tt Tulang dan Kartilago280
TUUNG DAN KARTILAGO 281Anatomi Dasar 281 Gambaran Radiografi Os Hyoideum 301 Gambaran Radiografi Cotumna Vertebratis 306Tulang 281 Gambaran Radiografi Ossa Thoracicae 312 Gambaran Radiografi Ossa Membri Superioris 321Catatan Fisiotogi: Perubahan Jenis Sumsum Berhubungan Gambaran Radiografi Ossa Membri lnferioris 339 Pertanyaan 348dengan Usia 284 Jawaban dan Penjetasan 351Catatan Embriotogi: Pembentukan Tutang 284Cartitago 284Rangka 285Gambaran Radiografi Tengkorak dan Mandibula 296pangka tulang tubuh, terutama tengkorak, columna vertebralis, rakitis; osteomalasia; dan penyakit Paget. Di samping itu, sumsum tulang merupakan tempat dari banyak displasia medullaris. Bab inil\dan pelvis memberikan dukungan dan perlindungan untuk menguraikan materi dasar dari tulang dan cartilago yang dibutuhkanbeberapa organ lunak. Tulang-tulang merupakan tempat lekat untuk oleh medis profesional untuk menegakkan diagnosis dan memilihotot skelet dan berfungsi sebagai pengungkit. Pada daerah tertentu, pengobatan yang adekuat.tulang dibantu oleh cartilago. Penyakit tulang sering ditemukan di tempat praktek, beberapadiantaranya adalah: fraktur; osteoporosis; tumor, seperti sarkoma; tr.li l,.J # t4 I r];;t lidi$t Trabekula tersusun sedemikian rupa sehingga tahan akan tekanan dan tarikan yang mengenai tulang.Tulang I KlasifikasiTulangE Tuiang dapat diklasifikasikan secara regional atau berdasarkan bentuk umumnya. Klasifikasi regional diringkas dalam Tabel 11,1.Tulang adalah jaringan hidup yang struktumya dapat berubah Tulang dapat dikelompcikkan berdasarkan bentuk umumnya: (a)sebagai akibat tekananyang dlalaminya. Tulang selalu diperbaharui tulang panjang, (b) tulang pendek, (c) tulang pipih, (d) tulangdengan pembentukan tulang baru dan resorpsi. Seperti jaringan iregular, dan (e) tulang sesamoid.ikat lain, tulang terdiri dari sel, serabut, dan matriks. Tulangbersifatkeras karena matriks ekstraselulernya mengalami kalsifikasi, dan Tulang Panjangmempunyai derajat elastisitas tertentu akibat adanya serabut-serabut organik. Tulang mernpunyai fungsi protektif, misalnya Tulang panjang ditemukan pada extremitas (contoh: humerus,tengkorak dan columna vertebralis melindungi otak dan medula femur, ossa metacarpi, ossa metatarsi, dan phalanges). Paniangnyaspinalis dari cedera; stemum dan costa melindungi viscera rongga lebih bepar dari lebamya. Tulang ini mempunyai corpus berbentuktoraks dan abdomenbagian atas (Gambar 11-1). Tulangberperanan tubular, diaphysis, dan biasanya terdapai epiphysis pada ujung,sebagai pengungkit seperti yang dapat dilihat pada tulang panjang ujungnya. Selama masa pertumbuhary diaphysis dipisahkan dariextremitas, dan sebagai tempat penyimpanan utama dari garam epiphysis oleh cartilago epiphysis. Bagian diaphysis yang terletakcalcium. Sumsum tulang yang berfungsi membentuk sel-sel darah berdekatan dengan cartilago epiphysis disebut , metaphysis.terdapat di dalam rongga tulang dan terlindungi oleh tulang. Corpus mempunyai cavitas medullaris di bagian tengah yang berisi medulla ossium (sumsum fulang). Bagian luar corpus Tulang terdiri atas dua bentuk, tulang kompakta dan tulang terdiri dari tulang kompakta yang diliputi oleh selubung jaringanspongiosa. Tulang kompakta tampak sebagai massa yang padat; ikat, periosteum.tulang spongiosa terdiri atas anyaman trabekula (Gambar 11-2).
282 BAB 11 os coxae sacrum Os coccygis metacarpi AB Gambar 11-1 Rangka. A. Dilihat dari anterior. B. Dilihat dari lateral. Ujung-ujung tulang panjang terdiri dari tulang spongiosa yang atas lapisan tipis tulang kompakta, disebut tabula, yang dipisahkandikelilingi oleh selapis tipis tulang kompakta. Facies articularis oleh selapis tulang spongiosa, disebut diploe. Scapula termasuk diujung-ujung tulang diliputi oleh cartilago hyalin. dalam kelompok tulang ini. walaupun berbentuk iregularTulang Pendek Tulang lregularTulang pendek ditemukan pada tangan dan kaki (contohnya os Tulang iregular merupakan tulang yang tidak termasuk discaphoideum, os iunatum, talus, dan calcaneus). Benfuk fulang dalam kelompok yang telah disebutkan di atas (contoh tulang-ini umumnya segiempat dan terdiri atas tulang spongiosa yang tulang tengkorak, vertebrae, dan os coxae). Tulang ini tersusundikelilingi oleh selapis tipis tulang kompakta. Tulang pendek diliputiperiosteum dan facies articularis diliputi oleh cartilago hyalin. dari selapis tipis tulang kompakta di bagian iuarnya dan bagian dalamnya dibentuk oleh tulang spongiosa.TLlang Pipih Tulang SesamoidTulang pipih ditemukan pada tempurung kepala (contoh os Tulang sesamoid merupakan tulang kecil yang ditemukan padafrontale dan os parietale).Bagian dalam dan luar tulang ini terdiri tendo-tendo tertentu di mana terdapat pergeseran tendo pada
TULANG DAN KARTILAGO 283cGambar 1l-2 Penampang berbagai jenis tulang. A. Tulang panjang (humerus). B. Tulang iregular (calcaneus). C. Tulang pipih(dua buah os parietale dipisahkan oleh sutura sagitalis). D. Tulang sesamoid (patella). E. Perhatikan susunan trabecula yangbekerja sebagai penyanggah untuk menahan gaya kompresi dan tarikan dari ujung proksimal femur.permukaan tulang. Sebagian besar tulang sesamoid tertanam di kasar ini tidak dijumpai pada waktu lahir. jejas ini timbul padadalam tendo dan permukaan bebasnya diliputi oleh cartilago. waktu pubertas dan secara progresif menjadi lebih nyata padaTulang sesamoid yang terbesar adalah patell4 yang terdapat pada waktu dewasa. Tarikan struktur-struktur fibrosa ini menyebabkantendo musculus quadriceps femoris. Contoh lain dapat ditemukan periosteum menonjol dan di bawahnya terjadi endapan tulangpada tendo musculus flexor pollicis brevis dan musculus flexorhallucis brevis. Fungsi tulang sesamoid adalah mengurangi friksi baru.pada tendo, dan merubah arah tarikan dari tendo. Pada keadaan tertentu, jejas ini besar dan diberi nama khusus.I Jejas pada Permukaan Tulang Beberapa jejas yang penting diringkas pada Tabel 11-2.Permukaan tulang menunjukkan berbagai jejas atau iregularitas. ( Sumsum TulangBila terdapat perlekatan fascia, ligamentum, tendo, atau aponeu-rosis, tulang akan menonjol atau kasar. Permukaan tulang yang Sumsum tulang (medulla ossium) terdapat di dalam cavitas medularis tulang panjang dan tulang pendek serta substansia spongiosa tulang pipih dan iregular.
284 BAB 11 Semua permukaan tulang, kecuali permukaan yang membentukTabel t1-1 Klasifikasi Tulang.lillenund Regio persendian, diliputi oleh lapisan jaringan fibrosa tebal yangBagian kerangka Jumlah tulang disebut periosteum. Periosteum mengandung banyak pembuluh darah, dan sel-sel yang terletak lebih dalam bersifat osteogenik,Kff€ngka aksiat ' '8 Periosteum khususnya berhubungan erat dengan tulang pada tempat-tempat perlekatan otot, tendo, dan ligamentum. Berkas-Tengkorak 14' berkas serabut kolagen yang dikenal sebagai serabut SharpeyCranirm ,6' berjalan dari periosteum ke tulang di bawahnya. Periosteum '1: Wajah menerima banyak persarafan dan sangat peka.: Tutang-tulang pondeilgs€n :26, I Periosteum TulangHyoid 1 Cartilago, Veltebra {teffia$uk'Os saerum 24 Tulang rawan (cartilago) merupakan bentuk jaringan ikat yang, daa coceygis) z sel-sel dan serabut-serabutnya tertanam di dalam matriks yang 2,Sternum -berbentuk seperti agar. Matriks bertanggung jawab atas kekuatan zCasta dan kekenyalan tulang rawan. Kecuali pada permukaan sendi, 2:Kerangka apendikular tulang rawan diliputi oleh selapis membrana fibrosa, yang 16: Gelang bahu 10 dinamakan perichondrium. Terdapat tiga jenis cartilago: 28 Clavicula t Cartilago hyalin mempunyai banyak matriks amorf yang 2 r :Scapula mempunyai indeks bias yang sama dengan serabut-serabut 2Erlmmitas supsdor 2 yang terbenam di dalamnya. Selama masa anak-anak dan Humerus ' 2, remaja, cartilago hyaline berperan penting pada pertumbuhan. Radiilg 2, tulang panjang (lempeng epiphysis terdiri dari tulang rawanUlna .'14 hyalin). Cartilago ini sangat tahan terhadap robekan dan 10:, Ossa0arpalia 28 meliputi hampir semua permukaan sendi sinovial. Cartilago 206, hyalin tidak dapat diperbaiki bila mengalami fraktur; tempatOssa'Matasa$aila kerusakan diisi oleh jaringan fibrosa. Phalanges l| Cartilago fibrosa mempunyai banyak serabut kolagenGElang penggul yang tertanam di dalam sedikit matriks dan ditemukan di 0s coxae dalam discus articularis (misalnya pada articulatio temporo- mandibularis, articulatio stemoclavicularis, dan articulatioEl(trernftas infeilor genu) dan pada permukaan sendi clavicula dan mandibula. Bila rusak, fibrocartilago dapat memperbaiki dirinya sendiri'Femur secara lambat dengan cara yang sama dengan iaringan fibrosa Fatella lainnya di dalam tubuh. Discus articularis mempunyai sedikit aliran darah, oleh karena itu tidak dapat memperbaiki dirinyaFibula sendiri bila mengalami kerusakan.Tibia I Cartilago elastis mempunyai banyak serabut elastis yangOssaTarsalia tertanam di dalam matriks. Seperti yang dapat diduga, tulangOssa Metatarsaiia rawan ini sangat fleksibel dan ditemukan pada auricul4Phalanges meatus acusticus extemus, tuba auditiva, dan epiglottis. BilaDari Snell RSr ClinicalAnatomy. Tth Ed. Philadelphia; Lippincott mengalami kerusakan tulang rawan ini dapat memperbaikiWitliams & Wilkins,2004, p-37. dirinya sendiri dengan jaringan fibrosa.Perubahan Jenis Sumsum Berhubungandengan Usia Cartilago hyalin dan fibrocartilago cenderung mengalami kalsifikasi atau bahkan mengalami osifikasi pada kehidupan Pada waktu lahir, senrua sumsum tulang dalam tubuhberwarna merah dan hematopoeitik. Aktivitas pembentukan darah selanjutnya.lambat laun berkurang dengan bertambahnya usa, dan sumsummerah (medulla ossium rubra) diganti menjadi sumsum kuning(medulla ossium flava). Pada usia 7 tahun, sumsum kuning mulaitampak pada tulang-tulang distal ekstremitas. Pergantian sumsumini lambat laun bergerak ke arah proksimal, sehingga pada saatorang menjadi dewasa sumsum merah hanya dijumpai pada tulangtengkorak, columna vertebralis, dinding toraks, tulang gelang bahudan panggul, serta caput humeri dan caput femoris.
TULANG DAN KARTIUGO 285Tabel 11-2. Jejas pada Permukaan TulangJejas pada TulangElevasi linear Linea Linea nuchae superior pada os occipitale Tuberositas Crista Tuberositas supracondylaris medialis dan lateralis pada humerusElevasi bulat Crista iliaca pada os coxae Tuberculum Tuberculum pubici:m Protuberantia Protuberantia occipitalis externa Tuberositas Tuberositas major dan minor humeri Malleolus Malleolus medialis tibiae dan malleolus lateralis fibulae Trochanter Trochanter major dan minor femorisElevasi tajam Spina atau processus spinosus Spina ischiadica, processus spinosus vertebrae Processus styloideus Processus styloideus ossis temporalisUjung yang melebar untuk persendian Caput Caput humeri, caput femoris Condylus (tonjolan seperti tinju) Condylus lateralis dan condylus medialis femoris Epicondylus (penonjolan yang terletak tepat di atas condylus) Epicondylus medialis dan lateralis femorisDaerah kecil. datar, untuk persendian FOVEE Fovea capitulum costae untuk persendian dengan corpus vertebrae-;n;Cekungan lncisura ischiadica major ossis coxae Sulcus bicipitalis humeri Sulcus Fossa olecranii humeri, fossa acetabuti ossis coxae l-ossaLubangt rssura Fissura occipitalis superiorForamen Foramen infraorbitale maxillaeCanalis Canalis caroticus pada ossis temporalisMeatus Meatus acusticus externus pada ossis temporalisDari Snell RS: ClinicalAnatomy. 7th Ed. Philadelphia; Lippincott Williams & Witkins, 2004, p. 38.Rangka tulang-tulang disebut 1i gamentum suturale. Mandibula merupakanRangka disusun dalam dua kelompok besar: rangka aksial dan perkecualian dari sistem ini, karena tulang ini berhubunganrangka apendikular (Gambar 11-1). dengan cranium melalui articulatio temporomandibularis yang- Rangka aksial dibentuk oleh tulang-tulang yang membentuk bergerak.sumbu utama yang menyokong tubuh, yaitu cranium, os Tulang-tulang tengkorak dapat dibedakan dalam cranium dan tulang-tulang wajah. Calvaria adalah bagian atas dari cranium,hyoideum, columna vertebralis, sternum, dan costa; dan rangka dan basis cranii adalah bagian paling bawah dari craniumapendikular dibentuk oleh tulang-tulang extremitas superiordan inferior yang melekat sebagai tambahan pada rangka aksiai. (Gambar 11-3).Rangka apendikular termasuk gelang bahu atau panggul yang Tulang tengkorak terdiri atas lamina extema dan intema darimenghubungkan tulang-tulang rangka ke rangka aksial. SaatAnda substantia compacta tu1ang dan dipisahkan oleh selapis substantiamembaca uraian masing-masing tulang, akan sangat membanfu spongiosa yang disebut diploE (Gambar 11-4). Tabula interna lebihjika Anda memiliki satu kelompok tulang untuk belajar, dan jika tipis dan lebih rapuh daripada tabula extema. Tulang-tulang inimemungkinkan, mempelajarinya pada rangka yang bersendi. diliputi pada permukaan luar dan dalam oleh periosteum.I Rangka Aksial Cranium terdiri dari tulang-tulang berikut ini, dua diantaranya berpasangan (Gambar 11-3 dan 11-5):Tengkorak ] Os frontale I(omposisi 1 Os parietale t Os occipitale 2Tengkorak disusun dari beberapa tulang yang saling bersendi pada ll Os temporale 7 2sendi yang tidak bergerak disebut sutura. Jaringan ikat di antara I Os sphenoidale I Os ethmoidale 1. 1
286 BAB 11 os lacrimale os nasale processus frontalis canalis opticus maxillae pars orbitalis arcus superciliaris ossis frontaliS rnctsura sutura coronalis supraorbitalis os parietale sutura ala majorfrontozygomatica ossis sphenoidalis os zygomaticum processus zygomaticus fissura orbitalis ossis frontalis superior pars squamosa fissura orbitalis ossis temporalis inferior os zygomaticum sutura foramen infraorbitale zygomaticomaxillaris processus mastald: irs concha nasalis media ramus mandibulae concha nasalis inferior maxilla foramen mentale corpus mandrbulae symphisis mandibulae Gambar 11-3 Tulang-tulang pada aspek anterior craniumTulang-tulang waiah terdid atas tulang-tulang berikut ini, sebaiknya terdapat model tengkorak sebagai referensi untuk membaca hal-hal berikut ini.dua diantaranya tunggal: Te n gko ro k Ta m p ak Anter i o rI Os zygomaticum 2 Os frontale, atau tulang dahi, melengkung ke bawah membentuki Maxilla 2 margo superior orbita (Gambar 11-3). Arcus superciliaris dapat dilihat pada kedua sisi, dan incisura supraorbitalis atau foramenI Os nasale 2 supraorbitale dapat dikenali. Di medial, os frontale bersendit Os lacrimale 2 dengan processus frontalis maxillae dan os nasale. Di lateral, osa Vomer 1 frontale bersendi dengan os zygomaticum.I Os palatinum 2 Margo g:bitalis dibatasi di superior oleh os frontale, di lateral oleh os zygomaticum, di inlerior oleh maxilla, dan di medial oleht Concha nasalis inferior 2 processus maxillarls dan os frontale.l} Mandibula 1 Mahasiswa kedokteran tidak perlu mengetahui strukturmasing-masing hrlang secara rinci. Namun, mahasiswa harusmengenal tengkorak sebagai sebitah kesatuen yang utuh dan
TULANG DAN KARTILAGO 287 sutura sagittalis kulit vena superficialis kulit kepala jaringan ikat aponeurosrs V. emissaria jaringan ikat V\" diploica longgar sinus sagittalis superior pencranrum granulationes(periosteum) arachnoideales lamina externa lamina endosteal ossis parietalis duramater lamina meningeal diploe duramater lamina interna ossis parietalis Arach noideamater A. cerebri di dalam V. cerebri di spatium subarachnoideum dalam spatium subarachnoideum piamater cortex cerebri sinus sagittalis inferior falx cerebriGambar 11-4 Penampang koronal bagian atas kepala memperlihatkan lapisan kulit kepala, sutura sagittalis cranii, falx cerebri,sinus venosus sagittalis superior dan inferior, granulationes arachnoidales/ venae emissaria, dan hubungan pembuluh dar-lhotak dengan spatium subarachnoideum. Di dalam os frontale, tepat di atas margo orbita, terdapat ditembus oleh dua foramen untuk nervus zygomaticofacialis dandua rongga yang diliputi oleh membrana mucosa disebut sinus zygomaticotemporalis.frontalis. Rongga ini berhubungan dengan hidung dan berfungsi Mandibula, atau rahang bawah, tediri dari corpus yangsebagai resonator suara. terletak horizontal dan dua ramus yang terletak vertikal. Kedua os nasale membentuk batang hidung. Pinggir bawah- Ten gko r o k To m p ok Loter a Inya, bersama dengan maxilla, membentuk apertura nasalisanterior. Cavum nasi dibagi dua oleh sePtum nasi, yang sebagian Os frontale membentuk bagian depan sisi tengkorak dan bersendibesar dibentuk oleh os vomer. Concha nasalis superior dan media dengan os parietale pada sutura coronalis (Gambar 11-5).merupakan tonjolan os ethmoidale pada setiap sisi ke dalamcavum nasi, sedangkan concha nasalis inferior merupakan tulang Os parietale membentuk sisi dan atap cranium dan bersendi satu dengan yang lain di garis tengah pada sutura sagittalis. Disendiri. belakang keduanya bersendi dengan os occipitale pada sutura Kedua maxilla membentuk rahang atas, pars anterior palatum lambdoidea.durum, sebagian dinding lateral cavum nasi, dan sebagian dasar Tengkorak disempurnakan di samping oleh pars squamosaorbita. Kedua tulang ini bertemu di garis tengah pada sutura ossis occipitalis; bagian-bagian os temporale yaitu pars squamosa dan tympanica, processus mastoideus, processus styloideus,intermaxillaris dan membentuk pinggir bawah aperfura nasalis. dan processus zygomaticus; dan ala major ossis sphenoidalis.Di bawah orbita, maxilla ditembus oleh foramen infraorbitale. Perhatikan letaknya meatus acusticus externus. Ramus dan corpusProcessus alveolaris menonjol ke bawah dan bersama dengan sisi mandibulae terletak di inferiornya.lainnya membentuk arcus alveolaris, yang menjadi tempat gigi-geligi atas. Pada tiap maxilla terdapat rongga berbentuk pyramid Perhatikan bahwa bagian paling tipls dari dinding lateralyang dilapisi membrana mucosa, disebut sinus maxillaris. Rongga tengkorak, tempat di mana sudut anteroinferior os parietaleini berhubungan dengan hidung dan berfungsi sebagai resonator bersendi dengan ala major ossis sphenoidalis; tempat ini disebutsuara. pterion. Di klinik, pterion merupakan area penting karena menempati Os zygomaticum membentuk tonjolan pipi dan sebagiandinding lateral serta dasar orbita. Di medial bersendi dengan tempat divisi anterior arteria dan vena meningea media.maxilla, dan di lateral dengan Processus zygomaticus ossis Temukan pula linea temporalis superior dan inferior, yangtemporalis membentuk arcus zygomaticus. Os zygomaticum mulai sebagai sebuah garis dari margo posterior processus
288 BAB 11 pars squamosa sutura coronalis ossis temporalis lineae temporales os parietale os frontalecrista supramastoideaos occipitale ala major ossis sphenoidalisprotuberantia occipitalis processus zygomaticus externa (inion) frontalis linea nuchae superior nasron trigonum suprameatum os nasale spina suprameatica processus frontalis meatus acusticus externus ossis zygomatici lamina tympani os lacrimale os zygomatlcum processus mastoideus foramen zygomaticofaciale foramen infraorbitale ramus pars alveolaris angulus collum mandibulae foramen mentale corpus mandibulae caput mandibulae Gambar 11-5 Tulang-tulang pada aspek lateral tengkorak.zygomaticus ossis frontalis dan bercabang sewaktu melengkung TengkorokTompok Posteriorke belakang. Fossa temporalis terletak di bawah linea temporalis Bagian posterior kedua os parietale (Gambar 11-6) bersama denganinferior. sutura sagittalis dapat dilihat dari atas. Di bawah\" os parietale bersendi dengan pars squamosa ossis occipitaiis pada sutura Fossa infratemporalis terletak di bawah crista infratemporalis lambdoidea. Pada masing-masing sisi, os occipitale bersendipada ala major ossis sphenoidalis. Fissura pterygomaxillarismerupakan fissura vertikal yang terletak di dalam fossa di antara dengan os temporale. Di garis tengah os occipitale terdapatprocessus pterygoideus ossis sphenoidalis dan belakang maxilla.Ke medial fissura ini berhubungan dengan fossa pterygopalatina. peninggian dengan permukaan kasar disebut protuberantia occipitalis extema, yang merupakan tempat melekatnya otot dan Fissura orbitalis inferior adalah fissura horizontal di antara ligamentum nuchae. Di kiri kanan protuberantia terdapat lineaaia major ossis sphenoidalis dan maxilla. Fissura ini berjalan ke nuchae superior yang terbentang ke lateral, ke os temporale.depan ke dalam orbita. rTe n gko rok To mp ok S up e r i o Fossa pterygopalatina adalah ruang kecil di belakang danbawah rongga orbita. Ke lateral berhubungan dengan fossa Di anterior, os frontale (Gambar 11-6) bersendi dengan kedua osinfratemporalis melalui fissura pterygomaxillaris, ke medial parietale pada sutura coronalis. Kadang-kadang kedua belahandengan cavum nasi melalui foramen sphenopalatinum, ke os frontale gagal berfusi, meninggalkan sutura metatopica di garis tengah. Di belakang, kedua os paritale bersendi pada suturasuperior dengan tengkorak melalui foramen rotundum, dan ke sagittalis.anterior dengan orbita melalui fissura orbitalis inferior.
TULANG DAN KARTIUGO 289sutura sagittalis v\ os parietale \\r,., {ltw \ linea temporalis L-A\ superior linea temporalis inferior .sutura lambdoidea sutura protuberantiaparietomastoidea tI occipitalis externa linea nuchae superior processus mastoideus processus styloideus ,/l/ lt: \\ -- \\ N\-==='-- l, ll os parietale I,/,/ sutura lambdoideaGambar 11-6 Tulang-tulang tengkorak dilihat dari aspek posterior (A) dan superior (B).
290 BAB 11 inferior lamina medialis processus pterygoideus diperpanjangTengkorok Ta mpak I nferio r sebagai taju yang melengkung, yaitu hamulus pterygoideus.Bila mandibula kita buang, pars anterior dari bagian tengkorak ini Posterolateral terhadap lamina lateralis processus ptery-dilihat dibentuk oleh palaturn durum (Gambar 11-7). goideus, ala major ossis sphenoidalis ditembus oleh foramen Processus palatinus maxillae dan lamina horizontalis ossis ovale yang besar dan foramen spinosum yang kecil. Posterolateralpalatini dapat diidentifikasi. Di anterior pada garis tengah terdapatfossa dan foramen incisivum. Di posterolateral terdapat foramen terhadap foramen spinosum terdapat spina ossis sphenoidalis.palatinum majus dan minus. Di belakang spina ossis sphenoidalis, pada daerah antara Di atas tepi posterior palatum durum terdapat choanae aia major ossis sphenoidalis dan pars petrosus ossis temporalis,(apertura nasalis posterior). Choanae ini dipisahkan satu dengan terdapat alur untuk pars cartilaginosa tuba auditiva. Muara tubayang lain oleh margo posterior vomer dan dibatasi di lateral oleh bagian tulang dapat juga diideniifikasi.lamina medialis processus pterygoideus ossis sphenoidalis. Ujung Fossa mandibularis ossis temporalis dan tuberculum articulare membenfuk facies articularis superior untuk articulatio processus palatinus maxilla foramen incisivum tuberculum maxillae processus palatinum ossis palatini arcus zygomaticus fissura orbitalis inferior hamulus foramen palatinum majus crista palatinum minus infratemporalis lamina lateru;lil fossa scaphoidea processus pterygoidei fossa mandibularis lamina medialistuberculum articulare processus pterygoidoi canalis hypoglossi foramen ovale foramen spinosum processus spina ossis sphenoidalis styloideus pars squamosa pars petrosus ossis temporalis ossis temporalis foramen pars tympanicastylomastoideum ossis temporalis processus canalis mastoideus caroticus tuberculum foramen pharyngeum jugulare condylus occipitalisforamen magnum protuberantia linea nuchae superior occipitalis externa os occipitaleGambar 11-7 Permukaan inferior basis cranii
temporomandibularis. Fossa ini dipisahkan dari lamina tympanica TULANG DAN KARTILAGO 291di posteriornya oleh fissura tympanosquamosa, pada ujung squamosa ossis temporalis, trigonum suplameatum, dan spinamedialnya chorda tympanl keluar dari cavitas tympani. suprameatica. Processus styloideus ossis temporalis menonjol ke bawah dan Di dalam celah di antara processus styloideus dan processusdepan dari aspek inferiornya. Muara canalis caroticus terlihat juga mastoideus dapat dilihat foramen stylomastoideum. Medial ter- hadap processus styloideus, pars petrosus ossis temporalis mem-pada permukaan inferior pars petrosus ossis temporalis- punyai incisura yang dalam, yang bersama dengan incisura yang Bentuk ujung medial pars Petrosus ossis temporalis tidak lebih dangkal pada os occipitale membentuk foramen jugulare.teratur dan bersama dengan pars basilaris ossis occipitalis dan ala Di belakang apertura nasi posterior dan di depan foramenmajor ossis sphenoidalis membentuk foramen lacerum. Semasahidup, foramen lacerum ditutupi oleh jaringan fibrosa, dan hanya magnum terdapat os sphenoidale dan pars basilaris ossis occi-beberapa pembuluh darah kecil saja yang melalui foramen ini pitalis. Tuberculum pharyngeum adalah tonjolan kecil di gariskeluar dari cavum cranii. tengah pada permukaan bawah pars basilaris ossis occipitalis. Lamina tympanica, yang merupakan bagian dari os temporale, Condylus occipitalis harus diidentifikasi. Condylus ini ber-penampangnya berbentuk huruf C dan membentuk bagian tulangmeatus acusticus externus. Sewaktu mempelajari daerah ini, sendi dengan aspek superior massa lateralis vertebra cervicalis I,identifikasi crista suprameatica pada permukaan lateral pars os atlas. Superior terhadap condylus occipitalis terdapat canalis hypoglossus untuk tempat lewatnya nervus hypoglossus (Gambar 11-B). crista galli foramen cecum cribrosaala minor ossis sphenoidalis pars orbitalis ossis frontalis canalis opticus processus clinoideus anterior tuberculum sellae foramen rotundum sella turcica foramen lacerum processus foramen ovaleclinoideus posterior sulcus A. meningea medib dorsum sellae hiatus canalis foramen spinosum pars squamosa N. petrosi ossis temporalis majores pars petrosa eminentia arcuata ossis temporalis sulcus sinus meatus acusticus petrosi superioris internus foramen jugulare sulcus sinus sigmoidei pars basilaris sulcus sinus transversiossis occipitalisforamen magnum canalis hypoglossicrista occipitalis interna protuberantia occipitalis interna Gambar 11-8 Permukaan dalam basis cranii
292 BAB 11 osifikasi cartilaginosa. Tulang-tulang calvaris tidak menyatu pada sutura, tetapi dipisahkan oleh celah-ceiah membranosa yang tidak Posterior terhadap foramen magnum di garis tengah, menulang, disebut fonticuli cranii. Di klinik, fonticulus anterior dan posterior penting sekali dan mudah diperiksa pada garisterdapat protuberantia occipitalis externa. Linea nuchae superior tengah calvaria.dapat ditemukan karena mereka melengkung di kanan dan kiri Fonticulus anterior berbentuk wajik dan terletak di depan diprotuberantia. antara kedua belahan os frontale dan di belakang di antara kedua os parietale (Gambar 11-9). Membrana fibrosa yang membentukTengkorak Neonatus lantai fonticulus anterior diganti oleh tulang serta telah menutup pada usia 18 bulan. Fonticulus posterior berbentuk segitiga danTengkorak neonatus (Gambar 11-9), bila dibandingkan dengantengkorak orang dewasa menunjukkan besar cranium yang relatif di depan terletak di antara kedua os parietale dan di belakangtidak seimbang dengan wajah. Pada anak-anak, pertumbuhan di antara os occipitale. Pada akhir tahun pertama fonticulus inimandibul4 sinus maxillaris, dan processus alveolaris maxillaemengakibatkan bertambahnya ukuran panjang wajah. biasanya menutup dan tidak dapat lagi dipalpasi. Pars tympanica ossis temporalis hanya berupa cincin Tulang-tulang tengkorak licin dan unilaminer, tanpa adanyadip1o6. Hampir semua tulang tengkorak mengalami osifikasi pada berbentuk C pada saat lahir, dan pada waktu dewasa merupakansaat lahir, tetapi prosesnya belum selesai dan tulang-tulang itudapat digerakkan satu terhadap yanglainkarena dihubungkan oleh lempeng yang berbentuk C. Ini berarti bahwa meatus acusticusjaringan fibrosa atau cartilago. Tulang-tulang calvaria mengalami externus hampir seluruhnya adalah tulang rawan pada neonatus,osifikasi membranosa; tulang-tulang basis cranii mengalami dan membrana tympani terletak lebih ke permukaan. Walaupun fonticulus anterior sutura frontalis sutura intermaxillarisA symphisis mandibulae fonticulus anteriorforamen stylomastoideum mandibula Gambar 11-9 Tengkorak neonatus dilihat dari aspek membrana tympani pars tympanica ossis temporalis anterior (A) dan lateral (B).
TULANG DAN KARTILAGO 293membrana tympani hamPir samabesar dengan membrana dewasa, posteriornya adalah ala minor ossis sphenoidalis yang taiam yangpada neonatus membran ini menghadap lebih ke inferior. Selama bersendi di lateral dengan os frontale danbertemu dengan anguiusmasa anak-anak, lamina tympanica tumbuh ke lateral, membentuk anteroinferior os parietale, atau pterion. Ujung medial ala minorbagian tulang dari meatus, dan membrana tympani menghadap ossis sphenoidalis membentuk processus clinoideus anterior padalebih ke lateral. masing-masing sisi, yang menjadi tempat melekatnya tentorium cerebelli. Bagian tengah fossa cranii media dibatasi di posterior Processus mastoideus tidak ditemukan pada waktu lahir oleh alur untuk chiasma opticum.(Gambar 11-9) dan berkembang kemudian sebagai responsterhadap tarikan musculus sternocleidomastoideus bila anak Dasar fossa dibentuk oleh pars orbitalis ossis frontalis di lateral dan oleh lamina cribriformis ossis ethmoidalis di medial (Gambarmenggerakkan kepalanya. 11-B). Crista galli adalah tonjolan tajam ke atas dari os ethmoidale Pada saat lahir, antrum mastoideum terletak kira-kira 3 mm di garis tengah dan merupakan tempat melekahrya falx cerebri.di bawah lantai trigonum suPlameatum. Dengan berkembangnya Di antara crista galli dan crista ossis frontalis terdapat aperturatengkorak, dinding tulang lateral menebaf sehingga pada waktupubertas antrum mungkin terletak lebih kurang 15 mm dari kecil, yaitu fotamen cecum, untuk temPat lewatnya vena kecil daripermukaan. mucosa hidung menuju ke sinus sagittalis superior. Sepanjang crista galll terdapat celah sempit pada lamina cribriformis untuk Mandibula merupakan dua belahan kiri dan kanan pada saat tempat lelvatnya nenrus ethmoidalis anterior menuju ke cavumlahir, dihubungkan di garis tengah oleh jaringan fibrosa. Kedua nasi. Permukaan atas lamina cribriformis menyokong bulbusbelahan menyatu pada symphisis mandibulae menjelang akhir olfactorius, dan lubangJubang halus pada lamina cribrosa dilaluitahun pertama. oleh nervus olfactorius. Angulus mandibulae bersifat tumpul pada saat lahir Fosso Cronii Media(Gambar 11-9), caputnya terletak setinggi margo superior corpus Fossa cranii media terdiri dari bagian medial yang sempit dan bagian lateral yang lebar (Gambar 11-8). Bagian medial yangmandibulae dan processus coronoideus terletak lebih tinggi meninggi dibentuk oleh corpus ossis sphenoidalis, dan bagiandari caput. Hanya setelah terjadi erupsi gigi permanerg angulus iateral membentuk cekungan yang meluas di kanan dan kiri,mandibulae mencapai bentuk dewasanya. Caput dan collum menampung lobus temporalis cerebri.berkembang, sehingga caput terletak lebih tinggi dari processus Di anterior dibatasi oleh a1a minor ossis sphenoidalis dancoronoideus. di posterior oleh batas atas pars petrosa ossis temporalis. Di Pada usia lanjut, ukuran mandibula akan mengecil jika gigi- lateral terletak pars squamosa ossis temporaiis, a1a major ossisgeligi tanggal. Sewaktu pars alveolaris tulang mengecil, posisiramus mandibulae menjadi miring sehingga caput membengkok sphenoidalis, dan os parietale.ke posterior. Dasar dari masing-masing bagian lateral fossa cranii media Cavum Cranii dibentuk oleh ala major ossis sphenoidalis dan pars squamosa danCavum cranii berisi otak dan meningen yang membungkusnya, petrosa ossis temporalis. serta bagian saraf otak, arted, vena, dan sinus venosus. Os sphenoidale mirip kelelawar dengan corpus terletak di Calvaria bagian tengah dan ala major dan minor terbentang kanan dan kiri. Corpus ossis sphenoidalis berisi sinus sphenoidalis yang berisiPermukaan dalam calvaria memperlihatkan sutura coronalis, sagittalis, dan lambdoidea. Pada garis tengah terdapat sulcus udara, yang dibatasi oleh membrana mucosa dan berhubungan sagittalis yang dangkal untuk tempat sinus sagittalis superior. Di kanan dan kiri sulcus terdapat beberapa lubang kecil, disebut dengan rongga hidung. Sinus ini berfungsi sebagai resonator foveae granulares yang menjadi tempat lacunae laterales dan granulationes arachnoidales. Didapatkan sejumlah alur dangkal suara. untuk divisi anterior dan posterior vasa meningea media sewaktu keduanya berjalan di samping tengkorak menuju ke calvaria. Di anterior, canalis opticus dilalui oleh nervus opticus dan arteria ophthalmica, sebuah cabang dari arteria carotis interna, Basis Cranii menuju ke orbita. Fissura orbitalis superior, yang merupakan celah di antara ala major dan minor ossis sphenoidalis, dilalui Bagian dalam basis cranii (Gambar 11-8) dibagi dalam tiga fossa: fossa cranii anterior, media, dan posterior. Fossa cranii oleh nervus lacrimalis, nervus frontalis, nervus trochlearis, nervus anterior dipisahkan dari fossa cranii media oleh ala minor ossis oculomotorius, nervus nasociliaris, dan nervus abducens, bersama sphenoidalis, dan fossa cranii media dipisahkan dari fossa cranii dengan vena ophthalmica superior. Sinus venosus sphenoparietalis posterior oleh pars petrosa ossis temporalis. berjalan ke medial sepanjang pinggir posterior ala minor ossis sphenoidalis dan bermuara ke dalam sinus cavernosus. Fosso Cronii Anterior Foramen rotundum, yang terletak di belakang ujung medial Fossa cranii anterior menampung lobus frontalis cerebri. Dibatasi fissura orbitalis superior, menembus ala major ossis sphenoidalis di anterior oleh permukaan dalam os frontale, dan di garis tengah dan dilalui oleh nervus maxillaris dari ganglion trigeminus menuju terdapat crista untuk tempat melekatnya falx cerebri. Batas ke fossa pterygopalatina. Foramen ovale terletak posterolateral terhadap foramen rotundum (Gambar 11-8). Foramen ini menembus ala major ossis sphenoidalis dan dilalui oleh radix sensorikbesar dan radix motorik kecil nervus mandibularis yang menuju ke fossa infratemporalis. Nervus petrosus minus juga berjalan melalui foramen ini.
294 BAB 11 Foramen spinosum yang kecil terletak posterolateral terhadap Bagian medial fossa cranii media dibentuk oleh corpus ossis foramen ovale dan juga menembus ala major ossis sphenoidalis. sphenoidalis (Gambar 11-B). Di depan terdapat sulcus chiasmatis, yang berhubungan dengan chiasma opticum dan berhubungan ke tr'oramen ini dilalui oleh arteria meningea media dari fossa lateral dengan canalis opticus. posterior terhadap sulcus terdapat peninggiary disebut tuberculum sellae. Di belakang peninggian infratemporalis menuju ke cavum cranii. Kemudian arteri berjalan ini terdapat cekungan dalam, yaitu sella turcica, yang merupakan ke depan dan lateral di dalam alur pada permukaan atas pars tempat glandula hypophisis. Sella turcica dibatasi di posterior squamosa ossis temporalis dan ala major ossis sphenoidalis (lihat oieh lempeng tu1ang bersegi empat yang disebut dorsum sellae. Angulus superior dorsum sellae mempunyai dua tuberculum, Bab 14, halaman 503). Dalam jarak pendelg arteri ini terbagi dua disebut processus clinoideus posterior, yang menjadi tempat dalam dalam ramus anterior dan posterior. Ramus anterior ber_ perlekatan dari pinggir tetap tentorium cerebelli. jalan ke depan dan atas, ke angulus anteroinferior ossis parietalis (lihat Gambar 14-19). Di sini, arteri membuat jejas yang dalam atau Sinus cavernosus berhubungan langsung dengan sisi corpus saluran yang pendek, kemudian berjalan ke belakang dan atas os parietale. Pada tempat ini, arteri paling mudah cedera akibat sphenoidalis (lihat Gambar 14-15). pada dinding lateralnya pukulan pada kepala. Ramus posterior berjalan ke belakang dan terdapat nervus cranialis III dan IV, dan divisi ophthalmicus dan atas, melintasi pars squamosa ossis temporalis untuk sampai ke maxillaris nervus cranialis V (lihat Gambar 14_15). Arteria carotis interna dan nervus cranialis VI berjalan ke depan melalui sinus os parietale. ini. Foramen lacerum yang besar dan berbentuk irregular terletak di antara apex pars petrosus ossis temporalis dan os sphenoidale Fossa Cronii Posterior (Gambar 11-B). Pada waktu hidup lubang di permukaan inferior Fossa cranii posterior dalam dan menampung bagian_bagian foramen lacerum diisi oleh cartilago dan jaringan fibrosa, dan otak belakang, yaifu cerebellum, pons, dan medulla oblongata. hanya pembuluh darah kecil yang berjalan melalui jaringan ini Di anterior fossa dibatasi oleh pinggir superior pars petrosa ossis dari cavum cranii menuju ke leher. temporalis dan di posterior dibatasi oleh permukaan dalam pars squamosa ossis occipitalis (Gambar 11_g). Dasar fossa cranii Canalis caroticus bermuara pada sisi fc;rarnen lacerum di posterior dibentuk oleh pars basilaris, condylaris, dan squamosa atas muara inferior yang tertutup. Arteria carotis interna masuk ossis occipitalis dan pars mastoideus ossis ternporalis. ke foramen dari canalis caroticus dan segera melengkung ke atas unfuk sampai pada sisi corpus ossis sphenoidalis. Di sini, Atap fossa dibentuk oleh lipatan du;a, ,i;,:ntorium cerebelli, arteri ini membeiok ke depan ke dalam sinus cavernosus untuk yang terletak di antara cerebellum di sebeiah bawah dan lobus mencapai daerah processus clinoideus anterior. pada tempat ini, occipitalis cereberi di sebelah atas (lihat Gambar 14_1,2). arteria carotis intema membelok vertikal ke atas, medial terhadap Foramen magnum menempati daerah pusat tlari dasar fossa processus clinoideus anterior, dan muncul dari sinus cavernosus. dan dilalui oleh medulla oblongata dengan meningen yang (Lihat hal. 174) meliputinya, pars spinalis ascendens nervi accessorii, dan kedua arteria vertebralis. Lateral terhadap foramen lacerum terdapat lekukan pada Canalis hypoglossi terletak di atas pinggir anterolateral apeks partis petrosae ossis temporalis untuk ganglion trigeminale. foramen magnum (Gambar 11-g) dan dilalui oleh nervus Pada permukaan anterior os petrosus terdapat dua alur saraf; alur hypoglossus. medial yang lebih besar untuk nervus petrosus major, sebuah cabang nervus facialis; dan alur lateral yang lebih kecil untuk Foramen jugulare terletak di antara pinggir bawah pars petrosa nervus petrosus minor, sebuah cabang dari plexus tympanicus. ossis temporalis dan pars condylaris ossis occipitalis. Foramen ini dilalui oleh struktur-struktur berikut ini dari depan ke beiakang:Nervus petrosus major masuk ke foramen lacerum dibawah sinus petrosus inferioL nervus cranialis IX, X, dan XI; dan sinusganglion trigeminale dan bergabung dengan Nenrrs petrosus sigmoideus yang besar. Sinus petrosus inferior berjalan turunprofundus (serabut simpatik dari sekitar arteria carotis interna),untuk membentuk nervus canalis pterygoidei. Nervus petrosus di dalam alur pada pinggir bawah pars petrosa ossis temporalis untuk mencapai foramen. Sinus sigmoideus merrbelok ke bawahminor berjalan ke depan ke foramen ovale. melalui foramen dan berlanjut sebagai vena jugularis interna. Nervus abducens melengkung tajam ke depary melintasi Meatus acusticus internus menembus permukaan posteriorapeks partis petrosae, medial terhadap ganglion trigeminale. Disini, saraf ini meninggalkan fossa cranii posterior dan masuk ke pars petrosa ossis temporalis. Lubang ini dilalui oleh nervusdalam sinus cavernosus. vestibulocochlearis dan radix motorik dan sensorik nervi facialis. Eminentia arcuata adalah penonjolan bulat yang terdapat Crista occipitalis interna berjalan ke atas di garis tengah,pada permukaan anterior os petrosus dan ditimbulkan oleh canalis posterior terhadap foramen magnum, menuju ke protuberantiasemicircularis superior yang terletak di bawahr.rya. occipitalis interna. Pada crista ini melekat falx cerebelli yang Tegmen fympani adalah lempeng tipis tulang, yang merupa_ kecil, yang menutupi sinus occipitalis.kan penonjolan ke depan pars petrosa ossis temporalis dan terletak Kanan dan kiri dari protuberantia occipitalis interna terdapatberdampingan dengan pars squamosa tulang ini (Gambar 11_g). alur lebar untuk sinus transversus (Gambar 11_g). Alur iniDari belakang ke depary lempeng ini membentuk atap antrum terbentang di kedua sisi, pada permukaan dalam os occipitale,mastoideum, cavitas tympani, dan tuba auditiva. Lempeng tipis sampai ke angulus posteroinferior atau sudut os parietale.tulang ini merupakan satu-satunya penyekat utama penyebaran Kemudian alur berlanjut ke pars mastoideus ossis temporalis,infeksi dari dalam cavitas tympani ke lobus temporalishemispherium cerebri (lihat Gambar 18-16).
dan di sini sinus transversus berlanjut sebagai sinus sigmoideus. TULANG DAN KARTILAG) 295Sinus petrosus superior berjalan ke belakang sepanjang pihggiratas os petrosus di dalam sebuah alur sempit dan bermuara ke musculus geniohyoideus (Gambar 11-10). Linea mylohyoideadalam sinus sigmoideus. Sewaktu sinus sigmoideus berjalan turun tampak sebagai rigi oblik yang berjalan ke belakang dan lateralke foramen jugulare, sinus ini membuat alur yang dalam pada dari area spina mentalis menuju ke area di bawah dan belakangbagian belakang os petrosus dan pars mastoideus ossis temporalis. gigi molar tiga. Fovea submandibularis, di mana terdapat parsDi sini, sinus sigmoideus terletak tepat Posterior terhadap antrum superficialis glandulae submandibularis, terletak di bawah bagianmastoideum. posterior linea mylohyoidea. Fovea sublingualis, tempat glandula sublingualis, terletak di atas bagian anterior linea mylohyoidea Tabel 11-3 memperlihatkan ringkasan dari lubang-lubangpenting yang terdapat pada basis cranii dan struktur-struktur (Gambar 11-10). Pinggir atas corpus mandibulae disebut pars alveolaris. Padayang melewatinya. orang dewasa berisi 16 lubang untuk akar-akar gigi.Mandibula Pinggir bawah corpus mandibulae disebut basis. FossaMandibula atau rahang bawah adalah tulang terbesar dan terkuat digastrica lekukan kecil yang kasar pada basis, pada sisi kananwajah, dan tulang ini bersendi dengan tengkorak pada articulatio dan kiri symphisis mandibulae (Gambar 11-10). Di dalam fossa initemporomandibularis. terdapat origo venter anterior musculus digastricus. Mandibula terdiri dari corpus berbentuk taPal kuda dan Ramus mandibulae terletak vertikal dan memiliki processussepasang ramus. Corpus mandibulae bertemu dengan ramus coronoideus di anterlor dan processus condylaris di posterior,masing-masing sisi pada angulus mandibulae (Gambar 11-10). atau caput. Kedua processus dipisahkan oleh incisura mandibulae Pada permukaan luar di garis tengah corpus mandibulaeterdapat sebuah rigi yang menuniukkan garis fusi dari kedua (Gambar 11-10). Pada permukaan lateral ramus terdapat jejas-jejas perlekatanbelahan selama perkembangannya, yaitu symphisis mandibulae.Foramen mentale dapat dilihat di bawah gigi premolar kedua; musculus masseter. Pada permukaan medial ditemukan foramendari lubang ini keluar arteria, vena dan nervus alveolaris inferior' mandibulare, untuk arteria, vena dan nervus alveolaris inferior. Di depan foramen terdapat tonjolan tulang, disebut lingula, untuk Pada permukaan medial corpus mandibulae di bidang tempat perlekatan ligamentum sphenomandibulare (Gambartengah tampak spina mentalis; baglan atas merupakan tempat 11-10). Foramen menuju ke dalam canalis mandibulae, yangorigo musculus geniogiossus dan bagian bawah tempat origo bermuara ke permukaan lateral corpus mandibulae pada foramen mentale (Lihat hal. 295). Canalis incisivus merupakan lanjutan ke depan darl canalis mandibulae di luar {orar'ren mentale dan di bawah gigi incisivus.Lubang di Tengkorak
296 BAB 11 Permukaan medial processus coronoideus merupakan tempat GAMBARAN RADIOGRAFIperlekatan musculus temporalis. Di bawah processus condylalis TENGKORAK DANatau caput, terdapat collum yang pendek (Gambar 11-10). MANDIBULA Otot-otot dan ligamentum-ligamentum penting yang melekat Gambaran radiografik tengkorak dan mandibula diperlihatkanpada mandibula diperlihatkan pada Cambar 11-10. pada Gambar 11-11 sampai 11-18. Untuk CT scan dan MRI tengkorak, lihat Gambar 74-7 sampaiT4-9. M. pterygoideus lateralis processus (caput) condylaris ligamentum stylomandibulare incisura mandibulae M. pterygoideus medialis processus coronoideus foramen mandibulare M. temporalis lingula M. masseter ligamentum sphenomand;bulare ramus M. constrictor dentes incisivi pharyngeus superior fovea sublingualis angulus linea mylohoidea M. buccinator M. ;.,t,;ntalis M. mylohyoideus corpus mandibulae fovea submandibularis corpus mandibulae M. depressor M. platysma Iabii inferioris M. genrohyoideus M. depressor venter anterior M. digastricus spina mentalis anguli oris digastrica pars alveolaris corpus mandibulae foramen mentale aspek medial ( sisi kiri) aspek lateral (sisi kanan) M. hyoglossus M. constrictor pharyngeus medius ligamentum stylohyoideum M. geniohyoideus ligamentum M. mylohyoideus stylohyoideum M. omohyoideus cornu mrnus M. thyrohyoideus M. sternohyordeus M. digastricus dan M- stylohyoideus aspek anterosuperior aspek kanan B Gambar 11-10 A. Mandibula . B. Os Hyoideum.
TULANG DAN KARTIUGO 297Gambar 1 1-11 Radiograf posteroanterior tengkorakOs Hyoideum oleh membrana thyrohyoidea. Tulang ini mudah bergerak dan terletak di leher tepat di atas larynx dan di bawah mandibula. OsOs hyoideum merupakan tulang tunggal yang ditemukan di hyoideum membentuk dasar lidah dan dilekatkan oleh otot-ototgaris tengah leher di bawah mandibula dan di atas larynx. Os ke mandibula, processus styloideus ossis temporalis, cartilagohyoideum tidak bersendi dengan satu tulangpun. Os hyoideumberbentuk huruf U dan terdiri dari corpus dan dua cornu mayus thyoridea, sternum, dan scapula.dan dua comu minus (Gambar 11-10). Dilekatkan pada tengkorakoleh ligamentum stylohyoideum dan pada cartilago thyroidea Otot-otot penting yang melekat pada os hyoideum diperlihatkan pada Gambar 11-10.
298 sutura coronalis sutura sagittalissutura lambdoideasinus frontalis fissura orbiialis pars orbitalis superior ossis frontalis ala major ossis margo orbitalis sphenoidalis pars petrosasinus ethmoidalis ossis temporalis caput mandibulaeprocessus mastoideus concha inferior sinus maxillaris ramus mandibulae maxilla dengan gigi-geligi angulus mandibulae foramen mentale septum nasi articulatio atlantoaxialis corpus mandibulae dengan gigi-geligiGambar 11-12 Ciri-ciri utama yang tampak pada radiograf posteroanterior tengkorak pada Gambar 11-11. Gambar 11-13 Radiograf lateral tengkorak.
TIJLANG DAN KARTILAGO 299 processus sutura coronalis clinoideus sella turcica processus clinoideus anterior auricula lamina externa sinus sphenoidalislamina interna pars orbitalis ossis frontalis sinus frontalis margo anterior fossa cranii mediaprotuberantia sinus maxillarisoccipitalis externa palatumpars petrosaossis temporalis maxilla dengan caput mandibulae gigi-geligiprocessus mastoideus /\"1 f \t/Y9.t\"rai\"ruc\"us)r\rNn+r\"\Fm\ggain,g-id-'gi*be^ulig,lai dengan arcus posterior atlantis arcus anterior atlantis Gambar 11-14 Ciri-ciri utama yang tampak pada radiograf lateral tengkorak pada Gambar 11-13. i ,l: ,.':i i,r}l.,'. ..i : Gambar 11-15 Radiograf posteroanterior tengkorak untuk ,rr&:a:&.i.::& melihat sinus paranasales.
BAB 11 sinus frontalis pars orbitalis ossis frontalis cribriformis margo canalis supraorbitalis ala majorossis sphenoidalis fissura orbitalis supenor SINUSsphenoidalis pars petrosaossis temporalis maxilla dengan gigi-geligi Gambar 11-16 Ciri-ciri utama yang tampak pada radiograf posteroanterior tenikl; ak dalam Gambar 1 1-15. Gambar 11-17 Radiograf lateral tengkorak untuk melihat sinus paranasales.
TUUNG DAN KARTIUGO 301 pars orbitalis ossis frontalissinus frontalis sulcus arteriae meningeae mediae lamina cribriformis tuberculum sellaesinus ethmoidalis processus clinoideus margo orbitalis anterior os zygomaticum sinus maxillaris sella turcica processus clinoideus posterior dorsum sellae sinus sphenoidalis arcus zygomaticus collum mandibulae mandibula dengan gigi-geligi maxilla dengan gigi-geligiGambar 11-18 Ciri-ciri utama yang tampak pada radiograf lateral tengkorak dalam Gambar 11-17.GAMBARAN RADIOGRAFI Komposisi Columna VertebralisOS HYOIDEUM Columna vertebralis (Gambar 11-19 dan 11-20) terdiri atas 33 vertebra yang tersusun dalam kelompok-kelompok berikut:Gambaran radiografi os hyoideum diperlihatkan pada Gambar a vertebra cervicalis (7) l) vertebra thoracicus (12)11,-26. a vertebra lumbalis (5) a vertebra sacralis (5 yang bersatu membenfuk os sacrum)ColumnaVertebralis I vertebra coccygea (4 3 yanC di bawah umumnya bersatu)Columna vertebralis merupakan pilar utama tubuh. Columna Struktur columna vertebralis fleksibel, karena columnavertebralis berfungsi menyanggah tengkorak, gelang bahu, vertebralis bersegmen-segmen dan tersusun dari vertebrae,ekstremitas superior, dan dinding toraks dan melalui gelang sendi-sendi, dan bantalan fibrocartilago yang disebut discuspanggul meneruskan berat badan ke ekstremitas inferior. Di intervertebralis. Discus intervertebralis membentuk kira-kiradalam rongganya terletak medulla spinalis, radix nervi spinales,dan lapisan penutup meningery yang dilindungi oleh columna seperempat panjang columna.vertebralis.
302 BAB 11 M. trapezius protuberantia occipitalis externaangulus superior scapulae ligamentum nuchae acromton processus spinosus vertebra C7 spina scapulae processus spinosus vertebra T1 , processus sprnosus angulus inferior vertebra T3 scapulae caput humeri processus spinosus M. latissimus dorsi vertebra T7 costa Xll M. erector spinae crista iliaca spina iliaca posterior superior tuber ischiadicum trochanter major ulung os coccygrs crena ant lipat bokong Gambar 11-19 Pandangan posterior rangka, memperlihatkan patokan permukaan punggung.Lengkung-Lengkung Columna Vertebralis posterior thoracaf cekung posterior lumbaf dan cembung posterior sacral. Pada bulan-bulan terakhir kehamilary dengan bertambahLengkung podo Bidong Sogitol besar dan beratnya janin, wanita cenderung menambah cekungan posterior lumbal, daiam usahanya menjaga pusat berat badan atauColumna vertebralis janin mempunyai satu cekungan ke anterior. keseimbangan. Pada orang tua discus intervertebralis mengalamiDengan bertambahnya pertumbuhary terbentuk angulus lumbo- atrofi, mengakibatkan bertambah pendeknya tubuh dan secarasacralis. Setelah lahir, pada waktu anak mampu mengangkat perlahan-lahan columna vertebralis kembali ke dalam cekungandan mempertahankan kepalanya terhadap columna vertebralis, anterior yang utuh.pars cervicalis columnae vertebralis menjadi cekung ke postedor(Gambar 11-21). Mendekati akhir tahun pertama, bila anak mulai Lengku ng-Lengkun g poda Bid on g Co ron olberdiri\" pars lumbalis columnae vertebralis menjadi cekung keposterior. Pembentukan lengkungJengkung sekunder ini sebagian Pada akhir masa anak-anak, seringkali ditemukan adanya lengkungbesar disebabkan oleh modifikasi bentuk discus intervertebralis. lateral yang ringan di daerah thoracal coiumna vertebralis. Ke- Pada orang dewasa, pada posisi berdiri (Gambar 17-27), adaan ini normal dan biasanya disebabkan oleh terlalu seringnya menggunakan salah satu dari ekstremitas superior. Misalnya,columna vertebralis rnemperlihatkan lengkung-lengkung regionalpada bidang sagital berikut ini: cekung posterior cervical, cembung orang dengan tangan kanan dominan sering mempunyai lengkung
TULANG DAN KARTILAGO 303 spina (bifida) lamina foramen vertebrale vertebra pediculus facies articularis cervicalis processus supeflor transversus (7) tuberculum posterius lengkung cervical foramenlengkung transversarium thoracal tuberculum anterius fovea costalis sprna processus processus lamina transversus transversalis facies articularis supenor foramen vertebrale pediculus fovea costalis corpus vertebra sprna thoracicus lamina (12) processus articularis superior processus articularis inferior process!.rq transversus foramen vertebrale pediculuslengkung vertebra corpus lumbal lumbalis processus articularis superior (5) lengkung vertebra r\ o+:' massa lateralis sacral sacralis ossis sacri li €i3_A (5) foramina sacralia anteriora vertebra coccygea (4) g*-'@ processus transversus ossis coccygis \sl{i;#Gambar 1t-20 A. Pandangan lateral columna vertebralis. B, Ciri-ciri umum berbagai macam jenis vertebra.
304 BAB 11 bayi baru lahir bayi mampu mengangkat kepala (3-4 bulan) medulla spinalis filum terminale spatium subarachnoideum berisi liquor cerebrospinalisGambar 11-2f A, B, dan C. Lengkunglengkung columna vertebralis pada berbagai usia. D. Pada orang dewasa, ujungbawah medulla spinalis terletak setinggi pinggir bawah corpus vertebrae lumbalis I (panah afas), dan spatium subarachnoideumberakhir pada pinggir bawah corpus veftebrae sacralis II (panah bawah).thoracal ringan ke kanan. Lengkung kompensasi ringan selalu spinalis dengan bungkus-bungkusnya. Arcus vertebrae terdiri atasterbentuk di atas dan di bawah lengkung tersebut. sepasang pediculus yang berbentuk silinder, yang membentuk sisi-sisi dari arcus, dan sepasang lamina yang gepeng yangCiri-Ciri Umum Sebuah Vertebra melengkapi arcus dari posterior.Walaupun vertebra memperlihatkan berbagai perbedaan regionaf Arcus vertebrae mempunyai tujuh processus yaifu satunamun semua vertebra mempunyai pola yang sama (Gambar 11- processus spinosus, dua processus transversus, dan empat20). processus articularis (Gambar 11-20). Vertebra tipikal terdiri atas corpus yang bulat di anterior Processus spinosus atau spina, menonjol ke posterior daridan arcus vertebrae di posterior. Keduanya melingkupi sebuah pertemuan kedua laminae. Processus hansversus menonjol keruang disebut foramen vertebrale, yang dilalui oleh medulla lateral dari pertemuan lamina dan pediculus. Processus spinosus
dan processus transversus berfungsi sebagai pengungkit dan TULANG DAN KARTIUGO 305menladi tempat melekatnya otot dan ligamentum. I Corpus berukuran sedang dan berbentuk jantung. Processus articularis terletak vertikal dan terdiri dari dua a Foramen vertebrale kecil dan bulat.processus articularis superior dan dua Processus articularis a Processus spinosus panjang dan miring ke bawah.inferior. Processus ini menonjol dari pertemuan antara lamina dan a Fovea costalis terdapat pada sisi-sisi corpus untuk bersendipediculus, dan facies articularisnya diliputi oleh cartilago hyaline. dengan capitulum costae. Kedua processus articularis superior dari sebuah arcus it Fovea costalis terdapat pada processus transversus untukvertebrae bersendi dengan kedua processus articularis inferior bersendi dengan tuberculum costae (T XI dan XII tidakdari arcus yang ada di atasnya, membentuk dua sendi sinovial. mempunyai fovea costalis pada processus transversus). Pediculus mempunyai lekuk pada pinggir atas dan bawahnya, a Processus articularis superior mempunyai facies yangmembentuk incisura vertebralis superior dan inferior. Pada menghadap ke belakang dan lateral, sedangkan facies padamasing-masing sisi, incisura vertebralis superior sebuah vertebra processus articularis in-ferior menghadap ke depan dan medial.dengan incisura vertebraiis inferior dari vertebra di atasnya Processus articularis inferior vertebra T XII menghadap kemembentuk foramen intewertebrale. Foramen ini pada kerangka lateral, seperti pada vertebra lumbalis.yang berartikulasi berfungsi sebagai tempat lewatnya nervusspinalis dan pembuluh darah. Radix anterior dan posterior Gri-Gri Sebuoh Vertebro Lumbolis Tipikalnervus spinalis bergabung di dalam foramina ini, bersama denganpembungkusnya membentuk saraf spinal segmental. Sebuah vertebra lumbalis tipikal mempunyai ciri-ciri sebagaiGri-Gri Sebuah Vertebro (ervicolis Tipikol berikut (Gambar 11-20):Sebuah vertebra cervicalis tipikal mempunyai ci*ciri sebagai I Corpus besar dan berbentuk ginjal. t) Pediculus kuat dan mengarah ke belakang.berikut (Gamb a r 1 1 -22): I Lamina tebal. a Foramina vertebrale berbentuk segitiga.I Processus transversus mempunyai foramen transversarium a Processus transversus panjang dan langsing. a Processus spinosus pendek, rata, dan berbentuk segiempat untuk tempat lewatrya arteria dan vena vertebralis (Perhatikan bahwa arteria vertebralis melalui Processus tranversus C1-6 dan mengarah ke belakang. dan tidak melalui C7). r) Facies articularis processus articularis superior menghadapI Spina kecil dan bifida.I Corpus kecil dan lebar dari sisi ke sisi. ke medial dan facies articularis processuii '',iticularis inferiora Foramen vertebrale besar dan berbentuk segitiga. menghadap ke lateral.a Processus articularis superior mempunyai facies yang meng- Perhatikan bahwa vertebra lumbalis tidak mempunyai facies hadap ke belakang dan atas; Processus articularis inferior articularis untuk bersendi dengan costa dan tidak ada foramina mempunyai facies yang menghadap ke bawah dan depan. pada processus transversus.Grr-Gri Sebuoh Vertebro Cervicolis Atipikol Os SoqumVertebra cervicalis I, II, dan VII adalah tidak khas (atipikal). Vertebra Cervicalis I atau atlas (Gambar 11-22), tidak mem- Os sacrum (Gambar 11-20) terdiri atas lima vertebra rudimenter yang bergabung menjadi satu membentuk sebuah tulang punyai corpus atau processus spinosus. Atlas mempunyai arcus berbentuk baji, yang cekung di antedor. Pinggir atas atau basis anterior dan arcus posterior. Atlas mempunyai massa lateralis tulang bersendi dengan vertebra lumbalis V. Pinggir bawah yang pada masing-masing sisi dengan facies articularis pada permukaan sempit bersendi dengan os coccygis. Di lateral, os sacrum bersendi atasnya untuk bersendi dengan condylus occipitalis (articulatio dengan dua os coxae unfuk membentuk articulatio sacroiliaca (lihat atlanto-occipitalis) dan facies articularis pada permukaan bawah- Gambar 11-50). Pinggir anterior dan atas vertebra 51 menonjol nya untuk bersendi dengan axis (articulatio atlanto-axialis). ke depan sebagai margo posterior apertura pelvis superior dan dikenal sebagai promontorium sacralis. Promor-torium sacralis Vertebra cervicalis II atau axis (Gambar 11-22) mempunyai pada wanita penting untuk obstetdk dan digunakan pada saat menentukan ukuran pelvis. dens axis (epistropheus) yang mirip pasak, yang menonjol ke atas dari permukaan superior corpus (mewakili corpus atlantis yang Terdapat foramina vertebralis dan membentuk canalis telah bersatu dengan corpus axis). sacralis. Lamina vertebrae sacralis V dan kadang-kadang juga Vertebra cervicalis VII atau vertebra prominens (Gambar 11- vertebra sacralis IV tidak mencapai garis tengah dan membentuk hiatus sacralis (Gambar 11-23). Canalis sacralis berisi radices 22), diberi nama demikian karena mempunyai processus spinosus anteriores dan posteriores nervi spinales sacrales dan coccygeales, filum terminale, dan zat fibroadiposa. ]uga berisi bagian bawah yang paling panlang dan processus itu tidak bifida. Processus spatium subarachnoideum, ke bawah sampai setinggi pinggir bawah vertebra 52. transversus besar, tetapi foramen transversarium kecil dan dilalui oleh vena vertebralis. Permukaan anterior dan posterior sacrum mempunyai empat foramen pada setiap sisi, untuk tempat lewatnya rami anteriores G r rG ri Sebuoh Verteb ra T horacico Tipikol dan posteriores empat nervi spinales sacrales bagian atas. Sebuah vertebra thoracica tipikal mempunyai ciri-ciri sebagai berikut (Gambar 11-20):
306 BAB 11 foramen vertebrale tuberculum posterius facies articularis superior tuberculum anterius arcus anterior splna foramen vertebrale foramen transversarium processus transversus dens axis (epistropheus)processus articularis superior Gambar 11-22 A. Vertebra cervicalis tipikal, aspek superior . B. Atlas atau vertebra Cl, aspek superior. C. Axis atau veftebra C2, dilihat dari atas dan belakang. D. Veftebra CZ aspek superior. Foramen transversarium dilalui oleh vena vertebralis tetapi bukan arteria vertebralis.Os Coccygis Os coccygis yang biasanya terdiri atas gabungan empat vertebra, dapat pula terdiri atas tiga atau lima vertebra. VertebraOs cocrygis terdiri atas empat vertebra yang berfusi membentuk coccygea I mungkin terpisah. Pada keadaan ini, vertebra yangsebuah tulang segitiga kecil, yang basisnya bersendi dengan ujung bebas biasanya menonjol ke bawah dan di anterior dari apex osbawah sacrum (Gambar 11-20). Vertebra coccygea I biasanya tidakberfusi, atau berfusi tidak lengkap dengan vertebra coccygea II. sacrum. Pengetahuan mengenai anatomi dasar columna vertebralis GAMSARAN RANI#GRAFIpenting pada wakfu menginterpretasikan gambar radiografik dan COLUF.lNAVTRTEffiRALISpada waktu menentukan tempat yang tepat gambaran patologistulang dalam kaitannya dengan cedera jaringan lunak. Gambaran radiografi columna vertebralis diperlihatkan dalam Gambar 11-24 sampai 1.1.-29. CT scan dan MRI columna vertebralisYariasi Penting Vertebra diperlihatkan dalam Gambar 1,6-79 sampai 1,6-27.Jumlah vertebra cervicalis selalu tetap, tetapi vertebra cervicalis I Tulang-TulangToraksketujuh mungkin mempunyai costa cervicalis. Vertebra thoracicamungkin bertambah dalam jumlah dengan masuknya vertebra Rangka tulang dan cartilago dinding toraks atau dada dibentuklumbalis pertama, yang dapat mempunyai costa. Vertebra lumbalis oleh sternum, cartilago costalis, costa, dan corpus vertebraeV mungkin bergabung dengan os sacrum; biasanya tidak lengkap thoracicae (Gambar 11-30). Cavea thoracis berbentuk kerucut,dan terbatas pada satu sisi. Vertebra sacralis I dapat tetap terpisahatau sama sekali terpisah dari os sacrum dan dianggap sebagaivertebra lumbalis VI. Menebalnya dinding posterior canalissacralis mungkin tidak ada, karena lamina dan processus spinosusgagal berkembang.
TULANG DAN KARTILAGO 307 foramina sacralia anterioracanalis sacralis spina sacralis I facies auricularis foramina sacralia posteriora hiatus sacralis ulung os occygrs BGambar 11-23 Sacrum. A. Tampak anterior. B. Tampak posterior.pintu masuknya di superior sempit (di klinik disebut sebagai Manubrium sterni merupakan bagian atas sternum, yangpintu keluar) dan pintu keluamya di inferior lebar. Cavea thoracis masing-masing sisinyabersendi dengan clavicula, cartilago costalispipih dari depan ke belakang. Fungsi cavea thoracis adalah untukikut berpartisipasi pada gerakan respirasi dan melindungi viscera I dan bagian atas cariilago costalis II (Gambar 11-30). Manubriumthoracica, terutama jantung dan paru-paru, serta viscera abdomen, sterni terletak berhadapan dengan vertebra thoracica III dan IV.yaitu hepar, 1iery dan gaster yang terdapat di dalamnya. Corpus sterni di atas bersendi dengan manubrium sterniSternum melalui sebuah sendi fibrocartilago, articulatio manubriosternalis.Sternum terletak di garis tengah di dinding anterior toraks. Sternummerupakan tulang pipih yang dapat dibagi menjadi tiga bagian: Di bawah corpus sterni bersendi dengan processus xiphoideusmanubrium sterni, corpus stemi, dan processus xiphoideus. pada articulatio xiphosternalis. Pada setiap sisi terdapat lekukan-lekukan untuk bersendi dengan bagian bawah cartilago costalis II dan cartilago costalis III sampai VII (Gambar 11-30). Cartilago costalis II - VII bersendi dengan stemum melalui sendi synovialis.
308 BAB 11 pinggir foramen magnum arcus anterior atlantis facies.articularis /,.,,, dens axis . inferior atlantis arcusrtposterius massa lateralis atlantis lilmina axis corpus axrsGambar 11-24 Radiograf anteroposterior daerah servikal atas colurnna vedebralis dengan pasien dalam keadaanmulut terbuka untuk memperlihatkan dens axis. Processus xiphoideus (Gambar 11-30) merupakan bagian Cartilagines costales berperanan pentlng dalam elastisitaspaling bawah dan paling kecil dari sternum. Processus xiphoideus dan mobilitas dinding toraks. Pada manula, cartilagines costalesmerupakan cartilago hyalin pipih yang pada orang dewasa cenderung kehilangan sebagian fleksibilitasnya akibat kalsifikasimengalami osifikasi pada ujung proksimalnya. Tidak ada costaataupun cartilago costalis yang melekat padanya. superfisial. Angulus sterni (Angle ofLouis), yang dibentuk oleh persendian Costaemanubrium stemi dengan corpus sterni, dapat dikenali denganadanya peninggian transversal pada permukaan anterior sternum Terdapat 12 pasang costa, yang semuanya melekat pada vertebra(Gambar 11-30). Peninggian transversal terletak setinggi cartilago thoracica (gambar 77-30, 77-37, dan 11-32). Tujuh pasang cartilagocostalis II, dan merupakan titik awal perhitungan semua cartilago yang atas melekat pada sternum melalui cartilages costalesnya dicostalis dan costa. Angulus stemi terletak berhadapan dengan sebelah anterior. Di anterior pasangan costa VIII, IX, dan X melekatdiscus intervertebralis di antara vertebra thoracica IV dan V. satu dengan yang lain dan ke costa VII melaiui cartilages costales dan junctura sinovialis yang kecil. Pasangan costa XI dan XII di Articulatio xiphisternalis terletak berhadapan dengan corpusvertebrae thoracicae IX. depan tidak mempunyai perlekatan di anterior dan dinamakanCartilagines Costales costae fluctuantes. Sebuah costa tipikal berbentuk panjang, melintir, pipih danCartilagines costales merupakan batang cartilago hyaline yang mempunyai pinggir atas yang membulat dan halus, serta pinggirmenghubungkan 7 costa bagian atas dengan pinggir lateral bawah yang tajam dan tipis (Gambar 11-31 dan 11-32). Pinggir bawah tergantung bebas dan mempunyai sulcus costae yang berisistemum dan costa VIII, X, dan X dengan cartilago tepat di atasnya. arteria, vena dan nerr,'us intercostalis.Cartilagines costales XI dan XII berakhir pada otot-otot abdomen Costa mempunyai caput, collum, tuberculum, corpus, dan(Gambar 11-30). angulus (Gambar 11-31 dan 11-32). Caput costae mempunyai
TUUNG DAN KARTILAGO 309 Gambar 11-25 Radiograf anteroposterior daerah servikal columna veftebralis. condylus occipiialis arcus anterior atlantis os occipitale epiglottis os hyoideum arcus posterior kalsifikasi cartilago atlantis thyroidea processus corpus spinosus axis vertebrae C7 ototposvertebralis Garnbar 11-26 Radiograf lateral daerah servikal columna vertebralis.
trachea berisi udara costa Xll Gambar 11-27 Radiograf anteroposterior daerah toraksudara dalam columna vertebralis. colon processus pediculus articularis inferior corpus processus processus articularis superior spinosus pinggir lamina lateral M. psoas crista processus iliaca transversus adiculatio MASSA sacroiliaca lateralis sacrum foramina sacralia udara anteriora dalam rectum Gambar 1 1-28 Radiograf anteroposterior columna veftebralis daerah toraks bawah, Os coccygis lumbal, dan sacral.
TULANG DAN KARTILA,GO 311Gambar 11-29 Radiograf lateral columna vertebralis daerah toraks bawah, lumbal, dan sacral.
312 manubrium sterni corpus vertebrae incisura jugularis thoracicae I angulus sterni corpus sterni corpus sterni tnctsura costa Xll costalis Vl costae fluctuanteslnclsuracostalis VllA processus B xiphoideusGambar 11-30 A. Permukaan anterior sternum. B Sternum, costa, dan cartilagines costales membentuk rangka toraks.dua facies articularis untuk bersendi dengan corpus vertebrae dan truncus inferior plexus brachialis menyilang costa danyang nomomya sama dan dengan vertebra yang terletak tepat diatasnya (Gambar 11-31). Collum costae merupakan bagian yang berhubungan dengan tulang.sempit terletak di antara caput dan tuberculum. GAMBARAN RADIOGRAFI Tuberculum costae merupakaa tonjolan pada permukaan luar CISSATHORACICAEcosta pada pertemuan collum dan corpus. Tuberculum mempunyaifacies articularis untuk bersendi dengan processus transversus Gambaran radiografi ossa thoracicae diperlihatkan dalam Gambarvertebrae yang nomornya sama (Gambar 11-31). Corpus costaeberbentuk tipis, kurus, dan melintir sepanjang sumbu panjangnya. 1,1,-34.Pada pinggir inferiornya terdapat sulcus costae. Angulus costae I RangkaApendikularadalah tempat di mana corpus costae melengkung ke depandengan tajam. Ujung anterior dari setiap costa melekat pada Ossa Membri Superioriscartilago costal isnya masing-masing. Tulang-tulang membri superioris terdiri atas gelang bahu, serta Costa I adalah costa atipikal atau tidak khas. Tulang ini penting lengan atas, lengan bawah, dan tangan.di klinik karena mempunyai hubungan yang erat dengan saraf-saraf bagian bawah plexus brachialis dan pembuluh-pembuluh Tulang-Iulang Gelang Bahuutama untuk lengan atas, yaitu arteria dan vena subclavia (Gambar Tulang-tulang gelang bahu terdiri atas clavicula dan scapula, yang saling bersendi satu dengan yang lain di articulatio11-33). Costa ini pipih dari atas ke bawah dan mempunyai acromioclavicularis (Gambar 11-1).tuberculum pada pinggir dalamnya, disebut tuberculum musculiscaleni anterioris, tempat insersi musculus scalenus anterior. Dianterior tuberculum, vena subclavia menyilang costa; di posteriortuberculum terdapat sulcus subclavia, tempat arteria subclavia
TUUNG DAN KARTILAGO 313 processus sprnosus pediculus ,, processus transversus arcus fovea costalis processus I transversi vertebrae II processus articularis superiorA fovea costalis superior ! fovea costalis Iprocessus transversi II processus transversus corpus vertebrae berbentuk hati processus articularis superior fovea costalis superior processus corpus vertebrae spinosus fovea costalis inferior B incisura vertebralis inferior processus articularis inferiorfovea costalis processus fovea costalis superior transversi corpus vertebraetuberculum costae discus intervertebralis caput costae sternum collum costae potongan melintang costa cartilago costalisc sulcus costaeGambar 11-31 Costa V kanan bersendi di posterior dengan columna vertebralis dan di anterior dengan sternum. Perhatikanbahwa caput costae bersendi dengan corpus vertebrae yang bernomor sama dan vertebra yang terletak tepat di atasnya.Perhatikan juga adanya sulcus costae di sepanjang pinggir bawah costa.
314 BAB 11 facies articularis untuk caput costae collum costaecorpus vertebrae di atasnya tuberculum costae facies articularis untuk corpusvertebrae yang sama nomornya facies articularis pinggir superior yang membulal tuberculi costae angulus costae sulcus costae pinggir inferior yang tajam Gambar 11-32 Costa V kanan, dilihat dari posterior. insersi M scalenus medius M. scalenus mediusinsersi M. scalenus plexus brachialis anterior cupula pleurae cervicalis M. scalenus anterior truncus inferior plexus brachialis A. dan V. subclaviaGambar 11-33 Apeftura thoracis superior, memperlihatkan cupula pleurae cervicalis pada sisi kiri tubuh dan hubungannyadengan pinggir dalam costa I. Perhatikan juga adanya plexus brachialis dan arteria dan vena subclavia. (Ahli anatomi seringmenyebutkan apertura thoracis superior sebagai pintu masuk).
TULANG DAN KARTILAGO 315 trachea costa I sinistra clavicula sinistra costa v costa lV sinistra dextra arcusvena cava aortae superior atrium ventriculusdextrum sinister kubah diaphragma kiri hepar Gambar 11-34 Radiograf posteroanterior dada seorang pria dewasa normal.Claviculo cekung ke depan- Olot<rtot dan Ligamentum-ligamentum Penting yang melekat pada clar.icula diperliiratkan pacla Gambar .1 1-36.Clavicula adalah tulang panjang yang terletak horizontal di daerahpangkal leher. Tulang ini bersendi dengan sternum dan cartilago Scapulacostalis I di sebelah medlal, dan dengan acromi.on di sebelah laterai(Gambar 11-35). Clavicula bekerja sebagai sebuah penyangga Scapula merupakan tu-lang pipih berbentuk segitiga (Gambarpada waktu lengan atas bergerak meniauhi tubuh. Clavicula juga 11-37) yang terletak pada dinding posterior toraks antara costa IIberperan menyalurkan gaya dari lengan atas ke kerangka sumbu, sampai VIi. Pada permukaan posterior, spina scapulae menonjoldan merupakan tempat lekat otot-otot. ke belakang. Ujung lateral spina scapulae bebas dan membentuk Clavicula terletak subkutan menurut arah panjangnya; dua acrornicln, vang he-rsendi dengan ciavicula. Angulus superolateralispertiga medialnya cembung ke depan dan sepertiga lateralnya scapulae membentuk cavitas atau fossa glenoidalis yang
316 BAB 11 M. coracobrachialis dan caput M. deltoideus pectoralis minor breve M. biceps brachii M. pectoralis major M. supraspinatus M. subscapularis caput longum M. triceps brachii M. pectoralis major M. pectoralis major M. latissimus dorsi M. teres M. teres major M. deltoideus M coracobrachialis M. pectoralis minor M. brachialis M. serratus anterior M. brachioradialis M. extensor carpi M. pronator teres radialis longus tendo communis musculorum flexorum Gambar 11-35 Tempat melekat otot pada rangka toraks, clavicula, scapula, dan humerus. capsula articulatio acromioclavicularis M. trapezius M. sternocleidomastoideus M. deltoideus M. pectoralis major capsula articulatio sternoclavicularis permukaan superior facies articularis untuk acromion M. subclavius M. pectoralis M. deltoideus major ligamentum coracoclaviculare costoclaviculare facies articularis sternalis dan cartilaEo costa 1 permukaan inferior Gambar 11-36 Tempat melekat otot dan llgamentum penting pada clavicula dextra
berbentuk seperti buah pir dan bersendi dengan caput humeri TULANG DAN KARTILAGO 317pada articulatio humeri. Processus coracoideus menonjol ke atas spina scapulae menjadi fossa supraspinata di atas dan fossadan depan di atas cavitas glenoidalis dan merupakan tempat infraspinata di bawah (Gambar 11-37). Angulus inferior scapulae dapat dipalpasi dengan mudah pada orang hidup dan merupakanmelekatnya otot dan ligamentum. Medial terhadap basis processus petunjuk posisi costa VII dan processus spinosus vertebraecoracoideus terdapat incisura suprascapularis (Gambar 11-37). Permukaan anterior scapula cekung dan membentuk fossa thoracicae VII. Otot-otot dan ligamentum penting yang melekat pada scapulasubscapularis. Permukaan posterior scapula dibagi dua oleh dlperlihatkan pada Gambar 11-37. facies articularis untuk clavicula M. deltoideus M. pectoralis minor processus coracoideus acromion ligamentum coracoclaviculare M. biceps caput breve angulus superior dan M. coracobrachialis ligamentum suprascapularetuberculum supraglenoidale incisura suprascapularis M. biceps caput longum fossa glenoidalistuberculum infraglenoidale M. triceps caput longumfossa subscapularis margo medialis M. serratus anteriormargo lateralis M. subscapularispermukaan anterior angulus inferior ligamentum coracoacromialeangulus superior spina scapulae processus coracoideus M. trapezius acromton M. levator scapulae M. deltoideusM. supraspinatusfossa supraspinata cavitas glenoidalis capsula articularis rhomboideus articulatio humeri minor M. triceps caput longummargo mediaiis M. teres minorM. rhomboideus margo lateralis major M. teres majorfossa infraspinatainfraspinatus M. latissimus dorsi angulus inferiorpermukaan posteriorGambar t1-37 Tempat melekat atot dan ligamentum penting pada scapula dextra
318 BAB ltTulang-Tulang Lengan Atas trochlea humeri yar-rg berbentuk katrol untuk bersendi denganHumerus incisura trochiearis ulnae (Gambar 11-38). Di atas capitulumflumerus bersendi denE;an scapula pada articulatio humeri terdapat fossa radialis, vang menerima caput radii pada saat sikudan dengan radius dan ulna pada articulatio cubiti. Uiung difleksikan. Di anterior, di atas trochlea, terdapat fossa coronoidea,atas humerus mempunyai sebuah caput (Gambar 11-38), yang yang selama pergerakan y<xrg sama menerima processusmembentuk sekitar sepertiga kepala sendi dan bersendi dengan coronoideus ulnae. Di posterior, di atas trochlea, terdapat fossacavitas glenoidalis scapulae. Tepat di bawah caput humerl terdapatcollum anatomicum. Di bawah collum terdapat tuberculum majus olecrani, yang bertemu dengan olecranon pada waktu sendi sikudan minus yang diplsahkan satu sama lain oleh suicus bicipitalis. dalam keadaan ekstensi (Cambar 11-38).Pada pertemuan ujung atas humerus dan corpus humeri terdapatpenyempltan disebut co1lum chirurgicum. Sekitar pertengahan Tulang-Tulang Lengan Bawahpermukaan lateral corpus humeri terdapat peninggian kasar yangdisebut tuberositas deltoidea. Di belakang dan bawah tuberositas Tulang-tulang lengan bawah adalah radius dan u1na.terdapat sulcus spiralis yang ditempati oleh N.radialis (Gambar1 1 -38). Rodius Ujung bawah humerus mempunyai epicondylus medialis dan Radius adalah tulang lateral lengan ban'ah (Gambar 11-39).epicondylus lateralis untuk tempat lekat otot dan ligamenturn, Ujung atasnl'a bersendi dengan humerus pada articulatio cubiticapitulum humeri vang bulat bersendi dengan caput radii, dan dan dengan ulna pada articulatio ladioulnaris proksimal. Ujung distalnya bersendi dengan os scaphoideum dan lunatum pada articuiatio radiocarpca dan dengan ulna pada articulatio radioulnaris distal. collum anatomicum M. supraspinatus capsula articulans articulatio humeri tuberculum majus caput collum chirurgicum tuberculum minus M. infraspin;iL teres minor sulcus bicipitalis M. subscapularis capsula caput lateral M. latissimus dorsi articularis M. triceps M. pectoralis M. teres major articulatio major M. deltoideus humeri tuberositas sulcus spiralis deltoidea M. coracobrachialis M. deltoideus M. brachialis caput medial M. triceps crista supracondylaris crista supracondylaris lateralis medialis M. brachioradialis fossa coronoidea capsuia articulaiis L,4. extensor carpi M. pronator teres articulatio cubiti radialis longus epicondylus medialis fossa olecrani tendo communis fossa radialis musculorum flexorum anconeug epicondylus lateralis capsula articularis articulatio cubiti trochlea tendo communis musculorum extensorum capitulum trochlea permukaan anterior Dermukaan poslerlcr Gambar 11-38 Tempat melekat otot dan lrqamentum pentinq pada \",.r!ierus de::li
Pada ujung atas radius terdapat caput yang berbentuk bulat TIJLANG DA,N KARTILAGO 319kecil (Gambar 11-39). Permukaan atas caput cekung dan bersendi pada pinggir medialnya terdapat sulcus untuk tendo musculusdengan capitulum humeri yang cembung. Circumferentia ekstensor pollicis longus (Cambar 11-39).articulare radii bersendi dengan incisura radialis u1nae. Di bawah Otot dan ligamentum penting yang melekat pada radiuscaput, tulang menyempit membentuk collum. Dibawah col'hrm diperlihatkan pada Gambar 11-39.terdapat tuberositas bicipitalis atau tuberositas radii yang Ulnomerupakan tempat insersi musculus biceps. Corpus radii berlainan dengan ulna, yaitu lebih lebar di bawah Ulna merupakan tulang medial lengan bawah (Gambar 11-39). Ujung atasnya bersendi dengan humerus pada articulatio cubitidibandingkan dengan bagian atas (Gambar 11-39). Corpus radii di dan dengan caput radii pada articulatio radioulnaris proximalis.sebelah medial mempunyai margo interQssea yang tajam untuktempat melekatnya membrana interossea yang menghubungkan Ujung distalnya bersendi dengan radius pada articulatioradius dan ulna. Tuberositas pronatori4 untuk tempat insersi radioulnaris distalis, tetapi dipisahkan dari articulatio radiocarpeamusculus pronator teres, terletak di pertengahan pinggir dengan adanya facies articularis.lateralnya. Ujung atas ulna besar, dikenal sebagai olecranon processus Pada ujung bawah radius terdapat processus styloideus; yang (Gambar 11-39); bagian ini membentuk tonjolan pada siku.menonjol ke bawah dari pinggir lateralnya (Gambar 11-39). Pada Processus ini mempunyai incisura di permukaan anteriornya,permukaan medial terdapat incisura ulnae, yang bersendi dengan incisura trochlearis, yang bersendi dengan trochlea humeri. Dicaput ulnae yang bulat. Facies articularis inferior bersendi dengan bawah trochlea humeri terdapat processus coronoideus yangos scaphoideum dan os lunatum. Pada permukaan posterior ujung berbentuk segitiga dan pada permukaan lateralnya terdapatdistal radius terdapat tuberculum keci1, tuberculum dorsale, yang incisura radialis untr-rk bersendi dengan caput radii. processus olecranii capsula articulatio M. triceps cubiti M. anconeus incisura radialis ulnae M. biceps caput processus M. supinator collum coronoideus M. abductur pollicis longus tuberositas bicipitalis M. brachialis M. biceps brachii M. pronator teres M. extensor pollicis chorda obliqua M. flexor pollicis M. supinator longus M. flexor digitorum aponeurosrs superficialis untuk M. extensor dan flexor carpi ulnaris M. pronator teres M. flexorM. flexor pollicis digitorum longus profundus M. extensor pollicis longus membrana interosseaM. pronator quadratus M. extensor indicis lubang untuk A. interossea anterior M. brachioradialis tuberculum dorsaleprocessus styloideus radii processus styloideus capsula articulatio permukaan ante!'ior radiocarpea permukaan posteriorGan1i-rar tr1-39 Perlekatan ot*t dan liganrentum yang pei-rting pada radius dan ulna.
320 BAB 11 Corpus ulnae mengecil dari atas ke bawah (Gambar 11-39). Di scaphoideum, lunatum, triquetrum, dan pisiforme. Baris distallateral mempunyai margo interosseus yang tajam unfuk tempat terdiri dari (dari lateral ke medial) trapezium, trapezoideum,melekatnya membrana interossea. Pinggir posterior membulat, capitatum, dan hamatum. Secara bersama-sama ossa carpi padaterletak subcutary dan mudah diraba seluruh panjangnya. Di permukaan anteriomya membentuk cekungary yang pada ujungbawah incisura radialis terdapat lekukarl fossa supinato\ yarrg lateral dan medialnya melekat sebuah pita membranosa yang kuat, disebut retinaculum musculorum flexorum. Dengan caramempermudah gerakan tuberositas bicipitalis radii. Pinggir ini terbentuk saluran osteofascial, canalis carpi, untuk lewatnyaposterior fossa ini tajam dan dikenal sebagai crista supinatoria, nervus medianus dan tendo-tendo flexor jari.yang menjadi tempat origo dari musculus supinator. Tulang-tulang tangan pada waktu lahir merupakan tulang Pada ujung distal uina terdapat caput yang bulat, yang mem- rawan. Os capitafum mengalami osifikasi selama tahun pertama kehidupary dan tulang-tulang lainnya mengalami osifikasi denganpunyai tonjolan pada permukaan medialnya, disebut processus berbagai interval waktu sampai umur 12 tahury pada usia inistyloideus (Gambar 11-39). semua tu1ang telah mengalami osifikasi. Otot dan ligamentum penting yang melekat pada ulna dapat Meskipun pengetahuan secara rinci darl tulang-tulang tangandilihat pada Gambar 11-39. tidak perlu bagi mahasiswa kedokterary tetapi posisi, bentuk, dan ukuran dari os scaphoideum seharusnya dipelajari karena seringTulang-Tulang langan fraktur. Rigi pada trapezium dan hamulus ossis hamati sebaiknya dipelajari.Terdapat delapan buah ossa carpi yang tersusun dalam duabaris, masing-masing terdiri dari empat tulang (Gambar 11-40dan 11-41). Baris proksimal terdiri dari (dari lateral ke medial) os capitatum os scaphoideum os lunatum os hamatum tuberculum scaphoideum os triquetrum os pisiforme M. abductor pollicis brevis M. flexor carpi ulnaris M. abductor digiti minimi M. flexor pollicis brevis ligamentum pisohamatum M. opponens pollicis M. flexor digiti minimi rigi trapezium hamulus ossis hamati ligamentum pisometacarpale M. abductor pollicis longus M. opponens digiti minimi caput obliquum M. adductor pollicis M. interosseus palmaris lV M. interosseus palmaris I M. flexor carpi radialis M. abductor dan M. opponens pollicis flexor digiti minimi M. interosseus palmaris ll M. abductor dan flexor pollicis brevis M. adductor pollicis dan M. interosseus palmaris I caput transversum M. adductor pollicis M. flexor pollicis ibu jari jari kelingking M. interossei palmares M. flexor digitorum superficialis jari telunjuk Jan manrs jari tengah M. flexor digitorum profundus Gambar 11-40 Perlekatan otot-otot penting pada permukaan anterior tulang tangan.
TULANG DAN KARTILAGO 321 os triquetrum os scaphoideum os pisiforme os trapezoideum os trapezium M. extensor M. extensor carpi radialis longus carpi ulnaris M. extensor carpi radialis brevis M. interosseus M. interosseus dorsalis I dorsalis lV M. extensor M. interosseus pollicis brevrs M. adductor pollicis dorsalis lll M. interor dorsMm. interossei dorsales M. extensor pollicis longus ekspansi ekstensor untuk M. extensor digitorumGambar 11-41 Perlekatan otot-otot penting pada permukaan posterior tulang tangan.Osso Metocorpi don Pholonges GAMBARAN RADIOGRAFI OSSA MEMBRI SUPERIORISAda lima buah ossa metacarpi, masing-masing tulang mempunyaibasis, corpus, dan caput (Gambar 11-40 dan 11-41). Gambaran radiografi tulang-tulang extremitas superior diper- lihatkan dalam Gambar 77-42 sampai 77-49. Os metacarpal I ibu jari adalah yang terpendek dan sangat Tulang-Tulang Membri lnferiorismudah bergerak. Tulang tersebut tidak terletak pada bidang yangsama dengan hrlang-tulang metacarpi lairmya, tetapi terletak lebih Tulang-tuiang membri inferioris terdiri atas gelang pangguf sertadnterior. Tulang ini juga berotasi ke medial sembilan puluh derajat, tungkai atas, tungkai bawah\" dan kaki.sehingga permukaan extensor menghadap ke lateral bukan ke Tulang-Iulang Gelang Pangguldorsal. Basis ossa metacarpi bersendi dengan barisan distal ossa carpi; Gelang panggul terdiri atas empat tulang: dua os coxae, oscaputnya yang membenfuk buku tangan bersendi dengan phalalx sacrum, dan os coccygis (Gambar 11-1 dan 11-50). Gelang panggulproximalis (Gambar 11-40 dan 11-41). Masing-masing corpus ossis memberikan hubungan yang kuat dan stabil antara tubuh danmetacarpi sedikit cekung ke depan dan mempunyai penampangberbentuk segitiga. Corpus mempunyai permukaan posterior, extremitas inferior. Hubungan ini harus kuat karena memikullateral dan medial berat badan yang besar. Gelang bahu relatif kurang stabil, namun Terdapat tiga buah phalanx untuk setiap jari, tetapi hanya duaphalanx untuk ibu jari. Otot-otot penting yang melekat pada tuiang-tulang tangandan jari-jari diperlihatkan pada Gambar 11-40 dan 1.1-41.
322 BAB 11 tuberculum majus margo medialis scapulae margo lateralis scapulae collum anatomicum Gambar 11-42 Radiograf anteroposter;or daerah bahu orang dewasa.mempunyai andil yang besar dalam mobilitas dibandingkan Orientosi Pelvisdengan gelang panggul. Pada awalnya, penting bagi mahasiswa untuk mengerti orientasi yang benar mengenai tulang pelvis terhadap batang badan Kedua os coxae bersendi satu dengan yang lain di sebelah pada individu yang berdiri dalam posisi anatomi. Bagian depan symphisis pubis dan spina iliaca anterior superior harus terletakanterior pada symphisis pubis dan posterior dengan os sacrumpada articulatio sacroiliaca (Gambar 11-50). Gelang panggul pada bidang vertikal yang sama (Gambar 11-51). Ini berartibersama dengan sendi-sendinya membentuk struktur berbentuk permukaan pelvis symphisis pubis menghadap ke atas danmangkuk yang kuat disebut pelvis. belakang dan permukaan anterior sacrum arahnya ke depan dan Pelvis dibagi menjadi dua bagian oleh apertura pelvis superior, bawah.yang dibentuk di belakang oleh promontorium os sacrum(Gambar 11-51), di lateral oleh linea iliopectinea, dan di anterioroleh symphisis pubis. Di atas apertura pelvis superior terdapatpelvis major, yang membentuk sebagian rongga abdomen. Dibawah aperfura pelvis superior terdapat pelvis minor.
TULANG DAN KARTILAGO 323 epicondylus medialisGambar 11-43 Radiograf anteroposterior daerah siku orang dewasa
324 Gambar 11-44 Radiograf lateral daerah siku orang dewasa. phalanx distalis ibu jari tangan os sesamoid hamulus ossis hamati processus a:r::liiil:',: lunatum scaphoideum trapezoideum styloideus li:lr:illlll:' processus styloideus ulnae : -.:l:a:::: caput ulnae radii Gambar 11-45 Radiograf posteroanterior pergelangan tangan dan tangan orang dewasa.
TUUNG DAN KARTIUGO 325Gambar 11-46 Radiograf posteroanterior pergelangan tangan dengan lengan bawah pronatio.Pelvis Major Pelvis MinorPelvis major kepentingan kliniknya kecil. Di belakang dibatasi Pengetahuan mengenai bentuk dan ukuran pelvis wanita sangatoleh vertebrae lumbales, di lateral oleh fossa iliaca dan musculus penting untuk ahli kebidanan, karena pelvis minor merupakan saluran tulang yang harus dilalui oleh janin pada waktu lahir.iiiacus, dan di depan oleh bagianbawah dinding anterior abdomen.Pelvis major terbuka dan meiebar pada ujung atasnya dan harus Pelvis minor mempunyai pinlu masuk, pintu keluar, dandipikirkan sebagai bagian cavitas abdominalis. Pelvis major sebuah cavitas. Apertura pelvis superior, atau pintu atas panggulmelindungi isi abdomen dan setelah kehamilan bulan ketiga, (Gambar 11-51)di posterior dibatasi olehpromontorium ossis sacri,membantu menyokong uterus gravidarum. Selama stadium awal di iateral oleh iinea iliopectinea, dan di anterior oleh symphisispersalinan, pelvis major membantu janin masuk ke pelvis minor. pubis (Gambar 11-50).
326 phalanx distalis metacarpal V Gambar 11-47 Radiograf posteroanterior pergelangan tangan dan tangan anak berusia 8 tahun. Gambar 11-48 Radiograf lateral pergelangan tangan dan tangan orang dewasa
TULANG DAN KARTIUGO 327 phalanx distalis jari manis phalanx distalis jari tengah phalanx Kt'1t phalanx media distalis.1ari telunjuk phalanx distalis jari kelingking phalanx distalis phalanx ibujari proximalis phalanx metarcapal proximalis beftindihan satu dr,:r:ian yang lainos sesamoid metacarpal ibujari ossa carprGambar 11-49 Radiograf lateral pergelangan tangan dan tangan orang dewasa dengan jari-jari pada berbagai derajat fleksi. Apertura pelvis inferior (Gambar 11-51) di posterior dibatasi kuat dan relatif tidak fleksibel, maka ligamenta sacrotuberaliaoleh os coccygis, di lateral oleh tuber ischiadicum, dan di anterior sebaiknya dianggap membentuk sebagian batas apertura pelvisoleh arcus pubicus (Gambar 11-51 dan 11-52). Apertura pelvis inferior. Jadi apertura peivi inferior berbentuk seperti berliaryinferior tidak berbentuk rata, tetapi mempunyai tiga incisura dengan rami ischiopubici dan symphisis pubis membenhrk batasyang lebar. Di anterior, di antara rami ischiopubici terdapat arcus depan dan ligamenta sacrotuberalia dan os coccygis membentukpubicus, dan di lateral terdapat incisura ischiadica. Incisura batas belakang.ischiadica dibagi dua oleh ligamentum sacrotuberale dan Cavitas pelvis terletak di antara apertura pelvis superiorligamentum sacrospinale (Gambar 11-50 dan 11-51) menjadiforamen ischiadicum majus dan foramen ischiadicum minus. dan apertura pelvis inferior. Cavitas ini berbentuk saluran yang dangkal dan melengkung, dengan dinding depan yang sempit danDari pandangan ahli kebidanan, karena ligamenta sacrotuberalia dinding belakang yang lebih dalam (Gambar 11-51).
328 BAB 11 promontorium spina sacralis I canalis sacralis articulatio sacroiliaca ligamentum massa lateralis sacrotuberale ossis sacri ligamentum sacrospinale spina ischiadicaramus superior ossis pubis linea iliopectinea corpus oss:s pubis acetabulum foramen obturatorium ramus ossis ischii crista pubica promontorium ossis sacri tuberculum crista iliaca fossa iliaca Iinea iliopectinea crista pubica tuberculum pubicum apex ossls symphisis pubis coccygis Gambar L1-50 Pelvis pria (A) dan pelvis wanita (B), tampak anterior.Os Coxoe Pada permukaan luar os coxae terdapat sebuah cekungan dalam, acetabulum, yang bersendi dengan caput femoris yangPada anak-anak, setiap os coxae terdiri dari os ilium yang terletak berbentuk setengah bulat (Gambar 17-50, 17-52, 11-53, dan 11-54).di superior; os ischium yang terletak di di posterior dan inferior; Di belakang acetabulum terdapat sebuah incisura besar, incisura ischiadica major, yang dipisahkan dari inscisura ischiadica minordan os pubis yang terletak di anterior dan inferior (Gambar oleh spina ischiadica. Incisurae ischiadicae berubah menjadi11-52). Ketiga tulang terpisah ini dihubungkan oleh cartilago foramina ischiadica major dan minor oleh adanya ligamentadi acetabulum. Pada waktu pubertas, ketiga tulang bersatu sacrotuberalia dan sacrospinalia (Gambar 11-51).membentuk sebuah tulang besar yang iregular. Os coxae bersendi Ilium, yang merupakan bagian atas os coxae yang gepen&dengan sacrum pada articulatio sacroiliaca dan membenfuk mempunyai crista iliaca (Gambar 11-52). Crista iliaca terbentangdinding anterolateral pelvis. Os coxae juga saling bersendl didepan pada symphisis pubis.
TUUNG DAN KARTIUGO 329promontorium ossis sacriapertura pelvis ligamentum sacrotuberale superior ligamentum sacrospinale apex ossrs coccygrs corpus ossis pubis arcus pubis apertura pelvis inferiorGambar 1l-51 Setengah bagian kanan pelvis, memperlihatkan apertura pelvis superior; apertura pelvis inferiol ligamentumsacrotuberale, dan ligamentum sacrospinale.di antara spina iliaca anterior superior dan spina iliaca posterior menyebabkan tulang menjadi lebih tebal dan jejas-jejas padasuperior. Dibawah spina diatas terdapat spina iliaca anterior tulang lebih jelas (Gambar 11-50 dan 11-55).inferior dan spina iliaca posterior inferior. Pada permukaan dalamilium terdapat facies auricularis yang besar untuk bersendi dengan .l Pelvis major pada perempuan dangkal dan pada laki-lakios sacrum. Linea iliopectinea berjalan ke bawah dan depan disekitar permukaan dalam ilium dan berperan membagi dua pelvis dalam.menjadi pelvis major dan pelvis minor. a Apertura pelvis superior pada bidang transversal berbentuk Ischium merupakan pars inferior dan posterior os coxae danmempunyai spina ischiadica dan tuber ischiadicum (Gambar 11- oval pada perempuary tetapi berbentuk hati pada laki-laki. Hal ini karena adanya penonjolan promontorium pada laki-s2\. 1aki. Pubis merupakan pars anterior os coxae dan mempunyaicolpus, ramus superior dan ramus inferior ossis pubis. Corpus t Cavitas pelvis pada perempuan lebih luas dibandingkan lakl-ossis pubis mempunyai crista pubica dan tuberculum pubicumserta bersendi dengan os pubis sisi lainnya pada symphisis pubis laki dan jarak antara apertura pelvis superior dan apertura(Gambar 11-50). Pada bagian bawah os coxae terdapat sebuah pelvis inferior lebih pendek.lubang besar, foramen obturatorium, yang dibatasi oleh bagian osischium dan os pubis. Foramen obturatorium diisi oleh membrana a Apertura pelvis inferior lebih lebar pada perempuan daripadaobturatoria (Gambar 11-52). laki-laki. Tuber ichiadicum pada perempuan lebih menonjolPerbedoon Pelvis Berdosorkon Jenis Kelqmin keluar dan pada laki-laki menonjol ke dalam.Pelvis perempuan dan laki-laki mudah dibedakan. Perbedaanyang lebih jelas disebabkan oleh karena adaptasi pelvis perempuan .} Sacrum lebih pendek, lebih lebar, dan lebih rata pada perem-untuk fungsi melahirkan anak. Otot-otot laki-laki yang lebih kuat puan dibandingkan pada laki-laki. I Angulus subpubicus atau arcus pubicus pada perempuan lebih bulat dan lebar dibandingkan pada laki-laki. Tulang-Tulang Tungkai Atas Tulang-tulang tungkai atas terdiri dari os femur dan patella atau tempurung lutut.
Search