Important Announcement
PubHTML5 Scheduled Server Maintenance on (GMT) Sunday, June 26th, 2:00 am - 8:00 am.
PubHTML5 site will be inoperative during the times indicated!

Home Explore Kelas X_SMK-seni-rupa_agung-suryahadi

Kelas X_SMK-seni-rupa_agung-suryahadi

Published by haryahutamas, 2016-06-01 19:43:26

Description: Kelas X_SMK-seni-rupa_agung-suryahadi

Search

Read the Text Version

tihan dengan arang, kelak faedahnya akan mempermudah penggunaanbahan menggambar yang lain. Menggunakan bahan arang merupakandasar pemahaman tentang pembentukan plastisitas yang dihasilkandengan kecekatan teknik membuat tone gelap terang khususnya padakegiatan gambar dan melukis realis. Pada kedua jenis seni rupa ini, tonegelap terang menjadi salah satu unsur seni rupa yang penting dalammendapatkan ilusi tiga dimensi pada bidang datar. Untuk itu perlumelakukan latihan yang intens agar dapat menguasainya dengan baik.Tugas :Untuk lebih menghayati bagaimana cara menggunakan bahan arang,lakukanlah latihan berikut ini. Ambilah selembar kertas gambar dansebatang arang, lalu buatlah goresan-goresan berupa blok dan garisdengan berbagai variasinya. Dapat menggunakan jari, kertas ataukain untuk membuatnya. Ulangi latihan ini beberapa kali dan per-hatikan hasilnya. Amati bagaimana potensi goresan arang itu danpikirkanlah bagaimana menerapkannya menjadi sebuah karya senirupa.2. Pensil Selain arang, pensil juga merupakan alat sederhana dalampembuatan karya seni rupa dua dimensional. Menurut sejarahnya, pensilmulai berkembang pada abad ke 16 ketika diketemukannya bahan grafitsecara kebetulan dibawah pohon tumbang karena badai di desaBarrowdale, Cumberland, Inggris. Grafit merupakan benda menyerupaibatu hitam mengkilap tetapi dapat menghasilkan tanda hitam yang 135

awalnya dinamakan plumbago dalam bahasa Latin. Grafit kemudiandigunakan untuk berbagai keperluan terutama sebagai bahan menulisdan menggambar dengan cara ditajamkan dan dibungkus denganbenang agar mudah dipegang. Pada perkembangannya di akhir abad ke18, Nicolas Jacques Conte diminta oleh Napoleon untuk mengem-bangkan pensil. Ia mencampur serbuk grafit dengan tanah liat untukmembuatnya keras. Semakin banyak campuran tanah liat semakin keraspensil yang dihasilkan dan tanda yang dihasilkan semakin tipis warnahitamnya. Jadi dengan perbandingan campuran grafit dan pensil, gelapterang tanda yang dihasilkan oleh pensil menjadi bervariasi. Campurangrafit dan tanah liat dibakar dan dimasukkan ke dalam tabung kecilterbuat dari kayu sebagaimana halnya pensil yang kita ketahui saat ini.Derajat kekerasannya ditentukan oleh jumlah kandungan grafitnyasehingga untuk kepentingan penggunaannya pensil dibuat dalam variasidengan sistim bertingkat. Untuk dapat mengenalinya, pensil dengan kodeH menunjukkan bahwa pensil itu keras (hard) sedangkan dengan kode Badalah pensil lebih lunak dan hitam (black). Pensil 3H lebih kerasdibanding pensil 2H, begitupula pensil 3B lebih hitam hasil goresannyadibanding pensil 1B. Untuk keperluan berkarya seni rupa dianjurkan menggunakanpensil hitam yang lunak (B). Penggunaannya dalam praktek, biasanyapensil keras H digunakan untuk sketsa awal kemudian dilanjutkan penye-lesaiannya dengan pensil B dalam berbagai variasi kepekatan. Namunperlu diperhatikan bahwa pensil H karena sangat keras, jika digunakan,sering membuat kertas gambar ’luka’ dan bekasnya sulit dihilangkan.Selain pensil H ada jenis pensil HB yang merupakan pensil dengankekerasan yang sedang. Pensil ini baik untuk memulai pekerjaan awalberupa sketsa karena tidak merusak kertas dan hasil goresannya tidakterlalu tipis atau gelap. Pensil yang terlalu lunak dan pekat kurang baikuntuk sketsa awal karena agak sulit dihapus. Menghapus sket ataugoresan gunakan penghapus karet yang selunak mungkin agar kertastidak luka waktu digosok. Upayakan jangan terlalu sering menghapusagar kertas tetap terjaga kondisinya. Pada waktu menghapus jagatekanan penghapus pada kertas, begitu pula jaga kebersihan penghapus,karena apabila penghapus sudah terlalu sering digunakan warna hitampensil akan melekat pada penghapus dan dapat membuat kotor kertasgambar. Oleh karenanya, bersihkan penghapus karet denganmenggsokkannya pada kertas yang tidak terpakai dan gunakan alaskertas ketika tangan menggambar dan menyentuh bagian yang tidaksedang dikerjakan tetapi sudah ada goresan pensilnya. Upaya ini adalahuntuk tetap menjaga kebersihan gambar. 136

Gambar 136. Goresan-goresan pensil cat airdan pensil warna biasa. 137

Pensil berwarna agak berbeda dengan kedua jenis pensil hitamsebelumnya, karena diproduksi tidak berdasar tingkatan kualitas tetapiberdasar jumlah warna. Seiring dengan perkembangan teknologi, pensilberwarna ada yang diproduksi sebagai kombinasi dengan cat air danpastel. Dalam penggunaan pensil cat air, pada awalnya sama denganpenggunaan pensil pada umumnya, hanya untuk proses selanjutnyadigunakan kuas cat air basah yang dikuaskan di atas goresan pensil dangoresan tersebut akan mencair sehingga warnanya memiliki karakterSelanjutnya perhatikan karya pensil warna dan pensil cat air berikutini, kenali potensi dan karakter teknik cat air yang digunakannya. Gambar 137. Peman-dangan (sumber: Richard McDaniel)Gambar 138. TheWoodstock Office,(sumber: RichardMcDaniel). 138

sama dengan cat air namun masih terlihat bekas goresan pensilnya. Halitu menjadi ciri khasnya yang tersendiri. Pensil ini sangat praktisdigunakan untuk membuat karya out door karena tidak banyakmemerlukan perlengkapan sebagaimana halnya melukis menggunakanbahan cat minyak. Kelemahan pensil berwarna biasa maupun pensil cat air adalahwarna-warna yang dihasilkan tidak cemerlang seperti halnya warna yangdihasilkan pastel atau perwarna lainnya. Perhatikan gambar 137 dan 138,warna pensil cat air pada gambar pemandangan tersebut nampaklembut, goresannya pun tidak dapat ’garang’ sebagaimana halnyagoresan cat minyak, akrilik dan pastel. Untuk melindungi agar awet,gambar yang telah dihasilkan perlu diberi pelapis fixatif. Pelapis ini adadua jenis kemasan yaitu dalam bentuk spray dapat langsungdisemprotkan dan yang dalam botol harus menggunakan kuas.Tugas:Untuk lebih dapat menhayati tentang cara penggunaan pensil,lakukanlah latihan berikut ini. Ambilah selembar yertas kemudianbuatlah goresan-goresan berupa garis dan blok dengan berbagaivariasinya dengan menggunakan jenis pensil H dan B. Perhatikanperbedaan efeknya dan potensi artistiknya. Setelah selesai ambillembar yertas yang lain gunakan pensil berwarna untuk membuatgoresan-goresan seperti sebelumnya. Perhatikan hasilnya danamati perbedaan efeknya!3. Pastel Pastel adalah media menyerupai kapur tulis tetapi dibuat denganpigmen warna dicampur dengan zat pengikat berupa resin dan plaster. 139

Bahan ini dicampur, dibuat pasta kemudian dibentuk batangan laludikeringkan. Kualitas pastel tergantung dari komposisi bahannya. Pasteldengan warna cerah biasanya bahan plasternya sedikit, karena bahan iniberfungsi untuk mengurangi cerahnya pigmen warna. Pigmen warnacerah disebabkan oleh tingginya konsentrasi (extract) pigmen yang dibuatdari dedadunan, bagian tertentu binatang (tulang, lemak), dan bahansintetis. Baik buruknya kualitas pastel maupun bahan pewarna lainnyasangat tergantung pada daya tahannya terhadap sinar. Artinya, warnatidak cepat berubah jika terkena sinar matahari langsung, tidak pecah,tidak berubah dalam jangka waktu panjang. Hal ini penting diperhatikankarena akan mempengaruhi pula kualitas karya. Selain berbentuk kapurtulis, pada saat ini diproduksi pastel dalam bentuk pensil, namun diIndonesia belum banyak beredar. Derajat kekerasan pastel ditentukan oleh komposisi bahannya. Pastelyang keras dan tidak mudah patah disebabkan karena banyakmengandung bahan pengikat, sedangkan pastel yang mudah patahmengandung sedikit pengikat. Pada saat ini ada dua jenis pastel dalamkemasan yang dapat dijumpai di pasaran yaitu pastel kapur dan pastelminyak. Pastel kapur sangat mudah patah dan hasil goresannya punmudah rontok. Oleh sebab itulah kertas yang digunakan untukmenggambar dan melukis dengan pastel yang dipilih memiliki teksturkasar untuk menahan warna pastel sehingga tidak mudah rontok. Namurdemikian keistimewaan warna pastel kapur yaitu powdery kesan khaswarna kapur. Sebaliknya pastel minyak lebih kuat daya lekatnya karenamengandung pengikat minyak. Oleh sebab itu goresannya punberkesan seperti cat minyak. Di dalam penggunaannya, pastel dapat diterapkan dengan membuatgaris atau arsiran dan dikombinasi blok tipis atau sebaliknya dengan blokyang tebal menutup permukaan kertas. Menggunakan pastel perludidukung peralatan dan bahan lainnya seperti alat peruncing untukmendapatkan ujung runcing ketika membuat garis atau bagian yang kecil.Peruncing pastek dapat menggunakan amril yang dilekatkan pada papanatau menggunakan peruncing pensil. Untuk pastel kapur dapat meng-gunakan karet penghapus yang lembut untuk memperbaiki kesalahanatau membuat efek lighting dalam menggambar benda-benda yangmengkilat. Sedang untuk pastel minyak, jika ada kesalahan dalampenerapan warnanya dapat ditumpang dengan warna yang lain, dan jikawarnanya tebal dapat dikerok dengan pisau ‘cutter’. Percampuran warnadapat dilakukan langsung di atas kertas dengan menggosokkan kain ataujari, atau alat lainnya seperti kuas, kapas, dan tisu. Pencampuran dapatpula dilakukan di luar kertas dengan membuatnya menjadi serbuk terlebihdahulu, lalu serbuk tersebut dicampur hingga menjadi homogen sebelumdigunakan. Apabila batang pastel sudah kotor, bersihkan denganmenggunakan kain. 140

Gambar 139: Menggosok pastel dengan tisu atau kain halus agar mendapat kesan halus dan warna tercampur (sumber : Stan Smith). Pastel yang telah pendek dan sulit untuk menggunakannya dapat didaur ulang, kumpulkan warna yang sejenis kemudian tumbuk hinggahalus, kemudian dicampur dengan bahan perekat dari getah (gum) laludibentuk dengan mencetaknya. Selanjutnya pastel daur ulang tersebutdapat digunakan setelah dikeringkan beberapa hari. Amati kedua karya seni lukis ini dengan menggunakan pastel! Bagaimana pelukisnya mengunakan karakter pastel ? Perhatikan kesan teksturnya, apakah ada perbedaan abGambar 140. Karya-karya seni lukis dengan bahan dan teknik pastel dan tema gadis : (a) Wardoyo, pastel minyak, (b) Basuki Abdulah, pastel kapur . 141

Perhatikan goresan-goresan pastel kapur dan minyak berikut ini ! Bagaimana potensi pastel dapat digunakan untuk melukis?ab c d Gambar 141. Goresan-Goresan PastelPerhatikan pula penerapannya ke dalam lukisan berikut 142

abc Gambar 142. (a) Gambar pantai, (b) Gambar sapi, (c) Gambar alam benda, (e) Singa bersayap 143

Tugas :Lakukanlah tugas ini untuk mengetahui dengan sebenarnya tentangpotensi estetik (keindahan) dari bahan pastel tersebut.x Ambil sehelai kertas gambar pastel A4x Gunakan pastel kapur untuk membuat goresan-goresan dengan berbagai variasinyax Kembangkan rasa keindahan anda pada waktu membuat goresanx Setelah selesai, ambil yertas gambar pastel yang lain dan gunakan pastel minyak untuk membuat goresan sama dengan prosedur sebelumnya.x Perhatikan dalam membuat goresan tidak harus selalu berupa garis, dapat pula berupa blok dan dalam membuatnya dapat menggunakan alat bantu seperti alat gosok ‘torchon’, yertas kain dan sebagainya.x Perhatikan pula contoh-contoh sebagai acuanx4. Tinta Tinta merupakan salah satu bahan yang sudah tua usianya gunamembuat karya seni rupa . Pada abad pertengahan, di Cina, India,Jepang dan Eropa tinta sudah digunakan untuk berbagai keperluan,seperti menulis surat dan menggambar. Pada saat ini tinta gambar dibuatdari pigmen warna, shellac dicampur air, sedang pada jaman dahulu tintahitam dibuat dari campuran jelaga dengan lem dan sejenis cuka. Denganberkembangnya teknologi, tinta tidak lagi hanya hitam, sekarang banyakdijual tinta dengan warna-warni. Secara tradisional, dalam penggunaantinta memerlukan alat berupa pena dan kuas. Pena tidak hanya berupapena standar yang dibuat oleh pabrik untuk menggambar atau menulis,tetapi dapat pula menggunakan pena buatan tangan dari bambu, tangkaibulu unggas, kayu atau bahan lain dengan maksud mendapatkan variasi 144

garis yang artistik. Perhatikan potensi tinta dengan menggunakan penalogam dalam membuat sketsa dan gambar hitam putih (gb. 143 dan 144) Perhatikan karya berikut ini, bagaimana ketrampilan pembuatnya menggunakan alat pena, kuas dan bahan tinta. Kemudian lakukan latihan membuat goresan dengan tinta dan menyusun bentuk dan garis dengan tonasi dari terang ke gelap, amati dan rasakan potensi keindahannya! a Dua buah karya hitam putih ini memiliki kekuatan pada penggunaan siluet serta tone hitam putih dalam menggambarkan background dan foreground. Pada gambar (a) ada tonasi yang mengesankan areal perspektif, sedangkan pada gambar (b) hanya siluet tetapi dengan karakter bentuk yang tepat dan mengesakan sua- sana senja hari. b Gambar 143. (a dan b) Gambar suasana hanya dengan tinta hitam (sumber:Burne Hogart) 145

Ada beberapa istilah untuk menunjukkan kualitas ketahanan tintayakni permanent, lightfast, archival. Istilah permanent menunjukkanbahwa tinta tersebut tahan lama setelah berkali-kali dicuci, lightfastberarti tinta tersebut tahan lama untuk tidak luntur jika sering terkenasinar matahari langsung. Archival merupakan tinta atau material laindengan daya tahan yang amat tinggi sehingga kuat berabad-abadlamanya. Ada istilah lain untuk tinta yaitu waterproof menunjukkan bahwatinta tersebut tidak dapat cair kembali jika terkena air, sedang non-waterproof dapat cair kembali jika diberi air dengan kuas basah, berartigambar dapat diubah atau diperbaiki. Sifatnya lebih luwes jika digunakanuntuk menggambar atau melukis. Tinta waterproof baik digunakan untukkontur sehingga jika menggunakan warna lain tidak berubah bentuknya.Jenis tinta ini banyak digunakan pada lukisan tradisional Bali.Gambar 144. I Ketut Mara, Seorang Dewi (Sumber: Koleksi P4TK Seni dan Budaya Yogyakarta). 146

Tugas LatihanAgar lebih memehami tentang bentuk, lakukanlah latihan berikut.x Dengan pesil hitam buatlah skesta bentuk binatang dan bentuk tumbuhan dengan tepat.x Setelah bentuk digambar dengan tepat beri kontur dengan tinta hitam.x Selanjutnya bentuk-bentuk diblok penuh dengan tinta hitam.x Tugas selanjutnya buat gambar yang sama dengan tambahan tonasi obyek sebagai latar belakangnya.x Gunakan contoh gambar sebagai acuan.x5. Cat Air Cat air adalah media seni rupa yang memiliki sifat khusus yaitutembus pandang / transparan. Apabila terjadi susunan warna tumpangtindih maka warna yang tertindih tidak tertutup sepenuhnya. Bahkan darigaris tumpang tindih itu menimbulkan efek warna campurannya. Cat airmenggunakan air sebagai medium pengencernya sehingga tidak dapatdigunakan di atas kanvas cat minyak. Kertas yang digunakan sebaiknyakhusus untuk cat air, karena daya serapnya telah disesuaikan dengansifat cat air yang harus banyak menggunakan air dalam penggunaannya.Cat air tidak digunakan untuk pewarna yang tebal dan pekat, karena jikadigunakan secara tebal dan pekat pengeringannya lama dan ke-mungkinan merusak kertas jika tertempel dengan kertas atau benda lain.Pada waktu mengeluarkannya tidak boleh diambil dengan kuas yangbasah langsung dari tubenya, sebab jika air masuk ke dalam tube warnadi dalam akan menjadi keras dan tidak dapat dikeluarkan. Dalammenggunakannya keluarkanlah warna cat air secukupnya di atas paletcat air. Kemudian tetesi air secukupnya dan aduk sampai rata baru dapatdigunakan dengan menguaskan di atas kertas. 147

Dalam penggunaannya cat air harus 'sekali gores jadi’ dan tidak bisadiperbaiki kembali jika ada kesalahan. Oleh sebab itu penggunaan cat airharus betul-betul cermat, penuh konsentrasi dan berhati-hati. Sebelummenerapkan warna, sebaiknya kertas dibersihkan dahulu denganmenggunakan kapas atau tisu lembab dengan cara mengusapkannya dipermukaan kertas dengan lembut dan hati-hati agar kertas tidak luka.Kapas atau tisu jangan terlalu basah karena dapat menyebabkan kertasbergelombang. Pembersihan ini penting dilakukan untuk menghilangkankotoran-kotoran pada permukaan kertas yang dapat mengganggupenyerapan warna yang digunakan. Teknik pewarnaan dengan cat airbiasanya mulai dari warna tipis dan ringan kemudian secara perlahandiberikan tonasinya ke warna yang lebih kuat. Cat yang masih basahtidak dapat segera ditindih dengan warna lain karena warna akanbercampur dan nampak kotor, untuk itu harus ditunggu sampai warnasetengah kering. Perhatikan karya pada gambar (145 a dan b), yang pertama hanyamenggunakan hitam putih, tetapi kemampuan teknik menggunakan catair atau tinta yang menggunakan media air sangat piawai. Kesansuasana berkabut dengan air terjun berwarna putih sangat sulit didapatjika tidak sering latihan pengunaannya secara spontan. Kedua padagambar (145 b) penggunaan cat air berwarna juga tidak kalah piawinyadengan teknik hitam putih. Tidaklah mudah membuat goresan spontanyang menggambarkan wujud realistik , namun pada gambar atau lukisanini penggambaran pohon bunga dan burung secara spontan dapatdicapai dengan sempurna. Perhatikan bentuk dan warna daun, bunga,dan burung dan gerakannya, semuanya sangat ’pantas’ dan dikerjakandengan sempurna. Bagaimana pelukis Cina dapat menggunakan teknikcat air demikian sempurna? Latihan dan kebiasaan merupakan kunciutamanya karena masyarakat Cina menulis dengan menggunakan kuasdan tinta. Jadi, kalau senimannya melukis tidak ada hambatan teknis.Oleh sebab itu jika ingin berhasil melukis dengan teknik cat air tidak adalain kuncinya adalah latihan dan latihan terus menerus sehingga dapatdikuasai karakter cat air tersebut, diketahui kelebihan dan keterbatasan-nya. Selain cat air, ada bahan cat yang sejenis disebut tempera dansifatnya juga transparan. Namur pada saat ini jarang digunakan dan ditoko pun sulit diketemukan. Pada zaman Renaissance tempera banyakdigunakan sebelum diketemukan cat minyak. Tempera terbuat dariserbuk pigment warna dengan médium pengencer air murni dan zatAmati karya cat air berikut diskusikan dengan teman mengenaiteknik yang digunakan dan bagaimana pula proses pengerjaannya.Amati efek cat air yang menjadi ciri khasnya. Kemudian cobamenirunya, untuk mengetahui tekniknya, lalu coba membuat gambartentang lingkunganmu dengan teknik yang sama 148

a b Gambar 145. Lukisan klasik Cina dengan cirikhas goresan yang spontan, transparan sebagai ciri khasnya (sumber: (a,b) Koleksi Presiden Soekarno 149

ab cd Gambar 146. Goresan-goresan cat airperekatnya menggunakan kuning telur. Namur saat ini tela hada cattempera yang diproduksi secara sintetis, ada médium pencairnyamenggunakan air, ada pula tempera pengencernya menggunakanterpentin. Untuk itu perhatikan labelnya, jira ada label “O-W” (oil-water)berarti tempera tersebut dicairkan dengan air, apabila ada label “W-O”(water-oil) berarti pengencernya menggunakan terpentin. Dalampengunaannya, tempera digunakan tipis, jika digunakan terlalu tebalsetelah kering dapat mengelupas. Tempera efektif digunakan padakanvas dengan cat dasar gesso dengan permukaan yang halus. Cattempera memungkin digunakan dengan berbagai variasi teknik seperti 150

cipratan, transparan, atau dengan dikerok untuk mendapatkan warnayang semula. Jadi lebih luwes dibandingkan cata ir.Tugas :Untuk menghayati karakter cat air lakukanlah latihan berikut ini :x Ambil selembar kertas cat air ukuran A4, bersihkan dengan kapas lembab.x Keluarkan beberapa jenis warna cat air dari tubenya, beri air dan aduk sampai rata.x Dengan kuas cat air berbagai ukuran buatlah percobaan goresan-goresan dengan berbagai variasinya.x Setelah selesai cermati hasil goresan itu, kenali efek-efek yang baik dari goresan cat air tersebut6. Cat Poster Cat poster tergolong jenis cat air karena untuk medium pengencernyamenggunakan air. Cat ini berbeda dengan cat air biasa karena sifatnyayang cepat kering dan dapat digunakan seperti cat minyak yakni teknikpenggunaannya dengan wama pekat karena tidak banyak menggunakanair. Cat ini cepat kering, oleh karena itu warna awal dapat segeraditumpang dengan warna berikutnya. Sifat lainnya adalah wamanya datardan rata maka selain dapat digunakan dengan teknik brush stroke yangekspresif atau untuk gambar dekoratif yang memerlukan warna-warnarata dan datar. Kelemahan warna ini tidak baik digunakan terlalu tebalkarena ketika kering cepat pecah dan rontok. Selain itu jika warna yangsudah diterapkan kena percikan air akan menjadi tidak rata. Sesuaidengan namanya, cat ini sangat baik untuk menggambar atau melukisposter dengan goresan-goresan kuas yang kuat dan tegas sebagai cirikhasnya. Kelemahan lainnya yang cukup unik adalah binatang lalatsenang dengan warna ini, jika tidak waspada menyimpan gambar dapatrusak karena dimakan olehnya.Coba perhatikan karya cat poster berikut, diskusikan denganteman bagaimana pembuatnya menggunakan cat poster dapatmenghasilkan karya yang baik 151

ab cGambar 147 . (a dan b) Goresan cat poster, (c) Karya I Ketut Mara mahasiswa D III Guru Kesenian PPPG Kesenian Yogyakarta, 1987 152

Tugas LatihanSebelum membuat karya yang sebenarnya lakukanlah latihanberikut ini untuk mengetahui karakter dan cara menggunakan catposter yang sesungguhnya:x Gunakanlah kertas gambar biasax Keluarkan beberapa warna cat poster dari tube seperlunya dan taruh di atas palet cat airx Beri sedikit air dan aduk sampai ratax Gunakan kuas cat air atau cat minyak buatlah eksperimen goresan dalam berbagai variasinyax Cari kemungkinan dari cat poster itu, coba bandingkan hasil campuran air yang banyak dan sedikit, bagaimana pula warnanya yang tumpang-tindihx Gunakan contoh di atas sebagai acuan7. Cat Akrilik Cat akrilik tergolong cat baru karena diciptakan dan diproduksibeberapa puluh tahun yang lalu. Cat ini dibuat dengan bahan pigmensintetik yaitu polyvinyl accetate (plastik). Cat ini juga termasuk keluargacat air. Dalam penggunaannya dapat menggunakan air sebagaipengencernya dan dapat juga digunakan secara langsung dari tubenya,seperti menggunakan cat minyak atau dengan kuas dan 'air brush'.Selain dikuaskan dengan tebal, cat akrilik dapat juga digunakansecara tipis seperti cat air. Cat akrilik sangat cepat kering. Oleh sebab itu,kuas yang digunakan harus cepat dimasukkan ke air. Jika tidak kuasakan menjadi rusak karena warna yang ada pada kuas mengering sulituntuk dibersihkan. 153

Gambar 148. Goresan cat akrilik. Perhatikan karya berikut yang dibuat dengan media akrilik apakah anda sudah pernah menggunakannya ? Apa keistimewaannya ? Gambar 149. Nelayan, karya I Ketut Marra mahasiswa DIII Guru Kesenian PPPG Kesenian Yogyakarta 1987. Perhatikan ! Gunakan contoh di atas sebagai acuan,kemudian lakukanlah latihan membuat goresan cat akrilikdengan kuas. Amati hasilnya, kenali efek-efek yang indah, kenapa sampai bisa demikian ? 154

8. Cat Minyak Penggunaan cat minyak untuk membuat lukisan sudah dimulairatusan tahun yang lalu, diawali oleh Jan Van Eyck dari Belanda.Selanjutnya penggunaan cat minyak meluas karena memberikankeleluasaan kepada para pelukis untuk mengungkapkan idenya sertakualitasnya yang melebihi media sebelumnya. Cat minyak dapatdigunakan untuk menggambarkan ilusi keruangan dengan memainkangelap terang dari benda yang digambarkan. Pada awal penggunaanyacat minyak diterapkan di atas panel, kemudian disadari bahwa panelkurang fleksibel dan sulit untuk dibawa ke mana-mana. Laluditemukanlah kanvas yang terbuat dari kain yang dapat digulungsehingga lebih mudah untuk dibawa pergi terutarna jika pelukisnya inginbekerja di luar ruangan (out door), misalnya melukis pemandangan. Sesuai dengan namanya, dalam penggunaannya cat minyakmemerlukan minyak khusus untuk mencairkannya dan daya keringnyasangat lambat. Cat minyak terdiri dari bahan pigment, minyak daritumbuh-tumbuhan, dan terpentin. Pigmen warna adalah bahan warnaberupa serbuk alami, atau sintetis. Pigmen warna berasal dari mineral(tanah), tumbuh-tumbuhan, dan binatang tertentu, akan tetapi saat inikebanyakan yang digunakan adalah bahan sintetis yang berasal daribagian industri bahan bakar minyak bumi. Kualitas cat minyak ditentukanoleh kehalusan dan kepekatan pigmennya yang dicampur denganminyak. Setiap pigmen memiliki karakteristik tingkat kekeringan danstabiltasnya jika terkena sinar matahari langsung. Ada beberapa pigmen yang memiliki karakter, khususnya warna putih.Titanium wahite misalnya memiliki sifat menutup cat sebelumya dandapat mempermuda warna lainnya. Zinc white adalah untukmendapatkan efek transparan, Lead white memiliki karakter stabil danelastis. Oleh sebab itu untuk membersihkan kuas dan palet setelah selesaibekerja, terlebih dahulu menggunakan minyak tanah atau terpentin,selanjutnya baru dicuci dengan air dan sabun. Alat dan bahan bantu 155

menggunakan cat minyak relatif lebih banyak dibandingkanmenggunakan media lainnya. Kuas yang digunakan adalah kuas khususcat minyak yang dalam satu setnya terdiri kurang lebih kuas nomor 1hingga 12, disamping kuas khusus untuk mengerjakan bagian-bagiantertentu dari lukisan yang dibuat. Keistimewaan cat minyak adalah tahanterhadap perubahan cuaca sehingga karya lukisan yang menggunakancat minyak dapat bertahan berabad-abad. Dalam perkembanganpenggunaannya, cat minyak dapat ditorehkan langsung dari tubenya keatas kanvas guna keperluan ekspresi yang ingin diungkapkan olehpelukisnya. Kelemahan cat minyak adalah baunya yang sangat kuat danmenyebabkan udara dalam ruangan menjadi pengap. Oleh karena itu,untuk menjaga kesehatan diperlukan ruang khusus untuk bekerja denganventilasi yang dapat mengatur sirkulasi udara dengan baik. Selain itukelemahan cat minyak ketika telah menjadi lukisan adalah tidak tahanterhadap kelembaban. Untuk menghindarinya, apabila lukisan digantungdi tembok harus ada celah antara tembok dan lukisan. Maksudnyaadalah untuk memberikan sirkulasi udara di belakang lukisan, sehinggalukisan terhindar dari kelembaban. Ada beberapa tanda terjadinyakerusakan pada lukisan cat minyak yaitu retak, keriput, kering, berjamur.Cat lukisan dapat retak jika kualitas cat minyak kurang baik, perubahancuaca yang ekstrim, tidak stabilnya percampuran pigmen dan minyak.Keriput dapat disebabkan karena kesalah dalam percampuran warna,atau ada unsur lain yang tercampur seperti air. Warna lukisan dapatkering disebabkan oleh tidak ratanya cat dasar pada kanvas, sehinggabagian yang tipis dapat menyerap minyak pada cat yang digunakan.Lukisan dapat berjamur jika menempel pada diding lembab dalam waktuyang lama.Tugas Latihan :Untuk mengetahui karakter dan potensi cat minyak yangsesungguhnya lakukanlah latihan berikut ini :x Ambilah sebidang kanvas cat minyak 30x 30 cm, taruh di atas meja atau standar lukisx Keluarkan beberapa warna cat minyak dari tubenya di atas paletx Keluarkan pula minyak cat seperlunya dalam wadah yang disediakanx Dengan kuas ambilah minyak cat itu dan cairkanlah warna- warna, mulailah mencoba membuat goresan dengan kuas di atas kanvas.x Bebaskanlah perasaan, lakukanlah percobaan dengan berbagai variasi arah dan ketebalan goresan, buatlah pula warna-warna yang tumpang tindih kembangkan kemampuan untuk menguasai teknik penggunaan cat minyak. 156

x Selanjutnya pada kanvas yang lain gunakan cat minyak untuk membuat bentuk-bentuk dengan ilusi tiga dimensi. Untuk latihan ini fokuskan perhatian pada teknik pembuatan gelap terang.x Perhatikan contoh sebagai acuan. Gambar 150. Goresan-goresan cat minyakPerhatikannIah karya-karya yang menggunakan catminyak berikut ini, bagaimana potensi cat minyakdigunakan membuat karya seni rupa berupa lukisanrealis? Gambar 151. Dullah, Tentara Pendudukan (sumber: Koleksi Presiden Soekarno) 157

aGambar 152. (a) Omar, HendakMencuci, (b) Soedjojono, Di BalikKelambu, (sumber: KoleksiPresiden Soekarno bB. Media Campuran Seni Rupa Dua Dimesional Media campuran sering disebut mixed media. Maksud dari istilah iniadalah menujukan kepada penggunaan kombinasi lebih dari satu bahanseni rupa dua dimensional, misalnya cat air dikombinasi dengan pastel,pensil dikombinasi dengan pastel dan seterusnya. Penggunaan mediacampuran tujuannya tidak lain untuk mendapatkan efek-efek artistik yangtidak didapatkan dalam penggunaan media tunggal. Media campuransangat menantang karena menggabungkan sifat media yang berbeda,seperti cat minyak dengan cat akrilik, cat minyak menggunakan minyaksebagai medium pengencernya, sedang cat akrilik menggunakan air; duamedium ini sangat kontras. Namun jika dari sifat kontras tersebut dapatdikendalikan efeknya, maka akan mendapatkan karya yang artistik dan 158

unik. Hal yang penting untuk dipertimbangkan adalah prosedurnya,medium yang mana didahulukan, karena hal ini menentukan efek yangditimbulkannya. Misalnya, cat akrilik lebih dahulu diterapkan karenasifatnya cepat kering dan dapat digunakan membuat efek tekstur. Setelahkering diterapkan cat minyak, kemudian sebelum kering disapu denganlap maka dapat menimbulkan efek tekstur yang menarik sesuai denganpembentukan awalnya perupa tonjolan-tonjolan warna akrilik yang tebal.Media akrilik sangat fleksibel karena dapat dikombinasi dengan berbagaimedia seperti pastel, pensil, tinta, arang, atau untuk mendapatkan efektekstur yang unik dapat dicampur dengan serbuk gergaji, pasir danmaterial lainnya.ab cdGambar 153. Goresan- goresan campuran pensil dan pastel 159

Penggunaan cat air juga dapat dicampur dengan media lain sepertipastel,akrilik, pensil hitam, pensil warna, atau media kering lainnya.Prosedurnya dapat bolak-balik, masksudnya dapat cat air lebih dahulukemudian dilanjutkan dengan media lainnya. Misalnya, untuk membuatefek tekstur terlebih dahulu digunakan pastel minyak, selanjutnyaditerapkan cat air. Oleh karena pastel mengandung minyak, maka ketikacat air dikuaskan warna pastel tidak hilang oleh warna cat air dengandemikian tekstur dapat tercipta oleh goresan-goresan pastel. Selaindengan pastel minyak, cat air dapat dikombinasi dengan pensil, tinta,akrilik dan cat minyak. Jadi pada dasarnya seluruh material untuk senirupa dua dimensi dapat dicampur atau dikombinasi penggunaanya dalammenciptakan karya seni rupa.C. Bahan dan Alat Seni Rupa Tiga Dimensional Pada bab sebelumnya telah disinggung sedikit mengenai seni rupatiga dimensional. Pada bab ini akan dibahas lebih jauh tentang alat,bahan seni rupa tiga dimensional dengan tujuan agar setiap siswamemahami potensinya dan dapat mengembangkan kepekaan estetiksebagai dasar untuk membuat karya tiga dimensional selanjutnya. Olehsebab itu di dalam latihan penekanannya bukan membuat karya senirupa yang sesungguhmya, tetapi sifatnya lebih kepada eksplorasi ter-hadap unsur seni rupa terutama unsur wujud dan sifat bahan yangdigunakan. Dalam pembahasan alat dan bahan seni rupa tiga dimen-sional ini karena penekanannya bukan membuat karya seni tiga dimensiyang sesungguhnya, dan kecenderungannya lebih kepada pemahamankarakter unsur seni rupa tiga dimensional melalui eksplorasi terhadapkualitas bahan untuk mendapatkan kualitas artistiknya. Seni rupa duadimensional hanya terdiri dari dimensi panjang dan lebar, sedangkan senirupa tiga dimensional ditambah dengan ketebalan. Kalau kita cermati sebenarnya kita hidup berada di dalam ruang. Apayang ada di sekitar kita bukan gambar pipih yang hanya memiliki panjangdan lebar, tetapi ruang yang memiliki kedalaman dan ujud yang memilikipanjang, lebar dan ketebalan atau volume. Oleh karena itu, untukmembuat karya seni rupa tiga dimensional, seorang perupa harusmampu berimajinasi tentang ujud dari setiap arah dan sisi benda yangakan dibuat. Sebelum melaksanakan praktek untuk membuat karya seni rupa tigadimensional perlu mengenal terlebih dahulu karakter beberapa bahandan alat yang digunakan. 160

Untuk eksplorasi wujud tiga dimensional ada beberapa jenis bahandan alat. Bahan-bahan tersebut dikategorikan menjadi tiga, yakni : bahanlunak, bahan liat, dan bahan keras. Semua bahan itu memiliki ka-rakternya masing-masing dan harus diketahui oleh perupa dan kriyawan.Namun pada praktek ini, dan mengingat beberapa keter-batasan, tidaksemua bahan sempat digunakan.1. Bahan Lunak Kertas, karton, gabus dan styrofoam termasuk bahan lunak.Bahan-bahan ini relatif mudah didapat dan membentuknya dapat denganalat yang sederhana seperti pisau, silet dan gunting. Bahkan tanpaalatpun, kertas dapat dilipat langsung dengan tangan tanpa bantuan alatyang lain. Latihan dengan bahan lunak ini lebih banyak menggunakanbahan karton. Jenis karton cukup banyak, namun untuk latihan denganteknik potong dan toreh gunakanlah karton yang kaku agar bentuk yangdibuat tidak mudah melengkung. Untuk teknik melipat, karton tebal dankaku tidak baik digunakan karena sulit dilipat. Walaupun dapat digunakantetapi hasilnya kurang baik. Bagi pemula karton dan styrofoam sangatbaik digunakan untuk latihan memahami seni rupa tiga dimensional.Untuk styrofoam, agar mendapatkan hasil potongan yang baik, perlumenggunakan alat khusus yang dapat dibeli di toko dan harganya puntidak terlalu mahal. Apabila menggunakan pisau kadang-kadang hasilpotongan kurang baik2. Bahan Liat Bahan liat ada beberapa jenis, seperti tanah liat, gips, plastisin danlilin. Dalam latihan ini digunakan bahan tanah liat yang mudah didapatkarena hampir ada di seluruh tempat, hanya pengolahannya perluditingkatkan kualitasnya.Tanah liat ada beberapa jenis, yaitu : Earthen-ware, stoneware, raku dan porselin. Tanah liat sangat mudah dibentuk.Untuk itu ada beberapa teknik dasar dalam pembentukannya danmemiliki cirinya masing-masing. Hal ini dibahas dalam bab V. Earthenware pada umumnya dikenal berwarna merah, namun adajuga yang berwarna putih. Jenis tanah liat ini paling banyak digunakankarena mudah mendapatkannya. Untuk pembakaran dengan tungkudiperlukan panas 1000ºC, dan untuk mengglasirnya diperlukan panas1040º C - 1160º. 161

a b cdGambar 154. Jenis tanah liat (a) Earthen Ware, (b) Stone Ware, (c) Porselin, (d) Raku Stoneware berbeda dengan earthenware karena memerlukan suhuyang lebih tinggi dalam pembakaran glasirnya, yaitu untuk bakaranbiscuit diperlukan panas 1000º C dan untuk glasir 1200-1300º C.Stoneware hasilnya lebih berat dan kuat dibanding earthenware. Efeklebih halus dapat dihasilkan jika menggunakan teknik reduksi dalampembakarannya. Untuk itu perlu digunakan tungku yang dapat dimatikandengan seketika. 162

Porselin merupakan jenis tanah liat yang sangat halus dan hasilnyakeras. kehalusannya hampir seperti glasir jika digunakan untuk memolestanah liat lainnya dan dibakar dengan suhu bakaran glasir. Porselinmemiliki kualitas bening yang tidak dimiliki oleh tanah liat lainnya dandapat juga dibuat kusam. Sifatnya sangat cepat kering namun masihmemungkinkan untuk dibentuk, sekalipun dengan teknik putar. Untukpembakaran biscuit dibutuhkan panas 1000º C dan untuk glasir 1240 -1300º C. Bahan raku merupakan jenis tanah liat yang kasar karenamengandung pertikel butiran pasir. Ketika telah menjadi produk bahanraku ini memberikan kesan tekstur seperti batu. Untuk pembakaranbiskuit memerlukan temperatur panas lebih rendah dari jenis tanah liatlainnya yaitu sekitar 900º C, sedangkan untuk glasir 800-1000º C. Bahanraku dapat dibakar beberapa kali hingga mendapatkan hasil pembakaranyang diinginkan. Gambar 155. Benda-benda dari bahan eartheware (a) Periuk kuno dari NTT, (b) Kendi dari Zaman Majapahit (sumber: Museum Nasional)3. Bahan Keras Yang termasuk bahan keras adalah kayu, batu dan logam. Ketigajenis bahan ini telah digunakan oleh perupa dan kriyawan sejak jamandahulu untuk membuat karya seni rupa dan kriya. Karena bahan ini sukardibentuk, maka memerlukan alat-alat khusus seperti alat potong berupagergaji, gunting, alat pembentuk berupa pahat dan sebagainya. Di antaraketiga bahan itu yang paling banyak peralatannya adalah logam, karenadi samping jenis alat di atas dibutuhkan pula peralatan lain, seperti alatpenyambung berupa las serta alat pelebur dan pencetak. 163

a. Kayu Hampir seluruh kebudayaan masyarakat menggunakan kayu sebagaibahan untuk produk seni rupa dan kriya. Hal ini disebabkan karena,hampir di seluruh penjuru dunia ada kayu. Tingkat kekerasan kayuberbeda-beda, yakni kayu sangat keras, keras, sedang, dan lunak. Hal iniakan menentukan cara pengerjaannya. Kayu sangat keras sangat sulitmembentuknya, sedang kayu lunak mudah patah, untuk itu dibutuhkanpengalaman yang cukup untuk mengetahui sifat-sifat kayu termasuktekstur, serat, dan daya tahannya terhadap perubahan cuaca. Namundemikian, dibanding bahan keras lainnya kayu relatif mudah dibentukdengan menggunakan alat peraut (pisau), gergaji, pahat, dan ketamdalam membuat benda seni rupa dan kriya seperti patung, mainan anak,peralatan rumah tangga dan sebagainya. Alat utama dan minimal yangharus dimiliki untuk mengerjakan kayu dalam seni rupa adalah pisau raut,dan pahat dengan berbagai jenis dan fungsi serta alat pemukulnya.Dengan kedua jenis alat ini seorang perupa telah dapat membuat produkseni rupa tiga dimensi dengan teknik raut, ukir, dan membentuk. Beberapa hal yang perlu diketahui tentang kondisi kayu adalah faktorkekeringan dan pengawetan, serat, dan mata kayu. Kekeringan danpengawetan harus menjadi pertimbangan serius dalam mengerjakanproduk seni dengan bahan kayu, oleh karena banyak kasus terjadiproduk kayu yang diekspor ke luar negeri sering mengalami masalahpecah dan dimakan hama atau ’bubukan’ sehingga kayu menjadi kropos.Faktor kekeringan yang baik adalah kadar air dibawah 12 persen. Jadibagi perupa yang menggunakan bahan dasar kayu utuk karyanya perlumempelajari teknologi pengawetan dan pengeringannya dengan baik. Serat kayu ada beberapa macam, dan hal ini perlu juga diketahuisifatnya karena berhubungan dengan cara mengerjakannya. Adabeberapa jenis serat kayu yakni serat lurus dan rapat, serat kasar, danserat diagonal. Serat kayu lurus dan rapat adalah sangat baik untukpmembuat produk seni, serat kasar dan serta diagonal memerlukankehati-hatian dan kesabaran dalam mengerjakannya. Selain serat adapula bagian lapisan kayu yang dapat digunakan untuk mengetahui mudahdan sulit dalam mengerjakan; lapisan kayu yang warnanya cerah danlebar menandakan kayu tersebut mudah untuk dikerjakan, sebaliknyalapisan yang gelap lebih keras dan sulit untuk mengerjakannya. Untukreferensi lebih detail tentang sifat kayu lihat dalam Wood Carving Basictulisan Allan dan Gill Bridgewater.b. Batu Karya seni rupa yang menggunakan batu biasanya dalam wujudpatung dan relief. Bahan batu jenisnya bervariasi, ada batu pualam,marmer, onix dan batu kali. Sejak zaman dahulu batu telah digunakanuntuk membuat benda-benda yang berhubungan dengan ritual. Pada 164

zaman purba batu digunakan untuk alat potong seperti kapak. Hasilnyauntuk pemujaan nenek moyang. Belakangan berkembang menjadi wujudlingga dan yoni. Oleh karena bahannya tahan lama menyebabkan karya-karya dengan bahan ini menjadi tidak lekang dimakan jaman, sehinggajejak seni rupa yang menggunakan bahan batu sangat banyakdiketemukan. Jenis bahan batu ada beberapa macam, yaitu mamer, onix,batu andesit dan batu paras. Marmer adalah jenis batu yang paling kerassebaliknya batu paras adalah jenis batu yang paling lunak. a bGambar 156. (a) Patung Dewa Kuwera dengan bahan logam (sumber: Museum Nasional, (b)Patung Penunggang Kuda dari Nias bahan batu.c. Logam Ada beberapa nama bahan logam yang kekerasannya juga bertingkat,yaitu: aluminium, besi, baja, tembaga, perunggu, kuningan, nikel, emas,perak dan platina. Bahan-bahan ini dalarn pembentukannya dapatlangsung ditekuk, dikenteng, disambung dengan las maupun harusdicairkan untuk keperluan teknik cor. Bahan logam tahan sangat lama,misalnya perunggu, tembaga, kuningan, perak dan emas yaitu jenislogam yang anti karat, sehingga karya-karya dengan bahan ini dapattahan berabad-abad dan tidak rusak. Di Indonesia hal ini telah dibuktikanoleh peninggalan seni rupa jaman pra Hindu, jaman Hindu, Budha danIslam berupa patung, relief, alat upacara dan perhiasan. 165

Menyaksikan karya seni atau membuat karya seni, khususnya senirupa, memerlukan kepekaan persepsi terutama yang berhubungandengan masalah keindahan atau disebut estetik atau disebut the sense ofbeauty. Ada tiga cara yang umum untuk melatih kepekaan persepsipenglihatan. Pertama dengan latihan melihat langsung berbagai jeniskarya seni rupa. Kedua dengan cara latihan membuat langsung karyaseni rupa. Ketiga, dengan membaca ulasan atau keterangan mengenaiseni rupa. Pada umumnya orang yang melihat langsung karya seni akan mudahmencerna jika karya seni rupa itu wujudnya realis. Artinya, karya senirupa itu menggambarkan secara nyata tentang kondisi sesungguhnyadari suatu kenyataan. Namun apabila karya seni rupa itu tampilanwujudnya bukan realis atau bukan mengungkapkan kondisisesungguhnya dari suatu kenyataan, maka secara umum orang akanmulai merasa tidak dapat puas menikmatinya. Kenapa hal itu dapatterjadi? Hal ini dapat dikiaskan sebagai orang yang belum ‘melek huruf’lalu disuruh membaca sebuah kata atau kalimat. Orang tersebut tidakdapat mengetahui makna bentuk huruf atau rangkaian huruf yangmembentuk kata, atau rangkaian kata yang membentuk kalimat. Begitupula orang yang pertama kali mendengarkan percakapan bahasa asingtentu apa yang didengarnya hanya merupakan bunyi yang keluar dariorang yang bercakap tanpa diketahui maknanya. Untuk mengetahui dan dapat memahami karya seni rupa yangnampaknya ‘asing’ karena wujudnya tidak menampilkan kenyataan yangsudah dikenal baik, seseorang perlu mengetahui ‘bahasa’ rupa danpropertinya. Bahasa rupa itu disebut unsur-unsur seni rupa dan prinsippengorganisasiannya. Namun demikian, hal ini belumlah cukup sebabbahasa rupa itu dipahami bukan dengan pengertian nalar atau logika,tetapi dapat dipahami dengan kehalusan perasaan yang berhubungandengan the sense of beauty. Kepekaan estetik ini sangat penting,terutama bagi orang yang berprofesi dalam bidang seni, karenakepekaan estetik merupakan hal pokok dalam dunia seni. Bagimasyarakat umum juga penting karena hakekat menjadi manusia salahsatunya memiliki kebutuhan untuk menikmati keindahan, baik yang ada dialam maupun buatan manusia. Kepekaan estetik tidak mudah didapat, maksudnya tidak secepatmenghafal sebuah rumus-rumus kimia atau matematik atau per-bendaharaan kata. Kepekaan didapat dengan mengasah setiap saat.

Orang yang hidup di lingkungan masyarakat seni akan lebih cepatmemiliki kepekaan estetik dibanding yang tinggal terpencil dari pusatbudaya dan seni. Namun demikian, setiap orang memilikinya, karena halini telah ada dan dibawa sejak lahir. Selain itu kenyataan telahmembuktikan, bahwa masyarakat yang masih terbelakang pun dalamperadaban ini dapat menghasilkan karya seni. Berarti secara naluriahmanusia memang membutuhkan seni dalam kehidupannya. Dalam mengasah kepekaan estetik tersebut, dalam seni rupadilakukan melalui tiga pendekatan yaitu secara produktif melalui praktek,apresiatif melalui kegiatan analisis karya seni rupa baik langsung maupunmelalui mediator, dan melalui alat bantu visual,seperti buku, slide, fotoreproduksi dan sebagainya. Perhatikanlah karya-karya seni rupa (gb 157 dan 158) berikut !ab cGambar 157 . (a) Bonnet, Pengarit, (b) Basuki Abdulah, Penari Bali, (c) Nyoman Gunarsa, Dua Penari Bali(sumber: (a,b)Koleksi Presiden Soekarno, (c) Foto Agung Suryahadi)Dari enam jenis karya seni rupa di atas ini semuanya memberikan kesan‘rasa’ yang berbeda. Perhatikan gambar (157 a, b dan c), begitu pulagambar patung (158 a,b,c). Dapatkah diungkapkan perasaan atau kesanapa yang disampaikan oleh masing-masing karya seni rupa tersebut?Setiap orang akan memberikan ungkapan yang berbeda, hal initergantung dari kemampuan kepekaan persepsi visual seseorang dalam‘mencerna’ unsur-unsur yang ada dalam karya itu, yang juga dipengaruhioleh latar belakang pengalaman setiap individu dalam intensitasnya‘bergaul’ dengan karya seni rupa. Agar dapat efektif mengasah kepekaan 167

persepsi visual yang berhubungan dengan estetik, pembahasan unsur-unsur seni rupa disajikan melalui teori dan praktek.ab cGambar 158. (a) Ratu dan putrinya, karya patung zaman Mesir Kuno (b) Thorn Puller, karya patungzaman Helenistik, (c) Nyoman Nuarta (sumber: (a,b) Paul Zelanski, (c) Indonesian Heritage).A. Unsur Seni Rupa1. Unsur Garis Garis adalah salah satu unsur seni rupa yang paling pokok, sebabgaris merupakan unsur rupa yang ada dimana-mana. Untuk lebihmemahami tentang garis coba perhatikan bagian tepi sebuah benda,perhatikan jejak yang ditinggalkan oleh binatang melata di atas tanahberdebu, batas pandangan di laut lepas, tiang listrik, cabang pohon, kilatyang menyambar, retak pada tembok. Setelah itu dapatkah andamernahami apakah garis itu ?Perhatikanlah bentuk-bentuk di bawah ini ?a b cd e Gambar 159 . Unsur seni rupa: bentuk (a,b) dan garis (c,d,e) 168

Perhatikanlah bentuk a dan b, apa yang menyebabkan bentuk ituberbeda? Lihat pula garis-garis yang ada di sebelahnya, cermatisatu persatu, bagaimana perasaan anda melihat setiap garis itu ? Pada dasarnyaya garis itu hanya ada dua, yaitu garis lurus dan garislengkung. Garis-garis lainnya merupakan pengembangan dan variasi darikedua jenis garis tersebut dan menyampaikan karakter yang berbeda.Walaupun garis itu sederhana, ia dapat menyampaikan suatu perasaandan ini tergantung dari kondisi jenis garis tersebut, yaitu tebal tipisnya,posisi dan arahnya. Sebuah garis lengkung tebal menyampaikan kesan yang berbedadibanding dengan garis lengkung tipis, apalagi dengan garis lurus dalamposisi yang berbeda tentu akan memberikan kesan yang sangat berbedadalam perasaan kita. Terwujudnya sebuah bentuk disebabkan karenagaris yang membatasi ruang, baik nyata maupun sugestif. Sifat-sifat garisyang membatasi itu menentukan pula sifat bentuk yang dihasilkannya.Oleh sebab itu, keterampilan dalam membuat garis erat hubungannyadengan keterampilan membuat bentuk dengan garis. Penggunaan garis dalam seni rupa tidak hanya pada karya duadimensional, perhatikanlah (gb. 158 c) karya Nyoman Nuarta. Garisdalam karya itu sangat efektif digunakan dalam membuat patung yangekspresif. Hampir seluruh wujud patung terbentuk dari garis sehinggapatung kelihatan seperti dibalut oleh kain namun memberi ekpresidinamis oleh karena patung itu seakan bergerak oleh ilusi garis. Samapula halnya dengan (gb. 157 b dan c). Dalam kedua lukisan tersebutekspresi garis sangat memegang peran penting dalam menghasilkanlukisan yang bersifat dinamis dan ekspresif. Hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan garis adalahmengetahui potensi ekspresi garis tersebut. MisaInya jika inginmenyampaikan karakter kuat, berani dan agresif tentu harus meng-gunakan garis yang sesuai untuk itu, misalnya garis tebal, rata, tajam danhalus. Jika ingin menyampaikan suatu sifat yang lembut dan halusgunakanlah garis lengkung tipis dan tak terputus. Namun, perlu diingatbahwa hal itu tidak selalu demikian karena yang lebih menentukan adalahbagaimana perasaan itu dapat diwakili oleh garis yang dibuat. Seorangyang membuat garis dengan perasaan yang terkonsentrasi pada waktumenggoreskannya hasilnya berbeda dengan orang yang hanya sekedarmembuat garis. Agar dapat selaras antara gerak perasaan dengan geraktangan dalam menghasilkan garis yang diinginkan diperlukan latihan danlatihan yang terus menerus. Untuk keperluan itu lihatlah aspek dan sifatbeberapa garis di bawah ini, rasakan perbedaan kesan yangdisampaikan, kemudian latihlah tangan membuat garis sesuai denganperasaan yang dikehendaki. 169

Tabel 2. Garis dan Kesan Efek FisiknyaNo Aspek Variasi Tampilan Kesan Fisik1. Jenis : - Lurus - Kesan kaku, keras, - Lengkung tajam. - Berombak - Lembut, empuk, halus - Zigzag - Dinamis mengalun. bergerak, menyenang-2. Ketebalan: - Tebal kan - Tipis - Kaku, tegang, panas, menakutkan3. Kontinyuitas - Tak : Terputus - Menambah berat, berani, kasar, tegas - Terputus - Halus, ringan, ragu - Titik-Titik - Lancar, konsisten,4. Arah: - Tegak Lu- tidak ragu rus - Tersendat, ragu, kurang berani - Ritmis, ragu - Kesan tinggi, me- nyempit - Mendatar - Melebar, pendek, te- - Diagonal nang, mati, istirahat5. Ekspresif - Dinamis, tidak stabil, oleng. - Spontan, berani, segar 170

Tugas latihanPerhatikanlah garis-garis berikut ini, gunakanlah sebagai acuan,kemudian latihlah tangan dengan membuat berbagai jenis garisdengan berbagai jenis alat dan bahan seperti pensil, pastel, tintadan arang.abcd efGambar 160. Berbagai jenis bahan dan teknik membuat garis, hasil latihan peserta DiklatDasar Seni Rupa/Kekriyaan P4TK Seni dan Budaya Latihan membuat garis selain untuk melancarkan tangan dalammembuat garis juga berlatih mengamati potensi garis, baik keterbatasanmaupun kelebihannya. Pada gambar 160 a, garis dibuat dengan tinta dandengan alat pena, dilakukan ekplorasi tebal tipisnya, serta efek-efek 171

visualnya untuk mendapatkan nilai estetiknya. Pada gambar 160 b garisspontan dengan tinta dikombinasi degan warna cat air. Pada gb.160 c,garis dibuat di atas tekstur kasar dengan arah melingkar menuju ke pusatdi tengah. Gambar 160 d, garis dibuat dengan pensil tumpang tindih danmembentuk irama bergelombang. Gambar 160 e, garis-garis lengkungdengan variasi arah dan ketebalan memberikan kesan dinamis. Gambar160 f, garis tidak hanya dapat dibuat dengan alat yang runcing, namundapat pula memanfaatkan batas tepi kertas dengan teknik arsiran dangosok. Masih ada banyak kemungkinan lain dalam membuat garis untukmendapatkan nilai estetik dan ekpresinya, baik dengan media duadimensional dan tiga dimensional selain itu pada gb. 161 dan 162, garisdapat digunakan untuk membentuk ilusi tiga dimensional. Pada gambartersebut, arah garis yang disusun secara teratur dan berulang-ulangdapat membentuk ilusi ruang serta gerakan. a b Gambar 161 . Dua gambar dengan hanya menggunakan garis 172

a b Gambar 162. Ilusi Garis (sumber: Robert H. McKim)2. Unsur Ruang Ruang termasuk unsur seni rupa yang pokok. Dengan adanya ruang,maka karya seni rupa dapat dibuat. Ada ruang dua dimensional (bidang)ada pula tiga dimensional. Sebuah titik di atas kertas ada pada ruangdatar, sedang kita ada pada ruang berongga. Penggunaan ruang padapermukaan datar menyangkut hubungan antara ruang datar (bidang) latarbelakang dengan figur (bentuk). Dalam istilah keruangan hal ini disebutsebagai ruang positif (bentuk) dan ruang negatif, yaitu ruang di belakangatau di sekitar bentuk atau latar belakang. Apabila bentuk datar v(ruangpositif) dan latar belakang datar ukurannya sama, dapat menimbulkanbentuk yang simultan dan penglihatan mata kita dipaksa untuk melihatkedua bentuk secara bersamaan. Efek ini dapat menyebabkan matakelelahan untuk mengidentifikasikannya (gb. 163 b) 173

ab Gambar 163. (a) Positif dan negatif, (b) Positif negatif simultanMembuat karya seni rupa pada dasarnya merupakan kegiatan meng-organisasikan ruang positif dan ruang negatif, dalam susunan yang baikinteraksi keduanya dapat mencapai harmoni. Dengan diketemukannya perspektif pengorganisasian ruang dalambidang dua dimensional semakin berkembang, sebab dengan meng-gunakan prinsip perspektif dimungkinkan untuk menggambarkan ilusiruang dengan kedalaman pada bidang datar. Dalam prinsipnya ada duajenis perspektif, pertama, benda-benda yang posisinya sejajar semakinmenjauh akan kelihatan semakin mengecil menuju kepada titik lenyappada garis batas pandangan hal ini disebut linear perspektif (gb.164),kedua, benda-benda yang menjauh akan semakin kabur karenapengaruh atmosfer, sedang benda yang dekat terlihat lebih terang danbesar, prinsip ini disebut areal perspektif (gb.162, 163). Penggunaanperspektif sangat penting bagi pelukis naturalis dan realis, kedua jenisperspektif terkadang digunakan secara bersamaan untuk mendapatkanilusi tiga dimensi lebih efektif. Perhatikan gambar 165 pepohonansemakin jauh semakin mengecil, begitu pula warna semakin jauhsemakin melemah intensitasnya.Perhatikan pula gambar berikut ! Bagaimana caranya menggambarkan ilusi ruang ? 174

Gambar 164. Ruang positif negatif dengan areal perspektif.Gambar 165. Albert Biersatdt, The Rocky Mountain (sumber: Paul Zelanski) 175

Gambar 166 . Jacopo Tintoretto, The Finding of the Body of St Mark ( sumber: Paul Zerlanski)Tugas LatihanAgar mengetahmi potensi ruang yang sesungguhnya lakukanlahlatihan belikut ini:x Camkanlah tentang perbedaan ruang negatif dan ruang positifx Pada kertas gambar A4 susunlah ruang positif secara tumpang tindih dan gunakan tinta hitam sebagai warnanyax Dengan kertas yang lain susunan ruang positif dan negatif dalam perbandingan yang sama, gunakan pula tinta hitam sebagai warnanyax Perhatikan hasilnya dan cermati hal-hal yang kurang me- muaskan perhatianx Gunakan contoh sebagai acuan 176

Gambar 167 . Contoh Ruang positif dan negatif karya peserta Diklat Desain Dasar Seni Rupa/Kriya P4TK Seni Budaya3. Unsur BentukBentuk merupakan salah satu unsur seni rupa yang menentukankeberhasilan sebuah karya seni rupa dan kriya. Namun di samping istilahbentuk ada pula istilah wujud untuk membedakan antara 'image' (2dimensional) yang memiliki panjang dan lebar pada area yang datardengan 'image' (3 dimensional) yang memiliki panjang, lebar, danvolume/tebal pada area dengan kedalaman. 177

Bagan 1 . Bentuk dan wujudLihatlah kedua karya ini, dapatkah anda mendapatkan perbedaandan persamaannya ? ab Gambar 168. (a) Bentuk organik dua dimensi, (b) Bentuk organik tiga dimensi Bentuk ada karena dibatasi oleh garis. Garis yang membatasibidang menjadikan bentuk dan karakter bentuk itu ditentukan oleh jenisgaris yang membatasinya itu. Bentuk yang dibatasi oleh garis luruskarakternya berbeda dengan bentuk yang dibatasi oleh garis lengkung.Pembatasan bidang oleh garis ini menghasilkan dua jenis bentuk yaitu 178

bentuk geometris dan bentuk organis (gb.169). Bentuk geometrisstruktumya teratur misaInya: segitiga, segiempat dan bulat; sedangkanbentuk organis strukturnya tidak teratur dan banyak terdapat padabentuk-bentuk alami seperti pepohonan, akar, tulang binatang, mahluk didalam lautan dan sebagainya. ab Bagan 2 . (a) Bentuk organis, (b) Bentuk Selanjutnya perhatikanlah bentuk-bentuk di bawah ini, kesan apa saja yang timbul dalam hati ketika memperhatikannya ? abGambar 169. Bentuk dengan ilusi tiga dimensi, (a) Bentuk organis, (b) Bentuk geometris. Dalam seni rupa dua dimensional (nirmana datar) sejak dahulu telahdilakukan upaya untuk menggambarkan ilusi tiga dimensional atau ruangpada bidang datar. Salah satunya adalah dengan cara tumpang tindih 179

atau overlapping (gb.169, 170). Kita tahu bahwa bila sesuatu tersusundalam posisi tumpang tindih maka ada suatu celah di antara bentuk-bentuk tersebut dan celah itu adalah ruang. Cara lain adalah denganmemberikan sinar dan bayangan pada bentuk itu dengan teknik arsirandan blok (gb. 169,170). Perhatikanlah gambar di bawah ini! Apakah anda dapat melihat adanya perbedaan bentuk dan teknik menggambarkannya ? Gambar 170 . Bentuk-bentuk organis dan ge- ometris bervol- ume, karya pe- serta Diklat Da- sar Seni Rupa/ Kekriyaan. ab d cPada gambar (a) arsiran untuk memberikan kesan volume diterapkan pada tepibentuk organis, sedang pada gambar (b) bagian gelap menggunakan teknik blokpada bagian yang tidak atau sedikit kena sinar, Namun pada bentuk geometrisdapat juga diterapkan teknik arsiran untuk mendapatkan ilusi tiga dimensional(gb.170a,d). 180

4. Unsur WarnaDalam seni rupa warna sangat esensial, karena penampilan pertamayang diperhatikan orang selain bentuk adalah warna. Warnalah yangmenyebabkan kita berhenti sejenak untuk melihat kain yang dijual disebuah toko, demikian juga war-na menyebabkan kita dapat mengenalisebuah benda. Bagaimana rupa dunia ini jika tidak ada warna ? Laluapakah warna itu ?a. Teori Warna Ada beberapa pendapat yang mencoba menjelaskan tentang warna,namun yang menonjol dan aplikatif dalam bidang seni rupa adalah teoricahaya dan teori pigmen. Teori cahaya dipelopori oleh Sir IsaacNewton yang mengatakan bahwa warna yang kita Iihat pada suatu bendaberasal dari cahaya putih matahari. Hal ini dibuktikannya denganmembiaskan cahaya putih itu dengan prisma kaca (bagan 3 ). Hasil yangkeluar dari prisma itu berupa tujuh spektrum warna. Selanjutnya menurut teori itu kita dapat melihat warna sebuah bendakarena benda tersebut menyerap dan memantulkan spektrum warna kemata kita. Bagan 3 . Pembiasan cahaya putih menjadi warna dengan prisma kaca MisaInya kita melihat warna merah suatu benda karena hanyaspektrum merah yang dipantulkan, sedang yang lainnya diserap olehbenda tersebut. Jika benda itu kelihatan abu-abu artinya seluruhspektrum dipantulkan setengah, jika kelihatan hitam seluruh spektrumdiserap dan apabila putih seluruh spektrum dipantulkan secara penuh. Dalam teori pigmen dinyatakan bahwa warna itu terdapat padapigmen dan hanya ada tiga jenis warna pokok,yaitu merah, biru dankuning. Warna-warna itu tidak bisa didapat dengan mencampur, warna-warna tersebut adalah warna murni. Teori ini dipelopori oleh PrangBrewster. Dalam perkembangannya warna dikelompokkan menjadi tiga, 186

yakni warna primer, warna sekunder dan warna tertier. Warna primermerupakan warna induk karena warna sekunder didapat denganmencampur warna-warna primer sedang warna tertier didapat denganmencampur warna primer dan sekunder. Tiga kelompok warna itutersusun dalam lingkaran warna dan lingkaran warna tersebut dapatdigunakan sebagai pedoman dasar penggunaan warna. Uraianselanjutnya tentang warna dalam buku ini adalah berdasarkan teoriPrang. Lingkaran Warna Bagan 4 . Tint & Shade, dan lingkaran warnaKelompok Warna Nama WarnaWarna Primer : Merah, Biru, KuningWarna Sekunder : Hijau, Jingga, UnguWarna Tertier : Kuning Jingga, Merah Jingga, Ungu Merah, Ungu Biru, Hijau Biru, Hijau Kuning 187

Tugas LatihanAgar dapat memahami percampuran warna lakukan latihan berikutini :x Pada kertas gambar A4 buatlah sebuah lingkaran dan bagi lingkaran itu menjadi dua belas bagian yang sama.x Tentukan bagian paling atas sebagai ruang warna kuning, kemudian searah jarum jam adalah berturut-turut warna kuning jingga, jingga, merah jingga, merah, ungu merah, ungu, biru ungu, biru, hijau biru, hijau dan hijau kuning.x Selanjutnya isilah ruang-ruang tersebut dengan warna cat poster sesuai dengan namanya.x Untuk mendapatkan warna sekunder campurlah dua warna primer dengan perbandingan 1:1 ( k+b=h, k+m=j, b+m=u). Begitu pula untuk mendapatkan warna tertier campurlah warna primer dengan sekunder 1:1.x Dengan kertas gambar A4 yang lain buatIah sebuah segitiga sama sisix Bagilah ruang segi-tiga itu menjadi tiga bagian, kemudian pada bagian tersebut terapkanlah warna-warna primerx Pada kertas yang lain buatIah segi-empat sama sisi dan bagi menjadi empat bagian. Seterusnya terapkanlah empat warna yang saling berhadapan pada lingkaran warna pada empat ruang pada segi-empat tersebutx Perhatikan dengan seksama bagaimana kelihatannya warna- warna yang saling berjajar itu baik pada lingkaran maupun pada segi-tiga dan segi-empat Kenalilah sifat-sifat warna itu dengan perasaaan anda, warna yang menonjol, menyurut, panas, dingin, bergetar dan sebagainya.b. Temperatur Warna Warna-warna dalam lingkaran warna selain dikelompokkan menjaditiga kelompok wama dapat pula diklasifikasikan menjadi dua kelompokwarna menurut temperaturya, yaitu warna panas dan warna dingin.Warna-warna yang temasuk kelompok wama panas adalah : kuning,kuning jingga, jingga, merah jingga, merah dan merah ungu; sedangkanyang termasuk warna dingin adalah: ungu, ungu biru, biru, hijau biru,hijau dan hijau kuning. Kesan temperatur yang ditimbulkannyadisebabkan karena kebiasaan dari keadaan yang ada setiap hari dilingkungan kita. Pengalaman kita menunjukkan bahwa sesuatu yangberwarna merah, jingga, kuning adalah panas; misalnya: api, matahari,dan logam yang dilelehkan. Sebaliknya sesuatu yang berwarna violet, 188

hijau, biru adalah dingin; misalnya : laut, danau, dan pegunungan. Hijaudan ungu dapat menjadi panas jika pada unsurnya lebih banyakmengandung warna panas, seperti kuning dan merah. Warna yang palingpanas adalah kuning dan yang paling dingin adalah ungu. Sedangkankelompok warna netral adalah abu-abu, hitam dan putih. Sebenaryahitam dan putih bukanlah warna sebab hanya berupa gelap dan terang .Value dan intensity juga dapat mengandung temperatur warna ini. Valueyang terang kelihatan lebih panas daripada value yang gelap, begitu pulawarna yang intesitasnya penuh kesannya lebih panas dibandingkandengan warna yang intensitasnya lebih lemah. Penerapan warna panasdan dingin akan efektif jika disesuaikan dengan kondisi lingkungan.Misalnya, pada terik matahari jika menggunakan warna panas suasanaakan lebih menjadi panas, untuk itu dalam kondisi panas akan lebih baikjika menerapkan warna dingin. Hal yang sama adalah penggunaan warna pada ruang atauperlengkapan anak-anak, seperti ruangan, pakaian, dan mainan. Untukanak-anak lebih baik menggunakan warna ringan yang ceria, tidakmenggunakan warna-warna berat dan kusam. Hal ini sesuai dengan sifatanak-anak yang menyukai hal-hal yang menggembirakan. Jadi secaraalami berbeda dengan selera orang dewasa yang sering menyesuaikandengan kondisi kegemaran dan kejiwaannya.Tugas LatihanUntuk dapat memahami potensi warna lakukanlah latihan berikut ini:x Ambil selembar kertas gambar, lalu buatIah bentuk-bentuk geometris dengan ukuran yang bervariasi, gunakan pensil.x Pertimbangkan dan rasakan susunannya, jika dirasa sudah baik terapkanlah warna-warna panas pada bentuk dan latar belakangnya . Gunakan warna cat posterx Dengan prosedur yang sama buatIah bentuk-bentuk organis dengan warna-warna dinginx Bandingkan kedua hasil karya itu dan rasakan temperatur warnanya! 189


Like this book? You can publish your book online for free in a few minutes!
Create your own flipbook