Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore Kelas X_SMK_Teknik-Otomasi-Industri_Agus

Kelas X_SMK_Teknik-Otomasi-Industri_Agus

Published by haryahutamas, 2016-06-01 19:40:58

Description: Kelas X_SMK_Teknik-Otomasi-Industri_Agus

Search

Read the Text Version

1883. Terapan khususDUA = Pasangan amplifier dual atau diferensialMPP = Pasangan jodoh (matched)PHT = Komponen fotoQUA = Komponen quad (X4)SPC = KhususKolom kode ‘Manufactures”Kode tiga yang menunjukkan pabrik pembuat. Arti kode secara lengkap diberikan pada Lampiran D. (‘OBS’ menunjukkan jenis absolut), atau pabrikyang memberikan data untuk pengisian tabel dalam buku ini Untuk memahami dari informasi yang terdapat didalam tabel , dibawah ini di berikan penjelasan secara rinciTYPE NO. CONS PACKA GE V DS IP TJ PT OT V GS(OF F) IDSS Grs RDS( ON) Cis s CRSS USE MNF SUBT ANS I TRUC PINOUT M AX MAX MAX TION OF OF MA X MAX VGS(T H) I D( ON) MAX MAXNOMO R T YPE PIRANTI P ENGG ANTISECAR AALFAB ETIS YANG MUNG KIN,ATAU CA TAT AND = DE PLETION PA BRIK P EMBUAT , ATA U P ABRIKE =ENHANCE MENT YA NG ME MBERIKAN DAT A UNT UKJ = JUNCTION.GAT E BUKU INI, LIHAT DAFT AR PA BRIKM = MOSF ET PA DA LA MPIRA N DN = KA NAL.NP = KA NAL PX = DE PLN/ENHANCTUNT UK INFORMAS I SUSUNAN KODE YA NG ME NUNJUKKAN APLIK ASIKAK I DAN STYLE K EMAS ANMENGACU PA DA LAMPIR AN B YANG DI SARANKAN LIHAT P ENJELAS AN DI BALIK HALAM AN INITEGA NGAN DRAIN.SO URCEMAKS IMUM YANG DIIZINKAN ARUS DRAIN KONTINU MAK SIM UM YA NG KA PAS ITA S UMPA N BALIK DRA IN GA TE MA KSIMUM, DIIZINKAN ( UMUMNY ASEK ITA R 0,5_0,66 MAK S) - DINYAT AKA N DALAM P IKO FARAD (P) ATA U NANO-FA RA D ( N)SUHU PERTE MUAN MAKS IMUM YANG DIIZINKAN K APAS ITA S INPUT GATE MA KSIMUM ( UMUMNYA -'F ' = UDARA BEBAS PADA 25 O C ; \" C\" =CASE PADA 25 OC S EKITAR 0,5_0,66 M AKS) DI NYA TAKA N DALAM P IKO FARAD (P) ATA U NA NO-fAR AD ( N)' H' = UDAR A TERBUKA PA DA 25 O C DE NG AN HE A TS INKTER HUBUNG KE PIRANTI RE SIS TANS I \"O N\" DRAIN-SOURCE M AKSIMUM , DINYAT AKA N DA LA M OHM (R )VGS (OFF ) = TEGA NGAN PINCH.O FF( TYPE DE PLETION) ATAUVGS(T H) = T EGANGAN AM BANG (TY PE ENHANCEM ENT) , DINYATA KAN TRANSK ONDUKT ANS I P ADA ARUS B IAS M AKS IMUM , DINYAT AKA N DA LA M VOLT ( V) DENGAN \" mx\" = MAX ; \"mn\" ; = MIN ; \" tp\" = TIP IKA L, DA LA M SIE MENS (S)DAN \" /\" = RA NGEARUS DRAIN \"O N\" DENGAN GA TE TE RHUBUNG KE S OURCE(DELPE TION) AT AU KE D RA IN ( ENHA NCEME NT)

189LAMPIRAN BDIAGRAM SKETSA KEMASAN DANIDENTIFIKASI KAKIPenggambaran sketsa kemasan telah dikelompokkan, jika mungkinmenggunakan standar “TO atau “SOT” dengan setiap kaki atau terminldiberi nomor. Mungkin terdapat sedikit perbedaan uluran antara satupabrik dengan pabrik lainnya yang menggunakan kemasan standar ,namun demikian tidak menyimpang jauh dari ukuran yang diberikan .Setelah melewati beberapa waktu, style kemasan berkembang untukmemenuhi permintaan teknologi baru dan produksi baru. Telahditambahkan pula akhiran kepada style kemasan untuk menunjukkanvarian, dan bahkan style telah berganti nama, misalnya TO3 menjadiTO204 dan TO92 menjadi TO226. Format kaki juga berubah, kalau dulubiasanya mencari komponenen dalam kemasan TO92 yang susunankakinya dirancang dalam style TO 18. Style ini sekarang tidak lagimengikuti susunan kaki sebaris yang kai-kakinya dibentuk dalam formatTO 18. Hal ini memungkinkan adanya perbedaan antara fisik dan ilustrasiyang terdapat pada lampiran ini. Rincian koneksi dijelaskan dengan menggunakan cara unik yang memungkinkan pemakai untuk membandingkan susunan kaki berbagai koponen untuk memilih, kompatibilitas. Komponen FET dasar atau Mempunyai tiga koneksi, karenanya hanya mempunyai enam kombinasi susunan kaki yang mungkin. Tabel yang terdapat dihalaman sebelah menjelaskan arti huruf kapital yang mengacu pada variasi enam susunan kaki dasar. Setiap penggambaran sketsa menunjukkan kaki 1 dan kaki- kaki berikutnya. Huruf tanda menunjukkan kaki 1 fungsi kaki 1 , 2, dan 3. Huruf tanda menyimpan urutan yang sama terlepas dari style kemasan. beberapa style kemasan tiga kaki dan rincian koneksinya digambarkan secara penuh di bawah ini. Untuk komponen dengan empat terminal, nomor kombinasi ditingkatkan dengan sangat sejak kaki-kaki piranti sekarang mempunyai penandaan alternatif (Gate 1, Gate 2, Substrate, Case) sebagai tambahan kepada Source, Drain , dan Gate yang telah dijelaskan di muka. Untuk menjaga nomor varian sedapat mungkin bisa diatur , hanya tujuh varian yang mempunyai pena Gate 1 dan Gate 2 yang digunakan dalam buku ini, dan beberapa varian yang tidak bisa dimuat menggunakan cara yanag dijelaskan di bawah . Susunan kaki komponen lain dengan empat atau lebih terminal telah dijelaskan menggunakan satu dari enam huruf penandaan (A sampai F) ditambah huruf kecil untuk menunjukkan fungsi pena tambahan (substrate, drain, gate, dan k untuk case). Huruf pertama pada penandaan banyak huruf dimulai dari kaki 1 tanpa menghiraukan apakah huruf itu kapital atau tidak. System juga memungkinkan untuk menjelaskan piranti berisi sejumlah transistor. Beberapa contoh digambarkan dihalaman sebelah.

190 Ada beberapa style kemasan atau kombinasi penomoran dengan susunan kaki tidak bisa dijelaskan menggunakan cara sederhana diatas. Dalam kasus ini penggambaran kemasan telah dijelaskan dengan penandaan kaki.Untuk sebuah nomor piranti, pabrik boleh jadi tidak menjelaskan secarapenuh susunan kakinya, dan juga sebuah style kemasan yangmempunyai empat terminal boleh jadi hanya bisa dijelaskan denganpenandaan tiga terminal yang telah dijelaskan. Sangat sering, pengujiankomponen untuk penggantian memiliki susunan kaki yang salah.

191Penandaan kelompok susunan kakiTO 7 212 3 TO220 1 O Fk Dd 1=drain 1=drain 1=source F 1=gate D 4 2=source 2=gate 2=ga te k 2=drai n d 3=gat e1 3case 3=drai n 3source 4=gat e2 4source 4=case 4=dari n 3 2 1 4Gambar 2.135 Penandaan kelompok susunan kakiMisalnya dengan piranti TO220, tab (pin 4) secara normal terhubung kepin 2, tetapi ternyata tab terhubung ke pin 3, begitu pula untuk pirantiTO237.barangkali tab tidak terhubung ke terminal sebab tab secara normalmengambang. Penyimpangan lain bisa terjadi ketika pabrik menyatakanbahwa substrate atau case piranti dihubungkan ke sebuah pin yyangsudah dinyatakan sebagai surce, drain, atau gate, sementara pabrik laintidak manyatakan hubungan semacam itu. Pemecahan terhadapkejanggalan semacam itu di luar lingkup buku.2.2.8.1. PARAMETER JFETArus Transkonduktansi menghubungkan arus output dengan teganganinput . Untuk JFET adalah grafik terhadap VGS untuk transistor bipolarkurva transkonduktansi adalah grafik dari IC terhadap VBE .Misalnya dengan membaca harga-harga dari ID dan VGS . Dalam gambar1 kita di tunjukkan dalam Gambar Transkonduktansi seperti di tunjukkandalam Gambar 2a Umumnya kurvaTranskonduktansi dari suatu JFETakan terlihat seperti Gambar 2b. ID UGS=0 1 0mA 5, 62 mA UG S=-1 UDS UG S=-2 2, 5mA 4 UG S=-3 30 15 0,6 25mA 0 Gambar 2.136. Set Tipikal dari Kurva Cepat

192 ID 1 0mA 5,6 2mA UDS=15 V 2,5 mA -4 -3 -2 - 1 0,6 25mA ID IDSS Ja ng ka ua n Bias normal UGS( o ff) UGS ID IDSS 1 9 16 UDS=15V 1 4 1 16 UGS 1 3/4 2/4 1/4 UG S (off ) Gambar 2.137. Kurva Transkonduktansi Sebagai contoh misalkan suatu JFET mempunyai IDSS sebesar 4 mAdan UGS(off) sebesar - 2 V . Dengan substitusi ke dalam persamaan ( 1 ).di bawah ID =  UGS 2 (1) 0,004 1 + 2 

193 Dengan persamaan ini kita dapat menghitung arus cerat untuk setiaptegangan gerbang dalam daerah aktif . Banyak lembar data tidakmemberikan kurva cerat atau kurva transkonduktansi .Tetapi andamemperoleh harga dari IDSS dan UGS(off) . Dengan substitusi harga-hargatersebut ke dalam persamaan 1anda dapat menghitung arus cerat untuk setiap tegangan gerbang .Hukum kuadrat (square Law) adalah nama lain dari parabolik . Inilahsebabnya mengapa JFET sering di sebut piranti hukum kuadrat (squareLaw device ) . Karena alasan yang akan di bahas kemudian , sifat hukumkuadrat memberikan keuntungan lain bagi JFETdi atas transistor bipolardalam rangkaian yang di sebut penyampur (mixer) .Kurva Transkonduktansi yang DinormalisasiKita dapat mengatur kembali persamaan ( 1 ) untuk mendapatkan ID =  - UGS 2 (2)IDSS 1 UGS(off) Dengan substitusi 0, 1/4 , 1/2 , 3/4 , dan 1untuk UGS/UGS(off) , kita dapatmenghitung harga-harga ID / IDSS yang bersangkutan yaitu 1 , 9/16 , 1/4 , 1/16dan 0 . Gambar 2c meringkas hasil-hasil tersebut ; hal ini berlaku untuksemua JFET .Berikut ini adalah penggunaan praktis dari kurva dalam Gambar 2c .Untuk membias JFET dekat titik tengah dari jangkauan arusnya yangberguna kita perlu menimbulkan ID yang besarnya mendekati setengahIDSS . Rasio arus 9/16 dekat dengan titik tengah dalam arus cerat ; karenaitu kita dapat menset Bias ttitik tengah dengan UGS yang mendekati .( )UGS ≅ UGS(off) bias titik tengah (3) 4Diberikan sebuah MPF 102 dengan UGS (off) = -8 V , kita harusmenggunakan UGS = -2 V untuk mendapatkan arus cerat yang mendekatisetengah arus cerat maksimum yang diperbolehkan .TranskonduktansiBesaran gm disebut transkonduktansi, didefinisikan sebagaigm = ∆ ID untuk konstan (4) ∆ UGSIni mengatakan transkonduktansi sama dengan perubahan arus ceratdibagi dengan perubahan tegangan gerbang yang bersangkutan . Jikaperubahan tegangan gerbang sebesar 0,1 V menghasilkan perubahanarus cerat sebesar 0,2 mA . 0,2 mA 0,1 V( )gm = = 2 10 -3 S = 2000 µSCatatan : S adalah simbol untuk satuan “siemens,” mula-muladinyatakan sebagai “mho” .

194Gambar 3 memberi arti dari gm berkenaan dengan kurvatranskonduktansi . Untuk menghitung gm pada suatu titik operasi, kitapilih dua titik yang berdekatan seperti A dan B pada tiap sisi dari titik QRasio perubahan ID terhadap perubahan dalam UGS memberikan hargagm antara kedua titik tersebut . Jika kita pilih pasangan titik yang lain padabagian kurva yang lebih atas yaitu C dan D kita dapatkan perubahan IDyang lebih besar untuk suatu perubahan dalam UGS ; karena itu gm padabagian kurva yang lebih atas mempunyai harga yang lebih besar . Padalembar data untuk JFET biasanya anda di beri harga gm pada UGS = 0yaitu harga gm antara titik-titik seperti C dan D dalam Gambar 3 . Kitaakan menyatakan harga gm ini sebagai gmo untuk menunjukkan hargatersebut di ukur pada UGS = 0 .Dengan menurunkan kemiringan (slope) dari kurva transkonduktansipada titik-titik lain, kita dapat membuktikan setiap gm sama dengan  UGS  gm = gm0 1 - UGS(off) (5)Persamaan ini memberikan gm pada setiap titik operasi dalam hubungandengan gmo pada lembar data .Kadang-kadang , gm dinyatakan sebagai gm (transkonduktansi forward)atau yfs (transmitansi forward) Jika kita tidak dapat mendapatkan gm padalembar data, cari gfs atau yfs . Sebagai contoh, lembar data dari suatu2N5951 memberikan gfs = 6,5 mjS pada UGS = 0; ini ekivalen dengan gmo =6,5 mS = 6500 µS.Sebagai contoh lain, lembar data 2N 5457 mendaftar yfs = 3000 µS untukUGS = 0, ekivalen dengan gmo = 3000 µS . ID Tin ggi D gm C Rend ah gm B A UGS Gambar 2.138. Arti Grafik dari Transkonduktansi

195Harga UGS(off) Yang TelitiDengan kalkulus, kita dapat menurunkan rumus yang berguna berikut : 2IDSS (6) UGS(off) = − gmoIni berguna karena di samping IDSS dan gmo mudah di ukur denganketelitian yang tinggi UGS(off) sukar di ukur ; Persamaan ( 6 ) memberikanjalan untuk menghitung UGS(OFF) dengan ketelitian yang tinggi. .Resistansi Cerat ACResistansi rds adalah resistansi ac dari cerat ke sumber didefinisikansebagai ∆UDS untuk UGS konstan (7) rds = ∆IDDiatas tegangan pinchoff, perubahan ID kecil untuk suatu perubahandalam UDS karena kurvanya hampir rata ;karena itu rds mempunyai hargayang besar ; secara tipikal antara 10 kΩ sampai 1 MΩ . Sebagai contoh,jika suatu perubahan dalam tegangan cerat sebesar 2 V menghasilkanperubahan dalam arus cerat sebesar 0,02 mA , rds = 2V = 100 KΩ 0,02 mALembar data biasanya tidak mendaftar harga rds . Tetapi, merekamemberikan spesifikasi timbalbalik, baik gos (konduktansi output) atau yos(admitansi output) . Resistansi cerat dihubungkan dengan harga lembardata sebagai berikut : 1 ( 7a ) rds = ( 7b ) gosdan rds = 1 untuk frekuensi rendah yosMisalnya lembar data dari sebuah 2N 5951 memberikan gos = 75 µS .Dengan Persamaan ( 7a ), 11 rds = gos = 75(10 -6 ) = 13,3 KΩDi samping itu lembar data 2N 5457 menunjukkan yos = 50 µS. DenganPersamaan ( 7b ), 11 rds = yos = 50(10 -6 ) = 20 KΩ

196Bab yang akan datang membahas pengaruh rds pada tingkat penguatandari suatu JFET .Resitansi Cerat-Sumber Dalam Keadaan OnDalam daerah aktif , Jfet bekerja sebagai sebuah sumber arus . Tetapidalam daerah jenuh (tegangan cerat lebih kecil dari Up) dia bekerjasebagai sebuah resistor . Mengapa ? Karena dalam daerah jenuh , suatuperubahan dalam tegangan cerat menghasilkan perubahan yangsebanding dalam arus cerat . Ini merupakan alasan daerah jenuh dariJFET yang beroperasi dalam daerah ohmik didefinisikan sebagai ∆ UDS (8) rds(on) = ∆ ID2.2.8.2. ANALISA RANGKAIAN FETBab ini membahas operasi DC dan AC dari FET . Setelah menurunkanrumus-rumus untuk bias dan cerat kita bahas penggunaan dari bufer ,penguat AGC dan chopper . BIAS SENDIRIGambar 3-a menunjukkan bias sendiri , cara yang paling umum digunakan untuk membias JFET . Arus cer4at mengalir melalui Rp dan RS, menghasilkan tegangan cerat sumber UDS = UDD - ID( RD + RS ) (9) Tegangan melintasi resistansi sumber adalah US = IDRSKarena arus gerbang kecil sehingga dapat di abaikan , terminal gerbangmempunyai tegangan pertanahan DC , sehingga UG ≅ 0Karena itu perbedaan potensial antara gerbang dan sumber adalahatau UGS = UG - US = 0 - IDRS ( 10 ) UGS = - IDRSIni menyatakan penurunan melalui RS menghasilkan tegangan bias UGS .Tidak ada sumber tegangan luar yang harus menggerakkan gerbang, daninilah sebabnya rangkaian tersebut dikenal sebagai rangkaian biassendiri .Bias sendiri menstabilkan titik operasi stationer (guiescent) terhadapperubahan dalam parameter JFET (besaran seperti IDSS,gmo dansebagainya). Idenya adalah sebagai berikut :

197 RD ID IDS S0V ID RG + Q 0,5 IDSS VS RS UGS _ UG S(off) UG S(off) 0 4Gambar 2.139. Bias sendiri. (a) Rangkaian. (b) Titik Q tipikal Misal kita mensubstitusi sebuah JFET dengan yang mempunyai hargagmo dua kali harga gmo JFET tersebut. Maka, arus cerat dalam Gambar4-a akan mencoba menjadi duakali . Tetapi karena arus cerat ini mengalirmelalui RS, tegangan gerbang - sumber UGS menjadi lebih negatif danmengurangi arus cerat yang tadinya bertambah .Dalam Gambar 4-b tegangan gerbang sama dengan seperempatUGS(off) menghasilkan arus cerat sebesar setengah IDSS (pendekatan).Dengan mensubstitusikan besaran tersebut ke dalam Persamaan 10 danmencari harga RS kita dapatkan -UGS(off) ( 11 )RS = 2IDSSDengan Persamaan ( 6 ), kita dapat menyederhanakan persamaantersebut menjadi persamaan yang berguna : 1 ( bias titik tengah) ( 12 )RS ≅ gmoJika harga gmo dari suatu JFET diketahui, ambil harga kebalikannya,maka kita dapatkan resistansi sumber yang menset arus cerat samadengan setengah IDSS . Karena gmo selalu diberikan dengan teliti dalamlembar data, Persamaan ( 12 ) memberikan cara yang cepat untukmenset bias sendiri pada titik tengah dari arus cerat .GRAFIK BIAS SENDIRIDengan persamaan-persamaan ( 2 ),( 6 ) dan ( 10 ), kita dapatmenurunkan hubungan antara arus cerat, transkonduktansi dan resistorbias sumber. Gambar 5 meringkas hubungan ini . Grafik ini berlaku untuksemua JFET . Grafik tersebut akan membantu kita menentukan titik Qdari rangkaian terbias sendiri . Contoh-contoh berikut menunjukkancaranya .

198CONTOH 4Sebuah rangkaian terbias sendiri menggunakan JFET dengan IDSS = 10mA, RS = 100 Ω, dangmo = 3000 µS . Berapa besarnya arus cerat ? 1,0 0,9 0,8 0,7 0,6 ID IDSS 0,5 0,4 0,3 0,2 0,1 0,1 0,2 0,3 0,5 0,7 1 2 3 4 5 7 10 gm 0 R SGambar 2.140 rangkaian terbias sendiri menggunakan JFET denganIDSS = 10 mA, RS = 100 ΩContohnya , jika suatu perubahan dalam tegangan cerat sebesar 100 mVmenghasilkan suatu perubahan sebesar 0,7 mA dalam daerah ohmik rds(on) = 100 mV = 142 Ω 0,7 mAContohSebuah JFET mempunyai IDSS = 10 mA dan gmo = 4000 µS . HitungUGS(off), juga hitung untuk gm pada titik tengah bias .PENYELESAIANDengan Persamaan ( 6 ) 2IDSS 2 × 0,01 = -5V UGS(off) = = gmo 0,004Sekarang gunakan persamaan ( 5 ) untuk mendapatakan gm  UGS   1,25 = gmo 1 -  = 0,004 1 - 5   UGS(off)  = 3000 µS

1992.2.8.3. KONFIGURASI-KONFIGURASI RANGKAIAN JFETA. Rangkaian JFET seperti yang dikemukakan dalam gambar 1disebut rangkaian Tunggal Sumber (Common Source).Dalam konfigurasi ini sinyal masukan (Ui) dimasukkan antara Gate danSource, sedangkan beban dipasang antara Drain dan Source. Jadiskema prinsipnya seperti gambar 2. Dalam rangkaian ini perlawananmasukan adalah takterhingga dan sinyal keluaran berselisih phasa 180oterhadap sinyal masukan ( terjadi putaran phasa 180o )Konfigurasi ini adalah yang paling banyak diterapkan ; dapatditandingkan dengan rangkaian tunggal emitor. +12 V R1 RD 2,2M 15 K C3 C1Rd RG 22M Ui E R2 RS C2 1,2M 33KGambar 2.141 Menaikkan Perlawanan Masukan dengan menambahkan RC D Rd G Uo R Bb E Ui SS Gambar 2.142. Rangkaian Tunggal Sumber (Common Source)B. Rangkaian Tunggal Pintu (Common Gate Configuration)Rangkaian tunggal pintu (Common Gate Configuration) seperti terlihatpada gambar 3. Dalam konfigurasi ini pengemudian dilakukan padasumber (Source), dan sinyal keluaran disadap dari Drain. Tidak terjadiperbedaan phasa (putaran phasa). Perlawanan masukan rendah, sebabsumber sinyal mengeluarkan arus kedalam sirkuit masukan. Dapat

200ditandingkan dengan rangkaian Tunggal Basis. Rangkaian ini jarangditerapkan. Rd S D E Ui RBb Uo GG Gambar 2.143. Rangkaian Tunggal Pintu (Common Gate)C. Rangkaian Tunggal Cerat (Common Drain Configuration)Rangkaian Tunggal Cerat (Common Drain Configuration) seperti terlihatpada gambar 4. Dalam rangkaian ini pengemudian dilakukan pada pintu(Gate), sedangkan keluaran disadap dari sumber(Source). Tegangansinyal keluaran adalah kecil dari tegangan sinyal masukan. Tidak terjadiperbedaan phasa (putaran phasa) antara sinyal masukan dengankeluaran, karena itu rangkaian juga disebut Pengikut Sumber (SourceFollower).Perlawanan keluarannya rendah. Dapat ditandingkan denganPengikut Emitor. D Rd G S RBb E Uo Ui D D Gambar 2.144. Rangkaian Tunggal Cerat (Common Drain)

2012.2.8.4. FET SEBAGAI PENGUATPenguat SINYAL ANALOGKarena level daya yang relatif kecil dan sangat tingginya tahananmasukan maka FET itu sendiri mempunyai sifat khusus untuk TINGKATMASUKAN (PENGUAT DEPAN) atau PENGUAT AKHIRPENGUAT ARUS SEARAH, PENGUAT DIFFERENSIAL+UQ RD RD A2 A1 UA UE2 UE 1 T1 T2 -UQ Gambar 2.145 Penguat Differensial RDYaitu : UA = VDM (UE1 - U); VDM ≈ S ZT1 dan T2 PASANGAN SELEKSI (TRANSISTOR YANG IDENTIK)Potensial source terletak pada UGS DIATAS TEGANGAN PULSASEARAH.(UE1 = UEZ)2.2.8.5. FET SEBAGAI SAKLAR DAN MULTIVIBRATOR DSG Gambar 2.146 FET sebagai saklar

202Sifat-sifat fisis statik sesuai dengan saklar mekanik dalam pendekatanbarang (lebih baik sebagai transistor bipolar)Saklar on FET menghantarkan, TAHANAN KECIL antara drainSaklar off dan source yang tergantung pada UGS. FET menutup, TAHANAN LEBIH BESAR antara drain dan source yang tergantung pada UGS (UGS ≤ Up)Karakteristik saklar (penghubung) : FET - Kanal – n ID Karakt eristik Hantar Karakt eristik Lawan Kwadran I : I Polaritas Normal Kwadran III : Polaritas Inversi III UE UA +UA US T - UQ Gambar 2.147 Saklar analog dengan J - FET

203MULTIVIBRATOR ASTABIL DENGAN PENUTUPAN MOSFET+UQ R1 RD C RD R1 C 0Gambar 2.148 Multivibrator astabil dengan penutupan MosfetMACAM-MACAM MOSFETUntuk mempelajari sifat -sifat dasar Mosfet kita harus mengenal macam-macam Mosfet yang di bedakan menjadi 2 jenis yaitu : 1. Type Depletion Mosfet ( D Mosfet ). 2. Type Enhancement Mosfet ( E Mosfet ).Kedua jenis Mosfet tersebut dibedakan berdasarkan cara pemberianlapisan Substratenya . Pada Depletion Mosfet lapisan Substrate dipasang dalam kanal tidak menyentuh oksida logam ( Si 02 ) sehingga adasisa kanal yang sempit .Pada jenis kedua Enhancement Mosfet , lapisan Substrate di pasangpada kanal langsung menembus lapisan oksida logam ( Si 02 ) sehinggakanal tertutup sedang antara Drain dan Source terpisah oleh Substrate .Bahan yang digunakan sebagai kanal dan Substrate sama-samaSemikonduktor tapi type berlawanan .2.2.8.6. BIAS MOSFET Untuk mengoperasikan hidup (on) dan mati (off) dari sebuah Mosfet diperlukan Bias Tegangan pada Gate dan Source ( UGS ) dan tegangancatu antara Drain dan Source ( UDD )Bias UGS di bedakan menjadi 2 macam1. Bias peningkatan ( Enhancement ) Mosfet ⇒ UGS + ( Positif )2. Bias pengosongan ( Depletion ) Mosfet ⇒ UGS - ( negatif )

204 Perhatikan gambar berikut , menjelaskan cara memberi bias padaMosfet Gambar 2.149 Memberi bias pada Mosfet2.2.8.7. D-MOSFET Gambar 2.150 D Mosfet dengan Depletion Mode

205D Mosfet Type N Gambar 2.151 D Mosfet dengan Enhancement ModeCARA KERJA D MOSFETD Mosfet dapat dioperasikan dengan memberi Bias pada gatenya yaitu : 1. Bias Depletion ( UGS Negatif ) 2. Bias Enhancement Mode ( UGS Positif ) 1. D Mosfet dengan Depletion Mode Tegangan Catu Drain dan Source ( UDS akan menyebabkan arusmengalir dari Drain ke Source ( ID ) melalui kanal yang sempit tersebut . Tegangan UGG yang mencatu Gate dan Source ( UGS ) akan mengontrollebar sempitnya kanal . Bila kanal lebar jumlah elektron yang melewatikanal dari Source ke Drain semakin banyak dan arus listrik ID besar . Dansebaliknya bila kanal makin sempit jumlah elektron yang melewati akansedikit dan arus listrik ID semakin kecil .Jadi besar kecilnya arus Drain (ID)akan di kendalikan oleh tegangan Gate dan Source ( UGS ) . Jikategangan UGS makin negatif ( mencapai UGS off ) maka arus ID semakinkecil ≈ 0 .Bila tegangan UGS ≈ 0 ( Gate Source hubung singkat ) arusDrain ID makin besar . Tegangan UGS yang menyebabkan ID≈ 0 di sebuttegangan UGS cut off atau ( UGS off ) Untuk D Mosfet negatif .

206 2. D Mosfet dengan Enhancement Mode Seperti penjelasan di atas , hanya Gate di beri tegangan positif ( + UGS ). Bila Gate makin positif terhadap Source maka daya hantar kanal Mosfetakan semakin besar . Hal ini menyebabkan arus Drain yang menujuSource ( ID ) mencapai maksimum . Karena D Mosfet mempunyai arussaat UGS ≈ 0 maka juga di sebut Mosfet “Normal ON “ . IDSS saat UGS ≈ 0bukan arus Drain maksimum . TAHANAN ISOLASI Kita ketahu tahanan input ( Zi ) Mosfet adalah tahanan antara Gate danSource . Jadi Zi sangat tinggi dalam Gega ohm ( G Ω ), Karena antaragate ( G ) dan Source ( S ) di sekat oleh oksida logam Si 02 , yang bersifatisolator. Gambar 2.152 Kurva Transkonduktansi ID - UGS D Mosfet Chanal N Gambar 2.153 Kurva Karakteristik Output D Mosfet Chanal N

2072.2.8.8. E MOSFETMosfet jenis Enhancement ( E Mosfet ) atau Mosfet peningkatan hanyabekerja pada bias Enhancement Mode atau UGS + ( Positif ) Gambar 2.154 E Mosfet dengan Enhancement ModeCARA KERJABila UGS ≈ 0 tegangan UDD akan memaksa elektron dari Source ke Drainatau arus listrik dari Drain ke Source . Tapi karena lapisan Substratemenutup kanal dan bermuatan positif , maka akan menahan / menyekatarus tersebut dan menyebabkan tidak ada arus mengalir sehingga arusDrain ID≈ 0 .Bila Gate di beri tegangan positif ( UGS + ) maka pada sambungan antaraSubtsrate dan oksida logam ( Si 02 ) timbul muatan elektron ( negatif )dan membentuk kanal N ( Umpamakan sebuah Kondensator ) .Melebarnya kanal akan menyebabkan banyak arus listrik mengalir dariSource ke Drain dan terjadilah arus listrik mengalir dari Drain ke Source (ID ) . Tegangan UGS makin positif arus Drain ( ID ) semakin besar .

208Tegangan UGS minimal yang dapat menimbulkan kanal sempit danmemulai arus ID mengalir atau E Mosfet ON di sebut tegangan ambang (thereshold voltage ) UT4. DESAH MOSFET (NOISE)Mosfet selain mempunyai tahanan masukan tinggi juga mempunyaiNoise / Desah sangat rendah bila di banding Transistor. Karena strukturbahannya untuk kanal ( saluran ) terbuat dari satu jenis bahansemikonduktor N atau P saja tanpa sambungan sebagai jalannya arusDrain (ID) menuju Source. Gambar 2.155 Struktur Bahan dan Simbol D Mosfet Chanal N Gambar 2.156(a) Karakteristik Output D Mosfet Cahanal N

209Gambar 2.156(b) Kurva Karakteristik Trnsfer ( Transkonduktansi ) D mosfet Cahanal NSIFAT MOSFETUntuk memudahkan cara memahami sifat-sifat kelistrikan tentang mosfetbaik nanti dioperasikan dalam kondisi statis maupun dinamis , perlu kitatinjau kembali pemahaman prinsip kerja Mosfet dengan mempelajarimacam -macam karakteristik Mosfet , dan uraian dasar penguat Mosfetdari parameter-parameter yang dimiliki Mosfet. Pe ngosongan/Depletion Peningkatan/ Enhancement IDSS (ID =IDS S 1 - UGS 2 UP -4 -3 -2 -1 UGS(V) 0 Gambar 2.157(a) Kurva Transkonduktansi D G S Gambar 2.157(b) Simbol

210 ID IDSS UGS = 1V 0 UGS = 0V UGS = -1V UGS = -3V 5 10 15 UDS(V) Gambar 2.157(c) Karakteristik Kurva Output ID IDSS (ID=IDSS 1 - UGS 2 UP UGS( V) 0 UP Gambar 2.157(d) Kurva Transkonduktansi D G S Gambar 2.157(e) Simbol

211 IDIDSS UGS = -1V 0 UGS = 0V UGS = 1V UGS = 2V 5 10 15 UDS(V)Gambar 2.157(f) Kurva Karakteristik OutputID(mA)4,5 3 ID = K(UGS - UT)1,5 UGS(V) 0 4 5 10Gambar 2.157(g) Kurva Transkonduktansi D G S Gambar 2.157(h) Simbol

212 ID UGS = 6V UGS = 5V UGS = 4V UGS = 3V 0 5 10 15 UDS(V) Gambar 2.157(i) Kurva Karakteristik Output ID(mA)ID = K(UGS - UT)UGS(V) - - -UT 0Gambar 2.157(j) Kurva Transkonduktansi D G S Gambar 2.157(k) Simbol

213 ID UGS = -6V UGS = -5V UGS = -4V UGS = -3V 0 5 10 15 UDS(V) Gambar 2.157(l) Kurva Karakteristik OutputKeterangan :Up= Tegangan pinch off , yaitu tegangan UGS yang menyebabkan arusdrain ID = 0 atau Mosfet off ⇒ ( Up = UGS off )UT = Tegangan Threshold ( tegangan ambang ) pada E Mosfet , yaitutegangan UGS yang menyebabkan arus drain = 0 atau E Mosfet offK = Bilangan konstanta yang besarnya tergantung dari jenis MosfetkhususPada E Mosfet . IDSS tidak berlaku untuk mencari ID karena saat UGS = OID = ONilai K rumus diatas bisa diambil pendekatan 0,3 mA / VIDSS = Arus Drain saat UGS = ODasar penguat MosfetIstilah baru dalam parameter penguat Mosfet yang diberlakukan untuksinyal AC1. gm ( Transkonduktansi )gm = δ io Uds = konstan δ Ugs id Uds = 0 id Uds == Ugs UgsmA konstan mAgm = ⇒ Siemen ⇒ dalam tabel menjadi = mSmnVV

2142. rd ( tahanan Drain ) rd = δ Uds Ugs = konstan δ id Uds Ugs = 0 Uds Ugs = = id id3. µ ( faktor pengukaotannst)an µ = δ Uds Id = konstan δ Ugs Uds Id = o Uds Id = konstan = Ugs Ugs µ = ........... tanpa satuanNotasi arus tegangan yang diikuti indek huruf kecil pada rumus-rumusdiatas artinya adalah :1. id : Arus drain untuk sinyal AC kecil2. Ugs : tegangan sinyal AC kecil pada G dan S3. Uds : tegangan sinyal AC kecil yang di bangkitkan pada D dan SModel Penguat MosfetModel penguat untuk mosfet bisa dibuat dalam bermacam -macambentuk seperti halnya pada transistor bipolar, demikian juga sistempemberian bias biasanya dapat dilakukan dengan 3 cara :1. Fixed Bias ( Bias Tetap )2. Self Bias ( Bias Sendiri )3. Devider Bias ( Bias Pembagi tegangan ) +UDD +UDD RD RD RG rd rd RG Self Bias Fixed Bias

215 +UDD RD R2 rd R1 Devider Bias +UDD Id GD Id RD + gm. UG S rd Uo US Rd _ Uo US S Analisa rangkaian Gambar 2.158 Bias Pembagi tegangan − Syarat analisa AC 1. Semua kondensator dianggap hubung singkat 2. catu daya dianggap hubung singkatPenguatan Tegangan Uo ⇒ Uo = id . Rd’Au = Rd’ = Rd//rd Us gm . Ugs . Rd' id = gm . UGSAu = Us = UGS UsAu = gm . Rd' +UDD G D gm. UGS + rd US _ US RS RS Uo Uo Gambar 2.159 Pengutan Tegangan

216Penguatan tegangan Uo ⇒ Us = UGSAu = is = gm . Ugs Uo = is . RS Us + UoAu = gm . UGS . RS gm . UGS . RS + UGSAu = gm . UGS . RS gm . UGS RS + UGSAu = 1 +UDD RD SD SD + gm.UG S UGS G Uo UG S _ RD Uo _ G UGG + Common Gate Pengganti AC Gambar 2.160 Pengautan teganganPenguatan tegangan UoAu = UGS = gm . RD . UGS UGSAu = gm . RDTITIK KERJATtitik kerja penguat dengan mosfet bisa diset atau diatur seperti halnyatransistor . Yaitu dengan cara mengatur bias tegangan UGS. Perludiketahui bahwa mosfet juga memiliki sifat-sifat kelistrikan yang samayang dialami transistor bipolar , yaitu sifat jenuh dan cut off ( SecaraOtomatis )Mosfet jenuh : bila ID maksimum dan UDS ≈ nolMosfet Cut off : bila UDS maksimum dan ID ≈ nol.

217Kedua sifat tersebut dalam mosfet dikendalikan oleh tegangan UGS.Posisi titik jenuh dan cut off akan menentukan kemiringan dari garisbeban DC.Titik kerja penguat ( titik Q ) akan berayun di sepanjang garis beban DCtersebut . Bila posisi titik kerja penguat ( titik Q ) ditengah garis beban DCdisebut penguat kelas A.Bila titik kerja ( titik Q ) mendekati titik cut off disebut kelas B. Bila titikkerja Q dititik cut off disebut kelas C.Untuk penguat kelas B dan kelas C pengendalian hidup matinya sistemdikendalikan oleh sinyal AC yang tegangannya relatif besar padamasukan Gatenya.Jadi pada saat Gate tidak ada sinyal AC , maka mosfet off. Dan padasaat Gate mendapat sinyal AC yang level tegangannya besar , makamosfet ON. kedua sistem penguat kelas B dan C biasanya untuk penguatdaya. Penguat kelas A , baik digunakan untuk penguat sinyal kecil yangmempunyai kesetiaan tinggi.Perlu diketahui kehandalan Mosfet di banding Transistor Bipolar adalah ,transfer sinyal input ke out put melalui proses efek medan , dan bukanhubungan langsung seperti transistor. Arus Gate sangat kecil ( ≈ o ).karena ada oksida logam SO2 sebagai isolator antara Gate dan Source /Drain. Jadi karena arus masukan sangat kecil maka noisenya rendah.Kelemahannya Mosfet adalah faktor kesulitan tinggi. Karena efek medansangat luas tidak dibatasi oleh tegangan Gate dalam batas kritis ,sehingga mosfet satu dengan lainnya yang typenya sama , mungkinhasilnya tidak sama. +UDD 20V RD D Uo GUi S R G UGS + 2V _ UGGambar 2.161 D Mosfet Dengan Fixed Bias

218 ID UGS = 0 8 UGS = 1 6 UGS = 2 4 UGS = 3 2 UGS = 4 0 UDS 5 10 15 20 Gambar 2.162 Titik Kerja Q PenguatCara menentukan Titik Kerja− Tegangan UDD memberi tegangan UDS dan arus ID− Tegangan UG memberi tegangan pada UGS− Berdasarkan hukum Kirchof UDD = ID . RD + UDS ⇒ UDS dianggap ≈ 0 ( Mosfet Jenuh )− Mencari harga ID mak ID mak = UDD ⇒ ID mak = 8 mA RD− Mencari UDS mak ⇒ ID dianggap ≈ 0 ( Mosfet cut off ) UDS mak ≈ UDD ⇒ Uds mak = 20 V− Antara ID mak dan UDS mak ≈ UDD , di tarik garis lurus. garis ini sebagai garis beban DC− Tahanan masukan Mosfet ( Ri ) sangat tinggi , maka arus Gate Ig = 0. Drop tegangan pada RG URG = 0. Jadi UGS = UG - URG = UG = 2V. Titik pada garis beban terletak pada UGS = 2 V = UGS Q− UGSQ dan IDQ = bisa ditarik garis lurus pada sumber UDS dan ID terhadap titik Q Bisa juga di hitung dengan persamaan UDSQ = UDD - IDQ . RD IDQ = IDSS ( 1 - UGS/Up ) 2 IDSS dan Up untuk setiap Mosfet bisa di lihat dalam tabel data

219MOSFET KONSTRUKSI KHUSUS Disebut Mosfet konstruksi khusus karena Mosfet jenis ini susunan bahannya dibuat dalam bentuk khusus , tidak seperti Mosfet biasanya Adapun yang termasuk dalam Mosfet Konstruksi khusus adalah : 1. Mosfet Gerbang Ganda ( Dual Gate Mosfet ) 2. V Mosfet 3. SIP MosfetMosfet Gerbang Ganda ( Dual Gate Mosfet )Mosfet gerbang ganda adalah mempunyai bentuk khusus yaitumempunyai dua jalur aliran arus . Setiap kanal saluran arus dapat melaluisebuah gate dan tidak tergantung satu sama lain .Gambar di bawah ini menunjukkan sebuah susunan dan simbol Mosfetgerbang ganda ( 2 gerbang ) dari type chanal N. Empat sambungan padaMosfet bentuk khusus juga disebut Tetrode Mosfet. Gambar 2.163 Susunan bahan Gambar 2.164 Simbol Mosfet 2 GerbangSaluran arus G1 melalui kanal 1 , G2 melalui kanal 2, dengan arus drain (ID ) tidak tergantung dari dua macam tegangan gate UGS1 dan UGS2.Pada gambar 2 diperlihatkan karakteristik Mosfet dua gerbang Arus Drain( ID ) fungsi dari UGS1 dan UGS2.

220 Gambar 2.165 Grafik Karakteristik ID Fungsi UGS1 dan UGS2Kelanjutan karakteristik yang penting diperlihatkan pada kondisi forwardSG1 , Y12 untuk gate 1 fungsi tegangan pengendali pada gate 2 ( UGS2 ) Gambar 2.166 Karakteristik Forward Diatas diperlihatkan bahwa mosfet dua gate dirangkai sebagaipenguat dan faktor penguatan terbatas. Pada gate G1 didapatkan suatu contoh penguat akhir, sinyal diberikanpada G2 dimana didapat pengaturan tegangan G2. Melalui karakteristikMosfet dapat dilakukan pengatur penguatan. Mosfet dua gerbang dapat juga digunakan sebagai Mixer padapenerima FM dan televisi , dimana pada kedua gate tegangan sinyaldiberikan dengan bermacam-macam frekuensi. Dengan demikian melaluipengendalian ganda “ MIXING “ dapat dicampurkan dua buah frekuensidengan batasan yang ditentukan. Didalamnya terdapat tambahanrangkaian dua buah Zener diode yang dirangkai anti paralel pada setiapgatenya . Dalam hal ini gangguan statis dapat diperbaiki.

221 Karena melalui zener diode pada elektrode Souce dan Substratedapat dipengaruhi. Gambar dibawah memperlihatkan rangkaianpengganti Mosfet gerbang ganda ( Dual gate ) type BF 961. Gambar 2.167 Rangkaian Pengganti Mosfet Dua Gerbang Type BF 961 V Mosfet Dengan field efek transistor ( FET ) kita hanya dapat penguatandengan daya kecil . Panjang kanal relatif kira-kira ± 5 µm dengan tahanan1KΩ - 10 KΩ.Dengan pengembangan teknik di mungkinkan pada FET ditempatkansebuah lapisan Horizontal juga pada bagian struktur vertikal. Dengandemikian diberikan transformasi arus dan tegangan yang tinggi yangdisesuaikan dengan besar penguatan daya . gambar 5 dibawahmenunjukkan sebuah V Mosfet kanal N dan simbolnya. Gambar 2.168 Susunan Bahan V Mosfet Enhancemen Kanal N Gambar 2.169 Simbol E Mosfet

222 Disebut V Mosfet karena struktur bahan membentuk huruf V melalui bentuk V ( 1,5 µm ) dapat di transformasi tahanan 1-5 Ω pada sebuah plat semikonduktor V Mosfet di pasang lebih banyak elemen berbentuk V Mosfet secara paralel, sehingga didapatkan pengukuran arus yang tinggi, dan penguatan daya pada V mosfet yang lebih tinggi. V Mosfet dapat mentransformasikan arus sampai 10 Amper dan tegangan Drain Source ( UDS ) sampai 100 Volt. Meskipun demikian terdapat saklar waktu didalam daerah nano detik ( ns ) . Pada gambar diperlihatkan karakteristik sebuah Mosfet dan output. Karakteristik tersebut memiliki kemiripan seperti Mosfet Kanal N Pada V Mosfet Arus Drain ( ID ) semakin besar Gambar 2.170 Kurva Transkonduktansi V Mosfet Gambar 2.171 Karakteristik Output V Mosfet

223 V Mosfet dapat dipergunakan sebagai penguat atau sebagai saklarpada daerah dengan daya kecil.Tahanan masukan RGS terdapat pada lapisan isolasi sebesar 1012Ω.Dengan demikian sangat dimungkinkan V Mosfet menghasilkanpenguatan tegangan yang besar.SIP Mosfet Nama SIP Mosfet singkatan dari Siemen Power Mosfet. Disini jugadikenal Mosfet dengan daya tinggi. Pada gambar dibawah inidiperlihatkan sebuah simbol dan susunan lapisan sebuah.SIP Mosfet. Gambar 2.172 Struktur Bahan SIP MosfetSusunan lapisan SIP Mosfet dibuat dalam lapisan horizontal . pada ohmyang rendah kristal N+ didapakan sebuah lapisan N. Pada permukaanatas lapisan N+ disusun Source didalam lapisan P.Sebuah isolasi Quarz ( Kristal ) dibangun elektrode gate diantarapermukaan atas Source.Dengan demikian terdapat sebuah lapisan SIP Mosfet dari banyakelemen MOS yang dirangkaiakan secara paralel sehingga kerugian dayayang tinggi dapat ditiadakan.Pada SIP Mosfet terdapat lapisan FET , untuk mengendalikankarakteristik outputnya . Contoh untuk BUZ 23.

224 Gambar 2.173 Karakteristik Transkonduktansi BUZ 23 Gambar 2.174 Karakteristik Outputnya BUZ 23SIP Mosfet mempunyai masukan yang tinggi , tetapi penstransformasiantahanan didalam pengendalian yang besar hanya bervariasi dari mili ohmsampai ohm. ( waktu hubung ) didalam pengaturan yang besar dalambeberapa nano detik ( ns ) dan tidak ada dua buah penstransferan sepertitransistor bipolar , karena transformasi tahanan kanal mempunyai hargatemperatur positif.

225SIP Mosfet dipergunakan sebagai saklar Daya yang cepat danmempunyai keuntungan pengendalian daya tidak seperti pada transistor .Disini diperlihatkan ketergantungan temperatur terhadap rugi daya untukSIP Mosfet.Jika Mosfet temperatur naik , daya ohm turun sehingga Mosfet tidak matidan bila temperatur sudah normal daya bisa naik lagi. Gambar 2.175 Kurva daya Fungsi temperatur SIP Mosfet BUZ2.2.9. UNI JUNCTION TRANSISTOR Unijunction Transistor (UJT) merupakan sebuah Komponensemikonduktor yang terdiri atas hubungan PN. Type P dihubungkandengan emiter sedangkan Type N membentuk Base B1 dan B2.Komponen ini dikenal dengan nama “Dioda dua Basis”. Bahan dasarterbuat dari silikon. Gambar a menunjukkan susunan dasar UJT.Kira-kira ditengah batang silikon (material Type N) terdapatlah meterial Pini akan bekerja sebagai emiter E, jadi terdapatlah junction PN padabatangan tersebut.

226 B2 B2 E E RB2 P N D B1 RB1 B1 B2 E B1 Gambar 2.176 Simbol UJT2.2.9.1. SIFAT DASAR UJT Transistor ini dapat dipandang sebagai suatu pembagi tegangan yangterdiri dari dua buah tahanan yang berderet yaitu RB1 dan RB2 (lihatGambar.). Adapun pertemuan PN bekerja sebagai Dioda. (lihat pelajaranyang lalu). Dioda akan menghantar / Konduksi bila diberi tegangan biasmaju (Forward Bias), sebaliknya Dioda tidak akan menghantar bila diberitegangan bias mundur (Reverse Bias).Prinsip Kerja UJTPrinsip kerja UJT tak ubahnya sebagai saklar Input dari jenis Transistor,ini diambil dari Emitor yang mempunyai tahanan dan tahanan ini dengancepat menurun nilaianya jika tegangan Input naik sampai level tertentu.

227 RE ICD B2 _+ IB2+ AK _ E=1V RB2 UEB1 UB1,B2 = 9V RB1 U1 B1 Gambar 2.177 Rangkaian ekuivalen UJTCara Kerja UJT1. Perhatikan Gambar, antara terminal-terminal B1-B2 kita beri tegangan UB1 B2 = 9 Volt. Maka terjadilah pembagian tegangan antara RB1 dan RB2, Dioda tidak bekerja.2. Mula-mula tegangan catu pada Emiter sama dengan nol, makaDioda Emiter berada dalam keadaan Reverse bias. Bila teganganini diperbesar maka UE akan ikut bertambah besar,tetapi Emitertetap tidak akan menghantar sebelum UE>U1 + UK. UK = KneeVoltage dari Dioda tersebut.3. Setelah UE>U1+ UK, maka Dioda dalam keadaan Forward bias dan dia mulai menghantar. Oleh karena daerah P mendapat doping yang berat sedangkan daerah N didoping ringan, maka pada saat forward bias banyak hole dari daerah P ini yang tidak dapat berkombinasi dengan elektron bebas dari daerah N.4. Hole-hole tersebut akan merupakan suatu pembawa muatan positip pada daerah basis 1 (B1). hal ini menyebabkan tahanan RB1 pada daerah basis turun hingga mencapai suatu harga yang kecil sekali, sehingga dapat dikatakan antara Emiter dan basis 1 (B1) terjadi hubung singkat5. Dari sini jelas bahwa dioda Emitor pada UJT berfungsi sebagai saklar dan saklar ini akan tetap tinggal tertutup selama arus Emitor masih lebih besar dari suatu harga tertentu yang disebut “Valley Curent”.

228Sifat Listrik Pada UJTKurva sifat listrik UJT 1. Perhatikan gambar 1, kalau IE naik, maka tegangan antara emitor -B1 turun. 2. Di titik puncak Up dan titik lembah (Valley point) Uv, lengkung karakteristik mempunyai kelandaian (slope) = 0. Artinya dititik- titik itu lengkung tidak naik,juga tidak turun. 3. Dalam daerah dikiri Up, tidak mengalir arus emitor EI, sebab antara emitor dan basis 1 ada tegangan muka terbalik (reverse bias).Daerah dikiri Up itu dinamai Up sumbat. UE (volt) IP UP titik pu nc ak UB1 B2 = 9V UE (Jenuh) titik lembah Uv IE (mA) ICO I V 50 Gambar 2.178 Kurva sifat listrik UJT 4. Dalam daerah dikanan Up ada arus emitor,sebab antara emitor dan basis 1 ada tegangan muka maju (forward bias). 5. Diantara titik-titik Up dan Uv maka kenaikan arus IE menyebabkan turunnya tegangan UE. Ini berarti bahwa dalam daerah ini terdapat perlawanan negatif (tahanan negatif). 6. Setelah melampaui titik lembah Uv, maka kenaikan IE dibarengi dengan kenaikan UE. Daerah ini dinamai daerah jenuh.(saturation region) 7. Ternyata bahwa Up ditentukan oleh : a. Tegangan antara B1 - B2 (= UB1 B2) dan b. Tegangan muka maju (forward bias) diantara emitor dan basis B1 atau tegangan pada dioda.

229Adapun UD berbanding terbalik dengan suhu. Kalau suhu naik UD turun.(UD = Tegangan muka maju antara E - B1 )Tegangan bentuk gigi gergaji dapat diperoleh, kalau suatu kondensatorsecara bergantian mengisi dan membuang muatan (lihat Gbr. 1a).Mula-mula sakelar S kita taruh pada posisi 1. maka kondensator Cdimuati tegangan dari batery melalui R. Secara berangsur tegangan padaC naik. Kecepatan kenaikan tegangan ini ditetapkan pada saat teganganmencapai harga P, sakelar kita pindahkan ke posisi 2,maka C dihubungsingkat,dan seketika membuang muatan. Tegangan Uc pun jatuh ke nol.Jika sakelar S secara bergantian dipindahkan dari 1 ke 2 dalam iramatertentu,maka pada kondensator terjangkit tegangan bentuk gigi gergaji.Tinggi tegangan (amplitudo) ditentukan oleh besarnya R. Gambar 2.179 Pengisian kondensator Gambar 2.180 Asas penjangkitan tegangan gigi gergaji pada kondensator

2302.2.9.2. PRINSIP KERJA UJT SEBAGAI OSCILATOR Mula-mula pada C tidak ada muatan (Uc = 0).Tegangan ini adalah tegangan UE yang diberikan kepada emitor. Makaantara emitor E dan basis B1 ada perlawanan yang tinggi, sebabdikatakan ada potensial positip. Potensial pada katoda ini ditentukan olehperbandingan antara P2-RB-RA (yang ada didalam transistor) dan R.Tegangan di C (Uc) naik dengan kecepatan yang ditentukan olehkonstanta waktu P1 dengan C. Maka tegangan pada E menjadi positip.Jika tegangan Uc mencapai harga UpUJT (UE = Uc ≥ Up) maka UJT akanmenghantar, dan turunlah perlawanan antara Emitor E dan Basis1.Penurunan perlawanan (tahanan) RE-B1 menghubung singkat C(kondensator membuang muatan).Bila tegangan C (Uc = UE) turun hingga mencapai ± 2V, maka UJTmenyumbat lagi (sakelar S terbuka), pada kondisi ini C pun akan kembalimengisi muatan.Demikian kejadian ini terjadi berulang-ulang. + P1 P2 B2UC B1 C UR R _Gambar 2.181 Rangkaian UJT sebagai osilator

231 UC 0t UR 0t Gambar 2.182 Denyut tegangan selama C membuang muatanBentuk tegangan pada kondensator danArus buang muatan(pengosongan)kondensator membangkitkantegangan denyut pada R.Perubahan tahanan pada basis 2 diatur dengan potensiometer P2. P2mengatur amplitudo gigi gergaji, sebab dengan P2 kita menetapkantingginya amplitudo Up, makin besar P2, makin tinggi pula tegangankatoda, sehingga diperlukan tegangan UE yang lebih tinggi untukmenjadikan dioda menghantar.R berguna untuk mengatasi arus pengosongan dari C supaya dioda tidakrusak. Besarnya frekuensi ditentukan oleh konstanta waktu P1 - C danjuga oleh karakteristik UJT. Makin besar P1,makin rendah pulafrekuensinya. Selama C membuang muatan, maka arus yang lewat Rakan menimbulkan tegangan bentuk denyut (pulsa).2.2.10. DIODA ACDIACS adalah salah satu jenis dari bidirectional thyristor . Rangkaianekuivalen DIACS adalah merupakan dua buah dioda empat lapis yangdisusun berlawanan arah dan dapat dianggap sebagai susunan dua buahlatch.DIACS singkatan dari Diode Alternating Current Switch. Namunsecara umum DIACS hanya disebut dengan DIAC, komponen ini palingsering digunakan untuk menyulut TRIAC.

232 P N N P D1 D2 P N N P Gambar 2.183 Konstruksi Pembentukan DIACDIACS yang tersusun dari 2 buah dioda empat lapis dengan bahansilicon memungkinkan bekerja pada tegangan tinggi dan arus yangsebatas kemampuannya . Namun DIACS perlu mendapat perhatiankhusus karena setelah mencapai tegangan UBRF tertentu, kemudiantegangan dengan sendirinya turun tapi arus IF tiba-tiba naik secara tajam.Untuk itu rangkaian DIACS memerlukan R seri sebagai pembatas arus.Dan karena konstruksinya yang kalau kita lihat dari simbol terdiri dari 2dioda yang tersambung secara anti paralel, maka DIACS dapatdipergunakan pada rangkaian AC. N P N NP Gambar 2.184 DIACS yang tersusun dari 2 buah dioda empat lapis Semua alat-alat yang dikeluarkan pabrik pasti mempunyai hargabatas . Begitu pula DIACS , komponen ini mempunyai beberapa hargabatas. Harga batas ini di keluarkan oleh pabrik pembuat komponenmelalui pengukuran yang teliti di laboratorium dengan suhu udara tertentu, sehingga dalam tabel yang dikeluarkan pabrik selalu mencamtumkansuhu saat pengukuran.Data harga batas ini sangatlah penting bagi pemakai dalammerencanakan sebuah rangkaian elektronika yang handal . Untukmencari harga batas tersebut , anda dapat mencarinya dalam tabel /kurva di bawah ini

II IF 233 IF=10 mA U(BR )R UR I I( BR) F UF UR I( BR ) RID R ID F IR= 10mA UF UR IR UF U(BR)FIII IV Gambar 2.185 Kurva Karakteristik DIACSDari kurva diats dapat kita lihat :U ( BR )F artinya tegangan patah simetris arah majuU ( BR )R artinya tegangan patah simetris arah mundurI ( BR )F artinya arus patah arah majuI ( BR )R artinya arus patah arah mundurBerikut ini adalah tabel DIACS A 9903O 0,5 min 25,4 6,6 2 ,2 min 25,4PtotImax 150 mWϑS 1AUBR -50oC sampai 150oCIBRF, IBRR 32 ± 4V 0,4 mA typ 1,0 mA max

234∆U 8 V typαUBR 6 V min 0,1 % / oCDari tabel diatas dapat mengambil besaran angka untuk :1. Ptot2. Imax3. UBR4. IBRF , IBRRAplikasi DIACSRangkaian Penyulut dengan DIACS (sebagai komponen utama) R1 10K U R2 500K 22 0V/50Hz DIACS BR100 RL 20Ω C 100nF Gambar 2.186 Rangkaian Penyulut dengan DIACSSkema Rangkaian Fase Kontrol yang sesuai untuk Dimmer Lamp;Kontrol Panas dan Kontrol Kecepatan Motor. (DIACS sebagai komponenpendukung). S-1 L 1 Beba n 100 µH R1 1K / 0,5 W C1 R3 12 0V AC 100 nF 40485 60 Hz 200V 40583 100 K 7K5 / 0,5W C2 100 nF C2 100nF 200V 100V Gambar 2.187 Skema Rangkaian Fase Kontrol

2352.2.11. OPERASIONAL AMPLIFIER2.2.11.1. PENGENALAN OP-AMP2.2.11.1.1. PENGERTIAN UMUMPenguat operasi (“operational amplifier”) atau sering disingkat denganOP-AMP merupakan komponen-komponen linier yang terdiri atasbeberapa komponen diskrit yang terintegrasi dalam bentuk “chip” (IC:Integrated Circuits). OP-AMP biasanya mempunyai dua buah input, yaituinput pembalik (inverting input) dan input bukan pembalik (non-invertinginput), serta satu buah output.Lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar simbol OP-AMP berikut ini: (Ui 1)Non Inverting Input Uo (Ui 2) OutputInverting Input Gambar 2.188 Simbol OP-AMPInput OP-AMP bisa berupa tegangan searah maupun tegangan bolak-balik. Sedangkan output OP-AMP tergantung input yang diberikan. Jikainput OP-AMP diberi tegangan searah dengan input “non-inverting” (+)lebih besar daripada input inverting (-), maka output OP-AMP akan positif(+). Sebaliknya, jika input “noninverting” (+) lebih kecil daripada input“inverting” (-), maka output OP-AMP akan negatif (-).Jika input OP-AMP diberi tegangan bolak-balik dengan input“noninverting” (+), maka output OP-AMP akan sefase dengan inputnyatersebut. Sebaliknya jika input “inverting” (-) diberi sinyal/tegangan bolak-balik sinus, maka output OP-AMP akan berbalik fase terhadap inputnya.Dalam kondisi terbuka (open) besarnya tegangan output (Uo) adalah:Uo = AoL (Ui1 – Ui2) (1.1)Keterangan: Uo = Tegangan output AoL = Penguatan “ open loop “ Ui1 = Tegangan input Non Inverting Ui2 =Tegangan input Inverting

236 2.2.11.1.1.1. Parameter OP-AMPPada keadaan ideal OP-AMP mempunyai sifat- sifat yang penting, yaitu:1. Open loop voltage gain (AoL). Penguatan tegangan pada keadaan terbuka (open loop voltage gain) untuk frekuensi rendah adalah sangat besar sekitar 100.000 atau sekitar 100 dB.2. Input impedance (Zin) Impedansi input pada kedua terminal input kondisi “open loop” tinggi sekali, sekitar 1 M? untuk OP-AMP yang dibuat dari FET, impedansi inputnya sekitar 10 6 M? lebih.3. Output impedance (Zo) Impedansi output pada kondisi “open loop” rendah sekali, sekitar 100? lebih kecil.4. Input bias current (Ib) Kebanyakan OP-AMP pada bagian inputnya menggunakan transistor bipolar, maka arus bias pada inputnya kecil. Level amplitudonya tidak lebih dari mikroampere.5. Supply voltage range (Us) Tegangan sumber untuk OP-AMP mempunyai range minimum dan maksimum, yaitu untuk OP-AMP yang banyak beredar di lapangan/di pasaran sekitar ? 3 V sampai ? 15 V.6. Input voltage range (Ui max) Range tegangan input maksimum sekitar 1 volt atau 2 volt atau lebih di bawah tegangan sumber Us.7. Output voltage range (Uo max) Tegangan output maksimum mempunyai range antara 1 volt atau 2 volt lebih di bawahnya tegangan sumber (supply voltage) Us. Tegangan output ini biasanya tergantung tegangan saturasi OP-AMP.8. Differential input offset voltage (Uio) Pada kondisi ideal output akan sama dengan nol bila kedua terminal inputnya di-ground-kan. Namun kenyataannya semua peranti OP-AMP tidak ada yang sempurna, dan biasanya terjadi ketidakseimbangan pada kedua terminal inputnya sekitar beberapa milivolt. Tetapi jika input ini dibiarkan untuk dikuatkan dengan OP-AMP dengan model “closed loop”, maka tegangan output bisa melebihi saturasinya. Karena itu, biasanya setiap OP-AMP pada bagian luar dilengkapi dengan rangkaian offset tegangan nol (zero offset voltage).9. Common mode rejection ratio (CMRR) Secara ideal OP-AMP menghasilkan output yang proporsional dengan/terhadap beda kedua terminal input, dan menghasilkan output sama dengan nol jika sinyal kedua input simultan yang biasa disebut “Common mode”. Secara praktik sinyal “Common mode” tidak diberikan pada inputnya dan dikeluarkan pada outputnya.

237 Sinyal CMRR (Common Mode Rejection Ratio) selalu diekspresikan dengan rasio dari penguatan sinyal beda OP-AMP dengan harga sebesar 90 dB.10. Transition frequency (fT) Secara umum OP-AMP pada frekuensi rendah mempunyai penguatan tegangan sekitar 100 dB. Kebanyakan OP-AMP mempunyai frekuensi transisi fT setiap 1 MHz dan penguatan pada harga sebesar 90 dB.Gambar 2.189 Frekuensi Respon OP-AMP11. Slew rate (s)Untuk penormalan batas lebar band (bandwidth limitations) yang jugabiasa disebut “slew rate limiting”, yaitu suatu efek untuk membatasi ratemaksimum dari perubahan tegangan output peranti OP-AMP. Normalnya“slew rate” volt per mikrodetik (V/? S), dan range-nya sebesar 1 V/? Ssampai 10 V/? S pada OP-AMP yang sudah populer. Efek lain dari “slewrate” adalah membuat “bandwidth” lebih besar untuk sinyal output yangrendah daripada sinyal output yang besar. 2.2.11.1.1.2. Karakteristik OP-AMPDari parameter-parameter penting yang dipunyai OP-AMP,karakteristiknya tidak jauh berbeda dengan parameternya.Besarnya level magnitude dari tegangan beda pada input yang absolutkecil akan mempengaruhi perubahan level tegangan output. Jelasnya,


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook