaktu persalinan. Estriol juga mendo- tuhan oleh massa plasenta yang terus tumbuh. penambahan berat selama kehamilan hanya sebagian yang disebabkanrong perkembangan duktus-duktus di kelenjar mamaria, oleh berat janin. Sisanya terutama disebabkan oleh pening- katan berat uterus, termasuk plasenta, dan bertambahnyayang akan dilalui oleh air susu sewaktu iaktasi. volume darah. Aktivitas pernapasan meningkat sekitar 20yo Progesteron melakukan berbagai peran sepanjang keha- untuk mengatasi kebutuhan tambahan pemakaian O, danmilan. Fungsi utamanya adalah mencegah keguguran dengan pengeluaran CO, dari janin. Pengeluaran urin meningkat,menekan kontraksi miometrium uterus. Progesteron juga dan ginjal mengeluarkan zat-zar sisatambahan Jari janin.mendorong pembentukan sumbat mukus di kanalis servi- Meningkatnya kebutuhan metabolik janin yang sedangkalis, mencegah kontaminan vagina mencapai uterus. Yang tumbuh meningkatkan kebutuhan nutrisi bagi ibu. Secaraterakhir, progesteron plasenta merangsang perkembangan umum, janin mengambil apa yang diperlukan dari ibunya,kelenjar susu di payudara, dalam persiapan untuk laktasi. meskipun hal ini menyebabkan ibu mengalami defisit nutrisi.I Sistem tubuh ibu berespons terhadap Sebagai contoh, hormon piasenta human chorionic soma- ton ammotropla (somatomamotropin korion manusia, hCS)peningkatan kebutuhan selama kehamilan. diperkirakan berperan menyebabkan penurunan pemakaianMasa gestasi (kehamilan) adalah sekitar 38 minggu dari glukosa oleh ibu dan mobilisasi asam lemak bebas dari sim- panan lemak ibu, serupa dengan efek hormon pertumbuhankonsepsi (40 minggu dari akhir haid terakhir). Selama gestasi, (lihat h. 741) (Pada kenyataannya, hCS memiliki strukturmudigah/janin tumbuh dan berkembang hingga ke tahap ia mirip dengan hormon pertumbuhan dan prolaktin serta memperlihatkan kerja serupa). Perubahan-perubahan meta- bolik pada ibu yang dipicu oleh hCS menyebabkan glukosa dan asam lemak tersedia lebih banyak untuk dialihkan ke janin. Juga, jika ibu tidak mengonsumsi cukup Ca2-, maka Sistern Reproduksi 857

Darah ibu Plasenta Darah janin Korteks adrenal janin Kolesterol +' Kolesterol Kolesterol + Kolesterol - I DHEA<-- I I I Progesteron t I I Progesteron I DHEA+- Deh idroepiandrosteron I (DHEA) Estrogen +- I Estrogen - ----+ Jalur sintesis progesteron plasenta ---'--------> Jalur sintesis estrogen plasentaGambar 20-2gSekresi estrogen dan progesteron oleh plasenta. Plasenta mengeluarkan, dalam jumlah yang semakin banyak, progesteron danestrogen ke dalam darah ibu setelah trimester pertama. Plasenta itu sendiri dapat mengubah kolesterol menjadi progesteronQalur hijau) tetapi tidak memiliki sebagian dari enzim yang dibutuhkan untuk mengubah kolesterol menjadi estrogen. Namun,plasenta dapat mengubah DHEAyang berasal dari kolesterol di korteks adrenal janin menjadi estrogen ketika DHEA mencapaiplasenta melalui darah janin Qalur biru).hormon plasenta lainnya yang serupa dengan hormon para- lahir dengan melonggarkan jaringan ikat antara tulang-tir oid, 1t arathyro id b o nn one-re late d p Et tide (PTH rp), me-mobilisasi Ca2- dari tulang ibu untuk menjamin kalsifikasi tulang panggul.tulang-tulang janin (Thbel 20-5). Sementara itu, janin bergeser ke bawah (janin \"turun')I Perubahan selama akhir gestasi sebagai dan dalam keadaan normal terorientasi sedemikian sehingga kepala berkontak dengan serviks sebagai persiapan untukpersiapan untuk persalinan. keluar melalui jalan lahir. Pada persalinan sungsang, seriap bagian tubuh selain kepala adalah bagian yang pertama kali mendekati jalan lahir.Persalinan (partus, pelahiran) memerlukan (1) dilatasi ka- tr Para ilmuwan semakin menEetahui faktor-faktornalis servikalis (\"pembukaan') untuk mengakomodasi lewat- yang memicu dimulainya persalinan.nya janin dari uterus melalui vagina ke lingkungan luar dan(2) kontraksi miometrium uterus yang cukup kuat untuk Kontraksi ritmik terkoordinasi, biasanya tidak nyeri padamengeluarkan janin. awalnya, dimulai pada awitan persalinan sejati. Seiring Beberapa perubahan terjadi selama masa gestasi akhir dengan kemajuan persalinan, frekuensi, intensitas, dan rasasebagai persiapan untuk dimulainya persalinan. Selama dua tidak nyaman yang ditimbulkan kontraksi bertambah. Kon-trimester pertama gestasi, uterus relatif tetap tenang, karena traksi kuat dan berirama ini mendorong janin menekan ser- viks dan membukanya. Kemudian, setelah membuat serviksefek inhibitorik progesteron kadar tinggi pada otot mio- terbuka cukup lebar untuk dapat dilalui janin, kontraksi- kontraksi ini mendorong janin keluar melalui jalan lahir.metrium. Namun, selama trimester terakhir, uterus menjadisemakin peka rangsang sehingga kontraksi ringan (kontaksi Faktor-faktor pasti yang memicu peningkatan kontrak-Braxton-Hiclrs) dapat dialami dengan kekuatan dan fre- tilitas uterus dan, karenanya, memulai persaiinan belumkuensi yang bertambah. Kadang kontraksi ini menjadi cukup sepenuhnya diketahui, meskipun telah banyak kemajuan dicapai dalam pengungkapan rangkaian proses selama tahun-teratur sehingga disangka sebagai awitan persalinan, suatu tahun terakhir. Marilah kita melihat apa yang telah diketahuifenomena yang dinamai \"persalinan palsu'. tentang proses ini. Selama gestasi, pintu keluar uterus tetap tertutup oleh PERAN ESTROGEN KADAR TINGGIservils yang kaku dan tertutup rapat. Seiring dengan men-dekatnya persalinan, serviks mulai melunak (atau \"matang\") Selama awal gestasi, kadar estrogen ibu relatif rendah, tetapiakibat disosiasi serat jaringan ikatnya yang kuat (kolagen). seiring dengan kemajuan kehamilan, sekresi estrogen plasentaKarena perlunakan ini rnaka serviks menjadi lentur sehingga terus meningkat. Pada hari-hari tepat menjelang persalinan,dapat secara bertahap membuka pintu keluarnya sewaktu terjadi lonjakan kadar estrogen yang menyebabkan perubah-janin yang secara paksa didorong menekannya saat persa- an pada uterus dan serviks untuk mempersiapkan kedua struktur ini untuk persalinan dan pelahiran (Gambar 20-28linan. Perlunakan serviks ini terutama disebabkan olehrelaksin, suatu hormon pepdda yang dihasilkan oleh korpusluteum kehamilan dan plasenta. Faktor lain juga berperandaiam periunakan serviks ini. Relaksin juga melemaskan jalan858 Bab 20

dan 20-30). Pertama, esrrogen kadar tinggi mendorong sin- tangan paru janin. Secara spesifik, kortisol merangsang sin- tesis surfaktan paru, yang mempermudah ekspansi paru dantesis konekson di dalam sel-sel otot polos uterus. Hampir mengurangi kerja bernapas (lihat h. 513).sepanjang kehamilan sel-sel miometrium ini tidak secara Peningkatan Iaju sekresi DHEA oleh korteks adrenal fungsional berkaitan. Konekson yang baru terbenruk disisip, sebagai respons terhadap CRH plasenta menyebabkan pe-kan di membran plasma miometrium untuk membentuk ningkatan kadar sekresi esrrogen plasenta. Ingatlah bahwa plasenta mengubah DHEA dari kelenjar adrenal .ianin men- taut celah yang secara elektris menyatukan sel-sel otot polos jadi estrogen, yang kemudian masuk ke dalam aliran darah uterus sehingga mereka mampu berkontraksi secara terkoor- ibu (Gambar 20-29). Jika sudah cukup tinggi, estrogen inidinasi (lihath. 77). mengaktifkan proses-proses yang memulai persalinan. Ka- Secara bersamaan, estrogen kadar tinggi secara drastis rena itu, durasi kehamilan dan persalinan ditentukan ter-dan progresif meningkatkan lionsentrasi reseptor oksitosin dimiometrium. Bersama-sama, perubahan-perubahan miome- utama oleh kecepatan produksi CRH plasenta. Demikianlah, \"jam plasenta\" menandai rentang waktu hingga persalinan.trium ini menyebabkan responsivitas uterus terhadap oksi- Saat persalinan telah ditentukan sejak awal kehamilan, dengan pelahiran pada titik akhir proses pematangan yangtosin meningkat yang akliirnya memicu persalinan. terjadi sepanjang proses gestasi. Detik jam plasenta diukur oleh laju sekresi plasenta. Seiring dengan kemajuan keha- Selain mempersiapkan uterus untuk persalinan, estro- milan, kadar CRH dalam plasma ibu meningkat. para pene-gen kadar tinggi juga mendorong pembentukan prostaglan-din lokal yang berperan dalam pematangan serviks dengan liti dapat secara akurat memperkirakan waktu persalinanmerangsang enzim-enzim serviks yang secara lokal mengurai-kan serat kolagen. Selain itu, berbagai prostaglandin itu sen- dengan mengukur kadar CRH plasma ibu bahkan sejakdiri meningkatkan responsiviras urerus terhadap oksitosin. akhir trimester perrama. Kadar yang lebih tinggi daripada . normal dilaporkan berkaitan dengan persalinan premarur,PERAN OKSITOSIN sedangkan kadar yang lebih rendah daripada normal meng-Oksitosin adalah suatu hormon pepdda yang diproduksi isyaratkan persalinan melewati jadwal. Hal ini dan data lainoleh hipotalamus, disimpan di hipofisis posterior, dan di- menunjukkan bahwa persalinan dimulai ketika kadar kritisbebaskan ke dalam darah dari hipofisis posterior pada sti-mulasi saraf oleh hipotalamus (lihat h.731). Oksitosin, suatu CRH plasenta tercapai. Kadar kritis CRH ini memasrikanperangsang otor urerus yang kuat, berperan kunci dalam bahwa ketika persalinan dimulai, bayi telah siap hidup di luarkemajuan persalinan. Namun, hormon ini semula bukan rahim. Hal ini dicapai melalui peningkatan secara bersamaan kortisol janin yang diperlukan untuk pematangan paru dandianggap sebagai pemicu persalinan karena kadar oksitosin estrogen yang diperlukan untuk menimbulkan perubahan-dalam darah tetap konstan mendekati awitan persalinan. perubahan pada uterus untuk memulai persalinan. Teka-tekiPenemuan bahwa responsivitas uterus terhadap oksitosin yang masih tertinggal mengenai jam plasenta adalah, apapada aterm adalah 100 kali dibandingkan wanita yang tidak yang mengontrol sekresi CRH?hamil (karena meningkatnya konsentrasi resepror oksitosinmiometrium) menyebabkan kesimpulan yang sekarang di- PERAN PERADANGANterima luas bahwa persalinan dimulai ketika konsentrasireseptor oksitosin mencapai suatu ambang kritis yang me- Yang menarik, riset-riset terakhir menunjukkan bahwa pera-mungkinkan awitan kontraksi kuat terkoordinasi sebagai dangan berperan sentral dalam proses persalinan, baik padarespons terhadap kadar oksitosin darah yang biasa. awitan persalinan aterm maupun persalinan prematur. KunciPERAN CORTICOTROPIN-RELEASING HORMONE pada respons peradangan ini adalah pengaktifan nuclear factor rB (NF-rcB) di uterus. NF-rcB mendorong pem-Selama ini para ilmuwan dibuat bingung oleh faktor-faktoryang meningkatkan sekresi estrogen plasenta. Riset-riset bentukan sitokin-sitokin peradangan misalnya interleukin-gteraklir telah memberi gambaran baru tentang mekanisme (lL-8) (lihat h. 474) dan prostaglandin yang rneningkatkanyang mungkin berperan. Bukti mengisyaratkan bahwacortico tropin-re leasing hormone (CRH) yang dikeluarkan oleh kepekaan uterus terhadap berbagai pembawa pesan kimiawiplasenta bagian janin ke dalam sirkulasi ibu dan janin tidak pemicu kontraksi dan membantu melunakkan serviks. Apasaja mendorong pembentukan estrogen plasenta, sehingga yang mengaktifkan NF-rB sehingga terjadi rangkaian proses peradangan yang membantu memulai persalinan? Berbagaiakhirnya menenrukan saar dimulainya persalinan, tetapi juga faktor yang berkaitan dengan awitan persalinan aterm dan persalinan premarur dapat menyebabkan lonjakan NF-rB.mendorong perubahan-perubahan di paru janin yang dibu- Faktor-faktor tersebut mencakup peregangan oror urerustuhkan untuk menghirup udara (Gambar 20-30). Ingatlah dan adanya protein surfaktan paru SP-A di cairan amnion.bahwa CRH dalam keadaan normal dikeluarkan oleh hipo- SP-A mendorong migrasi makrofag janin ke uterus. Makro-talamus dan mengatur pengeiuaran ACTH oleh hipofisis an- fag ini, selanjutnya, menghasilkan sitokin peradangan inter-terior (lihat h.736 dan 766). Sebaliknya, ACTH merangsang leukin 1B QL-lp) yang mengaktifkan NF-rB. Dengan carapembentukan kortisol dan DHEA oleh korteks adrenal. ini, pematangan paru janin ikut serta memulai persalinan.Pada janin, banyak CRH yang berasal dari plasenta danbukan semata-mata dari hipotalamus janin. Sekresi kortisol CATAIAN KLINIS. Persalinan premarur dapat dipicutambahan yang dirangsang oleh CRH mendorong pema- oleh infeksi bakteri dan reaksi alergik yang mengaktifkan NF-tcB. Demikian juga, kehamilan multijanin berisiko Sistem R.eproduksi 859

C--'a*'t\"-_l + a'lTc*r*.-- f i- 1 + { tre dalam sirkulasi janin) tf-Hii--fl---i-g.t d- l ___,r9rr_____ + --_-] fTM\"*'\"r\"s t--lAE l- -- 9r!19ry! l -, ++ @\"kJ\"\"\"rfi) + --1rL-18--_ltrlrr.*lp-_gl tr\"i:ffifis +lt/------:----- .---'------} r- Memicu _!111:T___, I awitan f-JrL€ I persalinan + -Pb*\"n+ tr ls\"-f_\"llrrrar.-'f\"rtan---l F\"rub\"h\"\" DllEl-l I menjadi estrogen Ift- _J____!gru + +F\"r\"tt s\"\"j-p*;-l (_- -____lI sebagai persiapan IudaraI untuk menghirup iIl Iftt-arrn-ltrarrqta-s\"rebul-hlse-l'lI f;;;lfIt-to1.Kls'\"r9to\"srr:ne!o.',a-|.t.--l-.l tprostaqlandin )I F'\"+fi;; + I kontraksi sebagai I J Responsivitas uterus terhadap suatu kesatuan kadar rendah oksitosin II + Tanda panah biru menunjukkan Berperan dalam kemajuan rangkaian kejadian yang persalinan menyebabkan dimulainya persalinan + Tanda panah hijau menunjukkan siklus umpan balik positif yang berperan dalam kemajuan persalinanGambar 20-30lnisiasi dan perkembangan persalinan.860 Bab 20

mengalami persalinan premarur, mungkin karena peningkatan cukup lebar untuk dilalui kepala. Pada kasus ini, tanpaperegangan uterus memicu pengaktifan dini NF-rcB. intervensi medis kepala bayi akan tersangkut di belakangI Persalinan berlangsung melalui siklus umpan lubang serviks yang sempit.balik positif. I Tahap hedua.Tahap kedua persalinan, pengeluaran bayiSetelah estro$en kadar tinggi dan berbagai sitokin inflamasi yang sebenarnya, dimulai setelah dilatasi (pembukaan) ser-meningkatkan kepekaan uterus terhadap oksitosin hingga ke viks lengkap. Ketika bayi mulai bergerak melewati servikssuatu tingkat kritis dan kontraksi urerus yang teratur telah dan vagina, resepror,reseptor regang di vagina mengaktifkandimulai, kontraksi miometrium ini secara progresif bertambah suatu refleks saraf yang memicu kontraksi dinding abdomensering, kuat, dan lama sepanjang persa.linan sampai isi uterus secara sinkron dengan kontraksi uterus. Kontraksi abdomendikeluarkan. Pada awal persalinan, kontraksi berlangsung 30 ini sangat meningkatkan gaya yang mendorong bayi melewatidetik atau kurang dan terjadi setiap sekitar 25 sampai 30 menit;pada akhir persalinan, kontraksi tersebut berlangsung 60 jalan lahir. Ibu dapat membantu mengeluarkan bayinyasampai 90 detik dan terjadi setiap 2 sampai 3 menit. dengan secara sengaja mengontraksikan otot-otot abdomen- Seiring dengan kemajuan persalinan, terjadi siklus um- nya bersamaan dengan kontraksi uterus (yairu, \"mengejan'pan balik positif yang melibatkan oksitosin dan prostaglandinserta seca-ra terus-menerus meningkatkan kontraksi miome- saat timbul nyeri persalinan). Tahap 2 biasanya jauh lebihtrium (Gambar 20-30). Setiap kontraftsi uterus dimulai dipuncak uterus dan menyapu ke bawah, mendorong janin singkat daripada tahap pertama dan berlangsung 30 sampaimenuju serviks. Tekanan janin terhadap serviks menyebabkan 90 menit. Bayi masih melekat ke plasenta oleh tali pusat saardua hal. Pertama, kepala janin mendorong sewiks yang telahlunak dan menyebabkan kanalis servikalis membuka. Kedua, lahir. Thli pusat ini diikat dan dipotong, dengan punrungperegangan serviks merangsang pelepasan oksitosin melalui akan menciut dalam beberapa hari untuk membentukrefleks neuroendokrin. Sdmulasi reseptor-reseptor di serviks umbilikus (pusar).sebagai respons terhadap tekanan janin menyebabkan pengi-riman sinyal saraf melalui medula spinalis ke hipotalamus, I Tahap hetiga. Segera setelah bayi lahir, terjadi rangkaianyang selanjutnya memicu pelepasan oksitosin dari hipofisisposterior. Oksitosin tambahan ini menyebabkan kontraksi kontraksi uterus kedua yang memisahkan plasenta dari mio-uterus menjadi lebih kuat. Akibatnya janin terdorong lebih metrium dan mengeluarkannya melalui vagina. Pelahirankuat menekan serviks, merangsang pelepasan lebih banyak plasenta, atau afterbirth, merupakan tahap ketiga persalinan,oksitosin, dan demikian sererusnya. Siklus ini bertambah kuat biasanya merupakan tahap paling singkat yaitu selesai dalam 15 sampai 30 menit setelah bayi lahir. Setelah plasenta di-karena oksitosin merangsang produksi prostaglandin oleh de- keluarkan, kontralai miometrium yang berkelanjutan me-sidua. Sebagai perangsang miometrium yang kuat, prostaglan- nyebabkan pembuluh darah uterus yang mengalir ke tempatdin meningkatkan kontraksi uterus lebih lanjut. Sekresi oksi- perlekatan plasenta terjepit untuk mencegah perdarahan.tosin, produksi prostaglandin, dan kontralai urerus terus INVOLUSI UTERUSmeningkat melalui umpan balik positif sepanjang persalinansampai kelahiran janin melenyapkan tekanan pada serviks. Setelah pelahiran, uterus menciut ke ukuran pragestasinya, suatu proses yang dikenal sebagai involusi, yang berlangsungTAHAP PERSALINAN empat sampai enam minggu. Selama involusi, jaringan endo- metrium yang tertinggal dan tidak dikeluarkan bersama pla-Persalinan dibagi menjadi tiga tahap: (1) dilatasi serviks, (2) senta secara bertahap mengalami disintegrasi dan terlepas,pelahiran bayi, dan (3) pelahiran plasenta (Gambar 20-31). menghasilkan duh vagina yang disebut lokia dan terus keluarPada permulaan persalinan atau suatu waktu pada tahap selama tiga sampai enam minggu setelah persalinan. Setelahpertama, membran yang membungkus kantung amnion, periode ini, endometrium pulih ke keadaan sebelum hamil.atau \"kantung air\", pecah. Cairan amnion (air ketuban) yangkeluar dari vagina membanru melumasi jalan lahir. Involusi rerutarna disebabkan oleh penurunan tajam estrogen dan progesteron darah saat plasenta sebagai sumberI Tahap pertama. Selama tahap pertama, serviks dipaksa steroid ini keluar ketika persalinan. Proses ini dipercepat pada ibu yang menyrsui bapnya, karena terjadi pelepasan oksitosinmelebar untuk mengakomodasi garis tengah kepala bayi, akibat rangsang hisapan di puting papdara. Selain berperanbiasanya hingga maksimal 10 cm. Tahap ini adalah yangpaling lama, berlangsung dari beberapa jam sampai 24 jam p€nting dalam menyrrsui, pelepasan oksitosin yang dipicu olehpada kehamilan pefiama. Jika bagian tubuh lain janin selainkepala yang menghadap ke serviks maka bagian tersebut menyrrsui ini mendorong kontraksi miometrium yang mem-biasanya kurang efektif daripada kepala untuk \"membelah\"serviks. Kepala memiliki garis rengah terbesar pdda tubuh bantu mempertahankan tonus otot uterus, mempercepat invo-bayi. Jika bayi mendekati jalan lahir dengan kaki terlebih lusi. Involusi biasanya tuntas dalam waktu sekitar empat minggudahulu maka kaki mungkin tidak dapat melebarkan serviks pada ibu yang menfrsui tetapi memerlukan hingg\" sekiL enam minggu pada mereka yang ddak meny'usui bayrnya. I Laktasi memerlukan masukan sinyal berbagai hormon. Sistem reproduksi wanita menunjang kehidupan bayi sejak konsepsi, semasa gestasi, hingga tahap awal kehidupan di luar rahim. Susu (atau ekivalennya) merupakan nuffien esen- sial bagi kelangsungan hidup bayi. Karena itu, selama gestasi Sistem Reproduksi 861


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook