Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore Bab 16.Sistem

Bab 16.Sistem

Published by haryahutamas, 2016-04-02 02:42:43

Description: Bab 16.Sistem

Search

Read the Text Version

,\;\"- Kolon transversum 3q I .i ri Haustra I 1 ri ,':'l' i ioi;r,*',+:i,,r,,,niEiii.ij'd{1!rj'{.' rr,, a.+- Kolon ''!: ,r.r desendens ; 'ii '.18 ' iirrl. laenlae +: lllr i,i ,ll coli :r+ jjl:. r , ;i. :;# s I sigmoid I Sfingter ani eksternus Apendiks (otot rangka) Kanalis analis Rektum - S(ofitnogt tperoalnoi sin)ternu--sT\"-' ht\" ,:Gambar'16-29Anatomi usus besar. Ketika makanan masuk ke lambung, terjadi refleks semuia teregang secara perlahan melemas, dan keinginan un-gastrokolon yang diperantarai dari lambung ke kolon oleh tuk buang air besar mereda sampai gerakan massa berikutnyagastrin dan saraf oronom ekstrinsik, yang menjadi pemicu mendorong lebih banyak tinja ke dalam rektum dan kembaliutama gerakan massa di kolon. Pada banyak orang, refleks meregangkan rektum sema memicu refleks defekasi. Selamaini paling jelas setelah sarapan dan sering diikuti oleh ke- periode inaktivitas, kedua sfingter tetap berkontraksi untukinginan untuk buang air besar. Karena itu, ketika makanan menjamin kontinensia tinja.masuk ke saluran cerna, rerpicu refleks-refleks yang memin- Jika defekasi terjadi maka biasanya dibantu oleh gerakan mengejan volunter yang melibatkan kontraksi otot abdomendahkan isi yang sudah ada ke bagian distal untuk menyedia- dan ekspirasi paksa dengan glotis tertutup secara bersamaan.kan tempat bagi makanan yang baru masuk. Refleks gas-troileum memindahkan isi usus halus yang masih ada ke Tindakan ini sangat meningkatkan tekanan intraabdomen,dalam usus besar, dan refleks gastrokolon mendorong isi ko-lon ke dalam rektum, memicu refleks defekasi. yang membantu mendorong rinja.I Feses dikeluarkan oleh refleks defekasi. I Terjadi konstipasijika tinja terlalu kering.Ketika gerakan massa di kolon mendorong tinja ke dalam Jika defekasi ditunda terlalu lama maka dapat terjadirektum, peregangan yang terjadi di rektum merangsang re- konstipasi (sembelit). Ketika isi kolon tertahan lebih lamaseptor regang di dinding rektum, memicu refleks defekasi. daripada normal maka HrO yang diserap dari tinja me-Refleks ini menyebabkan sffngter ani internus (yaitu otot ningkat sehingga tinja menjadi kering dan keras. Variasi normal frekuensi defekasi di antara individu berkisar daripolos) melemas dan rektum dan kolon sigmoid berkontraksi setiap makan hingga sekali seminggu. Ketika frekuensilebih kuat. Jika sffngter ani eksternus (yaitu otot rangka) berkurang melebihi apa yang normal bagi yang bersang-juga melemas maka terjadi defekasi. Karena otot rangka, kutan maka dapat terjadi konstipasi berikut gejala-gejalasfingter ani eksternus berada di bawah kontrol volunter. Pe- terkaitnya. Gejala-gejala ini mencakup rasa tidak nyamanregangan awal dinding rektum disertai oleh timbulnya tas^ di abdomen, nyeri kepala tumpul, hilangnya nafsu makaningin buang air besar. Jika keadaan tidak memungkinkan yang kadang disertai mual, dan depresi mental. Berbedadefekasi maka pengencangan sfingter ani eksternus secara dari anggapan umum, gejala-gejala ini tidak disebabkansengaja dapat mencegah defekasi meskipun refleks defekasi oleh toksin yang diserap dari bahan tinja yang tertahan.telah aktif. Jika defekasi ditunda maka dinding rektum yang Meskipun me tabolisme bakteri menghasilkan bahan- Sistem Pencernaan 69l

bahdn yang mungkin toksik di kolon namun bahan-bahan perkirakan terdapat 500 sampai 1000 spesies bakteri yang berbeda hidup di kolon. Mikroorganisme kolon ini biasanyaini normalnya mengalir melalui sistem porta dan dising- tidak saja tidak membahayakan tetapi pada keinyataannyakirkan oleh hati sebelum dapat mencapai sirkulasi siste- dapat bermanfaat. Sebagai contoh, bakteri penghuni (1)mik. Gejala-gejala yang berkaitan dengan konstipasi meningkatkan imunitas usus dengan berkompetisi mempe- rebutkan nutrien dan ruang dengan mikroba yang berpotensidisebabkan oleh distensi berkepanjangan usus besar, ter-utama rektum; gejala segera hilang setelah peregangan patogen (lihat h. 487); (2) mendorong modlitas kolon; (3) membantu memelihara integritas mukusa kolon; dan (4)mereda. Kemungkinan penyebab tertundanya defeksi yang da- memberi kontribusi nutrisi. Sebagai contoh, bakteri mensin-pat menimbulkan konstipasi mencakup (l) mengabaikan ke- tesis vitamin K yang dapat diserap dan meningkatkan ke- asaman kolon sehingga mendorong penyerapan kalsium,inginan untuk buang air besar; (2) berkurangnya motilitas magnesium, dan seng. Selain itu, berbeda dari anggapan se-kolon karena usia, emosi, atau diet rendah serat; (3) obstruksi belumnya, sebagian dari glukosa yang dibebaskan selamagerakan feses di usus besar oleh tumor lokal atau spasme pemrosesan serat makanan oleh bakteri diserap oleh mukosa kolon.kolon; dan (4) gangguan reflela defekasi, misalnya karenacedera jalur-jalur saraf yang terlibat. I Usus besar menyerap garam dan air; mengubah CATAIAN KLINIS. Jika bahan tinja yang mengeras isi lumen menjadi feses.tersangkut di apendiks maka sirkulasi normal dan sekresi Sebagian penyerapan berlangsung di dalam kolon, tetapimukus di tempat tersebut dapat terganggu. Penlmmbatan ini dengan tingkatan yang lebih rendah daripada di usus halus.menyebabkan peradangan apendiks, atau apendisitis. Apen- Karena permukaan lumen kolon cukup halus maka luas per- mukaan absorptifnya jauh lebih kecil daripada usus halus.diks yang meradang sering membengkak dan terisi oleh pus, Selain itu kolon tidak dilengkapi oleh mekanisme transpordan jaringan dapat mati akibat gangguan sirkulasi lokal. Jika khusus seperti yang dimiliki oleh usus halus. Jika motilitas usus halus yang tinggi menyebabkan isi usus cepat masuk ketidak diangkat dengan pembedahan maka apendiks yang kolon sebelum absorpsi nutrien tuntas maka kolon tidak dapat menyerap sebagian besar bahan ini dan bahan akansakit dapat pecah, menumpahkan isinya yang penuh kumanke dalam rongga abdomen. keluar sebagai diare.I Sekresi usus besar seluruhnya bersifat Kolon dalam keadaan normal menyerap garam dan HrO. Natrium diserap secara aktil Cl- mengikuti secara pasifprotektif, menuruni gradien listrik, dan HrO mengikuti secara osmotis. Kolon menyerap sejumlah elektrolit lain serta vitamin K yangUsus besar tidak mengeluarkan enzim pencernaan apapun. disintesis oleh bakteri kolon.Tidak ada yang diperlukan karena pencernaan telah selesaisebelum kimus mencapai kolon. Sekresi kolon terdiri dari Melalui absorpsi garam dan HrO terbentuk massalarutan mukus basa (NaHCOu) y^ng fungsinya adalah me- tinja yang padat. Dari 500 g bahan yang masuk ke kolonlindungi mukosa usus besar dari cedera mekanis dan kimiawi.Mukus menghasilkan pelumasan untuk mempermudah feses setiap hari dari usus halus, kolon normalnya menyerap se-bergerak, sementara NaHCOu menetralkan asam-asam iritan kitar 350 ml, meninggalkan 150 g feses untuk dikeluarkanyang diproduksi oleh fermentasi bakteri lokal. Sekresi me- dari tubuh setiap hari (lihat Tabel 16-7). Bahan feses ininingkat sebagai respons terhadap stimulasi mekanis dan biasanya terdiri dari 100 g HrO dan 50 g bahan padat, ter-kimiawi mukosa kolon yang diperantarai oleh refleks pendek masuk selulosa yang tidak rercerna, bilirubin, bakteri, dandan persarafan parasimpatis. sejumlah kecil garam. Karena itu, berbeda dari pandangan umum, saluran cerna bukan saluran ekskresi utama untuk Tidak terjadi pencernaan di usus besar karena tidak ter- mengeluarkan zat sisa dari tubuh. Produk sisa utama yangdapat enzim pencernaan. Namun, bakteri kolon mencerna diekskresikan di tinja adalah bilirubin. Konstituen-konsti-sebagian dari selulosa untuk kepentingan mereka. tuen tinja lain adalah residu makanan yang tidak terserap dan bakteri, yang sebenarnya tidak pernah menjadi bagianI Kolon mengandung beragam bakteri yang dari tubuh.bermanfaat. I Gas usus diserap atau dikeluarkan.Karena gerakan kolon yang lambat maka bakteri memiliki Kadang-kadang, selain feses yang keluar dari anus, gas usus, atau flatus, juga keluar. Gas ini terutama berasal dariwaktu untuk tumbuh dan menumpuk di usus besar. Se- dua sumber: (1) udara yang tertelan (hingga 500 ml udara mungkin tertelan ketika makan) dan (2) gas yang di-baliknya, di usus halus isi biasanya dipindahkan secara cepatsehingga bakteri tidak dapat tumbuh. Selain itu, mulut, lam- produksi oleh fermentasi bakteri di kolon. Adanya gasbung, dan usus halus mengeluarkan bahan-bahan antibak-teri, tetapi kolon tidak. Namun, tidak semua bakteri yangtertelan dihancurkan oleh lisozim dan HCl. Bakteri yangbertahan hidup terus berkembang di usus besar. Jumlahbakteri yang hidup di kolon manusia adalah sekitar 10 kalilebih banyak daripada jumlah sel yang ada di tubuh manusia.Secara kolektif, massa bakteri ini memiliki berat 1000 g. Di-692 Bab 16

yang mengalir melalui isi lumen menimbulkan suara ber- konstituen lain di lumen duodenum yang mengharuskankumur yang dikenal sebagai borborigmi. Bersendawa,mengeluarkan sebagian besar udara yang tertelan dari perlambatan sekresi lambung.lambung, tetapi sebagian masuk ke usus. Di usus biasanyahanya sedikit terdapat gas karena gas cepar diserap atau SEKRETINditeruskan ke dalam kolon. Sebagian besar gas di kolon Sewaktu lambung mengosongkan isinya ke dalam duode-disebabkan oleh aktivitas bakteri, dengan jumlah dan sifat num, adanya asam di duodenum merangsang pelepasangas bergantung pada jenis makanan yang dikonsumsi dankarakteristik bakteri kolon. Sebagian makanan, misalnya sekretin, yang melakukan fungsi-fungsi terkait berikut ini:kacang-kacangan, mengandung tipe-tipe karbohidrat yang 1. Menghambat pengosongan lambung untuk mencegahtidak dapat dicerna oleh manusia tetapi dapat diserang masuknya lebih banyak asam ke dalam duodenum sam-oleh bakteri penghasil gas. Banyak dari gas ini yang di- pai asam yangada telah dinetralkan.serap melalui mukosa usus. Sisanya dikeluarkan melalui 2. Menghambat sekresi lambung untuk mengurangi jum-anus. lah asam yang diproduksi. Untuk secara selektif mengeluarkan gas ketika feses juga 3. Merangsang sel-sel duktus pankreatikus untuk menam-ada di rektum, yang bersangkutan secara sengaja mengon-traksikan otot-otot abdomen dan sfingter ani eksternus secara bah volume sekresi encer NaHCO,, yang mengalir ke dalam duodenum untuk menetralkan asam.bersamaan. Ketika kontraksi abdomen meningkatkan tekan- 4. Merangsang sekresi empedu kaya NaHCO, oleh hatian yang menekan sfingter ani eksternus yang menutup makaterbentuk gradien tekanan yang memaksa udara keluar yang juga dialirkan ke duodenum untuk membantu proses netralisasi. Netralisasi kimus yang asam di duo-dengan kecepatan tinggi melalui lubang anus yang berbentuk denum membantu mencegah kerusakan dinding duo-celah dan terlalu sempit untuk keluarnya feses. Lewatnya denum dan membentuk lingkungan yang sesuai untukudara dengan kecepatan tinggi menyebabkan tepi-tepi lu- fungsi optimal enzim-enzim pencernaan pankreas yangbang anus bergetar, menghasilkan nada rendah khas yangmenyertai keluarnya gas. dihambat oleh asam. 5. Bersama CCK, sekretin bersifat trofik bagi pankreas eksokrin.GAMBARAN UMUM HORMON ccKPENCERNAAN Sewaktu terjadi pengosongan lambung, lemak dan nutrienSepanjang pembahasan kita tentang pencernaan, kita telah lain masuk ke duodenum. Nutrien ini, khususnya lemakberulang kali menyebutkan berbagai fungsi tiga hormon pen- dan, dengan tingkat yang lebih rendah, produk protein,cernaan utama: gastrin, sekretin, dan CCK. Sekarang marilah menyebabkan pelepasan CCK, yang melakukan fungsi-fungsikita padukan semua fungsi di atas sehingga anda dapat terkait berikut:mengetahu.i peran adaptif keseluruhan interaksi-interaksi 1. Menghambat moriliras dan sekresi lambung, sehinggaini. Selain itu, kita akan memperkenalkan hormon pen- waktu untuk pencernaan dan penyerapan nutrien yang sudah ada di duodenum cukup.cernaan yang ditemukan lebih belakangan, GIP 2. Merangsang sel asinus pankreas untuk meningkatkanGASTRIN sekresi enzim pankreas, yang melanjutkan pencernaanProtein di lambung merangsang pelepasan gastrin, yang me-lakukan fungsi-fungsi berikut: nurrien-nutrien ini di duodenum (efek ini sangat pen- ting untuk pencernaan lemak, karena lipase pankreas1. Bekerja melalui beragam cara untuk meningkatkan se- adalah satu-satunya enzim yang mencerna lemak). kresi HCI dan pepsinogen. Kedua bahan ini, selanjut- nya, adalah faktor utama yang memulai pencernaan 3. Menyebabkan kontraksi kandung empedu dan relaksasi protein yang memicu sekresinya. sfingter Oddi sehingga empedu dialirkan ke dalam duo- denum untuk mempermudah pencernaan dan penyerap-2. Meningkatkan moriliias lambung, merangsang motilitas an lemak. Efek deterjen garam empedu sangar penring bagi kemampuan lipase pancreas dalam melaftsanakan ileum, melemaskan sfingter ileosekum, dan memicu tugasnya. Berbagai efek CCK ini beradaptasi baik dengan gerakan massa di kolon - fungsi-fungsi yang semuanya penanganan lemak dan nurrien lain yang keberadaannya di duodenum memicu pelepasan hormon ini. ditujukan untuk menjaga isi usus tetap bergerak maju sewaktu kedangan makanan baru. 4. Selain itu, sekretin dan CCK, yang sama-sama memiliki3. Bersifat trofik tidak saja untuk mukosa lambung tetapi efek stimulatorik kuat pada pankreas eksokrin, bersifat trofik bagi jaringan ini. juga untuk mukosa usus halus, membanru memelihara lapisan dalam saluran cerna agar tetap berfungsi opti, 5. CCK juga diperkirakan berperan dalam perubahan mal. adaptifjangka panjang dalam proporsi enzim pankreas yang diproduksi sebagai respons terhadap perubahan Dapatlah diperkirakan bahwa sekresi gastrin dihambat diet yang berkepanjangan.oleh akumulasi asam di lambung dan oleh adanya asam dan 6. Selain mempermudah pencernaan nutrien yang tertelan, CCK adalah regulator penting asupan makanan. Hor- Sistem Pencernaan 693

mon ini berperan kunci dalam rasa kenyang, yaitu sen- ke iingkungan internal oleh sistem pernapasan, tetapi semua sasi bahwa tubuh sudah cukup makan (lihat h. 704). nutrien, HrO, dan berbagai elektrolit yang dibutuhkan un- tuk mempertahankan homeostasis diperoleh melalui saluranGIP cerna. Makanan yang besar dan kompleks diuraikan olehHormon yang baru ditemukan dikeluarkan oleh duodenum sistem pencernaan menjadi unir-unit kecil yang dapat di-ini, GIP, membantu mendorong pemrosesan metabolik nu- serap. Molekul nutrien kecil kaya energi ini dipindahkantrien setelah nutrien tersebut terserap. Hormon ini semula menembus epitel usus halus menu.iu darah untuk disalurkandinamai gastric inhibitory peptide (GIP) atas perkiraan peran-nya sebagai suatu enterogastron. Bahan ini semula dipercaya ke sel-sel mengganti nutrien yang terus-menerus digunakanmenghambat motilitas dan sekresi lambung, serupa dengan untuk menghasilkan AIP serta untuk tumbuh dan mem-sekretin dan CCK. Saat ini kontribusi GIP dalam hal ter-sebut dianggap minimal. Hormon ini malah merangsang pe- perbaiki jaringan. Demikian juga, HrO, garam, dan elektrolitlepasan insulin oleh pankreas sehingga sekarang dinamaiglucose-dqtendent insulinonophic peptidc (juga GIP). lain yang tertelan diserap oleh usus ke dalam darah.Hormon ini kembali memperlihatkan sifat adaptif yang Tidak seperti regulasi di sebagian besar sistem tubuh,sangat baik. Segera setelah makanan diserap, tubuh perlu regulasi aktivitas pencernaan tidak ditujukan untuk mem-mengubah proses metaboliknya untuk menggunakan danmenyimpan nutrien yang baru datang tersebut. Aktivitas pertahankan homeostasis. Jumlah nutrien dan HrO yangmetabolik fase absorptif ini umumnya berada di bawah kon- dikonsumsi berada di bawah kontrol, tetapi jumlah bahantrol insulin (lihat h. 779 dan782). GIP, yang dirangsang oleh (yang telah tertelan) yang diserap oleh saluran cerna umum-keberadaan makanan di saluran cerna, memicu pelepasan nya ddak dapat dikontrol, dengan sedikit pengecualian.insulin sebagai antisipasi untuk penyerapan makanan, me- Mekanisme lapar mengatur asupan makan untuk membantulalui mekanisme umpan. Insulin sangat penting dalam mempertahankan keseimbangan energi (Bab 17), dan meka-mendorong penyerapan dan penyimpanan glukosa. Karena nisme haus mengontrol asupan HrO untuk membantu ke-itu, glukosa di duodenum meningkatkan sekresi GIP seimbangan HrO (Bab 15). Namun, kita sering mengabaikan mekanisme-mekanisme kontrol ini, dan sering makan atau Gambaran ringkas tentang fungsi hormon pencernaan minum ketika kita tidak lapar arau haus. Setelah bahan makanan ini berada di saluran cerna maka saluran cerna tidakyang multipel, adaptif, dan terpadu ini memberi contoh mengubah-ubah laju penyerapan nutrien, HrO, atau elek- trolit sesuai kebutuhan tubuh (kecuali besi dan kalsium);betapa efisiennya tubuh manusia bekerja. saluran cerna mengoptimalkan kondisi untuk mencerna danPERSPEKTIF BAB lNl: FOKUS PADA menyerap semua yang tertelan. Memang benar adanya, andaHOIVI EOSTASIS adalah apa yang anda makan (what you eat h uhat lou ger).Untuk mempertahankan sifat konstan lingkungan internal, Sistem pencernaan berada di bawah banyak proses regulasi,bahan-bahan yang digunakan oleh tubuh (misalnya nutrienkaya energi dan Or) atau bahan yang keluar tanpa terkontrol tetapi proses-proses ini tidak dipengaruhi oleh keadaan nutrisidari tubuh (misalnya penguapan HrO dari saluran napas atau hidrasi'tubuh. Berbagai mekanisme kontrol ini diatur oleh komposisi dan volume isi saluran cerna sehingga lajuatau pengeluaran garam melalui keringat) harus secara terus- motilitas dan sekresi getah pencernaan akan optimal untukmenerus diganti oleh pasokan baru bahan tersebut dari ling- pencernaan dan penyerapan makanan yang tertelan.kungan eksternal. Semua bahan pengganti ini kecuali O,diperoleh dari saluran cerna. Pasokan segar O, dipindahkan Jika seseorang mengonsumsi dan menyerap nutrien kaya energi dalam jumlah berlebihan maka kelebihan energi ini akan disimpan, misalnya di jaringan adiposa (lemak) se- hingga kadar molekul nutrien dalam darah dijaga konstan. Kelebihan ingesti HrO dan elektrolit dikeluarkan di urin agar kadar konstituen-konstituen ini dalam darah terjaga konstan.RINGKASAN BAB (3) Lemak makanan dalam bentuk trigliserida dicerna menjadi unit-unit yang dapat diserap yaitu monogliseridaPendahuluan (h. 641-649) dan asam lemak bebas.I Empat proses pencernaan dasar adalah motilitas, sekresi, Sistem pencernaan terdiri dari saluran cerna dan organ pencernaan, dan penyerapan. pencernaan tambahan (kelenjar liur, pankreas eksokrin, dan sistem empedu). (Liharlah Tabel 16-l).I Tiga kelas nutrien kaya energi dicerna menjadi unit-unit Saluran cerna adalah saluran kontinyu yang berjalan dari mulut hingga anus, dengan modifikasi-modifikasi lokal yang dapat diserap sebagai berikut: (1) Karbohidrat ma- yang mencerminkan spesialisasi regional untuk melak- kanan dalam bentuk polisakarida tepung dan glikogen dicerna menjadi unit-unit monosakarida yang dapat di- sanakan fungsi pencernaan. serap, terutama glukosa. (Lihatlah Gambar 16-I). (2) Pro- tein makanan dicerna menjadi unit-unit yang dapat di- serap yaitu asam amino dan beberapa polipeptida kecil.694 Bab 16

I Lumen saluran cerna berhubungan dengan lingkungan terjadi karena kontraksi peristaltik yang kuat. (Lihatkh eksternal sehingga isinya secara teknis berada di luar tu- Gambar 16-8). buh; susunan ini memungkinkan makanan dicerna tanpa menyebabkan tubuh sendiri tercerna selama proses ber- I Pengosongan lambung dipengaruhi oleh faktor berikut di langsung. lambung dan duodenum. (1) Volume dan fuiditas kimusI Dinding saluran cerna memiliki empat lapisan di sebagian di lambung cenderung meningkatkan pengosongan isi besar panjangnya. Dari bagian paling dalam keluar adalah iambung. (2) Faktor duodenum, yaitu faktor dominan mukosa, submukosa, muskularis eksterna, dan serosa. (Liharlah Gambar 1 6-2). yang mengontrol pengosongan lambung, cenderung me-I Aktivitas pencernaan diatur secara cermat oleh mekanis- nunda pengosongan lambung sampai duodenum siap me- me otonom, saraf (intrinsik dan ekstrinsik), dan hormon nerima dan memproses lebih banyak kimus. Faktor-faktor untuk memastikan bahwa makanan yang tertelan diguna- spesifik di duodenum yang menunda pengosongan lam- kan secara maksimal oleh tubuh untuk produksi energi dan penyediaan bahan mentah. (Lihatlah Gambar 16-3). bung adalah lemak, asam, hipertonisiras, dan peregangan. Faktor-faktor ini menunda pengosongan lambung denganMulut (h.649-652) menghambat aktivitas peristaltik lambung oleh refeks enterogastrik dan enterogastron (sekretin dan kolesisto-I Motilitas: Makanan masuk ke sistem pencernaan me-lalui mulut, tempat makanan dikunyah dan dicampur kinin) yang disekresikan oleh mukosa duodenum. (Lihardengan liur untuk mempermudah penelanannya. lah Gambar 16-8 dan Tabel I6-2).I Sekresi: Enzim liur, amilase, memulai pencernaan kar- I Sekresi: Sekresi ke dalam lumen lambung mencakup (1)bohidrat. Liur esensial untuk berbicara dan berperan penting HCI (dari sel parietal), yang mengaktifkan pepsinogen,dalam kesehatan gigi, lebih penting daripada fungsi pen-cernaannya yang minor. Sekresi liur dikontrol oleh pusat liur mendenaturasi protein, dan mematikan bakteri; (2) p.p-di medula, diperantarai oleh persarafan oronom kelenjar liur. sinogen (dari chief cell), yang setelah diaktifkan, memulai(Lihatlah Gambar I 6-4). pencernaan protein; (3) mukus (dari sel mukus), yang membentuk lapisan protektif yang beperan dalam sawarI Pencernaan: Amilase liur mulai mencerna polisakarida mukosa lambung, memungkinkan lambung menampungmenjadi disakarida maltosa, suaru proses yang berlanjut di isi lumennya yang \"keras\" tanpa ia sendiri tercerna; danlambung setelah makanan tertelan sampai amilase akhirnya (4) faktor intrinsik (dari sel parietal), yang berperan pen-diinaktifkan oleh getah lambung yang asam. (Lihatlah Gam- ting dalam penyerapan vitamin B,r, suatu konstituen yangbar 16-I dan Thbel 16-6, h. 679). esensial bagi produksi sel darah merah. (Lihatkh TabelI Penyerapan: Tidak terjadi penyerapan nutrien di mulut. 16-3 dan Gambar 16-9, 16-10, dan 16-11).Faring dan Esofagus (h.652-654) I Lambung juga mengeluarkan faktor regulatorik parakrinI Motilitas: Setelah proses mengunyah, lidah mendorong dan endokrin berikut: (1) hormon gastrin (dari sel G), bolus makanan ke bagian belakang tenggorokan, yang yang berperan besar dalam merangsang sekresi lambung; (2) histamin parakrin (dari sel ECL), suatu perangsang memicu refleks menelan. Pusat menelan di medula kuat sekresi asam oleh sel parietal; dan (3) somatostatin parakrin (dari sel D), yang menghambat sekresi lambung. mengoordinasikan sekelompok aktivitas kompleks yang (Lihatlah Tabel I 6-3) . menyebabkan penutupan saluran napas dan terdorongnya I Sekresi lambung berada di bawah mekanisme kontrol makanan melalui faring dan esofagus ke dalam lambung. yang kompleks. Sekresi lambung meningkat selama fase (Liharlah Gambar 16-5 dan 16-6). sefalik dan fase lambung sekresi lambung, sebelum dan selama makan oleh mekanisme yang melibatkan responsI Sekresi: Sekresi esofagus, mukus, bersifat protektif.I Pencernaan dan penyerapan: Tidak terjadi pencernaan saraf vagus eksitatorik dan saraf intrinsik bersama dengan efek stimulatorik gastrin dan histamin. Setelah makanan dan penyerapan nutrien di faring atau esofagus. keluar dari lambung, sekresi lambung berkurang karena hilangnya faktor-faktor stimulatorik, pelepasan somato-Lambung (h.654-666) statin yang bersifat nienghambat, dan efek inhibitorik reflek enterogastik dan enterogastron selama fase ususI Lambung, suatu struktur berbentuk kantung yang terletak sekresi lambung. (Lihatlah Tabel 16-4 dan t6-). antara esofagus dan usus halus, menyimpan makanan f Pencernaan: Pencernaan karbohidrat berlanjut di korpus untuk beberapa waktu sampai usus halus siap mem- prosesnya lebih lanjut untuk penyerapan final. (Lihatlah lambung di bawah pengaruh amilase liur. Pencernaan Gambar 16-/. protein dimulai oleh pepsin di antrum lambung, tempatI Motilitas: Empat aspek motilitas lambung adalah peng- kontraksi peristaltik yang kuat mencampur makanan dengan sekresi lambung, mengubahnya menjadi cam- isian, penyimpanan, pencampuran, dan pengosongan puran cairan kental yang dikenal sebagai |l.mus. (Lihatlah Tabel 15-6, h.679. lambung. I Penyerapan: Tidak ada nutrien yang diserap di lambung.I Pengisian lambung dipermudah oleh relaksasi reseprif Sekresi Pankreas dan Empedu (h.666-675) otot lambung yang diperantarai oleh saraf vagus. I Sekresi pankreas eksokrin dan empedu dari hati mengalirI Penyimpanan lambung berlangsung di korpus lambung, ke lumen duodenum. tempat kontraksi peristaltik dinding orot yang tipis terlalu lemah untuk mencampur isi lambung.I Pencampuran lambung di antrum yang berdinding tebal Sistem Pencernaan 595

Sekresi pankreas mencakup (1) enzim pencernaan poren Pencernaan: Enzim pankreas melanjutkan pencernaan dari sel asinus, yang mencerna ketiga kategori makanan; dan (2) larutan NaHCO, cair dari sel duktus, yang me- karbohidrat dan protein di lumen usus halus. Enzim- netralkan kimus asam yang masuk ke duodenum dari lambung. Netralisasi ini penting untuk melindungi duo- enzim brush border :usrts halus menuntaskan pencernaan denum dari cedera asam dan memungkinkan enzim pan- karbohidrat dan protein. Lemak dicerna seluruhnya di kreas, yang diinaktifkan oleh asam, melakukan fungsi pencernaannya yang penting. (Lihatkh Gambar I 6-i 2). lumen usus halus, oleh lipase pankreas. (Lihatkh Tabel t6-6, h. 579). Enzim pencernaan pankreas mencakup (l) enzim pro- Penyerapan: Lapisan dalam usus halus beradaptasi baik teolitik tripsinogen, kimotripsinogen, dan prokarboksi- untuk melaksanakan fungsi pencernaan dan penyerapan- nya. Lipatan-lipatannya mengandung banyak tonjolan pepddase, yang disekresikan dalam bentuk inaktif dan diaktifkan di lumen duodenum ketika terpajan ke ente- berbentuk jari, vilus, yang juga memiliki tonjolan yang rokinase dan tripsin aktif; (2) amilase pankreas, yang me- lebih halus, mikrovilus. Bersama-sama, modifikasi-modi- lanjutkan pencernaan karbohidrat; dan (3) lipase, yang melaksanakan pencernaan lemak. (Lihatlah Tabel I6-6, h. fikasi permukaan ini sangat meningkatkan luas permuka- 679). t^enriykaantgkteermseedmiaburannrudkamneunnetmupkarmkaenlakeunkzaimn-epnezniymeraypaanng aktif dan pasif. (Lihatlah Gambar 16-21, j6-22, dan 16- Sekresi pankreas terurama berada di bawah kontrol 23). Lapisan dalam yang luar biasa ini diganti setiap hormon, yang memadankan komposisi getah pankreas sekitar tiga hari untuk memasrikan kesehatan dan fungsi dengan kebutuhan di lumen duodenum. Sekretin me- optimal sel-sel epitel yang menghadapi lingkungan lumen rangsang sel duktus pankreatikus, dan kolesistokinin yang \"keras\". (CCK) merangsang sel asiwl (Lihatlah Gambar 16-13). Hati, organ metabolik terbesar dan terpenting di tubuh, Proses penyerapan Na. yang dependen energi meng- melakukan beragam fingsi. (Lihatlah Gambar 16-Ir. hasilkan tenaga pendorong bagi penyerapan Cl-, aia glukosa, dan asam amino. Semua produk yang diserap Kontribusinya dalam pencernaan adalah sekresi empedu, ini masuk ke darah. (Lihatlah Gambar 16-24 dan 16- yang mengandung garam-garam empedu. 2r. I Karena tidak larut dalam air maka produk-produk pen-I Garam empedu membantu pencernaan lemak melalui efek cernaan lemak harus menjalani serangkaian transformasi deterjen dan mempermudah penyerapan lemak dengan membentuk misel larut air yang dapat mengangkut produk agar dapat diserap secara pasifuntuk akhirnya masuk ke tak larut air pada pencernaan lemak ke rempat penyerap- pembuluh Lmfe. (Liharlah Gambar I6-26). annya. (Lihatkh Gambar 16-17 dan 16-IS). I Usus halus menyerap hampir semua yang ada di dalamI Di antara waktu makan, empedu disimpan dan dipekat- lumennya, dari makanan yang ditelan hingga sekresi pen- kan di kandung empedu, yang dirangsang oleh kolesis- cernaan hingga sel epitel yang terlepas. (Lihartah Gambar tokinin untuk berkontraksi dan mengaiirkan empedunya 16-28). Berbeda dari penyerapan nutrien, air, dan se- bagian besar elektrolit yang nyaris sempurna dan tidak ke dalam duodenum sewaktu pencernaan makanan. Se- dikontrol, penyerapan besi dan kalsium bervariasi dan telah ikut serta dalam pencernaan dan penyerapan lemak, berada di bawah kontrol. (Lihatlah Gambar j6-2n. garam-garam empedu direabsorpsi dan dikembalikan me- lalui sistem porta hati ke hati, rempat mereka tidak saja Hanya sejumlah kecil cairan dan residu makanan yang diresekresikan tetapi juga bekerja sebagai koleretik kuat tidak tercerna yang disalurkan ke usus besar. (Lihatlah yang merangsang sekresi lebih banyak empedu. (Lihatlah Tabel I6-7). Gambar 16-14 dan 16-16). Usus Besar (h. 588-693) (Lihatkh Gambar t6-29)I Empedu juga mengandung bilirubin, suaru turunan peng- I Kolon terutama berfungsi untuk memekatkan dan me- uraian hemoglobin, yaitu produk ekskretorik utama di tinja. nyimpan residu makanan yang tidak tercerna (serat, selu- losa dinding tumbuhan yang tidak tercerna) cian bilirubinUsus Halus (h.675-6S8) sampai dapat dieliminasi dari tubuh sebagai feses. Motilitas: Kontraksi haustra secara perlahan mengadukI Usus halus adalah rempar urama unruk pencernaan dan isi kolon maju-mundur untuk mencampur dan memper- mudah penyerapan sebagian besar cairan dan elektrolit Penyerapan. yang tersisa. Gerakan massa beberapa kali sehari, biasanya setelah makan, mendorong feses dalam jarak jauh. per-I Motilitas: Segmentasi, motilitas utama usus halus selama gerakan feses ke rektum memicu refeks defekasi, yang pencernaan makanan, secara merata mencampur makan- dapat dicegah secara sengaja oleh yang bersangkutan dengan mengontraksikan sfingter ani eksternus sampai an dengan getah pankreas, empedu, dan usus halus untuk waktu yang tepat untuk eliminasi. mempermudah pencernaan; motiliras ini juga memajan- Sekresi: Sekresi mukus basa usus besar terutama berfungsi kan produk pencernaan ke permukaan absorptif. (Lihattah sebagai pelindung. Gambar 16,19). Pencernaan dan penyerapan: Tidak terjadi sekresi enzimI Di antara waktu makan, migrating motility complex me- pencernaan atau penyerapan nutrien di kolon karena nyapu bersih lumen. pencernaan dan penyerapan semua nutrien telah selesaiI Sekresi: Getah yang disekresikan oleh usus halus tidak mengandung enzim pencernaan apapun. Enzim-enzim yang disintesis oleh usus halus bekerja di dalam membran brush border sel epitel. (Lihatlah Gambar l6-23a).696 Bab 16

di usus halus. Penyerapan sebagian dari garam dan air melalui saluran cerna, dan pemeliharaan integritas mu- kosa lambung dan usus halus. yang terringgal mengubah isi kolon menjadi feses. Sekretin dibebaskan rerurama sebagai respons terhadapGambaran Umum Hormon Pencernaan (h.693-694) keberadaan asam di duodenum, dan efeknya menetralkanI Tiga hormon pencernaan yang utama adalah gastrin dari asam di iumen duodenum serta memelihara integritas mukosa lambung serta sekretin dan kolesistokinin dari mukosa duodenum. Masing-masing hormon ini melaku- pankreas el.<sokrin. kan banyak fungsi yang saling berkaitan. Kolesistokinin rerurama dibebaskan sebagai respons rer-I Gastrin dibebaskan terutama sebagai respons terhadap hadap adanya produk lemak di duodenum, dan efeknya mengoptimalkan kondisi untuk pencernaan lemak dan adanya produk protein di lambung, dan efeknya adalah meningkatkan pencernaan protein, pergerakan bahan nutrien lain serta untuk mempertahankan integritas pankreas eksokrin.SOAL LATIHANPertanyaan Obyektif (Jawaban di h. A-58) 3. menutup saluran d. penutupan sfingter 1. Lambung melemas sewaktu munrah. (Benar atau salah) napas ketika gastroesofagus. 2. Tingkat penyerapan nutrien dari saluran cerna bergan- menelan e. bolus terdorong ke tung pada kebutuhan tubuh. (Benar atau sakh?) 4. memicu refleks bagian belakang3. Asam dalam keadaan normal tidak dapat menembus ke menelan mulut oleh lidahdalam atau di antara sel-sel yang melapisi bagian dalam 5. mencegah f. aposisi rapat pitalambung, yang memungkinkan lambung mampu me- masuknya makanan suaranampung asam tanpa mencederai diri sendiri. (Benar kembali ke mulut atau salah) sewaktu menelan4. Makanan yang tidak diserap oleh usus halus akan di- 6. menurup saluran serap oleh usus besar. (Benar atau salah?) hidung ketika5. Pankreas endokrin mengeluarkan sekretin dan CCK. menelan (Benar atau salah?) 14. Gunakan kode jawaban di kanan untuk mengidentifikasi6. Protein terus hilang dari tubuh melalui sekresi pencer- karakteristik bahan-bahan yang tercanrum:naan dan sel epitel yang terlepas, yang keluar bersama 1. mengaktifkan pepsinogen a. pepsin 2. menguraikan.jaringan b. mukus tinja. (Benar atau salah?) ikat dan serat oror c. HCI7. Ketika makanan secara mekanis diuraikan dan dicam- 3. bersifat basa d. faktor intrinsik pur dengan sekresi lambung, campuran cairan kental 4. dapat bekerja secara e. histamin yang terbentuk dikenal sebagai ... otokatalisis8. Refleks pencernaan yang melibatkan saraf otonom di- 5. memulai pencernaan kenal sebagai refleks ..., sedangkan refleks yang semuaelemen lengkung refleksnya terletak di dalam dinding protein usus dikenal sebagai refleks... 6. esensial untuk penyerapan9. Dua bahan yang diserap oleh mekansime transpor vitamin B,, khusus yang ada di ileum terminal adalah ... dan ... 7. menghambat amilase10. Keseluruhan lapisan dalam usus halus diganti baru se- 8. melapisi mukosa lambung 9. defisien pada anemia pernisiosa tiap sekitar ... hari.11. Koleretik yang paling kuat adalah . .. 10. berfungsi sebagai pelumas72. Mana dari yang berikut buhan merupakan fungsi liur? I 1. mematikan bakteri yang tertelanb^.. memulai pencernaan karbohidrat 12. adalah perangsang kuat untuk sekresi asam mempermudah penyerapan glukosa menembus mu- kosa mulut Pertanyaan Esai c. mempermudah bicara 1. Jelaskan empat proses pencernaan dasar! d. memiliki efek antibakteri 2. Sebutkan tiga kategori bahan makanan kaya energi dan e. berperan penring dalam higiene mulut unit-unit yang dapat diserap dari masing-masingnya!13. Cocokkan yang berikur: 3. Sebutkan komponen sistem pencernaanl Jelaskan anato- 1. mencegahudara a. penurupansfingter masuk ke esofagus faringoesofagus mi potongan melintang saluran cernal sewaktu bernapas b. elevasi uvula 4. Apa empar faktor umum yang berperan dalam regulasi 2. mencegah isi lambung c. posisi lidah kembali ke esofagus. menekan langit- fungsi sistem pencernaan? Apa peran masing-masing? 5. Jelaskan jenis motilitas di masing-masing komponen saluran cernal Faktor ^pa yang mengontrol masing- masing tipe motilitas? langit keras Sistem Pencernaan 697

6. Sebutkan komposisi getah pencern aan yallgdisekresikan 15. Jelaskan proses pertukaran/pergantian mukosa di lam- oleh setiap komponen sistem pencernaan! Jelaskan bung dan usus halus! faktor-faktor yang mengontrol masing-masing sekresi Latihan Kuantitatif (Solusi di h. A-58) pencernaan! 1. Misalnya satu butir lemak di usus adalah sebuah bola7. Sebutkan enzim-enzim yang berperan daiam pencerna- dengan garis tengah 1 cm. an masing-masing kategori bahan makanan! Sebutkan a. Berapa rasio luas permukaan terhadap volume butir sumber dan kontrol sekresi masing-masing enzim! lemak ini? (Petunjuk: Luas permukaan bola adalah 48. Mengapa sebagian enzim disekresikan daiam bentuk rf , dan volume adalah 413 rr3). inaktifr Bagaimana enzim-enzim diaktifkan? b. Kini, misalnya bola ini diemulsifikasi menjadi 1009. Proses absorpsi apay^r\g berlangsung di masing-masing butiran yang ukurannya hampir sama. Berapa rasio rerata luas permukaan terhadap volume masing- komponen saluran cerna? Apa adaptasi khusus usus ha- masing butiran lemak ini? lus untuk meningkatkan kapasitas absorpsinya?10. Jelaskan mekanisme penyerapan untuk garam, air, kar- c. Berapa kali lebih besar luas permukaan total 100 butiran ini dibandingkan dengan satu butiran se- bohidrat, protein, dan lemak! mula?1 1. Apa kontribusi organ pencernaan tambahan? Apa fungsi d. Bagaimana volume total berubah akibat emulsifikasi nondigestif hati? ini?12. Ringkaskan fungsi masing-masing dari ketiga hormon pencernaan utama!73. Apaproduk sisa yang diekskresikan di tinja?14. Bagaimana muntah terjadi? Apa penyebab dan konse- kuensi muntah, diare, dan konstipasi?UNTUK DIRENUNGKAN 4. Setelah diekstraksi dari darah oleh hati, bilirubin di- konjugasikan (digabungkan) dengan asam glukuronat(Penjelasan di h. A-58) oleh enzim glukuronil transferase di dalam hati. Hanya bila berada dalam bentuk terkonjugasi barulah bilirubin1. Mengapa pasien yang sebagian besar lambungnya di- dapat diekskresikan secara aktif ke dalam empedu. Un- tuk beberapa hari pertama kehidupan, hati belum dapat angkat untuk mengobati kanker lambung atau penyakit menghasilkan glukuronil transferase dalam jumlah me- tukak peptik yang parah harus makan dalam jumlah madai. Jelaskan bagaimana defisiensi enzim transien ini sedikit tetapi sering dan bukan tiga kali sehari seperti menyebabkan keadaan ikterus pada neonatus yang sering dijumpai! biasanya? 5 Jelaskan mengapa pengangkatan lambung atau ileum2. Jumlah sel imun di gut associated lymphoid tissus (GAfT) terminal menyebabkan anemia pernisiosal yang terdapat di mukosa diperkirakan sama dengan jumlah total sel pertahanan ini di bagian tubuh sisanya. Perkirakan apa makna adaptif dari kemampuan per- tahanan yang ekstensif pada sistem pencernaan inil3. Bagaimana defekasi dapat dilakukan oleh pasien yang lumpuh dari pinggang ke bawah akibat cedera medula spinalis bawah?KASUS KLINIS coklat. Apa kemungkinan besar penyebab gejala-gejalanya?(Penjelasan di h. A-58) Jelaskan mengapa masing-masing gejala ini terjadi padaThomas \7 mengalami nyeri tajam di abdomen kanan atas penyakit tersebutlsetelah menyantap makanan tinggi lemak. la juga menyadaribahwa tinjanya kini berwarna putih keabuan dan bukan698 Bab 15

SUMBER BACAAN PHYSIOEDGESitus PhysioEdge memperkenalkan aspek-aspek klinis fisiologi manusia. Untuk bab ini, periksalah Case History 6: Just Stress.Situs untuk buku ini berisi banyak alat bantu belajar yang Untuk anjuran bacaan, konsultasilah ke InfoTirac' Collegebermanfaat, serta banyak petunjuk untuk bahan bacaan lebih Edition/Research di situs PhysioEdge atau pergi langsung kelanjut dan riset. Masuklah ke: InfoTiac College Edition, perpusrakaan riset online anda di, http ://infotrac.thomsonlearning.comhttp://biologr.brookscole. com/sherwoodhp6Pilihlah Chapter I6 dari menu drop-d.oun atavklik salah satudari banyak pilihan lain, termasuk Case Histories, yang Sistem Pencernaan 699

Komponen yang Penting dalamKeseimbangan Energi dan Pengaturan Suhu $istern t&.tbL!l'! Homeostasis: ,,: rn€mpertahenkerl Di antara faktor-faktor yang secara' homeostasis hen'le*stasis ' dipertahankan' adalah ketersediaan rnutrien kaya energi untuk sel dan suhu linglungan inter,nal, Hipotalamus membantu mengatur asupan makanan, yang sangat Benting dalam keseimbangan energi. Hipotalamus juga membantu mempertahankan suhu tubuh. Organ ini dapat mengubah:ubah produksi panas oleh otot rangka dan dapat menyesuaikan pengeluaran panas dari permukaan kullt dengan memvariasikan jumlah darah hangat yang mengalir ke pembuluh kulit dan dengan rnengontrol prod uksi keringal; : {us.$€€r$y;r:nxtr*:rt;r,1{*i*,i'€{'-.*.:,.;1i59n3r:f *ti!t i ${*rnsostasis €sesxsiei hag$ kclangsungem iLliti.u.*qH -s^stl Otot rangka Sel Setiap sel memerlukan energi untuk melakukan fungsi-fungsi yang esensial bagi kelangsungan hidupnya sendiri dan untuk melaksanakan kontribusi khusus bagi pemeliharaan homeostasis. Semua energi yang digunakan oleh sel akhirnya disediakan dari makanan. Suhu tubuh harus dipertahankan pada tingkat yang cukup konstan untuk mencegah perubahan-perubahan tak diinginkan pada laju reaksi kimia di dalam sel dan mencegah kerusakan pada protein-protein selAsupan makanan sangat penting untuk menjalankan aktivitas suhu tubuhnya. Mereka juga harus memiliki mekanisme untuksel. Agar berat tubuh konstan, nilai kalori makanan harus mendinginkan tubuh jika tubuh mendapat terlalu banyaksama dengan kebutuhan energi total. Keseimbangan energi, panas dari aktivitas otot rangka yang menghasilkan panasdan karenanya berat tubuh, harus dipertahankan terutama atau dari lingkungan eksternal yang panas. 5uhu tubuh harusdengan mengontrol asupan makanan. diatur karena laju reaksi kimia sel bergantung pada suhu, dan panas berlebihan merusak protein-protein sel. Pengeluaran energi menghasilkan panas, yang pentingdalam regulasi suhu. Manusia, biasanya berada di lingkungan Hipotalamus adalah pusat integrasi utama untukyang lebih dingin daripada tubuhnya, sehingga harus secara mempertahankan keseimbangan energi dan suhu tubuh.terus-menerus menghasilkan panas untuk mempertahankan700


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook